PLENO SKENARIO VI KELOMPOK I

Only when I sleep

KLASIFIKASI Menurut AHA Menurut NYHA GAGAL JANTUNG PATOFOSIOLOGI Mekanisme Gagal Jantung Mekanisme Kompensasi jantung EPIDEMIOLOGI & FAKTOR RESIKO MANIF.KLINIS& PEMERIKSAAN TATALAKSANA& PENCEGAHAN PROGNOSIS& KOMPLIKASI Farmakologi Non Farmakologi .

Mekanisme kompensasi gagal jantung 3. patofisiologi.menifestasi klinis. komplikasi.Epidemiologi. pemeriksaan. prognosis gagal jantung 2. komplikasi. penatalaksanaan. Hukum starling dan hubungan tekanan atrium kanandengan CO pada gagal jantung 1. .

Anamnesis: Nama : Tn J Umur : 60 tahun Pekerjaan : KU : sesak napas RPS : sesak sejak 3 hari yg lalu. Berkurang jika ambil napas dan duduk . sering terbangun karena sesak malam hari. memberat jika banyak berjalan.

RPD : penyakit jantung koroner (sejak 1 tahun yang lalu) RPK : Pemeriksaan fisik: TD = 100/60 mmHg Nadi = 72x/menit Nafas = 32x/menit JVP = 5+4 mmH2O terdapat Ronki basal di kedua paru dan edema pitting di kedua ekstremitas inferior . .

II  iskemik jantung ST depresi II.Pemeriksaan Penunjang : EKG Gel S di V1 + gel R di V5 >35 mm  hipertrofi ventrikel kiri T inversi di I.aVFiskemik jantung .

 Definisi: Gagal jantung adalah suatu keadaan patofisiologi dimana jantung gagal mempertahankan sirkulasi adekuat untuk kebutuhan tubuh meskipun tekanan pengisian cukup. .

3 juta warga Amerika saat ini memiliki gagal jantung kronik dan setidaknya ada 550.  Etiologi Hipertensi Ischaemic heard disease Alcohol Hypothyroidsm Congenital (defek septum. ventrical septal defek)  Kardiomiopati (dilatasi. Epidemiologi:  Diperkirakan bahwa 5. restrikt if)  Infections  Nutritional      .000 kasus gagal jantung baru didiagnosis setiap tahunnya  Prevalensi gagal jantung meningkat seiring dengan usia. hipertropik. atrial septal defek. dan mempengaruhi 6-10% individu lebih dari 65 tahun.

diabetes) ditambah adanya hipertrofi ventrikel kiri Overload volume Penurunan fungsi ginjal Penggunaan alkohol Perokok berat . Serupa dg faktor risiko PJK (peningkatan kolesterol.     hipertensi.

 Manifestasi Klinis:  Dyspnea  Orthopnea  PND  Fatik dan kelemahan  Abdominal symptoms  Cerebral symptom  nokturia .

menambah beban jantung sehingga terjadi gagal jantung yang tidak terkompensasi. .  Apabila keadaan ini tidak segera diatasi. Penurunan kontraksi venterikel penurunan curah jantung penurunan tekanan darah (TD). Hal ini akan merangsang mekanisme kompensasi. dan penurunan volume darah arteri yang efektif.

. Aktivasi sistem simpatis melalui tekanan pada baroreseptor menjaga cardiac output dengan meningkatkan denyut jantung. meningkatkan kontraktilitas serta vasokonstriksi perifer (peningkatan katekolamin).

.

kerjanya serupa dengan ANP  Endotelin disekresikan oleh sel endothelial vascular yang membantu retensi Na di ginjal . ANP. Dilepaskan dari ventrikel. Dilepaskan dari atrium jantung sebagai respon terhadap peregangan  menyebabkan natriuresis dan dilatasi  BNP.

.

serta melakukan imunisasi terhadap influenza dan pneumonia pneumococcal.Terapi non-medikamentosa yang dapat diberikan meliputi pembatasan diet garam. . menghindari penggunnaan NSAIDs tanpa indikasi yang mutlak.

. Terapi oksigen Direkomendasikan untuk memberikan oksigen sedini mungkin pada pasien hipoksemia untuk mencapai saturasi oksigen > 95% (90% pada pasien dengan COPD).

.

.

serta menaikkan kadar bradikinin)  Macam obat yyang direkomendasi. Lisinopril. Enalapril. memperbaiki abnormalitas factor neurohormonal yang terjadi (menurunkan kadar angiotensin II. . dan aldosteron. seperti Captopril. norepineprin. dan Ramipril.

 Obat yang direkomendasikan :  Valsartan dan Candesartan.  memberikan hasil yang sama dengan Captopril dalam hal tingkat kematian. .  Losartan  direkomendasikan pada stage A dan B gagal jantung. namun memiliki efek samping yang lebih minimal.

 Farmakologis menekan fungsi miokard pada fase akut Obat terekomendasi :  Bisoprolol.  Asebutolol. dan Metoprolol Succinate. dan Propanolol (biasa digunakan pada pengobatan hipertensi) tidak direkomendasikan untuk pengobatan gagal jantung. . Carvedilol. Atenolol.

serta memperbaiki gejala.  Direkomendasikan untuk gagal jantung yang disertai Fibrilasi Atrium. .  Sedian yang ada di Indonesia adalah Digoxin. Bertujuan untuk meningkatkan kualitas hemodinamik  baik saat istirahat maupun beraktivitas.

pola atau gaya hidup teratur . Pada gagal jantung akut adalah berlanjut menjadi gagal jantung kronis  Pada gagal jantung kronis dapat berkembang menjadi aritmia yang berujung pada sudden cardiac death Pencegahan  Mengurangi faktor2 risiko yang dapat menyebabkan gagal jantung. antara lain:  Berhenti merokok  Kurangi konsumsi makanan berlemak  Penurunan BB pada penderita obesitas  Upayakan olah raga.

perikard. penyakit paget.  . fistula AV. beri-beri. kelainan katup. anemia. kehamilan.  CO disebabkan oleh penurunan resistensi vaskular sistemik misalnya pada : hipertiroid.PENYAKIT YANG MEMPENGARUHI CO CO disebabkan oleh : hipertensi. perdarahan. kardimiopati dilatasi.

perlu dilakukan pemeriksaan yang lebih spesifik lagi. pemeriksaan fisik. Untuk penilaian lebih lanjut mengenai penyakit jantung penyerta dan tata laksana yang harus diberikan.Berdasarkan anamnesis. . kami menduga pasien di skenario mengalami gagal jantung kongestif. dan hasil pemeriksaan penunjang.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful