1

EMBRYOLOGY

MANUSIA

Perkembangan manusia dimulai dari adanya suatu pembuahan yaitu proses pertemuan dua sel khusus antara sel benih pria ( spermatozoon) dengan sel benih wanita ( ovum). Kedua sel tersebut bergabung menjadi satu membentuk organisme baru disebut zygote. Pada embryo manusia, sel benih sederhana ( primordial germ cells = PGC) terbentuk pada dinding yolk sac pada akhir minggu ketiga. Sel-sel ini selanjutnya akan bermigrasi dari asalnya menuju ke arah kelenjar kelamin ( gonade) yang sedang berkembang. Setelah PGC sampai pada gonade wanita (ovarium) akan berdiferensiasi menjadi oogonia. Apabila PGC tadi bermigrasi ke gonade pria (testis) akan berkembang menjadi spermatogonia. Proses pembentukan sel benih (sel gamet) disebut gametogenesis, terdiri dari dua jenis: 1. Proses pembentukan sel benih pria disebut SPERMATOGENESIS 2. Proses pembentukan sel benih wanita disebut OOGENESIS.

SPERMATOGENESIS Diferensiasi PGC pada pria dimulai pada saat pubertas. Pada waktu lahir, PGC ini dapat dijumpai di dalam testis seminiferous. Beberapa yaitu di dalam saluran-saluran masa dewasa, yang disebut tubulus

saat sebelum

PGC berkembang menjadi

spermatogonia. Selanjutnya spermatogonia berdiferensiasi menjadi spermatocyte primer, kemudian menjadi spermatocyte secunder, dan selanjutnya menjadi spermatid. Spermatid akan mengalami beberapa perubahan yang akhirnya akan menjadi spermatozoon. Proses perubahan dari spermatid menjadi spermatozoon disebut spermiogenesis, terdiri dari 4 tahap yaitu:

2

1. Mula-mula terjadi pembentukan acrosome yang meliputi lebih dari permukaan inti. 2. Terjadi pemekatan inti 3. Terjadi pembentukan leher, lempeng tengah dan ekor. 4. Terjadi penyusutan sitoplasma dan terbentuk spermatozoon yang matang.

separuh

Pada manusia, perkembangan dari spermatogonia menjadi spermatozoa yang matang memerlukan waktu kurang lebih 61 hari.

OOGENESIS Setelah PGC tiba di ovarium akan berdiferensiasi menjadi oogonia. Proses

selanjutnya, oogonia akan berkembang dan memperbanyak diri menjadi oocyte primer yang berukuran lebih besar dari sel induknya. Dari satu oocyte primer akan membelah diri menjadi dua oocyte secunder, akan tetapi hanya satu yang berkembang secara sempurna, sedangkan yang satunya tidak sempurna perkembangannya. Selanjutnya setiap oocyte secunder baik yang berkembang sempurna maupun yang tidak, masing-masing akan membelah diri menjadi dua. Oocyte secunder yang berkembang sempurna akan membentuk oocyte yang matang yang disebut ovum, sedangkan yang lainnya akan menyusut. Pembelahan sel yang terjadi pada oocyte primer disebut pembelahan meiosis pertama, dimana belahan anak sel

mengandung 2n DNA dan 23 pasang kromosome. Pembelahan sel yang terjadi pada oocyte secunder disebut meiosis kedua, dimana belahan selnya menghasilkan 1n DNA dan 23 buah kromosome. Dalam perkembangannya, jumlah oogonia akan bertambah dengan

cepat sehingga menjelang bulan kelima keseluruhan diperkirakan mencapai 6 juta oogonia. Kemudian oogonia berdegenerasi sehingga banyak yang mati (atretic). Menjelang bulan

ketujuh, sebagian besar oogonia telah berdegenerasi, kecuali yang terletak pada bagian

Pada mulanya sel-sel follikuler berhubungan erat dengan oocyte. Follicle de Graaf dikelilingi oleh dua lapis jarinan ikat yaitu lapisan dalam disebut theca interna. Mulanya antrum folliculi berbentuk seperti bulan sabit yang Sel-sel folliculer di sekitar makin lama makin besar mendesak sel-sel folliculer ke pinggir. Selanjutnya sel-sel follikuler berproliferasi membentuk lapisan celluler yang tebal di sekeliling oocyte. Selanjutnya sel-sel follikuler yang berbentuk gepeng berubah menjadi sel-sel kuboid membentuk follicle secunder. kemudian terpisah oleh adanya suatu zat mukopolisacharida yang dihasilkan oleh sel-sel follikuler dan mengendap pada permukaan oocyte. Selama masa kanak-kanak sebagian besar mengalami atretik. dan lapisan luar yang disebut theca externa yang akan menyatu dengan stroma ovarium.000. Endapan ini makin lama makin tebal membentuk lapisan yang disebut zona pellucida. oocyte primer berjumlah kira-kira 700. Pada waktu lahir. Selanjutnya oocyt primer dikelilingi selapis sel gepeng yang disebut sel folliculer. oocyte tetap utuh membentuk cummulus oophorus.000 . wanita mulai mengalami siklus bulanan secara teratur. Ronggarongga ini makin lama makin besar.3 permukaan ovarium. Selanjunya pada lapisan celluler terbentuk rongga-rongga kecil ( rongga follicle) yang berisi cairan. sehinga menjelang puber. Kelenjar hypophyse akan mengeluarkan hormon gonadotropin yang terdiri dari FSH (Follicle Stimulating Hormone) dan LH (Luteinizing Hormone) yang mengatur dan meransang perubahan berkala . Follicel secunder berkembang terus dan semakin besar akhirnya membentuk follicel matang disebut follicle de Graaf. yang dikenal sebagai siklus menstruasi yang diatur oleh kelenjar hypophyse.2 juta. jumlahnya kira-kira tinggal 40. kemudian menyatu membentuk suatu rongga besar yang disebut antrum folliculi. yang banyak mengandung pembuluh darah. OVULASI DAN SIKLUS MENSTRUASI Pada masa akil balik. membentuk follicle primer.

Sebagai akibat kelemahan titik tersebut. Setelah terjadi ovulasi. corpus luteum tidak bisa brtahan lama dan akan mencapai puncak perkembangannya sampai hari ke 9 setelah ovulasi. .32 hari. Sel-sel theca interna pada follicle yang matang (follicle de Graaf) akan menghasilkan hormon estrogen yang akan meransang pengeluaran hormon LH. corpus luteum akan tetap dipertahankan oleh adanya hormon gonadotropin yang dikeluarkan oleh trophoblast. Corpus luteum akan mengahasilkan hormon progesteron. sejumlah follicle primer mulai tumbuh oleh pengaruh hormon FSH. kira-kira 14 + hari sebelum permulaan menstruasi berikutnya. dan selanjutnya akan mengecil menjadi corpus albicans. Apabila tidak terjadi fertilisasi. sel-sel follicle yang tertinggal akan diisi oleh darah. tetapi waktu antara ovulasi dan menstruasi sebelumnya sangat bervariasi sehingga siklus haid setiap wanita bervariasi antara 26 . Pada saat ovulasi terjadi.4 dalam ovarium. ovum akan terlepas keluar dari ovarium yang dikelilingi oleh lapisan zona pellucida dan lapisan corona radiata. Pada awal siklus menstruasi. Pada hari menjelang ovulasi. Ovulasi terjadi sekali dalam satu siklus. follicle de Graaf bertambah besar dengan cepat sampai mencapai ukuran kira-kira 15 mm. daerah ini disebut stigma. Pada permukaan ovarium terdapat penonjolan lokal dan pada puncak penonjolan ini nampak suatu titik tanpa pembuluh darah. cairan follicle merembes keluar bersamasama dengan ovum dengan sel-sel cummulus oophorus. sel-sel ini akan menghasilkan zat warna kekuning-kuningan sehingga sisa sel-sel follicle tadi berubah menjadi sel-sel lutea. Pelepasan ovum dari ovarium disebut ovulasi. Dengan pengaruh hormon LH. sehingga follicle berubah menjadi corpus luteum. Dari sejumlah follicle yang tumbuh tersebut hanya satu yang dapat mencapai perkembangan maksimal pada setiap siklus. Hormon LH ini diperlukan untuk meransang pelepasan ovum. Apabila terjadi fertilisasi. Walaupun waktu antara ovulasi dan menstruasi berikutnya tetap. dan membentuk corpus luteum gravidarum.

FERTILISASI . 3. kelenjar pada endometrium akan bertumbuh berkelok-kelok menghasilkan banyak sekret yang berupa cairan. Jumlah darah yang hilang pada waktu menstruasi rata-rata 50 . Perimetrium. corpus luteum menjadi corpus albicans. Lapisan paling luar (dekat dengan myometrium) disebut stratum basale.60 ml dam waktu 2 . yang berada pada lapisan paling dalam 2. lapisan endometrium semakin menebal dan akhirnya lapisan endometrium terbagi dalam tiga lapisan yang berbeda yaitu: 1. merupakan lapisan otot yang terletak di bagian tengah.5 PERUBAHAN YANG TERJADI PADA ENDOMETRIUM Dinding uterus terdiri dari 3 lapisan yaitu:1..7 hari. Endometrium. Myometrium. mucosa endometrium tidak dapat dipertahankan lagi. merupakan lapisan peritoneum yang melapisi dinding sebelah luar. terjadi kembali pertumbuhan endometrium dalam tiga fase. Setelah selesai perdarahan. dan 3. dan fase sekresi. proliferasi. 2. Sifat utama darah menstruasi adalah tidak dapat membeku disebabkan adanya enzym proteolytic yang merusak zat-zat pembeku yang ada di dalam darah. Pembuluh darah juga berkelok-kelok. darah keluar bersama-sama dengan lapisan endometrium (stratum spongiosa dan stratum compacta) akan terlepas berupa potonganpotongan kecil jaringan ikat dan kelenjar sebagai darah menstruasi. Dengan pengaruh hormon progesteron yang dihasilkan oleh corpus luteum. Akibat terjadinya kontriksi pembuluh darah arteri. Lapisan tengah yang agak longar disebut stratum spongiosa. produksi hormon progesteron menurun. Apabila tidak terjadi fertilisasi. Lapisan paling dalam merupakan lapisan yang paling padat disebut stratum compacta.. yaitu fase menstruasi.

Yang dapat sampai ke daerah pembuahan (ampulla) kira-kira hanya 300 . Sangat jarang terjadi adanya dua spermatozoa dapat membuahi sekaligus pada satu oocyte. ia akan melekat dengan kuat sekali dan menembusnya dengan sangat cepat. Ovum pada saat itu dilapisi oleh lapisan zona pellucida dan corona radiata. pada saat ejaculatio dapat mengeluarkan cairan ejaculat 2-3 ml yang mengandung kira-kira 100-200 juta spermatozoa. terjadi di dalam daerah ampulla tuba uterina. Setelah spermatozoon yang pertama dapat menembus zona pellucida dan segera masuk ke dalam ovum. Penghancuran corona radiata dilakukan oleh enzym-enzym yang diproduksi oleh mucosa tuba uterina dan dari spermatozoa sendiri.6 Fertilisasi (pembuahan ) adalah proses penyatuan antara spermatozoon dengan ovum. Tahap ketiga: Penyatuan sel spermatozoon-ovum . kemudian masuk ke dalam tuba uterina. Sekali spermatozoon menyentuh zona pellucida. oocyte (ovum) akan keluar meninggalkan ovarium. Proses terjadinya fertilisasi terjadi dalam beberapa tahap yaitu: Tahap pertama: Penembusan corona radiata. sebab sebagian besar akan mati dalam perjalanan. Tahap kedua: Penembusan zona pellucida Selaput pelindung kedua dari oocyte adalah zona pellucida. tidak seluruhnya mendapat kesempatan untuk membuahi. dan dari sejumlah tersebut hanya satu yang mempunyai kesempatan untuk dapat membuahi satu ovum. Spermatozoon yang telah bertemu dengan ovum akan menembus corona radiata. Pada saat terjadinya ovulasi. Dengan pengaruh enzym yang dilepaskan oleh acrosome. Seorang pria dewasa. zona pellucida akan segera mempertebal diri dengan sehingga tidak bisa lagi di masuki/ditembus oleh spermatozan lainnya. Dari sejumlah tersebut yang diletakkan di dalam vagina.500 ekor saja. spermatozoon dapat menembus zona pellucida.

kemudian kedua membran plasmanya bersatu. Kemudian spermatozoon akan melepaskan ekornya dan intinya membengkak membentuk pronucleus pria. sedangkan apabila yang membuahi mengandung chromosome Y.7 Setelah meliwati zona pellucida spermatozoon akan menyentuh membran sel oocyte. delapan. maka akan terbentuk embryo pria (XY). Zygote yang sementara mengalami pembelahan sel berjalan menuju ke dalam uterus. enambelas sel. zygote yang terbentuk akan membelah diri menjadi dua. Setelah itu spermatozoon bergerak maju hinga mendekati pronucleus wanita. membentuk satu sel baru yang disebut zygote.50 jam. Perkembangan selanjutnya pada tingkat morula. dan pada waktu tiba di uterus sudah dalam tingkat morula. cytoplasma akan menyusut dan terlihat ruang perivitellinum antara oocyte dengan zona pellucida. empat. Ruangan-ruangan tersebut makin lama makin besar kemudian membentuk satu rongga yang disebut blastocele. tingkat empat sel akan tercapai dalam 40 . kemudian terbentuk kelompok sel di salah satu sisi membentuk inner . Secara morphologis pronucleus pria dan pronucleus wanita tidak dapat Selanjutnya kedua pronuclei tersebut menyatu dibedakan satu dengan yang lainnya. Dalam waktu kira-kira 30 jam akan tercapai tingkat dua sel. PEMBELAHAN SEL Setelah terjadi pembuahan. Sel-sel pada saat ini akan menyusun diri. akan terbentuk ruangan-ruangan kecil yang berisi cairan. Penentuan jenis kelamin ditentukan oleh jenis spermatozoon yang membuahi oocyte. Sementara itu timbullah sulcus yang dalam pada permukaan sel yang berangsur-angsur membagi cytoplasma menjadi dua bagian. untuk selanjutnya akan terjadi pembelahan sel. Apabila spermatozoon yang mengandung chromosom X yang membuahi maka akan terbentuk embryo wanita (XX). Seterusnya pembelahan berjalan terus menjadi 8 sel. Segera setelah spermatozoon masuk ke dalam oocyte. 12 sel seterusnya sampai pada tingkat yang disebut morula.

Lapisan sebelah luar. Selanjutnya sel-sel mesoderm menembus inti villi primer dan tumbuh ke arah desidua. dan selanjutnya trophoblast akan berkembang menjadi placenta. sebagian besar blastocyte sudah tertanam ke dalam stroma endometrium. Di sekeliling massa sel dalam terbentuk lapisan sel yang dikenal sebagai outer cells mass ( massa sel luar) yang akan berkembang menjadi trophoblast. tidak mempunyai batasanbatasan sel yang tegas. sehingga tidak jarang mengacaukan perhitungan umur kehamilan. tonjolan ini disebut villi primer (jonjot primer). Selanjutnya blastocyte akan bersarang di dalam endometrium pada umur kira-kira 5. Susunan yang baru terbentuk ini dikenal sebagai villi secunder. Selanjutnya trophoblast berkembang terus dan terbentuk tonjolan-tonjola yang terdiri dari inti cytotrophoblast yang diliputi oleh selapis syncytium. Pada perkembangan hari ke6. PEMBENTUKAN PLACENTA Menjelang permulaan minggu ketiga. mempunyai banyak inti. Pada stadium ini zona pellucida segera mengilang dan dikenal sebagai stadium blastocyte. sehingga akhirnya terbentuk susunan kapiler villi. Pada kutub dimana terdapat embryoblast disebut kutub embryonal. disebut sebagai syncytiotrphoblast atau syncytium. dan kutub lainnya disebut kutub abembryonal. sel-sel mesoderm di dalam inti villi secunder mulai berdiferensiasi menjadi sel darah dan pembuluh darah kecil.5 . yang selanjutnya akan berkembang menjadi embryoblast. Pada saat . Menjelang akhir minggu ketiga. Pada saat implantasi kadang terjadi sedikit perdarahan berupa bercak yang sehingga seorang ibu menyangka darah menstruasi.8 cells mass (massa sel dalam).6 hari sesudah ovulasi. trophoblast berkembang menjadi dua lapisan. Peristiwa bersarangnya blastocyte ke dalam endometrium disebut implantasi (nidasi) . lapisan sebelah dalam membentuk massa padat yang mempunyai inti tunggal dikenal sebagai cytotrophoblast.

. susunan villi telah siap mengedarkan darah ke dalam embryo yang membawa zat makanan dan oxygen yang diperlukan. trophoblast ditandai oleh sejumlah besar villi-villi secunder dan tertier yang berbentuk seperti jari-jari. Di sini mereka mengadakan hubungan dengan perluasan yang sama dari villi di sekitarnya. villi-villi pada kutub embryonal terus tumbuh dan meluas. sedangkan decidua di bagian lain disebut decidua parietalis. Menghasilkn hormon. Cavum uteri akhirnya tertutup. Perbedaan pertumbuhan villi pada kutub embryonal dan abembryonal diikuti pula perbedaan pertumbuhan decidua. desidua yang meliputi kutub abembryonal disebut decidua capsularis. Menjelang permulaan bulan kedua. decidua capsularis akan berdegenerasi sehingga chorion laeve akan bersentuhan langsung dengan decidua parietalis kemudian menyatu. apabila jantung mulai berkontraksi dalam minggu keempat. membentuk chorion frondosum. yang pada awalnya meliputi seluruh permukaan chorion. 2. Oleh karena itu. Fungsi Placenta ialah: 1. Villi-villi ini berakar pada mesoderm chorion plate. Desidua pada kutub embryonal akan menjadi decidua basalis. cytotrphoblast di dalam villi menembus secara progressif ke dalam syncytium di sekitarnya sehingga mencapai endometrium maternal. Chorion frondosum bersama-sama dengan decidua basalis membentuk placenta. Sementara itu. Selanjutnya susunan pembuluh darah ini mengadakan hubungan dengan susunan peredaran darah di dalam embryo. Dengan bertambah besarnya cavum chorion. Dengan berlanjutnya kehamilan.9 ini dikenal sebagai villi tertier. sehingga terjadi hubungan antara villi tertier dengan embryo. Pembuluh darah di dalam villi tertier membentuk hubungan dengan kapiler yang berkembang di dalam mesoderm chorion plate dan di dalam conecting stalk. Villi pada kutub abembryonal mengalami degenerasi disebut chorion laeve. Tempat pertukaran hasil metabolisme gas oxigen dan CO2 antara peredaran darah ibu dan janin.

Lapisan sel berbentuk kolumner di sebelah luar disebut lapisan germinalis disebut amnioblast. Selanjutnya celah-celah tersebut bergabung membentuk satu rongga yang disebut rongga amnion. Pada perkembangan hari ke 9. sehingga disebut discus germinalis bilaminer. Pada permukaan dalam cytotrophoblast. Jaringan ini mengisi rongga yang . trophoblast Pada derah Syncytium terbentuk banyak vacuola kecil yang kemudian bersatu membentuk rongga yang besar. tetapi pada perkembangan selanjutnya terbentuk celah-celah kecil diantara kedua lapisan tersebut. blastocyte terbenam semakin dalam. blastocyte telah terbenam secara keseluruhan di dalam stroma endometrium. Pada hari ke 11 dan ke 12. ectoderm. embryoblast akan berdiferensiasi menjadi dua lapisan sel yang berbentuk cakram . yang terdiri dari:: 1. Differensiasi trophoblast tidak terbatas pada bagian syncytium saja. Sel-sel yang membatasi rongga amnion yang berbatasan dengan trophobalst 2. berkembang dengan pesat khususnya pada kutub embryonal. Lapisan sel berbentuk kuboid yang terletak di sebelah dalam disebut lapisan germinalio entoderm. tetapi juga pada cytotrphoblast. sel-sel gepeng yang dari permukaan dalam cytotrophoblast melepaskan diri membentuk suatu membaran tipis yang dikenal sebagai membrana Heuser. Membrana ini melanjutkan diri ke daerah entoderm dan bersama-sama membentuk dinding dari blastocele yang saat ini disebut yolk sac primitivum (cavum exocoeloma). Pada kutub abembryonal. Mula-mula sel-sel dari ectoderm berhubungan erat dengan cytotrophoblast. sel-sel melepaskan diri dan membentuk jaringan mesoderm extra embryonal.10 PERKEMBANGAN EMBRYO PEMBENTUKAN DISCUS GERMINALIS BILAMINER Pada minggu kedua.

Diperkirakan bahwa sel-sel dari lapisan ectoderm berpindah ke arah primitive streak yang kemudian berubah bentuk dan mengadakan invaginasi ke dalam alur primitive streak. yang merupakan suatu garis sederhana pada permukaan ectoderm. kejadian yang paling khas ialah terbentuknya primitive streak. nodus primitivum akan menjadi lubang sederhana disebut blastophorus. berbeda dengan sel-sel ectoderm di sekitarnya. . Perkembangan selanjutnya. Sel-sel yang mengadakan invaginasi di daerah blastophorus terus bergerak ke depan sampai pada prochordal plate (ujung anterior ectoderm dan entoderm). Sel-sel ini membentuk batang yang menyerupai tabung disebut processus notochord. Selanjutnya sel-sel tadi menyebar ke arah lateral diantara lapisan ectoderm dan entoderm membentuk lapisan ketiga di bagian tengah dan disebut sebagai lapisan germinalis mesoderm (mesoderm intra embryonal). Di dalam mesoderm extra embryonal terbentuk rongga yang disebut coeloma extra embryonal. Mesoderm extra embryonal akan menjadi chorion plate. Sel-sel pada primitive streak ini berbentuk bulat. akibatnya yolk sac primitivum bersama cavum amnion melepaskan diri dari cytotrophoblast kecuali pada daerah yang akan menjadi penghubung yang disebut connecting stalk yang kemudian akan menjadi umbilicus. Ujung anterior primitive streak disebut nodus primitivum. PEMBENTUKAN DISCUS GERMINALIS TRILAMINER Pada perkembangan minggu ketiga. Selsel ini berkembang terus sampai berhubungan dengan mesoderm extra embryonal.11 meluas antara trophoblast di sebelah luar dengan amnion dan yolk sac primitivum di sebelah dalam. Selanjutnya coeloma extra embryonal akan meluas membentuk rongga besar melapisi hampir seluruh permukaan dalam cytotrphoblast membentuk cavum chorion. Yolk sac primitivum berkembang menjadi yolk sac definitivum.

mata. gld. pancreas. tr. gld. primordial grem cell (PGC) : ovum dan spermatozoa. Digestivus. Selanjutnya processus notochord berproliferasi dan membentuk tali yang padat disebut chorda dorsalis. thymus. dasar processus notochord bersatu dengan entoderm di bawahnya. . hepar. subcutaneus email gigi Dari Entoderm akan terbentuk • • epitel yang membatasi tr. Para thyroidea. • • epitel yang membatasi vesica urinaria dan urethra. hypophyse. kel-kel. Thyroidea. Respiratorius.12 Menjelang perkembangan hari ke 17. hidung. Dari ketiga lapisan germinalis tadi akan terbentuk jaringan-jaringan dan organ-organ embryo. Lama kelamaan processus notochord mnghilang dan tinggal saluran kecil disebut canalis neuroentericus yang menghubungkan antara yolk sac dengan rongga amnion. epidermis kelenjar mammae. lapisan mesoderm dan processus notochord memisahkan lapisan ectoderm dan entoderm kecuali pada bagian cranial pada prochordal plate dan pada bagian caudal pada cloacal plate. Menjelang hari ke 18. Dari ectoderm akan terbentuk: • • • • • • central nervus system pheriferal nervus system epitel mucosa dari teinga. parenchym dari tonsil.

nervus sensoris. Di dalam jaringan mesenchym dimana akan akan terjadi penulangan.13 • epitel yang membatasi cav. otot. gonade dan saluran-salurannya. Osteogenesis desmalis. kartilago. peritoneum. muncullah pusat-pusat penulangan ( inti penulangan primer) sebagai tempat permulaan terjadinya penulangan. ren. lymphonodus. tuba eustachii. sebagian os temporale). Pada proses penulangan ini sel-sel mesenchym berproliferasi dan . ditemukan pula beberapa organ yang berkembang dari lapisan khusus yaitu disebut mesectoderm. sebagian os occipitale. selaput serosa seperti: pericardium. melanoblast. pembuluh darah. Dari mesoderm akan terbentuk: • • • • • • jaringan ikat. Tympani. pembuluh lymphe. lien cortex adrenalis Selain dari ketiga lapisan germinal tersebut diatas. OSTEOGENESIS Proses pembentukan dan perkembangan tulang disebut osteogenesis. Dikenal ada dua jenis osteogenesis yaitu osteogenesis desmalis dan osteogenesis chondralis. Penulangan secara desmalis ditemukan pada tulang-tulang pipih. Dari mesectoderm terbentuk : ganglion. misalnya calvaria cranii (os parietale.mesenchyme dari kepala. tulang. yaitu pembentukan tulang yang langsung dari jaringan mesenchym menjadi tulang. jantung. pleura. os scapula.cartilago branchialis. sebagian os frontale.

Beberapa waktu kemudian terbentuklah sejumlah tonjolan-tonjolan tulang yang disebut spicula. sel-sel mesenchym berdiferensiasi yang meletakkan lempeng-lempeng tulang yang sejajar dengan inti Lempeng-lempeng tulang ini dikenal sebagai substantia compacta. Tulang-tulang yang terbentuk akan dikelilingi oleh mesenchym padat yang disebut periosteum. Dengan cara ini terbentuklah substantia compacta di bagian luar yang disebut tabula externa dan di bagian dalam disebut tabula interna. Selanjutnya osteoid tadi akan menjadi matriks tulang yang mengalami perkapuran. kemudian menyusun diri dalam sebuah deretan dan mengeluarkan zat collagen yang dapat menyebabkan jaringan yang terbentuk nampak seperti membran yang dikenal sebagai osteoid.14 berangsur-angsur mengubah bentuk yang kemudian disebut osteoblast (sel pembentuk tulang). . Osteoblast-osteoblat ini mula-mula letaknya tidak beraturan. Dengan adanya perusakan tulang ini terbentuklah bagian yang berlubang-lubang yang disebut substantia spongiosa. Tulang-tulang membranosa seperti ini ditemukan pada tulang-tulang cranium. serta substantia spongiosa di bagian tengah disebut diploe. Selanjutnya spicula-spicula bertumbuh sehingga ujung-ujungnya membesar dan membentuk trabecula yang menyebar dari inti penulangan primer menuju ke segala arah bagian perifer. tengah akan terjadi penyerapan tulang yang dilakukan oleh osteoclast (sel perusak tulang). Akan tetapi beberapa osteoblast tertanam di dalam matrix tulang itu sendiri dan membentuk osteocyt (sel-sel tulang). Matrix tulang yang telah mengalami perkapuran selalu terpisah dari osteoblast-osteobalst oleh lapisan osteoid yang tipis. Di bagian menjadi osteoblast penulangan primer. Oleh karena itu penulangan ini dikenal pula sebagai osteogenesis membranosa. Pada permukaan dalam dari periosteum.

Selanjutnya terjadi reaksi dari sel-sel cartilago di sekitar tempat masuknya pembuluh darah tadi. Mesenchym ini mula-mula membentuk lapisan luar yang disebut perichondrium. Rongga-rongga kecil tadi kemudian akan bersatu membentuk rongga yang lebih besar. Zona vasculer: yaitu daerah tempat pembuluh darah menyusup masuk ke dalam ronggarongga yang terbentuk akibat adanya sel-sel necrose. 3. sehingga terbentuk ronggarongga kecil. Perkembangan selanjutnya akan menyusup suatu tunas pembuluh darah ke dalam pusat model. femur dll. Segera setelah pembentukannya. Bersamaan dengan pembuluh darah tadi ikut pula menyusup sel-sel mesenchym khusus yang disebut osteoclast yang akan memecahkan matrix tulang. Mula-mula terbentuk suatu model tulang rawan hyalin yang dikelilingi oleh lapisan mesenchym padat yang mengandung pembuluh darah. Zona hypertrophy: yaitu daerah dimana sel-sel mengalami pembesaran.yang menghasilkan taju-taju tulang rawan yang terbungkus dengan tulang (tajutaju campuran). sejumlah tonjolan-tonjolan yang letaknya di . sehingga mengalami perubahan-perubahan dan terbentuk empat daerah yaitu. Selain itu sel-sel osteoblast akan menyusun diri sepanjang dinding rongga besar yang baru terbentuk tadi dan akan mengalami perkapuran. Perichondrium kemdian akan menjadi periosteum. 2. Proses ini dikenal sebagai penulangan Enchonrdalis. 4. Zona Proliferasi : yaitu daerah dimana sel-sel cartilago memperlihatkan mitosis yang banyak. 1.15 OSTEOGENESIS CHONDRALIS Penulangan secara chondralis ditemukan pada tulang-tulang panjang misalnya humerus. Zona necrose : yaitu daerah dimana sel-sel mengalami kematian dan intercelluler matrix terisi dengan garam-garam calcium.

Pada waktu lahir. pusat-pusat penlangan mulai timbul pada bagian epiphysis secara enchondralis.16 tengah dihancurkan oleh osteoclast. epipyseal plate tadi akan menghilang dan epiphysis akan bersatu dengan diaphysis. Akan tetapi segera setelah lahir. lempeng ini dikenal sebagai lempeng epiphyse (epiphyseal plate). Mula-mula terbentuk lebih dahulu suatu model tulang rawan seperti pada . Dari pusat penulangan primer di bagian diaphysis. Pusat-pusat penulangan secunder pada tulang-tulang extremitas berkembang pada waktu yang berbeda-beda setelah kelahiran. Setelah tulang mencapai panjang maximal. Pada tulang panjang. Pada tulang yang bentuknya irreguler seperti os vertebrae terdapat satu atau lebih pusat penulangan primer. diaphysis biasanya telah menjadi tulang secara keseluruhan. OSTEOGENESIS CHONDROMETAPLASTICA Osteogenesis pada mandibula. Epiphyseal plate ini memegang perana pada pertumbuhan panjang dari tulang. Sebagai akibat penyerapan ini terbentuklah rongga sumsum yang luas pada bagian tengah. namun kedua bagian epiphysis tetap sebagai tulang rawan (belum mengalami penulangan). dan biasanya nampak pula beberapa pusat penulangan secunder. Dengan demikian hanya tonjolan-tonjolan yang letaknya di samping yang masih utuh memperkuat dinding tulang. hanya terdapat pada satu ujung saja. Untuk sementara waktu masih terdapat lempeng rawan antara diaphysis dan epiphysis. epiphyseal plate ditemukan pada ke dua ujung tulang. Penulangan di sini sama dengan pada diaphysis. berbeda dengan osteogenesis tulang-tulang yang lainnya. penulangan enchondralis berangsur-angsur meluas ke arah ujung-ujung model tulang rawan (epiphysis). Pengetahuan mengenai timbulnya pusat-pusat penulangan ini berguna bagi ahli-ahli radiology untuk menentukan apakah seseorang anak telah mencapai usia pertumbuhan yang sesuai. sedangkan pada tulang-tulang yang lebih kecil misalnya ossa phalnges.

Beberapa sutura dan . Viscero cranium atau Splanchno cranium yaitu tulang-tulang yang membentuk kerangka wajah. Akhirnya model tulang rawan tadi dikelilingi oleh jaringan tulang yang baru terbentuk dan mendesak tulang rawan yang ada. Di bagian lateral terdapat fontanella lateral dan fontanella postero lateral. Degan adanya sutura dan fontanella ini akan dapat memungkinkan tulang-tulang cranium saling merapat bahkan meliputi satu dengan lainnya sehingga cranium dapat sedikit mengecil pada waktu bayi dilahirkan. Penulangan ini dikenal sebagai osteogenesis chondro metaplastica. Bagian dari neurocranium yang mengelilingi otak yang berbentuk sebagai kubah terdiri dari tulang-tulang pipih. disebut calvaria cranii. mengalami Kemudian mensenchyme di sebelah luar dari model tadi akan penulangan secara desmalis sehingga terbentuk tulang selapis demiselapis.17 osteogenesis chondralis. Bagian lain yang merupakan bagian cartilaginosa yang membentuk dasar tengkorak disebut basis cranii. sutura akan melebar dan dikenal sebagai fontanella (ubun-ubun). Di sebelah depan terdapat fontanella major yang dibentuk oleh pertemuan antara os parietale kiri kanan. ONTOGENI CRANIUM Cranium dapat dibagi dalam dua bagian: 1. 2. Neurocranium. dengan os frontale kiri kanan dengan os parietale kiri kanan. Pada waktu bayi lahir. Pada tempat di mana lebih dari dua tulang bertemu. Makin lama tulang rawan makin terdesak dan akhirnya menghlang. yaitu tulang-tulang yang melingdungi otak. tulang-tulang calvaria cranii dipisahkan satu dengan lainnya oleh jaringan ikat tipis yang disebut sutura. Di bagian belakang terdapat fontanella minor yang dibentuk oleh pertemuan antara os parietale dengan os occipitale. Kadang-kadang masih ada tersisa yang dikenal sebagai cartilago Meckeli.

sutura lambdoidea. di samping dari cartilago para chordalis terdapat capsula periotic. kemudian bersatu dengan lempeng basalis. Mula-mula terbentuk tulang-tulang rawan dari mesenchym di sekitar chorda dorsalis yang merupakan suatu lempeng yang dikenal sebagai cartilago para chordalis atau basal plate (lempeng basalis). akan membentuk pars petrosa dan pars mastoidea ossis temporalis. Oleh karena itu dasar os occipitale terbentuk dari cartilago para chordalis dan sclerotom occipitalis. Dikenal beberapa sutura antara lain: sutura sagittalis. NEUROCRANIUM Pada pembentukan tulang-tulang basis cranii. Dengan demikian terbentuklah lempeng tulang rawan yang memanjang di garis tengah. Di samping kiri dan kanan dari lempeng ini terdapat mesenchym-mesenchym yang mengalami condensasi (pemekatan). tetapi 3 yang lainnya menetap membentuk tulang rawan yang tidak bersegmen. Yang paling rostral disebut ala orbitalis atau ala sphenoidalis akan membentuk ala parva ossis sphenoidalis. Lempeng ini meluas dari daerah sella turcica hingga ke somit-somit occipitalis yang membentuk 4 buah sclerotom. Di sbelah caudalnya lagi. Sclerotom yang paling cranial mengilang. Cartilago-cartilago ini segera menyatu dan membentuk corpus ossis sphenoidalis dan corpus ossis ethmoidalis. akan membentuk ala magna ossis sphenoidalis. Di sebelah rostral lempeng basalis ditemukan cartilago hypophyse dan trbeculae cranii. Di sebelah caudal dari ala orbitalis terdapat ala temporalis.18 fontanella tetap berbentuk selaput untuk waktu yang agak lama setelah bayi lahir. chorda dorsalis memainkan peranan yang penting. sutura metopica. . kemudian dirubah menjadi tulang melalui osteogenesis chondralis. sutura coronaria. Dengan demikian pembentukan basis cranii dimulai pembentukan cartilago.

os zygomaticum dan sebagian os temporale. Dengan tumbuhnya gigigeligi. sel-sel sclerotom bermigrasi ke arah medial mengelilingi medulla spinalis dan chorda dorsalis. Dalam perkembangan selanjutnya. Bagian ventral disebut processus mandibularis (cartilago meckeli). Diantara segmen-segmen tadi terdapat arteri inter segmentalis. Sel-sel yang berasal dari bagian atas segmen sclerotom mengisi ruang antar corpus precartilaginosa dan ikut mengambil bagian dalam pembentukan discus intervertebralis. Hal ini disebabkan karena belum terbentuknya sinus-sinus paranasalis. Sementara chorda dorsalis menghilang pada corpus vertebrae.19 VISCERO CRANIUM Viscero cranium terutama dibentuk oleh arcus pharyngeus I. Arcus mandibularis terdiri dari dua bagian. sisanya akan menetap dan membesar pada daerah . setiap segmen sclerotom mengalami condensasi dan menyatu dengan bagian atas sclerotom di bawahnya. wajah akan memperoleh ciri-cirinya seperti pada orang dewasa. COLUMNA VERTEBTRALIS Kira-kira pada minggu keempat. maxilla. Ujung dorsal processus mandibularis bersama-sama dengan ujung dorsal arcus pharyngeus II (cartilago Reichert) kelak akan membentuk incus. malleus dan stapes. yang disebut juga arcus mandibularis. dan bersama-sama dengan jaringan inter segmentalis membentuk corpus vertebrae precartilaginosa. sehingga membentuk suatu batang mesenchym yang bersegmen sesuai dengan segmen sclerotomnya. Bagian dorsal disebut processus maxillaris yang akan membentuk premaxilla. Penulangan dari ke tiga tulang tersebut dimulai pada bulan keempat. sehingga merupakan tulang yang pertama menjadi tulang secara sempurna. Pada mulanya wajah bentuknya kecil dibanding dengan neurocranium. serta berkembangnya sinus paranasalis.

kemudian terjadi penyempitan yang kedua yaitu pada bagian proximal sehingga unsur-unsur utama extremitas dapat dikenal yaitu.20 discus intervertebralis. Pada perkembangan selanjutnya akan berbentuk seperti dayung. Pada mulanya lim bud terdiri dari mesenchym di bagian tengah yang berasal dari mesoderm somatis. AER ini sangat penting yang memegang peranan dalam perkembangan extremitas. brachium. SKELETON APPENDICULARE Pada permulaan minggu kelima. Limb bud untuk extremitas superior berkembang lebih cepat dibanding dengan extremitas inferior. lim bud semakin memanjang dan terjadi suatu penyempitan dibagian tengah sehingga terbetuk bagian proximal dan bagian distal. maka extremitas tidak berkembang secara sempurna. ante brachium dan manus. Dari beberapa penelitian telah dilaporkan bahwa apabila AER dihilangkan pada tahap awal perkembangan. ectoderm mengalami penebalan membentuk Apical ectodermal ridge (AER). Pada bagian ujung (apex) limb bud. Ke dua struktur ini membentuk discus intervertebralis. Selanjutnya limb bud semakin panjang. Pada embryo usia 6 minggu. Bagian distal limb bud menjadi gepeng yang disebut hand plate untuk extermitas superior dan foot plate untuk extremitas inferior. mulai nampak tunas anggota ( limb buds) yang mulamula berbentuk seperti lengkungan busur panah. Selanjutnya pada hand/foot plate terbentuk lekukan-lekukan yang menyebar yang memberikan bayangan akan terbentuknya jari-jari. Selanjutnya nucleus pulposus akan dikelilingi oleh serabutserabut melingkar yang disebut annulus fibrosus. . dan di bagian luar ditutupi oleh lapisan ectoderm. Di sini sisa chorda dorsalis akan mengalami degenerasi mucoid dan membentuk nucleus pulposus.

Encephalocele. Pada perkembangan columna vertebralis dapat terjadi kelainan-kelainan berupa gangguan akibat tidak tertutupnya arcus vertebralis. yaitu bentuk kepala tidak symetris. yaitu suatu kelainan umum perkembangan tulang yang terjadi karena adanya gangguan penulangan enchondralis pada epiphyseal plate pada tulang-tulang panjang. Acrocephali. sebagai bayangan bakal menjadi tulang-tulang extremitas. ini disebabkan karena sutura coronaria dan sutura lambdoidea yang sepihak menutup lebih awal. 3. ini disebabkan karena sutura coronaria menutup lebih awal. yaitu bentuk kepala yang tinggi. 5. kelainan disebut spina bifida. Plagiocephali. Selanjutnya model tulang rawan tadi akan mengalami penulangan secara chondralis. 4. ini disebabkan karena sagittalis menutup lebih awal. Scaphocephali. KELAINAN-KELAINAN BAWAAN Pada perkembanan tulang. Microcephali. yaitu terjadinya penonjolan ke luar dari jaringan otak yang disebabkan karena tulang-tulang cranium tidak tertutup secara sempurna. dapat ditemukan berbagai kelainan atara lain achondroplasia. ini disebabkan karena otak tidak mengalami pertumbuhan secara sempurna sehingga cranium juga tidak berkembang.21 Sementara bentuk luarnya mulai terwujud. mesenchym di dalamnya mengalami condensasi dan sel-selnya menjadi bulat membentuk chondrobalast. yaitu bentuk kepala kecil. yaitu bentuk kepala yang memanjang. Pada perkembangan cranium dapat dikenal kelainan pertumbuhan: 1. Menjelang perkembangan minggu ke 6. sudah dapat dikenal adanya model tulang rawan hyalin yang pertama. Akibatnya orangnya menjadi kerdil. Kelainan sutura . 2. sehingga tulang-tulang tidak bertambah panjang.

yaitu jari-jari saling berlengketan 5. Micromelia. yaitu jumlah jari-jari lebih dari 5 pada setiap manus atau pedis. Amelia.22 ini dapat disertai timbulnya kelainan-kelainan medulla spinali misalnya menonjolnya medulla spinalis ke luar yang dapat berupa myelocele atau meningocele. 6. yang akan meliputi amnion disebut mesoderm somatis atau lamina parietalis. Sebagian sel-sel di bagian tengah menebal. 7. 4. lapisan mesoderm tetap tipis akan berhubungan langsung dengan Mesoderm laterale mesoderm extra embryonale. disebut mesoderm laterale. Ke dua lamina ini . yaitu semua ukuran jari-jari menjadi pendek keadaan dimana semua unsur extremitas ada tetapi ukurannya ONTOGENI OTOT Menjelang hari ke 17. dan yang meliputi yolk sac disebut mesoderm splanchnicus atau lamina visceralis. membentuk mesoderm paraxiale. Meromelia. 2. Ectrodactylia. Polydactylia. antebrachium atau femur dan cruris. 3. sel-sel mesoderm intra embryonale membentuk suatu lembaran yang tipis pada ke dua sisi neural tube. Lebih ke arah lateral. yaitu keadaan dimana tangan(manus) dan atau kaki (pedis) melekat langsung pada badan. yaitu pendek/kecil. Mesoderm laterale kemudian akan terbagi dua lembaran. Pada perkembangan extremitas dapat ditemukan berbagai kelainan a. Brachydactylia.l: 1. Syndactylia. yaitu keadaan dimana tidak terbentuk salah satu atau ke dua extremitas (tidak ada tangan dan/atau kaki. tidak terbentuk brachium. yaitu jumlah jari-jari yang kurang dari 5 pada setiap manus atau pedis.

Salah satu sifat utama dari mesenchym ini ialah mempunyai kemampuan untuk berdiferensiasi . Sel-sel ini keseluruhan disebut sclerotom yang membentuk jaringan mesenchym. Setiap hari akan terbentuk kira-kira 3 somit. Selama masa perkembangan ini. membentuk kelompok-kelompok sel epitheloid yang berpasangan yang disebut somit. sel-sel epitheloid yang membentuk dinding ventral dan medial somit mengalami pertumbuhan yang pesat. umur embryo biasanyanya dinayatakan dalam jumlah somit. DIFFERENSIASI SOMIT Menjelang permulaan minggu ke 4. Sel-sel ini lambat laun kehilangan bentuk epitheloidnya. Diantara mesoderm paraxiale dan mesoderm laterale akan terbentuk mesoderm intermedia.23 membatasi suatu rongga yang disebut coeloma intra embryonalis. berubah menjadi bentuk polymorph dan bermigrasi ke arah chorda dorsalis. Pasangan somit I timbul pada bagian leher embryo. dan akhirnya pada minggu ke 5 terdapat 42-44 pasang somit yang terdiri dari : • • • • • • somit occipitalis : 4 pasang somit cervicalis : 8 pasang Somit thoracalis : 12 pasang Somit lumbalis : 5 pasang Somit sacralis : 5 pasang Somit Coccygealis : 8-10 pasang Somit occipitalis I dan 5-6 pasang somit coccygealis yang terakhir akan segera menghilang. Dari sini somit-somit yang baru akan terbentuk secara berurutan dari arah cranial ke caudal. Menjelang hari ke 21. mesoderm paraxiale di tiap sisi neural tube.

Di sini sel-sel ini akan membentuk dermis atau jaringan subcutis. Setelah sel-sel sclerotom bermigrasi ke arah ventro medial. dermatom akan membentuk lapisan sel-sel baru di bagian dalamnya yang disebut myotom. chondroblast untuk membentuk tulang dan tulang rawan. menjadi fibroblast . OTOT CORAK Segera setelah sel-sel myotom terbentuk dari dermatom di sekitarnya. Perkembangan selanjutnya. SUSUNAN OTOT BATANG BADAN . dorsolateral unsur-unsur tersebut akan 2. Dengan demikian maka setiap somit akan membentuk :  sclerotom untuk pembentukan tulang dan tulang rawan  myotom untuk pembentukan otot  dermatom untuk pembentukan kulit. collagen. Setelah terbentuk myotom. Setiap segmen dan dermatom akan mempunyai komponen persarafan pada segmennya masing-masing. sel-sel ini berubah bentuk menjadi memanjang berbentuk spindel yang disebut myoblast. Menjadi Bagian dari somit yang tidak bermigrasi yaitu dinding disebut dermatom. yang akan membentuk serabut-serabut reticuler. yang terdapat di dalam jaringan penunjang. elastin. Dalam perkembangan selanjutnya myoblast-myoblast bersatu membentuk serabut-serabut otot yang panjang berisi banyak inti yang selanjutnya myotom akan meluas ke arah rongga coeloma. sifat-sifat epitheloidnya menghilang lalu menyebar di bawah ectoderm di sekitarnya. membentuk columna vertebralis.24 dengan berbagai cara yaitu: 1.

rectus abdominis. perkembangan myotom-myotom tidak begitu jelas. Ke tiga pasang somit yang lainnya akan bermigrasi ke depan.25 Menjelang akhir minggu ke 5 otot-otot dinding badan dibagi ke dalam dua bagian yaitu bagian dorsal disebut epimere dan bagian ventral disebut hypomere. transversus thoracis Pada dinding abdomen akan membentuk: 1. M. M. pada daerah thorax membentuk m. Obliquus internus abdominis 3. Obliquus externus abdominis 2. membentuk otot-otot extrinsic dan intrinsic lingua. SUSUNAN OTOT-OTOT EXTREMITAS . kemudian somit pertama (yang paling cranial) segera menghilang. M. Saraf-saraf yang menginnervasi segmen otot. intercostalis externus 2. Pada daerah cranium. dan pada daerah abdomen membentuk m. yang biasanya menghilang. sternalis. pada ujung hypomere timbul jaringan otot memanjang yang pada daerah cervical membentuk otot-otot infrahyoidei. M. juga dibagai menkadi ramus dorsalis untuk epimere dan ramus ventralis untuk hypomere. Pada mulanya dapat ditemukan 4 pasang somit occipitalis. M. intercostalis internus 3. M. Transversus abdominis Selain ke tiga lapisan otot tersebut di atas. Selanjutnya epimere akan membentuk otot-otot extensoren columna vertebralis dan hypomere akan pecah menjadi tiga lapisan yaitu: Pada dinding thorax akan membentuk : 1.

2). otot-otot pharynx dan otot-otot larynx berasal dari arcus pharyngealis.26 Pada perkembangan akhir minggu ke 4. Sekalipun migrasinya sangat jauh. sedangkan untuk extremitas inferior terletak setinggi somit segmen Lumbalis 4 dan segmen Sacralis 3 (L4 . Limb bud untuk extremitas superior terdapat pada setinggi antara somit segmen cervicalis 6 dan s segmen thoracalis 2 (C6 . tetap dapat diikuti asal otot ini yaitu dengan melihat asal saraf yang menginnervasinya. Pembentukan susunan otot extremitas terjadi pada minggu ke 7 yang dimulai oleh adanya condensasi mesenchym dekat pangkal limb bud yang berasal dari mesoderm somatis.Th. Dari sini bermigrasi baik ke bagian ventral maupun ke bagian dorsal. Mesenchym di bagian ventral akan membentuk otot-oto flexoren. serta pembuluh darah pada mesenterium. Limb bud. Tonjolan ini disebut limb bud. yang selanjutnya bermigrasi ke berbagai arah. memperoleh lapisan otot yang meliputinya dari .S3). dan yang di bagian dorsal akan membentuk otot-otot extesoren. pada permukaan ventro-lateral embryo terbentuk tonjolan yang bakal menjadi extremitas. Sel-sel mesenchym ini akan membentuk otot yang melapisi tractus digestivus. dinding badan dan kepala. Pembentukan lim bud superior lebih cepat dibanding dengan limb bud inferior. Dengan cara ini dapat ditemukan bahwa otot-otot wajah. SUSUNAN OTOT-OTOT PHARYNX Ketika embryo berumur kira-kira 7 minggu. Pembuluh-pembuluh drah yang berkembang pada extremitas. SUSUNAN OTOT POLOS Jaringan otot polos terutama berkembang dari lapisan mesoderm splanchnicus. sel-sel mesenchym yang terletak pada arcus pharyngealis berdiferensiasi menjadi myoblast-myoblast. tractus respiratorius.

pectoralis major. delatator pupillae. atau sebagian tidak ada. Tidak tertutupnya dinding abdomen karena otot-ototnya tidak berkembang dengan sempurna. sternocleidomastoideus disebut torti colli. Salah satu contoh: tidak adanya m. Ternyata mesenchym yang terdapat di seluruh badan adalah sumber potensial untuk jaringan otot polos. kecuali otot polos pada iris yaitu m. sehingga bisa timbul omphalocele. diduga berdifernsiasi dari ectoderm optical cap (cawang mata). sehingga bisa timbul hernia diaphragmatica.27 mesenchym setempat. KELAINAN BAWAAN Tidak adanya sebagian atau keseluruhan dari suatu otot adalah hal yang sering terjadi. Tidak sempurnyanya pembentukan otot diaphragma. sphincter pupillae dan m. Ketegangan m. embrylogy 1 .