Penatalaksanaan Koma yang Berhubungan dengan DIABETES MELITUS

Koma yang berhubungan dengan Diabetes   Koma Hipoglikemia Koma Hiperglikemia • Ketoasidosis diabetik • Hyperglycemic hyperosmolar state  Laktat asidosis .

Diagnosis Laboratorium Koma pada Diabetes Urine glucose Acetone Plasma glucose Bicarbonate Acetone Hypoglycemia Diabetic ketoacidosis Hyperglecemia Hyperosmolar state coma Lactic acidosis 01 ++++ ++++ 0 or + ++++ 0 Low High High Normal Low Normal or slightly low Low 0 ++++ 0 0 or + 0 or + Normal or low or high 0 or + 1Leftover urine in bladder might still contain glucose from earlier hyperglycemia .

Koma Hipoglikemia  Trias Wipple : • GDA <50 mg/dL • Hipoglikemia dengan gejala-gejala saraf pusat • Gejala menghilang dengan pemberian glukose .

5-2 g/kgBB tiap 6-8 jam • Dexametason 10 mg bolus dilanjutkan 2 mg /6 jam .Penatalaksanaan         Infus D10% 20 tpm Bolus D40% 2 flash diulang 15’-30’ (s/d GDA >200 mg/dL) Ulang GDA/jam (4 jam I)  bila GDA <100 mg/dL  ulang D40% 2 flash Bila GDA stabil (200 mg/dL)  periksa GDA tiap 6 jam Bila krn insulin  glukagon 1 mg IM Obat diabetes distop Awasi GDA 3x24 jam dengan maintenace D10% selama 3 hari Bila tidak berespon  biasanya edema otak • Manitol 1.

Ketoacidosis Diabetic     Hyperglycemia >250 mg/dL Acidosis  pH <7.3 Serum bicarbonate <15 mEq/L Serum positive for ketones .

acetone. elektrolit Insulin • loading dose 0.Penatalaksanaan   Monitor : pH arterial.45% • Bila GDA sudah mencapai ±250 mg/dL  gunakan D5% maintenance . Serum Urea Nitrogen.1 unit/kgBB/jam • Bila 1 jam pertama tidak turun 10%  dianjurkan ulang loading dose  Fluid replacement : • Resusitasi Salin 0. glukosa plasma.15 unit/kgBB • Initial dose 0. bicarbonate.9% 1 L/jam (1-2 jam I)  300400 mL/jam • Bila Na = >150 mEq/L  gunakan Salin 0.

…… Penatalaksanaan  Sodium bicarbonate : • Bila pH <7. urine output tidak adekuat  Potassium chloride 10-30 mEq/jam (jam kedua dan ketiga setelah terapi dimulai)  Phosphate : • Jarang dibutuhkan pada keacidosis diabetic  Antibiotik bila ada indikasi .45% sampai pH 7.0  1-2 ampul dalam 1 Liter Salin 0.1  Potassium : • Kehilangan ±200 mEq • Bila uremic (-).

Hyperglycemic Hyperosmolar State      Hyperglycemia >600 mg/L Serum osmolality >310 mosm/kg No acidosis. blood pH >7.3 Serum bicarbonate >15 mEq/L Normal anion gap (<14 mEq/L) .

kasus lain digunakan Salin 0.9% 4-6 L (8-10 jam I).45% krn biasanya hiperosmolar • Jika GDA mencapai 250 mg/dL  cairan yang digunakan D5% atau Salin 0.Penatalaksanaan  Salin • Jika ada hipovolemia (hipotensi dan oliguria)  Salin 0.9% • Pertahankan Glukosa darah 250-300 mg/dL  mencegah edema serebral • End point  urine output = 50 mL/jam atau lebih  Insulin • Initial dose 0.15 unit/kgBB • Infus 1-2 unit/jam .45% atau Salin 0.

…… Penatalaksanaan  Potassium • Potassium chloride (10 mEq/L) bisa ditambahkan dalam cairan infus bila Potassium tidak meningkat  Phosphate • Jika hypophosphatemia berat (serum phosphate <1 mg/dL [<0.32 mmol/L])  bisa ditambahkan phosphate (3 mmol/jam) .

Lactic Acidosis       Severe acidosis with hyperventilation Blood pH < 7.3 Serum bicarbonate < 15 mEq/L Anion gap > 15 mEq/L Absent serum ketone Serum lactate > 5 mmol/L .

2 Hemodialisis bila pemberian Sodium yang besar dengan kurang toleran .Penatalaksanaan     O2 Antibiotik atas indikasi Sodium bicarbonate  2000 mEq dalam 24 jam  mempertahankan pH >7.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful