Oleh: Adkhiatul Muslihatin 062010101006

Pembimbing: Dr. Johny S. Erlan, Sp. K.K

 Masalah

HIV dan AIDS adalah masalah kesehatan masyarakat yang memerlukan perhatian yang serius.

jumlah kasus AIDS yang dilaporkan setiap tahunnya sangat meningkat secara signifikan

bukan penyakit keturunan  Immune : sistem kekebalan tubuh  Deficiency : kekurangan  Syndrome: kumpulan gejala . Acquired : didapat.

 Menyerang sistem kekebalan tubuh (sel T helper yang memiliki penanda CD4). Disebabkan oleh Human Immunodeficiency Virus (HIV).  Suatu virus dari golongan retrovirus.  Penurunan daya imunitas .

.

 Hubungan seksual  Kontak langsung dengan darah /produk darah / jarum suntik  Secara Vertikal .

Stadium I: HIV  Lamanya 1 – 3 bulan  Masa perkembangan virus dalam tubuh Stadium II:  Asimtomatik / tanpa gejala  lamanya 5 .10 tahun  Cairan tubuh infeksius Stadium III:  Terjadi pembesaran limfe seluruhnya berlangsung > 1 bulan Stadium IV: AIDS  Mulai muncul berbagai macam penyakit .

.

.

.

.

.

. dll. Stadium IV: sarcoma kaposi.Stadium I: seroconversi Stadium II: lemah. toxoplasma. BB menurun. demam. herpes kronik. candidiasis esofagus. TB pulmonal. penyakit kulit Stadium III: candidiasis. lymphoma nonHodgkin’s. keringat malam.

Candidiasis. Cryptosporidiosis. Toxoplasmosis. . Salmonellosis. Lymphomas. Cytomegalovirus (CMV). Infections     common to HIV/AIDS:    Tuberculosis (TB).  Cancers   common to HIV/AIDS Kaposi's sarcoma. Cryptococcal meningitis.

.

.

NRTIs interrupt the HIV replication cycle via competitive inhibition of HIV reverse transcriptase . and the combination drugs emtricitabine and tenofovir (Truvada).  Ex: efavirenz (Sustiva).  . etravirine (Intelence) and nevirapine (Viramune).  ex: Abacavir (Ziagen).  Nucleoside reverse transcriptase inhibitors (NRTIs). NNRTIs disable a protein needed by HIV to make copies of itself. and lamivudine and zidovudine (Combivir).ART: Non-nucleoside reverse transcriptase inhibitors (NNRTIs).

 Integrase inhibitors.  . ex: atazanavir (Reyataz). another protein that HIV needs to make copies of itself. PIs disable protease. a protein that HIV uses to insert its genetic material into CD4 cells. fosamprenavir (Lexiva) and ritonavir (Norvir). Raltegravir (Isentress) works by disabling integrase. Ex: enfuvirtide (Fuzeon) and maraviroc (Selzentry). darunavir (Prezista).  Entry or fusion inhibitors.Protease inhibitors (PIs). These drugs block HIV's entry into CD4 cells.

. usually from underlying tuberculous lymphadenitis. also known as "Tuberculosis cutis colliquativa”  is a skin condition caused by tuberculous involvement of the skin by direct extension.

tuberculosis  In humans 95% of tuberculosis is caused by hominis variety. rarely by bovis.  The bacillus is acid-fast. . It is caused by M.

 SFD presents with firm. painless subcutaneous nodules  Gradually enlarge and suppurate then form ulcers and sinus tracts  Ulcers have undermined edges and a floor of granulation tissue  TB bacilli are found in lower dermis and walls of ulcer abscess  Spontaneous healing can occur. which takes many years with formation of hypertrophic scars .

.

 Infection in humans occurs mainly by inhalation. less often by ingestion or inoculation .

 The absolute criteria for diagnosis: acid-fast bacilli on Ziehl-Neelsen’s staining. recovery of M. tuberculosis in 3-4 weeks. .

Rifampisin 10mg/kg max 600 mg/hr .Terapi skrufuloderma: Terdiri dr 2 tahap: Tahap 1 (2 bulan): .Isoniazid 5mg/kg max 300 mg/hr .Pirazinamid 15-30mg/kg max 2g/hr Tahap 2 (4-10 bulan): .Pirazinamid  stop .

25 th. tidak nyeri. keras pada perabaan dan sebagian ada yang lunak. . Lalu benjolan pecah dan membentuk suatu borok dan mengeluarkan cairan berwarna kuning. Pasien juga mengeluh diare menahun yg tdk sembuh. berat badan semakin menurun (6kg/bln). dan terdapat bercak2 putih disekitar mulut. makin lama makin besar. Seorang laki laki. keluhan utama luka pada leher kiri dn kanan sejak 10 bulan yang lalu.

Menggunakan jarum suntik secara bersama. Dahulu Demam lama. Pengobatan Menjalani pengobatan selama 6 bulan. nyeri tulang.RP. diare. Riwayat penyakit TB paru. Keluarga Disangkal R. RP. berhubungan sex dgn pasangan tanpa pelindung. tetapi pasien hanya minum bbrp mgg saja dan tdk teratur . penurunan berat badan.

 Status    generalis Keadaan umum: lemah Kesadaran: CM VS    TD 120/70 mmHg RR: 24x/mnt T: 37   TB 170 cm BB: 40 kg .

oral: candidiasi R. Colli: ulkus berbentuk bulat lonjong. terdapat juga nodul di leher. dengan tepi meninggi dan menggaung. dasar lesi berupa jaringan granulasi. nyeri(-). . pus+. berbentuk seperti telur. Status   Lokalis R. mobile.

 Hb: 15.5 x 103/uL  Trombosit: 284 x 103  CD4 absolut: 25/μL  Konsul VCT: reaktif .6  Eritrosit: 4.61 x 106/mm3  Leukosit: 4.

.Diagnosa: Skrofuloderma dan TB paru dan Infeksi HIV.

pirazinamid.Fase lanjutan (4 bulan): rifampisin dan isoniazid  Flukonazol  Cefotaxim  Paracetamol  Terapi ART belum dberikan . isoniazid.Fase awal (8 mgg): rifampisin. MRS  OAT : . erambutol .

 Terima kasih ….. .