You are on page 1of 24

Pemicu 4 – Etika dan hukum kedokteran

Monica

OTOPSI
• • • • • = Seksi = Nekropsi = Obduksi = Pemeriksaan post mortem = Bedah mayat

MACAM OTOPSI • Otopsi anatomis • Otopsi klinik • Otopsi kehakiman/Forensik .

untuk mengetahui dgn pasti penyakit atau kelainan yang menjadi sebab kematian dan untuk penilaian hasil usaha pemulihan kesehatan .• OTOPSI ANATOMIS • OTOPSI KLINIK Pemeriksaan yang dilakukan dgn cara pembedahan.

OTOPSI FORENSIK : • Ialah otopsi yang dilakukan atas dasar perintah yang berwajib untuk kepentingan peradilan. yang dilakukan dengan cara pembedahan terhadap jenazah untuk mengetahui dengan pasti penyakit atau kelainan yang menjadi sebab kematian. karena peristiwa yang diduga merupakan tindak pidana. .

Pembunuhan.INFORMASI UNTUK DOKTER SEBELUM MELAKUKAN OTOPSI 1. Kecelakaan lalu lintas • Bagaimana kecelakaan terjadi • Siapakah korban • Apakah ada dugaan korban mabuk. Kematian setelah berobat / perawatan 6. Kematian mendadak 5. Kecelakaan lain 3. bunuh diri 4. minum obat sejenis Amphetamine dsb 2. Waktu korban ditemukan meninggal. waktu korban terakhir terlihat masih hidup .

ALAT-ALAT YANG DIPERLUKAN UNTUK OTOPSI • • • • • • • • • • • Timbangan besar (500 Kg) Timbangan kecil (3 Kg) Pita pengukur Penggaris Alat pengukur cairan Pisau Gunting Pinset Gergaji dengan gigi halus Jarum besar – jarum goni Benang yang kuat .

BAHAN-BAHAN YANG DIPERLUKAN UNTUK OTOPSI 1. Botol untuk spesium pemeriksaan histopatologi 4. Botol / toples untuk spesium pemeriksaan toksikologi 2. Formalin 10% 5. Alkohol 96% 3. Kaca sediaan dan kaca penutup .

TEKNIK OTOPSI • Pemeriksaan luar • Pemeriksaan dalam : – Insisi bentuk I – Insisi bentuk Y • Pemeriksaan tambahan • Pemeriksaan khusus .

Pemeriksaan tambahan – Pemeriksaan histopatologi – Pemeriksaan mikrobiologi – Pemeriksaan virologi – Pemeriksaan immunologi – Pemeriksaan toksikologi – Pemeriksaan trace evidence .

Pemeriksaan khusus – Pemeriksaan pneumo thorax – Pemeriksaan emboli udara – Percobaan getah paru-paru (longsap proof) – Percobaan apung paru-paru (docimasia pulmonum hydrostatica = longdrijfproef) – Emboli lemak .

PEMERIKSAAN LUAR • • • • • • Identifikasi Pakaian Lebam mayat Kaku mayat Pembusukan Panjang dan berat badan • Kepala •Leher •Dada •Perut •Alat kelamin •Dubur •Anggora gerak •Punggung •Bokong Cara melukis luka : harus menggunakan absis dan ordinat. dan luka harus dirapatkan dulu .

memuat hasil pemeriksaan kedokteran forensik terhadap benda bukti (baik berupa korban hidup maupun korban mati) untuk keperluan peradilan .Visum et Repertum • Laporan tertulis yg dibuat oleh dokter atas permintaan penyidik.

Idenifikasi mayat .

.IDENTIFIKASI FORENSIK • Pengertian Adalah salah satu cabang ilmu kedokteran forensik yang mempelajari tentang ciri-2 suatu individu/barang bukti/benda untuk dapat dibedakan dengan individu/ barang bukti/benda lain.

Ax. . keloid. *khusus(sekunder)sidik jari. umur.Identifikasi pada : Orang hidup tugas penyidik foto. sidik jari. rambut.mata. BB.TB. Orang mati tugas dokter Macam-2 identifikasi : *umum(primer)sex. benda-2 pribadi. darah.

Dokumen  KTP. merek. Benda-2 pribadi  gelang. model. Gigi-geligi  Dental card. SIM. cincin. • Eksklusif  Superimposed fotografi. DNA fingerprinting.Macam-macam identifikasi • • • • • • Visual  melihat wajah korban. Pakaian  warna. Sidik jari  keriput. . tenggelam • Serologi  golongan darah.

Tanda-2 kekerasan.Jaringan “X” Tes Presipitasi Tulang “X” Tes Presipitasi Asal tulang Manusia/Bukan Sex. Tinggi Badan. Jumlah manusia Jumlah Golongan Darah .

Indikasi .

Dasar hukum .

Bedah mayat .

Landasan hukum pemeriksaan mayat .

Prosedur .

Dafpus .