You are on page 1of 6

ADSORBSI ISOTHERMIS

Muhammad Faris (2311100063), Ridzki Ramadhan (2311100070), Clarashinta mahardhikawati (2311100089) Tanggal Percobaan: 10 Oktober 2012, tanggal dikumpulkan: 17 Oktober 2012

1. Pendahuluan Percobaaan adsorbsi isothermis ini bertujuan untuk mengetahui peristiwa adsorbsi dari larutan asam asetat pada karbon aktif granula dan serbuk lalu membandingkannya dan membuat grafik persamaan langmuir dan freundlich serta menunjukkandengan grafik bahwa adsorbsi yang terjadi tipe I. Adsorbsi adalah peristiwa penyerapan molekul-molekul cairan atau gas pada permukaan adsorban, sehingga terjadi perubahan konsentrasi pada cairan atau gas tersebut. Zat yang diserap disebut adsorbat, sedangkan yang menyerap disebut adsorban. Contoh dari peristiwa adsorbsi adalah larutan asam asetat diadsorbsi oleh karbon aktif (Levine, 1978) Adsorbsi isothermis adalah hubungan yang menunjukkan distribusi adsorban antara fase teradsorbsi pada permukaan adsorban dengan fasa-ruah saat kesetimbangan pada temperatur tertentu. Ada 3 jenis persamaan adsorbsi isothermis: 1. Isothermis langmuir Persamaannya adalah C/N = C/Nm + 1/K . Nm........................(1) Dimana: C=konstanta akhir adsorbat N=jumlah mol adsorbat yang teradsorbsi per gram karbon aktif Nm= jumlah mol yang diperlukan untuk membuat lapisan tunggal karbon K=konstanta Berdasarkan Nm dan K yang diperoleh, luas total bidang teradsorbsi dihitung dengan: A = Nm . N0 . .............(2) Dimana: N0= bilangan avogadro = luasan yang ditempati oleh molekul teradsorbsi (21 untuk ) Menurut teori langmuir ini, hanya terbentuk satu lapisan tunggal saat adsorbsi maksimum. (Maron & Lando, 1974) 2. Isotherm Brunaver, Emmet, and Teller (BET) Menurut teori ini, diasumsikan bahwa adsorban mempunyai permukaan homogen. Perbedaan dengan langmuir adalah bahwa menurut teori ini molekul-molekul adsorbat bisa membentuk lebih dari satu lapisan adsorbat di permukaannya. (Alberty, 1991)

. diasumsikan bahwa adsorben mempunyai permukaan heterogen dan tiap molekul memiliki potensi penyerapan yang berbeda-beda..2 M... dan 0. (Maron & Lando. 0....n= konstanta adsorben X/m= K..7 M dengan volume 100 ml.5 M. 0. 0.. Persamaannya adalah: X/m = K. Secara fisika...5 M. Kemudian memasukkan 100 ml 0.. 0.. Log (X/m)= log K + 1/n log C Pada tekanan sedang. (Maron & Lando.5 1 x/n 0. . 0. Kemudian membuat asam asetat dengan konsentrasi 0..5 0 0 1 2 3 Ps P Grafik ini menggambarkan adsorbsi monolayer yang dapat dijelaskan dengan teori langmuir.. Kemudian CH3COOH 0..6 M..3 M. 1974) Adsorbsi CH3COOH oleh karbon aktif adalah adsorbsi isothermis jenis 1..... 0. Adsorbsi isothermis tipe 1 digambarkan dengan grafik berikut: 2 1.... khususnya gaya dispersi london.6 M.... Menutup semua erlenmeyer tersebut dengan alumunium foil dan mengocoknya secara periodik selama 30 menit dan membiarkannya selama 1 jam sehingga terjadi .4 M..3.3 M.(3) Dimana: X= banyaknya zat terlarut yang teradsorbsi (miligram) C= konsentrasi dari adsorbat tersisa M= massa dari adsorben (miligram) K.... Karbon aktif memiliki beberapa jenis yaitu serbuk.... 0... karbon aktif mengikat material dengan gaya van der waals.. (Levine. dan specivical activated carbon. teori isoterm adsorbsi freundlich lebih akurat dibandingkan teori isoterm adsorbsi langmuir... dan 0. Metodologi Percobaan Langkah pertama yang dilakukan adalah memasukkan 1 gram karbon aktif serbuk ke dalam 6 dari 7 erlenmeyer yang tersedia... 1978) 2.. Isotherm Freundlich Menurut teori ini.1 M CH3COOH ke erlenmeyer yang tidak ada karbon aktifnya (sebagai kontrol).4 M. 0.2 M.7 M dimasukkan ke erlenmeyer yang ada karbon aktifnya.. granula... 0. 1974) Satu gram karbon aktif memiliki luas permukaan 500 ...1 M.

8 Grafik I. Membuang 10 ml pertama dari filtrat untuk menghindari kesalahan akibat adsorbsi oleh kertas saring. 0. 0.006 0.4 M. Hasil Percobaan dan Pembahasan Percobaan ini bertujuan untuk mengamati peristiwa adsorbsi dari larutan pada suhu konstan dan membandingkan antara adsorbsi oleh serbuk dan granula.1 M untuk standarisasi dan mengocok selama 30 menit untuk erlenmeyer lainnya (0. 0.1 M (sebagai kontrol) ditambahkan karbon aktif dalam bentuk serbuk dan granula. Melakukan langkah yang sama untuk granula.1 M dengan indikator PP yang merupakan suatu indikator basa (pH 8. Untuk mengetahui konsentrasi CH3COOH. diperoleh grafik-grafik untuk mengetahui kecocokan grafik eksperimen dengan grafik literatur (Maron & Lando.1 M dititrasi dengan NaOH 0. erlenmeyer tersebut dibiarkan selama 1 jam sehingga terjadi keseimbangan. Kemudian titrasi dilakukan setelah larutan ditambahkan 3 tetes PP dan titrasi dihentikan setelah warna larutan berubah jadi ungu dan melakukan perhitungan konsentrasi CH3COOH setelah adsorbsi. Grafik hasil percobaan antara lain: 0. Pada percobaan ini digunakan erlenmeyer dimana tiap erlenmeyer mempunyai konsentrasi CH3COOH yang berbeda-beda (0. 1974).7 M) untuk masing-masing serbuk dan granula. Dalam percobaan ini.6) dengan indikasi adanya perubahan warna dari tak berwarna (kondisi asam) ke warna ungu (kondisi basa). Berdasarkan pengolahan data di appendiks. Kemudian menitrasi 25 ml filtrat dengan NaOH 1 M dan 3 tetes indikator PP.003 0. dan 0.5 M.6 0.3 M.005 0.6 M. Tujuan dari pengocokan dan dibiarkan selama 1 jam adalah agar proses adsorbsi dapat berjalan sempurna sehingga proses adsorbsi mencapai keadaan maksimum.001 0 0.002 0.004 0.2 M. Grafik C vs N (granula) .kesetimbangan.007 0.4 0. erlenmeyer 0. 3. Kemudian menitrasi 25 ml larutan filtrat dengan 1 M NaOH dengan indikator PP 3 tetes.0-9.2 0. Kemudian menyaring masing-masing larutan dengan kertas saring.7 M) dan tiap konsentrasi kecuali 0.1-0. Mencatat volume NaOH yang dibutuhkan untuk titrasi. Setelah pengocokan erlenmeyer. dilakukan titrasi menggunakan NaOH 0. 0. Sebelum menitrasi larutan-larutan tersebut disaring 25 ml dan 10 ml filtrat pertama dibuang untuk menghindari kesalahan akibat adsorbsi oleh kertas saring.

diperoleh grafik: 140 120 100 80 60 40 20 0 0.007 0. Grafik C vs N (serbuk) Berdasarkan grafik diatas.004 0. Nm (mol untuk membuat lapisan tunggal karbon)dengan langmuir.6 0.8 K= . K. A (luas permukaan karbon). A (untuk granula karbon aktif) yaitu Nm = 7. kesalahan ini terjadi karena kesalahan saat pengocokan. A =1006. Grafik C/N vs C (granula) Berdasar grafik diatas diperoleh harga Nm.21.006 0.008 0.005 0. Selanjutnya adalah grafik untuk menghitung nilai K (konstanta). yaitu kecepatan tidak konstan dikarenakan pengocokan tidak semuanya dilakukan dengan alat namun ada beberapa yang dikocok manual.3032 Sedangkan untuk serbuk karbon aktif.8 Grafik II. yaitu grafik C/N vs C: 250 200 150 100 50 0 0. adsorbsi yang terjadi tidaklah tipe I (sesuai literatur).2 0.6 0.4 0.4 0.0.002 0.6 0.96x 2.8 Grafik III.2 0.4 0.003 0.001 0 0.2 0.

berikut grafiknya: -2 -2.22 Grafik VI. Kemudian membandingkan nilai K untuk granula dan serbuk dari perhitungan langmuir dan freundlich.840.5 -0.784. Hal ini sesuai dengan literatur.35 -2.1 -2. begitu juga perbandingan daya serapnya. Sedangkan berdasar grafik VI.Grafik IV. (Maron & Lando.7 -0.42 -0. Selanjutnya adalah grafik untuk menghitung K (konstanta) dan m (massa adsorban (mg)). Grafik log C/N vs log C (serbuk) Berdasar grafik V.25 -0.3 -2. menganggap daya adsorbsi permukaan adsorban homogen. dengan persamaan freundlich. dan m=1.15 -2.6096 Dari data yang diperoleh bahwa daya serap granula lebih kecil dari serbuk (perbandingan Nm) dan luas penampang serbuk lebih luas daripada granula.3 -2.25 0 Grafik V.1 -2.75 -0. karbon aktif granula memiliki K=6. Pada hasil gambar langmuir dan freundlich. didapat nilai K yang terpaut jauh.05 -2.75 -0.6 -2.4 -2.88x dan A=1122.345x dan m=2. sedangkan freundlich akurat untuk adsorbsi yang membentuk beberapa layer dan menganggap daya adsorbsi adsoreben heterogen. Grafik C/N vs C (serbuk) Maka diperoleh harga K=2. Nm=8. Hal ini disebabkan karena persamaan langmuir hanya akurat untuk adsorbsi yang membentuk satu layer. Grafik log C/N vs log C (granula) -2.25 -2.58 -0.6 -0.5 -0.4 -2. Dengan cara langmuir didapat nilai K yang lebih besar.5 -0.398.43 -0.45 -2.2 -2. 1974) .026x karbon aktif serbuk memiliki nilai K=7.2 -2.5 -2.

SH and Lando JB. Hal ini ditinjau dari luas permukaan serbuk lebih luas daripada granula 4. Daya adsorbsi serbuk lebih besar dibandingkan granula. New York: Mc millan Publishing Co. Grafik isotermnya lurus linear ke atas yang diartikan bahwa adsorben dapat menyerap terus berapapun konsentrasinya. Hal ini karena luas permukaan serbuk yang luas sehingga cocok dengan hasil perhitungan dimana A (luas permukaan) serbuk lebih luas daripada granula. 4. Robert A dan Robert J. 1991. 6096 3. 1978. maka semakin banyak mol asam asetat yang diadsorbsi 5. Langmuir memperbaiki teori freundlich sehingga dalam jumlah tertentu ada batas jenuh agar adsorben tidak menyerap lagi meskipun konsentrasinya terus bertambah. “Physical Chemistry”. Perhitungan pada adsorbsi ini lebih cocok menggunakan rumus/teori langmuir. Semakin besar konsentrasi asam asetat. “Fundamental of Physical Chemistry”.Inc . Graw Hill. 1974. Teori freundlich menentukan jumlah zat teradsorbsi memiliki kelemahan. Kesimpulan Berdasarkan hasil percobaan dan pembahasan.3032 Karbon aktif serbuk = 1122. Daftar Pustaka Alberty. K adalah konstanta yang menunjukkan energi ikat. jumlah mol yang diadsorbsi oleh serbuk karbon aktif lebih banyak dari pada granula. “Physical Chemistry 9th edition”. Luas adsorbsi untuk:   Karbon aktif granula = 1006. Adanya adsorbsi asam asetat oleh karbon aktif mengakibatkan konsentrasi asam asetat berkurang 2. maka dapat disimpulkan: 1. Massachussets: John Willeys and Son Levine. Dari tabel di appendiks terlihat bahwa di semua variabel larutan. semetara itu freundlich menganggap daya adsorbsi permukaan adsorben heterogen sehingga langmuir menghasilkan nilai K yang lebih besar.Konstanta langmuir lebih besar karena pada persamaan langmuir adalah permukaan adsorban memiliki daya adsorbsi homogen. ltd Maron. Perbedaan antara granula dan serbuk adalah serbuk lebih halus sehingga memiliki luas permukaan yang lebih luas. Japan: Mc.