KATA PENGANTAR Pertama penulis panjatkan puji syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat serta

hidaya-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah ini dengan sebaik-baiknya. Atas terselesaikannya makalah ini penulis mengucapkan banyak terima kasih kepada dosen pembimbing, serta sumber-sumber yang telah sangat membantu selama proses pembuatan makalah ini.Karena tanpa sumber itu makalah ini tidak akan terselesaikan. Penulis juga menyadari bahwa sebaik-baiknya makalah yang kami susun pasti masih banyak kekurangan.Untuk itu kami sangat berterima kasih bila pembaca ada yang bersedia untuk menyumbangkan pikiran,saran dan kritik yang bersifat membangun demi terselesainya makalah ini. Akhirnya semoga makalah ini dapat bermanfaat dan berguna bagi semua pihak .

Malang, Maret 2013

Penulis

BAB 1 PENDAHULUAN 1.1 LATAR BELAKANG Globalisasi pasar dan kompetisi mengharuskan semua manajer pemasaran untuk memperhatikan lingkungan global. Pemasaran internasional didefinisikan sebagai kinerja aktivitas bisnis termasuk keputusan-keputusan penentuan harga, promosi, dan distribusi produk ( barang dan jasa) kepada pelanggan/konsumen di lebih dari satu negara untuk mendapatkan keuntungan. Tantangan bagi perusahaan yang memasuki pasar global adalah mengembangkan kebijakan dan strategi produk yang sensitive terhadap kebutuhan pasar, kompetisi, dan sumber daya organisasi dalam skala global. Kebijakan produk harus bisa menyeimbangkan antara manfaat dari adaptasi produk dengan preferensi pasar lokal dan keunggulan yang didapatkan dari memfokuskan sumber daya organisasi pada sejumlah kecil produk standar. Menurut Kotler (2000), produk didefinisikan sebagai segala sesuatu yang bisa ditawarkan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen. Jadi, produk bisa mencakup aspek fisik (tangible, seperti bentuk, warna, fitur, dan sebagainya) maupun non fisik (intangible, seperti citra, reputasi, dan seterusnya). Sementara itu menurut Keegan (1999), produk merupakan kumpulan berbagai atribut fisik, psikologis, jasa/layanan, dan simbolik yang secara kolektif membentuk kepuasan atau manfaat bagi para pembeli atau pemakai. Berdasarkan uraian yang telah dikemukakan diatas maka penulis tertarik menganalisis contoh kasus yang termuat dalam situs : http://kopicoklat.com/2012/01/cerita-kesaktian-brand-apple/ yang berjudul Cerita Kesaktian Brand Apple berdasarkan produk internasioanalnya.

1.2 RUMUSAN MASALAH Bagaimanakah strategi produk internasional yang dijalankan dalam pemasaran internasional pada Cerita Kesaktian Brand Apple. 1.3 TUJUAN Mengetahui startegi produk internasional apple dalam Cerita Kesaktian Brand Apple pada pemasaran internasionalnya.

BAB II PEMBAHASAN 2.1 CONTOH KASUS Cerita Kesaktian Brand Apple Studi kasus pemasaran kali ini masih seputar penyelenggaraan salah satu trade show di bidang elektronik konsumer terbesar, yaitu Consumer Electronics Show (CES) 2012 di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat. Tulisan sebelumnya bercerita tentang “Cara Sony Mengoptimalkan Kehadirannya di CES 2012”. Kali ini kita akan mencoba memahami bagaimana Apple bisa merebut perhatian dalam gelaran sebesar CES tanpa kehadiran formal dalam acara tersebut. Salah satu di antara banyak cerita lain tentang kekuatan brand Apple. Pameran elektronik konsumer ini diikuti oleh lebih dari 2.700 perusahaan dari industri yang beragam. Tidak heran penyelenggara mengklaimnya sebagai pameran teknologi elektronik konsumer terbesar di dunia. Walaupun banyak pameran lain yang menjadi pesaing dalam memberi pengaruhnya dalam industri terkait, antara lain Electronic Entertainment Expo di Los Angeles, Amerika Serikat, Mobile World Congress di Barcelona, Spanyol atau CeBIT di Hannover, Jerman. Tetapi ada 1 pemain besar dunia yang tidak hadir, yaitu Apple. Tetapi kalau kita lihat hasil studi dari Webtrends pada gelaran CES tahun sebelumnya, Apple masuk menjadi 6 besar dalam brand yang paling banyak dibicarakan di media online – atau dikenal dengan istilah buzz – terkait gelaran CES. Padahal seperti tahun-tahun sebelumnya, Apple tidak hadir dalam acara tersebut. Berurutan, enam besar tersebut adalah Samsung, Google, Microsoft, Motorola, Sony dan Apple. Semuanya hadir secara resmi, kecuali Apple. Hebatnya lagi, biasanya banyak partisipan yang berlomba-lomba mengumumkan produk baru unggulannya. Tetapi brand Apple tetap bisa merebut perhatian di tengah banjirnya informasi. Pada tahun 2011, CES dibanjiri oleh produk PC tablet dan ponsel pintar. Tetapi buzz tentang Apple tetap mampu mengimbangi sistem operasi Android. Webtrends menyebut angka Android : Apple = 51:49, walaupun masih untuk kemenangan Android yang hadir melalui

berbagai macam pabrikan. Tetapi bisa kita lihat selisihnya tidaklah signifikan. Seperti kita tahu, Apple menjadi pionir dalam kategori PC tablet melalui iPad, dan masuk ke kategori ponsel pintar melalui iPhone. Seakan-akan apa pun jenis PC tablet yang diluncurkan atau dipresentasikan di CES akan langsung dibandingkan dengan Apple iPad. Demikian juga dengan ponsel pintar, akan banyak yang mencoba membandingkannya dengan Apple iPhone. Bahkan bila dibandingkan antara semua brand terkait (bukan berdasarkan sistem operasi), Apple berada di urutan pertama baik di kategori PC tablet maupun ponsel pintar. Di kategori PC tablet, Apple iPad merebut 18,1% buzz disusul Motorola dan Microsoft. Untuk ponsel pintar, Apple iPhone merebut 47,6% buzzdisusul Sony Ericsson Xperia dan Windows Phone. Semua itu tidak akan terjadi tanpa kekuatan sebuah brand. Menurut Interbrand, pada tahun 2011 brand value dari Apple menunjukkan pertumbuhan paling tinggi, mencapai 58%. Menurut WPP Plc dalam liputan bloomberg.com pada Mei 2011, disebutkan brand value Apple mencapai US$ 153 milyar, melampaui Google dan IBM. Mungkin ini menjadi salah satu alasan bagi Apple untuk lebih memilih mengadakan sendiri acara peluncuran produknya daripada memilih menggunakan pameran. Pada CES 2012 ini, penyelenggara juga mendapatkan tantangan dari Microsoft. Microsoft mengumumkan bahwa tahun ini adalah tahun terakhir keikursertaannya di CES. Microsoft memutuskan untuk tidak hadir secara resmi dalam CES tahun 2013. Tetapi bukan berarti Apple mengecilkan arti pameran besar tersebut. Seperti dilaporkan situs gizmodo.com, Apple dikabarkan menerjunkan sampai dengan 250 karyawannya untuk mengamati dinamika industri dan persaingan di CES 2012. Pameran seperti ini bukanlah hanya sebuah event untuk

mempertemukan produsen dan calon pembeli. Pengunjungnya akan beragam dari calon pembeli, investor, pengamat teknologi atau industri terkait, pemerintah atau regulator, para jurnalis atau bahkan event organizer yang ingin melakukan studi banding. Interaksi berbagai pihak ini membuat manfaat sebuah pameran sangat beragam, mulai dari mencari pembeli, mencari mitra bisnis, mencari investor dan

mencari informasi dalam proses memahami dinamika persaingan atau mencari ide inovasi. Dengan kekuatan brand sekuat sekarang Apple lebih memilih untuk fokus mencari informasi daripada hadir secara resmi dan memamerkan berbagai produk dan inovasinya. 2.2 ANALISIS Dalam strategi pemasaran dikenal dengan adanya 4 bauran pemasaran atau 4 mix marketing yang didalamnya antara lain: 1. Produk 2. Price 3. Promotion 4. Place Dalam analisis kali ini penulis akan melakukan analisis dalam hal aspek produk. Produk internasional/regional merupakan produk yang ditawarkan di pasar global. Produk seperti ini bersifat internasional dan multi regional. Beberapa produk global memang dirancang khusus untuk memenuhi kebutuhan pasar global, sementara beberapa produk global lainnya dirancang untuk memenuhi kebutuhan pasar nasional tertentu sekaligus kebutuhan pasar global. Patut dicatat bahwa produk tidak sama dengan merek. Contohnya personal stereo merupakan kategori produk, sedangkan Sony merupakan merek global. Merek global, seperti halnya merek nasional atau merek internasional, mengandung symbol tertentu yang diyakini konsumen. Merek global harus diciptakan para pemasar karena nama merek global bisa berfungsi sebagai “payung” dalam memproduksi produk baru. Merek global memiliki citra sama/serupa, positioning sama/serupa, dan dilandaskan pada prinsip prinsip strategic yang sama. Akan tetapi, bauran pemasaran (produk, harga, promosi, dan saluran distribusi) untuk merek global bisa bevariasi antar Negara. Produk global berbeda dengan merek global dalam hal nama dan citra global. Produk global tidak menggunakan nama dan citra yang sama diberbagai Negara. Namun, seperti halnya para merek global, produk global juga dilandaskan pada prinsip strategic yang sama, menggunakan positioning yang sama/serupa,

dan menggunakan bauran pemasaran yang bervariasi. Dibutuhkan upaya standarisasi nama dan citra produk untuk mengubah produk global menjadi merek global. Beberapa contoh produk Apple mulai dari macbook, iPhone, iPod, iPad, iMac, ataupun Mac min. Pada contoh kasus diatas penyelenggaraan salah satu trade show di bidang elektronik konsumer terbesar, yaitu Consumer Electronics Show (CES) 2012 di Las Vegas, Nevada, Amerika Serikat Aplle sudah mendapat uquitas merek dengan tidak hadirnya Aplle dalam pameraran tersebut tapi produk Aplle dianggap sebagai pembanding dari produk lain. Hal ini menunjukakan posisi Produk Apple mendapat pangsa pasar sangat tinggi di pasar internasional. Apple lebih memilih untuk sendiri dalam hal meluncurkan produk baru, megapa demikian? Apple melakukan hal tersebut agar dalam pengenalan produk barunya akan lebih signifikan dalam menjelaskan fitur-fitur dalam produk barunya dan lebih meminimalisir dalam hal persaingan. Apple sadar dia tidak hadir dalam pameran tersebut teatapi Apple menyuruh bawahannya untuk mengamati perkembangan dinamika perkembangan teknologi dalam CES, dengan demikian Apple akan mendapat inspirasi bahkan inovasi yang bisa dikembangakan untuk produk baru miliknya. Tidak dipungkiri produk Apple secara keseluruhan sangat mengutamakan kualitas, sehingga citra konsumen yang menggunakan produk apple akan terkesan kalangan atas, hal ini yang dibidik Apple dalam merancang semua produknya. Apple benar- memperhatikan kualitas produk bisa dikatakan tidak tidak asalasalan, sehingga produk Apple mendapat equitas merek yang sangat kuat. Dalam klasifikasi produk internasional Apple tergolong dalam (specialy good) barang khusus, karena merupakan produk yang mempunyai ciri unik dan mempunyai ciri merek tertentu. Hal tersebut sudah terwujud dalam produk Apple dengan meluncurkan produk-produk yang sangat berbeda dengan produk lain maupun pesaingnya, selalu selangkah lebih inovatif dan elegan. Strategi merupakan salah satu bagian terpenting agar perusahaan dapat mencapai tujuannya yang diinginkan, tak terkecuali strategi pemasaran. Model strategi pemasaran yang akan dipergunakan oleh perusahaan akan didasarkan pada

orientasi pemasaran. Bentuk orientasi pemasaran terdiri atas beberapa macam, seperti production orientation, sales orientation, cutomer orientation, strategic marketing, dan societal marketing (Daniels, et. al., 2007:528). Contoh kasus diatas menggunakan orientasi pasar (Sales orientation), dimana perusahaan berasumsi bahwa konsumen global memiliki persamaan yang cukup besar dan mencoba untuk menjual produk yang dapat dijual di wilayah domestik ke negara lain (Daniels, et. al., 2007:529). Dalam hal ini, perusahaan akan mencoba menjual produk yang sama ke berbagai wilayah dengan anggapan bahwa konsumen domestik maupun internasional memiliki karakteristik konsumen hampir sama di berbagai tempat.dibuktikan dengan produk yang dikeluarkan Apple sama persis yang dikeluarkan peruasahaan asal tidak ada perbedaan dalam pasar internasioanalnya.

Positioning Produk Positioning produk menyangkut posisi suatu merek dalam benak konsumen sedemikian rupa sehingga dipersepsikan unik dan unggul dibandingkan merek pesaing dalam hal atribut dan manfaat produk. a. Positioning berdasarkan Atribut dan Manfaat Strategi positioning yang paling banyak diterapkan adalah berdasarkan manfaat atau atribut tertentu, seperti ekonomi, reliabilitas, durabilitas, fitur, dan seterusnya.  Sudah sangat jelas dalam produk Apple Atribut dan manfaat sangat bisa dirasakan terutama pada durabilitas dan fitur b. Positioning berdasarkan Kualitas/ Harga Dalam strategi ini, positioning dipandang sebagai kontinum antara high fashion/quality and high price dan good value at a low price.  Dari segi kualitas meruapakan hal yang sangat dijunjung tinggi oleh Apple hal tersebut terbukti dengan produk yg sangat kuat,tahan lama dan sebanding dengan harga yang ditawarkan.

c. Positioning berdasarkan Pemakaian/Aplikasi Pemakai Positioning juga bisa dilakukan dengan menggambarkan cara pemakaian produk atau mengasosiasikannya dengan pemakai atau kelas pemakai tertentu dengan cara yang sama di setiap pasar.  Aplikasi pemakai dalam Apple sangat simple,terbukti dengan fiturfitur canggih yang sangat mudah digunakan. d. High Tech Positioning. Laptop, peralatan stereo, dan mobil itu merupakan produk yang cocok dengan High Tech Positioning. Produk – produk semacam ini biasanya dibeli lebih berdasarkan fitur produk fisik, meskipun citra juga penting. Para pembeli umumnya telah memiliki informasi teknis yang memadai. e. High Touch Positioning Pemasaran High Touch Products menuntut lebih sedikit informasi spesifik dan lebih menekankan citra. Produk high touch product memiliki keterlibatan konsumen yang tinggi. Pembelinya juga memiliki bahasa dan serangkaian symbol khusus berkenaan dengan kesejahteraan, materialism, dan romatika.  Citra yang diciptakan Apple simple, elegan, mewah, canggih, sehingga pengguna Apple akan lebih percaya diri dengan Produk Apple.

DAFTAR PUSTAKA Cateora, R.Philip dan Graham, L. John. 2007. International Marketing (jilid 1 edisi 13). Salemba Empat: Jakarta Fauzi Achmad. 2006. Pemasaran internasional. Universitas Brawijaya: Malang Arifswa. 2012. Cerita Kesaktian Brand Apple. http://kopicoklat.com/2012/01/cerita-kesaktian brand-apple/ Diakses pada tanggal 21 maret 2013.

ANALISIS KASUS PRODUK INTERNASIOANAL APPLE INC.
Makalah
Disusun untuk memenuhi tugas terstruktur Mata kuliah “PEMASARAN INTERNASIONAL” oleh Prof Drs Achmad Fauzi Dh.Ma

Disusun Oleh:

MahsunZainulFuad

(105030200111042)

Fakultas Ilmu Administrasi Administrasi Bisnis Universitas Brawijaya Malang 2013

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful