You are on page 1of 13

TUGAS MATERIAL TEKNIK III

DISUSUN OLEH :

NAMA : OKKY CANDRA SADEWA
NO.MHS : 210009030
JURUSAN : TEKNIK MESIN
PRODI : S 1

SEKOLAH TINGGI TEKNOLOGI NASIONAL
YOGYAKARTA
2010
Kelelahan / Fatigue
• Kelelahan
 Kegagalan lelah terjadi ketika sebuah bahan telah mengalami siklus tegangan
dan regangan yang menghasilkan kerusakan yang permanen
 Kelelahan dapat terjadi dibawah atau diatas tegangan luluh
 Kegagalan lelah pada umumnya meliputi pertumbuhan inti dan penyebaran
dari sebuah retak
Penyebab Kelelahan
• Kelelahan yang dikontrol oleh tegangan
 Lengkung rotasi (rotating bending)
 Getaran (vibration)
 Penekanan (pressurisation)
 Kontak Gelinding (rolling contacts)
• Kelelahan yang dikontrol oleh regangan
 Siklus termal (thermal cycles)
 Takikan besar (severe notches)
 Terbuka/tertutup
Umur lelah (fatigue life) biasanya 10
7
siklus
Perkiraan dari jumlah siklus yang dialami oleh suatu piston mobil lebih dari 100.000
mil (~330.000 km)
Pengukuran Kelelahan
• Struktur presisi (smooth) dan bertakik (notched):
 Kelelahan meliputi pertumbuhan inti dan penyebaran retakan (propagation
of crack)
 Karakterisasi dengan umur lelah T-S (Tegangan-Siklus, S-N) atau R-S
(Regangan-Siklus, c - N)
 Takikan mengkonsentrasikan tegangan dan regangan
• Struktur retak
 Kelelahan meliputi penyebaran retakan
 Karakterisasi dengan laju pertumbuhan retak lelah (fatigue crack growth
rate)
Tujuan memprediksi umur lelah atau siklus pembebanan maksimum untuk
menentukan umur tak terbatas (infinite life)
Kurva Tegangan-Siklus (S-N Curve)
• Kelelahan dibawah tegangan luluh (batas elastis)
• Beberapa bahan mempunyai batas lelah (fatigue limit)
Sebuah batas ketahanan (endurance limit) dapat ditentukan dengan
membandingkan batas lelah bahan lain







Efek dari Tegangan rerata dari kurva T-S
• Umur lelah ditingkatkan oleh tegangan tekan
• Persamaan Goodman
• o
a
= batas ketahanan pada o
m



o
m
= tegangan rerata
o
fat
= batas ketahanan pada o
m
= 0
t
e
g
a
n
g
a
n
,

o
siklus, (log S)
pertumbuhan inti
kegagalan
penyebaran
t
e
g
a
n
g
a
n
,

o
siklus, (log S)
batas ketahanan
batas lelah
Bahan yg berbeda
misal 10
7
siklus
t
e
g
a
n
g
a
n
,

o
siklus, (log S)
peningkatan
tegangan tekan
rerata
|
|
.
|

\
|
÷ =
UTS
m
fat a
o
o
o o 1
t
e
g
a
n
g
a
n
,

o
siklus, (log S)
N
i
n
i
o
UTS
= kekuatan tarik
Kerusakan Kumulatif dari kurva T-S
• Struktur senantiasa mempunyai spektrum pembebanan dan variabel amplitudo
pembebanan
• Efek kerusakan kumulatif dapat diperkirakan







Hukum kerusakan kumulatif Miner-Palmgren
Hukum Miner
Kelelahan terjadi ketika kerusakan kumulatif = 1
Kurva Regangan-Siklus (c-N Curve)
• Regangan mengendalikan kelelahan yang umum terjadi diatas batas elastis
(tegangan luluh)
 Serupa dengan T-S dibawah batas elastis (o = E c)
• Siklus pengerasan atau pelunakan mungkin terjadi
 Pengerasan/pelunakan dicapai setelah beberapa ratus siklus
Total regangan = regangan elastis + regangan plastis
Ac = Ac
e
+ Ac
p

Siklus Kelelahan Tinggi dan Rendah
• Kurva T-S dan R-S saling berhubungan
T-S Persamaan Basquin
¿
=
=
k
i
i
i
N
n
1
1
( )
b
f f
N 2
0
o o =
( )
c
f p
N 2
0
c c = A
R-S Persamaan Coffin-Manson
• N
f
= umur lelah, o
0
, c
0
, b dan c adalah konstan





Siklus Kelelahan Tinggi dan Rendah
• Siklus Lelah Tinggi = regangan hampir seluruhnya elastis
• Siklus Lelah Rendah = Regangan hampir seluruhnya plastis



Daerah transisi terjadi sekitar 10
3
siklus
Siklus rendah < 10
3
siklus
Siklus tinggi > 10
3
(sampai 10
7
-10
8
siklus)

Pengaruh Kekuatan dan Ketangguhan terhadap Kelelahan
• Peningkatan kekuatan
 Meningkatkan umur lelah siklus tinggi (penurunan regangan plastis)
 Menurunkan umur lelah siklus rendah (penurunan ketangguhan)
Ketangguhan dan keuletan menurun dengan kenaikan kekuatan
Mekanisme Kelelahan
• Pengertian terhadap mekanisme kelelahan dapat digunakan untuk meningkatkan
ketahanan lelah (fatigue resistance)
 Logam
o
f
Ac
t
e
g
a
n
g
a
n
regangan
p e
c c c A + A = A
p e
c c c A + A = A
( ) ( )
c
f
b
f
f
N N
E
2 2 2
0
c
o
c + ~ A
 Slip tetap (irreversible) kumulatif
 Keramik
 Keretakan dipengaruhi lingkungan
 Polimer
 Pemanasan histeresis (hysteresis)
 Komposit
 Retakan mikro
 Penipisan lapisan (delamination)
 Kerusakan penekanan
Kelelahan pada logam sudah dikenal dengan baik/meluas
Kelelahan dalam Logam
• Deformasi plastis terjadi pada butir-butir orentasi yang sesuai, meskipun dibawah
batas elastis
• Pada logam murni
 langkah slip ekstrusi mengawali terjadinya retakan (memerlukan banyak
siklus)
• Pada logam komesial
 akumulasi regangan plastis menumbuhkan inti retakan kecil di tempat inklusi
(memerlukan sedikit siklus)
• Batas lelah (fatigue limit) adalah tegangan dibawah dimana sebuah retak dapat
menum-buhkan inti tetapi tidak menyebarkan retakan
Kelelahan dalam Logam
• Keuntungan
 Peningkatan kekuatan
 Karburisasi
 Nitridisasi
 Pengerasan induksi
 Pengerjaan dingin
 Tegangan sisa (residual stress)
 Penembakan mimis (shot-peening)
 Penembakan mimis (shot-peening)
 Peningkatan tingkat kebersihan
 Pengerjaan akhir permukaan
 Elektropolishing
• Kerugian
 Menurunkan kekuatan
 Nonkarburisasi
 Pemanasan berlebih
 Pelunakan (annealling)
 Tegangan sisa
 Pelapisan Cr-Ni
 Rendah tingkat kebersihan
 Pengerjaan akhir permukaan
 Permesinan penanda (machining marks)
Pencegahan Kelelahan
• Dengan pengikat (fastenings)
 Ekspansi dingin menggunakan madrel (contoh paku keling)
• Pelubangan mandiri (autofrettage)
 Ekspansi dingin oleh penekanan (contoh ketel bertekanan)




tegangan
x
peluluhan
tegangan
x
tegangan tekan sisa

Pertumbuhan Retak Lelah (Fatigue Crack Growth)
• LEFM dapat digunakan untuk mengukur dan memprediksi laju pertumbuhan retak
lelah dalam daerah Paris (Paris Regime)
• Persamaan Paris

m ~ 2 - 4




Desain untuk Kelelahan
• Prinsip filosofi rancangan teknik adalah:
 Umur aman (Safe-Life)
 Kerusakan akibat kelelahan (fatigue damage) harus tidak terjadi
selama umur rancang (design life)
 Komponen diganti setelah umur rancang terlampaui
 Pengamanan gagal (Fail-Safe)
 Kerusakan akibat kelelahan terjadi selama umur rancang
 Kegagalan harus tidak terjadi selama umur rancang
 Komponen diperiksa untuk diuji perkembangan terhadap kerusakan
lelah
 Komponen digunakan kembali atau diganti setelah pemeriksaan
Umur Lelah Aman (Safe-Life Fatigue)
• Rancangan untuk umur terbatas maupun umur takterbatas
 Tegangan dan regangan diuji terhadap perhitungan umur lelah menggunakan
kurva T-S atau R-S
m
K A
dN
da
A =
l
a
j
u

p
e
r
t
u
m
b
u
h
a
n

r
e
t
a
k

d
a
/
d
N
Daerah Instensitas tegangan AK
Daerah Paris
(tidak sensitif thd
tegangan rerata)
Awal AK
th
(sensitif thd
tegangan rerata)
 Pengendalian tegangan dibawah batas lelah
• Digunakan ketika pemeriksaan tidak memungkinkan atau tidak ekonomis
 Paku keling
 Ruang angkasa (satelit)
Pengamanan Gagal Lelah (Fail-Safe Fatigue)
• Perancangan struktur masih cukup kuat untuk umur pemakaian setelah kerusakan
akibat lelah terjadi
• Ketentuan jangka waktu pemeriksaan memerlukan beberapa pengetahuan tentang:
 Ukuran awal cacat (initial defect size)  Pengujian Tidak Merusak
 Laju pertumbuhan retak lelah  Persamaan Paris
 Ukuran kritis cacat untuk kegagalan  Ketangguhan lelah
 Pengujian ulang dari umur sisa (residual life) setelah pemerik-saan membolehkan
memperpanjang umur pemakaian total
Retak-retak Kecil
• Kurva T-S dan R-S adalah didominasi oleh pertumbuhan dari retak-retak kecil (< 0,5
mm)
• Persamaan Paris digunakan untuk pertum-buhan dari retak-retak besar (> 1 mm)
• Retak-retak kecil menyebar dengan mekanisme yang sama pada retak-retak panjang
 Retak-retak kecil sensitif terhadap struktur mikro
 LEFM biasanya tidak akurat untuk retak-retak kecil
Prediksi umur lelah pada retak-retak kecil sangat sulit diperoleh

Perpatahan ( Fracture )
Kata fraktur sering diterapkan pada tulang makhluk hidup (yaitu, patah tulang ), atau
untuk kristal atau bahan kristalin, seperti batu permata atau logam . Kadang-kadang, bahan
kristal, kristal individu fraktur tanpa tubuh benar-benar memisahkan menjadi dua atau lebih
bagian. Tergantung pada substansi yang retak, patah tulang mengurangikekuatan (zat
kebanyakan) atau menghambat transmisi dari cahaya ( optik kristal).
Pemahaman yang rinci tentang bagaimana fraktur terjadi pada bahan dapat dibantu oleh
studi mekanika fraktur .
Kekuatan Retak
Kekuatan retak , juga dikenal sebagai kekuatan putus , adalah tegangan di mana spesimen
gagal melalui fraktur. Ini biasanya ditentukan untuk spesimen yang diberikan oleh uji tarik ,
yang grafik yang -regangan kurva tegangan (lihat gambar). Titik akhir adalah mencatat
kekuatan fraktur.
Ulet bahan memiliki kekuatan fraktur lebih rendah dari kekuatan tarik ultimate (UTS),
sedangkan pada rapuh bahan kekuatan patah setara dengan UTS. Jika bahan ulet mencapai
kekuatan tarik utama dalam sebuah situasi yang dikendalikan beban, akan terus merusak,
tanpa load aplikasi tambahan, sampai pecah . Namun, jika loading adalah perpindahan-
dikendalikan, deformasi bahan dapat meringankan beban, mencegah pecah.
Jika kurva tegangan-regangan diplot dalam hal tegangan benar dan regangan benar kurva
akan ke atas lereng selalu dan tidak pernah mundur, seperti stres yang benar adalah
dikoreksi untuk penurunan-sectional area lintas. Tegangan yang benar pada material pada
saat pecahnya dikenal sebagai kekuatan putus.Ini adalah tegangan maksimum pada kurva
tegangan-regangan benar, diberikan oleh 3 titik pada kurva B.

Stress vs strain khas dari aluminium kurva
1. Ultimate kekuatan tarik
2. Kekuatan luluh
3. Batas proporsional stres
4. Patah
5. Offset strain (biasanya 0,2%)




Jenis

Fraktur Mengular

Rapuh patah tulang pada kaca .


Fraktur Aluminium sebuah Crank Arm. Bright: rapuh fraktur. Dark: Kelelahan fraktur.
Dalam rapuh patah , tidak jelas deformasi plastis terjadi sebelum fraktur. Dalam material
kristalin rapuh, fraktur dapat terjadi oleh perpecahan sebagai akibat dari tegangan
tarik bertindak normal untuk bidang kristalografi dengan ikatan rendah (pesawat belahan
dada). Dalam padatan amorf , Sebaliknya, kurangnya hasil struktur kristal dalam fraktur
conchoidal , dengan retak melanjutkan normal terhadap ketegangan diterapkan.
Kekuatan teoritis bahan kristal adalah (kasar)

dimana: -
E adalah modulus Young's material,
γ adalah energi permukaan , dan
r o adalah jarak keseimbangan antara pusat atom.
Di sisi lain, celah memperkenalkan konsentrasi tegangan dimodelkan
oleh
(Untuk retak tajam)
dimana: -
σ diterapkan adalah tegangan loading,
yang adalah setengah panjang retak, dan
ρ adalah jari-jari kelengkungan di ujung retak.
Puting kedua persamaan bersama-sama, kita mendapatkan

Melihat dekat, kita dapat melihat bahwa retak tajam (kecil ρ ) dan cacat besar (besar a )
keduanya menurunkan kekuatan fraktur material. Baru-baru ini, para ilmuwan telah
menemukan patah supersonik , fenomena gerakan retak lebih cepat dari kecepatan suara
dalam suatu material. Fenomena ini baru-baru ini juga diverifikasi oleh eksperimen rekahan
pada karet seperti bahan.

Fraktur Ulet

Ulet kegagalan dari spesimen tegang aksial.

Gambaran skematis langkah-langkah dalam patah ulet (dalam ketegangan murni).
Dalam ulet fraktur , deformasi plastis luas terjadi sebelum fraktur. Istilah pecah atau pecah
uletmenggambarkan kegagalan utama dari tangguh bahan daktail dimuat dalam
ketegangan. Daripada retak, materi "menarik terpisah," umumnya meninggalkan
permukaan kasar. Dalam hal ini ada propagasi lambat dan penyerapan energi jumlah yang
besar sebelum fraktur.
Banyak ulet logam, terutama bahan dengan kemurnian tinggi, dapat mempertahankan
besar deformasi sangat 50-100% atau lebih strain sebelum retak pada kondisi pembebanan
yang menguntungkan dan kondisi lingkungan. Strain di mana fraktur terjadi adalah
dikendalikan oleh kemurnian bahan. Pada suhu kamar, murnibesi dapat mengalami
deformasi sampai 100% regangan sebelum melanggar, sedangkan besi tuang ataubaja
karbon tinggi hampir tidak bisa mempertahankan 3% dari strain.
Karena pecah ulet melibatkan tingkat tinggi deformasi plastik, perilaku retak celah
menyebarkan sebagai model di atas perubahan fundamental. Beberapa energi dari
konsentrasi tegangan di ujung retak lenyap oleh deformasi plastik sebelum retak benar-
benar menyebar. Langkah-langkah dasar: void formasi, void koalesensi (juga dikenal sebagai
formasi retak), perambatan retak, dan kegagalan, sering mengakibatkan kegagalan
permukaan cangkir-dan-berbentuk kerucut.

Pemisahan Mode Crack


Tiga fraktur mode.
Ada tiga cara untuk menerapkan kekuatan yang memungkinkan celah untuk menyebarkan:
 Mode I crack - mode Pembukaan (a tegangan tarik yang normal terhadap bidang retak)
 Mode II crack - sliding mode (suatu tegangan geser bertindak sejajar terhadap bidang
retak dan tegak lurus ke depan retak)
 Mode III crack - mode Tearing (suatu tegangan geser bertindak sejajar terhadap bidang
retak dan sejajar dengan bagian depan retak)
Untuk informasi lebih lanjut, lihat mekanika fraktur .