You are on page 1of 3

ALERGI SUSU SAPI

1. Apakah alergi susu sapi? Alergi susu sapi merupkan reaksi terhadap protein susu sapi yang tidak diinginkan dan didasari oleh reaksi imunologis. Reaksi imunologis yang terjadi dapat diperantarai oleh imunoglobulin E (IgE) ataupun tanpa perantara IgE ataupun kombinasi dari keduanya

laktoglobulin tahan terhadap pemanasan dan malah meningkatkan aleginisitas sehingga merupakan alergen kuat pada susu sapi.

3. Apakah gejala dari alergi susu sapi? Umumnya gejala alergi susu sapi dijumpai dalam 6 bulan pertama kehidupan, namun dapat juga timbul pada usia dini: 28% setelah 3 hari 41% setelah 7 hari 68% setelah 1 bulan Gejala klinis yang dapat terjadi pada ketiga sistem tersebut adalah Kulit: urtikaria, kemerahan kulit, pruritus,dermatitis atopik Saluran napas: hidung tersumbat, rinitis, batuk berulang dan asma

2. Mengapa susu sapi? Susu sapi terdiri dari dua fraksi yaitu kasein dan whey. Kasein merupakan 7686% protein susu sapi. Whey terdiri dari albmin serum bovin, gamaglobulin bovin, -laktalbumin dan laktoglobulin Pada susu sapi -laktoglobulin, kasein dan -laktalbumin merupakan alergen utama pada susu sapi. Kasein dan -

Saluran cerna: muntah, kolik, konstipasi, diare,buang air besar berdarah Gejala sistemik: syok Sebagian besar ASS pada bayi adalah tipe cepat yang diperan oleh IgE dan gejala utama adalah ras kulit, eritema perioral, angioedema, urtikaria dan anafilaksis, sedangkan bila gejala lambat dan mengenai saluran cerna berupa kolik, muntah dan diare biasanya bukan diperan oleh IgE. 4. Bagaimana tatalaksan pada anak yang mengalami alergi susu sapi? Eliminasi susu sapi atau produk susu sapi dan memberi nutrisi yang seimbang Bayi yang masih mendapat ASI eksklusif sebaiknya ibu tidak mengkonsumsi susu

formula selama minimal 6 bulan. Bila manifestasi alergi yang timbul minimal atau sedang, maka anak diberi formula hidrolisat ekstensif, jika tidak berhasil maka diberikan formula asam amino Bila manifestasi alergi yang timbul berat, maka anak langsung diberikan formula asam amino. Pemberian formula hidrolisat atau asam amino diberikan minimal 6 bulan. Bila manifestasi alergi telah hilang maka dilakukan provakasi susu sapi bila tidak menimbulkan manifestasi alergi makan pemberian susu formula dapata dilanjutkan. Bila provokasi dengan susu sapi menimbulkan manifestasi alergi makan eliminasi diet tetap dilanjutkan.

5. Apakah pencegahan yang dapat dilakukan? Pencegahan yang dilakukan dapat berupa: Pencegahan primer Pencegahan dilakukan sebelum tersensitisasi dan dilakukan sejak masa pranantal. Penghindaran susu sapi berupa pemberian susu sapi hipoalergenik, yaitu susu sapi yang dihidrolisis secara parsial, supaya dapat merangsang timbulnya toleransi susu sapi di kemudian hari karena masih mengandung sedikit partikel susu Pencegahan sekunder Dilakukan setelah terjadi sensitisasi tetapi belum timbul manifestasi penyakit alergi. Keadaan sensitisasi diketahui dengan cara pemeriksaan IgE spesifik dalam serum atau darah talipusat. Penghindaran susu sapi

dengan cara pemberian susu sapi non alergenik, yaitu susu sapi yang dihidrolisis sempurna, atau pengganti susu sapi misalnya susu kedele supaya tidak terjadi sensitisasi lebih lanjut hingga terjadi manifestasi penyakit alergi. Pencegahan tersier Dilakukan pada anak yang sudah mengalami sensitisasi dan menunjukkan manifestasi penyakit alergi yang masih dini misalnya dermatitis atopik atau rinitis tetapi belum menunjukkan gejala alergi yang lebih berat misalnya asma. Penghindaran juga dengan pemberian susu sapi yang dihidrolisis sempurna atau pengganti susu sapi,

Subdivisi Alergi-Imunologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak FK-Unhas

TERIMA KASIH