Nama: Nida Amalia NIM : I1D110009

Merokok merupakan salah satu hal yang menyebabkan perubahan besar pada tingkat kesehatan masyarakat. Rata-rata 4,9 juta manusia per tahun meninggal akibat pemakaian tembakau. Pengaruh merokok dengan kesehatan mulut perlu diperhatikan karena merokok dapat menyebabkan kanker mulut, timbulnya lesi-lesi prakanker, seperti leukoplak, memperparah penyakit jaringan periodontal, dan sulitnya penyembuhan luka. Penggunaan tembakau tidak terbatas pada kegiatan merokok, tetapi juga merupakn suatu kultur dari masyarakat, misalnya mengunyah tembakau dan menyirih yang juga dapat menyebabkan penyakit mulut.

Diperkirakan 63 ribu sampai 190 ribu perokok akan berhenti merokok tiap tahunnya jika semua tenaga kesehatan gigi dengan rutin menganjurkan kepada pasien-pasiennya untuk berhenti merokok. Hasil pembakaran rokok menyebabkan iritan lokal yang berpengaruh pada respon inflamasi gingival terhadap plak, rusaknya jaringan pendukung gigi, dan penyembuhan luka pascaperawatan. Perubahan dalam rongga mulut seorang perokok dapat berupa endapan kecoklatan tar, pewarnaan struktur gigi, yaitu pewarnaan keabu-abuan yang menyebar

(difus), dan leukoplak di gingiva, serta smoker’s palate yang ditandai dengan penonjolan kelenjar mukosa disertai inflamasi di sekitar muara dan eritema yang menyebar atau gambaran permukaan palatum seperti kerikil. Hubungan antara merokok dengan Acute Necrotizing Ulcerative Gingivitis telah lama diketahui. Penelitian klinis dengan kelompok kontrol menunjukkan bahwa populasi yang mengalami gingivitis, respons inflamasi terhadap plak pada perokok berkurang dibanding dengan kelompok bukan perokok. Namun, merokok menjadi faktor risiko selama

seperti penelitian 142 pasien dengan periodontitis kronik.. Kerusakan jaringan periodontal lebih parah pada kelompok perokok yang disebabkan adanya ketidakseimbangan antara serangan bakteri dan respon jaringan. Pada penelitian yang hampir sama terhadap 615 pasien dengan memakai immunoassay. Megananda Hiranya Putri. Porphyromonas gingivalis. Neneg Nurjannah. 2010. dan kerusakan tulang alveolar lebih sering dijumpai pada kelompok perokok dibanding dengan yang bukan perokok. tidak ditemukan perbedaan prevalensi Actinobacillus actinomycetemcomitans. dan Eikenella corrodens yang signifikan antara kelompok perokok dan bukan perokok.meningkatnya prevalensi dan keparahan kerusakan jaringan periodontal. Jika kondisi ini disertai berkurangnya respon jaringan terhadap serangan bakteri maka akan memperparah kerusakan jaringan periodontal pada perokok.. Komposisi bakteri di dalam subgingival mengalami pergeseran dengan bertambahnya jumlah dan virulensi mikroorganisme patogen. plak diambil dari dalam poket (≥6 mm) dan menunjukkan tidak ada perbedaan prevalensi Actinobacillus actinomycetemcomitans. Jakarta: EGC. Beberapa penelitian mengeksplorasi kemungkinan perubahan subgingival plak akibat merokok. Eliza H. . dan Provotella intermedia. Provotella intermedia. Beberapa hasil penelitian mendukung pernyataan tersebut dan ada juga yang bersifat kontroversi. Ilmu Pencegahan Penyakit Jaringan Keras dan Jaringan Pendukung gigi. Banyak penelitian cross sectional dan longitudinal yang menunjukkan bahwa kedalaman poket. hilangnya perlekatan epitel gusi. Putri. Porphyromonas gingivalis.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful