You are on page 1of 9

DEFINISI Afek adalah ekspresi eksternal dari isi emosional saat itu.

Sedangkan Mood adalah keadaan emosi internal yang meresap dari seseorang. ETIOLOGI A. Faktor Biologis :
1

Data yang dilaporkan paling konsisten dengan hipotesis bahwa gangguan mood adalah berhubungan dengan disregulasi heterogen pada amin biogenik. Dari amin biogenik, norepinefrin dan serotonin merupakan dua neurotransmitter yang paling berperan dalam patofisiologi gangguan mood. Penurunan serotonin dapat mencetuskan depresi, dan beberapa pasien yang bunuh diri memiliki konsentrasi metabolit serotonin dalam cairan serebrospinalis yang rendah dan konsentrasi tempat ambilan serotonin yang rendah di trombosit, seperti 1,2 yang diukur oleh imipramin yang berikatan dengan trombosit. B. Faktor Genetika : Data genetik menyatakan bahwa suatu faktor penting di dalam perkembanagan gangguan mood adalah genetika. Terdapat komponen genetika yang lebih kuat untuk transmisi gangguan bipolar I daripada untuk transmisi gangguan depresif berat. Pada kembar monozigot 74%, kembar dizigot 19%. Keluarga keturunan pertama 20% C. Faktor Psikososial : Beberapa klinisi sangat mempercayai bahwa peristiwa kehidupan memainkan peranan primer dalam depresi. Data yang paling mendukung menyatakan bahwa peristiwa kahidupan yang paling berhubungan dengan perkembangan depresi adalah kehilangan orang tua sebelum usia 11 tahun. Stresor lingkungan yang paling 1,2 berhubungan dengan onset suatu episode depresi adalah kehilangan pasangan. 1. MACAM – MACAM GANGGUAN AFEK
1,2

Keadaan Afek yang cenderung meninggi ( Hyperthymia ) : Euphoria : perasaan gembira yang berlebihan Elasi : seperti euphoria tapi disertai tingkah laku motorik yang agak berlebihan, labil dan menjurus mudah

tersinggung Eksaltasi : peninggian kehidupan afektif yang sangat menonjol disertai perbuatan dan pikiran yang serba meninggiu dan berlebihan, tidak dapat tinggal diam untuk jangka pendek 5 Ekstasi : seringkali berkaitan dengan hal – hal religius dan identifikasi dengan kekuatan kosmik. Keadaan Afek yang cenderung merendah ( Hypothymia ) : Depresi : menggambarkan segala bentuk keadaan sedih atau murung. Biasanya disertai hambatan di bidang aktifitas baik pikiran, perbuatan maupun perasaan. Dukacita ( Grief ) : merupakan episode kesedihan yang mendalam yang harus dibedakan dengan depresi. Gangguan Afektif lain : Dysthimia : perasaan tidak menyenangkan 5 Poikilothymia : perasaan yang berubah – ubah. Gangguan afektif dibedakan menurut : 1. Episode tunggal atau multiple Tingkat keparahan gejala : Mania dengan gejala psikotik, mania tanpa gejala psikotik (hipomania) Depresi ringan, sedang, berat tanpa gejala psikotik, berat dengan psikotik 3 Dengan atau tanpa gejala somatik. Manifestasi klinik dan diagnosis
5

atau malapetaka yang mengancam. Gangguan Depresif Episode Depresi : Gejala utama ( pada derajat ringan. sedang. kemiskinan. dan berat ) : Afek depresif Kehilangan minat dan kegembiraan Berkurangnya energi yang menuju meningkatnya keadaan mudah lelah (rasa lelah yang nyata sesudah kerja sedikit saja) dan menurunnya aktivitas. Waham biasanya melibatkan ide tentang dosa. Tidur terganggu Nafsu makan berkurang Episode Depresif Ringan    Sekurang – kurangnya harus ada 2 dari 3 gejala utama depresi ditambah sekurang – kurangnya 2 dari gejala lainnya. Halusinasi auditorik atau olfaktorik biasanya berupa suara yang menghina atau menuduh. maka pasien mungkin tidak mau atau tidak mampu untuk melaporkan banyak gejalanya secara rinci. Episode depresif biasanya harus berlangsung sekurangnya 2 minggu. pekerjaan atau urusan rumah tangga. Episode Depresif Berat Tanpa gejala Psikotik :     Semua 3 gejala utama dari depresi harus ada Ditambah sekurang – kurangnya 4 dari gejala lainnya. Tidak boleh ada gejala yang berat diantaranya. Episode Depresif Sedang    Sekurang – kurangnya harus ada 2 dari 3 gejala utama depresi ditambah sekurang – kurangnya 3 ( dan sebaiknya 4 ) dari gejala lainnya. Gejala lainnya : Kosentrasi dan perhatian berkurang Harga diri dan kepercayaan berkurang Gagasan tentang rasa bersalah dan tidak berguna Pandangan masa depan yang suram dan pesimistis Gagasan atau perbuatan membahayakan diri sendiri atau bunuh diri.  Sangat tidak mungkin bagi pasien meneruskan kegiatan sosial. Lamanya seluruh episode berlangsung sekurang – kurangnya sekitar 2 minggu. dan pasien merasa bertanggung jawab akan hal itu. bila gejala sangat berat dan beronset sangat cepat maka masih dibenarkan untuk menegakkan diagnosis dalam waktu kurang dari 2 minggu. pekerjaan dan urusan rumah tangga. I. Episode Depresif Berat Dengan Gejala Psikotik :   Memenuhi kriteria eposode depresi berat Disertai waham. Hanya sedikit kesulitan dalam pekerjaan dan kegiatan sosial yang biasa dilakukannya. atau bau kotoran atau daging membusuk . halusinasi atau stupor depresif. Lamanya seluruh episode berlangsung minimunm sekitar 2 minggu Menghadapi kesulitan nyata untuk menruskan kegiatan sosial. kecuali pada taraf yang sangat terbatas.Gangguan mood yang utama : 1. dan diantaranya harus berintensitas berat. Bila ada gejala penting (misalnya agitasi atau retardasi psikomotor ) yang mencolok.

Gangguan depresif berulang episode kini ringan :  Kriteria untuk gangguan depresif berulang harus dipenuhi dan episode sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresif ringan. 1. II. Gangguan depresif berulang episode kini sedang :  Kriteria untuk gangguan depresif berulang harus dipenuhi dan episode sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresif sedang. Gangguan depresif berulang episode kini berat tanpa gejala psikotik :  Kriteria untuk gangguan depresif berulang harus dipenuhi dan episode sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresif berat dengan gejala psikotik. Pemulihan keadaan biasanya sempurna diantara episode namun sebagian kecil pasien mungkin mendapat depresi yang akhirnya menetap terutama pada usia lanjut. Episode masing – masing dalam berbagai tingkat keparahan seringkali dicetuskan oleh peristiwa kehidupan yang penuh stress dan trauma mental lain. Episode masing – masing rata – rata lamanya sekitar 6 bulan akan tetapi frekuensinya lebih jarang dibandingkan dengan gangguan afektif bipolar. episode depresif sedang. Tanpa riwayat adanya episode tersendiri dari peningkatan afek dan hiperaktivitas yang memenuhi kriteria mania. Gangguan depresif berulang episode kini berat tanpa gejala psikotik :  Kriteria untuk gangguan depresif berulang harus dipenuhi dan episode sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresif berat tanpa gejala psikotik. Pada semua episode. Namun kategori ini tetap harus digunakan jika ternyata ada episode singkat dari peninggian afek dan hiperaktivitas ringan yang memenuhi kriteria hipomania segera sesudah suatu   episode depresif.  Reteardasi psikomotor yang berat dapat menuju pada stupor Jika diperlukan. waham tau halusinasi dapat ditentukan sebagai serasi atau tidak serasi dengan afek ( mood congruent ) Gangguan Depresif Berulang    Gangguan ini tersifat dengan episode berulang dari : episode depresif ringan. episode depresif berat. Gangguan depresif berulang kini dalam remisi :  Kriteria untuk gangguan depresif berulang harus pernah dipenuhi masa lampau tetapi keadaan sekarang seharusnya tidak memenuhi kriteria untuk episode depresif dengan derajat keparahan apapun atau gangguan lain apapun. Gangguan Bipolar – I . sekurangnya ada dua episode telah berlangsung masing – masing selama minimal 2 minggu dengan ada waktu beberapa bulan tanpa gangguan afektif yang bermakna.

manik. Gangguan Afektif Bipolar. Gangguan Afektif Menetap Siklotimia : . Episode Kini Depresif Ringan atau sedang  Episode yang sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresif ringan ataupun sedang Gangguan Afektif Bipolar. Yang khas adalah bahwa biasanya ada penyembuhan sempurna antar episode. dan pada waktu lain berupa penurunan afek disertai pengurangan energi dan aktivitas ( depresi ) . Gangguan Afektif Bipolar. Episode Kini Manik Tanpa Gejala Psikotik  Episode yang sekarang harus memenuhi kriteria untuk mania tanpa gejala psikotik Gangguan Afektif Bipolar. dan depresif yang tercampur atau bergantian dengan cepat ( gejala mania/hipomania dan depresi sama – sama mencolok selama masa terbesar dari episode penyakit yang sekarang. Episode Kini Manik Dengan Gejala Psikotik  Episode yang sekarang harus memenuhu kriteria untuk mania dengan gejala psikotik. III. episode depresi cenderung berlangsung lebih lama ( rata – rata sekitar 6 bulan ) meskipun jarang melebihi 1 thun kecuali pada orang usia lanjut.. tetapi pernah mengalami sekurangnya 1 episode afektif dimasa lampau dan ditambah sekurangnya 1 episode lainnya. Episode Kini Campuran  Episode yang sekarang menunjukkan gejala – gejala manik. hipomani. pada waktu tertentu terdiri dari peningkatan afek disertai penmabhan energi dan aktivitas ( mania atau hipomania ). Gangguan afektif bipolar episode kini dalam remisi :  Sekarang tidak menderita gangguan afektif yang nyata selama beberapa bulan terakhir ini. dan telah berlangsung sekurang – kurangnya 2 minggu ) Pada semua episode harus ada sekurang – kurangnya satu episode afektif lain (hipomanik. Episode Kini Depresif Berat Tanpa Gejala Psikotik  Episode yang sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresif berat tanpa gejala psikotik Gangguan Afektif Bipolar.Gangguan ini tersifat oleh episode berulang ( sekurang – kurangnya dua episode) dimana afek pasien dan tingkat aktivitasnya jelas terganggu. Episode manik biasanya mulai dengan tiba – tiba dan beralngsung antara 2 minggu sampai 4 – 5 bulan. Kedua macam episode itu seringkali terajdi setelah peristiwa hidup yang penuh stres atau trauma mental lain ( adanya stres tidak esensial untuk penegakan diagnosis). depresif atau campuran) di masa lampau. Episode Kini Depresif Berat Dengan Gejala Psikotik  Episode yang sekarang harus memenuhi kriteria untuk episode depresif berat dengan gejala psikotik Gangguan Afektif Bipolar. Episode Kini Hipomanik  Episode sekarang harus memenuhi kriteria untuk hipomania Gangguan Afektif Bipolar. 1.

termasuk gangguan afektif bipolar. iritabilitas dan kecurigaan menjadi waham kejar ( delusion of persecution ). dalam berbagai derajat keparahan. Secara klasik. 3 Waham dan halusinasi “sesuai” dengan keadaan afek tersebut ( mood congruent ). Hipomania  Derajat gangguan yang lebih ringan dari mania. Mania Dengan Gejala Psikotik   Gambaran klinis merupakan bentuk mania yang lebih berat dari mania tanpa gejala psikotik. seorang pasien . Perubahan afek harus disertai dengan energiu yang bertambah sehingga terjadi aktivitas berlabihan. pada suatu derajat intensitas dan yang bertahan melebihi apa yang digambarkan bagi siklotimia.  Pengaruh nyata atas kelancaran pekerjaan dan aktivitas sosial memang sesuai dengan diagnosis hipomania. menetap selama sekurang – kurangnya beberapa hari berturut – turut. 1. walaupun agitasi psikomotor juga sering ditemukan khususnya pada pasien lansia. Jika onsetnya pada usia lanjut gangguan ini seringkali merupakan kelanjutan suatu episode depresif tersendiri dan berhubungan dengan masa berkabung atau stres lain yang tampak jelas. Biasanya mulai pada usia dini dari masa dewasa dan berlangsung sekurangnya beberapa tahun. episode manik tunggal. dan cukup berat sampai mengacaukan seluruh atay hampir seluruh pekerjaan dan aktivitas sosial yang biasa dilakukan. IV. disertai peningkatan dalam jumlah dan kecepatan aktivitas fisik dan mental. 1. kadang untuk jangkla waktu tidak terbatas. dan tidak disertai halusinasi atau waham. Distimia :   Ciri esensial adalah afek depresif yang berlangsung sangat lama yang tidak pernah atau jarang sekali cukup parah untuk memenuhi kriteria gangguan depresif berulang ringan dan sedang. Ciri esensial adalah ketidakstabilan menetap dari afek meliputi banyak episode depresi ringan dan hipomania ringan diantaranya tidak ada yang cukup parah atau cukup lama untuk memenuhi kriteria gangguan afektif bipolar atau gangguan depresif berulang. Kategori ini hanya untuk satu episode manik tunggal ( yang pertama ). kebutuhan tidur yang berkurang. ide – ide perihal kebesaran/ “grandiose ideas” dan terlalu optimistik. maka diagnosis mania harus ditegakkan Mania Tanpa Gejala Psikotik   Episode harus berlangsung sekurang – kurangnya 1 minggu. akan tetapi bila kakacauan itu berat atau menyeluruh. PEMERIKSAAN STATUS MENTAL Episode Depresif :  Deskripsi umum : Retradasi psikomotor menyeluruh merupakan gejala yang paling umum. afek yang meninggi atau berubah disertai peningkatan aktivitas. Episode Manik Kesamaan karakteristik dalam afek yang meningkat.  Setiap episode afektif tidak memenuhi kriteria untuk manapun yang disebut dalam episode manik atau episode depresif. percepatan dan kebanyakan bicara. Harga diri yang membumbung dan gagasan kebesaran dapat berkembang menjadi waham kejar ( delusion of grandeur ).

Pikiran : Pasien terdepresi biasanya memiliki pandangan negatif tentang dunia dan dirinya sendiri. Kira – kira 10% memiliki gejala jelas gangguan berpikir. kemampuan atau kekuatan yang luar biasa. tidak berguna. Waham sesuai mood pada pasien terdepresi adalah waham bersalah. Gangguan Persepsi : Waham ditemukan pada 75% dari semua pasien manik. permainan kata – kata dan hal – hal yang tidak relefan.  . asosiasi menjadi longgar. Mood.    Pikiran : Isi pikirannya termasuk tema kepercayaan dan kebesaran diri. Episode Manik :  Deskriksi Umum : Pasien manik adalah tereksitasi. menyebabkan gagasan yang meloncat – loncat (flight of idea). pandangan mata yang   putus asa dan memalingkan pandangan.  Gangguan Persepsi : Pasien terdepresi dengan waham atau halusinasi dikatakan menderita episode depresi berat dengan ciri psikotik. afek dan perasaan : Pasien manik biasanya euforik dan lekas marah. Fungsi kognitif ditandai oleh aliran gagasan yang tidak terkendali cepat.   Bicara : Pasien manik tidak dapat disela saat mereka bicara dan sering kali rewel dan penganggu bagi orang – orang disekitarnya. kegagalan. kemiskinan. Isi pikiran mereka sering kali melibatkan perenungan tentang kehilangan. Mood. dan kematian. kejar. sajak. Saat keadaan teraktifitas meningkat pembicaraan penuh gurauan. bersalah. dengan keluhan gangguan konsentrasi dan mudah lupa. gado – gado kata dan neologisme. Pengendalian Impuls : Kira – kira 75% pasien manik adalah senang menyerang atau mengancam. Mereka memiliki toleransi frustasi yang rendah.  Pengendalian Impuls : Kira – kira 10 – 15% pasien terdepresi melakukan bunuh diri dan kira – kira dua pertiga memiliki gagasan bunuh diri. kelucuan. kira – kira 50 – 70% dari semua pasien terdepresi memiliki suatu gangguan kognitif yang sering kali dinamakan pseudodemensia depresif.depresi memiliki postur yang membungkuk tidak terdapat pergerakan spontan. Secara emosional adalah labil.  Reliabilitas : Semua informasi dari pasien terlalu menonjolkan hal yang buruk dan menekankan yang baik. Dapat juga ditemukan waham dalam halusinasi aneh yang tidak sesuai mood. Sensorium dan Kognisi : Secara kasar orientasi dan daya ingat adalah intak walaupun beberapa pasien manik mungkin sangat euforik sehingga mereka menjawab secara tidak tepat. sering kali perhatiannya mudah dialihkan. memerlukan pengikatan fisik dan penyuntikan intra muskular obat sedatif. berespon terhadap pertanyaan dengan kata tunggal dan menunjukkan yang lambat terhadap suatu pertanyaan. yang dapat menyebabkan perasaan kemarahan dan permusuhan. biasanya penghambatan pikiran dan   kemiskinan isi pikiran. Sensorium dan Kognisi : Daya ingat. Waham sesuai mood seringkali melibatkan kesehatan. banyak bicara. kemampuan konsentrasi menghilang. Saat tingkat aktifitas meningkat lagi. memalukan. kadang – kadang mengelikan dan sering hiperaktif. Resiko meninggi untuk melakukan bunuh diri saat mereka mulai membaik dan mendapatkan kembali energi yang diperlukan untuk merencanakan dan melakukan suatu bunuh diri (bunuh diri paradoksikal / paradoxical suicide). Bicara : Banyak pasien terdepresi menunjukkan suatu kecepatan dan volume bicara yang menurun. afek dan perasaan : Pasien tersebut sering kali dibawa oleh anggota keluarganya atau teman kerjanya karena penarikan sosial dan penurunan aktifitas secara menyeluruh. Suatu waktu mereka jelas psikotik dan terdisorganisasi. Gejala tersebut disebut “mania delirium” (delirious mania) oleh Emil Kraepelin. dan penyakit somatik terminal. bunuh diri. beralih dari tertawa menjadi lekas marah menjadi depresi dalam beberapa menit atau jam. Pada kegembiraan manik akut pembicaraan mungkin sama sekali inkoheren dan tidak dapat membedakan dari pembicaraan skizofrenik.

Farmakoterapi Penggunaan farmakoterapi spesifik kira – kira menggandakan kemungkinan bahwa seorang pasien yang terdepresi akan pulih dalam satu bulan. Obat anti depresi Tetrasiklik = Maprotilin. dan terapi perilaku. Obat – obat anti depresi digolongkan dalam : 1. Perjalanan penyakit 5 Hasil penelitian gannguan mood cenderung memiliki perjalanan penyakit yang panjang dan pasien cenderung mengalami kekambuhan.  1. Tianeptin. Gangguan bipolar I paling sering dimulai dengan depresi ( 75% pada wanita. Sebagian besar pasien mengalami episode depresif maupun manik. dengan demikian.2 Pengobatan bertujuan untuk : Menjamin keamanan pasien Pemeriksaaan diagnostik yang lengkap pada pasien Suatu rencana pengobatan harus dimulai yang menjawab bukan hanya gejala tetapi juga kesehatan 1 pasien selanjutnya. walaupaun 10 – 20 persen hanya mengalami episode manik. Program tersebut terdiri dari 12-16 sesi mingguan. terapi interpersonal. Dengan demikian pasien belajar untuk berfungsi di dunia dengan cara tertentu di mana mereka mendapatkan dorongan positif. aktifitas seksual dari finansial. 57% pada laki – laki ) dan merupakan gangguan yang rekuren. Perimbangan dan Tilikan : Gangguan pertimbangan merupakan tanda dari pasien manik. Episode manik biasanya memiliki onset yang cepat (beberapa jam atau hari). Mereka mungkin melanggar peraturan dengan kartu kredit. dan melatih kembali respon kognitif dan perilaku yang baru. Imipramine. fleksibel. 2. Reliabilitas : Pasien manik terkenal tidak dapat dipercaya dalam informasinya. 3. Terapi psikososial Tiga jenis psikoterapi jangak pendek yaitu : terapi kognitif. Terapi perilaku didasarkan pada hipotesisi bahwa pola perilaku maladaptif menyebabkan seseorang mendapatkan sedikit umpan balik positif dari masyarakat dan kemungkinan penolakan yang palsu. Kira – kira 50 persen dari pasien di dalam episode pertama gangguan depresif berat mangalami gejala depresif yang bermakna sebelum episode pertama yang dididentifikasi. Perawatan di Rumah Sakit Indikasi untuk perawatan di Rumah Sakit adalah Perlu prosedur diagnostik Resiko bunuh diri atau membunuh Penurunan jelas kemampuan pasien untuk mendapatkan makanan atau tempat berlindung Riwayat gejala yang berkembang dengan cepat 1 Hancurnya sistem pendukung pasien. Tujuan terapi kognitif adalah menghilangkan episode depresif dan mencegah rekurennya dengan membantu pasien mengidentifikasi dan uji kognitif negatif. Amoxapine Oabat anti depresi MAOI – Reversible = Moclobemide 1 5 1 . 1. Mianserin. Episode manik yang tidak diobati berlangsung kira – kira tiga bulan. Obat anti depresi Trisiklik = Amitriptylin. Clomipramine. dan positif. klinisi tidak boleh menghentikan obat sebelum waktu tersebut. Terapi ditandai dengan pendekatan terapetik aktif . terapi 1. mengembangkan cara berpikir alternatif. episode depresif yang tidak diobati berlangsung 6 sampai 13 bulan. kadang melibatkan keluarganya dalam kejatuhan finasial. tetapi dapat berkembang lebih dari satu minggu. Stresor psikososial sebagai penyebab awal timbulnya gangguan mood. Kira – kira 5 – 10 persen pasien dengan diagnosis awal gangguan depresif berat menderita suatu episode manik 6 sampai 10 tahun setelah episode depresif awal. Terapi interpersonal efektif di dalam pengobatan gangguan depresif berat.

Urutan (step care) pemilihan obat anti depresi : Step 1 = Golongan SSRI Step 2 = Golongan Trisiklik Step 3 = Golongan Tetrasiklik. gerakan kedutan otot. proses dimulai lagi dari awal dan seterusnya. Prognosa buruk apabila : - Adanya penyerta gangguan distimik Penyalahgunaan NARKOBA Gejala gangguan cemas Riwayat lebih dari satu episode depresi 5 Laki – laki lebih sering menjadi kronis dan mengganggu dibandingkan perempuan. Sepertiga dari semua pasien gangguan bipolar I memiliki gejala kronis dan bukti – bukti penurunan sosial yang bermakna. pasien mempunyai hubungan psikososial yang baik Tidak ada gangguan psikiatri komorbiditas 5 Tidak ada gangguan kepribadian. Titrating dosage (optimal dose). Mirtazapine. 3. Obat Anti depresi “Atypical” = Trazodone. Fluvoxamine. Tappering dosage (tappering dose). dosis op[timal yang dipertahankan selaam 2-3 bulan. tidak ada gejala psikotik Perawatan di rumah sakit hanya singkat Selama masa remaja. 1. Biasanya dosis pemeliharaan = ½ dosis optimal. dll. Citalopram. muntah. Jika kemudian sindrom depresi kambuh lagi. Pasien dengan gangguan bipolar I memiliki prognosis yang lebih buruk dibandingkan pasien dengan gangguan depresif berat.4. untuk mencapai dosis anjuran selama 1 minggu. Pengaturan dosis perlu dipertimbangkan: Onset efek primer : sekitar 2-4 minggu. mulai dosisi anjuran sampai mencapai dosis efektif (dosis optimal) Stabilizing dosage (stabilization dose). 4. Sehingga terjadi peningkatan jumlah “aminergic neurotransmitter” pada celah sinaps neuron tersebut yang dapat meningkatkan aktivitas reseptor serotonin. Venlafaxine Mekanisme obat anti depresi adalah menghambat “re – uptake aminergic neurotransmitter” dan menghambat penghancuran oleh enzim “monoamine oxidase”. Pemilihan obat antidepresi tergantung pada toleransi pasien terhadap efek samping dan penyesuaian efek samping terhadap kondisi pasien. Initiating dosage (test dose). 2. dan pasien cenderung mengalami relaps. Duloxetine. Obat anti depresi SSRI (Selective Serotonin Reuptake Inhibitors) = Sertraline. gelisah. 4 agitasi (mudah marah. MAOI reversible. 5. Dengan demikian obat anti depresi dapat diberhentikan total. prognosis Prognosa baik apabila : Episodenya ringan. Keadaan ini cenderung merupakan gangguan kronis. selama 1 bulan. ganas). Fluoxetine. 5. Onset efek sekunder Waktu paruh : sekitar 12-24 jam : 12-48 jam (pemberian 1-2x perhari) Proses dalam pengaturan dosis : 1. Maintaining dosage (maintenance dose). Pertimbangkan juga bahwa pergantian SSRI ke MAOI atau sebaliknya membutuhkan waktu 2-4 minggu istirahat untuk “wash out period” guna mencegah timbulnyah “Serotonin Malignant Syndrom”. Atypical. 1 . Yaitu suatu gejala yang timbul akibat dari interaksi obat SSRI+MAOI dengan gejala : gastrointestinal distress (mual. Gangguan depersif berat bukan merupakan gangguan yang ringan. Paroxetine. Kebalikan dari proses “initiating dosage”. selama 3-6 bulan. diare).