You are on page 1of 22

BAB I PENDAHULUAN Riset operasi merupakan ilmu yang mempelajari operasi dari suatu sistem dengan tujuan untuk

dapat mengendalikan, meramalkan hasil, dan menilai hasil dari suatu operasi. Pengambilan keputusan yang melibatkan operasi dari suatu sistem organisasi memerlukan pendekatan-pendekatan yang menggunakan pendekatan operasional.(Rangkuti, 2002) Pendekatan khusus ini bertujuan membentuk suatu model ilmiah dari sistem menggabungkan ukuran-ukuran faktor-faktor seperti kesempatan dan risiko, untuk meramalkan dan membandingkan hasil-hasil dari beberapa keputusan, strategi atau pengawasan. Tujuannya adalah membantu pengambil keputusan menentukan kebijasanaan dan tindakannya secara ilmiah ( Operational Research Society of Great Britain) Metode ini didasarkan pada teori aplikatif yang terkait dengan metode matematis, memberi gambaran pemodelan matematis, karakteristik persoalan linear, pemecahan masalah program liniear secara grafis, serta masalah transportasi (metode sudut barat laut), metode stepping stone, metode pestubasi, metode least cost, metode danzing, dan metode vogel). Secara sepintas dijelaskan bahawa kompleksitas suatu sistem nyata muncul sebagai akibat banyaknya elemen atau variabel yang mempengaruhi atau menegndalikannya, sehingga metode yang dapat digunakan untuk memecahkan persoalan yang muncul pada suatu organisasi bertujuan untuk memperoleh solusi yang optimal dengan mempertimbangkan berbagai kendala yang ada.(Rangkuti, 2002) Metode transportasi merupakan yang digunakan untuk mengatur distribusi dari sumber-sumber yang menyediakan produk, ke tempat yang membutuhkan secara optimal. Alokasi produk ini harus diatur sedemikian rupa, karena terdapat perbedaan biaya-biaya alokasi dari satu sumber ke suatu tempat tujuan yang berbeda-beda, dan dari beberapa sumber ke suatu tempat tujuan juga yang berbeda-beda.(Subagyo, 1983)

1

Di samping itu, metode transportasi juga dapat digunakan untuk memecahkan masalah-masalah dunia usaha (bisnis) lainnya, seperti masalahmasalah yang meliputi pengiklanan, pembelanjaan modal (capital financing) dan alokasi dana untuk investasi, analisis lokasi, keseimbangan lini perakitan dan perencanaan serta scheduling produksi. Ada beberapa macam metode transportasi, yang semuanya terarah pada penyelesaian optimal dari masalah-masalah transportasi yang terjadi. (Subagyo, 1983) Salah satu metode transportasi yaitu Metode Batu Loncatan (Stepping Stone) yang digunakan untuk menghasilkan pemecahan layak bagi masalah transportasi dengan biaya-biaya operasi (biaya pabrik dan biaya transportasi) sehingga mendapatkan biaya pengiriman relatif

2

BAB II DASAR TEORI LangkahPenyelesaian  Pemecahan fisibel yang pertama dengan menggunakan Metode Sudut Barat Laut  Kotak yang terisi kita sebut kotak basis, nilainya kita beri tanda kurung buka dan tutup seperti (xij), i melambangkan baris dan j untuk kolom.  Kotak yang tidak terisi kita sebut kotak bukan basis (nonbasis cell). Semua kotak memuat biaya angkut per unit barang sebesar cij dimana 1 unit barang diangkut dari tempat asal A ke tempat tujuan T.  S. = Suplai atau persediaan barang di A. d = Permintaan barang dari T Z = ΣCijXij = jumlah biaya angkut yang harus dibuat minimum.  Agar label tidak ruwet, nilai yang menunjukkan biaya angkut tidak dicantumkan dalam tabel.  Dibuat loop tertutup bagi setiap variabel non basis dimana loop tersebut berawal dan berakhir pada variabel non basis, dan setiap titik sudut loop tersebut harus merupakan titik-titik yang ditempati oleh variabel-variabel basis dalam tabel transportasi.  Dihitung Zij-Cij = jumlah Cij pada loop dengan koefisien (+) dan (-) secara bergantian  Menentukan variabel yang masuk menjadi basis (entering variable) dengan cara memilih nilai Zij-Cij yang terbesar atau Max{ ZijCij}.  Menentukan variabel yang keluar dari basis, caranya : a. Dibuat loop yang memuat Zij-Cij yang terbesar b. Diadakan pengamatan para Cij dalam loop yang mempunyai koefisien (+).

3

c. Variabel Xij yang keluar basis bila dan hanya bila Xij minimum dari jalur loop  Menentukan harga variabel basis (yang berada di dalam loop yang baru) di mana nilai untuk variabel yang baru masuk basis diambil dari nilai variabel minimum dalam loop  Sedangkan untuk variabel-variabel basis yang lain yang juga berada dalam loop. Xaijbaru) = Xij lama - Xminimum Xij(baru) = Xij lama + Xminimum  Untuk variabel-variabel basis yang lain di luar loop harganya tetap. Hitung kembali nilai Zij-Cij untuk variable non basis  Diperoleh tabel optimal jika semua Zij – Cij ≤ 0  Jika masih ada nilai Zij-Cij > 0, maka dapat ditentukan kembali Entering Variable dan Leaving (variabel yang masuk dan yang keluar)

4

BAB III PEMBAHASAN

METODE BATU LONCATAN SOAL 1 Semen diangkut dari 3 pabrik yang berlokasi di A1,A2 dan A3 ke 4 lokasi proyek yang memang membutuhkan semen. Pabrik 1, 2, dan 3 masing-masing menghasilkan semen sebanyak 6 ribu ton, 8 ribu ton, dan 10 ribu ton. Lokasi proyek 1, 2, 3 dan 4 masing-masing minta semen sebanyak 4 ribu ton, 6 ribu ton, 8 ribu ton, dan 6 ribu ton. Biaya angkut ( cost) dalam ratusan ribu rupiah dapat dilihat dalam tabel berikut: Tabel 1 Cost Table T

A
A1 A2 A3 D

T1 1 4 0 4

T2 2 3 2 6

T3 3 2 2 8

T4 4 0 1 6

S 6 8 10 24

LANGKAH PENYELESAIAN

5

Pemecahan fisibel yang pertama dengan menggunakan Metode Sudut Barat Laut, hasilnya adalah sebagai berikut : Tabel 2 T

A
A1 A2 A3 D

T1 (4)

T2 (2) (4)

T3

T4

S 6

(4) (4) (6) 6

8 10 24

4

6

8

Permintaan T1 sebesar 4 unit, dipenuhi oleh A1 yang tersedia 6 unit, jadi masih sisa 2 unit. T1, sudah terpenuhi x11 = (4). Permintaan T2 sebesar 6 unit, dipenuhi sisa dari A1 sebesar 2 unit x12 = (2). Suplai A1 sudah habis. Permintaan T2, masih kurang 4 diambil dari A2, yang tersedia 8 unit. Jadi x22 = (4). T2, sudah dipenuhi. Permintaan T3 sebesar 8 unit, dipenuhi oleh sisa dari A2 sebanyak 4 unit, x23 = (4). Persediaan di A2 sudah habis. Permintaan di T3 masih kurang 4 unit, dipenuhi dari A3 yang 1. tersedia 10 unit, jadi x33 = (4). T3 sudah dipenuhi. 2. Di A3 masih ada sisa sebanyak 6 unit dan ini untuk memenuhi T4, jadi x34 = 6. Pemecahan 3. fisibel yang pertama sudah diperoleh dengan nilai x11, = 4, x12 = 2, x22 = 4, x23 = 4, x33 = 4 4. dan x34 = 6. Kita dapat melihat bahwa terdapat kotak yang bertanda () sebanyak m+n-l = 3+4-1 = 6 kotak

6

Sehingga jumlah biaya transportasi yang akan dikeluarkan adalah :
Z = c11 x11 + c12 x12 + c 22 x 22 + c 23 x 23 + c33 x33 + c34 x34 =1( 4) + 2( 2) + 3( 4) + 2( 4) + 2(4) +1(6) = 4 + 4 +12 + 8 + 8 + 6 = 42

Apakah Z1 sudah minimum? Untuk menjawab ini harus kita hitung semua nilai Zij-Cij sebagai uji optimalitas untuk cell atau kotak bukan basis, kalau ternyata semua nilai Zij – Cij ≤ 0, maka pemecahan sudah minimum, kalau tidak maka pemecahan dilanjutkan sampai semua Zij - Cij ≤ 0. Nilai Zij - Cij merupakan besarnya penurunan biaya angkut yang terjadi kalau ada 1 unit barang diangkut dari Ai ke Tj disebut indeks perbaikan (improvement index). Cara menghitung Zij - Cij kita harus membuat jalur atau lintasan tertutup (closed loop) mulai dari kotak nonbasis yang akan dihitung nilai (zij cij)-nya. Penarikan garis lurus bisa menurut baris (horizontal) atau menurut kolom (vertikal). Menurut baris, bisa bergerak ke kiri atau ke kanan, sedangkan kalau menurut kolom bisa bergerak ke atas atau ke bawah. Di dalam proses penarikan garis lurus dilakukan penjumlahan (+) dan pengurangan (-) biaya dari cell yang dilalui garis lurus, dimulai dengan (+) diakhiri dengan (-) lihat contoh Z31-C31. Dari suatu kotak nonbasis (i, j) ditarik garis lurus ke kotak basis yang terdekat (dari baris atau kolom yang sama), dengan syarat bahwa kotak yang dihubungi mempunyai pasangan (partner) di kolom (baris) yang sama, kalau tidak harus dilewati atau diloncati, maksudnya agar garis bisa terus disambung, kemudian dapat kembali ke tempat asal atau semula dengan meninggalkan cell basis terdekat. Misalnya akan dihitung Z31-C31, lihat Tabel 3

7

Dari kotak (3,1), kita menuju ke kotak (3,3), terus ke kotak (2,3), dalam kolom yang sama, kemudian menuju ke kotak (2,2) dari baris yang sama, terus menghubungi kotak (1,2), dalam kolom yang sama, melanjutkan ke kotak (1,1) dan akhirnya kembali ke tempat asal yaitu kotak (3,1). z31-c31 =c33 - c23 + c22 –c12 + c11 - c31, dimulai dengan tanda (+) kemudian (-) dan seterusnya berganti-ganti dari (+) ke (-). Kemudian kita masukkan nilainya. z31-c31 = 2 - 2 + 3 - 2 + 1 - 0 = 2. Nilai ini kita masukan ke kotak (3,1) lihat tanda bintang(*) pada Tabel 3. Kalau tadi bergerak ke kanan dalam baris yang sama, kita juga bisa bergerak ke atas dalam kolom yang sama dan hasilnya akan sama. z31-c31 =c11 – c12 + c22 – c23 + c33 -c31 = 1 - 2 + 3 - 2 + 2 – 0 = 2 Dengan jalan yang sama, semua nilai zij - cij. kita hitung, kemudian nilainya kita masukkan dalam tabel. ( lihat tabel 3)
z 32 − c 32 = c 33 − c 23 + c 22 − c 32 z 21 − c 21 z 24 − c 24 = 2 −3 +3 − 2 =1 = c 22 − c12 + c11 − c 21 = 3 − 2 +1 − 4 = −2 = c 23 − c 33 + c 34 − c 24

= 2 − 2 +1 − 0 = 1 z13 − c13 = c12 − c 22 + c 23 − c13 z14 − c14 = 2 − 3 + 2 − 3 = −2 = c12 − c 22 + c 23 − c 33 + c 34 − c14 = 2 − 3 + 2 − 2 +1 − 4 = −4

8

Tabel 3 T

A
A1 A2 A3 D

T1 (4) -2 2* 4

T2 (2) (4) 1 6

T3 -2 (4) (4) 8

T4 -4 1 (6) 6

S 6 8 10

24

Ternyata tidak semua nilai zij - cij ≤ 0, masih ada yang positif dan lebih besar dari nol, jadi pemecahan belum optimum. Nilai z1 belum minimum masih bisa diperkecil lagi. Untuk itu kita harus memilih kotak yang harus masuk basis sehingga terisi (memuat nilai). Kriterianya sebagai berikut:  Kotak dengan nilai zij - cij. positif terbesar harus masuk basis.  Kalau ada lebih dari satu kotak pilih saja salah satu, sembarangan.  Dalam soal ini, kotak (3,1) harus masuk basis sebab z 31 - c31 terbesar dan positif. Selain itu, terdapat kotak yang harus keluar atau meninggalkan basis. Cara menentukan kotak yang harus keluar basis, yaitu :  Tulis kembali cara memperoleh nilai z31 – c31 = c33-c23 + c22 – c12 + c11-c31  Perhatikan biaya dengan tanda plus (+), yaitu c 33, c22, c11, dengan variabel x33, x22 , x11. Dari variabel variabel ini kita cari yang nilainya terkecil. Kotak dengan nilai variabel terkecil ini yang harus keluar dari basis. Min (x33, x22 , x11) = min (4, 4, 4). Karena semua nilainya sama, kita pilih salah satu, misalnya x11 = 4 = minimum. Kotak yang masuk basis ialah kotak (3,

9

1), dengan variabel x31. Nilai variabel ini sama dengan nilai minimum yang baru saja kita pilih, dalam hal ini, x3l = x11 = 4, di mana x3l = nilai x31 yang baru untuk diisikan dalam kotak tabel berikutnya.  Nilai variabel dari cell lainnya yang terlibat dalam pembentukan jalur/lintas (loop) diperoleh dengan aturan berikut:
1.

Jika tanda biaya +, nilai variabel baru = nilai variabel lama - nilai minimum. Jika tanda biaya -, nilai variabel baru = nilai variabel lama + nilai

2. Jadi,

minimum.

x ' 33 = x33 − nilai min imum = 4 − 4 = 0 x ' 23 = x 23 + nilai min imum = 4 + 4 = 8 x ' 22 = x 22 − nilai min imum = 4 − 4 = 0 x '12 = x12 + nilai min imum = 2 + 4 = 6 x '11 = x11 − nilai min imum = 4 − 4 = 0, keluar basis tidak perlu ditulis
 Nilai variabel dalam kotak basis di luar lintasan atau yang tidak terlibat dalam pembentukan lintasan tidak mengalami perubahan misalnya x’34 = x34 = 6 . Tabel 4 T

A
A1 A2 A3 D Catatan:

T1

T2 (6) (0)

T3

T4

S 6

(8) (0) (6) 6

8 10 24

(4) 4 6

8

Angka nol untuk nilai variabel dalam kotak basis harus ditulis.

10

Selanjutnya adalah mengevaluasi variabel non basis dengan menghitung nilai zij-cij :
z11 − c11 = c31 − c33 + c 23 − c 22 + c12 − c11 = 0 − 2 + 2 − 3 + 2 −1 = −2 z13 − c13 = c12 − c 22 + c 23 − c13 = 2 − 3 + 2 − 3 = −2 z14 − c14 = c12 − c 22 + c 23 − c33 + c34 − c14 = 2 − 3 + 2 − 2 +1 − 4 = −4 z 21 − c 21 = c31 − c33 + c 23 − c 21 ( kotak 2,2 diloncati , langsung ke kotak 2,1 z 24 = 0 − 2 + 2 − 4 = −4 − c 214 = c 23 − c 33 + c 34 − c 24

= 2 − 2 +1 − 0 =1 z 32 − c32 = c 33 − c 23 + c 22 − c32 = 2 − 2 + 3 − 2 =1

Selanjutnya, nilai tersebut dimasukkan ke dalam tabel (lihat tabel 5) Tabel 5 T

A
A1 A2 A3 D Catatan:

T1 -2 -4 (4) 4

T2 (6) (0) 1 6

T3 -2 (8) (0) 8

T4 -4 *1 (6) 6

S 6 8 10 24

Angka nol untuk nilai variabel dalam kotak basis harus ditulis. Dari tabel tersebut di atas, masih ada 2 kotak yang nilainya positif, yaitu kotak (3,2) dan (2,4) di mana z 32 – c32 = z24 - c24 = 1. Maka, kita kembali memilih salah satu kotak yang harus masuk basis. Kita pilih kotak (2,4) yang harus masuk

11

basis. Perhatikan bahwa jalur z 24 − c 24 = c 23 − c33 + c34 − c24 dan variabel dari cij positif yang minimum ditetapkan sebagai kotak yang harus keluar basis. Min (x.23, x34) = min (8, 6) = 6. Sehingga ditetapkan bahwa kotak (3,4) yang memberikan nilai minimum dan harus keluar basis kemudian nilainya diisi pada kotak yang masuk menjadi basis yaitu kotak (2,4)=6 Selanjutnya untuk variabel lainnya x’24 = x34 = 6; x’23 = x23 – nilai minimum = 8 - 6 = 2 x’33 = x33 + nilai minimum = 0 + 6 = 6 . Nilai dari kotak lainnya yang tidak terlibat dalam pembentukan jalur, tetap.(lihat tabel 6) Tabel 6 T

A
A1 A2 A3 D

T1

T2 (6) (0)

T3

T4

S 6

(8) (0)

*(6)

8 10

(4) 4 6

8

6

24

Dengan cara yang sama, kita kembali mengevaluasi variabel non basis dengan menghitung zij-cij dan untuk selanjutnya dimasukkan ke dalam tabel (lihat tabel 7)
z11 − c11 = c31 − c 33 + c 23 − c 22 + c12 − c11 z13 − c13 z14 − c14 z 21 = 0 − 2 + 2 − 3 + 2 −1 = −2 = c12 − c 22 + c 23 − c13 = 2 − 3 + 2 − 3 = −2 = c12 − c 22 + c34 − c14

= 2 − 3 + 0 − 4 = −5 − c 21 = c31 − c33 + c 23 − c 21 = 0 − 2 + 2 − 4 = −4

12

z 32 − c32 = c33 − c 23 + c 22 − c32 z 34 = 2 − 2 + 3 − 2 =1 − c34 = c 24 − c 23 + c33 − c34 = 0 − 2 + 2 −1 = −1

Tabel 7 T

A
A1 A2 A3 D

T1 -2 -4 (4) 4

T2 (6) (0) *1 6

T3 -2 (8) (6) 8

T4 -5 (6) -1 6

S 6 8 10 24

Ternyata masih ada satu kotak dengan nilai zij-cij positif, yaitu kotak (3,2), z32 – c32 = 1. Kotak ini harus masuk basis. Perhatikan bahwa pada jalur
z 32 − c32 = c33 − c 23 + c 22 − c32 . Variabel xij positif dari cij diambil yang paling

minimum untuk basis yang keluar. Min (x33, x22) = min (6,0) = 0, berarti kotak (2,2) harus keluar basis dan yang harus masuk adalah kotak (3,2) = 0 (diambil dari nilai variabel minimum). Variabel yang lainnya adalah x’32= x22 = 0 x’33=x33- nilai minimum = x33 =6 x’23= x23+nilai minimum =2 Tabel 8 T

A
A1 A2 A3 D

T1

T2 (6)

T3

T4

S 6

(2) (4) 4 (0) 6 (6) 8

(6) 6

8 10 24

13

z11 − c11 = c31 − c32 + c12 − c11 = 0 − 2 + 2 − 1 = −1 z13 − c13 = c12 − c32 + c33 − c13 = 2 − 2 + 2 − 3 = −1 z14 − c14 = c12 − c32 + c33 − c 23 + c 24 − c14 = 2 − 2 + 2 − 2 + 0 − 4 = −4 z 21 − c 21 = c31 − c33 + c 23 − c 21 = 0 − 2 + 2 − 4 = −4 z 22 − c 22 = c32 − c33 + c 23 − c 22 = 2 − 2 + 2 − 3 = −1 z 34 − c34 = c 24 − c 23 + c33 − c34 = 0 − 2 + 2 − 1 = −1

Nilai tersebut diatas dimasukkan ke dalam tabel 9 Tabel 9 T

A
A1 A2 A3 D

T1 -1 -4 (4) 4

T2 (6) -1 (0) 6

T3 -1 (2) (6) 8

T4 -4 (6) -1 6

S 6 8 10 24

Karena semua nilai zij - cij < 0, maka pemecahan sudah optimum berarti jumlah biaya angkutan sudah minimum
Z min = z 4 = c12 x12 + c 23 x 23 + c 24 x 24 + c31 x31 + c32 x32 + c33 x33 = 2(6) + 2(2) + 0(6) + 0(4) + 2(0) + 2(6) = 12 + 4 + 0 + 0 + 0 +12 = 28

Jumlah biaya angkutan (transport) yang minimum Rp 28 ratusan ribu rupiah (= Rp 2.800.000). Suplai A1 sebanyak 6 ribu ton untuk memenuhi T2, suplai A2 sebanyak 8 ribu ton untuk memenuhi T2, sebanyak 2 ribu ton dan T4 sebanyak 6 ribu ton, suplai A3 sebanyak 10 ton, untuk memenuhi T1 sebanyak 4 ribu ton, T3 sebanyak 6 ribu ton. Nilai nol pada kotak (3,2) hanya mempunyai nilai matematis teoretis akan tetapi tidak mempunyai arti secara praktis. Pemecahan ini memerlukan 3 tabel, berarti ada 4 alternatif pemecahan, akan tetapi hanya tabel yang ke-4 merupakan pemecahan optimum. Kalau kita perhatikan setiap tabel memberikan nilai z = fungsi objektif yang semakin menurun sehingga tercapai nilai z yang minimum

14

Tabel 2
Z 1 = c11 x11 + c12 x12 + c 22 x 22 + c 23 x 23 + c33 x33 + c34 x34 = 1( 4) + 2( 2) + 3( 4) + 2(4) + 2( 4) +1(6) = 4 + 4 +12 + 8 + 8 + 6 = 42 (alternatif 1)

Tabel 5
Z 2 = c12 x12 + c 22 x 22 + c 23 x 23 + c 33 x 33 + c 34 x34 = 2(6) + 3(0) + 2(8) + 0(4) + 2(0) +1(6) = 12 + 0 +16 + 0 + 0 + 6 = 34 (alternatif 2)

Tabel 7
z 3 = c12 x12 + c 23 x 23 + c 24 x 24 + c 31 x 31 + c 22 x 22 + c 33 x 33 = 2(6) + 2(8) + 0(6) + 0( 4) + 2(0) + 0(0) = 12 +16 + 0 + 0 + 0 + 0 = 28

Tabel 9
z 3 = c12 x12 + c 23 x 23 + c 24 x 24 + c31 x31 + c32 x32 + c33 x33 = 2(6) + 2(2) + 0(6) + 0( 4) + 2(0) + 2(6) =12 + 4 + 0 + 0 + 0 +12 = 28

Secara keseluruhan z1 ≥z2 ≥ z3 ≥ z4 apabila ada k tabel, maka hasilnya akan seperti berikut: z1 ≥ z2 ≥ z3 … zk, yang terakhir zk = z min, nilainya terkecil (minimum).

Soal 2 (Sumber : Robert J. Thierauf, An Intoductory Approach to Operation Research. New York.Halaman 244 no 1)

15

The Aome Corporation mempunyai tiga pabrik yaitu di Orlando (O), Riedville (R) dan New Orleand (N). Barang produksi akan didistribusikan ke 4 gudang yaitu di Houston (H), Seattle (S), San Fransisco (F) dan Denver (D). Kapasitas produksi pabrik O, R dan N masing-masing adalah 2000,1700 dan 1400 unit . Sedangkan keperluan di H, S, D, dan F masing-masing adalah 1000, 800, 2100 dan 1200 unit. Ongkos angkut per unit produk adalah (dalam mata uang dollar) Cost Table Tujuan Houston (H) 4 3 4 1000 Seattle (S) 8 8 9 800 San Fransisco(F) 7 8 7 2100 Denver (D) 5 4 4 1200

Pabrik
Orlando (O) New Orleans(N) Reidsville(R) D Langkah Penyeleasaian

S 2000 1700 1400 5100

Pemecahan fisibel yang pertama dengan menggunakan Metode Sudut Barat Laut, hasilnya adalah sebagai berikut :

Tabel 1 Tujuan Houston (H) Seattle (S) San Fransisco(F) Denver (D) S

16

Pabrik
Orlando (O) New Orleans(N) Reidsville(R) D 1000 800 (1000) (800) (200) (1700) (200) 2100 (1200) 1200 2000 1700 1400 5100

Permintaan di H dipenuhi oleh O sebanyak 1000 unit di x 11 . Jadi masih terdapat 1000 unit yang bersisa di O. Permintaan sebesar 800 unit di S dipenuhi dari sisa di O.(x12=800) Sisanya lagi diisi di x 13=200. Sehingga masih terdapat 1900 unit yang dibutuhkan di F. Selanjutnya suplai di N dihabiskan di x 23=1700. Permintaan di F dipenuhi diambil 200 dari suplai R. x 33=200. Permintaan F terpenuhi. Terakhir adalah memenuhi permintaan di D sebesar 1200 unit di x34. (x34=1200 unit) Jadi, biaya transportasi yang dikeluarkan adalah Z=c11x11 + c12x12 + c13x13 + c23x23+ c33x33 + c34x34 = 4 (1000) + 8(800) + 7(200) + 8(1700) +7(200 + 4(1200) = 4000 + 6400 + 1400 +13600 + 1400 + 4800. (dalam dollar) = 31.600 Kemudian, kita hitung semua nilai Zij-Cij sebagai uji optimalitas untuk cell atau kotak bukan basis.
z14 − c14 = c 34 − c 33 + c13 − c14 = 4 − 7 + 7 − 5 = −1 z 21 − c 21 = c 23 − c13 + c11 − c 21 = 8 − 7 + 4 − 3 = 2 z 22 − c 22 = c 23 − c13 + c12 − c 22 = 8 − 7 + 8 − 8 = 1 z 24 − c 24 = c 34 − c 33 + c 23 − c 24 = 4 − 7 + 8 − 4 = 1 z 31 − c 31 = c 33 − c13 + c11 − c 31 = 7 − 7 + 4 − 4 = 0 z 32 − c 32 = c 33 − c13 + c12 − c 32 = 7 − 7 + 8 − 9 = −1

Ternyata tidak semua nilai zij - cij ≤ 0, masih ada yang positif dan lebih besar dari nol, jadi pemecahan belum optimum. Nilai z1 belum minimum masih bisa diperkecil lagi

17

Maka, kita harus memilih salah satu kotak yang harus masuk basis. Kita pilih nilai positif terbesar, yaitu kotak (2,1) yang harus masuk basis. Perhatikan bahwa jalur z 21 = c23 − c13 + c11 − c21 dan variabel dari cij positif yang minimum ditetapkan sebagai kotak yang harus keluar basis. Sehingga Min (x.23, x11) = min (1700,1000) = 1000, kotak (1,1) yang memberikan nilai minimum dan harus keluar basis kemudian nilainya diisi pada kotak yang masuk menjadi basis sehingga kotak (2,1)=1000 Variabel yang terlibat dalam jalur z21 yaitu x11=keluar basis x21=1000 x13=variabellama + nilaiminimum=200+1000=1200 x23=variabel lama-nilai minimum=1700-1000=700 Tabel 2 Tujuan Houston (H) Seattle (S) (800) (1000) San Fransisco(F) (1200) (700) (200) 1000 800 2100 (1200) 1200 Denver (D)

Nilai-nilainya dimasukkan ke dalam tabel 2

Pabrik
Orlando (O) New Orleans(N) Reidsville(R) D

S 2000 1700 1400 5100

Jadi, biaya yang dikeluarkan yaitu Z2=c12x12 + c13x13 + c21x21 + c23x23 +c33x33+c34x34 =(800)8+(1200)7+(1000)3+(700)8+(200)7+(1200)4=29600 Kemudian, kita hitung semua nilai Zij-Cij sebagai uji optimalitas untuk cell atau kotak bukan basis.

18

z11 − c11 = c 21 − c 23 + c13 − c11 = 3 − 8 + 7 − 4 = −2 z14 − c14 = c 34 − c 33 + c13 − c14 = 4 − 7 + 7 − 5 = −1 z 22 − c 22 = c 23 − c13 + c12 − c 22 = 8 − 7 + 8 − 8 = 1 z 24 − c 24 = c 34 − c 33 + c 23 − c 24 = 4 − 7 + 8 − 4 = 1 z 31 − c 31 = c 33 − c 23 + c 31 − c14 = 7 − 8 + 3 − 4 = −2 z 32 − c 32 = c 33 − c13 + c12 − c 32 = 7 − 7 + 8 − 9 = −1

Ternyata tidak semua nilai zij - cij ≤ 0, masih ada yang positif dan lebih besar dari nol, yaitu z22-c22 dan z24-c24, jadi pemecahan belum optimum. Nilai z belum minimum masih bisa diperkecil lagi. Maka, kita harus memilih salah satu kotak yang harus masuk basis. Kita pilih nilai positif terbesar. Karena ada dua zij-cij yang bernilai positif z22-c22dan z24c24, maka kita memilih salah satunya saja dan yang kita pilih yaitu kotak (2,4) yang harus masuk basis. Perhatikan bahwa jalur
z 24 = c34 − c33 + c23 − c24 dan

variabel dari cij positif yang minimum ditetapkan sebagai kotak yang harus keluar basis. Sehingga Min (x.34, x23) = min (1200,700) = 700, kotak (2,3) yang memberikan nilai minimum dan harus keluar basis kemudian nilainya diisi pada kotak yang masuk menjadi basis sehingga kotak (2,4)=700 Variabel yang terlibat dalam jalur z24 yaitu x23=keluar basis x24=700 x33=variabel lama + nilai minimum=200+700=900 x34=variabel lama-nilai minimum=1200-700=500 Tabel 3 Tujuan Houston (H) Seattle (S) (800) (1000) (900) 1000 800 2100 San Fransisco(F) (1200) (700) (500) 1200 Denver (D)

Nilai-nilainya dimasukkan ke dalam tabel 3

Pabrik
Orlando (O) New Orleans(N) Reidsville(R) D

S 2000 1700 1400 5100

19

Kemudian, kita hitung semua nilai Zij-Cij sebagai uji optimalitas untuk cell atau kotak bukan basis.
z11 − c11 = c13 − c33 + c34 − c 24 + c 21 − c11 = 7 − 7 + 4 − 4 + 3 − 4 = −1 z14 − c14 = c34 − c 33 + c13 − c14 = 4 − 7 + 7 − 5 = −1 z 22 − c 22 = c12 − c13 + c 33 − c 34 + c 24 − c 22 = 8 − 7 + 7 − 4 + 4 − 8 = 0 z 31 − c 31 = c34 − c 24 + c 21 − c 31 = 4 − 4 + 3 − 4 = −1 z 23 − c 23 = c33 − c34 + c 24 − c 23 = 7 − 4 + 4 − 8 = −1 z 32 − c 32 = c33 − c13 + c12 − c 32 = 7 − 7 + 8 − 9 = −1

Ternyata dari hasil uji zij-cij semuanya lebih kecil atau sama dengan nol. Sehingga dapat dikatakan bahwa biaya yang dikeluarkan telah minimum. Jadi, biaya yang dikeluarkan adalah
z = 8(800) + 7(1200) + 3(1000) + 4(700) + 7(900) + 4(500) = = 6400 + 8400 + 3000 + 2800 + 6300 + 2000 = 28900

Bila dibandingkan dengan metode yang digunakan sebelumnya (metode barat laut) maka dapat dilihat bahwa biaya yang dikeluarkan metode stepping stone jauh lebih minimum

20

BAB IV KESIMPULAN Dari contoh problem yang telah diselesaikan dengan Metode Batu Loncatan, dapat disimpulkan : 1. Metode Batu Loncatan merupakan salah satu metode yang digunakan untuk memperoleh nilai transportasi terkecil atau dengan kata lain zij - cij ≤ 0. Apabila belum terdapat nilai zij - cij ≤ 0 maka harus diselesaikan dengan menggunakan arah loop 2. Dibandingkan dengan metode barat laut, metode batu loncatan ( stepping stone) dapat menghasilkan biaya yang lebih minimum dalam pendistribusian barang.

21

DAFTAR PUSTAKA Hamdy A. Taha.1996. Riset Operasi Suatu Pengantar. Edisi Kelima. Jilid I. Binarupa. Jakarta Pangestu, Subagyo.dkk.1983. Dasar-Dasar Operation Research. Edisi 2. BPFEYogyakarta Thierauf, Robert J. An Introductory Approach Wiley and Sons, Inc. New York to Operation Research. John

22