You are on page 1of 551

 

KATA PENGANTAR

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Segala puji bagi Alloh SWT seru sekalian alam, yang senantiasa mencurahkan karuniaNya kepada kita semua, sehingga atas perkenan-Nya penyusunan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Bandung Tahun 2011 dapat terselesaikan, dan disampaikan tepat waktu sebagaimana ketentuan yang telah ditetapkan. Laporan ini merupakan manifestasi pelaksanaan ketentuan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah yang kedua kalinya melalui Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 yang dijabarkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada Pemerintah, Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah, dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada Masyarakat. LKPJ merupakan salah satu bentuk pertanggungjawaban Pemerintah Daerah dalam melaksanaan pembangunan, yang dapat digunakan sebagai sarana sinergitas bagi pihak eksekutif dan legislatif dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah, serta menjadi media evaluasi kinerja pada pelaksanaan program dan kegiatan yang telah dilaksanakan oleh pemerintah daerah selama 1 (satu) tahun. Secara substansi, bahwa pokok-pokok pikiran yang dituangkan dalam LKPJ Walikota Bandung Tahun 2011merupakan hasil evaluasi dan refleksi atas penyelenggaraan pemerintahan Kota Bandung selama 1 (satu) tahun berjalan, dengan tolok ukur kinerja berdasarkan pencapaian target pelaksanaan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Tahun 2011 yang merupakan penjabaran tahunan Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 09 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bandung Tahun 2009-2013. Kami menyadari, bahwa selama penyelenggaraan pemerintahan ini tidak luput dari kekurangan dan kekhilafan, oleh karena itu saran dan kritik yang bersifat membangun senantiasa kami harapkan untuk perbaikan atau penyempurnaan penyelenggaraan pemerintahan ke depan dalam upaya mewujudkan pemerintahan yang bersih, bertanggungjawab serta mampu menjawab tuntutan perubahan secara efektif dan efisien sesuai dengan prinsip tata kelola pemerintahan yang baik.

i

Selanjutnya, pada kesempatan yang baik ini, kami mengucapkan terima kasih kepada yang terhormat pimpinan beserta anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atas segala kerjasama yang telah terbina selama ini dalam rangka kelancaran pelaksanaan tugas pemerintahan di Kota Bandung. Demikian pula, kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh jajaran aparat di lingkungan Pemerintah Kota Bandung dan masyarakat yang telah mendukung pelaksanaan tugas kami selaku Walikota Bandung. Mudah-mudahan segala upaya kita dalam mengemban tugas-tugas pemerintahan daerah selama ini mendapatkan imbalan yang setimpal dari Allah SWT. Amin.

Billahi Taufik Wal Hidayah. Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

Bandung,

Maret 2012

WALIKOTA BANDUNG

DADA ROSADA

ii

DAFTAR ISI
Halaman i iii v viii xii xiv I-1 I-3 I-4 II-1 II-2 II-6 II-7 II-11 III-1 III-4 III-24 III-28 IV-1 IV-2 IV-2 IV-14 IV-31 IV-42 IV-51 IV-56 IV-64 IV-69 IV-74 IV-78 IV-82 IV-84 IV-89 IV-92 IV-96 IV-100 IV-107 IV-110 IV-115

KATA PENGANTAR DAFTAR ISI DAFTAR TABEL DAFTAR GRAFIK DAFTAR GAMBAR DAFTAR LAMPIRAN BAB -1. PENDAHULUAN A. Dasar Hukum B. Gambaran Umum Daerah BAB -2. KEBIJAKAN PEMERINTAH DAERAH A. B. C. D. Visi dan Misi Strategi Daerah Arah Kebijakan Daerah Prioritas Daerah

BAB -3. KEBIJAKAN UMUM DAN PENGELOLAAN KEUANGAN DAERAH A. Pengelolaan Pendapatan Daerah B. Pengelolaan Belanja Daerah C. Rencana dan Realisasi Pembiayaan BAB -4. PENYELENGGARAAN URUSAN PEMERINTAH DAERAH A. Urusan Wajib 1. Pendidikan 2. Kesehatan 3. Linkungan Hidup 4. Pekerjaan Umum 5. Penataan Ruang 6. Perencanaan Pembangunan 7. Perumahan 8. Kepemudaan dan Olahraga 9. Penanaman Modal 10. Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah 11. Kependudukan dan Catatan Sipil 12. Ketenagakerjaan 13. Ketahanan Pangan 14. Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak 15. Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera 16. Perhubungan 17. Komunikasi dan Informatika 18. Pertanahan 19. Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri

iii  

20. Otonomi Daerah, Pemerintahan Umum, Administrasi Keuangan Daerah, Perangkat Daerah, Kepegawaian dan Persandian 21. Pemberdayaan Masyarakat dan Desa 22. Sosial 23. Kebudayaan 24. Kearsiapan 25. Perpustakaan B. Urusan Pilihan yang Dilaksanakan 1. Kelautan dan Perikanan 2. Pertanian 3. Pariwisata 4. Perindustrian 5. Perdagangan 6. Ketransmigrasian C. Pencapaian Kinerja Misi, Agenda Prioritas, dan Reformasi Birokrasi BAB -5. PENYELENGGARAAN TUGAS PEMBANTUAN A. B. C. D. E. F. Dasar Hukum Instansi Pemberi Tugas Pembantuan SKPD Pelaksana Tugas Pembantuan Program dan Kegiatan Tugas Pembantuan Sumber dan Jumlah Anggaran Permasalahan dan Solusi

IV-123 IV-154 IV-158 IV-166 IV-172 IV-175 IV-178 IV-178 IV-180 IV-186 IV-189 IV-193 IV-198 IV-201 V-1 V-2 V-3 V-3 V-3 V-6 V-7 VI-1 VI-2 VI-15 VI-19 VI-20 VI-25 VII-1

BAB -6. PENYELENGGARAAN TUGAS UMUM PEMERINTAHAN A. B. C. D. E. Kerjasama Daerah Koordinasi dengan Instansi Vertikal di Daerah Pembinaan Batas Wilayah Pencegahan dan Penanggulangan Bencana Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban Umum

BAB -7. PENUTUP LAMPIRAN

iv  

DAFTAR TABEL
Halaman Jumlah dan Komposisi Penduduk Kota Bandung Tahun 2010-2011 I-8 PDRB Kota Bandung Tahun 2010-2011 I-11 Potensi Industri Kreatif di 6 Wilayah Pengembangan Kota Bandung I-14 Daftar Cluster Wisata Yang Potensial Berdasarkan Preferensi Pasar Wisatawan Kota Bandung I-15 Indikator Makro Kota Bandung I-17 Tujuan dan Sasaran Pembangunan Kota Bandung Tahun 2009-2013 II-3 Arah Kebijakan dan Program Pembangunan Kota Bandung Tahun 2009-2013 II-7 Indikator Kinerja Agenda Prioritas II-14 Prioritas dan Sasaran Pembangunan Daerah Kota Bandung Tahun 2011 II-18 Komposisi Pendapatan Pemerintah Kota Bandung Tahun Anggaran 2011 (Sebelum dilakukan audit BPK-RI) III-5 Perincian Pendapatan Asli Daerah Kota Bandung Tahun Anggaran 2011 (Sebelum dilakukan audit BPK-RI) III-6 Perincian Pendapatan Pajak Daerah Kota Bandung Tahun Anggaran 2011 (Sebelum dilakukan audit BPK-RI) III-8 Perincian Penerimaan Retribusi Daerah Kota Bandung Tahun Anggaran 2011 (Sebelum dilakukan audit BPK-RI) III-10 Hasil Perusahaan Milik Daerah dan Hasil Pengeloaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Tahun Anggaran 2011 (Sebelum dilakukan audit BPK-RI) III-15 Perincian Pendapatan dari Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah Kota Bandung Tahun Anggaran 2011 (Sebelum dilakukan Audit BPK-RI) III-16 Perincian Dana Perimbangan Kota Bandung Tahun Anggaran 2011 (Sebelum dilakukan audit BPK-RI) III-17 Perincian Penerimaan dari Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak Kota Bandung Tahun Anggaran 2011 (Sebelum dilakukan audit BPK-RI) III-18 Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2011 (Sebelum dilakukan audit BPK-RI) III-20 Perincian Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah Kota Bandung Tahun Anggaran 2011 (Sebelum dilakukan audit BPK-RI) III-20 Perincian Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya Kota Bandung Tahun Anggaran 2011 (Sebelum dilakukan audit BPK-RI) III-22

Tabel I.1 Tabel I.2 Tabel I.3 Tabel I.4 Tabel I.5 Tabel II.1 Tabel II.2 Tabel II.3 Tabel II.4 Tabel III.1

Tabel III.2 Tabel III.3 Tabel III.4

Tabel III.5

Tabel III.6

Tabel III.7 Tabel III.8

Tabel III.9 Tabel III.10

Tabel III.11

v

 

Tabel III.12

Tabel III.13 Tabel III.14

Tabel III.15 Tabel III.16 Tabel III.17

Tabel III.18

Tabel IV.1 Tabel IV.2 Tabel IV.3 Tabel IV.4

Tabel IV.5

Tabel IV.6

Tabel IV.7

Tabel IV.8

Tabel IV.9

Tabel IV.10 Tabel IV.11 Tabel IV.12

Perincian Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus Kota Bandung Tahun Anggaran 2011 (Sebelum dilakukan audit BPK-RI) Komposisi Belanja Pemerintah Kota Bandung Tahun Anggaran 2011 (Sebelum dilakukan audit BPK-RI) Perincian Belanja Tidak Langsung Pemerintah Kota Bandung Tahun Anggaran 2011 (Sebelum dilakukan audit BPK-RI) Perincian Belanja Langsung Pemerintah Kota Bandung Tahun Anggaran 2011 (Sebelum dilakukan audit BPK-RI) Komposisi Pembiayaan Pemerintah Kota Bandung Tahun Anggaran 2011 (Sebelum dilakukan audit BPK-RI) Penerimaan Pembiayaan Daerah Pemerintah Kota Bandung Tahun Anggaran 2011 (Sebelum dilakukan audit BPK-RI) Rincian Pengeluaran Pembiayaan Daerah Pemerintah Kota Bandung Tahun Anggaran 2011 (Sebelum dilakukan audit BPK-RI) Rincian Realisasi Penanaman Pohon Daftar Persetujuan Prinsip Pembangunan Pemanfaatan Ruang Tahun 2011 Rincian Jumlah Hotel, Kamar, Restoran dan Rumah Makan di Kota Bandung Pencapaian Kinerja Misi Mengembangkan Sumber Daya Manusia yang Sehat, Cerdas, Berakhlak, Profesional, dan Berdaya Saing Tahun 2011 Pencapaian Kinerja Misi Mengembangkan Perekonomian Kota yang Berdaya Saing dalam Menunjang Penciptaan Lapangan Kerja dan Pelayanan Publik serta Meningkatkan Peranan Swasta dalam Pembangunan Ekonomi Kota Tahun 2011 Pencapaian Kinerja Misi Meningkatkan Kesejahteraan Sosial dan Mengembangkan Budaya Kota yang Tertib, Aman, Kreatif, Berprestasi dalam Menunjang Kota Jasa Bermartabat Tahun 2011 Pencapaian Kinerja Misi Menata Kota Bandung Menuju Metropolitan Terpadu yang Berwawasan Lingkungan Tahun 2011 Pencapaian Kinerja Misi Meningkatkan Kinerja Pemerintah Kota yang Efektif, Efisien, Akuntabel, dan Transparan dalam Upaya Meningkatkan Kapasitas Pelayanan Kota Metropolitan Tahun 2011 Pencapaian Kinerja Misi Meningkatkan Kapasitas Pengelolaan Keuangan dan Pembiayaan Pembangunan Kota yang Akuntabel dan Transparan dalam Menunjang Sistem Pemerintahan yang Bersih dan Berwibawa Tahun 2011 Pencapaian Kinerja Agenda Prioritas Bandung Cerdas Pencapaian Kinerja Agenda Prioritas Bandung Sehat Pencapaian Kinerja Agenda Prioritas Bandung Makmur

III-23 III-25

III-25 III-28 III-30

III-30

III-31 IV-38 IV-55 IV-188

IV-201

IV-204

IV-207

IV-210

IV-217

IV-223 IV-225 IV-230 IV-234

vi

 

Tabel IV.13 Tabel IV.14 Tabel IV.15 Tabel IV.16 Tabel IV.17 Tabel IV.18 Tabel IV.19 Tabel IV.20 Tabel IV.21 Tabel IV.22 Tabel IV.23

Jumlah Proposal dan Nilai Bantuan Bawaku Makmur Pencapaian Kinerja Bawaku Pangan Tahun 2011 Dibandingkan Tahun 2010 Distribusi Bantuan Perbaikan dan Anggaran Rumah Kumuh Tahun 2011 Pengelompokan Industri Pencapaian Kinerja Agenda Prioritas Bandung Hijau dan Harmonis Rincian Ruang Terbuka Hijau Kota Bandung Tahun 2011 Pencapaian Kinerja Agenda Prioritas Bandung Kota Seni Budaya Pencapaian Kinerja Agenda Prioritas Bandung Berprestasi Pencapaian Kinerja Agenda Prioritas Bandung Agamis Pencapaian Kinerja Agenda Reformasi Birokrasi Tahun 2011 Daftar SKPD di Lingkungan Pemerintah Kota Bandung yang Sudah Menerapkan Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2000/2008 Rekapitulasi Partisipasi Swadaya Murni Masyarakat Tahun 2010 – 2011 Realisasi Program dan Kegiatan Tugas Pembantuan pada Dinas Kesehatan Kota Bandung Tahun 2011 Realisasi Program dan Kegiatan Tugas Pembantuan pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung Tahun 2011 Kegiatan Kerjasama Daerah Kegiatan Kerjasama dengan Negara Lain Kerjasama Luar Negeri (sister City) Kegiatan Rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Tahun 2011 Target dan Realisasi Kegiatan Bidang Hukum Tahun 2011 Kejadian Bencana Banjir Kejadian Bencana Tanah Longsor Kejadian Bencana Putting Beliung Kejadian Bencana Kebakaran dan Taksiran Kerugian Bantuan Terhadap Bencana Kebakaran di Kota Bandung Tahun 2011 Kegiatan Penanggulangan Banjir yang dilakukan oleh Dinas Bina Marga dan Pengairan Program/Kegiatan Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban Umum Tahun 2011

IV-237 IV-238 IV-240 IV-242 IV-245 IV-246 IV-250 IV-253 IV-255 IV-259

IV-261 IV-265 V-4

Tabel IV.24 Tabel V.1 Tabel V.2

Tabel VI.1 Tabel VI.2 Tabel VI.3 Tabel VI.4 Tabel VI.5 Tabel VI.6 Tabel VI.7 Tabel VI.8 Tabel VI.9 Tabel VI.10 Tabel VI.11 Tabel VI.12

V-6 VI-3 VI-11 VI-12 VI-16 VI-18 VI-21 VI-21 VI-22 VI-22 VI-24 VI-24 VI-25

vii

 

DAFTAR GRAFIK
Halaman Perkembangan Tenaga Kerja dan Tingkat Pengangguran Kota Bandung Periode 2010-2011 I-8 Perkembangan Komposisi Penduduk Kota Bandung Berdasarkan Tingkat Pendidikan Periode 2010-201 I-9 Perkembangan Komposisi Penduduk Kota Bandung Berdasarkan Usia dan Jenis Kelamin Periode 2010-2011 I-9 Kontribusi Sektoral PDRB Kota Bandung Periode 20102011 (Harga Berlaku) I-12 Trend Kontribusi Sektor Industri Pengolahan dan Perdagangan, Hotel, dan Restoran Periode 2001-2011 I-13 Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kota Bandung Tahun 2006–2011 dan Perbandingannya dengan Tingkat Nasional (%) I-16 Perkembangan IPM Kota Bandung dan Indeks Parsialnya Periode 2006-2011 I-18 Perbandingan IPM Kota Bandung, Provinsi Jawa Barat dan Tingkat Nasional Periode 2006-2010 I-18 Trend IPM dan Laju Pertumbuhan Ekonomi Kota Bandung Periode 2006-2011 I-19 Perkembangan Pendapatan Per Kapita (Atas Dasar Harga Konstan) Kota Bandung Periode 2006-2011 I-20 Perbandingan Pendapatan Perkapita (PDRB Per Kapita Harga Konstan) Kota Bandung dan Tingkat Nasional Periode 2006-2010 I-20 Inflasi Tahunan Jawa Barat Menurut Kota Periode 20102011 I-21 Perkembangan Tingkat Pengangguran Terbuka & Pertumbuhan Ekonomi Kota Bandung Periode 20062011 I-22 Persentase Capaian Target Tiap Komponen Pendapatan Pemerintah Kota Bandung Tahun Anggaran 2011 III-5 Capaian Target Tiap Komponen Pendapatan Asli Daerah Kota Bandung Tahun Anggaran 2011 III-7 Capaian Target Tiap Komponen Pendapatan Pajak Daerah Pemerintah Kota Bandung Tahun Anggaran 2011 III-9 Capaian Target Hasil Perusahaan Milik Daerah Pemerintah Kota Bandung Tahun Anggaran 2011 III-15 Capaian Belanja Tidak Langsung Pemerintah Kota Bandung Tahun Anggaran 2011 III-26 Capaian Belanja Langsung Pemerintah Kota Bandung Tahun Anggaran 2011 III-28 Realisasi dan Target Tingkat Kelulusan SD/MI Tahun 2010-2011 IV-12

Grafik I.1 Grafik I.2 Grafik I.3 Grafik I.4 Grafik I.5 Grafik I.6

Grafik I.7 Grafik I.8 Grafik I.9 Grafik I.10 Grafik I.11

Grafik I.12 Grafik I.13

Grafik III.1 Grafik III.2 Grafik III.3

Grafik III.4 Grafik III.5 Grafik III.6 Grafik IV.1

viii

 

Grafik IV.2 Grafik IV.3 Grafik IV.4 Grafik IV.5 Grafik IV.6 Grafik IV.7 Grafik IV.8 Grafik IV.9 Grafik IV.10

Grafik IV.11 Grafik IV.12

Grafik IV.13 Grafik IV.14 Grafik IV.15 Grafik IV.16

Grafik IV.17 Grafik IV.18 Grafik IV.19 Grafik IV.20 Grafik IV.21 Grafik IV.22 Grafik IV.23 Grafik IV.24

Grafik IV.25

Grafik IV.26

Realisasi dan Target Angka Partisipasi Murni (APM) SD/MI Tahun 2010-2011 Realisasi dan Target Angka Partisipasi Kasar (APK) SD/MI Tahun 2010-2011 Realisasi dan Target Angka Melek Huruf (AMH) Tahun 2010-2011 Perkembangan Rata-Rata Lama Sekolah (RLS) Kondisi Eksiting Tahun 2008 dan Realisasi Tahun 2009-2011 Realisasi dan Target Indeks Kesehatan Tahun 20102011 Realisasi dan Target Usia Harapan Hidup (UHH) Tahun 2010-2011 Realisasi dan Target Jumlah Kendaraan yang Memenuhi Baku Mutu Tahun 2010-2011 Realisasi dan Target Pengembangan Sistem Pengelolaan Sanitasi Air Limbah Kota Bandung Tahun 2010-2011 Realisasi dan Target Persentase Masyarakat Kota Bandung Mendapatkan Pelayanan Air Bersih Sistem Perpipaan Tahun 2010-2011 Realisasi dan Target Perbaikan PJU Tahun 2010-2011 Target dan Realisasi Peningkatan Peran Pemuda dan Lembaga Kepemudaan dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat Tahun 2010-2011 Target dan Realisasi Nilai Investasi Tahun 2010-2011 Target dan Realisasi Peningkatan Jumlah Unit Usaha yang Berdaya Saing Tahun 2010-2011 Peningkatan Jumlah Unit Usaha yang Berdaya Saing Tahun 2008 -2011 Target dan Realisasi Tingkat Koneksi Data Kependudukan di Kelurahan, Kecamatan, serta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Tahun 2010-2011 Target dan Realisasi Menurunnya Tingkat Pengangguran Terbuka Tahun 2010-2011 Perkembangan Menurunnya Tingkat Pengangguran Terbuka Tahun 2008-2011 Target dan Realisasi Persentase Jumlah Rumah Tangga Miskin yang Dapat Bantuan Pangan Tahun 2010-2011 Target dan Realisasi Perempuan Dalam Angkatan Kerja Tahun 2010-2011 Target dan Realisasi Cakupan Pa/PUS Tahun 2010-2011 Perkembangan Cakupan Pa/PUS Tahun 2008-2011 Penyediaan Halte Angkutan Umum Target dan Realisasi Peningkatan Luasan RTH Melalui Penyerahan Fasos/Fasum Perumahan dan Pembebasan Lahan Tahun 2010-2011 Perkembangan Peningkatan Luasan RTH Melalui Penyerahan Fasos/Fasum Perumahan dan Pembebasan Lahan Tahun 2008-2011 Target dan Realisasi Penindakan Terhadap Pelanggaran Peraturan Daerah Tahun 2008-2011

IV-12 IV-12 IV-12 IV-13 IV-30 IV-30 IV-40 IV-40

IV-41 IV-50

IV-73 IV-77 IV-81 IV-81

IV-84 IV-88 IV-88 IV-91 IV-95 IV-100 IV-100 IV-106

IV-114

IV-114 IV-122

ix

 

Grafik IV.27 Grafik IV.28

Grafik IV.29 Grafik IV.30

Grafik IV.31 Grafik IV.32 Grafik IV.33

Grafik IV.34 Grafik IV.35 Grafik IV.36 Grafik IV.37 Grafik IV.38 Grafik IV.39 Grafik IV.40 Grafik IV.41 Grafik IV.42 Grafik IV.43 Grafik IV.44 Grafik IV.45 Grafik IV.46 Grafik IV.47 Grafik IV.48 Grafik IV.49 Grafik IV.50 Grafik IV.51 Grafik IV.52 Grafik IV.53 Grafik IV.54

Target dan Realisasi Tingkat Pelayanan Pengaduan Masyarakat Tahun 2010-2011 Target dan Realisasi Kumulatif Meningkatnya Upaya Pelestarian dan Aktualisasi Adat Budaya Daerah Tahun 2010-2011 Target dan Realisasi Kumulatif Meningkatnya Pelestarian Budaya Lokal Daerah Tahun 2010-2011 Target dan Realisasi Peningkatan Pelestarian dan Pengembangan Bahasa dan Sastra Daerah Tahun 20102011 Target dan Realisasi Peningkatan Sarana Pemasaran Produk Seni Budaya Daerah Tahun 2010-2011 Target dan Realisasi Pengadaan Buku-Buku Perpustakaan Masyarakat Tahun 2010 dan 2011 Target dan Realisasi Peningkatan Volume Pemasaran Produk Hasil Pertanian Tanaman Pangan Tahun 2010 dan 2011 Rincian Jumlah Hotel, Kamar, Restoran, dan Rumah Makan di Kota Bandung Tahun 2010 - 2011 Target dan Realisasi Jumlah Unit Usaha Tahun 2010 2011 Perkembangan Jumlah Unit Usaha Tahun 2008 - 2011 Meningkatnya Jumlah Pedagang Non Formal yang Sudah Dibina Tahun 2010-2011 Perkembangan Indeks Pendidikan Tahun 2006 – 2011 Perkembangan Rata-Rata Lama Sekolah Tahun 2006 – 2011 Perkembangan Angka Melek Huruf Tahun 2006 - 2011 Angka Putus Sekolah Tahun 2006–2011 Perkembangan Anggaran Beasiswa Bawaku Sekolah Tahun 2006 – 2011 Perkembangan Jumlah Penerima Beasiswa Bawaku Sekolah Tahun 2006 – 2011 Perkembangan Sekolah Gratis Tahun 2006–2011 Perkembangan Indeks Kesehatan Tahun 2006 – 2011 Perkembangan Angka Harapan Hidup Tahun 2006 – 2011 Perkembangan Anggaran Bawaku Sehat Tahun 2006 – 2011 Perkembangan Jumlah Pasien yang Dilayani Program Bawaku Sehat Tahun 2006–2011 Perkembangan Jumlah Posyandu Tahun 2006–2011 Perkembangan LPE Tahun 2006 – 2011 Perkembangan PDRB Per Kapita Tahun 2006–2011 Perkembangan Indeks Daya Beli Tahun 2006–2011 Anggaran dan Penerima Bawaku Makmur Tahun 2006 – 2011 Anggaran dan Penerima Bawaku Pangan Tahun 2009 2011

IV-152

IV-169 IV-169

IV-170 IV-171 IV-177

IV-185 IV-189 IV-192 IV-192 IV-198 IV-226 IV-226 IV-227 IV-228 IV-228 IV-228 IV-229 IV-231 IV-231 IV-232 IV-232 IV-234 IV-235 IV-235 IV-235 IV-236 IV-238

x

 

62 Grafik IV.57 Grafik IV.67 Grafik IV.65 Grafik IV.64 Grafik IV.55 Grafik IV.61 Grafik IV.74 Grafik IV.66 Grafik IV.71 Grafik IV.59 Grafik IV.58 Grafik IV.68 Grafik IV.77 Perkembangan Bantuan Perbaikan Rumah Kumuh Tahun 2008-2011 Perkembangan Anggaran Rumah Kumuh Tahun 2008 – 2011 Perkembangan Ketenagakerjaan Tahun 2006–2011 Perkembangan UMK DAN KHL Tahun 2006–2011 Perkembangan Industri Tahun 2006–2011 Perkembangan Perdagangan Tahun 2006–2011 Perkembangan Jumlah Unit dan Anggota Koperasi Tahun 2006 – 2011 Perkembangan Jumlah Koperasi Aktif dan Koperasi Sehat di Kota Bandung Tahun 2008 – 2011 Perkembangan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Tahun 2006 – 2011 Perkembangan Sumur Resapan Tahun 2006 – 2011 Perkembangan Jumlah Kumulatif Penanaman Pohon Tahun 2006-2011 Perkembangan Kegiatan Cikapundung Bersih Tahun 2006-2011 Perkembangan Pagelaran Seni dan Budaya Tahun 2006–2011 Jumlah Lingkung Seni dan Forum Komunitas Seni Budaya Tahun 2006–2011 Perkembangan Kreator Seni Budaya Tahun 2006–2011 Perkembangan Jumlah Wisatawan Tahun 2006–2011 Perolehan Medali pada POR PEMDA VIII JABAR Tahun 2006 – 2011 Perkembangan Rehabilitasi SOR Tahun 2006 – 2011 Perkembangan Penerimaan Zakat Tahun 2006–2011 Perkembangan Bantuan Keagamaan Tahun 2006–2011 Perkembangan Jumlah Sarana Peribadatan Tahun 20062011 Perkembangan Jumlah Jamaah Haji Kota Bandung Tahun 2008 – 2011 Persentase Partisipasi Swadaya Murni Masyarakat Menurut Bidang Pembangunan Tahun 2011 IV-239 IV-239 IV-241 IV-241 IV-242 IV-242 IV-243 IV-244 IV-245 IV-247 IV-247 IV-249 IV-251 IV-252 IV-252 IV-252 IV-254 IV-255 IV-257 IV-258 IV-258 IV-259 IV-266 xi   .60 Grafik IV.56 Grafik IV.72 Grafik IV.Grafik IV.69 Grafik IV.76 Grafik IV.75 Grafik IV.73 Grafik IV.63 Grafik IV.70 Grafik IV.

DAFTAR GAMBAR Halaman Peta Orientasi Kota Bandung I-5 Peta Administrasi Wilayah Kota Bandung I-6 Keterkaitan Misi Pembangunan dengan Kluster/Bidang Pembangunan dan 7 Program Prioritas Pembangunan Kota Bandung II-18 Struktur APBD Kota Bandung Tahun Anggaran 2011 III-2 Komponen APBD Kota Bandung III-3 Komponen Dana Perimbangan III-17 Peringatan Hari Pramuka IV-2 Pemeriksaan Kesehatan Walikota Bandung pada Acara Jumat Sehat IV-14 TUNZA International Children & Youth Conference on The Environment 2011 di Babakan Siliwangi IV-37 Kegiatan Pengerukan Sungai IV-45 Pelasksanaan Musrenbang Revisi RPJMD Kota Bandung 2009-2013 IV-63 Walikota dan Wakil Walikota Bandung melakukan peninjauan SUS Gedebage IV-73 Kunjungan perwakilan KPK dan World Bank Ke BPPT Kota Bandung IV-76 Walikota Bandung mengunjungi Pameran Kriya Pesona VI IV-81 Walikota Bandung Menghadiri Acara Launching Mobil Keliling Pelayanan Kependudukan IV-82 Pemberian Penghargaan Juara I LKS Tripartit Tingkat Propinsi Jabar Tahun 2011 dari Gubernur Jabar kepada Walikota Bandung IV-86 Panen Padi di Lahan Sawah Abadi IV-90 Kegiatan P2WKSS di Kelurahan Cinambo IV-92 Perwakilan Kota Bandung Meraih Juara I Duta Remaja Putri Program KB Tingkat Provinsi Jabar IV-98 Walikota Bandung Melakukan Simulasi Test Drive pada Acara Pekan Nasional Transportasi Jalan IV-104 Walikota Bandung selaku Komandan Upacara pada HUT Linmas Ke-49 Tahun 2011 IV-115 Kegiatan Publikasi Peraturan Perundang-undangan IV-141 Gelar Karya PNPM-MP di Monumen Perjuangan IV-154 Walikota Bandung Membuka Acara Pelatihan Guru Angklung IV-168 Walikota Bandung Melakukan Kunjungan ke Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) IV-173 Wakil Walikota Bandung Melakukan Sidak Ikan Berformalin di Pasar Tradisional IV-179 Gambar I.14 Gambar IV.1 Gambar I.10 Gambar IV.8 Gambar IV.20 xii   .15 Gambar IV.2 Gambar II.9 Gambar IV.12 Gambar IV.17 Gambar IV.7 Gambar IV.16 Gambar IV.6 Gambar IV.19 Gambar IV.4 Gambar IV.1 Gambar IV.1 Gambar III.2 Gambar III.13 Gambar IV.5 Gambar IV.3 Gambar IV.2 Gambar IV.11 Gambar IV.3 Gambar IV.18 Gambar IV.1 Gambar III.

31 Pelepasan Kontingen POR Pemda VIII Jabar oleh Walikota Bandung Gambar IV.1 Gedung Pasar Ikan Higienis (PIH) di Gedebage IV-184 IV-186 IV-196 IV-229 IV-233 IV-236 IV-239 IV-248 IV-249 IV-251 IV-254 IV-256 IV-264 V-5 xiii   .23 Kunjungan Walikota Bandung ke Pasar Modern Batununggal Gambar IV.25 Walikota Bandung Melakukan Kunjungan kepada Pasien Penerima Bawaku Sehat Gambar IV. Wisata dan Budaya di Hongkong Gambar IV.26 Walikota Bandung Menyerahkan Bantuan kepada Penerima Bawaku Makmur Gambar IV.29 Walikota Bandung Berpartisipasi pada Acara Festival Cikapundung Bersih Gambar IV.32 Penganugerahan MUI AWARD kepada Walikota Bandung Gambar IV.33 Alur BIRMS Gambar V.27 Walikota Bandung Menerima Penghargaan Adhikarya Pangan Nusantara Tingkat Provinsi Jawa Barat Gambar IV.21 Walikota Bandung Meraih Penghargaan Di Bidang Pertanian Dalam Pekan Nasional (Penas) di Kutai Kalimantan Gambar IV.Gambar IV.22 Stand Kota Bandung pada Pameran UKM.28 Walikota Bandung Melakukan Penanaman Pohon dI SMKN 9 Bandung Gambar IV.30 Walikota Bandung Memberikan Penghargaan Anugerah Budaya kepada 7 orang Seniman dan Budayawan Kota Bandung Gambar IV.24 Walikota Bandung Memberikan Penghargaan kepada Siswa Berprestasi pada cara Hardiknas Gambar IV.

DAFTAR LAMPIRAN Lampiran I Daftar Peraturan Daerah dan Peraturan Walikota Bandung Tahun 2011 Matriks Realisasi Pelaksanaan Program dan Kegiatan Belanja Langsung Urusan Wajib dan Pilihan APBD Kota Bandung Tahun 2011 Rekapitulasi Anggaran dan Realisasi Berdasarkan Misi Pembangunan Kota Bandung Tahun 2011 Matriks Capaian Kinerja RPJMD Tahun 2011 Daftar Prestasi Satuan Kerja Perangkat Daerah Kota Bandung Tahun 2011 Lampiran II Lampiran III Lampiran IV Lampiran V xiv   .

.

pemera ataan. dan kekhususan serta potensi dan d keanekaragaman dae erah dalam sistem Negara Kesatuan Re epublik Indon nesia. D seba agaimana telah diubah untuk kedua kalinya den ngan Undang g-Undang Nomor N 12 T Tahun 2008 telah membe erikan kewen nangan kepa ada Pemerint tahan Daerah h untuk men ngatur dan me engurus sendiri urusan pemerintahan menurut a asas otonom mi dan tugas pembantuan.I. Dalam rangka mew wujudkan pe elaksanaan otonomi o dae erah yang sejalan s dengan n upaya menc ciptakan pem merintahan ya ang bersih. keistimewaan. maka perlu dilaksan nakan meka anisme pertanggung gjawaban yang salah satunya a melalu ui “Pelaksanaan P  LKPJ L  dilakuka an  se ebagai proses pencapaian  mekanisme kin nerja dalam mewujudkan m   kewajib ban Kepala vis si dan misi pe emerintah  untuk Daerah da aerah sebagaimana  menyam mpaikan di itetapkan dala am Rencana  Pe embangunan Jangka  Lapo-ra an M Menengah  Dae erah (RPJMD)” Keteran ngan Pertang ggungjaw waban (LKPJ J) kepada Dewan n Perwak kilan Rakyat Daerah D (DPRD D). dan n peranserta masyarakat. pelayanan n umum. pember rdayaan. be ertanggung jawab. mengamanat m kan bahwa kepala k daerah mempunyai kewajiban un ntuk member rikan laporan n penyelenggaraan I-1 . daerah d diharapkan mam mpu mening gkatkan day ya saing dengan mempe erhatikan prinsip demokr rasi. p Pember rian otonomi luas kepad da daerah diarahkan d un ntuk mempercepat terwuju udnya keseja ahteraan ma asyarakat me elalui pening gkatan pelay yanan. PEN NDAHU ULUAN uju uan besar da ari penyeleng ggaraan pemerintahan da aerah adalah untuk meningkatkan kesejahteraa an masyaraka at. m D samping it Di tu melalui oto onomi luas. dan n daya saing daerah. Dengan ter rbitnya Unda ang-Undang Nomor 32 Tahun T 2004 tentang t Pem merintahan Daerah. T * Undang g-Undang No o-mor 32 Ta ahun 2004 tentang t Pem merintahan Daerah. sebagaimana telah diubah untu uk kedua ka alinya dengan n Undang-Un ndang Nomor 12 Tahun 2008 2 Pasal 27 ayat (2). keadilan. serta mampu m menj jawab tuntu utan perubah han secara e efektif dan efisien e sesuai dengan pr rinsip tata pemerintaha an yang b baik.

Disebutkan dalam Peraturan Pemerintah ini. Dengan dilaksanakannya pemilihan langsung Kepala Daerah sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004. sehingga antar kedua lembaga dapat membangun hubungan kerja yang sifatnya saling mendukung. maka Pemerintah Kota Bandung memiliki kewajiban dalam penyelenggaraan pemerintahan daerahnya untuk menyampaikan LKPJ Walikota Bandung Tahun 2011 kepada DPRD Kota Bandung. LKPJ ini merupakan pertanggungjawaban kinerja pelaksanaan RKPD Kota Bandung Tahun 2011. maka hubungan kerja Kepala Daerah dengan DPRD mengalami perubahan yang cukup mendasar dibandingkan ketika Kepala Daerah dipilih DPRD dan bertanggungjawab kepada DPRD. Dengan demikian. (b) tugas pembantuan. Dengan mempertimbangkan hal-hal tersebut.pemerintahan daerah kepada pemerintah. sebagaimana diatur dalam Peraturan Walikota Bandung Nomor 311 Tahun 2010 tentang RKPD Kota Bandung Tahun 2011. bukan menjadi lawan ataupun pesaing satu sama lain dalam melaksanakan fungsinya masing-masing. I-2 . bahwa LKPJ adalah laporan yang berupa informasi penyelenggaraan pemerintahan daerah selama 1 (satu) tahun anggaran atau akhir masa jabatan yang disampaikan oleh Kepala Daerah kepada DPRD. Begitu pula dalam penetapan anggaran dilakukan bersama-sama antara DPRD dan Pemerintah Daerah. dengan berpedoman pada Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 08 Tahun 2008 tentang RPJPD Kota Bandung Tahun 2005–2025. dan (c) tugas umum pemerintahan. dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada Masyarakat. dan memberikan laporan keterangan pertanggungjawaban kepada DPRD. LKPJ disusun berdasarkan Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) yang merupakan penjabaran tahunan RPJMD dengan berpedoman pada Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD). yang merupakan penjabaran tahunan Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 09 Tahun 2009 tentang RPJMD Kota Bandung Tahun 2009–2013. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah kepada DPRD. Kedudukan yang setara bermakna bahwa diantara lembaga pemerintahan daerah itu memiliki kedudukan yang sama dan sejajar. Hubungan kemitraan juga bermakna bahwa antara Pemerintah Daerah dan DPRD adalah sama-sama mitra kerja dalam membuat kebijakan daerah untuk melaksanakan otonomi daerah sesuai dengan fungsi masing-masing. Hal ini dipertegas dalam Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada Pemerintah. Hubungan antara pemerintah daerah dan DPRD saat ini merupakan hubungan kerja yang kedudukannya setara dan bersifat kemitraan. Pelaksanaan LKPJ juga dilakukan sebagai proses pencapaian kinerja dalam mewujudkan visi dan misi pemerintah daerah sebagaimana ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Ruang lingkup LKPJ mencakup penyelenggaraan (a) urusan desentralisasi. serta menginformasikan laporan penyelenggaraan pemerintahan daerah kepada masyarakat. Dalam hal ini LKPJ merupakan sarana sinergitas bagi pihak eksekutif dan legislatif dalam menyelenggarakan pemerintahan daerah dan menjadi media evaluasi kinerja pelaksanaan program dan kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah daerah.

b. f. g. Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2004 tentang Perbendaharaan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 5. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4844). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4578 ). c. Undang-Undang Nomor 28 Tahun 1999 tentang Penyelenggara Negara yang Bersih dan Bebas dari Korupsi. Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah dan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 126. DASAR HUKUM PEMBENTUKAN DAERAH Pemerintahan Daerah Kota Bandung dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1950 tentang Pembentukan Daerah Kota Besar dalam Lingkungan Propinsi Jawa Timur/Tengah/Barat dan Daerah Istimewa Yogyakarta (Himpunan Peraturan Negara tentang Pembentukan Wilayah/Negara). Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4421). Dewan Perwakilan Daerah. Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 125. DASAR HUKUM LAPORAN KETERANGAN PERTANGGUNGJAWABAN (LKPJ) KEPALA DAERAH LKPJ Walikota Bandung Tahun 2011 disusun berdasarkan ketentuan dan pertimbangan sebagai berikut: a.A. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4437) sebagaimana telah diubah beberapa kali. DASAR HUKUM 1. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4286). dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009 Nomor 123. Dewan Perwakilan Rakyat. Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2005 Nomor 140. e. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 5043). Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2005 tentang Pedoman Pembinaan dan Pengawasan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik I-3 . h. Undang-Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2004 Nomor 53. 2. i. dan Nepotisme (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1999 Nomor 75. Kolusi. terakhir dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008 tentang Perubahan Kedua atas Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 59. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4355). d. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4438). Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2009 tentang Majelis Permusyawaratan Rakyat. Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2003 tentang Keuangan Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2003 Nomor 47. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 3851).

Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2006 tentang Pelaporan Keuangan dan Kinerja Instansi Pemerintah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2006 Nomor 25. DAN TOPOGRAFIS Berikut ini diuraikan gambaran umum daerah Kota Bandung dilihat dari segi geografis. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4816). n. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah. Indonesia Tahun 2005 Nomor 165. Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 2007 tentang Organisasi Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 89. Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 09 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (Lembaran Daerah Kota Bandung Tahun 2009. Peraturan Walikota Bandung Nomor 311 Tahun 2010 tentang Rencana Kerja Pembangunan Daerah Kota Bandung Tahun 2011. Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah kepada Pemerintah. r. batas administrasi daerah. I-4 . GAMBARAN UMUM DAERAH 1. m. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 08 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kota Bandung Tahun 2005-2025 (Lembaran Daerah Kota Bandung Tahun 2008 Nomor 08). KONDISI GEOGRAFIS. q. sebagaimana telah diubah beberapa kali. Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 08 Tahun 2007 tentang Urusan Pemerintah Daerah Kota Bandung (Lembaran Daerah Kota Bandung Tahun 2007 Nomor 08). k. Nomor 09).j. s. BATAS ADMINISTRASI DAERAH. dan topografis. dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 82. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4693). terakhir dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 21 Tahun 2011 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. p. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4741). Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2008 Nomor 20. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4737). o. LUAS WILAYAH. Pemerintahan Daerah Provinsi. B. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4614). dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintah Daerah kepada Masyarakat (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 19. l. luas wilayah. Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 4593).

Namun. dim mana sunga ai B Bandung  ditetap pkan dalam sis stem  utamany ya yaitu u Sunga ai perkotaan nasio onal sebagai ba agian  d  Pusat Kegia dari atan Nasional (PKN) (   Cikapun ndung besert ta anak-anak k K Kawasan  Perkot taan Bandung  sungainy ya pada umumnya a R Raya” mengalir ke arah selatan dan n bermuar ra ke Sungai Citarum. Iklim Ko ota Bandung g secara um mum adalah sejuk denga an kelembap pan tinggi karena k dipenga aruhi oleh ikl lim pegunun ngan di sekitarnya dan curah hujan y yang masih cukup tinggi. KO ONDISI GE EOGRAFIS Kota Bandung terleta ak di wilayah Jawa Barat dan d merupak kan Ibukota P Provinsi Jawa Barat. Jenis mat terial di bagia an utara umu umnya merupakan jenis and dosol. Wilayah Ko ota Bandung g te erlihat dalam Peraturan P   P Pemerintah  Nom mor 26 Tahun 2008 2   dilewati oleh 15 sung gai sepanjang g te entang RTRWN N. kondisi tanah t Kota Bandung B seba agian besar m merupakan la apisan aluvial hasil h letusan Gunung G Tang gkuban Perah hu. sedangkan di bagian selatan serta s timur te erdiri atas se ebaran jenis alu uvial kelabu dengan d bahan n endapan lia at.05 km.1 Pe eta Orientasi Kota K Bandung g I-5 5 . N beb berapa tahun n terakhir ko ondisi suhu rata-rata r uda ara Kota Ban ndung cenderu ung mengalam mi peningkat tan yang dise ebabkan oleh h peningkata an sumber po olutan dan dam mpak dari per rubahan iklim m serta peman nasan global (global warm ming). Secara geografis. Gamba ar I. dimana Kota a  265.a. * Dari asp pek geologisn nya. Di bagian tengah dan b barat terseba ar jenis tanah an ndosol. Kota Bandung g terletak pada koordinat 107º 36 6’ Bujur Timur dan 6º º 55’ Lintang g “Posisi P  strategis s Kota Bandung g  Selatan.

sebelah utara berbatasan dengan Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat. sebelah barat berbatasan dengan Kabupaten Bandung Barat dan Kota Cimahi. Gambar I. Utara – Selatan. dan perikanan. yaitu: 1.2 Peta Administrasi Wilayah Kota Bandung I-6 . Kota Bandung berada pada lokasi yang sangat strategis bagi perekonomian nasional. Posisi strategis Kota Bandung juga terlihat dalam Peraturan Pemerintah Nomor 26 Tahun 2008 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN). selain menjadi penghubung utama ibukota negara dengan wilayah selatan. pada posisi ini Kota Bandung menjadi poros tengah yang menghubungkan antara Ibukota Provinsi Banten dan Jawa Tengah. Barat – Timur. karena terletak pada pertemuan poros jalan utama di Pulau Jawa. juga menjadi lokasi titik temu antara daerah penghasil perkebunan. sebelah selatan berbatasan dengan Kabupaten Bandung. secara administratif berbatasan dengan beberapa daerah kabupaten/kota lainnya. Kota Bandung juga ditetapkan sebagai Kawasan Andalan Cekungan Bandung.Dilihat dari posisi geografisnya. yaitu kawasan yang memiliki nilai strategis nasional. dan 4. sebelah timur berbatasan dengan Kabupaten Bandung. b. 3. Selain itu. yaitu: 1. 2. 2. dimana Kota Bandung ditetapkan dalam sistem perkotaan nasional sebagai bagian dari Pusat Kegiatan Nasional (PKN) Kawasan Perkotaan Bandung Raya. BATAS ADMINISTRASI DAERAH Kota Bandung sebagai ibukota Provinsi Jawa Barat. peternakan.

394. Pertumbuhan penduduk ini selain dikarenakan adanya fertilitas yang cukup tinggi (pertumbuhan penduduk alami). KOMPOSISI PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN. d.050 m di atas permukaan laut (dpl).050 m dan terendah di sebelah selatan dengan ketinggian 675 m di atas permukaan laut. 4. yaitu: 1. 1.922 Ha (tahun 1906–1917) 2. Perkembangan pendudukan di Kota Bandung selama ini menunjukkan peningkatan.678 Rukun Tetangga (RT). luas wilayah Kota Bandung adalah 16. 2011 I-7 . JENIS PEKERJAAN.10%. STRUKTUR USIA. dan sebagainya. 2. 3. 2. 151 Kelurahan. dimana titik tertinggi di daerah utara dengan ketinggian 1. yang terdiri atas: 30 Kecamatan. dimana terdapat migrasi masuk yang lebih besar daripada migrasi keluar (migrasi neto positif) atau dengan kata lain penduduk yang datang lebih banyak dibandingkan 1 Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Bandung. LUAS WILAYAH Berdasarkan Peraturan Daerah Kotamadya Daerah Tingkat II Bandung Nomor 10 Tahun 1989 tentang Perubahan Batas Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Bandung yang merupakan tindak lanjut dikeluarkannya Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1987 tentang Perubahan Batas Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Bandung dengan Kabupaten Daerah Tingkat II Bandung. dan 9. politik. Pertumbuhan penduduk yang makin cepat. JUMLAH PENDUDUK. sehingga Laju Pertumbuhan Penduduk (LPP) Kota Bandung pada tahun 2011 mencapai 1.c.871 Ha (tahun 1917–1942) 5.413 Ha (tahun 1942–1949) 8.729.412.148 jiwa pada tahun 20111. DAN PENDIDIKAN Pertumbuhan penduduk adalah perubahan populasi sewaktu-waktu dan dapat dihitung sebagai perubahan dalam jumlah individu dalam sebuah populasi menggunakan "per waktu unit" untuk pengukuran.65 Ha. Luas tersebut merupakan perubahan terakhir dari luasan sebelumnya. 1. ekonomi. kebudayaan.098 Ha (tahun 1949–1987) Wilayah Kota Bandung tersebut dibagi menjadi beberapa wilayah administratif. juga disebabkan adanya pertumbuhan penduduk migrasi.873 jiwa menjadi sebanyak 2. mendorong pertumbuhan aspek-aspek kehidupan yang meliputi aspek sosial. GAMBARAN UMUM DEMOGRAFIS. KONDISI TOPOGRAFIS Bentuk bentang alam Kota Bandung merupakan cekungan yang dikelilingi perbukitan di bagian Utara dan dataran di bagian Selatan. yang terletak pada ketinggian antara 675 m – 1. dapat dilihat dari jumlah penduduk pada tahun 2010 sebanyak 2.558 Rukun Warga (RW).

000 9 2010 2011* Sumber: BPS Kota Bandung I-8 .179. Tabel I.29% 0.24% 2 2010 2.744 1.148 14.897 296.000 Tenaga Kerja 12.96% 1.208 400. menurut: a.SP2010 Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa komposisi penduduk Kota Bandung menurut jenis kelamin relatif seimbang selama periode 2010-2011.1 Perkembangan Tenaga Kerja dan Tingkat Pengangguran Kota Bandung Periode 2010-2011 1.079.353 12.477 948.050.11% 1. Adapun rincian jumlah dan komposisi penduduk Kota Bandung dapat diuraikan pada tabel berikut.150.35% Sumber: BPS Kota Bandung.192 0.495 445.000 10.314 1.896 401.798 10.471 jiwa per km2. Jumlah angkatan kerja Kota Bandung tahun 2011 mengalami Grafik I. 1 2 3 4 Uraian Jumlah Penduduk (jiwa) Rata-rata Kepadatan Penduduk (km ) Laju Pertumbuhan Penduduk (%) Komposisi Penduduk.873 14.34 850.348 1.500 296.412.250.7% dan penduduk wanita sebesar 49.1 Jumlah dan Komposisi Penduduk Kota Bandung Tahun 2010-2011 No.226.450.08% -15. 2011 Ket : *) Angka Sementara **) Rata-rata laju pertumbuhan pertahun dari SP 2000 .15** 2011* 2.956 1.946 116.440 698.350.405 128.10 Peningkatan / Penurunan 0.3%. Angkatan Kerja ‐ Jumlah Tenaga Kerja ‐ Jumlah Tenaga Kerja yang Bekerja ‐ Jumlah pengangguran ‐ Tingkat Pengangguran c.394.20% 0.dengan penduduk yang keluar Kota Bandung.84% -11. Jenis Kelamin ‐ Pria ‐ Perempuan b.926 443.000 1.012.277 697.728 -6. Pendidikan (penduduk usia> 10 th & Ijazah tertinggi) ‐ Tidak/belum pernah sekolah/tidak/belum tamat SD ‐ SD/MI/sederajat ‐ SMP/MTs/sederajat ‐ SLTA/sederajat ‐ Perguruan Tinggi 137.17 1.84% 0.72% 1.215.34 4.000 950.471 1.66% 6.129.525 1.17 1.05% 1. Jumlah penduduk tersebut mendiami wilayah seluas 167.124 131.10% -4. dimana persentase penduduk pria sebesar 50.000 15 14 13 12 11 10 Jumlah pengangguran  (sumbu  kiri) Tingkat   Pengangguran  (sumbu  kanan) Tingkat Penangguran (%) Sumber : BPS Kota Bandung 1.30 km2 sehingga rata-rata kepadatan penduduk pada tahun 2011 adalah 14.61% 0.194.000 Jumlah Tenaga  Kerja  yang  Bekerja  (sumbu kiri) 1.

000 Bandung tercatat 1.495 sekolah/tidak/belum  0 89.440 400. sebanyak Tidak/belum pernah  137.495 orang pada tahun 2011 atau menurun sebesar 6. angkatan kerja 296.3 ngunan yang berkePerkembangan Komposisi Penduduk Kota Bandung Berdasarkan lanjutan (sustainable Usia dan Jenis Kelamin Periode 2010-2011 development). penduduk usia di atas 10 tahun yang memiliki ijasah tertinggi SD/MI/sederajat.000.peningkatan sebesar Grafik I. dan Perguruan Tinggi mengalami kenaikan.400.405 296.000 SLTA/sederajat 697.208 445. selama periode 20102011 menunjukkan terjadinya peningkatan. menjadi 128.500 orang di tahun 2010 menjadi 698.000 2010.079.896 pada tahun 2011. SMP/ MTs/sederajat. selain karena kebijakan pemerintah yang terus menggalakkan urusan wajib di bidang pendidikan. Di sisi lain.129.000 SMP/MTs/sederajat 800. Penduduk usia di atas 10 tahun yang tidak/belum pernah sekolah dan tidak/belum tamat SD mengalami penurunan dari 137.926 128. Penduduk usia di atas 10 tahun yang memiliki ijasah tertinggi SLTA/sederajat mengalami kenaikan dari 697. Pada 200. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kesadaran dan kemampuan masyarakat dalam mengenyam pendidikan telah mengalami perkembangan. Dengan semakin meningkatnya tingkat pendidikan masyarakat diharapkan dapat terbentuk insan Kota Bandung yang cerdas intelektual.744 tenaga kerja SD/MI/sederajat 400.500 698.926 orang pada tahun 2010. Pada tahun 2. Umur Penduduk Diketahui juga bahwa kualitas pendidikan yang baik akan berpengaruh positif pada pertumbuhan ekonomi (economic growth) dan daya saing (competitiveness) suatu wilayah. emosional dan sosial.897 sebanyak 1.34% pada tahun 2011.000 tenaga kerja dan 1.897 orang pada tahun 2011 atau meningkat sebesar 0.477 1.277 600.000 Perguruan Tinggi yang berada di Kota 1.000 meningkat menjadi 401. aspek pendidikan yang baik sangat memegang peranan sentral dalam upaya mewujudkan pembaGrafik I. Perkembangan dari tingkat pendidikan yang cukup baik juga Jumlah Penduduk (orang) Jumlah Penduduk Sumber: Bappeda dan BPS Kota Bandung. Tingkat pengangguran di Kota Bandung selama periode 2010-2011 mengalami penurunan yang cukup tinggi dari sebesar 12.2 4.600. Jumlah penduduk dilihat dari aspek kualitas tingkat pendidikan.000 443.200.000 1.17% di tahun 2010 menjadi sebesar 10.20%.000.34% masih menganggur.728 1.66% jika dibanPerkembangan Komposisi Penduduk Kota Bandung Berdasarkan Tingkat Pendidikan Periode 2010-2011 dingkan dengan tahun 2010. serta spiritual.000 tahun 2011.84%.800.7% dari angkatan tamat SD 2010 2011* kerja telah memiliki pekerjaan dan sisanya sebesar 10. SLTA/sederajat. Dinamika yang berkembang saat ini. Survei Penyusunan IPM 2011 I-9 .

I-10 . Nilai dan kontribusi sektoral (lapangan usaha) PDRB Kota Bandung tahun 2010-2011 dapat dilihat pada tabel berikut. Sedangkan piramida penduduk Kota Bandung yang diperlihatkan pada grafik perkembangan komposisi penduduk Kota Bandung berdasarkan usia dan kelamin memperlihatkan adanya sedikit penambahan tingkat fertilitas. PDRB Atas Dasar Harga Berlaku menunjukkan kemampuan sumber daya ekonomi yang dihasilkan oleh suatu wilayah. Salah satu pendekatan dalam menghitung PDRB adalah menggunakan pendekatan produksi yang merupakan jumlah nilai tambah atas barang dan jasa yang dihasilkan oleh berbagai unit produksi di wilayah suatu daerah dalam jangka waktu tertentu. POTENSI UNGGULAN DAERAH Potensi-potensi yang ada dalam suatu wilayah dapat dilihat dari berbagai macam perspektif dan pendekatan. karena pada penduduk kelompok umur 0-4 tahun. 2 Khusus untuk Kota Bandung hanya terdapat 8 sektor (lapangan usaha). Sementara PDRB Atas Dasar Harga Konstan berguna untuk menunjukkan Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) secara keseluruhan maupun sektoral dari tahun ke tahun. Hal ini mengindikasikan bahwa tingkat fertilitas pada tahun 2011 belum mengalami penurunan. 3. Salah satu indikator yang dapat digunakan untuk mengetahui potensi unggulan suatu daerah adalah komposisi Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). PDRB pada dasarnya merupakan jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu daerah tertentu atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa akhir (neto) yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi. yaitu PDRB Atas Dasar Harga Berlaku dan PDRB Atas Dasar Harga Konstan. Piramida penduduk dapat menggambarkan komposisi penduduk menurut umur dan jenis kelamin serta menunjukkan riwayat penduduk dan tingkat perkembangan penduduk pada setiap kelompok umur berbeda di Kota Bandung.berkorelasi positif dengan peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Bandung. Distribusi PDRB Atas Dasar Harga Berlaku menurut sektor menunjukkan struktur perekonomian atau peranan setiap sektor ekonomi dalam suatu daerah. Nilai PDRB yang besar menunjukkan kemampuan sumber daya ekonomi yang besar pula. Unit-unit produksi tersebut dalam penyajiannya dikelompokkan menjadi 9 lapangan usaha (sektor) dan setiap sektor tersebut dirinci lagi menjadi sub-sub sektor2. karena Sektor Pertambangan dan Penggalian di Kota Bandung tidak termasuk ke dalam cakupan survei. karena salah satu unsur pembentuk IPM adalah indeks pendidikan. KONDISI EKONOMI KOTA BANDUNG a. baik laki-laki maupun perempuan jumlahnya lebih besar dibanding penduduk kelompok umur 5-9 tahun. PDRB dapat dibagi menjadi dua jenis. Sektor-sektor ekonomi yang mempunyai peranan besar menunjukkan basis perekonomian suatu daerah.

dan Air Bersih bangunan/ konstruksi Perdagangan.38%.002.609 8.174 11.61 % terhadap perekonomian Kota Bandung dan mengalami sedikit peningkatan kontribusi menjadi 40.672 5.254 761.40 5.99 3.38 2.64 % di tahun 2011 (berdasarkan harga berlaku).357.826.431 Atas dasar harga Berlaku (juta Rp) (juta Rp) % 0.215 97.301.00 3.772. 2011 *) Angka sementara Dari tabel tersebut terlihat bahwa sektor perdagangan.760.15 5.20 25. Persewaan. Gas.956 % 0. Hotel.786.670.23 5.657 3.258.518 1.176 9.746 34.283 11. kontribusi sektor terbesar ketiga disumbangkan oleh sektor pengangkutan dan komunikasi dimana pada tahun 2011 mencapai 11.904. dan restoran merupakan salah satu sektor unggulan Kota Bandung.697. dan Restauran Pengangkutan dan Komunikasi Keuangan.Tabel I. hotel.464 11.20 24.813.592.415. Perkembangan kontribusi sektor ini pada tahun 2011 mengalami sedikit kenaikan jika dibanding dengan tahun 2010 yang hanya berkontribusi sebesar 24.444.893 40.31 4.64 100.045.82 14.32 4.69 100 Sumber: BPS Kota Bandung.879 6.89 5 12.340 8.570 40.67 2011* 186.964 1. Sedangkan.45 5.282 10. sektor perdagangan.067.560 40.70 2.70% terhadap perekonomian Kota Bandung. hotel.210 5.833.02 2011* 62. hotel.97 11. dan Jasa Perusahaan Jasa-jasa TOTAL 63.30 9.61 39.317 39.745 % 0.892.00 9.482 31.2 PDRB Kota Bandung Tahun 2010-2011 Atas dasar harga Konstan No.522 10. Lapangan Usaha 2010 1 2 3 4 Pertanian Industri Pengolahan Listrik .19 2010 161.81 33.417.63 100 7. Kontribusi sektor terbesar kedua berdasarkan harga berlaku pada tahun 2011 adalah sektor industri pengolahan yang memberikan kontribusi sebesar 24.27 1.990.612 4.78 100.743 19.526 24. I-11 .074. Grafik berikut menggambarkan kontribusi sektoral PDRB di Kota Bandung selama periode 2010-2011 yang diurut mulai dari nilai kontribusi terbesar (sektor perdagangan.451.999 842.19 24.116 82.657.05 3.29 2. Pada tahun 2010.45 2.59%.18 24.501.959 11.59 7 8 1. Hal ini ditunjukkan oleh paling besarnya kontribusi sektor ini terhadap perekonomian Kota Bandung. dan restoran memberikan kontribusi sebesar 40.64 6 3. dan restoran) hingga nilai kontribusi terkecil (sektor pertanian) dengan menggunakan harga berlaku.602.291.889.554 % 0.623.797 1.439 2.110.199 5.902 9.

Grafik I. Selain itu. Perubahan trend kontribusi ini dikarenakan faktor internal dan eksternal industri pengolahan itu sendiri. salah satu faktor eksternal itu adalah akibat semakin tingginya tingkat persaingan di sektor industri yang secara global mempengaruhi kinerja industri pengolahan lokal.4 Kontribusi Sektoral PDRB Kota Bandung Periode 2010-2011 (Harga Berlaku) 40. Namun jika dilihat perkembangan terakhir di tahun 2010-2011 yang menunjukkan bahwa kontribusi sektor industri pengolahan mengalami peningkatan. khususnya yang berorientasi ekspor.67  2. sehingga mengakibatkan penurunan proporsi kontribusi sektor industri pengolahan dibandingkan dengan sektor lainnya. beberapa sektor-sektor lain di luar sektor industri pengolahan mengalami pertumbuhan yang relatif lebih tinggi (misal: pertumbuhan yang relatif tinggi di sektor perdagangan.  Gas dan  air bersih Pertanian 2011 2010 Persentase  (%) Sumber: BPS Kota Bandung.5).69  9.  Hotel dan Restauran Industri Pengolahan Pengangkutan  dan komunikasi Jasa‐jasa Keuangan. Persewaan dan jasa  Perusahaan bangunan/ konstruksi Listrik . terutama diindikasikan dengan semakin menggeliatnya perkembangan industri kreatif yang ada.31  0.97  9. Dengan adanya penandatanganan kesepakatan Perdagangan Bebas ASEAN China Free Trade Area (ACFTA) juga memberikan tekanan pada tingkat daya saing industri lokal.64  40. mulai dari tahun 2001 hingga 2011 terlihat bahwa kontribusi sektor industri pengolahan cenderung mengalami trend penurunan (lihat Grafik I.32  2.99  6.23  4. Secara umum. diharapkan sektor ini di masa depan dapat memberikan sumbangsih yang lebih tinggi lagi terhadap perekonomian Kota Bandung. hotel.38  11. I-12 .59  11.61  24. 2011 Jika dilihat trend periode yang lebih lama.64  5.70  24.20  0 10 20 30 40 50 Perdagangan.89  4. dan restoran).19  0.

000  Kontribusi Perdagangan. di beberapa Wilayah Pengembangan (WP) Kota Bandung terindentifikasi potensi sektor usaha kreatif yang telah berkembang cukup pesat. (5) Desain. hotel. Film. dan kreativitas sebagai kekayaan intelektual adalah harapan bagi ekonomi nasional ataupun daerah untuk bangkit.000   20% 20. bakat.000. (4) Kerajinan. Ekonomi kreatif yang berfokus pada penciptaan barang dan jasa dengan mengandalkan keahlian.000. bersaing. (9) Musik.000. dan Restoran Periode 2001-2011 60% 120.000   10% ‐ 2001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011* 0% Sumber: BPS Kota Bandung.000   30% 60. Berkembangnya industri kreatif di Kota Bandung menjadi faktor yang memperkuat sektor perdagangan. I-13 . (7) Video. (8) Permainan Interaktif. Hotel. dan lain-lain yang berbasis pada kreativitas.5 Trend Kontribusi Sektor Industri Pengolahan dan Perdagangan. 4 Industri kreatif berdasarkan versi Kementerian Perdagangan dapat didefinisikan sebagai “Industri yang berasal dari pemanfaatan kreativitas. serta bakat individu untuk menciptakan kesejahteraan serta lapangan pekerjaan melalui penciptaan dan pemanfaatan daya kreasi dan daya cipta individu tersebut”. (10) Seni Pertunjukan. dan Fotografi.000. 3 Kementerian Perdagangan pada tahun 2009 mendefinisikan ekonomi kreatif sebagai berikut: “Era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas dengan mengandalkan ide dan stock of knowledge dari sumber daya manusianya sebagai faktor produksi utama dalam kegiatan ekonominya”. dan meraih keunggulan dalam ekonomi global. (12) Layanan Komputer dan Piranti Lunak. jasa hiburan dan rekreasi. Dari hasil pemetaan yang telah dilakukan. dan restoran. ketrampilan.Grafik I. (3) Pasar Barang Seni. (11) Penerbitan dan Percetakan. (13) Televisi dan Radio.000  Nilai PDRB  (sumbu kiri) Kontribusi Industri Pengolahan  (sumbu  kanan) 100.000. serta jasa dan sektor industri pengolahan (tertentu) sebagai potensi unggulan daerah di Kota Bandung5. (2) Arsitektur. 5 Subsektor yang merupakan industri berbasis kreativitas versi Kementerian Perdagangan adalah (1) Periklanan.  Hotel &  Restoran (sumbu  kanan) 50% Kontribusi Sektor al(%) Nilai PDRB (Rp Juta) 40% 80.000. Uraian secara detail mengenai potensi ekonomi usaha kreatif di 6 WP Kota Bandung dapat dilihat dalam tabel berikut. Namun konteks ini dapat diperluas lagi untuk jenis usaha seperti restoran/kuliner. (6) Fesyen.000   40. dan (14) Riset dan Pengembangan. 2011 Dinamika perekonomian yang berkembang saat ini di Kota Bandung ialah ekonomi kreatif3 yang mencakup industri kreatif4.

serta menghidupkan kembali seni dan budaya tradisional Bandung. Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 50 Tahun 2011 tentang Rencana Induk Pembangunan Kepariwisataan Nasional Tahun 2010-2025 I-14 . Kota Bandung telah ditetapkan sebagai salah satu Kawasan Pengembangan Pariwisata Nasional (KPPN) dan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN) di Provinsi Jawa Barat (KPPN Bandung Kota dan sekitarnya) dan merupakan bagian dari Destinasi Pariwisata Nasional (DPN BANDUNG–CIWIDEY dan sekitarnya)7. & Foto TV. Video. Video. Bandung sebagai kota kreatif merupakan potensi daya tarik wisata yang tinggi.Video & Foto TV.Tabel I. Radio Kuliner Kerajinan R&D Seni Pertunjukan Komputer & Piranti Lunak Penerbitan WP Tegallega Pasar Seni / Brg Antik Musik Film. Tabel berikut merupakan daftar Cluster Wisata yang potensial berdasarkan preferensi pasar wisatawan Kota Bandung. membangkitkan pertumbuhan sektor pembangunan lainnya.3 Potensi Industri Kreatif di 6 Wilayah Pengembangan Kota Bandung WP Cibeunying Periklanan Arsitek Pasar Seni / Barang Antik Desain Fashion Musik Game Film. Radio Kuliner Kerajinan R&D Seni Pertunjukan Komputer Piranti Lunak Penerbitan & WP Ujungberung Kuliner Kerajinan R&D Seni Pertunjukan WP Gede Bage TV. di bawah Jakarta dan Bali sebagai destinasi primer di Indonesia. Radio Kuliner Kerajinan R&D Sektor pariwisata juga merupakan andalan sektor jasa Kota Bandung yang memberikan kontribusi signifikan terhadap perekonomian. Kota Bandung ditetapkan sebagai destinasi sekunder. Foto TV. 6 7 Sumber: Cetak Biru Destinasi Pariwisata Indonesia tahun 2007 Lampiran II dan III. & Foto TV. Video. 2008 WP Bojonagara Periklanan Arsitek Pasar Seni / Barang Antik Desain Fashion Film. Radio Kuliner Kerajinan R&D Seni Pertunjukan Komputer & Piranti Lunak Penerbitan Sumber: Hasil Kajian Bappeda Kota Bandung. Radio Kuliner Kerajinan R&D Seni Pertunjukan Komputer Lunak Penerbitan & Piranti WP Karees Periklanan Arsitek Desain Fashion Musik Film. membangkitkan kunjungan wisatawan. Dalam lingkup nasional. dan destinasi Borobudur-Yogya-Solo6. Pada tahun 2011. Berada di tempat ke-empat.

8%) (wisata heritage – wisata pendidikan – rekreasi alam dan buatan – wisata konvensi (MICE) .3%) (hiburan.3%) (wisata seni budaya tradisional dan wisata industri kerajinan) CLUSTER WISATA CIBADUYUT (0.wisata religi) CLUSTER WISATA KULINER BURANGRANG (2. terdapat kawasan-kawasan strategis yang termasuk dalam kawasan yang memiliki nilai strategis dari sudut kepentingan ekonomi Kota Bandung.2%) (rekreasi alam.1%) – ASIA AFRIKA – CLUSTER WISATA BANDUNG TIMUR (Gedebage) (16. wisata industri kerajinan) Sumber: Hasil Kajian Bappeda.7%) (wisata belanja-kuliner dan dan wisata heritage) Kawasan pariwisata yang ingin dikunjungi CLUSTER WISATA BRAGA – ASIA AFRIKA – CIKAPUNDUNG (23.4 Daftar Cluster Wisata Yang Potensial Berdasarkan Preferensi Pasar Wisatawan Kota Bandung CLUSTER WISATA POTENSIAL Kawasan pariwisata yang banyak dikunjungi CLUSTER WISATA IR. serta (vii) Sentra Tahu dan Tempe Cibuntu.5%) (wisata sejarah.wisata religi) CLUSTER WISATA ALUN-ALUN – SUDIRMAN – OTISTA – GARDUJATI – PASIRKALIKI (15.SUCI (12%) (wisata seni budaya tradisional dan wisata industri kerajinan) CLUSTER WISATA CIBADUYUT (11. wisata industri kerajinan) CLUSTER WISATA GEGERKALONG – SETIABUDI (7. (ii) Sentra Boneka Sukamulya.5%) (wisata belanja. Berdasarkan RTRW Kota Bandung Tahun 2011-2031. wisata industri kerajinan) CLUSTER WISATA PADASUKA . wisata belanja) CLUSTER WISATA GEDUNG SATE – GASIBU – SABUGA (5. wisata budaya. wisata budaya.7%) (wisata heritage – wisata pendidikan – rekreasi alam & buatan – wisata konvensi (MICE) . wisata heritage) CLUSTER WISATA GEGERKALONG – SETIABUDI (7. (vi) Sentra Jeans Cihampelas. (v) Sentra Kaos Surapati.SUCI (0. Kawasan strategis ini diantaranya adalah 7 (tujuh) sentra industri yang meliputi (i) Sentra Sepatu dan Olahan Kulit Cibaduyut. JUANDA – MERDEKA – RIAU (32.6%) (wisata kuliner – wisata heritage – wisata pendidikan hiburan & rekreasi – geowisata) CLUSTER WISATA CIHAMPELAS – CIPAGANTI (24.6%) WISATA KULINER BURANGRANG Kota Bandung juga dikenal dengan keberadaan beberapa sentra industri dan perdagangan. 2009 (Kajian Potensi Ekonomi Pariwisata dalam Rangka Meningkatkan PAD Kota Bandung) CLUSTER (1. geowisata) CLUSTER WISATA BRAGA CIKAPUNDUNG (10. wisata belanja.5%) (wisata rohani dan wisata belanja) CLUSTER WISATA DAGO UTARA – PUNCLUT (1%) (rekreasi alam. wisata industri kerajinan) CLUSTER WISATA DAGO UTARA – PUNCLUT (8.5%) (wisata rohani.2%) (wisata belanja. H. I-15 . (iv) Sentra Tekstil Cigondewah. Sentra dalam hal ini diartikan sebagai tempat atau lokasi usaha tertentu yang menghasilkan produk yang relatif sama. wisata heritage) CLUSTER WISATA GEDUNG SATE – GASIBU – SABUGA (18.Tabel I.8%) (wisata sejarah.7%) (wisata belanja – MICE) CLUSTER WISATA PADASUKA . (iii) Sentra Rajutan Binongjati.

83 2010 2011 Ket: LPE Kota Bandung 2006-2011 (Sumber: BPS Kota Bandung). Walaupun begitu.50  4. Tingkat LPE Kota Bandung ini lebih tinggi jika dibandingkan dengan kinerja LPE secara nasional.34  8.10  6. sedangkan rerata LPE nasional secara periode 2006-2011 hanya berada di kisaran 5. rerata LPE Kota Bandung mencapai 8. perkembangan pembangunan ekonomi dan kesejahteraan rakyat Kota Bandung juga perlu dilihat dalam konteks yang lebih luas lagi (multidimensional).83%.6 Laju Pertumbuhan Ekonomi (LPE) Kota Bandung Tahun 2006–2011 dan Perbandingannya dengan Tingkat Nasional (%) 11 10 9 LPE Nasional LPE Kota Bandung 8.60  Rerata LPE Nasional : 5. LPE tahun 2011 merupakan angka sangat sementara. Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi Edisi Januari &Februari 2012).58  Persentase (%) 8 7. Pertumbuhan ekonomi (economic growth) adalah perkembangan kegiatan dalam perekonomian yang menyebabkan barang dan jasa yang diproduksikan dalam masyarakat bertambah. Hal ini menunjukkan bahwa pertumbuhan ekonomi Kota Bandung relatif lebih baik jika dibandingkan dengan kondisi ekonomi secara nasional.58%.83  7 6 5 4 3 2006 2007 2008 2009 Rerata LPE Bandung : 8. Grafik I. pada tahun 2011 mengalami kenaikan menjadi 8.27 6.83%. PERTUMBUHAN EKONOMI Kualitas perkembangan pembangunan suatu wilayah salah satunya dapat dilihat dengan tingkat pertumbuhan ekonominya.45  8.b. Hal ini dikarenakan tingkat pertumbuhan tidak berdiri sendiri dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat secara luas. Tujuan utama yang ingin dicapai dalam pembangunan adalah kesejahteraan rakyat seluasluasnya. pertumbuhan ekonomi bukanlah merupakan tujuan akhir dari pembangunan. melainkan saling bertautan (berkorelasi) I-16 . LPE Nasional 2006-2011 (Sumber BPS Pusat. Masalah pertumbuhan ekonomi dapat dipandang sebagai masalah makro ekonomi dalam jangka panjang. Selama periode 20062011.27%.50  5. Perkembangan laju pertumbuhan ekonomi (LPE) di Kota Bandung selama 6 (enam) tahun terakhir (tahun 2006–2011) menunjukkan peningkatan yang positif. Selain pertumbuhan ekonomi. Jika pada tahun 2006 LPE Kota Bandung di tahun 2006 mencapai 7.

14 10.58 99.665.55 77.909 11.84 97.49 8.14 81.) 2007 78.043.006.32 65.054 24.09 89.400.51. swasta.99 60.56 8.45 16. Tabel berikut menguraikan beberapa indikator makro strategis Kota Bandung untuk dapat melihat pembangunan ekonomi dan kesejahteraan rakyat secara lebih luas.00 43.182 22.) Rupiah Persen % Sumber: BPS Kota Bandung.52 8.253.13 10.17 585.487 26. Adapun penjelasan singkat data-data pada tabel tersebut adalah sebagai berikut: 1. pengetahuan.5 Indikator Makro Kota Bandung TAHUN NO URAIAN SATUAN 2006 1 2 3 4 5 6 IPM Indeks Pendidikan Indeks Kesehatan Indeks Daya Beli Angka Harapan Hidup (AHH-o ) Angka Melek Hurup (AMH) Standar Hidup Layak Konsumsi per kapita yang disesuaikan Rata-rata Lama Sekolah LPE (Konstan) LPE (Berlaku) PDRB (Berlaku) PDRB per Kapita (Berlaku) PDRB (Konstan) PDRB per Kapita (Konstan) Inflasi Tingkat Pengangguran Terbuka Tahun % (Ribu Rp.34 Rupiah (Juta Rp.552.28 584.267.98 73.978.15.68 8.44 2008 78.27 582. akademisi.415.28 63.706 4.688.48 578.09 81.54 2010**) 78.583 2.39 99. Hal ini dapat menjadi salah satu indikasi bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat Kota Bandung menjadi lebih baik dibandingkan sebelumnya.104 10. Tabel I.73 99.24 17.32 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 576.17 16.451.228.971 10.309. serta masyarakat.441 23.58 18. Jika pada tahun 2006 IPM Kota Bandung sebesar 77.029 29.51 10.875 31.352.09 577.522 14.21 10. Hal ini berguna untuk dapat melihat kerangka pertumbuhan dan pembangunan ekonomi. Kinerja pembangunan manusia I-17 .455.282 13.877 5.75 10.56 80.176 34.04 73.365.89 10.dengan aspek dan indikator (makro) lainnya.79 99.68 82.65 64.33 89.491. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Bandung yang dapat menunjukkan tingkat pembangunan manusia melalui pengukuran keadaan penduduk menurut usia hidup.465 34.54 2011***) 79.23 15.08 65.767.27 73.99 72.71 89.71 80.66 73.002.281.53 12. dan hidup layak menunjukkan tren peningkatan setiap tahunnya.50 2009 78.83 25.272 12. 2011 Ket : **) Angka sementara ***) Angka sangat sementara Berdasarkan data yang diuraikan pada tabel tersebut.21 16.22 73.26 79.37 7.99 90. secara umum indikator makro ekonomi Kota Bandung periode 2006-2011 menunjukkan peningkatan dan pertumbuhan yang cukup signifikan.902 40.444.34 16.380 19.163 30.11 13.941.97 64.57 99. serta kesejahteraan masyarakat secara lebih komprehensif dan holistik.83 81.33 16.372 26.) Tahun Persen Persen (Juta Rp.65 99.27 70.98 50. pada tahun 2011 mengalami peningkatan menjadi 79.697. Peningkatan ini tidak terlepas dari hasil kerja keras para unsur pemerintah.15 90.51 89.70 8.408.22 65.13 10.526 2.533 5.517 11.

10  80.27 71 72.26 dan d mening gkat menjadi 90.04 64.98 64.32.dalam dimensi ek konomi.09 78.09 90.97 78.27 2007 2008 Indeks Kesehatan 2009 2010 Indeks Daya Beli 2011 IPM Sumber r: BPS Kota Bandun ng. serta ind deks ekonom mi yang dih hitung berdasarkan kema ampuan/pa aritas daya beli Grafik I. .2010 79 77 Nilai Indeks 75 73 77. tahun 20 indeks pendidik kan berada pada n nilai 89. IPM merupakan inde eks komposit t yang merup pakan hasil gabungan dar ri beberapa in ndeks. Indeks ekonomi (d daya beli) juga cukup meningk kat taj jam selama periode 20 0062011. IPM Nasional & Provinsi Jawa Ba I-18 8 72.32 67 65 2006 70.28 7 77.14 8 79. Peningk ini katan menunju ukkan bah hwa derajat keseha atan masyara akat K Kota Bandung g menjadi le ebih baik se etiap tahunn nya. Provinsi Jawa Barat dan d Tingk kat Nasional Periode P 2006.32 79.99 80.99 71.64 70. Jika pad da tahun 20 006 nilai ind deks ini bera ada pada nilai 79.51 78. .15  65.29 .65 78.59 2008 71.9 98.83 90.9 99  65.71 71. 2006-2011 Grafik I. dimana pa ada tahun 2011 sud dah berada dikisaran d 65.32  81.71  6 65.22 81.14 di tahun 2011.10 69 2007 70.22 78.6 .12 70. 89.8 Perbandingan IP PM Kota Band dung. Peningk katan IPM ini didasari oleh h peningkatan indeks parsial pembent tuk IPM itu sendiri. in ndeks keseha atan yang dih hitung berdasarkan angka harapan hidup h (AHH) ). pen ndidikan.66 81. 2 Salah satu s penyeba ab adanya peningk katan dalam indeks pendidikan p ia alah semakin n besar rnya proporsi angga aran pendidik kan deng gan disertai meningkat-nya kesadara an masyara akat akan pe entingnya pen ndidikan.26 89. da an sosial yang y diukur r melalui Indeks I Pemban ngunan Manu usia (IPM) ini dapat menjadi indikasi ba ahwa kesejah hteraan masyarakat Kota Bandung dari waktu w ke wak ktu mengalam mi peningkata an. Peningka atan yang ser rupa juga ter rjadi di inde eks kesehat tan.7 (PPP). Indeks-in ndeks tersebut adalah ind deks pendidik kan yang dihi itung berdasa arkan angka melek huruf (A AMH) dan an ngka rata-rat ta lama seko olah (RLS).71 89.76 2010 Provinsi Jaw wa Barat Sumber : Nasional Kota Bandung IPM Kota Bandung: BPS Kota Ba andung arat: BPS Pusat.51   63. pa ada tahun 2011 2 mening gkat menjadi 81.71 78. Pe erkembangan n IPM Kota Bandung dan In deks Parsialny ya Periode 2006-2011 95  90  85  Poin 80  75  70  65  60  2006 Indeks Pendidik kan 89.17 2009 71.33 78. Pada 006.08 78.28.

Pada tahun 2006. Besaran perekonomian yang diindikasikan dengan nilai PDRB juga mengalami perkembangan setiap tahunnya.32 dan meningkat menjadi 72. Ini memberikan indikasi bahwa potensi yang ada di Kota Bandung memiliki keunggulan yang relatif lebih baik dan patut untuk terus dipelihara dan dikembangkan dalam peningkatan pem-bangunan di segala bidang secara berkelanjutan.24 tan pertumbuhan 8. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan masya-rakat Kota Bandung relatif lebih baik jika dibandingkan dengan Provinsi Jawa Barat dan Nasional. PDRB Atas Dasar Harga Berlaku Kota Bandung pada tahun 2006 mencapai Rp43.71 kaitan yang erat 8. 1996-2010) I-19 . Pada tingkat nasional. perkemPeriode 2006-2011 bangan kenaikan 79.0 IPM Kota Bandung 79. IPM pada tahun 2006 hanya mencapai nilai 70.0 LPE (sumbu  kanan) 7.Jika dilakukan komparasi dengan tingkat nasional dan provinsi Jawa Barat.8 litian yang telah 7. 8.4 8.2 ngan timbal balik 2006 2007 2008 2009 2010**) 2011***) (two-way relationSumber: BPS Kota Bandung ship) antara modal manusia (human capital) dan pertumbuhan ekonomi. dimana pada tahun 2011 mencapai 8.go.9 Jika dilihat trendTrend IPM dan Laju Pertumbuhan Ekonomi Kota Bandung nya.5 7.99 8. Perekonomian (PDRB) mempengaruhi pembangunan manusia. Grafik I.83 IPM (sumbu  kiri) 7.45 8. Pertumbuhan Ekonomi (%) 8 www.27 8. LPE Kota Bandung dalam periode 2006-20011 mengalami trend peningkatan.34 ekonomi yang 78.0 8.5 triliun pada tahun 2011. maka akan mempengaruhi ekonomi melalui peningkatan kemampuan atau kapabilitas masyarakat.5 8. dengan semakin tingginya pembangunan manusia.4 buktikan bah-wa terdapat hubu76.8 juga memiliki 79.id (Indeks Pembangunan Manusia Provinsi dan Nasional. khususnya melalui aktivitas rumah tangga dan pemerintah. Hal yang tidak jauh berbeda juga terjadi jika dibandingkan dengan Provinsi Jawa Barat. Indeks Pembangunan Manusia 2. Sebagai konsekuensinya akan mengakibatkan peningkatan kreatifitas dan produktivitas masyarakat.5 triliun dan meningkat menjadi Rp97.15 78.6 dilakukan mem77.17 terjadi selama ini. IPM Provinsi Jawa Barat baru mencapai nilai 70.6 dengan peningka8. Pertama adalah dari pertumbuhan ekonomi ke pembangunan manusia (human development). perkembangan IPM Kota Bandung relatif lebih baik.29 pada tahun 2010.58 78.bps.10 dan meningkat pada tahun 2010 menjadi 72.5 9.0 78.2 8.0 Beberapa pene77.58%.5 7. Di sisi lain. Sebagaimana telah diuraikan di atas.

Inflasi di Kota Bandung ini relatif lebih kecil jika dibandingkan dengan tingkat inflasi secara nasional yang berada di level 3.000.3 juta/orang.971  10.atau meningkat sebesar 224.000. Jika dilihat trend perkembangan tingkat inflasi Kota Bandung selama periode 2006-2011. Jika dibandingkan dengan tingkat nasional.583  13 12 Rp Juta Nasional Kota Bandung  11. Grafik I.4 juta/orang.253.006. 3.11 Perbandingan Pendapatan Perkapita (PDRB Per Kapita Harga Konstan) Kota Bandung dan Tingkat Nasional Periode 2006-2010 14 14.67  13. pendapatan per kapita (atas dasar harga konstan) Kota Bandung berada di atas level nasional.31 juta/orang dan meningkat di tahun 2010 menjadi sebesar Rp9.267. Jika dihitung menggunakan PDRB Atas Dasar Harga Konstan.000  6.000  14.3 juta/orang.79%9 pada tahun 2011.4 juta/orang.000  4.000  ‐ 9.767. pendapatan perkapita nasional (atas dasar harga konstan) berada di level Rp8.41  12.11  11. Pada tahun 2006. Laporan Bulanan Data Sosial Ekonomi Edisi Januari 2012 I-20 .4%. Hal ini menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat Kota Bandung relatif lebih baik jika dibandingkan dengan rata-rata tingkat nasional.000  11 10 9 8 7 6 Rp 8. menunjukkan cukup terjadi 9 Sumber: BPS Pusat. Indikasi kesejahteraan masyarakat yang dapat ditunjukkan dengan pendapatan per kapita (PDRB per kapita atas dasar harga konstan) juga menunjukkan kemajuan yang cukup berarti. Jika pada tahun 2006 pendapatan per kapita baru mencapai Rp10.000  Grafik I. atau meningkat sebesar 149.25  9.000.408.000  2.31  8.4 triliun di tahun 2011.533  11.000  10. Inflasi Kota Bandung pada tahun 2011 berada pada kisaran 2.41  9.877  11. pada tahun 2006 nilainya mencapai Rp23 triliun dan meningkat menjadi Rp34.000.71  2006 2007 2008 2009 2010**) 2011***) Sumber : 2006 2007 2008 2009 2010 Sumber : BPS Kota Bandung PDRB Perkapita Kota Bandung (BPS Kota Bandung) PDRB perkapita Nasional (BPS Pusat) olahan 4.10 Perkembangan Pendapatan Per Kapita (Atas Dasar Harga Konstan) Kota Bandung Periode 2006-2011 16.74  8.000.000. pada tahun 2011 mengalami peningkatan yang cukup signifikan menjadi Rp14.706  12.526  13.000.77  12. Jika menggunakan harga berlaku PDRB Kota Bandung pada tahun 2011 telah mencapai Rp40.75%.1%.665.74 juta/orang.01  10. dimana mengalami peningkatan sebesar 209% jika dibandingkan dengan tahun 2006 yang hanya Rp19.000.

cabai. yaitu sebesar 3. Lebih rendahnya kenaikan harga di Kota Bandung terutama disebabkan oleh penerapan kebijakan antisipatif dari Pemerintah menjelang bulan puasa dan hari raya Idul Fitri. Kajian Ekonomi Regional Provinsi Jawa Barat Triwulan IV-2011 Inflasi komoditas bergejolak (volatile foods) adalah inflasi kelompok komoditas bahan makanan yang perkembangan harganya sangat bergejolak karena faktor-faktor tertentu. 12 Kantor Bank Indonesia Bandung. inflasi tahunan kelompok sandang. Kajian Ekonomi Regional Provinsi Jawa Barat Triwulan IV-2011 Inflasi Kota Bandung memiliki laju inflasi terendah dibandingkan dengan kota-kota lain di Jawa Barat. yakni kelompok bahan makanan.12 Inflasi Tahunan Jawa Barat Menurut Kota Periode 2010-2011 Sumber: Bank Indonesia Bandung. pada tahun 2011 tingkat inflasinya berada di atas Kota Bandung. Faktor utama penyebab turunnya laju inflasi terutama berasal dari harga bahan pangan yang bergejolak (volatile foods) 11.53%. dan kesehatan. Inflasi makanan diduga disebabkan adanya kenaikan bahan baku. Sementara itu. pendidikan. perumahan.1010. Kajian Ekonomi Regional Provinsi Jawa Barat Triwulan III-2011 11 10 I-21 . inflasi yang terjadi pada beberapa komoditas bahan makanan seperti beras. Pada tataran regional Provinsi Jawa Barat. kelompok perumahan meningkat khususnya terkait dengan kenaikan biaya tempat tinggal. Sebagai contoh. sehingga pasokan bahan pangan tetap terjaga dan harga beberapa komoditas pokok tidak meningkat tajam seperti pada tahun-tahun sebelumnya12. dan beberapa jenis sayuran lainnya seringkali berfluktuasi secara tajam karena dipengaruhi oleh kondisi kecukupan pasokan komoditas yang bersangkutan (faktor musim panen. Inflasi Kota Bandung di tahun 2011 mengalami penurunan jika dibandingkan dengan tahun 2010 yang berada di tingkat 4. Turunnya Kantor Bank Indonesia Bandung. meningkatnya tekanan inflasi Kota Bandung berasal dari kelompok bahan makanan. Berdasarkan kelompok barang/jasa. dan transpor menurun dibandingkan periode lalu. makanan jadi. dan hama).fluktuasi tiap tahunnya. Grafik I. bencana alam. gangguan distribusi. Di lain pihak.

45 8.80 8.20 8. Kajian Ekonomi Regional Provinsi Jawa Barat Triwulan IV-2011 Kantor Bank Indonesia Bandung. dan yang sudah punya pekerjaan tetapi belum mulai bekerja (sebelumnya dikategorikan pekerjaan bekerja).48 15.34 8.09%. Inflasi volatile foods Kota Bandung meningkat akibat kenaikan harga daging ayam ras dan telur ayam ras dari daerah sentra produksi. Pengangguran terbuka (open unemployment) adalah orang yang masuk dalam angkatan kerja (15 tahun ke atas) yang sedang mencari pekerjaan. yang mempersiapkan usaha.00 7. Grafik I. Selain itu. Sementara itu kenaikan tarif pendidikan di Kota Bandung pada periode laporan lebih terjaga dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya13.0 8. Kajian Ekonomi Regional Provinsi Jawa Barat Triwulan IV-2011 I-22 .0 0. dan pada waktu yang bersamaan mereka tak bekerja (jobless).34%.0 2.0 16.0 16. yang tidak mencari pekerjaan karena merasa tidak mungkin mendapatkan pekerjaan (sebelumnya dikategorikan sebagai bukan angkatan kerja).58 8.0 7.13 Perkembangan Tingkat Pengangguran Terbuka & Pertumbuhan Ekonomi Kota Bandung Periode 2006-2011 18. pada tahun 2011 telah berkurang secara signifikan menjadi 10.0 10.17 10.17 8. Penurunan tingkat pengangguran ini selaras dengan tingkat pertumbuhan ekonomi yang semakin meningkat. Jawa Barat menyebutkan bahwa harga day old chick (DOC) atau bibit naik.0 8.24 8.0 6. maka peternak kemudian menaikkan harga.09 16.40 8. Produsen di Ciamis.40 2006 2007 2008 2009 2010**) 2011***) Tingkat Pengangguran Terbuka  Sumber: BPS Kota Bandung LPE (Konstan) 13 14 Kantor Bank Indonesia Bandung. 5. Jika pada tahun 2006 tingkat pengangguran terbuka sebesar 16.60 Pengangguran Terbuka (%) Pertumbuhan Ekonomi (%)  14.34 12.0 12.60 7.83 7.80 4.27 13.28 8. Mengingat besarnya proporsi biaya bibit dalam pembentukan harga. pasokan tomat sayur dan kacang panjang yang sebagian besar didatangkan dari Kabupaten Bandung terkendala cuaca buruk pada akhir tahun sehingga inflasi sayur-sayuran di Kota Bandung meningkat14. Tingkat pengangguran terbuka Kota Bandung dari waktu ke waktu mengalami penurunan yang cukup signifikan.inflasi kelompok sandang dan transpor disebabkan oleh penurunan harga emas perhiasan dan bensin non subsidi sejalan dengan penurunan harga emas dan minyak dunia di pasar internasional.

hotel. terutama pada sektor industri pengolahan dan sektor perdagangan. dan restoran. dukungan kebijakan pemerintah daerah Kota Bandung dalam aspek ketenagakerjaan (pro-job) juga memberikan kontribusi terhadap penurunan tingkat pengangguran yang ada. Selain itu.Meningkatnya aktivitas perekonomian pada beberapa sektor perekonomian. I-23 . mendorong penyerapan tenaga kerja yang lebih besar.

.

yang selanjutnya tercermin dalam APBD. RKPD menerjemahkan perencanaan strategis jangka menengah (RPJMD dan Renstra SKPD) ke dalam rencana program dan penganggaran tahunan. dan kebutuhan daerah. Inti dasar proses penyusunan kebijakan yang ada. dan pemberdayaan masyarakat yang bertujuan pada peningkatan kesejahteraan rakyat. Dalam konteks dan kerangka waktu jangka panjang. kebijakan pembangunan tersebut dijabarkan menjadi kebijakan pembangunan tahunan dalam bentuk Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD). Sebagai upaya mengaktualisasikan fungsi penyelenggaraan pemerintahan daerah. penyelenggaraan pemerintahan daerah dilaksanakan dengan memuat azas desentralisasi dan tugas pembantuan dengan otonomi seluas-luasnya dalam sistem dan prinsip Negara Kesatuan Republik Indonesia. Pemerintah Kota Bandung telah merumuskan berbagai kebijakan yang memiliki konteks dan fungsi berbeda. kebijakan tersebut dituangkan dalam Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 08 Tahun 2008 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah Kota Bandung 2005–2025. Hal tersebut telah membawa perubahan yang fundamental terhadap kebijakan struktur dan manajemen pemerintahan yang mengarah kepada penguatan daerah untuk menyelenggarakan urusan pemerintahan dalam kerangka pelaksanaan fungsi pemerintahan daerah. kemampuan. Kebijakan pemerintah daerah disusun untuk memberikan peningkatan pelayanan. II-1 . prakarsa. Dari kerangka pembangunan jangka menengah daerah. dan tahapan pembangunan jangka panjang. disusun berdasarkan Visi dan Misi Daerah yang dijabarkan ke dalam tujuan. Pertimbangan lainnya adalah dengan memperhatikan kekhasan dan keunggulan yang ada. RPJPD tersebut menguraikan tentang arah pembangunan yang ingin dicapai Kota Bandung dalam kurun waktu 20 (dua puluh) tahun. strategi. dan menjadi pedoman bagi Rencana Kerja (Renja) setiap SKPD untuk menjalankan program dan kegiatannya. Selanjutnya dijabarkan dalam Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 09 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Bandung Tahun 2009-2013. diarahkan untuk optimalisasi dan pemanfaatan berbagai sumber daya (resources) yang dimiliki Kota Bandung sesuai dengan kewenangan yang dimiliki. Kebijakan Pemerintah Daerah B erdasarkan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah untuk kedua kalinya dengan Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2008.II. peranserta.

Oleh karena itu. sehat. 5. Pelaksanaan RKPD tahun 2011 yang disampaikan dalam LKPJ tahun 2011 merupakan tahapan tahun ke-tiga RPJMD tahun 2009-2013. Kebijakan Umum. Bersahabat. pencapaian kinerja dalam LKPJ tahun 2011 didasarkan pada target yang telah ditetapkan dalam dokumen RKPD Kota Bandung Tahun 2011 serta target pembangunan tahun ketiga RPJMD 2009-2013. Program Walikota sebagai Kepala Daerah. dan kesadaran perikehidupan majemuk. Sebagai penjabaran visi termaksud. A. telah ditetapkan 6 (enam) II-2 . Misi. berakhlak mulia. 4. Kota Bandung sebagai pusat pertumbuhan sektor jasa yang memberikan manfaat bagi warga Bandung khususnya. Makmur. hijau. Pemenuhan kondisi lingkungan ekonomi sehingga tercapai kemakmuran ekonomi warganya.Penyusunan LKPJ Walikota Bandung Tahun 2011 merupakan laporan pelaksanaan program dan kegiatan yang didasarkan pada Peraturan Walikota Bandung Nomor 311 Tahun 2010 tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kota Bandung Tahun 2011 yang merupakan penjabaran tahunan dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Tahun 2009-2013. Jawa Barat dan nasional pada umumnya. Dalam mencapai visi tersebut juga dijunjung motto juang “Bermartabat” yaitu. Pemenuhan kondisi tata ruang yang seimbang dan harmonis. Keuangan Daerah. tertib. indah. Pemenuhan kondisi lingkungan hidup yang bersih. dan berbunga. Arah Kebijakan Pembangunan. serta rencana program prioritas daerah. Bersih. dan kebanggaan bagi seluruh warganya. 3. Taat. Perda Nomor 09 Tahun 2009 tentang RPJMD Kota Bandung tahun 2009–2013 memuat Visi. harga diri. stabil. VISI DAN MISI Visi merupakan penggambaran kondisi ideal yang akan dicapai di masa depan. dan dinamis. prioritas dan sasaran pembangunan. Visi Kota Bandung berdasarkan Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 09 Tahun 2009 tentang RPJMD Kota Bandung Tahun 2009-2013 adalah: “ M em a n t a p ka n K o t a B a n du n g se b a g a i K o t a J a sa B e rm a r t a b a t” Kota Bermartabat diartikan sebagai kota yang mempunyai jati diri. dan Program Pembangunan yang akan dilaksanakan oleh SKPD disertai dengan rencana kegiatan dan kerangka pendanaan yang bersifat indikatif. 2. Kota Jasa Bermartabat memiliki dimensi: 1. Pemenuhan kondisi lingkungan sosial yang aman. Arah visi tersebut adalah memerankan Kota Bandung sebagai Kota Jasa. Pemenuhan kondisi lingkungan keagamaan yang penuh toleransi. RKPD Kota Bandung Tahun 2011 memuat rancangan kerangka ekonomi daerah beserta kerangka pendanaan. memiliki pelayanan publik prima tanpa membedakan status.

merata. Meningkatkan Kinerja Pemerintah Kota yang Efektif. 6. CERDAS. Meningkatkan Kesejahteraan Sosial dan Mengembangkan Budaya Kota yang Tertib. Bermasyarakat. 2. Kreatif. 5. 5. Aman. 4.3 Mewujudkan Masyarakat yang Berakhlak Mulia (Agenda Prioritas Bandung Agamis) 1. 2. mudah. Profesional. dan terjangkau Meningkatnya kualitas lingkungan bersih melalui sanitasi dasar dan sanitasi umum Meningkatnya promosi dan pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan kesehatan Meningkatnya kebijakan dan manajemen pembangunan kesehatan Meningkatnya pengawasan komoditas produk-produk pangan Meningkatnya kualitas hidup melalui pengendalian jumlah penduduk Memantapkan Kecerdasan Warga Kota Bandung (Agenda Prioritas Bandung Cerdas) 1. PROFESIONAL. dan Bernegara II-3 .4 Mewujudkan Kesetaraan dan Keadilan Gender dalam Kehidupan Berkeluarga. Cerdas. 4.Misi Kota Bandung Tahun 2009-2013 yang merupakan gambaran mengenai cara bagaimana visi akan dicapai. 3. Meningkatkan Kapasitas Pengelolaan Keuangan dan Pembiayaan Pembangunan Kota yang Akuntabel dan Transparan dalam Menunjang Sistem Pemerintahan yang Bersih dan Berwibawa. Akuntabel.1 MISI / TUJUAN / SASARAN MENGEMBANGKAN SUMBER DAYA MANUSIA YANG SEHAT.1 Tujuan dan Sasaran Pembangunan Kota Bandung Tahun 2009-2013 NO 1 1. Berakhlak. Misi Kota Bandung Tahun 2009-2013 selengkapnya adalah sebagai berikut: 1. Menata Kota Bandung Menuju Metropolitan Terpadu yang Berwawasan Lingkungan. BERAKHLAK. 8. 5.2 Meningkatnya kualitas dan akses pelayanan kesehatan dasar dan rujukan yang bermutu. 3. Meningkatnya pemahaman dan pengamalan agama Meningkatnya kerukunan umat beragama 1. 6. DAN BERDAYA SAING Memantapkan Kesehatan Warga Kota Bandung (Agenda Prioritas Bandung Sehat) 1. 2. 6. Tersedianya SDM cerdas sejak dini Meningkatnya kuantitas dan kualitas akses penyelenggaraan pendidikan dasar Meningkatnya SDM yang kreatif dan kompetitif Meningkatnya kualitas dan akses pendidikan non formal Meningkatnya kualitas tenaga pendidik dan kependidikan Meningkatnya kualitas pelayanan bidang pendidikan Meningkatnya budaya baca masyarakat Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pendidikan 1. Efisien. Mengembangkan Perekonomian Kota yang Berdaya Saing dalam Menunjang Penciptaan Lapangan Kerja dan Pelayanan Publik serta Meningkatkan Peranan Swasta dalam Pembangunan Ekonomi Kota. 4. Berprestasi dalam Menunjang Kota Jasa Bermartabat. Tabel II. 2. dan Transparan dalam Upaya Meningkatkan Kapasitas Pelayanan Kota Metropolitan. dan Berdaya Saing. Mengembangkan Sumber Daya Manusia yang Sehat. 7. 1. 3.

pelaku budaya.4 Meningkatkan Kepekaan dan Kepedulian Masyarakat terhadap Lingkungan Sosial 1. 7. 4. Pelaku Budaya.3 Meningkatkan Prestasi Kepemudaan (Agenda Prioritas Bandung Berprestasi) 1. 5.2 Meningkatkan Sinergitas Pelestarian Budaya Lokal antar Pemerintah. 8. dan masyarakat 3. 2 MISI / TUJUAN / SASARAN Meningkatnya peran dan posisi perempuan dalam kehidupan bermasyarakat Meningkatnya kualitas hidup perempuan dan anak MENGEMBANGKAN PEREKONOMIAN KOTA YANG BERDAYA SAING DALAM MENUNJANG PENCIPTAAN LAPANGAN KERJA DAN PELAYANAN PUBLIK SERTA MENINGKATKAN PERANAN SWASTA DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI KOTA Memantapkan Kemakmuran Warga Kota Bandung (Agenda Prioritas Bandung Makmur) 1. Meningkatnya kepedulian masyarakat terhadap para penyandang masalah kesejahteraan sosial Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam penanggulangan penyandang masalah kesejahteraan sosial 3. 2. 2.1 3. 9. sistem produksi.NO 1. 6.1 2. dan Masyarakat (Agenda Prioritas Bandung Kota Seni Budaya) Meningkatnya sinergitas pelestarian budaya lokal antara pemerintah. 2. AMAN. 2.3 Mewujudkan Kerjasama Ekonomi dengan Daerah Lain Meningkatnya sinergitas kegiatan ekonomi antar wilayah 3 MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN SOSIAL DAN MENGEMBANGKAN BUDAYA KOTA YANG TERTIB.2 Mewujudkan Pariwisata yang Berdaya Saing Meningkatnya Kota Bandung sebagai kota tujuan wisata 2. KREATIF. BERPRESTASI DALAM MENUNJANG KOTA JASA BERMARTABAT Mewujudkan Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat (Agenda Prioritas Bandung Makmur) Meningkatnya kesejahteraan masyarakat melalui pemberdayaan kelembagaan dan partisipasi dan ekonomi masyarakat 3. Meningkatnya peranserta pemuda dalam pembangunan Meningkatnya prestasi olahraga dan bidang lainnya 3. 3. dan penguatan sentra industri Meningkatnya pertumbuhan riil dan kontribusi riil sektor perekonomian kota Menjaga stabilitas harga dan distribusi barang kebutuhan pokok Meningkatnya perluasan kesempatan kerja formal di sektor-sektor yang menjadi core competency kota Meningkatnya penertiban dan penataan pedagang kaki lima serta pedagang asongan Mengembangkan kota sebagai kota kreatif 2.5 Meningkatkan Mutu Kerjasama diantara Semua Pemangku Kepentingan dalam Pembangunan Kota Bandung Terbukanya akses informasi tentang perencanaan dan pelaksanaan pembangunan kota II-4 . Meningkatnya peranan usaha mikro kecil menengah dan koperasi dalam perekonomian kota Meningkatnya akses pelayanan perijinan dan kepastian hukum bagi dunia usaha Meningkatnya kesejahteraan petani dan penguatan ketahanan pangan perkotaan Meningkatnya kemampuan teknologi.

4. 3. dan lain sebagainya) Penanggulangan infrastruktur pasca bencana 5 MENINGKATKAN KINERJA PEMERINTAH KOTA YANG EFEKTIF. dan Air Tanah Dalam) 1.5 Memantapkan Pembangunan Kota Bandung yang Berkelanjutan dan Berwawasan Lingkungan 1.3 Mewujudkan Pengelolaan Limbah Padat yang Efektif dan Bernilai Ekonomi Berkurangnya limbah padat melalui pemanfaatan kembali sehingga memiliki nilai ekonomi 4. 2. Air. Berkembangnya sistem prasarana transportasi yang mendukung struktur ruang kota Terkendalinya aspek-aspek penyebab kemacetan dan kecelakaan Berkembangnya Sarana Angkutan Umum Masal (SAUM) dan terbatasnya penggunaan kendaraan bermotor Lingkungan yang Memenuhi Standar 4.8 Mewujudkan Mitigasi Bencana yang Handal 1. Terbentuknya struktur ruang kota yang aman.1 MISI / TUJUAN / SASARAN MENATA KOTA BANDUNG MENUJU METROPOLITAN TERPADU YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN Mewujudkan Kualitas Udara. AKUNTABEL.1 II-5 . banjir. 2. 2.2 Menjamin Tersedianya Kuantitas dan Kualitas Air (Air Permukaan. nyaman. Tertatanya ruang terbuka publik secara berkualitas Terkendalinya pemanfaatan ruang 4. 2.NO 4 4. 3. 3. dan Ramah Lingkungan 1.6 Menyediakan Sistem Transportasi yang Aman. Nyaman. Terkendalinya pencemaran udara Terkendalinya pencemaran air Terkendalinya pencemaran tanah 4. gunung meletus. 2. dan Berkelanjutan 1. Produktif. dan Tanah Sesuai Baku Mutu Lingkungan 1. 2. longsor. Pengembangan sumber air baku untuk penyediaan air bersih Meningkat dan terkendalinya kawasan berfungsi lindung (berfungsi hidrologi) 4. Nyaman. angin topan. Tumbuh dan meningkatnya pengelolaan bencana alam (gempa. dan berkelanjutan Tersedianya lahan pemakaman sesuai kebutuhan kerjasama dengan pengembang Terarahnya hunian vertikal dan teremajakannya kawasan kumuh 4. Efisien.7 Mewujudkan Sarana dan Prasarana Teknis/Standar Pelayanan Minimal (SPM) 1. 2. Tersedianya air bersih dengan kualitas dan kuantitas yang baik Tersedianya tempat pemprosesan akhir (TPA) sampah yang berkelanjutan Tersedianya sistem drainase kota yang tertata Tersedianya sistem penanganan air limbah dan IPAL Kota Tersedianya prasarana energi dan komunikasi yang handal 4. DAN TRANSPARAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN KAPASITAS PELAYANAN KOTA METROPOLITAN Mewujudkan Tata Kelola Pemerintahan yang Baik (Good Governance) Melalui Pemantapan Reformasi Birokrasi 5. produktif. dan lain sebagainya) Tumbuh dan meningkatnya pengelolaan bencana alam kecelakaan (kebakaran. EFISIEN. 5. Terjangkau. Air Tanah Dangkal. 3. 3.4 Menyediakan Ruang Kota yang Aman.

4.2 Mewujudkan Peran Serta Aktif Masyarakat dan Swasta dalam Pembiayaan Pembangunan Kota Meningkatnya sinergitas pemerintah. antisipatif. 5. 4. 2. 3. ekosistem. MISI / TUJUAN / SASARAN Meningkatnya kapasitas lembaga perencanaan pembangunan yang efektif dan efisien untuk menghasilkan produk perencanaan yang aspiratif. efisien.NO 1. aplikatif. 6 MENINGKATKAN KAPASITAS PENGELOLAAN KEUANGAN DAN PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN KOTA YANG AKUNTABEL DAN TRANSPARAN DALAM MENUNJANG SISTEM PEMERINTAHAN YANG BERSIH DAN BERWIBAWA Mewujudkan Anggaran Pemerintahan yang Optimal 1. dan masyarakat dalam pembiayaan pembangunan Sumber: Perda Nomor 9 Tahun 2009 tentang RPJMD Kota Bandung Tahun 2009-2013 B. dan lain sebagainya. kepadatan penduduk. 7. swasta. Mendorong usaha ekonomi kreatif berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi yang bernilai tambah tinggi dan ramah lingkungan. 6. kesehatan. 3. daya saing kota.1 6. dan APBD Kota (fiskal antar pemerintahan) Berkembangnya instrumen pembiayaan pembangunan non konvensional 6. APBD Provinsi. keindahan kota. 5. Meningkatkan efektifitas dan efisiensi birokrasi melalui reformasi kelembagaan (institutional reform) dan reformasi manajemen public (public management reform). Mengkondisikan lingkungan fisik tata ruang yang memenuhi kaidah amenities. 3. pemerintahan. 2. patologi sosial perkotaan. Menyelaraskan pertumbuhan ekonomi dengan situasi sosial kependudukan dan Sumber Daya Manusia serta mengantisipasi masalah-masalah sosial kependudukan. STRATEGI DAERAH Strategi pembangunan daerah secara umum ditetapkan dengan fokus kepada masyarakat. II-6 . 8. Meningkatnya pendapatan dan pengelolaan keuangan daerah yang efektif. dan kerjasama strategis dengan pihak lain yang meliputi: 1. dan akuntabel Meningkatnya sinergitas APBN. dan akuntabel Meningkatnya kesadaran dan ketaatan hukum dan HAM bagi masyarakat dan aparat Meningkatnya profesionalisme aparatur menuju pemerintahan yang akuntabel Mantapnya pelaksanaan reformasi birokrasi Terwujudnya pelayanan publik yang prima Terwujudnya kehidupan masyarakat yang demokratis Meningkatnya transparansi pengelolaan pemerintahan Meningkatnya ketertiban serta terciptanya kesadaran masyarakat dalam menjaga lingkungan stabilitas keamanan daerah 2. Mengendalikan pertumbuhan kota sehingga terjadi keseimbangan antara daya dukung dan aktivitas dengan peningkatan dan pemerataan sarana prasarana kota. dan kebersihan.

termasuk di dalamnya pencegahan dan penanganan HIV dan narkoba terutama di kalangan generasi muda Pengembangan peningkatan fungsi tempat ibadah sebagai tempat meningkatkan keimanan dan moral Peningkatan lingkungan hidup di perkotaan dan disiplin hidup di perkotaan Peningkatan peran swasta dalam pendidikan Penguasaan teknologi informasi bagi masyarakat kota Penguatan institusi masyarakat dalam membangun modal sosial. 14. 12. 3. 17.2 Arah Kebijakan dan Program Pembangunan Kota Bandung Tahun 2009-2013 ARAH KEBIJAKAN MISI 1: MENGEMBANGKAN SUMBER DAYA MANUSIA BERAKHLAK. Mengembangkan kerjasama dengan daerah Bandung Raya dan pihak lain dalam upaya optimalisasi daya dukung kota dan pelayanan umum terhadap pertumbuhan aktivitas yang ada di dalamnya. 13. dan Manajemen Kesehatan Program Keluarga Berencana Program Kesehatan Reproduksi Remaja Program Pemberdayaan Keluarga Program Penguatan Kelembagaan Keluarga Kecil Berkualitas Program Pengembangan Sistem Informasi dan Mikro Keluarga Program Peningkatan Kualitas Penyelenggaraan Pendidikan Program Wajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun Program Pendidikan Menengah Program Pendidikan Non Formal Program Peningkatan Sarana Prasarana Pendidikan Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Program Manajemen Pelayanan Pendidikan Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan Program Pengembangan Iklim Religius. 8. CERDAS. 18. 11. perilaku dan kebudayaan melalui peran serta masyarakat sehingga terbentuk solidaritas masyarakat yang kokoh dan dinamis 1. Program Upaya Kesehatan Masyarakat Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Program Pencegahan Penanggulangan Penyakit dan Lingkungan Sehat Program Obat dan Perbekalan Kesehatan Program Peningkatan Sarana. PROFESIONAL. Prasarana. 9. 15. Lingkungan Agamis. 21. PROGRAM YANG SEHAT. C. Menekankan pada masalah yang layak ditangani dalam jangka menengah serta mempersiapkan landasan bagi penyelesaian permasalahan jangka panjang. 7. 8. dan Aktivitas Sosial Keagamaan Program Peningkatan Toleransi dan Kerukunan Umat Beragama Program Peningkatan Peran Serta dan II-7 . DAN BERDAYA SAING 1. 5. 19. 6. 7. Pengembangan pendidikan formal dan informal dalam semua strata pendidikan Pengembangan kewirausahaan dengan membangun kompetensi dan kemampuan daya saing dan kreatif Peningkatan kesehatan masyarakat. 4.6. 5. disusun arah kebijakan daerah yang dijabarkan melalui arah kebijakan dan program berdasarkan Misi 1 sampai dengan Misi 6. 10. sebagai berikut: Tabel II. 6. 3. 20. 2. 2. 7. 4. ARAH KEBIJAKAN DAERAH Berdasarkan strategi pembangunan daerah. 16.

dan produksi yang baik Pengembangan kemitraan usaha koperasi/usaha kecil. KREATIF. Pembinaan seni budaya daerah dalam menunjang pariwisata Pengembangan kelompok-kelompok karang taruna/generasi muda Peningkatan sarana dan prasarana kebudayaan Pembinaan secara komprehensif kelompok multietnis dalam menunjang Bandung sebagai kota metropolitan Pengembangan LSM yang berorientasi pada pembangunan dan lingkungan kota Peningkatan peran lembaga dakwah 1. 3. 4. Program Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial Program Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat Program Pengembangan Nilai Budaya Daerah Program Peningkatan Peranserta Kepemudaan Program Peningkatan Upaya Penumbuhan Kewirausahaan dan Kecakapan Hidup Pemuda Program Pengembangan Kebijakan dan 5. 6. 5. 4. 5. 3. MISI 3: MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN SOSIAL DAN MENGEMBANGKAN BUDAYA KOTA YANG TERTIB. menengah dan besar dalam menunjang pengembangan ekonomi kreatif Penguatan promosi daerah dalam menarik wisatawan dan investasi dalam bidang pariwisata 1. AMAN. 8. II-8 . Program Peningkatan Investasi Program Peningkatan Ekonomi Masyarakat Program Peningkatan Ketahanan Pangan Program Peningkatan Pariwisata Program Peningkatan Ketenagakerjaan 2. 2.ARAH KEBIJAKAN PROGRAM Kesetaraan Gender dalam Pembangunan 22. Program Keserasian Kebijakan Peningkatan Kualitas Anak dan Perempuan 23. 2. 6. distribusi. 5. 4. Program Peningkatan Kualitas Hidup dan Perlindungan Perempuan dan Anak 24. 3. 2. Penataan dan optimalisasi prosedur investasi dalam meningkatkan kesempatan kerja di Kota Bandung melalui pelayanan satu pintu Penataan pedagang kaki lima dan meningkatkan kemitraan dengan sentrasentra produk lokal dalam mengembangkan industri kreatif tradisional Perbaikan infrastruktur ekonomi dalam menunjang pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat dalam mengembangkan ketahanan pangan kota Pendukungan sektor swasta dalam meningkatkan kesejahteraan tenaga kerja Pendukungan perubahan pola konsumsi masyarakat melalui diversifikasi pangan dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan kota Penataan struktur ekonomi perkotaan melalui penataan ruang aktivitas maupun pola konsumsi. 7. BERPRESTASI DALAM MENUNJANG KOTA JASA BERMARTABAT 1. 4. Program Penguatan Kelembagaan Pengarusutamaan Gender dan Anak MISI 2: MENGEMBANGKAN PEREKONOMIAN KOTA YANG BERDAYA SAING DALAM MENUNJANG PENCIPTAAN LAPANGAN KERJA DAN PELAYANAN PUBLIK SERTA MENINGKATKAN PERANAN SWASTA DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI KOTA 1. 6. 3.

8. MISI 4: MENATA KOTA BANDUNG BERWAWASAN LINGKUNGAN 1. 12. 7. PROGRAM Manajemen Olah Raga Program Pembinaan dan Pemasyarakatan Olah Raga Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Olah Raga Program Pemberdayaan Fakir Miskin dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) Lainnya Program Pemantapan Kelembagaan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS) Program Penanggulangan Bencana Alam dan Perlindungan Masyarakat Program Penyelenggaraan dan Pemeliharaan Ketentraman dan Ketertiban Program Peningkatan Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan Program Pengembangan Komunikasi Informasi dan Media Massa METROPOLITAN TERPADU YANG 7. 3. 7. 2. Penggunaan. 19. efisien. hijau. Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup Program Peningkatan Pengendalian Polusi Program Penyediaan Air Baku Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan Program Penyediaan Sarana Pembibitan RTH Program Penataan Ruang Terbuka Publik secara Berkualitas Program Penataan. 14. 18. 10. dan berbunga Pengelolaan transportasi secara efisien dalam mengurangi kemacetan dan polusi dengan mempersiapkan konsep rapid mass transportation yang handal sesuai dengan kemampuan/potensi Kota Bandung Penyebaran pusat-pusat pertumbuhan sekunder Penghijauan. perbaikan. 4. dan penambahan taman kota dan ruang terbuka untuk publik serta perbaikan dan pemanfaatan daerah aliran sungai yang dapat memperbaiki kualitas kehidupan Pelaksanaan program urban renewal dan urban redevelopment dalam meningkatkan pelayanan sektor jasa Penguatan SKPD yang terkait dalam menunjang peningkatan pelayanan pada masyarakat. 13. 10. 2. dan Penguasaan Tanah Program Peningkatan Pengelolaan Sampah Perkotaan Program Optimalisasi Sistem Pengelolaan Persampahan Program Perencanaan Tata Ruang Program Penataan Bangunan dan Bangun Bangunan Program Pemanfaatan Ruang Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang Program Pengembangan Perumahan Program Pembangunan Jalan dan Jembatan Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kebinamargaan Program Peningkatan Pelayanan Angkutan Program Pengendalian dan Pengamanan Lalu Lintas II-9 . produktif. 9. 11. dan dinamis sesuai dengan RTRW Kota Bandung Pengelolaan lingkungan yang sehat. 4. 15. 16. dalam mewujudkan pelayanan satu pintu 9. produktif. 5. dan berdayaguna di masa depan Peningkatan peran media dalam penyebarluasan informasi pembangunan 7. 3. 6. Pemilikan. Penguasaan. 8.ARAH KEBIJAKAN dalam meningkatkan kerukunan umat beragama Pembinaan anak jalanan sehingga memiliki kesempatan dalam berkreasi. 5. 8. 17. bersih. 13. 14. MENUJU 1. Pengelolaan tata ruang secara konsisten. 12. 11. 6.

5. Peningkatan pemerintahan yang good governance disertai prinsip efektif. ramah. dan transparan Peningkatan pelayanan publik yang optimal dan prima dengan menciptakan kondisi nyaman. Program Perencanaan Pembangunan Program Pembangunan Hukum Daerah Program Penataan Perundang-Undangan Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur 5. 4. Program Peningkatan Kapasitas dan Cakupan Pelayanan Air Bersih 22. dan Konservasi Sungai.ARAH KEBIJAKAN PROGRAM 20. akuntabel. 4. Program Pembangunan Prasarana dan Sarana Perhubungan 21. Program Tanggap Darurat Bencana Alam MISI 5: MENINGKATKAN KINERJA PEMERINTAH KOTA YANG EFEKTIF. MISI 6: MENINGKATKAN KAPASITAS PENGELOLAAN KEUANGAN DAN PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN KOTA YANG AKUNTABEL DAN TRANSPARAN DALAM MENUNJANG SISTEM PEMERINTAHAN YANG BERSIH DAN BERWIBAWA 1. Program Pengendalian Banjir 23. 6. dan merata Peningkatan peran swasta dalam pembiayaan pembangunan sebagai bagian dari deregulasi dalam pengembangan pelayanan publik Pemanfaatan dana secara efisien dan produktif yang didasarkan pada 1. Program Pengawasan Pembangunan Daerah 8. Danau. EFISIEN. dan berdayaguna Peningkatan fungsi pengawasan baik internal maupun eksternal sehingga tercipta suatu mekanisme birokrasi yang sehat dan terpercaya Peningkatan peran Kecamatan dan Kelurahan dalam meningkatkan kinerja pemerintahan melalui desentralisasi kebijakan pemerintahan kota Pengembangan sistem informasi dalam manajemen pemerintahan yang dapat memonitor permasalahan kota sehingga dapat membantu dalam proses pengambilan keputusan Pemerintah Kota 1. 3. 3. Program Peningkatan Kesiapan Kesiagaan dan Pencegahan Bahaya Kebakaran 28. 2. Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah Program Pengembangan Kemitraan Pembiayaan Pembangunan Daerah 2. dan Sumber Daya Air Lainnya 25. 2. Pengembangan dan Peningkatan Kapasitas Aparatur 6. Program Pemeliharaan Ketentraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat 2. DAN TRANSPARAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN KAPASITAS PELAYANAN KOTA METROPOLITAN 1. Program Kelembagaan dan Ketatalaksanaan 9. II-10 . efisien. adil. Program Pembinaan. 3. AKUNTABEL. Pengelolaan. Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah 27. Program Pembangunan dan Pengembangan Trotoar 26. Peningkatan dan menggali sumber pendapatan daerah berdasarkan azas proporsionalitas. Program Pengembangan. Program Pemantapan Reformasi Birokrasi 7. Program Pembangunan Saluran Drainase/Gorong-Gorong 24. produktif. dan produktif Pengembangan manajemen kota yang efisien. Program Pendidikan Politik Masyarakat dan Wawasan Kebangsaan 10. Program Pelayanan Prima dalam Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran serta Bencana Lainnya 29.

Penanggulangan Penyakit. dan Manajemen Kesehatan Program Keluarga Berencana Program Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) II-11 . Prasarana. Memantapkan Kecerdasan Warga Kota Bandung (Bandung Cerdas). dengan mengupayakan program sebagai berikut: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Program Upaya Kesehatan Masyarakat Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Program Pencegahan. melalui Bantuan Walikota untuk Kesehatan (Bawaku Sehat). merupakan kesinambungan substansi program-program yang sudah berjalan pada periode sebelumnya dan mempertimbangkan kampanye Walikota. Sumber: Perda Kota Bandung Nomor 9 Tahun 2009 tentang RPJMD Kota Bandung Tahun 2009-2013 D. disusun berdasarkan ketentuan Permendagri Nomor 59 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Program prioritas daerah di Kota Bandung yang telah ditetapkan. sebagai berikut: a.ARAH KEBIJAKAN pendekatan hasil/output dengan dilandasi azas manfaat Peningkatan pengelolaan aset pemerintah kota untuk meningkatkan PAD dan peningkatan pelayanan publik Pengelolaan keuangan secara transparan dalam meningkatkan akuntabilitas publik PROGRAM 4. 1. Memantapkan Kesehatan Warga Kota Bandung (Bandung Sehat). 5. dengan mengupayakan program sebagai berikut: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) Program Peningkatan Kualitas Penyelenggaraan Pendidikan Program Wajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun Program Pendidikan Menengah Program Pendidikan Non Formal/PAUD Program Peningkatan Sarana Prasarana Pendidikan Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Program Manajemen Pelayanan Pendidikan Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan b. melalui Bantuan Walikota untuk Pendidikan (Bawaku Sekolah). PRIORITAS DAERAH AGENDA PRIORITAS PEMBANGUNAN JANGKA MENENGAH DAERAH TAHUN 2009-2013 Program-program pembangunan lima tahunan sebagaimana tertuang dalam RPJMD Kota Bandung 2009-2013. Adapun program prioritas di Kota Bandung tahun 2009-2013 dikenal dengan 7 (tujuh) Agenda Prioritas. dan Lingkungan Sehat Program Obat dan Perbekalan Kesehatan Program Peningkatan Sarana.

Benah Usaha. Meningkatkan Kemakmuran Warga Kota Bandung (Bandung Makmur). Bina Usaha. Memantapkan Pembangunan Kota Bandung Berkelanjutan dan Berwawasan Lingkungan (Bandung Hijau dan Harmonis). melalui beberapa kegiatan bantuan. Yang dimaksud dengan Bandung Hijau dan Harmonis adalah suatu keadaan yang mencerminkan adanya keselarasan. antara lain: 1) Bantuan Walikota untuk Kemakmuran (Bawaku Makmur) 2) Bantuan Walikota untuk Ketahanan Pangan (Bawaku Pangan) 3) Bantuan Walikota untuk Penduduk Lanjut Usia (Bawaku Lansia) melalui Gerakan Sayang Orang Tua (Gerakan Nyaah Ka Kolot) yang terdiri dari: Bina Perumahan. Penanaman. dan Pengawasan Lingkungan Hidup (P4LH) Dalam rangka mencapai tujuan termaksud diupayakan program sebagai berikut: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) 10) 11) 12) 13) 14) Program Perencanaan Tata Ruang Program Pemanfaatan Ruang Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang Program Pengembangan Perumahan Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup Program Peningkatan Pengendalian Polusi Program Penyediaan Air Baku Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam Program Rehabilitasi Hutan dan Lahan Program Penyediaan Sarana Pembibitan RTH Program Penataan Ruang Terbuka Publik Secara Berkualitas Program Peningkatan Pengelolaan Sampah Perkotaan Program Optimalisasi Sistem Pengelolaan Persampahan Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Air Minum dan Air Limbah II-12 .8) Program Pemberdayaan Keluarga 9) Program Penguatan Kelembagaan Keluarga Kecil Berkualitas 10) Program Pengembangan Sistem Informasi dan Mikro Keluarga c. keserasian. dan Bina Lingkungan (Benah Imah. Pemeliharaan. dan keseimbangan dalam memantapkan pembangunan Kota Bandung berkelanjutan dan berwawasan lingkungan yang didukung oleh 5 gerakan. Benah Lingkungan) Dalam rangka mencapai tujuan termaksud diupayakan program sebagai berikut: 1) 2) 3) 4) 5) Program Peningkatan Ekonomi Masyarakat Program Peningkatan Ketenagakerjaan Program Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial Program Peningkatan Investasi Program Peningkatan Ketahanan Pangan d. yaitu: 1) 2) 3) 4) 5) Gerakan Penghijauan dan Hemat serta Menabung Air Gerakan Cikapundung Bersih Gerakan Sejuta Bunga untuk Bandung Gerakan Udara Bersih Gerakan Pembibitan.

Meningkatkan Prestasi Olah Raga dan Kepemudaan Kota Bandung (Bandung Berprestasi). dan 4) Tahun 2012-2013: Percepatan-Pemantapan (Pemantapan Akhir). untuk mewujudkan masyarakat Kota Bandung yang berahlak mulia. untuk meningkatkan prestasi olahraga dan kepemudaaan di Kota Bandung. Reformasi birokrasi yang telah dilaksanakan pada periode tahun 2003-2008 adalah restrukturisasi birokrasi. Dalam rangka mencapai tujuan tata kelola pemerintahan yang baik melalui pelaksanaan Reformasi Birokrasi. Untuk itu tahapan pemantapan ini dibagi menjadi beberapa tahapan rinci setiap tahun. Dalam rangka mencapai tujuan Bandung Berprestasi. yaitu 1) Tahun 2009: Institusionalisasi. Program Penataan. Memantapkan Pembinaan Seni dan Meningkatkan Budaya Kota Bandung (Bandung Kota Seni Budaya). diupayakan program sebagai berikut: 1) Program Peningkatan Peranserta Kepemudaan 2) Program Peningkatan Upaya Penumbuhan Kewirausahaan Kecakapan Hidup Pemuda 3) Program Pengembangan Kebijakan dan Manajemen Olah Raga 4) Program Pembinaan dan Pemasyarakatan Olah Raga 5) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Olah Raga dan g. Memantapkan Toleransi dan Pembinaan Umat Beragama (Bandung Agamis). Penggunaan. diupayakan program sebagai berikut: 1) Program Pengembangan Iklim Religius. diupayakan program sebagai berikut: a. untuk memantapkan pembinaan seni dan meningkatkan sosial budaya Kota Bandung. 2) Tahun 2010: Pertumbuhan. Dalam rangka mencapai tujuan Bandung Agamis. f. Pemilikan. dan Aktivitas Sosial Keagamaan 2) Program Peningkatan Toleransi dan Kerukunan Umat Beragama Bersamaan dengan pelaksanaan 7 Agenda Prioritas tersebut dilakukan juga upaya peningkatan kinerja aparat menuju good governance dengan melanjutkan tahapan Reformasi Birokrasi yang akan dilaksanakan melekat pada pelaksanaan 7 Agenda Prioritas.e. Kelanjutan Reformasi Birokrasi untuk tahun 2009-2013 merupakan tahapan pemantapan setelah pada tahun 2003-2008 dilakukan restrukturisasi. 3) Tahun 2011: Pengembangan. d. dan Pemanfaatan Tanah II-13 . diupayakan program sebagai berikut: 1) Program Peningkatan Pariwisata 2) Program Pengembangan Nilai Budaya Daerah f. c. Lingkungan Agamis. Program Perencanaan Pembangunan Program Penyelenggaraan dan Pemeliharaan Ketentraman dan Ketertiban Program Peningkatan Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan Program Penataan Perundang-undangan Program Pendidikan Politik Masyarakat dan Wawasan Kebangsaan Program Pemeliharan Ketentraman dan Ketertiban Umum serta Perlindungan Masyarakat g. Dalam rangka mencapai tujuan Bandung Kota Seni Budaya. Penguasaan. b. e.

n. p. j. k. m. o.33% Minimal 15% (kategori sedang) 16 juta rupiah 68. Tabel II. dan Peningkatan Kapasitas Aparatur Program Pemantapan Reformasi Birokrasi Program Pengawasan Pembangunan Daerah Program Kelembagaan dan Ketatalaksanaan Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah Program Pengembangan Kemitraan Pembiayaan Pembangunan Daerah Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Aparatur Program Pengembangan Komunikasi Informasi dan Media Massa Parameter yang digunakan untuk mencapai hasil 7 (Tujuh) Agenda Prioritas dapat diuraikan sebagai berikut. sempadan sungai.25 12 Tahun 100% 9.55 74 tahun 31/1000 kelahiran 12 orang/tahun Tidak ada target Tidak ada target Tidak ada target Tidak ada target 16% (dalam bentuk taman. hutan kota. Program Pembangunan Hukum Daerah Program Pembinaan.h.3 Indikator Kinerja Agenda Prioritas AGENDA PRIORITAS Bandung Cerdas INDIKATOR CAPAIAN Indeks Pendidikan RLS AMH Bandung Makmur LPE Tingkat Pemerataan Pendapatan (Versi Bank Dunia) PDRB Riil/Kapita Indeks Daya Beli Tingkat Pengangguran Terbuka Bandung Sehat Indeks Kesehatan Angka Harapan Hidup Angka Kematian Bayi Jumlah Kematian Ibu Melahirkan Bandung Kota Seni Budaya Meningkatnya kesadaran masyarakat dan komunitas seni budaya dalam rangka pelestarian seni budaya secara profesional dan berkesinambungan Meningkatnya hubungan pemerintah dengan pelaku budaya dalam perlindungan dan pelestarian budaya Bandung Agamis Bandung Berprestasi Bandung Hijau dan Harmonis Meningkatnya pemahaman dan pengamalan agama sesuai dengan agama dan keyakinan masing-masing Meningkatnya prestasi cabang olah raga Ruang terbuka hijau publik dan private yang efektif menunjang fungsi hidroorologi TARGET CAPAIAN 2013 92.88 15% 81. i. kawasan konservasi dan RTH II-14 . Pengembangan. l.

ditetapkan prioritas pembangunan dengan memperhatikan isu-isu strategis pada masing-masing bidang pembangunan dan dijabarkan ke dalam program dan kegiatan pembangunan untuk mewujudkan prioritas pembangunan daerah. dan program-program prioritas pembangunan daerah Tahun 2011. Lingkungan Hidup. dan pemasaran bagi UMKM dan koperasi. Meningkatnya kinerja Badan Usaha Milik Daerah. Prioritas Pembangunan Bidang Ekonomi Prioritas pembangunan bidang ekonomi difokuskan pada peningkatan dan pengembangan ekonomi kreatif. Sasaran yang ingin dicapai meliputi: a. serta peningkatan ketahanan ekonomi masyarakat kota. RKPD Kota Bandung Tahun 2011 merupakan pedoman pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan pada tahun 2011.AGENDA PRIORITAS INDIKATOR CAPAIAN TARGET CAPAIAN 2013 lainnya) Reformasi Birokrasi Meningkatnya jumlah SKPD yang bersertifikat Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2000 59 SKPD dan 24 unit kerja Sumber: Perda Kota Bandung Nomor 9 Tahun 2009 tentang RPJMD Kota Bandung Tahun 2009-2013 E. Infrastruktur. 1. d. Optimalnya pengelolaan pariwisata. pengelolaan. Dalam RKPD Kota Bandung Tahun 2011. c. Untuk mendukung arah pembangunan Kota Bandung Tahun 2011. prioritas pembangunan. Meningkatnya daya beli pangan bagi masyarakat miskin. kebijakan perencanaan pembangunan Kota Bandung tahun 2009-2013 yang ditetapkan dengan Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 9 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Bandung Tahun 2009-2013 dijabarkan ke dalam kebijakan perencanaan pembangunan tahunan yang ditetapkan dalam Peraturan Walikota Bandung Nomor 311 Tahun 2010 tentang Rencana Kerja Pemerintah Daerah Kota Bandung Tahun 2011. Peningkatan kegiatan ekonomi kreatif berbasis sumber daya lokal. peningkatan dan optimalisasi kelembagaan ekonomi di daerah. serta Pengembangan Ekonomi Kreatif Menuju Masyarakat Kota Bandung yang Sejahtera” Sesuai tema pembangunan tersebut. terdapat tema pembangunan. Optimalisasi dukungan kelembagaan. f. PRIORITAS PEMBANGUNAN DAERAH TAHUN 2011 Untuk mencapai keberhasilan pembangunan jangka menengah daerah. Adapun prioritas dan sasaran pembangunan pada tahun 2011 adalah sebagai berikut. e. b. II-15 . permodalan. ditetapkan tema pembangunan sebagai berikut: “Memantapkan Fungsi Kota Bandung sebagai Kota Jasa Bermartabat melalui Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik. Meningkatnya iklim investasi yang kondusif sehingga mendorong kegiatan ekonomi kota.

dan WP Karees. Terlaksananya penghijauan dan revitalisasi taman kota di seluruh Kota Bandung. pendidikan. Meningkatnya kualitas dan kuantitas jalur pejalan kaki terutama di pusat perdagangan dan jasa di WP Bojonegara. dan WP Karees. b. h. penyediaan dan pengembangan rumah susun dan penataan permukiman kumuh. Meningkatnya kualitas sumber daya manusia sehingga memiliki mutu. air bersih. terutama di pusat perdagangan dan jasa di WP Bojonegara. Meningkatnya ketersediaan dan daya saing infrastruktur bagi pasar tradisional. Meningkatnya pelayanan angkutan umum massal. WP Tegallega. Meningkatnya tingkat pelayanan (level of service) jalan di seluruh Kota Bandung. dan WP Gedebage. penanggulangan kemiskinan dan penanganan pengangguran.g. Sasaran yang ingin dicapai meliputi: a. II-16 . j. d. i. Prioritas Pembangunan Bidang Sosial-Budaya Prioritas pembangunan bidang sosial-budaya difokuskan pada peningkatan dan pengembangan kualitas sumber daya manusia. Tersedianya prasarana parkir untuk kegiatan komersil. k. WP Ujungberung. penghijauan dan penataan ruang terbuka hijau. pemanfaatan dan pengendalian ruang. Terlaksananya pengendalian dan pemanfaatan ruang. Prioritas Pembangunan Bidang Fisik Prioritas pembangunan bidang fisik difokuskan pada peningkatan dan pemeliharaan prasarana jalan serta penambahan jaringan jalan baru. dan WP Karees. g. Terlaksananya pengembangan rumah susun dan penataan kawasan kumuh. Tersedianya luas jaringan jalan untuk pengembangan BIUTR (Bandung Inter Urban Toll Road) di WP Bojonegara. dan WP Karees. Sasaran yang ingin dicapai meliputi: a. WP Cibeunying. Meningkatnya kualitas jaringan jalan dan sistem drainase di Kota Bandung. e. Meningkatnya pelayanan sanitasi. 2. WP Ujungberung. c. dan persampahan kota di seluruh Kota Bandung. Meningkatnya daya saing ketenagakerjaan dalam menghadapi persaingan ekonomi global. pengembangan transportasi perkotaan dan prasarana pejalan kaki. WP Cibeunying. kompetensi dan daya saing yang tinggi. permukiman kumuh dan penataan RTH di sempadan sungai terutama di WP Cibeunying. serta pengembangan apresiasi budaya daerah. dan WP Gedebage. 3. terutama di WP Gedebage dan WP Tegallega. Terselenggaranya penanganan banjir serta pencegahan longsor dan kebakaran pada beberapa wilayah pengembangan. terutama di WP Karees. f. WP Tegallega. WP Tegalega. penanganan bencana. kesehatan. terutama di WP Bojonegara. h.

Sasaran yang ingin dicapai meliputi: a. Pembangunan hukum daerah. Prioritas pembangunan dan program prioritas sebagaimana diuraikan sebelumnya. k. f. Terselenggaranya apresiasi dan pengembangan budaya daerah. dikelompokkan dalam bidang pembangunan/kluster pembangunan. penghijauan. Ketentraman dan ketertiban serta perlindungan masyarakat. kesehatan. Penerapan dan pencapaian standar pelayanan minimal (SPM). transportasi. 4. dapat diwujudkan melalui penjabaran visi dan misi pada prioritas pembangunan dan program prioritas Kota Bandung. Pencapaian visi dan misi Kota Bandung. Pendidikan politik. II-17 .b. pembinaan. g. penanggulangan bencana. h. dan pengembangan sumber daya aparatur. e. c. serta sistem informasi dan kerjasama antar daerah. d. sebagaimana tercantum dalam RPJMD 20092013. i. Terlaksananya percepatan penanggulangan kemiskinan pengangguran. c. dan pendidikan. keterkaitannya dapat dilihat pada gambar berikut. Peningkatan kapasitas. Prioritas Pembangunan Bidang Pemerintahan dan Prioritas pembangunan bidang pemerintahan difokuskan pada reformasi birokrasi. Optimalisasi penataan organisasi perangkat daerah. kependudukan dan pengelolaan sampah. Peningkatan pengawasan pembangunan. Peningkatan kerjasama antar pemerintah daerah yang berbatasan terutama dalam penyediaan air baku. Optimalisasi pemanfaatan teknologi informasi: membangun Bandung Integrated Resources Management System. j. Pemantapan pelaksanaan otonomi daerah. l. peningkatan keamanan dan perlindungan masyarakat. penegakan supremasi hukum dan demokrasi. Penanganan pengaduan publik/masyarakat. Penataan kearsipan pemerintahan daerah. b. jika dikaitkan dengan misi pembangunan dan 7 Agenda Prioritas Kota Bandung.

PROFESIONAL. program prioritas. 6. Pusarda. bidang pembangunan. CERDAS.Gambar II. dapat dilihat pada tabel berikut. 5. 2.4 Prioritas dan Sasaran Pembangunan Daerah Kota Bandung Tahun 2011 MISI / BIDANG / PRIORITAS / SASARAN / PROGRAM PRIORITAS MISI 1: MENGEMBANGKAN SUMBER DAYA MANUSIA YANG SEHAT. 4. prioritas pembangunan. BERAKHLAK. dan SKPD utama/pendukung. Bappeda SKPD II-18 .1 Keterkaitan Misi Pembangunan dengan Kluster/Bidang Pembangunan dan 7 Program Prioritas Pembangunan Kota Bandung Sumber: Peraturan Walikota Bandung Nomor 311 Tahun 2010 tentang RKPD Kota Bandung Tahun 2011 Adapun rincian dari misi. Program Pendidikan Anak Usia Dini Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar Sembilan Tahun Program Pendidikan Menengah Program Pendidikan Non Formal Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Program Pengembangan Budaya Baca dan Pembinaan Perpustakaan SKPD Utama: Disdik SKPD Pendukung: Dispora. 3. DAN BERDAYA SAING PEMBANGUNAN BIDANG SOSIAL BUDAYA Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia di Bidang Pendidikan Meningkatnya kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan 1. Tabel II.

16. 2. Peningkatan. 17. Peningkatan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit/ Rumah Sakit Jiwa/ ParuParu/Mata Program Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit/ Rumah Sakit Jiwa/ Paru-Paru/Mata Program Kemitraan Peningkatan Pelayanan Kesehatan Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Anak Balita Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Lansia Program Pengawasan dan Pengendalian Kesehatan Makanan Program Peningkatan Keselamatan Ibu Melahirkan dan Anak Program Keluarga Berencana Program Kesehatan Reproduksi Remaja Program Pelayanan Kontrasepsi Program Pembinaan Peranserta Masyarakat dalam Pelayanan KB/KR yang Mandiri Program Promosi Kesehatan Ibu. 26. BPPKB 12. 3. dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Puskesmas/Puskesmas Pembantu dan Jaringannya Program Pengadaan. RSKIA. PMS Termasuk HIV/AIDS Program Pengembangan Bahan Informasi Tentang SKPD Utama: Dinkes. Program Pengembangan dan Keserasian Kebijakan Pemuda Program Peningkatan Peran Serta Kepemudaan Program Peningkatan Upaya Penumbuhan Kewirausahaan dan Kecakapan Hidup Pemuda Program Upaya Pencegahan Penyalahgunaan Narkoba Program Pengembangan Kebijakan dan Manajemen Olah Raga Program Pembinaan dan Pemasyarakatan Olah Raga Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Olah Raga SKPD Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia di Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat Meningkatnya kualitas sumber daya manusia di bidang kesehatan 1.RSKGM. 10. 18. 14.MISI / BIDANG / PRIORITAS / SASARAN / PROGRAM PRIORITAS 7. Bayi. 13. II-19 . 19. 13. 25. 9. 5. RSUD. Program Obat dan Perbekalan Kesehatan Program Upaya Kesehatan Masyarakat Program Pengawasan Obat dan Makanan Program Pengembangan Obat Asli Indonesia Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Program Perbaikan Gizi Masyarakat Program Pengembangan Lingkungan Sehat Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan Program Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin Program Pengadaan. 8. 24. 11. 10. 6. 8. 21. 22. 11. 12. 23. dan Anak Melalui Kelompok Kegiatan di Masyarakat Program Pengembangan Pusat Pelayanan Informasi dan Konseling KRR Program Peningkatan Penanggulangan Narkoba. 7. 4. 15. 20. 9.

Disdik Pengelolaan Pariwisata Perkotaan Optimalnya pengelolaan pariwisata perkotaan Program Pengembangan Pemasaran Pariwisata Peningkatan Pelayanan Investasi Membaiknya iklim investasi yang kondusif sehingga mendorong kegiatan ekonomi kota 1. Program Pengembangan Pemasaran Pariwisata Program Pengembangan Destinasi Pariwisata Program Pengelolaan Keragaman Budaya Program Pengelolaan Kekayaan Budaya Program Pengembangan Kerjasama Pengelolaan Kekayaan Budaya SKPD Utama: Disbudpar SKPD Pendukung: Distarcip. Bappeda SKPD Utama: Dinas KUKM dan Indag II-20 . 5. Program Penyiapan Tenaga Pendamping Kelompok Bina Keluarga 28. pengelolaan dan pemasaran bagi UMKM dan koperasi 1. BPPT Peningkatan Kinerja BUMD Meningkatnya kinerja Badan Usaha Milik Daerah Program Perencanaan Pembangunan Ekonomi Optimalisasi Pengelolaan UMKM dan Koperasi Optimalisasi dukungan kelembagaan. 2. permodalan. 4. 3. Program Peningkatan Iklim Investasi dan Realisasi Investasi Program Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi SKPD Utama: Disbudpar SKPD Utama: Bappeda. Program Keserasian Kebijakan Peningkatan Kualitas Anak dan Perempuan Program Penguatan Kelembagaan Pengarusutamaan Gender dan Anak Program Peningkatan Kualitas Hidup dan Perlindungan Perempuan Program Peningkatan Peranserta dan Kesetaraan Gender dalam Pembangunan SKPD SKPD Utama: Dinsos SKPD Pendukung: Bappeda MISI 2 : MENGEMBANGKAN PEREKONOMIAN KOTA YANG BERDAYA SAING DALAM MENUNJANG PENCIPTAAN LAPANGAN KERJA DAN PELAYANAN PUBLIK SERTA MENINGKATKAN PERANAN SWASTA DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI KOTA PEMBANGUNAN BIDANG EKONOMI Peningkatan dan Pengembangan Ekonomi Kreatif Terjadinya peningkatan kegiatan ekonomi kreatif berbasis sumberdaya lokal 1. 2. 3. Program Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif Usaha Kecil Menengah Program Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi SKPD Utama: Bagian Ekonomi. 2. Program Pengembangan Model Operasional BKBPosyandu-PADU Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia di Bidang Perlindungan Anak dan Perempuan (Gender) Meningkatnya perlindungan anak dan pengarusutamaan perempuan (gender) 1. 4. 2.MISI / BIDANG / PRIORITAS / SASARAN / PROGRAM PRIORITAS Pengasuhan dan Pembinaan Tumbuh Kembang Anak 27.

PD Pasar Peningkatan Daya Saing Pasar Tradisional Meningkatnya ketersediaan dan daya saing infrastruktur bagi pasar tradisional 1. Disdukcapil II-21 .MISI / BIDANG / PRIORITAS / SASARAN / PROGRAM PRIORITAS 3. Program Pembinaan Eks Penyandang Penyakit Sosial (Eks Narapidana. Program Pemberdayaan Fakir Miskin. Program Pembinaan Panti Asuhan/Jompo 10. Narkoba dan Penyakit Sosial Lainnya) 11. 3. PSK. 3. 3. Program Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan 5. Program Pembinaan Para Penyandang Cacat dan Trauma 9. KREATIF. Program Penataan Administrasi Kependudukan Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja 3. AMAN. 2. Program Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan SKPD Utama: Dinsos SKPD Pendukung: Disnaker. 2. 2. Program Pengembangan Sistem Pendukung Usaha bagi UKM Program Penciptaan Iklim Usaha UKM yang Kondusif SKPD Peningkatan Daya Beli Pangan Masyarakat Miskin Meningkatnya daya beli pangan bagi masyarakat miskin 1. Program Peningkatan Ketahanan Pangan Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Pertanian Program Peningkatan Pemasaran Hasil Produksi Peternakan SKPD Utama: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan SKPD Pendukung: Dinas KUKM dan Indag. Program Pembinaan Anak Terlantar 8. 4. Program Peningkatan Kesempatan Kerja Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja Program Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan Program Pengembangan Wilayah Transmigrasi SKPD Utama: Disnaker MISI 3: MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN SOSIAL DAN MENGEMBANGKAN BUDAYA KOTA YANG TERTIB. Komunitas Adat Terpencil dan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial Lainya 6. Program Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial 7. 4. Program Peningkatan Kapasitas Pedagang Pasar Tradisional Program Revitalisasi Infrastruktur Pasar Tradisional Program Pembinaan PKL dan Asongan SKPD Utama: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan SKPD Pendukung: Dinas KUKM dan Indag. 2. Program Peningkatan Kesempatan Kerja 4. PD Pasar Peningkatan Daya Saing Ketenagakerjaan dalam Menghadapi Persaingan Ekonomi Global Meningkatnya daya saing ketenagakerjaan dalam menghadapi persaingan ekonomi global 1. BERPRESTASI DALAM MENUNJANG KOTA JASA BERMARTABAT PEMBANGUNAN BIDANG SOSIAL BUDAYA Percepatan Penanggulangan Kemiskinan dan Pengangguran Penurunan tingkat kemiskinan dan pengangguran 1.

air bersih. dan persampahan kota Program Peningkatan Pelayanan Sanitasi. Distarcip Peningkatan Pelayanan Sanitasi. dan Kebakaran Peningkatan Luas Jaringan Jalan Tersedianya luas jaringan jalan untuk pengembangan BIUTR (Bandung Inter Urban Toll Road) Program Peningkatan Luas Jaringan Jalan Penghijauan dan Revitalisasi Taman Kota Terlaksananya penghijauan dan revitalisasi taman kota Program Penghijauan dan Revitalisasi Taman Kota SKPD Utama: Diskamtam SKPD Pendukung: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Air Bersih. PD Kebersihan SKPD Utama: DBMP. Diskar SKPD Pendukung: Bappeda SKPD Utama: DBMP SKPD Utama: DBMP.MISI / BIDANG / PRIORITAS / SASARAN / PROGRAM PRIORITAS Sosial Apresiasi dan Pengembangan Budaya Daerah Pengembangan apresiasi dan sarana prasarana budaya daerah 1. dan Persampahan Kota Meningkatnya pelayanan sanitasi. Distarcip MISI 4: PENATAAN KOTA BANDUNG MENUJU METROPOLITAN TERPADU YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN PEMBANGUNAN BIDANG FISIK Peningkatan Kualitas Jaringan Jalan dan Sistem Drainase Meningkatnya kualitas jaringan jalan dan sistem drainase Program Peningkatan Kualitas Jaringan Jalan dan Sistem Drainase Penanganan Banjir. BPLH SKPD Utama: Distarcip. Pencegahan Longsor. Air Bersih. dan Persampahan Kota Pengembangan Rumah Susun dan Penataan Kawasan Kumuh Terlaksananya pengembangan rumah susun dan penataan kawasan kumuh Program Pengembangan Rumah Susun dan Penataan Kawasan Kumuh Pengendalian dan Pemanfaatan Ruang Terlaksananya pengendalian dan pemanfaatan ruang Program Pengendalian dan Pemanfaatan Ruang Peningkatan Tingkat Pelayanan Jalan Meningkatnya tingkat pelayanan (level of service) jalan Program Peningkatan Tingkat Pelayanan Jalan SKPD Utama: Distarcip SKPD Utama: Distarcip. Pencegahan Longsor. 2. 4. 3. Program Pengembangan Nilai Budaya Program Pengelolaan Kekayaan Budaya Program Pengelolaan Keragaman Budaya Program Pengembangan Kerjasama Pengelolaan Kekayaan Budaya SKPD SKPD Utama: Disbudpar SKPD Pendukung: Bappeda. Bappeda SKPD Utama: DBMP II-22 . BPLH SKPD Pendukung: PDAM. dan Kebakaran Terselenggaranya penanganan banjir dan pencegahan longsor dan kebakaran Program Penanganan Banjir.

Keamanan. . Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur Program Pembinaan dan Pengembangan Aparatur SKPD Utama: BKD SKPD Pendukung: Setda Terbentuknya produk hukum daerah yang dapat memenuhi aspek yuridis.Meningkatnya kondusivitas ketertiban umum. dan filosofis dalam rangka menunjang terwujudnya masyarakat dan aparatur yang sadar dan taat hukum dan HAM Program Penataan Peraturan Perundang-undangan .Tersusunnya analisis jabatan dan analisa beban kerja.Tertatanya kinerja pelayanan publik. Traffic Light Tersedianya prasarana parkir untuk kegiatan komersil. Jembatan Penyeberangan. DBMP SKPD Utama: DBMP SKPD Pendukung: Distarcip SKPD Utama: Setda.MISI / BIDANG / PRIORITAS / SASARAN / PROGRAM PRIORITAS Peningkatan Pelayanan Angkutan Umum Massal Meningkatnya pelayanan angkutan umum massal Program Peningkatan Pelayanan Angkutan Umum Massal Pengembangan Prasarana Parkir. 1. 2. . kesehatan Program Pengembangan Prasarana Parkir. emosional. dan Kepwal. Traffic Light untuk Kegiatan Komersil.Terselenggaranya akuntabilitas kinerja instansi pemerintah. Program Penataan Peraturan Perundang-undangan Perangkat Daerah Program Peningkatan Kinerja Pelayanan Publik SKPD SKPD Utama: Dishub SKPD Utama: Dishub. Distarcip. Pendidikan. Satpol PP SKPD Utama: BKD SKPD Pendukung: Setda .Tegaknya Perda. Kesehatan Peningkatan Kualitas dan Kuantitas Jalur Pejalan Kaki Tersedianya kualitas dan kuantitas jalur pejalan kaki terutama di pusat perdagangan dan jasa Program Peningkatan Kualitas dan Kuantitas Jalur Pejalan Kaki MISI 5: MENINGKATKAN KINERJA PEMERINTAH KOTA YANG EFEKTIF.Meningkatnya aparatur cerdas intelektual. sosiologis. ketentraman dan ketertiban umum. dan spiritual. . AKUNTABEL DAN TRANSPARAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN KAPASITAS PELAYANAN KOTA METROPOLITAN PENGEMBANGAN BIDANG PEMERINTAHAN Pemantapan Reformasi Birokrasi. .Meningkatnya kualitas dan kompetensi sumber daya aparatur 1. Hukum serta Demokrasi. dan Linmas . . Program Penegakan Peraturan Daerah dan Peraturan Walikota . SKPD Utama: Setda SKPD Utama: Diskominfo SKPD Pendukung: Bappeda II-23 . .Akurasi tapal batas Kota Bandung dengan kabupaten/kota sekitarnya. .Optimalisasi dan akselerasi implementasi otonomi daerah. pendidikan.Terevaluasi dan tertatanya kelembagaan perangkat daerah.Tumbuhnya kesadaran masyarakat dalam menjaga.Terpenuhinya aspirasi/pengaduan masyarakat. Perwal. . Jembatan Penyeberangan. Bappeda. 2. EFISIEN.

Meningkatnya pemahaman aparatur dan ormas tentang perundang-undangan.Meningkatnya sinergisitas perencanaan kerjasama pembangunan.Terpenuhinya standar pelayanan linmas. Setda II-24 . .Meningkatnya kerjasama Sister City dan Apeksi 1. Informasi.Tingkat pelayanan pengaduan masyarakat. 4. Pemerintahan Daerah. Satpol PP .Tersedianya prasarana dan sarana kearsipan Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Kearsipan Penggunaan Sistem Informasi Menuju Bandung Cyber City Penggunaan sistem informasi menuju Bandung Cyber City yang optimal Program Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Informasi: Membangun Bandung Integrated Resource Management System Peningkatan Sinergitas Kerjasama Pembangunan Antardaerah .Tertatanya arsip pemerintahan daerah. .Cakupan Evaluasi/Akip.Berkembangnya wawasan kebangsaan. Program Peningkatan Kemitraan Kerjasama Ormas/LSM/Lembaga Nirlaba Lainnya Program Peningkatan Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan SKPD Utama: BKPPM SKPD Pendukung: Setda. dan Pemerintahan Wilayah Program Penataan Daerah Otonomi Baru Program Pengembangan Komunikasi.MISI / BIDANG / PRIORITAS / SASARAN / PROGRAM PRIORITAS . 2. Program Kerjasama Pembangunan Program Peningkatan Kerjasama Antar Pemerintah Daerah SKPD Utama: Inspektorat SKPD Utama: Kantor Pusarda SKPD Utama: Diskominfo SKPD Pendukung: Setda. dan Media Massa Program Kerjasama Informasi dengan Media Massa SKPD 2. . Program Peningkatan Pengawasan Pembangunan Daerah . . .Implementasi peraturan perundang-undangan bidang politik bagi aparatur dan ormas/LSM/lembaga nirlaba lainnya.Tersosialisasinya program-program pemerintah kepada masyarakat. 2.Tingkat pelaksanaan pembinaan aparat pengawas terhadap objek pemeriksaan (%). . Bappeda SKPD Utama: Bappeda.Terkoordinasikannya lembaga-lembaga politik di Kota Bandung. . . 1. Program Peningkatan Pengembangan Wawasan Kebangsaan Program Kemitraan Pengembangan Wawasan Kebangsaan SKPD Utama: BKPPM SKPD Pendukung: Setda. 1. Program Pemantapan Penyelenggaraan Otonomi Daerah. . . . 1.Cakupan Pemeriksaan Reguler (%). 3. 2.Berfungsinya ormas sebagai mitra pemda.Jumlah Laporan Hasil Pemeriksaan yang diterbitkan. . Satpol PP .Prosentase tindak lanjut temuan hasil pemeriksaan.

2. DPKAD. Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah Program Pengembangan Kemitraan Pembiayaan Pembangunan Daerah SKPD SKPD Utama: Setda. Dipenda Sumber: Peraturan Walikota Bandung Nomor 311 Tahun 2010 tentang RKPD Kota Bandung Tahun 2011 II-25 .MISI / BIDANG / PRIORITAS / SASARAN / PROGRAM PRIORITAS MISI 6: MENINGKATKAN KAPASITAS PENGELOLAAN KEUANGAN DAN PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN KOTA YANG AKUNTABEL DAN TRANSPARAN DALAM MENUNJANG SISTEM PEMERINTAHAN YANG BERSIH DAN BERWIBAWA PENGEMBANGAN BIDANG PEMERINTAHAN Pemantapan Reformasi Birokrasi dan Pengelolaan Keuangan Daerah Reformasi birokrasi dan pemantapan pengelolaan keuangan daerah 1.

.

III-1 . sehi ingga perlu dikelola dalam suatu si elolaan istem penge keua-ng gan daerah h.III. Pengelo olaan keua angan daerah d seba agaiman na dimaksud d “Pengelolaan keuangan da aerah  merupa akan sub bm merupakan  su ubsistem dari  sistem dari sistem m si istem pengelo olaan keuang gan  olaan keua apengelo n negara  dan me erupakan elemen  ngan negara dan n p pokok  dalam penyelenggar p raan  p pemerintahan n daerah” akan elemen n merupa pokok dalam pe eggaraan pe enyeleng merinta ahan daerah h. dan (iv) Pera aturan Pengelo Pemerin ntah Nomor 58 Tahun 20 005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah D yang secara s teknis s mengacu kepada Pera aturan Ment teri Dalam Negeri N Nomor 13 Tahun 2006 2 tentang g Pedoman Pengelolaan P Keuangan Daerah D elah dirubah terakhir t kali dengan d Perm mendagri Nom mor 21 Tahun n 2011 yang te tentang g Perubahan Kedua Atas Peraturan Menteri Dalam m Negeri Nom mor 13 Tahun 2006 2 tentang g Pedoman Pengelolaan Keuangan K Daerah. (ii) Undangg-Undang No omor 15 tah hun 2004 ten ntang Pemeriksaan Negara. (iii) Undang olaan dan Ta anggung Jaw wab Keuangan Negara. serta diikuti n perimbanga an keuangan antara Peme erintah Pusat dan Pemerin ntahan dengan Daerah sebagaimana diatur dala am Undang-U Undang Nom mor 33 Tahun n 2004 g Perimban ngan Keuan ngan Antara Pemerin ntah Pusat dan tentang Pemerin ntahan Daera ah timbul hak dan kewajiban daerah yang dapat dinilai dengan n uang. Selain kedua Undang-Undang tersebut. Da ana Perimba angan. D * Sumber r-sumber keu uangan yang g menjadi penerimaan p pemerintah daerah d yang te erdiri atas Pe endapatan Asli A Daerah (PAD). perundang-undanga ang-Undang Nomor 17 Tahun T 2003 t tentang Keuangan antara lain: (i) Unda -Undang Nom mor 1 Tahun 2004 tentan ng Perbendah haraan Negara. terdapat be eberapa pera aturan an yang men njadi acuan pengelolaan p keuangan daerah. Kebi ijakan Um mum Keua angan Daerah Pen ngelola aan alam rangk ka pelaksan naan kewenangan Pemerintah Daerah D sebagaimana a ditetapkan dalam Unda ang-Undang Nomor 32 Tahun T 2004 tentang Pemerintah han Daerah yang y telah diubah untuk kedua kalinya dengan Un ndang-Undan ng Nomor 12 1 Tahun 2008.

Dana Perimbangan selain dimaksudkan untuk membantu m d daerah dalam m mendanai kewenangannya. Pener rimaan 2004 tentang Perimb ntah daerah tersebut me erupakan sum mber pendap patan yang sangat diperlukan pemerin guna te erselenggaran nya pemerint tahan. Da ana Perimba angan merupakan pendanaan y bersum mber dari APB BN yang terdi iri atas Dana Bagi Hasil (D DBH). ( dan Dana D Alokasi Khusus (DA AK). Dalam hal ini. juga bertujuan untuk mengurangi ketimpa angan sumber pendanaa an pemerinta ahan antara pusat dan daerah d ntuk mengurangi kesenjangan pendanaan peme erintahan antar-daerah.1 Gamba Stru uktur APBD Kota Bandun ng Tahun An nggaran 201 1 III-2 2 . Struktur APB apat Pendapatan Daerah dan Penerimaan Pembiayaan Daerah yang di dalamnya terda engeluaran Daerah D yang di dalamnya a terdapat Be elanja Daerah dan Daerah. Dana Alokasi A daerah yang Umum (DAU). Ketiga serta un kompon nen Dana Pe erimbangan ini merupak kan bagian dari Transfe er ke Daerah h dari Pemerin ntah serta me erupakan satu u kesatuan ya ang utuh. pe emberdayaan n masyarakat t. Sehubun ngan dengan n hal tersebut t dan sesuai dengan d struk ktur APBD Ko ota Bandung Tahun T Anggara an 2011 yang g masih meng gacu kepada ketentuan Peraturan P Pem merintah Nom mor 58 Tahun 2005 2 tentang Pengelolaa an Keuangan n Daerah. ketersediaan sumb ber keuangan tersebut harus sebandin ng dengan n kegiatan-kegiatan ya ang dilaksa anakan oleh penyelen nggara pemerin ntahan. se erta Peratura an Menteri Dalam Negeri Nomor N 13 Tahun 2006 se ebagaimana telah t dirubah h terakhir kali dengan Pera aturan Menteri Dalam Nege eri Nomor 21 Tahun 2011 1 tentang Pe erubahan Ked dua Atas Pera aturan eri Nomor 13 3 Tahun 2006 6 tentang Pe edoman Peng gelolaan Keuangan Menteri Dalam Nege BD Kota Bandung Tahun Anggaran 20 011 terdiri at tas: (1) Pener rimaan Daerah. serta (2) Pe yaan Daerah. pemb bangunan. PAD bertujuan untuk u memb berikan keleluasaan kepa ada daerah dalam mengop ptimalkan pot tensi pendan naan daerah sendiri dalam m pelaksanaa an otonomi daerah d sebagai perwujudan n asas desentralisasi. Pengeluaran Pembiay ar III. dan pelayana an publik.apatan yang Sah. diatur dalam Unda ang-Undang Nomor 33 Tahun T dan Lain-lain Penda bangan Keua angan antara a Pemerintah Pusat dan Daerah. .

Dana D Bagi Hasil Pajak dari Provinsi da an Pemerinta ah Daerah La ainnya. maan Kemba ali Pemberian Pinjaman. dan d Bantuan Keuangan dari Provinsi atau Pemerin ntah Daerah Lainnya. ser atan Hibah. Pendapa Dana Pe enyesuaian dan d Otonom mi Khusus. b Upay ya-upaya yang g telah dilaku ukan Pemerin ntah Kota Ban ndung untuk meningkatkan m n Pendapatan n Daerah Kot ta Bandung yang y tertuang dalam Pera aturan III-3 3 . (2) Dana Perimbangan n yang berasal dari Bagi Ha asil Pajak/Bag gi Hasil Buka an Pajak. Anggara ar III. H B Keua angan Kepad da Provinsi/Ka abupaten/Kot ta dan Belanja Bantuan Sosial. Hasil Pengelolaan Kekay yaan Daerah Yang Dipisahk kan. pemberd dayaan Untuk dapat meng akat dan pela ayanan publik.2 Gamba Komp ponen APBD D Kota Bandu ung KOM MPONEN  PEN NDAPATAN N • Pend dapatan Asli Daerah D • Dana a Perimbanga an • Lain-lain Pendapa atan Daer rah Yang Sah KOMPON NEN  BELANJA • Belanja Tida ak Langsung • Belanja Lang gsung KOMP PONEN  PEMB BIAYAAN • Peneriimaan Pembia ayaan Daerah h • Penge eluaran Pembiayaan Daerah h • Sisa Lebih Pembiay yaan Angga aran Tahun Be erjalan ggerakkan fungsi f peme erintahan. Belanja Hibah. (2) Penerim Pengeluaran Pembia ayaan Daera ah yang did dalamnya ter rdiri atas Pe embentukan Dana aan Modal (investasi) Pemerintah Da aerah.Pada ko omponen Pen ndapatan ter rdiri atas: (1) Pendapatan Asli Daerah h yang berasa al dari Hasil Pa ajak Daerah. dan Belanja Tid dak Terduga. Penyerta bih Pembiay yaan Anggar ran Tahun Berjalan. dan Lain n-lain Pendap patan Asli Dae erah Yang Sa ah. dan Pene erimaan Piut tang Daerah h. . dan P Pembayaran Pokok Cadangan. L Sedangk kan pada ko omponen Be elanja terdiri atas: (1) Belanja B Tidak Langsung yang didalamnya terdiri at tas Belanja Pegawai. dan B Belanja Moda al. pembanguna p n. P Bela anja Bunga. Hasil Retribusi Daerah. B yan ng mana da atanya Utang. Da ana Alokasi Umum. maka dipe erlukan adan nya upaya un ntuk meningk katkan masyara sumber-sumber pen ndapatan daerah d sebagaimana telah diatur dalam pera aturan perunda angan yang berlaku. Belanja Bantuan ntah Desa Lainnya. (3) Sisa Leb n Realisasi An nggaran Pendapatan dan n Belanja Dae erah (APBD) Tahun T berdasarkan Laporan an 2011. Belanja Subs sidi. ara kompone en Pembiayaa an terdiri atas: (1) Penerim maan Pembia ayaan Daerah h yang Sementa didalamnya terdiri dari Sisa Lebih L Perhitu ungan Angg garan Tahun n Anggaran Lalu. dan Dana rta (3) Lain-l lain Pendapa atan Daerah Yang Sah yang berasa al dari Alokasi Khusus. (2) Belanja Langsung yang Pemerin didalamnya terdiri at tas Belanja Pe egawai. Belan nja Barang da an Jasa.

menetapkan sumber pendapatan daerah unggulan yang bersifat elastis terhadap perkembangan basis pungutannya dan less distortive terhadap perekonomian. sebelum dilakukan audit oleh BPK-RI dengan perincian rencana dan realisasi pendapatan dapat dilihat pada tabel berikut. Pemerintah Provinsi. PENGELOLAAN PENDAPATAN DAERAH 1. c. meningkatkan kualitas pengelolaan aset dan keuangan daerah.131. INTENSIFIKASI DAN EKSTENSIFIKASI PENDAPATAN DAERAH Upaya-upaya yang telah dilakukan Pemerintah Kota Bandung untuk meningkatkan Pendapatan Daerah pada Tahun Anggaran 2011 adalah sebagai berikut: a. f. mengoptimalkan kinerja Badan Usaha Milik Daerah untuk memberikan kontribusi secara signifikan terhadap pendapatan daerah.115. g. meningkatkan pelayanan dan perlindungan masyarakat sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam membayar Pajak Daerah dan Retribusi Daerah. dan h. melakukan evaluasi dan revisi secara berkala terhadap Peraturan Daerah tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah yang perlu disesuaikan.00 atau mencapai sebesar 102.051.23 dan dapat direalisasikan sebesar Rp3. dan mengembangkan kelembagaan pengelolaan keuangan daerah sesuai kebutuhan daerah.523. III-4 . d. dan SKPD penghasil. mengoptimalkan penerimaan daerah dengan cara membenahi manajemen data penerimaan PAD. meningkatkan koordinasi secara sinergis di bidang pendapatan daerah dengan Pemerintah Pusat. TARGET DAN REALISASI PENDAPATAN Target Pendapatan Pemerintah Kota Bandung pada Tahun Anggaran 2011 sebagaimana yang tertuang dalam APBD dianggarkan sebesar Rp3. menetapkan target penerimaan berdasarkan potensi penerimaan. meningkatkan penerimaan pendapatan non-konvensional.745.907.Daerah tentang APBD Murni maupun Perubahan Tahun Anggaran 2011 adalah sebagai berikut. b. membuat database dan pemetaan data tentang potensi pendataan daerah sebagai data dasar penghitungan PAD. A.545. 2.10%.296. e. pemantapan kelembagaan dan sistem operasional pemungutan pendapatan daerah.

970.00 901.560.864.456.6%1. Jika dilihat dari komposisi anggarannya.00 1.30 97.405.23 3.523.243. Kementerian Keuangan Republik Indonesia III-5 .881.392.1 Persentase Capaian Target Tiap Komponen Pendapatan Pemerintah Kota Bandung Tahun Anggaran 2011 : Realisasi  ≥ Target : Realisasi   <  Target TOTAL  PENDAPATAN 102.381.907.088.11   98.Tabel III.570. Dalam hal ini PAD tahun 2011 mencapai 115.00 875.051.23 REALISASI PENDAPATAN 834.00 atau mencapai 98.988. Kontribusi PAD Kota Bandung yang sebesar 23.429.456.30% dari target yang direncanakan dan realisasi Lain-Lain Pendapatan Daerah yang Sah berada pada kisaran 97.392. terlihat bahwa PAD menyumbang 23.30   115.11%. 2012 Dari tabel tersebut terlihat bahwa realisasi PAD telah melampaui target yang diharapkan.92 98.296. Untuk Dana Perimbangan realisasinya pada tahun 2011 sebesar Rp1.131.11 102. Semakin besar kontribusi PAD atas pendapatan daerah.00 3.405.481.007.6% di tahun 2011 ini relatif lebih baik jika dibandingkan dengan komposisi pendapatan daerah rata-rata secara nasional yang hanya berada di kisaran 19.595.6% dari total pendapatan Kota Bandung di tahun 2011. Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan. Sedangkan untuk dana perimbangan memberikan kontribusi terbesar.92   100 105 110 115 120 Persentase  (%) Sumber: Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah.570.745. 2012 1 Laporan “Deskripsi dan Analisis APBD TA 2011”.308.9% dan sisanya sebesar 29.1 Komposisi Pendapatan Pemerintah Kota Bandung Tahun Anggaran 2011 (Sebelum dilakukan audit BPK-RI) TAHUN ANGGARAN 2011 SETELAH PERUBAHAN NO URAIAN ANGGARAN PENDAPATAN 719. maka kemandirian daerah semakin besar.00 % 115.115.545.5% ialah lain-lain pendapatan daerah yang sah.92% dari target yang diharapkan.761. yaitu 46.00 1.10   Lain‐lain  Pendapatan  Daerah yang  Sah Dana  Perimbangan PAD 85 90 95 97. Grafik III.742.856.10 1 2 3 PAD Dana Perimbangan Lain-lain Pendapatan Daerah yang Sah JUMLAH Sumber: Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah.

067.076.328. dipisahk Penerim maan dari Pen ndapatan As sli Daerah (PA AD) Kota Ba andung pada a Tahun Ang ggaran 2011 direncanakan sebesar Rp71 19.970.230.988. Pendapa Besaran PAD dapat menjadi salah ndikator da alam menila ai satu in peran dan d kemampuan daerah dalam membiayai m p pembanguna n dan ru umah tangg ganya sendiri (self-sup pporting).00 73.684.00 atau penerima aannya dibandin mencapai 115. AD Kota Ban ndung pada Tahun Angg garan 2011 dapat dilihat t pada Adapun perincian PA erikut.92% sebelum dila akukan audit oleh BPK-RI.881. (2) Hasil Retribusi i Daerah.428.00 10.86 R 64.269.784.595.00 10.00 dan dapat d direalis sasikan lebih besar ngkan target t semula.ri masing-masing penda apatan tersebut. d daerahnya sa alah satunya dapat * “ “Besaran PAD D dapat menja adi  s salah satu ind dikator dalam  m menilai peran dan kemamp puan  d daerah dalam m membiayai  p pembangunan n dan rumah  tangganya sen ndiri (self‐ s supporting)” Pendapa atan Asli Dae erah (PAD) me erupakan pen ndapatan dae erah yang be erasal dari: (1) Hasil Pajak Daerah.2 P Perincian Pen ndapatan Asli Daerah Ko ota Bandung Tahun Angg garan 2011 an audit BPK K-RI) (Sebelum dilakuka TAHUN ANGGARAN N 2011 SETEL LAH PERUBAHAN NO URA AIAN ANGG GARAN PENDA APATAN 546.106.58 1 2 3 Hasil Pajak Da aerah Hasil Retribus si Daerah Hasil Pengelolaan Kekayaan n Daerah yang dipisahkan III-6 6 .00 REALISA ASI PENDAPA ATAN 667. tabel be Tabel III.687.090.811. karena digu unakan untuk ayai belanja pembanguna p membia n setiap ta ahunnya.00 71. PENDAPATA AN ASLI DA AERAH (PA AD) Kemamp puan daerah h dalam mem majukan pere ekonomian terlihat dalam perkembangan atan Asli Daerah (PAD) ).000. yaitu mencapai 79.2 243. yaitu sebesar Rp834. dapat diuraikan se ebagai Adapun rincian dar berikut. a.08 100.395.532.000. Sumbangan n terbesar dari PAD andung adalah berasal dari d hasil pa ajak daerah.455.00 % 122.18 98.93% % dari Kota Ba realisasi PAD yang dihasilkan di ta ahun 2011. serta (4) Lain-lain Pen ndapatan Asli Daerah yang g Sah. (3) ) Hasil Penge elolaan Kekayaan Daerah h yang kan. PAD memilik ki posisi strategis dalam prose es naan p pembanguna pelaksan n daerah.000.

TAHUN ANGGARAN 2011 SETELAH PERUBAHAN NO URAIAN ANGGARAN PENDAPATAN 90. Penguatan local taxing power kepada III-7 . 2012 menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi Kota Bandung terus mengalami kemajuan dari waktu ke waktu.92 Sumber: Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah.00 719.476.00 % 4 Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah JUMLAH 94.31 115. 1) Pajak Daerah Masing-masing daerah dalam era otonomi daerah ini memiliki hak dan kewajiban mengatur dan mengurus sendiri urusan pemerintahannya untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat.00 REALISASI PENDAPATAN 85.752.881. Pajak Daerah dan Retribusi Daerah (PDRD) merupakan komponen utama Pendapatan Asli Daerah (PAD).618. daerah berhak mengenakan pungutan kepada masyarakat. Melalui penguatan sumber-sumber pendapatan daerah (terutama pajak).92  Lain‐lain  Pendapatan  Asli  Daerah yang  Sah Hasil  Pengelolaan  Kekayaan  Daerah yang  dipisahkan Hasil  Retribusi  Daerah Hasil  Pajak  Daerah 94.029. maka diharapkan terdapat peningkatan efisiensi dan efektivitas dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik.970.595.00 834. Tingginya realisasi dari hasil pajak daerah juga menunjukkan bahwa masyarakat dan dunia usaha Kota Bandung telah sadar dan berperan serta aktif dalam upaya pembangunan Kota Bandung. 2012 Grafik di samping mengilustrasikan rincian capaian realisasi komponen-komponen dari PAD Kota Bandung Tahun Anggaran 2011 yang telah memenuhi/melebihi target ataupun yang tidak memenuhi target yang direncanakan.08  122.243.864.2 Capaian Target Tiap Komponen Pendapatan Asli Daerah Kota Bandung Tahun Anggaran 2011 : Realisasi  ≥ Target : Realisasi   <  Target TOTAL  PAD 115. Grafik III.18  0 50 100 150 Tingginya realisasi pajak Persentase (%) daerah tahun 2011 ini Sumber: Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. Terlihat bahwa komponen hasil pajak daerah melampaui target relatif lebih besar dari yang telah direncanakan semula.629.092.31  100. yang diiringi dengan usaha dalam menggali sumber-sumber potensial penerimaan pajak daerah.988. Dalam rangka penyelenggaraan pemerintahan tersebut.58  98.

942.00 16.500.760.839. 2012 III-8 8 .01 122.000.000.000. dan (8) Pajak Air Bawah h Tanah.748. Penerim maan Pajak Daerah pa ada Tahun Anggaran 2011 diren ncanakan se ebesar Rp546. dapat dilihat pada ta Tabel III.00 31. dengan rincian hasil pajak daerah d nasional banyak dise abel di bawah h ini.007.000. Hal H ini disebabkan oleh sem makin memb baiknya kegia atan perekon nomian di Ko ota Bandung g yang pak terhada ap meningka atnya kunjun ngan wisata awan baik d domestik ma aupun berdamp mancanegara dan se elain itu juga dalam tahun n 2011 ada kegiatan-kegia k atan yang be erskala elenggarakan n di Kota Ba andung.0 000.00 546.106. (3) Pajak Hiburan.000.00 98.05 132.00 28.000.00 2.000. 2 pajak at dipungut daerah yang dapa aerah adalah h 16 jenis. * Jenis Pa ajak Daerah yang direncanakan men njadi bagian Pendapatan Asli Daerah h Kota Bandung g meliputi: (1) Pajak Hotel (2) Pajak Restoran n.3 erincian Pend dapatan Paja ak Daerah Ko ota Bandung g Tahun Ang ggaran 2011 Pe (Sebelum dilakuka an audit BPK K-RI) TAHU UN ANGGARAN 2011 SETEL LAH PERUBAH HAN NO UR RAIAN ANGGARAN PENDAPATAN 92.44 99.000.42 111.00 5.00 306.000.00 75.000.000.117.245.51 140.18 1 1 2 3 4 5 6 7 8 Pajak Hotel Pajak Restoran dan Rumah Makan Pajak Hiburan n Pajak Reklame Pajak Peneran ngan Jalan Pajak Parkir BPHTB Pajak Air Baw wah Tanah JUMLAH Sumber: Dinas Pengelolaan Keuangan K dan Aset t Daerah.223.00 dan dap pat direalisas sikan sebesar Rp667.000.250.00 2.721.000.907.000.00 667.75 111.932.00 83. .000.000.000.700. (7) Pajak Bea Pelepasan Hak k Atas Tanah dan d Bangunan n.000.daerah melalui m Pajak k Daerah dan Retribus si Daerah h (PDRD) terutama dilakuka an melalui “P Penguatan loc cal taxing pow wer  N 28 Undang-undang Nomor kep pada daerah melalui Pajak k  Da aerah dan Ret tribusi Daerah h  tang Pajak Tahun 2009 tent (PD DRD) terutam ma dilakukan  Daerah dan Retribusi Daerah.00 100.000 REALISA ASI PENDAPA ATAN 112.583.000.000.00 108.00 % 121.414.00 6.00 0 atau penerim maannya men ncapai 122.00 232.323.707.811 1.33 110.896.500.687.00 12.806.811.376.000.000.259.18% sebelu um dilakukan n audit oleh h BPK-RI. (6) Paja ak Parkir.000.500.779.000. (4) Pajak Reklame e.000.000. me elalui Undang g‐undang Nom mor  d Unda ang-Undang Sesuai dengan 28 8 Tahun 2009 ” Nomor 28 Tahun 2009. oleh da meliputi i 5 jenis yang dapat dipu ungut oleh daerah d provin nsi dan kabu upaten/kota adalah a sebanya ak 11 jenis.562. (5) Pajak Penerangan P Jalan.106 6.687.

disebabkan karena banyaknya pengelola Mall yang menerapkan kebijakan bebas parker (Free Parking) yang sebelumnya merupakan potensi penerimaan. Adapun terjadinya over target pada penerimaan BPHTB lebih banyak didukung oleh kegiatan perekonomian Kota Bandung yang semakin meningkat sehingga mengakibatkan meningkatnya transaksi jual beli tanah dan bangunan pada masyarakat Kota Bandung.00  Pajak Hiburan meningkat Pajak  Parkir 99.18   Pajak Restoran melampaui target sejalan Pajak  Air Bawah  Tanah dengan pelaksanaan 100. Untuk Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) merupakan komponen terbesar dalam pendapatan pajak daerah Kota Bandung (132% dari realisasi pendapatan pajak daerah). Di sisi Pajak  Hiburan 111. 2012 jalan dan Pajak Reklame pun mengalami peningkatan dikarenakan adanya upaya-upaya penertiban terhadap reklame illegal yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Bandung.Berdasarkan data pencapaian target pajak daerah tersebut. telah beralih menjadi pajak daerah sejak 1 Januari 2011 sesuai dengan Undang-undang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah.05  melebihi target karena Pajak  Penerangan  Jalan 110. sehingga berdampak kepada meningkatnya kesadaran para wajib pajak untuk mengurus perijinan penyelenggaraan reklame. Sementara itu. sehingga menjadi salah satu komponen potensial pendapatan daerah. Pajak Penerangan Jalan melebihi target Pajak  Restoran 111. sehingga berpengaruh terhadap penetapan besarnya pajak parkir dimaksud.44   adanya intensifikasi 140. Demikian juga TOTAL  PENDAPATAN   PAJAK  DAERAH 122. akibat 2011 banyaknya event yang dilaksanakan di kota : Realisasi  ≥ Target Bandung pada tahun : Realisasi   <  Target 2011.01  event-event tersebut. Pengalihan BPHTB ke dalam kas daerah diharapkan dapat menjadi salah satu solusi bagi Pemda untuk membiayai pembangunan daerahnya.42  yang telah ditetapkan Pajak  Hotel 121. III-9 . Begitu juga halnya dengan Pajak Air Bawah Tanah yang semula merupakan Pajak Provinsi telah beralih mejadi Pajak Daerah sejak 1 Januari 2011 dan telah melampaui target sebesar 100.01%.33  Pajak  Reklame penagihan pajak. BPHTB 132.75  karena adanya 0 50 100 150 peningkatan permintaan Persentase  (%) masyarakat terhadap layanan penerangan Sumber: Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. sehingga pajak parkir tidak dapat dipungut dan kesadaran wajib pajak parkir masih kurang dalam menyampaikan data omzet penerimaan parkir. dapat dijelaskan bahwa Pajak Hotel seluruhnya Grafik III.3 melampaui target karena Capaian Target Tiap Komponen Pendapatan Pajak adanya peningkatan Daerah Pemerintah Kota Bandung Tahun Anggaran occupancy hotel. tidak tercapainya target Pajak Parkir. BPHTB yang semula merupakan Pajak Pusat.51  lain.

(4) Retribus si Pelayanan Pemakaman dan Pengabu uan Mayat.0 00 14.00 atau tingkat penerimaann p nya mencapai i 98.455.0 00 175.950.784.500.684 4. RSU Uj.500.230.150. si Tempat Re ekreasi dan Olah Raga.000. ribusi Pela ayanan (2) Retr Persamp pahan/Kebers sihan.53 Disd dukcapil 4 1 1. (8) Retribusi Terminal.2) Re etribusi Dae erah Retribus si Daerah berdasarkan n Undang-Undang Nomor 28 8 n Tahun 2009 adalah pungutan mbayaran atas s daerah sebagai pem u jasa atau pemberian izin tertentu husus disediak kan dan/atau u yang kh diberikan oleh Pemerintah h g Daerah untuk kepentingan orang a Badan. atan Retribu usi Daerah pada Tahun n Anggaran 2011 direncanakan se ebesar Pendapa Rp73. (13 3) Retribusi i Pembinaa an dan Pr romosi Penyelen nggaraan Us saha. (11) Retribu usi Penyebera angan di Air r. (1 18) Retribusi Izin Peruntuk kan Penggun naan Tanah.05 50.33 Disk kamtam III-10 .00 1 110.000. .532.725. (10) Pemadam Kebakaran. (15) Retribusi Izin Ganggu uan/Keramaian.51 1 123.865.551. RSK GM. Dis stanKP Disk kamtam 1 Retribusi Pelayanan Kesehatan Retribusi Pelayanan Persa ampahan/Kebers sihan Retribusi Penggantian Biaya KTP dan d Akte Catata an Sipil Retribusi Pelayanan Pema akaman dan Pen ngabuan Maya at 14 4. (5) ( Retribusi P Pelayanan Pa arkir di Tepi Jalan Umum.59 93.0 00 27.08 88.00 57. (3) Ret tribusi Pengga antian Biaya KTP dan Akt te Catatan Sipil.042.982.89 2 3 47.00 217. pribadi atau * “R Retribusi Daera ah berdasarkan n  Un ndang‐Undang g Nomor 28 Tah hun  20 009 adalah pun ngutan daerah  se ebagai pembay yaran atas jasa  at tau pemberian izin tertentu ya ang  kh husus disediaka an dan/atau  di iberikan oleh Pemerintah Dae erah  un ntuk kepenting gan orang priba adi  at tau Badan” Jenis Re etribusi Daer rah yang me enjadi bagian n Pendapata an Asli Daerah Kota Ban ndung meliputi i: (1) Retribusi Pe elayanan Kesehatan. dilihat pada Tabel III. (9) Retribus si Rumah Po otong Hewan n. Adapun perincian pe endapatan dari Retribusi Daerah pada a Tahun Ang ggaran 2011 dapat p tabel berikut. (7) Pemeriksaan n Alat .0 00 dan dap pat direalisas sikan sebesa ar Rp71.437.67 74.08%. sebelum dilaku ukan audit ole eh BPK-RI. (14) Retribusi Izin Mendirikan Bangunan. (16) Retribusi Ijin Tray yek. (6) ( Retribusi Pengujian Kendaraan K Be ermotor.Berung.342. (12) Retribus Retribus si Pengolahan Limbah Cair.700.4 Peri incian Penerimaan Retrib busi Daerah Kota Bandun ng Tahun An nggaran 201 11 (Sebelum dilakuka an audit BPK K-RI) TAHUN N ANGGARAN 2011 2 SETELAH PERUBAHAN NO URAIAN ANGGARAN PENDAPATAN REALI ISASI PENDAP PATAN % SKPD S Dink kes.0 00 1. s serta (19) Retribusi Surat Izin Usaha Jasa a Konstruksi.00 97.09 90. (17) Retr ribusi Izin Bid dang Perindu ustrian dan Perd dagangan.000.660. RSK IA.

00 747.00 % SKPD 5 Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor 83.360.090.75 98.00 258.080. terdapat beberapa retribusi yang melebihi target yang telah ditetapkan.000.173.000.618.00 92.00 833.106.523.233.00 6.250.000.00 71.767.000.00 9.23 Dishub & UPP 6 6.024.455.140.000.00 77.274.00 7.00 149.23 114.683.00 23.00 387. Capaian per Desember tahun 2011 adalah sebesar 97.000.000.000.167.000.000.500.00 1.827.89%. Ketercapaian target pada Dinas Kesehatan adalah III-11 .486.684. BPPT 7 Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran Retribusi Bidang Perhubungan Retribusi Rumah Potong Hewan Retribusi Tempat Rekreasi dan Olah raga Retribusi Penyeberangan di Air Retribusi Pengolahan Limbah Cair Retribusi Pembinaan dan Promosi Penyelenggaraan Usaha Retribusi Izin Mendirikan Bangunan Retribusi Izin Gangguan/Keramaian Retribusi Izin Trayek Retribusi Izin Bidang Perindustrian dan Perdagangan Retribusi Izin Peruntukan Penggunaan Tanah Retribusi Ijin Usaha Jasa Konstruksi JUMLAH 273.00 4.624.226.000.00 440.200.000 BPPT 14 15 16 24.95 BPPT 18 19 58.00 73. UPP.500. dan (5) Dinas Pertanian Kota Bandung.000.830.500.936.225.00 64.536.159.551.850.64 22.00 121. yaitu (1) Dinas Kesehatan Kota.674. (3) Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak.155. (2) Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut. BPPT 17 3.859.000.00 42.500.23 Dishub.73 84.100.00 99.000.08 BPPT BPPT Sumber: Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah.240.TAHUN ANGGARAN 2011 SETELAH PERUBAHAN NO URAIAN ANGGARAN PENDAPATAN 5.00 REALISASI PENDAPATAN 4.246.487.800.000.000.00 819.75 18.230.00 1.545. SKPD pemberi kontribusi terhadap pelayanan kesehatan yang berhasil melampaui target adalah Dinas Kesehatan dan Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak.975.33 99. (4) Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bandung. antara lain: a) Satuan Kerja Perangkat Daerah yang berkontribusi pada Retribusi Pelayanan Kesehatan terdiri dari 5 (lima) SKPD.784.000.981.00 Dinas PP Kebakaran 8 9 10 11 12 10.175.000.038.35 135.000.204.326. 2012 Berdasarkan data pencapaian target retribusi daerah tersebut.00 142.00 76.666.00 4.33 Dishub & UPP Distan KP Diskamtam BPPT BPPT 13 - 493.000.300.00 3.29 BPPT BPPT Dishub.013.800.532.00 839.

ASKES (Persero). dan Pencatatan Perubahan Ganti nama). Kapitasi ASKES Rp2.33%. Sedangkan untuk Rumah Sakit Khusus Ibu disebabkan karena target tersebut telah disesuaikan dengan yang disetorkan sebelum berubah menjadi Badan Layanan Usaha Daerah (BLUD). h) Retribusi Izin Usaha Jasa Kontruksi yang dikelola oleh Badan Pelayanan Perizinan Terpadu sampai dengan periode Desember 2011 mencapai angka 440. Pengangkatan Anak.karena adanya ASKES Laboratorium sosial. yang disebabkan oleh adanya peningkatan kinerja petugas lapangan yang berhasil menarik tunggakan retribusi serta meningkatnya kesadaran masyarakat untuk membuat legalisasi perizinan usaha. c) Retribusi Pelayanan Pemakaman dan Pengabuan Mayat yang dikelola oleh Dinas Pemakaman dan Pertamanan sampai dengan periode Desember 2011 mencapai angka 110.00 per jiwa berdasarkan PERMENKES RI Nomor 416/MENKES/PER/II/2011 tentang Tarif Pelayanan Kesehatan bagi PT. Pengakuan Anak. serta adanya penambahan wajib retribusi baru. Retribusi tersebut melebihi target disebabkan oleh beberapa faktor yaitu adanya penambahan personil/petugas tetap pemungut retribusi PAD. Retribusi tersebut berhasil melebihi target dikarenakan telah dioptimalkannya sosialisasi Perda Retribusi Pemakaman dan Pengabuan Mayat serta dilaksanakannya pemberitahuan/teguran kepada ahli waris yang belum memenuhi kewajiban membayar Her Registrasi Makam. Retribusi tersebut melebihi target disebabkan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk membuat legalisasi perizinan usaha.000.95%. d) Retribusi Pemeriksaan Alat Pemadam Kebakaran yang dikelola oleh Dinas Kebakaran sampai dengan periode Desember 2011 mencapai angka 142%.64%. yang menyebabkan meningkatnya kesadaran penduduk dalam melaporkan peristiwa penting (Perkawinan. f) g) Retribusi Izin Bidang Perindustrian dan Perdagangan yang dikelola oleh Badan Pelayanan Perizinan Terpadu sampai dengan periode Desember 2011 mencapai angka 121. III-12 . Pengesahan Perjanjian Kawin. Retribusi tersebut melebihi target disebabkan karena telah berhasilnya sosialisasi kependudukan.75%. Retribusi tersebut melampaui target dikarenakan mulai tahun 2011 telah diberlakukan karcis peron masuk kawasan konservasi Taman Tegallega.75%. Retribusi tersebut melebihi target. Retribusi tersebut melebihi target disebabkan oleh adanya peningkatan kinerja petugas lapangan yang berhasil menarik tunggakan retribusi serta meningkatnya kesadaran masyarakat untuk membuat legalisasi perizinan usaha. Pengesahan Anak.53%. e) Retribusi Tempat Rekreasi dan Olah Raga oleh dikelola Dinas Pemakaman dan Pertamanan sampai dengan periode Desember 2011 mencapai angka 135. Retribusi izin Gangguan/Keramaian yang dikelola oleh Badan Pelayanan Perizinan Terpadu sampai dengan periode Desember 2011 mencapai angka 114. Perceraian. b) Retribusi Penggantian Biaya KTP dan Akte Catatan Sipil yang dikelola oleh Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil sampai dengan periode Desember 2011 berhasil mencapai angka 123.

dikarenakan RSKGM belum ditetapkan sebagai Badan Layanan Umum Daerah (BLUD). dan menurunnya jumlah kendaraan yang numpang uji di Kota Bandung. Retribusi Bidang Perhubungan/Terminal yang di kelola Dinas Perhubungan dan Unit Pengelola Parkir (UPP) sampai dengan periode Desember 2011 mencapai angka 76.023.225.51%. Retribusi tersebut belum mencapai target karena adanya beberapa kendala. belum adanya penyesuaian tarif jasa kebersihan dengan biaya pengelolaan kebersihan. jumlah shelter hanya berjumlah 14 seharusnya 32 shelter permanen.00. Pada Tahun 2011 pencapaian target retribusi pelayanan kesehatan pada Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut sampai dengan periode Desember 2011 mencapai angka 91. serta RSKGM belum memiliki gedung yang memadai yang dapat menampung semua persyaratan penyelenggaraan Rumah Sakit Gigi dan Mulut.47%.35% dan b) c) d) e) f) III-13 .000. Retribusi tersebut belum mencapai target dikarenakan pengunjung/pengguna yang berkurang. dapat lebih fleksibel dalam memperoleh pendapatan dari jasa layanannya. (sengaja memutar balik atau memotong rute di tengah jalan untuk menghindari).000. Beberapa alasan penjelasan belum tercapainya target retribusi antara lain: a) SKPD pemberi kontribusi terhadap pelayanan kesehatan yang belum mencapai target adalah Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut. shelter masih bersifat sementara.23%. serta untuk TMB belum ada penambahan lagi yang sekarang jumlahnya hanya 10 bus seharusnya 39 bus.000. kurangnya disiplin pengemudi angkutan umum yang tidak mentaati kewajiban masuk terminal. Penyebab belum tercapainya target retribusi tersebut pada Dinas perhubungan dikarenakan terdapatnya penambahan target PAD pada Perubahan Anggaran Tahun 2011 sebesar Rp1.000.23%. antara lain terdapat penambahan target PAD pada Perubahan Anggaran Tahun 2011 sebesar Rp1. Retribusi Pelayanan Parkir di tepi jalan umum yang di kelola Dinas Perhubungan dan Unit Pengelola Parkir (UPP) sampai dengan periode Desember 2011 mencapai angka 83.000.00.000. Sedangkan penyebab pada Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dikarenakan masih kurangnya kesadaran masyarakat dalam pengurusan perizinan. Retribusi tersebut belum mencapai target karena adanya beberapa kendala.33%. Retribusi Pengujian Kendaraan Bermotor/Izin Usaha Angkutan yang dikelola oleh Dinas Perhubungan dan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu sampai dengan periode Desember 2011 mencapai angka 92. terdapat beberapa retribusi yang belum mencapai target yang telah ditetapkan. antara lain terdapatnya penambahan target PAD pada perubahan anggaran Tahun 2011 sebesar Rp1.Berdasarkan data pencapaian target retribusi daerah tersebut. serta kurangnya dukungan dari masyarakat. terdapat titik lokasi parkir yang dihilangkan serta posisi parkir yang diubah dari serong menjadi sejajar. penurunan jumlah angkot yang beroperasi akibat penumpang beralih ke sepeda motor. sub-terminal. Retribusi Pelayanan Persampahan/Kebersihan yang di kelola Dinas Pemakaman dan Pertamanan sampai dengan periode Desember 2011 mencapai angka 57.000. apabila RSKGM telah ditetapkan sebagai BLUD. dan pangkalan. kurangnya sub-terminal sehingga tidak maksimal dalam pemungutan PAD.00. Retribusi Rumah Potong Hewan yang dikelola oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan sampai dengan periode Desember 2011 mencapai angka 99.

Retribusi Izin Mendirikan Bangunan yang dikelola oleh Badan Pelayanan Perizinan Terpadu sampai dengan akhir bulan Desember 2011 mencapai angka 99. 28 tahun 2009 hanya Rumah Potong Hewan (RPH) saja yang boleh dipungut dan itupun hanya RPH milik pemerintah saja sedangkan yang dikelola oleh swasta tidak boleh dipungut. Retribusi tersebut belum tercapai karena adanya perubahan regulasi mengenai Izin Mendirikan Bangunan yang semula diatur berdasarkan Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 14 Tahun 1998 tentang Bangunan di wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II Bandung. (2) Jumlah sapi yang dipotong berkurang salah satunya yaitu pemotongan sapi BX yang merupakan sapi impor dihentikan karena ada larangan dari Pemerintah Australia yang menuntut persyaratan pemotongan Hewan yang sesuai menurut persyaratan dari Pemerintah Australia.untuk Retribusi Kesehatan Hewan hanya mencapai angka 27. Retribusi Izin Trayek yang dikelola oleh Dinas Perhubungan dan Badan Pelayanan Perizinan Terpadu sampai dengan akhir bulan Desember 2011 sebesar 18. Retribusi Pengolahan Limbah Cair yang dikelola oleh Badan Pelayanan Perizinan Terpadu sampai dengan periode Desember 2011 mencapai angka 84. g) Retribusi Penyeberangan di Air yang dikelola oleh Badan Pelayanan Perizinan Terpadu sampai dengan periode Desember 2011 mencapai angka 22. h) i) j) 3) Hasil Perusahaan Milik Daerah dan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Hasil Perusahaan Milik Daerah dan Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan merupakan laba yang diperoleh dari penyertaan modal pada Bank Jabar. serta menurunnya jumlah pengajuan izin insidentil pada Tahun 2011. dan KPKB III-14 . Retribusi Izin Mendirikan Bangunan dan Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta. Penyebab belum tercapainya target retribusi tersebut dikarenakan berkurangnya jumlah angkutan Taxi dan Angkutan Karyawan yang jatuh tempo perpanjangan izin operasionalnya pada Tahun 2011. PDAM Tirtawening.23%. Retribusi tersebut belum dapat memenuhi target dikarenakan masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk membuat legalitas perizinan. BPR) Kota Bandung.34%. 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah ada beberapa jenis retribusi yang ada di Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung tidak boleh dipungut lagi.33%. sedangkan masa berlaku izin operasinya adalah 5 tahun. Retribusi tersebut belum dapat memenuhi target karena : (1) Setelah berlakunya Undang-Undang No.73%.29%. Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 24 Tahun 1998 tentang Retribusi Izin Mendirikan Bangunan dan Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 4 Tahun 2002 tentang Izin Peruntukan Penggunaan Tanah diubah melalui Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan. Retribusi tersebut belum dapat memenuhi target dikarenakan masih kurangnya kesadaran masyarakat untuk membuat legalitas perizinan. Berdasarkan Undang-Undang No. Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat (PD.

2012 Pada tahun anggaran Grafik III.00 atau mencapai 133.950.700.922. Tujuan dibentuknya BUMD secara umum adalah untuk melaksanakan pembangunan daerah melalui pelayanan jasa kepada masyarakat.21 133.758. 20 Perolehan dari Hasil 0 Perusahaan Milik Daerah PT.758.269.00 16.395.117.395 120 100.328.00 3.000 10.43%.000. BPR Kota Bandung 60 memperoleh laba bersih 40 sebesar Rp16.076 100.246.00 atau mencapai 100%.117.5 Hasil Perusahaan Milik Daerah dan Hasil Pengeloaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan Tahun Anggaran 2011 (Sebelum dilakukan audit BPK-RI) TAHUN ANGGARAN 2011 SETELAH PERUBAHAN NO URAIAN ANGGARAN PENDAPATAN 6.000.000. 100 Sedangkan realisasi dari 80 PD.117.21 100.00 142.00 106.922.240. perolehan laba Pemerintah Kota Bandung Tahun Anggaran 2011 sebelum dilakukan audit oleh BPK-RI dari PT. Tabel III.922.695.58 % 100. Bank 180 Jabar direncanakan : Realisasi  ≥ Target sebesar Rp6. 2012 yaitu dari PDAM Tirtawening sebesar Rp3.00 dan KPKB Kota Bandung dari rencana sebesar Rp106. Sumber: Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah.117.851.000 10.950.395 160 133.43 100. Dengan tercapainya target kinerja dalam tahun 2011.695.00 dapat direalisasikan sebesar Rp142.428.Kota Bandung yang penerimaannya menjadi bagian dari Pendapatan Asli Daerah.395 REALISASI PENDAPATAN 6.00 3.700. penyelenggaraan kemanfaatan umum. Bank Jabar PD. Persentase  (%) III-15 .922. dan peningkatan penghasilan pemerintah daerah. BPR PDAM Tirtawening KPKB Kota Bandung JUMLAH Sumber: Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah.000.  Bank  PD.  BPR PDAM  KPKB Kota  yang Mengelola Kekayaan Jabar Tirtawening Bandung Daerah yang dipisahkan.986.00 1 2 3 4 PT.986.246.851.4 Capaian Target Hasil Perusahaan Milik Daerah 2011. diharapkan Perusahaan Milik Daerah ini dapat memberikan kontribusi yang lebih optimal di masa mendatang dalam penerimaan dan pembangunan daerah Kota Bandung secara lebih luas.43 dan dapat direalisasikan 140 : Realisasi   <  Target sebesar Rp6. sebagaimana tabel berikut.395.067.

677. (3) Tuntutan Ganti Kerugian Daerah (TGR).246.175.00 260.00 58.475.895. Adapun perincian dari pos pendapatan tersebut pada Tahun Anggaran 2011 dapat dilihat pada tabel berikut.596.165.585.055.00 160.400. (5) Pendapatan dan Pengembalian dari SKPD.417.539.164.00 1.853.862.00 24.250. Pendapatan dari Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah pada Tahun Anggaran 2011 direncanakan sebesar Rp90.824.00 85.00 71.600. Tabel III.468.092. (2) Penerimaan Jasa Giro. (7) Pendapatan dan Pemanfaatan Kekayaan Daerah. (8) Penerimaan Setoran dari Lembaga lain .029.618.035.207.000.00 90.752.TASPEN Pengembalian Belanja dari SKPD Fasilitas Umum Fasilitas Gelanggang Generasi Muda Sewa Tanah dan Bangunan Pendapatan kontribusi pemanfaatan kekayaan Pendapatan Lain-lain Pendapatan BLUD JUMLAH Sumber: Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah.714.532.77 3.000.00 143.618.611.00 325.000.00 13.028.770.550.00 100.000.94 98.00 15.00 1.00 REALISASI PENDAPATAN 4.00 17.31% sebelum dilakukan audit oleh BPK-RI.000.PT.629.00 168.068.102.00 124.00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp85. (4) Pendapatan Denda Pajak. (9) Pendapatan Lainnya.253.280.000.000.683.842.00 38.776.847. 2012 III-16 . (6) Fasilitas Sosial dan Fasilitas Umum.10 25.900.000.00 65.6 Perincian Pendapatan dari Lain-lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah Kota Bandung Tahun Anggaran 2011 (Sebelum dilakukan Audit BPK-RI) TAHUN ANGGARAN 2011 SETELAH PERUBAHAN NO URAIAN ANGGARAN PENDAPATAN 4.557.000.4) Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah Yang Sah Pos pendapatan dari Lain-Lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah terdiri atas: (1) Hasil Penjualan Aset Daerah yang Tidak dipisahkan.476.38 66.000.000.00 3.029.00 20.55 119.00 719.000.21 120.20 94.476.00 141.861.000.00 atau mencapai sebesar 94.000.Taspen.31 % 108.001.629.092.752.500.875. Pendapatan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD).500.00 4.928.828.97 - 1 2 3 4 5 6 7 Hasil Penjualan Drum Bekas Penjualan Kendaraan Dinas Roda Empat Penjualan Bahan bekas Bangunan Jasa Giro Kasda Jasa Giro Pemegang Kas Pendapatan Denda Pajak Pendapatan Denda Retribusi Tuntutan Ganti Rugi 8 9 10 11 12 13 14 15 Penerimaan Dari PT.125.00 5.

000.00 18.077.000.005.7 D Perimbangan Kota Bandung Ta ahun Anggar ran 2011 Perincian Dana (Sebelum dilakuka an audit BPK K-RI) TAHUN ANGGARAN 2011 SETELA H PERUBAHAN NO URAIA AN ANGGA ARAN PENERIM MAAN 346. dan (3) Dana Alokasi Khusus.392.429 9.761.395.642.90 00. Dana angan bertujuan untuk mengurangi ketimpanga an sumber p pendanaan antara a Perimba Pemerin ntah Pusat da an Pemerintahan Daerah. DA ANA PERIM MBANGAN N Dana perimbangan p yaitu dana a yang bers sumber dari dana pene erimaan Ang ggaran Pendapa atan dan Belanja Nega ara (APBN) yang y dialoka asikan kepada daerah untuk membia ayai kebut tuhan Gam mbar III.761.00 0 atau mencapai target sebe esar 98.456.3 daerah.307.723.742.105.9 909.775.94 44.00 23.007. enerimaan da ari Dana Perim mbangan pad da Tahun Ang ggaran 2011 dapat Adapun perincian pe p tabel berikut.642. 2012 III-17 .000.14 100.336.5 510.74 42.00 98. dilihat pada Tabel III.00 44.00 59.b. serta mengu urangi kesenj jangan pendanaan pemerin ntahan antard daerah.456. Penerim maan dari Dan na Perimbangan pada Ta ahun Anggaran 2011 dire encanakan se ebesar Rp1.00 1.317.24 1 2 3 4 Bagi Hasil Paja ak Bagi Hasil Buk kan Pajak / SDA Dana Alokasi Umum U Dana Alokasi Khusus K JUMLAH Sumber: Dinas Pengelolaan Keuangan K dan Aset t Daerah.00 % 95.405.347.18 88.30% sebelum dila akukan audit oleh BPK-RI.00 REALISA ASI PENERIMA AAN 332.000.00 dan dapat direalisas sikan sebesar r Rp1.85 126.4 400.00 1.00 1 1.005.53 37.392. Dana angan ini terdiri t perimba atas: (1) Bagi Hasil DA ANA agi Hasil Bukan B Pajak/Ba PERIMB BANGAN Pajak.405.570.00 75.681.57 0.00 1. (2) ( Dana Alokasi A Umum.429.188. Dana Ko omponen Da ana Perimbangan angan/ PendaPerimba patan ansfer Tra merupakan penerimaan engan daerah sesuai de Dana Alokasi epubUndang-Undang Re Um mum onesia Nomo or 33 lik Indo Bagi Hasil Tahun 2004 tentang Pajak/Bagi Dana Alok kasi angan Keua angan Perimba H Bukan Hasil Khusus s antara Pemerintah Pusat Pajak dan Daerah.00 07.

00 254. d Pos pen nerimaan dar ri Bagi Hasil Pajak terdiri atas: (1) Bagi Hasil dari Pajak Bum mi dan Banguna an (PBB). (2) Ba agi Hasil da ari Pungutan Hasil Perikana an.058 8.00 % 105.711.00 151.00 REALISA ASI PENERIMA AAN 187.1) Ba agi Hasil Pa ajak dan Bu ukan Pajak k Penerim maan pajak ya ang diperoleh h Pemerintah dalam APBN N dibagihasilk kan kepada daerah d dengan proporsi yan ng telah ditet tapkan berda asarkan Unda ang.00 18.742.159 9.4 mencapai 97. dan (4) Ba agi Hasil dari Pajak Pengh hasilan asal 29. (3) Bagi Hasil dari Pertamban ngan Minyak k Bumi.00 125.768 8.8 Perinci an Penerima aan dari Bagi Hasil Pajak dan Bukan Pajak Kota Bandung Tahu un Anggaran 2011 (Sebelum dilakuka an audit BPK K-RI) TAHUN ANGGARAN N 2011 SETEL LAH PERUBAHAN NO URA AIAN ANGG GARAN PENER RIMAAN 178. “Dana Bagi Hasil H  ditujukan n  dalam   rangka a   memperkec cil   maan dari Bagi B Hasil Pa ajak Penerim kesenjangan keuangan  dan Bu ukan Pajak pada Tah hun antara Pemer rintah dan  Anggara an 2011 direncanak kan p pemerintah  daerah d  untuk  sebesar Rp365.2 254.97 83. (4) ) Bagi Hasil dari Pertamb bangan Panas s Bumi.54 III-18 .4 472. dilakuka Adapun perincian penerimaan p H Pajak dan d Bukan P Pajak pada Tahun T dari Bagi Hasil an 2011 dapa at dilihat pad da tabel berik kut.6 614.602.37%.Undang g Nomor 33 Tahun T an Peraturan n Pemerintah Nomor 55 Tahun 2005 yang ditujukan dalam rangka r 2004 da memper rkecil kesenja angan keuan ngan antara Pemerintah dan Pemerin ntah Daerah untuk mendan nai penyeleng ggaraan peme erintahan di daerah. (PPh) Pasal 25 dan Pa kan pos penerimaan Bag gi Hasil Bukan n Pajak/Sumb ber Daya Ala am terdiri ata as: (1) Sedangk Bagi Ha asil dari Iura an Hak Pengusahaan Hutan. (2) Bagi Hasil dari Bea Perolehan P Ha ak atas Tana ah dan Bang gunan (BPHTB).009 9. Anggara Tabel III.352.00 dan d mendanai pe enyelenggaraa an  p pemerintaha n di daerah” direalisasik kan sebe esar dapat * 442. .02 1 Ba agi Hasil dari Pajak Bumi dan Ba angunan (PBB) Ba agi Hasil dari Bea Perolehan Ha ak atas Tanah dan Bangunan n (BPHTB) Ba agi Hasil dari Upah U Pungut PB BB Ba agi Hasil dari Pajak Pe enghasilan (PPh h) Pasal 25 dan n Pa asal 29 Ba agi Hasil dari Hak H Pe engusahaan Hu utan 2 3 4 5 16.23 87.711. (5) Bagi B Hasil dari Pertamb bangan Umu um.097.012.4 419.660.638.976.409. (3) Bagi Ha asil dari Upah h Pungut PBB B.165.996.00 at tau Rp355.00 222.104.00 11. sebelum an audit oleh BPK-RI.311.00 111. dan (6) Bagi Hasil dari Gas Bumi.377.368.456.0 040.041.482.

63 148.00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp.12 82.59.00 365.642.650.307.456.413.639.00 5.44.889.000.00 97.758.00 505.975. Kebijakan transfer ke daerah terutama melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) ditujukan untuk pembangunan fisik berbagai sarana dan prasarana layanan publik di daerah.00 9.00 8.203.000.TAHUN ANGGARAN 2011 SETELAH PERUBAHAN NO URAIAN ANGGARAN PENERIMAAN 241.400.442.00 atau mencapai 75% sebelum dilakukan audit oleh BPK-RI.041. Penerimaan Pemerintah Kota Bandung yang bersumber dari Dana Alokasi Umum (DAU) pada Tahun Anggaran 2011 direncanakan sebesar Rp1.048. sebelum dilakukan audit oleh BPK-RI. Penerimaan Pemerintah Kota Bandung yang bersumber dari DAK pada Tahun Anggaran 2011 direncanakan sebesar Rp. III-19 .00 11.242.00 4.00 REALISASI PENERIMAAN 261.000.482.476.642. Adapun perincian DAK pada Tahun Anggaran 2011 dapat dilihat pada tabel berikut.005.077.188.00 441.827. 2012 2) Dana Alokasi Umum (DAU) DAU adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan dengan tujuan pemerataan kemampuan keuangan antar-Daerah untuk mendanai kebutuhan Daerah dalam rangka pelaksanaan Desentralisasi.634.985.00 atau mencapai 100%.363.742 355.665.02 87.894.419. 3) Dana Alokasi Khusus (DAK) DAK adalah dana yang bersumber dari pendapatan APBN yang dialokasikan kepada Daerah tertentu dengan tujuan untuk membantu mendanai kegiatan khusus yang merupakan urusan Daerah dan sesuai dengan prioritas nasional.00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp1.448.280.523.177.188.005.900.37 % 108.461.30 6 7 8 9 10 Bagi Hasil dari Pungutan Hasil Perikanan Bagi Hasil dari Pertambangan Minyak Bumi Bagi Hasil dari Pertambangan Panas Bumi Bagi Hasil Pertambangan Umum Bagi Hasil dari Gas Bumi JUMLAH Sumber: Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah.528.692.

(3) Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus.073. sebelum dilakukan audit oleh BPK-RI.00 % 1 Bagi Hasil Pajak dari Propinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya Bantuan Keuangan dari Propinsi atau Pemerintah Daerah Lainnya 96. dan (4) Bantuan Keuangan dari Provinsi atau Pemerintah Daerah Lainnya.275. Tabel III.11%.841.000.23 dan dapat direalisasikan sebesar Rp875.10 Perincian Lain-lain Pendapatan Daerah Yang Sah Kota Bandung Tahun Anggaran 2011 (Sebelum dilakukan audit BPK-RI) TAHUN ANGGARAN 2011 SETELAH PERUBAHAN NO URAIAN ANGGARAN PENDAPATAN 435.642.00 75.066.00 75.00 652.000.232.9 Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun Anggaran 2011 (Sebelum dilakukan audit BPK-RI) TAHUN ANGGARAN 2011 SETELAH PERUBAHAN NO URAIAN Dana Alokasi Khusus Sektor Pendidikan Dana Alokasi Khusus Sektor Kesehatan Dana Alokasi Khusus Sektor Infrastruktur Jalan Dana Alokasi Khusus Sektor Keluarga Berencana Dana Alokasi Khusus Sektor Transportasi JUMLAH ANGGARAN PENERIMAAN 49.00 88.39 2 95.00 75.900.292.500.00 804. Penerimaan Lain-lain Pendapatan yang Sah pada Tahun Anggaran 2011 direncanakan sebesar Rp901.00 44.381. LAIN-LAIN PENDAPATAN DAERAH YANG SAH Penerimaan Pemerintah Kota Bandung yang bersumber dari Lain-lain Pendapatan yang Sah terdiri atas: (1) Pendapatan Hibah.000 % 75.502.23 REALISASI PENDAPATAN 419.077.687.856.000.308.088.068.883. (2) Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya. Adapun perincian Lain-lain Pendapatan yang Sah pada Tahun Anggaran 2011 dapat dilihat pada tabel berikut.000 REALISASI PENERIMAAN 37.722.08 III-20 .000.00 84.100.345.00 59.700.300.822.00 75.818.400.307.598.200.022.00 atau mencapai 97.100.Tabel III.560.00 6.00 1 2 3 4 5 Sumber: Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah.231.00 1.064.439.572.790.425.500.956.00 75.00 800.481.732.000.00 4. 2012 c.480.00 870.00 1.

308.00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp7. (6) Bagi Hasil dari Kemetrologian.28 97. 2) Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya Pos penerimaan dari Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya terdiri atas: (1) Bagi Hasil dari Pajak Kendaraan Bermotor. Pendapatan dari Hibah Kota Bandung pada Tahun Anggaran 2011 direncanakan sebesar Rp7. baik dari Pemerintah Pusat.479.00 atau mencapai 96.354. Penerimaan dari Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya pada Tahun Anggaran 2011 direncanakan sebesar Rp435.000.500.373.000.000.00 100.000.23 REALISASI PENDAPATAN 7. sebelum dilakukan audit oleh BPK-RI.068.23 dan dapat direalisasikan sebesar Rp419. III-21 .841.500.338.500.11 3 4 Pendapatan Hibah Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus JUMLAH Sumber: Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. maupun dari Pemerintah Provinsi.560.000.00 364.480. (3) Bagi Hasil dari Pajak bahan Bakar Kendaraan Bermotor.00 atau mencapai 100%.502.000.381. (4) Bagi Hasil dari Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah.500.782.875.481. (5) Bagi Hasil dari Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan Air Permukaan.088.00 875.39%. dan (7) Bagi Hasil dari Pajak Hasil Hutan. Adapun perincian penerimaan dari Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya pada Tahun Anggaran 2011 dapat dilihat pada tabel berikut. 2012 1) Pendapatan Hibah Pos penerimaan dari Pendapatan Hibah merupakan pos pendapatan yang diterima dari Pemerintah.00 901.856.397.000.722. sebelum dilakukan audit oleh BPK-RI. (2) Bagi Hasil dari Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor.TAHUN ANGGARAN 2011 SETELAH PERUBAHAN NO URAIAN ANGGARAN PENDAPATAN 7.000.00 363.00 % 100.

192.508.07 174.189.00 435.875.35 1 2 3 Bagi Hasil dari Pajak Kendaraan Bermotor Bagi Hasil dari Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor Bagi Hasil dar Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor Bagi Hasil dari Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan Air Bawah Tanah Bagi Hasil dari Pajak Pengambilan dan Pemanfaatan Air Permukaan Bagi Hasil dari Kemetetrologian Bagi Hasil dari Hasil Hutan JUMLAH 4 - - - 5 6 7 354.896.500.479.897.00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp364.225.00 atau mencapai 88.361.28%.00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp84.146.068.11 Perincian Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemerintah Daerah Lainnya Kota Bandung Tahun Anggaran 2011 (Sebelum dilakukan audit BPK-RI) TAHUN ANGGARAN 2011 SETELAH PERUBAHAN NO URAIAN ANGGARAN PENERIMAAN 153.373.16 106.347.500.684.00 atau mencapai 100.00 419.841.541.448. 4) Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus Penerimaan dari Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus pada Tahun Anggaran 2011 direncanakan sebesar Rp363.39 Sumber: Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah.480.138.467.96 51.956.782. III-22 .824.439.00 % 99.345. sebelum dilakukan audit oleh BPK-RI.00 REALISASI PENERIMAAN 152.00 498.338.694.890.Tabel III.00 82.397.883.49 101. sebelum dilakukan audit oleh BPK-RI.064.143.722.016.009.735.663.502.84 90.00 257.232.265. Pada Tahun Anggaran 2011 direncanakan sebesar Rp95.614. Adapun perincian penerimaan dari Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus pada Tahun Anggaran 2011 dapat dilihat pada tabel berikut. 2012 3) Bantuan Keuangan dari Provinsi atau Pemerintah Daerah Lainnya Penerimaan dari Bantuan Keuangan dari Provinsi atau Pemerintah Daerah Lainnya diperoleh dari Provinsi Jawa Barat.230.00 6.00 107.23 294.703.00 2.445.00 158.003.37 96.162.58 32.08%.

00 1.27 3. PERMASALAHAN DAN SOLUSI Pencapaian target pendapatan tidak terlepas dari berbagai hambatan dan tantangan yang harus terus diupayakan untuk dapat diatasi sesuai dengan kemampuan.Tabel III.00 363.480.980.12 Perincian Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus Kota Bandung Tahun Anggaran 2011 (Sebelum dilakukan audit BPK-RI) TAHUN ANGGARAN 2011 SETELAH PERUBAHAN NO 1 2 URAIAN Dana Penyesuaian Sektor Pendidikan Dana Alokasi Cukai Hasil Tembakau JUMLAH Sumber: Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah.967. perlu diupayakan ketersediaannya guna mendukung peningkatan PAD yang bersumber dari pajak dan retribusi. Adapun permasalahan utama berdasarkan kelompok sumber pendapatan.373. Oleh karena itu perlu ditingkatkan efektivitas III-23 .755. 6) Perlu dilakukan pengkajian kembali terhadap Peraturan-peraturan Daerah tentang pajak dan retribusi seiring dengan telah terbitnya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak dan Retribusi.00 364.993.986.00 1.420.21 118.782.386. b.814. 5) Kesadaran masyarakat dalam memenuhi kewajibannya perlu lebih ditingkatkan.342. 2012 ANGGARAN PENDAPATAN 361. 2) Efektivitas penerapan prosedur dan mekanisme administrasi pengelolaan PAD perlu lebih dioptimalkan guna mendorong transparansi dan akuntabilitas pengelolaan PAD.424 % 100. secara deskriptif dapat diuraikan sebagai berikut: a.858.338 REALISASI PENDAPATAN 362. 3) Perlu ditingkatkan efektivitas pelaksanaan pengawasan dan pengendalian pengelolaan sumber-sumber PAD. 4) Perlu dioptimalkan lebih lanjut kualitas petugas pengelola administrasi PAD. belum sesuai dengan harapan daerah.499. baik dalam Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak.454. PENDAPATAN ASLI DAERAH (PAD) 1) Tingkat akurasi data dasar pajak dan retribusi yang berpengaruh terhadap data wajib pajak dan wajib retribusi. DANA PERIMBANGAN Perhitungan Dana Perimbangan.43 100.642.

pemerataan n pendapatan n. progr ram dan keg giatan. Komponen engindikasika an aktivitas dalam struktur Anggaran Pendapatan P d dan Belanja Daerah D yang me (APBD) adalah Belan nja Daerah. LA AIN-LAIN PENDAPAT P TAN DAERAH YANG G SAH Penerim maan pendapa atan dari sisi Bantuan Keu uangan dari Provinsi P atau P Pemerintah Daerah D Lainnya dalam pend distribusian. serta  ran dengan prinsip penganggar pem mbiayaan yan ng digunakan n  atan angga aran yang pendeka untuk mendana ainya” berbasis s kinerja. dengan memper rhatikan tugas pokok dan f fungsi ma asing-masing SKPD. o fu ungsi. “APBD menunju ukkan alokasi i  ebijakan bela anja daerah Arah ke lanja untuk melaksanakan m n  bel disusun berdasarka an prinsippro ogram/kegiat tan dan sumb ber‐ sum mber pendapatan. * III-2 24 . KE EBIJAKAN UMUM U BE ELANJA DA AERAH APBD menunjukkan m alokasi belan nja untuk me elaksanakan program/keg giatan dan su umbersumber pendapatan. serta pem mbangunan di d berbagai s sektor.pelaksan naan pengaw wasan dan pengendalian p pengelolaan n sumber-sumber pendapatan. (2) BEL LANJA terkait secara langs UNG. pada Tahun Anggara an Belanja Daerah D secara deskriptif f dapat diur raikan dan dijelaskan se ebagai Kebijaka berikut: (1) BELANJA A TIDAK LANGSUNG. c. prioritas p pem mbangunan sesuai poten nsi dan perm masalahannya a. Belanja Daerah APBD Tahun Anggaran 2011 1. serta per rkiraan situasi dan d kondisi pa ada tahun de epan. memerlukan n alokasi waktu yang lebih banyak untuk d efisien. secara makro dilandasi i atas pemah haman tas dan efisie ensi dalam penggunaan anggaran a Be elanja Daerah h yang disesu uaikan efektivit dengan tingkat keb butuhan mas sing-masing program dan kegiatan y yang dilaksanakan an 2011. khususn nya dari Paja ak Penghasila an (PPh) Pasa al 25 dan Pasal P 29 serta Pajak Bum mi dan Banguna an. Komponen ini merupaka an pengeluaran dalam rangka r nggaraan pe emerintahan dan kepent tingan pelak ksanaan pem mbangunan daerah d penyelen yang di iklasifikasikan n menurut organisasi. PENGELOLA AAN BELAN NJA DAERA AH 1. yang digu m/kegiatan dimaksud dila aksanakan untuk u mendo orong pertu umbuhan eko onomi Program daerah. merupakan m be elanja yang dianggarkan tidak sung dengan pelaksanaan program m dan kegiatan. serta a jenis belanja yang pengeluarannya disesuaikan dengan puan dan po otensi fiskal kemamp daerah. serta pembiayaan p unakan untu uk mendan nainya. mencapai sasaran secara efektif dan B. merupakan belanja a yang dian nggarkan ter rkait secara langsung dengan LANGSU pelaksan naan program m dan kegiata an.

208.00 Sumber: Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah.00 95.04 87.229.81% realisasi belanja Kota Bandung di tahun 2011 dan sisanya sebesar 39.00 1.19% disumbangkan oleh belanja langsung.625.500.949. dapat diuraikan sebagai berikut: a.919.227.355. Adapun anggaran dan realisasi masing-masing Belanja untuk Tahun Anggaran 2011.763.13 Komposisi Belanja Pemerintah Kota Bandung Tahun Anggaran 2011 (Sebelum dilakukan audit BPK-RI) TAHUN ANGGARAN 2011 SETELAH PERUBAHAN NO 1 2 URAIAN ANGGARAN BELANJA Belanja Tidak Langsung Belanja Langsung TOTAL BELANJA 1.559.814.600.43 93.978. belanja tidak langsung memberikan kontribusi sebesar 60.949.272.863.923.734.000.64 57.080.196. Tabel III.040.00 3.126. sebelum dilakukan audit oleh BPK-RI dengan rincian pada tabel berikut.64 1.00 55.00 328.500.000.667.151.355.751.151.00 57.71 99.64 dan dapat direalisasikan sebesar Rp1.002.000. sebelum dilakukan audit oleh BPK-RI yang perinciannya dapat dilihat pada tabel berikut.418.625.050.23 REALISASI BELANJA 1.256.441.247.14 Perincian Belanja Tidak Langsung Pemerintah Kota Bandung Tahun Anggaran 2011 (Sebelum dilakukan audit BPK-RI) TAHUN ANGGARAN 2011 SETELAH PERUBAHAN NO URAIAN ANGGARAN BELANJA TIDAK LANGSUNG 1.00 814.653.751.126.59 3.080.00 814.863.312.653.537.00 atau 97.Belanja Daerah Pemerintah Kota Bandung pada Tahun Anggaran 2011 dianggarkan sebesar Rp3.458.763.080.196.172.00 % 97. BELANJA TIDAK LANGSUNG Belanja tidak langsung merupakan belanja yang tidak memiliki keterkaitan secara langsung dengan pelaksanaan program dan kegiatan.750.814.04%.64 99.753. Belanja Tidak Langsung pada tahun 2011 dianggarkan sebesar Rp1.312.00 54.110.217.97 1 2 3 4 5 6 Belanja Pegawai Belanja Bunga Belanja Subsidi Belanja Hibah Belanja Bantuan Sosial Belanja Tidak Terduga III-25 .00 REALISASI BELANJA TIDAK LANGSUNG 1.172.00 343.537.911.27 100.00 % 97.00 atau mencapai 93%. Tabel III.919. 2012 Jika dilihat dari komposisinya.108.523.925.116.23 dan dapat direalisasikan Rp3.392.423.329.764.925.

Grafik III.172. sebelum dilakukan audit oleh BPK-RI.33 97.5 Capaian Belanja Tidak Langsung Pemerintah Kota Bandung Tahun Anggaran 2011 : Realisasi  ≥ Target : Realisasi   < Target TOTAL BELANJA  TIDAK  LANGSUNG 97.27  100 120 Persentase  (%) Sumber: Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. 2) Belanja Subsidi Belanja Subsidi pada tahun 2011 dianggarkan sebesar Rp57. sebelum dilakukan audit oleh BPK-RI.500.00 1.126.990.000 atau 100%.71  100. Belanja  Bantuan  Sosial Belanja  Hibah Belanja  Subsidi Belanja  Bunga Belanja  Pegawai 0 20 40 60 80 97.208.919.64 2.162.00  3) Belanja Hibah Belanja Hibah pada tahun 2011 dianggarkan sebesar Rp343.64 dan telah direalisasikan sebesar Rp1.04  Belanja  Bantuan  Keuangan  pada  Partai Politik Belanja  Tidak  Terduga 55.27%.459. 2012 4) Belanja Bantuan Sosial Belanja Bantuan Sosial pada tahun 2011 dianggarkan sebesar Rp55.978.625.329.108.080.467.523.750.000 dan telah direalisasikan sebesar Rp57.64%. atau organisasi kemasyarakatan.227.537.923 atau 95. Belanja ini diberikan kepada PD.33  99.00 55.110.64  95.863.423.71%.00 atau 99. sebelum dilakukan audit oleh BPK-RI.500.734.911. Belanja ini diberikan kepada lembaga.340.559.458.00 1.002. sebelum dilakukan audit III-26 . Belanja ini digunakan untuk pembayaran gaji pegawai dan tambahan penghasilan Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Kota Bandung.04 Sumber: Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. 2012 1) Belanja Pegawai Belanja ini pada tahun 2011 dianggarkan sebesar Rp1.625.000 dan telah direalisasikan sebesar Rp328.763. kelompok.090.151.418.256.949. Kebersihan.00 atau 97.97  99.00 dan telah direalisasikan sebesar Rp54.667.7 Belanja Bantuan Keuangan pada Partai Politik JUMLAH 4.

APBD Provinsi Jawa Barat.247. 5) Belanja Bantuan Keuangan kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintahan Desa lainnya Belanja Bantuan Keuangan kepada Provinsi/Kabupaten/Kota dan Pemerintahan Desa lainnya pada Tahun 2011 dianggarkan Rp814.753.300.00 dan telah direalisasikan sebesar Rp814.33%.340.090.150.97%. Belanja ini digunakan untuk Bantuan Sosial kepada Organisasi Sosial Kemasyarakatan.162.367. Belanja Langsung pada tahun 2011 dianggarkan sebesar Rp1.217. 2011 dapat dilihat pada tabel berikut. Belanja ini merupakan belanja yang dianggarkan terkait dengan program dan kegiatan berdasarkan sumber dari APBD Kota Bandung.467.A. sebelum dilakukan audit oleh BPK-RI. dan belanja modal.441. sebagai tindak lanjut Peraturan Menteri Keuangan Nomor 223/PMK.575. 6) Belanja Tidak Terduga Belanja Tidak Terduga pada tahun 2011 dianggarkan sebesar Rp4. III-27 . sebelum dilakukan audit oleh BPK-RI.59 dan dapat direalisasikan sebesar Rp1.00 atau 99. Adapun perincian Belanja Langsung pada T.000.00 atau 55.272. Kabupaten dan Kota Tahun Anggaran 2009.990.229.040.07/2009 Tanggal 23 Desember 2009 tentang Alokasi dan Pedoman Umum Dana Tambahan Penghasilan Bagi Guru Pegawai Negeri Sipil Daerah kepada Daerah Provinsi.00 atau 87.050. BELANJA LANGSUNG Belanja langsung merupakan belanja yang memiliki keterkaitan secara langsung dengan program dan kegiatan yang meliputi belanja pegawai.459.116.600. dan APBN Pemerintah.764. b. Belanja ini digunakan untuk Bantuan Sosial kepada Organisasi Sosial Kemasyarakatan.oleh BPK-RI.43%.00. Pasal 6 Ayat (1) yang ditransfer dari Rekening Kas Umum Daerah Kota Bandung.00 dan direalisasikan sebesar Rp2.392. belanja barang dan jasa. Belanja ini digunakan untuk Bantuan: Bencana Alam (Banjir) sebesar Rp982. sebelum dilakukan audit oleh BPK-RI.00 dan Belanja Tidak Terduga sebesar Rp1.

878.549.59 REALISASI BELANJA LANGSUNG 102.89   90.268.027.95   86.00 1.43   Belanja  Modal Belanja  Barang  & Jasa Belanja  Pegawai 0 20 40 60 80 84. III-28 .653.890.217.48   100 Persentase  (%) Sumber: Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. RENCANA DAN REALISASI PEMBIAYAAN Pembiayaan adalah setiap penerimaan yang perlu dibayar kembali dan/atau pengeluaran yang akan diterima kembali.050.116.081. Grafik III.735.600.229.00 502.00 552.48 90. 2012 Grafik berikut menggambarkan capaian rincian Belanja Langsung Pemerintah Kota Bandung Tahun Anggaran 2011.247.363. Dalam arti bahwa komponen pembiayaan merupakan transaksi keuangan daerah untuk menutupi selisih antara anggaran pendapatan dan anggaran belanja daerah.95 84.640.753.00 612.15 Perincian Belanja Langsung Pemerintah Kota Bandung Tahun Anggaran 2011 (Sebelum dilakukan audit BPK-RI) TAHUN ANGGARAN 2011 SETELAH PERUBAHAN NO URAIAN ANGGARAN BELANJA LANGSUNG 118.392.820.827.89 87.Tabel III.43 Sumber: Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. 2012 C.609.747.00 721. baik pada tahun anggaran yang bersangkutan maupun tahun-tahun anggaran berikutnya.59 1.259.881.960.6 Capaian Belanja Langsung Pemerintah Kota Bandung Tahun Anggaran 2011 : Realisasi  ≥ Target : Realisasi   <  Target TOTAL  BELANJA  LANGSUNG 87. Struktur APBD memperlihatkan bahwa komponen pembiayaan merupakan komponen yang dipergunakan untuk mengantisipasi surplus/(defisit) anggaran.00 % 1 2 3 Belanja Pegawai Belanja Barang & Jasa Belanja Modal JUMLAH 86.801.

penetap pan kebijakan n pembiayaan n daerah diba arengi pula d dengan optim malisasi kemamp puan Pemerin ntah Kota Ba andung dalam m menyeimba angkan antara pos pener rimaan dan pos s pengeluara an daerah pada p kompon nen pembiay yaan sesuai dengan Keb bijakan Umum APBD A Pemerintah Kota Ba andung yang telah ditetap pkan. yaan dala am Tahun 2011 1. fungsi. hasil penjualan kekayaan daerah d tahun anggaran sebe d penerimaan pinjaman daerah. khususn nya kepada ri pember pinjaman dan umum mnya kepada masyarakat.180. Pendaya agunaan komponen n pembiay yaan pada st truktur APBD D tahun anggaran a 20 011 dilandas si atas pemikiran ba ahwa setiap p an yang menjad di kewajiba tanggun ng jawab Pem merintah Kota a Bandung g senanti iasa harus s diupayakan pelaksan naannya guna a a citra dan wibawa a menjaga Pemerin ntah Kota Bandung. antara bidang sesuai dengan d Renca ana Kerja Pe emerintah Daerah Kota Ba andung yang g telah diteta apkan. diangg garkan se ebesar Pembiay Anggaran Rp261. 29 III-2 .0 065. sebelum dilakukan audit oleh BPK-R RI dengan perincian dapat t dilihat pada a tabel berikut.09% %.Kebijaka an pembiayaan daerah didasari d oleh pandangan bahwa setia ap kewajiban n yang menjadi tanggung ja awab pemerin ntah daerah. pen nerimaan ke embali pemberian yang dipisahkan.040. Optimalisasi kemam mpuan Pemer rintah Kota Bandung da alam rangka menyeimbangkan b Peneri imaan dan bi idang Pengeluaran Daerah h pada komp ponen Pembia ayaan. maka Berkena daerah Pemerintah Kota kompon nen pembiay yaan penggu unaannya di iarahkan untuk menutu upi beban hutang h Pemerin ntah Kota Ba andung yang telah jatuh tempo pada a tahun angg garan 2011 sesuai dengan kemampuan n dan kebut tuhan. yang pada giliran nnya akan m mengurangi beban ntah pada tah hun anggaran n berikutnya. dan tanggun ng jawab yan ng diemban.524. secara konsisten dapat d dilaksanakan sesuai okok.269. pinjaman. * “Struktur S  APBD memperlihatkan  ba ahwa kompone en pembiayaan n  m merupakan  kom mponen yang  di ipergunakan un ntuk  m mengantisipasi  surplus/(defisit)  an nggaran” aan dengan kebijakan pembiayaan p a Bandung.00 dan telah t direalisa asikan sebesa ar Rp258. dan pener rimaan piutan ng daerah. pemerin Selanjut tnya.00 0 atau 99. Sumber penerimaan n pembiayaan n daerah berasal dari sis sa lebih perh hitungan ang ggaran elumnya. . pen ncairan dana cadangan.00.696 6. serta guna m menjaga kredibilitas tugas po pemerin ntah daerah.

269.00 99.180.445.00 17.000.00 % 99.00 REALISASI PENERIMAAN PEMBIAYAAN 276.749.880. Dengan demikian III-30 . dianggarkan sebesar Rp278.269.180.000. dapat diuraikan sebagai berikut.27 % 1 2 Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Sebelumnya Penerimaan Kembali Pemberian Pinjaman JUMLAH 100 Sumber: Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah.945.000 278. Adapun perincian anggaran dan realisasi Penerimaan Pembiayaan Daerah.00 258.180.945.524.00 atau 99.139. Jumlah Penerimaan Daerah dalam pembiayaan ini.040.00 REALISASI PEMBIAYAAN 276.00 276.180.10%.27 99. (2) Penerimaan Kembali Pemberian Pinjaman.00 261.180.696.22 99.00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp276. 2012 Sisa Lebih Perhitungan Anggaran yang disingkat SiLPA adalah selisih lebih realisasi penerimaan dan pengeluaran anggaran selama satu periode anggaran.269.16 Komposisi Pembiayaan Pemerintah Kota Bandung Tahun Anggaran 2011 (Sebelum dilakukan audit BPK-RI) TAHUN ANGGARAN 2011 SETELAH PERUBAHAN NO URAIAN ANGGARAN PEMBIAYAAN 278.000.945.00 2. 1.445.745.180. dan (3) Penerimaan Kembali Investasi.269. sebelum dilakukan audit oleh BPK-RI.180. PENERIMAAN PEMBIAYAAN DAERAH Besarnya Penerimaan Daerah dalam pembiayaan.065.500.269.17 Penerimaan Pembiayaan Daerah Pemerintah Kota Bandung Tahun Anggaran 2011 (Sebelum dilakukan audit BPK-RI) TAHUN ANGGARAN 2011 SETELAH PERUBAHAN NO URAIAN ANGGARAN PENERIMAAN PEMBIAYAAN 276. dapat dilihat pada tabel berikut.445.445.269.180.269.09 1 2 Penerimaan Pembiayaan Daerah Pengeluaran Pembiayaan Daerah TOTAL PEMBIAYAAN Sumber: Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah.180.445. Tabel III.269.00 17.Tabel III. 2012 Adapun perincian anggaran dan realisasi masing-masing bagian dari komponen pembiayaan.269. bersumber dari: (1) Sisa Lebih Perhitungan Anggaran Tahun Lalu.

000.000.00 17.749. PENGELUARAN PEMBIAYAAN DAERAH Besarnya Pengeluaran Daerah dalam pembiayaan.dalam APBD 2011.000. Adapun perincian anggaran dan realisasi Pengeluaran Daerah. dapat dilihat pada tabel berikut.500.000. sebelum dilakukan audit oleh BPK-RI.000.000.00 REALISASI PENGELUARAN PEMBIAYAAN 12.00 5.745.27%.139.000.880.000.57 99.000.139.00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp17. bersumber dari: (1) Penyertaan Modal (Investasi) Pemerintah Daerah dan (2) Pembayaran Pokok Utang.00 5. 2.380.00 17.18 Rincian Pengeluaran Pembiayaan Daerah Pemerintah Kota Bandung Tahun Anggaran 2011 (Sebelum dilakukan audit BPK-RI) TAHUN ANGGARAN 2011 SETELAH PERUBAHAN NO URAIAN ANGGARAN PENGELUARAN PEMBIAYAAN 12.749. 2012 III-31 .745. Tabel III.139.745.00 97.27 Sumber: Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah. Jumlah Pengeluaran Daerah dalam pembiayaan ini.249.880.00 atau 99.00 % 1 2 Penyertaan Modal (Investasi) Pemerintah Daerah Pembayaran Pokok Utang JUMLAH 100. dianggarkan sebesar Rp17.500. SiLPA yang dimasukkan adalah sisa realisasi APBD di tahun 2010.000. Terlihat bahwa realisasi penerimaan pembiayaan dari SiLPA mencapai 100% dari target yang telah direncanakan sebelumnya.

.

sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 08 Tahun 2007 menjadi acuan dalam penyelenggaraan Pemerintahan Kota Bandung pada Tahun Anggaran 2011. Pemerintahan Umum. P eraturan Daerah Kota Bandung Nomor 08 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah Kota Bandung merupakan penjabaran dari Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Pemerintahan antara Pemerintah. Kepegawaian dan Persandian Urusan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Urusan Sosial Urusan Kebudayaan Urusan Kearsipan Urusan Perpustakaan Urusan Kelautan dan Perikanan Urusan Pertanian Urusan Pariwisata Urusan Perindustrian Urusan Perdagangan Urusan Ketransmigrasian URUSAN WAJIB URUSAN PILIHAN IV-1 . Administrasi Keuangan Daerah. Adapun rincian Urusan Wajib dan Urusan Pilihan adalah sebagai berikut: NO 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 1 2 3 4 5 6 URUSAN PEMERINTAH DAERAH Urusan Pendidikan Urusan Kesehatan Urusan Lingkungan Hidup Urusan Pekerjaan Umum Urusan Penataan Ruang Urusan Perencanaan Pembangunan Urusan Perumahan Urusan Kepemudaan dan Olahraga Urusan Penanaman Modal Urusan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Urusan Kependudukan dan Catatan Sipil Urusan Ketenagakerjaan Urusan Ketahanan Pangan Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera Urusan Perhubungan Urusan Komunikasi dan Informatika Urusan Pertanahan Urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri Urusan Otonomi Daerah.IV. Perangkat Daerah. Pembagian Urusan Pemerintah Daerah yang terdiri atas 25 (dua puluh lima) Urusan Wajib dan 6 (enam) Urusan Pilihan. Pemerintah Daerah Provinsi. dan Pemerintah Kabupaten/Kota.

545.00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp267.000. d) Terselenggaranya PAUD pada 30 kecamatan. Meningkatnya kualitas sarana prasarana pelayanan PAUD (non formal).00 (97. Kegiatan Pemeliharaan Rutin/Berkala Sarana dan Prasarana Bermain.1 Peringatan Hari Pramuka a. IV-2 . Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) b) c) d) Meningkatnya kualitas dan kuantitas alat praktek dan alat peraga PAUD. capaian kinerja.661. Kegiatan Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini. Meningkatnya kompetensi tenaga pendidik PAUD (non formal). Meningkatnya kualitas pelayanan PAUD (non formal). Adapun realisasi pelaksanaan program dan kegiatan. Program dan kegiatan pada Urusan Pendidikan tahun 2011 dilaksanakan oleh: 1) Dinas Pendidikan (Disdik).319. c) Terlaksananya pelatihan tenaga pendidik PAUD sejumlah 800 orang. URUSAN PENDIDIKAN Urusan Pendidikan pada tahun anggaran 2011 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp291.527.098. PROGRAM DAN KEGIATAN 1) Program Pendidikan Anak Usia Dini Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) mendapat alokasi anggaran sebesar Rp700.66%). Gambar IV. URUSAN WAJIB 1.00 (91. Kegiatan Pelatihan Kompetensi Tenaga Pendidik. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terdistribusikannya alat praktek dan alat peraga PAUD pada 10 lembaga.00 dengan realisasi sebesar Rp681. dan 2) Bagian Kesra dan Kemasyarakatan Setda Kota Bandung.000.388.500. yang dilaksanakan melalui: a) b) c) d) Kegiatan Pengadaan Alat Praktek dan Alat Peraga Siswa. b) Terlaksananya pemeliharaan sarana dan prasarana bermain anak pada 50 lembaga PAUD.233.A. serta permasalahan dan solusinya dapat diuraikan sebagai berikut.34%).

00 dengan realisasi sebesar Rp73. g) Terselenggaranya akreditasi TK/SD/MI sebanyak 100 sekolah.176 sekolah dan 20. g) Kegiatan Penyelenggaraan Akreditasi Sekolah Dasar. Bakat. b) Kegiatan Pelatihan Kompetensi Tenaga Pendidik. c) Tersedianya dana BOS/BAWAKU SEKOLAH kepada 1. d) Terselenggaranya program pendidikan kesetaraan paket A pada 18 lembaga.000 siswa.346. f) Terlaksananya pembinaan bagi Siswa SD/MI dan SMP/MTs berprestasi yang siap mengikuti lomba pada tingkat provinsi sebanyak 300 orang. j) Kegiatan Rehabilitasi Sedang/Berat Ruang Kelas Sekolah (DAK). i) Terselenggaranya UASBN SD/MI bagi 40. IV-3 . h) Kegiatan Penyelenggaraan Akreditasi SMP/MTs.797.240. e) Meningkatnya kesiapan siswa SD/MI dan SMP/MTs berprestasi untuk mengikuti lomba pada tingkat provinsi.2) Program Wajib Pendidikan Dasar 9 Tahun Program Wajib Pendidikan Dasar 9 Tahun mendapat alokasi anggaran sebesar Rp94. b) Terlaksananya pelatihan tenaga pendidik sebanyak 300 orang. i) Kegiatan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) SD/MI. m) Kegiatan Rehabilitasi Sedang/Berat Ruang Kelas Sekolah (Pendamping DAK/Luncuran).000 siswa/warga belajar. dan Kreativitas Siswa. yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Penambahan Ruang Sekolah. b) Meningkatnya kompetensi tenaga pendidik. d) Meningkatnya kinerja program pendidikan dan kesetaraan paket A Setara SD dan paket B Setara SMP. e) Kegiatan Penyelenggaraan Paket B setara SMP. m) Terlaksananya rehabilitasi Ruang Kelas sebanyak 1 paket.212.00 (78. c) Terselenggaranya sekolah gratis dan terbantunya biaya sekolah siswa melalui dana BOS/BAWAKU sekolah. l) Terlaksananya rehabilitasi Ruang Kelas sebanyak 1 paket.885. e) Terselenggaranya program pendidikan kesetaraan paket B pada 41 lembaga.42%). c) Kegiatan Penyediaan Bantuan Operasional Sekolah Jenjang SD/MI/SDLB dan SMP/MTs serta Pesantren Salafiyah dan Satuan Pendidikan Non Islam Setara SD dan SMP.305. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terlaksananya penambahan Ruang Kelas Baru sebanyak 10 paket. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Tersedianya Ruang Kelas Baru (RKB) yang representatif. k) Kegiatan Rehabilitasi Sedang/Berat Ruang Kelas Sekolah (Pendamping DAK). l) Kegiatan Rehabilitasi Sedang/Berat Ruang Kelas Sekolah (DAK Luncuran). k) Terlaksananya rehabilitasi Ruang Kelas sebanyak 1 paket. j) Terlaksananya rehabilitasi Ruang Kelas sebanyak 1 paket. d) Kegiatan Penyelenggaraan Paket A setara SD. f) Kegiatan Pembinaan Minat. h) Terselenggaranya akreditasi SMP/MTs sebanyak 30 sekolah.

k) Kegiatan Penerapan Sistem E-Learning Berbasis WEB di SMA Negeri 2 (Banprov) tidak terealisasi.03%). Terlaksananya pemeliharaan Bis Sekolah sebanyak 11 unit. Kegiatan Pelatihan Kompetensi Tenaga Pendidik.00 dengan realisasi sebesar Rp3. IV-4 . Kegiatan Penerapan Sistem E-Learning Berbasis WEB di SMA Negeri 2 (Banprov). Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) b) c) d) e) Terlaksananya pembangunan RKB sebanyak 2 paket.f) Meningkatnya Status Akreditasi TK/SD/MI dan SMP/MTs. Meningkatnya kinerja program pendidikan kesetaraan paket C Setara SMA.00 (61. Kegiatan Rehabilitasi Sedang/Berat Ruang Kelas Sekolah. g) Tersedianya nilai UASBN SD/MI Tahun pelajaran 2010/2011. Meningkatnya kualitas ruang kelas. Tercapainya siswa berprestasi.306. Kegiatan Laboratorium Multimedia Serba Guna (Banprov 2010). Kegiatan Pemeliharaan Rutin/Berkala Sarana Mobilitas Sekolah.997. Bakat. 3) Program Pendidikan Menengah Program Pendidikan Menengah mendapat alokasi anggaran sebesar Rp6. Meningkatnya kompetensi tenaga pendidik. bakat. Kegiatan Pembinaan Minat. h) Tersedianya ruang kelas yang representatif. h) Terlaksananya pembangunan Ruang Kelas Lokal SMA Negeri 9 sebanyak 1 RKB. Terlaksananya rehabilitasi Ruang Kelas Sekolah sebanyak 14 paket. f) Terselenggaranya pembinaan minat. Terlaksananya pelatihan bagi 1. Kegiatan Penyelenggaraan Paket C Setara SMU.849. Meningkatnya layanan pendidikan. Meningkatnya kuantitas dan kualitas alat laboratorium yang memadai. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) b) c) d) e) f) g) Tersedianya RKB. Kegiatan Rehabilitasi Ruang Kelas Sekolah (DPPIP 2010). yang dilaksanakan melalui: a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) Kegiatan Penambahan Ruang Kelas Sekolah. j) Terlaksananya rehabilitasi Ruang Kelas sekolah sebanyak 1 paket.144. Kegiatan Pembangunan Ruang Kelas Lokal SMA Negeri 25 (Banprov 2010). dan kreativitas Siswa SMU/SMK pada 300 siswa. dan Kreativitas Siswa SMU/SMK. g) Tersedianya alat laboratarium multimedia sebanyak 1 ruang. Kegiatan Pembangunan Ruang Kelas Lokal SMA Negeri 9 (Banprov 2010).650. Terselenggaranya program pendidikan kesetaraan paket C sebanyak 52 PKBM/SKB.005 tenaga pendidik. i) Terlaksananya pembangunan Ruang Kelas Lokal SMA Negeri 25 sebanyak 2 RKB.905.

b) Terselenggaranya pembelajaran Wajib Belajar (WB) Keaksaraan Fungsional (KF) Tingkat Lanjutan sebanyak 25 kelompok belajar. h) Terselenggaranya sosialisasi Kualitas Lembaga Pendidikan Non Formal/Informal (PNFI) pada 30 kecamatan.000. Kegiatan Pengembangan Kurikulum. b) Meningkatnya pengetahuan WB KF tingkat lanjutan.00 (86. c) Terlaksananya pembinaan pendidik kursus dan kelembagaan sebanyak 20 lembaga.125. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan tenaga pendidik.00 dengan realisasi sebesar Rp320.929. g) Terlaksananya pelatihan kurikulum. f) Meningkatnya penyelenggaraan pendidikan non formal. Kegiatan Pengembangan Pendidikan Kecakapan Hidup. Kegiatan Pembinaan Pendidikan Kursus dan Kelembagaan. yang dilaksanakan melalui Kegiatan Pelaksanaan Sertifikasi Pendidikan. IV-5 .4) Program Pendidikan Non Formal Program Pendidikan Non Formal mendapat alokasi anggaran sebesar Rp1. h) Meningkatnya kualitas lembaga PNFI.474. g) Meningkatnya kinerja pengelolaan kurikulum PNF. dan model pembelajaran Pendidikan Non Formal (PNF) pada 30 kecamatan.598. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terselenggaranya pembinaan tenaga pendidik sebanyak 200 orang.396. d) Terselenggaranya pembinaan masyarakat buta aksara sebanyak 250 orang. d) Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan masyarakat buta aksara.97%).00 dengan realisasi sebesar Rp1.800. e) Terselenggaranya pelatihan kecakapan hidup bagi masyarakat usia produktif yang tidak memiliki penghasilan sebanyak 60 orang. h) Kegiatan Publikasi dan Sosialisasi Pendidikan Non Formal. yang dilaksanakan melalui: a) b) c) d) e) f) g) Kegiatan Pemberdayaan Tenaga Pendidik Non Formal.696. 5) Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan Program Peningkatan Mutu Pendidik dan Tenaga Kependidikan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp344. f) Tersedianya sarana dan prasarana pendidikan non formal pada 30 lembaga.000. Kegiatan Pengembangan Pendidikan Keaksaraan. bahan ajar. Kegiatan Pemberian Bantuan Operasional Pendidikan Non Formal. Bahan Ajar dan Model Pembelajaran Pendidikan Non Formal. e) Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan potensi diri masyarakat usia produktif. c) Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan pendidik kursus dan kelembagaan.35%).00 (92. Kegiatan Penyediaan Sarana dan Prasarana.617.

d) Tersedianya sarana penunjang pendidikan sebanyak 2 paket. 7) Program Penyelenggaraan Sekolah Gratis Program Penyelenggaraan Sekolah Gratis mendapat alokasi anggaran sebesar Rp72. Kegiatan Pengembangan Manajemen Sekolah. b) Tersedianya perangkat pendukung pengembangan Sistem Informasi Pendidikan (SIMDIK) sebanyak 1 Jaringan Pendidikan Nasional (Jardiknas). Kegiatan Monitoring Evaluasi dan Pelaporan. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah meningkatnya mutu pendidik.000.00 dengan realisasi sebesar Rp623.900. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terselenggaranya pelaksanaan evaluasi hasil kerja bidang pendidikan sebanyak 700 sekolah. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) b) c) d) e) Meningkatnya kinerja kepala sekolah.221. Kegiatan Penerapan Sistim dan Informasi Manajemen Pendidikan. Kegiatan Penyusunan Regulasi Kebijakan Pendukung Bandung Agamis.00 (76.225. IV-6 .198. 6) Program Manajemen Pelayanan Pendidikan Program Manajemen Pelayanan Pendidikan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp813. Kegiatan Pengembangan Sarana dan Prasarana.050. Meningkatnya kinerja pengelolaan program.648. Meningkatnya pelayanan pendidikan sekolah. Kegiatan Pengembangan Proses Belajar Mengajar (PBM).00 (98. Kegiatan Pengembangan Sistem Penilaian. e) Tersusunnya kajian akademis perumusan kebijakan Raperda tentang Penyelenggaraan Wajib Belajar Pendidikan Diniyah.65%).Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah terlaksananya sertifikasi bagi pendidik sebanyak 1 paket. yang dilaksanakan melalui: a) b) c) d) e) Kegiatan Pelaksanaan Evaluasi Hasil Kinerja Bidang Pendidikan.368.00 dengan realisasi sebesar Rp71.025.645. Tersedianya bahan kebijakan tentang penyelenggaraan Wajib Belajar Pendidikan Diniyah. Meningkatnya pengembangan Sistem Informasi Pendidikan (SIMDIK). yang dilaksanakan melalui: a) b) c) d) e) Kegiatan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). c) Tersusunnya laporan monitoring dan evaluasi program sebanyak 1 dokumen.85%). Kegiatan Peningkatan Pelayanan Pendidikan Sekolah (Banprov 2011).

Terlaksananya kegiatan rumah tangga dan langganan daya/jasa sekolah sebanyak 1. Terlaksananya pengembangan lingkungan sekolah sebanyak 1. g) Meningkatnya pengembangan budaya sekolah.000. Meningkatnya kualitas pengelolaan sekolah. evaluasi.225.425. b) Kegiatan Penggunaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) APBN untuk SMP.00 dengan realisasi sebesar Rp115. IV-7 . norma. Terlaksananya peningkatan kesejahteraan tenaga pendidik dan tenaga kependidikan sebanyak 1.138 sekolah. Meningkatnya kualitas proses belajar mengajar.00 (99.138 sekolah.f) g) h) i) j) Kegiatan Pengembangan Lingkungan Sekolah. Kegiatan Rumah Tangga Sekolah/Langganan Daya dan Jasa. dan budaya yang diterapkan di sekolah sebanyak 1. a) b) c) d) e) 8) Program Penggunaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) APBN Program Penggunaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) APBN mendapat alokasi anggaran sebesar Rp115. pelatihan.138 sekolah. Terlaksananya pengembangan manajemen sekolah sebanyak 1. dan penilaian siswa/sekolah sebanyak 1. evaluasi. dan penilaian siswa/sekolah. dan seminar bagi tenaga pendidik dan kependidikan serta siswa sebanyak 1. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) Terselenggaranya pendidikan. h) Meningkatnya kualitas kegiatan kesiswaan.138 sekolah. Meningkatnya penyelenggaraan ulangan. Kegiatan Pengembangan Kegiatan Kesiswaan. ujian. i) Meningkatnya kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan.138 sekolah. Terlaksananya pengembangan ulangan. ujian. Kegiatan Pengembangan Budaya Sekolah. Terlaksananya rehabilitasi sarana dan prasana sekolah sebanyak 1.138 sekolah.000.79%). SMPT. dan SMPLB Negeri. f) Meningkatnya kualitas lingkungan sekolah.138 sekolah. Kegiatan Kesejahteraan Pendidik dan Tenaga Kependidikan. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: Meningkatnya pengetahuan tenaga pendidik dan kependidikan serta siswa.138 sekolah. yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Penggunaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) APBN untuk SD dan SDLB Negeri. Terlaksananya pengembangan PBM sebanyak 1.278.138 sekolah. Terlaksananya pengembangan kegiatan kesiswaan sebanyak 1. j) Meningkatnya kualitas pelayanan sekolah. Meningkatnya kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana sekolah. Terlaksananya pengembangan nilai.524.138 sekolah.

2012).13% dapat terealisasi sesuai target. IV-8 . dari target sebesar 0% dapat terealisasi sesuai target. dari target sebesar 100% dapat terealisasi sesuai target. b) Tersalurkannya dana BOS APBN untuk SMP dan SMPLB Negeri sebanyak 60 sekolah. dari target sebesar 131. 7) Indikator Angka Partisipasi Kasar (APK) SMP/MTs (Khusus Kota Bandung).Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Tersalurkannya dana BOS APBN untuk SD dan SDLB Negeri sebanyak 645 sekolah. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah meningkatnya mutu pendidikan SD. dari target sebesar 100% dapat terealisasi sesuai target. angka RLS tahun 2011 menunjukan peningkatan jika dibandingkan dengan angka RLS tahun 2010 yang sebesar 10.34 tahun dapat terealisasi sebesar 10. Namun demikian. dari target sebesar 116. dan SMPLB Negeri.05% dapat terealisasi sesuai target. 5) Indikator Angka Partisipasi Murni (APM) SD/MI (Khusus Kota Bandung). SDLB. angka melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi relatif rendah (di bawah 25%). dari target sebesar 100% dapat terealisasi sesuai target. serta peningkatan kuantitas dan kualitas penyelenggaraan PNFI. serta belum optimalnya peran jalur pendidikan non formal dalam mengakomodasi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan non formal. Untuk meningkatkan pencapaian RLS dilakukan upaya penguatan Program/Kegiatan Pendidikan Menengah. 9) Indikator Angka Partisipasi Murni (APM) SMP/MTs (Khusus Kota Bandung). dari target sebesar 11. 8) Indikator Angka Partisipasi Murni (APM) SMP/MTs.70 tahun (sumber: BPS. Belum tercapainya target RLS disebabkan tingkat partisipasi pendidikan menengah belum mencapai 100%. SMP. CAPAIAN KINERJA 1) Indikator Rata-Rata Lama Sekolah (RLS). sosialisasi. dari target sebesar 100% dapat terealisasi sesuai target. 3) Indikator Angka Partisipasi Kasar (APK) SD/MI (Khusus Kota Bandung). 2) Indikator Angka Partisipasi Kasar (APK) SD/MI.16% dapat terealisasi sesuai target. 6) Indikator Angka Partisipasi Kasar (APK) SMP/MTs. dari target sebesar 100% dapat terealisasi sesuai target. 4) Indikator Angka Partisipasi Murni (APM) SD/MI. dan fasilitasi untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang pendidikan tinggi. b. 10) Indikator Angka Putus Sekolah SD/MI. dari target sebesar 123.68 tahun.

20) Indikator Angka Melek Huruf (AMH). dari target sebesar 100% dapat terealisasi sesuai target. dari target sebesar 100% dapat terealisasi sesuai target. dikarenakan adanya penguatan pada kuantitas dan kualitas penyelenggaraan pendidikan non formal melalui Unit Pelaksana Teknis (UPT) PNFI. AMK diperoleh dari jumlah penduduk usia 15 tahun ke atas yang bisa membaca. sosialisasi oleh penilik pendidikan non formal. 13) Indikator Sekolah Gratis SMP/MTs.00% dapat terealisasi sebesar 99. 17) Indikator Angka Putus Sekolah SMA/MA/SMK.16% dapat terealisasi sebesar 85. 19) Indikator Jumlah SMK yang Bekerjasama dengan Dunia Industri.20% dapat terealisasi sesuai target.00% dapat terealisasi sebesar 98. 14) Indikator Beasiswa bagi Keluarga Tidak Mampu.45%). dan berhitung huruf latin dan/atau huruf lainnya. 18) Indikator Pendidikan Kewiraswastaan yang Berbasis Industri Kreatif.01% dibanding dengan tahun sebelumnya. dari target sebesar 96.88%. Peningkatan AMH sebesar 0. Penghargaan dari dunia usaha/industri terhadap lulusan pendidikan menengah belum signifikan dibanding dengan lulusan SLTP.79%. dari target sebesar 0. dan sosialisasi/publikasi pendidikan menengah. Untuk meningkatkan pencapaian angka partisipasi kasar SMA/MA/SMK dilakukan upaya penguatan program/kegiatan pendidikan menengah. dari target sebesar 100% dapat terealisasi sesuai target. dari target sebesar 100. khususnya pendidikan kejuruan (SMK). 12) Indikator Sekolah Gratis SD/MI. Hal ini disebabkan masih adanya penduduk lanjut usia yang belum bisa membaca dan menulis namun tidak dapat ditingkatkan lagi karena faktor usia. menulis. sehingga belum memberikan dorongan optimal terhadap animo masyarakat untuk menamatkan jenjang pendidikan menengah.04% dapat terealisasi sesuai target. 15) Indikator Angka Partisipasi Kasar (APK) SMA/MA/SMK (Khusus Kota Bandung). sehingga belum memberikan dorongan optimal terhadap animo masyarakat untuk menamatkan jenjang pendidikan menengah. 16) Indikator Angka Partisipasi Murni (APM) SMA/MA/SMK (Khusus Kota Bandung). AMH yang masih belum mencapai 100% menunjukkan masih adanya masyarakat Kota Bandung yang buta huruf (0. khususnya pendidikan kejuruan (SMK). dari target sebesar 0. dan sosialisasi/publikasi pendidikan menengah. dari target sebesar 100% dapat terealisasi sesuai target. AMH ini cenderung konstan karena sudah mendekati 100%. IV-9 . Penghargaan dari dunia usaha/dunia industri terhadap lulusan pendidikan menengah belum signifikan dibanding dengan lulusan SLTP. Untuk meningkatkan pencapaian angka partisipasi murni SMA/MA/SMK dilakukan upaya penguatan program/kegiatan pendidikan menengah.11) Indikator Angka Putus Sekolah SMP/MTs.55% (sumber: BPS). dari target sebesar 100. dari target sebesar 45% dapat terealisasi sesuai target.

Rehabilitasi Berat SD/MI. 23) Indikator Rehabilitasi Berat Sarana Prasarana Pendidikan: a. pada tahun 2011 tidak ditargetkan dan tidak ada realisasi. pada tahun 2011 tidak ditargetkan dan tidak ada realisasi.serta pemberian BAWAKU Sekolah yang berkesinambungan bagi warga belajar pendidikan non formal. 22) Indikator Rehabilitasi Total Sarana Prasarana Pendidikan: a. pada tahun 2011 tidak ditargetkan dan tidak ada realisasi. c. IV-10 . 21) Indikator Aksesibilitas Pendidikan Non Formal (Kejar Paket A. rehabilitasi tersebut tetap dilaksanakan pada 72 ruang kelas SD/MI. c. Rehabilitasi Berat SMA/SMK/MA. b. b. ditargetkan dan tidak ada realisasi. b. pada tahun 2011 tidak ditargetkan dan tidak ada realisasi. B & C) / PAUD. dari target sebesar 45% dapat terealisasi sesuai target. pada tahun 2011 tidak ditargetkan dan tidak ada realisasi. 24) Indikator Rehabilitasi Sedang Sarana Prasarana Pendidikan: a. Rehabilitasi Sedang SD/MI. Rehabilitasi Ringan SMA/SMK/MA. pada tahun 2011 tidak ditargetkan. c. Rehabilitasi Total SMP/MTs. namun karena adanya program nasional melalui kegiatan DAK. Rehabilitasi Total SMA/SMK/MA. b. Rehabilitasi Total SD/MI. pada tahun 2011 tidak ditargetkan dan tidak ada realisasi. pada tahun 2011 tidak ditargetkan dan tidak ada realisasi. rehabilitasi tersebut tetap dilaksanakan pada 7 SMA/SMK/MA. namun karena adanya program nasional melalui kegiatan DAK. pada tahun 2011 tidak 25) Indikator Rehabilitasi Ringan Sarana Prasarana Pendidikan: a. pada tahun 2011 tidak ditargetkan. Rehabilitasi Sedang SMP/MTs. Rehabilitasi Ringan SD/MI. pada tahun 2011 tidak ditargetkan dan tidak ada realisasi. Rehabilitasi Berat SMP/MTs. Rehabilitasi Sedang SMA/SMK/MA. c. rehabilitasi tersebut tetap dilaksanakan pada 129 ruang kelas SMP/MTs. namun karena adanya program nasional melalui kegiatan DPPIP (Dana Percepatan Perbaikan Infrastruktur Pendidikan) dari Kemendiknas. Rehabilitasi Ringan SMP/MTs. pada tahun 2011 tidak ditargetkan.

termasuk diantaranya pembangunan 64 ruang baru perpustakaan. 27) Indikator Pembangunan Unit Sekolah Baru (SMA/SMK). Pembangunan RKB SMP/MTs. dari target sebesar 70% dapat terealisasi sesuai target. 2012. dari target sebesar 80% dapat terealisasi sesuai target. b. dari target sebesar 50% dapat terealisasi sesuai target. Belum terpenuhinya target disebabkan pembangunan RKB SMP/MTs yang diproyeksikan melalui DAK pada pelaksanaannya diperuntukan bagi rehabilitasi dan sarana penunjang pendidikan lainnya. 30) Indikator Pelaksanaan Sertifikasi Tenaga Pendidik. Upaya koordinasi dengan SKPD/instansi terkait terus dilakukan untuk pembangunan unit sekolah baru SMA/SMK pada tahun 2012. c. dari target sebesar 100 RKB dapat terealisasi sesuai target. pada tahun 2011 belum dapat terealisasi. dari target sebesar 1 unit sekolah baru. 31) Indikator Manajemen Pelayanan Pendidikan. b. yaitu meliputi pengadaan buku. yaitu meliputi pengadaan buku. Peningkatan Kualitas Sarana dan Prasarana Penunjang Pendidikan SMP/MTs. Ruang Kepala Sekolah dan Guru. Faktor pendorong pencapaian target adalah dillaksanakannya kegiatan penunjang yang bersumber dari DAK. Perpustakaan. c. dari target sebesar 75% dapat terealisasi sesuai target. dari target sebesar 20 RKB dapat terealisasi sesuai target. komputer dan alat peraga. 28) Indikator Peningkatan Kualitas Sarana dan Prasarana Penunjang Pendidikan (Laboratarium. IV-11 . dari target sebesar 75% dapat terealisasi sesuai target. dari target sebesar 94% dapat terealisasi sesuai target. Faktor pendorong pencapaian target adalah dillaksanakannya kegiatan penunjang yang bersumber dari DAK. Keberhasilan pencapaian target ini tidak terlepas dari adanya dukungan partisipasi masyarakat melalui komite sekolah. dari target sebesar 30 RKB dapat terealisasi sebesar 16 RKB. Belum terpenuhinya target disebabkan belum tersedianya lahan/lokasi yang siap bangun untuk SMA/SMK. komputer. dan alat peraga. dari target sebesar 92% dapat terealisasi sesuai target. Tenaga 29) Indikator Peningkatan Kualifikasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan.26) Indikator Pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB): a. Pembangunan RKB SD/MI. Pembangunan RKB SMP/MTs kedepannya direncanakan simultan dengan revitalisasi SMP/MTs TA. Peningkatan Kualitas Sarana dan Prasarana Penunjang Pendidikan SMA/MA/SMK. 32) Indikator Peningkatan Kualitas Penyelenggaraan UAN/UAS. Pembangunan RKB SMA/SMK/MA. Sanitasi Sekolah serta Sarana Penunjang Lainnya): a. Peningkatan Kualitas Sarana dan Prasarana Penunjang Pendidikan SD/MI.

05% 13 % 131.1 Realis sasi dan Targe et Tingkat Kelulusan SD/MI Tahu n 2010-2011 Grafik IV.05% 131. an Target Ang gka Melek Huruf Realisasi da (AM MH) Tahun 20 010-2011 110% Tar rget Realisasi sama s dengan Ta arget Rea alisasi Realis sasi sama denga an Target Target Realisa asi Realisasi belum b memenuhi Target Persentase (%) 140% % 131.13% 123. Grafik IV. sesuai target 34) Indikator Tingkat T Kelu ulusan SMP/ /MTs. dari target t sebesa ar 99. terealisasi se 36) Indikator Peningkatan P Kualitas Pe enyelenggara aan Penerim maan Siswa Baru (PSB).2 Realisasi dan Target Angka Partisipasi Murni M (APM) SD/MI Tahun 2010-2011 150% 105% 103% Persentase (%) 101% 99% 97% 95% Ta arget Realisasi sam ma dengan Targ get Re ealisasi Persentase (%) ( ) Realisa asi sama dengan Target 145% 140% 135% 130% 125% 120% 115% 110% 105% 100% Target t Realisasi sama dengan Target 12 23.05% Persentase (%) 105% Realisasi belum memenuhi Target 130% % 120% % 110% % 100% % 100% 9 99.33) Indikator Tingkat Kelulu usan SD/MI. .99% 99.3 Realisasi dan Target Angka A Partisip pasi Kasar (A APK) SD/MI Ta ahun 2010-20 011 160% % 150% % . dar ri target sebe esar 99.05% 31. dari ta arget sebesar r 94% dapat terealisasi se esuai target. 37) Indikator Merger M dan Regrouping g SD Negeri . 35) Indikator Tingkat Kelulu usan SMA/M MA/SMK.60% dapat esuai target. dari target t sebesar 50 00 SD Negeri dapat terealisasi sesuai target.13% 1 123.4 Grafik IV. dari target sebesar s 100% % dapat tere ealisasi t.54% % 100% 9 9.99% dapat terealisasi se esuai target.13% 100% 10 0% 100% % 100% Tahun 20 010 Tahu un 2011 T Tahun 2010 Tahun 2011 Grafik IV.55% 95% 90% Tahun 2010 Tahun 2011 T Tahun 2010 Tahun 2011 IV-12 .13% % Realisasi Realisasi sa ama dengan Target 123.

dan kota belum optimal.65 10 0.70 : Eksist ting Tahun 10.5 10.5 Perkem mbangan Rata a-Rata Lama Sekolah S (RLS) Kondisi Eksiti ng Tahun 200 08 dan Realisa asi Tahun 2009-2011 10.5 10. g) Kualitas pese erta didik dan n sekolah bel lum merata. a) IV-13 . b) Sarana prasa arana dan inf frastruktur pe endidikan ma asih perlu ditingkatkan.7 10. 2) Solusi Mengupayakan pembang gunan SMP/S SMA/SMK Ne egeri di kecam matan yang belum MP/SMA/SMK Negeri secara a bertahap.6 10.4 2008 2009 2010 2 011 10.68 10. e) Peningkatan n kesejahteraa an guru non PNS sesuai ke emampuan y yang ada. memiliki SM b) Meningkatkan kualitas/kuantitas sarana prasarana dan infrastru uktur pendidikan. j) Beban pelaja aran yang me emberatkan.Grafik IV. provinsi. c) Penyelengga araan Sekola ah Gratis dan n BAWAKU Sekolah pad da pelaksana aan di tingkat seko olah belum op ptimal. c) Optimalisasi penyelenggaraan Sekola ah Gratis dan n BAWAKU Sekolah di tingkat sekolah. i) Animo masy yarakat untuk k melanjutka an ke jenjang g pendidikan tinggi masih h perlu ditingkatkan n.8 : Realis sasi 10. e) Taraf kesejahteraan guru u non PNS ma asih perlu ditingkatkan. k) Sinergitas program pem mbangunan pendidikan p pada tingkat nasional. f) Kompetensi tenaga pend didik dan kep pendidikan be elum optimal. PERMASALA AHAN DAN N SOLUSI 1) Pe ermasalahan a) Belum seluru uh kecamatan memiliki SM MP/SMA/SMK K Negeri. d) Sosialisasi ke epada dunia usaha/dunia industri. h) Relevansi ku urikulum pen ndidikan deng gan kebutuhan dunia usa aha/industri belum optimal.6 10.7 10.52 c. d) Tingkat par rtisipasi dunia usaha/dun nia industri belum optimal dalam upaya pembangunan pendidika an.

h) Optimalisasi relevansi kurikulum pendidikan dengan kebutuhan dunia usaha/industri. yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Pengadaan Obat dan Perbekalan Kesehatan (Dinkes).973. (2) obat Askes sebanyak 1 paket.00 (97. (3) alat kesehatan (alkes) habis pakai sebanyak 1 paket.54%).152.845. dan 5) Bagian Kesra & Kemasyarakatan Setda Kota Bandung.560. g) Pemerataan kualitas peserta didik dan sekolah. b) Kegiatan Pengadaan Obat Pelayanan Kesehatan Dasar (PKD) (DAK) (Dinkes).2 Pemeriksaan Kesehatan Walikota Bandung pada acara Jumat Sehat Adapun realisasi pelaksanaan program dan kegiatan. (4) bahan gigi sebanyak 1 paket. (6) alatalat kedokteran umum sebanyak 285 buah. dan kota.955.00 dengan realisasi sebesar Rp10. (8) IV-14 .00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp74. capaian kinerja serta permasalahan dan solusinya dapat diuraikan sebagai berikut. 4) Rumah Sakit Khusus Gigi dan Mulut (RSKGM).89%). 3) Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak (RSKIA).00 (81.692. (7) PSN kit sebanyak 302 kit.057. j) Mengadakan penyesuaian dengan tingkat kemampuan siswa.585.321. k) Optimalisasi sinergitas program pembangunan pendidikan pada tingkat nasional. (5) embalge sebanyak 1 paket. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Tersedianya: (1) obat Pelayanan Kesehatan Dasar (Yankesdas) sebanyak 1 paket. 2) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). URUSAN KESEHATAN Urusan Kesehatan pada tahun anggaran 2011 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp91.119. c) Kegiatan Pengadaan Obat Pelayanan Kesehatan Dasar (PKD) (Pendamping DAK) (Dinkes). provinsi. Program dan kegiatan pada Urusan Kesehatan tahun 2011 dilaksanakan oleh: 1) Dinas Kesehatan (Dinkes).516. a. d) Kegiatan Pengadaan Obat dan Perbekalan Kesehatan (RSUD). i) Pemberian bantuan dan sosialisasi kepada masyarakat untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan tinggi. Gambar IV. 2. PROGRAM DAN KEGIATAN 1) Program Obat dan Perbekalan Kesehatan Program Obat dan Perbekalan Kesehatan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp11.082.f) Optimalisasi kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan.

l) Kegiatan Monitoring. 2) Program Upaya Kesehatan Masyarakat Program Upaya Kesehatan Masyarakat mendapat alokasi anggaran sebesar Rp13. (10) cetakan format LPLPO. dan SPPD sebanyak 1 paket. i) Kegiatan Revitalisasi Sistem Kesehatan (RSUD). d) Kegiatan Penanggulangan Balita Gizi Buruk (Banprov 2010) (Dinkes). yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Peningkatan Kesehatan Masyarakat (Dinkes). (9) bahan kimia puskesmas sebanyak 29 paket. e) Kegiatan Penunjang Operasi Katarak Massal (Banprov 2011) (Dinkes). f) Kegiatan Penanggulangan Balita Gizi Buruk (Banprov 2011) (Dinkes). o) Kegiatan Penyelenggaraan Penyehatan Lingkungan (RSKIA).bahan kimia laboratorium sebanyak 1 paket.072.733. injeksi. sirup dan obat luar. g) Kegiatan Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin di Puskesmas Jaringannya (RSUD).842.00 (84.661. dan Pelaporan (RSUD). r) Kegiatan Pemeliharaan dan Pemulihan Kesehatan Masyarakat (Bagian Kesra). Evaluasi.083. IV-15 . etiket obat. c) Terpenuhinya kebutuhan obat dan perbekalan kesehatan.731. serta terlaksananya pelatihan kepada aparatur tentang manajemen pengelolaan obat sebanyak 80 orang. c) Tersedianya obat-obatan pelayanan kefarmasian sebanyak 1 paket. n) Kegiatan Pelayanan Kesehatan Penduduk Miskin di Puskesmas Jaringannya (Lanjutan) (RSUD). Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Terpenuhinya kebutuhan obat esensial dan generik serta alkes sesuai dengan kebutuhan. h) Kegiatan Pemeliharaan dan Pemulihan Kesehatan (RSUD). m) Kegiatan Pemeliharaan dan Pemulihan Kesehatan/DPAL (RSUD). b) Terpenuhinya kebutuhan pelayanan kefarmasian. buku resep. p) Kegiatan Revitalisasi Sistem Kesehatan (RSKGM). d) Terlaksananya pengadaan obat generik untuk pasien keluarga miskin (gakin). c) Kegiatan Penunjang Operasi Katarak Massal (Banprov 2010) (Dinkes). meliputi: obat generik tablet. q) Kegiatan Peningkatan Pelayanan dan Penanggulangan Masalah Kesehatan (RSKGM). b) Tersedianya obat-obatan pelayanan kefarmasian sebanyak 1 paket. k) Kegiatan Penyelenggaraan Penyehatan Lingkungan (RSUD). b) Kegiatan Peningkatan Pelayanan dan Penanggulangan Masalah Kesehatan (Dinkes).00 dengan realisasi sebesar Rp11. serta cairan infus generik.75%). j) Kegiatan Peningkatan Pelayanan dan Penanggulangan Masalah Kesehatan (RSUD).

(5) laporan pembinaan/pengembangan program dan mutu pelayanan kesehatan dasar sebanyak 5 berkas. dan 2. (7) bukti penerimaan biaya operasional kegiatan pelayanan kesehatan dasar oleh UPT sebanyak 32 UPT. dan 15. Tersusunnya: (1) naskah dinas tentang perencanaan program dan pengembangan Yankesdas sebanyak 1 berkas. 15. evaluasi. dan PONEK TB Paru. Terselenggaranya pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin yang dirujuk dari Puskesmas ke RSUD sebanyak 4.451 pasien rawat jalan.758 pasien Instalasi Gawat Darurat (IGD). serta (10) laporan monitoring evaluasi program dan mutu pelayanan kesehatan dasar sebanyak 5 berkas. Tersedianya alat dan bahan kebersihan rumah sakit dan terlaksananya penyehatan lingkungan rumah sakit. Tersusunnya Evaluasi ISO 9001:2008 dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD.294 pasien rawat jalan. (5) terlaksananya pertemuan petugas kesehatan gigi dan mulut puskesmas sebanyak 2 kali. Terlaksananya monitoring.688 pasien rawat inap. 17. dan pelaporan kegiatan selama 1 tahun. (6) dokumen pemberian makanan tambahan pada 600 orang balita bumil gakin sebanyak 1 berkas. Terlaksananya operasi katarak sebanyak 50 orang. (4) terlaksananya pelatihan konseling kesehatan remaja bagi petugas puskesmas sebanyak 2 kali. b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) l) m) IV-16 . (2) petunjuk teknis dan SOP lingkup pelayanan kesehatan dasar sebanyak 5 berkas. (7) terlaksananya pertemuan penanggulangan bencana dengan lintas program dan lintas sektor sebanyak 30 orang. Terlaksananya pelayanan kesehatan bagi pasien umum sebanyak 4. BOD 30 mg/L. (2) sosialisasi dan evaluasi penanggulangan gizi buruk kepada pengelola PMT-P sebanyak 80 orang. (3) terlaksananya pelatihan kesehatan jiwa bagi petugas puskesmas dan guru UKS sebanyak 73 orang. Terlaksananya: (1) Pemberian Makanan Tambahan-Pemulihan (PMT-P) kepada balita gakin bermasalah gizi sebanyak 75 orang. (3) laporan pertemuan sosialisasi kegiatan tahun 2011 sebanyak 1 berkas. (8) dokumen penyedia sarana penunjang pelayanan sebanyak 2 berkas.627 pasien IGD.417 pasien rawat jalan. serta (9) tersusunnya petunjuk teknis dan SOP kegiatan pelayanan kesehatan anak pra sekolah sebanyak 1 paket. (9) dokumen penyediaan mamin pasien di puskesmas rawat inap sebanyak 1 berkas. 59.404 pasien IGD. (2) terlaksananya pelatihan kesehatan mata bagi petugas puskesmas dan guru UKS sebanyak 73 orang.Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) (1) Terlaksananya pertemuan petugas UKS puskesmas sebanyak 73 orang. HIV AIDS. Kegiatan Penunjang Operasi Katarak Massal (Banprov 2011) tidak terealisasi. (4) laporan penggerakan pelaksana program pelayanan kesehatan dasar sebanyak 1 berkas. Kegiatan Penanggulangan Balita Gizi Buruk (Banprov 2011) tidak terealisasi. (8) terlaksananya pertemuan penyusunan petunjuk teknis penanggulangan bencana sebanyak 2 kali. Terlaksananya pelayanan dan penanggulangan masalah kesehatan: Poli DOTS.796 pasien rawat inap. Terselenggaranya pelayanan kesehatan sebanyak 7.00. meliputi COD 53 mg/L. dan PH 7. dan 2.813 pasien rawat inap. TSS 80 mg/L. (6) terlaksananya workshop PPGD bagi dokter dan perawat sebanyak 30 orang. serta (4) verifikasi/validasi data sasaran oleh 30 puskesmas. (3) pendampingan PMT-P oleh kader sebanyak 225 OK.

4) terlaksananya Monev POR sebanyak 71 sarana.250. 71. PPTI.00 dengan realisasi sebesar Rp131. p) Tersusunnya dokumen persyaratan penyelenggaraan BLUD sebanyak 4 dokumen q) Terselenggaranya layanan kesehatan gigi dan mulut sebanyak 45. o) Terlaksananya: (1) pemeriksaan sampel penyehatan air sebanyak 2 sampel. ISPA. Terpenuhinya persyaratan dalam rangka persiapan menuju RS BLUD. Meningkatnya cakupan pemberian MP-ASI pada anak usia 6-24 bulan keluarga miskin.221 pasien rawat inap. P2 Diare. Meningkatnya cakupan layanan kesehatan gigi dan mulut. dan DBD. UKM. (3) pemeriksaan 7 parameter sebanyak 12 sampel. IV-17 . Berkurangnya masyarakat miskin penderita katarak. P2 Diare dan ISPA.301 pasien. serta (4) pemeriksaan sampel ruangan dan halaman sebanyak 2 sampel. 3) Program Pengawasan Obat dan Makanan Program Pengawasan Obat dan Makanan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp147. 2) terlaksananya sosialisasi jajanan anak sekolah dan guru sebanyak 142 orang.866. serta 5) terlaksananya Monev POE dan apotek sebanyak 60 sarana. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) Meningkatnya pengetahuan dan pemahaman aparatur dan masyarakat mengenai kesehatan.00 (89. UKM. yang dilaksanakan melalui Kegiatan Peningkatan Pengawasan Keamanan Pangan dan Bahan Berbahaya (Dinkes). Meningkatnya kualitas lingkungan rumah sakit. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah meningkatnya pembinaan dan pemantauan bahan berbahaya. 3) terlaksananya Monev IRT sebanyak 60 sarana.499 pasien rawat jalan. Meningkatnya akuntabilitas pelaksanaan program dan kegiatan. Tersedianya pedoman fasilitasi kesehatan masyarakat di bidang pembinaan UKS. dan DBD. r) Tersusunnya draft kebijakan di bidang pembinaan UKS. Meningkatnya kebersihan lingkungan rumah sakit. PPTI. (2) pemeriksaan sampel air limbah sebanyak 1 sampel.315.55%). Meningkatnya pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: 1) terlaksananya penyuluhan keamanan pangan sebanyak 80 sarana.400.517 pasien IGD.n) Terlaksananya pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin sebanyak 8. dan 16. Meningkatnya pelayanan kesehatan baik untuk masyarakat umum dan keluarga miskin.

(4) pendataan tenaga dan sarana yankes sebanyak 136 kelurahan. (2) revitalisasi posyandu sebanyak 3 UPT puskesmas. b) Meningkatnya pemanfaatan sarana kesehatan. serta organisasi. penyuluhan tentang pencegahan DBD di 7 UPT puskesmas. d) Meningkatnya cakupan layanan kesehatan gigi dan mulut. (4) pembentukan RW siaga di 30 UPT puskesmas. (3) pertemuan/pembinaan organisasi profesi sebanyak 50 organisasi profesi. b) Terlaksananya: (1) pengadaan format/formulir pencatatan dan pelaporan perijinan tenaga dan sarana sebanyak 1 paket. serta (7) penilaian kota sehat sebanyak 1 kali. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terlaksananya: (1) pembinaan masyarakat di lokasi Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS) tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebanyak 1 lokasi kelurahan. akreditasi sarana dan tenaga kesehatan.555.00 (90. kualitas layanan perizinan. c) Tersedianya paket media promosi sebanyak 1 paket. dan penyuluhan tentang bahaya merokok di 5 UPT puskesmas. (3) penyuluhan kepada masyarakat: penyuluhan tentang manfaat ASI di 5 UPT puskesmas. c) Meningkatnya pemanfaatan sarana kesehatan masyarakat di RSKGM. b) Kegiatan Peningkatan Pemanfaatan Sarana Kesehatan (Dinkes). yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Penyuluhan Masyarakat Pola Hidup Sehat (Dinkes). (2) pengadaan format/formulir pencatatan dan pelaporan akreditasi tenaga kesehatan sebanyak 1 paket.20%). Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Meningkatnya perilaku hidup bersih dan sehat masyarakat. (6) talk show di 3 station radio swasta sebanyak 33 kali. c) Kegiatan Pengembangan Media Promosi dan Informasi Sadar Hidup Sehat (RSKGM). d) Terlaksananya pelayanan bakti sosial kesehatan gigi dan mulut dan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) sebanyak 1 paket baksos dan UKGS.950. IV-18 . (5) pemantauan kondisi PHBS di 5 tatanan di wilayah kerja puskesmas sebanyak 30 UPT puskesmas. serta (5) pertemuan berkala tim penilai jabatan fungsional sebanyak 1 kali. penyuluhan tentang pentingnya pemeriksaan ibu hamil dan lima imunisasi dasar lengkap di 6 UPT puskesmas. penyuluhan tentang cuci tangan pakai sabun sebagai upaya pencegahan kasus diare di 5 UPT puskesmas.4) Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat Program Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat mendapat alokasi anggaran sebesar Rp837.00 dengan realisasi sebesar Rp755.420. d) Kegiatan Peningkatan Pemanfaatan Sarana Kesehatan (RSKGM). penyuluhan tentang rumah sehat sebagai upaya pencegahan penyakit TB di 5 UPT puskesmas.826.

c) Tersedianya fasilitas perawatan kesehatan bagi dampak asap rokok. c) Kegiatan Pengkajian Pengembangan Lingkungan Sehat (RSUD). (6) IV-19 . (5) jejaring UPK yang solid sebanyak 85 UPK.832.00 dengan realisasi sebesar Rp2.27%).00 (77.869.312. Kegiatan Pelayanan Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular (Dinkes) Kegiatan Peningkatan Imunisasi (Dinkes).5) Program Pengembangan Lingkungan Sehat Program Pengembangan Lingkungan Sehat mendapat alokasi anggaran sebesar Rp566. yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Pengkajian Pengembangan Lingkungan Sehat (Dinkes). (2) laporan kualitas air bersih di kawasan sekitar Sungai Cikapundung sebanyak 1 dokumen.000 fokus dan terlaksananya pengadaan larvasida sebanyak 1 kali. b) Terlaksananya: (1) validasi UPK sebanyak 4 kali.655.00 (84.417. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Tersusunnya: (1) laporan kondisi sanitasi di daerah kantong penyakit berbasis lingkungan sebanyak 1 dokumen. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Meningkatnya kesehatan lingkungan melalui inspeksi kualitas air bersih. (3) sosialisasi kawasan tanpa rokok kepada pengelola hotel sebanyak 50 orang. b) Terlaksananya: (1) rapat persiapan pembentukan klinik berhenti merokok sebanyak 90 orang.600. b) Kegiatan Sosialisasi Kawasan Tanpa Asap Rokok (Dinkes).91%). dan (3) laporan kegiatan kunjungan lapangan hasil konseling klinik sanitasi sebanyak 1 dokumen. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Tersedianya bahan fogging focus sebanyak 1.770. b) Meningkatnya rumah tangga sehat yang ber-PHBS di Kota Bandung. Kegiatan Peningkatan Surveillance Epidemiologi dan Penanggulangan Wabah (Dinkes).00 dengan realisasi sebesar Rp441. 6) Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Menular mendapat alokasi anggaran sebesar Rp2. (2) sosialasi kawasan tanpa rokok kepada pengelola restoran sebanyak 50 orang. dan (4) penyediaan leaflet bahaya merokok bagi anak sekolah sebanyak 1 paket.585.557. c) Terlaksananya pengadaan alat-alat kesehatan untuk perawatan kesehatan bagi dampak asap rokok sebanyak 4 unit. (4) monitoring dan evaluasi P2TB sebanyak 2 kali. (3) pemeriksaan cross check (pemeriksaan error rate) UPK sebanyak 4 kali. (2) pemantauan pelaksanaan penanggulangan tuberkulosis di UPK sebanyak 3 kali. yang dilaksanakan melalui: a) b) c) d) Kegiatan Penyemprotan/Fogging Sarang Nyamuk (Dinkes).000.

(3) pemantauan penyakit potensial wabah berbasis masyarakat sebanyak 151 kelurahan. yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Penyusunan Standar Pelayanan Kesehatan (Dinkes).341.000 kasus. (14) zero survey HIV-AIDS sebanyak 200 sampel. (7) pengawasan pelaksanaan PSN di sekolah sebanyak 100 sekolah. dan RSIA sebanyak 60 lokasi.000 calon jemaah haji. c) Kegiatan Pembangunan dan Pemutakhiran Data Dasar Standar Pelayanan Kesehatan (Dinkes). (15) monitoring dan evaluasi kegiatan layanan penanggulangan HIV-AIDS sebanyak 1 kali. (2) pemantauan wilayah terhadap KLB/Bencana sebanyak 151 kelurahan. Meningkatnya cakupan Desa/Kelurahan UCI.00 dengan realisasi sebesar Rp2.167. IV-20 . (8) pengawasan pelaksanaan PSN di kelurahan sebanyak 151 kelurahan. c) Terlaksananya: (1) konsultasi peningkatan program imunisasi sebanyak 292 orang. (2) Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS) sebanyak 73 puskesmas. RSB. (9) pertemuan monev DBD sebanyak 2 kali. d) Terlaksananya: (1) pendataan daerah potensial KLB/Wabah sebanyak 151 kelurahan. (5) Effective Vaccine Storage Management (EVSM) program imunisasi sebanyak 146 orang. (10) care seeking rumah tangga pneumonia sebanyak 5. (22) sosialisasi PTM di kecamatan sebanyak 1 kali. dan (6) Crash Program Campak dan Polio sebanyak 151 kelurahan. dan (6) penyediaan tata laksana kasus AFP sebanyak 16 rumah sakit. (12) monitoring dan evaluasi P2 ISPA sebanyak 2 kali.544. (4) pendataan status kesehatan calon jemaah haji sebanyak 31. (19) pengadaan alat laboratorium dan obat P2HIV-AIDS sebanyak 1 kali.281. d) Kegiatan Sistem Informasi Manajemen Kesehatan Kota Bandung (Banprov) (Dinkes).162. (11) on the job training diare sebanyak 73 puskesmas.402. Meningkatnya pelayanan pencegahan dan penanggulangan penyakit menular. (20) pemantauan PTM ke UPK sebanyak 1 kali. (13) supervisi P2 Ispa sebanyak 73 puskesmas. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) b) c) d) Meningkatnya kualitas kesehatan lingkungan. (3) penguatan kualitas penyelenggaraan dan pengelolaan pelayanan program imunisasi RS.pemeriksaan jentik di kelurahan sebanyak 151 kelurahan. e) Kegiatan Akreditasi Rumah Sakit (RSUD).00 (84. Terwujudnya pemantauan KLB di Kota Bandung. (4) mid level management pelaksana program imunisasi sebanyak 146 orang.99%). 7) Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp2. (5) penyediaan tata laksana kasus AFP sebanyak 151 kelurahan. (18) penyediaan format pelaporan surveilans AIDS sebanyak 100 buku. (21) sosialisasi PTM ke DKK sebanyak 1 kali. b) Kegiatan Evaluasi dan Pengembangan Standar Pelayanan Kesehatan (Dinkes). (17) sosialisasi tata laksana IMS bagi bidan puskesmas sebanyak 1 kali. dan (23) pelatihan kader PTM sebanyak 1 kali. (16) sosialisasi kolaborasi TBHIV bagi petugas puskesmas sebanyak 1 kali.

636. a) 8) Program Pengadaan. (2) cakupan UPT yang melaksanakan penilaian kinerja puskesmas sebesar 100%. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Meningkatnya standar pelayanan kesehatan. e) Terlaksananya akreditasi rumah sakit sebanyak 12 pelayanan. dan (6) laporan triwulanan sebanyak 4 kali. dan (5) cakupan UPT puskesmas yang mempunyai jaringan SIK sebesar 6%. (4) tersusunnya kebijakan umum anggaran (KUA) sebanyak 1 dokumen. (3) juknis laporan sebanyak 5 laporan. (3) SIK Dinas Kesehatan sebesar 60%.556. (4) rekapitulasi laporan sebanyak 4 laporan. (2) tersusunnya perencanaan penganggaran kesehatan terpadu sebanyak 32 dokumen. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: (1) Terlaksananya pertemuan asistensi perencanaan tahun 2012 sebanyak 85 orang.f) Kegiatan Evaluasi dan Pengembangan Standar Pelayanan Kesehatan (RSKIA).79%). yang dilaksanakan melalui: a) b) c) d) e) Kegiatan Pembangunan Puskesmas (Dinkes). (6) terselenggaranya pengumpulan data kematian sebanyak 73 puskesmas. dan (7) terselenggaranya pelatihan pengembangan Sistem Informasi Daerah sebanyak 30 UPT puskesmas. d) Terlaksananya: (1) cakupan UPT yang melaksanakan P2KT sebesar 80%. (2) tersusunnya profil kesehatan Kota Bandung sebanyak 150 buku. (4) tersusunnya booklet sebanyak 100 buku.467. (3) tersusunnya rencana kerja (Renja) sebanyak 1 dokumen. b) Tersusunnya: (1) LAKIP Dinas Kesehatan sebanyak 1 dokumen. Kegiatan Rehabilitasi Puskesmas (Dinkes). Kegiatan Pengadaan Sarana dan Prasarana Puskesmas (Dinkes). dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Puskesmas/Puskesmas Pembantu dan Jaringannya mendapat alokasi anggaran sebesar Rp14. (4) cakupan UPT yang melaksanakan SIK sebesar 75%. Peningkatan. (3) terselenggaranya pengelolaan SP3TK Dinas Kesehatan selama 12 bulan.028.00 dengan realisasi sebesar Rp12.193. Peningkatan. c) (1) Tersusunnya data sasaran sebanyak 100 buku.00 (85. c) Meningkatnya mutu layanan kesehatan ibu dan anak.683. dan Perbaikan Sarana dan Prasarana Puskesmas/Puskesmas Pembantu dan Jaringannya Program Pengadaan. f) Terlaksananya pembinaan penerapan SPM rumah sakit sebanyak 11 kali. (5) tersusunnya pendataan puskesmas sebanyak 100 buku. IV-21 . (5) terlaksananya Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) sebanyak 150 orang. Kegiatan Pengembangan Gedung dan Revitalisasi Puskesmas Mampu PONED (Banprov) (Dinkes). (2) bahan LKPJ sebanyak 1 dokumen. Kegiatan Pemeliharaan Rutin/Berkala Sarana dan Prasarana Puskesmas (Dinkes). b) Terwujudnya Sistem Informasi Manajemen Kesehatan Kota Bandung. dan (6) terlaksananya sosialisasi peraturan walikota SKKB sebanyak 120 orang. (5) laporan bulanan selama 12 bulan.

(5) tersusunnya laporan sosialisasi Standar Pelayanan Minimal di Rumah Sakit sebanyak 1 dokumen. instalasi listrik. b) Tersedianya alat kedokteran umum dan kedokteran gigi.081. (8) tersusunnya laporan review Audit Maternal Perinatal (AMP) sebanyak 1 dokumen. meliputi: alkes gigi. (3) tersusunnya laporan Monev penyelenggaraan PONED sebanyak 1 dokumen. air dan telepon. (11) tersusunnya laporan kegiatan seksi Yankes rujukan sebanyak 1 dokumen. Terpeliharanya sarana dan prasarana puskesmas. a) IV-22 .Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terlaksananya pembangunan puskesmas. Meningkatnya kualitas gedung puskesmas. (2) tersusunnya dokumen Standar Prosedur Operational (SPO) Yankes rujukan sebanyak 1 dokumen.3 kg. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) b) c) d) Meningkatnya sarana gedung puskesmas. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: (1) Tersusunnya dokumen perencanaan dan pengembangan program Yankes rujukan sebanyak 1 dokumen. namun pelaksanaan kegiatan tersebut tidak dapat direalisasikan. yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Kemitraan Pengobatan Lanjutan bagi Pasien Rujukan (Dinkes).00 dengan realisasi sebesar Rp427. (6) tersusunnya laporan Monev peningkatan kualitas pelayanan RS sebanyak 3 dokumen. c) Terbebasnya rumah sakit dari limbah infeksius sebanyak 952. d) Terlaksananya rehabilitasi gedung puskesmas. dan (12) terlaksananya pelatihan/kursus tentang laboratorium lingkungan bagi Petugas UPT Labkes sebanyak 3 orang.300. e) Rencana target outputnya adalah terlaksananya pengembangan gedung dan peningkatan puskesmas yang berfungsi PONED sesuai standar pelayanan puskesmas PONED. (4) terwujudnya rumah sakit yang memiliki pelayanan gawat darurat level 1 sebanyak 27 RS. lift puskesmas. (10) tersusunnya laporan kegiatan manajemen mutu pelayanan kesehatan sebanyak 1 dokumen. (7) tersusunnya berita acara pemeriksaan penyelenggaraan RS sebanyak 7 dokumen.69%). Askes sebanyak 1 lembaga. 9) Program Kemitraan Peningkatan Pelayanan Kesehatan Program Kemitraan Peningkatan Pelayanan Kesehatan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp640. b) Kegiatan Kemitraan Asuransi Kesehatan Masyarakat (RSKGM). c) Terlaksananya pemeliharaan sarana prasarana puskesmas.402.430. b) Terjalinnya kemitraan asuransi kesehatan gigi dan mulut dengan PT. (9) tersusunnya dokumen penataan sistem rujukan Kota Bandung sebanyak 1 dokumen. mebeler. dan peralatan laboratorium.00 (66. Meningkatnya sarana dan prasarana alkes puskesmas. c) Kegiatan Kemitraan Pengolahan Limbah Rumah Sakit (RSKGM).

Peningkatan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit/Rumah Sakit Jiwa/Rumah Sakit Paru-Paru/Rumah Sakit Mata mendapat alokasi anggaran sebesar Rp7.215. yang dilaksanakan melalui Kegiatan Pengawasan dan Pengendalian Keamanan Dan Kesehatan Makanan (Dinkes). 12) Program Pengadaan.760.59%). 11) Program Pengawasan dan Pengendalian Kesehatan Makanan Program Pengawasan dan Pengendalian Kesehatan Makanan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp88.054.390.00 dengan realisasi sebesar Rp82. Peningkatan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit/Rumah Sakit Jiwa/Rumah Sakit Paru-Paru/Rumah Sakit Mata Program Pengadaan.510.051.Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan rujukan sesuai standar. c) Meningkatnya pengelolaan limbah RSKGM.000. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: tersusunnya a) laporan hasil analisa kualitas makanan jajanan anak sekolah sebanyak 1 dokumen.00 (93.000. e) pertemuan lintas program dan lintas sektoral dalam program lansia sebanyak 20 orang.340. yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Pengadaan Alat-Alat Kesehatan Rumah Sakit (RSUD). Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: terlaksananya a) penjaringan kesehatan lansia sebanyak 151 kelurahan.558.00 (92.00 (92. dan b) laporan hasil analisa kualitas tempat pengelolaan makanan sebanyak 1 dokumen.970. dan f) penyusunan petunjuk teknis dan SOP kegiatan lingkup seksi pelayanan kesehatan khusus sebanyak 4 kegiatan.00 dengan realisasi sebesar Rp6. yang dilaksanakan melalui Kegiatan Pelayanan Pemeliharaan Kesehatan (Dinkes). b) Pemeriksaan berkala kesehatan lansia sebanyak 750 posbindu.74%). d) pelatihan kader kesehatan lansia sebanyak 200 orang.27%).082. b) Meningkatnya cakupan layanan kesehatan gigi dan mulut terhadap peserta Askes di RSKGM.00 dengan realisasi sebesar Rp183.906.790. IV-23 . c) pelatihan petugas kesehatan lansia puskesmas sebanyak 73 orang. 10) Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Lansia Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Lansia mendapat alokasi anggaran sebesar Rp198. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah terpantaunya sanitasi restoran/rumah makan dan jasa boga. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah meningkatnya cakupan pelayanan kesehatan dasar terhadap lansia.

d) Tersedianya alat-alat kesehatan sebanyak 1 paket. dan Lain-lain) (RSUD). b) Tersedianya peralatan perlengkapan rumah tangga rumah sakit sebanyak 5 item peralatan dapur. h) Kegiatan Pengadaan Alat-Alat Kesehatan Rumah Sakit (RSKGM). Ruang Pasien. g) Tersedianya alat kesehatan kedokteran sebanyak 1 paket.624. j) Tersedianya peralatan rumah tangga rumah sakit sebanyak 2 jenis. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Tersedianya alat-alat kedokteran dan alat kesehatan sebanyak 3 paket. dan Lain-lain) (RSKGM). Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan. c) Kegiatan Pemelilharaan Rutin/Berkala Alat.Alta Kesehatan Rumah Tangga (RSKIA). f) Tersedianya gas elpiji sebanyak 106 tabung dan tersediaya makanan dan minuman pasien selama 1 tahun. i) Tersedianya obat/bahan kedokteran gigi di RSKGM sebanyak 70 jenis. 13) Program Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit/Rumah Sakit Jiwa/Rumah Sakit Paru-Paru/Rumah Sakit Mata Program Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Rumah Sakit/Rumah Sakit Jiwa/Rumah Sakit Paru-Paru/Rumah Sakit Mata mendapat alokasi anggaran sebesar Rp455. yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Pemeliharaan Rutin/Berkala Rumah Sakit (RSUD). f) Kegiatan Pengadaan Bahan-Bahan Logistik (RSKIA). Ruang Tunggu.00 (88. c) Meningkatnya kualitas pelayanan PONEK di RSKA.591. c) Kegiatan Pengadaan Bahan-Bahan Logistik Rumah Sakit (RSUD). e) Terlaksananya rehabilitasi rumah sakit sebesar 71%. IV-24 . i) Kegiatan Pengadaan Obat-obatan Rumah Sakit (RSKGM). b) Meningkatnya sarana pelayanan kesehatan di rumah sakit. d) Kegiatan Pemeliharaan Rutin/Berkala Mobil Ambulance/Jenazah (RSKIA). h) Tersedianya alat-alat kesehatan di RSKGM sebanyak 36 jenis.b) Kegiatan Pengadaan Perlengkapan Rumah Tangga Rumah Sakit (Dapur. d) Kegiatan Pengadaan Alat-Alat Kesehatan (DAK) (RSUD). e) Kegiatan Rehabilitasi Bangunan Rumah Sakit (RSKIA).00 dengan realisasi sebesar Rp403. Laundry.000. c) Tersedianya bahan makanan kering pasien dan pegawai dan bahan bakar gas.58%). e) Kegiatan Pemeliharaan Rutin/Berkala Rumah Sakit (RSKGM). Laundry. b) Kegiatan Pemeliharaan Rutin/Berkala Alat-Alat Kesehatan Rumah Sakit (RSUD). k) Tersedianya barang cetakan RS di RSKGM sebanyak 1 paket. j) Kegiatan Pengadaan Perlengkapan Rumah Tangga Rumah Sakit (Dapur. k) Kegiatan Pengadaan Pencetakan Administrasi dan Surat Menyurat Rumah Sakit (RSKGM).395. Ruang Pasien. Ruang Tunggu. g) Kegiatan Pengadaan Alat-Alat Kesehatan (DAK) (RSKIA).

d) Terpeliharanya mobil ambulance sebanyak 2 unit. slit lamp.38%). 14) Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Badan Layanan Umum Daerah Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan Badan Layanan Umum Daerah mendapat alokasi anggaran sebesar Rp34. chart projector.f) Kegiatan Pemeliharaan Rutin/Berkala Alat-Alat Kesehatan Rumah Sakit (RSKGM).053.000.000.804 pasien.808.681.842.509.594. IV-25 .00 dengan realisasi sebesar Rp24. d) Terlaksananya pelayanan pendukung (administrasi kantor) di RSKIA Kota Bandung. c) Terpeliharanya alat-alat kesehatan sebesar 49%. yang dilaksanakan melalui: a) b) c) d) Kegiatan Pelayanan (RSUD). e) Terpeliharanya gedung rumah sakit khusus gigi dan mulut sebanyak 1 gedung. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah terlaksananya pelayanan pertolongan persalinan sebanyak 4. r. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah meningkatnya kualitas sarana dan prasarana rumah sakit.00 dengan realisasi sebesar Rp1. meter.609.000. Kegiatan Pendukung Pelayanan (RSUD).27%).278. Kegiatan Pelayanan (RSKIA).000.00 (72. yang dilaksanakan melalui Kegiatan Pertolongan Persalinan Bagi Ibu dari Keluarga Kurang Mampu (RSKIA).00 (62. dan infant warmer. b) Terlaksananya pelayanan pendukung (administrasi kantor) di RSUD Kota Bandung. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terlaksananya pemeliharaan listrik di rumah sakit. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah meningkatnya pelayanan kesehatan. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terlaksananya Pelayanan Kesehatan masyarakat di RSUD Kota Bandung. Kegiatan Pendukung Pelayanan (RSKIA). 15) Program Peningkatan Keselamatan Ibu Melahirkan dan Anak Program Peningkatan Keselamatan Ibu Melahirkan dan Anak mendapat alokasi anggaran sebesar Rp2. f) Terpeliharanya alat-alat kesehatan RS di instalasi RSKGM sebanyak 22 dental unit. c) Terlaksananya Pelayanan Kesehatan masyarakat di RSKIA Kota Bandung. b) Terlaksananya pemeliharaan alat kesehatan rumah sakit: service lens meter. direct opthalmoscope.

Faktor pendorong keberhasilan pencapaian target adalah adanya upaya pemberdayaan masyarakat yang dilaksanakan oleh petugas kesehatan melalui kader kesehatan dan adanya pemberian PMTPemulihan. 3) Indikator Status Balita dengan Gizi Buruk. masih ada sejumlah kendala yang menjadi tantangan pembangunan dalam bidang kesehatan. 2) Indikator Usia Harapan Hidup (UHH). dari target sebesar 73. maupun kuratif di berbagai tingkatan pelayanan kesehatan. Data status balita gizi buruk diperoleh dari hasil Bulan Penimbangan Balita (BPB). dari target sebesar < 1% dapat terealisasi sebesar 0. PB < 3 SD dengan kriteria sangat kurus. UHH menjadi dasar penghitungan Indeks Kesehatan. upaya antisipatif yang terus dilakukan oleh Pemerintah Kota Bandung adalah meningkatkan kebijakan pembangunan yang berwawasan kesehatan. Capaian tersebut lebih baik jika dibandingkan dengan angka target Nasional maupun Provinsi Jawa Barat. masih terdapat faktor penghambat yaitu Peran Serta masyarakat terutama tokoh masyarakat masih belum optimal. artinya tingkat kesehatan warga Kota Bandung telah mengalami peningkatan dan mendukung terhadap terwujudnya pembangunan kualitas manusia yang lebih baik. dan implementasi regulasi). dari target sebesar 81. preventif. serta meningkatkan sosialisasi pembangunan kesehatan kepada masyarakat. mobilitas penduduk yang tidak terkendali. sedangkan penentuan status gizi buruk berdasarkan standar WHO (2005) dengan menggunakan indikator BB/TB. yang terindikasi dengan masih rendahnya rata-rata D/S setahun kunjungan balita ke posyandu (kurang dari 50%). sehingga deteksi dini balita gizi kurang/gizi buruk kurang berjalan dengan baik. optimalisasi sumber daya manusia dan sarana prasarana.49%. di Kota Bandung masih ada balita yang memiliki status gizi buruk yang berpotensi bagi kualitas kesehatan di masa depan.Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah meningkatnya pelayanan persalinan bagi ibu dari keluarga kurang mampu. khususnya dalam rangka meningkatkan Indeks Kesehatan. walaupun demikian.75 tahun dapat terealisasi sebesar 73. sarana dan prasarana kesehatan yang belum optimal (jumlah. Namun demikian. Peningkatan UHH merupakan hasil kumulatif dari berbagi kegiatan baik yang bersifat preventif. Upaya yang terus menerus dilakukan untuk IV-26 . b. dimana program-program tersebut dapat langsung menyentuh masyarakat baik bersifat promotif. Namun demikian. Indeks Kesehatan memberikan kontribusi terhadap capaian nilai IPM yang menggambarkan kualitas pembangunan manusia di suatu daerah. Terkait dengan hal tersebut. dan kuratif.79 tahun. serta terjadinya pergeseran antara masyarakat agraris ke industri yang berdampak terjadinya pencemaran lingkungan yang menambah permasalahan kesehatan terutama munculnya penyakit-penyakit degeneratif. Keberhasilan pencapaian target tidak terlepas dari adanya perencanaan strategis dalam bidang kesehatan yang berdampak terhadap program-program pembangunan bidang kesehatan. antara lain SDM kesehatan.32. promotif. Definisi UHH adalah perkiraan rata-rata lamanya hidup sejak 0 tahun yang akan dicapai oleh sekelompok penduduk. CAPAIAN KINERJA 1) Indikator Indeks Kesehatan.25 dapat terealisasi sebesar 81. persebaran.

Namun demikian. Seluruh puskesmas dan rumah sakit di Kota Bandung telah menyelenggarakan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin.64%. dari target sebesar 100% dapat terealisasi sesuai target. masih terdapat kendala pada kriteria sasaran. serta partisipasi masyarakat untuk memanfaatkan posyandu masih rendah. Faktor pendorong keberhasilan pencapaian target adalah adanya kemitraan dengan TP-PKK untuk mengadakan pendataan dan penyuluhan PHBS serta dukungan kader posyandu untuk penyuluhan tentang PHBS tatanan rumah tangga kepada ibu-ibu di posyandu. serta pengadaan alat-alat kesehatan dari subsidi APBD maupun subsidi silang internal di rumah sakit. sistem rujukan dan rujuk balik belum berjalan dengan optimal. dari target sebesar 48. dari target sebesar 100% dapat terealisasi sesuai target. tingkat perkembangan posyandu untuk posyandu purnama dan mandiri masih rendah karena masyarakat masih kurang berminat ikut serta dalam dana sehat. pelatihan dana sehat. DO kader masih cukup tinggi. database kepesertaan masyarakat miskin (maskin) yang masih belum tertata dengan baik. Upaya yang dilakukan adalah dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya rokok dan implementasi kebijakan pemerintah tentang kawasan tanpa rokok. pelaksanaan workshop sistem rujukan. 5) Indikator PHBS Rumah Tangga. kedepannya bekerjasama dengan CSR untuk membiayai insentif kader. keberadaan Program Jampersal juga turut menunjang penyelenggaraan pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin. Upaya yang dilakukan adalah melaksanakan revitalisasi posyandu. Faktor pendorong keberhasilan pencapaian target adalah jumlah posyandu sudah memadai. 6) Indikator UKBM Posyandu Aktif.23% dapat terealisasi sebesar 65. serta penyuluhan tentang manfaat posyandu kepada masyarakat (promosi posyandu). serta adanya dana hibah untuk insentif kader posyandu. Aadapun beberapa kendala yang dihadapi adalah kader sangat mengharapkan insentif (padahal sifat pekerjaan sukarela). keaktifan tim pokjanal tingkat kota sampai kecamatan dan pokja kelurahan. Selain itu. IV-27 . pendataan dan prosedur administrasi yang harus diikuti masyarakat miskin yang terkadang dianggap mempersulit. serta menyediakan sarana dan prasarana untuk melayani perawatan bagi pasien yang mengalami penyakit akibat merokok. serta masih kurangnya ketersediaan obat di rumah sakit untuk pasien miskin dan sarana dan prasarana untuk pelayanan kesehatan di rumah sakit.meningkatkan Peran Serta masyarakat dan tokoh masyarakat (stakeholders) dalam hal deteksi dini dan pelacakan (surveilance) balita gizi/buruk yang dilakukan oleh petugas puskesmas. Upaya yang dilakukan adalah penataan database maskin Kota Bandung oleh Tim Penanggulangan Kemiskinan Kota Bandung. Kendala dalam upaya meningkatkan cakupan PHBS rumah tangga adalah masih banyaknya masyarakat yang merokok baik di dalam rumah maupun di luar rumah. rata-rata jumlah kader per posyandu sebanyak 6 orang. adanya bantuan dana gubernur untuk revitalisasi posyandu. regenerasi kader kurang berjalan. Hal ini sesuai dengan amanat Undang Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 686 Tahun 2010 tentang Pedoman dan Pelaksanaan Jaminan Kesehatan Masyarakat. 4) Indikator Terselengggaranya Pelayanan Kesehatan bagi Masyarakat Miskin di Puskesmas dan Rumah Sakit di Kelas III yang Dijamin oleh Pemerintah.

dari target sebesar 65. Cakupan UCI menggambarkan upaya mengendalikan berbagai penyakit menular yang dapat mengakibatkan kesakitan dan kematian sehingga mempengaruhi Usia Harapan Hidup. 9) Indikator Terpenuhinya Ketersediaan Obat. serta laik sehat TTU belum merupakan bagian dari persyaratan perizinan di BPPT. kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan pengadaan obat adalah pihak perusahaan/produsen mengalami kekosongan obat. dari target sebesar 100% dapat terealisasi sesuai target.60% dapat terealisasi sebesar 87. Upaya yang dilakukan adalah melaksanakan pembinaan melalui pertemuan rutin dengan pemberi pelayanan imunisasi (puskesmas. dimana sertifikat produk berlaku selama lima tahun. Definisi Cakupan Kelurahan UCI adalah cakupan pelayanan imunisasi dasar lengkap pada bayi usia 0-11 bulan minimal 80% yang merata di seluruh kelurahan yang dinilai dari 4 antigen yaitu BCG. Upaya yang dilakukan adalah mengajukan anggaran pengadaan alat/instrumen termasuk pelatihan petugas.00% dapat terealisasi sebesar 67. dari target sebesar 87. dan lain-lain) pada saat melaksanakan inspeksi sanitasi. Sedangkan. kendala yang dihadapi adalah pelaporan yang belum tepat waktu. PIRT merupakan perusahaan pangan yang memiliki tempat usaha di tempat tinggal dengan peralatan pengolahan pangan secara manual hingga semi otomatis yang memperoleh sertifikat PIRT melalui penyuluhan keamanan pangan. Asosiasi Kafe Restoran (AKAR) dan Asosiasi Pengusaha Jasaboga Indonesia (APJI) dalam penerbitan laik sehat. Sedangkan. serta membuat surat edaran agar memberikan laporan tepat waktu. adanya peningkatan informasi di media tentang laik sehat yang mendorong sarana dan TTU mengajukan pembuatan laik sehat. dan lain-lain) perihal persyaratan perijinan. serta sarana pelayanan pemerintah dan swasta yang sangat mendukung. dan Alat Kesehatan Sesuai dengan Kebutuhan. Faktor pendorong keberhasilan pencapaian target adalah kesadaran masyarakat akan pentingnya imunisasi. RS swasta. Faktor pendukung keberhasilan pencapaian target adalah dana/anggaran yang tersedia mencukupi dan standar harga obat sudah tersedia. Faktor pendorong keberhasilan pencapaian target adalah tingkat kesadaran pengusaha/produsen untuk mengikuti penyuluhan PIRT semakin meningkat. 10) Indikator Pangan Industri Rumah Tangga (PIRT) yang Memiliki Sertifikat. adanya kerjasama dengan Perhimpunan Hotel Restoran Indonesia (PHRI). Upaya yang dilakukan adalah meningkatkan koordinasi dengan pihak produsen/perusahaan dalam proses penyediaan obat. dukungan lintas sektor.7) Indikator Cakupan Kelurahan Universal Child Imunization (UCI). serta adanya kerjasama dengan asosiasi PIRT ASPAMI (Asosiasi Pengusahan Makanan Minuman).80%. Bahan. 8) Indikator Inspeksi Tempat-Tempat Umum (TTU). dan RB). serta koordinasi dengan lintas sektor (BPPT. RS pemerintah.10%. Faktor pendorong keberhasilan pencapaian target adalah adanya kegiatan kerjasama dengan Dinas Pariwisata dalam rangka Sapta Pesona. dari target sebanyak 132 kelurahan dapat terealisasi sebanyak 151 kelurahan. kendala yang dihadapi adalah belum akuratnya data sarana mamin PIRT di Kota Bandung sehingga sasaran belum optimal. Bagian Hukum. Sedangkan. Upaya yang dilakukan adalah IV-28 . Polio 4. dan Campak. kendala yang dihadapi adalah terbatasnya instrumen/alat untuk melaksanakan pengukuran paramater fisik (kebisingan. pencahayaan. Sedangkan. DPT HB3.

Definisi Puskesmas PPGD adalah puskesmas dengan tenaga dokter terlatih GELS (General Emergency Life Support) dan perawat terlatih PPGD Basic 2. SDM (dokter dan perawat) terlatih PPGD ada di hampir seluruh puskesmas. 12) Indikator Puskesmas Pelatihan Penanganan Gawat Darurat (PPGD). Faktor pendorong keberhasilan pencapaian target adalah adanya kesadaran sebagian rumah sakit untuk melaksanakan akreditasi. serta adanya dana bantuan opersional kesehatan untuk capaian SPM. Pasal 40 Ayat 1. 11) Indikator Rumah Sakit yang Terakreditasi. Ketentuan mengenai SPM Kesehatan diatur dalam Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 741/Menkes/per/VII/2008 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan Kabupaten/Kota. dari target sebesar 39 puskesmas dapat terealisasi sebesar 73 puskesmas. dan bintek terkait program dalam indikator SPM. jumlah SDM yang ada belum memadai untuk dilaksanakan puskesmas buka 24 jam. masih terdapat pula sebagian rumah sakit yang belum menyadari akan manfaat akreditasi. kendala yang dihadapi adalah belum optimalnya pemahaman Puskesmas mengenai definisi operasional setiap indikator SPM. serta sistem rujukan saat ini masih belum optimal.melaksanakan koordinasi dengan puskesmas untuk pendataan sarana mamin yang ada di wilayah kerjanya. sarana dan prasarana sederhana tersedia di puskesmas. Faktor pendukung keberhasilan pencapaian target adalah telah tersedianya gedung puskesmas. Terkait dengan hal tersebut. dari target sebesar 9 puskesmas dapat terealisasi sesuai target. 13) Indikator Fasilitas Kesehatan Melaksanakan SPM. Keberhasilan pencapaian target pelaksanaan SPM tidak terlepas dari adanya pelaksanaan pertemuan. Rumusan operasional indikator rumah sakit yang terakreditasi adalah rumah sakit yang telah lulus akreditasi yang diberikan oleh komisi akreditasi rumah sakit dan sertifikatnya masih berlaku. serta jumlah rumah sakit cukup banyak dengan distribusi yang cukup luas. yaitu “dalam upaya peningkatan mutu pelayanan rumah sakit wajib dilakukan akreditasi secara berkala minimal 3 tahun sekali”. Sedangkan. dari target sebesar 13 rumah sakit dapat terealisasi sebesar 16 rumah sakit. Namun demikian. pelatihan. Ketentuan mengenai akreditasi rumah sakit diatur dalam Undang-Undang Nomor 44 Tahun 2009 tentang Rumah Sakit. Upaya yang dilakukan adalah melaksanakan pembinaan. serta sosialisasi akreditasi rumah sakit yang berkelanjutan. IV-29 . serta menyelenggarakan pelatihan penanganan gawat darurat bagi dokter dan perawat puskesmas. monitoring evaluasi. upaya yang dilakukan adalah melaksanakan bimbingan teknis kepada puskesmas dalam menjabarkan setiap indikator SPM. Upaya yang dilakukan adalah membangun sistem rujukan yang baik sehingga pasien tetap dapat memperoleh pelayanan yang cepat dan tepat. Namun demikian.

6 Realis sasi dan Targe et Indeks Kese ehatan Tahun 20 010-2011 81.63 Tahun 20 010 Tahu un 2011 T Tahun 2010 Tahun 2011 Dalam upaya menu unjang kinerja tersebut diatas d telah dilakukan b beberapa keg giatan. f) Program Baw waku Sehat yang y mebiaya ai pasien ruju ukan masyara akat miskin di d Kota Bandung.65 73.0 80.73 73.Grafik IV.05 7 73.75 81.2 81.22 81. serta pe elayanan per rizinan Puskesmas Margahayu Raya dan Pu kter melalui IS SO 9001:200 00 serta terak kreditasinya 16 rumah sak kit dan praktek dok akreditasinya a masih berla aku.4 81.60 73.32 .79 73. sebagai berikut: a) romosi kesehatan diutamakan untu uk meningka atkan peran serta Kegiatan pr masyarakat. IV-3 30 .95 73.75 73. Posyandu B Berprestasi Tingkat Provinsi yan ng diwakili oleh Posyandu RW 06 Kelurahan n Antapani Kidul Kecamatan Antapani. 81.8 80.70 73. d) Pencapaian prestasi bidang kesehat tan yaitu. Ju uara IV Seko olah Sehat Tingkat ng diwakili oleh o SMAN 2 Bandung. Juara II Tenaga T Kesehatan Berprestasi B T Tingkat Provinsi Jawa Barat yang diw wakili oleh saudari Hasni Yudia awati (perawat Puskesmas Pasundan).90 73.00 Targ get 81.9 945 Posyand du Aktif dan n 151 Kelurahan Siaga. . 7 Realisasi R dan T Target Usia Ha arapan Hidup (UHH) Tahun 2010-2 2011 74. b) Peningkatan n sarana dan n prasana pe elayanan kese ehatan dilaks sanakan mel lalui 3 pembangunan gedung puskesmas dan 22 re ehabilitasi ge edung pusk kesmas mpai tahun 2011 2 terdapat 11 gedung puskesmas y yang represen ntatif. kegiatan in ni diwujudka an dalam 1.2 25 Tahun Realisasi melebihi Target 73.55 73.6 Rea alisasi Realisasi melebihi Target 73. Juara I Pusk kesmas Berprestasi Nasional yan Tingkat Prov vinsi Jawa Ba arat yang diw wakili oleh Pu uskesmas Kop po.6 81. A e) Adanya Prog gram Jamina an Persalinan (Jampersal) bagi semua ibu hamil di Kota Bandung da an telah bekerja sama dengan rum mah sakit da an bidan di Kota Bandung.50 Real lisasi mele ebihi Targ get 73. Adapun A kasus terbanyak yang dibiay yai oleh Baw waku Sehat adalah a kasus-kasus penyakit kro onis antara la ain: gagal gin njal terminal (19%) dan kanker k (16%). manajemen mutu terhadap pelaya uskesmas Puter.85 Target Realisa asi Realisasi melebihi Target Nilai Indeks 81.80 73.8 Grafik IV. sehingga sam c) Dalam menjaga mutu u pelayanan n kesehatan n telah dila aksanakan sistem anan keseha atan di Pusk kesmas Pasu undan.

c. PERMASALAHAN DAN SOLUSI 1) Permasalahan
a) Masih terbatasnya tenaga dokter, bidan, perawat, tenaga kesehatan lainnya, dan tenaga administrasi. b) Perilaku masyarakat dalam melakukan PHBS terutama pada kebiasaan merokok belum optimal. c) Sistem informasi kesehatan belum optimal. d) Masih kurangnya ketersediaan obat untuk pasien miskin di rumah sakit. e) Masih terbatasnya sarana dan prasarana pelayanan kesehatan, diantaranya: (1) Pembangunan gedung RSKGM dan penyediaan lahan untuk RSKIA dan RSUD. (2) Pembangunan fasilitas pengamanan labu darah dan kelengkapannya.

2) Solusi
Optimalisasi sumber daya manusia yang ada sambil menunggu penambahan tenaga serta mengusulkan rekruitment tenaga dokter, bidan, perawat, tenaga kesehatan lainnya, dan tenaga administrasi yang belum ada kepada BKD Kota Bandung. b) Peningkatan sosialisasi kepada masyarakat tentang bahaya rokok dan implementasi kebijakan pemerintah tentang kawasan tanpa rokok. c) Pengembangan sistem informasi kesehatan berbasis IT. d) Subsidi dari APBD dan subsidi silang dari internal RSUD Kota Bandung untuk mengatasi kurangnya ketersediaan obat. e) Pengadaan sarana dan prasarana pelayanan kesehatan, diantaranya: (1) Pembangunan gedung rumah sakit, UPT Puskesmas, UPT Laboratorium, UPT Mobilitas dan gudang obat. (2) Penambahan lahan/pemindahan lokasi dengan lahan yang memadai untuk pengembangan sarana dan prasarana rumah sakit sesuai dengan tipe RS, UPT Laboratorium dan UPT Puskesmas yang diusulkan melalui bagian aset. (3) Melengkapi sarana dan prasarana yang belum tersedia secara bertahap disesuaikan dengan daya tampung gedung yang ada. (4) Pembangunan fasilitas Bank Darah Rumah Sakit (BDRS). (5) Peningkatan sarana prasarana palayanan kesehatan gawat darurat. a)

3. URUSAN LINGKUNGAN HIDUP
Urusan Lingkungan Hidup pada tahun anggaran 2011 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp23.386.203.500,00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp18.459.186.194,00 (78,93%). Program dan kegiatan pada Urusan Lingkungan Hidup tahun 2011 dilaksanakan oleh: 1) Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLH), 2) Dinas Pemakaman dan Pertamanan (Diskamtam), dan 3) Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Bandung. Adapun realisasi pelaksanaan program dan kegiatan, capaian kinerja serta permasalahan dan solusinya dapat diuraikan sebagai berikut:

IV-31

a. PROGRAM DAN KEGIATAN 1) Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan
Program Pengembangan Kinerja Pengelolaan Persampahan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp3.286.000.000,00 dengan realisasi sebesar Rp1.086.264.200,00 (33,06%), yang dilaksanakan melalui: a) b) c) d) Kegiatan Penyusunan Kebijakan Manajemen Pengelolaan Sampah. Kegiatan Pengembangan Teknologi Pengolahan Persampahan. Kegiatan Bimbingan Teknis Persampahan. Kegiatan Peningkatan Peran Serta Masyarakat Dalam Pengelolaan Persampahan.

Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Tersusunnya naskah akademik/raperda tentang pengurangan kantong plastik yang tidak ramah lingkungan sebanyak 1 naskah akademik dan 1 raperda. b) Terlaksananya pembangunan PLTSa. c) Terlaksananya bimbingan teknis persampahan. d) Terlaksananya Bandung Green and Clean 2011. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Tersedianya bahan kebijakan manajemen pengelolaan sampah. b) Meningkatnya kinerja pengelolaan persampahan Kota Bandung. c) Meningkatnya jumlah masyarakat yang melakukan pengelolaan sampah.

2) Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup
Program Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup mendapat alokasi anggaran sebesar Rp2.850.000.000,00 dengan realisasi sebesar Rp2.733.704.404,00 (95,92%), yang dilaksanakan melalui: a) b) c) d) e) f) Kegiatan Koordinasi Penilaian Kota Sehat/Adipura. Kegiatan Pemantauan Kualitas Lingkungan. Kegiatan Pengelolaan B3 dan Limbah B3. Kegiatan Peningkatan Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper). Kegiatan Koordinasi Pengelolaan Prokasih/Superkasih. Kegiatan Penyusunan Kebijakan Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup. g) Kegiatan Koordinasi Penyusunan Amdal. h) Kegiatan Peningkatan Peran Serta Masyarakat dalam Pengendalian Lingkungan Hidup. i) Kegiatan Penyusunan Kebijakan Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup.

IV-32

Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) b) c) d) e) f) g) h) Tersusunnya buku laporan pelaksanaan kegiatan adipura periode 2009-2010 & 2010-2011. Tersusunnya buku laporan pemantauan kualitas lingkungan sebanyak 5 stasiun udara (data 1 tahun). Terlaksananya pengendalian pencemaran limbah B3 sebanyak 40 sumber pencemar yang menghasilkan limbah B3. Terselenggaranya audit lingkungan kepada sumber pencemar di Kota Bandung sebanyak 5 perusahaan peserta proper. Terlaksananya pengendalian pencemaran air dan tanah sebanyak 40 sumber pencemar yang menghasilkan limbah cair. Tersusunnya 1 peraturan daerah tentang penyelenggaraan pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan sebanyak 1 peraturan daerah. Terlaksananya sosialisasi Perwal dokumen lingkungan hidup, sertifikasi, dan lisensi amdal terhadap 200 pelaku usaha. Tersusunnya buku laporan kegiatan, terselesaikannya kasus-kasus lingkungan hidup (LH), tertanamnya penghijauan, terlaksananya sosialisasi, dan tersedianya alat laboratorium. Tersusunnya masterplan Lingkungan Hidup Kota Bandung sebanyak 1 dokumen.

i)

Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Terciptanya lingkungan kota yang bersih dan teduh. b) Terpantaunya kualitas udara ambien kota di 5 FS dan 1 RC serta tersedianya data trend kualitas udara. c) Tersedianya data mengenai pengelolaan B3 dan limbah B3. d) Meningkatnya pengendalian pencemaran dan kerusakan LH. e) Terpantaunya kualitas air sungai dan sumber pencemar yang menghasilkan air limbah. f) Tersedianya kebijakan pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan. g) Meningkatnya pengetahuan pelaku usaha, konsultasi amdal, dan SKPD pemberi ijin. h) Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pengendalian pencemaran dan pencegahan kerusakan lingkungan. i) Meningkatnya pengelolaan dan pengendalian lingkungan hidup di Kota Bandung.

3) Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam
Program Perlindungan dan Konservasi Sumber Daya Alam mendapat alokasi anggaran sebesar Rp3.210.000.000,00 dengan realisasi sebesar Rp3.048.088.750,00 (94,96%), yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Konservasi Sumber Daya Air dan Pengendalian Kerusakan SumberSumber Air. b) Kegiatan Pengendalian Dampak Perubahan Iklim. c) Kegiatan Peningkatan Konservasi Daerah Tangkapan Air dan Sumber-Sumber Air d) Kegiatan Pengendalian dan Pengawasan Pemanfaatan SDA.

IV-33

Kegiatan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati dan Ekosistem. Kegiatan Peningkatan Peran Serta Masyarakat Dalam Perlindungan dan Konservasi SDA. g) Kegiatan Penanaman Massal Dalam Rangka Program Green School dan Green Province (Banprov). Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: Terlaksananya: (1) pembuatan 1 sumur resapan, (2) pembuatan alat biopori dan sistem jaringan sumur pantau, dan (3) tersusunnya perda pengelolaan air tanah. b) (1) Tersusunnya buku laporan kegiatan, (2) terlaksananya penghijauan serta pengendalian kualitas lingkungan, (3) tersedianya 525 bibit pohon, dan (4) terselenggaranya iklan layanan masyarakat. c) Tersusunnya buku laporan kegiatan. d) Tersusunnya data pengguna air bawah tanah. e) Tersusunnya data keanekaragaman hayati di Kota Bandung. f) Tersedianya AMR telemetri sebanyak 50 unit serta sever hardware dan aplikasi pendukung AMR. g) Terlaksananya penanaman massal dalam rangka green school dan green province dan tersusunnya laporan kegiatan sebanyak 1 buku laporan. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) b) c) d) e) Tersedianya data perubahan air tanah dalam di Kota Bandung. Meningkatnya pemulihan sumber daya alam terhadap degradasi lingkungan. Meningkatnya kualitas lingkungan hidup. Tersedianya data pengguna air bawah tanah di Kota Bandung. Tersedianya data keanekaragaman hayati di Kota Bandung dan meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai manfaat keanekaragaman hayati. f) Terpantaunya volume air tanah secara otomatis. g) Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pelestarian lingkungan hidup. a)

e) f)

4) Program Peningkatan Kualitas dan Akses Informasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup
Program Peningkatan Kualitas dan Akses Informasi Sumber Daya Alam dan Lingkungan Hidup mendapat alokasi anggaran sebesar Rp458.000.000,00 dengan realisasi sebesar Rp375.984.000,00 (82,09%), yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Peningkatan Edukasi dan Komunikasi Masyarakat Lingkungan. b) Kegiatan Pengembangan Data dan Informasi Lingkungan. c) Kegiatan Peningkatan Kapasitas Sekolah Berbudaya Lingkungan. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terlaksananya edukasi dan komunikasi masyarakat di bidang lingkungan hidup sebanyak 100 orang tokoh masyarakat dan 3 event kegiatan. b) Tersusunnya buku laporan SLHD Kota Bandung. c) Pelaksanaan pembuatan portofolio sekolah berbudaya lingkungan. di Bidang

IV-34

Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Meningkatnya pengetahuan masyarakat dan kualitas akses informasi. b) Tersedianya sistem informasi dan database lingkungan yang akurat dan mudah diakses. c) Meningkatnya jumlah sekolah berbudaya lingkungan.

5) Program Peningkatan Pengendalian Polusi
Program Peningkatan Pengendalian Polusi mendapat alokasi anggaran sebesar Rp150.000.000,00 dengan realisasi sebesar Rp144.805.000,00 (96,54%), yang dilaksanakan melalui Kegiatan Pengujian Emisi Kendaraan Bermotor. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah terlaksananya pengujian kualitas emisi gas buang kendaraan bermotor yang beroperasi di Kota Bandung sebanyak 2.000 kendaraan. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah meningkatnya kualitas emisi gas buang kendaraan.

6) Program Pembinaan dan Pengembangan Bidang Energi
Program Pembinaan dan Pengembangan Bidang Energi mendapat alokasi anggaran sebesar Rp525.780.000,00 dengan realisasi sebesar Rp523.960.000,00 (99,65%), yang dilaksanakan melalui kegiatan: a) Kegiatan Inventarisasi dan Identifikasi Data Pengelolaan Energi. b) Kegiatan Kajian Energi Listrik Non PLN di Kota Bandung. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Tersusunnya naskah akademis dan draft raperda pengelolaan energi. b) Tersusunnya kajian energi listrik pembangkit listrik tenaga diesel (genset) di Kota Bandung. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Tersedianya bahan kebijakan tentang pengelolaan energi. b) Tersedianya bahan bagi perumusan kebijakan mengenai energi listrik tenaga diesel di Kota Bandung.

7) Program Pengelolaan Bidang Air Tanah
Program Pengelolaan Bidang Air Tanah mendapat alokasi anggaran sebesar Rp236.000.000,00 dengan realisasi sebesar Rp228.470.500,00 (96,81%), yang dilaksanakan melalui Kegiatan Penatagunaan Dengan Zonasi Air Tanah.

IV-35

Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah tersusunnya buku laporan dan aplikasi peta zonasi air tanah. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah tersedianya informasi tentang kondisi ketersediaan air tanah di berbagai wilayah Kota Bandung.

8) Program Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH)
Program Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) mendapat alokasi anggaran sebesar Rp12.670.423.500,00 dengan realisasi sebesar Rp10.317.909.340,00 (81,43%), yang dilaksanakan melalui: a) b) c) d) e) f) g) h) i) Kegiatan Sosialisasi Kebijakan, Norma, Standar, Prosedur dan Pengelolaan RTH. Kegiatan Penyusunan dan Analisis Data/Informasi Pengelolaan RTH. Kegiatan Penataan RTH. Kegiatan Pemeliharaan RTH. Kegiatan Pengembangan Taman Rekreasi. Kegiatan Pengawasan dan Pengendalian RTH. Kegiatan Monitoring dan Evaluasi. Kegiatan Penataan Dekorasi Kota. Kegiatan Penertiban Reklame Ilegal. Manual

Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terlaksananya sosialisasi pengelolaan RTH sebanyak 7 kali. b) Terlaksananya pelatihan SDM dan tersusunnya kajian akademis Raperda pengelolaan RTH sebanyak 1 dokumen. c) Terlaksananya penataan RTH sebanyak 38 lokasi. d) Terlaksananya pemeliharaan RTH sebanyak 18 lokasi. e) Terlaksananya peningkatan kualitas taman sebanyak 1 lokasi (Taman Tegallega). f) Terlaksananya pemeliharaan RTH di 30 kecamatan. g) Terlaksananya pelaksanaan monitoring dan evaluasi program pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebanyak 6 kegiatan. h) Terlaksananya penataan dekorasi kota di 30 kecamatan. i) Terlaksananya penertiban reklame ilegal. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Meningkatnya pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan RTH di Kota Bandung. b) Tersedianya pedoman dalam penataan dan pengelolaan RTH di Kota Bandung. c) Meningkatnya kualitas RTH. d) Meningkatnya kualitas taman rekreasi. e) Meningkatnya pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH). f) Meningkatnya keindahan dan estetika kota.

IV-36

b. CAPAIAN KINERJA
1) Indikator Meningkatnya Kualitas Air Sungai dan Anak Sungai Melalui Pengendalian Limbah Cair dari Sumber Pencemar yang Memenuhi Baku Mutu, dari target sebesar 8% dapat terealisasi sebesar 8,4%. Perusahaan yang memenuhi baku mutu sebanyak 31 dari 250 sumber pencemar, sehingga melalui Gambar IV.3 pengendalian ini telah meningkatkan TUNZA International Children & kualitas air sungai dan anak sungai Youth Confrence on The Environment 2011 di Babakan Siliwangi yang mengalir di Kota Bandung. Faktor pendorong keberhasilan pencapaian target adalah kesadaran pelaku usaha yang semakin meningkat serta dilakukannya pengawasan dan pengendalian intensif oleh BPLH, antara lain melalui pemeriksaan langsung ke perusahaan secara terjadwal maupun inspeksi mendadak (sidak). 2) Indikator Jumlah Kendaraan yang Memenuhi Baku Mutu, dari target sebanyak 3.998 kendaraan dapat terealisasi sebanyak 26.916 kendaraan. Uji emisi yg dilakukan oleh BPLH sebanyak 3.415 kendaraan, sedangkan uji emisi yang dilakukan oleh Dinas Perhubungan sebanyak 23.501 kendaraan yang terdiri atas mobil bukan umum/plat hitam dan dinas/plat merah baik di bengkel maupun di spot check. Faktor pendorong keberhasilan pencapaian target adalah sudah mulai dilakukannya uji emisi yang bekerja sama dengan bengkel yang mempunyai sertifikasi melakukan uji emisi dari Asbekindo. 3) Indikator Tersusunnya Master Plan Penyediaan Air Baku untuk Sistem Penyediaan Air Minum Kota Bandung, dari target sebesar 100% dapat terealisasi sesuai target. Tersedianya masterplan penyediaan air baku ini akan digunakan sebagai acuan dalam pengembangan penyediaan air baku dan akan lebih mendorong peningkatan ketersediaan kuantitas air minum di Kota Bandung. 4) Indikator Tersedianya Air Baku, dari target sebesar 3.500 liter/detik dapat terealisasi sebesar 2.937 liter/detik. Belum terpenuhinya target disebabkan terbatasnya sumber air baku. Terkait dengan hal tersebut, upaya yang akan dilakukan adalah penambahan debit dari mata air di Kawasan Bandung Utara dan air permukaan di Kawasan Bandung Selatan (Program SPAM Regional Bandung Selatan sebanyak 700 liter/detik) dan optimalisasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) serta sumur bor. 5) Indikator Peningkatan Ketersediaan Kuantitas dan Kualitas Air (Air Permukaan, Air Tanah Dangkal, dan Air Tanah Dalam) yang Berkelanjutan, dari target kumulatif sebanyak 26.300 sumur resapan (target tahun 2011 sebanyak 1.800 sumur resapan), secara kumulatif dapat terealisasi sebanyak 38.158 sumur resapan (realisasi tahun 2011 sebanyak 6.892 sumur resapan).

IV-37

Nilai realisasi tersebut merupakan jumlah pembuatan sumur resapan dengan partisipasi dari masyarakat/kecamatan dan BPLH. 6) Indikator Peningkatan Tanaman Produktif Dalam Rangka Penurunan Luasan Lahan Kritis, dari target sebanyak 18.000 pohon dapat terealisasi sebanyak 111.507 pohon, terdiri atas 74.637 pohon produktif dan 36.870 pohon pelindung. Nilai realisasi tersebut merupakan jumlah pohon dari pendataan BPLH, Diskamtam, Distan dan KP, serta partisipasi masyarakat, dengan rincian sebagai berikut:
Tabel IV.1 Rincian Realisasi Penanaman Pohon

NO 1

URAIAN POHON PELINDUNG APBD Diskamtam BPLH Partisipasi Masyarakat Diskamtam BPLH POHON PRODUKTIF APBD Dispertapa Diskamtam BPLH Partisipasi Masyarakat Dispertapa Diskamtam BPLH TOTAL

2

REALISASI PENANAMAN POHON 36.870 20.269 17.743 2.526 16.601 16.576 25 74.637 42.715 37.948 2.212 2.555 31.922 22.200 7.222 2.500 111.507

Sumber: Dispertapa, Diskamtam, BPLH, 2012

7) Indikator Terpenuhinya Kebutuhan Sarana Prasarana untuk Pemeliharaan RTH, dari target sebanyak 14 lokasi pemeliharaan tanaman dapat terealisasi sebanyak 4 lokasi pemeliharaan tanaman. Kebutuhan sarana dan prasarana untuk pemeliharaan RTH seluruhnya disimpan di kebun bibit. Sejak tahun 2008, jumlah eksisting kebun bibit yang dimiliki oleh Pemerintah Kota Bandung adalah sebanyak 4 lokasi yaitu 3 lokasi yang dikelola oleh Dinas Pemakaman dan Pertamanan (Kebun Bibit Cibeunying, Pasirluyu 1 dan 2) dan 1 kebun bibit dikelola oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Kebun Bibit Pasirluyu). Dalam Peraturan Daerah Nomor 8 Tahun 2011 tentang Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2009 tentang RPJMD Kota Bandung Tahun 2009-2013, telah dilakukan revisi terhadap eksisting jumlah kebun bibit pada tahun 2008 sebanyak 4 lokasi dan target sampai tahun 2013 pun sebanyak 4 lokasi. 8) Indikator Terwujudnya Kualitas dan Kuantitas RTH di Kota Bandung, dari target sebanyak 64 lokasi RTH (tertata) dan 200 lokasi RTH (terpelihara) dapat terealisasi sebanyak 77 lokasi RTH (tertata) dan 243 lokasi RTH (terpelihara). 9) Indikator Terwujudnya Pengelolaan Sampah Perkotaan dengan Pola 3R, dari target sebesar 12% dapat terealisasi sebesar 12%, terdiri atas pengurangan

IV-38

sampah melalui kegiatan 3R baik di sumber maupun di TPS yang dilaksanakan oleh masyarakat dan sektor informal serta yang dilaksanakan oleh PD. Kebersihan di 5 lokasi TPS 3R mencapai 7%, sedangkan pengurangan sampah melalui kegiatan daur ulang dan pengomposan di sumber baik oleh sektor informal maupun di tingkat masyarakat/RW/RT mencapai 5%. Faktor pendukung keberhasilan pencapaian target adalah adanya pelaksanaan sosialisasi di berbagai media, kegiatan BGC (Bandung Green and Clean), serta penyebaran pemberian sarana komposter dan tong sampah terpilah. Namun demikian, masih terdapat sejumlah kendala yang menjadi tantangan yaitu antara lain terbatasnya sarana dan prasarana untuk kegiatan 3R, serta kurangnya kesadaran masyarakat dalam pelaksanaan pemilahan sampah dan pelaksanaan kegiatan 3R sehingga perlu sosialisasi yang terus menerus baik lingkup kota maupun per wilayah. Upaya yang dilakukan adalah meningkatkan jumlah lokasi TPS 3R, pengadaan sarana untuk mendukung kegiatan 3R dipenuhi secara bertahap, pelaksanaan sosialisasi di berbagai media melalui kerjasama dengan media elektronik maupun media cetak, penyebaran leaflet/brosur, spanduk, pemasangan tong sampah di jalan utama secara bertahap, serta pemberian komposter dan tempat sampah terpilah kepada masyarakat secara simultan. 10) Indikator Pengelolaan Sampah Melalui Pengangkutan ke TPA Regional, dari target sebesar 51% terealisasi sebesar 61%. Pengangkutan sampah ke TPA saat ini rata-rata mencapai 1.100 ton/hari. Beberapa kendala yang dihadapi antara lain masih kurangnya sarana angkutan, serta jauhnya jarak dari TPS ke TPA yang dapat memakan waktu sampai 4 jam dalam 1 ritasi. Terkait dengan hal tersebut, upaya yang dilakukan adalah melakukan sewa kendaraan pengangkut sampah. 11) Indikator Terwujudnya Pengelolaan Sampah Berbasis Teknologi yang Ramah Lingkungan dan Ekonomis, dari target sebesar 10%, pada tahun 2011 belum dapat terealisasi. Belum terpenuhinya target disebabkan belum terbangunnya tempat pengolahan sampah berbasis teknologi ramah lingkungan dan ekonomis. Tahapan prosedural sesuai aturan telah ditempuh dan kemajuan sampai dengan tahun 2011 masih dalam proses rencana menuju pelelangan. Proses pelelangan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah Berbasis Teknologi yang Ramah Lingkungan belum dapat dilaksanakan pada tahun 2011 dikarenakan Perda Nomor 9 Tahun 2011 tentang Pengelolaan Sampah dan Perda Nomor 18 Tahun 2011 tentang RTRW Kota Bandung Tahun 2011-2031 yang akan digunakan sebagai payung hukum terhadap pembangunan ini baru ditetapkan pada akhir tahun 2011. Terkait dengan hal tersebut, upaya yang telah dilakukan adalah melakukan konsultasi ke BPKP Provinsi Jawa Barat dan Bappenas untuk memperlancar proses dalam pelelangan yang direncanakan akan dilaksanakan pada tahun 2012. Lahan yang tersedia berlokasi di Kelurahan Rancanumpang, Kecamatan Gedebage seluas 13 ha dari yang direncanakan seluas 20 ha. Kebutuhan lahan untuk bangunan seluas 5 ha, sisanya akan digunakan ruang terbuka hijau yang berfungsi sebagai green belt. 12) Indikator Terbangunnya Sarana Prasarana Pengelolaan 3R Skala Kota yang Didukung Penataan TPS dan Sarana Persampahan RW yang Terintegrasi Mulai dari Sumber sampai TPA dan Sinergi dengan Arah Pembangunan Kota Bandung serta Metropolitan Bandung, dari target sebesar 30% dapat terealisasi sebesar 33%. Penataan TPS 3R dilaksanakan secara bertahap. Saat ini telah dilaksanakan peningkatan fungsi TPS menjadi TPS 3R di 5 lokasi dari target

IV-39

15 lokasi. Ke endala yang dihadapi ada alah tidak sem mua lokasi TPS yang ada dapat di tingkatkan fungsinya menjadi m TPS 3R berkenaan dengan kepemilikan da an luas adai, serta sulitnya s men ncari lahan u untuk TPS. Terkait T lahan yang tidak mema paya yang dilakukan ada alah mewajib bkan pengem mbang dengan hal tersebut, up yediakan loka asi TPS dan fasilitas f pemilahan (sesuai amanat Un ndanguntuk meny Undang Nomor 18 Tahun 2008 ten ntang Penge elolaan Samp pah dan Pera aturan ahun 2011), , serta melaksanakan sosialisasi kepada k Daerah Nomor 09 Ta han sampah di d sumbernya a. masyarakat untuk melakukan pemilah 13) Indikator Merencanaka M an dan Me erevitalisasi TPA yang Tidak Berf fungsi Menjadi Ruang Publik dan d Sosial, dari d target sebesar 75,00% % dapat tere ealisasi et. Hal ini telah dilaksana akan di eks TPA Pasir Im mpun dan ek ks TPA sesuai targe Cicabe. Pros ses perencanaan dan pen nataan telah dan sedang dilaksanakan n oleh Dinas Pemak kaman dan Pertamanan. 14) Indikator Pengembang P gan Sistem Pengelolaan n Sanitasi A Air Limbah Kota Bandung, dari d target sebesar s 44% % dapat tere ealisasi sebes sar 60,8%. Faktor pendorong keberhasilan n pencapaian n target ada alah dilaksan nakannya Pro ogram arakat Berpen nghasilan Ren ndah) bantuan Aus-Aid. MBR (Masya 15) Indikator Pe ersentase Ma asyarakat Ko ota Bandung g Mendapatk kan Pelayana an Air Bersih Sistem Perpipaan n, dari target t sebesar 71% % penduduk k dilayani air bersih lisasi sebesar r 72%. Pada a tahun 2011 1 terjadi pen ningkatan cakupan dapat tereal pelayanan air a bersih kep pada pendud duk sebesar 5% jika diba andingkan dengan capaian tahu un 2010 yang g sebesar 67%. Keberhas silan pencapa aian target ini tidak terlepas dar ri adanya pe enertiban eks s pelanggan sebanyak 10 0.203 Sambungan Langganan (SL) dan sambungan s ak 110 SL sehingga PDAM liar sebanya ng dapat menambah pela anggan baik d dari eks pelan nggan Tirtawening Kota Bandun n baru sebag gai hasil peny yelamatan air yang digunakan maupun dari pelanggan anyak 433.95 57 m3 (13,95 5 liter/detik) dalam oleh eks pelanggan (10.203 SL) seba ambahan cak kupan per tahun t diprog gramkan 10.000 SL, seh hingga upaya pena jumlah pelan nggan pada Bulan B Desember 2011 seb banyak 153.9 936 SL.
Grafik k IV.8 Realisa asi dan Target t Jumlah Kend daraan yang Memenuhi Baku u Mutu Tahun n 20102011
60.000 0 50.000 0 Jumlah Kendaraan
Realisasi melebihi Target Realisasi melebihi Target

Grafik IV.9 9 Realisasi dan Target Penge embangan Sist tem Pe engelolaan Sa anitasi Air Lim bah Kota Ban ndung T Tahun 2010-2 2011
70% 65% 60% ( ) Persentase (%) 55% 50% 45%
Realisasi hi melebih Target Realisasi melebihi Target

53. .936

Target Realisasi

Target

Realisas si

40.000 0 30.000 0 20.000 0 10.000 0 0

60%

0,8% 60

26.916

3.898

3.99 8

40% 35%

4 42%

44%

Tahun 2010 2

Tahu un 2011

Tahun 2010

Tahun 2011

IV-4 40

Grafik IV.10 Realisasi da an Target Pers sentase Masya arakat Kota Bandung Mend dapatkan Pelayanan Air Be ersih Sistem Perpipaan Tahun 2010-2011 1
75% 74% 73%

Target

Realisa asi
Re ealisasi melebihi Ta arget

Persentase (%)

72% 71% 70% 69% 68% 67% 66% 65%

2% 72 71% 69%
Realisasi belum b memenuhi i Target

67% Tahu n 2010 Tahun 201 11

c. PERMASALA AHAN DAN N SOLUSI 1) Pe ermasalahan
a) b) c) d) e) f) Kota Bandun ng tidak mem miliki TPA yan ng representa atif. Kurangnya sarana s penga angkutan. Sulitnya men ndapatkan lahan TPS. Munculnya TPS-TPS T ilega al. Kurangnya kesadaran k ma asyarakat dalam penanganan sampah. Terbatasnya sumber air baku. b

2) Solusi
a) Melakukan penguranga an sampah di TPS melalui m keg giatan pemilahan, ganik dan pe engomposan, , menambah jumlah loka asi TPS pencacahan sampah org ngun lokasi eks e TPA Cieun nteung menja adi tempat p pengomposan n skala 3R, memban kota, serta menambah m sa arana penduk kung dan me engajukan pe ermohonan kepada k Dirjen Cipta a Karya Kem menterian Pek kerjaan Umu um untuk ba antuan pengadaan mesin press sampah. b) Menambah sarana peng gangkutan sampah s mela alui bantuan hibah dari APBD ng, APBD Pro ovinsi, dan CS SR. Kota Bandun c) Bekerjasama a dengan pe engembang pemukiman untuk meny yediakan TPS dan fasilitas 3R pada mas sing-masing lokasi pembangunan p perumahan sesuai aerah Nomor r 9 Tahun 2011. Peraturan Da d) Bekerjasama a dengan apa arat kewilayah han untuk menertibkan TPS ilegal. e) Meningkatkan sosialisas si Peraturan Daerah No omor 9 Tahun 2011 te entang epada masya arakat serta penegakan hukum Pera aturan Pengelolaan Sampah ke

IV-4 41

708.143. yang dilaksanakan melalui: a) b) c) d) e) Kegiatan Perencanaan Pembangunan Jalan. Penambahan debit dari mata air di Kawasan Bandung Utara dan air permukaan di Kawasan Bandung Selatan (Program SPAM Regional Bandung Selatan sebanyak 700 liter/detik) dan optimalisasi Instalasi Pengolahan Air (IPA) serta sumur bor.639.00 m.138.00 (91. PROGRAM DAN KEGIATAN 1) Program Pembangunan Jalan dan Jembatan Program Pembangunan Jalan dan Jembatan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp117. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: IV-42 . Kegiatan Pembangunan Jalan (Banprov).142.220. dan (3) peningkatan kondisi trotoar sepanjang 1.404. 4. e) Terlaksananya: (1) peningkatan kondisi jalan sepanjang 7. Kegiatan Pembangunan Jalan.820. Program dan kegiatan pada Urusan Pekerjaan Umum tahun 2011 dilaksanakan oleh: 1) Dinas Bina Marga dan Pengairan (DBMP).803.00 (93.00 m.25%). Evaluasi. (2) laporan kualitas bahan dan pekerjaan sebanyak 162 dokumen.00 m. c) Tersusunnya: (1) laporan kemajuan bulanan sebanyak 162 dokumen. (2) peningkatan kondisi saluran sepanjang 2.610.90 m. Kegiatan Pengembangan Infrastruktur Gedebage.858.193. URUSAN PEKERJAAAN UMUM Urusan Pekerjaan Umum pada tahun anggaran 2011 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp353. Kegiatan Monitoring.98%).807.516. dan 2) Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya (Distarcip) Kota Bandung.00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp322.21 m. capaian kinerja serta permasalahan dan solusinya dapat diuraikan sebagai berikut: a. (2) peningkatan kondisi saluran sepanjang 97.00 dengan realisasi sebesar Rp110. dan Pelaporan. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Tersusunnya acuan kerja pelaksanaan sebanyak 160 dokumen.00 m. (2) peningkatan kondisi saluran sepanjang 1. Adapun realisasi pelaksanaan program dan kegiatan. d) Terlaksananya: (1) pembangunan jalan sepanjang 923. dan (3) laporan keuangan dan kegiatan selama 12 bulan. dan (3) peningkatan kondisi trotoar sepanjang 4. b) Terlaksananya: (1) peningkatan kondisi jalan sepanjang 76.70 m.f) Daerah Nomor 3 Tahun 2005 sebagaimana telah diubah dengan Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2005 tentang K3.860.00 m.696.096.846.

072. Kegiatan Monitoring. 2) Program Pembangunan Saluran Drainase/Gorong-Gorong Program Pembangunan Saluran Drainase/Gorong-Gorong mendapat alokasi anggaran sebesar Rp18. Kegiatan Perencanaan Pembangunan Saluran Drainase/Gorong-gorong (Banprov).812. c) Tersedianya informasi bulanan kemajuan paket pekerjaan.20 m.15 m.957.35 m.06%).567.231. Tersedianya informasi bulanan kemajuan paket pekerjaan.263. yang dilaksanakan melalui: a) b) c) d) e) Kegiatan Perencanaan Pembangunan Saluran Drainase/Gorong-gorong.027. Kegiatan Rehabilitasi Saluran Drainase/Gorong-gorong. informasi kualitas bahan dan hasil pekerjaan. e) Tersusunnya gambar dan RAB Pembangunan Saluran Drainase/Gorong-gorong sebanyak 2 dokumen.895. b) Kegiatan Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan.50 m. c) Kegiatan Monitoring.079. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: IV-43 .00 (93. dan (3) peningkatan kondisi trotoar sepanjang 7. (2) peningkatan kondisi saluran sepanjang 1. d) Terlaksananya: (1) pemeliharaan kondisi saluran sepanjang 73.056.469.a) Tersedianya bahan acuan kerja pelaksanaan.00 m. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Tersusunnya acuan kerja pelaksanaan sebanyak 80 dokumen. yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Perencanaan Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan. Evaluasi. Evaluasi.430. dan Pelaporan.000. dan (2) peningkatan kondisi trotoar sepanjang 8.289. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) b) c) d) Tersedianya acuan kerja pelaksanaan.00 dengan realisasi sebesar Rp17.00 dengan realisasi sebesar Rp15. b) Meningkatnya daya dukung jalan dan fungsi saluran dan trotoar. b) Terlaksananya: (1) peningkatan kondisi saluran sepanjang 16. Meningkatnya fungsi saluran dan trotoar.600. Terpeliharanya saluran dan trotoar. dan informasi bulanan kemajuan kegiatan.159. dan Pelaporan.26%).00 (88. c) Tersusunnya laporan kemajuan bulanan sebanyak 64 dokumen. gambar. Kegiatan Pembangunan Saluran Drainase/Gorong-gorong.549. dan RAB. 3) Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan Jembatan Program Rehabilitasi/Pemeliharaan Jalan dan Jembatan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp17.

Kegiatan Rehabilitasi/Pemeliharaan Alat-Alat Berat.a) Tersusunnya acuan kerja pelaksanaan sebanyak 100 dokumen. yang dilaksanakan melalui: a) b) c) d) Kegiatan Pengadaan Alat-Alat Berat. 5) Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kebinamargaan Program Peningkatan Sarana dan Prasarana Kebinamargaan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp4.00 (92.000.00 m.00 (90.081. dan 3) peningkatan kondisi trotoar sepanjang 640.315.00 dengan realisasi sebesar Rp4. (2) peningkatan kondisi saluran sepanjang 24.000. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: terlaksananya: 1) rehabilitasi kondisi jalan sepanjang 4. Kegiatan Rehabilitasi/Pemeliharaan Gedung Workshop.41%). Terlaksananya pemeliharaan kondisi alat berat sebanyak 16 unit. 2) peningkatan kondisi saluran sepanjang 1.00 m.050. IV-44 . dan (3) laporan keuangan dan kegiatan selama 12 bulan.00 dengan realisasi sebesar Rp3. informasi kualitas bahan dan hasil pekerjaan. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) b) c) d) Tersedianya alat-alat berat sebanyak 10 unit. b) Terpeliharanya kondisi jalan.288.744. Kegiatan Pengadaan Alat-Alat Ukur dan Bahan Laboratorium Kebinamargaan.54%).989.000. dan informasi bulanan kemajuan kegiatan.00 m. daya dukung saluran dan trotoar.00 m.622.000. c) Tersusunnya: (1) laporan kemajuan bulanan sebanyak 81 dokumen. 4) Program Tanggap Darurat Jalan dan Jembatan Program Tanggap Darurat Jalan dan Jembatan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp4. dan (3) peningkatan kondisi trotoar sepanjang 32. yang dilaksanakan melalui Kegiatan Rehabilitasi Jalan Dalam Kondisi Tanggap Darurat. c) Tersedianya informasi bulanan kemajuan paket pekerjaan. (2) laporan kualitas bahan dan pekerjaan sebanyak 81 dokumen. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Tersedianya acuan kerja pelaksanaan. b) Terlaksananya: (1) pemeliharaan kondisi jalan sepanjang 301.09 m.193.600. Terlaksananya pemeliharaan kondisi bagian gedung sebanyak 4 unit.480.000. Tersedianya alat-alat laboratorium sebanyak 1 unit.35 m.918.701. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah meningkatnya daya dukung jalan serta fungsi saluran dan trotoar. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Meningkatnya kualitas dan kuantitas prasarana kebinamargaan.

Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) b) c) d) e) Terlaksananya acuan kerja pelaksanaan sebanyak 40 dokumen. dan Jaringan Pengairan Lainnya mendapat alokasi anggaran sebesar Rp9. d) Meningkatnya kualitas prasarana kebinamargaan. dan Sumber Daya Air Lainnya Program Pengembangan.500. Pengelolaan.471. dan Sumber Daya Air Gambar IV.4 Kegiatan Pengerukan Sungai IV-45 . Meningkatnya hasil pertanian.077. Danau. 6) Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi. Kegiatan Rehabilitasi/Pemeliharaan Jaringan Irigasi.b) Meningkatnya kuantitas alat lab. b) Kegiatan Peningkatan Partisipasi Masyarakat Dalam Pengelolaan Sungai.382. c) Meningkatnya kenyamanan dan keamanan kerja.086. Pengelolaan. Terlaksananya pemeliharaan kondisi jaringan sungai sepanjang 1. Evaluasi. Meningkatnya fungsi jaringan sungai. Danau.979. dan Sumber Daya Air Lainnya mendapat alokasi anggaran sebesar Rp2. Danau.10 m. 7) Program Pengembangan.414.066. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) b) c) d) e) Tersedianya acuan kerja pelaksanaan. dan Pelaporan. Terlaksananya operasional pompa air irigasi sebanyak 15 unit. yang dilaksanakan melalui: a) b) c) d) e) Kegiatan Perencanaan Normalisasi Saluran Sungai.67%). dan Konservasi Sungai.64%).130. yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Rehabilitasi Kawasan Kritis Daerah Tangkapan Sungai dan Danau. Kegiatan Monitoring. Rawa. Terlaksananya normalisasi saluran sungai sepanjang 1.011.658. Kegiatan Pemberdayaan Petani Pemakai Air. Meningkatnya fungsi saluran sungai dan keamanan bantaran. Kegiatan Pelaksanaan Normalisasi Saluran Sungai. Rawa.553 m.00 dengan realisasi sebesar Rp2. dan Jaringan Pengairan Lainnya Program Pengembangan dan Pengelolaan Jaringan Irigasi.605. Tersedianya informasi bulanan kemajuan paket pekerjaan.00 (89. Tersusunnya laporan kemajuan bulan sebanyak 100 dokumen. dan Konservasi Sungai.943 (89.00 dengan realisasi sebesar Rp8.

Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) b) c) d) e) f) Terwujudnya pengembalian fungsi tanggul sungai dan keamanan bantaran. Terlaksananya pembersihan sungai sepanjang 50. b) Terlaksananya partisipasi masyarakat dalam pembersihan sungai sepanjang 5.8 m. Kegiatan Rehabilitasi dan Pemeliharaan Bantaran dan Tanggul Sungai (Banprov). Meningkatnya kondisi sungai dan keamanan bantaran. Tersusunnya acuan kerja pelaksanaan sebanyak 100 dokumen. yang dilaksanakan melalui: a) b) c) d) e) f) Kegiatan Rehabilitasi dan Pemeliharaan Bantaran dan Tanggul Sungai.957. Tersusunnya laporan kemajuan bulanan sebanyak 100 dokumen. Tersedianya acuan kerja pelaksanaan. Kegiatan Tanggap Darurat Jaringan Irigasi dan Sungai. dan Pelaporan. Terlaksananya rehabilitasi sungai sepanjang 790. Evaluasi. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terlaksananya pemeliharaan tanggul sungai sepanjang 250 m.634.Lainnya.34%). d) Tersusunnya acuan kerja pelaksanaan sebanyak 5 dokumen. d) Kegiatan Perencanaan Pengembangan dan Pengelolaan SDA. Terwujudnya kebersihan sungai. Terlaksananya pemeliharaan lereng sungai sepanjang 4.00 (77. 8) Program Pengendalian Banjir Program Pengendalian Banjir mendapat alokasi anggaran sebesar Rp18. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) b) c) d) Meningkatnya fungsi tanggul sungai dalam rangka antisipasi bencana banjir. IV-46 . Tersedianya informasi kemajuan bulanan pelaksanaan paket pekerjaan. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) b) c) d) e) f) Terlaksananya pemeliharaan tanggul sungai sepanjang 3. dan Pelaporan.826. Tersedianya informasi kemajuan pelaksanaan bulanan paket pekerjaan. c) Kegiatan Monitoring.000 m. Terpeliharanya kondisi mantap lereng sungai.17 m. c) Tersusunnya laporan kemajuan bulanan sebanyak 85 dokumen. Kegiatan Peningkatan Pembersihan dan Pengerukan Sungai/Kali.469.15 m.00 dengan realisasi sebesar Rp14. Tersedianya acuan kerja pelaksanaan. Kegiatan Perencanaan Pengendalian Banjir.400. Kegiatan Monitoring. Meningkatnya kebersihan saluran sungai dalam rangka antisipasi bencana banjir.267.900 m. Evaluasi.286.473.

c) Tersedianya data dan gambar bangunan milik/aset Pemkot sebanyak 100 bangunan. b) Terlaksananya penertiban bangunan yang melanggar ketentuan di 6 wilayah Kota Bandung. Kegiatan Pembangunan Stadion Utama Sepakbola Gedebage (Luncuran). Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) b) c) d) Tersusunnya acuan kerja pelaksanaan sebanyak 180 dokumen.617.00 (91.346 titik.076.707.54%). yang dilaksanakan melalui: a) b) c) d) e) f) g) h) i) Kegiatan Pengawasan Bangunan. Kegiatan Pendataan Bangunan. Terlaksananya pemeliharaan PJU sebanyak 2. Kegiatan Penyusunan Detail Engineering Design (DED).211.805.770. Kegiatan Pembangunan Stadion Utama Sepakbola Gedebage.140.00 dengan realisasi sebesar Rp10.45%).00 dengan realisasi sebesar Rp137. Kegiatan Pendataan dan Penggambaran Bangunan Pemkot.00 (86. 10) Program Peningkatan Kualitas dan Penertiban Bangunan serta Pembangunan Bangunan Program Peningkatan Kualitas dan Penertiban Bangunan serta Pembangunan Bangunan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp150. Kegiatan Pembangunan Stadion Utama Sepakbola Gedebage (Banprov 2011). IV-47 . yang dilaksanakan melalui: a) b) c) d) Kegiatan Perencanaan Penerangan Jalan Umum. Tersusunnya laporan kemajuan bulanan sebanyak 87 dokumen.300. Kegiatan Penertiban Bangunan. Meningkatnya fungsi penerangan jalan umum. Kegiatan Pembangunan Penerangan Jalan Umum. Evaluasi. dan Pelaporan.186. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terlaksananya kegiatan pengawasan bangunan di 6 wilayah Kota Bandung.908. Kegiatan Sosialisasi Peraturan tentang Bangunan.637. Kegiatan Pemeliharaan Penerangan Jalan Umum. Bertambahnya penerangan jalan.702. Tersedianya informasi bulanan kemajuan paket pekerjaan. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) b) c) d) Tersedianya acuan kerja pelaksanaan. Kegiatan Monitoring.9) Program Penerangan Jalan Umum Program Penerangan Jalan Umum mendapat alokasi anggaran sebesar Rp11. Terlaksananya pembangunan PJU sebanyak 376 titik.

pembangunan sarana pendidikan.000 Reklame Terdata).981 izin penyelenggaraan reklame).90 m dari kegiatan yang bersumber dari Bantuan Provinsi. a) b) c) d) b. CAPAIAN KINERJA 1) Indikator Mewujudkan Kawasan Pusat Primer Gedebage.68%.000 m). Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: Meningkatnya pengawasan pembangunan di Kota Bandung. 2) Indikator Mewujudkan Penataan Penyelenggaraan Reklame melalui Perijinan (6. secara kumulatif dapat terealisasi sebesar 178.46% untuk APBD Kota Bandung dan 20. 3) Indikator Peningkatan Pelayanan Jalan.865.5%. g) Meningkatnya prestasi olahraga di Jawa Barat pada umumnya dan Kota Bandung pada khususnya untuk cabang olahraga dan atletik.00% dapat terealisasi sebesar 99.11 m pada tahun 2011 meliputi 76. f) Tersusunnya DED Kawasan Sentra Industri Cigondewah sebanyak 1 dokumen dan DED Sistem Pelayanan Air Minum Wilayah Gedebage sebanyak 1 dokumen.235. Tersebarnya informasi tentang Perda Bangunan Gedung dan meningkatnya pemahaman stakeholder tentang Perda Bangunan Gedung. secara kumulatif dapat terealisasi sebesar 12. Belum IV-48 .833 km (realisasi tahun 2011 sepanjang 923 m). Meningkatnya ketertiban bangunan dan bangun-bangunan di Kota Bandung. dari target kumulatif sebesar 18%. f) Tersedianya acuan teknis pembangunan Kawasan Sentra Industri Cigondewah dan Sistem Pelayanan Air Minum Wilayah Gedebage. pembangunan kawasan jasa dan perumahan.77% untuk Bantuan Provinsi. e) Tersusunnya data bangunan di WP Ujungberung dan WP Cibeunying sebanyak 1 dokumen. secara kumulatif dapat terealisasi sepanjang 5. Dalam rangka meningkatkan umur rencana jalan maka telah dilaksanakan pembangunan jalan dari perkerasan hotmix ke perkerasan beton.235. (5. e) Terdatanya data bangunan di Kota Bandung mencakup 25% wilayah Kota Bandung. dari target kumulatif sepanjang 12 km (target tahun 2011 sepanjang 4 km). Capaian peningkatan pelayanan jalan sebesar 83.138.21 m dari kegiatan yang bersumber dari APBD dan 7.11 m (realisasi tahun 2011 sebesar 83. g) Terbangunnya Stadion Utama Sepakbola Gedebage yang representatif dan memenuhi standar internasional mencakup 31. Tersedianya data dan gambar bangunan milik/aset Pemkot. 4) Indikator Pembangunan Jalan Baru (dari APBD Kota).11 m).096.d) Terlaksananya sosialisasi tentang perda bangunan gedung di 6 wilayah Kota Bandung. dan pembangunan jalan pendamping sejajar tol dari daerah Derwati sampai KM 151 (sudah dilakukan rincikan untuk pembebasan lahan dan bangunan). Kontribusi pada tahun 2011 yaitu melalui kemajuan/progress pembangunan Stadion Utama Sepakbola (SUS) Gedebage.712 m (target tahun 2011 sebesar 45. dari target sebesar 50. dari target kumulatif sebesar 132.

sehingga proses verifikasi dan penyerahan fasos/fasum belum dapat dilaksanakan. secara kumulatif dapat terealisasi sepanjang 68.500 m (target tahun 2011 sepanjang 1. namun karena terkendala pembebasan lahan penanganan tersebut belum bisa dilakukan.564 m. dari target kumulatif sepanjang 6.767 titik (realisasi tahun 2011 sebanyak 376 titik). 9) Indikator Berkurangnya Lokasi Banjir di Kota Bandung.370. Keberhasilan pencapaian target tidak terlepas dari dukungan ketersediaan dana yang memadai. dapat terealisasi sebanyak 18. dari target kumulatif sebesar 60% atau sepanjang 4. yang dilaksanakan melalui pasangan Tembok Penahan Tanah (TPT) baru dan peninggian pasangan TPT). IV-49 .817 m (target tahun 2011 sepanjang 7. 6) Indikator Terbangunnya PJU Baru.346 titik melalui paket kontraktual dan 3. dari target kumulatif sepanjang 19. Namun demikian.000 titik (target tahun 2011 sebanyak 250 titik). Terkait dengan hal tersebut. Terkait dengan hal tersebut. Faktor penghambat pencapaian target kumulatif karena belum tercapainya target tahunan pada tahun 2010. target tahun 2011 sebanyak 2.822 m (realisasi tahun 2011 sepanjang 57. upaya yang dilakukan adalah menambah rencana jumlah pembangunan PJU pada tahun 2012.500 titik dan dapat terealisasi sebanyak 5. dari target penanganan 9 lokasi banjir. secara kumulatif dapat terealisasi sepanjang 548. Belum terpenuhinya target disebabkan Perda Tim Verifikasi Penyerahan Fasos/Fasum pada tahun 2011 belum ditetapkan. upaya yang akan dilakukan pada tahun 2012 adalah melaksanakan pembebasan lahan untuk mewujudkan rencana pembangunan sudetan. dari target kumulatif sepanjang 310.000 m).084 km). 5) Indikator Pembangunan Jalan Baru (dari Non APBD Kota. namun belum tuntas menghilangkan lokasi banjir.2 m (realisasi tahun 2011 sepanjang 24. 8) Indikator Terpeliharanya Keamanan Lingkungan Sungai. 10) Indikator Terwujudnya Kelancaran Pengaliran Air Saluran Jalan.terpenuhinya target disebabkan dukungan anggaran tahun 2011 hanya mencukupi untuk pembangunan jalan baru sepanjang 923 m.000 m (target tahun 2011 sepanjang 105.339 titik melalui swakelola.252 km (target tahun 2011 sepanjang 2.500 m). belum dapat terealisasi. dari target kumulatif sebanyak 19. upaya pengurangan volume genangan air sudah dilakukan. 7) Indikator Perbaikan PJU.2 m). 11) Indikator Terpeliharanya Kelancaran Pengaliran Air Sungai. Penanganan beberapa titik lokasi banjir seharusnya dilakukan dengan cara pembangunan sudetan.926.715 titik. sehingga lama genangan dan tinggi genangan berkurang.064 m (realisasi tahun 2011 sepanjang 10. pada tahun 2011 dilaksanakan penanganan pada 12 lokasi banjir. Keberhasilan pencapaian target tidak terlepas dari dukungan ketersediaan dana yang memadai. yang dilaksanakan melalui pengerukan sedimen. termasuk dari dana Bantuan Provinsi).667 m. yang terdiri atas 2. Keberhasilan pencapaian target tidak terlepas dari dukungan ketersediaan waktu dan dana yang memadai. secara kumulatif dapat terealisasi sebesar 440. Fasos dan Fasum).85% atau sepanjang 33. sehingga secara kumulatif menjadi beban pencapaian tahun berikutnya.000 m).

Faktor penghambat penca apaian target adalah pada tahun n 2011 dana dialokasikan untuk pemb bangunan TPT T yang biayanya leb bih tinggi da ari pemasang gan bronjong.11 Realis sasi dan Targe et Perbaikan PJU P Tahun 201 10-2011 9.000 3.700 m) ).119. m Peningkatan pelayana an trotoar dilaksanakan b bersamaan dengan jalan. jumlah ke ejadian bencana alam yang terjadi di Kota Ba andung pada a tahun 2011 jauh lebih rendah apabila dibandingkan dengan tahun 2010.1 m (realisasi ( tahu un 2011 sepa anjang 547. 2 14) Indikator Te erwujudnya Peningkatan n Pelayanan Trotoar. serta tanggap darurat jalan dan jembatan.605.256 m (realisasi ta ahun 2011 se epanjang 4. dari target kum mulatif sepanjang 4.500 Realisasi melebihi Target Target Realis sasi 6.64 m (rea alisasi tahun 2011 sepa anjang 54. m 13) Indikator Te erwujudnya Kembali Ke eamanan Lin ngkungan S ungai.000 4. secara kum mulatif dapat terealisasi sepanjang 11. yang dilaksa anakan denga an mewujudkan kembali pelayanan ja alan dalam kondisi k tanggap dar rurat). Selain itu u.000 7.175 4 m (targ get tahun 20 011 sepanjan ng 1.64 m).400 m) ). PERMASALA AHAN DAN N SOLUSI 1) Pe ermasalahan a) Dukungan anggaran a untuk program m pembangun nan jalan dan jembatan belum memadai.000 2.500 2. dari target kum mulatif sepanjang 13. IV-5 50 .000 2. dari target kumulatif se epanjang 3.950 0. Grafik IV.0 081 m. secara kum mulatif dapat terea alisasi sepanj jang 79.000 Jumlah Titik 6.715 Tahun 2010 Tahun 2011 c.000 8. rehabilitasi/p pemeliharaan jalan dan jembatan.12) Indikator Terwujudnya T a Kembali Pelayanan Jalan. Keberhasilan pencapaian targe et tidak terlep pas dari dukungan ketersediaan n waktu dan dana yang memadai.443 3 Realisasi melebihi Target 5.000 5.000 1. yang y dilaksa anakan mela alui pasanga an TPT baru u dan penin nggian pasangan TP PT dalam kondisi tanggap darurat). pembangunan pembangu unan salur ran drainase/gorong-go orong.1 m.0 000 m (targe et tahun 2011 sepanjang g 1.500 m). secara kumulatif da apat terealisa asi sepanjang 2.194 m (target tahun 2011 2 sepanja ang 4.

b) Perda Tim Verifikasi Penyerahan Fasos/Fasum belum ditetapkan. Kegiatan Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah Tentang RTRW. IV-51 .301. Adapun realisasi pelaksanaan program dan kegiatan.125. Kegiatan Penyusunan Rencana Detail Tata Ruang Kawasan. 5. Program dan kegiatan pada Urusan Penataan Ruang tahun 2011 dilaksanakan oleh: 1) Distarcip. capaian kinerja serta permasalahan dan solusinya dapat diuraikan sebagai berikut: a. 2) Solusi a) Penambahan anggaran untuk pembangunan jalan baru dan jembatan (pembangunan infrastruktur). e) Pembebasan lahan dengan APBD atau inovasi pola kerjasama dengan pihak lain untuk kawasan sentra industri dan kawasan strategis lainnya. Kegiatan Penyusunan Rencana Teknis Ruang Kawasan.494.00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp7.860. c) Pembebasan lahan untuk mewujudkan rencana pembangunan sudetan. e) Belum dibebaskannya lahan oleh Pemerintah Kota untuk pengembangan kawasan-kawasan sentra industri dan kawasan strategis yang sudah dilakukan studi pengembangan kawasannya. c) Rencana pembangunan sudetan untuk mengatasi genangan banjir tidak dapat terealisasi karena terkendala pembebasan lahan.844.610.210. d) Penambahan jam kerja dan tenaga kerja serta penambahan anggaran pada tahun anggaran 2012.00 dengan realisasi sebesar Rp7. b) Penetapan Perda Tim Verifikasi Fasos/ Fasum.00 (84. sehingga belum memungkinkan untuk dibuat DED. PROGRAM DAN KEGIATAN 1) Program Perencanaan Tata Ruang Program Perencanaan Tata Ruang mendapat alokasi anggaran sebesar Rp8.042. d) Pembangunan SUS Gedebage terkendala oleh faktor cuaca hujan di akhir Desember 2011 dan dukungan anggaran yang belum memadai.709. dan 2) Bappeda Kota Bandung.015.125. Kegiatan Survey dan Pemetaan.444.34%).00 (87.23%). URUSAN PENATAAN RUANG Urusan Penataan Ruang pada tahun anggaran 2011 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp9. Kegiatan Penyusunan Feasibility Study. yang dilaksanakan melalui: a) b) c) d) e) f) Kegiatan Penyusunan Kebijakan tentang Penyusunan Rencana Tata Ruang.

01%). Evaluasi. FS Penyediaan Air Minum Wilayah Tegallega dan 2 dokumen hasil studi untuk Studi Penyediaan Ruang Sektor Informal di Kota Bandung dan Studi Inovasi Manajemen Perkotaan di Kawasan Kiaracondong. c) Kegiatan Monitoring. d) Meningkatnya kelengkapan data bangunan di Kota Bandung. f) Tersusunnya Perda Revisi RTRW Kota Bandung sebanyak 1 dokumen.00 (83. FS Pusat Tekstil Cigondewah dan Rajut Binongjati.00 melalui Kegiatan Survey dan Pemetaan dengan keluaran tersusunnya data hasil survey dan pemetaan PSU pada perumahan formal. b) Tersedianya acuan perencanaan tata ruang kawasan. FS Sentra Tahu Cibuntu. apartemen. d) Tersusunnya data bangunan koridor Jln.PHH Mustofa . c) Tersedianya Sistem Informasi Peta Garis Rencana Kota yang mutakhir. meliputi: FS Kawasan Pusat Seni Budaya Ujungberung. 2) Program Pemanfaatan Ruang Program Pemanfaatan Ruang mendapat alokasi anggaran sebesar Rp260. Surapati . c) Tersusunnya Sistem Informasi Geografis (SIG) Garis Rencana Kota sebanyak 1 SIG. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Tersedianya acuan bagi stakeholders dalam merevitalisasi kawasan yang memiliki potensi dalam upaya pengembangan kawasan strategis dan kawasan cepat tumbuh. akurat. f) Tersedianya kebijakan rencana tata ruang dan meningkatnya implementasi perencanaan tata ruang dalam perencanaan detail dan teknis. dan FO) dan kebijakan kawasan bangunan tinggi (highrise building). terdiri atas kebijakan sarana perkotaan (hotel.160. FS Revitalisasi Saritem.Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Tersusunnya kebijakan bidang tata ruang sebanyak 2 dokumen. b) Kegiatan Pengawasan Pemanfaatan Ruang.105. 3) Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang Program Pengendalian Pemanfaatan Ruang mendapat alokasi anggaran sebesar Rp999. b) Tersusunnya Rencana Detail Tata Ruang Kawasan sebanyak 8 dokumen.400. Namun kegiatan ini tidak direalisasikan karena asset fasos dan fasum belum ada bukti otentik berupa sertifikat tanah. yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Penyusunan Prosedur dan Manual Pengendalian Pemanfaatan Ruang. e) Tersedianya acuan perencanaan pengembangan dan penataan kawasan.Cicaheum dalam bentuk 3 dimensi dan peta pemanfaatan lahan sebanyak 1 dokumen. e) Tersusunnya Feasibility Study (FS) sebagai data pendukung pengembangan kawasan sebanyak 6 dokumen.00 dengan realisasi sebesar Rp829.000.000. IV-52 . dan informatif. dan Pelaporan.366.

dan perumahan sebanyak 1 paket. serta tersedianya pedoman teknis tentang bangunan gedung. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Tersedianya Sistem Informasi Bangunan Gedung (SIMBG) dan Data Bangunan Gedung. SWK Arcamanik. b) Meningkatnya pengendalian pemanfaatan ruang. bangunan. SWK Bojonegara. b) Terlaksananya penanganan pengaduan dan sengketa baik di dalam maupun di luar pengadilan dalam bidang tata ruang dan bangunan sebanyak 49 sengketa. (6) Pedoman teknis tentang rencana pembongkaran bangunan gedung. dari target sebesar 100% dapat terealisasi sesuai target. (2) Pedoman teknis tentang bangun bangunan. (5) Pedoman teknis tentang aksesibilitas penyandang cacat dan manula untuk bangunan gedung. (7) Pedoman teknis tentang penetapan pembongkaran bangunan gedung.Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: Tersusunnya pedoman teknis tentang bangunan gedung berupa buku pedoman teknis dan software sistem informasi data bangunan yang original berikut buku pedoman pelaksanaan pemasukan dan pembaharuan data pada sistem informasi yang dibangun. SWK Ujungberung. (8) Pedoman teknis tentang pelaksanaan pembongkaran bangunan gedung. (10) Rancangan Peraturan Walikota Bandung tentang Pedoman Teknis Bangunan Gedung. secara rinci mencakup: (1) Pedoman teknis tentang pendataan dan pendaftaran bangunan gedung. c) Tersusunnya model pengarsipan dan pendokumentasian kegiatan penataan ruang. 2) Indikator Mewujudkan Pemanfaatan Ruang yang Tertib. SWK Karees. Hal ini ditunjukkan dengan sudah ditetapkannya Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 18 Tahun 2011 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Bandung Tahun 2011-2031. a) b. dari target sebesar 90% dapat terealisasi sesuai target. SWK Tegallega. (4) Pedoman teknis tentang pemeriksaan berkala bangunan gedung. (3) Pedoman teknis tentang pemeliharaan dan perawatan bangunan gedung. Semua kegiatan-kegiatan yang ditargetkan IV-53 . yaitu SWK Cibeunying. c) Terwujudnya fasilitas/sarana pengarsipan dan pendokumentasian yang representatif. SWK Kordon dan SWK Gedebage. CAPAIAN KINERJA 1) Indikator Mewujudkan Perencanaan Tata Ruang yang Nyaman. (11) Pengembangan Sistem Informasi Data Bangunan Gedung. Produktif dan Berkelanjutan Sesuai dengan Undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. dan juga sudah disusunnya Rencana Detail Tata Ruang Kawasan untuk tahun 2011-2030 pada 8 Sub Wilayah Kota (SWK) Kota Bandung. (9) Review pedoman teknis bangunan gedung.

Amanat yang disampaikan dalam Permendagri Nomor 50 Tahun 2009 tersebut di atas adalah perubahan pada struktur kelembagaan Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah (TKPRD) menjadi Badan Koordinasi Penataan Ruang Daerah. Kegiatan-kegiatan yang mendorong pencapaian target adalah sudah tersusunnya pedoman teknis tentang bangunan gedung berupa buku pedoman teknis dan software sistem informasi geografis serta adanya penanganan pengaduan dan sengketa dalam permasalahan tata ruang dan bangunan. kajian dan telaahan terhadap beberapa Permohonan Rencana Pembangunan yang diperkirakan akan menimbulkan dampak penting. Departemen Dalam Negeri telah mengeluarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 50 Tahun 2009 tentang Koordinasi Penataan Ruang Daerah. Keberadaan TKPRD dikuatkan melalui Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 02 Tahun 2004 sebagaimana diubah menjadi Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 03 Tahun 2006 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Bandung Tahun 2004 – 2013. Sejalan dengan diberlakukannya Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. ayat (2). Hasil telaahan dan kajian TKPRD apabila dapat diterima oleh Walikota direalisasikan dalam bentuk Rekomendasi Persetujuan Pemanfaatan Ruang yang diberikan Walikota Bandung kepada pengembang. pasal 101. Pencapaian target juga didukung karena sudah adanya Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 5 Tahun 2010 tentang Bangunan Gedung dan sudah adanya Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 12 Tahun 2011 tentang Penyelenggaraan Retribusi Izin Mendirikan Bangunan dan Retribusi Penggantian Biaya Cetak Peta. Kegiatan lain yang dilaksanakan oleh TKPRD adalah memberikan masukan.460Bag. seperti rencana pembangunan rusunami. kegiatan TKPRD lebih difokuskan pada Penyusunan Revisi Rencana Detail Tata Ruang Kota (RDTRK) di 8 Sub Wilayah Kota. Hasil masukan. Pada tahun 2011. perumahan. Dalam rangka mengoptimalkan Penataan Ruang di Kota Bandung telah dibentuk Tim Koordinasi Penataan Ruang Daerah (TKPRD) Kota Bandung yang dibentuk berdasarkan Surat Keputusan Walikotamadya Daerah Tingkat II Bandung Nomor: 050/Sk. telaahan dan kajian dari TKPRD yang menjadi Rekomendasi Walikota dalam bentuk Persetujuan Pemanfaatan IV-54 . dll sebagai bahan kebijakan Walikota untuk memberikan perijinan. TKPRD juga terlibat langsung dalam pembahasan-pembahasan di BKPRD Provinsi. BKPRN dan di DPRD Kota Bandung dalam rangka proses pengesahan Rancangan Peraturan Daerah Kota Bandung tentang Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Bandung 2011-2031. Pemerintah Pusat Cq. Memperhatikan kedua ketentuan di atas.Huk/1998. pemanfaatan. Pemerintah Kota Bandung pada tahun 2011 telah mengevaluasi dan mengkaji mengenai perubahan TKPRD menjadi BKPRD. tanggal 5 September 1998. dan pengendalian pemanfaatan ruang dapat direalisasikan. kecuali untuk satu kegiatan survey dan pemetaan untuk pemetaan PSU pada perumahan formal. dan Tim TKPRD secara langsung menjadi Tim Teknis dalam Penyusunan RDTRK tersebut. pembangunan hotel. serta melibatkan peran serta masyarakat. Hasil optimal yang dihasilkan oleh TKPRD di tahun 2011 adalah ditetapkannya Raperda Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Bandung 2011-2031 menjadi Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 18 Tahun 2011 di penghujung tahun.pada program perencanaan. disebutkan bahwa koordinasi pengendalian pemanfaatan ruang dilakukan oleh TKPRD bekerja sama dengan aparat Wilayah Kecamatan dan Kelurahan.

PERMASALAHAN DAN SOLUSI 1) Permasalahan a) Pedoman-pedoman teknis yang telah disusun dari tahun 2010 dan 2011 sudah menjadi draft Raperwal dan diajukan untuk dilegalisasi pada tahun 2011. Total Oil Indonesia PT. Tgl. telaahan dan kajian terhadap: a) Pembangunan di Kawasan Bandung Utara. Limbung Pasteur Prakarsa PT. namun pengesahan ini tidak dapat direalisasikan karena belum lengkapnya bahan lampiran yang merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari draft Raperwal. Tgl. Tgl. Monorail. Tgl 25-08-2011 640/3684-BAPP. dan pengembangan TMB. 30-06-2011 KET Campuran 6 7 SPBU Rusunami 1 2 8 Apartemen 2 9 Perumahan JUMLAH 1 13 Sumber: Bappeda. Tgl. Hotel. Adhitya Dharma Putra PT.2 Daftar Persetujuan Prinsip Pembangunan Pemanfaatan Ruang Tahun 2011 NO 1 2 3 4 5 PERUNTUKAN Perumahan. 27-06-2011 640/3359-BAPP. Tgl. Tgl. 21-09-2011 640/5930-BAPP. Tabel IV. Tgl. Metro Perkasa Margahayu Land PT. Restyle Development PT. 15-12-2011 648/5524. 21-09-2011 640/5562.BAPP. b) Telaahan dan kajian terhadap rencana pembangunan Toll Dalam Kota atau lebih dikenal dengan istilah BIUTR (Bandung Intra Urban Tol Road). Pembangunan Perumahan PT. 13-12-2011 640/3154-BAPP. 09-08-2011 640/3685-BAPP. d) Telaahan dan Kajian terhadap Rancangan Peraturan Presiden tentang Rencana Tata Ruang Cekungan Bandung. dan Bandung Timur. Tgl. Tgl. 2011 c. IV-55 . Tgl 03-01-2011 640/710-BAPP. Surya Istana Cahaya Abadi PT. 24-05-2011 640/2410-BAPP. Prasetya Agung Cipta Abadi PT. PLN Rumah Sakit Islam PT.Ruang di tahun 2011 adalah sebanyak 13 Surat Persetujuan Pemanfaatan Ruang (tabel rincian terlampir). Kantor dan Fasilitas Lainnya GIS Rumah Sakit Cable Car Hotel JUMLAH 1 1 1 1 3 PENGELOLA PT. baik melalui rencana pembanguan Cable Car. Gracia Griya Kencana PT. 28-03-2011 445/1574-BAPP. Hasil lain dari TKPRD adalah memberikan masukan.BAPP. Tgl. Tgl 27-04-2011 640/1911-BAPP. c) Telaahan dan kajian terhadap rencana pembangunan Sarana Angkutan Umum Massal (SAUM). 30-12-2011 640/2428-BAPP. Wijaya Karya Realty Perumnas Regional IV Bandung PERSETUJUAN PRINSIP 640/001-BAPP.

3) Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD).036. IV-56 .08%). PROGRAM DAN KEGIATAN 1) Program Pengembangan Data/Informasi Program Pengembangan Data/Informasi mendapat alokasi anggaran sebesar Rp1.17%).650.b) Belum adanya bukti-bukti otentik berupa sertifikat tanah untuk aset-aset fasos dan fasum.00 (73. dan 5) Bagian Kesra dan Kemasyarakatan Setda Kota Bandung. URUSAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN Urusan Perencanaan Pembangunan pada tahun anggaran 2011 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp13. b) Melengkapi bukti-bukti otentik berupa sertifikat tanah terkait penyerahan aset PSU dari pengembang perumahan formal. b) Kegiatan Pengumpulan. sehingga kegiatan pendataan PSU pada perumahan formal belum dapat dilaksanakan. c) Kegiatan Penyusunan dan Pengumpulan Data/Informasi Kebutuhan Penyusunan Dokumen Perencanaan. 2) Solusi a) Melengkapi bahan lampiran yang diperlukan untuk Raperwal Pedoman Teknis Bangunan Gedung dan sinkronisasi materi pedoman teknis terhadap Perda Nomor 18 tahun 2011 tentang RTRW Kota Bandung Tahun 2011-2031.197. b) Tersusunnya Data Informasi Capaian Target dan Kinerja Program dan Kegiatan DPKAD TA.176. Updating. dan Analisis Data Informasi Capaian Target Kinerja Program dan Kegiatan. 2011 yang up to date. capaian kinerja serta permasalahan dan solusinya dapat diuraikan sebagai berikut: a. dan buku data Profil Daerah sebanyak 1 dokumen. buku Bandung Dalam Angka tahun 2010 sebanyak 1 dokumen.350. 2) Distarcip.00 (81. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Tersusunnya buku IPM Kota Bandung tahun 2010 sebanyak 1 dokumen. Adapun realisasi pelaksanaan program dan kegiatan. 6.00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp10.797.700.100.492.607.255. Program dan kegiatan pada Urusan Perencanaan Pembangunan tahun 2011 dilaksanakan oleh: 1) Bappeda. yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Penyusunan dan Pengumpulan Data/Informasi Kebutuhan Penyusunan Dokumen Perencanaan.00 dengan realisasi sebesar Rp758. 4) Bagian Organisasi dan Pemberdayaan Aparatur Daerah Setda Kota Bandung.

c) Tersusunnya dokumen pre feasibility study calon proyek KPS sebanyak 1 dokumen.320. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah meningkatnya keselarasan penataan dan revitalisasi kawasan strategis.c) Tersusunnya Data Profil DPKAD yang up to date dan website DPKAD.00 (85. c) Kegiatan Fasilitasi Kerjasama dengan Dunia Usaha/Lembaga. dan (2) terbangunnya sistem Koordinasi Perencanaan Pembangunan sebanyak 1 sistem. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah tersusunnya Rencana Tata Ruang Wilayah Strategis sebanyak 1 dokumen. c) Meningkatnya sinergi kerjasama Pemerintah Kota Bandung dengan swasta. b) Meningkatnya akuntabilitas kinerja pelaksanaan program/kegiatan di DPKAD.00 (80. b) (1) Tersusunnya laporan hasil Koordinasi Perencanaan Pembangunan antara Pemerintah Kota Bandung dengan Provinsi Jawa Barat sebanyak 1 dokumen.454. IV-57 . Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: Tersusunnya evaluasi kerjasama pembangunan antardaerah sebanyak 1 dokumen.000. b) Kegiatan Sinergitas Perencanaan Provinsi dengan Kabupaten/Kota Se Jawa Barat. a) 3) Program Perencanaan Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh Program Perencanaan Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh mendapat alokasi anggaran sebesar Rp600.000. yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Koordinasi Kerjasama Pembangunan Antardaerah.17%). yang dilaksanakan melalui Kegiatan Penyusunan Perencanaan Pengembangan Wilayah Strategis dan Cepat Tumbuh.307. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Meningkatnya sinergi pembangunan Kota Bandung dengan daerah lain. c) Terwujudnya keterbukaan informasi di DPKAD.00 dengan realisasi sebesar Rp513.000. 2) Program Kerjasama Pembangunan Program Kerjasama Pembangunan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp855. b) Meningkatnya sinergi perencanaan pembangunan Kota Bandung dengan Provinsi Jawa Barat. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Tersedianya data/informasi sebagai bahan perencanaan pembangunan.000.00 dengan realisasi sebesar Rp685.000.55%).

98%). c) Meningkatnya kualitas kondisi sanitasi di Kota Bandung. c) Kegiatan Sosialisasi dan Koordinasi Kebijakan Bagi Hasil Cukai Tembakau. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Tersusunnya Rencana Intregated Transport System (ITS) sebanyak 1 dokumen. IV-58 . b) Terlaksananya sosialisasi dan koordinasi mengenai ketentuan pemanfaatan dana bagi hasil cukai tembakau sebanyak 5 SKPD. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terlaksananya diklat dan bimtek perencana Bappeda sebanyak 50 orang. b) Tersusunnya Rencana Induk Perumahan dan Pemukiman Kota Bandung sebanyak 1 dokumen. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: Meningkatnya keterpaduan penataan dan pengembangan sistem transportasi di Kota Bandung. yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Peningkatan Kemampuan Teknis Aparat Perencana.00 dengan realisasi sebesar Rp887.000.843.179. b) Kegiatan Penyusunan Rencana Induk Perumahan dan Pemukiman Kota Bandung c) Kegiatan Penyusunan Memorandum Program Pembangunan Sanitasi Kota Bandung.26%). b) Meningkatnya keselarasan penataan dan pengembangan perumahan dan pemukiman di Kota Bandung.000. b) Kegiatan Sosialisasi Kebijakan Perencanaan Pembangunan Daerah. a) 5) Program Peningkatan Pembangunan Daerah Kapasitas Kelembagaan Perencanaan Program Peningkatan Kapasitas Kelembagaan Perencanaan Pembangunan Daerah mendapat alokasi anggaran sebesar Rp685. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Meningkatnya pengetahuan dan kemampuan aparatur perencana.4) Program Perencanaan Pengembangan Kota-Kota Menengah dan Besar Program Perencanaan Pengembangan Kota-Kota Menengah dan Besar mendapat alokasi anggaran sebesar Rp1. yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Perencanaan Pengembangan Sistem Transportasi Terintegrasi (ITS) di Kota Bandung.00 (75.281.00 (79.000.200. c) Tersusunnya Memorandum Program Sanitasi (SSK) sebanyak 1 dokumen.00 dengan realisasi sebesar Rp547.200.000.

dan (3) Indikator Kinerja Utama. 6) Program Perencanaan Pembangunan Daerah Program Perencanaan Pembangunan Daerah mendapat alokasi anggaran sebesar Rp3. Tersusunnya: (1) Penetapan Kinerja Kota Bandung Tahun 2011. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) b) c) d) e) Tersusunnya Perda No. 8 Tahun 2011 tentang Perubahan Perda No.210. j) Kegiatan Penyusunan Renstra SKPD.07%). Kegiatan Penyelenggaraan Musrenbang RKPD.b) Meningkatnya pemahaman aparatur tentang ketentuan pemanfaatan dana bagi hasil cukai tembakau. (1) Terlaksananya Monitoring Evaluasi. h) Kegiatan Penyusunan Renstra dan Renja SKPD. yang dilaksanakan melalui: a) b) c) d) Kegiatan Penetapan RPJMD. dan (2) Nota Pengantar LKPJ Tahun 2010 sebanyak 1 dokumen. i) Kegiatan Koordinasi Penyusunan Laporan Kinerja Pemerintah Daerah.827. Rencana target outputnya adalah tersusunnya Dokumen Analisis Daftar Skala Prioritas Perencanaan Pembangunan Kota Bandung namun pelaksanaan kegiatan tersebut tidak dapat direalisasikan. Tersusunnya Rencana Kerja Bappeda tahun 2012 sebanyak 1 dokumen dan Revisi Renstra Bappeda Th. Tersusunnya: (1) LKPJ Tahun 2010 sebanyak 1 dokumen. f) g) h) i) j) IV-59 . (2) tersusunnya evaluasi program dan kegiatan Kota Bandung sebanyak 1 dokumen.977.497. Tersusunnya usulan program dan kegiatan masyarakat melalui SKPD teknis sebanyak 1 dokumen.646. dan Pelaporan Pelaksanaan Kegiatan TA 2011 sebanyak 4 triwulan (80 SKPD/unit kerja). g) Kegiatan Kajian Analisis Daftar Skala Prioritas Perencanaan Pembangunan Kota Bandung (Banprov). Kegiatan Penyusunan Rancangan RKPD. Pengendalian. 9 Tahun 2009 tentang RPJMD Kota Bandung Tahun 2009-2013 sebanyak 1 dokumen. Evaluasi.00 dengan realisasi sebesar Rp2.250. Pengendalian. (3) tersusunnya laporan hasil monitoring pelaksanaan APBD TA. dan Pelaporan Pelaksanaan Rencana Pembangunan Daerah. Kegiatan Koordinasi Penyusunan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ). dan (4) tersusunnya Sistim Aplikasi Pengolahan Data Monitoring dan Evaluasi Rencana Pembangunan. 2009-2013 sebanyak 1 dokumen. Tersusunnya Perwal RKPD sebanyak 1 dokumen. Tersusunnya Revisi Renstra DPKAD Tahun 2010-2013 dan Renja DPKAD Tahun 2012 sebanyak 2 dokumen. f) Kegiatan Penyusunan Rencana Kerja dan Rencana Strategis SKPD. (2) Renja Setda Tahun 2012. Tersusunnya: (1) LAKIP Kota Bandung Tahun 2010 dan (2) LAKIP Sekretariat Daerah (Setda) Kota Bandung Tahun 2010. e) Kegiatan Monitoring.2011 sebanyak 4 dokumen.00 (88.

c) Kegiatan Optimalisasi Pemanfaatan CSR Sebagai Salah Satu Sumber Pembangunan Ekonomi.000.000.32%).466. Meningkatnya akomodasi program RKPD dalam APBD. Terwujudnya akuntabilitas kinerja pelaksanaan pembangunan.900. 7) Program Perencanaan Pembangunan Ekonomi Program Perencanaan Pembangunan Ekonomi mendapat alokasi anggaran sebesar Rp1. dan Pelaporan. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Tersedianya data/informasi untuk penyusunan perencanaan pembangunan bidang ekonomi. b) Meningkatnya keselarasan dan sinergi perencanaan pembangunan bidang ekonomi. b) Tersusunnya bahan masukan perencanaan pembangunan ekonomi dan pembiayaan sebanyak 1 dokumen. g) Terlaksananya pemutakhiran data keluarga miskin di Kota Bandung tahun 2010. Evaluasi. g) Kegiatan Penyusunan Kebijakan Penanggulangan Kemiskinan. b) Kegiatan Koordinasi Perencanaan Pembangunan Bidang Ekonomi. f) Kegiatan Monitoring.00 dengan realisasi sebesar Rp1. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Tersusunnya indikator ekonomi daerah (PDRB Kota Bandung) sebanyak 1 dokumen. g) Terwujudnya Akuntabilitas Kinerja Pemerintah Kota Bandung. e) Kegiatan Optimalisasi Pengembangan BUMD Kota Bandung. f) Tersedianya dokumen monitoring. d) Tersusunnya Kebijakan Pengembangan Ekonomi Masyarakat berdasarkan Potensi Kearifan Lokal sebanyak 1 dokumen. d) Kegiatan Pengembangan Ekonomi Masyarakat Berdasarkan Potensi Kearifan Lokal. Meningkatnya keselarasan program dan kegiatan tahunan Bappeda dengan Renstra Bappeda. yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Penyusunan Indikator Ekonomi Daerah. f) Terarahnya rencana program dan kegiatan di DPKAD. Terakomodirnya usulan masyarakat hasil musrenbang dalam RKPD. h) Tearahnya pelaksanaan program dan kegiatan di lingkungan Setda Kota Bandung.965. e) Tersusunnya dokumen Pengembangan BUMD Kota Bandung sebanyak 1 dokumen.Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) b) c) d) e) Meningkatnya keselarasan program RKPD dengan RPJMD. c) Meningkatnya kesesuaian dan efektifitas Pemanfaatan Dana CSR Kota Bandung.492. IV-60 .00 (98. c) Tersusunnya profil calon penerima dana CSR sebanyak 1 dokumen.

Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Tersusunnya laporan hasil koordinasi perencanaan dan pembangunan bidang sosial budaya sebanyak 2 dokumen.00 (63.d) Tersedianya bahan masukan perencanaan pengembangan ekonomi masyarakat.48%). a) IV-61 . Kegiatan Koordinasi Perencanaan Pembangunan Bidang Kesejahteraan Rakyat. f) Tersedianya bahan perumusan kebijakan strategi dan program penanggulangan kemiskinan di Kota Bandung. Kegiatan Penyusunan Parameter Kemiskinan dan Dinamika Kemiskinan.650.00 dengan realisasi sebesar Rp1.519. c) Meningkatnya keselarasan dan sinergi perencanaan pembangunan bidang kesra. d) Tersedianya acuan pengembangan bidang kebudayaan. Kegiatan Penyusunan Rencana Induk Pembangunan Kebudayaan. f) Tersedianya bahan rumusan kebijakan penanggulangan kemiskinan di Kota Bandung. e) Tersedianya bahan masukan perencanaan pembangunan bidang ekonomi dan pembiayaan. Kegiatan Pendukung Operasional P2KP. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: Meningkatnya keselarasan dan sinergi perencanaan pembangunan bidang sosial budaya. b) Tersusunnya laporan hasil koordinasi perencanaan pembangunan bidang pemerintahan sebanyak 1 dokumen. e) Terwujudnya data kemiskinan yang akurat. 8) Program Perencanaan Sosial dan Budaya Program Perencanaan Sosial dan Budaya mendapat alokasi anggaran sebesar Rp2. g) Tersedianya database masyarakat miskin. e) Tersusunnya Parameter Kemiskinan Kota Bandung sebanyak 1 dokumen. d) Tersusunnya Rencana Induk Pengembangan Kebudayaan sebanyak 1 dokumen.626. (2) terlaksananya monitoring dan evaluasi program PNPM MP oleh Satker dan Distarcip. Kegiatan Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK).667.000. b) Meningkatnya keselarasan dan sinergi perencanaan pembangunan bidang pemerintahan. yang dilaksanakan melalui: a) b) c) d) e) f) g) Kegiatan Koordinasi Perencanaan Pembangunan Bidang Sosial dan Budaya. f) Tersusunnya: (1) evaluasi program penanggulangan kemiskinan daerah Kota Bandung sebanyak 1 dokumen dan (2) dokumen review strategi kemkiskinan daerah Kota Bandung sebanyak 1 dokumen. dan (3) tersusunnya Laporan Pendukung PNPM MP. Kegiatan Koordinasi Perencanaan Pembangunan Bidang Pemerintahan.736. c) Tersusunnya laporan hasil koordinasi perencanaan pembangunan bidang kesejahteraan rakyat (kesra) sebanyak 3 dokumen. g) (1) Terlaksananya pelatihan masyarakat komunitas perumahan (BKM dan KSM).

000. yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Penyusunan Penelitian Daerah. peningkatan ekonomi masyarakat. dan pemberdayaan masyarakat. penataan reklame. serta tersedianya laporan pendukung PNPM MP.000.00 dengan realisasi sebesar Rp152. b) Tersedianya bahan masukan bagi perumusan kebijakan pembiayaan pembangunan. peningkatan ekonomi masyarakat dan pemberdayaan masyarakat.00 (90. dan (3) Strategi Peningkatan Perlindungan Anak sebanyak 1 dokumen. (2) Kajian Penyebaran Titik Lokasi Pemancangan Reklame sebanyak 1 dokumen.220.200.527.00 dengan realisasi sebesar Rp1. IV-62 .85%). 9) Program Penelitian dan Pengembangan Daerah Program Penelitian Dan Pengembangan Daerah mendapat alokasi anggaran sebesar Rp1.26%).090. b) Kegiatan Penyusunan Pengembangan Daerah.650. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah meningkatnya sinergi dan keselarasan program dan kegiatan Perencanaan Pembangunan Bidang Tata Ruang dan Sarana Prasarana. yang dilaksanakan melalui Kegiatan Koordinasi Perencanaan Pembangunan Bidang Fisik dan Tata Ruang.000. h) Meningkatnya kualitas infrastruktur lingkungan pemukiman yang sehat menunjang kelancaran kegiatan sosial.000. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Tersusunnya: (1) Kajian Migitasi Bencana Banjir sebanyak 1 dokumen.000.g) Meningkatnya kualitas infrastruktur lingkungan pemukiman yang sehat yang menunjang kelancaran kegiatan sosial. dan perlindungan anak. 10) Program Perencanaan Pembangunan Bidang Fisik dan Tata Ruang Program Perencanaan Pembangunan Bidang Fisik dan Tata Ruang mendapat alokasi anggaran sebesar Rp200.00 (76. b) Tersusunnya: (1) Kajian Kebijakan Perumusan Instrumen Pembiayaan Pembangunan Non Konvensional Berbasis Masyarakat sebanyak 1 dokumen dan (2) Kajian Perumusan Instrumen Kebijakan Obligasi Daerah dan Road Fund sebanyak 1 dokumen. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah tersusunnya Database Perencanaan Pembangunan Bidang Fisik dan Tata Ruang sebanyak 1 dokumen. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Tersedianya bahan masukan bagi perumusan kebijakan migitasi bencana banjir.

dan Pelaporan.5 Pelaksanaan Musrenbang Revisi RPJMD Kota Bandung 2009-2013 IV-63 . CAPAIAN KINERJA 1) Indikator Tingkat Kinerja Perencanaan Daerah. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Tersusunnya peta lokasi daerah rawan bencana di Kota Bandung. 2) Indikator Tingkat Partisipasi Masyarakat dalam Perencanaan Daerah. serta aspek ketepatan waktu penyusunan dokumen perencanaan sebesar 100%. diperoleh hasil bahwa untuk ketersediaan dan validasi data SKPD dan instansi terkait sebesar 75%.00 (91. analisis perencanaan.00 dengan realisasi sebesar Rp103. bahwa pada tahun 2011 telah ditetapkan 2 (dua) Peraturan Daerah yang bersifat strategis.855.99%). Tolok ukur yang digunakan dalam penilaian tingkat kinerja perencanaan daerah meliputi ketersediaan dan validasi data. dan tingkat Gambar IV.814. Dalam rangka memenuhi amanat Undang-Undang. yaitu Perda Nomor 8 Tahun 2011 tentang Perubahan Perda Nomor 9 Tahun 2009 tentang RPJMD Kota Bandung 20092013 dan Perda Nomor 18 Tahun 2011 tentang RTRW Kota Bandung 20112031. b. dari target sebesar 85% dapat terealisasi sesuai target. dari target sebesar 85% dapat terealisasi sebesar 90%. Dari hasil evaluasi terhadap data-data SKPD dan instansi terkait serta pelaksanaan Rembug Warga/Focus Group Discussion (FGD) dan Musrenbang dalam penyusunan dokumen perencanaan pembangunan daerah.000. Evaluasi. b) Tersedianya dokumen monitoring. b) Terevaluasinya kinerja kegiatan.250. serta ketepatan waktu dalam penyusunan dokumen perencanaan. Tolok ukur yang digunakan dalam penilaian tingkat partisipasi masyarakat dalam perencanaan daerah meliputi tingkat kehadiran warga dalam pelaksanaan rembug sebesar warga dan Musrenbang 85%. tingkat ketajaman dan ketepatan analisis perencanaan terhadap implementasi sebesar 80%. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Tersedianya database daerah rawan bencana. yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Koordinasi Penyusunan Profil Daerah Rawan Bencana. b) Kegiatan Monitoring.11) Program Perencanaan Pembangunan Daerah Rawan Bencana Program Perencanaan Pembangunan Daerah Rawan Bencana mendapat alokasi anggaran sebesar Rp112. sehingga tingkat pencapaian indikator tingkat kinerja perencanaan daerah sebesar 85%.

Penyempurnaan Sistem Informasi Musrenbang. IV-64 . Meningkatkan koordinasi dan integrasi data dari berbagai sumber.keterwakilannya sebesar 95%. c) Belum optimalnya sistem informasi musrenbang sehingga menyulitkan penghitungan usulan musrenbang kecamatan yang bisa terakomodir dalam renja SKPD. Mengintegrasikan aplikasi Bandung Integrated Resources Management System (BIRMS) dengan SIMDA. Hal ini berarti tingkat partisipasi atau kepedulian masyarakat dalam pelaksanaan Rembug Warga dan Musrenbang serta tingkat keterwakilannya dalam penyusunan perencanaan pembangunan sudah mengalami peningkatan. g) Belum terintegrasinya sistem perencanaan pengelolaan tata kelola keuangan.165.00 (71.800. Meningkatkan koordinasi perencanaan pembangunan. Meningkatkan keterlibatan dan keterwakilan stakeholders dalam Musrenbang. e) Belum optimalnya fungsi dan peran jabatan fungsional perencana dan peneliti serta masih kurangnya jumlah SDM fungsional perencana dan peneliti. h) Belum optimalnya koordinasi perencanaan pembangunan. f) Belum optimalnya tingkat aplikasi dokumen perencanaan dan dokumen kajian.259. sehingga pencapaian tingkat partisipasi masyarakat dalam perencanaan daerah sebesar 90%.83%). dan 3) Diskamtam Kota Bandung. 2) Dinas Kebakaran (Diskar). Mengidentifikasi kebutuhan dokumen perencanaan/kajian sektoral dari SKPD (need assessment).00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp8. b) Ketersediaan dan validasi data perencanaan pembangunan belum terintegrasi dengan berbagai sumber data. PERMASALAHAN DAN SOLUSI 1) Permasalahan a) Belum sinkronnya waktu pelaksanaan reses Dewan dan Musrenbang. Program dan kegiatan pada Urusan Perumahan tahun 2011 dilaksanakan oleh: 1) Distarcip. URUSAN PERUMAHAN Urusan Perumahan pada tahun anggaran 2011 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp11. 7.230. d) Belum optimalnya tingkat keterwakilan warga dalam pelaksanaan Musrenbang. Mengadakan diklat fungsional serta meningkatkan peran dan fungsi perencana dan peneliti.368.905. c. 2) Solusi a) b) c) d) e) f) g) h) Penguatan peran dan keterlibatan anggota Dewan dalam pelaksanaan Musrenbang serta pengaturan waktu pelaksanaan reses Dewan.

d) Kegiatan Penyediaan Sarana Air Bersih dan Sanitasi Dasar Terutama bagi Masyarakat Miskin (Pendamping DAK).155. 2) Program Lingkungan Sehat Perumahan Program Lingkungan Sehat Perumahan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp3. Sarana.72%).523.21%).00 (60. Strategi. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terbangunnya sarana air bersih dan septictank komunal dan biopori sebanyak 8 lokasi.00 dengan realisasi sebesar Rp2. b) Meningkatnya kondisi lingkungan sehat perumahan. c) Kegiatan Penyediaan Sarana Air Bersih dan Sanitasi Dasar Terutama bagi Masyarakat Miskin (DAK).122. capaian kinerja serta permasalahan dan solusinya dapat diuraikan sebagai berikut: a. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Tersusunnya Raperda PSU (Prasarana.173.670.819.00 dengan realisasi sebesar Rp1. dan Program Perumahan. c) Terwujudnya rumah susun yang representatif di Kota Bandung. c) Terlaksananya peningkatan sarana dan prasarana rumah susun yang representatif di Kota Bandung sebanyak 2 rusun. dan Utilitas).504. c) Kegiatan Pembangunan Sarana dan Prasarana Rumah Sederhana Sehat. b) Kegiatan Penyuluhan dan Pengawasan Kualitas Lingkungan Sehat Perumahan.Adapun realisasi pelaksanaan program dan kegiatan.00 (61. b) Kegiatan Fasilitasi dan Stimulasi Pembangunan Perumahan Masyarakat Kurang Mampu. dan Utilitas) sebanyak 1 Raperda.114. yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Penetapan Kebijakan.900. yaitu Rusun Cingised dan Rusun Rancacili. b) Terlaksananya peningkatan jalan lingkungan dan jalan setapak sebanyak 12 lokasi. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Tersedianya regulasi mengenai PSU (Prasarana. PROGRAM DAN KEGIATAN 1) Program Pengembangan Perumahan Program Pengembangan Perumahan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp4.000. IV-65 . yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Penyediaan Sarana Air Bersih dan Sanitasi Dasar Terutama Bagi Masyarakat Miskin.945.280. Sarana.

Prosedur. g) Terlaksananya pemeliharaan rutin unit dinas dan kendaraan operasional sebanyak 24 unit damkar. Kegiatan Sosialisasi Norma. e) Terselenggaranya pelatihan dalam hal pencegahan kebakaran sebanyak 500 orang. c) Terbangunnya sanitasi dasar lingkungan perumahan berupa septictank komunal sebanyak 2 lokasi. Kegiatan Peningkatan Pelayanan Penanggulangan bahaya kebakaran.950. dan pelaporan.b) Terlaksananya sosialisasi dan monitoring tentang kualitas lingkungan perumahan sehat serta pendampingan program Sanimas dan SPPIP sebanyak 6 kecamatan. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Tersedianya air bersih dan septictank komunal. i) Terlaksananya penanggulangan kebakaran sebanyak 124 kali.736. c) Terlaksananya pengawasan pencegahan kebakaran pada gedung berlantai 4 atau lebih. Kegiatan Monitoring. Kegiatan Pengadaan Sarana dan Prasarana Pencegahan Bahaya Kebakaran. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Tersusunnya draft perda tentang alat pemadam kebakaran (APK). Prosedur dan Manual Pencegahan Bahaya Kebakaran. f) Tersedianya perlengkapan pemadam kebakaran berupa nozzle. j) Terlaksananya monitoring. d) Terbangunnya sanitasi dasar lingkungan perumahan berupa septictank komunal sebanyak 2 lokasi. Standar. c) Terwujudnya lingkungan perumahan yang sehat.558. yang dilaksanakan melalui: a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) Kegiatan Penyusunan Norma. scba. kampak. dan Manual Pencegahan Bahaya Kebakaran. Evaluasi.586. dan Pelaporan. Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Pertolongan dan Pencegahan Kebakaran. d) Terlaksananya pelatihan penanggulangan kebakaran sebanyak 6 orang. IV-66 . h) Terlaksananya rehabilitasi unit pancar dan rescue.00 (94.51%). Kegiatan Pengawasan Pelaksanaan Kebijakan Pencegahan Kebakaran.640. b) Meningkatnya pemahaman masyarakat akan lingkungan perumahan yang sehat. Kegiatan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Pencegahan Bahaya Kebakaran. b) Tersosialisasinya perda tentang bahaya kebakaran pada 130 lurah se-Kota Bandung. Standar.845.00 dengan realisasi sebesar Rp2. 3) Program Peningkatan Kesiagaan dan Pencegahan Bahaya Kebakaran Program Peningkatan Kesiagaan dan Pencegahan Bahaya Kebakaran mendapat alokasi anggaran sebesar Rp2. Kegiatan Rehabilitasi Sarana dan Prasana Pencegahan Bahaya Kebakaran. evaluasi. Kegiatan Penyuluhan Pencegahan Bahaya Kebakaran. dan senter kepala.

c) Tersedianya lahan untuk pelayanan pemakaman di TPU. c) Kegiatan Pembangunan Sarana dan Prasarana Pemakaman. b. pada tahun 2011 dapat terealisasi berupa pematangan tanah dan pembangunan 2 twin blok rusun di Rancacili. Meningkatnya kesadaran masyarakat tentang bahaya kebakaran. Menurunnya potensi terjadinya kebakaran.00 (85. IV-67 .46%).113. b) Meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai proses perijinan pemakaman di Kota Bandung. yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Penyusunan Kebijakan. b) Terlaksananya sosialisasi tentang perijinan pemakaman sebanyak 13 Tempat Pemakaman Umum (TPU). Norma. d) Terpeliharanya sarana dan prasarana pemakaman sebanyak 8 TPU. d) Meningkatnya pelayanan pemakaman.718. Meningkatnya pemahaman masyarakat tentang bahaya kebakaran dan upaya penanggulangannya. d) Kegiatan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Pemakaman.170. 4) Program Pengelolaan Areal Pemakaman Program Pengelolaan Areal Pemakaman mendapat alokasi anggaran sebesar Rp1.303.00 dengan realisasi sebesar Rp1.000. CAPAIAN KINERJA 1) Indikator Memfasilitasi dan Stimulasi Pembangunan Perumahan Masyarakat Kurang Mampu. Meningkatnya keterampilan petugas pemadam kebakaran.Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) b) c) d) e) Tersedianya bahan rumusan kebijakan tentang APK. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Tersedianya pedoman retribusi areal pemakaman. Standar. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Tersusunnya payung hukum retribusi areal pemakaman sebanyak 1 kali. h) Meningkatnya akuntabilitas pelaksanaan program dan kegiatan.900. b) Kegiatan Pemberian Perijinan Pemakaman. Prosedur dan Manual Pengelolaan Areal Pemakaman. g) Meningkatnya pelayanan penanggulangan bahaya kebakaran kepada masyarakat. dari target rencana pembangunan rumah susun (rusun). c) Tertatanya areal pemakaman sebanyak 7 TPU. f) Meningkatnya kualitas sarana dan prasarana pemadam kebakaran.

Masih kurangnya keterampilan dan kesejahteraan petugas. Faktor penghambat pencapaian target adalah terjadinya kasus kebakaran pada fasilitas umum (pasar) serta bangunan lainnya. rotasi dan promosi masih belum memperhatikan kompetensi dan keahlian dari petugas pemadam kebakaran. realisasinya 124 kejadian kebakaran. dari target sebanyak 600 bangunan dapat terealisasi sebanyak 1. Masih adanya gangguan informasi komunikasi kejadian kebakaran melalui telepon. dan Manual Pencegahan Kebakaran pada Bangunan Baru. Terkait dengan hal tersebut. Masih rendahnya kerjasama antara instansi terkait dalam sistem proteksi kebakaran pada bangunan gedung dalam pembuatan IMB. 3) Indikator Berkurangnya Kejadian Kebakaran Secara Bertahap. Keberhasilan pencapaian target tidak terlepas dari dilaksanakannya pemeriksaan bangunan sesuai dengan tugas pokok dan fungsi. 2) Solusi a) Melakukan pembebasan lahan untuk pembangunan rusun dan perlu mekanisme-mekanisme baru dalam pengadaan lahan untuk pembangunan rusun. dari target 110 kejadian kebakaran. Pola rekrutmen. dari target kerugian sebesar Rp8. c. khususnya untuk pembangunan rusun yang dibantu oleh Pemerintah Pusat. Masih kurangnya jumlah pos wilayah pencegahan dan penanggulangan kebakaran dan bencana lainnya. upaya yang dilakukan adalah dengan meningkatkan intensitas penyuluhan kepada masyarakat terhadap ancaman bahaya kebakaran. Masih kurangnya sarana air karena banyaknya hidrant yang tidak berfungsi dan sungai-sungai yang volume airnya kurang memadai. PERMASALAHAN DAN SOLUSI 1) Permasalahan a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) Belum dibebaskannya lahan oleh Pemerintah Kota untuk pembangunan rusun. Standar.502 bangunan. mutasi.2) Indikator Terwujudnya Sistem Proteksi Kebakaran pada Bangunan Sesuai Norma.92 milyar. Masih kurangnya kesadaran pemilik bangunan untuk melengkapi bangunan dengan sistem proteksi kebakaran. Prosedur. IV-68 . realisasinya sebesar Rp12. Faktor penghambat pencapaian target adalah terbatasnya sarana prasarana pencegahan dan penanggulangan kebakaran dan bencana lainnya. 4) Indikator Berkurangnya Kerugian Akibat Bahaya Kebakaran.43 milyar. Masih kurangnya tingkat pemahaman dan kepedulian masyarakat akan arti pentingnya pencegahan dan penanggulan kebakaran. Belum terbentuknya Rencana Induk Kebakaran (RIK) dan Sistem Komunikasi Informasi Kebakaran. Kondisi kemacetan lalu lintas.

b) Melakukan penyuluhan teknis pencegahan dan penanggulan kebakaran kepada masyarakat dan sosialisasi Perda Nomor 15 Tahun 2001 dan Perda Nomor 16 Tahun 2001 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Kebakaran kepada para pemilik bangunan di Kota Bandung.000. tinggi badan. 8. d) Secara terus menerus melakukan pemeriksaan dan pengawasan sistem proteksi kebakaran pada bangunan. i) Mengfungsikan hidran air yang tersebar di Kota Bandung (± 145 titik) dan pembuatan tandon air.00 (97. keahlian.00 (98. skill.00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp5.59%). dan lain-lain). kompetensi. capaian kinerja serta permasalahan dan solusinya dapat diuraikan sebagai berikut: a. Program dan kegiatan pada Urusan Kepemudaan dan Olahraga tahun 2011 dilaksanakan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Bandung. IV-69 . serta membentuk pasukan reaksi cepat. e) Menambah jumlah pos wilayah sesuai kebutuhan. Organisasi (Wanadri. b) Kegiatan Peningkatan Keimanan dan Ketaqwaan Kepemudaan.992. PROGRAM DAN KEGIATAN 1) Pengembangan dan Keserasian Kebijakan Pemuda Pengembangan dan Keserasian Kebijakan Pemuda mendapat alokasi anggaran sebesar Rp100.135. Skyger.00 dengan realisasi sebesar Rp98.000.000. k) Menetapkan kriteria khusus bagi calon petugas pemadam kebakaran (misal: usia.23%). f) Pengadaan Sistem Informasi Komunikasi Kebakaran (SKIK).000. URUSAN KEPEMUDAAN DAN OLAHRAGA Urusan Kepemudaan dan Olahraga pada tahun anggaran 2011 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp6. Adapun realisasi pelaksanaan program dan kegiatan.140. peningkatan perlindungan dan kesejahteraan petugas pemadam dengan asuransi dan peningkatan gizi. Batujajar.910. Kimpraswil. Rafi Rescue 512) dalam pemberdayaan masyarakat. g) Penyusunan RIK. Orari.230. j) Mengadakan pelatihan yang bekerjasama dengan Ciracas. yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Pendataan Potensi Kepemudaan. h) Melakukan kerjasama dengan pihak ke-3 untuk penempatan mobil unit dan pos kebakaran.834. dan perguruan tinggi. Perguruan Tinggi) dan LSM. c) Membentuk tim pencegahan dan penanggulangan kebakaran sekaligus bencana lainnya melalui kerjasama dengan pihak ke-3 (Instansi terkait.

Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Meningkatnya kemampuan kewirausahaan pemuda. b) Meningkatnya keimanan dan ketaqwaan pemuda.44%).00 (99.60%).00 dengan realisasi sebesar Rp448.Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terlaksananya pendataan potensi kepemudaan sebanyak 1 database. b) Meningkatnya keterampilan pemuda.00 (96. yang dilaksanakan melalui Kegiatan Pembinaan Organisasi Kepemudaan.00 dengan realisasi sebesar Rp205. b) Kegiatan Pelatihan Keterampilan bagi Pemuda.191.188. 4) Pengembangan Kebijakan dan Manajemen Olahraga Pengembangan Kebijakan dan Manajemen Olahraga mendapat alokasi anggaran sebesar Rp450. 2) Peningkatan Peran Serta Kepemudaan Peningkatan Peran Serta Kepemudaan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp478.00 dengan realisasi sebesar Rp476.000. b) Terlaksananya pelatihan keterampilan sebanyak 150 orang.765. 3) Peningkatan Upaya Penumbuhan Kewirausahaan dan Kecakapan Hidup Pemuda Peningkatan Upaya Penumbuhan Kewirausahaan dan Kecakapan Hidup Pemuda mendapat alokasi anggaran sebesar Rp211.000. b) Terlaksananya pembinaan keimanan dan ketaqwaan sebanyak 50 pemuda.000. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Tersedianya database potensi pemuda. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah terlaksananya pembinaan organisasi kepemudaan sebanyak 1 kali kegiatan.90%). Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terlaksananya pelatihan kewirausahaan sebanyak 75 orang.500.072.525.00 (99.000.000. yang dilaksanakan melalui kegiatan: IV-70 .750. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah meningkatnya peran pemuda dalam pembangunan. yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Pelatihan Kewirausahaan bagi Pemuda.

b) Kegiatan Pengkajian Kebijakan-Kebijakan Pembangunan Olahraga. Meningkatnya kemampuan manajerial organisasi olahraga tingkat perkumpulan dan tingkat daerah. Kegiatan Peningkatan Manajemen Organisasi Olahraga Tingkat Perkumpulan dan Tingkat Daerah.00 (97. b) Tersedianya bahan kebijakan pembangunan olahraga. Meningkatnya pengembangan olahraga rekreasi.00 dengan realisasi sebesar Rp4.150. 6) Peningkatan Sarana dan Prasarana Olahraga Peningkatan Sarana dan Prasarana Olahraga mendapat alokasi anggaran sebesar Rp4. Kegiatan Pengembangan Olahraga Rekreasi. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Meningkatnya kemampuan manajerial organisasi pemuda. d) Terlaksananya pembinaan organisasi olahraga tingkat kecamatan sebanyak 30 kecamatan. 5) Pembinaan dan Pemasyarakatan Olahraga Pembinaan dan Pemasyarakatan Olahraga mendapat alokasi anggaran sebesar Rp600.00 (95. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terlaksananya identifikasi bakat dan potensi Pelajar SMP dan SMA sebanyak 1 kegiatan.46%). Meningkatnya pengembangan olahraga lanjut usia termasuk penyandang cacat.044.960.a) Kegiatan Pembinaan Manajemen Organisasi Olahraga.049. b) Tersusunnya rancangan perda sebanyak 1 raperda.000. c) Terlaksananya invitasi olahraga rekreasi dan tradisional sebanyak 500 orang. Kegiatan Pengembangan Olahraga Lanjut Usia Termasuk Penyandang Cacat. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) b) c) d) Meningkatnya prestasi pelajar dalam olahraga. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terlaksananya workshop keolahragaan sebanyak 75 orang.270.650. IV-71 . yang dilaksanakan melalui kegiatan: a) b) c) d) Kegiatan Pelaksanaan Identifikasi Bakat dan Potensi Pelajar Dalam Olahraga. b) Terlaksananya Lomba Senam Wanda Pasundan sebanyak 500 orang.00 dengan realisasi sebesar Rp572.788.460.49%).000. yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Peningkatan Pembangunan Sarana dan Prasarana Olahraga.

b) terpeliharanya prasarana olahraga dan sarana pendukung olahraga.000. berdasarkan ajuan dari tiap kecamatan sebagai berikut: a. dari target sebesar 75% dapat terealisasi sesuai target. dari target sebesar 75% dapat terealisasi sesuai target. dari target sebesar 30 kecamatan dapat terealisasi sesuai target. dari target sebesar 75% dapat terealisasi sesuai target. Pembangunan lapangan volly di Kecamatan Sukajadi dan Kecamatan Arcamanik.00 dengan realisasi sebesar Rp147. Pembangunan lapangan futsal di Kecamatan Bandung Kidul dan Kecamatan Cibiru. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah terpeliharanya gelanggang pemuda dan sarana pendukung kepemudaan.32%). 5) Indikator Ketersediaan Sarana Olahraga Masyarakat di Tingkat Kecamatan. b.00 (98.479. 4) Indikator Prosentase Peningkatan Upaya Revitalisasi Olahraga Masyarakat dan Tradisional. CAPAIAN KINERJA 1) Indikator Prosentase Peningkatan Peran Pemuda dan Lembaga Kepemudaan Dalam Peningkatan Kesejahteraan Masyarakat. IV-72 .000.000. 3) Indikator Peningkatan Peran Masyarakat dan Sektor Swasta dalam Pengelolaan Keolahragaan. 7) Peningkatan Sarana dan Prasarana Kepemudaan Peningkatan Sarana dan Prasarana Kepemudaan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp150. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah terlaksananya rehabilitasi sarana dan prasarana kepemudaan sebanyak 1 gelanggang.b) Kegiatan Pemeliharaan Rutin/Berkala Sarana dan Prasarana Olahraga. dari target sebesar 75% dapat terealisasi sesuai target. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Tersedianya bantuan pembangunan sarana prasarana olahraga pada 30 kecamatan. 2) Indikator Pendidikan dan Pelatihan Kewirausahaan. yang dilaksanakan melalui Kegiatan Pemeliharaan Rutin/Berkala Sarana dan Prasarana Kepemudaan. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Meningkatnya ketersediaan prasarana olahraga dan sarana pendukung olahraga. b. b) Terlaksananya rehabilitasi sarana dan prasarana olahraga sebanyak 15 SOR/GOR.

Grafik IV.c.701 buah kendar raan roda 2.483 m2 akan berdiri megah m pada lahan seluas 24. bola. e. Terkait T denga an yang kurang hal tersebut.12 Targe et dan Realisas si Peningkatan n Peran Pemuda dan Lembaga K Kepemudaan dalam Pening gkatan Kesejahteraan Masy yarakat Tahun 2010-2011 83% 81% 79% Target Rea alisasi Realisasi sam R ma d dengan Targe et Persentase (%) 77% 75% 73% 71% 69% 67% 65% 63% Realisasi melebihi Target 75% 75% 75% % 65% Tahu un 2010 Tahun 2011 1 IV-7 73 . dilen ngkapi Bangunan te beberapa fasilitas istimew wa. dan mempunyai kapasitas day ya tampung sebanyak 3 38. ring basket.50 ha. . serta penambaha an tenaga ke anggaran pa ada tahun anggaran 2012 2. d. seba 6) Indikator nan Stadio on Pembangun ak Bola (SUS S) di Bandun ng Utama Sepa Timur. Pem mbangunan tr rack lari dan track manula a di Kecamata an Antapani. fasilitas untuk 2 m sebany penonton pe enyandang ca acat dengan kursi roda se ebanyak 60 sp pace dan lapangan parkir dapat t menampung g 53 buah bu us.14%. n net voli.514 bua ah kendaraan n roda 4 dan 1.000 peno onton. ersebut terdiri atas 4 lant tai dan atap tertutup t seluruhnya. Pem mbangunan la apangan sepa akbola di Kec camatan Band dung Wetan. Gambar r IV. Fakto or penghambat pencapaian n target adala ah c cuaca yang kuran ng kondisi mendukung dan dukungan anggara an g memadai. antara lai in: kaca anti peluru masin ng –masing 7. dari target kum mulatif sebesa ar ecara kumulatif dapa at 100%. upaya ya ang dilakuka an am kerja da an adalah penambahan ja erja. se terealisasi sebesar s 42. againya. pap pan catur. . seperti s .6 Wa alikota dan W Wakil Walikota Band dung Melakuk kan Peninjaua an SUS Ged ebage Bangunan SUS S seluas 72 2. 2. dan lain meja pingpong. Sedangkan 24 kecamatan k la ainnya mene erima sarana olah raga.2 m x yak 3 unit di d ruang VV VIP Lounge dan d Royal Box.

950.178.950. c) Dalam hal peningkatan pendapatan retribusi dari Sarana–Sarana Olah Raga/GOR/ GGM dan Gelanggang Taruna masih mengacu kepada Peraturan Daerah Nomor 34 Tahun 1998 tentang Retribusi Tempat Rekreasi dan Olah Raga sehingga mengalami kesulitan untuk dapat mencapai pendapatan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. 9. c) Memproses penetapan Peraturan Daerah untuk mengganti Peraturan Daerah Nomor 34 Tahun 1998 tentang Retribusi dan Sarana Olahraga. dan 2) Bagian Perkonomian Setda Kota Bandung. karena perda tersebut sudah sangat tidak sesuai dengan kondisi saat ini. Program dan kegiatan pada Urusan Penanaman Modal tahun 2011 dilaksanakan oleh: 1) Bappeda.205.326.095.00 (97. a) 2) Solusi a) Mengalokasikan anggaran untuk peningkatan sarana dan prasarana olah raga pada 30 kecamatan serta melakukan rehabilitasi sarana-sarana olah raga milik Pemerintah Kota Bandung. b) Belum dimilikinya PPLP sebagai wadah pembinaan dan penyiapan para atlit yang dimulai sejak dini.A. capaian kinerja serta permasalahan dan solusinya dapat diuraikan sebagai berikut: a. URUSAN PENANAMAN MODAL Urusan Penanaman Modal pada tahun anggaran 2011 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp1.00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp1.598. d) Kondisi cuaca yang kurang mendukung dan keterbatasan anggaran dalam pekerjaan pembangunan SUS Gedebage.c.598. Adapun realisasi pelaksanaan program dan kegiatan.67%). PERMASALAHAN DAN SOLUSI 1) Permasalahan Masih belum meratanya ketersediaan sarana dan prasarana olah raga yang dimiliki oleh tiap kecamatan.995.580.76%). d) Penambahan jam kerja dan tenaga kerja serta penambahan anggaran pada T. b) Melakukan kajian akademis tentang PPLP. PROGRAM DAN KEGIATAN 1) Program Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi Program Peningkatan Promosi dan Kerjasama Investasi mendapat alokasi anggaran sebesar Rp742. yang dilaksanakan melalui: IV-74 .00 dengan realisasi sebesar Rp725.00 (97. 2012 dari APBD Kota dan Bantuan Keuangan Provinsi Jawa Barat untuk percepatan pembangunan SUS Gedebage.

CAPAIAN KINERJA Indikator Nilai Investasi.238.289. c) Tersusunnya evaluasi 7 kawasan perindustrian dan perdagangan dan seminar pengembangan potensi produk unggulan yang berdaya saing.000. c) Tersedianya bahan perumusan kebijakan pengembangan potensi ekonomi kota. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Tersedianya bahan perumusan kebijakan perencanaan pembangunan ekonomi dan pengembangan investasi. yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Memfasilitasi dan Koordinasi Kerjasama di Bidang Investasi.627.067.400. b) Meningkatnya calon investor di Kota Bandung.000.016. b) Terarah dan meningkatnya penanaman modal di Kota Bandung.00 2) Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) : Rp 515. dari target sebesar Rp5.990.304. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terfasilitasinya Forum Bisnis Kota Bandung sebanyak 2 kali.591.159.098. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Terwujudnya forum bisnis dalam rangka meningkatkan investasi dan iklim bisnis yang kondusif di Kota Bandung. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Tersusunnya Profil Potensi Unggulan Daerah sebanyak 1 dokumen.a) Kegiatan Pengembangan Potensi Unggulan Daerah. b) Terlaksananya keikutsertaan dalam pameran investasi sebanyak 2 kali.000. b) Kegiatan Penyusunan Cetak Biru (Master Plan) Pengembangan Penanaman Modal.90%). 2) Program Peningkatan Iklim Investasi dan Realisasi Investasi Program Peningkatan Iklim Investasi dan Realisasi Investasi mendapat alokasi anggaran sebesar Rp463. b.00 IV-75 .00 dengan realisasi sebesar Rp453. b) Kegiatan Penyelenggaraan Pameran Investasi.00 dapat terealisasi sebesar Rp13.014.00. b) Tersusunnya dokumen perencanaan pengembangan investasi sebanyak 1 dokumen.065.059.000.00 (97. dengan rincian sebagai berikut: 1) Penanaman Modal Asing (PMA) : Rp 9.000.000.216.254. c) Kegiatan Pengembangan Potensi Unggulan Daerah.900.00 3) Non PMA/PMDN : Rp 4.

00. capaian kinerja lainnya pada Urusan Penanaman Modal adalah meningkatnya Indeks Kepuasan Masyarakat (IKM) terhadap Pelayanan Perizinan Tahun 2011. maka pada tahun 2011 dapat disampaikan bahwa jumlah investasi yang berada di Kota Bandung meliputi gabungan dari kedua sumber tersebut yaitu sebesar Rp13. Secara keseluruhan.318. Untuk mendorong investasi yang lebih berkualitas dalam arti manfaat sebesar-besarnya bagi kesejahteraan warga kota dalam bentuk perbaikan kualitas lingkungan.14%. Perkembangan jumlah total investasi pada tahun 2011 meningkat sejumlah Rp9. Realisasi IKM Tahun 2011 tersebut mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan IKM Tahun 2010.11%.032. peningkatan kualitas sumber daya manusia.00.822. Selain pencapaian target nilai investasi yang telah ditetapkan dalam RPJMD di atas. Iklim investasi di Kota Bandung yang kondusif juga menjadi salah satu pilihan investor menanamkan modalnya di Kota Bandung.591.Sebagaimana diketahui bahwa kewenangan dalam perizinan Penanaman Modal Asing (PMA) dan Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) di daerah yang bernilai Rp10 miliar atau lebih. IV-76 . propinsi. peningkatan infrastruktur kota serta perizinan usaha. yang terdiri atas: (1) Sangat Puas 64.304. kiranya diperlukan penguatan langkah dalam memelihara iklim investasi dan berusaha di Kota Bandung dalam bentuk kebijakan kelembagaan penanaman modal.481.47%.889.02% jika dibandingkan dengan tahun 2010 yang baru mencapai sejumlah Rp4. sementara yang lainnya (atau lazim disebut non-PMA/non-PMDN) dilaksanakan atau merupakan kewenangan Pemerintah Kabupaten/Kota.00 atau sebesar 237. yaitu terdiri atas: (1) Sangat Puas 74.42%. investasi di Kota Bandung pada tahun 2011 mengalami kenaikan yang sangat signifikan. Kunjungan Perwakilan KPK dan namun seiring dengan penyempurnaan sistem World Bank ke BPPT Kota Bandung pelaporan penanaman modal. dan (3) Kurang Puas 8.7 dari sumber investasi non-PMA/non-PMDN. dan (3) Kurang Puas 16. hal ini disebabkan makin terintegrasinya sistem pendataan atau pencatataan nilai investasi baik di tingkat pusat.14%. pengelolaan penanaman modal. lapangan berusaha) serta menjadi penggerak perkembangan sektor lainnya.72%.327. (2) Puas 19. strategi pemasaran yang lebih efektif dan efisien.216. dan kabupaten/kota. jumlah investasi yang dilaporkan hanya Gambar IV. kebijakan kelembagaan terkait.558.695.014. Sampai tahun 2010. dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat melalui BKPM Pusat. dan kualitas kehidupan (lapangan kerja. (2) Puas 18.

Pera aturan Kepala a BKPM Nom mor 14 Tahun n 2009. b) Belum optim malnya fungs si dan peran n kelembaga aan penanam man modal karena k keterbatasan n SDM dan in nfrastruktur pendukung. PERMASALA AHAN DAN N SOLUSI 1) Pe ermasalahan a) Posisi dan kelembagaan k penanaman modal secar ra tegas mer rupakan pera angkat teknis.4 un 2010 Tahu Tahun 2011 c.0 8. kare ena peratura an yang mem mayunginya s sudah tidak dapat agi. kursus astruktur pen ndukung sesu uai kebutuhan n.9 4. kualitas infra c) Mengusulka an perbaikan peraturan terkait t denga an penanaman modal se ebagai acuan dala am penyusu unan petun njuk pelaksa anaan dan petunjuk teknis penyelengga araan penana aman modal.0 16.59 4.0 0. p c) Belum adan nya petunjuk k pelaksanaa an dan petu unjuk teknis penyelengg garaan penanaman modal.0 4.Grafik IV.0 18.0 Triliun (Rp) 12.13 T Target dan Re alisasi Nilai Investasi Tahun n 2010-2011 20. diterapkan la 2) Solusi a) Melakukan penyesuaian posisi dan bentuk kelem mbagaan ag gar sejalan dengan dang Nomor r 25 Tahun 2007.0 10.0 2. sehin ngga posisi da an kelembaga aannya perlu ditinjau kem mbali.0 Realisasi belum hi Target memenuh Realisasi melebihi R T Target T Target Realisasi 13 3. IV-7 77 . dan Peraturan Pre esiden Nomor 27 Tahun 2009 te entang PTSP di Bidang Penanaman Mo odal. dan lain sebagainya. Pera aturan Kepala a BKPM Nom mor 12 Tahun n 2009 Pasal 3. b) Menambah jumlah SDM dan mening gkatkan kapa asitas dan kualitas SDM melalui m s bahasa asin ng.0 6. Peratu uran Kepala BKPM Nom mor 11 Undang-Und Tahun 2009 9 Pasal 2 dan Pasal 3. s se erta meningk katkan pelatihan/seminar.0 14.0 5.

PROGRAM DAN KEGIATAN 1) Penciptaan Iklim Usaha Kecil Menengah yang Kondusif Penciptaan Iklim Usaha Kecil Menengah yang Kondusif mendapat alokasi anggaran sebesar Rp816.00 dengan realisasi sebesar Rp745.10.499. c) Kegiatan Penyusunan Kebijakan tentang Usaha Kecil Menengah.967. dan 2) Bagian Perekonomian Setda Kota Bandung. 2) Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif UKM Pengembangan Kewirausahaan dan Keunggulan Kompetitif UKM mendapat alokasi anggaran sebesar Rp760.200. Kegiatan Fasilitasi Pengembangan Kewirausahaan UMKM.025.00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp3.000. b) Kegiatan Fasilitasi Pengembangan Usaha Kecil Menengah. b) Meningkatnya promosi produk UKM. URUSAN KOPERASI DAN USAHA KECIL DAN MENENGAH Urusan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah pada tahun anggaran 2011 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp4.339. yang dilaksanakan melalui: a) b) c) d) Kegiatan Memfasilitasi Peningkatan Kemitraan Usaha bagi UMKM. IV-78 . BUMEX. Program dan kegiatan pada Urusan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah tahun 2011 dilaksanakan oleh: 1) Dinas Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (KUKM Indag). Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terselenggaranya bimbingan teknis tentang kebijakan UKM. c) (1) Terselenggaranya seminar penguatan daya saing produk unggulan. Harkopnas Ke64).160.000.846.00 dengan realisasi sebesar Rp725.168.42%).23%).050.51%).050. Kegiatan Penyelenggaraan Pelatihan Kewirausahaan.275. dan (2) tersusunnya buku profil ekonomi Kota Bandung. Kegiatan Pelatihan Manajemen Pengelolaan Koperasi/KUD. yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Sosialisasi Kebijakan tentang Usaha Kecil Menengah. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Meningkatnya wawasan stakeholders tentang kebijakan UKM.00 (91. c) Tersedianya bahan perumusan kebijakan pengembangan potensi ekonomi kota. Adapun realisasi pelaksanaan program dan kegiatan.00 (91.840.00 (95. capaian kinerja serta permasalahan dan solusinya dapat diuraikan sebagai berikut: a. b) Terselenggaranya pameran produk UKM (Batam Expo.

dan Menengah (UMKM). b) Terselenggaranya fasilitasi dan intermediasi UMKM. c) Meningkatnya ketetapan sasaran dalam penyaluran pengembalian kredit program barokah. 3) Pengembangan Sistem Pendukung Usaha bagi UMKM Pengembangan Sistem Pendukung Usaha bagi UMKM mendapat alokasi anggaran sebesar Rp1. c) Terlaksananya penyaluran dan pemantauan pengembalian dana kredit program barokah.00 dengan realisasi sebesar Rp925.17%). Kecil. d) Tersalurkannya bantuan progrm bawaku makmur yang tepat sasaran dan terevaluasinya bawaku makmur tahun 2010.00 (83. b) Kegiatan fasilitasi dan intermediasi bagi Usaha Mikro Kecil (UMK). b) Meningkatnya daya saing UMKM.112.000. d) Kegiatan koordinasi penggunaan dana pemerintah bagi usaha mikro kecil menengah. IV-79 . c) Terlaksananya pelatihan pengelola koperasi sebanyak 120 koperasi. Meningkatnya kemampuan pelaku UKM. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terselenggaranya pameran gelar produk UMKM sebanyak 13 UKM.Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terselenggaranya temu kemitraan antara UKM dengan usaha besar sebanyak 393 UKM. yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan penyelenggaraan promosi produk Usaha Mikro. Meningkatnya kemampuan manajerial pengelola koperasi.450.371. d) Tersusunnya kajian mekanisme penyaluran kredit barokah. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Terpromosikannya produk dan terjalinnya jaringan pemasaran UMKM. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) b) c) d) Terjalinnya kemitraan antara UMK dengan usaha besar dan BUMN. Meningkatnya pelaksanaan perguliran kredit barokah.659. b) Terlaksananya pelatihan pelaku usaha kecil menengah sebanyak 90 UKM. c) Kegiatan pemantauan pengelolaan penggunaan dana pemerintah bagi UMKM. d) Terlaksananya penyaluran dan evaluasi Program Bawaku Makmur tahun 2010.

Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Meningkatnya pemahaman Pra Koperasi/kelompok masyarakat. (3) bimtek fasilitasi pembiayaan USP Koperasi sebanyak 400 koperasi. Perbankan. BUMS. pengawasan. (5) jaringan usaha perkuatan permodalan KSP/USP koperasi sebanyak 400 koperasi. b) Terlaksananya pembinaan. Kegiatan Penyebaran Model-Model Pola Pengembangan Koperasi. (2) Penilaian Koperasi Berprestasi sebanyak 100 koperasi. b) Meningkatnya pengetahuan perkoperasian. d) Terlaksananya temu usaha koperasi dan terlaksananya jaringan usaha koperasi sebanyak 300 koperasi.100. e) Terciptanya koperasi yang berkualitas dan terciptanya kemitraan serta akses permodalan koperasi dengan BUMN. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terlaksananya sosialisasi/penyuluhan pembinaan kepada Pra Koperasi/kelompok masyarakat.00 dengan realisasi sebesar Rp1. teridentifikasinya permasalahan. Kegiatan Fasilitasi Pembiayaan dan Pengembangan Usaha Simpan Pinjam. dan (3) kunjungan kerja peningkatan dan pengembangan manajemen usaha koperasi produksi dan jasa lainnya sebanyak 95 koperasi.20%). (4) pembinaan.000. citra koperasi di masyarakat. (2) bimbingan teknis intermediasi pendanaan KSP/USPKoperasi sebanyak 400 koperasi. IV-80 .00 (95. peluang. d) Meningkatnya optimalisasi sinergitas jaringan usaha konsumsi dan meningkatnya wawasan pengurus dan pengawas dalam menjalankan usaha koperasi.774.650. e) Terlaksananya: (1) bimbingan teknis peningkatan kinerja KSP/USP-Koperasi sebanyak 400 koperasi.570. yang dilaksanakan melalui: a) b) c) d) e) Kegiatan Sosialisasi Prinsip-Prinsip Pemahaman Perkoperasian.4) Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi Peningkatan Kualitas Kelembagaan Koperasi mendapat alokasi anggaran sebesar Rp1. (3) peringatan hari koperasi sebanyak 2000 orang. Kegiatan Peningkatan dan Pengembangan Jaringan Kerjasama Usaha Koperasi. dan lembaga keuangan lainnya. Kegiatan Pembinaan. dan penilaian kesehatan KSP/USP koperasi sebanyak 400 koperasi. Pengawasan dan Penghargaan Koperasi Berprestasi. c) Meningkatnya volume usaha dan kapasitas produksi koperasi. dan (6) bimtek pengawasan KSP/USP koperasi sebanyak 400 koperasi. c) Terlaksananya: (1) promosi produk hasil koperasi sebanyak 100 koperasi (4 kali). pengawasan dan penghargaan koperasi berprestasi melalui: (1) bimbingan teknis (bimtek) sebanyak 200 orang. (2) bimtek pengembangan usaha koperasi produksi sebanyak 100 koperasi (promosi produk hasil koperasi 3 kali).000. serta potensi usaha koperasi dan meningkatnya kualits lembaga koperasi. dan (4) transplantasi kelembagaan koperasi sebanyak 10 koperasi.

CA APAIAN KINERJA 1) Indikator Meningkatnya M a Jumlah Un nit Usaha yan ng Berdaya Saing.500 Tar rget Realisasi 5.500 4.500 2.500 3.42 25 unit usaha.000 Unit Usaha 4.000 2. Fakto or UMKM Walikota Bandung g Mengunjungi n pencapaia an pendorong keberhasilan P Pameran Kriya a Pesona VI ah meningka atnya motiva asi target adala UMKM dala am mengembangkan usa ahanya dan terbukanya peluang usa aha di Kota Bandun ng.425 Target : Realisasi : Eksisting 4. yaitu melalu ui fasilitasi da an n akses para pelaku p UMKM M peningkatan terhadap sumber-sumber permodalan n.15 Peningkatan Jumlah Unit U Usaha yang Be erdaya Saing Tahun 20 08 -2011 5.727 un nit usaha dapat t terealisasi se ebanyak 4.2 221 3. bankan dan BUMN.8 pengelolaan M. sert ta seperti perb peningkatan n aspek manajerial Gambar r IV.388 Realisasi melebihi Target Grafik IV.500 2. da ari target kumu ulatif sebanyak 3.000 2 2.14 Target dan d Realisasi Peningkatan P Ju umlah Unit Usaha yang Berdaya Saing S Tahun 2010-2011 2 6.425 4. .000 3.000 Realisas si melebih hi 4.000 2.727 3. 2) Indikator Ju umlah Unit Koperasi K Sehat.000 4.500 3.000 5. Grafi ik IV.500 4.b.221 4. Penilai ian Koperasi Sehat dilaksanakan n oleh narasumber koperasi k de engan meng ginventarisir hasil pelaksanaan n Rapat Angg gota Koperasi (RAT) untuk k selanjutnya diadakan pen nilaian kesehatan koperasi k seca ara berkala.121 Unit Usaha 4 4.500 5.000 3.800 Tahun 20 010 Tahu un 2011 2 2008 2009 9 2010 2 2011 IV-8 81 . Faktor F pendo orong keberh hasilan penca apaian target adal lah meningk katnya inten nsitas pemb binaan yang g dilakukan oleh narasumber koperasi dan n terlaksanan nya laporan keuangan ya ang dilakukan n oleh koperasi secara berkala. dari targe et kumulatif sebanyak 35 50 unit koperasi dap pat terealisas si sebanyak 446 4 unit kop perasi.

271. Belum optim malnya pemas saran produk k UKM. 2) Solusi a) b) c) d) e) Melaksanaka an pelatihan kewirausahaan bagi SDM M UKM.c.00 dan da apat direalisasikan se ebesar anggara Rp3.00 (83.02%). Masih kuran ngnya pelaksa anaan diklat teknis t perkop perasian bagi aparatur.815.815. capa aian kinerja s serta permasa alahan usinya dapat diuraikan seb bagai berikut: dan solu a.02%). UR RUSAN KEPENDUDU UKAN DAN N CATATA ATAN SIPIL L Urusan Kependuduk kan dan Cata atan Sipil pad da tahun ang ggaran 2011 mendapat alokasi a an sebesar r Rp3.528. Masih kuran ngnya jumlah narasumber koperasi. Melaksanaka an bimtek da an pelatihan desain d dan pa ackaging. .528. Administrasi b) Kegiatan an Koordinasi Pelaksanaa ependudukan n. Fasilitasi pem masaran mela alui pameran produk UKM M. yan nakan melalui i: dilaksan a) Kegiatan tasi Sistem Implement i Kependudukan. Meningkatkan kuantitas pelaksanaan diklat perkoperasian bagi aparatur.00 0 (83. PR ROGRAM DAN D KEGIA ATAN 1) Pro ogram Penataan Adm ministrasi Ke ependuduk kan Pelaksan naan Program Penataan n Administra asi Kependudukan men ndapat alok kasi anggara an engan realisa asi sebesar Rp3.940. PERMASALA AHAN DAN N SOLUSI ermasalahan 1) Pe a) b) c) d) e) Masih terbat tasnya kemam mpuan entrep preneur SDM M UKM.271 1.423. 11.423. Masih lemah hnya kemamp puan untuk desain d dan pa ackaging.940.708. Menambah jumlah naras sumber koper rasi. Kebijakan Ke c) Kegiatan Pengolaha an dalam Laporan n Informa asi Penyusunan kan.00 de ng sebesar Rp3. Kependuduk Gambar r IV.708.9 Waliko ota Bandung M Menghadiri Ac cara Launc ching Mobil Ke eliling Pelayan nan Kependu dukan IV-8 82 . Program P dan kegiatan pa ada Urusan K Kependuduka an dan Catatan Sipil tahun 2011 dilaks sanakan oleh h Dinas Kep pendudukan dan Catatan n Sipil capil) Kota Ba andung. (Disdukc Adapun realisasi pela aksanaan pro ogram dan ke egiatan.

dan (3) pengawasan Kependudukan sebanyak 8 kali. IV-83 . Keberhasilan pencapaian target tidak terlepas dari dukungan ketersediaan anggaran dan peningkatan kinerja SKPD. Meningkatnya kesadaran masyarakat tentang kependudukan. Meningkatnya pemahaman masyarakat tentang kebijakan kependudukan. Terlaksananya koordinasi kebijakan kependudukan. Koneksitas jaringan dari Kecamatan ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil dan Kementerian Dalam Negeri sudah berjalan 100%. CAPAIAN KINERJA Indikator Tingkat Koneksi Data Kependudukan di Kelurahan. Evaluasi.d) e) f) g) Kegiatan Peningkatan Pelayanan Publik dalam Bidang Kependudukan. Tersusunnya database kependudukan. Kecamatan. (2) monitoring di Kecamatan sebanyak 1 kali. Terlaksananya sosialisasi kebijakan kependudukan. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) b) c) d) e) f) g) Tersedianya sistem informasi kependudukan. dan Pelaporan. Tersedianya database kependudukan. Kegiatan Monitoring. Terlaksananya pelayanan publik dalam bidang kependudukan. Terlaksananya: (1) operasi Yustisi sebanyak 6 kali. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) b) c) d) e) f) g) Tersusunnya sistem informasi kependudukan. Kegiatan Pengembangan Database Kependudukan. Terkoordinasikannya seluruh kebijakan kependudukan. Kegiatan Sosialisasi Kebijakan Kependudukan. dari target sebesar 100% dapat terealisasi sesuai target. Meningkatnya pelayanan publik dalam bidang kependudukan. Tersusunnya laporan informasi kependudukan. b. serta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil. Tersedianya laporan informasi kependudukan.

operator dan s Kependudukan dan Cata atan Sipil).55%). sementara.000.16 Target dan Realis sasi Tingkat Koneksi K Data Kependuduka K n di Kelurahan. IV-8 84 .00 0 dan dapat direalisasika an sebesar Rp6.00 (89. Rp7. R 778.Grafik IV. sipil di Dinas 2) Solusi a) Menyusun peraturan tentang t kete entuan pend duduk tingg gal tetap. maupun per c) Kurangnya SDM deng gan kompete ensi yang berbasis tek knologi kom mputer n tenaga adm ministrasi pela ayanan penca atatan (operator di kecamatan.780. dan b) Melakukan Operasi O Simp patik dan Ope erasi Yustisi se ecara rutin.299. tinggal t sementara. 12. c) Mengoptima alkan SDM yang ada dan n mengajukan n usulan penambahan pe egawai ke BKD sesu uai kompetensi yang dibut tuhkan.764. serta Dinas D Kependudukan dan Catatan C Sipil Tahun T 2010-2 2011 150% 140% 130% Target t Realis sasi sama denga an Target 100% 100% Realisasi Realisasi sam ma dengan Target 100% 10 00% Persentase (%) 120% 110% 100% 90% 80% 70% 60% 50% un 2010 Tahu Tahun 2011 c. dan d pendudu uk komuter). Kecamatan n.034 Program m dan kegiat tan pada Ur rusan Ketena agakerjaan tahun 2011 dilaksanakan n oleh Dinas Te enaga Kerja (Disnaker) Kota Bandung. PERMASALA AHAN DAN N SOLUSI 1) Pe ermasalahan a) Mobilitas penduduk p ya ang sangat tinggi (penduduk tingg gal tetap. tinggal t d pendudu uk komuter. UR RUSAN KETENAGAK KERJAAN Urusan Ketenagakerj jaan pada tahun anggaran 2011 mend dapat alokasi anggaran se ebesar 4. b) Kurangnya kesadaran penduduk p dalam d pelapo oran peristiw wa kependudukan ristiwa pentin ng.

b) Meningkatnya sarana penunjang pelatihan keterampilan bagi pencari kerja. rajut.500. Kegiatan Penyiapan Tenaga Kerja Siap Pakai.00 (91. Kegiatan Peningkatan Profesionalisme Tenaga Kepelatihan dan Instruktur BLK. Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan Bagi Pencari Kerja.00 (68. menjahit.283.605.00 dengan realisasi sebesar Rp882.Adapun realisasi pelaksanaan program dan kegiatan. d) Meningkatnya keterampilan para pencari kerja. yang dilaksanakan melalui: a) b) c) d) Kegiatan Penyusunan Database Tenaga Kerja Daerah. teknisi handphone.72%).051.00 dengan realisasi sebesar Rp3.100.544. Kegiatan Penyebarluasan Informasi Bursa Tenaga Kerja.177.13%) yang dilaksanakan melalui: a) b) c) d) Kegiatan Penyusunan Informasi Bursa Tenaga Kerja. d) Terselenggaranya pelatihan teknisi sepeda motor. Kegiatan Pengadaan Peralatan Pendidikan dan Keterampilan Bagi Pencari Kerja. capaian kinerja serta permasalahan dan solusinya dapat diuraikan sebagai berikut: a.486.000. dan teknisi hardware komputer sebanyak 9 paket (165 orang) Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Tersedianya data penganggur by name by address Kota Bandung dan meningkatnya pemahaman aparatur dan masyarakat mengenai ketenagakerjaan. b) Tersedianya peralatan pelatihan keterampilan bagi para pencari kerja. c) Meningkatnya kemampuan dan profesionalisme instruktur BLK. dan Pelatihan IV-85 . c) Terlaksananya pendidikan pegawai sebagai tenaga pengajar/instruktur profesional dan terlaksananya pelatihan teknisi computer. Kegiatan Pengembangan Kelembagaan Produktivitas Kewirausahaan.319. 2) Program Peningkatan Kesempatan Kerja Program Peningkatan Kesempatan Kerja mendapat alokasi anggaran sebesar Rp3. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Tersusunnya data penganggur by name by address Kota Bandung sebanyak 1 buku dan terlaksananya sosialisasi/seminar PTKD sebanyak 1 kali sosialisasi/seminar. PROGRAM DAN KEGIATAN 1) Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga Kerja Program Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Tenaga kerja mendapat alokasi anggaran sebesar Rp1.000.

catering.954 lowongan kerja. service hp.394.057 data informasi lowongan kerja dan 2.530 penempatan tenaga kerja. broadcasting. managemen usaha. c) Kegiatan Sosialisasi Berbagai Peraturan Pelaksanaan Tentang Ketenagakerjaan. design grafis. a) 3) Program Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan Program Perlindungan dan Pengembangan Lembaga Ketenagakerjaan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp2.675. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: Tersusunnya informasi lowongan kerja baik untuk penempatan dalam daerah maupun luar daerah sebanyak 3. e) Terbentuknya kelompok usaha baru berbasis masyarakat. e) Terselenggaranya pelatihan penciptaan usaha baru sebanyak 4 paket (80 orang).93%) yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Fasilitasi Penyelesaian Prosedur. Kegiatan Perluasan Kesempatan Kerja. hantaran. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Tersedianya informasi lowongan kerja dan data pencari kerja dalam buletin dan bursa kerja. c) Terlaksananya pelatihan melalui pemagangan untuk pencari kerja sebanyak 100 orang. b) Kegiatan Fasilitasi Penyelesaian Prosedur Pemberian Perlindungan Hukum dan Jaminan Sosial Ketenagakerjaan.240. uji kompetensi sebanyak 660 orang. fotografer. f) Terselenggaranya kegiatan perluasan kesempatan kerja sebanyak 9 kelurahan. f) Meningkatnya jumlah penempatan tenaga kerja sementara. tata rias rambut. pastry. Penyelesaian Perselisihan Hubungan Industrial.10 Pemberian Penghargaan Juara I LKS Tripartit Tingkat Propinsi Jabar Tahun 2011 dari Gubernur Jabar kepada Walikota Bandung IV-86 . bordir. e) Kegiatan Penyusunan dan Perumusan UMK Gambar IV. body treatment.264. b) Terselenggaranya pameran bursa kerja yang menyediakan informasi lowongan kerja sebanyak 2 kali bursa kerja dengan 7.e) f) Kegiatan Pemberian Fasilitasi dan Mendorong Sistem Pendanaan Pelatihan Berbasis Masyarakat. d) Kegiatan Peningkatan Pengawasan Perlindungan dan Penegakkan Hukum Terhadap Keselamatan dan Kesehatan Kerja.00 (98.00 dengan realisasi sebesar Rp2.134. b) Meningkatnya para pencari kerja yang mendapat pekerjaan. tata rias pengantin. d) Meningkatnya tenaga kerja terampil dan siap pakai sesuai pasar kerja dan terciptanya wirausaha baru mandiri.000. d) Terlaksananya pelatihan: menjahit. c) Meningakatnya jumlah masyarakat yang mengikuti pemagangan.

Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Terwujudnya Kesepakatan LKS Tripartit. Faktor pendukung keberhasilan pencapaian target adalah meningkatnya kegiatan pelatihan kerja. sedangkan data tahun 2010/2011 menggunakan basis data sensus penduduk tahun 2010 (sumber: BPS Kota Bandung. dari target sebesar 15. serta meningkatnya pemahaman Anggota SP/SB mengenai peraturan ketenagakerjaan. menurunnya jumlah kasus PHI. d) Terawasinya penerapan norma keselamatan dan kesehatan kerja dan meningkatnya pemahaman pengurus perusahaan mengenai peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan. f) Meningkatnya higiene perusahaan dan kesehatan lingkungan kerja. Kelompok Sadar Hukum (Kadarkum) Norma K3. b) Terfasilitasinya penyelesaian berita acara pemeriksaan kasus pelanggaran peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan sebanyak 3 kasus. b. dan pembinaan serikat pekerja sebanyak 600 orang. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terlaksananya: Rapat LKS Tripartit sebanyak 12 kali rapat. terselenggaranya kegiatan informasi pasar kerja melalui Bursa Kerja Online. IV-87 . serta meningkatnya kondusifitas iklim ketenagakerjaan di Kota Bandung. d) Terlaksananya: pembinaan dan pemeriksaan norma keselamatan dan kesehatan kerja.34%. disampaikan bahwa berdasarkan data statistik terdapat perbedaan penggunaan basis data. c) Terlaksananya Sosialisai Peraturan Perundang-Undangan Ketenagakerjaan sebanyak 360 orang. Kegiatan Peningkatan Higiene dan Kesehatan Lingkungan Kerja. dimana pada periode tahun 2006-2009 menggunakan basis data hasil sensus penduduk tahun 2000. meningkatnya kegiatan bursa kerja. dan Cerdas Cermat Norma K3 sebanyak 900 perusahaan. bertambahnya jumlah LPK. Di samping hal tersebut. f) Terlaksananya pembinaan di tempat kerja higiene perusahaan dan kesehatan kerja dan terlaksananya sosialisasi Hiperkes sebanyak 300 perusahaan. CAPAIAN KINERJA Indikator Menurunnya Tingkat Pengangguran Terbuka. c) Meningkatnya pemahaman pengusaha dan pekerja yang mengenai peraturan ketenagakerjaan.f) Bandung. e) Tersedianya Usulan Rekomendasi UMK Kota Bandung dan meningkatnya pemahaman pengusaha dan pekerja mengenai UMK dan pengupahan. meningkatnya kualitas SDM Pengantar Kerja.20% dapat terealisasi sebesar 10. b) Terselesaikannya berita acara pemeriksaan kasus pelanggaran peraturan perundang-undangan ketenagakerjaan. penyelesaian perselisihan hubungan industrial sebanyak 80 kasus. e) Terlaksananya Rapat DPK sebanyak 12 kali rapat dan Sosialisasi UMK sebanyak 360 orang. 2011). meningkatnya kompetensi pencari kerja.

f) Kasus perse elisihan hub bungan indu ustrial yang masuk seb banyak 74 kasus.20% % Target T Target Grafik IV. agar a alumni peserta latih h mampu menjadi m wirausaha baru. capaian kinerja k ermasalahann nya adalah kualitas dan n bobot pe ermasalahan kasus 62.83% 13. d) Belum optimalnya pen nyerapan ten naga kerja lokal/daerah h setempat pada .34% 10% 8% 15. kuota paket pelatihan un ntuk 20 orang g sering tidak k terpenuhi. sarana/pras sarana pelat tihan. dan k kegiatan pelatihan penyimpana tidak bisa dilaksanakan di d tempat. sehingga a tidak me empunyai te empat an peralatan.34% Tahun 20 010 Tahun 2011 Persentase (%) ( ) 200 08 2009 2010 2011 c.30% Realisasi melebihi Realisasi R m melebihi 15. diselesaikan melalui Perja anjian Bersam ma (PB) sebanyak 46 kasus. PERMASALA AHAN DAN N SOLUSI 1) Pe ermasalahan a) Fasilitas sara ana UPT Balai Latihan Kerja K (BLK) sa aat ini belum m memadai (tidak mempunyai bangunan/ /gedung BLK K). e) Kurangnya kesadaran k pa ara pengusah ha terhadap program perlindungan tenaga t kerja dan pe emasyarakata an budaya kes selamatan da an kesehatan kerja (K3).16%. .48 8% 13. Pe cenderung meningkat. karena pa ada umumny ya para calo on tenaga k kerja lokal belum perusahaan. memenuhi kompetensi k yang dibutuhk kan.Grafik IV. 75% 12% 10% 8% 6% 15.18 Perkemba angan Menuru unnya Tingkat t Penganggura an Terbuka Ta ahun 2008-20 011 22% Targ get Realisasi : Realisasi 20% 18% 16% 14% 12% 1 10.17 Target dan d Realisasi Menurunnya M T Tingkat Pengang gguran Terbuka Tahun 2010-2011 20% 18% 16% 14% 13.75% : Eksisting Persentase (%) 10. c) Belum terse edianya angg garan pada tahun 2011 1 untuk pen ngadaan alat dan sarana/prasa arana pasca pelatihan. b) Usulan pela atihan pada saat Musre enbang belu um seluruhny ya mengako omodir aspirasi mas syarakat seh hingga pada saat pelaks sanaan kegia atan. IV-8 88 . sehingga dalam pelak ksanaan me ediasi sulit untuk k erusahaan m maupun dari pihak mencapai kesepakatan (PB). baik dari pihak pe pekerja.

f) Melakukan upaya pembinaan yang lebih intensif.00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp1.31%) yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Kajian Rantai Pasokan dan Pemasaran Pangan. PROGRAM DAN KEGIATAN 1) Program Ketahanan Pangan Program Ketahanan Pangan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp1.000. c) Kegiatan Operasional Dewan Ketahanan Pangan Kota Bandung.468. dan memberikan pengertian serta arahan kepada kedua belah pihak (Pengusaha dan Pekerja) agar permasalahan dapat diselesaikan secara bipartit. b) Dalam upaya mengakomodir aspirasi masyarakat terkait kuota paket pelatihan. Program dan kegiatan pada Urusan Ketahanan Pangan tahun 2011 dilaksanakan oleh Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertapa) Kota Bandung.00 (98.2) Solusi Melakukan kerjasama pendidikan dan pelatihan dengan LPK di Kota Bandung dan BLKDN Gatot Subroto. serta memaksimalkan fungsional Pengantar Kerja untuk mencari peluang kerja di perusahaan. pelatihan untuk penanganan tenaga kerja yang terkena PHK. b) Kegiatan Pemantauan dan Analisis Akses Pangan Masyarakat. dan perencanaan kegiatan disesuaikan dengan kebutuhan. serta peningkatan pembinaan dan pemeriksaan ketenagakerjaan terhadap perusahaan. antara lain program CSR. capaian kinerja serta permasalahan dan solusinya dapat diuraikan sebagai berikut: a. URUSAN KETAHANAN PANGAN Urusan Ketahanan Pangan pada tahun anggaran 2011 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp1.00 (98.500. IV-89 .000.00 dengan realisasi sebesar Rp1. a) 13. maka perlu adanya: peningkatan program dan kegiatan yang ditujukan pada peningkatan kualitas dan produktivitas pencari kerja sesuai kebutuhan pasar kerja. Adapun realisasi pelaksanaan program dan kegiatan. dan koordinasi lebih intensif dengan Petugas Kecamatan dan Kelurahan untuk mempersiapkan Pencari Kerja yang siap dilatih.542.000. e) Peningkatan frekuensi sosialisasi tentang ketenagakerjaan yang meliputi norma kerja dan norma keselamatan dan kesehatan kerja. c) Mengalokasikan anggaran pada tahun 2012 untuk mengakomodir kebutuhan alat/sarana prasarana pasca pelatihan dan mensinergikan antara program pelatihan dengan program lainnya yang dapat diakses oleh masyarakat setempat.516. dalam upaya penyediaan tenaga kerja bagi perusahaan yang siap menerima pemagangan para pencari kerja Kota Bandung.468.000. analisa kebutuhan tenaga kerja terampil yang dibutuhkan pasar kerja.31%).500.542.516. d) Melakukan sosialisasi tentang manfaat pemagangan untuk perusahaan.

dan sampai akhir tahun 2011 sudah terbebaskan seluas 23 ha. Faktor pendorong keberhasilan pencapaian target adalah tersedianya biaya operasional distribusi raskin dari titik distribusi (Kelurahan) ke titik bagi (RTSPM). dari target sebesar 100% dapat terealisasi sesuai target. d) Terlaksananya kegiatan penyuluhan sumber pangan alternatif sesuai dengan Peraturan Walikota Nomor 376 Tahun 2011 tentang Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumberdaya Lokal. Dengan lahan sawah abadi tersebut petani akan mendapatkan pembagian hasil sawah sebesar 70%. Dinas Pendidikan. Dinas Perhubungan. maka Walikota Bandung mendapat penghargaan IV-90 . Upaya Pemerintah Kota Bandung dalam rangka meningkatkan cadangan pangan adalah merencanakan pembebasan lahan untuk sawah abadi seluas 100 ha. b) Meningkatnya gizi 120 anak sekolah dasar. c) Terpadunya pelaksanaan program ketahanan pangan pada 6 SKPD (Bappeda. meningkat dari pembagian semula sebesar 50%.431 RTSPM. d) Meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang sumber pangan alternatif. CAPAIAN KINERJA Indikator Persentase Jumlah Rumah Tangga Miskin yang Dapat Bantuan Pangan. Atas kebijakan lahan sawah abadi dan pelaksanaan berbagai program pembangunan pertanian dan ketahanan pangan di Kota Bandung. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. Pengadaan lahan sawah abadi merupakan amanat Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan yang juga akan berdampak pada meningkatnya kesejahteraan petani. masing-masing mendapat bantuan beras miskin (raskin) sebanyak 15 kg/bulan selama 1 tahun. b. capaian kinerja lainnya pada Urusan Ketahanan Pangan adalah tersedianya bahan masukan dalam penyusunan kebijakan lingkup program ketahanan pangan. Gambar IV. Jumlah Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTSPM) tahun 2011 sebanyak 63.d) Kegiatan Penyuluhan Sumber Pangan Alternatif. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang keamanan jajanan anak sekolah. dan Dinas Kesehatan).11 Panen Padi di Lahan Sawah Abadi Selain pencapaian target kinerja tersebut. Dinas Koperasi dan UKM Indag. c) Meningkatnya sinergitas program ketahanan pangan. b) Terlaksananya pemberian makanan tambahan anak sekolah (PMTAS) kepada 120 murid sekolah dasar. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terlaksananya kegiatan sosialisasi promosi keamanan pangan.

gaman kon b) Mengoptima alkan imple ementasi pe ercepatan penganekara p nsumsi pangan yan ng dilaksana akan melalui i penandatanganan MO OU antara Dewan D Ketahanan Pangan Kota a Bandung dengan d Tim Penggerak P PKK Kota Ban ndung /007-V/DKP/2 2011 dan No omor 38/SKR/ /PKK. IV-9 91 .BD DG/V/2011 ta anggal Nomor 520/ 2 Mei 2011.Kota. Promosi Olahan O melalui Pem Hasil. Penghijauan. PERMASALA AHAN DAN N SOLUSI 1) Pe ermasalahan a) Belum tersedianya saran na dan prasarana gudang g untuk pem menuhan cadangan merintah Kota a Bandung. Program Kemitraan n. untuk sementara cadangan c pan ngan disimpa an dengan memanfaatkan n Lumbung Pangan kelompok ta ani. perihal Program Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan manfaatan La ahan Pekaran ngan. dan Ke eamanan Pan ngan. khususn nya di Sekolah Das sar. c) Belum optim malnya sosia alisasi keama anan jajanan n anak sekolah. 2) Solusi a) Sebelum pe embangunan n gudang “Leuit Berma artabat” dila aksanakan.19 Target dan n Realisasi Pers sentase Jumla ah Rumah Tan ngga Miskin ya ang Dapat Bant tuan Pangan Tahun T 2010-2 2011 150% 140% 130% Targ get Rea alisasi sama den ngan Target Realisasi Realisasi sam ma dengan Targe et Persentase (%) 120% 110% 100% 90% 80% 70% 60% 50% 100% % 100% 100% 10 00% Tahun 2010 Tahun 201 11 c. Penyak kit. pangan Pem b) Belum optimalnya imp plementasi percepatan p penganekara agaman kon nsumsi 2KP) melalui pangan lo okal yang diharapkan d dapat mengurangi pangan (P2 konsumsi be eras. Grafik IV.dari Bap pak Presiden RI berupa Sat tya Lancana Pembanguna P an Bidang Per rtanian pada tahun 2011.

000.00 (97.000.525. Gambar IV. c) Tersedianya data dan informasi mengenai gender dan hak anak.57%).000. b) Terwujudnya komitmen pengarusutamaan dan perlindungan anak. c) Kegiatan Pengembangan Sistem Informasi Gender dan Anak. capaian kinerja serta permasalahan dan solusinya dapat diuraikan sebagai berikut: a.00 dengan realisasi sebesar Rp139. dan BPOM. PROGRAM DAN KEGIATAN 1) Penguatan Kelembagaan Pengarusutamaan Gender dan Anak Program Penguatan Kelembagaan Pengarusutamaan Gender dan Anak mendapat alokasi anggaran sebesar Rp147.00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp300.91%) yang dilaksanakan melalui: Kegiatan Fasilitasi Pengembangan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan.000.000.c) Meningkatkan frekuensi sosialisasi keamanan jajanan anak sekolah di Sekolah Dasar bekerjasama dengan Dinas Pendidikan.000. Dinas Kesehatan. a) Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Meningkatnya pelayanan pusat pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan (P2TP2). URUSAN PEMBERDAYAAN PEREMPUAN DAN PERLINDUNGAN ANAK Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak pada tahun anggaran 2011 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp308. 14.12 Kegiatan P2WKSS di Kelurahan Cinambo Adapun realisasi pelaksanaan program dan kegiatan. Program dan kegiatan pada Urusan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak tahun 2011 dilaksanakan oleh Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPPKB) Kota Bandung.00 (94. c) Tersusunnya informasi dan data gender dan anak sebanyak 1 sistem dan 1 profil. b) Kegiatan Penguatan Kelembagaan Pengarusutamaan Gender dan Anak.525. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Tersedianya sarana dan prasarana penunjang pelayanan terpadu pemberdayaan perempuan dan anak sebanyak 60 kasus. b) Tersusunnya Draft Perda Perlindungan Anak sebanyak 1 Draft Perda. IV-92 .

000. IV-93 . Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terlaksananya pembinaan kepada organisasi perempuan sebanyak 8 organisasi. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Meningkatnya kesehatan dan kesejahteraan KK binaan. 3) Peningkatan Peran Pembangunan Serta dan Kesetaraan Gender Dalam Program Peningkatan Peran Serta dan Kesetaraan Gender Dalam Pembangunan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp60. b.00% dapat terealisasi sesuai target.00 (100%) yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Pembinaan Organisasi Perempuan.000. b) Meningkatkan rasa aman dan percaya diri bagi perempuan korban tindak kekerasan dalam rumah tangga.2) Peningkatan Kualitas Hidup dan Perlindungan Perempuan Program Peningkatan Kualitas Hidup dan Perlindungan Perempuan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp101. CAPAIAN KINERJA 1) Indikator Perempuan Sebagai Tenaga Kerja.000.00 dengan realisasi sebesar Rp60.000. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terlaksananya pembinaan ibu rumah tangga miskin/KK binaan sebanyak 100 KK binaan. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Meningkatnya peran serta organisasi perempuan dalam pembangunan. b) Kegiatan Fasilitasi Upaya Perlindungan Perempuan Terhadap Tindak Kekerasan.000. b) Terlaksannya Pameran Hasil Karya Perempuan sebanyak 1 kali event.000.000. b) Meningkatkan pemahaman dan penghargaan masyarakat terhadap hasil karya perempuan di bidang pembangunan.00 dengan realisasi sebesar RpRp101. b) Kegiatan Pameran Hasil Karya Perempuan di Bidang Pembangunan. b) Terlaksananya pendidikan dan pelatihan manajemen usaha bagi perempuan korban tindak kekerasan dalam rumah tangga sebanyak 60 orang.000.00 (100%) yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Pelaksanaan Kebijakan Perlindungan Perempuan di Daerah. dari target sebesar 58.

00% dapat terealisasi sesuai target.70. Data pendidikan bersifat absolut. dan merupakan data berjalan sehingga dalam 2 tahun kedepan AMH diharapkan dapat tercapai sesuai target akselerasi pendidikan 12 tahun. 5) Indikator Angka Harapan Hidup Perempuan.36%. dari target sebesar 73. Belum terpenuhinya target disebabkan masih adanya penduduk lanjut usia yang belum bisa membaca dan menulis namun tidak dapat ditingkatkan lagi karena faktor usia.2) Indikator Perempuan Dalam Angkatan Kerja. Belum terpenuhinya target disebabkan masih kurangnya pemahaman masyarakat tentang kesetaraan dan keadilan gender dalam pendidikan.75%. dari target sebesar 11. Target capaian dokumen kebijakan sifatnya berkelanjutan dari mulai peta masalah. dll).72 dapat terealisasi sebesar 73. dan berdasarkan rapat kerja dengan Pansus III DPRD pada tanggal.34 dapat terealisasi sebesar 10. 8) Indikator Angka Melek Huruf Laki-Laki. dan merupakan data berjalan sehingga dalam 2 tahun kedepan AMH diharapkan dapat tercapai sesuai target akselerasi pendidikan 12 tahun. Faktor IV-94 . 6) Indikator Rata-Rata Lama Sekolah Laki-Laki. Data pendidikan bersifat absolut. dari target sebesar 36. 11) Indikator Meningkatkan Pendidikan dan Pelatihan Manajemen Usaha bagi Perempuan. Data pendidikan bersifat absolut. dari target sebesar 11. Data pendidikan bersifat absolut.76% dapat terealisasi sebesar 99.79. Belum terpenuhinya target disebabkan masih adanya penduduk lanjut usia yang belum bisa membaca dan menulis namun tidak dapat ditingkatkan lagi karena faktor usia. dari target sebesar 99. Pada tahun 2011 telah tersusun dalam bentuk dokumen Naskah Akademik.76% dapat terealisasi sebesar 99.00% dapat terealisasi sesuai target. dari target sebesar 70% dapat terealisasi sesuai target. 28 Februari 2012. dari target sebesar 36. 10) Indikator Tersedianya Rumusan Kebijakan Perlindungan Perempuan dan Anak (KDRT. dari target sebesar 99.79. Belum terpenuhinya target disebabkan belum optimalnya peran jalur pendidikan non formal dalam mengakomodasi warga masyarakat yang memerlukan layanan pendidikan non formal. naskah akademik dan raperda. 7) Indikator Rata-Rata Lama Sekolah Perempuan.34 dapat terealisasi sebesar 10. dan merupakan data berjalan sehingga dalam 2 tahun kedepan RLS diharapkan dapat tercapai sesuai target akselerasi pendidikan 12 tahun. dari target tersusunnya 1 Perda dapat terealisasi berupa tersusunnya 1 Naskah Raperda tentang Perlindungan Anak.72 dapat terealisasi sebesar 73. 9) Indikator Angka Melek Huruf Perempuan. Trafficking. 3) Indikator Pekerja Perempuan Non Pertanian (Rasio).68. 4) Indikator Angka Harapan Hidup Laki-Laki. dari target sebesar 73. sampai pada tersusunnya Perda. Pansus memiliki target tidak melebihi bulan April untuk penetapan Raperda Perlindungan Anak. dan merupakan data berjalan sehingga dalam 2 tahun kedepan RLS diharapkan dapat tercapai sesuai target akselerasi pendidikan 12 tahun.

Grafik IV. 12) Indikator Mewujudkan M ebagai Kota Layak Anak (KLA).00% 36. pengemban ngan percontohan Kelur rahan Layak Anak sudah ada walaupun w ma asih belum ba anyak. serta partisipasi an nak sudah be erjalan dengan adan nya Forum Anak Kota Ban ndung. dari d target se ebesar 26 Gender G Pengarusuta Focal Point (GFP) dan 181 1 Satgas PUG P dapat terealisasi t ses suai target.pendorong keberhasilan k pencapaian target t adalah h adanya pela aksanaan keb bijakan di daerah ba agi 100 KK Binaan. Fa aktor pendukung keberh hasilan pencapaian target adalah h pemenuhan hak-hak an nak melalui S SKPD secara teknik sanakan. ser rta trafficking g anak dan re emaja. Rap perda tentang Perlindung gan Anak sud dah hampir selesai s sudah dilaks dibahas den ngan DPRD. aka an dilakukan n upaya pen nggalangan kemitraan melalui m koordinasi. serta s pembina aan yang ber rjenjang. b) Masih renda ahnya penget tahuan masy yarakat meng genai pengarusutamaan gender g (PUG). dari target Bandung se sebesar 60% % dapat ter realisasi sesuai target.69% Re ealisasi Realisasi sama s dengan Ta arget 36. serta s pembin naan melalui Koordinator r Penyuluh Keluarga Bere encana (PKB). pada tahun 2011 tidak ditargetkan.20 Target dan R Realisasi Perem mpuan Dalam Angkatan Kerja Tahun 2010-2011 2 60% Target 55% 50% Persentase (%) 45% 40% 35% 30% 25% 20% 34. PERMASALA AHAN DAN N SOLUSI 1) Pe ermasalahan a) Keterbatasan n SDM pelaksana di tingk kat kelurahan dan RW.0 0% Real lisasi melebihi Targ get % 44. Pembentukan Forum Peduli Anak (FPA) telah t terselesaikan pada tahun 2010 dengan terbentuknya 181 FPA. IV-9 95 . Faktor k pencapaian target t adalah h adanya pen ningkatan frekuensi pendorong keberhasilan koordinasi. Kede epannya.00% Tahun 2010 Tahun 2011 2 c. 14) Indikator Te erbentuknya a Forum Ped duli Anak (FPA). keker rasan dalam rumah tangg ga (KDRT). 13) Indikator Kapa asitas dan n Jaringan n Kelemba agaan Meningkatnya amaan Gend der (PUG) dan d Anak.

00 (98. PROGRAM DAN KEGIATAN 1) Keluarga Berencana Program Keluarga Berencana mendapat alokasi anggaran sebesar Rp1. Kegiatan Perencanaan dan Pelaporan Program KB.584. Kegiatan Pembinaan Keluarga Berencana.00 dengan realisasi sebesar Rp1. Program dan kegiatan pada Urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera tahun 2011 dilaksanakan oleh BPPKB Kota Bandung. Kecamatan yang memiliki data mikro keluarga sebanyak 503.800. a) 15.669 keluarga.2) Solusi Melakukan kemitraan dan pengembangan jejaring baik secara horizontal dengan SKPD dan berbagai LSM tingkat Kota Bandung maupun dengan lembaga vertikal. b) Terselenggaranya pembinaan peserta baru KB dan KB Pria (cakupan PA/PUS Gakin) sebanyak 240 orang. seperti Pemberdayaan Forum Anak sebagai mitra.00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp1.800. b) Peningkatan sosialisasi dan motivasi melalui jaring aspirasi dan tutor sebaya (lembaga peduli yang ada di masyarakat). Kelurahan.29%) yang dilaksanakan melalui: a) b) c) d) e) f) Kegiatan Pelayanan Komunikasi Informasi Edukasi (KIE). e) Terlaksananya pengadaan sarana KIE sebanyak 40 KIE KIT dan 152 BKB KIT. Kegiatan Pembinaan Keluarga Berencana (DAK). Kegiatan Pengelolaan Sistem Informasi Kependudukan dan Keluarga (Siduga). f) Terlaksananya pengadaan sarana KIE sebanyak 12 KIE KIT dan 4 pendampingan/dukungan lainnya.343.320. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Meningkatnya pemahaman masyarakat dalam partisipasi ber KB. RW. Adapun realisasi pelaksanaan program dan kegiatan.800. d) Tersusunnya laporan pelayanan kontrasepsi/pengendalian lapangan sebanyak 3 berkas.00 (98.000.46%). Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terselenggaranya KIE program KB untuk masyarakat sebanyak 900 orang.800.508.000.485. Kegiatan Pembinaan Keluarga Berencana (Pendamping DAK). capaian kinerja serta permasalahan dan solusinya dapat diuraikan sebagai berikut: a. IV-96 . c) Terlaksananya updating data RT. URUSAN KELUARGA BERENCANA DAN KELUARGA SEJAHTERA Urusan Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera pada tahun anggaran 2011 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp1.834.

000 keluarga.000. badan. Meningkatnya kesadaran masyarakat tentang program KB.00 dengan realisasi sebesar Rp104. b) Meningkatnya pemahaman jajaran POS KB mengenai program KB di Kota Bandung.000.000. Meningkatnya sinergitas KB lintas sektor (dinas. Terwujudnya validitas data mikro keluarga yang berbasis WEB. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah terfasilitasinya kelompok remaja dalam Pengelolaan PIK – KRR. dan KS I Alasan Ekonomi (Alek) dalam Poktan UPPKS sebanyak 1.750. IV-97 .000. lembaga.000. c) Terlaksananya pembinaan Keluarga.00 (100%) yang dilaksanakan melalui Kegiatan Fasilitasi Forum Pelayanan KRR bagi Kelompok Remaja dan Kelompok Sebaya di Luar Sekolah.76%) yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Pembinaan Institusi Masyarakat Pengelola KB. 2) Pembinaan Peran Serta Masyarakat Dalam Pelayanan KB/KR yang Mandiri Program Pembinaan Peran Serta Masyarakat Dalam Pelayanan KB/KR Yang Mandiri mendapat alokasi anggaran sebesar Rp105.000. b) Terlaksananya pertemuan Forum Pos KB KB sebanyak 4 kali. 3) Pengembangan Pusat Pelayanan Informasi dan Konseling KRR Program Pengembangan Pusat Pelayanan Informasi dan Konseling KRR mendapat alokasi anggaran sebesar Rp15.00 (99. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Meningkatnya sinergitas pemerintah dengan institusi masyarakat mengenai program KB. Keluarga Pra KS. dan kantor).00 dengan realisasi sebesar Rp15.b) c) d) e) Meningkatnya peserta baru KB dan KB pria (cakupan PA/PUS Gakin). b) Kegiatan Pertemuan Forum Pos KB Tingkat Kota.000. c) Kegiatan Pembinaan Pemberdayaan Keluarga. c) Meningkatnya taraf hidup keluarga binaan. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah meningkatnya penyebarluasan informasi Kesehatan Reproduksi Remaja (KRR) oleh PIK-KRR. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terlaksananya Kemitraan Pemerintah dengan Institusi masyarakat pengelolaan Program KB Aktif sebanyak 10 institusi.

731 Pa : 310. dari target sebesar 10. dari target sebesar 72.61% {(6.00 dengan realisasi sebesar Rp45.627 PUS Gakin) x 100%}.01% {(226.24% {(170. Gambar IV.13 2) Indikator Meningkatkan Perwakilan Kota Bandung Meraih Kemandirian Ber-KB.76 tahun.72% {(7. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah terlaksananya sosialisasi program bina-bina kepada kelompok bina keluarga sebanyak 30 kecamatan.45% dapat terealisasi sebesar 73.204 keluarga yang memiliki balita) x 100%}.319 peserta kelompok BKR : 68.962 Peserta KB Pria : 266.548 PUS) x 100%}.18% dapat terealisasi Tingkat Provinsi Jabar sebesar 75. IV-98 .40% dapat terealisasi sebesar 2.59% dapat terealisasi sebesar 10. 7) Indikator Partisipasi Bina Keluarga Remaja (BKR).000. dari target sebesar 2.000.18 tahun dapat terealisasi sebesar 20. 3) Indikator Meningkatkan Cakupan Peran Pria. dari target sebesar 20. Faktor pendorong keberhasilan pencapaian target adalah meningkatnya kesadaran PUS untuk ber-KB. 4) Indikator Cakupan Pa/PUS Gakin.000.605 Peserta KB Mandiri : 226.000. dari target sebesar 23.00 (100%) yang dilaksanakan melalui Kegiatan Pembinaaan Kelompok Bina Keluarga.731 Peserta KB Aktif) x 100%}.242 Pa Gakin : 136.92% dapat terealisasi sebesar 69. 6) Indikator Partisipasi Bina Keluarga Balita (BKB). Faktor pendukung keberhasilan pencapaian target adalah adanya Forum Komunikasi Pengelola Bina Keluarga Balita di Kewilayahan.71% {(95. dari target Juara I Duta Remaja Putri Program KB sebesar 75.731 Peserta KB Aktif) x 100%}.35% dapat terealisasi sebesar 25.4) Penyiapan Tenaga Pendamping Kelompok Bina Keluarga Program Penyiapan Tenaga Pendamping Kelompok Bina Keluarga mendapat alokasi anggaran sebesar Rp45.39% {(16. 5) Indikator Rata-rata Usia Kawin Pertama Bagi Wanita. Faktor pendorong keberhasilan pencapaian target adalah adanya optimalisasi penggarapan sasaran Pa/PUS Gakin. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah meningkatnya partisipasi kelompok dalam membina keluarga binaan. dari target sebesar 68. b.275 keluarga yang memiliki remaja) x 100%}.049 peserta kelompok BKB: 63. CAPAIAN KINERJA 1) Indikator Cakupan Pa/PUS (Peserta KB Aktif/Pasangan Usia Subur).

788 jumlah laporan yang diterima dari Klinik KB dan kecamatan selama 12 bulan : 1. dari target sebesar 88.32% {(4. RW.8) Indikator Partisipasi Bina Keluarga Lansia (BKL). petugas KB. adanya pembinaan rutin setiap bulan. Faktor pendukung keberhasilan pencapaian target adalah adanya optimalisasi institusi masyarakat pengelola program KB.049 jumlah keluarga) x 100%}.840 peserta kelompok BKL : 67.67% {(1. 13) Indikator Cakupan Laporan Pelayanan Kontrasepsi/Pengendalian Lapangan. Keluarga Pra KS dan KS 1 Alasan Ekonomi (Alek) dalam Poktan UPPKS (Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga Sejahtera). petugas KB.812 jumlah laporan yang seharusnya masuk dari Klinik KB dan kecamatan selama 12 bulan) x 100%}. dan menjalin kemitraan dengan Lembaga Lansia Indonesia (LLI). Faktor pendukung keberhasilan pencapaian target adalah tersebarnya 214 Kelompok BKL diseluruh wilayah. 11) Indikator Institusi Masyarakat Pengelola Program KB yang Aktif. Kelurahan. dari target sebesar 77. 12) Indikator RT.038 keluarga Pra KS dan KS 1 Alek) x 100%}. Jumlah Klinik KB yang menyerahkan laporan berjumlah 119 Klinik KB dari 121 Klinik KB yang seharusnya melaporkan.29% dapat terealisasi sebesar 38.795 keluarga yang memiliki lansia) x 100%}.73% {(8.834 jumlah RT yang ada) x 100%}. Faktor pendukung keberhasilan pencapaian target adalah adanya optimalisasi institusi masyarakat pengelola program KB.84% {(16.91% dapat terealisasi sebesar 98.73% dapat terealisasi sebesar 24.12% {(8. Kecamatan Memiliki Data Mikro Keluarga.56% dapat terealisasi sebesar 89. 9) Indikator Partisipasi Keluarga. sedangkan 30 kecamatan seluruhnya telah melaporkan. dan pemanfaatan teknologi informasi. dari target sebesar 4.112.69% dapat terealisasi sebesar 77. Kepengurusan institusi masyarakat pengelolaan program KB aktif dari tingkat kelurahan sampai dengan tingkat kota sudah terbentuk.856 jumlah institusi masyarakat pengelola program KB yang aktif : 11. dari target sebesar 18. IV-99 .764 jumlah RT yang telah memiliki data mikro keluarga : 9. dari target sebesar 38. adanya pembinaan rutin setiap bulan. dari target sebesar 93.230 peserta Kelompok Kegiatan (Poktan) UPPKS : 11.196 jumlah jiwa dalam keluarga : 528. 10) Indikator Rata-Rata Jumlah Jiwa dalam Keluarga.393 jumlah institusi masyarakat pengelola program KB di RT dan RW) x 100%}.00 {(2. dan pemanfaatan teknologi informasi.01 dapat terealisasi sebesar 4.

754. sikap. (2) DPD D dan DPC Fo orum Pos KB dalam pemb binaan pembinaan Kelompok UP syarakat peng gelola program KB. dan eduka asi (KIE) KB k kepada para suami (pria).21 Targe et dan Realisa si Cakupan Pa a/PUS 010-2011 Tahun 20 75% 74% Grafik IV. c) Terbatasnya dukungan anggaran un ntuk: (1) me elaksanakan pembentukan dan titusi masyara akat pengelol la program KB. Rp15. penggerak kelurahan 16.370.28% Persentase (%) 73% 72% 71% 70% 69% 73. informasi.57%).60% 69.609. K pembinaan kader.0 00 dan dapat t direalisasika an sebesar Rp p14. e) Optimalisasi peran institusi masyara akat pengelola program m KB dan tenaga t k (TP PK).Grafik k IV. b) Belum merat ta tingkat pe engetahuan.13 IV-10 00 .154. dan d Bakti IBI (Ikatan ( Bidan Indonesia). 2) Solusi a) Meningkatkan komunika asi. (2) pembinaan inst d) Belum optim malnya pengg gerakan sasar ran ke lokasi pelayanan KB B.45% % 71.9 1% Tahun 2010 Tahun n 2011 200 08 2009 2010 2 2011 c.00 (95.01% 72. K c) Optimalisasi kemitraan dengan: (1) Asosiasi Ke elompok UP PPKS (AKU) dalam PPKS. se eperti Bakti T TNI KB Kesehatan. UR RUSAN PERHUBUNG GAN Urusan Perhubungan n pada tahun anggaran 2011 mendapat alokasi anggaran se ebesar 37. e) Berkurangny ya jumlah Ten naga Penyulu uh KB karena mutasi pega awai. Kesatuan Ge erak PKK KB Kesehatan. institusi mas d) Memanfaatk kan berbagai i momentum m kegiatan.01% 72.466.2 22 Perkembangan Caku upan Pa/PUS T Tahun 2008-2 2011 7 73. s dan ke eterampilan k kader KB.1 5% Target Realisasi Realisasi melebihi Target 73% 73% Persentase (%) 72% 72% 71% 71% 70% 70% 69% 69% 68% : Realisasi : Eksisting 71.15% Targ get 74% Realisasi melebihi 72. PERMASALA AHAN DAN N SOLUSI 1) Pe ermasalahan a) Rendahnya minat m para su uami (pria) te erhadap pema akaian alat ko ontrasepsi KB B Pria. b) Optimalisasi pembinaan kader KB melalui orientasi dan pelatiha an Program KB.

00 (93.754. b) Terpeliharanya prasarana balai pengujian kendaraan bermotor.840. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Tersedianya pedoman rerouting angkutan kota. dan pelaporan. b) Terlaksananya sosialisasi kebijakan bidang perhubungan.00 dengan realisasi sebesar Rp476.00 (83. dan Pelaporan. IV-101 .840.000. b) Kegiatan Sosialisasi Kebijakan di Bidang Perhubungan.928.00 dengan realisasi sebesar Rp583. PROGRAM DAN KEGIATAN 1) Program Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Perhubungan Program Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Perhubungan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp569. b) Meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai kebijakan perhubungan. c) Meningkatnya transparansi dan tersedianya informasi evaluasi kegiatan. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terpeliharanya sarana alat pengujian kendaraan bermotor. Adapun realisasi pelaksanaan program dan kegiatan. c) Terlaksananya pemeliharaan terminal dan sub terminal. bidang 2) Program Rehabilitasi dan Pemeliharaan Prasarana dan Fasilitas LLAJ Program Rehabilitasi dan Pemeliharaan Prasarana dan Fasilitas LLAJ mendapat alokasi anggaran sebesar Rp625.Program dan kegiatan pada Urusan Perhubungan tahun 2011 dilaksanakan oleh Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bandung.000. c) Kegiatan Monitoring. c) Tersusunnya dokumen monitoring. capaian kinerja serta permasalahan dan solusinya dapat diuraikan sebagai berikut: a.669.39%) yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Rehabilitasi/Pemeliharaan Sarana Alat Pengujian Kendaraan Bermotor. c) Kegiatan Rehabilitasi/Pemeliharaan Terminal/Pelabuhan.58%) yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Perencanaan Pembangunan Prasarana dan Fasilitas Perhubungan. Evaluasi.249. evaluasi. b) Kegiatan Rehabilitasi/Pemeliharaan Prasarana Balai Pengujian Kendaraan Bermotor. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Tersusunnya Kajian Dokumen Penelitian Studi Rerouting Angkutan Kota.

403. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Terwujudnya disiplin pengoperasian angkutan umum di jalan raya.00 dengan realisasi sebesar Rp2. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah terbangunnya halte bus. serta terjalinnya koordinasi bersama instansi terkait untuk pembahasan masalah di bidang perhubungan. Taxi Gedung Terminal.43%) yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Pembangunan Halte Bus. b) Kegiatan Pembuatan Ruang Henti Khusus (DAK). Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terlaksananya pengendalian disiplin pengoperasian angkutan umum di jalan raya.000. b) Kegiatan Koordinasi dalam Peningkatan Pelayanan Angkutan. IV-102 .870.000. c) Terlaksananya operasional angkutan massal bus lane.333.00 (98.810. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah tersedianya sarana drop off dan drop on penumpang yang layak.Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Meningkatnya fungsi alat uji kendaraan bermotor. tertib dan lancer.754.000. b) Terjaganya kondisi angkutan lebaran. b) Meningkatnya kualitas pelayanan balai pengujian kendaraan bermotor. c) Meningkatnya kondisi fisik terminal dan sub terminal.02%) yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Pengendalian Disiplin Pengoperasian Angkutan Umum di Jalan Raya. 4) Program Pembangunan Sarana dan Prasarana Perhubungan Program Pembangunan Sarana dan Prasarana Perhubungan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp800. c) Kegiatan Pengoperasian Angkutan Massal Bus Lane.000. natal dan tahun baru yang aman.621. c) Terwujudnya pelayanan angkutan umum massal. b) Terselenggaranya koordinasi pelayanan angkutan umum tertib lancar.00 (99.00 dengan realisasi sebesar Rp795. 3) Program Peningkatan Pelayanan Angkutan Program Peningkatan Pelayanan Angkutan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp2.

00 dengan realisasi sebesar Rp6. Kegiatan Pengadaan Marka Jalan. Kegiatan Rehabilitasi/Pemeliharaan ATCS. Terlaksananya pengadaan marka jalan. Kegiatan Pengadaan Marka Parkir. Tersedianya fasilitas kelengkapan parkir.5) Program Pengendalian dan Pengamanan Lalu Lintas Program Pengendalian dan Pengamanan Lalu Lintas mendapat alokasi anggaran sebesar Rp3. Tersedianya papan petunjuk parkir. Kegiatan Pengadaan Papan Petunjuk Parkir. b) Kegiatan Pengadaan Alat Pengujian Kendaraan Bermotor.190. Meningkatnya keteraturan parkir kendaraan. Tersedianya fasilitas keselamatan jalan. Tersedianya fasilitas keselamatan jalan. 6) Program Peningkatan Kelaikan Pengoperasian Kendaraan Bermotor Program Peningkatan Kelaikan Pengoperasian Kendaraan Bermotor mendapat alokasi anggaran sebesar Rp7. Tersedianya marka parkir.95%) yang dilaksanakan melalui: a) b) c) d) e) f) g) h) Kegiatan Pengadaan Rambu-Rambu Lalu Lintas.200. Kegiatan Pengadaan dan Pemasangan Fasilitas Keselamatan Jalan (Pendamping DAK).00 (94.420.810.110.125. Meningkatnya kenyamanan lalu lintas. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) b) c) d) e) Meningkatnya fasilitas perlengkapan jalan. c) Kegiatan Pelaksanaan Uji Petik Kendaraan Bermotor. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terlaksananya pembangunan Gedung Unit Pengujian Kendaraan Bermotor.71%) yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Pembangunan Balai Pengujian Kendaraan Bermotor.150. b) Tersedianya alat pengujian kendaraan bermotor. Terpeliharanya kinerja ATCS. Tersedianya paku jalan. c) Terselenggaranya uji petik emisi gas buang kendaraan bermotor. Kegiatan Pengadaan dan Pemasangan Fasilitas Keselamatan Jalan (DAK). Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) b) c) d) e) f) g) h) Tersedianya rambu-rambu lalu lintas.372.00 (96.00 dengan realisasi sebesar Rp3.000. Meningkatnya fungsi alat pelayanan ATCS. IV-103 .046. Kegiatan Pengadaan Paku Jalan dan Kanstain.000.142.

dan Traffic Light/ATCS: a. ATCS. Selain dari TMB. c) Meningkatnya pengawasan emisi gas buang kendaraan bermotor. Terkait dengan hal tersebut. program sarana angkutan umum massal (SAUM) yang akan dikembangkan di Kota Bandung ke depan adalah monorel dan skybridge/cable car. dari target sebesar 21 km/jam dapat terealisasi sesuai target.14 Walikota Bandung Melakukan Simulasi Test Drive pada Acara Pekan Nasional Transportasi Jalan Pada Trans Metro Bandung (TMB) Koridor 1 (Jalur Cibeureum–Cibiru) yang direncanakan 39 bus. b) Meningkatnya pengawasan kelaikan pengopreasian kendaraan bermotor.Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Terwujudnya gedung unit pengujian kendaraan bermotor. Belum terpenuhinya target disebabkan adanya beberapa ruas jalan yang mengalami peningkatan baik melalui overlay maupun IV-104 . 2) Indikator Terwujudnya Kecepatan Rata-Rata Tempuh. Terkait dengan hal tersebut. Belum terpenuhinya target disebabkan dukungan anggaran yang dibutuhkan untuk penambahan titik ATCS tidak memadai. Kecepatan rata-rata tempuh kendaraan diperoleh dari survey pada beberapa jalur. saat ini yang operasional sebanyak 10 bus. 3) Indikator Terpeliharanya Rambu Jalan. b. Gambar IV. Target sebanyak 200 titik tersebut terdiri atas 135 titik yang sudah ada dan 65 tambahan titik baru.000 m2 dapat terealisasi seluas 10. Marka. dari target sebanyak 200 titik dapat terealisasi sebanyak 135 titik. CAPAIAN KINERJA 1) Indikator Terwujudnya Operasional Angkutan Umum Massal. Pada tahun 2012 telah dianggarkan pembangunan shelter untuk TMB Koridor 2 (Jalur Cibeureum– Cicaheum) dan akan mendapat bantuan bus dari Kementrian Perhubungan kepada Pemerintah Kota Bandung sebanyak 8 buah dan ke pihak Damri sebanyak 10 buah. upaya yang dilakukan adalah melakukan koordinasi yang intensif dengan Kementerian Perhubungan.093 m2. Marka Jalan. dari target seluas 12. dari target kumulatif sebanyak 3 koridor dapat terealisasi sebanyak 1 koridor (Cibeureum-Cibiru). dan sistem pengelolaannya dilakukan melalui proses tender/pelelangan. b. Keberhasilan pencapaian target tidak terlepas dari adanya rekayasa lalu-lintas dan penambahan fasilitas perlengkapan jalan di beberapa titik. upaya yang dilakukan adalah optimalisasi pemanfaatan perangkat ATCS yang masih berfungsi. Belum terpenuhinya target disebabkan masih menunggu bantuan bus dari Kementerian Perhubungan untuk merealisasikan pada koridor lainnya.

dari target kumulatif sebanyak 40 halte (target penambahan per tahun sebanyak 15 halte) dapat terealisasi sebanyak 47 halte. Upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pencapaian pemeliharaan marka jalan adalah dengan berkoordinasi dengan pihak terkait dan mengajukan penambahan anggaran untuk tahun berikutnya. dari target seluas 4. Faktor pendorong keberhasilan pencapaian target adalah adanya lahan milik Pemerintah Kota Bandung yang bisa dimanfaatkan. 5) Indikator Tersedianya Fasilitas Parkir Khusus (Gedung/Taman Parkir) Kota Bandung. Keberhasilan pencapaian target pada tahun 2011. juga terdapat opsi lain yaitu untuk biaya pembangunan konstruksinya akan diajukan ke Pemerintah Pusat melalui dana APBN. d. Secara fungsional. Faktor pendukung keberhasilan pencapaian target adalah masih banyak marka parkir yang kondisinya masih baik sehingga tidak terlalu banyak yang harus diganti. dari target sebanyak 500 rambu dapat terealisasi sebanyak 510 rambu. pembangunan Terminal Terpadu Gedebage ini adalah untuk mereposisi Terminal Leuwipanjang dan Terminal Cicaheum yang sudah tidak tepat lagi keberadaannya dan tidak layak fungsi. sementara kemampuan APBD terbatas. Dalam upaya percepatan pembangunan ini. Marka Parkir. Selain skema KPS dalam pembangunan ini. dari target sebanyak 2 lokasi dapat terealisasi sebanyak 2 lokasi. direncanakan akan dibangun sarana perhubungan berupa pembangunan Terminal Terpadu Gedebage. maka proses pembiayaannya akan dilakukan dengan skema Kerjasama Pemerintah Swasta (KPS). pada tahun 2012 direncanakan akan dilakukan pelelangan. c.pembetonan. didukung oleh adanya bantuan tambahan pemasangan rambu dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan pihak swasta. Dalam upaya peningkatan pelayanan perhubungan. mengingat dibutuhkan pembiayaan yang besar. Faktor pendorong pencapaian melebihi target adalah karena adanya perubahan spesifikasi teknis bahan khusus untuk kawasan pinggiran Kota Bandung. Pra Feasibility Study sudah dilaksanakan dengan bantuan dari Bappenas melalui Colombo Plan.940 m2 dapat terealisasi sesuai target. 4) Indikator Tersedianya Halte Angkutan Umum. dan menyangkut kepentingan publik. Rambu. Dalam pembangunan terminal terpadu ini. IV-105 . dimana Pemerintah Kota berkewajiban menyediakan lahan dan pihak swasta yang membangun konstruksinya. sehingga pemeliharaan marka jalan belum seluruhnya bisa dilakukan. yaitu di Taman Parkir Barat dan Taman Parkir Timur di Kawasan Tegallega.

PERMASALA AHAN DAN N SOLUSI 1) Pe ermasalahan a) Belum turu unnya bantu uan bus Tr rans Metro Bandung dari Kemen nterian Perhubungan. c) Belum optim malnya kinerja a ATCS karen na kondisi pe eralatan yang g sudah tidak k layak digunakan dan d banyakn nya aksi pen ncurian kabel yang sema akin memper rburuk kualitas pela ayanan traffic c light. 2) Solusi Melakukan koordinasi secara intensif dengan Ke ementerian P n agar Perhubungan dapatkan ban ntuan bus untuk pengemb bangan korid dor lainnya. f) Masih bany yaknya kenda araan angkutan umum yang y tidak m masuk ke terminal karena men nurunnya jum mlah penump pang yang sebagian bera alih menggunakan sepeda moto or.Grafik IV. melakukan rekayasa c) Mengoptima alkan peralatan ATCS yang y ada da an mempersiapkan alih fungsi teknologi dari d ATCS menjadi In ntelligent Transport Tr Sy ystem (ITS) yang berkoordinasi dengan Kementerian n Perhubung gan agar m mendapat ba antuan anggaran. segera mend b) Secara simultan melakuk kan koordina asi dengan st takeholders/in nstansi terkait dan r lalu lintas. e) Belum adany ya insentif ba agi pemungut retribusi parkir. a) IV-10 06 . b) Masih adan nya kemacetan lalu lin ntas di beb berapa titik yang disebabkan pertambahan jumlah ke endaraan yang tidak seb banding den ngan penambahan kapasitas jalan. d) Masih adany ya keberatan n dari pemilik k lahan di sek kitar lokasi pe embangunan n halte angkutan um mum dan gan ngguan galian kabel dan pipa p bawah t tanah.23 Penye ediaan Halte Angkutan A Umum 60 55 50 45 Target Realisasi Re ealisasi me elebihi Target Unit Halte 47 Realisa asi melebi ihi Target 40 35 30 25 20 15 40 32 25 un 2010 Tahu Ta ahun 2011 c.

Evaluasi.00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp4.660.bandung. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terjawabnya SMS "Halo Kang Dada" sebanyak 96 kali (1 minggu 2 kali). f) Menempatkan petugas di lapangan untuk mengantisipasi kendaraan angkutan umum yang tidak masuk terminal.go.56%) yang dilaksanakan melalui: a) b) c) d) e) f) g) Kegiatan Pembinaan dan Pengembangan Jaringan Komunikasi dan Informasi. 17.104. dan Pelaporan.414. URUSAN KOMUNIKASI DAN INFORMATIKA Urusan Komunikasi dan Informatika pada tahun anggaran 2011 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp5.00 (95. Program dan kegiatan pada Urusan Komunikasi dan Informatika tahun 2011 dilaksanakan oleh: 1) Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo). c) Tersedianya leasedline fiber optic 3 MPBS serta bandwidth dan server website www. Kegiatan Perencanaan dan Pengembangan Kebijakan Komunikasi dan Informasi. Kegiatan Pembinaan dan Pengembangan Jaringan Komunikasi dan Informasi.969. IV-107 . dan 3) Bagian Tata Usaha Setda Kota Bandung. d) Terpeliharanya jaringan dan pengembangan SIEDA. capaian kinerja serta permasalahan dan solusinya dapat diuraikan sebagai berikut: a.782.660. 2) Bagian Umum dan Perlengkapan Setda Kota Bandung.000.047. b) Tersedianya alat studio sonata (peralatan FM dan AM) sebanyak 1 paket.00 dengan realisasi sebesar Rp2.608. PROGRAM DAN KEGIATAN 1) Program Pengembangan Komunikasi Informasi dan Media Massa Program Pengembangan Komunikasi Informasi dan Media Massa mendapat alokasi anggaran sebesar Rp2.659.00 (97. Adapun realisasi pelaksanaan program dan kegiatan. Kegiatan Pembinaan dan Pengembangan Sumber Daya Komunikasi dan Informasi. h) Kegiatan Pengadaan Alat Studio dan Komunikasi.id sebanyak 1 paket.000.d) Melakukan upaya persuasif dengan pemilik lahan yang lokasinya berdekatan dengan lokasi pembangunan halte dan menggeser/memindahkan lokasi pembangunan pada lokasi lain yang masih memungkinkan. e) Mengusulkan agar ada Keputusan Walikota yang mengatur tentang insentif bagi pemungut retribusi parkir sesuai Undang-Undang Nomor 28 Tahun 2009 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah dan Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2010 tentang Retribusi Pelayanan Parkir di Tepi Jalan Umum dan Retribusi Tempat Khusus Parkir.781.35%). Kegiatan Monitoring. Kegiatan Pengkajian dan Pengembangan Sistem Jaringan. Kegiatan Pengadaan Alat Studio dan Komunikasi.

IV-108 .go. Meningkatnya kualitas layanan informasi melalui website www. h) Meningkatnya dan memperlancar arus komunikasi di lingkungan Pemerintah Kota Bandung. 3) Program Kerjasama dengan Media Massa Program Kerjasama dengan Media Massa mendapat alokasi anggaran sebesar Rp2. h) Tercukupinya sarana komunikasi yang memadai di lingkungan Pemerintah Kota Bandung berupa 1 unit PABX.00 (99. Meningkatnya pemahaman dan pengenalan. 138 unit pesawat.00 dengan realisasi sebesar Rp2.000. 7 unit pesawat radio handy talkie (HT). 30 unit pesawat faximile. Terdatanya jasa postel di Kota Bandung.497.000. Meningkatnya kualitas koneksitas jaringan internet dan pengembangan SIEDA. g) Tersedianya aparatur yang kompeten di bidang sandi dan telekomunikasi sebanyak 5 orang pegawai sandi. dan 1 unit antena call wave.id.000.50%) yang dilaksanakan melalui Kegiatan Pelatihan SDM dalam bidang Komunikasi dan Informasi.bandung. 1 unit reapeter.222. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) b) c) d) e) f) g) Meningkatnya kepuasan masyarakat akan layanan public complain. c) Kegiatan Penyebarluasan Informasi yang Bersifat Penyuluhan bagi Masyarakat. Meningkatnya kelancaran pelaksanaan pekerjaan. 2) Program Fasilitas Peningkatan SDM Bidang Komunikasi dan Informasi Program Fasilitas Peningkatan SDM Bidang Komunikasi dan Informasi mendapat alokasi anggaran sebesar Rp100. Tersedianya jaringan komputer pada TU Bagumpal sebanyak 15 titik jaringan komputer dan tersedianya sistem informasi aplikasi kebutuhan pada Bagumpal sebanyak 2 aplikasi. 1 unit SMS Gateway.869.50%) yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Penyebarluasan Informasi Pembangunan Daerah.000.210.598. b) Kegiatan Penyebarluasan Informasi Penyelengaraan Pemerintah Daerah.00 (99. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah terlaksananya pelatihan aparatur bidang komunikasi dan informasi sebanyak 4 paket.e) f) Tersusunnya database postel sebanyak 1 paket. Meningkatnya kelancaran layanan informasi melalui Radio Sonata.575. baik peralatan sandi maupun tupoksi Sub Bagian Administrasi dan Sanditel.00 dengan realisasi sebesar Rp99. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah meningkatnya kualitas SDM aparatur Diskominfo.

Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Tersosialisasinya program pemerintah kota melalui: (1) pembuatan CD/VCD Pemkot sebanyak 1 judul. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap program pemerintah kota. (3) CD/E-Magazine sebanyak 8. Prestasi yang telah diperoleh dalam pelayanan informasi kepada masyarakat melalui pelayanan media center adalah menempati urutan ke-7 berdasarkan penilaian Kementerian Komunikasi dan Informatika pada tahun 2011. dan lain sebagainya) sebanyak 500 buah. (4) running teks sebanyak 75 kali.320 eksp/6 edisi. dengan perincian: tatap muka sebanyak 24 kali (0. pada tahun 2011. c) Terlaksananya sosialisasi melalui: (1) dialog interaktif TV sebanyak 112 kali. dan (4) cetak tabloid sebanyak 10.000 eksp/6 edisi. brosur.883 kali.4%) dan media cetak sebanyak 3. dan (5) media elektronik sebanyak 10 paket.389 kali (84. PERMASALAHAN DAN SOLUSI 1) Permasalahan Belum terbentuknya Badan Koordinasi Kehumasan Pemerintah (Bakohumas) di lingkungan Pemerintah Kota Bandung dan Instansi Vertikal yang ada pada tingkat Kota Bandung. pelayanan pengaduan publik dalam rangka menampung dan merespon aspirasi masyarakat terhadap pembangunan Kota Bandung mencapai 3. (2) dialog interaktif radio sebanyak 22 kali. Pelayanan informasi lainnya melalui media internet atau website Pemerintah Kota Bandung juga mendapat Penghargaan Information Communication Technology (ICT) dari Kementerian Komunikasi dan Informatika. b. (6) cetak (leaflet. (3) pemberitaan/fragmen sebanyak 5 kali.7%). b) Belum tersedianya Pranata Komputer (Jabatan Fungsional) untuk Pengelola Data Fungsional (PDF) di lingkungan Pemerintah Kota Bandung sesuai dengan Kepres Nomor 6 Tahun 2004 tentang Jabatan Pranata Komputer.700 eksemplar.400 eksp/6 edisi.9%). e-mail sebanyak 260 kali (2. CAPAIAN KINERJA Indikator Tingkat Sosialisasi Informasi Pembangunan Melalui Media. a) IV-109 . (5) iklan layanan masyarakat TV sebanyak 75 kali. (3) kalender sebanyak 1.8%). c. dari target sebesar 100% dapat terealisasi sebesar 119%. Selain itu. Faktor pendorong keberhasilan pencapaian target tidak terlepas dari adanya kerjasama yang baik dengan media cetak/elektronik. 4) media cetak sebanyak 2 paket. b) Tersosialisasinya program pemerintah kota melalui: (1) Swara Bina Kota. (3) cetak majalah sebanyak 17. (2) cenderamata sebanyak 150 buah. c) Belum memiliki studio mandiri (Radio Sonata ’47 AM/FM). SMS Hotline sebanyak 127 kali (4.

Kegiatan Pengadaan Tanah untuk Sarana Lingkungan Hidup. Kegiatan Sertifikasi Tanah. Kegiatan Pengadaan Tanah untuk Sarana Perkantoran dan Pemerintahan Umum.718.060. Kegiatan Pengadaan Tanah untuk Prasarana Umum dan Sosial. Untuk kedepannya agar membangun gedung studio mandiri.548. Pemilikan.09%) yang dilaksanakan melalui: a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) l) m) n) Kegiatan Penataan Penguasaan. Penggunaan. Kegiatan Pengadaan Tanah untuk Sarana Pekerjaan Umum.00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp123. Kegiatan Pengadaan Tanah untuk SOR. Pemilikan. Adapun realisasi pelaksanaan program dan kegiatan. Pemilikan. dan Pemanfaatan Tanah. dan Pemanfaatan Tanah mendapat alokasi anggaran sebesar Rp164. c) Meminjam ruangan gedung milik Kwarcab Pramuka Kota Bandung dan gedung KPU Kota Bandung.2) Solusi Berupaya menjembatani pelayanan informasi tentang kebijakan Pemerintah Kota Bandung kepada masyarakat melalui Pelayanan Pengaduan Publik. a) 18.943. Kegiatan Pengadaan Tanah untuk Sarana Pendidikan. IV-110 . Kegiatan Pengadaan Tanah untuk Sarana Perumahan. URUSAN PERTANAHAN Urusan Pertanahan pada tahun anggaran 2011 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp164. Penggunaan.00 (75. Penggunaan. Kegiatan Pengadaan Tanah untuk Peternakan.048. Kegiatan Pengadaan Tanah untuk Sarana Kesehatan. capaian kinerja serta permasalahan dan solusinya dapat diuraikan sebagai berikut: a. PROGRAM DAN KEGIATAN 1) Program Penataan Pemanfaatan Tanah Penguasaan.350. Kegiatan Pengadaan Tanah untuk Perluasan Pembangunan RSUD Kota Bandung. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terlaksananya penyebaran surat pemberitahuan tentang sewa tanah. dan Program Penataan Penguasaan.953.049.863. Kegiatan Pematangan Tanah Milik Daerah. Program dan kegiatan pada Urusan Pertanahan tahun 2011 dilaksanakan oleh DPKAD Kota Bandung.250.568.00 (75.04%).577.00 dengan realisasi sebesar Rp123. b) Mengadakan pelatihan dan fasilitasi tenaga PDF pada setiap SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Bandung. Kegiatan Pengadaan Tanah untuk Pertanian.

e) Rencana target outputnya adalah terlaksananya pengadaan aset tanah milik daerah untuk stadion utama sepak bola. d) Meningkatnya kelancaran proses pembangunan prasarana umum dan sosial. c) Meningkatnya kelancaran proses pembangunan sarana pendidikan (SMP Mandalajati). h) Meningkatnya kelancaran proses pembangunan sarana kesehatan.151 m2.854 m2. dan Kelurahan Pasirwangi seluas 305. g) Meningkatnya pemanfaatan aset tanah milik daerah. l) Terlaksananya pengadaan aset tanah mililk daerah untuk sarana perumahan di Kelurahan Rancacili seluas 4. f) Meningkatnya kelancaran proses pengembangan pertanian.712 m2. k) Meningkatnya kelancaran proses pembangunan sarana perumahan. k) Terlaksananya pengadaan aset tanah mililk daerah untuk sarana lingkungan hidup di Kelurahan Palasari. e) Meningkatnya kelancaran proses pengembangan peternakan.653 m2. n) Rencana target outputnya adalah terlaksananya pengadaan aset tanah mililk daerah untuk perluasan RSUD Kota Bandung.b) Terlaksananya pengajuan proses sertifikasi tanah milik daerah sebanyak 112 bidang. l) Meningkatnya kelancaran proses pembangunan sarana perkantoran dan pemerintahan umum (kantor DPRD dan Kelurahan Manjahlega). d) Terlaksananya pengadaan aset tanah mililk daerah untuk prasarana umum dan sosial (TPU. f) Terlaksananya pengadaan aset tanah mililk daerah untuk peternakan. b) Terwujudnya kepastian hukum aset tanah milik daerah.061 m2.210 m2. namun pelaksanaan kegiatan tersebut tidak dapat direalisasikan. IV-111 . h) Tertatanya lahan sewa milik Pemerintah Kota Bandung. Kelurahan Cisurupan. m) Terlaksananya pengadaan aset tanah mililk daerah untuk sarana perkantoran dan pemerintahan umum (kantor DPRD dan Kelurahan Manjahlega) seluas 2. j) Terlaksananya pengadaan aset tanah mililk daerah untuk sarana pekerjaan umum (jalan akses masuk SMAN 27 Bandung) seluas 1. i) Meningkatnya kelancaran proses pembangunan sarana pekerjaan umum (jalan akses masuk SMAN 27 Bandung). pasir kunci dan seni budaya) seluas 20. j) Meningkatnya kelancaran proses pembangunan sarana lingkungan hidup.637 m2. namun pelaksanaan kegiatan tersebut tidak dapat direalisasikan. i) Terlaksananya pengadaan aset tanah mililk daerah untuk sarana kesehatan di Kelurahan Kopo dan Cigadung seluas 2.674 m2. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Terwujudnya akuntabilitas sewa tanah. g) Terlaksananya pengadaan aset tanah mililk daerah untuk lahan pertanian di Kelurahan Cisurupan seluas 2. c) Terlaksananya pengadaan aset tanah mililk daerah untuk sarana pendidikan (SMP Mandalajati) seluas 17. Kelurahan Pasanggrahan.

010. antara lain: a) Meningkatkan program intensifikasi lahan RTH dengan meningkatkan penataan dan pemeliharaan taman-taman strategis kota seperti: (1) Taman Tegalega yang harus di konservasi karena memiliki nilai historis. dan estetika kota. berbagai strategi pengelolaan telah dilakukan. dari target kumulatif sebesar 12. perhitungan dari penanaman pohon. Ruang Terbuka Hijau (RTH) mempunyai peranan penting dalam perkembangan dan keberlanjutan Kota Bandung sebagai penyeimbang ekosistem kota. namun demikian dalam upaya peningkatan kualitas maupun kuantitas RTH di Kota Bandung. sehingga hal ini menjadi bukti sejarah yang harus dilestarikan keberadaannya. sehingga Pemerintah Kota Bandung selalu berupaya untuk terus meningkatkan RTH ini baik secara kuantitas maupun kualitas yang berorientasi pada pemebentukan kota yang nyaman dan asri. dimana semua bendera dari setiap negara ini di pasang pada 105 tiang yang mengelilingi Monumen Bandung Lautan Api.00 (47. sosial. Terkait dengan hal tersebut. CAPAIAN KINERJA 1) Indikator Peningkatan Luasan RTH Melalui Penyerahan Fasos/Fasum Perumahan dan Pembebasan Lahan. belum berjalannya verifikasi dan serah terima fasos fasum perumahan pada tahun 2011. tingginya harga lahan di Kota Bandung.03%. karena memiliki fungsi-fungsi utama yaitu fungsi ekologis. upaya yang dilakukan adalah pembebasan lahan untuk perluasan RTH.499. serta melakukan identifikasi dan pengendalian RTH private secara optimal. pada tahun 2004 bertepatan dengan persiapan Ulang Tahun Emas Konferensi Asia Afrika pada tanggal 24 April 2005.72%) yang dilaksanakan melalui Kegiatan Fasilitasi Penyelesaian Konflik-Konflik Pertanahan. Pemerintah Kota Bandung telah merevitalisasi kawasan ini menjadi sebuah taman yang representatif yang diperuntukkan sebagai tempat untuk menanam pohon khas Asia Afrika yang ditanam oleh perwakilan masing-masing negara Asia Afrika serta PBB sebanyak 105 negara.2) Program Penyelesaian Konflik-Konflik Pertanahan Program Penyelesaian Konflik-Konflik Pertanahan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp295.39% jika dibandingkan dengan capaian tahun 2010 sebesar 10. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah terlaksananya penanganan sengketa tanah daerah. penambahan RTH melalui penyerahan fasos fasum perumahan (termasuk lahan pemakaman sebesar 2% dari luas lahan yang akan dibangun oleh pengembang). Penambahan luasan RTH diperoleh dari pembebasan lahan. antara lain disebabkan keterbatasan lahan untuk perluasan RTH. keterbatasan APBD.011.00 dengan realisasi sebesar Rp141. Selain itu Taman IV-112 . Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah terselesaikannya sengketa tanah milik daerah. Belum terpenuhinya target. serta perhitungan dari RTH private.42%.46% dapat terealisasi sebesar 11. serta belum teridentifikasinya RTH private secara optimal. Namun capaian tahun 2011 meningkat sebesar 1. b.900.

Sekolah/UKS. (3) Taman Maluku. dari target sebesar 80.1 ha. sebelum adanya pemagaran. Ketidaklengkapan bukti kepemilikan tanah yang diusulkan untuk sertifikasi maupun data-data pendukung lainnya sesuai yang dipersyaratkan BPN menjadi penghambat terbitnya sertifikat tanah. 2) Indikator Pengadaan Lahan untuk Kantor Kecamatan dan Kelurahan. tetapi setelah ada pemagaran. 3) Indikator Sertifikasi Kepemilikan Tanah Aset Pemerintah Kota Bandung. Terkait IV-113 . Bank BRI. dari target sebanyak 178 lahan kantor dapat terealisasi sebanyak 174 lahan kantor. Tribun. sehingga apabila lahan tersebut akan di gunakan. telah dilakukan penataan dan penanaman pohon secara berkala baik yang bersumber dari APBD maupun partisipasi dari berbagai pemangku kepentingan seperti PT.20%. Belum terpenuhinya target disebabkan belum tercapainya kesepakatan harga lahan yang akan dibebaskan dan dukungan anggaran yang belum memadai.456 m2. Taman Panglayungan Sukajadi. dsb. taman ini dijadikan sebagai tempat mangkalnya para PSK dan tempat tinggal para tuna wisma.4 ha dan RTH Eks TPA Cicabe dengan luas sekitar 4. Belum terpenuhinya target disebabkan karena penerbitan sertifikat merupakan kewenangan Badan Pertanahan Nasional (BPN).000 pohon. dsb. dimana saat ini jenis tanaman yang ada di Taman Tegalega ada sekitar 172 jenis pohon dengan populasi sekitar 6. (7) Persiapan pembebasan RTH Taman Hewan di Tamansari sebagai hutan kota yang akan dikembalikan lagi ke fungsi semula yang selama ini di tempati oleh para PKL seluas 2. b) Meningkatkan program sosialisasi secara berkala tentang pengelolaan RTH bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK. Taman Kitri. Perhimpunan Gereja. dimana dalam perkembangannya telah berfungsi sebagai sarana aktivitas para lansia sehingga Taman Cilaki atas ini disebut sebagai taman lansia. taman ini bebas dari masalah-masalah sosial tersebut dan lebih terpelihara serta bermanfaat. (6) Taman Mobile sebagai upaya peningkatan estetika kota dengan memanfaatkan lahan kosong pada persimpangan jalan yang sifatnya sementara. taman mobile ini dapat dipindahkan lokasinya. Pertamina. (2) Taman Hutan Kota Cilaki. (5) Taman Eks SPBU yang sudah dilakukan penataan menjadi taman yang estetik fungsional terdiri dari Taman Cikapayang.Tegalega sebagai taman skala kota merupakan taman rekreasi dan sarana olah raga yang ditujukan untuk masyarakat kota dan sekitarnya untuk melakukan berbagai aktivitas.00% dapat terealisasi sebesar 39. (4) RTH Eks TPA Pasir Impun dengan luas sekitar 4. Taman Martadinata-Ahmad Yani serta terakhir yang dibangun pada tahun 2011 yaitu Taman Eks SPBU Cibeunying. juga sebagai hutan kota yang berfungsi sebagai paru-paru kota dan sarana pendidikan dalam pembelajaran tentang pengkayaan berbagai jenis keanekaragaman hayati. P2WKSS.

2) Solusi a) Optimalisasi penambaha an lahan un ntuk perluasa an RTH.8 7% 9. RTH private secara optim b) Melakukan negosiasi kep pada pemilik k lahan untuk k mencapai k kesepakatan harga bebasan lahan untuk pem mbangunan beberapa kant tor kecamata an dan dalam pemb kelurahan. c) Melengkapi data-data kepemilikan tanah Pem merintah Kot ta Bandung yang kan BPN dala am proses se ertifikasi dan melakukan kerjasama dengan dipersyaratk notaris. R penamb bahan RTH melalui m penyerahan fasos fasum lahan untuk perumahan (termasuk lahan pemakaman sebesar r 2% dari lua as lahan yang g akan ndalian dibangun oleh pengembang).42% 12.dengan hal tersebut.31% 11. t upa aya yang dilakukan adalah h dengan me elengkapi buk kti dan data yang di ipersyaratkan n BPN serta melakukan m kerjasama deng gan notaris.03% 8. melalui: pembe ebasan k perluasan RTH. b) Belum tersedianya lahan n untuk pemb bangunan be eberapa kant tor kecamata an dan k belum m adanya kese epakatan harga.24 Target t dan Realisas si Peningkatan n Luasan RTH Melalui Penye erahan Fasos/ /Fasum Peruma ahan dan Pem mbebasan Laha an Tahun 2010 0-2011 16% 15% 14% 13% Persentase (%) 12% 11% 10% .46 6% 11.06% belum b R Realisasi memenuhi m T Target Grafik IV.2 25 Perkemban ngan Peningka atan Luasan RTH R Melalui Peny yerahan Fasos/ /Fasum Perum mahan dan Pembeb basan Lahan T Tahun 2008-2 2011 : Realisasi Targ get Rea alisasi Realisasi belum memenuhi Target 12% 10% Persentase (%) 8% 6% 4% 2% : Eksisting 10.42% Tahun 20 010 Tahu un 2011 20 008 2009 2010 2 2011 c. Grafik IV.03% 10. IV-114 . kelurahan. 9% 8% 7% 6% 0% 11. PERMASALA AHAN DAN N SOLUSI 1) Pe ermasalahan a) Belum optim malnya penam mbahan lahan n untuk perlu uasan RTH. karena c) Belum lengk kapnya data-d data kepemil likan tanah Pemerintah P K Kota Bandung g yang dipersyaratk kan BPN dalam m proses sert tifikasi. serta melakukan identifikasi dan pengen mal.

capaian kinerja serta permasalahan dan solusinya dapat diuraikan sebagai berikut: a.292. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terlaksananya Penyiapan anggota Linmas dalam rangka peningkatan/pengerahan Anggota PAM Hari-Hari Besar Nasional khususnya: peringatan HUT Linmas ke-49 Tahun 2011.035. c) Tersedianya data potensi Linmas di Kelurahan se-Kota Bandung.00 (90.00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp2.736. c) Kegiatan Monitoring. IV-115 .00 (99. Program dan kegiatan pada Urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri tahun 2011 dilaksanakan oleh: 1) Badan Kesatuan Bangsa.016. Gambar IV. dan 2) Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung.00 dengan realisasi sebesar Rp230.600. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Meningkatnya kesiagaan anggota LINMAS untuk pengamanan hari-hari besar nasional. dan Pelaporan. Perlindungan dan Pemberdayaan Masyarakat (BKPPM).024.692. URUSAN KESATUAN BANGSA DAN POLITIK DALAM NEGERI Urusan Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri pada tahun anggaran 2011 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp3.77%).428. b) Meningkatnya potensi Linmas dalam rangka pengendalian keamanan lingkungan.19. Evaluasi.15 Walikota Bandung selaku Komandan Upacara pada HUT Linmas KE-49 Tahun 2011 Adapun realisasi pelaksanaan program dan kegiatan.600.45%) yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Penyiapan Tenaga Pengendali Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan b) Kegiatan Pengendalian Keamanan Lingkungan.755. c) Terlaksananya pendataan anggota Linmas dan Potensi Linmas Kelurahan se-Kota Bandung. b) Terselenggaranya Pelatihan Diklatsar Linmas sebanyak 30 anggota Linmas. PROGRAM DAN KEGIATAN 1) Program Peningkatan Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan Program Peningkatan Keamanan dan Kenyamanan Lingkungan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp231.

00 dengan realisasi sebesar Rp111.00 (99.00 (84. Pancasila. dan Pelaporan. UUD 1945. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terselenggaranya sosialisasi tentang toleransi dan kerukunan antar umat beragama diikuti para pelajar SMA.400.452. SMK. b) Terdeteksinya kondisi keamanan dan kewaspadaan masyarakat Kota Bandung serta meningkatnya suasana kondusivitas di Kota Bandung.600. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Meningkatnya kerukunan hidup dan toleransi dalam bermasyarakat. b) Terselenggaranya sosialisasi tentang pemahaman nilai-nilai luhur budaya bangsa bagi pelajar SMA se-Kota Bandung sebanyak 480 orang.400. b) Tersedianya data laporan masalah aktual dari 30 kecamatan. b) Kegiatan Pengkajian Masalah Aktual. dan Guru Pembina sebanyak 125 peserta. 3) Program Kemitraan Pengembangan Wawasan Kebangsaan Program Kemitraan Pengembangan Wawasan Kebangsaan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp111.68%) yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Seminar. c) Kegiatan Monitoring.000. Evaluasi. b) Kegiatan Peningkatan Rasa Solidaritas dan Ikatan Sosial di Kalangan Masyarakat. c) Kegiatan Peningkatan Kesadaran Masyarakat akan Nilai-nilai Luhur Budaya Bangsa. berbangsa. Talk Show. c) Tersusunnya laporan kesadaran masyarakat dalam deteksi dini terhadap gangguan keamanan dan kenyamanan dari 30 kecamatan.584.2) Program Pengembangan Wawasan Kebangsaan Program Pengembangan Wawasan Kebangsaan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp371.500. dan bernegara. b) Meningkatnya pemahaman generasi muda untuk melestarikan nilai-nilai luhur budaya bangsa.00 dengan realisasi sebesar Rp315. Diskusi Peningkatan Wawasan Kebangsaan. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Meningkatnya wawasan kebangsaan bagi generasi muda dan pemahaman 4 (empat) pilar kehidupan berbangsa dan bernegara (NKRI.93%) yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Peningkatan Toleransi dan Kerukunan dalam Kehidupan Beragama. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terselenggaranya diskusi tentang peningkatan wawasan kebangsaan bagi pelajar SMU dan SMK se-Kota Bandung diikuti sebanyak 125 orang peserta.807. dan Bhineka Tunggal Ika). IV-116 .

b) Tersedianya database Parpol.c) Meningkatnya kesadaran dan kewaspadaan masyarakat dalam deteksi dini terhadap gangguan keamanan dan kenyamanan di Kota Bandung.000.29%) yang dilaksanakan melalui: IV-117 .00 dengan realisasi sebesar Rp491. Ormas.00 (97. 6) Program Penegakan Ketentraman dan Ketertiban Umum Program Penegakan Ketentraman dan Ketertiban Umum mendapat alokasi anggaran sebesar Rp510.600.450.000. 5) Program Pendidikan Politik Masyarakat Program Pendidikan Politik Masyarakat mendapat alokasi anggaran sebesar Rp71. Ormas dan LSM. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Meningkatnya pemahaman masyarakat terhadap etika berdemokrasi yang santun. b) Terselenggaranya forum diskusi politik diikuti sebanyak 110 orang.000. dan LSM (37 Parpol Lama. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah terselenggaranya pelatihan dalam rangka Pembentukan Satuan Keamanan Linmas di Kelurahan sebanyak 25 orang. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Kegiatan penyuluhan kepada masyarakat tidak terealisasi.611. serta kemampuan dalam kesiagaan penanggulangan terhadap bencana alam.23%) yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Penyuluhan kepada Masyarakat.00 (99.000.000.500.69%) yang dilaksanakan melalui Kegiatan Pembentukan Satuan Keamanan Lingkungan di Masyarakat.Forum Diskusi Politik. 4) Program Pemberdayaan Masyarakat untuk Menjaga Ketertiban dan Keamanan Program Pemberdayaan Masyarakat untuk Menjaga Ketertiban dan Keamanan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp35.00 dengan realisasi sebesar Rp34.592. dan 150 LSM). Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah meningkatnya kemampuan Anggota Linmas dalam rangka pembentukan satuan keamanan lingkungan di masyarakat.00 (96. c) Terselenggaranya inventarisasi Data Parpol. 182 Ormas.087. 5 Parpol Baru. hak dan kewajiban sebagai warga negara dalam bidang politik. b) Kegiatan Koordinasi Forum .00 dengan realisasi sebesar Rp69. c) Kegiatan Penyusunan Database Partai Politik.890.

Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terselenggaranya sosialisasi tentang LINMAS kepada Pembina Linmas Kecamatan dan Anggota Linmas.00 (91.624. b) Kegiatan Monitoring.200.a) Kegiatan Pemeliharaan Ketentraman dan Ketertiban Umum. c) Kegiatan Peningkatan Partisipasi Masyarakat.600.345. Evaluasi.00 dengan realisasi sebesar Rp266. b) Tersusunnya laporan monitoring.348.230.000. b) Tersedianya bahan monitoring.00 dengan realisasi sebesar Rp1. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terselenggaranya operasional gabungan aparat polisi pamong praja dengan TNI/POLRI dan kejaksaan selama 1 tahun. c) Terlaksananya pelibatan partisipasi masyarakat sebanyak 282 orang. evaluasi dan pelaporan sebanyak 12 laporan.000. 7) Program Pemeliharaan Kantrantibmas dan Pencegahan Tindak Kriminal Program Pemeliharaan Kantrantibmas dan Pencegahan Tindak Kriminal mendapat alokasi anggaran sebesar Rp355.000.11%) yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Kerjasama Pengembangan Kemampuan Aparat Polisi Pamong Praja dengan TNI/POLRI dan Kejaksaan. dan Pelaporan. b) Kegiatan Pemeliharaan Ketentraman dan Ketertiban Umum.235. b) Terselenggaranya pemeliharaan ketentraman dan ketertiban umum selama 1 tahun (19 kegiatan). evaluasi dan pelaporan. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam rangka pemeliharaan ketentraman dan ketertiban umum.00 (75.60%) yang dilaksanakan melalui: IV-118 . Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Meningkatnya kerjasama dan sinergitas antara Satpol PP dengan TNI/POLRI dan kejaksaan. c) Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pemeliharaan ketentraman dan ketertiban umum. 8) Program Penegakan Perda dan Perwal Program Penegakan Perda dan Perwal mendapat alokasi anggaran sebesar Rp1. b) Meningkatnya ketentraman dan ketertiban masyarakat.

00% dapat terealisasi sebesar 73.91%. dari target sebesar 70% dapat terealisasi sebesar 71. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Tersosialisasikannya Perda dan Perwal Trantibum kepada masyarakat.Kegiatan Sosialisasi/Penyuluhan Peraturan Daerah dan Peraturan Walikota Ketentraman Ketertiban. c) Terlaksananya Operasi Yustisi. Selain itu. a) b. dan dari potensi sebanyak 11 objek wisata telah terbina dalam kategori penilaian sebanyak 11 objek wisata (100%). Pembinaan tersebut dilakukan terhadap restoran/rumah makan. hotel.00% dapat terealisasi sebesar 80. anak jalanan dan penyakit masyarakat lainnya).32%). dari target sebesar 80. 3) Indikator Sosialisasi dan Pembinaan Pengamalan Keagamaan serta Kualitas Lingkungan Peribadatan. b) Terlaksananya Operasi Penertiban Perda dan Perwal.29%. b) Kegiatan Operasi Penertiban Peraturan Daerah dan Peraturan Walikota. c) Kegiatan Pelaksanaan Yustisi Penegakan Peraturan Daerah dan Peraturan Walikota. Faktor pendorong keberhasilan pencapaian target adalah optimalisasi fungsi tempat peribadatan sebagai pusat aktifitas sosial agama. dari potensi sebanyak 306 hotel telah terbina dalam kategori penilaian sebanyak 206 hotel (67. dan objek wisata. Sampai dengan tahun 2011. dari potensi sebanyak 512 restoran telah terbina dalam kategori penilaian sebanyak 235 restoran (45. c) Terjaringnya para pelanggar yustisi (PSK. d) Kegiatan Operasi Pengawasan dan Pengendalian Perizinan (Banprov). dari target sebesar 50. CAPAIAN KINERJA 1) Indikator Terselenggaranya Perda yang Berkaitan Dengan Penyelenggaraan Kepariwisataan dan Pembangunan Sarana Ibadah di Tempat Umum. terdiri dari: IV-119 .90%). d) Tercapainya tertib perizinan di Kawasan Bandung Utara (KBU). b) Terciptanya kondisi ketertiban di Kota Bandung. d) Terlaksananya Operasi Pengawasan dan Pengendalian Perizinan di KBU (8 kegiatan di 5 kecamatan). Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terlaksananya sosialisasi/penyuluhan Perda dan Perwal Trantibum sebanyak 210 orang (2 kali kegiatan). 2) Indikator Peningkatan Kualitas Sarana dan Prasarana Ibadah di Tempat Umum dan Kantor Pemerintah. diupayakan untuk meningkatkan koordinasi dengan aparat kewilayahan tentang aktifitas sosial keagamaan.07%. Pembinaan dalam penyelenggaraan kepariwisataan dan pembangunan sarana ibadah di tempat umum dilaksanakan berdasarkan Perda Nomor 10 Tahun 2004 tentang Penyelenggaraan Usaha Kepariwisataan dan Perda Nomor 11 Tahun 2004 tentang Retribusi Pembinaan dan Promosi Penyelenggaraan Usaha Kepariwisataan.

8) Indikator Penindakan Terhadap Pelanggaran Peraturan Daerah.500 pelanggar. Pelanggaran Perda Nomor 20 Tahun 2009 tentang Penyelenggaran dan Perijinan Reklame dengan jumlah pelanggar sebanyak 213 pelanggar dengan jumlah barang bukti sebanyak 1. IV-120 . c. 4) Indikator Peningkatan Kerjasama Antara Pemeluk Agama dalam Pembangunan Kota. dari target sebesar 50. Faktor pendorong keberhasilan pencapaian target adalah tingginya angka partisipasi masyarakat dalam keikutsertaan menjaga kenyamanan lingkungan.25%). gepeng.a. yaitu melalui upaya peningkatan toleransi dan kerukunan dalam kehidupan beragama. dari target sebesar 100. 5) Indikator Terselenggaranya Pengamanan Pemilu dan Pilkada. dan anjal sebanyak 158 pelanggar. pengamen. dengan rincian sebagai berikut: a. Pelanggaran terhadap Perda Bangunan dengan jumlah 165 bangunan liar yang dibongkar. Wihara dan Pura) yang terealisasi sebanyak 98.138 kegiatan dari target 117. d. b. PSK sebanyak 567 pelanggar. dari target sebesar 85% dapat terealisasi sesuai target. Realisasi ini didasarkan pada target penindakan yang ditetapkan pada tahun 2011 sebesar 1. serta menjalin kerjasama yang baik dengan FKUB (Forum Kerukunan Umat Beragama) dan Kantor Kementerian Agama Kota Bandung. Sosialisasi dan pembinaan agama terhadap masyarakat (Masjid.446 unit reklame ilegal.312 kegiatan (77. Adanya intensitas pengawasan dan pengendalian yang tinggi. dari target sebesar 75% dapat terealisasi sesuai target. pada tahun 2011 tidak ditargetkan dan tidak ada realisasi. Faktor pendorong keberhasilan pencapaian target adalah tingginya angka partisipasi masyarakat dalam keikutsertaan menjaga keamanan dan ketertiban.00% dapat terealisasi terealisasi sesuai target. c. karena tidak ada kegiatan penyelenggaraan Pemilu atau Pilkada.00% dapat terealisasi sesuai target.33%). Sosialisasi dan pembinaan agama terhadap PNS (Masjid Al-Ukhuwah dan Masjid Ar-Risalah) yang terealisasi sebanyak 80 kegiatan dari target 96 kegiatan (83.500 pelanggar. Faktor pendorong keberhasilan pencapaian target adalah: a. b. b. Pelanggaran terhadap Perda Perijinan sebanyak 112 pelanggar. Terwujudnya Peran Serta masyarakat dalam pengawasan berupa laporan pengaduan. sedangkan realisasinya sebesar 1. 7) Indikator Peningkatan dan Kenyamanan Lingkungan. Pelanggaran terhadap Perda Nomor 11 Tahun 2005 tentang K3 sebanyak 954 pelanggar terdiri atas: PKL sebanyak 229 pelanggar. Sinergitas dengan SKPD dan jajaran terkait (TNI/POLRI/Kejaksaan). Gereja. 6) Indikator Menumbuhkan dan Mengembangkan Peran Serta Masyarakat dalam Ketertiban dan Keamanan.

11) Indikator Tingkat Ketentraman dan Ketertiban Masyarakat. 9) Indikator Penindakan Terhadap Pelanggaran Disiplin Aparatur. dari target mencapai kategori baik. Masih lemahnya perlindungan hukum bagi aparatur dalam menegakkan Perda/Perwal. Menyusun strategi penanganan pelanggaran Perda/Perwal yang lebih sistematis (solutif). Meningkatkan kualitas sumber daya aparatur. 10) Indikator Tingkat Apresiasi Masyarakat terhadap Politik dan Pemilu. tokoh masyarakat. upaya yang dilakukan adalah: a. Pemberian sanksi kepada oknum yang bermain dalam pelanggaran Perda/Perwal. b. c. b. d. pasar. dapat terealisasi sesuai target.Sedangkan beberapa kendala yang masih dihadapi antara lain: a. Tidak terjadi gangguan ketentraman dan ketertiban umum yang menonjol selama tahun 2011 di wilayah Kota Bandung (kondusif). Terkait dengan hal tersebut. atau unit kerja yang terkait atau dengan Perguruan Tinggi. Sebanyak 16 pelanggar disiplin aparatur terjaring melalui razia penertiban PNS pada jam kerja di mall. dan pemerintah untuk menjaga kondusifitas ketentraman dan ketertiban di Kota Bandung. Peran Serta dan partisipasi masyarakat dalam menjaga ketentraman dan ketertiban di lingkungan masing-masing. dan tempat-tempat lain di luar kantor. Masih adanya oknum-oknum yang bermain dalam pelanggaran Perda/Perwal. TNI. Melakukan koordinasi dan sinergitas yang lebih intensif dengan seluruh stakeholder. dan Satpol PP). Proses pemberian sanksi terhadap para pelanggar tersebut telah diserahkan kepada Inspektorat dan BKD. dapat terealisasi sesuai target. Faktor pendorong keberhasilan pencapaian target adalah meningkatnya partisipasi masyarakat dalam bidang Politik. dari target sebesar 100% dapat terealisasi sesuai target. upaya yang dilakukan adalah dengan menjalin kerjasama dan koordinasi dengan KPUD. Terkait dengan beberapa kendala tersebut. Terbatasnya fasilitas publik untuk aktifitas masyarakat. IV-121 . Faktor pendorong keberhasilan pencapaian target adalah: a. ormas. Sedangkan beberapa kendala yang masih dihadapi antara lain: a. Adanya komitmen yang kuat dari masyarakat. Masih adanya keraguan dalam tindakan represif karena bisa berbenturan dengan pelanggaran HAM. untuk lebih meningkatkan sosialisasi pendidikan politik dan etika berdemokrasi bagi warga kota Bandung. Adanya sinergi yang baik antara unsur penegakkan keamanan dan ketertiban (Polisi. c. Masih kurangnya sosialisasi dan informasi bagi masyarakat mengenai Perda dan Perwal Kota Bandung. d. Kendala yang dihadapi adalah masih kurangnya Sosialisasi mengenai pendidikan politik dan aturan perundang-undangan terkait demokrasi. pemilu dan pilkada hanya dilaksanakan sekali dalam setahun. c. dari target mencapai kategori baik. b.

Terkait deng gan beberapa a kendala ters sebut. upaya yang dilakuk kan adalah: a. b. b) Melindungi aparatur pen negak hukum sesuai keten ntuan hukum yang berlaku u. IV-12 22 .26 Ta arget dan Rea alisasi Peninda akan Terhadap p Pelanggaran n Peratu uran Daerah Tahun T 2008-2011 150% 140% 130% Target Realisa asi sama dengan Target Realisasi Realisasi sama a dengan Target t Persentase (%) P 120% 110% 100% 90% 80% 70% 60% 50% 100% 100% 1 100% 100 0% Tahu n 2010 Tahun 2011 1 c. ketentraman 2) Solusi a) Melakukan sosialisasi da an informasi lebih intens sif kepada m masyarakat te entang P yang berlaku di Kota K Bandun ng melalui ta atap muka. d) Banyaknya aktifitas a dan pendatang/ur p rbanisasi di Kota K Bandung g. Men ngadakan ke erjasama de engan berba agai pihak yang terkait t dan mas syarakat dalam rangka me enjaga ketent traman dan k ketertiban. e) Belum optimalnya koo ordinasi ant tar instansi terkait da alam penanganan n dan ketertib ban. Banyaknya aktifitas dan pend datang di Kot ta Bandung. PERMASALA AHAN DAN N SOLUSI ermasalahan 1) Pe a) Masih kuran ngnya sosialis sasi dan infor rmasi kepada a masyarakat tentang Pera aturan Daerah (Perd da) dan Perat turan Walikot ta (Perwal) ya ang berlaku d di Kota Bandu ung.b. se erta media ce etak dan elektronik. Mas kete entraman dan n ketertiban. c) Meningkatkan jumlah ap paratur peneg gak hukum. papan Perda dan Perwal informasi. b) Masih lema ahnya perlin ndungan hukum bagi aparatur da alam meneg gakkan perda/perwa al. Men nambah jumlah fasilitas publik sesuai dengan d kebutuhan. Grafik IV. c) Belum seimb bangnya anta ara jumlah ap paratur peneg gak hukum dengan pendu uduk. sih kurangny ya jumlah aparatur a yan ng berperan n dalam me enjaga c.

003. Pemerintahan Umum. Kegiatan Kunjungan kerja Pimpinan dan Anggota DPRD Dalam Daerah. dan Persandian tahun 2011 dilaksanakan oleh: 1) Sekretariat DPRD. 13) Bagian Umum dan Perlengkapan.049. Administrasi Keuangan Daerah.500. 6) DPKAD. URUSAN OTONOMI DAERAH. 12) Bagian Pembangunan dan SDA. Kegiatan Peningkatan Kapasitas Pimpinan dan Anggota DPRD. capaian kinerja serta permasalahan dan solusinya dapat diuraikan sebagai berikut: a. Kegiatan Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan. Kegiatan Kunjungan kerja Pimpinan dan Anggota DPRD Luar Daerah. e) Meningkatkan komitmen bersama dengan pihak-pihak terkait (TNI. 3) Bappeda. PERANGKAT DAERAH.986.845. 5) Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT). Kegiatan Kajian Potensi PADS. dan 16) 30 Kecamatan dilingkungan Pemerintah Kota Bandung.100. 11) Bagian Perekonomian. Kepegawaian. Kejaksaan) dan masyarakat dalam penanganan ketentraman dan ketertiban. 15) Setda Non Bagian.d) Mengatur jadwal aktifitas dan melakukan sinergitas program dalam penanganan permasalahan migrasi penduduk/urbanisasi dengan wilayah perbatasan. 9) Bagian Pemerintahan Umum.00 dengan realisasi sebesar Rp30. Administrasi Keuangan Daerah.851. PEMERINTAHAN UMUM. dan Persandian pada tahun anggaran 2011 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp121. 2) Inspektorat. 4) Badan Kepegawaian Daerah (BKD).00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp108.82%) yang dilaksanakan melalui: a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) Kegiatan Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah. Kegiatan Rapat-rapat Alat kelengkapan Dewan. Kepegawaian. 20.00 (87.184. Kegiatan Reses. Kegiatan Pembahasan Rancangan KUA dan PPAS. 7) Dinas Pendapatan.00 (89. KEPEGAWAIAN. 10) Bagian Organisasi dan Pemberdayaan Aparatur Daerah. DAN PERSANDIAN Urusan Otonomi Daerah. PROGRAM DAN KEGIATAN 1) Program Peningkatan Kapasitas Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah Program Peningkatan Kapasitas Lembaga Perwakilan Rakyat Daerah mendapat alokasi anggaran sebesar Rp34.125. Perangkat Daerah. 8) Bagian Hukum dan HAM. ADMINISTRASI KEUANGAN DAERAH. IV-123 . Kegiatan Rapat-rapat Paripurna. Program dan kegiatan pada Urusan Otonomi Daerah.95%).502. Polri. Pemerintahan Umum. 14) Bagian Tata Usaha. Kegiatan Penyusunan Peraturan Daerah Kota Bandung Inisiatif DPRD. Perangkat Daerah. Adapun realisasi pelaksanaan program dan kegiatan.482.724.

rapat alat kelengkapan DPRD. c) Kegiatan Penerimaan Kunjungan Kerja Pejabat Negara/Departemen/Lembaga Pemerintah Non Departemen/Luar Negeri. Terlaksananya kunjungan kerja pimpinan dan anggota DPRD. Terlaksananya sosialisasi peraturan perundangan melalui profil DPRD. CD Perda Interaktif.943. Terlaksananya bimbingan teknis pimpinan dan anggota DPRD. i) Terlaksananya Kunjungan kerja luar daerah Pimpinan dan Anggota DPR. h) Terwujudnya kerjasama dan sinergi antara DPRD dan Pemerintah Kota dalam perumusan kebijakan APBD.829. i) Tersedianya bahan kebijakan pengelolaan PAD. k) Tersusunnya Kajian akademik peraturan daerah inisiatif DPRD. j) tersusunnya kajian Database potensi PADS sebanyak 3 kajian. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terlaksananya koordinasi di antara Pemerintah Daerah. IV-124 . h) Terlaksananya pembahasan KUA dan PPAS. a) b) c) d) e) f) g) 2) Program Peningkatan Pelayanan Kedinasan Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah Program Peningkatan Pelayanan Kedinasan Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah mendapat alokasi anggaran sebesar Rp2. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Meningkatnya produk hukum daerah. b) Meningkatnya kinerja DPRD. Peraturan Daerah dan Keputusan DPRD. g) Meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai Rancangan Peraturan Daerah dan kegiatan DPRD serta terserapmya aspirasi masyarakat terhadap Raperda yang disosialisasikan.883.00 (96. e) Terumuskannya permasalahan yang timbul di masyarakat dan rekomendasi penyelesaian permasalahan.13%) yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Rapat koordinasi unsur MUSPIDA. Terlaksananya reses anggota DPRD sebanyak 2 kali.00 dengan realisasi sebesar Rp2. b) Kegiatan Koordinasi dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah lainnya. b) tersusunnya Laporan penyelenggaraan pemerintah daerah. j) Terciptanya rancangan peraturan daerah inisiatif DPRD.Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: Tersusunnya Raperda hasil pengambilan keputusan sebanyak 30 perda. dan kilas balik/memory DPRD.845.000. f) Meningkatnya kemampuan anggota DPRD dalam pelaksanaan tugas dan wewenang. Terfasilitasinya rapat-rapat Paripurna DPRD sebanyak 32 kali. c) Tersedianya Risalah Rapat-rapat Paripurna.500. Terfasilitasinya rapat . d) Terakomodirnya aspirasi masyarakat dalam perumusan kebijakan publik.

Kegiatan Penyusunan Rancangan Peraturan Daerah tentang Pajak Daerah & Retribusi. Kegiatan Bimbingan Teknis Pengelolaan Barang Daerah. Kegiatan Sosialisasi paket regulasi tentang pengelolaan keuangan daerah.233. Kegiatan Peningkatan Pelayanan Perbendaharaan. Kegiatan Penyusunan rancangan peraturan daerah tentang APBD. pejabat 3) Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah Program Peningkatan dan Pengembangan Pengelolaan Keuangan Daerah mendapat alokasi anggaran sebesar Rp12. Kegiatan Penyusunan rancangan peraturan KDH tentang Penjabaran Perubahan APBD.193.067.056. Kegiatan Penyusunan Data base. Kegiatan Intensifikasi dan Ekstensifikasi Sumber. c) Meningkatnya pelayanan penerimaan kunjungan kerja negara/departemen/ LPND/luar negeri. kerja pejabat Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Terwujudnya koordinasi antar pimpinan anggota Muspida. Kegiatan Penyusunan dan Pemutakhiran Database Aset. Kegiatan Penyusunan Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah. Kegiatan Kajian Studi Potensi Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan Pemkot Bdg (Bantuan Provinsi). IV-125 . Kegiatan Pemutakhiran Database Sewa Tanah Milik Daerah.00 (77. Kegiatan Penyusunan Rancangan tentang Standar Kelengkapan Dokumen Pembayaran.c) Terselenggaranya pelayanan penerimaan kunjungan negara/departemen/ LPND/luar negeri sebanyak 100 acara.61%) yang dilaksanakan melalui: a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) l) m) n) o) p) q) r) s) t) u) v) w) Kegiatan Penyusunan Standar Satuan Harga. Kegiatan Penyusunan rancangan peraturan KDH tentang penjabaran pertanggungjawaban pelaksanaan APBD. Kegiatan Intensifikasi dan Ekstensifikasi Sumber. Kegiatan Penyusunan Sistem Informasi Pengelolaan Keuangan Daerah. Kegiatan Penyusunan rancangan peraturan daerah tentang perubahan APBD. b) Terwujudnya akuntabilitas penyelenggaraan pemerintahan daerah. Kegiatan Peningkatan Sumber Pendapatan Daerah dengan pengembangan sistem informasi manajemen.00 dengan realisasi sebesar Rp9.357.sumber Pendapatan Melalui Penerimaan Pajak Bukan Pajak Daerah. Kegiatan Peningkatan manajemen aset/barang daerah. Kegiatan Penyusunan rancangan peraturan daerah tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD. Kegiatan Penyusunan rancangan peraturan KDH tentang penjabaran APBD. Kegiatan Revaluasi/appraisal aset/barang daerah.238.sumber Pendapatan Daerah (Pajak Daerah).

Tersusunnya Raperda tentang Perubahan APBD Tahun 2011 sebanyak 1 dokumen. tersusunnya database sewa tanah milik Pemerintah Kota Bandung yang dimutakhirkan. proses penyusunan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD tahun 2010 dengan menggunakan aplikasi komputer sebanyak 62 SKPD. Terlaksananya sosialisasi regulasi pengelolaan keuangan daerah kepada Pengelola keuangan di lingkungan Pemerintah kota bandung sebanyak 3 kali pelaksanaan sosialisasi untuk 62 SKPD. SKPP Mutasi Pegawai. Terlaksananya WP Gathering terhadap 750 Wajib Pajak. Pelaporan Kas Harian dan Pelaporan rekonsiliasi data SP2D selama 9 bulan. Tersusunnya data Potensi PBB. Terlaksananya proses penyusunan APBD penatausahaan keuangan daerah. SKPP Pensiun. Tersusunnya Raperwal tentang penjabaran perubahan APBD Tahun 2011 sebanyak 1 dokumen. Tersusunnya database aset Pemerintah Kota Bandung yang dimutakhirkan. Terlaksananya Pelayanan penerbitan: SP2D. dan (3) Tersusunnya Perwal Tata Cara Pemungutan Pajak Daerah. dan tersusunnya kajian tentang penghapusan piutang pajak. Terlaksananya bimbingan teknis pengelolaan barang daerah kepada Pengurus barang di lingkungan Pemerintah Kota Bandung. Terlaksananya sosialisasi tentang Peraturan Perundang-undangan serta rakor dan evaluasi pajak bukan pajak daerah. Tersusunnya database aset/barang milik daerah. Tersusunnya Raperwal tentang penjabaran APBD sebanyak 1 dokumen. terbangunnya 2 Sistem. (1) Tersusunnya Naskah Kajian Akademis Perda Pajak Daerah. i) j) k) l) m) n) o) p) q) s) r) s) t) u) v) IV-126 . kajian potensi PBB dan SIM PBB.x) y) z) Kegiatan Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pendapatan melalui Pengendalian Pengelolaan Pajak Daerah. Tersusunnya data base pajak daerah dan kajian tentang tata cara perhitungan data potensi pajak daerah. (2) Tersusunnya Naskah Kajian Akademis Perda PBB. Tersusunnya Raperda tentang APBD sebanyak 1 dokumen. Kegiatan Peningkatan manajemen investasi daerah. Tersusunnya Sistem dan prosedur pengelolaan keuangan daerah yang disempurnakan. Kegiatan Intensifikasi dan Ekstensifikasi Sumber-sumber Pendapatan Melalui Penerimaan Pajak Bukan Pajak Daerah. Tersusunnya Raperwal tentang Penjabaran Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD TA 2010. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) b) c) d) e) f) g) h) Tersusunnya Raperwal tentang standar satuan harga tahun 2011. Tersedianya Sistem Online Pajak pada 30 Wajib Pajak. Tersusunnya dokumen appraisal aset tanah milik pemerintah Kota Bandung yang akan dimanfaatkan. Tersusunnya Raperwal tentang standar kelengkapan dokumen pembayaran. Tersusunnya Raperda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Tahun 2010 sebanyak 1 dokumen.

IV-127 . Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Tersusunnya KUA Tahun 2012 dan PPAS tahun 2012 sebanyak 2 dokumen.00 dengan realisasi sebesar Rp461. Meningkatnya pemahaman Aparat. x) Terlaksananya sosialisasi tentang Peraturan Perundang-undangan serta rakor dan evaluasi pajak bukan pajak daerah.w) Terlaksananya Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pendapatan melalui Pengendalian Pengelolaan Pajak Daerah. Tersedianya bahan perumusan kebijakan bidang perpajakan. b) Tersusunnya KUA Perubahan Tahun 2011 dan PPAS Perubahan tahun 2011 sebanyak 2 dokumen.00 (89. c) Kegiatan pembinaan dan fasilitasi pengelolaan keuangan BLUD. Tersedianya acuan/pedoman kebijakan pajak daerah. penatausahaan dan pelaporan keuangan daerah yang tepat waktu dan sesuai standar. Terwujudnya akuntabilitas pengelolaan pajak daerah. g) h) i) j) 4) Program Pembinaan Kabupaten/Kota dan Fasilitasi Pengelolaan Keuangan Program Pembinaan dan Fasilitasi Pengelolaan Keuangan Kabupaten/Kota mendapat alokasi anggaran sebesar Rp513.500. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) b) c) d) e) f) Tersedianya acuan standar satuan harga yang berlaku di lingkungan pemerintah kota. Meningkatnya pemanfaatan aset tanah milik Pemerintah Kota Bandung. Tersedianya Pedoman kinerja dan bisnis Perusahaan Daerah. y) Tersusunnya cetak biru pengembangan bisnis BUMD dan peraturan Walikota tentang kinerja BUMD.83%) yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Penyusunan Kebijakan Umum APBD dan PPAS.436. c) Tersusunnya Rekomendasi penerapan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah RSKGM sebanyak 1 dokumen. Wajib Pajak dan masyarakat mengenai Peraturan Perundang-undangan perpajakan serta tersedianya bahan perumusan kebijakan bidang perpajakan. Terwujudnya penganggaran.250.680. Terwujudnya akuntabilitas APBD. Meningkatnya pendapatan pajak daerah melalui peningkatan pemahaman para wajib pajak mengenai aturan pajak daerah dan kualitas sarana prasarana pendukung. b) Kegiatan Penyusunan Kebijakan Umum Perubahan APBD dan PPAS Perubahan APBD. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Tersedianya acuan dalam penyusunan RKA dan RAPBD Tahun 2011.

5) Program Peningkatan Sistem Pengawasan Internal dan Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan KDH Program Peningkatan Sistem Pengawasan Internal dan Pengendalian Pelaksanaan Kebijakan KDH mendapat alokasi anggaran sebesar Rp10.613. d) Tersusunnya Laporan Inventarisasi Temuan Hasil Pengawasan sebanyak 1 laporan e) (1) Tersusunnya Laporan Hasil Pra Pemutakhiran Data sebanyak 4 laporan.66%) yang dilaksanakan melalui: a) b) c) d) e) f) g) h) Kegiatan Pelaksanaan pengawasan internal secara berkala. j) Kegiatan kajian Penyusunan Standar Pelayanan Minimal Instansi Publik Kota Bandung tidak terealisasi. h) Tersusunnya laporan Hasil Monitoring Pelaksanaan Kegiatan dari dana Bantuan Provinsi sebanyak 1 laporan.722. teridentifikasinya hasil evaluasi Lakip SKPD sebanyak 61 SKPD dan tersusunnya petunjuk pelaksanaan Evakip sebanyak 1 buku. Kegiatan Inventarisasi temuan pengawasan. f) Terlaksananya rapat koordinasi pengawasan sebanyak 12 kali. Kegiatan Penanganan kasus pengaduan di lingkungan pemerintah daerah (Banprov). Kegiatan Evaluasi berkala temuan hasil pengawasan. IV-128 .00 dengan realisasi sebesar Rp9. c) Terlaksananya sosialisasi Undang-undang Pengawasan sebanyak 8 SKPD. terlaksananya kegiatan penerapan SPIP dilingkungan Pemerintah Kota Bandung sebanyak 7 kegiatan. Kegiatan Penanganan kasus pengaduan di lingkungan pemerintah daerah. g) Tersusunnya Reviu Laporan Keuangan sebanyak 62 laporan. i) Kegiatan Tindak lanjut hasil temuan pengawasan (Banprov).697. terlaksananya Workshop Strategi Pencapaian Opini WTP dari BPK RI sebanyak 1 kegiatan. terlaksananya kegiatan Pakta Integritas sebanyak 1 kegiatan. b) Tersusunnya laporan hasil pemeriksaan (LHP) non reguler sebanyak 14 LHP. j) Kegiatan Kajian penyusunan standar pelayanan minimal instansi publik Kota Bandung (banprov).513. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terlaksananya pemeriksaan reguler sebanyak 101 Obrik. Kegiatan Koordinasi pengawasan yang lebih komprehensif. n) Kegiatan Pengendalian Manajemen Pelaksanaan Kebijakan KDH.00 (89. Kegiatan Tindak lanjut hasil temuan pengawasan. m) Kegiatan Pengendalian Manajemen Pelaksanaan Kebijakan KDH.066. c) Terwujudnya akuntabilitas APBD. l) Kegiatan Persiapan dan Penetapan Sertifikasi ISO 9001 : 2000.000. i) Terlaksananya peningkatan wawasan mengenai tindak lanjut hasil pemeriksaan. k) Kegiatan Pengendalian Manajemen Pelaksanaan Kebijakan KDH.b) Tersedianya acuan dalam penyusunan RKA Perubahan dan Rancangan Perubahan APBD Tahun 2011. Kegiatan Pengendalian manajemen pelaksanaan kebijakan KDH. (2) tersusunnya Laporan Hasil Pemutakhiran Data sebanyak 4 laporan.

Surat-surat edaran. serta laporan Workshop Strategi Pencapaian Opini WTP dari BPK RI. k) 6) Program Peningkatan Aparatur Pengawasan Profesionalisme Tenaga Pemeriksa dan Program Peningkatan Profesionalisme Tenaga Pemeriksa Dan Aparatur Pengawasan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp639.436. m) Tersusunnya kajian tentang Pengembangan Informasi sumber daya alam dan lingkungan hidup. laporan kegiatan Pakta Integritas. b) Tersedianya laporan sosialisasi Undang-undang Pengawasan. Kepwal. IV-129 . l) (1) Terlaksananya Surveillence Sertifikasi SMM ISO 9001:2008 pada 35 SKPD di Lingkungan Pemerintah Kota Bandung. e) Tersedianya laporan rapat koordinasi pengawasan. j) (1) Berkurangnya hasil temuan audit Sertifikasi SMM ISO 9001:2008 pada 35 SKPD/Unit Kerja di Lingkungan Pemerintah Kota Bandung. (3) Meningkatnya Indek Kepuasan Masyarakat pada Pelayanan Publik di Lingkungan Pemerintah Kota Bandung. Evaluasi Lakip SKPD. (3) Tersusunnya Indeks Kepuasan Masyarakat pada Pelayanan Publik di Lingkungan Pemerintah Kota Bandung sebanyak 15 SKPD.000. g) Tersedianya laporan Hasil Monitoring Pelaksanaan Kegiatan dari dana Bantuan Provinsi. dan Proses kepegawaian. l) Meningkatnya kinerja dan pemahaman kebijakan KDH.(1) Tersusunnya Pedoman Standar Operasional Prosedur sebanyak 24 SOP.00 (89.290. Penerbitan SPM. dll.00 dengan realisasi sebesar Rp575. (3) Tersusunnya Rancangan Peraturan Daerah tentang Pelayanan Publik sebanyak 1 Raperda. d) Tersedianya laporan pra pemutakhiran data dan laporan pemutakhiran data. (2) Terlaksananya Proses Pendampingan Sertifikasi SMM ISO 9001:2008 pada 5 SKPD. (2) Tersusunnya Laporan hasil monitoring dan evaluasi SPM sebanyak 10 SPM. h) Tersedianya laporan peningkatan wawasan mengenai tindak lanjut hasil pemeriksaan. c) Tersedianya laporan inventarisasi hasil pengawasan. dan petunjuk pelaksanaan Evakip. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Terwujudnya tindak lanjut temuan hasil pemeriksaan.95%) yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Pelatihan pengembangan tenaga pemeriksa dan aparatur pengawasan. k) Tersedianya bahan kebijakan bidang sumber daya alam dan lingkungan hidup.750. (2) Bertambahnya jumlah SKPD/Unit Kerja yang menerapkan Sertifikasi ISO 9001:2008 di Lingkungan Pemerintah Kota Bandung. laporan kegiatan penerapan SPIP. f) Tersedianya Laporan Reviu Keuangan. i) Tersedianya norma Standar dan Prosedur Pelayanan pada SKPD/Unit Kerja dan Terukurnya Pencapaian SPM. n) Kinerja pengendalian manajemen dalam pelaksanaan kebijakan KDH tentang: penomoran Perwal. b) Kegiatan Pembinaan SDM Aparat Pengawasan Fungsional.

00 (100.860.653. b) Meningkatnya pengetahuan aparat pengawasan fungsional.c) Kegiatan Penilaian Angka Kredit Jabatan Funfsional Auditor.00 dengan realisasi sebesar Rp185. c) Terlaksananya Penilaian Angka Kredit Jabatan Fungsional Auditor sebanyak 4 orang.127. Laporan Hasil Pemeriksaan sebanyak 101 dokumen. b) Kegiatan Penyusunan kebijakan sistem dan prosedur pengawasan.000.432.00 dengan realisasi sebesar Rp3. bimtek Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Daerah sebanyak 56 orang. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Tersedianya Pedoman Operasional Pemeriksaan. c) Tersedianya laporan angka kredit JFA. Naskah Hasil Pemeriksaan sebanyak 101 dokumen. LAKIP sebanyak 1 buku.00 (94.673.609. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terlaksananya bimtek Evaluasi AKIP sebanyak 45 orang. Rekapitulasi Apel Pagi SKPD sebanyak 1 dokumen.446. b) Tersedianya PKPT. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Tersusunnya pedoman operasional hasil pengawasan yang disempurnakan sebanyak 1 buku. serta Diklat Bidang Pengawasan sebanyak 7 orang.673.00%) yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Penyusunan naskah akademik kebijakan sistem dan prosedur pengawasan. Naskah Hasil Pemeriksaan. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Meningkatnya kemampuan aparat pengawas. Laporan Hasil Pemeriksaan dan Rekapitulasi Apel Pagi SKPD.000. LAKIP.33%) yang dilaksanakan melalui: IV-130 . b) Terlaksananya pembinaan aparat pengawasan melalui keikutsertaan dalam peningkatan wawasan sebanyak 78 orang dan keikutsertaan dalam pembinaan APF sebanyak 56 orang. b) Tersusunnya PKPT sebanyak 1 dokumen. 7) Program Penataan dan Penyempurnaan Kebijakan Sistem dan Prosedur Pengawasan Program Penataan dan Penyempurnaan Kebijakan Sistem dan Prosedur Pengawasan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp185. 8) Program Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Informasi Program Optimalisasi Pemanfaatan Teknologi Informasi mendapat alokasi anggaran sebesar Rp3.

d) Kegiatan Penyusunan Sistem Informasi Geografis Kondisi Air Bawah Tanah Kota Bandung. b) Terwujudnya integrasi Pengelolaan perencanaan dan penganggaran Pemkot dalam 1 sistem BIRMS. f) Kegiatan Penyusunan Proses E-Government di lingkungan pemerintah Kota Bandung. c) Kegiatan Penyusunan Sistem Informasi data Spasial daerah. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Terwujudnya transparansi proses pengadaan barang/jasa pemerintah. b) Terlaksananya Coding Program 6 Sub Sistem BIRMS (6 aplikasi) dan tersusunnya 2 dokumen BIRMS. c) Terbangunnya Sistem Infrastruktur Data Spasial daerah sebanyak 1 sistem. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah terlaksananya fasilitasi pelayanan penanganan pengaduan masyarakat selama 1 tahun. a) 9) Program Mengintensifkan Penanganan Pengaduan Masyarakat Program Mengintensifkan Penanganan Pengaduan Masyarakat mendapat alokasi anggaran sebesar Rp150.92%) yang dilaksanakan melalui Kegiatan pembentukan unit khusus penganganan pengaduan masyarakat. monitoring. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah meningkatnya Pelayanan Pengaduan bagi masyarakat masalah pelayanan perizinan dan meningkatnya kepuasan masyarakat terhadap penyelenggaraan layanan perizinan.Kegiatan Penyelenggaraan Elektronik Procurement dilingkungan Pemerintah Kota Bandung. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terlaksananya Pengadaan barang/jasa secara elektronik sebanyak 400 paket pekerjaan. f) Tersedianya sistem informasi dan sistem aplikasi data base pengendalian.000. e) Meningkatnya pemanfaatan sistem informasi dan kepuasan masyarakat dan terhadap penyelenggaraan layanan perizinan. f) Terbangunnya website Bagian Pembangunan dan SDA serta pengembangan sistem aplikasi pelaporan evaluasi bidang sarana dan prasarana. evaluasi dan pelaporan SKPD/unit kerja di lingkungan pemerintah Kota Bandung. b) Kegiatan Bandung Integrated Resources Management System. d) Tersusunnya Sistem Informasi Geografis Kondisi Air Bawah tanah Kota Bandung sebanyak 1 Sistem dan 1 Dokumen.00 (94. c) Tersedianya data Spasial untuk kebutuhan Perencanaan pembangunan. d) Tingkat Pelayanan Informasi kondisi air bawah tanah Kota Bandung. IV-131 .000. e) Kegiatan penyusunan sistem informasi terhadap layanan publik. e) Terselenggaranya sistem informasi terhadap layanan publik yang disempurnakan sebanyak 1 paket aplikasi.505.379.00 dengan realisasi sebesar Rp142.

b) Meningkatnya peran Kota Bandung dalam kerjasama antar daerah dan kerjasama APEKSI. h) Kegiatan Evaluasi Peraturan Perundang-undangan Kelembagaan Perangkat Daerah.00 dengan realisasi sebesar Rp3.00 dengan realisasi sebesar Rp1.000.45%) yang dilaksanakan melalui: a) b) c) d) e) f) g) Kegiatan Penyusunan rencana kerja rancangan peraturan perundang-undangan.294. Kegiatan Koordinasi Kerjasama Permasalahan Peraturan Perundang-undangan. 11) Program Penataan Peraturan Perundang-Undangan Program Penataan Peraturan Perundang-Undangan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp4. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terlaksananya kerjasama dengan 2 Pemerintah Kota Sahabat (Sister City). b) (1) Terbentuknya Panitia Pelaksana Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM) Bandung Tahun 2010-2014 sebanyak 1 kali. b) Terlaksananya kerjasama antar daerah dan kerjasama dengan 2 kota anggota APEKSI.10) Program Peningkatan Kerjasama Antar Pemerintah Daerah Program Peningkatan Kerjasama Antar Pemerintah Daerah mendapat alokasi anggaran sebesar Rp1.293. Kegiatan Kajian Peraturan Perundang-undangan Daerah Terhadap Peraturan Perundang-undangan Yang Baru. i) Kegiatan Legislasi rancangan peraturan perundang.000.undangan. Lebih Tinggi dan Keserasian antar peraturan perundang-undangan Daerah. Kegiatan Penyusunan Rencana Kerja Rancangan Peraturan Perundang-undangan Kegiatan Legislasi Rancangan Peraturan Perundang-undangan. b) Kegiatan Fasilitasi Penyelenggaraan Kerjasama Antar Kota/Kabupaten dan Kerjasama Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia.900. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Tersusunnya Raperwal tentang Pengelolaan Barang Milik Daerah sebanyak 1 dokumen.518. (2) Terlaksananya Diseminasi dan pendidikan HAM bagi Panitia RANHAM Kota Bandung Tahun 2010-2014.393.884.077.00 (93. Kegiatan Fasilitasi Sosialisasi Peraturan Perundang-undangan. Kegiatan Publikasi Peraturan Perundang-undangan.250.00 (90. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Meningkatnya kualitas dan peran kerjasama sister city.150. (3) Terlaksananya Diseminasi dan pendidikan HAM bagi aparat IV-132 .000.70%) yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Peningkatan Kerjasama Sister City (Kota Sahabat).

d) (1) Tersusunnya: (a) Rancangan Peraturan Daerah sebanyak 21 buah. (c) 5 Evaluasi Kelembagaan pada: DISPORA. i) Tersusunnya Revisi Perda PD. (b) Keputusan Walikota sebanyak 322 buah. (b) 4 Perwal tentang Tupoksi SKPD pada: Setda Kota Bandung dan Setwan DPRD. (3) Terlaksananya penanganan Perkara dan Tata Usaha Negara/TUN sebanyak 45 perkara. b) Terwujudnya peningkatan pemahaman. Dinas Pendapatan. (2) Terlaksananya Penyuluhan Hukum Terpadu sebanyak 6 kali Luhkumdu.Pemerintah Kota Bandung. perwal dan kepwal) tahun 2011 sebanyak 250 CD. Perwal tentang perubahan UPT. dan PD. Pasar. Perwal LPSE. (2) Tersusunnya Raperda SOTK Satpol PP dan Lemtekda dan Dinas Daerah. h) (1) Terlaksananya evaluasi dan penataan Tupoksi dan Uraian Tugas 15 SKPD. Perwal TU Sekolah. Dinas Kesehatan. (c) Berita Daerah sebanyak 50 buah. (3) Tersedianya CD produk hukum daerah (perda. e) (1) Terlaksananya Forum Diskusi Hukum sebanyak 1 kali forum. c) Tersedianya kebijakan-kebijakan publik yang sesuai dengan potensi dan kebutuhan masyarakat. (4) Tersusunnya laporan Panitia Pelaksana Rencana Aksi Nasional Hak Asasi Manusia (RANHAM) Kota Bandung Tahun 2011. (2) Tersusunnya Naskah Kajian Hukum yang sesuai dengan Peraturan perundangundangan Yang Baru atau lebih Tinggi (harmonisasi dan sinkronisasi produk hukum daerah) sebanyak 3 buah. c) (1) Tersusunnya: (a) Peraturan Walikota sebanyak 50 buah. perlindungan dan peghormatan Hak Asasi Manusia bagi warga Kota Bandung. (c) Lembaran Daerah Kota Bandung sebanyak 20 buah. (2) Tersusunnya buku peraturan perundang-undangan dan produk hukum daerah sebanyak 106 buku. (b) Lembaran Kota Bandung sebanyak 21 buah. terdiri dari: (a) 5 Raperwal tentang Tupoksi SKPD pada: Sekretariat Daerah. (2) Terlaksananya bimbingan teknis penyusunan rancangan perwal. IV-133 . Dinas Pemakaman dan Pertamanan. Kebersihan. Disdik. (4) Terlaksananya sosialisasi dan publikasi peraturan perundang-undangan produk hukum daerah sebanyak 8 kali. Pengelola Urusan pada Bagian di Lingkungan Sekretariat Daerah Kota Bandung. g) (1) Terlaksananya kajian Peraturan perundang-undangan dalam rangka Harmonisasi dan sinkronisasi Produk Hukum Daerah dengan Peraturan Perundang-undangan yang baru atau lebih tinggi sebanyak 8 kali. (2) Terlaksananya penjaringan masukan dalam pembahasan rancangan perda dan tim Lembaran Kota. Meningkatnya pemahaman aparatur SKPD dalam teknis penyusunan rancangan perwal. rancangan kepwal dan produk hukum lainnya. rancangan kepwal dan produk hukum lainnya bagi SKPD dilingkungan Pemerintah Kota Bandung sebanyak 25 kali. PD. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Terwujudnya akuntabilitas APBD. f) (1) Terlaksananya Updating Content aplikasi Filling JDI Hukum Online sebanyak 1 paket. DPKAD. (4) Terlaksananya pemberian bantuan dan Advokasi Hukum sebanyak 4 perkara. Sekretariat DPRD. (3) Terlaksananya bimbingan teknis penyusunan naskah akademik dan rancangan perda kepada SKPD dilingkungan Pemerintah Kota Bandung. (5) Terlaksananya Pembinaan Keluarga Sadar Hukum sebanyak 2 kali pembinaan Kadarkum. BPR. Diskominfo.

12) Program Penataan Daerah Otonomi Baru Program Penataan Daerah Otonomi Baru mendapat alokasi anggaran sebesar Rp249.487.00 (85. c) Kegiatan Penyusunan dan penyempurnaan petunjuk pelaksanaan pengadaan barang jasa pemerintah. IV-134 .00 (87. b) Kegiatan Evaluasi dan Pelaporan Administrasi Kegiatan Fisik dan Non Fisik. sosiologis dan filosofis.843. (4) Terwujudnya kerjasama dengan Pengacara Negara.608. (2) Meningkatnya kualitas Peraturan Daerah yang dapat dijadikan pedoman bagi pengambil kebijakan.236. (3) Terciptanya sinkronisasi dan harmonisasi pembahasan rancangan perda dan tim Lembaran Kota.96%) yang dilaksanakan melalui Kegiatan Fasilitasi percepatan penyelesaian tapal batas wilayah administrasi antar daerah.500.184.000. d) Kegiatan Sinergitas Pengendalian Pembangunan Provinsi dengan Kabupaten/Kota di Jawa Barat. Kebersihan. dan PD.927. (3) Terselesaikannya penanganan perkara.66%) yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Penyusunan Data Administrasi Kegiatan Fisik dan Non Fisik. Pasar. PD. g) Terwujudnya harmonisasi dan sinkronisasi produk hukum daerah dengan peraturan yang baru atau lebih tinggi dan tersedianya Naskah kajian untuk rekomendasi penyusunan suatu produk hukum daerah.018.d) (1) Tersedianya Peraturan Daerah yang dapat memenuhi aspek yuridis. e) (1) Tersusunnya rekomendasi hukum dari para stakeholder.00 dengan realisasi sebesar Rp219. BPR. h) Terevaluasi dan tertatanya Organisasi Pemerintah Kota Bandung sesuai urusan dan Peraturan Perundang-undangan Kelembagaan. i) Tersedianya landasan yuridis dan operasional PD.00 dengan realisasi sebesar Rp1. (4) Meningkatnya pemahaman aparatur SKPD dalam teknis penyusunan naskah akademik dan rancangan perda.059. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah meningkatnya pengelolaan tapal batas wilayah administrasi Kota Bandung dengan Kota/Kabupaten sekitarnya. f) Meningkatnya pemahaman warga masyarakat terhadap produk hukum peraturan perundang-undangan dan hukum positif yang berlaku. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah terlaksananya Penegasan titik koordinat batas wilayah Kota Bandung. 13) Program Peningkatan Pengelolaan Kegiatan Fisik dan Non Fisik Administrasi Pelaksanaan Program Peningkatan Pengelolaan Administrasi Pelaksanaan Kegiatan Fisik dan Non Fisik mendapat alokasi anggaran sebesar Rp1. (2) meningkatnya pengetahuan masyarakat tentang kesadaran hukum dan peraturan perundangundangan. (5) Terbinanya Keluarga sadar Hukum di kelurahan.

Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Tersusunnya data administrasi kegiatan fisik (fisik konstruksi dan fisik non konstruksi) dan kegiatan non fisik (jenis, sifat, lokasi, paket pekerjaan, alokasi biaya, sumber dana dan rencana kegiatan) pada setiap SKPD. b) Tersusunnya data laporan realisasi kegiatan SKPD bidang sarana dan prasarana. c) Tersusunnya buku petunjuk pelaksanaan pengadaan barang/jasa serta modul administrasi pengadaan barang/jasa di lingkungan pemerintah kota Bandung. d) Tersedianya data informasi dan laporan kegiatan bantuan provinsi. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: Tersedianya data dokumen kegiatan fisik dan non fisik SKPD di lingkungan pemerintah kota Bandung dan tersusunnya agenda penyelenggaraan Pemerintahan Kota Bandung. b) Terkendalinya realisasi kegiatan SKPD pada bidang sarana dan prasarana dilingkungan Pemerintah Kota Bandung. c) Terkendalinya serta terpedomaninya prosedur pengadaan barang/jasa dalam pelaksanaan kegiatan dilingkungan Pemerintah Kota Bandung. d) Terkendalinya perkembangan program/kegiatan yang dibiayai APBD Provinsi dan APBN dilingkungan Pemerintah Kota Bandung. a)

14) Program Pemantapan Penyelenggaraan Otonomi Pemerintahan Daerah dan Pemerintahan Wilayah

Daerah,

Program Pemantapan Penyelenggaraan Otonomi Daerah, Pemerintahan Daerah Dan Pemerintahan Wilayah mendapat alokasi anggaran sebesar Rp4.636.370.500,00 dengan realisasi sebesar Rp4.106.027.440,00 (88,56%) yang dilaksanakan melalui: a) b) c) d) e) Kegiatan Evaluasi Penyelenggaraan Otonomi Daerah. Kegiatan Pemantapan Pelaksanaan Urusan/Kewenangan Daerah. Kegiatan Pembinaan dan Evaluasi Kinerja Pemerintah Kecamatan. Kegiatan Inovasi Pembangunan dan Kompetisi Antar Kecamatan. Kegiatan Monitoring, Evaluasi dan Pelaporan.

Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Tersusunnya Laporan evaluasi penyelenggaraan otonomi daerah. b) Terlaksananya Pemantapan urusan kewenangan daerah. c) Terlaksananya kegiatan pembinaan dan evaluasi kinerja pemerintah kecamatan, meliputi: rapat persiapan dan pengumpulan data, studi komparasi, dan bintek aparatur kewilayahan (sekcam dan lurah). d) Terselenggaranya fasilitasi bagi pemerintah kecamatan dalam berinovasi, berkreatifitas dan berstrategi dalam menunjang akselerasi pembangunan di Kota Bandung dan P2KB, meliputi: rapat persiapan dan pengumpulan data, sosialisasi P2KB, pembekalan fasilitator, evaluasi/pengawasan manajeman P2KB, lomba sinergitas kinerja, dan studi komparasi. e) Tersusunnya laporan monitoring, evaluasi dan pelaporan penyelenggaraan daerah selama 1 tahun.

IV-135

Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Meningkatnya kualitas penyelenggaraan otonomi daerah. b) Meningkatnya kinerja pemerintah kecamatan. c) Meningkatnya kinerja pemerintah kecamatan dalam menunjang akselerasi pembangunan di Kota Bandung dan P2KB. d) Meningkatnya akuntabilitas penyelenggaraan program/kegiatan.

15) Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur
Program Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur mendapat alokasi anggaran sebesar Rp5.171.962.680,00 dengan realisasi sebesar Rp4.769.322.860,00 (92,21%) yang dilaksanakan melalui: a) b) c) d) Kegiatan Pendidikan dan pelatihan prajabatan bagi calon PNS Daerah. Kegiatan Pendidikan dan pelatihan struktural bagi PNS Daerah. Kegiatan Pendidikan dan pelatihan teknis tugas dan fungsi bagi PNS Daerah. Kegiatan Pendidikan dan pelatihan fungsional bagi PNS Daerah.

Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terlaksananya pendidikan dan pelatihan prajabatan bagi calon PNS sebanyak sebanyak 666 orang, terdiri dari: (1) Tenaga Kontrak Kerja: Golongan I sebanyak 27 orang, Golongan II sebanyak 239 orang dan Golongan III sebanyak 140 orang, (2) Pelamar Umum: Golongan II sebanyak 102 orang dan Golongan III sebanyak 158 orang. b) Terlaksananya pendidikan dan pelatihan kepemimpinan: Pengiriman Diklatpim Tk. II sebanyak 1 orang, Pengiriman Diklatpim Tk. III sebanyak 8 orang, Pelaksanaan Diklatpim Tk. IV sebanyak 80 orang. c) (1) Terlaksananya bimtek pengadaan barang/jasa dan keikutsertaan Ujian Nasional Barang/Jasa instansi pemerintah sebanyak 318 orang, (2) terlaksananya diklat teknis tugas dan fungsi PNS Daerah: (a) Diklat Satpol PP sebanyak 72 orang, (b) Training ESQ bagi Lurah sebanyak 151 orang, (c) Training ESQ bagi Camat dan pejabat struktural sebanyak 21 orang, (d) Diklat Nasional tentang Peran Protokol, ajudan saat mendampingi pimpinan/kepala daerah sebanyak 6 orang, (e) Diklat penyusunan dan perancangan Peraturan Daerah sebanyak 4 orang, (f) diklat teknis pemerintahan bagi camat sebanyak 5 orang, (g) diklat nasional tentang teknik & tata cara menyusun konsep pidato yang baik, serta peran serta Sespri didalam mengatur tamu Pimpinan/Kepala Daerah sebanyak 3 orang. d) Terlaksananya pengiriman kursus, pelatihan, sosialisasi dan bimtek PNS sebanyak 86 orang, yang terdiri dari: (1) Pengiriman Diklat Kesehatan sebanyak 5 orang, (2) Diklat MKSD sebanyak 50 orang, (3) Diklat Jafung Penyuluh Kesehatan Masyarakat sebanyak 20 orang, (4) Diklat Pengimbasan Assesor Makalah Kepemimpinan (MK) dan Penilaian Potensi Kepemimpinan (PPK) sebanyak 2 orang, (5) Diklat Manajemen Inovasi Diklat sebanyak 1 orang, (6) TOT TAM (Teknik Analisa Manajemen) sebanyak 1 orang, (7) Diklat Peningkatan Kapasitas Widyaiswara sebanyak 7 orang.

IV-136

Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Meningkatnya kemampuan calon PNSD. b) Meningkatnya kemampuan pejabat struktural eselon II, III dan IV. c) Meningkatnya kemampuan aparatur pemerintah Kota Bandung.

16) Program Pembinaan dan Pengembangan Aparatur
Program Pembinaan dan Pengembangan Aparatur mendapat alokasi anggaran sebesar Rp5.004.746.320,00 dengan realisasi sebesar Rp4.804.643.176,00 (96,00%) yang dilaksanakan melalui: a) b) c) d) e) f) g) h) i) j) k) l) m) n) o) p) q) r) s) Kegiatan Penyusunan rencana pembinaan karir PNS. Kegiatan Pembangunan/pengembangan sistem informasi kepegawaian daerah. Kegiatan Penyusunan instrumen analisis jabatan PNS. Kegiatan Seleksi dan penetapan PNS untuk tugas belajar. Kegiatan Pemberian penghargaan bagi PNS yang berprestasi. Kegiatan Proses penanganan kasus-kasus pelanggaran disiplin PNS. Kegiatan Pemberian bantuan tugas belajar dan ikatan dinas. Kegiatan Pemberian bantuan penyelenggaraan penerimaan Praja IPDN. Kegiatan Pengembangan diklat (Analisis kebutuhan Diklat, Penyusunan Silabi, Penyusunan Modul, Penyusunan Pedoman Diklat). Kegiatan Penataan Takah PNSD. Kegiatan Pembinaan Kesejahteraan Pegawai. Kegiatan Penetapan Standart Kompetensi Jabatan. Kegiatan Administrasi Mutasi Kepegawaian Fungsional. Kegiatan Administrasi Mutasi Kepegawaian Struktural dan Non Struktural. Kegiatan Pengembangan Sistem Informasi Gaji. Kegiatan Seleksi Penerimaan Calon PNS dan Seleksi Penerimaan PTT. Kegiatan Penyusunan Instrumen Analisis Jabatan PNS. Kegiatan Monitoring Evaluasi dan Pelaporan. Kegiatan Penyusunan Data Base Pegawai.

Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) (1) Tersusunnya Bezetting formasi TA. 2011 sebanyak 1 dokumen, (2) Terlaksananya Ujian Dinas sebanyak 22 orang, (3) Terlaksananya Penyesuaian Ijasah sebanyak 68 orang, (4) Terlaksananya Pengarahan Peningkatan Kapasitas SDM untuk Tugas Belajar kepada Kasubag Kepegawaian di setiap SKPD sebanyak 75 orang, (5) Tersusunnya Peta Pendidikan di lingkungan Sekretariat Daerah, (6) Tersusunnya kajian penyusunan pola karier PNS lingkup kewilayahan, (7) Tersedianya Hasil Perhitungan sementara kebutuhan PNS di lingkungan Pemerintah Kota Bandung berdasarkan Permenpan No. 26 Tahun 2011, (8) Terlaksananya Pembekalan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Aparatur Dalam Pelayanan Masyarakat sebanyak 30 Sekretaris Camat. b) (1) Terlaksananya pendataan kepegawaian: (a) Verifikasi data Daftar Riwayat Hidup (DRH) sebanyak 16.276 orang dan (b) scan foto PNS sebanyak 7.938 orang, (2) Terlaksananya pengembangan aplikasi sistem informasi manajeman

IV-137

kepegawaian daerah (SIMPEG) sebanyak 4 modul, (3) tersedianya hardware pendukung. c) Terlaksananya penyusunan instrumen analisis jabatan, meliputi: (1) Tersusunnya Penelusuran Potensi dan Kompetensi untuk rekomendasi jabatan, diikuti oleh pejabat eselon IV yang menduduki jabatan baru sebanyak 105 orang, (2) Tersusunnya Peta Jabatan di lingkungan Kota Bandung, (3) Tersusunnya evaluasi penelusuran potensi dan kompetensi berbasis otak (brain), (4) Terlaksananya ekspose pengukuran potensi sumber daya aparatur melalui model NBO. d) Terlaksananya Seleksi dan penetapan PNS untuk tugas belajar sebanyak 18 orang. e) Terlaksananya pemberian penghargaan bagi PNS yang berprestasi, meliputi: (1) Pengusulan Calon Penerima Satyalancana Karya Satya Presiden RI TA.2011 sebanyak 630 orang, (2) Terbitnya Keputusan Presiden tentang penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana RI TA 2011 sebanyak 626 orang, (3) Pelaksanaan penyerahan penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalancana Karya Satya Presiden RI TA 2011 dilasanakan dalam 3 tahapan yaitu 213 orang pada saat Hari Pahlawan, 213 orang saat HUT Kota Bandung dan 200 orang pada saat HUT KORPRI. f) Terlaksananya penanganan kasus-kasus pelangggaran disiplin, meliputi: (1) Proses Ijin Perceraian sebanyak 58 kasus dan Pengeluaran Keputusan Walikota Ijin Cerai sebanyak 88 kasus, (2) Proses hukuman disiplin sebanyak 88 orang, pengeluaran Keputusan Walikota Hukuman Disiplin sebanyak 24 orang dan terselesaikannya sanksi (kode etik PNS) sebanyak 35 orang. g) Terlaksananya pemberian bantuan tugas belajar bagi SDM aparatur sebanyak 4 orang. h) Terselenggaranya penerimaan pendaftaran calon praja IPDN, meliputi: Pendaftar sebanyak 209 orang, peserta yang lulus seleksi administrasi sebanyak 138 orang dan yang mengikuti Tes Psikologi sebanyak 135 orang, lulus tes psikologi sebanyak 112 orang, peserta tes kesehatan dan kesemaptaan sebanyak 112 orang, lulus tes kesehatan dan kesemaptaan sebanyak 50 orang, peserta tes akademik sebanyak 50 orang, peserta tes pantuhir sebanyak 15 orang, lulus tes pantuhir sebanyak 14 orang. i) Terlaksananya lokakarya analisis kebutuhan diklat sebanyak 68 SKPD yang menghasilkan dokumen prioritas kebutuhan diklat tahun 2012. j) (1) Terlaksananya pengembangan aplikasi sistem informasi manajemen kearsipan (SIM Arsip), (2) terlaksananya penataan takah PNSD, meliputi: inventarisasi arsip pegawai yang pensiun sebanyak 435 arsip, pegawai yang telah memasuki masa persiapan pensiun sebanyak 511 berkas, Penataan Takah sebanyak 6.970 berkas, cetak Map Takah sebanyak 1.520 buah, Entry data arsip CPNS TMT 2009-2010 sebanyak 8744 berkas. k) (1) Tersusunnya Standar Biaya TPPNS Tahun Anggaran 2012 dan Draft Perwal TPPNS 2012, (2) Terlayaninya Pembuatan Karpeg sebanyak 830 orang, Pembuatan Karis/Karsu sebanyak 1.083 orang, Bapetarum sebanyak 463 orang, Taspen sebanyak 133 orang, (3) Terlaksananya kegiatan pelayanan terpadu, meliputi Pembuatan Karpeg sebanyak 1.383 orang, Pembuatan Karis sebanyak 740 orang, Pembuatan Karsu sebanyak 815 orang. l) Terlaksananya fit and proper test sebanyak 34 orang, terdiri dari Sekretaris Lurah sebanyak 22 orang, Kepala Seksi sebanyak 10 orang, dan Kepala Sub Bagian sebanyak 2 orang.

IV-138

m) Terselenggaranya administrasi mutasi kepegawaian fungsional meliputi: (1) Kenaikan pangkat sebanyak 2.140 orang, (2) Kenaikan Pangkat Pilihan sebanyak 85 orang, (3) Pensiun sebanyak 237 orang, (4) Pindah datang/keluar sebanyak 173 orang, (5) Cuti bersalin/tahunan/besar sebanyak 273 orang, (6) KGB sebanyak 3.208 orang, (7) Pegawai Titipan Masuk sebanyak 2 orang, Pegawai Titipan Keluar sebanyak 4 orang. n) (1) Terselenggaranya administrasi mutasi kepegawaian Struktural dan non struktural, meliputi: Kenaikan pangkat sebanyak 1.760 orang, Pensiun sebanyak 363 orang, Pindah datang/keluar sebanyak 45 orang, Cuti bersalin/Tahunan/besar sebanyak 142 orang, KGB sebanyak 1.688 orang, Mutasi Jabatan Struktural sebanyak 130 orang, Pegawai Titipan Masuk sebanyak 1 orang, Pegawai Titipan keluar sebanyak 1 orang, (2) Tersusunnya Keputusan Walikota tentang pengangkatan CPNSD menjadi PNSD dari pelamar umum sebanyak 260 orang dan dari tenaga honorer sebanyak 405 orang. o) (1) Tersedianya aplikasi Sistem informasi gaji pegawai, (2) Tersusunnya data gaji dan tunjangan pegawai. p) (1) Terlaksananya pengadaan calon PNS dan seleksi PTT di lingkungan Pemerintah Kota Bandung, (2) Terbangunnya sistem CPNS online untuk tahun 2012. q) (1) Tersusunnya 2 Kepwal Pembentukan dan Formasi Jabatan Fungsional, terdiri dari (a) Kepwal tentang Pembentukan Jabatan Fungsional tertentu di lingkungan Pemerintah Kota Bandung, (b) Kepwal tentang Formasi Jabatan Fungsional di lingkungan Pemerintah Kota Bandung, (2) Tersusunnya Analisis Beban Kerja 15 Dinas Daerah, 3 Rumah Sakit dan Satpol PP (1. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, 2. Dinas Tenaga Kerja, 3. Dinas Perhubungan, 4. Dinas Kesehatan, 5. Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya, 6. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, 7. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, 8. Dinas Koperasi, UKM Perindustrian Perdagangan, 9. Dinas Bina Marga dan Pengairan, 10. Validasi Anjab pada Satpol PP, 11. Validasi ABK pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan, 12. Validasi ABK pada Dinas Sosial, 13. Validasi ABK pada Dinas Bina Marga dan Pengairan, 14. Validasi ABK pada Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah, 15. Validasi ABK pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil) (3) Tersusunnya Kajian Naskah Akademik Pembentukan dan Formasi Jabatan Fungsional tertentu, (4) Tersusunnya Kajian Peta Jabatan dilingkungan Pemerintah Kota Bandung. r) Tersusunnya laporan Evaluasi dan Monitoring. s) Tersusunnya Sistem Informasi Pegawai SETDA. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Terwujudnya pembinaan dan pengembangan aparatur. b) Tersedianya database PNS dan non PNS yang akurat dan sistem informasi kepegawaian. c) Terwujudnya prosedur pengisisan jabatan. d) Meningkatnya kualitas SDM aparatur. e) Meningkatnya motivasi kerja dan etos kerja PNSD. f) Meningkatnya disiplin aparatur. g) Meningkatnya kualitas SDM aparatur. h) Terpenuhinya kebutuhan formasi PNS. i) Tersedianya prioritas dan analisis kebutuhan diklat. j) Tertatanya takah PNSD di lingkungan Pemerintah Kota Bandung berbasis IT.

IV-139

Tersedianya bahan kebijakan perencanaan kesejahteraan pegawai. Terwujudnya penempatan pegawai sesuai dengan kompetensi. Meningkatnya kinerja pengelolaan administrasi mutasi pegawai fungsional. Meningkatnya kinerja pengelolaan administrasi mutasi pegawai struktural dan non struktural. o) Tersedianya informasi data gaji dan tunjangan pegawai dilingkungan Pemerintah Kota Bandung. p) Terpenuhinya kebutuhan formasi PNS. q) Tersedianya Informasi Jabatan sebagai bahan Perumusan Kebijakan. r) Terevaluasinya kinerja aparatur. s) Tersedianya Database Pegawai di lingkungan SETDA.

k) l) m) n)

17) Program Peningkatan Peran Kecamatan dan Kelurahan
Program Peningkatan Peran Kecamatan dan Kelurahan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp33.408.463.367,00 dengan realisasi sebesar Rp31.587.665.914,00 (95,58%) yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Fasilitasi Peningkatan Perekonomian Masyarakat Kecamatan dan Kelurahan. b) Kegiatan Fasilitasi Peningkatan Kualitas Kehidupan masyarakat Kecamatan dan Kelurahan. c) Kegiatan Peningkatan Insfrastruktur dan Lingkungan Hidup Tingkat Kecamatan dan Kelurahan. d) Kegiatan Peningkatan Kualitas Penanganan Ketentraman dan Ketertiban Tingkat Kecamatan dan Kelurahan. e) Kegiatan Fasilitasi Peningkatan Pemerintahan Umum Kecamatan dan Kelurahan. f) Kegiatan Fasilitasi Peningkatan Pemerintahan Kota Dalam Pembangunan Kelurahan. g) Kegiatan Fasilitasi Peningkatan Pelayanan Kepada Masyarakat. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Tersusunnya data KUKM serta terfasilitasinya pelaku UKM dan Koperasi dalam peningkatan pemahaman manajemen kewirausahaan di 30 Kecamatan. b) Terlaksananya pembinaan lembaga masyarakat serta penyusunan data masalah sosial kemasyarakatan di 30 kecamatan. c) Terlaksananya pembangunan dan rehabilitasi serta penataan lingkungan sarana dan prasarana fasilitas umum di 30 Kecamatan. d) Terlaksananya pembinaan anggota Linmas, Satwankar, dan penyuluhan Perda K3 di 30 Kecamatan. e) Tersusunnya data kependudukan dan monografi kecamatan serta terlaksananya pembinaan RT/RW di 30 Kecamatan. f) Terlaksananya peningkatan peran pemerintah kota dalam pembangunan kelurahan di 30 Kecamatan. g) Terlaksananya pelayanan masyarakat dibidang administrasi kependudukan, pertanahan dan dokumen lainnya di 30 Kecamatan.

IV-140

Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Meningkatnya pemahaman para pelaku KUKM dan tersedianya data KUKM. b) Meningkatnya peran serta organisasi kemasyarakatan dan tersedianya data sosial kemasyarakatan. c) Meningkatnya kualitas infrastruktur dan lingkungan hidup. d) Meningkatnya ketentraman dan ketertiban lingkungan. e) Tersedianya data kependudukan dan monografi kecamatan dan meningkatnya pemahaman para pengurus RT/RW. f) Meningkatnya peran pemerintah kota dalam pembangunan kelurahan. g) Meningkatnya pelayanan kepada masyarakat.

b. CAPAIAN KINERJA
1) Indikator Legislasi Produk Hukum Daerah (Produk Hukum yang Sesuai dengan Kebutuhan Masyarakat), dari target sebesar 100,00% dapat terealisasi sesuai target, yang meliputi: a. Terselenggaranya rapat koordinasi teknik penyusunan Rapat Koordinasi/Pembahasan penyusunan produk hukum daerah (Raperda melalui Gambar IV.16 Kegiatan Publikasi Peraturan kegiatan rapat pembahasan Perundang-undangan Tim Lembaran Kota sebanyak 8 kali dan rapat pembahasan dengan SKPD sebanyak 5 kali) dengan hasil tersampaikannya Lembaran Kota Tahun 2011 kepada DPRD sebanyak 21 buah Lembaran Kota. b. Ditetapkannya Peraturan Daerah Tahun 2011 sebanyak 20 Peraturan Daerah. c. Diundangkannya sebanyak 20 Peraturan Daerah dalam Lembaran Daerah Kota Bandung. Faktor pendorong keberhasilan pencapaian target adalah: a. Perencanaan pembentukan Peraturan Daerah didasarkan kepada Program Legislasi Daerah Tahun Anggaran 2011. b. Aspek SDM pada Bagian Hukum secara umum telah mengikuti Diklat penyusunan dan Perancangan Peraturan Daerah ditingkat pusat sebanyak 3 orang dan di Tingkat Provinsi sebanyak 5 orang. c. Aspek kerjasama dalam pembahasan Rancangan Peraturan Daerah di tingkat DPRD bersama Pemerintah Kota Bandung telah terjalin melalui sinergitas dalam koordinasi dan harmonisasi. Sedangkan, kendala yang masih dihadapi adalah: a. Belum meratanya kualitas dan kuantitas SDM pada SKPD yang memahami penyusunan dan perancangan Peraturan Daerah sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. b. Masih kurangnya dukungan anggaran.

IV-141

Terkait dengan beberapa kendala tersebut, upaya yang dilakukan adalah: a. Melakukan koordinasi dengan SKPD terkait dalam rangka menunjang kelancaran penyusunan dan perancangan Rancangan Peraturan Daerah melalui rapat teknis dengan SKPD (sebanyak 5 kali) dan melalui Tim LK (sebanyak 8 kali). b. Melakukan koordinasi dan konsultasi dengan instansi terkait dalam penyusunan Rancangan Peraturan Daerah baik di tingkat Pusat dan Provinsi dan Pemerintah Daerah lainnya. c. Mengoptimalkan dana yang tersedia dengan disertai langkah efisiensi penggunaan dana. 2) Indikator Sosialisasi dan Publikasi Produk Hukum Daerah, dari target sebesar 100% dapat terealisasi sesuai target, yang dilaksanakan melalui: 1) Kegiatan Publikasi Produk Hukum Daerah; 2) penyebarluasan informasi produk hukum daerah melalui CD Produk Hukum Daerah dan website http:// jdihbagianhukum.bandung.go.id. Keberhasilan pencapaian target tidak terlepas dari tersedianya produk hukum daerah yang telah ditetapkan berupa Peraturan Daerah Kota Bandung dan Peraturan Walikota Bandung. 3) Indikator Tingkat Pelayanan Bantuan Hukum/Penanganan Perkara, dari target sebesar 100% dapat terealisasi sesuai target. Penanganan perkara dalam hal gugatan perdata dan tata usaha negara kepada Pemerintah Kota Bandung merupakan kumulatif penanganan pada Badan Peradilan Tingkat Pertama, Banding, Kasasi dan Peninjauan Kembali (PK) sebanyak 45 perkara. 4) Indikator Pembangunan Kantor Kecamatan dan Kelurahan, dari target kumulatif sebanyak 176 pembangunan kantor, secara kumulatif dapat terealisasi sebanyak 168 pembangunan kantor. Realisasi tahun 2011 sebanyak 2 pembangunan kantor, yaitu Kelurahan Cisaranten Endah Kecamatan Arcamanik dan Kecamatan Buahbatu). Belum terpenuhinya target disebabkan oleh belum tersedianya lahan untuk pembangunan beberapa kantor kelurahan dan kecamatan. 5) Indikator Tingkat Kapasitas Sumberdaya Aparatur, dari target Diklat Prajabatan sebanyak 700 orang dan Diklat Dalam Jabatan sebanyak 300 orang, dapat terealisasi Diklat Prajabatan sebanyak 666 orang dan Diklat Dalam Jabatan sebanyak 755 orang. Sebagaimana yang tercantum dalam RPJMD, Indikator Tingkat Kapasitas Sumber Daya Aparatur memiliki dua target pencapaian, yaitu Diklat Prajabatan dan Diklat Dalam Jabatan. Khusus untuk Diklat Prajabatan, perhitungan target dalam RPJMD didasarkan pada perhitungan bahwa pada tahun 2011 sisa CPNS dari eks honorer sebanyak 408 orang dan kuota penerimaan CPNS formasi pelamar umum sebanyak 300 orang. Namun, kuota seleksi penerimaan CPNS formasi pelamar umum pada tahun 2010 yang ditentukan oleh Pemerintah Pusat hanya berjumlah 262 orang. Berdasarkan hal tersebut, target pelaksanaan Diklat Prajabatan disesuaikan menjadi sebanyak 670 orang, yang dituangkan dalam target Dokumen Pelaksanaan Anggaran (DPA) BKD pada T.A. 2011. Dari target sebanyak 670 orang tersebut, terealisasi hanya 666 orang dikarenakan 2 orang mengundurkan diri dari CPNS dan 2 orang sakit dengan bukti rekomendasi

IV-142

dokter. Dengan demikian, target RPJMD 2011 khusus untuk pelaksanaan diklat prajabatan CPNS tidak tercapai dan hanya terealisasi sebesar 99,4%. Sedangkan untuk Diklat Dalam Jabatan, dapat terealisasi sebanyak 755 orang, yang terdiri dari Diklat Struktural sebanyak 89 orang, Diklat Teknis Tugas dan Fungsi sebanyak 580 orang, serta Diklat Fungsional sebanyak 86 orang. Dengan demikian, target Diklat Dalam Jabatan dapat tercapai dengan realisasi sebesar 251,67% (melampaui target). Berdasarkan capaian target Diklat Prajabatan dan Diklat Dalam Jabatan sebagaimana tersebut di atas, secara kumulatif indikator tersebut tercapai sebesar 175%. 6) Indikator Ratio Jumlah Aparat dengan Jumlah Penduduk, dari target sebesar 1 : 102 dapat terealisasi sebesar 1 : 105 (23.141 aparat : 2.421.148 penduduk). Belum tercapainya target disebabkan adanya pegawai yang pensiun, pindah keluar, pindah sebagai tenaga titipan, dan meninggal dunia, selain juga karena faktor bertambahnya jumlah penduduk. Kendala yang masih dihadapi adalah distribusi pegawai masih kurang merata. Terkait dengan hal tersebut, upaya yang dilakukan adalah melaksanakan redistribusi pegawai sesuai dengan ketentuan. 7) Indikator Tingkat Pemenuhan Jabatan Fungsional, dari target kumulatif sebesar 90% (15.127 orang) dapat terealisasi sebesar 88,28% (14.838 orang). Jumlah Pejabat Fungsional sebanyak 14.838 orang, terdiri atas: (1) Guru sebanyak 13.580 orang. (2) Tenaga Medis sebanyak 921 orang. (3) Pengawas Sekolah sebanyak 90 orang. (4) Penyuluh KB sebanyak 55 orang. (5) Penilik PLS sebanyak 52 orang. (6) Penguji Kendaraan Bermotor sebanyak 28 orang. (7) P2UPD sebanyak 26 orang. (8) Pamong Belajar sebanyak 26 orang. (9) Auditor sebanyak 21 orang. (10) Pengawas TK sebanyak 10 orang. (11) Widyaiswara sebanyak 8 orang. (12) Penyuluh Pertanian sebanyak 7 orang. (13) Arsiparis sebanyak 4 orang. (14) Pengantar Kerja sebanyak 4 orang. (15) Mediator sebanyak 3 orang. (16) Perencana sebanyak 2 orang. (17) Peneliti sebanyak 1 orang. Belum terpenuhinya target disebabkan antara lain masih kurangnya minat aparatur dan masalah prosedural yang harus dipenuhi dalam proses pengangkatan dalam jabatan fungsional, yaitu salah satu syarat pengangkatan jabatan fungsional harus mengikuti diklat fungsional sesuai bidangnya. 8) Indikator Tingkat Pemenuhan Kebutuhan Operasional Aparatur Unit Kerja SKPD/UPT/UPTD untuk Mendukung Kinerja Pegawai dan Pelayanan Publik, dari target sebesar 100,00% dapat terealisasi sebesar 99,24%. Total formasi

IV-143

jabatan sebanyak 1.848 jabatan terealisasi 1.834 jabatan, selisih kekosongan jabatan terdapat pada jabatan esselon IV.b sebanyak 14 jabatan, terdiri atas: (1) Sekretaris Lurah Kel. Sukamiskin Kec. Arcamanik. (2) Sekretaris Lurah Cijawura Kec. Buah Batu. (3) Kasi Pemerintahan Kel. Rancanumpang Kec. Gedebage. (4) Kasi Pemerintahan Kel. Sukawarna Kec. Sukajadi. (5) Kasi Ekonomi Pembangunan & LH Kel. Mekarwangi Kec. Bojongloa Kidul. (6) Kasi Ekonomi Pembangunan & LH Kel. Pajajaran Kec. Cicendo. (7) Kasi Ekonomi Pembangunan & LH Kel. Ledeng Kec. Cidadap. (8) Kasi Pelayanan Kel. Pelindung Hewan Kec. Astanaanyar. (9) Kasi Pelayanan Kel. Sukahaji Kec. Babakan Ciparay. (10) Kasi Pelayanan Kel. Cimencrang Kec. Gedebage. (11) Kasi Pelayanan Kel. Ciateul Kec. Regol. (12) Kasi Pelayanan Kel. Babakan Ciamis Kec. Sumur Bandung. (13) Kasi Kemasyarakatan Kel. Cigondewah Rahayu Kec. Bandung Kulon. (14) Kasi Kemasyarakatan Kel. Malabar Kec. Lengkong. Belum tercapainya target antara lain disebabkan adanya masa transisi diantara aparatur yang akan memasuki masa pensiun sampai pelaksanaan pelantikan. Upaya yang dilakukan untuk mendorong pencapaian target adalah dengan menginventarisir jumlah PNSD yang memenuhi syarat jabatan, menyampaikan informasi kepada Kepala SKPD mengenai peluang pengisian jabatan bagi PNSD, melaksanakan koordinasi dengan seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Bandung, serta merencanakan pengisian jabatan pada mutasi jabatan berikutnya. 9) Indikator Pola Insentif dan Penggajian Berdasarkan Kinerja, dari target sebesar 100% dapat terealisasi sesuai target. 10) Indikator Tingkat Pelayanan Publik Berbasis Informasi Teknologi Guna Mendukung Bandung Cyber City (e-Government), dari target sebesar 100% dapat terealisasi sebesar 100%. Semua aplikasi Bandung Integrated Resources Management System (BIRMS) telah tersusun dan akan diujicobakan di 10 SKPD pada tahun 2012, meliputi: e-Revenu, e-City Planning, e-Budgeting, e-Project Planning & e-Monitoring, e-Procurement, e-Contract, e-Progress, dan e-Project Performance. 11) Indikator Tingkat Pelayanan Online System Perpajakan, dari target sebanyak 100 Wajib Pajak (WP) dapat terealisasi sebanyak 18 WP. Faktor penghambat pencapaian target adalah belum adanya payung hukum/legal formal sebagai dasar pemasangan online system pada Wajib Pajak. Demikian pula, tentang kajian teknis sebagai instrumen pelaksanaan belum tersusun. Legal formal dan kajian teknis akademis sebagai landasan pelaksanaan online system baru disusun pada tahun 2010 dan 2011. Adapun terhadap realisasi pencapaian target pada tahun 2011 hanya dapat dilaksanakan pada 18 WP dari 100 WP yang ditargetkan disebabkan oleh besarnya anggaran yang belum mencukupi sebagai akibat dari kebutuhan dilapangan sangat bervariasi untuk setiap WP.

IV-144

12) Indikator Integrasi Jaringan Sistem Informasi Daerah, dari target sebesar 100% dapat terealisasi sesuai target. Seluruh SKPD di lingkungan Pemerintah Kota Bandung telah terpasang infrastruktur jaringan sistem informasi daerah. 13) Indikator Tingkat Pelimpahan Urusan Pemerintah Daerah, dari target sebesar 60% dapat terealisasi sebesar 100%, yaitu dengan telah tersusunnya Perwal Nomor 870 Tahun 2011 tentang Pelimpahan Sebagian Urusan Walikota Bandung kepada Camat dan Lurah. 14) Indikator Tingkat Kinerja Pelayanan Perizinan Satu Atap, dari target sebesar 100,00% dapat terealisasi sebesar 107,96%. Nilai realisasi Tingkat Kinerja Pelayanan Perizinan Satu Atap dihitung berdasarkan realisasi PAD dari retribusi perizinan tahun 2011 yaitu sebesar Rp35.382.415.296,00 dari target Rp32.775.111.730,00 atau sebesar 107,96%. Realisasi tahun 2011 mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan tahun 2010, yang sebesar Rp32.337.969.822,00 dari target Rp35.578.600.000,00 atau sebesar 90,89%. 15) Indikator Tingkat Kinerja Pengawasan, dari target sebesar 90% dapat terealisasi sebesar 91,39%. Tingkat kinerja pengawasan dihitung berdasarkan Cakupan Pemeriksaan Reguler, Cakupan Evaluasi Kinerja/Akip, Pelaksanaan Pembinaan Aparat Pengawas terhadap Objek Pemeriksaan, dan Persentase Tindak Lanjut Temuan Hasil Pemeriksaan. Perhitungan terhadap tingkat capaian kinerja pengawasan sebesar 91,39%, adalah sebagai berikut: a) Cakupan Pemeriksaan Reguler adalah sebesar 68.24%, karena dari 148 SKPD yang ditargetkan, hanya 101 SKPD yang diperiksa. b) Cakupan Evaluasi Kinerja/Akip adalah sebesar 100%, karena dari 61 SKPD yang dievaluasi, seluruh SKPD tersebut telah dievaluasi. c) Tingkat Pembinaan yang dilakukan aparat pengawas terhadap objek pemeriksaan adalah sebesar 100%, yaitu melalui pelaksanaan sosialisasi undang-undang pengawasan dan kegiatan pameran integrity fair serta workshop strategi pencapaian opini BPK RI Wajar Tanpa Pengecualian. Kegiatan-kegiatan tersebut seluruhnya dilaksanakan sesuai dengan target yang telah ditetapkan. d) Persentase tindak lanjut temuan hasil pemeriksaan adalah 97,33%, karena dari 450 rekomendasi hasil pemeriksaan Inspektorat Kota Bandung yang telah ditindaklanjuti sampai dengan selesai sampai dengan akhir tahun anggaran 2011 baru 438 rekomendasi. Dengan demikian, capaian tingkat kinerja pengawasan adalah (68,24% + 100% + 100% + 97,33%) : 4 = 91,39%. Faktor pendorong keberhasilan pencapaian target adalah optimalisasi SDM aparat pengawas Inspektorat yang walaupun secara kuantitas bertambah akan tetapi dari aspek pembiayaan tidak meningkat. Sedangkan, kendala yang dihadapi dalam rangka meningkatkan kinerja pengawasan adalah masih diperlukannya peningkatan alokasi anggaran untuk biaya pegawai, mengingat Permendagri Nomor 47 Tahun 2011 tentang Kebijakan Pengawasan di Lingkungan Kementerian Dalam Negeri dan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Tahun 2012 mengamanatkan bahwa perlunya peningkatan anggaran

IV-145

000. dari target sebesar 100% dapat terealisasi sesuai target. 17) Indikator Jumlah SKPD yang Menerapkan SMM ISO 9001.000.00 dapat terealisasi sebesar Rp112. Terkait dengan beberapa kendala tersebut. upaya yang dilakukan adalah mengajukan penambahan SDM yang memiliki latar belakang pendidikan akuntansi.000. b) Pajak Restoran. Kendaraan bermotor sebagai sarana penunjang pemeriksaan baik roda 2 maupun roda 4 juga belum memadai.85% apabila didasarkan pada target RPJMD. Penetapan target pendapatan pajak selain berpedoman pada Perda Nomor 9 Tahun 2009 tentang RPJMD Kota Bandung. dari target sebesar Rp78.000.707. secara kumulatif dapat terealisasi sebanyak 41 SKPD/Unit Kerja (realisasi tahun 2011 sebanyak 5 SKPD).00.pengawasan dalam rangka menunjang pelaksanaan tugas untuk mewujudkan good governace. upaya yang dilakukan adalah mengusulkan penambahan anggaran pada tahun berikutnya.75% apabila didasarkan pada target APBD.932.0000.000.00.00. 19) Indikator Peningkatan Pendapatan dari Pajak dan Retribusi: a) Pajak Hotel.583. seluruhnya ditanggapi dan dilakukan pemeriksaan oleh Pemerintah Kota Bandung melalui Inspektorat.000. Belum terpenuhinya target disebabkan tidak terpenuhinya anggaran untuk memenuhi target SMM ISO 9001:2008 tahun 2011. serta banyaknya kegiatan-kegiatan berskala nasional yang diselenggarakan di Kota Bandung. juga berpedoman pada Perda Nomor 13 Tahun 2011 tentang Perubahan APBD Kota Bandung yang menetapkan pendapatan pajak hotel sebesar Rp92. Dari 14 pengaduan masyarakat yang disampaikan masyarakat.007. dan farmasi kepada Walikota melalui Badan Kepegawaian Daerah. Terkait dengan hal tersebut. Penetapan target pendapatan pajak selain berpedoman pada Perda Nomor 9 Tahun 2009 tentang IV-146 . mulai diberlakukannya jabatan fungsional P2UPD dalam pelaksanaan pengawasan yang secara langsung mempengaruhi besaran biaya pegawai.000. Pendapatan pajak hotel pada tahun 2011 tercapai melebihi target RPJMD maupun APBD. teknik sipil. 16) Indikator Tingkat Pelayanan Pengaduan Masyarakat. Faktor pendorong keberhasilan pencapaian target adalah semakin membaiknya kegiatan perekonomian di Kota Bandung yang berdampak terhadap meningkatnya kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara.000. Aparatur pengawas yang memiliki latar belakang pendidikan akuntansi masih kurang dan aparatur pengawasan yang berlatar belakang pendidikan farmasi dan teknik sipil belum ada.00 dapat terealisasi sebesar Rp83. dari target sebesar Rp89. dari target kumulatif sebanyak 9 SOP (target tahun 2011 sebanyak 3 SOP).562. Disamping itu pula. 18) Indikator Tersedianya Standar Operasional Prosedur (SOP) pada SKPD.259. sedangkan untuk peningkatan kendaraan bermotor dilakukan pengajuan peningkatan alokasi anggaran pada setiap tahun anggaran. yaitu sebesar 125. secara kumulatif dapat terealisasi sebesar 11 SOP (realisasi tahun 2011 sebanyak 4 SOP). dan sebesar 121. dari target kumulatif sebanyak 55 SKPD/Unit Kerja (target tahun 2011 sebanyak 14 SKPD/Unit Kerja).

serta banyaknya kegiatan-kegiatan berskala nasional yang diselenggarakan di Kota Bandung.414.896. (2) Banyaknya reklame yang tidak berijin yang menyebabkan potential lost penerimaan pajak reklame.600. pendapatan pajak reklame pada tahun 2011 tercapai sebesar 51. Faktor pendorong keberhasilan pencapaian target adalah semakin membaiknya kegiatan perekonomian di Kota Bandung yang berdampak terhadap meningkatnya kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara.000.000.00. yaitu sebesar 121.33%.00. dan sebesar 111.000. Pendapatan pajak hiburan pada tahun 2011 tercapai melebihi target RPJMD maupun APBD. juga berpedoman pada Perda Nomor 13 Tahun 2011 tentang Perubahan APBD Kota Bandung yang menetapkan pendapatan pajak restoran sebesar Rp75. juga berpedoman pada Perda Nomor 13 Tahun 2011 tentang Perubahan APBD Kota Bandung yang menetapkan pendapatan pajak reklame sebesar Rp12.721.00.00. d) Pajak Reklame.50%.839. disebabkan antara lain: (1) Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 17 Tahun 2001 tentang Penyelenggaraan Reklame sebagaimana telah diubah untuk kedua kalinya dengan Peraturan Daerah Nomor 20 Tahun 2009. terdapat 7 (tujuh) Kawasan Bebas Reklame. dari target sebesar Rp32.223. Pendapatan pajak restoran pada tahun 2011 tercapai melebihi target RPJMD maupun APBD.0000. Penetapan target pendapatan pajak selain berpedoman pada Perda Nomor 9 Tahun 2009 tentang RPJMD Kota Bandung.323. dan sebesar 111.51% apabila didasarkan pada target APBD. yaitu sebesar 107. c) Pajak Hiburan.000.RPJMD Kota Bandung.00 dapat terealisasi sebesar Rp31.000.13% apabila didasarkan pada target RPJMD. Ketidaktercapaian target kinerja RPJMD terkait realisasi Pajak Reklame tahun 2011. Penetapan target pendapatan pajak selain berpedoman pada Perda Nomor 9 Tahun 2009 tentang RPJMD Kota Bandung.700.0000.000. Faktor pendorong keberhasilan pencapaian target adalah semakin membaiknya kegiatan perekonomian di Kota Bandung yang berdampak terhadap meningkatnya kunjungan wisatawan baik domestik maupun mancanegara. juga berpedoman pada Perda Nomor 13 Tahun 2011 tentang Perubahan APBD Kota Bandung yang menetapkan pendapatan pajak hiburan sebesar Rp28. sementara pada saat penyusunan RPJMD penetapan target penerimaan Pajak Reklame dihitung berdasarkan potensi dan belum adanya peraturan yang menetapkan 7 (tujuh) Kawasan Bebas Reklame.000. serta banyaknya kegiatan-kegiatan berskala nasional yang diselenggarakan di Kota Bandung.00. karena Pemungutan Pajak Reklame dilakukan berdasarkan ijin pemasangan reklame.00 dapat terealisasi sebesar Rp16. sehingga realisasi penerimaan pajak reklame tidak dapat memenuhi target yang diamanatkan dalam RPJMD. Sehingga apabila didasarkan pada target RPJMD. dari target sebesar Rp25.97% apabila didasarkan pada target RPJMD. pendapatan pajak reklame tercapai melebihi target yaitu sebesar 140. sedangkan apabila didasarkan pada target APBD.000.0000.42% apabila didasarkan pada target APBD.000.000. IV-147 .

700. g) Retribusi. pendapatan pajak parkir tercapai sebesar 99. sedangkan apabila didasarkan pada target APBD.000. Sehingga apabila didasarkan pada target RPJMD. pendapatan retribusi pada tahun 2011 tercapai sebesar 81. pendapatan retribusi tercapai sebesar 98. pendapatan pajak parkir pada tahun 2011 tercapai sebesar 81.22% apabila didasarkan pada target RPJMD.942. juga berpedoman pada Perda Nomor 13 Tahun 2011 tentang Perubahan APBD Kota Bandung yang menetapkan pendapatan pajak parkir sebesar Rp6.000.00. Penetapan target pendapatan retribusi.684. dari target terlaksananya sosialisasi dan uji coba obligasi daerah dan road fund pada tahun 2011. dari target sebesar Rp7.00 dapat terealisasi sebesar Rp108. dan sebesar 110. b) Peraturan Pemerintah Nomor 54 Tahun 2005 tentang Pinjaman Daerah yang telah diubah dengan Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 2011 tentang Pinjaman Daerah. Sehingga apabila didasarkan pada target RPJMD.300. dari target sebesar Rp87.900. disebabkan antara lain: (1) Banyaknya pengelola mall yang menerapkan kebijakan bebas parkir (free parking) yang sebelumnya merupakan potensi penerimaan. Ketidaktercapaian target kinerja RPJMD terkait realisasi Pajak Parkir tahun 2011.806.000.455.00.05%.e) Pajak Penerangan Jalan (PPJ). juga berpedoman pada Perda Nomor 13 Tahun 2011 tentang Perubahan APBD Kota Bandung yang menetapkan pendapatan retribusi sebesar Rp73. selain berpedoman pada Perda Nomor 9 Tahun 2009 tentang RPJMD Kota Bandung.000.00 dapat terealisasi sebesar Rp71. sehingga berpengaruh terhadap penetapan besarnya pajak parkir dimaksud. (2) Kesadaran wajib pajak parkir masih kurang dalam menyampaikan data omzet penerimaan parkir.000. IV-148 .08%.500.000. sehingga pajak parkir tidak dapat dipungut.779.44% apabila didasarkan pada target APBD. Pendapatan pajak PPJ pada tahun 2011 tercapai melebihi target RPJMD maupun APBD. f) Pajak Parkir.55%.090. selain berpedoman pada Perda Nomor 9 Tahun 2009 tentang RPJMD Kota Bandung.0000.000. selain berpedoman pada Perda Nomor 9 Tahun 2009 tentang RPJMD Kota Bandung.784.230.000.800. antara lain: a) Undang-Undang Nomor 8 Tahun 1995 tentang Pasar Modal.000. realisasinya adalah tersusunnya dokumen Kajian Obligasi Daerah dan Road Fund serta sosialisasi hasil kajian. juga berpedoman pada Perda Nomor 13 Tahun 2011 tentang Perubahan APBD Kota Bandung yang menetapkan pendapatan pajak PPJ sebesar Rp98. sedangkan apabila didasarkan pada target APBD. yaitu sebesar 117.00. Penetapan target pendapatan pajak. 20) Indikator Terlaksananya Obligasi Daerah dan Road Fund. Penetapan target pendapatan pajak.000.00.532.117.00 dapat terealisasi sebesar Rp5.00.41%.00.748. Untuk penerbitan Obligasi Daerah didasari oleh peraturan yang berlaku saat ini. dari target sebesar Rp92.

07/2006 tentang Tata Cara Penerbitan. f) Paket Peraturan Ketua Bapepam-LK terkait Penawaran Umum Obligasi Daerah. Hal yang masih menjadi hambatan/kendala dalam pelaksanaan obligasi daerah di Kota Bandung antara lain: a) Status Pengelolaan Keuangan Pemkot Bandung baru pada tahap Wajar Dengan Pengecualian (WDP) tahun 2010. BIUTR. terdapat potensi obyek pembangunan di Kota Bandung yang dapat dibiayai melalui obligasi daerah. dan lain sebagainya. antara lain: SUS Gedebage. b) Sosialisasi rencana penerbitan obligasi daerah kepada masyarakat dan aparatur. b) Inventarisasi dan pengelolaan aset pemerintah kota belum optimal. dimana ketentuan penerbitan obligasi daerah seharusnya mempunyai status pengelolaan keuangan WDP berturut. f) Obligasi daerah diterbitkan berdasarkan persetujuan dewan yang disahkan dalam bentuk Peraturan Daerah dan diajukan kepada Menteri Keuangan. Pertanggungjawaban. e) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Daerah. c) Kapasitas SDM masih terbatas. Revitalisasi Pasar Tradisional. Upaya yang dilakukan dalam rangka percepatan pelaksanaan obligasi daerah antara lain: a) Peningkatan status pengelolaan keuangan daerah dari WDP ke WTP melalui perbaikan terhadap pengelolaan keuangan dan aset daerah baik dari aspek kelembagaan.turut selama 2 tahun menuju Wajar Tanpa Pengecualian (WTP). karena obligasi daerah tidak dijamin oleh Pemerintah Pusat.c) Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. peraturan. dan Publikasi Informasi Obligasi Daerah. maupun sarana prasarana dan SDM pendukung. Terminal Terpadu. e) Potensi pembangunan yang dapat dibiayai dengan obligasi daerah harus merupakan aset yang sudah dipisahkan (harus diterbitkan obligasi corporate) sehingga harus dibentuk lebih dulu kelembagaannya. Sebagaimana ketentuan peraturan yang terkait dengan penerbitan obligasi daerah dan berdasarkan hasil kajian yang telah dilakukan. yaitu pembangunan sarana dan prasarana kota. IV-149 . Rusun. sementara di Pemerintah Kota Bandung belum terbentuk kelembagaan tersebut. d) Minat masyarakat untuk turut serta menjadi pembeli obligasi daerah masih kurang. c) Sosialisasi/penyebaran buku hasil kajian obligasi daerah kepada SKPD terkait. d) Peraturan Menteri Keuangan Nomor 147/PMK. sedangkan penerbitan obligasi menyangkut Trust Building dari penerbit obligasi sebagai jaminan. SAUM. belum ada kesiapan SDM yang akan mengelola obligasi daerah.

22) Indikator Terlaksananya Sistem Insentif untuk Sektor Masyarakat dalam Pembiayaan Penyediaan Barang dan Jasa. sehingga tidak mudah dan belum ada satu daerah pun di Indonesia yang menerapkan sistem ini. Yang menjadi hambatan/kendala dalam pelaksanaan sistem insentif untuk sektor masyarakat. Pada tahun 2011. maupun dukungan sarana prasarana dan SDM. sehingga belum ada landasan hukum yang dapat digunakan sebagai acuan dalam penyusunan kajian. Belum ditemukan peraturan yang mengakomodir sistem insentif untuk sektor swasta dalam hal penyediaan barang dan jasa baik peraturan dari pusat maupun daerah. upaya yang dapat dilakukan adalah: 1) melakukan kajian dan identifikasi bentuk perusahaan patungan. Dalam rangka mendorong persiapan pelaksanaan sistem insentif untuk sektor swasta dalam pembiayaan penyediaan barang dan jasa. pada tahun 2011 belum dapat terealisasi. mekanisme. Upaya yang dapat dilakukan dalam upaya mendorong percepatan pelaksanaan sistem ini antara lain adalah: 1) mendorong Pemerintah Pusat agar segera menerbitkan peraturan terkait sistem insentif ini. dan 3) merumuskan peraturan sebagai landasan hukum dalam pembentukan perusahaan. 23) Indikator Terbentuknya Perusahaan Patungan untuk Beberapa Layanan Jasa Umum dan Barang Publik. pada tahun 2011 belum dapat terealisasi. 2) kebijakan fiskal Pemkot Bandung perlu dievaluasi terkait upaya pemberian insentif kepada masyakat. pada tahun 2011 belum dapat terealisasi. antara lain: 1) belum adanya peraturan yang mengakomodir dalam penerapan sistem insentif untuk sektor masyarakat dalam pembiayaan penyediaan barang dan jasa. dari target terlaksananya sosialisasi dan uji coba sistem insentif. serta belum ada satu daerah pun di Indonesia yang menerapkan sistem ini. dari target terlaksananya sosialisasi dan uji coba sistem insentif. dan 3) melakukan FGD dan seminar untuk menjaring aspirasi masyarakat. 3) melakukan Forum Group Discussion (FGD) dan seminar dengan melibatkan sektor swasta. 2) belum adanya kesiapan Pememerintah Kota dan masyarakat dalam penerapan sistem ini. dari target terbentuknya perusahaan patungan. Yang menjadi kendala dalam pembentukan perusahaan patungan adalah belum adanya kesiapan dari Pemerintah Kota baik dari aspek kajian. Pada tahun 2011 belum dilakukan kajian karena persyaratan dan penerapan sistem insentif sektor masyarakat lebih bersifat kompleks dibandingkan dengan sistem insentif untuk sektor swasta dalam pembiayaan penyediaan barang dan jasa. dari target terlaksananya instrumen IV-150 . Terkait dengan hal tersebut. Pada tahun 2011. perumusan kebijakan. 24) Indikator Terlaksananya Instrumen Pembiayaan Pembangunan Non Konvensional Berbasis Masyarakat. belum dilakukan kajian karena dari hasil konsultasi ke Kementerian Keuangan bahwa penerapan sistem insentif sektor swasta belum ada payung hukumnya dan tidak mudah dalam pelaksanaannya. maka upaya yang perlu dilakukan antara lain: 1) mendorong Pemerintah Pusat agar segera menerbitkan peraturan terkait sistem insentif ini sehingga dapat dijadikan sebagai landasan hukum. 2) kebijakan fiskal Pemerintah Kota Bandung perlu dievaluasi terkait upaya pemberian insentif kepada swasta. belum dilakukan kajian karena pembentukan perusahaan patungan untuk beberapa layanan jasa umum dan barang publik perlu persiapan yang matang. 2) melakukan studi komparasi ke daerah lain yang sudah membentuk perusahaan patungan pada jenis ini.21) Indikator Terlaksananya Sistem Insentif untuk Sektor Swasta dalam Pembiayaan Penyediaan Barang dan Jasa.

Faktor pendukung dalam upaya pelaksanaan Instrumen Pembiayaan Pembangunan Non Konvensional Berbasis Masyarakat di Kota Bandung antara lain: a) Terdapatnya dokumen kajian tentang Instrumen Pembiayaan Pembangunan Non Konvensional Berbasis Masyarakat pada tahun 2011 sebagai bahan rekomendasi dalam perumusan arah kebijakan alternatif pembiayaan pembangunan. d) Terbatasnya ketersediaan lahan/aset Pemerintah Kota Bandung. realisasi pada tahun 2011 adalah tersusunnya dokumen Kajian Instrumen Pembiayaan Pembangunan Non Konvensional Berbasis Masyarakat. d) Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2006 tentang Pedoman Pengelolaan Keuangan Daerah. Hal yang masih menjadi hambatan/kendala antara lain: a) Penerapan sistem KPS yang tidak mudah. b) Peraturan Pemerintah Nomor 57 Tahun 2005 tentang Hibah Kepada Daerah. d) Adanya kemudahan dan jaminan untuk perijinan dan berinvestasi di Kota Bandung melalui BPPT.kebijakan pembiayaan pembangunan non konvensional berbasis masyarakat. swasta. Landasan hukum yang digunakan dalam penyelenggaraan instrumen pembangunan nonkonvensional diantaranya adalah: a) Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan Antara Pemerintah Pusat dan Pemerintahan Daerah. b) Terdapatnya pembangunan melalui instrumen pembiayaan pembangunan non konvensional yang sudah dilaksanakan dengan sistem KPS atau Hibah/CSR. Faktor pendorong dalam rangka percepatan pelaksanaan Instrumen Pembiayaan Pembangunan Non Konvensional Berbasis Masyarakat di Kota Bandung antara lain: a) Tersusunnya Tim KPS berdasarkan SK Walikota. IV-151 . e) Khususnya terkait dengan Corporate Social Responsibility (CSR). c) Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2005 tentang Pengelolaan Keuangan Daerah. dan lain sebagainya. BUMN. b) Hasil rekomendasi kajian yang memuat inventarisasi data kegiatan pembangunan yang dapat dibiayai melalui pembiayaan non konvensional dan tahapan pelaksanaannya. kemajuan yang telah dicapai antara lain terbentuknya Forum CSR Bandung Bermartabat yang berfungsi sebagai wadah silaturahmi dan kooordinasi antara stakeholders pembangunan (pemerintah. perbankan. dan masyarakat) dalam mewujudkan sinergi harmoni pembangunan untuk kesejahteraan masyarakat yang sebesarbesarnya melalui Program CSR. b) Jaminan keuangan APBD yang belum mencukupi. c) Masih minimnya kualitas infrastruktur kota sebagai aksesibilitas ke lokasi obyek rencana pembangunan sehingga mengurangi minat pengusaha. c) Sudah adanya dokumen RPJMD dan RTRW yang dapat digunakan sebagai landasan hukum.

c) Sosi ialisasi/penyebaran buku u hasil ka ajian Instrum men Pembiayaan Pem mbangunan Nonkonven nsional kep pada SKPD terkait untuk ditin ndaklanjuti. yang baru dilimpahkan kewe enangannya pada tahun 2011 menjadi pajak daerah. seperti pr rogram CSR. Grafik IV. dari d target 1 proyek KPS.44%. 2) Pajak Air Tanah. Obligasi Corpora 25) Indikator Meningkatny M embangunan n Non Konv vensional Melalui M a Proyek Pe Kerjasama Pemerintah P dengan Swa asta (KPS). Kepega awaian. .000.000. dari target se ebesar Rp232.635. Swadaya Masyarakat. Pajak Air Tanah merupakan objek pajak k yang dikelola oleh Pe emerintah Pr rovinsi.295. dari target sebesar Rp2.250. sebagai akibat sema akin membaiknya kondisi perekonom mian di Kota Bandun ng. dan Persandian P ad dalah: Keuanga 1) Bea Peroleh han Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Perangkat Dae erah.000 R a APBD Perubahan . Pem merintahan Umum. elum menjadi objek pa ajak yang menjadi m targe et dalam RPJMD. dan lain sebagainya.00 atau u tercapai se ebesar 132%.895 5. selama ini suda ate.00 pada dung Tahu un Anggar ran 2011 dapat te erealisasi se ebesar Kota Band Rp2. d) Pengembangan sistem pem mbiayaan no onkonvensional lainnya yang ah terlaksana a. Pada tahun n 2011.000. capaian kinerja lainnya pada Urus san Otonomi Daerah.0 000. dapat terealisasi se esuai target. Admin nistrasi an Daerah.00 at tau tercapai sebesar 105. IV-152 .376. proy yek pembang gunan pengo olahan sampah tek knologi tingg gi berwawas san lingkung gan yang m merupakan proyek p kerjasama an ntara pemerintah dengan swasta dalam m tahap pers siapan lelang. sehingga be Tingginya pe enerimaan BP PHTB disebab bkan oleh tin ngginya transaksi jual beli tanah dan bangun nan.907.00 pada p APBD Perubahan P K Kota Bandung g Tahun Ang ggaran 2011 dapat t terealisasi sebesar Rp3 306. Obligasi Daerah.500. seh hingga dilimpahkan belum menja adi objek pajak yang men njadi target da alam RPJMD. BPHT TB merupaka an objek pajak yang dikelo ola oleh Peme erintah Pusat t.27 Target t dan Realisas si Tingkat Pela ayanan Pengaduan Masyara akat Tahun 201 10-2011 1 150% 1 140% 1 130% Target T Realisasi sam ma dengan Targe et Realisasi Realisasi sama T dengan Target Persentase (%) 1 120% 1 110% 1 100% 90% 80% 70% 60% 50% 100% 10 00% 100% 100% Tahun 201 10 Tahun 2011 Selain pencapaian p t target-target kinerja yang g telah ditet tapkan dalam m RPJMD di i atas. yang baru n kewenangannya pada ta ahun 2011 menjadi m pajak k daerah.

sebagai tindak lanjut dan bahan pertimbangan pimpinan atas kebijakan “lahan sawah abadi” di Kota Bandung. 4) Formulasi e-government di lingkungan Pemerintah Kota Bandung yaitu sistem monitoring dan pengendalian berbasis IT (e-simon) yang sinergi dengan formulasi BIRMS. g) Alokasi anggaran untuk kegiatan Majelis Pertimbangan Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (MPTPTGR) tidak berkesinambungan. 2) Solusi a) Mengikutsertakan SDM Aparatur Setwan pada kegiatan bimbingan teknis. l) Masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam pengurusan perizinan. i) Keterbatasan SDM Aparat Pengawasan yang memiliki latar belakang pendidikan akuntansi. o) Belum terintegrasinya laporan capaian kinerja kegiatan secara elektronik di lingkungan Pemerintah Kota Bandung. b) Bidang Diklat pada BKD belum terakreditasi. farmasi. n) Kesejahteraan pegawai dirasakan masih belum cukup memadai jika dibandingkan dengan kondisi dan beban kerja yang dihadapi. j) Sarana gedung kantor Inspektorat belum ada. d) Belum optimalnya koordinasi antar SKPD yang terkait dengan perijinan. c) Masih kurangnya dukungan anggaran untuk kegiatan diklat. pada saat ini masih menggunakan gedung kantor milik Pemerintah Pusat. h) Belum adanya alokasi anggaran untuk pembuatan Sistem Informasi Pengawasan. salah satunya karena tidak memiliki gedung diklat. PERMASALAHAN DAN SOLUSI 1) Permasalahan a) Masih kurangnya kapasitas SDM pada Sekretariat DPRD. k) Regulasi mengenai pelayanan perizinan yang sangat dinamis (sering berubahubah). 5) Tersusunnya kajian pembagian hasil atas pemanfaatan lahan sawah. c. IV-153 .3) Tersusunnya Rancangan Peraturan Walikota tentang Standar Dokumen dan Petunjuk Pengadaan Barang/Jasa di lingkungan Pemerintah Kota Bandung yang merupakan turunan dari Perpres Nomor 54 Tahun 2010. sehingga kegiatan tersebut tidak optimal. f) Belum memadainya jumlah kendaraan dinas (roda dua dan roda empat) sebagai sarana penunjang operasional pengawasan. m) Anggaran belanja langsung masih rendah jika dibandingkan dengan kebutuhan SKPD dalam rangka penyelenggaraan pelayanan perizinan yang berkualitas. p) Masih terbatasnya pegawai yang bersertifikat pengadaan barang jasa pemerintah berdasarkan Perpres Nomor 54 Tahun 2010 (sampai dengan Januari 2012 tercatat sebanyak 241 orang). dan teknik sipil. e) Kesadaran pengusaha terhadap perijinan masih kurang sehingga sangat berpengaruh terhadap penerimaan pajak daerah.

f) Meningkatkan koordinasi antar SKPD yang terkait dengan perijinan. r) Intensifikasi bintek tentang pengadaan barang jasa pemerintah. e) Pengangkatan 100% pada tahun berikutnya.993. g) Melaksanakan sosialisasi peraturan perundang-undangan tentang pajak daerah kepada para wajib pajak.959.030.765. capaian kinerja serta permasalahan dan solusinya dapat diuraikan sebagai berikut: Gambar IV. d) Merencanakan program-program kediklatan yang mendukung kompetensi aparatur yang dibutuhkan.28%).b) Melaksanakan pengiriman-pengiriman diklat. o) Mengajukan usulan penambahan anggaran belanja langsung untuk operasionalisasi perijinan. melalui kerjasama dengan Pemerintah/Instansi lain yang telah terakreditasi. dan lain sebagainya.040. 21. media elektronik. m) Melakukan penyesuaian secara cepat terhadap berbagai perubahan akibat dari regulasi yang berubah melalui pengajuan usulan perubahan regulasi daerah yang terkait dengan pelayanan perizinan. c) Merencanakan penambahan anggaran untuk melaksanakan diklat-diklat yang sifatnya prioritas serta merencanakan program-program kediklatan yang mendukung kompetensi aparatur yang dibutuhkan. baik media cetak. k) Megoptimalkan SDM Aparat Pengawasan yang ada dan mengajukan usulan kebutuhan SDM sesuai dengan kriteria yang dibutuhkan. n) Melakukan sosialisasi mengenai penyelenggaraan pelayanan perijinan secara intensif melalui berbagai media.00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp1. Program dan kegiatan pada Urusan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa tahun 2011 dilaksanakan oleh BKPPM Kota Bandung. p) Mengajukan usulan kenaikan (penyesuaian) tambahan penghasilan PNS disesuaikan dengan beban dan kondisi kerja (remunerasi). h) Mengoptimalkan sarana mobilitas yang ada dan mengajukan alokasi penambahan anggaran untuk penyediaan kendaraan dinas.451. i) Mensinergikan kegiatan Majelis Pertimbangan Tuntutan Perbendaharaan dan Tuntutan Ganti Rugi (MPTPTGR). l) Mengajukan permintaan gedung kepada Walikota melalui Sekretaris Daerah selaku pengelola barang milik daerah. j) Penyusunan data hasil pengawasan dilakukan secara manual. papan informasi. q) Implementasi program BIRMS dan e-simon. Adapun realisasi pelaksanaan program dan kegiatan.17 Gelar Karya PNPM-MP di Monumen Perjuangan IV-154 .00 (98. URUSAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DAN DESA Urusan Pemberdayaan Masyarakat dan Desa pada tahun anggaran 2011 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp1.

e) Kegiatan Koordinasi dan Fasilitasi Peningkatan Usaha Ekonomi Produktif dan Pemasaran. h) Kegiatan Koordinasi dan Fasilitasi Pembangunan Masyarakat Kelurahan. (2) Menghadiri dan mengikuti Gelar Teknologi Tepat Guna Tingkat Provinsi Jawa Barat serta menghadiri Gelar TTG Tingkat Nasional ke XIII Tahun 2011.451. yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Inventarisasi dan Pengembangan Partisipasi Masyarakat. d) Terlaksananya monitoring. c) Terlaksanannya Fasilitasi Peningkatan Pengetahuan dan Wawasan Masyarakat dalam Perencanaan Fartisipatif Pembangunan melalui metode Perencanaan Partisipatif Pembangunan Masyarakat Kelurahan (P3MK) untuk Perwakilan Peserta dari 30 Kecamatan.993.00 (86. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terakomodirnya Pelaksanaan Inventarisasi Data Profil Kelurahan pada 1 Kelurahan sebagai pemenuhan persyaratan evaluasi kinerja pembangunan masyarakat kelurahan. Usaha Berbasis Kelompok (UBK).030. g) Kegiatan Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan dan Fasilitasi Peningkatan Sosial Ekonomi Penduduk Miskin. c) Kegiatan Pengembangan Manajemen Pembangunan Partisipatif dan Peningkatan Kapasitas Aparat atau Masyarakat. Modal Usaha Bergulir Remaja (MUBR). b) (1) Revitalisasi Peran dan Fungsi Pos Pelayanan Terpadu (Posyandu) di 151 Kelurahan (2) meningkatkan Fungsi Kelembagaan Pokjanal Posyandu dari Tingkat Kota sampai Tingkat Kelurahan.a. PROGRAM DAN KEGIATAN 1) Program Pengembangan Pemberdayaan Masyarakat Pelaksanaan program pengembangan pemberdayaan masyarakat mendapat alokasi anggaran sebesar Rp1.00 dengan realisasi sebesar Rp1. evaluasi dan inventarisasi Data Perkembangan Usaha Ekonomi Masyarakat Kelurahan pada 151 Kelurahan meliputi: Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K). (3) Monitoring. e) Terlaksananya Pelatihan Kewirausahaan bagi Para Pengelola Kelompok Usaha Ekonomi Masyarakat Kelurahan. Evaluasi dan Inventarisasi Usaha Ekonomi Masyarakat Kelurahan. Evaluasi Pelaksanaan IV-155 . Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPUD). d) Kegiatan Monitoring.040. Usaha Ekonomi Desa-Simpan Pinjam (UED-SP). (2) Rapat Koordinasi dalam rangka Sosialisasi Pelaksanaan melalui Tim Koordinasi Pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (TKPP-PNPM). f) Kegiatan Pemasyarakatan Teknologi Tepat Guna. i) Kegiatan Peningkatan Keterampilan Bagi Generasi Muda.765. f) (1) Terlaksanannya Sosialisasi Pemasyarakan TTG dalam rangka pembentukan Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) Tingkat Kecamatan yang diikuti oleh 60 Orang Peserta perwakilan dari 30 Kecamatan. b) Kegiatan Penguatan Kelembagaan Masyarakat. diikuti sebanyak 151 peserta utusan dari Kelurahan se-Kota Bandung.959. g) Terlaksananya: (1) Rapat Koordinasi dalam rangka Evaluasi Pelaksanaan PNPMMP melalui Tim Koordinasi Pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (TKPP-PNPM).63%).

f) Meningkatnya kemampuan dan pengetahuan masyarakat dalam pemanfaatan dan Pengembangan TTG melalui lembaga Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek). (2) tersediannya data dasar Kelurahan calon lokasi kegiatan TNI Manunggal Membangun Kelurahan (TMMK) sebagai kerangka acun kerja Pokjanal TMMK. monitoring dan evaluasi serta mensosialisasikan hasi-hasil pelaksanaan PNPM-MP di Kota Bandung. h) (1) Kelurahan terbaik hasil evaluasi kinerja pembangunan masyarakat Kelurahan untuk di evaluasi di Tingkat Provinsi Jawa Barat dan selanjutnya di Tingkat Nasional. dari target sebesar 60% dapat terealisasi sesuai target. pelaksanaan dan pengendalian. Melalui fasilitasi pengutan kelembagaan Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) Posyandu mulai dari Tingkat Kota sampai dengan Tingkat Kelurahan di harapkan kinerja kelembagaan pokjanal posyandu di Kota Bandung meningkat termasuk kualitas para pengelola kegiatan posyandu memiliki kapasitas yang memadai. IV-156 . b) (1) Terlaksanannya Penguatan Kelembagaan Pos Pelayanan Terpadu di 151 Kelurahan melalui peningkatan sarana dan prasarana Posyandu termasuk Peningkatan Kapasitas Kader Posyandu. b.500 orang. (2) Terlaksananya penguatan kelembagaan melalui pengeloaan Sistem Informasi Posyandu (SIP) bagi penggelola Pokjanal Posyandu mulai dari Tingkat Kota sampai dengan Tingkat Kelurahan. CAPAIAN KINERJA 1) Indikator Meningkatkan Peran dan Fungsi Lembaga Kemasyarakatan Melalui Penguatan Kelembagaan di Kelurahan. c) Peningkatan kapasitas aparat dan Masyarakat dalam pelaksanaan perencanaan pembangunan melalui metode Perencanaan Partisipatif Pembangunan Masyarakat Kelurahan (P3MK). h) (1) Terlaksananya Fasilitasi Pelaksanaan Evaluasi Kinerja Pembangunan Masyarakat Kelurahan Tingkat Kota Bandung untuk 30 Kecamatan (2) Terlaksananya Fasilitasi Persiapan Pelaksanaan Kegiatan TNI Manunggal Membangun Kelurahan (TMMK) melalui Kelompok Kerja Operasional (Pokjanal) TMMK Kota Bandung. g) Meningkatnya Koordinasi pelaksanaan PNPM-MP di kota Bandung mulai dari perencanaan. d) Tersedianya data tingkat perkembangan kegiatan Usaha Ekonomi Masyarakat Kelurahan.PNPM-MP. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Tersedianya Data Dasar Profil Kelurahan yaitu Tingkat Perkembangan dan Potensi Kelurahan dalam rangka Evaluasi Kinerja Pembangunan Masyarakat Kelurahan. i) Meningkatnya kemampuan dan pengetahuan Generasi Muda di Bidang Marching Band. e) Meningkatnya wawasan dan kemampuan para Pengelola Kelompok Usaha Ekonomi Masyarakat Kelurahan. i) Terselenggaranya Pembinaan Generasi Muda di Bidang Marching Band sebanyak 1. 4) Pelaksanaan Gelar Karya PNPM-MP Tingkat Kota Bandung Tahun 2011.

UED-SP. dari target sebesar 75% dapat terealisasi sesuai target. 3) Indikator Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan. PERMASALAHAN DAN SOLUSI 1) Permasalahan Dalam Pelaksanaan Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan. PPUD masih terdapat berbagai hambatan dilapangan terutama masalah permodalan. Modal Usaha Bergulir Remaja (MUBR). termasuk melakukan kegiatan monitoring dan inventarisasi Tingkat perkembangan pelaksanaan kegiatan termasuk pengembangan pelaksanaan PNPM-MP di Kota Bandung pada sektor lingkungan melalui Replikasi Penataan Lingkungan Permukiman Berbasis Komunitas. Pengembangan Produk Unggulan Daerah (PPUD). Melalui pelaksanaan sosialisasi pembentukan Pos Pelayanan Teknologi (Posyantek) Tingkat Kecamatan termasuk peningkatan wawasan dan pengetahuan dalam pemanfaatan dan pemasyarakatan Teknologi Tepat Guna (TTG) dengan mengikuti dan menghadiri Gelar TTG Tigkat Provinsi Jawa Barat dan Nasional. Melalui fasilitasi kegiatan evaluasi kinerja pembangunan masyarakat kelurahan. c. Usaha Ekonomi Desa Simpan Pinnjam (UED-SP). a) IV-157 . UBK. dari target sebesar 30% dapat terealisasi sesuai target. Melalui fasilitasi peningkatan kapasitas para penggelola kegiatan usaha ekonomi produktif masyarakat Kelurahan yang meliputi Kegiatan: Usaha Peningkatan Pendapatan Keluarga (UP2K). kelurahan terbaik tingkat Kota Bandung dapat mengikuti evaluasi di Tingkat provinsi Jawa Barat. d) Sampai saat ini Pengolahan data dasar Profil Kelurahan di Kota Bandung baru dapat memenuhi kebutuhan evalusi kinerja pembangunan masyarakat kelurahan. MUBR. 5) Indikator Pemanfaatan dan Pemasyarakatan Teknologi Tepat Guna (TTG). Usaha Berbasis Kelompok (UBK). ekonomi dan infrastruktur. dari target sebesar 70% dapat terealisasi sesuai target.2) Indikator Meningkatkan Fasilitasi dan Koordinasi Kegiatan Pemberdayaan Masyarakat. melalui fasilitasi dan koordinasi pelaksanaan PNPM-MP di Kota Bandung yang dilaksanakan oleh Tim Koordinasi Pelaksanaan Program Nasional Pemeberdayaan Masyarakat (TKPP-PNPM) Mandiri Perkotaan. serta Pokjanal TMMK Kota Bandung dapat melaksanakan persiapan kegiatan TNI Manunggal Membangun Kelurahan. sampai saat ini baru dapat memfasilitasi Koordinasi Pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat (PNPM) Mandiri Perkotaan di Kota Bandung. dari target sebesar 50% dapat terealisasi sesuai target. 4) Indikator Penguatan Lembaga Ekonomi Masyarakat Kelurahan. c) Belum terbentuk lembaga yang mewadahi pengembangan Teknologi Tepat Guna diantaranya yaitu: Pos Pelayanan Teknologi Tingkat Kecamatan dan Warung Teknologi Tingkat Kelurahan. dan pemasaran hasil produk. disamping pelaksanaan PNPM-MP reguler yaitu di bidang sosial. kemitraan. b) Dari Hasil Monitoring dan Inventarisasi Kegiatan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat melalui Pelaksanaan Kegiatan UP2K.

Adapun realisasi pelaksanaan program dan kegiatan.909. b) Pemerintah Kota Bandung diharapkan dapat lebih meningkatkan berbagai bentuk fasilitasi terhadap pelaksanaan kegiatan Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat mulai dari fasilitasi bantuan permodalan.292. b) Terlaksananya pelatihan keterampilan bagi wanita rawan sosial ekonomi (WRSE) dan pengadaan bantuan usaha sebanyak 100 orang. membangun kemitraan termasuk fasilitasi dalam memasarkan hasil produk.00 dengan realisasi sebesar Rp504. b) Kegiatan Pelatihan Keterampilan bagi Penyandang Masalah Sosial. Program dan kegiatan pada Urusan Sosial tahun 2011 dilaksanakan oleh: 1) Dinas Sosial (Dinsos). dan 2) Bagian Kesra dan Kemasyarakatan Setda Kota Bandung.000. IV-158 .395. a) 22. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terlaksananya pelatihan keterampilan bagi keluarga miskin sebanyak 200 orang.510.00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp8. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Meningkatnya kemampuan keterampilan keluarga miskin.00 (87.74%).917. PROGRAM DAN KEGIATAN 1) Program Pemberdayaan Fakir Miskin.05%).00 (80.739.2) Solusi Diharapkan koordinasi penanggulangan kemiskinan akan lebih baik melalui peningkatan sinergitas berbagai Program/Kegiatan berkaitan dengan Penanggulangan Kemiskinan di Kota Bandung tidak hanya melalui koordinasi pelaksanaan penangulangan kemiskinan melalui PNPM-MP.000. d) untuk waktu selanjutnya di usulkan untuk pengolahan data dasar profil Kelurahan dapat dilaksanakan untuk 151 Kelurahan sehingga potensi dan tingkat perkembangan kelurahan se-Kota Bandung dapat terukur. Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan PMKS Lainnya Pelaksanaan program pemberdayaan fakir miskin. b) Meningkatnya kemampuan keterampilan wanita rawan sosial ekonomi (WRSE). Komunitas Adat Terpencil (KAT) dan PMKS lainnya mendapat alokasi anggaran sebesar Rp575.000. capaian kinerja serta permasalahan dan solusinya dapat diuraikan sebagai berikut: a. yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Fasilitasi Manajemen Usaha bagi Keluarga Miskin.497. URUSAN SOSIAL Urusan Sosial pada tahun anggaran 2011 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp10. c) Diharapkan Pemerintah Kota Bandung dapat segera merealisasikan pembentukan dan penguatan Lembaga Usaha Ekonomi Masyarakat khususnya dalam pengembangan dan pemanfaatan Teknologi Tepat Guna.

Sarana dan Prasarana Rehabilitasi Sosial bagi PMKS. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Meningkatnya kemampuan aparatur pemerintah dalam menangani korban tindak kekerasan. b) Kegiatan Peningkatan Kualitas Pelayanan. g) Terlaksananya pemberian bantuan hibah rumah kumuh dan MCK komunal. f) Kegiatan Peningkatan Kualitas Pelayanan. e) Kegiatan Kajian Inventarisasi dan Indentifikasi Penyandang Masalah Kesos (PMKS). d) Kegiatan Penanganan Masalah-Masalah Strategis yang Menyangkut Tanggap Cepat Darurat dan Kejadian Luar Biasa. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terlaksananya pelayanan perlindungan secara sosial dan hukum bagi korban perdagangan perempuan dan anak sebanyak 40 orang. e) Tersusunnya Kajian dan Inventarisasi data PMKS. yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Pelayanan dan Perlindungan Sosial Hukum bagi Korban Perdagangan Perempuan dan Anak. c) Tersedianya bahan kebijakan pelayanan dan rehabilitasi sosial bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial.64%).929. dan Prasarana Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial bagi PMKS. g) Meningkatnya kesejahteraan masyarakat.00 (82. h) Tersedianya pedoman fasilitasi kebutuhan para penyandang cacat serta kegiatan kesejahteraan sosial.00 dengan realisasi sebesar Rp1. g) Kegiatan Koordinasi Perumusan Kebijakan dan Sikronisasi Pelaksanaan UpayaUpaya Penanggulangan Kemiskinan dan Penurunan Kesenjangan.2) Program Pelayanan dan Rehabilitasi Kesejahteraan Sosial Pelaksanaan program pelayanan dan rehabilitasi kesejahteraan sosial mendapat alokasi anggaran sebesar Rp1.405.265. c) Tersusunnya Kajian Akademik Revisi Perda Bidang Sosial sebanyak 1 kajian akademik. b) Terlaksananya pemutakhiran data PMKS dan PSKS sebanyak 30 kecamatan.000.979.701. b) Tersedianya data PMKS dan PSKS yang valid dan akurat. c) Kegiatan Penyusunan Kebijakan Pelayanan dan Rehabilitasi Kesos bagi PMKS. e) Tersedianya data dan bahan kebijakan penyandang masalah kesejahteraan sosial f) Terselenggaranya penyaluran dana bantuan sosial yang sesuai dengan keputusan walikota 107 tahun 2009. Sarana. f) Terlaksananya Sosialisasi dan sinkronisasi keputusan walikota 107 tahun 2009 dan terselenggaranya kegiatan HIPENCA Tingkat Kota Bandung Tahun 2011. h) Tersusunnya Draft bahan perumusan kebijakan pelayanan dan rehabilitasi bagi penyandang masalah kesejahteraan sosial. d) Terbantunya korban bancana dan orang terlantar dalam perjalanan. d) Tersedianya barang bantuan bagi korban bencana dan orang terlantar dalam perjalanan. IV-159 . h) Kegiatan Penyusunan Kebijakan Pelayanan dan Rehabilitasi Sosial bagi Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial.

00 dengan realisasi sebesar Rp392.14%).000.000.000 (98. c) Kegiatan Peningkatan Keterampilan Tenaga Pelatih dan Pendidik. b) Terlaksananya pemberian bantuan stimulan UEP dan alat bantu bagi penyandang cacat sebanyak 75 orang.821.478. c) Terlaksananya bimbingan sosial dan pelatihan Penyandang Cacat dan Eks Trauma sebanyak 75 orang. b) Meningkatnya kemandirian para penyandang cacat.543. 4) Program Pembinaan Para Penyandang Cacat dan Eks-Trauma Pelaksanaan program pembinaan para penyandang cacat dan eks-trauma mendapat alokasi anggaran sebesar Rp510.91%).00 (98. yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Operasi dan Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Pantri Asuhan/Jompo b) Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan bagi Penghuni Panti Asuhan/Jompo.450 (96. Bimbingan Sosial dan pelatihan bagi Penyandang Cacat sebanyak 75 orang.000. yang dilaksanakan melalui Kegiatan: a) Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan bagi Penyandang Cacat dan Eks-Trauma. IV-160 . yang dilaksanakan melalui Kegiatan Pelatihan Keterampilan dan Belajar Kerja Bagi Anak Terlantar.3) Program Pembinaan Anak Terlantar Pelaksanaan program pembinaan anak terlantar mendapat alokasi anggaran sebesar Rp400.000 dengan realisasi sebesar Rp319. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terlaksananya pendidikan. b) Kegiatan Pendayagunaan Para Penyandang Cacat dan Eks-Trauma.000.750.04%). 5) Program Pembinaan Panti Asuhan/Panti Jompo Pelaksanaan program pembinaan panti asuhan/panti jompo mendapat alokasi anggaran sebesar Rp323. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah terselenggaranya pelatihan keterampilan dan belajar bagi anak terlantar sebanyak 60 orang. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Meningkatnya kemampuan dan keterampilan para penyandang cacat. c) Meningkatnya kemampuan dan keterampilan dan kesejahteraan sosial para penyandang cacat. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah meningkatnya keterampilan dan kemandirian anak terlantar.000 dengan realisasi sebesar Rp489.

c) Terlaksananya pemantauan perubahan perilaku Eks Penyandang Penyakit Sosial sebanyak 500 orang.00 dengan realisasi sebesar Rp4. eks-narkoba. 6) Program Pembinaan Eks-Penyandang Penyakit Sosial Narapidana. PSK.480. b) Terlaksananya rencana Pembangunan Pusat Bimbingan Konseling Bagi Eks Penyandang Penyakit Sosial selama 1 tahun.760. IV-161 . dan penyakit sosial lainnya) mendapat alokasi anggaran sebesar Rp6. b) Meningkatnya kemampuan dan keterampilan anak dalam panti. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Meningkatnya kualitas pelayanan PSAA dan PSTW. narkoba. 20 orang Pemulung dan 20 orang ODHA.53%). Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Meningkatnya Keterampilan dan fungsi Sosial eks penyandang penyakit sosial. yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Pendidikan dan Pelatihan Keterampilan Berusaha Bagi Eks Penyandang Penyakit Sosial. dan Penyakit Sosial Lainnya) (Eks- Pelaksanaan program pembinaan eks-penyandang penyakit sosial (eks-narapidana. Narkoba. d) Terlaksananya pemberian bantuan pemberdayaan bagi WTS. d) Kegiatan Pemberdayaan Eks-Penyandang penyakit sosial.858.000.608.130. b) Kegiatan Pembangunan Pusat Bimbingan/Konseling bagi Eks Penyandang Penyakit Sosial. c) Terwujudnya perubahan sikap ke arah yang lebih baik dari Eks Penyandang Penyakit Sosial. PSK. serta tersalurkannya WTS dan Gepeng sebanyak 80 orang Gepeng dan 40 orang WTS. b) Tersedianya Pusat Bimbingan/Puskesos Konseling Bagi Eks Penyandang Penyakit Sosial. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terlaksananya Bimbingan Sosial dan pelatihan Keterampilan dan Bantuan Usaha Ekonomis Produktif bagi Eks Penyandang Penyakit Sosial sebanyak 20 orang Eks Napi.00 (73. c) Kegiatan Pemantauan Kemajuan Perubahan Sikap Mental Eks Penyandang Penyakit Sosial.Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terlaksananya pemberian Bantuan bagi Anak-anak Panti Asuhan dan Jompo Dalam Panti sebanyak 47 panti. d) Berkurangnya jumlah WTS dan Gepeng yang ada di jalanan. b) Terlaksananya pendidikan dan pelatihan bagi Anak Dalam Panti Asuhan sebanyak 20 orang anak panti.

3) Indikator Jumlah Penanganan Kemandirian dan Kesejahteraan Sosial: a) Fakir Miskin. c) Meningkatnya kualitas pelayanan SDM kesejahteraan sosial. APBD Provinsi sebanyak 30 KK.00 dengan realisasi sebesar Rp768. dengan rincian melalui anggaran APBD Kota sebanyak 400 KK. 2) Indikator Prosentase Peningkatan Peran Kelembagaan dalam Pembangunan Kesejahteraan Sosial. PSM.920 orang (480 KK). dan Orsos Berprestasi serta pembinaan Karang Taruna. d) Terlaksananya Kegiatan Penyuluhan Sosial Keliling sebanyak 8 kali penyuluhan.625 orang. yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Peningkatan Peran Aktif Masyarakat dan Dunia Usaha. b. APBD Provinsi IV-162 .211. b) Terlaksananya sosialisasi penanganan masalah kesejahteraan sosial selama 1 tahun. b) Meningkatnya peran aktif pelaku-pelaku usaha dalam bidang sosial. c) Kegiatan Peningkatan Kualitas SDM Kesejahteraan Sosial. dengan target kumulatif dari tahun 2009 s.000. CAPAIAN KINERJA 1) Indikator Jumlah Rumah Tangga Miskin. dari target kumulatif sebesar 76. 2011 sebesar 1.d.403 Rumah Tangga Sasaran (RTS). Realisasi penanganan organisasi sosial (orsos) melalui pelatihan dan pembinaan serta peningkatan keterampilan dari tahun 2009 sampai dengan 2011 adalah sebanyak 135 orsos dari 150 orsos yang ditargetkan. PSM. dan APBN sebanyak 50 KK (realisasi tahun 2011 sebanyak 280 KK dari APBD Kota.00 (96.790. dan Orsos. d) Meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai kesejahteraan sosial. b) Kegiatan Peningkatan Jaringan Kerjasama Pelaku-Pelaku Usaha Kesejahteraan Sosial Masyarakat.7) Program Pemberdayaan Kelembagaan Kesejahteraan Sosial Pelaksanaan program pemberdayaan kelembagaan kesejahteraan sosial mendapat alokasi anggaran sebesar Rp800. dengan rincian melalui anggaran APBD Kota sebanyak 120 orsos dan APBD Provinsi sebanyak 15 orsos (realisasi 2011: APBD Kota sebanyak 60 orsos dan APBD Provinsi sebanyak 5 orsos). Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terlaksananya sosialisasi mengenai undian gratis dan sumbangan sosial sebanyak 120 orang. c) Terlaksananya penilaian Karang Taruna.03%). dari target kumulatif sebesar 70% dapat terealisasi secara kumulatif sebesar 90%. pada tahun 2011 belum dapat diketahui realisasinya (not available data) karena belum ada publish data dari Badan Pusat Statistik (BPS) dan Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K). Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Meningkatnya partisipasi masyarakat untuk menyelesaikan permasalahan sosial.000. dapat terealisasi secara kumulatif sebesar 1. d) Kegiatan Penyuluhan Sosial Keliling.

2011 sebesar 400 orang. Terkait dengan hal tersebut. dari target kumulatif sebesar 80 orang. b) Penyandang Cacat.d. Adapun realisasi tahun 2011 adalah sebesar 120 orang. yang berasal dari anggaran APBD Provinsi. e) Wanita Rawan Sosial Ekonomi (WRSE). Namun demikian. Terkait dengan hal tersebut. upaya yang dilakukan adalah mengajukan usulan penambahan kodrek Kegiatan Penanganan ANKN agar selanjutnya mendapat alokasi anggaran. masih terdapat kendala yang dihadapi yaitu masih kurangnya SDM bidang sosial dan terbatasnya ketersediaan anggaran. dengan target kumulatif dari tahun 2009 s. realisasi secara kumulatif dari tahun 2009 sampai dengan 2011 adalah sebesar 200 orang. APBD Provinsi sebanyak 75 orang.066 orang. Faktor pendukung keberhasilan pencapaian target adalah adanya koordinasi dengan SKPD Kota Bandung yang terkait serta koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. c) Tuna Susila. dengan rincian melalui anggaran APBD Kota sebanyak 60 orang dan APBD Provinsi sebanyak 60 orang. APBD Provinsi sebesar 50 orang. Faktor pendukung keberhasilan pencapaian target adalah adanya koordinasi dan kerjasama dengan Pemerintah Provinsi dan Pusat. upaya yang dilakukan adalah dengan mengoptimalkan SDM yang ada serta mengajukan penambahan anggaran. masih terdapat kendala yang dihadapi yaitu kurangnya jumlah SDM bidang sosial yang sesuai dan menguasai bidangnya. dengan target kumulatif dari tahun 2009 s. jumlah fakir miskin yang ditangani dihitung dalam satuan KK (bukan orang/jiwa) sehingga dalam penghitungan realisasi target perlu didasarkan pada asumsi. secara kumulatif dapat terealisasi sebesar 1. Faktor pendukung keberhasilan pencapaian target adalah adanya koordinasi dan kerjasama dengan Pemerintah Provinsi dan Pusat. dengan target kumulatif dari tahun 2009 s. Namun demikan. upaya yang dilakukan adalah bekerjasama dengan mitra kerja yang terkait.dan APBN). d) Anak Nakal Korban Narkotika (ANKN). Faktor pendukung keberhasilan pencapaian target adalah adanya koordinasi dan kerjasama dengan Pemerintah Provinsi dan Pusat. dan APBN sebanyak 400 orang. upaya yang dilakukan adalah dengan mengajukan penambahan anggaran. Namun demikan.d. dengan rincian melalui anggaran APBD Kota sebanyak 591 orang. realisasinya secara kumulatif IV-163 . Adapun realisasi tahun 2011 yaitu sebanyak 80 orang. masih terdapat kendala yang dihadapi yaitu ketersediaan anggaran tidak berbanding lurus dengan pertumbuhan Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS).d. 2011 sebesar 200 orang. Terkait dengan hal tersebut. Masih terdapat kendala yang dihadapi yaitu pada APBD Kota tidak ada kode rekening (kodrek) kegiatan penanganan ANKN. 2011 sebesar 240 orang. secara kumulatif dapat terealisasi sebesar 389 orang. Terkait dengan hal tersebut. dan APBN sebesar 380 orang. serta mengoptimalkan daya kerja SDM yang ada. yaitu 1 KK terdiri dari 4 orang. Dalam penanganan yang dilakukan oleh Dinas Sosial. Adapun realisasi tahun 2011 adalah sebesar 580 orang dengan rincian melalui APBD Kota sebesar 150 orang.

2011 sebesar 1. dll). APBD Provinsi sebanyak 25 orang. Faktor penghambat pencapaian target adalah masih kurangnya SDM bidang sosial dan terbatasnya ketersediaan anggaran. Faktor pendukung keberhasilan pencapaian target penanganan anak terlantar adalah adanya koordinasi dengan panti-panti untuk penanganan yang bersumber dana dari APBD Kota. dan APBN sebanyak 263 orang. dengan rincian melalui anggaran APBD Kota sebanyak 221 orang. dengan target kumulatif dari tahun 2009 s. APBD Provinsi sebanyak 413 anak. upaya yang dilakukan adalah mengoptimalkan SDM yang ada dan anggaran yang tersedia. Namun demikan. Terkait dengan hal tersebut. PSM. Terkait dengan hal tersebut. Kendala yang dihadapi dalam penanganan WRSE adalah masih kurangnya SDM bidang sosial dan terbatasnya ketersediaan anggaran. realisasinya secara kumulatif adalah sebesar 3.990 orang.160 anak. b) Anak Terlantar. dan APBN sebanyak 1. Pemerintah Provinsi dan organisasi sosial. Adapun realisasi tahun 2011 adalah sebanyak 100 orang melalui anggaran APBD Kota. Faktor pendukung keberhasilan pencapaian target adalah adanya kerjasama dan koordinasi dalam penanganan lansia. Terkait dengan hal tersebut. masih terdapat kendala yang dihadapi yaitu belum adanya keseimbangan antara populasi PMKS yang harus ditangani dengan besaran anggaran yang tersedia. upaya yang dilakukan adalah dengan mengoptimalkan SDM dan anggaran yang ada.adalah sebesar 440 orang. IV-164 . upaya yang dilakukan adalah dengan mengajukan usulan penambahan kodrek penanganan lanjut usia terlantar agar selanjutnya mendapatkan alokasi anggaran.d. serta adanya kerjasama dengan Kemensos.d. Namun demikan. serta adanya bantuan anggaran dari Kementerian Sosial dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. 4) Indikator Jumlah Pemenuhan Kebutuhan Hidup: a) Lanjut Usia. 2011 sebesar 160 orang. APBD Provinsi sebanyak 100 orang dan APBN sebanyak 1. TKSK. Adapun realisasi penanganan pada tahun 2011 adalah sebanyak 2. Terkait dengan hal tersebut. serta terbatasnya sumber daya manusia dan sarana prasarana. 2011 sebesar 600 orang. upaya yang dilakukan adalah dengan menjalin kerjasama dan koordinasi dengan Pemerintah Pusat untuk penyediaan anggaran. dengan rincian melalui anggaran APBD Kota sebanyak 757 anak.240 orang dengan rincian melalui APBD Kota sebanyak 150 orang. secara kumulatif dapat terealisasi sebesar 988 orang. dengan target kumulatif dari tahun 2009 s. c) Korban Trafficking dalam Rumah Tangga (KDRT).990 anak. Adapun realisasi penanganan pada tahun 2011 adalah sebanyak 209 orang.800 orang. masih terdapat kendala yang dihadapi yaitu masih banyak lanjut usia terlantar di luar panti yang belum bisa ditangani. realisasinya secara kumulatif adalah sebesar 145 orang dengan seluruh penanganan melalui anggaran APBD Kota. serta kerjasama dengan mitra kerja pembangunan kesejahteraan sosial (orsos. Adapun realisasi penanganan pada tahun 2011 adalah sebanyak 20 orang.d. dengan target kumulatif dari tahun 2009 s.

5) Indikator Tahapan Pembangunan Sarana Penampungan PMKS. Dengan didasarkan penjelasan di atas.802 m2. 115 Pekerja Sosial Masyarakat (PSM). upaya yang dilakukan adalah mengajukan anggaran untuk pembangunan Puskesos sebesar Rp100 miliar dan mengupayakan penerbitan Surat Keputusan Walikota Bandung untuk penetapan lokasi Puskesos yang disesuaikan dengan target lahan seluas 71.d. DED dan AMDAL yang memiliki bobot kegiatan sebesar 30%. Namun demikian. 6) Indikator Jumlah Partisipasi Sosial dan Potensi Sumber Kesejahteraan Sosial (PSKS). masih terdapat kendala yang dihadapi yaitu terbatasnya ketersediaan anggaran karena kegiatan penyuluhan keliling tidak fokus di kecamatan/kelurahan akan tetapi disesuaikan dengan kebutuhan IV-165 . 2011 sebesar 50% dapat terealisasi sebesar 36%.d. Faktor pendukung keberhasilan pencapaian target adalah meningkatnya kuantitas dan kualitas PSKS yang berperan aktif dalam penanganan masalah kesejahteraan sosial. Faktor pendukung keberhasilan pencapaian target adalah telah dilaksanakannya Penyuluhan Sosial Keliling (penyampaian informasi bidang kesejahteraan sosial) pada 30 kecamatan pada tahun 2010. 60 PSM. dan 30 TKSK. Belum terpenuhinya target disebabkan terbatasnya ketersediaan anggaran untuk pematangan lahan serta belum adanya SK Walikota Bandung untuk penetapan lokasi Pusat Kesejahteraan Sosial (Puskesos). 2011 sebesar 105 PSKS. dengan target kumulatif dari tahun 2009 s. sampai dengan tahun 2011. 7) Indikator Jumlah Profesional Pekerja Sosial. Setelah pada tahun 2010 dilaksanakan kegiatan perencanan yang terdiri atas penyusunan FS. Diharapkan dengan terbangunnya Puskesos dapat berfungsi sebagai sarana tempat penampungan dan pelatihan para PMKS di Kota Bandung. realisasinya secara kumulatif adalah sebesar 235 PSKS. Namun demikan. dari target kumulatif sebesar 70 orang dapat terealisasi sesuai target. dan pada tahun 2011 Dinas Sosial berupaya terjun langsung ke masyarakat dengan mendatangi 8 kelurahan di 4 kecamatan di Kota Bandung dengan respon masyarakat dan aparat kewilayahan terhadap informasi masalah kesejahteraan sosial sangat positif. 8) Indikator Jumlah Penyerapan Informasi Pembangunan Kesejahteraan Sosial. Terkait dengan hal tersebut. pada tahun 2011 kegiatan dilanjutkan dengan pelaksanaan pematangan lahan yang juga memiliki bobot kegiatan sebesar 30%. 2011 sebesar 30 kecamatan dapat terealisasi sesuai target.1 hektar. realisasi kemajuan pematangan lahan pada tahun 2011 hanya mencapai 6% yaitu didasarkan pada perhitungan luas lahan yang berhasil diurug hanya mencapai ± 1. Adapun realisasi pada tahun 2011 adalah sebanyak 30 KT. Pembinaan Pekerja Sosial Profesional difasilitasi oleh Kementerian Sosial melalui anggaran yang bersumber dari APBN. dengan rincian melalui anggaran APBD Kota sebanyak 90 Karang Taruna (KT). dan 30 Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK). dengan target kumulatif dari tahun 2009 s.7 hektar dari 7. Selain itu. lahan belum terbebaskan seluruhnya yaitu masih seluas 6.1 hektar yang direncanakan. secara keseluruhan capaian target kinerja sampai dengan tahun 2011 hanya terealisasi sebesar 36% (tahap perencanaan sebesar 30% dan tahap pematangan lahan sebesar 6%). dengan target kumulatif dari tahun 2009 s. serta adanya koordinasi dengan Dinas Sosial Provinsi Jawa Barat dan Balai Diklat Pelatihan Kesejahteraan Sosial.d.3 hektar dari total keseluruhan lahan yang seluas ± 7. Faktor pendukung keberhasilan pencapaian target adalah adanya koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

upaya yang dilakukan adalah dengan mengajukan penambahan anggaran. a) 23. d) Penanganan PMKS dilaksanakan secara bersama-sama dengan instansi terkait.000. c) Belum terbangunnya Puskesos. c) Pembangunan panti sosial terpadu yang representatif sehingga PMKS dapat ditangani secara komprensif dan berkesinambungan.44%).851. yaitu meliputi 1 ton beras dari anggaran APBD Kota dan ± 1 ton beras dari APBD Provinsi.00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp1.200. dari target sebesar 100% dapat terealisasi sesuai target. 10) Indikator Tingkat Partisipasi Pilar Masyarakat/Relawan. b) Menyelenggarakan pelatihan Tagana Siaga Bencana. c. Jumlah Taruna Siaga Bencana (Tagana) Aktif di Kota Bandung berjumlah 96 orang dan tenaga sukarela di masyarakat sebanyak 4 orang. b) Terbatasnya SDM Penanggulangan Bencana. IV-166 .00 (91. Terkait dengan hal tersebut. dan dukungan anggaran dalam mengatasi permasalahan kesejahteraan sosial. sarana prasarana. eks kantor sosial di Jalan Cipamokolan dijadikan gudang penyimpanan beras. e) Kurangnya dukungan masyarakat dan adanya stigma negatif ketika PMKS kembali ke keluarga dan masyarakat. f) Belum adanya gudang penyimpanan beras yang strategis. dan anggaran yang ada serta melakukan koordinasi dengan Pemerintah Provinsi dan Pusat. f) Untuk sementara. terutama untuk mendapatkan bantuan anggaran dalam mengatasi permasalahan kesejahteraan sosial. Faktor pendukung keberhasilan pencapaian target tidak terlepas dari adanya bantuan sandang dan pangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat.informasi dimaksud.645. 2) Solusi Mengoptimalkan SDM. d) Belum adanya keseimbangan antara populasi PMKS yang harus ditangani dengan besaran anggaran. PERMASALAHAN DAN SOLUSI 1) Permasalahan a) Terbatasnya jumlah SDM. URUSAN KEBUDAYAAN Urusan Kebudayaan pada tahun anggaran 2011 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp1. sehingga masyarakat dapat menerima para PMKS. e) Memperbanyak kegiatan sosialisasi kepada masyarakat luas tentang pemahaman PMKS. sarana prasarana.800. dari target sebesar 100% dapat terealisasi sebesar 200%.000. 9) Indikator Bufferstock Berupa Beras dan Lauk Pauk.

b) Meningkatnya kesadaran dan partisipasi perangkat pemerintah dan pemangku kepentingan lainnya dalam pelestarian Benda Cagar Budaya. b) Kegiatan Sosialisasi Pengelolaan Kekayaan Budaya Lokal Daerah. ruang publik. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Meningkatnya apresiasi masyarakat terhadap seni budaya daerah. 2) Program Pengelolaan Kekekayaan Budaya Pelaksanaan program pengelolaan kekekayaan budaya mendapat alokasi anggaran sebesar Rp850. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah meningkatnya apresiasi dan partisipasi masyarakat dalam pengembangan budaya daerah.Program dan kegiatan pada Urusan Kebudayaan tahun 2011 dilaksanakan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Bandung.000. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) (1) Terfasilitasinya pentas seni di sentra pariwisata. c) Meningkatnya kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam pelestarian dan pengembangan bahasa dan aksara Sunda. (3) Terfasilitasinya pentas seni dalam rangka Hut Kemerdekaan.239.000.00 (99. IV-167 .000. yang dilaksanakan melalui Kegiatan Pemberitahuan Dukungan.000. c) Kegiatan Pengembangan Kebudayaan dan pariwisata. Penghargaan. dan Kerjasama di Bidang Budaya.97%). b) Terlaksananya sosialisasi Perda dan Perwal Benda Cagar Budaya.00 dengan realisasi sebesar Rp739. c) Terlaksananya semiloka bahasa dan aksara Sunda dalam rangka peringatan Hari Bahasa Ibu Internasional.25%). Adapun realisasi pelaksanaan program dan kegiatan. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah terselenggaranya pemberian penghargaan (anugerah budaya) kepada para seniman dan budayawan.000. dan pertunjukan.135.00 (86. capaian kinerja serta permasalahan dan solusinya dapat diuraikan sebagai berikut: a.000. (2) Terfasilitasinya pentas seni di kab/kota luar Kota Bandung dalam Provinsi Jabar. PROGRAM DAN KEGIATAN 1) Program Pengembangan Nilai Budaya Pelaksanaan program pengembangan nilai budaya mendapat alokasi anggaran sebesar Rp250. yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Fasilitasi Partisipasi Masyarakat dalam Pengelolaan Budaya.00 dengan realisasi sebesar Rp248.

677.000.000.800. Pelatihan Guru Angklung Keberhasilan pencapaian target tidak terlepas dari keterlibatan pelaku seni khususnya dari kalangan generasi muda yang diharapkan akan menjadi generasi pewaris seni budaya tradisional.000. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah terlaksananya pentas seni lintas budaya lintas kota/kabupaten.00 dengan realisasi sebesar Rp139. yaitu melalui 2 kali kegiatan pembinaan terhadap pelaku seni budaya.18 dan pembinaan dalam rangka Walikota Bandung Membuka Acara aktualisasi pelestarian seni benjang. b) Terselenggaranya: (1) Festival Ujungberung. dari target kumulatif sebesar 60% (target tahun 2011 meningkat sebesar 20%) dapat terealisasi sesuai target.200. yang dilaksanakan melalui Kegiatan Fasilitasi Pengembangnan Kemitraan dengan LSM dan Perusahaan Swasta. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah meningkatnya kerjasama seni lintas budaya dengan kota/kabupaten lain.000.00 (93. dan (3) Alimpaido (Festival Kaulinan Barudak Lembur). Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terselenggaranya: (1) Kemilau Nusantara. b.30%). 4) Program Pengembanagan Kerja Sama Pengelolaan Kekayaan Budaya Pelaksanaan program pengembanagan kerja sama pengelolaan kekayaan budaya mendapat alokasi anggaran sebesar Rp150. (2) Pasanggiri Mojang Jajaka. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah meningkatnya apresiasi masyarakat terhadap seni budaya daerah.3) Program Pengelolaan Keragaman Budaya Pelaksanaan program pengelolaan keragaman budaya mendapat alokasi anggaran sebesar Rp550. yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Pengembangan Kesenian dan Kebudayaan Daerah. yaitu pembinaan seni budaya buhun (angklung buncis) Gambar IV.00 dengan realisasi sebesar Rp518.20%). (2) Pasanggiri Seni dan Budaya.000. b) Kegiatan Fasilitasi Penyelenggaraan Festival Budaya Daerah.00 (94. Pembinaan terhadap pelaku seni budaya tradisional harus dilakukan secara IV-168 . CAPAIAN KINERJA 1) Indikator Meningkatnya Upaya Pelestarian dan Aktualisasi Adat Budaya Daerah.

Festival Kaulinan Baru udak.berkesinamb bungan untu uk meningka atkan kualita as dan kuan ntitas pelaku u seni budaya tradisional sebagai aset Pemerintah Kota Bandung. SILIWANGI. dari target kumulatif se ebesar 60% (target tahun 2011 men ningkat 20%). Festival F Angklung. 4 kali kegiata an gelar seni di lokasi car r free day. dan n rehabilitasi Gedung G Pade epokan Seni. diantaranya melalui penyelengg garaan Festival Uju ungberung.2 hektar d dan sedang dibuat d perencanaan n pembangun nan fisik (FS dan DED). partisipa asi gelar seni dalam rangk ka HUT KODAM III g seni da alam rangka a HUT Kota Bandung ke e-201. B emerintah Ko ota Bandung g dalam rangka pelestaria an dan Upaya yang dilakukan Pe d adala ah membangun obyek wisata agro dan seni aktualisasi adat budaya daerah a lahan selua as 6 hektar di Kelurahan Pasanggrahan P n kecamatan Ujung budaya pada Berung.29 Target dan Realisasi Kum mulatif Mening gkatnya Pelest tarian Bud daya Lokal Da aerah Tahun 2010-2011 2 90% 80% Target Kumulatif Realisasi Kumulatif K Realisasi sama a dengan Target t 40% 40 0% Persentase (%) 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% Tahun 2010 0 Realisasi sama s dengan Ta arget 6 60% 60% Tahun 20 011 IV-16 69 . Saa at ini telah dibebaskan d la ahan seluas 5. 4 kali kegiatan n gelar seni budaya di Manglaya ang. Grafik IV. yaitu melalui 14 kali ke egiatan pagel laran seni bu udaya yang dibiayai dari anggar ran APBD Kota K Bandun ng.28 Targ get dan Realisasi Kumulatif Meningkatny ya Upaya Peles starian dan Aktualisa asi Adat Budaya Daerah Tahun 2010-20 11 90% 80% Persentase (%) 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% Tahun 2010 Tahun 2011 Target Kumulatif Realisasi Kumulatif K Realisasi sam ma dengan Targe et 40% 40 0% Realisasi sa ama dengan Targ get 60% 60 0% 2) Indikator Meningkatny M ya Pelestarian Budaya Lokal Dae erah. Festiva al Reog. partisipasi gelar elar seni budaya tersebu ut merupaka an stimulus untuk memotivasi Kegiatan ge dalam rangka meningka atkan Peran Serta masya arakat maup pun sektor swasta s isional sebaga ai salah satu upaya pelestarian. dapat tere ealisasi sesuai target t. Se elain itu telah h dipersiapkan pula lahan di Ka ampung Pasir r Kunci selua as ± 1. untuk pemanfaatan seni budaya tradi Grafik IV.5 hektar untuk s sarana wisata seni budaya.

Fa aktor penunja ang keberhas silan pencapaian target adalah a adanya kerja asama dan ko ontribusi lem mbaga/komun nitas Paguyub ban Panglawungan Sastra Sunda a dan LSM ya ang peduli ter rhadap buday ya dan sastra a sunda. yaitu me elalui 3 dari target kumulatif kali penyelen nggaraan kem mitraan: Ape eksi di Banda Aceh. Pe elaksanaan k kegiatan kem mitraan telah terlaks antar daera ah merupaka an kemitraan n dengan daerah d lain. p Pen nghargaan Anugerah Bud daya dilakuka an melalui tahapan Penetapan penerima penilaian ole eh tim independen seban nyak 5 orang terdiri atas u unsur senima an dan budayawan ditambah 1 orang perwa akilan dari Din nas Kebudaya aan dan Pariw wisata ng. melalui pelibatan seniman dan budayawa an Kota Bandung pada event yang dilaksanakan n oleh IV-17 70 .3) Indikator Dukungan Pe enghargaan Kerjasama di d Bidang B udaya. 5) Indikator Pe eningkatan Pelestarian dan Pengem mbangan Ba ahasa dan Sastra S Daerah.30 Target dan Realisasi Peningka atan Pelestaria an dan Penge mbangan Bahas sa dan Sastra Daerah Tahun n 2010-2011 90% 80% 70% Target Realisasi sam ma dengan Targe et Realisasi Realisasi sa ama dengan Target Persentase (%) 60% 60% % 60% 50% 40% 30% 20% 10% 50% 50% % Tahun 2010 0 Tahun 2011 1 6) Indikator Peningkatan Kemitraan Pengelolaan n Kebudayaa an Antar Da aerah. yaitu melalui m penyelengga araan Pembe erian Anugerah Budaya kepada k 49 orang seniman dan budayawan (realisasi tahun 2011 seba anyak 7 orang seniman da an budayawa an). dan Pentas Seni di Surabaya. Kota Bandun 4) Indikator Pe erlindungan Bangunan Cagar Buda aya. . realisa asi kumulatif pada tah hun 2010 sebesar s 45% %). dari target ebesar 50% (target tahu un 2011 me eningkat seb besar 10%). k seb besar 50% da apat terealisa asi sesuai targ get. dar ri target sebe esar 60% dap pat terealisasi sesuai targe et. dapat kumulatif se terealisasi se ecara kumulatif sebesar 53 3% (realisasi tahun 2011 meningkat se ebesar 8%. sehingga se ecara kumula atif sampai de engan tahun 2011 sana 13 kali i kegiatan ke emitraan. dari targ get sebesar 100% dapat terea alisasi sesuai i target. Kerjas sama Lintas Budaya B pada kegiat tan Festival Bunga B Nusantara di Pagar Alam Sumatera Selatan n. yaitu antara lain melalui peny yelenggaraan n Peringatan Hari Bahasa a Ibu dengan n jumlah part tisipan sebanyak 37 76 orang da an Semiloka Budaya Sun nda dengan jumlah part tisipan sebanyak 20 00 orang. Grafik IV. yaitu dengan terselesaikannya penyu usunan Peraturan Walikota W dan n sosialisasi Peraturan Daerah tent tang Perlindungan Bangunan Cagar C Budaya a yang mana didalamnya telah ditetap pkan 99 Bang gunan Cagar Buday ya Tipe A yan ng berada di wilayah w Kota a Bandung.

PERMASALA AHAN DAN N SOLUSI 1) Pe ermasalahan Dalam rangka r akselerasi peman ntapan Kota Bandung se ebagai Kota Seni dan Budaya B terdapat t beberapa ke endala dianta aranya: a) Dengan sem makin mening gkatnya gara apan urusan seni budaya a pada Peme erintah Kota Bandung tentun nya diperluk kan organisa asi kelemba agaan yang bisa odir garapan seni budaya a secara optimal. kerjasama. Cal lung Buncis. dari target seb besar 60% dapat terealisa asi sesuai target. s untuk k berupaya memanfaatkan m n seni budaya a tradisional dalam dan sektor swasta upaya mema antapkan Kot ta Bandung sebagai s Kota Seni Budaya. yaitu melalui m an peninggalan budaya Rumpun Se eni Helaran yang terdiri atas pemeliharaa Kesenian Be enjang. Faktor pendukung penca apaian target t tersebut tida ak terlepas dari: 1) adanya a para ng peduli te erhadap eksis stensi seni budaya b pelaku dan kreator seni budaya yan d Kota Bandu ung. Grafik IV. c. dan Kes senian Sisingaan. perwakilan yang 7) Indikator Pe eningkatan Sarana Pemasaran Prod duk Seni Bud daya Daerah h. sement tara saat ini hanya mengakomo IV-17 71 . sen niman buday yawan. dari target kumu ulatif tahun 2011 sebesa ar 50% (20 produk seni) dapat tere ealisasi sesuai targe et. Keberh hasilan penca apaian target t tidak terlepas dari adanya duku ungan para kreator k dan pelaku p seni di Kota Bandun ng. dan d sinergitas s antara pem merintah. serta Musik Kolab borasi Arumb ba dan Seni Tari.31 Target da an Realisasi Pe eningkatan Sa arana Pemasar ran Produk k Seni Budaya Daerah Tahu un 2010-2011 90% 80% Persentase (%) ( ) 70% 60% 50% 40% 30% 20% 10% Tahun 2010 0 Tahun 201 11 Target Kumulatif Realisasi Kumulatif K Realisasi sama a dengan Target t Realisasi sam ma dengan Targ get 50% 5 0% 40% 40 0% 8) Indikator Pe eningkatan Peran Masy yarakat dalam Pemeliha raan Pening ggalan Budaya. 2) konsis stensi para se eniman budayawan untuk k terus tradisional di berekspresi khususnya dalam d seni bu udaya tradisio onal sebagai upaya peles starian a tradisional yang meru upakan warisan budaya daerah.daerah lain sebagai ajang muhibah seni s budaya bagi b tuan rumah ataupun n para y sama mengikuti m even n tersebut. melalui intensifikasi pemanfaatan produk se eni budaya. Kesenian Ku uda Renggong. serta 3) seni budaya dukungan. Kese enian Reak. Secara S kumulatif sampa ai dengan tahun t 2011 telah terpe elihara peninggalan n budaya seba anyak 6 rump pun seni. yaitu penyelengga araan pagela aran-pagelara an Benjang Helaran.

pengerjaan eksterior interior bangunan gedung utama). c) Belum optimalnya partisipasi masyarakat maupun sektor swasta dalam kegiatan seni budaya dikarenakan memerlukan biaya yang cukup tinggi.547. penggantian penyangga dan atap. Adapun realisasi pelaksanaan program dan kegiatan. Selain wisata seni budaya juga terdapat wisata alam. (2) Telah dipersiapkan lahan untuk sarana wisata seni budaya di Kampung Pasir Kunci seluas ± 1. Objek ini akan menjadi salah satu icon dan kebanggaan Kota Bandung maupun Jawa Barat sebagai objek wisata dan pusat kegiatan seni budaya.03%). sektor pendidikan.5 hektar. 2) Solusi Usulan untuk garapan urusan seni budaya menjadi dinas tersendiri atau tetap berada di bawah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata dengan menambah bidang dan seksi. saat ini sedang dibuatkan langkah perencanaan pembangunan fisik (FS dan DED). Tahap II akan dilaksanakan pada tahun 2012 untuk pekerjaan renovasi ruang pertunjukan semi outdoor. serta kelengkapan lainnya. dan 3) DPKAD Kota Bandung.ditangani oleh satu bidang dengan dua seksi di bawah Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung.00 (92. diharapkan akan menjadi stimulus terselenggaranya pemantapan Kota Bandung sebagai Kota Seni Budaya. c) Solusi terhadap belum optimalnya partisipasi masyarakat adalah dengan ditetapkannya Perda Pelestarian Kesenian atas inisiatif DPRD Kota Bandung yang mengatur masalah hak dan kewenangan Pemerintah Kota. (3) Rehabilitasi Gedung Padepokan Seni tahap I telah diselesaikan pada tahun 2011 (perbaikan struktur. 2) Disdukcapil. serta masyarakat secara umum dalam kegiatan seni budaya. sektor swasta (pengelola sarana wisata). a) 24.725. Kegiatan renovasi ini diharapkan akan menghasilkan satu gedung pertunjukan yang cukup representatif milik Pemerintah Kota Bandung. capaian kinerja serta permasalahan dan solusinya dapat diuraikan sebagai berikut: IV-172 . para seniman.000. b) Terbatasnya sarana dan prasarana milik/aset Pemerintah Kota Bandung yang bisa dipergunakan oleh para seniman dan budayawan dalam mengekspresikan Seni Budaya di Kota Bandung. penambahan akustik ruang utama. URUSAN KEARSIPAN Urusan Kearsipan pada tahun anggaran 2011 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp630. b) Solusi terhadap keterbatasan sarana prasarana seni budaya: (1) Telah dibebaskan 5. Program dan kegiatan pada Urusan Kearsipan tahun 2011 dilaksanakan oleh: 1) Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah (Pusarda).00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp580.850. penataan lahan parkir.2 hektar dari 6 hektar yang direncanakan di Kelurahan Pasanggrahan Kecamatan Ujung Berung yang akan dibangun sebagai obyek wisata agro dan seni budaya.

400. b) Tersusunnya pedoman tata kearsipan di lingkungan pemerintah Kota Bandung sebanyak 1 paket buku.00 (95. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah terwujudnya penataan arsip yang memudahkan dalam penemuan kembali arsip. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah terlaksananya pendataan dan penataan dokumen/ arsip daerah sebanyak 5 SKPD.050.000.00 (81.45%).a. yang dilaksanakan melalui Kegiatan Pendataan dan Penataan Dokumen/Arsip Daerah.00 dengan realisasi sebesar Rp67. b) Tersedianya pedoman tata kearsipan.000. PROGRAM DAN KEGIATAN 1) Program Peningkatan Sistem Administrasi Kearsipan Pelaksanaan program peningkatan sistem administrasi kearsipan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp70. b) Kegiatan Kajian Sistem Administrasi Kearsipan.000.19 Walikota Bandung Melakukan Kunjungan Ke Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI) 2) Program Penyelamatan dan Pelestarian Dokumen/Arsip Daerah Pelaksanaan program penyelamatan dan pelestarian dokumen/arsip daerah mendapat alokasi anggaran sebesar Rp174.00 dengan realisasi sebesar Rp142.076. yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Pemeliharaan Rutin/Berkala Sarana Pengolahan dan Penyimpanan Arsip.000.338. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Terwujudnya daftar arsip yang memudahkan pencarian. Gambar IV.000.000.62%). IV-173 .00 (98. yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Pembangunan Data Base Informasi Kearsipan. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Tersusunnya database informasi kearsipan sebanyak 5 SKPD.00 dengan realisasi sebesar Rp118. b) Kegiatan Pemeliharaan Rutin/Berkala Arsip Daerah.052. 3) Program Pemeliharaan Rutin/Berkala Sarana dan Prasarana Kearsipan Pelaksanaan program pemeliharaan rutin/berkala sarana dan prasarana kearsipan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp120.200.82%).

CAPAIAN KINERJA Indikator Pengadaan Sarana dan Pengolahan Data Penyimpanan Arsip (Gedung Depo Arsip Daerah). yang dilaksanakan melalui Kegiatan Sosialisasi/Penyuluhan Kearsipan Dilingkungan Instansi Pemerintah/Swasta. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah meningkatnya pemahaman aparatur mengenai sistem kearsipan.475. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Meningkatnya kebersihan dan kerapihan penyimpanan arsip. upaya yang dilakukan adalah menganggarkan kembali kegiatan dari APBD Kota Bandung dan mengajukan usulan anggaran dari Provinsi Jawa Barat.000. dari target sebesar 75% dapat terealisasi sebesar 50%.000.00 (94. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terlaksananya pengadaan rak arsip dan dus arsip. 4) Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Informasi Pelaksanaan program peningkatan kualitas pelayanan informasi mendapat alokasi anggaran sebesar Rp50.00 dengan realisasi sebesar Rp204.637. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Tertatanya arsip DPKAD. b) Meningkatnya kualitas sarana dan prasarana kearsipan b. Pembangunan Gedung Depo Arsip masih pada tahap struktur (3 lantai). b) Terlaksananya pemeliharaan dan penyelamatan arsip daerah sebanyak 1 depo. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah terlaksananya sosialisasi/penyuluhan sistem kearsipan di lingkungan pemerintah Kota Bandung sebanyak 224 unit kerja.Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terpeliharanya sarana dan prasarana kearsipan sebanyak 1 depo.444. b) Terselamatkannya fisik arsip dari gangguan faktor biologis. Terkait dengan hal tersebut.00 dengan realisasi sebesar Rp48.000.27%).450. Belum terpenuhinya target disebabkan dukungan anggaran yang kurang memadai.00 (97. IV-174 .45%). yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Pengadaan Sarana Penyimpanan.000. b) Kegiatan Pemeliharaan Rutin/Berkala Arsip Daerah. 5) Program Perbaikan Sistem Administrasi Kearsipan Pelaksanaan program perbaikan sistem administrasi kearsipan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp216. b) Terpeliharanya sarana dan prasarana kearsipan.

00 (95.000. b) Kurangnya sumber daya manusia pengelola arsip maupun arsiparis. PROGRAM DAN KEGIATAN 1) Program Peningkatan Sistem Administrasi Perpustakaan Pelaksanaan program perbaikan sistem administrasi kearsipan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp150. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terlaksananya pemeliharaan program database perpustakaan sebanyak 8 unit komputer.000. 25. c) Mengusulkan/menyelenggarakan diklat/bimtek pengelola arsip serta melaksanakan sosialisasi dan lomba kearsipan. PERMASALAHAN DAN SOLUSI 1) Permasalahan a) Belum terselesaikannya pembangunan gedung arsip. 2) Solusi a) Menganggarkan kembali kegiatan dari APBD Kota Bandung dan mengajukan usulan anggaran dari Provinsi Jawa Barat. capaian kinerja serta permasalahan dan solusinya dapat diuraikan sebagai berikut: a. yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Pembangunan/Pemeliharaan Data Base Perpustakaan.c.00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp852. Adapun realisasi pelaksanaan program dan kegiatan.541.000.00 dengan realisasi sebesar Rp130. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah meningkatnya pelayanan perpustakaan. IV-175 .350. b) Terlaksananya sistem pengolahan bahan pustaka sebanyak 1 paket.000.100.26%).00 (87. Program dan kegiatan pada Urusan Perpustakaan tahun 2011 dilaksanakan oleh Pusarda Kota Bandung.616. b) Mengusulkan kebutuhan pegawai.03%). URUSAN PERPUSTAKAAN Urusan Perpustakaan pada tahun anggaran 2011 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp895. b) Kegiatan Pengolahan Bahan Pustaka. kepada Walikota Bandung melalui Badan Kepegawaian Daerah. c) Rendahnya kesadaran aparatur dalam pengelolaan arsip. baik pengelola arsip maupun arsiparis.

evaluasi dan pelaporan sebanyak 30 perpustakaan. dari target sebanyak 18. BOS Provinsi dan Sekolah Gratis. f) Tersusunnya bahan monitoring. Perpustakaan Sekolah dan Perpustakaan Masyarakat. b) Kegiatan Penyediaan Sarana Layanan Informasi Perpustakaan. c) Terlaksananya supervisi.000.750. c) Meningkatnya pelayanan perpustakaan dan budaya baca. Pembinaan dan Stimulan Pada Perpustakaan Umum. melalui: dana BOS APBN.283 eksemplar). dari target sebesar 66% dapat terealisasi sesuai target. f) Kegiatan Monitoring. b.000. pembinaan dan stimulasi perpustakaan sebanyak 200 orang.2) Program Peningkatan Kualitas Pelayanan Informasi Perpustakaan dan Budaya Baca Pelaksanaan program peningkatan kualitas pelayanan informasi perpustakaan dan budaya baca mendapat alokasi anggaran sebesar Rp745. d) Meningkatnya minat baca masyarakat Kota Bandung. yang dikarenakan adanya pengadaan buku perpustakaan sekolah. 2) Indikator Pengadaan Buku-Buku Perpustakaan Sekolah. e) Kegiatan Sosialisasi/Penyuluhan Perpustakaan di lingkungan Instansi Pemerintah/Swasta. e) Terlaksananya sosialisasi/ pameran perpustakaan bagi masyarakat Kota Bandung.000 eksemplar) dapat terealisasi sebanyak 19. Evaluasi dan Pelaporan.00 dengan realisasi sebesar Rp722. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Meningkatnya koleksi bahan pustaka.074. DAK. c) Kegiatan Supervisi. d) Kegiatan Pelaksanaan Koordinasi Pengembangan Perpustakaan dan Budaya Baca. d) Terlaksananya koordinasi pengembangan perpustakaan dan budaya baca sebanyak 181 kecamatan/kelurahan. CAPAIAN KINERJA 1) Indikator Pengadaan Buku-Buku Perpustakaan Masyarakat.000 buku.92%). serta melalui partisipasi masyarakat untuk jenjang pendidikan SMA/MA/SMK. e) Meningkatnya kualitas layanan informasi perpustakaan. b) Terlaksananya pelayanan perpustakaan keliling sebanyak 30 kecamatan.337 judul (38.00 (96. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Tersedianya bahan pustaka sebanyak 2. b) Meningkatnya kualitas sumber daya manusia pengelola perpustakaan. Perpustakaan Khusus.000 judul (36. yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Pengadaan Bahan Pustaka. IV-176 .

pad da tahun 2011 tidak terea alisasi.000 0 Judul Realisa asi melebihi Target 17.000 0 5. Terkait T ak tersedianya SDM pu ustakawan.0 000 10. dari target sebanyak 10 pustakawa an dapat te erealisasi seb banyak 1 pu ustakawan. dari target sebes sar 68%.000 0 Target Realisasi Realisasi melebihi get Targ 20. b) Rendahnya m minat baca masyarakat. upaya yang dilakukan ad dalah menga ajukan SDM.3) Indikator Te erwujudnya Gedung Per rpustakaan yang y Represe entatif. Pada t tahun 2011 belum ada penemp patan pegaw wai yang sesu uai dengan kompetensiny k ya. PERMASALA AHAN DAN N SOLUSI 1) Pe ermasalahan a) Kurangnya SDM S pengelo ola perpustakaan maupun pustakawan n. 4) Indikator Pe eningkatan Pemberdaya aan Perpusta akaan Umum m dan Mobil Unit Perpustakaa an Keliling (MUPK) dan Perpustakaan Ele ektronik Keliling (Pusteling). Terkait dengan hal tersebut. 6) Indikator Ju umlah Pusta akawan yang g Mengikuti Diklat Nas sional. m c) Belum tersed dianya perala atan kantor di gedung per rpustakaan ya ang baru.32 Tar rget dan Realisasi Pengadaa an Buku-Buku u Perpustakaa n Masy yarakat Tahun 2010 dan 20 011 25.576 18 8. dari target sebesar 100% dapat tere ealisasi sesuai target. dari target sebanyak 5 MUPK dan n 1 Pusteling g dapat tere ealisasi n 1 Pusteling g. upaya yang g dilakukan adalah a denga an mengoptimalkan SDM M yang n mengajuka an kembali usulan u kebut tuhan pegaw wai sesuai dengan tersedia dan kompetensin nya.000 19.000 0 15.000 0 Tah hun 2010 Ta ahun 2011 c. usulan penambahan anggaran dan SD 5) Indikator Pr rosentase Pe eningkatan Jumlah SDM Pengelola P Perpustakaan n. Terkait dengan ha DM. upaya u yang dilakukan adalah a dengan tida dengan men ngajukan usulan kebutuha an SDM pusta akawan kepa ada BKD. Belum terpenuhinya target disebabkan sebanyak 3 MUPK dan emadai dan belum b terpen nuhinya kebu utuhan dukungan anggaran yang kurang me al tersebut. IV-17 77 .337 15. Grafik IV.

(4) Alat produksi ikan hias. a) B. (3) Pakan ikan. Urusan Kelautan dan Perikanan pada tahun anggaran 2011 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp745. (5) Sarana produksi ikan konsumsi 2 paket. (3) Benih ikan restocking 12 paket. IV-178 .682. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah meningkatnya produksi perikanan. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terlaksananya pengadaan: (1) Induk ikan konsumsi 3 paket. b) Mendekatkan pelayanan perpustakaan kepada masyarakat melalui mobil unit perpustakaan keliling (MUPK). menambah koleksi bahan pustaka.00 (98. URUSAN KELAUTAN DAN PERIKANAN Penyelenggaraan pembangunan urusan kelautan dan perikanan diarahkan untuk meningkatkan aktifitas penyediaan komoditas hasil-hasil kelautan dan perikanan yang berkualitas serta pengembangan usaha budidaya perikanan dengan pemilihan komoditas yang memiliki nilai ekonomi tinggi dan bisa dikembangkan dilahan sempit. (2) Benih ikan konsumsi 4 paket. (2) Induk ikan hias 3 paket. URUSAN PILIHAN YANG DILAKSANAKAN 1. c) Mengusulkan anggaran untuk pengadaan peralatan kantor. b) Kegiatan Pembinaan dan Pengembangan Perikanan.2) Solusi Mengusulkan kebutuhan SDM pengelola perpustakaan maupun pustakawan melalui BKD.000. yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Pendampingan pada Kelompok Tani Pembudidaya Ikan. PROGRAM DAN KEGIATAN 1) Program Pengembangan Budidaya Perikanan Pelaksanaan program pengembangan budidaya perikanan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp745.00 (98. dan melaksanakan lomba-lomba peningkatan minat baca masyarakat.00 dengan realisasi sebesar Rp730. b) Terlaksananya pengadaan: (1) Bibit ikan hias 4 paket.970. (4) Sarana produksi ikan hias 2 paket. (5) Alat produksi ikan konsumsi.00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp730.970.000.08%). melakukan pembinaan kepada perpustakaan kelurahan/kecamatan dan taman-taman bacaan masyarakat. Program dan kegiatan pada Urusan Kelautan dan Perikanan tahun 2011 dilaksanakan oleh Dispertapa Kota Bandung. capaian kinerja serta permasalahan dan solusinya dapat diuraikan sebagai berikut: a.000.682. Adapun realisasi pelaksanaan program dan kegiatan.000.08%).

310 ton.480 kg. Produksi ikan konsumsi pada tahun 2011 mengalami peningkatan sebesar 9. sehingga tersedianya hasil perikanan yang lebih berkualitas dan aman di konsumsi serta meningkatkan tingkat konsumsi ikan masyarakat Kota Bandung.518 ton. Pemerintah Kota Bandung telah membangun dan memanfaatkan Pasar Ikan Higienis (PIH) di Pasar Gedebage. 2) Indikator Peningkatan Produksi Ikan Konsumsi. b) Masih ditemukannya penggunaan bahan kimia yang membahayakan kesehatan antara lain formalin dan borax dalam ikan segar maupun ikan olahan yang beredar di Kota Bandung. dari target sebanyak 521. (2) meningkatkan pembinaan kepada a) IV-179 .53 kg/kapita/tahun pada tahun 2011 atau meningkat sebesar 19.00% jika dibandingkan dengan tahun 2010 yang sebanyak 2. CAPAIAN KINERJA 1) Indikator Peningkatan Volume Pemasaran Produk Hasil Perikanan.20 Wakil Walikota Bandung Melakukan Sidak Ikan Berformalin di Pasar Tradisional 3) Indikator Peningkatan Produksi Ikan Hias.166 kg dapat terealisasi sebanyak 135. Dalam upaya meningkatkan pemasaran produk hasil perikanan.229 ekor. usaha perikanan lainnya yang dikembangkan di Kota Bandung adalah pengolahan ikan.310 ton dapat terealisasi sebanyak 2. meskipun secara kuantitas menurun dari tahun sebelumnya. PERMASALAHAN DAN SOLUSI 1) Permasalahan Semakin sempitnya lahan untuk budidaya perikanan sebagai akibat alih fungsi lahan di Kota Bandung.700 ekor dapat terealisasi sebanyak 531.61% jika dibandingkan dengan tahun 2010 yang sebanyak 463. a) 2) Solusi (1) Meningkatkan pemanfaatan lahan pekarangan dan pemilihan komoditas yang mempunyai nilai ekonomis tinggi dan bisa dikembangkan di lahan yang sempit dan (2) untuk meningkatkan nilai tambah. Produksi ikan hias pada tahun 2011 mengalami peningkatan sebesar 14. dari 23.92 kg/kapita/tahun pada tahun 2010 menjadi 28. dari target sebanyak 123.23%. b) (1) Meningkatkan frekuensi pemeriksaan dan pengawasan mutu ikan dan hasil olahannya yang beredar di Kota Bandung. Gambar IV.b. c.500 ekor. dari target sebanyak 2.

131. dan (4) membangun Pasar Ikan Higienis (PIH) yang terletak di Pasar Induk Gedebage. Program dan kegiatan pada Urusan Pertanian tahun 2011 dilaksanakan oleh: 1) Dispertapa. PROGRAM DAN KEGIATAN 1) Program Peningkatan Kesejahteraan Petani Pelaksanaan program peningkatan kesejahteraan petani mendapat alokasi anggaran sebesar Rp393.931. (3) meningkatkan koordinasi dengan Dinas Perikanan tempat asal ikan.287.400.pedagang ikan yang ada di Kota Bandung. dan Pameran Produksi Hasil Pertanian Tingkat Jawa Barat).173.250.387.450. yang dilaksanakan melalui Kegiatan Penyuluhan dan Pendampingan Petani dan Pelaku Agribisnis. b) Terinformasikannya potensi pertanian Kota Bandung. URUSAN PERTANIAN Penyelenggaraan pembangunan urusan pertanian diarahkan untuk meningkatkan aktifitas penyediaan komoditas hasil-hasil pertanian yang berkualitas serta pengembangan usaha pertanian dengan pemilihan komoditas pertanian yang memiliki produktivitas tinggi. memiliki nilai ekonomi tinggi. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan petani.189. agar ikan yang masuk ke Kota Bandung tidak menggunakan bahan kimia berbahaya.011. b) Kegiatan Pemantauan dan Analisis Harga Pangan Pokok.00 (98. Urusan Pertanian pada tahun anggaran 2011 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp7. dan 2) Diskamtam Kota Bandung. yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Penyusunan Data Base Potensi Produksi Pangan. IV-180 . Adapun realisasi pelaksanaan program dan kegiatan.64%).067.667. 2. dan mempunyai peluang pasar yang terbuka serta usaha pengolahan produk pertanian.000.00 (99. c) Meningkatnya peluang usaha di bidang pertanian.00 dengan realisasi sebesar Rp4.59%).000.00 (98.40%). 2) Program Peningkatan Ketahanan Pangan (Pertanian/Perkebunan) Pelaksanaan program peningkatan ketahanan pangan (pertanian/perkebunan) mendapat alokasi anggaran sebesar Rp4.00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp7.00 dengan realisasi sebesar Rp391. capaian kinerja serta permasalahan dan solusinya dapat diuraikan sebagai berikut: a. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) terselenggaranya pelatihan petani sebanyak 6 kali.030.250. b) terlaksananya pameran pembangunan sebanyak 2 kali (Pekan Florikultura Tingkat Nasional.

(9) Pestisida 7 jenis.350 batang. Kegiatan Peningkatan Mutu dan Keamanan Pangan. (8) Sarana pengolahan kompos 1 unit. Beras dan Palawija. sebanyak 5. f) Terlaksanya pengadaan: (1) Bibit tanaman produktif 2. (4) sarana produksi 1 paket. dan toga: (1) Tabulapot Sebanyak 1. tabulapot. i) Terlaksananya peningkatan dan penataan sarana dan prasarana kebun bibit serta tersedianya bibit tanaman sebanyak 3 lokasi. f) Meningkatnya fungsi Kebun Bibit Pasirluyu. Kegiatan Pengembangan Diversifikasi Tanaman. (5) pupuk dan pestisida 1 paket.400 pohon. (6) Handtractor 1 unit. g) (1) Terlaksananya pemeriksaan sample Daging. h) Terlaksananya laporan kegiatan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan selama satu tahun. e) Terdistribusikannya: (1) Bibit tanaman produktif sebanyak 37. (10) Pupuk NPK 22 karung. Susu. b) Tersedianya Info Harga Pangan Pokok selama 1 tahun.148 pohon. buah-buahan.300 pot. Sayuran. dan terlaksananya pemberian bantuan sarana penanganan pasca panen dan pengolahan sebanyak 4 paket. (2) Pupuk kompos 20.600 bungkus.000 pohon. dan (2) Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan cara pengolahan hasil pertanian. (4) Mesin potong rumput sebanyak 1 unit. tabulakar. (5) Pompa air sebanyak 1 unit. Kegiatan Pengembangan Perbenihan/Perbibitan. (3) Alat pertanian 1 paket. (7) Mesin potong rumput 3 unit. (2) Mesin babat rumput 2 buah. b) Terinformasikannya harga pasar dan supply demand komoditi pertanian. (2) Terlaksananya pelatihan tata cara dan seleksi pemotongan hewan qurban 50 orang. (2) meningkatnya lubang resapan biopori. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terlaksananya pendataan data base potensi produksi pangan di Kota Bandung pada 30 Kecamatan. Kegiatan Pengembangan Perbenihan/Perbibitan.418 sample. Kegiatan Pengembangan Pertanian pada Lahan Kering. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Tersedianya data potensi produksi pangan.c) d) e) f) g) h) i) Kegiatan Penanganan Pasca Panen dan Pengolahan Hasil. c) (1) Meningkatnya jumlah pelaku usaha dibidang pengolahan hasil pertanian.025 pohon. d) Meningkatnya produktivitas lahan pekarangan. Kegiatan Monitoring. (5) pengadaan bahan kimia sebanyak 12 paket. (3) Terlaksannya pelatihan pengawasan mutu hasil pertanian 50 orang. (2) Tabulakar sebanyak 2. (4) terdistribusikannya bantuan keramba ayam 50 unit. (5) Alat pengolah pupuk organik (drum komposter) 18 unit. dan ternak.Evaluasi dan Pelaporan. dan (3) Meningkatnya jumlah pembuatan dan penggunaan pupuk organik di masyarakat. c) Terlaksananya Pelatihan Peningkatan manajemen usaha pertanian dan pengolahan hasil pertanian sebanyak 4 kali. ikan. IV-181 . (3) Ajir 32. e) (1) Meningkatnya jumlah pohon yang ditanam. Telur. (4) Alat pembuat lubang biopori 250 buah. d) Pengadaan sarana produksi untuk pengembangan. (3) Toga sebanyak 2.

000. (2) Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan pengurus mesjid (DKM) tentang tata cara pemotongan hewan qurban.00 dengan realisasi sebesar Rp113. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terlaksananya pengadaan dan pendistribusian bibit tembakau sebanyak 360. dan pestisida sebanyak 4 jenis.74%). yang dilaksanakan melalui Kegiatan Promosi Atas Hasil Produksi Pertanian/Perkebunan Unggulan Daerah. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah terfasilitasinya promosi pemasaran hasil usaha pertanian dan perikanan. 5) Program Pemberdayaan Penyuluh Pertanian/Perkebunan Lapangan Pelaksanaan program pemberdayaan penyuluh pertanian/perkebunan lapangan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp37. 3) Program Peningkatan Pertanian/Perkebunan Pemasaran Hasil Produksi Pelaksanaan program peningkatan pemasaran hasil produksi pertanian/perkebunan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp495.000 pohon.000.000.00 (98.000. IV-182 .g) (1) Meningkatnya cakupan pemeriksaan mutu hasil pertanian. 4) Program Peningkatan Produksi (Pertanian/Perkebunan) Pelaksanaan program peningkatan produksi (pertanian/perkebunan) mendapat alokasi anggaran sebesar Rp117. dan (3) Meningkatnya pengetahuan dan keterampilan kader PKK tentang pemilihan komoditas pertanian yang bermutu. h) Tersedianya Laporan Kegiatan Dinas.00 (78.07%).759.000. yang dilaksanakan melalui Kegiatan Promosi Atas Hasil Produksi Pertanian/Perkebunan Unggulan Daerah. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah tersalurkannya biaya operasional penyuluh (BOP) bagi 7 orang penyuluh dan 4 orang THL-TBPP. c) Terlaksananya pelatihan budidaya tembakau 2 kali.00 (97.13%).638.00 dengan realisasi sebesar Rp29. pupuk NPK sebanyak 800 kg.000.400.000. i) Terwujudnya kebun bibit yang lebih representatif. b) Terlaksananya pengadaan pupuk kandang sebanyak 800 kg. dan b) Meningkatnya pengetahuan petani tembakau. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Terpenuhinya kebutuhan sarana produksi bagi petani tembakau sebanyak 18 orang. yang dilaksanakan melalui Kegiatan Peningkatan Kesejahteraan Tenaga Penyuluh Pertanian/Perkebunan (Banprov).200.000.00 dengan realisasi sebesar Rp488. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah terlaksananya kegiatan Gelar Pasar Agribisnis sebanyak 6 kali di 4 lokasi.

Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Domba Garut jantan sebanyak 30 ekor. yang dilaksanakan melalui Kegiatan Pengembangan Agribisnis Peternakan. (4) Tabung pembakaran babi 1 unit. (5) Tungku simawar 25 unit.13%). c) (1) Tersedianya peralatan kedokteran hewan 1 paket.270.000 lembar.10%).00 (99. (3) Tackel 4 unit.953. 6) Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit Ternak Pelaksanaan program pencegahan dan penanggulangan penyakit ternak mendapat alokasi anggaran sebesar Rp1. (2) Terlaksananya vaksinasi hewan untuk penyakit Flu Burung (AI). d) Terlayaninya pemotongan dan pemeriksaan hewan di Rumah Potong Hewan (RPH). penyakit ND di 30 Kecamatan. (2) Tersedianya obatobatan hewan di klinik hewan 1 paket. b) Kegiatan Pemusnahan Ternak yang Terjangkit Penyakit Endemik. c) Sapi bakalan jantan PO sebanyak 12 ekor. dan (3) Cetak label sehat hewan qurban 30.000. d) Kegiatan Pelayanan Kesehatan Hewan di Klinik Hewan.00 (99. yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Pemeliharaan Kesehatan dan Pencegahan Penyakit Ternak. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) (1) Terlaksananya pengadaan obat hewan 2 paket. e) Kambing perah IV-183 .257.258. b) (1) Terlaksananya eliminasi hewan penular rabies yang diliarkan. c) Terlayaninya pemeriksaan dan pengobatan hewan di klinik hewan. dan (3) Tersedianya kandang kucing sebanyak 10 buah dan kandang anjing sebanyak 5 buah. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Meningkatnya pencegahan dan pemberantasan penyakit hewan menular.400. (2) Pemeriksaan sampel unggas suspect flu burung ke laboratorium. 7) Program Peningkatan Produksi Hasil Peternakan Pelaksanaan program peningkatan produksi hasil peternakan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp525. (3) Terlaksananya pengawasan lalu lintas hewan.000.Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah meningkatnya frekuensi pembinaan kelompok tani.00 dengan realisasi sebesar Rp520.000. d) Obat dan vitamin ternak sebanyak 2 paket. (4) Terlaksananya pengawasan peredaran obat hewan. dan (7) Roda pengangkut limbah 2 buah.000.000. b) (1) Terlaksananya eliminasi HPR di 30 Kecamatan. c) Kegiatan Pengelolaan Sanitary Rumah Potong Hewan.00 dengan realisasi sebesar Rp1. (2) Timbangan karkas sapi 1 unit. d) Terlaksananya pengadaan: (1) Peralatan kebersihan dan alat pembersih 1 paket. dan (2) Terlaksananya pemeriksaan hewan qurban yang dipasarkan di wilayah Kota Bandung. (6) Lori 4 buah. b) Domba Garut betina sebanyak 120 ekor. penyakit rabies.

jantan 4 ekor.000 pot/tahun dapat d) Tanaman Hias. dari targ ealisasi sebanyak 145.05 6 kw/ha. g) Itik 150 eko or. Capa aian populasi sapi tahun n 2011 meni ingkat 3. b) Pala awija.184 kg dap 402 kg. 3) Indikator Peningkatan P Volume Pe emasaran Pr roduk Hasil Peternakan n. Realisasi pada tahun 2011 mengalami peningkatan p ngkan dengan tahun 2010 0. b.03% jika dibandingkan dengan capaian tahun 2010 yang seban nyak 106.000 0 pot/tahun. c) Hor rtikultura. W Walikota Band dung Meraih Peng ghargaan di Bi idang Pertania an Cap paian produ uktivitas padi dala m Pekan Nasi ional (Penas) di d tahu un 2011 at meningka Kutai.318 kg dapat ter realisasi sebanyak 20.145 kg. e Hasil ( outcome o ) da ari pelaksana aan program m tersebut adalah a menin ngkatnya po opulasi ternak dan d produksi hasil ternak.07 kw/ha. dari target t sebanyak 61 6 kw/ /ha dapat t terealisa asi Gambar IV.0 03% jik ka diba andingkan de engan capaia an tahu un 2010 yang g sebanyak 61.32% jika diba andingkan dengan capaian tahun 2010 yang seb banyak 139. dari target seban nyak 18.7 kw w/ha dapat te erealisasi seb banyak 70. dari target sebany yak 60.55% % jika diba andingkan de engan capaian tahun 2010 0 yang seban nyak 407 eko or. dari targe et Tanaman pat terealisasi sebanyak 2. IV-18 84 . betina a 12 ekor. CA APAIAN KINERJA 1) Indikator Peningkat tan Volu ume asil Pertania an Pemasaran Produk Ha Pangan.7 kw/ha. dan h) Ayam m buras 100 ekor. Cap paian produk ktivitas hortik kultura tahun 2011 men ningkat sebe esar 5. dari d target sebanyak s 10 03.07 7 kw/ha.4 2) Indikator Produktivitas s Pertanian: a) Komodita as Pad di.21 seba anyak 61. Capaian C prod duktivitas tan naman tere hias s tahun 2011 1 meningkat sebesar 4. jika dibandin 4) Indikator Po opulasi Terna ak: a) Pop pulasi Sapi. sebanyak 2.0 000 pot/tahun n. Kali mantan sebe esar 0. k get sebanyak k 143. Capaian C prod duktivitas palawija tahun n 2011 meningkat sebe esar 16% ji ika dibandin ngkan denga an capaian t tahun 2010 yang seba anyak 61.82 kw/ha dapat tere ealisasi seba anyak 112.9 94 kw/ha.15 kw/ha. dari d target sebanyak 401 ekor dapat terealisasi seb banyak 422 2 ekor. f) alat penetas telur sebany yak 2 unit.

PERMASALA AHAN DAN N SOLUSI 1) Pe ermasalahan a) Semakin sem mpitnya lahan n pertanian se ebagai akibat t alih fungsi l lahan. di area a RPH Cir royom.300 Kg 2. 45 5 Bandung. Kadila a Lestari Jaya a tertuang dalam Akta N Nomor:524. mem miliki nilai eko onomi IV-18 85 .102 2 ekor. buahan. ternak ke manusia) dari daerah c) Masih ditem mukannya pen nggunaan ba ahan kimia ya ang membah hayakan kese ehatan antara lain chlorine. Kadila K Lestari Jaya untuk p pembanguna an dan Bandung penataa an infrastrukt tur Rumah Po otong Hewan n (RPH) sesua ai dengan sta andar interna ational animal welfare. R RPH tersebut t akan nakan untuk pemotongan n ternak sapi impor. kinerja yang capaian kinerja lainn nya pada Urus san Pertanian n adalah pada tahun 2011 Pemerintah h Kota g melakukan n kerjasama dengan d PT. da an telur.900 1. fo ormalin. dari targe et sebanyak 20.500 Realis sasi melebihi Target t Targe et R Realisasi Re ealisasi melebihi Ta arget 2.184 Tah hun 2010 T Tahun 2011 c.7/ /4456Disperta apa tertangga al 17 Novemb ber 2011 den ngan nilai seb besar Rp727.493 3 ekor. dag 2) Solusi a) Kebijakan ya ang diambil dalam d rangka a mengantisip pasi alih fung gsi lahan pertanian adalah me engembangka an model pertanian perkotaan p m melalui pem milihan komoditas pertanian p yan ng memiliki produktivitas p tinggi. sehingga resiko masuknya m pen nyakit zoonos sa (penyakit yang menula ar dari d asal te ernak ke Kota a Bandung re elatif tinggi.06 66 1.619 eko or dapat tere ealisasi seba anyak 23. buahging. b) Dikarenakan n Kota Bandu ung merupaka an pusat pem masaran terna ak terbesar di Jawa Barat.512.402 2. jl.500 2. Selain pencapaian p t target-target g telah ditet tapkan dalam m RPJMD di i atas.100 2. susu.184 2 .33 % jika diband dingkan dengan capaian tahun 2010 0 yang seba anyak 21.b) Pop pulasi Domba. residu pestisida pada sayuran.5 529. Grafik IV. beras. Capaian populasi domba tahun 2011 meningkat sebe esar 11.33 Targe et dan Realisa asi Peningkata an Volume Pemasaran Prod duk Ha asil Pertanian Tanaman Pangan Tahun 20 010 dan 2011 2. Perja anjian hibah antara peme erintah dipergun Kota Ba andung dengan PT. Ar rjuna No.700 2.700 1.

Wisata & Budaya di Hongkong Pendukung Pariwisata.00 (95. b) Kegiatan Peningkatan Pemanfaatan Teknologi Informasi dalam Pemasaran Pariwisata.350. PROGRAM DAN KEGIATAN 1) Program Pengembangan Pemasaran Pariwisata Pelaksanaan program pengembangan pemasaran pariwisata mendapat alokasi anggaran sebesar Rp800. sehingga diharapkan keterbatasan lahan bukan menjadi kendala untuk usaha di bidang pertanian.805. 3. d) Kegiatan Pelaksanaan Promosi Pariwisata Nusantara di Dalam dan di Luar Negeri. capaian kinerja serta permasalahan dan solusinya dapat diuraikan sebagai berikut: a. Gambar IV.tinggi. b) Terlaksananya updating data dan informasi pemasaran pariwisata serta terlaksananya pelatihan pemanfaatan teknologi informasi bagi SDM aparatur. Adapun realisasi pelaksanaan program dan kegiatan. Program dan kegiatan pada Urusan Pariwisata tahun 2011 dilaksanakan oleh Disbudpar Kota Bandung.50%). URUSAN PARIWISATA Urusan Pariwisata pada tahun anggaran 2011 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp1.725.000.00 dengan realisasi sebesar Rp780. yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Analisa Pasar untuk Promosi dan Pemasaran Obyek Pariwisata.05%).000.000. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Tersusunnya buku laporan hasil kajian analisa pasar untuk promosi dan pemasaran obyek pariwisata.00 (97. c) Terlaksananya event-event kebudayaan dan pariwisata. d) Tersedianya bahan-bahan promosi pariwisata dan terlaksananya promosi pariwisata Kota Bandung kepada wisman dan wisnus. usaha pertanian lainnya yang dikembangkan adalah pengolahan hasil pertanian. c) Meningkatkan frekuensi pemeriksaan dan pengawasan mutu hasil pertanian dan hasil olahannya yang beredar serta meningkatkan pembinaan kepada pelaku usaha hasil pertanian. dan mempunyai peluang pasar yang terbuka serta dapat dikembangkan pada lahan sempit. b) Lebih mengintensifkan pemeriksaan lalu lintas ternak yang masuk ke Kota Bandung.886. Untuk meningkatkan nilai tambah.006.000.00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp1. IV-186 .900.22 Stand Kota Bandung pada Pameran c) Kegiatan Koordinasi dengan Sektor UKM.

00 (87.Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Meningkatnya efektivitas promosi dan pemasaran obyek pariwisata dalam rangka meningkatkan kunjungan wisatawan domestik dan wisatawan mancanegara. 3) Program Pengembangan Kemitraan Pelaksanaan program pengembangan kemitraan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp500. e) Tersusunnya draft revisi Perda No. 11 Tahun 2004. d) Meningkatnya efektivitas dan frekuensi promosi pariwisata Kota Bandung. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terlaksananya identifikasi dan pengembangan daya tarik wisata Kota Bandung.00 (99. Sosialisasi. yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Program Pengembangan Objek Pariwista Unggulan.238.85%). dan Penerapan Swera Pengawasan Standarisasi. b) Tersedianya informasi kepariwisataan dan meningkatnya kemampuan SDM aparatur dalam memanfaatkan teknologi informasi kepariwisataan.00 dengan realisasi sebesar Rp526. b) Kegiatan Pemantauan dan Evaluasi Pelaksanaan Program Pengembangan Destinasi Pemasaran Pariwisata. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah tersedianya data okupansi wisata dan data hasil penelatian dan hasil evaluasi sapta pesona usaha wisata. yang dilaksanakan melalui Kegiatan Pelaksanan Koordinasi Pengembangan Kemitraan Pariwisata.77%).000. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Terwujudnya Kota Bandung sebagai kota wisata. b) Terlaksananya pengawasan.000.000. c) Meningkatnya kemitraan dan kerjasama dalam pemasaran pariwisata. IV-187 . dan monitoring bidang objek wisata Kota Bandung. c) Tersedianya regulasi bidang kepariwisataan.00 dengan realisasi sebesar Rp499. c) Kegiatan Pengembangan.225.641. b) Tersusunnya inventarisasi dan dokumentasi bidang objek wisata Kota Bandung. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah tersusunnya buku data okupansi kunjungan wisatawan di Kota Bandung dan tersusunnya buku laporan hasil penilaian dan evaluasi pelaksanaan sapta pesona usaha kepariwisataan. 2) Program Pengembangan Destinasi Pariwisata Pelaksanaan program pengembangan destinasi pariwisata mendapat alokasi anggaran sebesar Rp600.000. pengendalian.400.

media elektronik. dari target sebanyak 3. 3) Pembinaan dan penyuluhan bersama Tim Pembinaan Usaha Hiburan (TPUH) terhadap pengelola usaha hiburan. dan Rumah Makan di Kota Bandung NO URAIAN 2010 2011 KETERANGAN 1 2 3 Jumlah Hotel Jumlah Kamar Jumlah Restoran dan Rumah Makan 272 12. C. Jumlah restoran mengalami peningkatan dari 2010 ke 2011.465. dari target sebanyak 189. Asosiasi Profesi. HIPHI.655. restoran waralaba. B.076. Restoran. 2) Jumlah Wisatawan Mancanegara. HPI. dan rumah makan tipe A. antara lain: 1) Promosi pariwisata melalui media cetak.027 jiwa dapat terealisasi sebanyak 4.010 jiwa.147 jiwa dapat terealisasi sebanyak 194. Kamar. dan keikutsertaan dalam pameran promosi wisata di dalam maupun di luar negeri.062 jiwa.072 jiwa.882. 2) Koordinasi dan kerjasama dengan mitra kepariwisataan untuk meningkatkan daya dukung sarana wisata (PHRI. seperti yang terlihat pada tabel berikut.880 jiwa dapat terealisasi sebanyak 3. Tabel IV. Upaya tersebut secara tidak langsung berdampak terhadap peningkatan investasi sarana wisata. Jumlah kamar mengalami peningkatan dari 2010 ke 2011. CAPAIAN KINERJA Indikator Peningkatan Jumlah Wisatawan. talam gangsa. Sumber: Dinas Kebudayaan dan Pariwisata. KAI untuk kemudahan aksesibilitas darat dan udara ke Kota Bandung serta kreatifitas masyarakat Kota Bandung dalam berinovasi yang menjadi salah satu daya tarik wisata. leaflet/brosur. dari target sebanyak 3.b.039 461 306 14. website (bandungtourism. terdiri atas: 1) Jumlah Wisatawan Nusantara. INCA. Hal ini tidak terlepas dari upaya yang telah dilaksanakan.3 Rincian Jumlah Hotel. 2011 IV-188 . ASITA. dan lain sebagainya).com).724 512 Jumlah hotel bintang dan non bintang mengalami peningkatan dari 2010 ke 2011. terdiri atas talam salaka. 4) Daya dukung lain terhadap peningkatan jumlah wisatawan melalui koordinasi dan kerjasama dengan pengelola Bandara dan PT.

keseju ukan. capa aian kinerja s serta permasa alahan usinya dapat diuraikan seb bagai berikut: dan solu IV-18 89 . Rp1. ketertiba an.530. 2) Solusi a) Perlu adanya a upaya peningkatan pere encanaan pem mbangunan s secara integr ral dan terkoordinas si lintas insta ansi terkait se erta evaluasi yang bersifa at berkala ma aupun tahunan (for rmatif dan su umatif).00 (76.0 000 5.724 15.399.0 000 4 14. keind dahan. 201 11 c. dan kenangan da alam mewujudkan Kota Bandung se ebagai keramahtam Kota Tujuan Wisata. UR RUSAN PERINDUSTR RIAN Urusan Perindustrian n pada tahun anggaran 2011 menda apat alokasi anggaran se ebesar 8. R dan n Rumah Maka an ahun 2010 . mahan.00 0 dan dapat direalisasika an sebesar Rp1. PERMASALA AHAN DAN N SOLUSI 1) Pe ermasalahan a) Belum terint tegrasi secara a optimal komponen pen nunjang infrastruktur pariw wisata dalam hal keamanan n. R 000. kebersih han.0 000 12. Restoran.34 Rinc cian Jumlah Hotel. peningkatan kese ejahteraan masyarakat.53%). b) Meningkatkan komitme en Pemerinta ah Kota dan n seluruh st takeholders untuk n Bandung sebagai s Kota Tujuan Wisa ata dan dapa at menjadi an ndalan mewujudkan PAD. Kamar. tenaga kerja 4. b) Belum optim malnya komit tmen Pemerintah Kota dan seluruh s stakeholders untuk mewujudkan n Bandung se ebagai Kota Tujuan T Wisata.396.0 000 0 2010 20 011 2010 0 2011 1 2010 2 2011 Sumber: Dinas Kebudayaan dan d Pariwisata. m s serta peningkatan penye erapan a di Kota Bandung.000.2011 2 di Kota Bandung Ta JUMLAH HOTEL 310 300 290 280 270 260 250 3 06 JUMLAH KAMAR 20.828 Program m dan kegiata an pada Uru usan Perindus strian tahun 2011 dilaksa anakan oleh Dinas KUKM In ndag Kota Ba andung.03 9 JUM MLAH RESTO ORAN & RUMAH MAK KAN 520 500 480 460 440 420 461 512 272 10.Grafik IV. Adapun realisasi pela aksanaan pro ogram dan ke egiatan.

000. 2) Program Pengembangan Industri Kecil dan Menengah Pelaksanaan program pengembangan industri kecil dan menengah mendapat alokasi anggaran sebesar Rp450.00 dengan realisasi sebesar Rp425. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah meningkatnya wawasan pelaku usaha serta meningkatnya kualitas dan diversifikasi produk industri kecil. c) Meningkatnya pemahaman pelaku usaha industri kecil. c) Terlaksananya studi banding dan temu usaha industri kecil dengan Swasta/BUMN serta dengan pelaku usaha di Bali.530.000. yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Fasilitasi bagi Industri Kecil dan Menengah Terhadap Pemanfaatan Sumber Daya.000. 3) Program Peningkatan Kemampuan Teknologi Industri Pelaksanaan program peningkatan kemampuan teknologi industri mendapat alokasi anggaran sebesar Rp303.000.000. serta meningkatnya kerjasama pemasaran antar pelaku usaha Bali dengan pelaku usaha Kota Bandung.a. Menengah dengan Swasta. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terlaksananya desain kemasan dan sertifikasi halal produk mamin di Kota Bandung.00 IV-190 .000. Kecil. b) Terlaksananya bimtek peningkatan mutu produk IKM spare part Kota Bandung.000. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Meningkatnya dan meluasnya pemasaran produk IKM Kota Bandung. c) Kegiatan Fasilitasi Kerjasama Kemitraan Industri Mikro.095. b) Meningkatnya kualitas mutu produk IKM sparepart Kota Bandung. PROGRAM DAN KEGIATAN 1) Program Peningkatan Kapasitas Iptek Sistem Produksi Pelaksanaan program peningkatan kapasitas iptek sistem produksi mendapat alokasi anggaran sebesar Rp200.00 (94. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah terlaksananya bimtek dan pameran IK/TTG sebanyak 60 unit usaha industri kecil.00 dengan realisasi sebesar Rp260.000.00 dengan realisasi sebesar Rp199. b) Kegiatan Pembinaan Industri Kecil dan Menengah Dalam Memperkuat Jaringan Kluster Industri. yang dilaksanakan melalui Kegiatan Penguatan Kemampuan Industri Berbasis Teknologi.45%).55%).00 (99.257.015.

yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Penyusunan Database Potensi Industri Kreatif Kota Bandung. yang dilaksanakan melalui Kegiatan Pengembangan dan Pelayanan Teknologi Industri.000.000.400. IV-191 . Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah tersedianya sarana informasi sentra-sentra industri potensial Kota Bandung.000. b) Kegiatan Pengembangan Industri Kreatif Kota Bandung. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah meningkatnya kemampuan teknologi industri para pelaku usaha.00 (31.000. 6) Program Pengembangan Ekonomi Kreatif dan Teknopolis Pelaksanaan program pengembangan ekonomi kreatif dan teknopolis mendapat alokasi anggaran sebesar Rp525.000. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah terlaksananya sertifikasi profesi pada Sentra Binongjati dan Sentra Kaos Suci. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah terlaksananya pelatihan pelaku usaha mengenai teknologi industri sebanyak 120 pelaku usaha. 5) Program Pengembangan Sentra-Sentra Industri Potensial Pelaksanaan program pengembangan sentra-sentra industri potensial mendapat alokasi anggaran sebesar Rp125.000.74%).19%).00 (98.738.98%). yang dilaksanakan melalui Kegiatan Penyediaan Sarana Informasi yang Dapat Diakses Masyarakat.00 (99. c) Kegiatan Pembinaan Industri Kreatif Kota Bandung. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah meningkatnya kualitas SDM pelaku usaha dan jaminan berusaha. b) Terlaksananya diversifikasi produk industri kreatif Kota Bandung. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Tersusunnya software dan database potensi industri kreatif Kota Bandung. c) Terlaksananya bimtek industri kreatif Kota Bandung sebanyak 30 IKM.00 dengan realisasi sebesar Rp224.000.(85.000. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah meningkatkan kemudahan masyarakat untuk mengakses informasi sentra-sentra industri potensial.73%). 4) Program Penataan Struktur Industri Pelaksanaan program penataan struktur industri mendapat alokasi anggaran sebesar Rp225.891. yang dilaksanakan melalui Kegiatan Penyediaan Sarana maupun Prasarana Kluster Industri.00 dengan realisasi sebesar Rp167.000.00 dengan realisasi sebesar Rp122.

343 4.000 2.500 4.431 3.431 un nit usaha. meliputi: 1.500 2.500 0 5. Sentra Las Ketok 2) Indikator Ju umlah Unit Usaha.500 0 3. 4. Sentra Industri Boneka S Kiar racondong. Sentra Industri Rajut d Perdagangan Kaos dan Sablon Suc ci.2011 5. Sentra Industri Sparepart K Sukapura dan Keb bonjayanti. Sentra Industri Tas B Warung Muncang.7 710 Tahun 2010 2 Tahu un 2011 2 2008 2009 9 2010 2011 2 IV-19 92 .500 0 Realisasi melebihi Target Grafik IV. Sentra Industri dan T dan Tem mpe Cibuntu.000 0 Unit Usaha 4. 10. yaitu u melalui pe embinaan terhadap sentra dapat terealisasi sebanyak stri potensial serta peningkatan intensitas pembinaa an terhadap sentra sentra indus industri yang g sudah ada. 12.500 Tar rget Rea alisasi Jumlah Unit Usaha 5. UKM dan d Perindust trian Perdagangan Kota Bandun ng. CA APAIAN KINERJA 1) Indikator Perkembanga an Jumlah Sentra.710 unit usaha dapat terealisasi sebany yak 4. S dari target kumu ulatif sebany yak 12 s 12 sentra.2011 6. U dari target t kumula atif sebanyak k 3. Sentra Perdagan R Binongja ati. perkemb ters sebut adala ah meningk katnya b. Sentra Industri Boneka T Kebonlega a.431 4. 9. 5. 8.000 : Realisasi : Eksisting 4. Sentra Industri dan ngan Jeans Cihampelas. Keberhasilan K pencapaian target as dari diikut tsertakannya pelaku indus stri non form mal dalam kegiatan tidak terlepa yang dilaksa anakan oleh Dinas Kope erasi. Sentra Industri dan d Perdagangan Tekstil dan Produk Te ekstil Cigondewah.000 0 5. 7. 6. 343 Realisasi melebihi Target 4. Sentra Industri Keramik k dan Perbeng gkelan Parakan Saat. Grafi ik IV.500 3.000 0 2.Hasil (outcome) dari pelak ksanaan pro ogram bangan indus stri kreatif Ko ota Bandung.35 Targe et dan Realisa si Jumlah Unit Usaha Tahun 20 010 .665 4.000 4. 36 Perkem mbangan Jumla ah Unit Usaha a Tahun 2008 . Sentra Industri Tahu B Sukam mulya. d Perdagangan Sepatu Cibaduyut. 11.029 9 3 3.000 0 3.500 0 4. 3.695 3.000 3. C 2.

Meningkatkan penggunaan mesin peralatan produksi dengan cara menambah modal investasi untuk mesin-mesin yang diperlukan.849.00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp2. Mencari perluasan sumber bahan baku dan mencari alternatif lain pengganti bahan baku. Fasilitasi Industri Kecil dan Menengah (IKM) untuk meningkatkan investasi. Masih lemahnya pemasaran produk. Kesulitan dalam ketersediaan bahan baku industri.824. Mengikutsertakan pelatihan SDM industri. g) Kurangnya investasi industri. Masih kurangnya pemahaman para pelaku usaha mengenai pentingnya memiliki legalitas usaha.27%). URUSAN PERDAGANGAN Urusan Perdagangan pada tahun anggaran 2011 mendapat alokasi anggaran sebesar Rp3.c. Program dan kegiatan pada Urusan Perdagangan tahun 2011 dilaksanakan oleh Dinas KUKM Indag Kota Bandung. Melaksanakan sosialisasi dan penyuluhan tentang pentingnya memiliki legalitas usaha. capaian kinerja serta permasalahan dan solusinya dapat diuraikan sebagai berikut: IV-193 . PERMASALAHAN DAN SOLUSI 1) Permasalahan Masih terbatasnya kemampuan keahlian para pengelola sentra industri. Adapun realisasi pelaksanaan program dan kegiatan.353. a) b) c) d) e) f) 2) Solusi a) b) c) d) e) f) g) h) Melaksanakan pelatihan dan bimbingan teknis tentang achievement motivation training (AMT).00 (90.129. h) Masih terbatasnya kemampuan tenaga kerja industri.288. Terbatasnya mesin industri. Pembangunan Unit Pelayanan Promosi (UPP) dan Unit Pelayanan Teknik (UPT) bagi sentra industri.706. 5. Perluasan pasar baik pasar dalam negeri ataupun luar negeri. Masih kurangnya sarana dan prasarana sentra industri.

f) Kegiatan Belanja Operasional Pasar Murah (KEPOKMAS) untuk Pelaksanaan Assesment (Banprov) tidak terealisasi karena terbitnya Surat Kepala Dinas Perindag Provinsi Jabar No. c) Tersedianya data hasil monitoring harga bahan pokok.26%).00 dengan realisasi sebesar Rp1.206.183. g) Kegiatan Belanja Operasional Pasar Murah (KEPOKMAS) untuk Penetapan Hasil Akhir (Banprov) tidak terealisasi karena terbitnya Surat Kepala Dinas Perindag Provinsi Jabar No. d) Terkumpulnya informasi mengenai barang kena cukai yang tidak dilekati pita cukai dan yang dilekati cukai palsu. 188. b) Kegiatan Operasionalisasi dan Pengembangan UPT Kemetrologian Daerah. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terlaksananya pengawasan peredaran barang yang wajib SNI dan produk elektronik wajib memiliki buku manual garansi berbahasa Indonesia yang terdaftar selama 12 bulan dan terlaksananya sosialisasi kepada pelaku usaha dan masyarakat umum sebanyak 50 orang. yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Peningkatan Pengawasan Peredaran Barang dan Jasa.706. e) Tersusunnya laporan monitoring dan pelaporan pelaksanaan OPM Kepokmas sebanyak 20 laporan. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Meningkatnya kualitas barang yang wajib SNI dan wajib memiliki buku manual garansi berbahasa Indonesia yang terdaftar dan meningkatnya pemahaman pelaku usaha dan masyarakat mengenai UPPK dan label barang/produk yang wajib berbahasa Indonesia. d) Tersusunnya laporan pengawasan barang kena cukai ilegal sebanyak 20 laporan.3/7610/Peg. c) Kegiatan Informasi Harga dan Aspek Non Harga Pasar Kota Bandung. f) Kegiatan Belanja Operasional Pasar Murah (KEPOKMAS) untuk Pelaksanaan Assesment (Banprov).3/7610/Peg. c) Tersusunnya laporan hasil monitoring harga bahan pokok selama 12 bulan. 188. d) Kegiatan Pemberantasan Barang Kena Cukai Ilegal. g) Kegiatan Belanja Operasional Pasar Murah (KEPOKMAS) untuk Penetapan Hasil Akhir (Banprov). e) Kegiatan Operasional Pelaksanaan OPM dan Pelaporan.Um tanggal 15 Agustus 2011 perihal tidak boleh adanya pencairan untuk kegiatan tersebut karena untuk assessment dan penetapan hasil akhir dilaksanakan oleh Provinsi. b) Tersedianya timbangan untuk pos ukur ulang sebanyak 1 unit.00 (91.a.484. b) Meningkatnya tertib ukur dan perlindungan konsumen.Um tanggal 15 Agustus 2011 perihal tidak boleh adanya pencairan untuk kegiatan tersebut karena untuk assessment dan penetapan hasil akhir dilaksanakan oleh Provinsi. IV-194 . PROGRAM DAN KEGIATAN 1) Program Perlindungan Konsumen dan Pengamanan Perdagangan Pelaksanaan program perlindungan konsumen dan pengamanan perdagangan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp1. e) Tersedianya laporan monitoring dan pelaporan pelaksanaan OPM Kepokmas.296.863.

000. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Meningkatnya peluang pasar eksport produk dari Kota Bandung.05%). (2) Tersusunnya Keputusan Walikota Bandung tentang Badan Pengawas Peredaran Minuman Beralkohol di Kota Bandung.490.00 (87. b) (1) Terlaksananya pengembangan pasar dan distribusi barang / produk sebanyak 50 perusahaan.000. dll. c) Tersedianya informasi potensi industri dan perdagangan di Kota Bandung.00 dengan realisasi sebesar Rp367. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) (1) Tersusunnya Peraturan Walikota Bandung dan Keputusan Walikota Bandung berkenaan dengan Perda Nomor 11 Tahun 2010 tanggal 31 Desember 2010 tentang Pelarangan. yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Penyempurnaan Perangkat Peraturan Kebijakan dan Pelaksanaan Operasional. b) Terlaksananya temu usaha dan sosialisasi kebijakan penyederhanaan prosedur dan dokumen ekspor impor. Pengawasan dan Pengendalian Minuman Beralkohol sebanyak 1 Perwal. b) Meningkatnya pemahaman pelaku usaha terhadap kebijakan penyederhanaan prosedur dan dokumen ekspor impor.088. c) Tersusunnya data potensi unggulan dan produk ekspor Kota Bandung.582.00 (96. c) Terlaksananya promosi produk unggulan dan komoditi Kota Bandung sebanyak 2 kali pameran (Pameran Inacraft 2011 dan Pameran Intract 2011 di Jakarta). (2) Terlaksananya pendataan toko modern sebanyak 511 toko. yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Pengembangan Informasi Peluang Pasar Perdagangan Luar Negeri.000. c) Kegiatan Pengembangan Data Base Informasi Potensi Unggulan.144. f) Kegiatan Kajian Dampak Keberadaan Pasar Modern Terhadap Eksistensi Pasar Tradisional Kota Bandung (Banprov). media elektronik. IV-195 .00 dengan realisasi sebesar Rp1.250.000. Perwal dan Kepwal kepada pelaku usaha dan masyarakat melalui media cetak. 3) Program Peningkatan Efisiensi Perdagangan Dalam Negeri Pelaksanaan program peningkatan efisiensi perdagangan dalam negeri mendapat alokasi anggaran sebesar Rp1. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terlaksananya promosi dagang luar negeri. c) Kegiatan Pembangunan Promosi Perdagangan Dalam Negeri. d) Kegiatan Peningkatan Kewirausahaan Perdagangan Non Formal.21%).2) Program Peningkatan dan Pengembangan Eksport Pelaksanaan program peningkatan dan pengembangan eksport mendapat alokasi anggaran sebesar Rp382.979. b) Kegiatan Pengembangan Pasar dan Distribusi Barang/Produk. b) Kegiatan Sosialisasi Kebijakan Penyederhanaan Prosedur dan Dokumen Ekspor Impor. e) Kegiatan Sosialisasi Ketentuan di Bidang Cukai. (3) Terlaksananya sosialisasi Perda.

serta Badan Pengawas Peredaran Minuman Beralkohol di Kota Bandung.940. c) Meningkatnya segmen pasar didalam Kota Bandung.23 Kunjungan Walikota Bandung ke Pasar Modern Batununggal IV-196 .241. d) Meningkatnya pemahaman kewirausahaan para pelaku usaha dibidang perdagangan barang dan jasa non formal. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah terlaksananya pembinaan manajemen organisasi Pedagang Kaki Lima (PKL) sebanyak 135 orang.000. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah meningkatnya pemahaman PKL tentang manajemen organisasi.000. 4) Program Pembinaan Pedagang Kaki Lima dan Asongan Pelaksanaan program pembinaan pedagang kaki lima dan asongan mendapat alokasi anggaran sebesar Rp200.00).00 (92. b.316. f) Tersusunnya kajian dampak keberdaan pasar modern terhadap eksistensi pasar tradisional Kota Bandung sebanyak 1 laporan. b) Meningkatnya perkembangan pasar dan distribusi barang/produk. (2) Terlaksananya pengembangan permodalan pedagang non formal sebanyak 180 orang. e) Meningkatnya pemahaman pelaku usaha dan masyarakat tentang ketentuan dibidang cukai tembakau.500. e) Terlaksananya sosialisasi ketentuan dibidang cukai sebanyak 6 kecamatan.62%). (4) Terlaksananya peningkatan potensi pedagang non formal melalui kunjungan lapangan sebanyak 180 orang. yang dilaksanakan melalui Kegiatan Pembinaan Organisasi Pedagang Kaki Lima dan Asongan.705 atau Rp5. f) Tersedianya kajian sebagai bahan penyusunan kebijakan mengenai keberadaan pasar modern dan eksistensinya pada tradisional di Kota Bandung.590.00 dengan realisasi sebesar Rp185. Tingginya realisasi ekspor Kota Bandung ditunjang dengan membaiknya kualitas produk ekspor Kota Bandung dan sistem pelayanan ekspor Kota Bandung yang telah terintegrasi secara Gambar IV.882.00 (asumsi US$1 = Rp9.d) (1) Terlaksananya bimtek kewirausahaan pedagang non formal sebanyak 180 orang. dari target sebesar Rp750 miliar dapat terealisasi sebesar US$653. (3) Terlaksananya bimtek kewirausahaan anggota PKK sebanyak 180 orang. Regional dan Nasional. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Tersedianya regulasi dan meningkatnya pemahaman pelaku usaha dan masyarakat tentang Tatacara Pendirian.350.000. Perpanjangan & Registrasi Izin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol (ITPMB). CAPAIAN KINERJA 1) Indikator Nilai Ekspor.

ketahanan ekspor nasional tetap kuat karena ketergantungan pada Eropa dan Amerika berkurang. pada tahun 2012 direncanakan revitalisasi sebanyak 6 pasar. Secara keseluruhan. sehingga berimplikasi pada ketidakmampuan para pedagang untuk membeli lapak/ruang dagang. Kosambi. Pasar Bermartabat. Kemampuan mempertahankan volume ekspor didorong pula oleh terus membaiknya kondisi perekonomian di dalam negeri di samping perekonomian global. yang selama ini dalam pembangunan pasar tradisional masih sangat tergantung dari pihak pengembang (investor).online dengan Kementerian Perdagangan. Cihaurgeulis. dari target kumulatif sebesar 74. Buahbatu. Jepang dan India. dan Sarijadi. sehingga meminimalkan perlambatan ekonomi global. Ketahanan ekonomi Indonesia didukung struktur perekonomian yang ditopang permintaan domistik yang tinggi. 2) Indikator Meningkatnya Status Jumlah PKL Menjadi Pedagang Non Formal. yaitu Pasar Kiaracondong. IV-197 . Rumusan indikator yang dimaksud adalah meningkatnya jumlah pedagang non formal yang sudah dibina. Peran negara-negara emerging market tersebut sangat penting dalam menopang geliat ekonomi di tengah belum tuntasnya krisis Eropa dan Amerika Serikat.334 dapat terealisasi sebesar 75. Pada tahun 2012. terutama konsumsi rumah tangga. Disektor perdagangan. Langkah ini merupakan terobosan dan inovasi baru dari Pemerintah Kota Bandung. secara kumulatif dapat terealisasi sebanyak 28 pasar (realisasi tahun 2011 sebanyak 2 pasar. Dampak krisis ekonomi global memang berpengaruh. yaitu Pasar Gedebage dan Banceuy). Sederhana. target kumulatif dari tahun 2009 sampai dengan tahun 2011 sebanyak 36 pasar (target tahun 2011 sebanyak 3 pasar). Sedangkan Revitalisasi Pasar Sarijadi belum dapat dilaksanakan karena belum selesainya Izin Kawasan Bandung Utara dari Pemerintah Provinsi jawa Barat. Sejumlah negara saat ini menilai Indonesia memiliki stabilitas pada sektor ekonomi makro dan memiliki kejelasan dalam berbagai kebijakan sehingga mampu mendorong pertumbuhan sektor riil. setelah dinyatakan lolos dari persyaratan yang ditentukan oleh PD. 3 milyar. Pada tahun 2011 dilaksanakan pembinaan dan bimbingan teknis kepada para pedagang non formal sebanyak 120 pedagang non formal. namun saat ini ekspor Kota Bandung semakin banyak untuk tujuan Asia (sekitar 17%) seperti China. Ruang dagang pasar tradisional ini akan diberikan secara gratis kepada para pedagang lama/eksisting yang ada dan masyarakat/penduduk sekitar yang berminat untuk melakukan kegiatan usaha perdagangan di Pasar Sarijadi. meskipun belum pulih secara utuh.924. Revitalisasi Pasar Tradisional Sarijadi direncanakan menggunakan dana APBD Kota Bandung melalui Bantuan Walikota untuk Pasar (Bawaku Pasar) sebesar kurang lebih Rp. 3) Indikator Jumlah Pasar yang Direvitalisasi.

006. dan d bimtek.9 900.000 76 6. aksanaan pro ogram dan ke egiatan. pe enyuluhan.794 Realisasi melebihi et Targe Target 75.924 T Tahun 2010 Tahun 2011 c. PERMASALA AHAN DAN N SOLUSI 1) Pe ermasalahan a) Terbatasnya permintaan n barang eks spor dan na aiknya harga a komoditi ekspor e mpak dari krisis global ya ang terjadi di Eropa dan berpengaruh h pada sebagai dam permintaan pasar interna asional.804 Realisasi Realisasi hi melebih Target 74 .00 (62. b) Masih lemahnya penget tahuan para pedagang non n formal te erhadap pera aturan m usaha kecil mikro.000. Rp417.31%).000 Unit 4. n serta diperlu ukan peningk katan SDM eksportir e dala am memotiva asi pengembangan usaha untuk k meningkatk kan kualitas dan d kuantitas komoditi eks spor.2 Program m dan kegiat tan pada Ur rusan Ketransmigrasian tahun t 2011 dilaksanakan n oleh Disnaker Kota Bandu ung. UR RUSAN KETRANSMIG GRASIAN Urusan Ketransmigra asian pada tahun anggara an 2011 mendapat alokasi anggaran se ebesar 255.000 70 0.000 74 72 . 2) Solusi a) Fasilitasi eksportir e Ko ota Bandun ng dalam mengembangkan kom moditi. memperluas s/diversifikasi tujuan nega ara ekspor melalui m pamer ran ke luar negeri.00 dan dapat direalisasika an sebesar Rp260.000 68 8.000 78 8. b) Meningkatkan intensitas sosialisasi.Grafik IV.334 75.000 70 0. 6. capa aian kinerja s serta permasa alahan Adapun realisasi pela usinya dapat diuraikan seb bagai berikut: dan solu IV-19 98 .37 Meningkat tnya Jumlah Pedagang P Non n Formal yang Sudah S Dibina Tahun T 2010-2 2011 80 0.

20% dapat terealisasi sebesar 10. PROGRAM DAN KEGIATAN 1) Program Pengembangan Wilayah Transmigrasi Pelaksanaan program pengembangan wilayah transmigrasi mendapat alokasi anggaran sebesar Rp342. dan terinventarisasinya calon transmigran (rekruitment transmigran).375. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah terlaksananya sosialisasi/penyuluhan tentang transmigrasi ke masyarakat sebanyak 90 orang.000.000.00 (65. terselenggaranya kegiatan informasi pasar kerja melalui Bursa Kerja Online.000. meningkatnya kompetensi pencari kerja. dimana pada periode tahun 2006-2009 menggunakan basis data hasil sensus penduduk tahun 2000. meningkatnya kualitas SDM Pengantar Kerja.a. Sumsel. bertambahnya jumlah LPK.00 dengan realisasi sebesar Rp37.000. yang dilaksanakan melalui: a) Kegiatan Peningkatan Kerjasama Antar Wilayah. Kaltim. serta meningkatnya kondusifitas iklim ketenagakerjaan di Kota Bandung. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah meningkatnya pemahaman masyarakat tentang transmigrasi. Faktor pendukung keberhasilan pencapaian target adalah meningkatnya kegiatan pelatihan kerja. Antar Pelaku dan Antar Sektor dalam Rangka Pengembangan Kawasan Transmigrasi. Keluaran (output) dari pelaksanaan kegiatan tersebut adalah: a) Terlaksananya penjajaga /koordinasi ke lokasi transmigrasi sebanyak 4 lokasi (Kalsel. dan Jambi).83%).34%. b) Terlaksananya pemberangkatan transmigran ke lokasi transmigrasi sebanyak 10 KK (36 Jiwa) ke Gorontalo.631. sedangkan data tahun 2010/2011 menggunakan basis data sensus penduduk tahun 2010 (sumber: BPS Kota Bandung. dari target sebesar 15. b) Kegiatan Pengerahan dan Fasilitasi Perpindahan serta Penempatan Transmigrasi untuk Memenuhi Kebutuhan SDM.255.05%). b. Hasil (outcome) dari pelaksanaan program tersebut adalah: a) Tersedianya lokasi bagi Transmigran. meningkatnya kegiatan bursa kerja.900. 2011).00 dengan realisasi sebesar Rp222.00 (49. disampaikan bahwa berdasarkan data statistik terdapat perbedaan penggunaan basis data. b) Terwujudnya Peningkatan Kesejahteraan Transmigran. CAPAIAN KINERJA Indikator Menurunnya Tingkat Pengangguran Terbuka. Di samping hal tersebut. yang dilaksanakan melalui Kegiatan Penyuluhan Transmigrasi Regional. 2) Program Transmigrasi Regional Pelaksanaan program transmigrasi regional mendapat alokasi anggaran sebesar Rp75. IV-199 .

terkendala kuota dan juga kesiapan para calon transmigrannya. 3) Terlaksananya sosialisasi/penyuluhan tentang transmigrasi ke masyarakat sebanyak 90 orang. b) Adanya perbedaan persepsi atau prosedural penyusunan Memorandum of Understanding (MoU)/Kesepakatan antara Pemerintah Daerah Lokasi Transmigrasi dengan Pemerintah Kota Bandung. dan kemampuan negoisasi dengan pemerintah daerah lokasi transmigran yang didukung dengan kemudahan prosedural dalam penyusunan MoU (Kesepakatan) transmigrasi. juga perlu meningkatkan kualitas dan kuantitas SDM. 2) Solusi Animo transmigrasi penduduk Kota Bandung Tahun 2011 adalah 115 KK. Kalimantan Timur. berdampak pada terlambatnya pengambilan keputusan untuk melakukan kerjasama. dengan wujud volume penandatanganan MoU Lokasi Transmigrasi dengan Pemerintah Kota Bandung meningkat. a) IV-200 . maka untuk tahun selanjutnya perlu adanya koordinasi yang intensif dengan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi agar mendapat kuota sesuai dengan animo masyarakat. PERMASALAHAN DAN SOLUSI 1) Permasalahan a) Kuota penempatan transmigran ditentukan Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi dan Dinas Tenaga Kerja Provinsi Jawa Barat. sehingga lokasi transmigrasi dialihkan ke Pemerintah Daerah lain yang lebih cepat menyiapkan MoU. Sumatera Selatan. 2) Terlaksananya pemberangkatan transmigran sebanyak 10 KK (36 jiwa) ke lokasi transmigrasi di Provinsi Gorontalo. yaitu di Provinsi Kalimantan Selatan. yaitu: 1) Terlaksananya penjajagan/koordinasi ke lokasi transmigrasi sebanyak 4 lokasi transmigrasi. c. Oleh karena itu diupayakan intensifitas koordinasi internal antara SKPD terkait untuk mencapai kesepakatan. untuk Kota Bandung tahun 2011 dari rencana 25 KK hanya 10 KK sehingga realisasi penempatan transmigran hanya 40%. sehingga kegiatan Urusan Ketransmigrasian dapat berjalan sesuai dengan yang direncanakan. capaian kinerja lainnya pada Urusan Ketransmigrasian didasarkan atas program dan kegiatan yang dilaksanakan. yang berdampak pada bertambahnya kuota dan penempatan transmigran. kesepahaman prosedur penyusunan MoU.Selain pencapaian target kinerja yang telah ditetapkan dalam RPJMD tersebut. b) Keberhasilan mendapatkan lokasi transmigrasi sangat tergantung pada kecepatan mengakses. serta meningkatnya volume kegiatan penjajagan. dan Jambi.

Cerdas. Pelaksanaan program dan kegiatan tersebut akan merefleksikan Pencapaian Kinerja Misi Pembangunan. Berakhlak. Capaian kinerja misi Mengembangkan Sumber Daya Manusia yang Sehat. PROFESIONAL. Cerdas. PENCAPAIAN KINERJA REFORMASI BIROKRASI MISI.79 √ 201 . Profesional. Profesional. BERAKHLAK.25 79. serta Reformasi Birokrasi Kota Bandung tahun 2011. MENGEMBANGKAN SUMBER DAYA MANUSIA YANG SEHAT.077.75 73.492.73 73.163. Anggaran misi pertama ini pada tahun 2011 mengalami peningkatan sebesar 77.374. PENCAPAIAN KINERJA MISI a. Cerdas. C. Berakhlak. 1.285.482.15 Realisasi tahun 2011 meningkat bila dibandingkan dengan realisasi tahun 2010 2 Indeks Kesehatan Poin 81.705. Tabel IV.39%.879.4 Pencapaian Kinerja Misi Mengembangkan Sumber Daya Manusia yang Sehat. dan Berdaya Saing Tahun 2011 No Indikator Capaian Satuan Realisasi 2010 Target 2011 Realisasi 2011 T S T T M T T T Keterangan 1 IPM Poin 78. AGENDA PRIORITAS. DAN BERDAYA SAING Pada tahun 2011 alokasi anggaran untuk Misi pembangunan “Mengembangkan Sumber Daya Manusia yang Sehat. dan Berdaya Saing secara terperinci diuraikan pada tabel berikut.83% jika dibandingkan dengan anggaran pada tahun 2010 sebesar Rp216.99 Target tidak ditetap kan per tahun 81.812. DAN Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah Kota Bandung Tahun 2009 .00.00 atau mencapai 89. Profesional.2013 dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah Tahun 2011 telah mengamanatkan kepada Pemerintah Kota Bandung untuk melaksanakan program dan kegiatan yang terbagi pada penyelenggaraan Urusan Wajib dan Urusan Pilihan. dan Berdaya Saing” sebesar Rp385. CERDAS.00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp344.22 81.32 √ Realisasi tahun 2011 meningkat bila dibandingkan dengan realisasi tahun 2010 Realisasi tahun 2011 meningkat bila dibandingkan dengan realisasi tahun 2010 3 Usia Harapan Hidup Tahun 73. 7 (tujuh) Agenda Prioritas. Berakhlak.

kelainan syaraf = 2 orang. emboli air ketuban = 1 orang. asfiksia =68 orang. hipertensi = 6 orang. sepsis =5 orang. Penyebab kematian bayi : diare = 13 orang. lain-lain 74 orang. 5 Jumlah Kematian Ibu Melahirkan Orang/ tahun 40 Target tidak ditetap kan per tahun 20 Data kematian ibu melahirkan berdasarkan hasil autopsy verbal (pelacakan kematian) yang dilaporkan ke Dinas Kesehatan adalah sebanyak 20 orang. kelainan congenital = 5 orang. dengan rincian sebagai berikut : penyebab kematian perdarahan = 4 orang.No Indikator Capaian Satuan Realisasi 2010 Target 2011 Realisasi 2011 T S T T M T T T Keterangan 4 Angka Kematian Bayi Jumlah bayi 34/1000 kelahiran hidup Target tidak ditetap kan per tahun Data AKB tidak tersedia. bayi 29 hari-11 bulan = 48 orang) Penyebab kematian neonatal : BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) = 35 orang. kelainan saluran cerna = 1 orang. lainlain = 28 orang. lain-lain= 9 orang √ Seluruh Puskesmas telah melaksanakan SPM kesehatan 6 Fasilitas Kesehatan memenuhi SPM Kesehatan Jumlah Puskesm as 73 39 73 202 . pneumonia = 4 orang. didekati oleh Jumlah Kematian Bayi berdasarkan hasil autopsy verbal (pelacakan kematian) yang dilaporkan ke Dinas Kesehatan sebagai berikut : Jumlah kematian bayi : 235 orang (neonatal umur 0-28 hari = 187.

34 10.16 116.16 √ % 100 100 100 √ APK 100% khusus Kota Bandung √ APK 100% khusus Kota Bandung 12 Angka Partisipasi Kasar (APK) SMA/ sederajat Angka Partisipasi Murni (APM) SD/ sederajat % 98.No Indikator Capaian Satuan Realisasi 2010 Target 2011 Realisasi 2011 T S T T M T T T Keterangan 7 Indeks Pendidikan Poin 90.70 √ 10 % 131.05 131.55 √ Realisasi tahun 2011 meningkat bila dibandingkan dengan realisasi tahun 2010 Realisasi tahun 2011 meningkat bila dibandingkan dengan realisasi tahun 2010 APK diatas 100% termasuk didalamnya siswa dari luar Kota Bandung 9 Tahun 10.09 Target tidak ditetap kan per tahun 100 90.84 100 98.05 131.13 123.14 Realisasi tahun 2011 meningkat bila dibandingkan dengan realisasi tahun 2010 8 Angka Melek Huruf (AMH) Angka ratarata lama sekolah (RLS) Angka Partisipasi Kasar (APK) SD/ sederajat % 99.05 √ % 100 100 100 √ APK 100% khusus Kota Bandung APK diatas 100% termasuk didalamnya siswa dari luar Kota Bandung 11 Angka Partisipasi Kasar (APK) SMP/ sederajat % 116.54 99.88% 13 % 123.13 123.13 √ APM diatas 100% termasuk didalamnya siswa dari luar Kota Bandung % 100 100 100 √ APM 100% khusus Kota Bandung APM diatas 100% termasuk didalamnya siswa dari luar Kota Bandung 14 Angka Partisipasi Murni (APM) SMP/ sederajat % 100 100 100 √ % 100 100 100 √ APM 100% khusus Kota Bandung 203 .16 116.68 11.

66 Target 2011 67.592.373.03 Realisasi 2011 65. Anggaran misi kedua ini pada tahun 2011 mengalami peningkatan sebesar 66.067.58 √ 204 . TMT : Tercapai Melebihi Target.00.46 8. MISI MENGEMBANGKAN PEREKONOMIAN KOTA YANG BERDAYA SAING DALAM MENUNJANG PENCIPTAAN LAPANGAN KERJA DAN PELAYANAN PUBLIK SERTA MENINGKATKAN PERANAN SWASTA DALAM PEMBANGUNAN EKONOMI KOTA Pada tahun 2011 Misi pembangunan ”Mengembangkan Perekonomian Kota yang Berdaya Saing dalam Menunjang Penciptaan Lapangan Kerja dan Pelayanan Publik serta Meningkatkan Peranan Swasta dalam Pembangunan Ekonomi Kota” memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp29.920.98 T S T T M T T T √ Keterangan 1 Realisasi tahun 2011 meningkat bila dibandingkan dengan realisasi tahun 2010 Realisasi tahun 2011 meningkat bila dibandingkan dengan realisasi tahun 2010 2 Laju Pertumbuhan Ekonomi % 8.551. Capaian kinerja misi Mengembangkan Perekonomian Kota yang Berdaya Saing dalam Menunjang Penciptaan Lapangan Kerja dan Pelayanan Publik serta Meningkatkan Peranan Swasta dalam Pembangunan Ekonomi Kota lebih jelasnya dapat dilihat pada tabel berikut.00 atau mencapai 92.79% √ Realisasi tahun 2011 meningkat bila dibandingkan dengan realisasi tahun 2010 Keterangan: TST : Tercapai Sesuai Target.956.No Indikator Capaian Satuan Realisasi 2010 Target 2011 Realisasi 2011 T S T T M T T T Keterangan 15 Angka Partisipasi Murni (APM) SMA/ sederajat % 83.687.202.16 85.30%.00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp27.63% jika dibandingkan dengan anggaran pada tahun 2010 sebesar Rp17. TT : Tidak Tercapai b.5 Pencapaian Kinerja Misi Mengembangkan Perekonomian Kota yang Berdaya Saing dalam Menunjang Penciptaan Lapangan Kerja dan Pelayanan Publik serta Meningkatkan Peranan Swasta dalam Pembangunan Ekonomi Kota Tahun 2011 No Indikator Capaian Indeks Daya Beli Satuan Realisasi 2010 65. Tabel IV.92 8.39 96.472.

yaitu ukuran kemerataan pendapatan yang dihitung berdasarkan kelas pendapatan. dilakukan pendekatan dengan Gini Ratio.024.3 6 Jumlah Wisatawan Jiwa 3.010 √ 205 .75 T S T T M T T T Keterangan 3 % Realisasi tahun 2011 menurun bila dibandingkan dengan realisasi tahun 2010 4 Pemerataan Pendapatan versi Bank Dunia 15% (kategori sedang) % Data tidak tersedia.19 5 PDRB Perkapita ADHK Juta Rupiah 13.3 14.28. 0.28 Gini rasio Kota Bandung tahun 2011 sebesar 0. √ Realisasi tahun 2011 meningkat bila dibandingkan dengan realisasi tahun 2010 √ Realisasi tahun 2011 meningkat bila dibandingkan dengan realisasi tahun 2010 Realisasi tahun 2011 meningkat bila dibandingkan dengan realisasi tahun 2010 Gini Ratio 0.No Indikator Capaian Tingkat Inflasi Satuan Realisasi 2010 4.205. Nilai Gini Rasio terletak antara 0 yang mencerminkan kemerataan sempurna dan 1 yang menggambarkan ketidak merataan sempurna.4 14.027 4. ini berarti bahwa Kota Bandung termasuk wilayah yang memiliki ketimpangan pendapatan yang rendah.076.465.269 3.53 Target 2011 Penurunan Tingkat Inflasi umum satu digit (Target tidak ditetapkan per tahun) Target tidak ditetapkan per tahun Realisasi 2011 2.880 3.655.666 3.072 Nusantara Jiwa 3.882.

462. 206 . Kreatif.197.466.20 10.902 8 Penganggur an Terbuka % 13.206.59 √ Keterangan: TST : Tercapai Sesuai Target.75 15. Anggaran misi ketiga ini pada tahun 2011 mengalami penurunan sebesar 25. Aman. Capaian kinerja misi Meningkatkan Kesejahteraan Sosial dan Mengembangkan Budaya Kota yang Tertib.00 atau mencapai 89.041. Berprestasi dalam Menunjang Kota Jasa Bermartabat secara terperinci dapat dilihat pada tabel berikut.299.03 5.4 13.00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp24.603 Target 2011 189.201.No Indikator Capaian Mancanegara Satuan Realisasi 2010 180.046.77% jika dibandingkan dengan anggaran pada tahun 2010 sebesar Rp36.34 √ Realisasi tahun 2011 menurun bila dibandingkan dengan realisasi tahun 2010 Realisasi tahun 2011 meningkat bila dibandingkan dengan realisasi tahun 2010 9 Nilai investasi berskala nasional meningkat 20% Triliyun Rupiah 4. BERPRESTASI DALAM MENUNJANG KOTA JASA BERMARTABAT Pada tahun 2011 Misi pembangunan “Meningkatkan Kesejahteraan Sosial dan Mengembangkan Budaya Kota yang Tertib.451. Berprestasi dalam Menunjang Kota Jasa Bermartabat” memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp27.34 Target tidak ditetapkan per tahun 97. KREATIF. AMAN.00. TMT : Tercapai Melebihi Target.062 T S T T M T √ T T Keterangan Jiwa Realisasi tahun 2011 meningkat bila dibandingkan dengan realisasi tahun 2010 Realisasi tahun 2011 meningkat bila dibandingkan dengan realisasi tahun 2010 7 PDRB Harga Berlaku Juta Rupiah 82. Kreatif.84%. Aman.640.434. TT : Tidak Tercapai c.147 Realisasi 2011 194. MISI MENINGKATKAN KESEJAHTERAAN SOSIAL DAN MENGEMBANGKAN BUDAYA KOTA YANG TERTIB.

d. Kreatif. Berprestasi dalam Menunjang Kota Jasa Bermartabat Tahun 2011 No Indikator Capaian Misi Terwujudnya Kesejahteraan Masyarakat Program Satuan Realisasi 2010 Target 2011 Realisasi 2011 T S T T M T T T Keterangan 1 Persentase peningkatan peran kelembagaan dalam pembangunan kesejahteraan sosial % 60 70 90 √ Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi. 2011 sebanyak 135 Orsos dengan rincian APBD Kota 120 Orsos APBD Provinsi 15 Orsos Misi Meningkatnya kesadaran masyarakat dan komunitas seni budaya dalam rangka pelestarian seni budaya secara profesional dan berkesinambung an Program 2 Meningkatnya upaya pelestarian dan aktualisasi adat budaya daerah % 40 60 60 √ Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi. Realisasi penanganan 2009 s.6 Pencapaian Kinerja Misi Meningkatkan Kesejahteraan Sosial dan Mengembangkan Budaya Kota yang Tertib. Aman. Dari 150 Orsos (Target akumulasi). 207 . Peningkatan peran kelembagaan kesejahteraan sosial dilakukan dengan pembimbingan dan pelatihan pada organisasi sosial (orsos).Tabel IV.

208 .Pada tahun 2011 telah dilakukan upaya peningkatan dan pelestarian pengembangan bahasa dan sastra daerah melalui Peringatan Hari Bahasa Ibu dan Kongres Bahasa Misi Terlaksananya rasa kepedulian dan kepekaan masyarakat terhadap lingkungan sosial maupun fisik Program 4 Jumlah partisipasi sosial dan potensi sumber kesejahteraan sosial Jml Organisa si Sosial 115 105 235 √ Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi. Misi Meningkatnya hubungan pemerintah dengan pelaku budaya dalam perlindungan dan pelestarian budaya Program 3 Peningkatan pelestarian dan pengembangan bahasa dan sastra daerah % 50 60 60 √ Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi.No Indikator Capaian Satuan Realisasi 2010 Target 2011 Realisasi 2011 T S T T M T T T Keterangan Peningkatan realisasi pada tahun 2011 dicapai melalui jumlah penyelenggaraan kegiatan pembinaan terhadap pelaku budaya.

653.00 atau mencapai 90.02%.859.644.914.467.00. MISI MENATA KOTA BANDUNG MENUJU METROPOLITAN TERPADU YANG BERWAWASAN LINGKUNGAN Pada tahun 2011 Misi pembangunan ”Menata Kota Bandung Menuju Metropolitan Terpadu yang Berwawasan Lingkungan” memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp412.00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp371.No Indikator Capaian Misi Memperluas akses informasi pembangunan melalui berbagai media Program Satuan Realisasi 2010 Target 2011 Realisasi 2011 T S T T M T T T Keterangan 5 Tingkat sosialisasi informasi pembangunan melalui media % 123 100 119 √ Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi.475. Anggaran misi keempat ini pada tahun 2011 mengalami penurunan sebesar 31.815. TT : Tidak Tercapai d. Kerjasama dengan media cetak/elektronik sehingga dapat melebihi target yang telah ditetapkan Keterangan: TST : Tercapai Sesuai Target.694. 209 .86% jika dibandingkan dengan anggaran pada tahun 2010 sebesar Rp605.833. Capaian kinerja misi Menata Kota Bandung Menuju Metropolitan Terpadu yang Berwawasan Lingkungan secara terperinci dapat dilihat pada tabel berikut. TMT : Tercapai Melebihi Target.

42 √ Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi. yang efektif menunjang fungsi hidroorologi sebesar 16% (dalam bentuk taman. hutan kota.Tabel IV. sempadan sungai. Perusahaan yang memenuhi baku mutu sebanyak 31 kegiatan dari 250 sumber pencemar. 2 Liter/detik 2.937 √ Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi.500 2.46 11. Realisasi tahun 2011 meningkat bila dibandingkan dengan realisasi tahun 2010 210 . Penambahan debit dari mata air dan optimalisasi IPA serta sumur bor.100 liter/detik.03 12.7 Pencapaian Kinerja Misi Menata Kota Bandung Menuju Metropolitan Terpadu yang Berwawasan Lingkungan Tahun 2011 No Indikator Capaian Misi 11% sungai dan anak sungai yang ada di Kota Bandung untuk parameter BOD dan COD telah memenuhi baku mutu Program Satuan Realisasi 2010 Target 2011 Realisasi 2011 T S T T M T T T Keterangan 1 Meningkatnya kualitas air sungai dan anak sungai melalui pengendalian limbah cair dari sumber pencemar yang memenuhi baku mutu Pengembangan sumber air baku dengan kapasitas produksi sebesar ± 5. Realisasi tahun 2011 meningkat bila dibandingkan dengan realisasi tahun 2010 3 Ruang Terbuka Hijau (RTH) Publik dan Privat. kawasan konservasi dan RTH lainnya) % 10. % 9.4 √ Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi.2 8 8.930 3.

dan 70% terbagi 30% ke TPA melalui pemanfaatan teknologi yang berwawasan lingkungan dan ekonomis dan 40% ke landfill) Program Satuan Realisasi 2010 Target 2011 Realisasi 2011 T S T T M T T T Keterangan 4 Pengelolaan sampah 3R % 8 12 12 √ Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi. pengurangan sampah melalui kegiatan daur ulang dan pengomposan di sumber baik oleh sektor informal maupun di tingkat masyarakat/RW/RT mencapai 5% 5 Pengelolaan sampah melalui pengangkutan ke TPA % 62 51 61 √ Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi 6 Pengelolaan sampah dengan teknologi ramah lingungan % 0 10 0 √ Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi 211 .No Indikator Capaian Misi 90% sampah dapat dikelola (20% 3R. Pengurangan sampah melalui kegiatan 3R baik di sumber maupun di TPS yang di laksanakan oleh masyarakat dan sektor informal serta yang dilaksanakan oleh PD Kebersihan di 5 lokasi TPS 3R mencapai 7%.

212 .91 12 5.019 Km2) dan 100% berkondisi baik. Indeks aksesibilitas minimum 5 km/km2 area (saat ini 4.11 √ Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi 10 Km 4.630 132. Pembangunan Jalan Baru (Dana APBD) m 95.5 √ Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi.865.25 km/km2) Program 9 Peningkatan pelayanan jalan sepanjang 222.712 m.No Indikator Capaian Misi Minimum 30% kawasan pusat primer Gedebage terbangun dan semua pusat WP berfungsi efektif Program Satuan Realisasi 2010 Target 2011 Realisasi 2011 T S T T M T T T Keterangan 7 Mewujudkan 30% kawasan pusat primer Gedebage % 12 18 12.712 178.833 √ Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi. Realisasi tahun 2011 meningkat bila dibandingkan dengan realisasi tahun 2010 Misi Tertibnya pelayanan perizinan Program 8 Mewujudkan pemanfaatan ruang yang tertib % 85 90 90 √ Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi Misi Luas jalan minimal 3% dari wilayah kota (5.

252 0 √ Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi 12 Terwujudnya operasional Angkutan Umum massal di 5 koridor koridor 1 3 1 √ Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi Misi Teratasinya aspekaspek penyebab kemacetan sebanyak 5 aspek.092 m2 marka jalan: 10. Misi 25% dari rencana prasarana SAUM terbangun.No Indikator Capaian Satuan Realisasi 2010 Target 2011 Realisasi 2011 T S T T M T T T Keterangan Realisasi tahun 2011 meningkat bila dibandingkan dengan realisasi tahun 2010 11 Pembangunan jalan baru sepanjang 10. Terpeliharanya rambu jalan. Program Km 0 6. marka dan traffic light/ATCS Km/jam 20 21 21 √ Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi 14 ATCS : 135 ATCS: 200 marka jalan: 12.093 m2 √ marka parkir: 4. fasos dan fasum).940 m2 √ 213 .420 KM (dari Non APBD Kota. sesuai dengan rencana induk transportasi umum kota.000 m2 marka parkir: 4.950 m2 marka parkir: 4. Program 13 Terwujudnya kecepatan ratarata tempuh minimal 25 km/jam.940 m2 ATCS: 135 √ Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi marka jalan: 12.

500 m) 440.500 m. 300% (22.No Indikator Capaian Satuan Realisasi 2010 Rambu: 500 Target 2011 Rambu: 500 40 halte Realisasi 2011 Rambu: 510 T S T T M T √ T T Keterangan 15 Tersedianya halte angkutan umum 32 halte 47 halte √ Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi 16 Tersedianya fasilitas parkir khusus (gedung/taman parkir) Kota Bandung Misi 75% penduduk dilayani air bersih dengan rata-rata pengaliran air 120 liter/orang/hari dengan pengaliran kontinu 24 jam Lokasi 1 2 2 √ Program 17 Program Peningkatan Kapasitas dan Cakupan Pelayanan Air Bersih % 67 71 72 √ Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi Misi Jaringan drainase primer kota terbentuk. 50% sistem drainase kota terpadu Program 18 Terpeliharnya keamanan lingkungan sungai sepanjang 7.500 m) 60% (4.064 m) √ Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi 214 .85% (33. integrasi per wilayah pelayanan drainase kota.

8 √ Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi 215 .000 548.994 M.317 m Terpeliharanya kelancaran pengairan air sungai sepanjang 520. sehingga lama genangan dan tinggi genangan berkurang namun belum tuntas mengurangi lokasi banjir 68.950.926. % 60 44 60.No Indikator Capaian Berkurangnya lokasi banjir di kota Bandung dari 68 lokasi Satuan Realisasi 2010 10 Target 2011 9 Realisasi 2011 Penanganan pada 12 lokasi banjir. Misi 50% kawasan kota terlayani oleh sistem penanganan air limbah yang terpadu dengan IPAL m 15.817 √ Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi 21 m 206.942 13.830 310.822 √ Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi 22 m 14.194 79.000 M.692 19. Terwujudnya peningkatan pelayanan trotoar sepanjang 21.64 √ Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi Program 23 Pengembangan sistem pengelolaan sanitasi air limbah Kota Bandung dengan cakupan 50%.2 T S T T M T T T √ Keterangan 19 lokasi Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi 20 Terwujudnya kelancaran pengaliran air saluran jalan sepanjang 35.

28 8.664 4.No Indikator Capaian Misi Meningkatkan fungsi organisasi yang menangani kebencanaan Program Satuan Realisasi 2010 Target 2011 Realisasi 2011 T S T T M T T T Keterangan 24 Terwujudnya sistem proteksi kebakaran pada bangunan sesuai norma.119.000 2.92 12.256 √ Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi 28 m 1. Berkurangnya kerugian akibat bahaya kebakaran (Milyar Rupiah) Terwujudnya kembali pelayanan jalan sepanjang 7.175 11. prosedur. dan manual pencegahan kebakaran pada 1000 bangunan baru. standar.575 m Terwujudnya kembali keamanan lingkungan sungai air sepanjang 6. TMT : Tercapai Melebihi Target.43 √ Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi 27 m 4.572 3.000 m banguna n 400 600 1.1 √ Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi Keterangan: TST : Tercapai Sesuai Target.502 √ Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi 25 101 kebakaran 110 kebakar an 124 kebakaran √ Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi 26 Milyar Rupiah 61. Berkurangnya kejadian kebakaran secara bertahap. TT :Tidak Tercapai 216 .

00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp238. Tabel IV. EFISIEN. 2 Tingkat partisipasi masyarakat dalam perencanaan daerah % 75 85 90 Misi Meningkatnya pemahaman masyarakat dan aparat dalam penetapan produk hukum yang sinergi dengan perkembangan 217 .153.934.473. Akuntabel.595%. Anggaran misi kelima ini pada tahun 2011 mengalami peningkatan sebesar 155.00.769. AKUNTABEL. Capaian kinerja misi Meningkatkan Kinerja Pemerintah Kota yang Efektif.994. Efisien. dan Transparan dalam Upaya Meningkatkan Kapasitas Pelayanan Kota Metropolitan Tahun 2011 No Indikator Capaian Satuan Realisasi 2010 Target 2011 Realisasi 2011 T S T T M T T T Keterangan Misi Terbangunnya pola perencanaan dan pengelolaan data Program 1 Tingkat Kinerja perencanaan daerah % 75 85 85 √ Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi. Efisien.397. √ Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi.e. MISI MENINGKATKAN KINERJA PEMERINTAH KOTA YANG EFEKTIF. Akuntabel dan Transparan dalam Upaya Meningkatkan Kapasitas Pelayanan Kota Metropolitan” memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp292.8 Pencapaian Kinerja Misi Meningkatkan Kinerja Pemerintah Kota yang Efektif. Efisien.90% jika dibandingkan dengan anggaran pada tahun 2010 sebesar Rp114.00 atau mencapai 81. DAN TRANSPARAN DALAM UPAYA MENINGKATKAN KAPASITAS PELAYANAN KOTA METROPOLITAN Pada tahun 2011 Misi pembangunan ”Meningkatkan Kinerja Pemerintah Kota yang Efektif.502. Akuntabel dan Transparan dalam Upaya Meningkatkan Kapasitas Pelayanan Kota Metropolitan secara lebih terperinci dapat dilihat pada tabel berikut.302.438.

Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi.No Indikator Capaian kebutuhan masyarakat serta sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku Program Satuan Realisasi 2010 Target 2011 Realisasi 2011 T S T T M T T T Keterangan 3 Legislasi produk hukum daerah (produk hukum yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat) Sosialisasi dan publikasi produk hukum daerah % 100 100 100 √ Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi. 4 % 100 100 100 √ Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi. Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi. 7 Penindakan terhadap Pelanggaran Disiplin Aparatur % 100 100 100 √ Misi Tersedianya sarana dan prasarana aparatur yang memadai 218 . serta semakin berkurangnya praktek KKN di lingkungan birokrasi Program % 100 100 100 √ 6 Penindakan terhadap Pelanggaran Peraturan Daerah % 100 100 100 √ Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi. 5 Tingkat Pelayanan Bantuan Hukum/Penanganan Perkara Misi Terwujudnya penegakan Hukum dan HAM sehingga dapat mendukung ketertiban dan keamanan.

Misi Tersedianya SDM aparatur yang bertanggungjawab tepat fungsi.Lahan 173 178 174 √ Realisasi tahun 2011 meningkat bila dibandingkan dengan realisasi tahun 2010 Realisasi tahun 2011 meningkat bila dibandingkan dengan realisasi tahun 2010 Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi. tepat posisi sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku 219 .30 80 39. Pengadaan kantor Kecamatan dan Kelurahan .No Indikator Capaian Satuan Realisasi 2010 Target 2011 Realisasi 2011 T S T T M T T T Keterangan 8 Program Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi.20 √ 10 Pengadaan sarana dan pengolahan data penyimpanan arsip (Gedung Depo Arsip Daerah) % 50 75 50 √ Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi.Kantor Unit 166 176 168 √ 9 Sertifikasi kepemilikan tanah asset Pemerintah Kota Bandung % 37. Realisasi tahun 2011 meningkat bila dibandingkan dengan realisasi tahun 2010 .

58 100 99. 220 .28 14 Tingkat Pemenuhan kebutuhan operasional aparatur unit kerja SKPD/ UPT/ UPTD untuk mendukung kinerja pegawai dan pelayanan publik % 97.No Indikator Capaian Satuan Realisasi 2010 Target 2011 Realisasi 2011 T S T T M T T T Keterangan Program 11 Tingkat kapasitas Sumberdaya Aparatur Orang Diklat prajabatan 991 orang Diklat prajabata n 700 orang Diklat dalam jabatan 300 orang 1 : 102 Diklat prajabatan 666 orang √ Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi.Realisasi tahun 2011 meningkat bila dibandingkan dengan realisasi tahun 2010 Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi.24 √ 15 Pola insentif dan penggajian berdasarkan kinerja % 100 100 100 √ Misi Terlaksananya Reformasi Birokrasi Program 16 Tingkat Pelayanan publik informasi teknologi guna mendukung Bandung Cyber City (egovernment) % 80 100 100 √ Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi. √ Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi. 13 Tingkat Pemenuhan jabatan fungsional % 88 90 88.Realisasi tahun 2011 meningkat bila dibandingkan dengan realisasi tahun 2010 Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi. Orang Diklat dalam jabatan 258 orang Diklat dalam jabatan 755 orang 12 Rasio jumlah aparat dengan jumlah penduduk 1 : 98 1 : 105 √ Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi.

89 100 107. 21 Tingkat Kinerja Pelayanan perizinan satu atap % 90. kecamatan serta dinas kependudukan dan catatan sipil Tingkat pelimpahan urusan pemerintah daerah % 100 100 100 √ 20 % 80 60 100 √ Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi. √ Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi.96 Misi Tersosialisasinya kebijakan tentang pengawasan Program 22 Tingkat Kinerja Pengawasan % 85.23 90 91.39 √ Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi. 221 . 23 Tingkat pelayanan pengaduan masyarakat % 100 100 100 √ Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi. Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi. 18 Integrasi jaringan sistem informasi daerah % 100 100 100 √ 19 Tingkat koneksi data kependudukan di kelurahan.No Indikator Capaian Satuan Realisasi 2010 - Target 2011 100 WP Realisasi 2011 18 WP T S T T M T T T √ Keterangan 17 Tingkat pelayanan online sistem perpajakan wajib pajak Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi. 24 Meningkatnya jumlah SKPD yang bersertifikat Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2000 Jml SKPD 36 55 41 √ Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi. Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi.

Capaian kinerja misi Meningkatkan Kapasitas Pengelolaan Keuangan dan Pembiayaan Pembangunan Kota yang Akuntabel dan Transparan dalam Menunjang Sistem Pemerintahan yang Bersih dan Berwibawa dapat dilihat pada tabel berikut.747. Misi Terbangunnya Ketertiban dan Keamanan Program 26 Tingkat ketentraman dan ketertiban masyarakat skala 3 (cukup baik) 2 (baik) 2 (baik) √ Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi. Keterangan: TST : Tercapai Sesuai Target. Anggaran misi keenam ini pada tahun 2011 mengalami peningkatan sebesar 4.663.733. MISI MENINGKATKAN KAPASITAS PENGELOLAAN KEUANGAN DAN PEMBIAYAAN PEMBANGUNAN KOTA YANG AKUNTABEL DAN TRANSPARAN DALAM MENUNJANG SISTEM PEMERINTAHAN YANG BERSIH DAN BERWIBAWA Pada tahun 2011 Misi pembangunan ”Meningkatkan Kapasitas Pengelolaan Keuangan dan Pembiayaan Pembangunan Kota yang Akuntabel dan Transparan dalam Menunjang Sistem Pemerintahan yang Bersih dan Berwibawa” memperoleh alokasi anggaran sebesar Rp12.00.11%.818.No Indikator Capaian Satuan Realisasi 2010 Target 2011 Realisasi 2011 T S T T M T T T Keterangan Misi Meningkatnya Pemahaman tentang Pendidikan Politik dan Perilaku Program 25 Tingkat apresiasi masyarakat terhadap politik dan Pemilu skala 3 (cukup baik) 2 (baik) 2 (baik) √ Indikator program kunci untuk mengukur pencapaian Misi.488. TT :Tidak Tercapai f.00 atau mencapai 78.629.000.83% jika dibandingkan dengan anggaran pada tahun 2010 sebesar Rp11. 222 .00 dan dapat direalisasikan sebesar Rp9.569.990. TMT : Tercapai Melebihi Target.

228.841.Tabel IV.3 Miliar Realisasi 2011 Keterangan 1 Rp 388.405.00 2 - - Sosialisai dan Uji coba Obligasi daerah dan Road Fund Sosialisasi dan uji coba Sistem insentif Tersusunnya dokumen Kajian Obligasi Daerah dan Road Fund serta sosialisasi hasil kajian √ 3 Terlaksananya sistem insentif untuk sektor swasta dalam pembiayaan penyediaan barang & jasa Terlaksananya sistem insentif untuk sektor masyarakat dalam pembiayaan barang dan jasa Terbentuknya perusahaan patungan untuk beberapa layanan jasa umum dan barang publik Terlaksananya instrumen pembiayaan pembangunan non konvesional berbasis masyarakat - - - √ 4 - - Sosialisasi dan uji coba Sistem insentif - √ 5 - - Terbentu knya Perusaha an Patungan - √ 6 - - Pelaksana an Instrume n Kebijakan Pembiaya an Pembang unan Non Konvensi onal Tersusunnya dokumen Kajian Instrumen Pembiayaan Pembangunan Non Konvensional Berbasis Masyarakat √ 223 .204.00 667.713.102.9 Pencapaian Kinerja Misi Meningkatkan Kapasitas Pengelolaan Keuangan dan Pembiayaan Pembangunan Kota yang Akuntabel dan Transparan dalam Menunjang Sistem Pemerintahan yang Bersih dan Berwibawa Tahun 2011 T S T T T M T T √ No Indikator Capaian Rata-rata peningkatan pendapatan 13%. Terlaksananya Obligasi daerah dan Road Fund Satuan Realisasi 2010 Target 2011 413.

TT : Tidak Tercapai 224 .No Indikator Capaian Satuan Realisasi 2010 Target 2011 Berbasis Masyarak at Realisasi 2011 T S T T T M T T Keterangan 7 Meningkatnya proyek pembangunan non konvensional melalui kerjasama pemerintah dengan swasta - 0 proyek 1 proyek 1 proyek √ Keterangan: TST : Tercapai Sesuai Target. TMT : Tercapai Melebihi Target.

CAPAIAN KINERJA 7 REFORMASI BIROKRASI (TUJUH) AGENDA PRIORITAS DAN 7 (tujuh) Agenda Prioritas Kota Bandung merupakan akselerator untuk memantapkan perwujudan Visi Kota Bandung sebagai Kota Jasa yang Bermartabat (Bersih. 6) Bidang Olahraga: Bandung Berprestasi.10 Pencapaian Kinerja Agenda Prioritas Bandung Cerdas AGENDA PRIORITAS Bandung Cerdas INDIKATOR CAPAIAN Indeks Pendidikan REALISASI CAPAIAN 2011 90.34 Tahun 100% RLS AMH 10. Berakhlak. Taat. dapat dilihat dari tabel dan grafik berikut. dan Bersahabat). 2) Bidang Kesehatan: Bandung Sehat.70 Tahun 99. 7) Bidang Agama: Bandung Agamis.2. Profesional. Adapun capaian kinerja 7 (tujuh) Agenda Prioritas tersebut diuraikan sebagai berikut. Pemerintah Kota Bandung telah merefleksikannya melalui 7 (tujuh) Agenda Prioritas Kota Bandung yang terdiri atas: 1) Bidang Pendidikan: Bandung Cerdas. a. Makmur.14 TARGET CAPAIAN 2011 Tidak ada target capaian kinerja per tahun 11. dan Berdaya Saing”. 4) Bidang Lingkungan Hidup: Bandung Hijau dan Harmonis. 3) Bidang Kemakmuran: Bandung Makmur.55% Sumber: Perda Nomor 09 Tahun 2009 (diolah) 225 . MEMANTAPKAN KECERDASAN (BANDUNG CERDAS) WARGA KOTA BANDUNG Capaian kinerja kebijakan Agenda Prioritas “Bandung Cerdas” yang merupakan salah satu tolok ukur pencapaian indikator kinerja “Misi Mengembangkan Sumber Daya Manusia yang Sehat. Cerdas. dan. Tabel IV. 5) Bidang Seni Budaya: Bandung Mantap Seni Budaya.

09 90. meneng 2006 6 2007 2008 2009 2010 2011 angka melanjutkan n ke jenjang kan tinggi relatif rend dah pendidik Sumber: BPS B Kota Bandun ng.7  10.1  tingkat pendidik kan partisipasi gah belum mencapai 100% %.19%.68 tahun. Bandung Rata .06% Kepedulian masya arakat yang g akan pentingny ya tinggi kan serta dukungan pendidik proporsi anggaran pendidikan esar merupak kan beberapa yang be penyeba ab mening gkatnya laju indeks pendidikan n di Kota g. Rat ta-Rata Lam ma Sekolah sebesar 10.83 Grafik IV. t Untu uk meningkatkan penca apaian RLS dilakukan upaya peng guatan program m/kegiatan pendidikan p m menengah dan d peningk katan kuant titas dan kualitas 226 6 .09 poin dan m 90.7 arget Rata-Ra ata Belum tercapainya ta 10. Hal ini menunjukkan n sebesar 0. Pa ada tahun 2010.37 7 10. angk ka RLS tahun 2011 menunju ukan peningk katan bila dib bandingkan dengan d angka RLS tahun 2010 yang se ebesar 10.8  88 8.5  10.2  90 0.Rata La ama Sekola ah diperole eh dari an ngka jumlah penduduk usia 15 tahun t ke ata as menemp puh lam ma dalam kan.2  89 9.3 39 Perkembang gan Rata-Rat ta Lama Seko olah Ta ahun 2006 – 2011 10. n yang mas sih bersekol lah maupun pada pendidikan p formal.49  10.4  10.68 10. 0. 2011 (dibawah 25%).05 poin atau kenaikan meningk kat sebesar %.56  10. 2011 90.6  2 2008 2009 2010 2011 2006 2007 Sumber: BPS Kota Bandu ung.68 tahun un pada tahun menjadi 10. G Grafik IV.52 2  8  10.d da ari Indeks Pendidikan diperoleh ngan Angka Melek Huru uf perhitun (AMH) dan angka Rata-Rata Lam ma 0. Namun dem mikian.6  Tahun 10.71 8 89.26 89.0  Nilai Indeks 89 9.4  90 0. Hal Rata-Rat ta Lama a Sekol lah mengala ami kenaikan n sebesar 0.6  89 9. Sekolah (RLS).14 89.3  10.0  88 8.38 Perkembangan Indeks P Pendidikan Tahu un 2006 – 2 011 90 0. Pada tahun 2010 P K Kota Bandung Indeks Pendidikan adalah sebesar 90.14 4 pada tahun 2011 menjadi poin.8  10.8  89 9.6 89. serta belu um nya peran jalur pendidika an non forma al mengakom modasi warga a masyarakat t yang optimaln memerlu ukan layanan n pendidikan non formal.70 tahu H ini menun njukkan bahw wa 2011. baik yan ng telah tama at pendidik sekolah (formal dan non formal).02 tahun atau menin ngkat sebes sar 0.4  89 9.2  S (RLS) disebabk kan Lama Sekolah 10.

Pe eningkatan Angka A Mele ek 9   99.3 Huruf (A AMH) pada a tahun 2011 9   99. Angka Mele ek Grafik IV.54  99.6 99. or Angka Melek M Huruf diperoleh dari d angka jumlah pen nduduk yang g bisa Indikato membac ca. 2011 Unit Pelaksana Tekn nis Pendidika an rmal dan Info ormal (UPT PN NFI). sosialisasi oleh penilik pendidikan n non formal.45%) ).54  99. Selain in ndikator utam ma pencapaia an kinerja Ag genda Priorita as Bandung Cerdas. dikarenaka 2006 2007 2008 2009 2010 2011 p kuantita as adanya penguatan pada k pen nyelenggaraa an dan kualitas pendidik kan non fo ormal melalui Sumber: BPS Kota Bandung.5 99.3 usia. dan d berhitung huruf latin dan/atau huruf lainnya.55  a mas syarakat Kot ta masih adanya 9   99. P Sekolah SD/MI pad da tahun 2010 sebesar 0. Persentase (%) 227 7 .hal ini berdasarkan bantuan dan fasilitasi ya ang diberikan erintah n oleh Peme ang pada prinsipnya tidak ada siswa SD/MI yang g putus seko olah.40 0 Perkembang gan Angka M Melek Huruf Tahun 2006 .2 an tahun sebelumnya. kecuali siswa Kota ya tersebut t sudah tidak berminat un ntuk melanjut tkan sekolah.penyelen nggaraan pendidikan p n non formal dan informa al (PNFI).4 b bisa membaca m da an masih belum menulis namun tidak dapa at 9   99.32 99. yang menunju ukkan kenaik kan sebesar 0.01%.55% % pada tahun 2011. dan ditu unjang dengan perencanaan strategis dalam bidan ng pendidika an yang ber rdampak terhadap m-program di dinas pend didikan. berik kut ini ditampil lkan pula data-data penu unjang yang menunjukka an perkemba angan pelaksanaan Agenda Prioritas Ban ndung Cerdas s tahun 2006 6-2011. serta sosialisas si dan fasilitasi untuk melan njutkan ke jen njang pendidikan tinggi.01% dibanding denga an 9   99.44  (0.5 adanya penduduk lanjut usia yan ng 9   99.50  Bandung g yang buta huru uf 9   99. serta Non For pemberian BAWAKU U Sekolah ya ang berkesin nambungan bagi b warga belajar pend didikan mal.54% men njadi 99.2 011 Huruf belum m yang masih an mencapai 100% menunjukka 9   99. non form Peningk katan Indeks Pendidikan P karena adanya a peningkatan RLS dan AM MH.4 atkan lagi karena fakto or ditingka 9   99.2 sebesar 0. Hal ini se ebagai akiba at 9   99. A Angka Melek Huruf pada ta ahun 2010 sebesar 99 9. menulis.6 99. 0 Angka Melek Huru uf (AMH) ini ung konstan karena suda ah cenderu mendek kati 100%.001% 0 dan pada tahun 2011 Angka Putus menjadi 0%. antara lain melal lui program BAWAKU Se ekolah program dan Sek kolah Gratis.

5.41 Ang gka Putus Se ekolah Tahun n 2006–2011 0.Adapun Angka Putus Sekolah Ts pada ta ahun 2010 SMP/MT sebesar 0.20  0.000  18.00.20  0.777  17.594  19. Sasaran penerima Ba awaku an terhadap 18. ukkan penurunan menunju sebesar 0.000  30.001   2010 2011 Sumber: Dinas Pendidika an Kota Bandung g. Ha sebesar Rp6. nggaran pen ndidikan ana ak berkebutu uhan khusus s serta masy yarakat pend didikan penyelen lainnya (Dewan Pendidikan Kota a Bandung.15  0.06  0.1%.250. G Grafik IV.04  ‐ 0.58  0.40  0.000 siswa a dengan rin ncian 12.0 000  Juta Rp 15.000 siswa SMA.222  25.0 000  20.60  0.63  0.50  Persentase (%) 0. 2011 an Beasiswa Bawaku Sek kolah pada tahun t 2010 sebesar Rp2 23.88%.250.50 0  SMA/SMK/MA 0. Ikat tan Guru TK K Kota g.08  0.2 Grafik IV V.29  0.00 R al ini menun njukkan penu urunan 0.01  0.10  0.2%.42 Perkembang gan Anggaran n Beasiswa Bawaku Sekolah h Tahun 20 006 – 2011 30.000  Siswa 50.000  70.02%.10  ‐ 2006 2007 2008 2 2009 0.0 000  10.550 6.000.04 4%.00 Anggara dan pad da tahun 201 11 menjadi Rp17.70  0. hal ini 2010 menjadi berarti bahwa An ngka Putus s SD/MI mengalami Sekolah nan sebesa ar 0.0 000  20.000  25.30 0.40  0   0.00 atau u berkurang sebesar 26.04  0.000.161  20.000  ‐ 2006 2007 7 2008 2009 2010 2011 ‐ 2006 2007 2 2008 2009 2010 2011 Sumber: Dinas Pendidikan Kota Bandun ng.000.118  19.733  0 18.000 0. Gabungan n organisasi penyelenggar p ra TK Kota Ba andung.43 Perke embangan Jum mlah Penerima Be easiswa Bawa aku Sekolah Tahun 2006 6 – 2011 80. Foru um Aksi Guru u Kota Bandung 228 8 .000. 2011 Grafik IV.000 siswa Sekolah tahun 2011 diperuntuka S 1.000  10.000 warga belaja ar paket A/B B/C.0 000  5.03  SD/MI SMP/MTs s 0.3% pada tahun 2010 0 hal ini menjadi 0.000  68 8.0 000  25.06% dan pada tahun m 0. penurun Sementa ara Angka Pu utus Sekolah SMA/MA A/SMK pada tahun 2009 9 sebesar 0.000  60.30  0. PGRI Kota Bandung. dan ban ntuan bagi asosiasi SMK.0 000.000  40.120  65.02  0 0.34 42  250  23.

Pada tahun 2006 sampai denga awaku Seko olah jumlah penerima Beasiswa Ba ami peningka atan. sebesar Rp384.yang dapat asikan direalisa sebesar Rp.00 untuk k 493 siswa.446 siswa a dan dari APBD Prov vinsi 000. dan 5 51 SMA/MA/S SMK. BCC/WA AN Kota Ba andung.9 907. dan d Sekolah h Berwawa asan Lingkungan Hidup).0 Gamb bar 4.Bandung g. Sumbe er: Dinas Pendidi ikan Kota Bandu ung.498. P d Berdaya Saing”. 72.645. ME EMANTAPK KAN KES SEHATAN (BA ANDUNG SEHAT) WARGA A KOTA A BANDU UNG Kinerja kebijakan Agenda A Band dung Sehat yang merupakan salah h satu tolok k ukur aian indikator kinerja “Mi isi Mengemb bangkan Sum mber Daya Ma anusia yang Sehat.025. 2011 b. Profesional. S yang di 230 SMP/MTs.000 0. Pa alang Merah Remaja.00 miskin dari untuk 2.44 Perkemba angan Sekolah h Gratis Tahun n 2006–2011 900  800  700  Jumlah Sekolah Gratis 600  500  400  300  200  100  ‐ 2006 ‐‐ ‐ 2007 2008 51  30  2009 5   51 2010 51  2011 5   51 224  223  226  230  SD/MI SMP/MT Ts SMA/SM MK/MA 824  857  85 57  bangan seko olah gratis SD/MI Perkemb dan SMA/ SMK/ MA A pada tahun n 2010 2011 tid dak meng galami dan han. dap dan pat dilihat dari tabel dan grafik hatan berikut t. 67. sedangkan pada tah hun mengala 2009 sampai de engan 201 11 mengalami nan. capaian kinerja penyelenggaraan bidang keseh 9 229 . pencapa Cerdas. yaitu sebanyak 857 perubah sekolah SD/MI d dan 51 se ekolah MK/MA. Penurunan jumlah pe enerima Baw waku penurun Sekolah tahun 2011 dibandingka an dengan tah hun o adanya bantuan sis swa 2010 diakibatkan oleh d APBN sebesar s Rp1.812.540.936 atau sebesar 93 3. Berakhlak.71% iperuntukan bagi 857 SD/MI. an tahun 20 008. Pada ta ahun 2011 anggaran untuk Sekolah Gratis sebesar Rp.880. A Adapun SMA/SM untuk SMP/MT Ts mengalam mi peningkata an dari 226 sek kolah pada ta ahun 2010 menjadi m 230 sek kolah pada p pada tahun 2011.000.24 Walikota Band ung Memberika an Pen ghargaan kepa ada Siswa Berprestasi pada acar ra Hardiknas Grafik IV.

kelainan saluran cerna = 1 orang. lain-lain= 9 orang Sumber: Perda Nomor 09 Tahun 2009 (diolah) 230 . pneumonia = 4 orang.11 Pencapaian Kinerja Agenda Prioritas Bandung Sehat Indikator Capaian Indeks Kesehatan Angka Hidup Harapan Target Capaian 2011 81.32 73. bayi 29 hari-11 bulan = 48 orang) Penyebab kematian neonatal : BBLR (Berat Badan Lahir Rendah) = 35 orang. Penyebab kematian bayi : diare = 13 orang. emboli air ketuban = 1 orang. sepsis =5 orang.75 Tahun Agenda Prioritas Bandung Sehat Realisasi Capaian 2011 81. lain-lain 74 orang.Tabel IV.79 Tahun Angka Kematian Bayi Tidak ada target capaian tahun 2011 Data AKB tidak tersedia.25 73. hipertensi = 6 orang. lainlain = 28 orang. dengan rincian sebagai berikut : penyebab kematian perdarahan = 4 orang. asfiksia =68 orang. kelainan congenital = 5 orang. Jumlah Kematian Ibu Melahirkan Tidak ada target capaian tahun 2011 Data kematian ibu melahirkan berdasarkan hasil autopsy verbal (pelacakan kematian) yang dilaporkan ke Dinas Kesehatan adalah sebanyak 20 orang. kelainan syaraf = 2 orang. didekati oleh Jumlah Kematian Bayi berdasarkan hasil autopsy verbal (pelacakan kematian) yang dilaporkan ke Dinas Kesehatan sebagai berikut : Jumlah kematian bayi : 235 orang (neonatal umur 0-28 hari = 187.

Derajat kesehatan y mampu dicapai.5  006 20 2007 2008 2009 2010 20 011 Sumber: BPS Kota Band dung.3 32 poin.5  73.73  73. Hal ini bera arti menunjukkan penambahan sebesa ar 0.08% %.06 tahun n atau p s sebesar 0.97 81.65  73.65 81. Pada tahun 2010 Indeks Kesehatan sebesar 81.46 Perkembang gan Angka H Harapan Hidu up Tah hun 2006 – 2011 74. terjadi peningkatan Perencanaan yang strategis dalam bidang ke esehatan berdampak terh hadap keberh hasilan kator SPM Bidang Kesehatan yang setiap tahunn nya rata.rata a mencapai target 16 indik sehingga menunjang g kenaikan An ngka Harapan Hidup dan Indeks Keseh hatan. 231 . penamb Aspek kesehatan merupakan unsur pent ting yang berkaitan b dengan kapa abilitas k pa ada dasarnya a dapat diliha at dari seber rapa lama ha arapan penduduk.28 72.0  78. Semakin S lam ma harapan hidup yang g mampu dicapai d hidup yang mereflek ksikan semak kin tinggi dera ajat kesehata annya.32 22 81. Angka Harapan H Hid dup pada tah hun 2010 se ebesar 73.39  73.5  5 80.12%.39  73.0  2006 2007 7 2008 2009 2010 2011 79.10 poin atau a meningk kat sebesar 0.5  78.57 72. . berik kut ini Selain in ditampil lkan pula data-data d pe enunjang yang menunju ukkan kema ajuan pelaksanaan Agenda Prioritas Ban ndung Sehat tahun t 2006-2 2011. ndikator utam ma pencapaian kinerja Agenda A Priorit tas Bandung Sehat.08 81.22 poin dan pada tahun 2011 menjadi 81.0  81.2 Grafik IV.45 Perke embangan In ndeks Kesehatan Tahun 200 06 – 2011 82.79  73. 2011 K diperoleh dari perhitungan n Angka Harapan Hidup.Grafik k IV.0  73.73 tahun dan pada tahun 2011 menjadi 73.5  72.0  Nilai Indeks 80.5  79. Hal ini menunjukkan bahan sebesar 0.79 tahun n.5  80.0  79.0  Usia 80.0  71.

000  80.000  40.47 Perke embangan Anggaran Bawak ku Sehat Tahun 2006 – 2011 7   70 59. garanya pelay yanan kesehatan maskin sesuai standar r.000  20.748  8. Hal ini berarti terjadi t orang.000  70.773  07 2008 2009 2010 2011 2006 200 2006 2007 7 2008 2009 2010 2011 Su umber: Dinas Ke esehatan Kota Ba andung.Grafik IV. Hal H ini menu unjukkan adanya pening gkatan anggara an Bawaku Sehat S pada ta ahun 2011 sebesar s 80.000  30.48 Perkembang gan Jumlah Pa asien yang Dilayani Program Ba awaku Sehat T Tahun 2006–2011 100.5  2   20 1   10 ‐ ‐ 5.000  10.367  Milyar Rp 4   40 3   30 20.40% % jika peningk dibandin ngkan dengan tahun 2010. 2011 an Bawaku Sehat S pada tahun 2011 adalah sebe esar Rp59.9 9  18. sedangkan pada katan jumlah h pasien yan ng dilayani pada tahun n 2011 sebe esar 65.000  50.000  Orang (Pasien) 86.2 26.0  33. asyarakat mis skin dan kura ang atau tida ak mampu yang terdaftar dalam Sasaran ma SK Walikot ta tentang pe eserta jamkes smas melalui pembiayaan iur bayar. gram Bawaku u Sehat pada a tahun 2011 1 sebanyak 86.7  6   60 5   50 Grafik IV . Adapun sasaran dan bentuk pembiayaan terdiri atas : 1) ang atau tida ak mampu ya ang tidak ter rdaftar Sasaran masyarakat miskin dan kura entang peserta Jamkesm mas melalui pembiayaan dana dalam SK Walikota te bantuan.216 orang.7 Miliar. sedangkan Anggara pada ta ahun 2010 sebesar Rp3 33 Miliar.85% jika diba andingkan dengan tahun 2010.0  60. Terselengg Dana Ba awaku Sehat t merupakan n dana hibah h dari anggaran Pemerint tah Kota Ban ndung dan seb bagai dana penyangga (Buffer B Stock) pelayanan kesehatan ma asyarakat mis skin di rumah sakit s yang ad da di Kota Bandung B unt tuk mendampingi Program m Jamkesma as dari APBN. Bawaku Sehat meru upakan bantu uan walikota khusus kese ehatan untuk k dana penyangga an kesehatan n masyarakat miskin dengan tujuan: pelayana 1) 2) Meningkat tnya cakupan n maskin yang g mendapat pelayanan p ke esehatan rujukan di rumah sakit.000  ‐ ‐ 8  428 216  52. 2) 232 2 .367 8 Jumlah pasien yang dilayani prog p tahun 2010 seban nyak 52.000  90.

Kenaikan anggaran Bawaku Sehat dari tahun ke tahun sangat dipengaruhi oleh kenaikan pemanfaatan Bawaku Sehat oleh masyarakat miskin. kepada Pasien Penerima Bawaku Sehat Failed medical induction of O610 (4%). b) Maskin yang memiliki Surat Keterangan Miskin (SKM). Kegiatan Bawaku Sehat masih memiliki permasalahan antara lain : 1) Standar penetapan kriteria masyarakat miskin yang dikeluarkan oleh BPS cukup sulit di aplikasikan di masyarakat. Primary respiratory tuberculosis A157 (4%). Acute apendicities ubspecified K359 (4%).Dana Bawaku Sehat diperuntukan : a) Pelayanan kesehatan sesuai program Jamkesmas.25 for Z511 (16%). 2) Kepatuhan aparat kewilayahan dalam mengeluarkan SKTM belum optimal. 2) Pembentukan tim kendali dalam upaya untuk meningkatkan kepatuhan aparat kewilayahan 233 . Walikota Bandung Melakukan Kunjungan Dengue haemorrhsgic fever A91 (7%). Sehingga terpenuhinya pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin yang tidak masuk dalam pertangguan kepesertaan jamkesmas di pelayanan tingkat dasar khusus pelayanan persalinan di puskesmas dan jaringannya. tingkat lanjutan di rumah sakit yang ada di Kota Bandung. Acute transmural myocardial I210 (4%). Solusi untuk mengatasi permasalahan tersebut antara lain : 1) Mengusulkan kepada Tim Koordinasi Penanggulanan Kemiskinan (TKPK) Kota Bandung untuk melakukan penyusunan standar kriteria masyarakat miskin Kota Bandung sehingga mudah diaplikasikan di lapangan. kemudahan akses dan kasus penyakit yang ditangani sebagian besar pada kasus yang bersifat kronis sebagai berikut : spontaneous vertex delivery O800 (25%). b) Selisih tarif pelayanan kesehatan peserta Jamkesmas dan c) Keringanan biaya pelayanan kesehatan. Acute peritonitis K650 (4%). Chemotherafy session Gambar 4. Dengue fever A90 (10%). akibat dari dampak peningkatan sosialisasi. dan c) Masyarakat yang memiliki Surat Keterangan Tidak Mampu (SKTM). End stage renal sisease N180 (19%). Penyakit penyakit tersebut mengeluarkan cost pelayanan kesehatan yang sangat tinggi. Sebagai gambaran untuk kasus penyakit Chemotherafy session for Z511 setiap kali pengobatan menghabiskan dana Rp13 juta. Masyarakat yang berhak mendapatkan/memanfaatkan Bawaku Sehat adalah a) Maskin dengan SK Walikota Bandung.

Rasio id deal 1 unit t posyandu untuk melayani m ba alita adalah antara 75 7 – 100 balita.850  1.945 posyandu.880 0  1. Apabila 1 unit posyandu sudah melebihi rasio ideal maka dilakukan yandu yang pemekaran unit posy otomatis s akan secara bah juml lah unit menamb posyand du.20% 234 4 .92% Tidak ada target ca apaian tahun 2011 2 PDRB Riil/k kapita Indeks Day ya Beli Tingkat penggangguran terbuka Sumber: Perda Nomor 09 Tahun 2009 (diolah) Rp p14.820 0  1.12 Penc capaian Kine erja Agenda Prioritas Ban ndung Makm mur Agenda Prioritas s Bandung g Makmur LPE Tingkat pemerataan pendapatan versi Bank Dunia Realisasi Capa aian 2011 8. Did dekati oleh Gin ni Ratio seb besar 0.900 0  1. 1. .860 0  1.03 15 5.938  1.49 an 7 unit t terjadi penambaha Perkem mbangan Jum mlah Posyand du Tahun 20 006–2011 du atau terdapat t posyand peningk katan sebesar r 0. ME ENINGKAT TKAN KEM MAKMURA AN WARG GA KOTA A BANDU UNG (BA ANDUNG MAKMUR) ) Kinerja kebijakan Agenda A Bandung Makmu ur yang merupakan salah satu tolok k ukur aian indikator kinerja “M Misi Mengemb bangkan Pere ekonomian K Kota yang Be erdaya pencapa Saing dalam d Menu unjang Penc ciptaan Lapa angan Kerja dan Pelaya anan Publik serta Meningkatkan Peran nan Swasta dalam d Pemba angunan Eko onomi Kota”. .9 903  945  1.5 58% Tidak ada data.896  1.28 Rp1 14.3 Juta 65. dapat diliha at dari an grafik capa aian kinerja penyelenggara p aan bidang kemakmuran k berikut. 2011 c.920 0  1.98 10.9 Sum mber: Dinas Kese ehatan Kota Ban ndung.938 posyandu dan pada tahun 2011 ti menjadi 1. .960 0  1.36%.34% Ind dikator Capaia an Target T Capaia n 2011 8. berart Grafik IV.940 0  Jumlah Psosyandu 1. .840 0  1.Jumlah posyandu pa ada tahun 2010 2 sebanya ak 1.3 Juta 67 7.9 904  1. tabel da Tabel IV.800 0  2006 07 200 2008 200 09 2010 20 011 1. Penambahan jumlah posyand du merupa akan hasil nyata dari d kegiatan n revitalisasi posyand du.

875.0 0  63.5 5  66.40  8.5 5  64.00 pada menjadi Rp40.000  35.60  7.32 2 poin atau meningkat m seb besar 0.98 poin. terjadi penambahan 2010 20 011 Selain in ndikator utam ma pencapaia an kinerja Agenda Prioritas Bandung M Makmur. . p kapita Adapun PDRB per u) pada ta ahun 2010 (berlaku sebesar Rp34 4. 65.34  8.000  15.04 64.20  8.49%.875  Su umber: BPS Kota Bandung.000.583 13.98 bangan Indeks Daya Beli Perkemb 2006 2007 2008 20 009 pada tahun 2010 se ebesar 65.40  2006 2007 2008 2009 2010 2011 8.5 5  63.00  7. .000.000.000  Rp 20. 2011 i menjadi 65. 2011 rtumbuhan Ekonomi E pad da tahun 2010 sebesar 8. .45 8.66 G Grafik IV.688.80  8.45% 8 dan pada tahun 2011 Laju Per menjadi 8.13%.0 0  62.0 0  63.27 .000. . .000  10.17  8.26 67. berarti p sebesar 0.706 PDRB Per Kapita a  (Konstan) 40.00 465.22 65.533  19. .41%.50 Perkemban ngan LPE Tahun 200 6 – 2011 8.51 1 Perkemb bangan PDRB Per Kapita Ta ahun 2006–2 011 45.000  5.58  Grafik IV. hal ini menunjuk kkan kenaikan n sebesar 0.80  7.0 0  65. s Hal ini berarti terjadi peningkata an sebesar menjadi 6.Grafik IV.99 64.4 2011. berikut ini ditampil lkan pula data-data d pe enunjang yang menunju ukkan kema ajuan pelaksanaan Agenda Prioritas Ban ndung Makmur tahun 200 06-2011.400.400. 66.000. .00 pada p tahun 2011 sebesar.58%. Hal ini tahun ukkan peningkatan menunju sebesar menjadi 16.000. ‐ 2006 2007 2008 2009 2010 2011 10. 235 .000  25.00 Rp13.000  40.000. er kapita (ko onstan) pada PDRB pe tahun 2010 sebesar 08.000.352.47%.408.583.83  7.66 t 2011 poin dan pada tahun Sumber: BPS Kota Bandung.000  .0 0  64.40 menjadi Rp14. .000  30.24  Persen 8.25 53. .5 5  62.706.688.60  8.000.441  14.52 Perkembangan Indeks D Daya Beli un 2006–201 11 Tahu 65 5.267.465  34.5 5  Nilai Indeks 65.

236 6 . 20 011 m Bawaku Makmur (Bantuan ( Walikota W Kh husus Bidan ng Kemakm muran) Program memfok kuskan pada upaya men ndorong pem mbangunan dan pengem mbangan kegiatan Koperas si dan Usaha a Mikro seba agai bagian dari gerakan ekonomi kerakyatan.3 315 penerim ma bantuan n dengan re ealisasi angg garan sebesa ar Rp7. partisipa asi.53 Anggara an dan Pener rima Bawaku u Makmur Ta ahun 2006 – 2011 27. ya ang bersangkutan dianggap gugur untuk menerim ma Bantuan Bawaku B Makm mur.1 45 14.000  15. kreativit Progam Bawaku Makmur M berm maksud unt tuk si dan usaha a mikro yan ng mendorong koperas an baik oleh indiv vidu/kelompo ok dilakuka masyara akat yang memiliki jiw wa wirausah ha untuk melakukan m p perintisan us saha. maupu un oleh in ndividu/kelom mpok masy yarakat yan ng sudah melakukan aktivitas usaha melalu ui al. M sedan ngkan pada tahun 2011 telah te ersalurkan kepada k 14.dan berke emampuan ek konomi.24 30 0.546  20. pemberian fasilitas bantuan moda ahun 2010 telah t tersalurkan bantua an Pada ta Gambar r 4.516 22.5 23. dalam m rangka mewujudkan m kemandiria an.245 penerima bant tuan Bawak ku Walikota Bandung g Menyerahka an r dengan re ealisasi angg garan sebesa ar Makmur Bantuan kepad da Penerima Bawaku M Makmur Rp7.473  Anggaran Bawaku (Milyar Rp) 25  20  15  10  5  ‐ 2006 7 2007 2008 2 2009 2010 2011 1 14. Hal H tersebut dikarenakan n yang dana ba bersangkutan telah pindah ke lu uar kota Bandung sehing gga berdasark kan Perwal Nomor N ahun 2009 Jo No. untuk menjadi pendorong g baik bagi individu/ke elompok ma asyarakat yang memiliki i jiwa san usaha maupun m bagi individu/kelo ompok wirausaha dan/atau akan melakukan perintis akat yang sudah melakuk kan aktivitas usaha khusu usnya dalam penguatan aspek masyara permodalan.26 kepada 14. Dalam penyaluran Dana Bawaku Makmur tah hun 2011. 345 tahun 2010 ten ntang Petun njuk Pelaksanaan 335 ta Pemberi ian/Penyalura an Bawaku Makmur.000  25.5 Miliar.000  20 0.5 Mi iliar.5 Anggaran Bawaku B  Makm mur Penerima Bawaku B  Makm mur 7.000  0.315 14.000  10 5. te erdapat calon n penerima manfaat m yang g tidak meng gambil antuan Bawa aku Makmur r sebanyak 143 orang.4 11 7.Grafik IV. daya in novasi.000  ‐ Penerima Bawaku  Sumber : Bagian Perekonom mian Setda Kot ta Bandung. tas.

62.095 Persentase Penerimaan (%) 100. Tepat Jumlah..061 190.00 14.546 27.887.887. 237 . Tabel IV.5 Miliar Rupiah Secara umum pelaksanaan Bantuan Walikota Khusus Bidang Kemakmuran (BAWAKUMAKMUR).. Keberpihakan Pemerintah Kota Bandung kepada masyarakat miskin (Pro Poor).529.400.500.(Enam puluh dua milyar lima ratus dua puluh sembilan juta delapan ratus delapan puluh tujuh ribu rupiah).000 11.000 62.546 27.000 Tahun 2007 2008 2009 2010 2011 Total Sumber : Bagian Perekonomian Setda Kota Bandung.02 13.500.129.000. yang telah digulirkan dari tahun 2007 hingga tahun terakhir telah mencapai sasaran dimana pendistribusiannya telah mencapai besaran dana sebesar Rp. Pengelolaan Raskin di titik distribusi dan titik bagi pelaksanaannya lebih baik.529.00 100.245 14.887. Tujuan dari Bawaku Pangan adalah sebagai berikut : 1) 2) 3) 4) Sebagai pendamping Program Raskin. mengacu pada asas 6T (Tepat Sasaran Penerima Manfaat. Tepat Administrasi dan Tepat Kualitas).000 22.72 24. Tepat Waktu.080 proposal yang masuk dan 100. 2011 Selain Bawaku Makmur.000.sehingga mengurangi nilai rupiah dan penerima Bawaku padahal jumlah plafon secara keseluruhan sama dengan tahun 2010 yaitu 7.000.000 7. berupa bantuan subsidi pembelian raskin dan biaya operasional.24 Nilai Bantuan (Rupiah) 14.500.Perbedaan jumlah penerima Bawaku Makmur Tahun 2010 dan 2011 terletak pada nilai rekomendasi dari penerima Bawaku Makmur dimana pada tahun 2010 penerima Bawaku relatif mendapat nilai rekomendasi yang sama sedangkan pada tahun 2011 terdapat beberapa penerima Bawaku yang mendapatkan nilai rekomendasi lebih besar dari Rp.000.095 buah proposal yang diterima dan didanai.000 7. terdapat juga Program Bawaku Pangan yang merupakan program terobosan peningkatan ketahanan pangan di kota Bandung.2011 Proposal Masuk Lolos verifikasi (eksemplar) 23.75 12.13 Jumlah Proposal dan Nilai Bantuan Bawaku Makmur Tahun 2007 .516 14. Tepat Harga. Jumlah tersebut meliputi 190. Meringankan beban masyarakat miskin dalam pemenuhan kebutuhan pangan pokok.473 139.080 Proposal Diterima (eksemplar) 23.000. dalam rangka sinergitas Program Pusat dan Daerah.000.473 20.315 100.000.

000 0.000 60.Pada Ta ahun Anggar ran 2010 dia alokasikan Rp p8. Dat ta Bawaku Pangan dapat dilihat pada gr rafik berikut./Kg 1.431 151 Tahun 20 011 8.0 8.5 9.000 63.41  Anggara an Bawaku Pa angan (sumbu u kiri) Penerim ma Bawaku Pa angan (sumbu u kanan) 2009 201 10 2011 Sumber : Dina as Pertanian & Ketahanan Pa angan Kota Bandung. RTSPM Koordinator Raskin Keluraha an 3 Kuantum Raskin n Kg/RTSPM M 13 (Jan – Mei) 15 (Juni – Des) 4 Harga Raskin : Se ebelum Subsid di Be esarnya Subsid di Se etelah Subsidi 5 Su ubsidi Biaya Op perasional / Distribusi Raskin n dari titik di istribusi (Kelura ahan) ke tit tik bagi/RTSPM M Sumber : Dinas Pertania an & Ketahana an Pangan Kot ta Bandung.000 10.695 Milyar dengan jumlah pagu sa asaran RTSPM M sama den ngan tahun 2010 2 yaitu sebanyak s 63.431 63.000 400 1.2011 Tahun 200 10.600 600 1.431 151 238 8 .000 50. Grafik IV.00  90.695.5 8.14 ncapaian Kin nerja Bawaku u Pangan Tahun 2011 dibandingkan n Tahun 2010 0 Pen No. 2011 Tabel IV.5 Anggaran Bawaku (Milyar Rp) 10.000.4 413.000 20. 1 2 Indikat tor A Anggaran Pe enerima Manfa aat Satuan n Rp. 20 011 Rp.5 82.41 Milyar r dengan jum mlah pagu sa asaran sebanya ak 63.000 30.43 32 10./Kg Rp./Kg Rp.000 63.54 n dan Penerima Bawaku Pangan Anggaran 09 .000 0 Penerima Bawaku  8./Kg Rp.000 63.431 RT TSPM (Rumah h Tangga Sa asaran Peneri ima Manfaat t) sedangkan n pada Tahun Anggaran A 20 011 dialokas sikan anggar ran senilai Rp8.000 40.600 0 600 1.000 80.0 9.0 7.70 0  8.431 70.431 RTSPM yang tersebar r di 151 Koo ordinator Raskin di masing-masing Ke elurahan.000 0 400 15 Ta ahun 2010 8.

09  ‐ 0. 2011 239 9 .600. Adapun ya ber dari swad daya masyara akat bersumb pada tahun 2011 sebesar 672. k Adap pun penjelasa annya Perkembanga P n Bantuan Pe rbaikan Ruma ah Kumuh sebagai berikut: Tahun 2008 8-2011 Gamba ar 4.50 0  1. 2) Upaya lain yang dilakukan d Pe emerintah Ko ota g untuk meningk katkan ta araf Bandung kemakm muran masyarakat ad dalah deng gan melaksa anakan kegiatan perba aikan Grafik IV V.55 rumah kumuh.Penghar rgaan yang diperoleh pada tahun 2011 1 adalah : 1) n dari Bapak Gubernur Jawa Penghargaan Barat kepada Bapak Wa alikota Bandu ung mbina Ketahanan Pang gan sebagai Pem Kota dalam m rangka Hari Pang gan Sedunia (HPS) Tingkat Provinsi Jawa Barat Tahun 2011. n pemberian hibah perba aikan Kegiatan rumah kumuh k di Kot ta Bandung telah t dilaksan nakan sejak k tahun 2005 2 sampai sekarang dan kegiatan ah dimaksud pemberian hiba ari 7 merupakan salah satu bagian da ota Bandung g di Agenda Prioritas Ko d kemakmuran bidang kesehatan dan arga masyar rakat dengan sasaran wa 300 APBD 250 Jumlah Rumah 200 160 150 100 50 0 2008 2009 2010 2011 40 17 15 225 200 20 00200 Swada aya CSR BJB B Sumbe er: Bagian Pemer rintahan Umum Setda Kota Band dung.00.15  2009 2010 2 2011 2008 Sumbe er: Bagian Pemer rintahan Umum Setda Kota Band dung.80  1   1.00 1.27 Walikota Band ung Menerima W Pen nghargaan Ad dhikarya Pang gan Nusan ntara Tingkat Provinsi Jawa Barat n perbaikan rumah kum muh Bantuan pada ta ahun 2010 sebanyak 200 2 rumah yang bersum mber dari da ana ang APBD dan 40 rumah ya ber dari dana a CSR Bank BJB. B bersumb sedangk kan pada tahun 20 011 sebanya ak 200 rumah ya ang bersumb ber dari dana a APBD dan 200 2 rumah yang bersum mber dari da ana a masyarakat t.00  1. Sementara itu.6 pada ta ahun 2010 terdapat t ban ntuan yang be ersumber dari dana CSR BJB sebesar Rp2 Milyar. n dari Bapak Gubernur Jawa Penghargaan Barat kepad da Kota Bandung sebagai Kota yang te elah Melaksa anakan Progra am Raskin (Peng gelola Terbaik k) Tahun 2011.50 0  2.00 0  0. 2011 Grafik IV.5 56 Perkembang gan Anggaran n Rumah Kum muh T Tahun 2008 – 2011 2. Rp590. swadaya Anggara an perbaikan n rumah kum muh yang bersumber da ari APBD pa ada alah tahun 2010 dan 2011 ada ang sebesar Rp1 Milyar.00 0  Rp Milyar APB BD Swada aya CSR BJB B 2.13  0.59  0.0 00  0.50 0  1.

000.000.000 30.000.000 1. Pada tahun anggaran 2011.000.000.000.000 35.000.000 35.877 rumah yang bersumber dari ABPD Kota Bandung maupun bantuan dari pihak ke-3.000.000 35. Adapun data pencapaian realisasi perbaikan rumah kumuh tahun anggaran 2011 yang tersebar di 30 kecamatan dan 151 kelurahan adalah sebagai berikut.000.000.000 35.000 35.000.000 50.000.000 25.00.000.000.000.000.000.000 40.000.000 30. Pemerintah Kota Bandung telah mengalokasikan anggaran untuk hibah perbaikan rumah kumuh sebanyak 200 rumah senilai Rp1.000 30.000.15 Distribusi Bantuan Perbaikan dan Anggaran Rumah Kumuh Tahun 2011 No 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30 Kecamatan Sukasari Cidadap Sukajadi Cicendo Andir Coblong Bandung Wetan Sumur Bandung Cibeunying Kidul Cibeunying Kaler Astana Anyar Bojongloa Kaler Bojongloa Kidul Babakan Ciparay Bandung Kulon Regol Lengkong Batununggal Ujungberung Kiaracondong Arcamanik Cibiru Antapani Rancasari Buah Batu Bandung Kidul Gedebage Panyileukan Cinambo Mandalajati JUMLAH APBD Jumlah Rumah 5 5 6 7 8 7 6 6 8 6 7 7 7 7 10 7 8 8 5 7 5 5 6 7 6 6 5 7 10 6 200 (Rp) 25. Pemerintah Kota Bandung telah menargetkan perbaikan rumah kumuh sampai dengan tahun 2013 sebanyak 3.000.000 25.000 40.000 30.000 30.000 25.000.000 35.000.000 50.000.000 40.000 30. Tabel IV.000 35.000.000 25.000 35.Kota Bandung yang memiliki rumah kurang layak huni dan perlu mendapat bantuan dalam upaya meningkatkan kesehatan dan taraf hidup lebih baik.000 30.000. 2011 240 .000 25.000 35.500 rumah yang lokasinya tersebar di 30 kecamatan dan 151 kelurahan dan sudah terealisasikan sebanyak 1.000.000.000.000.000.000.000 35.000.000.000.000 30.000.000 40.000 Sumber: Bagian Pemerintahan Umum Setda Kota Bandung.

2 27% 13.200.565   UM MK KHL 39.34% mer rupakan pend duduk yang masih m menga anggur.698  1. Da ari angkatan n kerja angkata tersebut t.58 Per rkembangan UMK U DAN KHL Tahun 200 06–2011 1.744 4.243.300.500.66% me erupakan penduduk yang bekerja.09% Orang (tenaga kerja) 1.17% 15% Jumlah Pen ngangguran (sumb bu kiri) Jumlah Tenaga Kerja (sumbu u kiri) Tingkat Pen ngangguran (sumbu kanan) 20% Tingkat Pengangguran (%) 0% Sum mber: BPS Kota Bandung.Grafik IV.66% jika dibandin an kerja yang g berada di Kota Bandung pada tah hun 2011.000  500.000  2006 2007 7 2008 2009 2010 20 011 10.000 700.493 1.095   900.000  16.500  8 860.000  93 4.700.28% 12.57 Perkembanga an Ketenagake erjaan Tahun 2006–2011 1.000 800.435 1.3 34% 5% 15.000 2006 2 2007 200 08 2009 2010 2011 746 6.300.188.48% % 1.059 9  1.000 Rp 8 871.100.000 0 1. katan kerja di Kota Bandu ung selama p periode 2010 0-2011 Tingkat pengangguran dari angk ami penuruna an dari 12.000  16 6.000  10% 900.678 1.155.000  700.044 1. Grafik IV. sebanyak 89.02 21 Sumber: Dinas Tenaga Kerja Ko ota Bandung.197.17 7% di tahun 2010 menjadi sebesar 10 0.34% pada tahun mengala 2011.000. Tercatat terdapat sebanyak 1.118.630  1.000  1.12 29. s sedangkan sisanya s sebesar 10.000 8  986.000 600. 20 011 241 .002.000 1. 2011 Jumlah angkatan kerja Kota Ba andung tahu un 2011 me engalami peningkatan se ebesar ngkan denga an tahun 2010.000 1 1.100.

in ndustri non formal f (indus stri yang belum memiliki izin usaha) masih minasi denga an persentas se sebesar 73.00 00  16.254  11.457  Sumber: Dinas Koperasi UKM M dan Indag Kot ta Bandung. ter rdapat Berdasarkan Peratur han dalam pe engelompokan industri yai itu : perubah Tabel IV.249  2011 29  969  3.026  16.243.00 00  14.0 021.457 ran Menteri Perindustria an Nomor 41/M.00 00  6.86% %.188. Hal H ini menu unjukkan pen ningkatan un ntuk UMK se ebesar 6.00 pada tahun 2011.894  9.28%.906  16.197.UMK pa ada tahun 2010 sebesar Rp1.536 6  2008 29  731  3.118. 2011 menjadi 16.000. 201 11 t 2010 sebanyak s 16.558  15.108  11.00 00  4.2 249 unit usah ha dan pada tahun Jumlah unit usaha industri pada tahun 7 unit usaha.435.80%.00 00  8.433  12.00 pada tahun 2011.006  12. berarti telah h terjadi penin ngkatan sebe esar 1. .Ind/PER 4 R/6/2008. 242 2 .00 00  Unit Usaha 12. diikuti oleh industri kecil se ebesar mendom 20.00 00  10.406  11.00 00  2.30% % dan besar 3.673  15. KHL seb Grafik IV.00 menjad di Rp1.59 Perkembangan Industr ri Tahun 2006 6–2011 18.16 Pengelompok P kan Industri Unit Usaha Industri Besar Industri Meneng gah Industri Kecil Semula a >1 Miliar 600 Juta – 1 Miliar 5 Juta – 600 0 Juta Peruba han >10 Mi iliar 200 Juta – 1 10 Miliar 5 Juta – 20 00 Juta Pada tahun 2011.426  2009 29  806  3.49 93.08%.00 00  ‐ Industri Besar Industri Menengah Industri Kecil Industri Non Formal Total 2007 20  616  2. Adapun A KHL pada tahun 2010 sebesar Rp1.762  2010 29  908  3.00 menjad di Rp1.

335  2.000  ‐ 2006 2 348  1 1.92%.Grafik IV.776 6  2011 1.000  40. dimana a pedagang non formal adalah a perdaga pedagan ng yang belu um memiliki izin dan tem mpat usaha sesuai dengan peruntuk kannya serta tid dak bertentangan dengan peraturan.935 5  90.431  555.798  90.776 un nit usaha dan n pada 2 menjad di 102. hal ini menunjukkan peningkatan se ebesar gota koperasi i pada 4.000  550.580   2010 1. berarti telah h terjadi peningkatan se ebesar tahun 2011 2.691  Perdagangan Besar Perdagangan Menengah Perdagangan Kecil Perdagangan Non Formal Total Sumber: Dinas Koperasi UKM dan d Indag Kota Bandung.300  2.100  2.000  100.000  535.000  546. 2011 243 3 .61 bidang perdagangan di Kota lah Unit dan A Perkem mbangan Jum Anggota Kope erasi g.020 orang o pada tahun jadi pening gkatan 2011. Jumlah angg 2 sebanya ak 546.546  8 89.920 orang tahun 2010 menjadi 549.235  21. d Kota Ban ndung Jumlah koperasi di d koperasi aktif dan koperasi terdiri dari tidak ak ktif yang masih dapat dibina d sedangk kan angg gota kop perasi merupakan nomina atif dari ju umlah koperasi yang ada di Kota Bandung.000  530.908  2009 967  1.656   19 9. Perdagangan non forma al merupakan kelompok terbesar dar ri seluruh ka ategori angan dengan persentase sebesar 87.797  24 4. Jumla ah Koperasi 2.080  2008 682  1.536 koperasi k pada a tahun 2011.213  102.000  525.67 2. B 2011 Jumlah unit usaha pe erdagangan pada tahun 2010 2 sebanya ak 99.32%.157  21.000  Unit Usaha 80.8 85%.60 Perkembang gan Perdagangan Tahun 20 006–2011 120.691 unit usaha. berarti terj sebesar 0.871  14.38%.164   3 3.776  27.000  78  533.736 6  6.600  2.093 3  99.591   9 98. Bandung Tahu un 2006 – 201 11 Unit Koperasi Jumlah koperasi pad da tahun 201 10 ak 2.345  8.020  545.012 2  1.000  549.965  2007 426  721  4.243  Anggota Ko operasi 2.500  2.000  20.000  2006 2007 2008 2009 2010 2011 Orang Sum mber : Dinas Koperasi UKM dan Indag Kota Band dung.476  6.120  5.400  2. Tingkat per rtumbuhan p perdagangan n yang menunju ukkan trend positif di Kota Bandung tidak lepas dari d iklim eko onomi sosial politik yang cukup kondusif f yang dapat t memberikan n rasa aman bagi pelaku usaha untuk k terus amkan/ berinvestasi di menana G Grafik IV.431 koperasi k menjadi sebanya 2.920  540.536  2.200  2.000  60.

850 koper rasi 2010 sebanyak sedangk kan realisasi tahun 20 011 sebanya ak 1.62 2 Perkembanga P an Jumlah K Koperasi Aktif dan Koperasi Sehat S di Kota a Bandung Tah hun 2008 – 20 011 5 500 396 4 400 Koperasi Sehat 3 300 180 2 200 1804 1 100 0 2008 2009 2010 0 1808 350 446 1 1900 1875 1850 0 Koperasi Aktif 1 1850 1 1800 1 1750 2011 Tahun Koperas si Sehat K Koperasi  Aktif ketentua an Sehat. Cukup Sehat. 2011 Kurang Sehat. dimana d koper rasi aktif ada alah koperasi yang telah h melaksanak kan n perkope erasian ya ang kegiatan meliputi i pelayanan kepada k anggo ota maupun n masyarakat se erta melaksa anakan kew wajiban ya aitu Rapat Anggota Ta ahunan (RA AT). Koperas si Sehat ad dalah koper rasi aktif yang suda ah dilakuk kan n kesehatan n koperasi/U USP penilaian sesuai dengan d keten ntuan Peratur ran Menteri Koperasi da an UKM Nom mor M/KUKM/II/2008 deng gan 19/PER. .M Grafik IV. ME EMANTAPK KAN P PEMBANG UNAN KOTA BANDU UNG BER RKELANJUTAN D DAN BERWAWA B ASAN LINGKUNGAN (BA ANDUNG HIJAU DAN HARMO ONIS) Kinerja kebijakan k Ag genda Bandun ng Hijau dan Harmonis ya ang merupakan salah satu u tolok ukur pe encapaian ind dikator kiner rja “Misi Me enata Kota Bandung B Me enuju Metrop politan Terpadu u yang Berw wawasan Ling gkungan”. sedangkan target tahun 2011 sebanya sebanya ak 350 kope erasi terealisa asi sebanyak 446 kopera asi sehingga ada penambahan sebesar 12. Sumber : Dinas Koperas si UKM dan Inda ag Kota Bandung g.35%. ktif pada tah hun Jumlah Koperasi Ak s 1.875 kop perasi sehing gga ada pen ningkatan seb besar 1.63%. dan n Tidak Sehat. Target koperasi tahun 2010 ak 300 koper rasi terealisas si sebanyak 396 3 koperasi. dapat dilihat dari tabel d dan grafik ca apaian kinerja penyelenggar p raan bidang lingkungan hidup berikut.Berdasarkan target RPJMD Tah hun saran progr ram 2009 – 2013 sas adalah Koperasi K Akt tif dan Koper rasi Sehat. d. 4 244 .

sem mpadan s sungai.46% Realisasi Ca apaian 2011 Ruang te erbuka hijau u publik dan privat t yang efektif f menunjan ng fungsi hidrologi 11.400  1. 2011 245 .85 5  6  4  2  ‐ 2006 2007 2008 2009 2010 2011 Sumber: BPLH.000  800  7.42% % pada tahu un 2011.000  Hektar RT TH (sumbu kiri) 1. jalur r hijau jalan n. jalur tegangan tinggi.17 Pencapa aian Kinerja Agenda A Prioritas Bandung Hijau H dan Harm monis Agenda a Prioritas s Bandung g Hijau Indikato or Capaian Targe et Capaian 2011 12.87  Hektar 1.600  11 1.63 Perkemb bangan Ruang g Terbuka Hija au (RTH) Tahun 200 06 – 2011 2.03% dar ri luas Luas lah wilayah Kota Bandu ung yang me enjadi 11.42  10. b penamb Grafik IV. B Dinas Perta anian. Ada apun uraiann nya sebagai berikut.76  8.800  1. hutan konservasi. serta penanganan lahan kritis dan RTH lainn nya) Sumber: Perda P Nomor 09 Tahun 2009 (diolah) han Ruang Terbuka T Hijau pada tahu un 2010 ada alah sebesar 10. hal ini menunjukkan bahan sebesar 1.39%.31 1  8  12  10  Persentase RTH (%) Persentase RTH (sumbu kanan) k 8.200  1.4 42% (dala am bentuk taman kota dan kebu un bibit.03  9. RT TH pemakaman.Tabel IV. Dinas Pem makaman dan Pe ertamanan Kota Bandung.

14 10.11% 1. 8.95 % 1.266 buah dan pada tahun 2011 menjadi 38. Dinas Pertanian.49 11. 246 .17 18.Tabel IV.12% 5.48 891. berikut ini ditampilkan pula data-data penunjang yang menunjukkan kemajuan pelaksanaan Agenda Prioritas Bandung Hijau dan Harmonis tahun 2006-2011.31 176. hal ini menunjukkan peningkatan sebesar 22.49% 0. Perkembangan jumlah sumur resapan ini menunjukkan komitmen yang kuat dari Pemerintah Kota Bandung serta tingkat kepedulian yang tinggi dari masyarakat terhadap permasalahan lingkungan hidup untuk mewujudkan Bandung Hijau dan Harmonis.91 6.18 Rincian Ruang Terbuka Hijau Kota Bandung Tahun 2011 Proporsi terhadap Luas Wilayah Kota Bandung (16. 7. 6. 5.12 416. Aset Potensi RTH Lainnya:  RTH Kawasan Pemukiman  RTH Pendidikan  RTH Kawasan Militer  RTH Kawasan Kawasan Perdagangan dan Industri  RTH Perkantoran dan Gedung Komersial 218. Taman Kota dan Kebun Bibit RTH Pemakaman Tegangan Tinggi Sempadan Sungai Jalur Hijau Jalan Sepadan Kereta Api Hutan Konservasi Penanganan Lahan Kritis RTH dari Bag. 10.30% 0.02% 2.792 Ha) Ha 1.33% Tahura Djuanda dan PLTA Dago Bengkok Laporan Pendataan /Hasil Survey Laporan Pendataan /Hasil Survey Ruang Terbuka Hijau Keterangan Jumlah 1.158 buah. 2.42 4.910. Jumlah sumur resapan secara kumulatif pada tahun 2010 sebanyak 31.07 148. 2011 Selain indikator utama pencapaian kinerja Agenda Prioritas Bandung Hijau dan Harmonis. 9.04%.42% Sumber: BPLH.06% 0.92 19. Dinas Pemakaman dan PertamananKota Bandung. 4.06% 0.89% 0.04% 0. 3.

000  25.000  ‐ 2006 2007 20 008 200 09 2010 0 2011 10. Dina as Pemakaman dan d Pertamanan Kota Bandung.000  35. Dinas s Pertanian.64 Perkembanga an Sumur Resa apan Tahun 2006 – 2011 45.000  1.016  704.200.000  1.266  30.000  800.276 597.462  1. 2011 512.000  10.292  450  15.000  600.509  1.800.000  Jumlah Sumur Resapan 31.057  1 345 276  1.156.652.000  Pohon 1.523  785.713  829.345.600.574  38.237  528.4 0  20.160  493.000  200.349  562.470 24.224  1.000  20.000  ‐ 2006 Jum mlah Pohon 2007 2008 Pohon Pe elindung 2009 2 20 010 Pohon Produ uktif 1.158  Sumber: BPLH Kota Bandung.814  640.890  247 7 Sumb ber: BPLH.000  400.091.000  1. 2011 Grafik IV.Grafik IV.005.843 785 843  755.173  201 11 822.65 Perkembangan Jumlah Kumulatif Pen nanaman Pohon Tahun 200 06-2011 1.400.987  .541.000  5.000  15.000.000  40.810  1.167  558.

Adanya kemajuan dalam upaya mendukung Gerakan Cikapundung Bersih tersebut tidak lepas dari berbagai pendekatan yang telah dilakukan Pemerintah Kota Bandung.652. pada tahun 2010 sebanyak 1.016 pohon menjadi 1. 10. secara kumulatif masing-masing berjumlah 785. pengangkatan sedimen.541. selanjutnya mulai tahun ini kegiatan fisik di Sungai Cikapundung dan kawasan sempadannya serta beberapa sungai utama di Kota Bandung tidak hanya ditangani oleh Pemerintah Kota. namun juga oleh Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Penyehatan Lingkungan Permukiman. Dari hasil koordinasi ini.173 pohon menjadi 822. Direktorat Pengembangan Permukiman.1 Milyar pada tahun 2011.523 pohon pada tahun 2011. Gambar 4.713 pohon dan 829.88% pohon produktif. Saat ini sedang dijajaki pula kerjasama denga Kementerian Perumahan serta Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum. Kementerian Pekerjaan Umum.Pohon Pelindung dan Pohon Produktif pada tahun 2010. pemerintah pusat dan provinsi menyalurkan anggaran melalui Bantuan Tidak Langsung untuk kegiatan fisik program Cikapundung Bersih sebesar Rp.24%. pada tahun 2011 telah dilakukan penguatan Gerakan Cikapundung Bersih yang memiliki tujuan jangka panjang dan jangka pendek. Data selengkapnya dapat dilihat pada grafik berikut. Dinas Sumber Daya Mineral. Beberapa kegiatan yang telah dilaksanakan dalam Cikapundung Bersih diantaranya proses pengangkatan sampah. Dinas Perumahan dan Permukiman Provinsi Jawa Barat. Balai Besar Wilayah Sungai Citarum. Hal ini menunjukkan peningkatan sebesar 4.28 Walikota Bandung Melakukan Penanaman Pohon dI SMKN 9 Bandung Pada pembangunan sektor infrastruktur DAS Sungai. dan pembabadan rumput. merupakan keberhasilan upaya teknis yang dilakukan melalui koordinasi antar berbagai level pemerintahan mulai tingkat pusat hingga kota.843 pohon dan 755.69% pada penanaman pohon pelindung dan 9. Pemerintah Kota Bandung dan masyarakat sebagai komponen utama dalam penanganan kawasan kumuh disekitar Sungai Cikapundung bersepakat untuk menandatangani Memorandum of Understanding dalam upaya mendukung Gerakan Cikapundung Bersih. Pada tahun yang sama Pemerintah Pusat dalam hal ini Direktorat Jenderal Cipta Karya.810 pohon pada tahun 2011. 248 . Ditandatanganinya MOU yang telah disebut pada alinea sebelumnya. Oleh karena itu. Pemerintah Provinsi Jawa Barat. yaitu pendekatan teknis dan kultural. diharapkan tujuan jangka panjang Gerakan Cikapundung Bersih yaitu terciptanya kondisi ideal kawasan sungai dengan sempadan yang nyaman bagi masyarakat dan Kota Bandung dan tujuan jangka pendek yaitu terpeliharanya kebersihan di sekitar badan sungai dari sampah dan limbah domestik akan segera tercapai. Dengan demikian. Dinas Sumber Daya Alam Provinsi. berarti terjadi peningkatan sebesar 7. Adapun jumlah penanaman pohon secara keseluruhan. Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Provinsi.

Perusahaan-perusaha aan menggal lang dana CS SR untuk membiayai kegiatan Cikapun ndung 249 9 .21 2006 200 07 2008 200 09 2010 20 011 108  2 201 2006 2007 2008 2009 2010 Sumber: Din nas Bina Marg ga dan Penga airan Kota Ba andung.800  35. sementara a pada tahun 2010 hanya se ebanyak 32.000  Babadan  m2) Rumput (m 32. roses pemb babadan Adapun pada pr rumput terdapat penurunan yang an pada tahun 2011 se ebanyak signifika 8.200  250  1.66 Perkem mbangan Kegi iatan Cikapun ndung Bersih Tahun T 2006-2 2011 3.670  2. meluncur di air menggu unakan ban truk.2 9 aran untuk tidak mem mbuang penyada Walikota W Band dung Berpartis sipasi pada Ac cara sampah ke sunga ai yang dil lakukan Festiva al Cikapundun ng Bersih bungan mulai dari secara berkesinamb ngga ke hilir. jika pada tahun 2010 0 sebanyak 1. dari sisi upaya kultural k Pemerin ntah Kota Ba andung melakukan pendeka atan kepada berbagai kompon nen masyarakat terutama a yang tinggal dan berakti ivitas di sem mpadan oses sosialisa asi dan sungai berupa pro Gambar 4. . Selain it tu terdapat ju uga peningka atan sebesar 74% pada proses p penga angkatan sed dimen.0 000 m2. Hal ini mendorong be erbagai komp ponen akat lain untu uk ikut bergerak. dila aksanakan st trategi hulu hin kegiatan n wisata air r oleh masy yarakat semp padan sepert ti kukuyaan.000  15.800  2.340 1. Selanjutnya a masyarakat t akan n serta untu uk melakukan n kerja bakti membersihk kan tempat wisata sunga ai dari berperan sampah secara rutin n tanpa harus s diberi hono or. masyarak kat menjadi sadar untuk tidak memb buang sampah ke sungai ka arena telah menjadi m temp pat wisata air.960  56  5.436 m3.200  1.436 20. 2011 1 p an sampah pada p Kegiata an Cikapund dung Bersih pada tahun 2010 Proses pengangkata 3 3 sebanya ak 108 m da an pada tahu un 2011 men njadi 56 m atau menurun n sebesar 48.212 m2. Sementa ara itu.400  1.000  500  ‐ 10.000  4.15%.500  3.000  1. Efekny ya. Untuk me endorong ko omitmen mas syarakat.Grafik IV.000  2.000  2 340  2.000  30.000  ‐ 1.600  1.500  Penga angkatan Sam mpah (m3) Penga angkatan Sed dimen (m3) 3. Komunit tas perguruan n tinggi mem mbentuk kom munitas masyara untuk memberikan m e ekspertise serta menggala ang dana bagi perbaikan kualitas kaw wasan.400 m3 dan pada tahun 2011 2 menjad di 2.500  2.200  8.000  25.100  2.410  1.000  2.

berikut ini ditampilkan pula data-data penunjang yang menunjukkan kemajuan pelaksanaan Agenda Prioritas Bandung Kota Seni Budaya tahun 2006-2011. MEMANTAPKAN PEMBINAAN SENI DAN MENINGKATKAN BUDAYA KOTA BANDUNG (BANDUNG KOTA SENI BUDAYA) Kinerja kebijakan Agenda Bandung Kota Seni Budaya yang merupakan salah satu tolok ukur pencapaian indikator kinerja “Misi Meningkatkan Kesejahteraan Sosial dan Mengembangkan Budaya Kota Yang Tertib. dapat dilihat dari tabel dan grafik capaian kinerja penyelenggaraan bidang seni dan budaya berikut. Perbaikan Jalan dan Saluran. Cikapundung. Penataan Pulosari dan anak S. Tabel IV.Bersih. Berprestasi dalam Menunjang Kota Jasa Bermartabat”. e. Kreatif. Bahkan media lokal dan nasional pun melakukan peliputan khusus secara bergantian mensosialisasikan inovasi program ini. Pemerintah melalui Kementerian PU memberikan stimulasi berupa bantuan dana APBN pada kegiatan penataan kawasan. Cianjur hingga Solo. Pembuatan Talud Sungai. Pembangunan Saluran Drainase Lingkungan . 250 .19 Pencapaian Kinerja Agenda Prioritas Bandung Kota Seni Budaya Target Capaian 2011 Tidak ada target capaian tahun 2011 Tidak ada target capaian tahun 2011 Agenda Prioritas Bandung Kota Seni Budaya Indikator Capaian Realisasi Capaian 2011 Didukung oleh data penunjang indikator seni budaya Didukung oleh data penunjang indikator seni budaya Meningkatnya kesadaran masyarakat dan komunitas seni budaya dalam rangka pelestarian seni budaya secara profesional dan berkesinambungan Meningkatnya hubungan pemerintah dengan pelaku budaya dalam perlindungan dan pelestarian budaya Sumber: Perda Nomor 09 Tahun 2009 (diolah) Selain indikator utama pencapaian kinerja Agenda Prioritas Bandung Kota Seni Budaya. Kegiatan Fisik P2KP (Community Based). Akibatnya program sejenis mulai diikuti daerah lain seperti Bandung Barat. Aman. Pembuatan Bak Kontrol dan pembuatan jalan lingkungan. khususnya koridor Sungai Cikapundung (ruas SabugaBabakan Siliwangi) hingga Wastukencana berupa Pembuatan RTH Tepi Sungai. Pengembangan Saluran Air Limbah Domestik di sekitar Permukiman (Pembangunan Gorong-gorong Saluran Air Buangan). serta Perencanaan Lingkungan Berbasis Komunitas/Masyarakat.

Budayaw 9) Pelaksan naan Festival Ujung Berun ng. B naan Festival l Kaulinan Barudak 6) Pelaksan antar SL LTP se Kota Bandung. 7) Pelaksan naan Pasanggiri Mojang Jajaka Kota Bandung.67 Perke embangan Pag gelaran Seni dan d Budaya Ta ahun 2006–20 011 3.533  1. yang dis swasta.500  1. naan Pemb berian Anugerah 8) Pelaksan Budaya kepada 7 orang o Senima an dan wan Kota Ban ndung. 5) Pelaksan naan Festiva al Angklung untuk PAUD Tingkat Kota Bandung.000  Jumlah Pagelaran Seni & Budaya 438  2. 2011 k Pagelaran Seni dan Budaya pada tahun 2010 2 sebanyak 1952 pagelaran Secara kumulatif.500  2. Beberapa ke egiatan page elaran seni budaya b selenggaraka an pada tahun 2011.Grafik IV.952  1.30 Walikota Ban ndung Memberikan Penghargaan n Anugerah Budaya B kepada 7 o orang Seniman n dan Budayawa an Kota Bandu ung 251 . baik k oleh masya arakat (komunitas seni bu udaya).000  500  ‐ 1. menjadi 2438 pagelaran pada tahun t 2011. S dalam ra angka HUT Ko odam III Siliw wangi 3) Pentas Seni 4) Pelaksan naan Festival l Reog tingk kat Kota Bandung g.000  1.054  796  465 5  2006 2007 20 008 2009 2010 2011 Sumber: Dinas Kebudayaan dan n Pariwisata Kot ta Bandung. 10) Kirab Se eni Budaya (C Cap Go Meh) 11) Braga Fe estival 12) dll Ga mbar 4. maupun pem merintah (Disb budpar) antara lain: 1) Pentas Pagelaran P Sen ni di Lokasi Car Free Day jalan Merdeka a Kota Bandu ung 2) Pentas Seni dalam rangka Hari Jadi Kota Bandung B ke 201 di Lapangan Tegalega Bandung.4 2.

096.638.024.066  2007 20 008 03  194.557.500.000.000  3.882. hal ini me enunjukkan peningkatan p s sebesar 5.69 Perkembanga an Kreator Se eni Budaya Tahu un 2006–2011 300 0  1.000  Tot tal Wisatawan Ma ancanegara Nu usantara 2 638 555  2.4 2.000  1.000  ‐ 94.000  1.Jumlah Lingkung Se eni dan Forum Komunitas Seni Buday ya pada tahu un 2010 seb banyak njadi 876 pad da tahun 201 11.062  168. 2011 Sumber: Dinas Kebudayaan dan Pariw 252 2 .712  180.15 3.928.600  2006 137.500. menunju Grafik IV. 2.600  57  2.70 Perkembangan n Jumlah Wisa atawan Tahun n 2006–2011 4. 834 men Grafik IV.420.000  500. 2011 2006 2007 7 2008 2009 20 010 2011 da tahun 2010 dan 2011 1 sebanyak 2 240 orang.666 3.000  2.925.105  2.076.04% %.373  6  3.072  2011 Jumlah Wisatawan 3.019.000.205.268  157.60 2009 2010 wisata Kota Ba andung.269  3.500.010  4. hal h ini Jumlah kreator seni budaya pad ukkan tidak terjadinya t pen ningkatan ata au penurunan kreator sen ni budaya.869  481.000.489  .68 Jumlah Lingkung Seni S dan Foru um Komunitas s Seni Budaya a Tahun 2006 6–2011 G Grafik IV.000  2.555 1.000.000  4.000  Jumlah Lingkung Seni & Forum Komunitas Seni  Budaya 900  817  800  700  600  500  400  591  591  876  Kreator Seni Budaya 834  83 34  250 0  200 0  152  150 0  106  100 0  50 0  ‐ 79  83  240 2   240  2 2009 201 10 2011 2006 2007 2008 Sumber: Dinas D Kebudayaa an dan Pariwisat ta Kota Bandung g.500.000  2.

269 orang dan pada tahun 2011 menjadi 4.062 orang.076. Tabel IV. Berprestasi dalam Menunjang Kota Jasa Bermartabat”. Juara Umum POR PEMDA VIII JABAR Juara I Egrang dan Juarai II Senam pada. Kreatif.17%. MENINGKATKAN PRESTASI OLAH RAGA DAN KEPEMUDAAN KOTA BANDUNG (BANDUNG BERPRESTASI) Kinerja kebijakan Agenda Bandung Berprestasi yang merupakan salah satu tolok ukur pencapaian indikator kinerja “Misi Meningkatkan Kesejahteraan Sosial dan Mengembangkan Budaya Kota Yang Tertib. berarti terjadi peningkatan sebesar 7. Adapun jumlah wisatawan secara keseluruhan pada tahun 2010 sebanyak 3.603 orang dan pada tahun 2011 menjadi 194. Juara Umum Popwilda Wilayah Priangan.Jumlah wisatawan nusantara pada tahun 2010 sebanyak 3. f.024. Festival Olahraga dan Rekreasi Nasional     Sumber: Perda Nomor 09 Tahun 2009 (diolah) Selain indikator utama pencapaian kinerja Agenda Prioritas Bandung Berprestasi.205. 253 .072 orang. berarti terjadi peningkatan sebesar 28.20 Pencapaian Kinerja Agenda Prioritas Bandung Berprestasi Agenda Prioritas Indikator Capaian Target Capaian 2011 Tidak ada target capaian Tahun 2011 Realisasi Capaian 2011 Bandung Berprestasi Meningkatnya prestasi Cabang Olah Raga Diraihnya prestasi pada beberapa kejuaraan antara lain:  Juara I pada Kejuaraan Sepakbola Liga Pendidikan Indonesia Tingkat SMA se-Wilayah IV Priangan (SMAN 25). berikut ini ditampilkan pula data-data penunjang yang menunjukkan kemajuan pelaksanaan Agenda Prioritas Bandung Berprestasi tahun 2006-2011.35%. yang menunjukkan peningkatan sebesar 27. Aman.666 orang dan pada tahun 2011 menjadi 3.010 orang. dapat dilihat dari tabel dan grafik capaian kinerja penyelenggaraan bidang keolahragaan berikut.882. Jumlah wisatawan mancanegara pada tahun 2010 sebanyak 180.45%. Juara I pada Kejuaraan Sepakbola Liga Pendidikan Indonesia Tingkat SMA se-Provinsi Jabar (SMAN 25).

71 Perolehan Medali pada POR PEMD DA VIII JABAR R Tahun 2006 – 2011 6 Perunggu Perak  5  4  3 4  4 4  5 Emas s 4 Medali 3 2 2 1 0 2006 2007 2008 1 1 1 1  1 2  2 2 1 2009 2010 2011 D Pemuda dan d Olahraga Kota Bandung. GO OR Bandung. bar oleh WaliK Kota Bandung g SOR Tak kraw Lodaya. SOR Futsal Caringin. SO OR Sepakbo ola Lodaya. Rehabilit tasi SOR pad da tahun 201 10 sebanyak 8 Gambar r 4. Kota K Bandung g berhasil me eraih gelar Jua ara Umum dengan pero olehan 5 me edali emas dari d rak Jalan Putr ri. cabang olahraga Ger ngkis Putri. SOR Tembak Lodaya. Go olf. 1 medali per rak Bilyard. . GOR Pad djadjaran. SO OR Tenis Caringin. 2011 Sumber : Dinas elaksanaan PO OR PEMDA VIII V Tingkat Jawa Pada pe Barat.31 unit me enjadi 11 un nit pada tahu un 2011. GOR Saparu ua. P 4 254 . dan Bulutan nis meja putr ra. dan SOR Persib. SO OR Pelepasan Kontinge en POR Pemda a VIII Jab yang dir rehabilitasi ad dalah SOR So oftball Loday ya.Grafik IV. Senam. GOR G Bulutan ngkis Lodaya. dan 2 me edali perunggu dari ten dari cabang olahraga a Futsal dan Bola B Basket.

Grafik IV. Berprestasi dalam Menu unjang Kota Ja asa Bermart tabat”.21 Pencapaian Kin nerja Agenda Prioritas Band dung Agamis Agenda Prioritas Bandung g Agamis Indikator Capaian Target Capaian n 2011 Tidak ada target capaian tahun 2011 Realisasi Cap paian 2011 Meningkatnya pemahama an dan pengamalan agama sesuai deng gan agama dan keyakinan masing-masing m g Meningkatnya sikap toleransi dan d kerukunan umat berag gama Terseleng ggaranya pemb binaan keagam maan di lingkun ngan masyarak kat sebanyak 98. A Kreatif f. dan 255 .sehingga potensi p agama dapat d dijadik kan salah sat tu kemampua an.138 9 kegiatan Tidak ada target capaian tahun 2011 Terlaksan nanya pembina aan dan silatur rahmi kerukuna an antar umat keagamaan ol leh tokoh-tok koh keagamaa an baik melalui Forum Ko omunikasi Uma at Beragama (FKUB) maupun Forum Lintas A Agama Deklara asi Sancang (FLADS) Sumber: Perda P Nomor 09 Tahun 2009 (diolah) Bandung g Agamis dilatarbelakan d ngi oleh ma ayoritas mas syarakat Kot ta Bandung yang berbasis si keyakinan dan kepatu uhan beraga ama yang cukup c kental l. 2011 g. dap pat dilihat dari tabel dan grafik capaian kinerja k penyelen nggaraan bid dang keagam maan beriku\t. . kesanggup pan dan daya a yang dimiliki oleh Kota Bandung yang memung gkinkan untu uk dikemban ngkan. kekuatan n. ME EMANTAPK KAN TO OLERANSI DAN BER RAGAMA (BANDUN ( NG AGAMIS) PEMBINAAN UMAT Kinerja kebijakan Agenda A Band dung Agamis s yang meru upakan salah h satu tolok k ukur aian indikat tor kinerja “Misi Me eningkatkan Kesejahter raan Sosial dan pencapa Mengem mbangkan Bu udaya Kota Yang Y Tertib. Aman. Tabel IV.72 P Perkembanga 2 – 2011 n Rehabilitasi SOR Tahun 2006 12 Jumlah Rehabilitasi SOR 10 8 6 4 2 0 2006 200 07 2008 2009 2010 2011 2 7 7 4 8 11 Sumber : Dinas D Pemuda dan d Olahraga Kota Bandung. digali i.

Produktif. antar umat beragama dan antar etnik. Bandung Agamis tidak hanya diindikasikan dengan semakin banyak dan memadainya prasarana dan sarana peribadatan. Kooperatif. Komunikatif. Gagasan Bandung Agamis semakin mengukuhkan komitmen Pemerintah Kota Bandung dalam mengedepankan agama dalam pembangunan.32 Penganugerahan MUI AWARD kepada Walikota Bandung 256 . Berakhlak Mulia). makna pokok dari visi agamis adalah terwujudnya sikap toleransi dan kerukunan hidup intern umat beragama. mentolerir ketidakbenaran. Walikota Bandung memperoleh penghargaan MUI Award sebagai bentuk apresiasi atas keberhasilan merekatkan ulama dan umaro (pejabat pemerintahan) serta berhasil membangun keakraban antarorganisasi Islam. Bandung Agamis berarti bagaimana menjadikan Bandung sebagai “rumah bersama” yang nyaman. Dalam rangka mempersiapkan generasi yang memiliki basis pendidikan agama yang kuat. Pada tahun 2011.dijadikan sebagai sarana untuk mengeliminir pergeseran perilaku yang mengarah pada rendahnya kepedulian masyarakat terhadap hal-hal yang terjadi di lingkungannya. memiliki kompetensi yang direfleksikan dalam sikap. Sehat. serta antar umat beragama dan etnik dengan pemerintah yang tercermin dalam kehidupan sehari-hari. Toleran. Berdaya Saing/Kompetitif) dan religius (Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. damai. yang diduga sebagai penyebab terjadinya penurunan rasa kesetiakawanan sosial. Bandung Agamis dimaksudkan sebagai kondisi dimana berbagai potensi agama yang ada di Kota Bandung dapat meningkatkan sumber daya manusia kota. Mandiri. persiapan pendidikan agama Islam nonformal di tingkat SD Pemerintah Kota Bandung telah mempersiapkan Rancangan Perda Diniyah. menjunjung tinggi nilai ajaran agama sehingga menjadikan agama sebagai landasan etika dan moral. nilai agama menyatu dalam perilaku. berdampak pada tidak optimalnya partisipasi masyarakat dalam proses pembangunan kota. sehingga terbentuk integritas yang didukung oleh pola disiplin yang baik dan amanah dan diharapkan dapat mewujudkan sumber daya manusia yang handal (Cerdas. Dengan demikian Bandung Agamis dimaksudkan sebagai kondisi dimana berbagai potensi agama yang ada di Kota Bandung dapat dimanfaatkan sebagai sumber daya pembangunan kota. dan tenteram bagi semua pemeluk agama. Salah satu muatan nilai terpenting dari Bandung Agamis adalah kota dengan masyarakat yang dinamis. peningkatan kerawanan sosial. serta rendahnya kepedulian masyarakat terhadap pembangunan kota. Dalam salah satu maknanya yang paling dalam. kecenderungan timbulnya sikap mental dan budaya permisif. Di samping itu. Bandung Agamis adalah ketika nilai-nilai ajaran agama bisa menjadi pendorong semangat ke arah perubahan yang lebih baik. Dalam pandangan lain. perilaku serta kemampuan intelektualitas dan spiritualitas. Gambar 4.

06  20 011 Sumber: Bagian n Kesra Setda Ko ota Bandung. Perda Wajib Belajar Diniy yah di akan dis Kota Bandung B diharapkan akan a memb bawa manfa aat terhadap perkembangan pemaha aman nilai-nila ai agama Islam.00  2. Se ebagai bahan n pertimbang gan dan kera angka acuan perumusan strategis keb bijakan te entang peran serta dan n kontribusi i pihak-piha ak terkait u untuk mendukung ke elancaran pen nyelenggaraa an pendidikan n diniyah. Se ebagai pedom man dalam memberlakuk m kan ijazah din niyah sebaga ai salah satu syarat un ntuk melanju utkan pendidi ikan ke jenjan ng berikutnya a atau SMP d dan sederajat.00 dan n pada tahun 2011 Penerim menjadi 3.716 6. 20 011 maan zakat pa ada tahun 20 010 sebesar Rp2.00.65  1.18 2. n Raperda sampai dengan n terbentuknya Perda Wa ajib Belajar Diniyah D Adapun penyusunan selesaikan pa ada Caturwu ulan kedua ta ahun 2012.73 P Perkembangan n Penerimaan Zakat Tahun 2006–2011 4. 257 7 .04%. di antaran nya: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Menjadi acuan M n dalam meningkatkan ku ualitas diniyah h di Kota Bandung Se ebagi acuan pemerintah h dalam me emberantas buta huruf al-Quran di Kota Ba andung Se ebagi acuan pemerintah dalam menin ngkatkan per rhatian dan k kesejahteraan n guru di iniyah Se ebagi pedom man dalam merumuska an syarat da an standar pengelolaan n dan pe enyelenggara aan diniyah Se ebagai pedom man dalam menentukan m jenjang dan jenis pendidik kan diniyah di d kota Ba andung. Selain in ndikator utam ma pencapaia an kinerja Ag genda Priorita as Bandung A Agamis. hal in ni menunjukk kan peningkatan sebesar 2 20. Se ebagai pedoman dalam merumuskan n program kerja k dan kurikulum diniy yah di ko ota Bandung Se ebagai pedom man para gu uru diniyah dalam melaks sanakan tuga asnya sebagai guru di iniyah.6 2.7 740.00  Milyar Rp 3. ba aru pada pe enyusunan naskah n akademik.645.20  1. Grafik IV.Rancang gan Peratura an Daerah Kota K Bandung tentang Penyelenggar P raan Wajib Belajar B Pendidik kan Diniyah di Kota Ba andung tahu un 2011.46  69  1.175.243.521.00  ‐ 2006 2007 200 08 2009 2010 3   3. berik kut ini ditampil lkan pula data-data d pe enunjang yang menunju ukkan kema ajuan pelaksanaan Agenda Prioritas Ban ndung Agamis tahun 2006 6-2011.00  1.

Grafik IV.74 Pe erkembangan Bantuan Keag gamaan Tahun 2006–2011

7,00  6,00  5,00  Rp Milyar 4,00  3,00  2,00  1,00  ‐ 2 2006 20 007 200 08 2009 2010 2011

6,30  5,36  3,61  3,44  2,63  4 4,21 

Sumber: Bagian B Kesra Set tda Kota Bandun ng, 2011

Bantuan n Keagamaan n pada tahu un 2010 seb besar Rp4.214.725.000,00 yang disalurkan kepada 382 pengus sul dari 562 usulan yang g masuk atau u 68% dan pada tahun 2011 ng diberikan kepada 360 pengusul dari 460 usulan n yang menjadi Rp2.625.755.000,00 yan a 73%. masuk atau
Grafik IV.75 Perkemba angan Jumlah h Sarana Perib badatan Tahun 200 06-2011

25 500
2189 2192

203 22

2215

2243

2356

20 000
1577 1577 1511 462 14 1446

Masjid
1511

15 500 10 000

Langgar Musholl la Gereja

5 503

500 5 0

365 7 107 2 3 22

365 107 22 3

409 108 224 109 23 5

510 109 23 7

409 75 4 9

Wihara Pura

2006

2007

2008

200 09

2010

2011

Sumber: Bagian B Kesra Set tda Kota Bandun ng, 2011

Sarana peribadatan yang ada di Kota Bandu ung terdiri dari d Masjid, L Langgar, Mu ushola, t 2011, Masjid merupakan sarana a ibadah terb banyak Gereja, Wihara, dan Pura. Pada tahun di Kota Bandung, yaitu sebanyak 2.356 unit.

258 8

Grafik IV.76 Pe erkembangan n Jumlah Jam maah Haji Ko ota Bandung g Tahun 2008 – 2011
2 2.965   2.95 52  2.972  2.629  2.654 

3 3.000   2 2.500   2 2.000   1 1.500   1 1.000   500  6  6  ‐

2.587 

2.720 0 

2.862 

121 

7  6  90  2009 TP PHD Kota dan Pro ovinsi

5  5  10  2010 BPIH Asli A  Daerah

9  9  7  2011 Jumlah

2008 TPHI TPIHI

Sumber : Bagian B Kesra Setda Kota Bandun ng, 2011

Jumlah jamaah haji Kota Bandung menunj jukkan perke embangan y yang positif setiap ya. Secara to otal, jumlah jamaah haji Kota Bandun ng pada tahu un 2010 seb banyak tahunny 2.972 orang, o sementara pada tahun 2011 mengalami m penurunan menjadi 2.654 orang. o Penurun nan jumlah jamaah j haji Kota Bandu ung tahun 2011 2 disebab bkan oleh adanya a penetap pan kuota jam maah haji yan ng ditetapkan n oleh Kemen nterian Agama.

h. AG GENDA REF FORMASI BIROKRAS B SI
Kinerja kebijakan Agenda Refor rmasi Birokra asi yang mer rupakan salah satu tolok k ukur aian indikator kinerja “M Misi Meningka atkan Kinerja a Pemerintah hKota yang Efektif, E pencapa Efisien, Akuntabel,da A an Transpara an dalam Upa aya Meningka atkan Kapasit tas Pelayanan n Kota Metropo olitan”, dap pat dilihat dari d tabel capaian c kine erja penyele enggaraan bidang b pemerin ntahan beriku ut.
Tabel IV.22 Penc capaian Kinerja Agenda Ref formasi Birokr rasi Tahun 20 11

Agenda Prior ritas Reformas si Birokrasi

Indikator Capaian C

Target Ca apaian 201 1 55 SK KPD

Realisasi Capaian 2011 41 SKPD

Me eningkatnya jumlah SKPD yan ng bersertifikat sistem ma anajemen mutu (SMM) ISO 900 01:2000 Tin ngkat pelayanan publik ber rbasis informas si teknologi

100% %

100%

259 9

Agenda Prioritas

Indikator Capaian guna mendukung Bandung Cyber City (e-Government) Integrasi jaringan informasi daerah sistem

Target Capaian 2011

Realisasi Capaian 2011

100%

100%

Tingkat pelimpahan urusan pemerintah daerah Tingkat kinerja pelayanan perizinan satu atap
Sumber: Perda Nomor 09 Tahun 2009 (diolah)

60%

100%

100%

107,96%

Pelaksanaan Reformasi Birokrasi tahun 2011 telah mengikuti acuan Roadmap reformasi Pemerintah Pusat dan terutama amanat RPJMD Kota Bandung Tahun 2009 – 2013, sehingga ada yang telah dan sedang berjalan dalam proses. Penataan kelembagaan, penguatan sumber daya aparatur, penataan peraturan perundang-undangan dan berbagai area reformasi birokrasi lainnya telah berjalan sebelum tahun 2011. Beberapa penjelasan mengenai capaian kinerja Agenda Reformasi Birokrasi adalah sebagai berikut: 1) Penerapan Pola Pelayanan Satu Pintu (Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik), yang memiliki prestasi antara lain : Sebagai IT percontohan se-Indonesia sebagai bahan supervisi KPK (bagi pelayanan publik se-Indonesia) b) Memperoleh penghargaan Investment Award dari Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) c) Doing Business hasil survei dan penilaian Komite Pengawas Pembangunan Otonomi Daerah (KPPOD) bekerjasama dengan World Bank dan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi dengan predikat paling mudah mendapatkan pelayanan perizinan se- Indonesia. d) Memperoleh penghargaan sebagai peringkat I Integrity Fair dari KPK 2) Proses pengelolaan dan penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 merupakan salah satu akselerasi peningkatan kualitas pelayanan Pemerintah Kota Bandung sebagaimana diamanatkan dalam Keputusan Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara (Kepmenpan) Nomor 63/Kep/M.Pan/7/2003 tentang Pedoman Penyelenggaraan Pelayanan Publik. Diterapkannya Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 di lingkungan Pemerintah Kota Bandung diharapkan dapat menjadi momentum perubahan sistem birokrasi ke arah yang lebih baik akan semakin cepat terwujud. a)

260

Pemerintah Kota Bandung telah berhasil mengimplementasikan dan mensertifikasi Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2000/2008 pada 36 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) sampai dengan akhir tahun 2010, dan pada tahun anggaran 2011 telah berhasil menerapkan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 pada 5 (lima) SKPD yang terdiri atas unsur kecamatan dan puskesmas. Sehingga sampai dengan tahun 2011 ini, Pemerintah Kota Bandung telah berhasil menerapkan Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2000/2008 pada 41 SKPD. Pada prinsipnya penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO diharapkan secara komprehensif untuk mampu meningkatkan kualitas kinerja organisasi secara terus menerus (suistanable developement), bukan hanya untuk memperbaiki kualitas pelayanan publik saja. Penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 di Kota Bandung diperuntukan pada SKPD yang memiliki fungsi perumusan kebijakan serta SKPD yang langsung berhubungan dengan pelayanan publik. Penerapan Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008 diawali dengan proses sosialisasi, pendampingan, pelatihan, penerapan, sampai dengan proses audit sertifikasi yang dilakukan oleh lembaga sertifikasi. Selain itu, sebagai usaha untuk menjaga eksistesi dan kesinambungan penerapan Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2008, maka pada tahun 2009 - 2011 untuk SKPD yang telah berhasil memperoleh sertifikat SMM ISO 9001:2008 telah dilakukan kegiatan surveillance atau penilaian kembali yang dilakukan oleh lembaga sertifikasi sehingga penerapan SMM ISO 9001:2008 dilakukan secara konsisten dan terus menerus, tidak hanya diterapkan untuk satu tahun anggaran saja. Dengan diimplementasikannya Sistem Manajemen Mutu ISO 9001:2008, perbaikan kinerja organisasi serta kualitas mutu layanan kepada masyarakat akan semakin meningkat, sehingga diharapkan dapat menjadi akselerator perwujudan Visi Kota Bandung untuk Memantapkan Kota Bandung sebagai Kota Jasa yang Bermartabat. Berikut ini daftar SKPD yang sudah menerapkan Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2000/2008.
Tabel IV.23 Daftar SKPD di Lingkungan Pemerintah Kota Bandung yang Sudah Menerapkan Sistem Manajemen Mutu (SMM) ISO 9001:2000/2008 NO 1 2 1. 1. 2. SKPD Pusat Pelayanan Kesehatan Gigi dan Mulut TAHUN 2007 2008

Inspektorat Badan Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu 3. Dinas Perhubungan 4. Dinas Pendidikan 5. Badan Kepegawaian Daerah 6. Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil 7. Dinas Kesehatan 8. Dinas Pendapatan Daerah 9. Puskesmas Pasundan 10. Kecamatan Batununggal

261

NO

SKPD 11. Dinas Pertamanan Kota Bandung 12. Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bandung

TAHUN

3

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9. 10. 11. 12. 13. 14.

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Bandung Badan Pengelolaan Lingkungan Hidup Kota Bandung Badan Komunikasi dan Informatika Kota Bandung Dinas Tenaga Kerja Kota Bandung Dinas Kebakaran Kota Bandung Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kota Bandung Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung Dinas Bina marga dan Pengairan Kota Bandung Dinas Pertanian Kota Bandung Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian Perdagangan Kota Bandung Bagian Organisasi dan PAD Sekretariat Daerah Kota Bandung Bagian Umum dan Perlengkapan Sekretariat Daerah Kota Bandung Bagian Hukum dan Ham Sekretariat Daerah Kota Bandung Kantor Perpustakaan dan Arsip Daerah Kota Bandung

2009

4

1. 2. 3. 4. 5. 6. 7. 8. 9.

Satuan Polisi Pamong Praja Kota Bandung Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana Kota Bandung Badan Kesatuan Bangsa, Perlindungan dan pemberdayaan Masyarakat Kota Bandung Dinas Sosial Kota Bandung Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kota Bandung Dinas Pemuda dan Olah Raga Kota Bandung Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak Kota Bandung Kecamatan Sukasari Kota Bandung Puskermas Margahayu Raya Kecamatan Buah Batu Kota Bandung Kecamatan Astana Anyar Kecamatan Coblong Kecamatan Arcamanik Puskesmas Kopo Puskesmas Puter

2010

5

1. 2. 3. 4. 5.

2011

Sumber: Bagian Organisasi dan Pemberdayaan Aparatur Daerah Setda Kota Bandung, 2011

3) Pengembangan dan Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi (eGovernment) telah diaplikasikan oleh Pemerintah Kota Bandung melalui Bandung Integrated Resources Management System (BIRMS).

262

a)

BIRMS merupakan inovasi dan atau terobosan yang dilakukan Pemerintah Kota Bandung dalam kerangka sistem pengelolaan tata kelola sumber daya pemerintahan yang terintegrasi dalam aktivitas birokrasi dari hulu hingga hilir dengan memanfaatkan teknologi informasi dalam rangka menunjang tata kelola pemerintahan yang baik, efisien, efektif, transparan, akuntabel dan tertib administrasi mulai dari pendapatan, perencanaan, penyusunan, pelaksanaan, anggaran hingga monitoring pelaksanaan kegiatan. Tujuan BIRMS adalah sebagai berikut : (1) Integrasi Data Keuangan, Untuk mengintegrasikan data keuangan sehingga top management bisa melihat dan mengontrol kinerja keuangan dengan lebih baik (2) Standardisasi Proses Operasi, Menstandarkan proses operasi melalui implementasi best practice sehingga terjadi peningkatan produktivitas, penurunan inefisiensi dan peningkatan kualitas (3) Standardisasi Data dan Informasi, Menstandarkan data dan informasi melalui keseragaman pelaporan, karena terdiri dari beberapa unit kerja yang beragam (4) Keuntungan yang dapat Diukur antara lain : peningkatan servis level, Peningkatan kontrol keuangan, dan penurunan waktu yang di butuhkan untuk mendapatkan informasi

b)

c)

Pada tahun 2010 kegiatan penyusunan BIRMS telah menyelesaikan 3 aplikasi, dan pada tahun 2011 telah menyelesaikan 5 aplikasi sehingga secara total sampai dengan tahun 2011 telah direalisasikan sebanyak 8 aplikasi dan direncanakan pada tahun 2012 akan diujicobakan di 10 SKPD sebagaimana ditetapkan dalam Keputusan Walikota Bandung Nomor 050/Kep.1062Bappeda/2011. Adapun 8 aplikasi BIRMS tersebut adalah : (1) e-Revenue, yaitu sistem informasi pengelolaan pendapatan; (2) e-City Planning, yaitu sistem informasi perencanaan anggaran; (3) e-Budgetting,yaitu sistem penyusunan anggaran kegiatan di tingkat SKPD sesuai dengan rumusan program dan kegiatan yang telah disusun dalam eCity Planning; (4) e-Project Planning & e- Monitoring, yaitu sistem informasi jadwal rencana realisasi anggaran dan rencana metode pengadaan barang/jasa, serta sistem informasi monitoring kemajuan pengerjaan; (5) e-Procurement, yaitu sistem pengadaan barang/jasa secara elektronik; (6) e-Contract, yaitu sistem pengelolaan pengadaan barang jasa; (7) e-Progress, yaitu sistem informasi penyerapan anggaran; (8) e-Project Performance, yaitu sistem penilaian kinerja kegiatan.

263

Gambar 4.33

ALUR BIRMS
E-Revenue e-Revenue Target Pendapatan Laporan Pendapatan Target Kinerja Kegiatan

e- City Planning
Musrenbang Online

R-APBD

RKA

e-Budgeting

e-Project Planning & E-Monitoring

R E M U N E R A S I

SIMDA, ASB & Standar Harga

Rencana Paket Penyerapan Pekerjaan & PBJ
E-Sourcing

eProcurement
Pemenang Lelang

Kinerja Belanja Langsung Kinerja Kegiatan BA Pembayaran

ePerformance
SIMPEG

e- Project Performance

e-Progress
BA Serah Terima Pekerjaan

Standar Kontrak Proses Pengadaan Langsung

e-Contract

Sumber: Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Bandung, 2011

d)

Keberadaan BIRMS diharapkan akan menyempurnakan model SIMDA yang telah lebih dulu ada dengan cara mengintegrasikan aplikasinya. Aplikasi BIRMS dalam rangka menciptakan efisiensi anggaran antara lain : (1) Menciptakan anggaran yang proporsional antara Belanja Langsung dan Tidak Langsung (2) Efisiensi pada Belanja Barang dan Jasa serta Belanja Modal (3) Rasionalisasi Belanja Barang dan Jasa terutama dalam komponen Belanja Pegawai, Belanja Barang, dan Belanja Modal (4) Merencanakan Belanja Barang dan Jasa bukan berdasarkan keinginan tapi sesuai kebutuhan (5) Rasionalisasi standar harga yang sesuai dengan fluktuasi harga pasar (6) Efisiensi Overhead Cost urusan

e)

4) Beberapa inovasi penguatan pengawasan dalam penyelenggaraan pemerintahan di Kota Bandung pada tahun 2011 antara lain : a)

Kemitraan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), melalui : (1) Implementasi kegiatan Zona Integritas (2) Penilaian Inisiatif Anti Korupsi (PIAK) dan Galeri Integritas Bandung Lautan Api

b) Kemitraan dengan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi berupa fasilitasi implementasi Pakta Integritas di Lingkungan Pemerintah Kota Bandung

264

c)

Kemitraan dengan Kejaksaan Tinggi Jawa Barat berupa implementasi Kantin Kejujuran di Lingkungan Sekolah

d) Optimalisasi peran dan fungsi Koordinasi, Monitoring, dan Evaluasi (Kormonev) dengan pelaksanaan Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2004 tentang Percepatan Pemberantasan Korupsi dengan melibatkan instansi verikal

3. PARTISIPASI PEMBANGUNAN
Proses pelaksanaan pembangunan di suatu daerah tidak hanya dibebankan kepada Pemerintah saja, tetapi juga harus didukung oleh keaktifan dan peran serta masyarakat. Bentuk tanggung jawab dan kepedulian masyarakat dalam pembangunan merupakan faktor kekuatan untuk mengoptimalkan kualitas dan kuantitas pembangunan yang berorientasi hasil pada kebutuhan masyarakat itu sendiri. Pada tahun 2011, partisipasi dana masyarakat yang dapat dihimpun dan direkap adalah sebesar Rp158.004.742.983,00 sedangkan pada tahun 2010 sebesar Rp136.769.374.266,00 yang menunjukkan peningkatan sebesar 15,53%. Tingginya kepedulian dan peran serta masyarakat dalam mendukung pelaksanaan programprogram pembangunan sangat berarti untuk mewujudkan keberhasilan pembangunan di Kota Bandung. Rincian partisipasi masyarakat per kecamatan se Kota Bandung sebagaimana tercantum pada tabel berikut.
Tabel IV.24 Rekapitulasi Partisipasi Swadaya Murni Masyarakat Tahun 2010 – 2011 JUMLAH (Rp) TAHUN 2010 47.230.000 8.679.670.106 2.965.176.200 3.582.568.870 1.036.220.000 395.186.530 7.783.824.000 1.722.291.255 4.471.313.975 2.195.217.000 9.833.120.968 7.419.452.002 5.443.071.750 7.073.700.850 2.262.772.800 3.706.050.705 3.029.540.000 TAHUN 2011 NAIK/TURUN (%)

NO. 1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17

KECAMATAN Sukasari Sukajadi Cicendo Andir Cidadap Coblong Bandung Wetan Sumur Bandung Cibeunying Kaler Cibeunying Kidul Kiaracondong Batununggal Regol Lengkong Astanaanyar Bojongloa Kaler Babakan Ciparay

3.586.407.700 7.755.782.700 2.095.220.000 2.558.090.325 5.483.405.000 8.305.694.700 4.163.525.000 1.418.626.017 4.362.156.475 1.328.299.350 7.588.437.988 7.124.782.425 5.543.142.043 13.170.986.350 3.679.113.900 2.448.147.520 3.277.765.000

7493,50% -10,64% -29,34% -28,60% 429,17% 2001,72% -46,51% -17,63% -2,44% -39,49% -22,83% -3,97% 1,84% 86,20% 62,59% -33,94% 8,19%

265

NO. 18 19 20 21 22 23 24 25 26 27 28 29 30

KECAMAT TAN Bo ojongloa Kidul Ba andung Kulon An ntapani M Mandalajati Ar rcamanik Uj jungberung Ci ibiru Pa anyileukan Ci inambo Gedebage Ra ancasari Bu uahbatu Ba andung Kidul Ju umlah

JUMLAH (Rp) TAHUN 2010 4.201.982 2.040 4.599.671.330 13.235.750 0.864 2.024.969 9.150 3.124.026 6.000 6.171.437 7.041 1.418.964 4.000 4.936.280 0.250 2.343.371.950 7.264.676 6.000 8.775.993 3.100 4.104.843 3.780 2.921.001.750 136.769.374 4.266 TAHUN 2011

NAIK/TUR RUN (%)

5.131.514.500 0 4.626.321.799 9 8.131.493.840 0 10.737.495.000 0 2.806.373.700 0 5.852.403.041 2.739.846.100 0 7.926.670.330 0 4.953.869.250 0 2.251.508.000 0 11.264.779.690 0 3.397.747.440 0 4.295.137.800 0 158.0 004.742.983 3

22,12% 0,58% -38,56% 430,25% -10,17% -5,17% 93,09% 60,58% 111,40% -69,01% 28,36% -17,23% 47,04% 15,53 3%

Sumber:

Badan Kesatua an Bangsa, Perlin ndungan dan Pemberdayaan Ma asyarakat Kota B Bandung, 2011

Grafik IV.77 Persentase Partisipasi Swa adaya Murni Masyarakat M B Pemba angunan Tahu un 2011 Menurut Bidang

16%

8%

P PENDIDIKAN 6 6% 16% K KESEHATAN K KEMAKMURA N L LING.HIDUP

26% 5% 2 20% 3% %

S  BUDAYA SENI O OLAH  RAGA A AGAMA L LAINNYA

Sumber: Badan Kesatuan n Bangsa, Perlindungan dan Pem mberdayaan Mas syarakat Kota Ba andung, 2011

t bid dang agama merupakan bentuk part tisipasi masyarakat Berdasarkan grafik tersebut, rtinggi yaitu sebesar s 26% %, hal ini men ndeskripsikan tingginya ap presiasi masyarakat yang ter untuk mewujudkan m Bandung Agamis. Selanju utnya diikuti oleh bidang Lingkungan Hidup sebesar 20% yang menunjukka an bahwa kepedulian masyarakat m untuk mewujudkan g Hijau dan Harmonis H dap pat dikatakan n baik. Bandung

266 6

267

desa. sert ta dari Pemerintah Kabupaten/Kota kepada desa a untuk me elaksanakan tugas ntu. V-1 1 . . serta dari Pe enterian/lemb baga menetap pkan norma. standar. nsentrasi. pro osedur. Hal ini dapat daerah dalam kera t pada tujua an utama penyelenggar p aan Tugas Pembantuan yaitu dilihat untuk k mempercep pat terwujudn nya kesejahte eraan masyara akat di daerah. T Tugas Pemba antuan Dekon pada hakekatnya dapat dimaknai d sebagai sala ah satu bentuk b dulian/interve ensi Pemerint tah terhadap p daerah me elalui kewenangan keped yang dimiliki dalam m rangka me engurangi kes senjangan pe embangunan n antar angka Negara a Kesatuan Republik Indon nesia. P enyelenggara e aan tugas pembantuan sebagaima ana diatur dalam U Undang-unda ang Nomor 32 Tahun 2004 tenta ang Pemerin ntahan D Daerah. adalah penugasan dari Pemerintah kepada daer rah dan/atau desa. Peny yelenggaraan tugas pemb bantuan dilakukan melalui penugasa an sebagian n urusan pemerintahan yang menjadi m nangan pemberi tugas pe embantuan dari d Pemerint tah kepada daerah d kewen dan/atau desa. dari Pemerintah P Pr rovinsi kepad da kabupaten n/kota dan/at tau desa. dan kriteria k Keme pelaks sanaan kegia atan dekonse entrasi dan tu ugas pemban ntuan (Pasal 2 ayat 4). Tu ugas terten pemb bantuan p pada “Tugas T  pembant tuan pada dasa arnya  dasarn nya merupa akan m merupakan  keik kutsertaan daer rah  keikut tsertaan daerah at tau desa terma asuk  m masyarakatnya  atas penugasa an  atau desa terma asuk at tau kuasa dari Pemerintah at tau  arakatnya masya atas Pe emerintah Dae erah untuk  penug gasan atau ku uasa m melaksanakan  urusan u  pemerin ntah  di i bidang terten ntu” dari Pemerintah P atau Pemerintah erah Dae k melaksanakan urusan pemerintah di bidang tertentu.5. yang g telah diubah h dengan Undang-undang g Nomor 12 Tahun T 2008. * Berda asarkan Pera aturan Peme erintah Nom mor 7 Tahu un 2008 te entang Dekon nsentrasi dan n Tugas Pem mbantuan da alam pasal 2 ayat 1 dijelaskan lebih lanjut bahwa a Pemerintah h menyelenggarakan seba agian urusan n yang adi kewenangannya di daerah berdas sarkan asas dekonsentras si dan menja asas tugas t pemba antuan. da ari Pemerintah h Provinsi kepada kabupa aten/kota dan/atau emerintah Kabupaten/Kota kepada des sa (pasal 2 ay yat 3). Se ebagai untuk bagian dari trilogi i sistem peny yelenggaraan n pemerintah han (Desentra alisasi. dan Tugas Pem mbantuan) di Indonesia.

jaringan. Peraturan Menteri Keuangan Nomor 156/PMK. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2004 sebagaimana telah diubah melalui Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 12 Tahun 2008 tentang Pemerintahan Daerah. Pemerintah Kota Bandung pada Tahun Anggaran 2011 mendapat tugas pembantuan dari 2 (dua) kementerian/ lembaga. Pendanaan dalam rangka tugas pembantuan dialokasikan untuk kegiatan yang bersifat fisik (pasal 49 ayat 2). 2. V-2 . Kegiatan yang bersifat fisik. dan kegiatan fisik lain yang menghasilkan keluaran (output) dan menambah nilai aset Pemerintah. 7. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah dan Pemerintahan Daerah. bahwa urusan pemerintahan yang dapat ditugaskan dari Pemerintah kepada provinsi atau kabupaten/kota dan/atau desa didanai dari APBN bagian anggaran kementerian/lembaga melalui dana tugas pembantuan sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah ini (pasal 48 ayat 1). 5. gedung dan bangunan. 4. A. Sebagian besar dari pagu dana tugas pembantuan digunakan untuk kegiatan murni fisik. Peraturan Pemerintah Nomor 106 Tahun 2000 tentang Pengelolaan dan Pertanggungjawaban Keuangan dalam Pelaksanaan Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. 3. Sebagaimana yang dijelaskan kemudian dalam Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 2008. Peraturan Pemerintah Nomor 07 Tahun 2008 tentang Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. yaitu Kementerian Kesehatan dan Kementerian Kelautan dan Perikanan. 8. Pendanaan penyelenggaraan Tugas Pembantuan diatur dalam Undang-undang Nomor 33 Tahun 2004 tentang Perimbangan Keuangan antara Pemerintah dan Pemerintahan Daerah yang mengamanatkan bahwa pendanaan penyelenggaraan tugas pembantuan di daerah dibebankan kepada APBN.Urusan pemerintahan yang dapat ditugaskan dari Pemerintah kepada Pemerintah Provinsi atau kabupaten/kota dan/atau pemerintah desa merupakan sebagian urusan pemerintahan di luar 6 (enam) urusan yang bersifat mutlak yang menurut peraturan perundang-undangan ditetapkan sebagai urusan Pemerintah (Pasal 36 ayat 1). antara lain: pengadaan peralatan dan mesin. Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2007 tentang Pembagian Urusan Provinsi dan Pemerintahan Daerah Kabupaten/Kota. 6.07/2010 tentang Pedoman Pengelolaan Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan. dan sebagian kecil dapat digunakan untuk kegiatan penunjang berupa pengadaan jasa dan penunjang lainnya (penjelasan pasal 49 ayat 2). DASAR HUKUM 1. Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2004 tentang Penyusunan Rencana Kerja dan Anggaran Kementerian Negara/Lembaga. Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2004 tentang Rencana Kerja Pemerintah.07/2008 sebagaimana diubah dengan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 248/PMK.

B. Surat Pengesahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Tahun Anggaran 2011 dari Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Nomor 079202403.000. 13. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 2. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 210/Menkes/Per/2011 tentang Petunjuk Teknis Bantuan Operasional Kesehatan.611/2011. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung melaksanakan tugas pembantuan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. Dinas Kesehatan Kota Bandung melaksanakan tugas pembantuan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.4.20/MEN/KU. Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 152/Menkes/SK/2011 tentang Alokasi Anggaran Dana Dekonsentrasi dan Tugas Pembantuan Pelaksanaan Program Pembantuan Kesehatan di Provinsi dan Kabupaten/Kota Tahun 2011 11. INSTANSI PEMBERI TUGAS PEMBANTUAN Instansi Pemerintah yang memberikan tugas pembantuan kepada Pemerintah Kota Bandung pada tahun 2011 adalah: 1. 10. dan Pengangkatan Bendahara Pengeluaran pada Satuan Kerja Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung dan Tugas Pembantuan Lingkup Ditjen Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan Kementerian Kelautan dan Perikanan Tahun Anggaran 2011. SKPD PELAKSANA TUGAS PEMBANTUAN Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kota Bandung yang melaksanakan tugas-tugas pembantuan pada tahun anggaran 2011 adalah: 1. PROGRAM DAN KEGIATAN TUGAS PEMBANTUAN 1.00 (lima milyar tiga ratus dua puluh lima juta rupiah). Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia C. Pejabat Penguji Tagihan/Penandatanganan Surat Perintah Pembayaran (SPM). Pejabat Pembuat Keputusan.9. D.01/12/2011 Tanggal 20 Desember 2010 tentang Pengesahan DIPA pada Dinas Kesehatan Kota Bandung Tahun 2011.325. Dinas Kesehatan Kota Bandung mendapat alokasi anggaran tugas pembantuan sebesar Rp5. Surat Pengesahan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Tahun Anggaran 2011 dari Direktur Jenderal Perbendaharaan Kementerian Keuangan Nomor 0251/03206. tanggal 1 Februari 2011 tentang Penunjukan Kuasa Pengguna Anggaran. 12. yang digunakan untuk melaksanakan Program Bina Gizi dan KIA (Kesehatan Ibu V-3 . DINAS KESEHATAN Pada tahun 2011.4. Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor KEP.1/12/2011 Tanggal 20 Desember 2010 tentang Pengesahan DIPA pada Satker Dinas Pertanian dan ketahanan Pangan Kota Bandung Tahun 2011. 2.000.

09 Kegiatan Bantuan Operasional Kegiatan (BOK)  5.09%.1 Realisasi Program dan Kegiatan Tugas Pembantuan pada Dinas Kesehatan Kota Bandung Tahun 2011 PROGRAM/ KEGIATAN Program Bina Gizi dan KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) ANGGARAN (RP) REALISASI RP % OUTCOME/OUTPUT Meningkatnya ketersediaan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan yang bermutu tinggi bagi seluruh masyarakat  Tersalurkannya BOK dan terselenggaranya lokakarya mini untuk pencapaian SPM untuk 73 puskesmas Tersusunnya 1 paket dokumen pencatatan dan pelaporan. 2012 V-4 . 1 dokumen monitoring dan evaluasi kegiatan. 1 dokumen monitoring dan evaluasi kegiatan. serta 1 laporan kegiatan/sosialisasi/pembangunan. Kegiatan BOK dilaksanakan melalui Kegiatan: (1) Upaya Kesehatan di Puskesmas.400.000 910.325. BOK adalah bantuan biaya operasional kesehatan non gaji untuk Puskesmas dan jaringannya serta UKBM (Poskesdes. (2) Penunjang Pelayanan Kesehatan Puskesmas. Hasil (outcome) dari pelaksanaan Program Bina Gizi dan KIA (Kesehatan Ibu dan Anak) adalah meningkatnya ketersediaan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan yang bermutu tinggi bagi seluruh masyarakat. Realisasi anggaran dari pelaksanaan program dan kegiatan tugas pembantuan pada Dinas Kesehatan Kota Bandung adalah sebesar Rp910. Promosi Kesehatan. Tabel V.000. 1 dokumen perencanaan BOK. dan Pengendalian Penyakit untuk mempercepat pencapaian tujuan MDGs kesehatan. Gizi.400 17. tersusunnya 1 paket dokumen pencatatan dan pelaporan. dan (4) Pemeliharaan Ringan Puskesmas. dan kegiatan baru dilaksanakan pada Bulan Agustus tahun 2011. (3) Penyelenggaraan Manajemen Puskesmas.dan Anak).00 atau mencapai 17.000.270. Rendahnya realisasi anggaran disebabkan karena adanya penetapan pencairan maksimal dari Pemerintah Pusat.270. Imunisasi.000 910. walaupun demikian kegiatan dengan tujuan serupa juga dilaksanakan oleh puskesmas melalui dana APBD Kota Bandung. Posyandu) dalam menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan Promotif dan Preventif KIA-KB. Kesehatan Lingkungan.325. Kegiatan Bantuan Operasional Kegiatan (BOK).09 Sumber: Dinas Kesehatan Kota Bandung.400 17.270. 1 dokumen perencanaan BOK. Sedangkan keluaran (output) dari pelaksanaan Kegiatan BOK adalah tersalurkannya BOK dan terselenggaranya lokakarya mini untuk pencapaian SPM untuk 73 puskesmas yang ada di Kota Bandung. serta 1 laporan kegiatan/sosialisasi/ pembangunan 5.

Outcom me dari pelaksanaan Program Peningk katan Daya Saing S Produk k Perikanan adalah a meningk katnya pemasaran hasil perikanan.150.155.472.0 000. investasi.2 anggaran se ebesar 7.296.08. a d dan tepat waktu w perencanaan berdasarkan n data yang te erkini dan akurat di lingku ungan Ditjen P2HP.89%. silitasi Penguatan dan Pen ngembangan Pemasaran D Dalam Neger ri Hasil Kegiatan Fas Perikanan.150.2 2361) denga an anggaran n sebesar Rp78.08.397. V-5 5 .517 (dua milyar emp pat ratus tujuh puluh dua juta lima ratus r rupiah).000. pelaporan n secara te erintegrasi.00. output/kelua arannya ada alah terlaksa ananya n. b. rea alisasinya ada alah sebesar Rp69. DINAS PERT TANIAN DA AN KETAH HANAN PA ANGAN Pada tahun 2011.00 (dua mily yar tiga ratus enam puluh lima juta sem mbilan adalah sebesar ratus lim ma puluh lim ma ribu serat tus lima pulu uh rupiah) at tau mencapa ai 92. Kegiatan Pe eningkatan Dukungan Manajemen M dan Pelaksa ana Tugas Teknis T Lainnya Ditje en P2HP.3 365. Kegiatan Fasilitasi Pengu u-atan Pengemba angan dan D Negeri Hasil Pemasaran Dalam Perikanan (kode keg giatan 2356) de engan 032.73% dengan perincian sebagai berikut: a.2. re ealisasinya ad dalah sebesar r Rp2.06. Kegiatan Pe eningkatan Dukungan D Manajemen M d dan Pelaksan naan Tugas Teknis T Lainnya Direktorat Jend deral P2HP.00 (du ua milyar dua a ratus sembilan pu uluh enam ju uta delapan ratus ribu se eratus lima p puluh rupiah) atau mencapai 92 2.00 (tujuh puluh delapan juta a delapan ratu us delapan puluh ribu rup piah).1 n Tugas Teknis T Pelaksanaan Ge edung Pasar Ik kan Higienis (P PIH) di Gedebage Lainnya Direktorat Jen nderal kode keg giatan P2HP (k 032. p jam minan mutu dan d keamana an hasil perik kanan. Kegiatan Fas silitasi Penguatan dan Pen ngembangan Pemasaran D Dalam Neger ri Hasil Perikanan. Kegiatan Peningkatan Dukungan Manajemen dan Gambar V.880.00 00. Dinas D Pertan nian dan Ket tahanan Pangan Kota Ba andung men ndapat an tugas pe embantuan dari Kementerian Kelau utan dan Pe erikanan Republik anggara Indonesia sebesar Rp p2. Realisasi anggaran dari d pelaksana aan Program Peningkatan n Daya Saing g Produk Perikanan s Rp2. Ad dapun ouput t dari pelaksanaan nnya adalah sebagai s berik kut: kegiatan a.67%.06. output o /keluar rannya adalah tersedianya sarana pra asarana pema asaran dalam neger ri hasil perika anan seperti pasar ikan se erta lokasi pelaksanaan pr romosi dan kerjasam ma pemasaran hasil perika anan dalam negeri. yang g digunakan untuk melaksanakan Pro ogram ratus se Peningk katan Daya Sa aing Produk Perikanan. distribusi dan d akses pasar hasil pe erikanan.000 0.00 (dua milyar lima ratus lima pu uluh satu jut ta tiga embilan puluh h tujuh ribu rupiah).00 (enam puluh sembilan jut ta seratus lima puluh lima ribu rupiah) atau mencap pai 87. akuntabel. P me elalui kegiata an yang terdir ri atas: a.955. Rp2.80 00. tujuh belas ribu b. n b.551.

67  Sumber: Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung. yang bersumber dari Anggaran V-6 .00 (tujuh milyar delapan ratus tujuh puluh enam juta tiga ratus sembilan puluh tujuh ribu rupiah) dengan sumber dan jumlah anggaran secara rinci sebagai berikut: 1.73 1 Kegiatan Fasilitasi Penguatan dan Pengembangan Pemasaran Dalam Negeri Hasil Perikanan 2.000.Tabel V.000.  Terlaksananya perencanaan. 2012 E.000 2.880.472. distribusi.150 92.397. dan akses pasar hasil perikanan.000. Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung mendapatkan anggaran sebesar Rp2.2 Realisasi Program dan Kegiatan Tugas Pembantuan pada Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Bandung Tahun 2011 NO PROGRAM/ KEGIATAN ANGGARAN (RP) REALISASI (RP) % OUTCOME/OUTPUT Meningkatnya pemasaran hasil perikanan.296. Dinas Kesehatan Kota Bandung mendapatkan anggaran sebesar Rp5.397.00 (lima milyar tiga ratus dua puluh lima juta rupiah) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada DIPA Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.000.876.150 92.397. Tersedianya sarana prasarana pemasaran dalam negeri hasil perikanan seperti pasar ikan serta lokasi pelaksanaan promosi dan kerjasama pemasaran hasil perikanan dalam negeri.955.000 2.00 (dua milyar lima ratus lima puluh satu juta tiga ratus sembilan puluh tujuh ribu rupiah).800. 2. dan keamanan hasil perikanan.89 2 Kegiatan Peningkatan Dukungan Manajemen dan Pelaksanaan Tugas Teknis Lainnya Direktorat Jenderal P2HP 78.155.551. dan tepat waktu berdasarkan data yang terkini dan akurat di lingkungan Ditjen P2HP. akuntabel.517.551. investasi. pelaporan secara terintegrasi. SUMBER DAN JUMLAH ANGGARAN Pelaksanaan tugas pembantuan di Kota Bandung pada tahun 2011 adalah sebesar Rp7.000 87. jaminan mutu.365.325.000 69. Terlaksananya dukungan teknis dan monitoring hasil perikanan yang siap di implementasikan Program Peningkatan Daya Saing Produk Perikanan 2.

2) Pendukung sarana dan prasarana di lingkungan Pasar Ikan Higienis perlu diperbaiki karena sering menimbulkan banjir. Akan tetapi permasalahan pelaksanaan BOK tersebut tidak mengurangi pencapaian proses dan tujuan untuk meningkatkan ketersediaan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan yang bermutu tinggi bagi seluruh masyarakat (sesuai dengan outcome/output program BOK) b. PERMASALAHAN 1) Dibutuhkan pengelola yang profesional untuk pengelolaan Pasar Ikan Higienis. PERMASALAHAN DAN SOLUSI Permasalahan dalam pelaksanaan program dan kegiatan tugas pembantuan di Pemerintah Kota Bandung dan upaya pemecahan yang dilakukan adalah sebagai berikut: 1. 2. DINAS PERTANIAN DAN KETAHANAN PANGAN a.Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) pada DIPA Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia. 2) Melakukan koordinasi dengan instansi terkait dalam rangka perbaikan sarana dan prasarana di lingkungan Pasar Ikan Higienis. DINAS KESEHATAN a. F. V-7 . SOLUSI 1) Melakukan mekanisme pemilihan calon pengelola yang profesional sesuai dengan aturan yang berlaku. PERMASALAHAN Adanya perubahan alokasi anggaran yang berdampak pada pergeseran waktu pelaksanaan BOK sehingga kegiatan baru dapat dilaksanakan pada pertengahan tahun. b. SOLUSI Peningkatan SDM dalam membuat perencaaan yang tepat sasaran dan tepat waktu serta mengoptimalkan dana kegiatan operasional Puskesmas yang ada selain BOK sehingga dapat meningkatkan ketersediaan dan keterjangkauan pelayanan kesehatan yang bermutu tinggi bagi seluruh masyarakat.

.

tidak ada lagi pengertian Tugas Pemerintahan Umum (TPU). maka pelaksanaan asas dekonsentrasi sangat dibatasi di Daerah. Tugas umum Pemerintahan menurut Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 adalah tugas Kepala Daerah Propinsi. sebagai perwujudan adanya tranparansi dan akuntabilitas kepala daerah terhadap masyarakat. serta Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2008. Sedangkan menurut Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2008 menegaskan tentang tugas Camat untuk melaksanakan Tugas Umum Pemerintahan. namun dengan substansi yang berbeda dengan pengertian Tugas Umum Pemerintahan sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007. P VI-1 . Menarik untuk dicermati bahwa pelaksanaan tugas dimaksud mengalami perubahan mendasar sejalan dengan perubahan kebijakan desentralisasi dari Undang Undang Nomor 5 Tahun 1974. Berdasarkan Undang Undang Nomor 5 Tahun 1974. dikenal dengan Tugas Pemerintahan Umum (TPU) yang meliputi : koordinasi. Sebagaimana dimaklumi bahwa Tugas Umum Pemerintahan merupakan tugas yang dilakukan diluar pelaksanaan asas desentralisasi dan asas tugas pembantuan. yang ada adalah Tugas Umum Pemerintahan (TUP) yang isinya berbeda dengan Tugas Pemerintahan Umum (TPU). Fungsi dekonsentrasi secara limitatif berada di tingkat Propinsi saja. maka dalam Undang Undang Nomor 22 Tahun 1999 yang selanjutnya diganti dengan Undang Undang Nomor 32 Tahun 2004.VI. Dalam peraturan pelaksanaan Undang Undang Nomor 32 Tahun 2004. terdapat dua pengertian Tugas Umum Pemerintahan (TUP) yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007. yang wajib diinformasikan dan sebagai bagian keterangan pertanggungjawaban Walikota Bandung kepada DPRD Kota Bandung. Namun dengan ditetapkannya Undang Undang Nomor 22 Tahun 1999 yang bersifat sangat desentralistik. pembinaan dan pengawasan serta urusan residual. Penyelenggaraan Tugas Umum Pemerintahan enyelenggaraan tugas umum pemerintahan di kota Bandung merupakan salah satu substansi penting sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007. dan Kabupaten/Kota diluar pelaksanaan asas desentralisasi dan asas tugas pembantuan. Sebagai konsekuensi logis dari kebijakan desentralisasi tersebut. hingga Undang Undang Nomor 22 Tahun 1999 dan Undang Undang Nomor 32 Tahun 2004.

Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Walikota Bandung yang disampaikan kepada DPRD Kota Bandung ini merupakan laporan atas penyelenggaraan Tugas Umum Pemerintahan (TUP) sebagaimana diamanatkan dalam pasal 6 ayat (1) Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007. pencegahan dan penanggulangan bencana. C. Efisien. koordinasi dengan instansi vertikal di daerah. Kebijakan kerjasama daerah di Kota Bandung secara eksplisit merupakan bagian dari Misi kelima pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Kota Bandung 2009–2013. pengelolaan kawasan khusus yang menjadi kewenangan daerah. Oleh karena itu untuk menciptakan efisiensi. D. dan Transparan dalam Upaya Meningkatkan Kapasitas Pelayanan Kota Metropolitan. substansi mengenai Kerjasama Daerah telah ditatur dengan Peraturan Daerah nomor 12 Tahun 2010 Tentang Pelaksanaan Kerjasama Daerah yang merupakan implementasi dari Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2007 tentang Tata Cara Pelaksanaan Kerjasama Daerah. Akuntabel. Hal ini merupakan dampak dari dukungan kebijakan yang jelas. yaitu Meningkatkan Kinerja Pemerintah Kota yang Efektif. yang meliputi : A. adanya payung hukum Kerjasama Daerah yang ditetapkan dalam Peraturan Daerah serta realisasi yang berjalan sesuai dengan rencana yang ditetapkan. VI-2 . B. kerjasama daerah dengan pihak ketiga. G. daerah wajib mengelola pelayanan public secara bersama dengan daerah sekitarnya untuk kepentingan masyarakat. E. penyelenggaraan ketenteraman dan ketertiban umum. dan tugas-tugas umum pemerintahan lainnya yang dilaksanakan oleh daerah. KEBIJAKAN DAN KEGIATAN Secara umum penyelenggaraan Tugas Umum Pemerintahan dengan fokus Kerjasama Daerah di Kota Bandung telah berjalan baik. KERJASAMA DAERAH 1. Sebagai langkah terobosan. F. Kebijakan ini mengacu dan atau sejalan dengan Pasal 195 Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 Tentang Pemerintahan Daerah bahwa dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat. Memenuhi amanat ketentuan tersebut. maka penyelenggaraan Tugas Umum Pemerintahan (TUP) di Kota Bandung pada Tahun 2011 dapat dilaporkan sebagai berikut: A. H. sinergi dan saling menguntungkan. pembinaan batas wilayah. Daerah dapat mengadakan kerjasama dengan daerah lain yang didasarkan pada pertimbangan efisiensi dan efektivitas pelayanan publik. kerjasama antar daerah.

b. d. memaksimalkan pelaksanaan kewenangan dan mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya dan potensi daerah. Kerjasama dengan Badan Hukum. kepegawaian. sebagai berikut : Tabel VI. menghindari benturan kepentingan. Lingkup/ SKPD Kebudayaan dan Pariwisata Program Pengembangan pemasaran pariwisata Kegiatan Kegiatan pengembangan jaringan kerjasama promosi pariwisata Fasilitasi pengembangan kemitraan dengan LSM dan perusahaan swasta 1) Rapat Kerja Komwil III di Kota Bekasi Rakernas VIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) di Sasaran Promosi bersama antar Kab/Kota Target 6 Kab/Kota Pengembangan kerjasama Pengelolaan kekayaan budaya 2. c. Sedangkan tujuan pengembangan kerjasama daerah adalah: a. yang dimaksud dengan kerjasama daerah adalah untuk mempercepat pembangunan. Kerjasama dengan pihak Luar Negeri. e. Kerjasama dengan Kementerian/Lembaga Pemerintah non Kementerian atau sebutan lain. dan f. LKPJ disusun berdasarkan RKPD. administrasi keuangan daerah. meningkatkan kebersamaan dalam memecahkan permasalahan. dan mengurangi kesenjangan. meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya Adapun berdasarkan Pasal 7 Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 12 Tahun 2010. c. maka paparan mengenai kebijakan dan kegiatan Kerjasama Daerah dapat dicermati dari RKPD Kota Bandung Tahun 2011. Kerjasama dengan Pemerintah Daerah lain. Mengingat bahwa berdasarkan Pasal 16. 1. meningkatkan pendapatan asli daerah.Berdasarkan ketentuan Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2010. Lingkup Kerjasama meliputi: a. meningkatkan kualitas pelayanan publik. d. meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan sumber pendapatan asli daerah. Bagian Pemerintahan Umum Otonomi daerah. dan persandian Peranserta LSM dan swasta dalam bidang seni budaya 20 % 2) Terfasilitasinya kerjasama antarkota Bandung dengan Kota/Kabupaten dalam negeri dan berperan aktif dalam kegiatankegiatan yang diselenggarkan Perumusan rekomendasi oleh Pemerintah Kota Bandung untuk APEKSI sebagai acuan dalam penyusunan program kerja APEKSI satu VI-3 . mempercepat penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi. b. pemerintahan umum.1 Kegiatan Kerjasama Daerah No. perangkat daerah.

Bandung Barat 2. a. Propinsi Gorontalo dimana outputnya berupa ada penempatan transmigran sebanyak 10 KK (46 Jiwa) 2) Rapat Kerja Nasional (Rakernas) VIII Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (Apeksi) Dua kali pertemuan APEKSI yaitu: a) Raker Komwil III APEKSI di Kota Bekasi Output yang dihasilkan adalah Pemerintah Kota Bandung dapat menyesuaikan rencana pembangunan dengan visi tujuan pembangunan nasional. Pemkot Bandung. Pemkot Cimahi dan Pem Kab.No. PD. KERJASAMA DENGAN PEMERINTAH DAERAH LAIN Bentuk kerjasama yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Bandung adalah sebagai berikut: 1) Kerjasama dengan Kabupaten Pohuwato Propinsi Gorontalo Output kegiatan berupa Rencana Understanding (MoU) Nomor: Program sesuai dengan Memorandum of 595/DTKT-PHWT/276/X/2011 475. Lingkup/ SKPD Program Kegiatan Kota Banda Aceh Sasaran oleh APEKSI Mengalokasikan anggaran untuk KJP (Kompensasi Jasa Pelayanan) dan KDN (Kompensasi Dampak Negatif) Target tahun depan 75% ke 3. Kebersihan Program Pengolahan dan Pemrosesan akhir sampah Regional Pembuatan Kerjasama antara Pem Prov Jabar.1/4139-DISNAKER Kerjasama yang dilakukan adalah Penyelenggaraan Program Transmigrasi di Lokasi Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Desa Maresa V/B Kabupaten Pohuwato. Rekomendasi yang diberikan berdasarkan output kegiatan tersebut sebagai berikut: VI-4 . REALISASI PELAKSANAAN KEGIATAN Realisasi pelaksanaan kegiatan kerjasama daerah yang dituangkan dalam daftar nota kesepahaman dan/atau perjanjian kerjasama pada tahun 2011 adalah sebagai berikut.

(7) Pemerintah Kota agar menysun rencana induk pengembangan daerah yang mengedepankan iklim investasi yang kondusif untuk kesejahteraan masyarakat. (4) mendesak Pemerintah Pusat dan mendorong pemerintah Daerah untuk memprioritaskan pembangunan infrstruktur pendukung pariwisata daerah. Pemerintah Kota Cimahi dan Pemerintah Kabupaten Bandung Barat. Pemerintah Kota Bandung. (3) Mendesak Pemerintah Pusat dan Provinsi untuk memfasilitasi kemitraan dalam kebijakan pariwisata. (2) Meminta kepada Pemerintah Pusat agar menyediakan Dana Alokasi Khusus (DAK) yang memadai untuk pengembangan destinasi dan jasa pendukung industri pariwisata. (6) Mendorong Pemerintah Pusat untuk menyusun kebijakan marketing pariwisata terpadu. Input kegiatan berupa Rekomendasi yaitu : (1) Mendesak Pemerintah Pusat dan Provinsi agar dapat mengkoordinasikan upaya – upaya pengembangan destinasi event kepada Pemerintah Daerah (Kota). Provinsi Nangro Aceh Darusalam. VI-5 .(1) Pemerintah perlu membuat kebijakan mengenai “ Upaya Memperbaiki Kewenangan Pemungutan Untuk daerah (2) Kebijakan Pemerintah dalam mengimplementasikan “ Rencana Tata Ruang Kota sebagai langkah awal dari kepastian pembangunan dan investasi menuju kemandirian daerah” (3) Kebijakan Pemerintah dalam “ Disentralisasi Fiskal dan Kondisi Fiskal APBD Nasional” (4) Perlu adanya kebijakan pemerintah mengenai “ Pembangunan Administrasi Daerah dan Kota “ b) RAKERNAS VIII Asosiasi Pemerintahan Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Tahun 2011 di Kota Banda Aceh.22-DCKTR/2011 Tentang Pengelolaan dan Pemrosesan Akhir sampah Regional Sementara di Desa Sarimukti Kecamatan Bandung Barat. (5) Mendorong Pemerintah Pusat untuk menyusun sistem informasi dan promosi pariwisata terpadu.1/06/Diskimrum 658. (8) Menetapkan lagu ciptaan Bapak Walikota Bandung sebagai lagu Mars APEKSI (9) Menetapkan Kota Menado sebagai Tuan Rumah penyelenggaraan Munas APEKSI 2012. Output kegiatan berupa program berdasarkan Perjanjian Kerjasama nomor : 658.1/379-PD KBR 180/61-Perj/2011 119/Perj. 3) Kerjasama antara Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

3) Kerjasama Pemerintah Kota Bandung dengan Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Barat Pada tahun 2011 telah di tandatangani nota kesepakatan antara Pemerintah Kota Bandung dengan Perwakilan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Provinsi Jawa Barat nomor: 119/1231-Bag.010/H.1/2011.Kegiatan yang dikerjasamakan adalah: Mengalokasikan anggaran untuk KJP (Kompensasi Jasa Pelayanan) dan KDN (Kompensasi Dampak Negatif) b) Membayar KJP sebesar Rp. KERJASAMA DENGAN KEMENTERIAN/LEMBAGA PEMERINTAH NON KEMENTERIAN ATAU SEBUTAN LAIN 1) Kerjasama Pemerintah Kota Bandung dengan Kementerian Pekerjaan Umum Pada Tahun 2011 Pemerintah Kota Bandung telah bekerjasama dengan Kementrian Pekerjaan Umum untuk bersama-sama menanggulangi kemiskinan melalui Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandirin Perkotaan (PNPM MP) dengan dibuat kesepakatan bersama nomor PR. 4. a) b.ORPAD MoU-2808/PW10/3/2011 VI-6 . 29. Dengan adanya kerjasama tersebut maka kota Bandung dapat membuang sampah ke likasi TPA regional Sementara di TPPAS Sarimukti.500/ton kepada masyarakat yang terkena dampak negatif yang ditimbulkan oleh kegiatan penanganan sampah dibayarkan ke Pemerintah Kabupaten Bandung Barat.01.03/DC/PKS/36/2/011&147.4/3266/BKPPM/2011 tentang Kerjasama Regional dalam Pelaksanaan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri (PNPM). Adapun Kegiatan yang dilaksanakan adalah Operasional Program KB.000/ton kepada pemberi layanan pengolahan dan pemrosesan akhir sampah regional sementara di TPPAS Sarimukti dibayarkan kepada Pemerintah Provinsi Jawa Barat c) Membayar KDN sebesar Rp. 2) Kerjasama Pemerintah Kota Bandung dengan BKKBN Provinsi Jawa Barat Pada Tahun 2011 Pemerintah Kota Bandung telah bekerja sama dengan BKKBN Provinsi Jawa Barat Untuk bersama –sama melakukan Penyelenggaraan program KB Nasional di provinsi Jawa Barat dengan di buat Mou nomor: 455/HK.

penyusunan sistem dan prosedur akuntansi.Perihal Pengembangan dikerjasamakan adalah : a) Manajemen Pemerintah Kota Bandung. serta asistensi penyusunan laporan keuangan daerah dan Inventarisasi barang daerah yang menggunakan sistem Informasi manajemen Daerah (SIMDA) (2) Evaluasi terhadap penyerapan anggaran pendapatan dan belanja Pemerintah Kota Bandung (3) Pengembangan dan penyelenggaraan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah (SAKD) Pengembangan dan penyelenggaraan Sistem Informasi Manajemen Daerah (SIMDA) yang meliputi keuangan daerah. sinergi audit dan review laporan keuangan (5) Optimalisasi PAD meliputi peningkatan kemampuan auditor pajak daerah. Lingkup yang Pengelolaan dan Penatausahaan keuangan dan barang daerah. manajemen aset dan key performance indikator BUMD Asistensi bidang keinvetigasian yang meliputi penerapan fraud control plan (FCP). sosialisasi pengelolaan keuangan dan barang daerah. meliputi pendidikan dan pelatihan. barang daerah gaji dan pendapatan (4) Penyelenggaraan pengawasan dan peningkatan kapasitas aparatur dalam pengelolaan dan pengawasan keuangan daerah. asistensi/bimbingan teknis. Pelaksanaan anggaran. Penatausahaan dan Pertanggungjawaban pelaksanaan anggaran. sosialisasi.serta penyusunan RENSTRA dan Penyusunan LAKIP serta pendampingan evalusi LAKIP e) Asistensi jasa manajemen perusahaan daerah yang meliputi pendampingan penyusunan corporate plan. dan pendampingan proses pengadaan barang jasa (pre-award audit) f) g) Asistensi pengadaan barang dan jasa meliputi bimtek. melalui pendidikan dan latihan. sosialisasi dan review proses pengadaan barang dan jasa h) Audit tujuan tertentu terhadap program-program strategis nasional yang mendapat perhatian publik dan menjadi isu terkini VI-7 . yang meliputi kegiatan antara lain: (1) Perencanaan anggaran. peningkatan sistem dan prosedur evaluasi kebijakan PAD serta optimalisasi peningkatan PAD (6) Asistensi penerapan pola pengelolaan keuangan Badan Layanan Umum Daerah (PPK-BLUD) b) Pengembangan dan Pemerintah (SAKIP) c) penyelenggaraan Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pengembangan dan penyelenggaraan Sistem Pengendalian Intern Pemerintah (SPIP) d) Asistensi AKIP.

2) Kerjasama Pemerintah Kota Bandung dengan LPM Institut Teknologi Bandung (ITB) Pada Tahun 2011 Pemerintah Kota Bandung telah melakukan perjanjian kerjasama dengan LPM Institut Teknologi Bandung (ITB) berdasarkan perjanjian kerjasama Nomor : 09/PPK-SWK/ANGK/DISHUB/2011 Perihal Kajian Angkutan.rajutan dan sparepart. kegiatan pembuatan desain IPAL (Instalasi Pengolahan Air Limbah) Tahu tempe di Perumahan KOPTI Cibolerang.42/5984-BKD/2011 1883/UN6. Lingkup objek yang dikerjasamakan adalah: Penyusunan naskah akademik dan Raperda Pajak Daerah b) Program Pendidikan D3 Akuntansi Pada tahun 2011 pemerintah Kota Bandung telah melakukan perjanjian kerjasama dengan ProgramPendidikan D3 Akuntansi Universitas Padjadjaran berdasarkan perjanjian kerjasama Nomor: 15. Kegiatan lainnya yaitu pilot project pembinaan sentra IKM “Jago Aku”. Hasil dari kerja sama yang di lakukan adalah bantuan tugas belajar ikatan dinas untuk 4 orang.1/TU/2008 Perihal nota kesepahaman Pemkot Bandung dengan UNPAD.4/PP/2011 Perihal Kerjasama program pendidikan D3 Akuntansi. KERJASAMA DENGAN BADAN HUKUM 1) Kerjasama Pemerintah Kota Bandung dengan Universitas Padjadjaran a) Fakultas Ilmu Sosial dan Pemerintahan Sejak tahun 2008 pemerintah Kota Bandung telah melakukan perjanjian kerjasama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Pemerintahan Universitas Padjadjaran berdasarkan perjanjian kerjasama Nomor: 415.BI.42/172/Pem. c.6. Lingkup objek yang dikerjasamakan adalah bidang transportasi. study rerouting angkutan kota. adapun kegiatannya berupa penugasan 2 orang Tenaga Penyuluh Lapangan Industri Kecil Menengah (TPL IKM) di Kota Bandung untuk komoditi makanan.4) Kerjasama Pemerintah Perindustrian Kota Bandung dengan Kementrian Pada Tahun 2011 Pemerintah Kota Bandung telah bekerja sama dengan Kementrian Perindustrian RI.kerajinan.Um dan 7579/4. VI-8 .

Pem. Lingkup objek Kerjasama berupa: Penanganan penyandang masalah kesejahteraan sosial (PMKS).N/2010 Perihal Kerjasama Program Pendidikan D4 Manajemen asset. Lingkup objek yang dikerjasamakan adalah Kerjasama aparatur Pemerintah Kota Bandung dengan melaksanakan kegiatan bantuan tugas belajar dan ikatan dinas untuk 4 orang.R4/D. lingkup objek yang dikerjasamakan adalah Penelitian.3) Kerjasama Pemerintah Kota Bandung dengan Politeknik Bandung (Polban) Pada Tahun 2011 Pemerintah Kota Bandung telah melakukan perjanjian kerjasama dengan Politeknik Bandung berdasarkan perjanjian kerjasama Nomor : 415. berdasarkan Perjanjian Kerjasama Nomor: 421.I-C.4/3478-Bag.1/K8. VI-9 . pemerintah Kota Bandung telah melakukan perjanjian kerjasama dengan Sekolah Tinggi Kesejahteraan Sosial Bandung. Pendidikan/pelatihan dan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka pembangunan Kota Bandung.Ks/STKS/IX/2011 perihal Penanganan mutu dan kualitas pelayanankesejahteraan sosial.42/2013-BKD/2010 183. 5) Kerja sama Pemerintah Kota Bandung dengan Sekolah Kesejahteraan Sosial Bandung Tinggi Pada tahun 2011.Pem Um 1244/PC.Um 520/UM/B.10/VII/2011 perihal Penyelenggaraan Penelitian/pengkajian. pemerintah Kota Bandung telah melakukan perjanjian kerjasama dengan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Islam berdasarkan Perjanjian Kerjasama Nomor: 119/2548-Bag. 4) Kerja sama Pemerintah Kota Bandung dengan Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Persatuan Islam Pada tahun 2011. Penggalian potensi sumber kesejahteraan sosial.Pendidikan dan Pelatihan.

6) Kerja sama Pemerintah Kebangsaan Bandung Kota Bandung dengan Universitas Pada tahun 2011 Pemerintah Kota Bandung telah melakukan perjanjian kerjasama dengan Universitas Kebangsaan Bandung.4/464/Bag.Pem. Pendidikan. Lingkungan Hidup dan Pemberdayaan masyarakat. Lingkungan Hidup dan Pemberdayaan masyarakat. hal ini merupakan kebijakan nasional dari Departemen Kesehatan RI. Lingkup objek yang dikerjasamakan adalah Kepemudaan.230 jiwa masyarakat miskin yang berada di Kota Bandung. d. 7) Kerja sama Pemerintah Kota Bandung dengan Universitas Komputer Indonesia Bandung Pada tahun 2011 Pemerintah Kota Bandung telah melakukan perjanjian kerjasama dengan Universitas Komputer Indonesia Bandung berdasarkan Perjanjian Kerjasama Nomor: 421. pendidikan dan pengelolaan lingkungan hidup dan pencitraan kota serta pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan di Kota Bandung. objek yang dikerjasamakan berupa penyediaan kartu peserta Jamkesmas (Jaminan Kesehatan Masyarakat) untuk 346. 8) Kerjasama Pemerintah Kota Bandung dengan PT..Pem. Askes cabang Bandung. KERJASAMA DENGAN PIHAK LUAR NEGERI Kegiatan kerjasama yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Bandung dengan kota di negara lain pada tahun 2011 adalah sebagai berikut: VI-10 .. berdasarkan Perjanjian Kerjasama Nomor: 420/594/Bag. ASKES Kerjasama dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kota Bandung dengan PT.Um 019/Rektort/UK/III/2011 perihal Pengembangan generasi muda. Pendidikan.um 3208/SR/Rektor/Unikom/II/2011 perihal Peningkatan kualitas aparatur pemerintahan dan pemberdayaan masyarakat dalam pembangunan di Kota Bandung. Lingkup objek yang dikerjasamakan adalah:Kepemudaan.

menjajaki kemungkinan kerjasama teknis di bidang teknologi informasi. 12. 11 tahun 2011. 8. Partisipasi Kota Bandung pada Ambassador High School Program 2011 di SMA Arlington Fort Worth. 10. Amerika Serikat. 3. Menambah wawasan tentang pedoman perjalanan dinas ke luar negeri. 7. Kunjungan Kerja ke Kota Liuzhou. 6. 9. 8. Mempromosikan pemahaman budaya dan sebagai bentuk dukungan terhadap kemajuan pendidikan secara global. Mengikuti kegiatan yang diselenggarakan di Kota Batam dan menindaklanjuti MoU Bandung-Batam. 2. Kunjungan Kerja ke Kota Suwon dalam rangka Menghadiri Festival Budaya Hwaseong 2011 4. Mempercepat terciptanya Sekolah Berstandar Internasional melalui data perbandingan yang didapat dari pelajar Indonesia dan pelajar Amerika dan menjadi publisitas positif bagi Indonesia. Tourism. VI-11 . 2. Partisipasi Kota Bandung pada International Leadership Academy 2011 di Fort Worth. Cina dalam rangka menghadiri The 1st Guangxi International Garden Festival and Horticulture Expo 2011. Bandung. Amerika Serukat. Seminar FEALAC ke-5 Outreach Program “Preview on Business and Economic Potentials in West Java’. Mendapatkan informasi mengenai Kebijakan Kerjasama dalam rangka Optimalisasi Penyediaan Pelayanan Publik Perkotaan dan Sharing Best Practices Kerjasama Daerah. dan sekolahsekolah di Bandung 3. Rapat Persiapan Penyelenggaraan Pekan Promosi Trade. 11.Tabel VI. 9. Kunjungan Kerja ke Balikpapan. Kepegawaian dan Persandian KEGIATAN 1. Pencanangan program pertukaran pemuda. Perangkat Daerah. dan melihat Monumen Sister City Bandung-Suwon. Penerimaan Kunjungan dari Kota-kota di Luar Negeri SASARAN Terjalinnya hubungan baik dan saling menguntungkan antara Kota Bandung dengan Sister City dan kota-kota lainnya dalam dan luar negeri serta lembaga pemerintah dan lembaga non pemerintah. Menghadiri Hari Jadi Surabaya ke-718 dan menindaklanjuti MoU Bandung-Surabaya 7. Kunjungan Kerja ke Surabaya. Kunjungan Kerja ke Bali dalam rangka Sosialisasi Permendagri No. 5. 6. Mendapatkan informasi mengenai persiapan penyelenggaraan pekan promosi Trade. 4.2 Kegiatan Kerjasama dengan Negara Lain NO 1. Investment and Services di Jakarta. Membahas perpanjangan MoU Sister City BandungLiuzhou dan pembangunan monumen Sister City di kedua kota. sehingga memberi kontribusi bagi pencapaian 7 (tujuh) program prioritas Kota Bandung TARGET 1. Administrasi Keuangan Daerah. Rapat Teknis Kerjasama Pembangunan Perkotaan Bertetangga. 5. DINAS/ LEMBAGA Bagian Pemerintahan Umum PROGRAM Otonomi Daerah. Kunjungan Kerja ke Batam. Pemerintahan Umum.

Kerjasama Sister School antara SMU 5 Bandung dengan Herlington High School Fort Worth 2. RRT 4. Suwon 5. Pencanangan Program Pertukaran Pemuda 3. 10. Keikutsertaan pada program International Leadership Academy (ILA) di Fort Worth. Texas-USA HASIL 1. Realisasi Pelaksanaan Kegiatan kerjasama yang difasilitasi oleh kegiatan sister city adalah sebagai berikut: Tabel VI. Menggali potensi di Jawa Barat. Rencana kolaborasi kesenian angklung dengan kesenian tradisional Korea di hadapan masyarakat Kota Suwon 3. dengan melihat kemajuan teknologi Korea 4. Menghadiri Festival Budaya Hwaseong 2011 2. Penerimaan Kunjungan dari Kota-kota di Luar Negeri 1. 12. Pembangunan Monumen Sister City di kedua kota 5. Amerika Serikat 2. dan Panama. Menjajaki kemungkinan kerjasama teknis di bidang teknologi informasi. Peresmian Monumen Sister City Bandung-Liuzhou di Kota Bandung 1.3 Kerjasama Luar Negeri (sister City) NO 1. Program magang di Kota Liuzhou 4. Investment and Services Indonesia ke Los Angeles. 11. Kota Liuzhou. Meksiko.NO DINAS/ LEMBAGA PROGRAM KEGIATAN SASARAN TARGET Tourism. Mengikuti Kongres CITYNET-Indonesia dan Sharing Best Practices tentang Penanganan Kampung Kumuh. Menghadiri The 1st Guangxi International Garden and Horticulture Expo 2011 2. KOTA/ INSTANSI/KEGIATAN Kota Fort Worth. Pembukaan kelas Bahasa Korea di Universitas Maranatha yang merupakan kerjasama antara Universitas Maranatha dengan Universitas hanshin. Kota Suwon. Penerimaan kunjungan resmi Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh RI untuk Serbia Membicarakan kemungkinan terbentuknya kerjasama VI-12 . Peningkatan intesitas kerjasama dan mengatasi permasalahan perkotaan yang dihadapi. Amerika Serikat 3. Partisipasi 15 (Lima Belas) siswa/I SMA di Kota Bandung pada Kegiatan Ambassador High School Program 2011 di SMA Arlington Fort Worth. Republik Korea 3. Program pertukaran pemuda Suwon Youth Foundation ke Kota Bandung 1.

investasi. 9. dan juga meningkatkan intensitas kerjasama Sister City Bandung-Fort Worth Penerimaan kunjungan Friendship Force InternationalWest Java Mengembangkan pemahaman mengenai budaya masing-masing untuk mencapai saling pengertian antara Bangsa Indonesia dengan bangsa lain di dunia sejalan dengan visi Friendship Force International Penerimaan kunjungan Delegasi Suwon Youth Foundation Mempererat persahabatan antara Bandung-Suwon dan meningkatkan keterlibatan pemuda agar kerjasama Sister City dapat tersosialisasi dengan baik Penerimaan kunjungan Delegasi Persatuan Kakitangan Islam Dewan Bandaraya Kuala Lumpur Studi banding mengenai upaya Pemerintah Kota Bandung dalam mengatasi masalah sosial dan perumahan penduduk serta mempererat persahabatan Kota Bandung dengan Kuala Lumpur Penerimaan kunjungan Delegasi Kota Suwon Menjajaki peluang kerjasama di bidang pendidikan. Malaysia Menjajaki kemungkinan kerjasama Friendly City antara Kota Bandung dengan Kota Petaling Jaya dan penandatanganan Letter of Intent (LoI) antara KADIN Kota Bandung dengan Pemerintah Kota Petaling Jaya. 7. 4. Selangor-Malaysia tentang Kerjasama Perdagangan dan Industri Kecil dan Menengah 3. 5. Jerman Tindak lanjut kerjasama Sister City BandungBraunschweig dengan mencanangkan program pertukaran pemuda Penerimaan kunjungan Delegasi Suwon Youth Foundation Merupakan permulaan bagi rencana program pertukaran pemuda Kota Suwon ke Kota Bandung pada Bulan Juli – Agustus 2011 Penerimaan kunjungan Delegasi Kedutaan Besar Amerika Serikat Menjajaki peluang kerjasama Amerika SerikatIndonesia. Penerimaan kunjungan resmi Konsulat Jenderal RI Hamburg. pendidikan. Selangor. khususnya dengan Kota Bandung di bidang perdagangan. VI-13 .NO KOTA/ INSTANSI/KEGIATAN HASIL Sister City Bandung-Beograd 2. 8. dan teknologi serta mengunjungi kelas Bahasa Korea di Universitas Maranatha Penerimaan kunjungan Pemerintah Kota Petaling Jaya. 6. budaya.

Jerman 2) 3) 4) Dengan harapan Sister City yang dilakukan Kota Bandung tidak hanya menjadi kegiatan seremonial. PERMASALAHAN DAN SOLUSI 1) Permasalahan a) Permasalahan yang terjadi pada kegiatan kerjasama daerah ini pada umumnya belum terealisasi secara optimal. pembangunan dan kemasyarakat di wilayah Kota Bandung. selanjutnya disosialisasikan kepada SKPD untuk ditindaklanjuti oleh Perjanjian Kerjasama antar SKPD teknis. sehubungan dengan hal tersebut. b) c) 2) Solusi a) Sosialisasi Perda No. Belum dilakukan sosialisasi MoU yang telah dibuat untuk ditindaklanjuti dengan Perjanjian Kerjasama antar instansi teknis. profesionalisme.Adapun yang menjadi rekomendasi dari kegiatan-kegiatan tersebut adalah dengan mengaktifkan kembali program-program prioritas kerjasama Sister City. kegiatan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah di arahkan kepada upaya memberikan kontribusi pemikiran dalam rangka penyelesaian permasalahanpermasalahan pemerintahan. Penjajakan pertukaran pemuda dengan Kota Braunschweig. Permasalahan yang terjadi pada kegiatan APEKSI terlalu banyak kebutuhan daerah/kota yang diusulkan direkomendasikan sedangkan kemampuan pemerintah pusat dalam hal menerima/merealisasikan rekomendasi Anggota APEKSI terbatas. Amerika Serikat. tetapi menjadi kegiatan nyata bersifat teknis yang mengedepankan substansi. sasaran yang terarah. e. Berpartisipasi pada Festival Hwaseong di Kota Suwon. para unsur pimpinan berperan sebagai narasumber atas penyelesaian permasalahan di Kota Bandung. kegiatan yang mempunyai target jelas yang dapat menghasilkan manfaat nyata bagi masyarakat Kota Bandung. Republik Korea dengan mengirimkan koki Kota Bandung. yaitu: 1) Program pertukaran pemuda (ILA) dan pelatihan Pemadam Kebakaran dengan Kota Fort Worth. 12 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Kerjasama Daerah untuk lebih memahami tentang pelaksanaan Kerjasama Inventarisasi data MoU yang telah dibuat. Dalam rangka menjalin sinergitas dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. b) c) VI-14 . Pembuatan monument Sister City Bandung-Liuzhou di Kota Bandung dan sepakat melakukan evaluasi pelaksanaan kerjasama Sister City.

Kepala Daerah karena jabatannya adalah Kepala wilayah. Solusi adanya dasar hukum koordinasi dengan Instansi Vertikal serta penguatan kedudukan Walikota sebagai koordinator pemerintahan kiranya menjadi langkah strategis yang harus segera dilakukan oleh Pemerintah Pusat agar Koordinasi Pemerintahan dengan Instansi Vertikal dapat berjalan sesuai dengan yang diharapkan. Kegiatan koordinasi dimaksud dapat dilaporkan sebagai berikut : 1.345-BPOD/2006 tentang Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dalam rangka menunjang penyelenggaraan pemerintahan. namun lebih melekat pada fungsi Kepala daerah sebagai Koordinator Pemerintahan di Daerah. Adapun pelaksanaan kegiatan koordinasi diselenggarakan melalui : (a)Rapat Koordinasi. Walikota tidak memiliki kedudukan sebagai Kepala Wilayah namun pelaksanaan koordinasi dengan Instansi Vertikal di Kota Bandung tetap menjadi hal yang strategis untuk dilakukan. Sebagaimana dimaklumi bahwa koordinasi pemerintahan pada awalnya mengacu pada ketentuan Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 1988 tentang Kegiatan Instansi Vertikal di Daerah. dan sebagai wakil Pemerintah Pusat di Daerah maka Kepala Wilayah menjalankan fungsi koordinasi terhadap semua instansi vertikal yang ada di wilayahnya. komunikasi dengan instansi vertikal dilakukan dalam forum Musyawarah Pimpinan Daerah (Muspida).B. pimpinan unsur kepolisian. yang perlu diperkuat dengan kepastian tugas dan kewenangan Kepala Daerah untuk melakukan koordinasi pemerintahan. KOORDINASI DENGAN INSTANSI VERTIKAL DI DAERAH Koordinasi dengan instansi vertikal di Kota Bandung merupakan salah satu aspek penting yang senantiasa dilakukan dalam kerangka memenuhi kebijakan tertib penyelenggaraan pemerintahan dan bagi terwujudnya keserasian serta keberhasilan pembangunan. yang berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 1976. Walikota tidak lagi merangkap jabatan sebagai Kepala Wilayah. Dalam rejim Undang Undang 5 Tahun 1974. pimpinan Muspida secara ex-officio dijabat oleh Kepala wilayah dengan keanggotaan : pimpinan unsur pertahanan. VI-15 . sebagai tindak lanjut dari Undang Undang Nomor 5 Tahun 1974 yang menganut pendekatan uniteritorial dan unipersonal. Kendati berdasarkan Undang Undang Nomor 32 Tahun 2004. informasi atau pendapat dan (c)konsultasi. KOORDINASI DENGAN UNSUR PIMPINAN DAERAH a. KEBIJAKAN DAN KEGIATAN Pelaksanaaan koordinasi dengan instansi vertikal di Kota Bandung merupakan salah satu program peningkatan pelayanan kedinasan Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah yang telah diatur dengan Keputusan Walikota Bandung Nomor 124/Kep. pimpinan unsur peradilan serta pimpinan unsur kejaksaan. (b)permintaan dan penyampaian data. Dalam rejim Undang Undang 22 Tahun 1999 yang selanjutnya diganti dengan Undang Undang Nomor 32 Tahun 2004. sehingga fungsi koordinasi dengan instansi vertikal sebagai wakil Pemerintah Pusat tidak dapat digunakan.

Kapolwiltabes Bandung. pelayanan publik. Terciptanya ketertiban dan keamanan pada parayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru. Ketua Pengadilan Negeri Kelas I Bandung.4 Kegiatan Rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Tahun 2011 NO 1. Ketua DPRD Kota Bandung. Komandan Lanud Husein Sastranegara. Rapat Koordinasi persiapan penjagaan keamanan menjelang Natal dan Malam Tahun Baru Situsi Kota Bandung yang aman selama perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru. meningkatkan efektifitas peran serta pimpinan daerah dalam keberhasilan penyelenggaraan pemerintahan di segala bidang termasuk pelaksanaan pembangunan. dan ketentraman serta ketertiban umum. TARGET Situasi Kota Bandung yang aman pra dan pasca lebaran Idul Fitri 1432 H. Rapat Monitoring Pengaman Natal dan Tahun Baru VI-16 . b. Terselenggaranya aktifitas pengaman Natal dan Tahun Baru secara efektif dan efisien. REALISASI KEGIATAN Pada pelaksanaan kegiatan koordinasi di antara unsur pimpinan daerah terdapat 6 (Enam) kali rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dalam rangka menunjang penyelenggaraan pemerintahan. Komandan Pangkalan TNI AL. Peserta Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Kota Bandung adalah sebagai berikut: 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) 8) 9) Walikota Bandung. PERIHAL KEGIATAN Rapat Pengamanan Hari Raya Idul Fitri SASARAN Terciptanya kondusifitasi situasi wilayah kota bandung pada perayaan Idul Fitri 1432 H.Program peningkatan pelayanan kedinasan Kepala daerah/Wakil Kepala Daerah tahun anggaran 2010 pelaksanaannya melalui kegiatan rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah dalam rangka menunjang penyelenggaraan pemerintahan. 3. Ketua PTUN Bandung. pemberdayaan masyarakat. Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bandung. dengan rincian kegiatan sebagai berikut: Tabel VI. Komandan Dandim 0618/BS. 2. Evaluasi pengaman Natal dan Tahun Baru.

2/ 08/ 10 perihal Bidang Hukum Perdata dan Tata Usaha Negara tertanggal 3 Agustus 2010. pertimbangan.NO 4. Rapat Koordinasi ketersediaan bahan pokok menjelang bulan Ramadhan Ketersediaan bahan pokok untuk bulan Ramadhan. 5. 6. pertimbangan. TARGET Terbinanya kelompokkelompok ormas islam oleh aparat yang berwenang. HUK . dan direalisasikan melalui Nota Kesepahaman antara Pemerintah Kota Bandung dengan Kejaksaan Negeri Bandung Nomor: 180/ 1880 . PERIHAL KEGIATAN Rapat Penanganan Penyakit masyarakat di Kota Bandung SASARAN Terciptanya keamanan dan keteriban umum dan antisipasi dampak negatif dari aliran Ahmadiyah. Terselenggaranya peringatan Hari Jadi Kota Bandung.HAM B-1846/ 0. Rapat Koordinasi persiapan Hari Jadi Kota Bandung 2. KEBIJAKAN DAN KEGIATAN Koordinasi dilaksanakan dengan Kejaksaan Negeri Bandung dalam hal bantuan. Terpenuhinya bahan pokok untuk menjelang bulan Ramadhan.10/ Gs. REALISASI KEGIATAN Pada bidang hukum telah terlaksana koordinasi dengan Kejaksaan Negeri Bandung berupa terlaksananya Forum Diskusi Hukum sebanyak1(satu) kali. dengan sumber biaya dari APBD Kota Bandung.2. dan pelayanan hukum dalam bidang perdata serta Tata Usaha Negara (TUN). b. Pengamanan peringatan Hari Jadi Kota Bandung. KOORDINASI BIDANG HUKUM PERDATA DAN TATA USAHA NEGARA (TUN) a. Hasil dari perjanjian tersebut adalah kesediaan pihak Kejaksaan Negeri Bandung untuk memberikan bantuan. terlaksananya Penyuluhan Hukum Terpadu (Luhkumdu) sebanyak 6 (enam) kali dan terlaksananya VI-17 . Dasar hukum yang melandasi koordinasi ini adalah Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 16 Tahun 2004 tentang Kejaksaan Republik Indonesia.BAG. dan pelayanan hukum kepada Pemerintah Kota Bandung dalam rangka penyelesaian masalah hukum di bidang perdata dan TUN.

Terlaksananya Penyuluhan Hukum Terpadu (Luhkumdu).041.Bantuan Hukum sebanyak 45 perkara. PERMASALAHAN DAN SOLUSI 1) Permasalahan Seiring dengan keluarnya Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2011 Tentang Perubahan Atas Peraturan Pemerintah Nomor 19 Tahun 2010 Tentang Tata Cara Pelaksanaan Tugas Dan Wewenang Serta Kedudukan Keuangan Gubernur Sebagai Wakil Pemerintah Di Wilayah Provinsi. Setda Kota Bandung. tetapi keberadaannya dan urgenitasnya sangat dibutuhkan. Terlaksananya Forum Diskusi Hukum.505 √ Sumber: Bagian Hukum dan HAM.000. Selengkapnya mengenai realisasi kegiatan pada bidang hukum terdapat pada tabel berikut. 2) Solusi Dalam rangka menjalin sinergitas dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Tabel VI. kegiatan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah di arahkan kepada upaya memberikan VI-18 . Terlaksananya Bantuan Hukum. 4 √ 5 1 kali 1 kali √ 2.5 Target dan Realisasi Kegiatan Bidang Hukum Tahun 2011 INDIKATOR PROGRAM RPJMD TARGET CAPAIAN KINERJA TAHUN 2011 (RPJM) 2 100 % REALISASI CAPAIAN KINERJA TAHUN 2010 3 100 % HASIL TERCAPAI TIDAK TERCAPAI 1 Tingkat Pelayanan Bantuan Hukum/Penanganan Perkara Kegiatan: Fasilitasi Sosialisasi Peraturan Perundangundangan Tolok ukur Kinerja: 1. maka eksistensi Forum Komunikasi Pimpinan Daerah di tingkat kabupaten/kota kurang kuat dasar hukumnya.000 Rp749. 100 % 45 perkara √ Input : Dana Rp752. 2011 c. 6 kali 6 kali √ 3.

60 51’ 55. 60 51’ 28. 1070 37’ 27. 1070 37’ 29. 60 52’ 00.8106” S. 1070 37’ 31.8397” E.5668” S.1831” E. REALISASI KEGIATAN Kegiatan pembinaan batas wilayah dilakukan melalui kegiatan pelacakan batas wilayah Kota Bandung dengan Kabupaten Bandung. Lokasi pelacakan batas daerah sebagai berikut : a. 1070 37’ 41.6610” E. KEBIJAKAN DAN KEGIATAN Pembinaan batas wilayah diarahkan untuk terwujudnya kepastian batas wilayah antar daerah.7664” S. 1070 37’ 48.3042” S.5885” S. 2. 60 52’ 14. dan bujur 1070 37’ 24. 60 51’ 47. Kota Bandung Kecamatan Cibeunying Kaler Kelurahan Cigadung. b.0883” S. Kota Bandung Kecamatan Cidadap Kelurahan Ciumbuleuit. Pelaksanaan pelacakan batas wilayah ini dilakukan dengan koordinasi antara Pemerintah Kota Bandung dengan Pemerintah Kabupaten Bandung untuk mengidentifikasi batasbatas wilayah Kota Bandung dengan Kabupaten Bandung. 60 52 15.4052” E.5122” S. pembangunan dan kemasyarakat di wilayah Kota Bandung. PEMBINAAN BATAS WILAYAH 1. Kabupaten Bandung Kecamatan Cimenyan Desa Ciburial dengan hasil penegasan titik koordinat lintang 60 52 10. C. Kabupaten Bandung Kecamatan Cimenyan Desa Ciburial dengan hasil penegasan titik koordinat lintang 60 51’ 20.2638” E. Kota Bandung Kecamatan Coblong Kelurahan Dago. 60 51’ 42. dan bujur 1070 37’ 41.1853” S. para unsur pimpinan berperan sebagai narasumber atas penyelesaian permasalahan di Kota Bandung. maupun antar wilayah Kecamatan dan Kelurahan di Kota Bandung.kontribusi pemikiran dalam rangka penyelesaian permasalahan-permasalahan pemerintahan.5405” E. sehubungan dengan hal tersebut. dan bujur 1070 37’ 24. Kabupaten Bandung Kecamatan Cimenyan Desa Ciburial dengan hasil penegasan titik koordinat lintang 60 51’ 20.4447” S. Kegiatan Pemerintah Kota Bandung dalam pembinaan batas wilayah adalah berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 1987 tentang Perluasan Batas Wilayah Administrasi Kotamadya Daerah Tingkat II Bandung dengan Kabupaten Daerah Tingkat II Bandung. 1070 37’ 33.8016” E.6610” E. 1070 37’ 34. serta pengamanan tanda batas wilayah yang telah terpasang. c. VI-19 .9481” E.1441” E.0883” S.

PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN BENCANA 1. lahan permukiman. b.3. D. PERMASALAHAN DAN SOLUSI a. sehingga kedepannya walaupun bergeser secara koordinat dapat dipertanggungjawabkan. perencanaan. akan berpotensi menimbulkan berbagai bencana. Permasalahan Terdapatnya beberapa patok batas wilayah yang bergeser. Aktivitas yang dimaksud mencakup pembangunan pusat kegiatan ekonomi. Hal ini memerlukan kesadaran dan pemahaman pemerintah maupun masyarakat terhadap potensi kerentanan bencana serta upaya mitigasinya. Bencana yang sering terjadi tidak hanya menimbulkan kerugian harta benda. atau program-program yang dilakukan sebagai upaya meningkatkan kewaspadaan menghadapi bencana. Adapun rincian kejadian bencana sebagai berikut:. Adanya aktivitas tersebut tentunya memberikan tekanan berat pada lingkungan fisik. KEBIJAKAN DAN KEGIATAN Potensi bencana di Kota Bandung cukup tinggi. yang dimulai dari awal bulan Januari sampai dengan bulan Desember 2011 telah mengakibatkan bencana di beberapa wilayah kecamatan Kota Bandung seperti bencana banjir dan angin puting beliung dan Kebakaran. Solusi 1) Secara bertahap dilakukan penegasan batas wilayah. mengingat sekitar 73. rusak. namun juga akan mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. mengingat aktivitasnya sebagai kota besar semakin meningkat. Kota Bandung sebagai salah satu daerah rawan bencana. 2) Dibutuhkan peran aktif dari seluruh pemangku kepentingan (stakeholder) Kota Bandung Untuk mengindentivikasi permasalah yang sering terjadi dengan Kota/Kabupaten yang berbatasan dengan Kota Bandung. dengan menegaskan titik koordinat masing-masing patok batas wilayah. serta dipengaruhi oleh kondisi geologis yang tepat berada di jalur Sesar Lembang. sudah seharusnya memiliki kebijakan. Seperti yang telah diketahui bahwa Kota Bandung telah ditetapkan sebagai salah satu Pusat Kegiatan Nasional dan berperan sebagai pusat berbagai aktivitas penting di Jawa Barat. strategi. Curah hujan yang semakin meningkat di Kota Bandung. pendidikan.5 % wilayah Kota Bandung adalah kawasan terbangun. dan sarana umum lainnya. Jika semua aktivitas tersebut tidak dikelola dengan baik dan tidak berwawasan lingkungan. VI-20 . dan hilang sehingga sulit untuk menentukan batas wilayah secara akurat.

Maleer Rw.000.000. Sumpena 3 Bojongloa Kidul Kel. 17 Mei 2011 Jam 16. 9 Okt 2011 Jam 05.000. Cipadung Wetan (Rw.400.000. Sukamiskin (Rw. 12 bangunan.400. 04 dan Rw. 01 s/d Rw. Mekar Mulya (Rw. 01) 3.000. Kel. 01 s/d Rw. 07 Rt. Pasir Endah (Rw.00 Bencana banjir tersebut telah mengakibatkan kerusakan pada 2. 08 Kel.000. 02) Kel.517.00 s/d 18. Kel.000.000.Tabel VI.000. 13) 2.30 wib JUMLAH 270. 04) Bpk.00 VI-21 .400. 6) 3. 23 Des 2011 Jam 16. 103 jiwa 132 KK 1. 04 dan Rw. 01 s/d Rw.00 570.00 300 kk 197.00 75 kk 3 Sukasari 250.000. Kel.00 73 jiwa 450. 27 April 2011 Jam 16.495 rumah yang terjadi di beberapa Kecamatan dengan total taksiran kerugian sebesar RP. 28 April 2011 Jam 19. 01) 30. Cipadung Kidul (Rw.00 1 korban jiwa (Rw. Mekar Wangi (Rw. 14 Juli 2011 Jam.30 wib Tgl.00 25 KK. Kel.495 Rumah 2 Arcamanik Tgl.7 Kejadian Bencana Tanah Longsor NAMA KECAMATAN Cidadap TAKSIRAN KERUGIAN (Rp) 500. 01 Rt. Cisaranten Bina Harapan (Rw.000.000. 02) dan Rw. Rw. Tabel VI. Kel.00 wib KETERANGAN 2.-. Cisaranten Kulon (Rw.000.000.30 wib Tgl. Kel.000.000.000.1.6 Kejadian Bencana Banjir NAMA KECAMATAN Panyileukan LOKASI KEJADIAN 1. 05.00 wib 100.00 NO 1 WAKTU Tgl.00 wib JUMLAH LOKASI KEJADIAN Kel. 06) TAKSIRAN KERUGIAN (Rp) 250. Hegarmanah Perumahan Green Ciumbuleuit Town Hause Rt. Sukarasa (Rw. 12 KETERANGAN 2 Batununggal 40.000.517. 6) 1.00 NO 1 WAKTU Tgl. 02/09 Kel.00 4 Ujungberung Tgl.000.000.000. 05) 2. 07 Rt.

Kecamatan Cidadap dan Kecamatan Rancasari sehingga total jumlah taksiran kerugian kejadian bencana putting neliung sebesar Rp.223. 12.000 400.00 Bencana lainnya adalah angin putting beliung yang terjadi di 4 Kecamatan yaitu: Kecamatan Panyileukan. dan mengakibatkan 1 orang korban jiwa.000 651.-.000 619. Kecamatan batununggal dan Kecamatan Bojongloa Kidul dengan taksiran kerugian sebesar Rp. 11 rumah (Kel.570. 27 April 2011 Jam . Ciumbuleuit Kel.000. 04. Margasari Rw.746.373.523.Bencana lain seperti Bencana tanah longsor terjadi di Kecamatan Cidadap.617. 08 dan 09) Kel. 16) JUMLAH 50. 15.30 wib Tgl. Cipadung Kulon (Rw.000. 16.00 13 rumah 617.000.05 wib Benteng Pabrik Roboh 25 rumah 154. Tabel VI.00 75. Kecamatan Buahbatu.8 Kejadian Bencana Putting Beliung NAMA KECAMATAN Panyileukan LOKASI KEJADIAN Kel.000 2.00 7 rumah (Kel. Ledeng).000. 15 Mei 2011 Jam 14.000.30 wib Tgl. Ciumbuleuit) 29 rumah 4 Rancasari 163.00 TAKSIRAN KERUGIAN (Rp) NO 1 WAKTU Tgl.000.000 1. 14 November 2011 Jam 12. 07) Kel.852.000 NO 1 2 3 4 5 6 7 BULAN JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI VI-22 .9 Kejadian Bencana Kebakaran dan Taksiran Kerugian JUMLAH KEBAKARAN 9 10 14 10 9 5 9 AREAL KEBAKARAN (m2) 1.766 536 929 766 390 724 392 TAKSIRAN JUMLAH KERUGIAN (Rp) Rp.00 175.050.000.000.000.00 wib KETERANGAN 2 Pohon Tumbang 2 Buahbatu 3 Cidadap Tgl. 16 Kel.593.Tabel VI.746.000. 16 Mei 2011 Jam 15.000.000. Manjahlega (Rw.000.000.000.33 s/d 15. 14.00 s/d 18.000. Mekarjaya (Rw.000. Ledeng dan Kel. Mekar Mulya (Rw.000 569. 01) Kel.000. 06 dan Rw.

Kopo.. Kecamatan Regol Kel. Bina Hararapan.000.016. Sindangjaya. Jumlah Kejadian bencana kebakaran sebanyak 124 kejadian bencana yang tersebar di beberapa Kecamatan dengan luas areal kebakaran 12.000.000 590. Sukawarna Kecamatan Batununggal Kel. Tamanasari. Cigondewah Rahayu. Pemberian bantuan penanggulangan bencana kebakaran di Batununggal. Cibuntu.000. Kecamatan Lengkong Kel. Nyengseret. 505. Kecamatan Bojongloa Kidul Kel.306.250. Panjunan. Kecamatan Batununggal Kel. Cibangkong. Kecamatan Ujung Berung Kel.250. Kecamatan Kiaracondong Kel. Pemerintah Kota Bandung telah membantu kerugian yang bersifat tanggap darurat karena bencana alam dari alokasi APBD tahun anggaran 2011 sebesar Rp. Kecamatan Sumur Bandung Kel.000 3. Kecamatan Bandung Kulon Kel.(Dua Ratus Empat Juta Lima Ratus Lima Ribu rupiah) untuk Kecamatan Bandung Wetan Kel. dengan rincian pada tabel berikut.600. Cisaranten Kidul.000 Bencana kebakaran juga melanda warga Kota Bandung. Cibiru dan Kec.300.000. Kecamatan Astanaanyar Kel. 25.000. Jatisari.NO 8 9 10 11 12 BULAN AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER NOVEMBER DESEMBER JUMLAH JUMLAH KEBAKARAN 21 9 7 4 8 124 AREAL KEBAKARAN (m2) 2048 3420 602 92 399 12. Kecamatan Ujung Berung Kel. Kecamatan Sukajadi Kel.000.12.430. Sukamiskin. Kecamatan Astanaanyar Kel. dilakukan oleh beberapa SKPD yaitu Dinas kebakaran.604 M2 dengan Taksiran kerugian sebesar Rp.000.000 12. Kecamatan Aracamanik Kel. Kecamatan Suakajadi Kel. Tamansari. Sukahaji. Kecamatan Mandalajati Kel. Balonggede Kecamatan Kecamatan Bojongloa Kaler Kel.Kecamatan Bandung Kulon Kel.. Burangrang. Lingkar Selatan.000.430.- 2. Kecamatan Buah Batu Kel. DInas Bina Marga dan Pengairan dan Bagian Kesra Sekretariat Daerah Kota Bandung. Margasari. VI-23 . Braga. Kecamatan Bauah Batu Kel. Kecamatan Bandung Kulon Cigondewah. Cibangkong. Cipadung. Kecamatan Cibiru Kel.000 376.000. Kecamatan Lengkong Kel. Pasteur. Somoja. Dinas Sosial.064 TAKSIRAN JUMLAH KERUGIAN (Rp) 1. Kebon Lega. Pasirjati Kota Bandung. Kecamatan Cibiru Kel. Babakan Asih. Aracamanik Kel. Kecamatan Gedebage Kel.000 84. 204.Lengkong Kota Bandung adalah sebesar Rp. Kecamatan Batununggal Kel. Kebon Kangkung. Kecamatan Babakan Ciparay Kel. Cigending. sehingga mengakibatkan kerugian kepada masyarakat. Cipadung Kidul. REALISASI KEGIATAN Penanggulangan bencana yang terjadi di Kota Bandung. Kecamatan Bandung Wetan Kel.(Dua Puluh Lima Juta rupiah). Cisurupan.

000 KET.588.000. Antapani Kidul Kec.REALISASI BANTUAN (Rp) 5. Pungkur Mengurangi banjir Jl. Cinambo KETERANGAN Mengurangi banjir pemukiman dan perempatan Jl.Tabel VI.000. Antapani Kidul Kec.000.000 15.000. Arcamanik Kel. Rancanumpang Kec. Babakan Penghulu Kec.000 243.10 Bantuan Terhadap Bencana Kebakaran di Kota Bandung Tahun 2011 NO KECAMATAN JENIS KERUSAKKAN RINGAN 1 2 3 BATUNUNGGAL CIBIRU LENGKONG Total SEDANG V V V v BERAT NILAI KERUGIAN (Rp) 15.000 25. Kebakaran Kebakaran Kebakaran Adapun Kegiatan Penanggulangan Banjir yang dilakukan oleh Dinas Bina Marga dan Pengairan adalah sebagai berikut: Tabel VI.11 Kegiatan Penanggulangan Banjir yang dilakukan oleh Dinas Bina Marga dan Pengairan NO 1 PEKERJAAN Pemasangan TPT Saluran Pembuang Rancameong ke sungai Cinambo Baru Sodetan (Tahap II) Saluran Cilastri LOKASI Kel. Rumah Sakit Mengurangi banjir Perumahan Panyileukan dan sekitarnya Mengurangi banjir Jl. Astana Anyar Kel.000. Purwakarta Mengurangi banjir komplek Margahayu Raya 2 Kel.478. PERMASALAHAN 1) Kurangnya koordinasi antar SKPD terkait termasuk unsur kewilayahan dalam upaya penanganan bencana. Pelindung Hewan Kec.9. Cipadung Kidul Kec.000 5. VI-24 . Pungkur Kec.259. Parakansaat Mengurangi banjir sekitar Kordon Mengurangi banjir Perumahan Bumi Panyileukan Mengurangi banjir Jl. PERMASALAHAN DAN SOLUSI a. gedebage Kel. Antapani Kel. Kujangsari Kec. Sukamiskin Kec. Nasution sekitar Cikadut Mengurangi banjir kawasan pemukiman Mengurangi banjir Jl. Bandung Kidul Kel. Sukarno Hatta dan Jl.000. AH. Manjahlega Kec.110. Panyileukan Kel.000. Rancasari 3 4 5 6 7 8 9 10 Pemasangan TPT Kali Cibodas Pemasangan TPT Saluran Ciateul/Citiis Pemasangan TPT anak Sungai Cipariuk Pemasangan TPT dan pengerukan Saluran Ciregol Pemasangan TPT saluran Cikiley Peninggian TPT Sungai Citepus Pemasangan TPT Sungai Ciparungpung Pemasangan TPT dan pengerukan Saluran Manjahlega 3.000. Regol Kel. Antapani Kel.

2) Memaksimalkan penggunaan sarana dan prasarana yang ada serta meningkatkan kuantitas dan kualitasnya E. VI-25 . b. KEBIJAKAN DAN KEGIATAN Program/kegiatan Pemerintah Kota Bandung selama tahun 2011 dalam rangka meningkatkan ketentraman dan ketertiban umum. tercantum pada tabel berikut. Pelaporan Evaluasi dan OUTPUT TARGET OUTCOME 1 2 Terselenggaranya kegiatan operasional gabungan Aparat Pol PP dengan TNI/POLRI dan Kejaksaan Monitoring. Tabel VI. evaluasi dan pelaporan trantibum II 1 2 3 PROGRAM PENEGAKAN PERDA DAN PERWAL Sosialisasi/Penyuluhan Peraturan Daerah dan Peraturan Walikota Ketentraman Ketertiban Operasi Penertiban Peraturan Daerah dan Peraturan Walikota Pelaksanaan Yustisi Penegakan Peraturan Daerah Sosialisasi penyuluhan Perda dan Perwal Trantibum Terlaksananya Operasi Penertiban Perda dan Perwal Pelaksanaan operasi yustisi 150 orang 1 Tahun 8 Kali Tersosialisasikannya Perda dan Perwal Trantibum kepada masyarakat Terciptanya kondisi ketertiban di kawasan 7 titik Terjaringnya para pelanggar yustisi (PSK. SOLUSI 1) Meningkatkan koordinasi antar SKPD terkait termasuk unsur kewilayahan dalam upaya penanganan bencana.2) Sarana dan prasarana untuk penanganan dan penanggulangan bencana kurang memadai.12 Program/Kegiatan Penyelenggaraan Ketentraman dan Ketertiban Umum Tahun 2011 NO I PROGRAM/KEGIATAN PROGRAM PEMELIHARAAN KANTRANTIBMAS DAN PENCEGAHAN TINDAK KRIMINAL Kerjasama pengembangan kemampuan aparat polisi pamong praja dengan TNI/POLRI dan kejaksaan Monitoring. evaluasi dan pelaporan 1 Tahun 12 Laporan Meningkatnya kerjasama pelaksanaan koordinasi antara Pol PP dengan TNI/POLRI dan Kejaksaan Tercapainya penyusunan monitoring. PENYELENGGARAAN KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN UMUM 1.

PROGRAM PENEGAKKAN KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN UMUM 1) Pemeliharaan Ketentraman dan Ketertiban Umum INDIKATOR KINERJA TARGET OUTPUT Terselenggaranya pemeliharaan ketentraman dan ketertiban umum OUTCOME Meningkatnya ketentraman Ketertiban masyarakat 1 tahun dan 1 tahun (35 Kegiatan) REALISASI CAPAIAN KINERJA 100% Pemeliharaan ketentraman dan ketertiban umum yang dilakukan oleh Satpol PP adalah: a) Melakukan pengamanan terhadap kegiatan atau acara-acara penting yang ada di Kota Bandung sebanyak 35 Kegiatan yaitu: (1) (2) Pengaturan Pedagang Kaki Lima Gasibu (4 Kali) Pengamanan Wisuda UNPAD (4 kali) VI-26 . REALISASI KEGIATAN Realisasi pelaksanaan program dan kegiatan tersebut pada tahun 2011 adalah sebagai berikut : a.NO PROGRAM/KEGIATAN dan Peraturan Walikota OUTPUT TARGET OUTCOME anak jalanan dan penyakit masyarakat lainnya) Tercapainya tertib perizinan di Kawasan Bandung Utara 4 Operasi Pengawasan dan Pengendalian perizinan (Banprov) Terlaksananya Operasi Pengawasan dan pengendalian perizinan di Kawasan Bandung Utara 5 Kec (8) kegiatan III 1 PENEGAKAN KETENTRAMAN DAN KETERTIBAN UMUM : Pemeliharaan ketentraman dan ketertiban umum 2 Peningkatan masyarakat Partisipasi Terselenggaranya pemeliharaan ketentraman dan ketertiban umum Terciptanya Partisipasi masyarakat 1 Tahun Terciptanya ketentraman dan ketertiban masyarakat Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam ketentraman dan ketertiban umum 75 orang 2.

Satpol PP mengadakan seminar Peran serta Penanggulangan HIV/AIDS di Kota Bandung bagi Aparatur Satpol PP dan VI-27 . Rumah Dinas Wakil Walikota. yaitu Plaza Balaikota. tidak ada gejolak saat acara-acara penting berlangsung serta tidak adanya laporan dari masyarakat yang terganggu oleh acara-acara penting tersebut.201 Peringatan Hari Sumpah Pemuda Rangkaian Peringatan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB) ke-201 (Lapangan Tegalega) Rangkaian Peringatan Hari Pahlawan Tingkat Ibu Kota Provinsi Jawa Barat Peringatan Hari Internasional Penyandang Cacat (HIPENCA) Peringatan Hari AIDS Sedunia Lomba Suara Kania Bermartabat Lomba Senam Bugar Parahyangan Piala Ibu Walikota b) Melakukan penjagaan 8 (delapan) tempat penting di Kota Bandung. Rumah Dinas Sekda. Rumah Dinas Tirtasari II. Dari dua sub-kegiatan tersebut tidak terdapat kendala dan gangguan ketentraman dan ketertiban umum. serta Kantor Dharma Wanita dan PKK selama 1 (satu) Tahun. Sebagai bentuk kegiatan dari SKB dan apresiasi tersebut. Kantor Satu Atap.(3) (4) (5) (6) (7) (8) (9) (10) (11) (12) (13) (14) (15) (16) (17) (18) (19) Car Free Day (9 kali) Rangkaian Peringatan Bandung Lautan Api Rangkaian Peringatan HUT POL PP tingkat Ibukota Provinsi Jawa Barat Pengamanan Wisuda UPI (3 kali) Launching Bandung Green and Clean Operasi Cipta Kondisi Kota menjelang Masuknya Bulan Suci Ramadhan Integrity Fair Rangkaian Peringatan HUT RI Ke-66 Tingkat Ibukota Provinsi Jawa Barat dan Pemerintah Kota Bandung Peringatan TUNZA International Children and Youth Conference Upacara Hari Jadi Kota Bandung ke . Rumah Dinas Ketua DPRD Kota Bandung. Pendopo. Satpol PP dilibatkan ke dalam tim penanggulangan/pencegahan HIV/AIDS. 2) Peningkatan Partisipasi Masyarakat INDIKATOR KINERJA TARGET Output Terlaksananya Partisipasi Masyarakat Outcome Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pemeliharaan ketentraman dan Ketertiban umum 75 Orang 282 Orang REALISASI CAPAIAN KINERJA 163% Sesuai dengan Surat Keputusan Bersama Kementrian Kesehatan RI dan Kementerian Dalam Negeri.

Peraturan Walikota/Keputusan Walikota Satpol PP bekerja sama dengan 3 (tiga) Instansi yang terkait dengan proses penegakkan hukum yaitu TNI. pengamanan Car Free Day di Buah Batu Kecamatan Lengkong sebanyak 75 orang. Untuk pelaksanaan kegiatan ini selama tahun 2011 berjalan baik dan kondusif baik untuk mengamankan proses penegakkan Perda/Perwal/Kepwal atau pelimpahan berkas BAP jika pelanggar yang terjaring mengandung unsur pidana dan pada penyelenggaraan Trantibum di wilayah kota Bandung. penanganan PKL di Kecamatan Arcamanik sebanyak 50 orang. Seminar ini bertujuan untuk memberi pengetahuan tentang peta penyebaran HIV/AIDS di kota Bandung terutama kaitannya dengan pelaksanaan operasi razia PSK/prostitusi yang sering dilaksanakan oleh Satpol PP di wilayah kota Bandung. PROGRAM PEMELIHARAAN PENCEGAHAN TINDAK KRIMINAL KANTRANTIBMAS DAN 1) Kerja sama Pengembangan Kemampuan Aparat Polisi Pamong Praja dengan TNI/POLRI dan Kejaksaan INDIKATOR KINERJA TARGET Output Terselenggaranya kegiatan operasional gabungan Aparat Pol PP dengan TNI/POLRI dan Kejaksaan Outcome Meningkatnya kerjasama pelaksanaan koordinasi antara Pol PP dengan TNI/POLRI dan Kejaksaan 1 Tahun 1 Tahun 100% REALISASI CAPAIAN KINERJA Untuk membantu penegakkan Peraturan daerah. dan Kejaksanaan. Kerja sama tersebut antara lain berupa bantuan personil dalam pengamanan kegiatan Satpol PP pada saat penertibanpenertiban dan operasi –operasi gabungan pada moment-moment penting atau pada acara-acara penting baik di tingkat wilayah Kota Bandung ataupun di tingkat Provinsi dikarena kota Bandung sebagai ibukota Propinsi Jawa Barat . Berkaitan dengan hal tersebut peran serta Aparat dan masyarakat. Dari target yang ditetapkan sebanyak 75 orang. realisasinya atau yang turut serta dalam partisipasi tersebut sebanyak 282 orang (376%) yang terdiri dari penanganan HIV sebamnyak 127 orang. Selain Aparat Satpol PP dan WPA.masyarakat Kota Bandung. VI-28 . LSM dan pengusaha-pengusaha tempat hiburan juga perlu dibina dan ditingkatkan peran sertanya. POLRI. pengamanan Car Free Day di Dago Kecamatan Coblong sebanyak 20 orang. khususnya masyarakat yang peduli dengan AIDS yang tergabung dalam Warga Peduli AIDS (WPA). perlu ditingkatkan dan disinergikan dalam penanggulangan dan pencegahan penyebaran HIV/AIDS di Kota Bandung. b. dan penertiban bangunan liar di Jalan Tamansari Kecamatan Coblong sebanyak 10 orang.

Bandung) dan di Aula Kelurahan Sukaasih. dan Pelaporan INDIKATOR KINERJA TARGET Output Monitoring. Jl. VI-29 . Bandung) dengan sasaran sosialisasi/penyuluhan adalah Pengurus RT/RW. serta laporan pelanggaran perda/perwal tersebut kemudian direkap dan dievaluasi dilaporkan dalam bentuk dokumen-dokumen sebanyak 12 (dua belas) laporan selama 1 (satu) tahun atau 1 laporan per bulan. PROGRAM PENEGAKKAN PERATURAN WALIKOTA PERATURAN DAERAH DAN 1) Sosialisasi/Penyuluhan Peraturan Daerah dan Peraturan Walikota Ketentraman dan Ketertiban INDIKATOR KINERJA TARGET Output Terlaksananya Sosialisasi/ penyuluhan Perda dan Perwal Trantibum Outcome Tersosialisasikannya Perda dan Perwal Trantibum kepada masyarakat 150 Orang 210 Orang (2 Kegiatan) REALISASI CAPAIAN KINERJA 140% Realisasi dari kegiatan ini adalah terlaksananya Sosialisasi/Penyuluhan Peraturan Daerah dan Peraturan Walikota Ketentraman dan Ketertiban Umum adalah sebesar 140%. Evaluasi. dan Pelaporan Outcome Tercapainya penyusunan laporan monitoring. c. yaitu Aula Kelurahan Cipamokolan (Jl. (Komplek Kopo Kencana. Laporan-laporan tersebut sebagai bahan evaluasi dan laporan potret ketentraman dan ketertiban di 30 wilayah kecamatan se-Kota Bandung. Pengurus TP PKK dan warga masyarakat. Hasil monitoring atau laporan gangguan trantibum dan temuan. Peta.2) Monitoring. yang hadir dalam kegiatan tersebut melampaui target yaitu 210 orang. Evaluasi. Raya Cipamokolan. Tokoh Masyarakat. evaluasi dan pelaporan 12 Laporan 12 Laporan REALISASI CAPAIAN KINERJA 100% Keluaran dari kegiatan ini adalah terselenggaranya monitoring dan patrol wilayah yang berkaitan dengan pemeliharaan ketentraman dan ketertiban umum ke-30 Kecamatan di Kota Bandung. yaitu dari 150 orang yang ditargetkan mendapatkan sosialisasi/penyuluhan. Pengurus LPM. Sosialisasi/Penyuluhan Perda dan Perwal ini dilaksanakan di dua tempat.

446 unit reklame ilegal 112 pelanggar perizinan 165 pelanggar izin bangunan 3) Pelaksanaan Yustisi Penegakkan Peraturan Daerah dan Peraturan Walikota INDIKATOR KINERJA TARGET Output Pelaksanaan yustisi operasi Outcome Terjaringnya para pelanggar yustisi (Pekerja Seks Komersil) 8 Kali 30 kali REALISASI CAPAIAN KINERJA 375% Pelaksanaan kegiatan operasi yustisi ini sebanyak 30 kali. Sisanya sebanyak 350 PSK dibuat Berita Acara Pemeriksaan (BAP). menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi pelanggaran. VI-30 . Operasi Yustisi ini berhasil menjaring 567 PSK.2) Operasi Penertiban Peraturan Daerah dan Peraturan Walikota INDIKATOR KINERJA TARGET Output Terlaksananya Penertiban Daerah dan Walikota Operasi Peraturan Peraturan Outcome Terciptanya kondisi ketertiban di kawasan 7 titik dan di luar wilayah 7 titik 1 Tahun 1 Tahun REALISASI CAPAIAN KINERJA 100% Kegiatan Operasi Penertiban Peraturan Daerah dan Peraturan Walikota ini terlaksana 100% dari target 1 selama tahun 2011. Operasi penertiban tersebut berhasil menjaring 877 Pelanggar dengan rincian sebagai berikut: a) b) c) d) e) 229 Pelanggar PKL 158 Pelanggar Gepeng. dan Anak Jalanan 213 pelanggar dengan jumlah 1. 151 PSK dikirim untuk dibina ke Badan Rehabilitasi Sosial Karya Wanita (BRSKW) Cirebon serta 66 PSK dikirim untuk di bina ke Rumah Rehabilitasi Sosial Karya Wanita Sukabumi. pelampauan target ini disebabkan oleh adanya laporan pengaduan dari masyarakat tentang keberadaan Pekerja Seks Komersil (PSK) di Kota Bandung dan adanya permintaan klien untuk dibina dari Badan Rehabilitasi Sosial Karya Wanita (BRSKW) Cirebon serta Rumah Rehabilitasi Sosial Karya Wanita Sukabumi. melampui target sebanyak 8 kali (375%). dan dipulangkan ke rumahnya masing-masing. Pengamen.

Tindakan yang dilakukan adalah pembuatan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) terhadap 1 Café dan 4 Hotel serta dilakukan pembongkaran terhadap 51 unit Reklame ilegal. pemeliharaan ketertiban umum dan ketentraman masyarakat diperlukan adanya sinergitas program dan kegiatan antara Satuan Polisi Pamong Praja Provinsi Jawa Barat dan Satuan Polisi Praja Kabupaten/Kota di Jawa Barat. PERMASALAHAN 1) 2) 3) 4) 5) 6) 7) Masih kurangnya Sosialisasi dan informasi bagi masyarakat terhadap Perda dan Perwal Kota Bandung Adanya keraguan dalam tindakan represif karena bisa berbenturan dengan pelanggaran HAM Masih lemahnya perlindungan hukum bagi aparatur dalam menegakkan perda/perwal Masih adanya Oknum-oknum yang bermain dalam pelanggaran perda/perwal Terbatasnya ruang publik dalam melaksanakan aktifitas masyarakat sehingga sedikit mengganggu ketertiban Besarnya jumlah aktifitas dan daya tarik kota yang kuat sehingga banyaknya pendatang yang masuk untuk mengadu nasib Masih kurangnya jumlah Aparatur b. 3. PERMASALAHAN DAN SOLUSI a. SOLUSI 1) 2) Melakukan koordinasi dan sinergitas yang lebih intensif dengan seluruh stake holder Menyusun strategi penanganan pelanggaran perda/perwal yang lebih sistematis (solutif) VI-31 . Operasi ini terlaksana 100% di 5 kecamatan di Kawasan Bandung Utara. dengan ditemukan pelanggaran Izin Usaha/SIUP/HO dan Reklame sebanyak 56 pelanggar.4) Operasi Pengawasan dan Pengendalian Perizinan (Bantuan Provinsi) INDIKATOR KINERJA TARGET Output Terlaksananya operasi pengawasan dan pengendalian perizinan di Kawasan Bandung Utara Outcome Tercapainya tertib Perizinan di Kawasan bandung Utara 5 Kec (8 kegiatan) 5 Kec (8 kegiatan) REALISASI CAPAIAN KINERJA 100% Kegiatan Operasi Pengawasan dan Pengendalian Perizinan ini merupakan bantuan dari Gubernur Provinsi Jawa Barat untuk meningkatkan penegakan peraturan daerah. dengan jumlah kegiatan sebanyak 8 kali.

3) 4) 5) 6) Meningkatkan kualitas sumber daya aparatur Pemberian sanksi kepada oknum yang bermain dalam pelanggaran perda/perwal Pemerataan ekonomi melalui kerjasama dengan pihak swasta sehingga kegiatan tidak terpusat di titik-titik tertentu Membuat strategic plan yang komprehensif terhadap ruang publik yang bukan ruang terbuka hijau untuk aktifitas masyarakat VI-32 .

VI-33 .

.

baik berupa capaian makro maupun mikro yang diukur berdasarkan pelaksanaan program dan kegiatan RKPD Tahun 2011 yang merupakan penjabaran tahunan dari RPJMD Kota Bandung Tahun 2009-2013. baik urusan wajib maupun urusan pilihan. Penyampaian LKPJ kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) ini.L aporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Bandung Tahun 2011 merupakan laporan tentang hasil capaian kinerja penyelenggaraan pemerintahan Kota Bandung selama tahun 2011. Sesuai amanat Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah untuk kedua kalinya dengan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008. LKPJ Walikota Bandung Tahun 2011 disusun dengan penekanan pada aspek pengawasan dan pengendalian guna melihat dan mengevaluasi terhadap perkembangan (progress) kinerja penyelenggaraan pemerintahan daerah yang lebih memfokuskan pada pelaksanaan berbagai urusan. dan Informasi Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Masyarakat. yaitu transparansi. Tiga pilar tata kelola pemerintahan yang baik (good governance). partisipasi dan akuntabilitas telah diupayakan implementasinya secara simultan oleh Pemerintah Kota Bandung dengan mewujudkan akuntabilitas secara horisontal melalui penyampaian LKPJ kepada DPRD. Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Kepala Daerah Kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah. Semua hal yang berkaitan dengan tata kelola pemerintahan yang baik telah coba diterapkan oleh Pemerintah Kota Bandung. yang merupakan penjabaran dari Undang-undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah sebagaimana telah diubah untuk kedua kalinya melalui Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2008. didasarkan atas ketentuan sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 3 Tahun 2007 tentang Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah Kepada Pemerintah. Adapun pokok-pokok pikiran yang terkandung dalam Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Bandung tahun 2011 menyangkut hal-hal sebagai berikut: VII-1 . hal ini merupakan salah satu ekspresi tanggung jawab Pemerintah Daerah dalam menyikapi kewenangan otonomi daerah.

6) meningkatkan kapasitas pengelolaan keuangan dan pembiayaan pembangunan kota yang akuntabel dan transparan dalam menunjang sistem pemerintahan yang bersih dan berwibawa. yakni: 1) mengembangkan sumber daya manusia yang sehat. disunlah strategi dan arah kebijakan disesuaikan dengan tujuan dan sasaran misi masing-masing. Sedangkan belanja daerah realisasinya VII-2 . 2) mengembangkan perekonomian kota yang berdaya saing dalam menunjang penciptaan lapangan kerja dan pelayanan publik.10% atau sebesar Rp 3. berprestasi dalam menunjang Kota Jasa Bermartabat. Selanjutnya guna memantapkan capaian kinerja 6 (enam) misi di atas. realisasi pendapatan pemerintah Kota Bandung tahun 2011 mencapai 102.05 triliun. cerdas. dan transparan dalam upaya meningkatkan kapasitas pelayanan kota metropolitan. Kebijakan Umum Pengelolaan Keuangan Daerah : Kebijakan umum pengelolaan keuangan daerah atau struktur APBD Kota Bandung Tahun Anggaran 2011 terdiri dari : (1) Penerimaan Daerah yang di dalamnya terdapat Pendapatan Daerah dan Penerimaan Pembiayaan Daerah. kreatif. 4) menata Kota Bandung menuju metropolitan terpadu yang berwawasan lingkungan. Dalam implementasinya. Kebijakan Pemerintah Daerah: Berdasarkan visi Kota Bandung Tahun 20092013 yaitu Memantapkan Kota Bandung sebagai Kota Jasa Bermartabat. 5) meningkatkan kinerja pemerintah kota yang efektif. serta meningkatkan peranan swasta dalam pembangunan ekonomi kota. 4) memantapkan pembangunan Kota Bandung berkelanjutan dan berwawasan lingkungan (Bandung Hijau dan Harmonis). 3) meningkatkan kemakmuran warga Kota Bandung (Bandung Makmur). professional. 5) memantapkan pembinaan seni dan meningkatkan budaya Kota Bandung (Bandung Kota Seni Budaya) 6) meningkatkan prestasi olah raga dan kepemudaan Kota Bandung (Bandung Berprestasi). (2) Pengeluaran Daerah yang di dalamnya terdapat Belanja Daerah dan Pengeluaran Pembiayaan Daerah. 3) meningkatkan kesejahteraan sosial dan mengembangkan budaya kota yang tertib. 7) memantapkan toleransi dan pembinaan umat beragama (Bandung Agamis) 2. Berdasarkan 6 (enam) misi tersebut. efisien.1. berakhlak. Pemerintah Kota Bandung menetapkani 7 (tujuh) agenda prioritas yang meliputi: 1) memantapkan kecerdasan warga kota Bandung melalui Bantuan Walikota untuk pendidikan (Bawaku Sekolah). Pemerintah Kota Bandung telah merumuskan berbagai kebijakan yang dijabarkan dalam 6 (enam) misi Kota Bandung.11 triliun dari target pendapatan sebesar Rp 3. dan berdaya saing. 2) memantapkan kesehatan warga Kota Bandung (Bandung Sehat). akuntabel. aman.

5. pada Pasal 195 disebutkan bahwa “Dalam rangka meningkatkan kesejahteraan rakyat. (5) Perdagangan. Realisasi program dan kegiatan kesehatan mencapai 17. Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah: Berdasarkan Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 08 Tahun 2007 tentang Penyelenggaraan Urusan Pemerintahan Daerah Kota Bandung. Penyelenggaraan Tugas Umum Pemerintahan: Pada Tahun 2011 Pemerintah Kota Bandung telah melaksanakan Penyelenggaraan Tugas Umum Pemerintahan dalam kerangka Tugas Pokok dan Fungsi serta pelaksanaan program dan kegiatan pada Satuan Kerja Pemerintah Daerah (SKPD) sebagai berikut: a. (12) Ketenagakerjaan. dan (24) Kearsipan. Pemerintah kota Bandung menerima tugas pembantuan melalui Kementerian Kesehatan dan Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan total bantuan anggaran sebesar Rp7. pencegahan dan penanggulangan bencana.09% atau sebesar Rp910. c.mencapai 93% atau sebesar Rp3. (4) Pekerjaan Umum.00% (50 indikator) tidak tercapai target dan 0.60% ( 199 indikator) tercapai target. VII-3 .27 juta. (6) Perencanaan Pembangunan. Sedangkan urusan pilihan terdiri dari : (1) Kelautan dan Perikanan. (14) Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. d.876. e. (18) Pertanahan. dan tugas-tugas umum pemerintahan lainnya yang dilaksanakan oleh daerah. f. (10) Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah. (4) Industri. Daerah dapat mengadakan kerjasama dengan daerah lain yang didasarkan pada pertimbangan efisiensi dan efektivitas pelayanan publik. Administrasi Keuangan Daerah. dimana urusan wajib terdiri dari : (1) Pendidikan. (19) Kesatuan Bangsa dan Politik Dalam Negeri. (2) Pertanian. (15) Keluarga Berencana dan Keluarga Sejahtera. dan (6) Ketransmigrasian. (11) Kependudukan dan Catatan Sipil. (20) Otonomi Daerah. penyelenggaraan ketenteraman dan ketertiban umum.000. (23) Kebudayaan.31 triliun. Perangkat Daerah. Kepegawaian dan Persandian. (3) Pariwisata.(9) Penanaman Modal.08 triliun dari target belanja sebesar Rp3. (22) Sosial. dan (25) Perpustakaan. 3.397. g. (3) Lingkungan Hidup. b. pada Tahun Anggaran 2011 melaksanakan 25 (dua puluh lima) urusan wajib dan 6 (enam) urusan pilihan. (5) Penataan Ruang. Berdasarkan Undang-Undang Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah. Adapun SKPD yang melaksanakan tugas pembantuan pada tahun 2011 adalah Dinas Kesehatan serta Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan. (17) Komunikasi dan Informatika. (2) Kesehatan. (13) Ketahanan Pangan. Adapun realisasi capaian kinerja penyelenggaraan urusan pada tahun 2011 yang diukur berdasarkan target indikator RPJMD 2009-2013 sejumlah 250 indikator adalah 79. Pemerintahan Umum.40% (1 indikator) tidak dapat diukur capaiannya karena tidak ada data (Not Available Data) 4. (21) Pemberdayaan Masyarakat dan Desa/Kelurahan. kerjasama daerah dengan pihak ketiga. 20.00.38% atau sebesar Rp2. (7) Perumahan. pembinaan batas wilayah. Sementara sektor perikanan merealisasikan program dan kegiatan tahun 2011 sebesar 94. koordinasi dengan instansi vertikal di daerah. (16) Perhubungan.36 Miliar. (8) Kepemudaan dan Olahraga. Penyelenggaraan Tugas Pembantuan: Pada tahun 2011. kerjasama antar daerah.

Republik Korea. Texas-USA. c. Oleh karena itu. Kerjasama dengan pihak Luar Negeri : Pada tahun 2011 Pemerintah Kota Bandung telah menjalin Sister City dengan Kota Fort Worth. Kerjasama dengan Badan Hukum : Pada tahun 2011 pemerintah kota Bandung telah melakukan kerjasama dengan beberapa Perguruan Tinggi dan PT. Dapat disimpulkan bahwa Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Walikota Bandung Tahun 2011 bersifat laporan pelaksanaan penyelenggaraan pemerintahan (progress report) dan merupakan rangkaian pelaksanaan yang berkesinambungan dan tidak terpisahkan dari tahun tahun sebelumnya sebagaimana dalam rangkaian 5 tahunan pelaksanaan RPJMD Kota Bandung 2009-2013. masukan yang bersifat konstruktif sangat dibutuhkan bagi perbaikan kinerja tahun selanjutnya. dalam konteks Kota Bandung. Bandung. substansi kerjasama antara daerah dan kerjasama daerah dengan pihak ketiga merupakan bagian dari substansi yang diatur dalam Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 12 Tahun 2010 tentang Penyelenggaraan Kerjasama Daerah Kota Bandung. Maret 2012 WALIKOTA BANDUNG DADA ROSADA VII-4 . Kerjasama dengan Pemerintah Daerah lain : Pada tahun 2011 pemerintah kota Bandung telah melakukan kerjasama dengan beberapa Kota/Kabupaten lain dan Provinsi Jawa Barat. ASKES. Berdasarkan Peraturan Daerah Nomor 12 Tahun 2010 pasal 7 secara jelas dinyatakan bahwa Lingkup Kerjasama yang meliputi: a. Kerjasama dengan Kementerian/Lembaga Pemerintah non Kementerian atau sebutan lain : Pada tahun 2011 pemerintah kota Bandung telah melakukan kerjasama dengan beberapa Kementerian. Kota Suwon. Kota Liuzhou. dan saling menguntungkan”. b. efektivitas. yang merupakan implementasi dari Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2007 tentang Tata Cara Pelaksanaan Kerjasama Daerah. serta terealisasinya penerimaan kunjungan dari beberapa kota di Luar Negeri.sinergi. produktivitas dan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintah daerah serta fungsi pengawasan DPRD terhadap jalannya penyelenggaraan pemerintahan. LKPJ Tahun 2011 ini diharapkan dapat berperan sebagai bahan refleksi dan evaluasi terhadap tingkat capaian kinerja RKPD Tahun 2011 yang merupakan penjabaran dari RPJMD 2009-2013. guna meningkatkan efisiensi. d. RRC.

VII-5 .

.

  .

                        DAFTAR PERATURAN DAERAH DAN PERATURAN WALIKOTA BANDUNG TAHUN 2011                      .

    .

DAFTAR PERATURAN DAERAH KOTA BANDUNG TAHUN 2011 NO. Perlindungan Pengelolaan Lingkungan Hidup Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) Perubahan atas Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 09 Tahun 2009 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Tahun 2009-2013 Pengelolaan Sampah Perubahan atas Peraturan Daerah Kota Bandung Nomor 06 Tahun 2009 tentang Kegiatan Pembangunan Stadion Utama Sepakbola dalam Kontrak Tahun Jamak Pengelolaan Tanah dan Bangunan Milik Daerah Penyelenggaraan dan Retribusi Izin Mendirikan Bangunan (IMB) Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2011 Perusahaan Daerah Kebersihan Kota Bandung Perusahaan Daerah Bank Perkreditan Rakyat Kota Bandung Pelayanan Publik Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2010 Rencana Tata Ruang Wilayah Kota Bandung Tahun 2011-2031 Ketentuan Pelayanan Pemakaman Umum dan Pengabuan Mayat dan Retribusi Pelayanan Pemakaman dan Pengabuan Mayat Pajak Daerah dan 09 10 30 Juni 2011 30 Juni 2011 09 Tahun 2011 10 Tahun 2011 11 12 13 14 15 16 17 30 Juni 2011 26 Agustus 2011 3 Nopember 2011 13 Desember 2011 13 Desember 2011 13 Desember 2011 22 Desember 2011 11 Tahun 2011 12 Tahun 2011 13 Tahun 2011 14 Tahun 2011 15 Tahun 2011 16 Tahun 2011 17 Tahun 2011 18 19 22 Desember 2011 22 Desember 2011 18 Tahun 2011 19 Tahun 2011 20 30 Desember 2011 20 Tahun 2011 LAMPIRAN I-1 . URUT 01 02 03 04 05 06 07 08 TANGGAL 28 Januari 2011 16 Februari 2011 16 Februari 2011 11 Mei 2011 11 Mei 2011 11 Mei 2011 11 Mei 2011 30 Juni 2011 NOMOR PERDA 01 Tahun 2011 02 Tahun 2011 03 Tahun 2011 04 Tahun 2011 05 Tahun 2011 06 Tahun 2011 07 Tahun 2011 08 Tahun 2011 JUDUL Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2011 Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan Pajak Air Tanah Penataan dan Pembinaan Pedagang Kali Lima Pengelolaan Sumber Daya Air Penyelenggaraan.

Fungsi.DAFTAR PERATURAN WALIKOTA BANDUNG TAHUN 2011 NO. Pemindahan dan Pemberhentian Kepala Sekolah di Kota Bandung Petunjuk Pelaksanaan Pengelolalan Bantuan OPerasional Sekolah (BOS) Kota Bandung pada Penyelenggaraan Program Sekolah Gratis Tahun Anggaran 2011 Belanjada Subsidi kepada Perusahaan Daerah Kebersihan Kota Bandung Tahun Anggaran 2011 Uraian Tugas Pokok. Uraian Tugas dan Tata Kerja Rumah Sakit Khusus Ibu dan Anak Perubahan Kedua atas Peraturan Walikota Bandung Nomor 001 Tahun 2010 tentang Prosedur dan Tata Cara Penyelenggaraan Administrasi Kependudukan Program Legislasi Daerah (Prolegda) Tahun Anggaran 2010 Tata Cara dan Standar Operasional Prosedur Pemungutan Biaya Perolehan Hak Atas Tanah (BPHTB) Tata Cara Penghitungan Harga Dasar Air Sebagai Dasar Penetapan Nilai Perolehan Air Tanah Tata Cara dan Standar Operasional Prosedur Pemungutan Pajak Air Tanah Tata Cara Pemberian Tambahan Penghasilan bagi Pegawai Negeri Sipil Daerah di Lingkungan Pemerintah Kota Bandung Pengangkatan. Uraian Tugas dan Tata Kerja Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bandung Rincian Tugas Pokok Fungsi. URUT 01 TANGGAL 3 Januari 2011 NOMOR PERWAL 001 Tahun 2011 JUDUL Penyediaan Dana Pendahuluan untuk Belanja yang Bersifat Mengikat dan Belanja yang Bersifat Wajib Tahun Anggaran 2010 Perubahan Ketiga atas Peraturan Walikota Bandung Nomor 542 Tahun 2008 tentang Sistem dan Prosedur Pengelolaan Keuangan Daerah Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2011 Rincian Tugas Pokok Fungsi. Uraian Tugas dan Tata Kerja Satuan Organisasi Sekretariat Daerah Kota Bandung 02 3 Januari 2011 004 Tahun 2011 03 04 28 Januari 2011 01 Februari 2011 067 Tahun 2011 075 Tahun 2011 05 01 Februari 2011 076 Tahun 2011 06 11 Februari 2011 099 Tahun 2011 07 08 14 Februari 2011 16 Februari 2011 102 Tahun 2011 106 Tahun 2011 09 16 Februari 2011 107 Tahun 2011 10 11 16 Februari 2011 1 Maret 2011 108 Tahun 2010 144 Tahun 2011 12 8 Marert 2011 157 Tahun 2011 13 22 Maret 2011 190 Tahun 2011 14 22 Maret 2011 191 Tahun 2011 15 22 Maret 2011 192 Tahun 2011 LAMPIRAN I-2 .

NO. Uraian Tugas dan Tata Kerja Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Bandung Perubahan atas Peraturan Walikota Bandung Nomor 067 Tahun 2011 tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2011 Pemanfaatan Dana Hibah Pelayanan Kesehatan Masyarakat Miskin di Kota Bandung Tahun Anggaran 2011 Petunjuk Teknis Pelaksanaan Penyaluran/Pemberian Dana Hibah Program Bawaku Pangan (Bantuan Walikota Khusus Bidang Pangan) kepada Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTSPM) Tahun Anggaran 2011 Kode Etik Auditor dan Pengawas Penyelenggaraan Urusan Pemerintah pada Inspektorat Kota Bandung Penyimpan dan Pengurus Barang Lingkungan Pemerintah Kota Bandung di 17 11 April 2011 222 Tahun 2011 18 11 April 2011 244 Tahun 2011 19 13 April 2011 251 Tahun 2011 20 13 April 2011 252 Tahun 2011 21 22 13 April 2011 25 April 2011 254 Tahun 2011 297 Tahun 2011 Ketentuan Pemberian Izin Belajar bagi Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Kota Bandung Ketentuan Pemberian Tugas Belajar Mandir bagi Pegawai Negeri Sipil di Lingkungan Pemerintah Kota Bandung Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian di Kota Bandung Tahun Anggaran 2011 Perubahan Kedua atas Peraturan Walikota Bandung Nomor 067 Tahun 2011 tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2011 Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan Berbasis Sumber Daya Lokal Petunjuk Pelaksanaan Pengalokasian dan Pemanfaatan Dana Hibah Percepatan Pembangunan Kelurahan Bermartabat Kepada Kelompok Bermartabat Melalui Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan di Kota Bandung Tahun Anggaran 2011 Pembentukan Unit Pelaksana Teknis Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Bandung – Bandung E–Procurement pada Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kota Bandung Tata Cara Penerbitan. URUT 16 TANGGAL 22 Maret 2011 NOMOR PERWAL 193 Tahun 2011 JUDUL Rincian Tugas Pokok. Fungsi. Perpanjangan dan Registrasi Izin Tempat Penjualan Minuman Beralkohol (IPTMB) 23 25 April 2011 298 Tahun 2011 24 29 April 2011 332 Tahun 2011 25 5 Mei 2011 337 Tahun 2011 26 27 20 Mei 2011 20 Mei 2011 376 Tahun 2011 380 Tahun 2011 28 1 Juni 2011 415 Tahun 2011 29 30 Juni 2011 481 Tahun 2011 LAMPIRAN I-3 .

Uraian Tugas dan Tata Kerja Kepala Tata Usaha pada SMPN dan SMKN di Lingkungan Pemerintah Kota Bandung Pedoman Teknis Pengelolaan Keuangan Badan Layanan Umum Daerah pada Rumah Sakit Umum Daerah Kota Bandung SPM Jenjang Nilai Pengadaan Barang dan Jasa Perubahan Ketiga atas Peraturan Walikota Bandung Nomor 067 Tahun 2011 tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2011 Penetapan Bentuk. URUT 30 31 TANGGAL 1 Juli 2011 13 Juli 2011 NOMOR PERWAL 487 Tahun 2011 523 Tahun 2011 JUDUL Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Kota Bandung Tahun 2012 Petunjuk Pelaksanaan Penyaluran/Pemberian Dana HIbah untuk Siswa dan Warga Belajar di Kota Bandung Tahun Anggaran 2011 Perubahan atas Peraturan Walikota Bandung Nomor 413 Tahun 2010 tentang Pembentukan dan Susunan Organisasi Unit Pelaksana Teknis pada Lembaga Teknis Daerah dan Dinas Daerah Pembentukan Tugas Pokok. Pelaksanaan dan Penatausahaan Pertanggungjawaban dan Pelaporan Serta Monitoring dan Evaluasi Belanja Hibah dan Belanja Bantuan Sosial yang Bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan atas Peraturan Walikota Bandung Nomor 523 Tahun 2011 tentang Petunjuk Pelaksanaan Penyaluran/Pemberian Dana Hibah untuk Siswa dan Warga Belajar di Kota Bandung Tahun Anggaran 2011 32 15 Juli 2011 543 Tahun 2011 33 26 Juli 2011 547 Tahun 2011 34 26 Juli 2011 571 Tahun 2011 35 36 37 26 Juli 2011 26 Juli 2011 9 Agustus 2011 572 Tahun 2011 573 Tahun 2011 631 Tahun 2011 38 26 September 2011 725 Tahun 2011 39 40 13 Oktober 2011 3 Nopember 2011 767 Tahun 2011 830 Tahun 2011 41 42 10 Nopember 2011 16 Nopember 2011 870 Tahun 2011 891Tahun 2011 43 17 Nopember 2011 898 Tahun 2011 LAMPIRAN I-4 .NO. Keringanan dan Pembebasan Retribusi untuk Pelayanan Kesehatan Dasar yang Diselenggarakan oleh Unit Pelayanan Teknis pada Dinas Kesehatan Kota Bandung Kode Etik Pegawai Negeri Sipil Daerah di Lingkungan Pemerintah Kota Bandung Perubahan Keempat atas Peraturan Walikota Bandung Nomor 067 Tahun 2011 tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2011 Pelimpahan Sebagian Urusan Walikota Bandung kepada Camat dan Lurah Tata Cara Penganggaran. Isi Surat Ketetapan Retribusi Daerah dan Dokumen lain yang Dipersamakan serta Tata Cara Pemberian Pengurangan.

NO. URUT 44 45 TANGGAL 25 Nopember 2011 29 Nopember 2011 NOMOR PERWAL 931 Tahun 2011 938 Tahun 2011 JUDUL Operasional Kegiatan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau Perubahan atas Peraturan Walikota Bandung Nomor 191 Tahun 2011 tentang Belanja Subsiidi kepada Perusahaan Daerah Kebersihan Kota Bandung Tahun Anggaran 2011 Perubahan Kelima atas Peraturan Walikota Bandung Nomor 067 Tahun 2011 tentang Penjabaran Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Surat Penyediaan Dana Pendahuluan untuk Belanja yang Bersifat Waib Tahun Anggaran 2012 Penjabaran Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Tahun Anggaran 2010 Sisdur Petunjuk Pelaksanaan Evaluasi Laporan Akuntabilitas Kinerja Satuan Kerja Perangkat Daerah 46 7 Desember 2011 961 Tahun 2011 47 27 Desember 2011 1028 Tahun 2011 48 30 Desember 2011 1052 Tahun 2011 49 50 30 Desember 2011 30 Desember 2011 1053 Tahun 2011 1063 Tahun 2011 LAMPIRAN I-5 .

LAMPIRAN I-6 .

                        MATRIKS REALISASI PELAKSANAAN PROGRAM DAN KEGIATAN BELANJA LANGSUNG URUSAN WAJIB DAN PILIHAN APBD KOTA BANDUNG TAHUN 2011                     .

    .

05% Terlaksananya pelatihan tenaga pendidik sebanyak 300 orang 98.000.000 siswa 70.500 89. 78.34% 89.176 sekolah dan 20.900 147.000.530 270.000 73.661 681.00% Terselenggaranya program pendidikan Meningkatnya kinerja program kesetaraan paket B pada 41 lembaga pendidikan dan kesetaraan paket B Setara SMP 80.300.535 29.604. sebanyak 1 paket representatif Masih ada pekerjaan yang belum ditagihkan 88.751. 98.000 siswa/warga belajar Disdik Disdik Disdik Disdik Tersedianya Ruang Kelas Baru yang representatif Meningkatnya kompetensi tenaga pendidik Terselenggaranya sekolah gratis dan terbantunya biaya sekolah siswa melalui dana BOS/BAWAKU sekolah Disdik Disdik Disdik 4 75.183.000 100.43% Terlaksananya pelatihan tenaga pendidik PAUD sejumlah 800 orang.012.250.19% Terlaksananya pembinaan bagi Siswa Meningkatnya kesiapan siswa SD/MI SD/MI dan SMP/MTs berprestasi yang dan SMP/MTs berprestasi untuk mengikuti lomba pada tingkat siap mengikuti lomba pada tingkat provinsi provinsi sebanyak 300 orang 98.153.09% Terselenggaranya akreditasi SMP/MTs sebanyak 30 sekolah 100.885.233.06% Terselenggaranya PAUD pada 30 kecamatan.779.822.25% Terlaksananya penambahan Ruang Kelas Baru (RKB) sebanyak 10 paket 90.249.305 678.779.000.000 PERSENTASE 91.representatif Masih ada pekerjaan yang belum ditagihkan 79.74% Terselenggaranya akreditasi TK/SD/MI sebanyak 100 sekolah 99. 98.000 75.346.600 3 4 2 1 2 3 200.000 248.000 150.000 REALISASI (RP) 267.984. Bagian Kesra Disdik Disdik 2 Kegiatan Pemeliharaan Rutin/Berkala Sarana dan Prasarana Bermain Kegiatan Pelatihan Kompetensi Tenaga Pendidik Kegiatan Penyelenggaraan Pendidikan Anak Usia Dini PROGRAM WAJIB PENDIDIKAN DASAR 9 TAHUN Kegiatan Penambahan Ruang Sekolah Kegiatan Pelatihan Kompetensi Tenaga Pendidik Kegiatan Penyediaan Bantuan Operasional Sekolah Jenjang SD/MI/SDLB dan SMP/MTs serta Pesantren Salafiyah dan Satuan Pendidikan Non Islam Setara SD dan SMP Kegiatan Penyelenggaraan Paket A Setara SD Kegiatan Penyelenggaraan Paket B Setara SMP Kegiatan Pembinaan Minat.000 82.700. Meningkatnya kualitas dan kuantitas alat praktek dan alat peraga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Meningkatnya kualitas sarana prasarana pelayanan PAUD (non formal) Meningkatnya kompetensi tenaga pendidik PAUD (non formal) Meningkatnya kualitas pelayanan PAUD (non formal) KELUARAN (OUTPUT) HASIL (OUTCOME) PERMASALAHAN/ KETERANGAN SKPD/UNIT KERJA Disdik.135.388.000 626.414.000.000.55% Tersedianya dana BOS/BAWAKU SEKOLAH kepada 1.204.000 400.01% Terdistribusikannya alat praktek dan alat peraga PAUD pada 10 lembaga.000.000.000.000 150.000 197.200 Disdik Disdik Disdik Disdik 11 5.545.11% Terlaksananya rehabilitasi Ruang Kelas Tersedianya ruang kelas yang Masuk Pembiayaan 175.434.642.64% Terlaksananya rehabilitasi Ruang Kelas Tersedianya ruang kelas yang sebanyak 1 paket representatif Disdik Disdik Disdik 7 8 9 10 Kegiaan Penyelenggaraan Akreditasi Sekolah Dasar Kegiaan Penyelenggaraan Akreditasi SMP/MTs Kegiatan Ujian Akhir Sekolah Berstandar Nasional (UASBN) SD/MI Kegiaan Rehabilitasi Sedang/Berat Ruang Kelas Sekolah (DAK) Kegiaan Rehabilitasi Sedang/Berat Ruang Kelas Sekolah (Pendamping DAK) Kegiaan Rehabilitasi Sedang/Berat Ruang Kelas Sekolah (DAK Luncuran) 200.401 Disdik 12 33.000 300.076.869.953.-.500 99.000.66% 97.42% 82.000 394.092.240 558.000 49.000 196.000.000 5 150.888.000 94.098. dan Kreativitas Siswa 250.MATRIKS REALISASI PELAKSANAAN PROGRAM DAN KEGIATAN BELANJA LANGSUNG URUSAN WAJIB DAN PILIHAN APBD KOTA BANDUNG TAHUN 2011 NO 1 1 1 URUSAN/PROGRAM/KEGIATAN URUSAN PENDIDIKAN PROGRAM PENDIDIKAN ANAK USIA DINI (PAUD) Kegiatan Pengadaan Alat Praktek dan Alat Peraga Siswa ANGGARAN (RP) 291.000 100.000.000.37% Terlaksananya pemeliharaan sarana dan prasarana bermain anak pada 50 lembaga PAUD.806.000.527 700.000 81.000 34.000 6 535.478.319.797.11% Terlaksananya rehabilitasi Ruang Kelas sebanyak 1 paket Meningkatnya Status Akreditasi TK/SD/MI Meningkatnya Status Akreditasi SMP/MTs Tersedianya nilai UASBN SD/MI Tahun pelajaran 2010/2011 Tersedianya ruang kelas yang Masuk Pembiayaan 1. Bakat.000 626.000 429.00% Terselenggaranya UASBN SD/MI bagi 40.600 4.139.471 Disdik LAMPIRAN II-1 .000.00% Terselenggaranya program pendidikan Meningkatnya kinerja program kesetaraan paket A pada 18 lembaga pendidikan dan kesetaraan paket A Setara SD 100.746.000.212.189.000.

000.410 470.800 389.000.05% Terlaksananya rehabilitasi Ruang Kelas Sekolah sebanyak 14 paket 97.33% Terlaksananya pembinaan Pendidik Kursus dan Kelembagaan sebanyak 20 lembaga 97.000.00% Kegiatan Penerapan Sistem ELearning Berbasis Web di SMA 2 (Banprov) tidak terealisasi Tersedianya ruang kelas yang representatif Meningkatnya layanan pendidikan 3 1 2 6.919.370 Disdik 10 11 1.000 199.000 146.170 REALISASI (RP) 2.617.28% Terlaksananya pembangunan RKB sebanyak 2 paket 87.198.320 Disdik 9 306.097 300.054.042.00% Tersedianya Alat Laboratarium multimedia sebanyak 1 ruang 100.000.600.03% 94.051.74% Terselenggaranya Pembelajaran Wajib Belajar Keaksaraan Fungsional (WB KF) Tingkat Lanjutan sebanyak 25 Kelompok Belajar 53.077.000 40.000 139.000.125 149.320 119. Bakat dan Kreativitas Siswa SMU/SMK bagi 300 siswa 100.35% 99.596.640 342.000.905.800.613.042.566.000 1.929.55% Terlaksananya rehabilitasi Ruang Kelas Tersedianya ruang kelas yang sebanyak 1 paket representatif 61.000.000.910 Disdik Disdik Disdik 3 4 5 657.492. dan Kreativitas Siswa SMU/SMK Kegiatan Laboratorium Multimedia Serba Guna (Banprov 2010) Kegiatan Pembangunan Ruang Kelas Lokal SMA Negeri 9 (Banprov 2010) Kegiatan Pembangunan Ruang Kelas Lokal SMA Negeri 25 (Banprov 2010) Kegiatan Rehabilitasi Ruang Kelas Sekolah (DPPIP 2010) Kegiatan Penerapan Sistem ELearning Berbasis Web di SMA 2 (Banprov) ANGGARAN (RP) 2.375 Disdik LAMPIRAN II-2 .487.144.650 630.350 Meningkatnya Pengetahuan dan Keterampilan Pendidik Kursus dan kelembagaan Meningkatnya Pengetahuan dan Keterampilan Masyarakat Buta Aksara Meningkatnya Pengetahuan dan Keterampilan Potensi Diri Masyarakat Usia Produktif Disdik Disdik 5 150.000 293.00% Terselenggaranya program pendidikan kesetaraan paket C sebanyak 52 PKBM/SKB 99.000 86.000.23% Terselenggaranya pembinaan Minat.NO 13 URUSAN/PROGRAM/KEGIATAN Kegiaan Rehabilitasi Sedang/Berat Ruang Kelas Sekolah (Pendamping DAK/Luncuran) PROGRAM PENDIDIKAN MENENGAH Kegiatan Penambahan Ruang Kelas Sekolah Kegiatan Pemeliharaan Rutin/Berkala Sarana Mobilitas Sekolah Kegiatan Rehabilitasi Sedang/Berat Ruang Kelas Sekolah Kegiatan Pelatihan Kompetensi Tenaga Pendidik Kegiatan Penyelenggaraan Paket C Setara SMU Kegiatan Pembinaan Minat.560.33% Terlaksananya rehabilitasi Ruang Kelas sekolah sebanyak 1 paket 0.93% Terlaksananya pemeliharaan Bis Sekolah sebanyak 11 Unit 90.536.740.138 PERSENTASE KELUARAN (OUTPUT) HASIL (OUTCOME) PERMASALAHAN/ KETERANGAN SKPD/UNIT KERJA Disdik 89.657.410 Meningkatnya kuantitas dan kualitas alat laboratorium yang memadai Tersedianya ruang kelas yang representatif Tersedianya ruang kelas yang representatif Tersedianya ruang kelas yang representatif - Disdik 8 119.66% Terlaksananya pembangunan Ruang Kelas Lokal SMA Negeri 25 sebanyak 2 RKB 28.73% Terselenggaranya Pembinaan Masyarakat Buta Aksara sebanyak 250 orang 93.000 493.234.234.000.396.000 150.997 668.04% Terselenggaranya Pelatihan Kecakapan Hidup Bagi Masyarakat Usia Produktif yang tidak memiliki Penghasilan sebanyak 60 orang Meningkatnya Pengetahuan dan Keterampilan tenaga Pendidik Meningkatnya Pengetahuan WB KF Tingkat lanjuatan Disdik Disdik 2 200.000 Meningkatnya ketersediaan ruang kelas yang representatif Meningkatnya kompetensi tenaga pendidik Meningkatnya kinerja program pendidikan kesetaraan paket C Setara SMA Tercapainya siswa berprestasi Disdik Disdik Disdik Disdik 7 470.000 4 150.680.918.53% Terselenggaranya Pembinaan tenaga pendidik sebanyak 200 orang 99.306.000.000 0 Disdik Adanya perbedaan Proposal Sekolah dengan prosedur pengelolaan keuangan sehingga perbaikan yang dilakukan pada DPA Perubahan sehingga tidak cukup waktu untuk pelaksanaan kegiatan Disdik 4 1 PROGRAM PENDIDIKAN NON FORMAL Kegiatan Pemberdayaan Tenaga Pendidik Non Formal Kegiatan Pemberian Bantuan Operasional Pendidikan Non Formal 1.756.000 6 430.264.370 256.000 225.000.000 225.302.000 591.92% Terlaksananya pelatihan bagi 1005 Tenaga Pendidik 100.00% Terlaksananya pembangunan Ruang Kelas Lokal SMA Negeri 9 sebanyak 1 RKB 83.849.000 1.919. Bakat.000 426.500 Disdik 3 Kegiatan Pembinaan Pendidikan Kursus dan Kelembagaan Kegiatan Pengembangan Pendidikan Keaksaraan Kegiatan Pengembangan Pendidikan Kecakapan Hidup 75.000 3.

41% Terlaksananya pengembangan manajemen sekolah sebanyak 1.368.589.050 8.00% Tersusunnya Laporan Monitoring dan evaluasi program sebanyak 1 dokumen 22.000. pelatihan.100 92.440.500 99.280.138 sekolah 98. ujian.912.NO 6 URUSAN/PROGRAM/KEGIATAN Kegiatan Penyediaan Sarana dan Prasarana Kegiatan Pengembangan Kurikulum.906.696. Evaluasi. dan Pelaporan Kegiatan Peningkatan Pelayanan Pendidikan Sekolah (Banprov 2011) 12.000 320.150.641 Disdik 3 14.628.00% Tersedianya Perangkat pendukung pengembangan sistem dan informasi informasi pendididkan (SIMDIK) pendidikan (SIMDIK) sebanyak 1 Jaringan Pendidikan Nasional 100.733 Tersedianya bahan kebijakan tentang 96.198.595.262.016.138 sekolah 99. dan model pembelajaran PNF pada 30 Kecamatan 75.668. Bahan Ajar.598 623. dan penilaian siswa/sekolah sebanyak 1.194 Disdik 4 972.000.748. realisasi anggaran akan dilaksanakan pada tahun 2012 Disdik Disdik.800.32% Terlaksananya pengembangan Lingkungan sekolah sebanyak 1.369. Bagian Kesra Disdik 2 95.500.180 927.595.670 Disdik LAMPIRAN II-3 .36% Terlaksananya rehabilitasi Sarana dan prasana sekolah sebanyak 1.97% Disdik 8 5 442.000.200 4.899.850 7 1 72.221.648 8.000 344.645.474.29% Terselenggaranya pelaksanaan Meningkatnya kinerja Kepala Akolah evaluasi hasil kerja bidang pendidikan sebanyak 700 sekolah Meningkatnya pengembangan sistem 100.696. evaluasi.759 Disdik 6 Kegiatan Pengembangan Lingkungan Sekolah 4.702.050. bahan ajar. dan penilaian siswa/sekolah Meningkatnya kualitas lingkungan sekolah Bagian Kesra Disdik Disdik 2 Kegiatan Pengembangan Proses Belajar Mengajar (PBM) Kegiatan Pengembangan Sarana dan Prasarana Kegiatan Pengembangan Manajemen Sekolah Kegiatan Pengembangan Sistem Penilaian 10.000 180.65% 98.138 sekolah 95.37% Terlaksananya pengembangan Proses Belajar Mengajar sebanyak 1.950 Disdik 3 Kegiatan Monitoring.474.586.97% Terlaksananya sertifikasi bagi pendidik Meningkatnya mutu pendidik sebanyak 1 paket 76.597.000 12.138 sekolah 99.85% Terlaksananya pengembangan ulangan.000 288.502.950 71.465 14.150.900.073.000 Disdik 5 Kegiatan Penyusunan Regulasi Kebijakan Pendukung Bandung Agamis PROGRAM PENYELENGGARAAN SEKOLAH GRATIS Kegiatan Pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) 300. ujian.598 Meningkatnya Kualitas Lembaga PNFI Disdik Disdik 1 6 1 344.480. dan seminar bagi tenaga pendidik dan kependidikan serta siswa sebanyak1.477.923.85% 99.820 10.31% Tersedianya Sarana dan Prasarana Pendidikan Non Formal bagi 30 lembaga 68.00% Tersedianya Sarana Penunjang Pendidikan sebanyak 2 paket Meningkatnya kinerja pengelolaan program Meningkatnya pelayanan pendidikan sekolah Kegiatan sudah selesai dilaksanakan.025.000 95.138 sekolah Meningkatnya pengetahuan tenaga pendidik dan kependidikan serta siswa Meningkatnya kualitas proses belajar mengajar Meningkatnya kuantitas dan kualitas sarana dan prasarana sekolah Meningkatnya kualitas pengelolaan sekolah Meningkatnya penyelenggaraan ulangan.627.63% Terlaksananya pelatihan Kurikulum.469.000 813.225 8.854.435.317.000.18% Terselenggaranya pendidikan.000 336.900 176.400 PERSENTASE KELUARAN (OUTPUT) HASIL (OUTCOME) Meningkatnya penyelenggaraan pendidikan non formal Meningkatnya kinerja pengelolaan kurikulum PNF PERMASALAHAN/ KETERANGAN SKPD/UNIT KERJA Disdik 7 200.185. dan Model Pembelajaran Pendidikan Non Formal Kegiatan Publikasi dan Sosialisasi Pendidikan Non Formal PROGRAM PENINGKATAN MUTU PENDIDIK DAN TENAGA KEPENDIDIKAN Kegiatan Pelaksanaan Sertifikasi Pendidikan PROGRAM MANAJEMEN PELAYANAN PENDIDIKAN Kegiatan Pelaksanaan Evaluasi Hasil Kinerja Bidang Pendidikan Kegiatan Penerapan Sistem dan Informasi Manajemen Pendidikan ANGGARAN (RP) 250. evaluasi.000.98% Terselenggaranya sosialisasi Kualitas Lembaga PNFI pada 30 kecamatan 92.000 Disdik 4 225.000 320.000 REALISASI (RP) 248.138 sekolah 99.25% Tersusunnya kajian akademis perumusan kebijakan Raperda tetang penyelenggaraan Wajib Belajar Pendidikan Diniyah Penyelnggaraan Wajib Belajar Pendidikan Diniyah 98.000 137.630 Disdik 5 9.000 49.

692. Injeksi.223.800.90% Terlaksananya pengembangan Kegiatan kesiswaan sebanyak 1.190 92.560.137.072.973 7.700 PERSENTASE KELUARAN (OUTPUT) HASIL (OUTCOME) Meningkatnya pengembangan budaya sekolah Meningkatnya kualitas kegiatan kesiswaan Meningkatnya kesejahteraan pendidik dan tenaga kependidikan PERMASALAHAN/ KETERANGAN SKPD/UNIT KERJA Disdik 8 7.138 sekolah 99.524.537.217.000 81. etiket obat dan SPPD sebanyak 1 paket.041. 5) embalge sebanyak 1 paket.842.056.119.516 10.79% Disdik Disdik Meningkatnya kualitas pelayanan sekolah Disdik Disdik 1 81.045.376 8 115.54% Meningkatnya mutu pendidikan SD/SDLB Negeri Meningkatnya mutu pendidikan SMP.585.776 10 Kegiatan Rumah Tangga Sekolah/Langganan Daya dan Jasa PROGRAM PENGGUNAAN BANTUAN OPERASIONAL SEKOLAH (BOS) APBN Kegiatan Penggunaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) APBN untuk SD/SDLB Negeri Kegiatan Penggunaan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) APBN untuk SMP/SMPT/SMPLB Negeri URUSAN KESEHATAN PROGRAM OBAT DAN PERBEKALAN KESEHATAN Kegiatan Pengadaan Obat dan Perbekalan Kesehatan 8. RSKIA.990 8.000 115.950 99. 10) cetakan format LPLPO.NO 7 URUSAN/PROGRAM/KEGIATAN Kegiatan Pengembangan Budaya Sekolah Kegiatan Pengembangan Kegiatan Kesiswaan Kegiatan Kesejahteraan Pendidik dan Tenaga Kependidikan ANGGARAN (RP) 3. SDLB Negeri sebanyak 645 sekolah 100.70% Tersalurkannya dana BOS APBN untuk SD.500 4.073.169 9 4.425.608. 6) alatalat kedokteran umum sebanyak 285 buah.410 74.955 11.89% 97.000 2 34.138 sekolah 97.13% Tersedianya obat-obatan pelayanan kefarmasian sebanyak 1 paket 99.225. norma. RSKIA.145.082. dan cairan infus generik 84.095.116. SMPLB Negeri Disdik Disdik Dinkes.138 sekolah 98.845. RSUD.100 Dinkes 4 438.300.099. Bagian Kesra LAMPIRAN II-4 .068.117. meliputi: Obat Generik Tablet.250 REALISASI (RP) 3.986.000 34.229.000 98.976. 2) obat ASKES dengan kebutuhan sebanyak 1 paket. RSUD Dinkes Terpenuhinya kebutuhan obat 99.965.304.000 336. 3) alat kesehatan habis pakai sebanyak 1 paket.044.000 2.563 437. Sirup dan Obat Luar. SMPLB Negeri sebanyak 60 sekolah 81. 7) PSN Kit sebanyak 302 Kit.209.661.138 sekolah 98.00% Tersalurkannya dana BOS APBN untuk SMP.820 7.072 11. RSKGM. 8) bahan kimia laboratorium sebanyak 1 paket. RSKGM. budaya yang diterapkan di sekolah sebanyak 1.152.53% Terlaksananya pengembangan nilai. Bagian Kesra Dinkes.278. 9) bahan kimia Puskesmas sebanyak 29 paket.625.655.52% Tersedianya obat-obatan pelayanan kefarmasian sebanyak 1 paket 97.625.733 Dinkes.731.85% Terlaksananya peningkatan kesejahteraan Tenaga pendidik dan tenaga kependidikan sebanyak 1.314. buku resep.82% Terlaksananya pengadaan Obat generik untuk pasien gakin.209.274. b) Terlaksananya pelatihan kepada aparatur tentang manajemen pengelolaan obat sebanyak 80 orang 2 Kegiatan Pengadaan Obat Pelayanan Kesehatan Dasar (PKD) (DAK) Kegiatan Pengadaan Obat Pelayanan Kesehatan Dasar (PKD) (Pendamping DAK) Kegiatan Pengadaan Obat dan Perbekalan Kesehatan 3.435.600.452.69% a) Tersedianya: 1) Obat Yankesdas esensial dan generik serta alkes sesuai sebanyak 1 paket.414.75% Terpenuhinya kebutuhan pelayanan kefarmasian Terpenuhinya kebutuhan pelayanan kefarmasian Terpenuhinya kebutuhan obat dan perbekalan kesehatan Dinkes 3 345.116.817 RSUD 2 PROGRAM UPAYA KESEHATAN MASYARAKAT 13.057 7.18% Terlaksananya kegiatan Rumah tangga dan Langganan Daya/Jasa sekolah sebanyak 1.000 2 1 1 91. RSUD.929.311. 4) bahan gigi sebanyak 1 paket.

60% 1) Terlaksananya Pertemuan petugas Meningkatnya pengetahuan dan UKS Puskesmas sebanyak 73 orang. 5) Terlaksananya Pertemuan petugas kesehatan gigi dan mulut Puskesmas sebanyak 2 kali. 2) pemahaman aparatur dan masyarakat mengenai kesehatan Terlaksananya Pelatihan Kesehatan Mata bagi petugas Puskesmas dan Guru UKS sebanyak 73 orang.NO 1 URUSAN/PROGRAM/KEGIATAN Kegiatan Peningkatan Kesehatan Masyarakat ANGGARAN (RP) 596.000 REALISASI (RP) 367. 7) Terlaksananya Pertemuan penanggulangan bencana dengan lintas program dan lintas sektor sebanyak 30 orang. 8) Terlaksananya pertemuan penyusunan petunjuk teknis penanggulangan bencana sebanyak 2 kali. serta 9) Tersusunnya petunjuk teknis dan SOP kegiatan pelayanan kesehatan anak pra sekolah sebanyak 1 paket LAMPIRAN II-5 . 6) Terlaksananya Workshop PPGD bagi dokter dan perawat sebanyak 30 orang. 3) Terlaksananya Pelatihan Kesehatan Jiwa Bagi petugas Puskesmas dan Guru UKS sebanyak 73 orang.250 PERSENTASE KELUARAN (OUTPUT) HASIL (OUTCOME) PERMASALAHAN/ KETERANGAN SKPD/UNIT KERJA Dinkes 61.355.339. 4) Terlaksananya Pelatihan Konseling Kesehatan Remaja bagi petugas Puskesmas sebanyak 2 kali.

764. 7) Tersusunnya Bukti penerimaan biaya operasional kegiatan pelayanan kesehatan dasar oleh UPT sebanyak 32 UPT.518.660 REALISASI (RP) 5. 6) Tersusunnya Dokumen pemberian makanan tambahan pada 600 orang balita bumil gakin sebanyak 1 berkas.000 89.000. 4) Tersusunnya Laporan penggerakan pelaksana program pelayanan kesehatan dasar sebanyak 1 berkas. 3 Kegiatan Penunjang Operasi Katarak Massal (BANPROV 2010) Kegiatan Penanggulangan Balita Gizi Buruk (BANPROV 2010) 46. 9) Tersusunnya Dokumen penyediaan mamin pasien di puskesmas rawat inap sebanyak 1 berkas.139.250.00% Kegiatan Penunjang Operasi Katarak Massal (BANPROV 2011) tidak terealisasi Berkurangnya masyarakat miskin penderita katarak Meningkatnya cakupan pemberian MP-ASI pada anak usia 6-24 bulan keluarga miskin Bahan Habis Pakai dan Intra Oculer Lensa tidak diserap karena sudah disediakan PERDAMI JABAR.73% 1) Tersusunnya Naskah dinas tentang Meningkatnya pelayanan kesehatan masyarakat perencanaan program dan pengembangan Yankes Dasar sebanyak 1 berkas.000 Dinkes 4 89.677.52% 1) Terlaksananya pemberian Pemberian Makanan Tambahan Pemulihan (PMT-P) kepada Balita gakin bermasalah gizi sebanyak 75 orang. 3) Tersusunnya Laporan pertemuan sosialisasi kegiatan Tahun 2011 sebanyak 1 berkas.000 30. 2) Terlaksananya sosialisasi dan evaluasi penanggulangan gizi buruk kepada Pengelola PMT-P sebanyak 80 orang.950.000. 3) Terlaksananya pendampingan PMT-P oleh kader sebanyak 225 OK.000.850 Dinkes 5 Kegiatan Penunjang Operasi Katarak Massal (BANPROV 2011) 37. 2) Tersusunnya Petunjuk teknis dan SOP lingkup pelayanan kesehatan dasar sebanyak 5 berkas. 8) Tersusunnya Dokumen penyedia sarana penunjang pelayanan sebanyak 2 berkas.86% Terlaksananya operasi katarak sebanyak 50 orang 99.NO 2 URUSAN/PROGRAM/KEGIATAN Kegiatan Peningkatan pelayanan dan penanggulangan masalah kesehatan ANGGARAN (RP) 7.000 0 - Dinkes Tidak diserap karenakan ada dalam perubahan anggaran dan harus dilaksanakan di puskesmas Eyes Centre sementara Kota Bandung tidak memiliki puskesmas Eyes Centre kegiatan operasi katarak tetap dilaksanakan dengan bantuan PERDAMI direncanakan anggarkan kembali pada tahun 2012 LAMPIRAN II-6 . 5) Tersusunnya Laporan pembinaan/pengembangan program dan mutu pelayanan kesehatan dasar sebanyak 5 berkas. 10) Tersusunnya Laporan monitoring evaluasi program dan mutu pelayanan kesehatan dasar sebanyak 5 berkas 64.860 PERSENTASE KELUARAN (OUTPUT) HASIL (OUTCOME) PERMASALAHAN/ KETERANGAN SKPD/UNIT KERJA Dinkes 80. 4) Terlaksananya verifikasi/validasi data sasaran oleh 30 Puskesmas 0.

000 74.749.331.67% Terlaksananya Monitoring.758 pasien IGD 99.875 10.451 pasien Rawat Jalan. dan 2. HIV AIDS.499 pasien Rawat Jalan.93% Tersusunnya Dokumen Persyaratan Penyelenggaraan Badan Layanan Umum Daerah sebanyak 4 dokumen Meningkatnya pelayanan kesehatan masyarakat Meningkatnya pelayanan kesehatan masyarakat RSUD Meningkatnya pelayanan kesehatan masyarakat Meningkatnya pelayanan kesehatan masyarakat RSUD RSUD Meningkatnya kebersihan lingkungan rumah sakit RSUD 12 Kegiatan Monitoring.495.294 pasien Rawat Jalan.747.742.969.567 9 Kegiatan Revitalisasi sistem kesehatan 80.750 871.152.742. 3) Terlaksananya Pemeriksaan 7 parameter sebanyak 12 sampel.451. dan 15.600.70% 1) Terlaksananya Pemeriksaan sampel penyehatan air sebanyak 2 sampel.500 10 Kegiatan Peningkatan pelayanan dan penanggulangan masalah kesehatan 24.667.990 Meningkatnya akuntabilitas pelaksanaan program dan kegiatan Meningkatnya pelayanan kesehatan bagi masyarakat RSUD 13 216.869 8 Kegiatan Pemeliharaan dan pemulihan kesehatan 1. PH 7. RSUD 7 Kegiatan Pelayanan kesehatan penduduk miskin di puskesmas jaringannya 873.389.517 pasien IGD 78.NO 6 URUSAN/PROGRAM/KEGIATAN Kegiatan Penanggulangan Balita Gizi Buruk (BANPROV 2011) ANGGARAN (RP) 338.414.92% Terlaksananya pelayanan kesehatan bagi pasien umum sebanyak 4.547 809. evaluasi dan pelaporan kegiatan selama 1 tahun 99. 15. 17.000 22.79% Terselenggaranya pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin yang dirujuk dari Puskesmas ke RSUD sebanyak 4.300 11 Kegiatan Penyelenggaraan penyehatan lingkungan 411.063. dan 16. dan PONEK TB Paru 91. 59.577.89% Terselenggaranya pelayanan kesehatan sebanyak 7.98% Terlaksananya pelayanan dan penanggulangan masalah kesehatan: Poli DOTS.767.813 pasien Rawat Inap. BOD 30 mg/L.221 pasien Rawat Inap.832.796 pasien Rawat Inap. 4) terlaksananya pemeriksaan sampel ruangan dan halaman sebanyak 2 sampel 91.389 RSUD 14 Kegiatan Pelayanan kesehatan penduduk miskin di puskesmas jaringannya (Lanjutan) 810.000 REALISASI (RP) 0 PERSENTASE KELUARAN (OUTPUT) - HASIL (OUTCOME) 0.316 1.688 pasien Rawat Inap.417 pasien Rawat Jalan.000 154.759.000 8.00 98.795.361 Meningkatnya pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin RSUD 15 Kegiatan Penyelenggaraan Penyehatan Lingkungan 10.582 377. Evaluasi dan Pelaporan Kegiatan Pemeliharaan dan Pemulihan Kesehatan / DPAL 10.404 pasien IGD 99. 71.497 99.627 pasien IGD 92. meliputi COD 53 mg/L.700 Terpenuhinya persyaratan dalam rangka Persiapan menuju RS BLUD RSKGM LAMPIRAN II-7 .200. 2) Terlaksananya Pemeriksaan sampel air limbah sebanyak 1 sampel.358.000 Meningkatnya kualitas Lingkungan rumah sakit RSKIA 16 Kegiatan Revitalisasi sistem kesehatan 168.88% Terlaksananya pelayanan kesehatan bagi masyarakat miskin sebanyak 8. dan 2. TSS 80 mg/L.570.092 216.51% Tersusunnya Evaluasi ISO 9001 :2008 dan Badan Layanan Umum Daerah (BLUD) RSUD 93.73% Tersedianya alat dan bahan kebersihan Rumah Sakit dan terlaksananya penyehatan lingkungan rumah sakit.00% Kegiatan Penanggulangan Balita Gizi Buruk (BANPROV 2011) tidak terealisasi PERMASALAHAN/ SKPD/UNIT KERJA KETERANGAN Tidak dapat dilaksanakan karenakan Dinkes ada dalam perubahan anggaran sedangkan pemberian PMT harus 90 hari direncanakan anggarkan kembali pada tahun 2012.199.

315 131. g) Terlaksananya kegiatan penilaian kota sehat sebanyak 1 kali. 6) Meningkatnya Posyandu Aktif.416. P2 Diare dan ISPA. penyuluhan tentang pencegahan DBD di 7 UPT Puskesmas.950. serta 5) Terlaksananya Monev POE dan Apotek sebanyak 60 sarana 90.55% 1) terlaksananya Penyuluhan pemantauan bahan berbahaya Kemanan Pangan sebanyak 80 sarana. d) terlaksananya Pembentukan RW siaga di 30 UPT Puskesmas. 4) Terlaksananya Monev POR sebanyak 71 sarana. 2) Terlaksananya Sosialisasi jajanan anak sekolah dan guru sebanyak 142 orang.555 Meningkatnya pembinaan dan 89. 4) Meningkatnya rumah sehat yang ber PHBS. RSKGM 620.250 99.146. c) Terlaksananya penyuluhan kepada masyarakat: penyuluhan tentang manfaat ASI di 5 UPT Puskesmas.400.67% Tersusunnya Draft kebijakan dibidang pembinaan UKS. 7) Meningkatnya UKBM Dinkes LAMPIRAN II-8 .028.420 569.29% Terselenggaranya layanan kesehatan gigi dan mulut sebanyak 45.250. 5) Meningkatnya Desa Siaga Aktif (RW Siaga). penyuluhan tentang cuci tangan pakai sabun sebagai upaya pencegahan kasus diare di 5 UPT Puskesmas. PPTI. b) Revitalisasi Posyandu sebanyak 3 UPT Puskesmas. penyuluhan tentang bahaya merokok di 5 UPT Puskesmas.250 REALISASI (RP) 1. 2) Meningkatnya fungsi dan peranan posyandu dan kader posyandu.021.400 131.950. f) Terlaksananya Talk Show di 3 station radio swasta sebanyak 33 kali. PPTI. 3) Terlaksananya Monev IRT sebanyak 60 sarana.028 91. UKM dan DBD 89.400 147.826. 3) Meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai kesehatan dan kebijakan kesehatan.000 165.866. penyuluhan tentang pentingnya pemeriksaan ibu hamil dan lima imunisasi dasar lengkap di 6 UPT Puskesmas.NO 17 URUSAN/PROGRAM/KEGIATAN Kegiatan Peningkatan pelayanan dan penanggulangan masalah kesehatan Kegiatan pemeliharaan dan pemulihan kesehatan masyarakat ANGGARAN (RP) 1. UKM dan DBD PERMASALAHAN/ KETERANGAN SKPD/UNIT KERJA RSKGM 18 210.350 PERSENTASE KELUARAN (OUTPUT) HASIL (OUTCOME) Meningkatnya cakupan layanan Kesehatan gigi dan mulut Tersedianya pedoman fasilitasi kesehatan masyarakat dibidang pembinaan UKS. e) Terlaksananya pemantauan kondisi PHBS di 5 tatanan di wilayah kerja Puskesmas sebanyak 30 UPT Puskesmas.301 pasien 78.315 Dinkes Dinkes 4 1 PROGRAM PROMOSI KESEHATAN DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT Kegiatan Penyuluhan masyarakat pola hidup sehat 837.420 755.87% a) Terlaksananya: pembinaan masyarakat di lokasi Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS) tentang Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) sebanyak 1 lokasi kelurahan. 1) Meningkatnya perilaku masyarakat pola hidup sehat.517. penyuluhan tentang Rumah Sehat sebagai upaya pencegahan penyakit TB di 5 UPT Puskesmas. P2 Diare dan ISPA.482.55% Bagian Kesra 3 1 PROGRAM PENGAWASAN OBAT DAN MAKANAN Kegiatan Peningkatan pengawasan keamanan pangan dan bahan berbahaya 147.20% Dinkes.250.866.

NO 2 URUSAN/PROGRAM/KEGIATAN Kegiatan Peningkatan Pemanfaatan Sarana Kesehatan ANGGARAN (RP) 172.162.760 96.22% 1) Laporan kondisi sanitasi di daerah Meningkatnya kesehatan lingkungan kantong penyakit berbasis lingkungan melalui inspeksi kualitas air bersih sebanyak 1 Dokumen.750 RSUD 6 PROGRAM PENCEGAHAN DAN PENANGGULANGAN PENYAKIT MENULAR 2.000.420 Dinkes 3 Kegiatan Pengkajian pengembangan lingkungan sehat 210.000 REALISASI (RP) 142.832.000 24.000 19.485 Dinkes.000 441.000.855.000 97. 2) Terlaksananya sosialasi kawasan tanpa rokok kepada pengelola restoran sebanyak 50 Orang.62% 1) Terlaksananya pengadaan format/formulir pencatatan dan pelaporan perijinan tenaga dan sarana sebanyak 1 paket.000.534.000.539.161.80% Terlaksananya pelayanan bakti sosial kesehatan gigi dan mulut dan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) sebanyak 1 paket baksos dan UKGS 77.50% 1) Terlaksananya rapat persiapan pembentukan klinik berhenti merokok yang ber-PHBS di Kota Bandung sebanyak 90 Orang.770.65% Tersedianya Paket Media promosi sebanyak 1 paket 95.557. RSUD Dinkes 91. 3) Terlaksananya sosialasi kawasan tanpa rokok kepada pengelola hotel sebanyak 50 Orang.869.159. 4) Tersedianya leaflet bahaya merokok bagi anak sekolah sebanyak 1 Paket 98.767 PERSENTASE KELUARAN (OUTPUT) HASIL (OUTCOME) Meningkatnya pemanfaatan sarana kesehatan dan meningkatnya kualitas layanan perizinan dan akreditasi sarana dan tenaga kesehatan dan organisasi PERMASALAHAN/ KETERANGAN SKPD/UNIT KERJA Dinkes 82.91% Meningkatnya pemanfaatan sarana kesehatan masyarakat di RSKGM Meningkatnya cakupan layanan Kesehatan gigi dan mulut RSKGM 20.585 Dinkes LAMPIRAN II-9 .417.655 137.17% Terlaksananya pengadaan Alat-alat kesehatan untuk perawatan kesehatan bagi dampak asap rokok sebanyak 4 unit 84. 5) Terlaksananya pertemuan berkala tim penilai jabatan fungsional sebanyak 1 kali 3 4 Kegiatan Pengembangan media promosi dan informasi sadar hidup sehat Kegiatan Peningkatan pemanfaatan sarana kesehatan 25.770.000 RSKGM 5 1 PROGRAM PENGEMBANGAN LINGKUNGAN SEHAT Kegiatan Pengkajian pengembangan lingkungan sehat 566.555.27% Tersedianya fasilitas perawatan kesehatan bagi dampak asap rokok 2 Kegiatan Sosialisasi Kawasan tanpa Asap Rokok 206.000 150. 4) Terlaksananya pendataan tenaga dan sarana yankes sebanyak 136 Kelurahan. 2) Laporan kualitas air bersih di kawasan sekitar sungai cikapundung sebanyak 1 Dokumen. 3) Terlaksananya pertemuan/pembinaan organisasi profesi sebanyak 50 Organisasi Profesi.312.000 206. 2) Terlaksananya pengadaan format/formulir pencatatan dan pelaporan akreditasi tenaga kesehatan sebanyak 1 paket.600 2. 3) Laporan kegiatan kunjungan lapangan hasil konseling klinik sanitasi sebanyak 1 Dokumen Meningkatnya rumah tangga sehat 47.

SKPD/UNIT KERJA Dinkes Meningkatnya pelayanan pencegahan dan penanggulangan penyakit menular Dinkes LAMPIRAN II-10 . 7) Terlaksananya Supervisory pelaksanaan PSN di sekolah sebanyak 100 Sekolah.817.585 91. 3) Terlaksananya Pemeriksaan Cross Check (pemeriksaan Error Rate) UPK sebanyak 4 Kali. 12) Terlaksananya monitoring dan evaluasi P2 Ispa sebanyak 2 Kali. 13) Terlaksananya Supervisi P2 Ispa sebanyak 73 Puskesmas.575 PERSENTASE KELUARAN (OUTPUT) HASIL (OUTCOME) Meningkatnya kualitas kesehatan lingkungan 2 Kegiatan Pelayanan pencegahan dan penanggulangan penyakit menular 523.74% 1) Terlaksananya validasi UPK sebanyak 4 Kali. 16) Terlaksananya sosialisasi PERMASALAHAN/ KETERANGAN Sisa anggaran merupakan efisiensi dari pelaksanaan kegiatan dan penyerapan berdasarkan standar harga pengadaan barang dan jasa. 2) Terlaksananya pengadaan larvasida sebanyak 1 Kali 93. 10) Terlaksananya Care seeking rumah tangga Pneumonia sebanyak 5. 4) Terlaksananya monitoring dan evaluasi P2TB sebanyak 2 Kali. 15) Terlaksananya monitoring dan evaluasi kegiatan layanan penanggulangan HIV-AIDS sebanyak 1 Kali. 8) Terlaksananya Supervisory pelaksanaan PSN di kelurahan sebanyak 151 Kelurahan.124.950 490.NO 1 URUSAN/PROGRAM/KEGIATAN Kegiatan Penyemprotan/fogging sarang nyamuk ANGGARAN (RP) 699.82% 1) Tersedianya bahan fogging focus sebanyak 1. 6) Terlaksananya pemeriksaan jentik di kelurahan sebanyak 151 Kelurahan. 11) Terlaksananya On the job training diare sebanyak 73 Puskesmas. 2) Terlaksananya Pemantauan pelaksanaan penanggulangan tuberkulosis di UPK sebanyak 3 Kali.650 REALISASI (RP) 642.557.352. 5) Tersedianya jejaring UPK yang solid sebanyak 85 UPK. 9) Terlaksananya Pertemuan monev DBD sebanyak 2 Kali.000 Fokus. 14) Terlaksananya Zero survey HIV-AIDS sebanyak 200 Sample.000 Kasus.

947.106.544.826.000 REALISASI (RP) 1.40% 1) Terselenggaranya konsultasi peningkatan program imunisasi sebanyak 292 Orang.468.162. RSIA sebanyak 60 Lokasi.000 177.402. 3) Tersusunnya rencana kerja (Renja) sebanyak 1 Dokumen. RSUD. 3) Terlaksananya pemantauan penyakit potensial wabah berbasis masyarakat sebanyak 151 Kelurahan.. 4) Terlaksananya pendataan status kesehatan calon jemaah haji sebanyak 3. 5) Tersedianya Tata laksana kasus AFP sebanyak 151 Kelurahan.341.947. 2) Terselenggaranya bulan imunisasi anak sekolah (BIAS) sebanyak 73 Puskesmas. yaitu kegiatan Kajian Perencanaan dan Pembiayaan Kesehatan.220 Terwujudnya Pemantauan KLB di Kota 99.994. 36.500 PERSENTASE KELUARAN (OUTPUT) HASIL (OUTCOME) Meningkatnya cakupan Desa/Kelurahan UCI PERMASALAHAN/ KETERANGAN SKPD/UNIT KERJA Dinkes 75. 40. RSB. LAMPIRAN II-11 . 4) Terselenggaranya mid level management pelaksana program imunisasi sebanyak 146 Orang.512.adalah sisa dari kegiatan lainnya yang merupakan efisiensi.167 2.66% 1) Terlaksananya pertemuan asistensi Meningkatnya standar pelayanan kesehatan perencanaan Tahun 2012 sebanyak 85 orang. 6) Terselenggaranya kegiatan Crash Program Campak dan Polio sebanyak 151 Kelurahan 4 Kegiatan Peningkatan surveillance epidemiologi dan penanggulangan wabah 178. 2) Tersusunnya perencanaan penganggaran kesehatan terpadu sebanyak 32 Dokumen. Dan Rp. RSKIA Sisa anggaran Rp. 6) Terlaksananya sosialisasi peraturan walikota SKKB sebanyak 120 Orang Dinkes Dinkes.167 1.691. 77.220.000.85% 1) Terlaksananya pendataan daerah Bandung potensial KLB/Wabah sebanyak 151 Kelurahan.948.281 977.99% 92.150.terdiri Dinkes dari Rp.055.1000 calon jemaah haji.. 5) Terselenggaranya Effective Vaccine Storage Management (EVSM) program imunisasi sebanyak 146 Orang. 4) Tersusunnya kebijakan umum anggaran (KUA) sebanyak 1 Dokumen. 3) Terlaksananya penguatan kualitas penyelenggaraan dan pengelolaan pelayanan program imunisasi RS. 6) Tersedianya Tata laksana kasus AFP sebanyak 16 Rumah Sakit 84.973.NO 3 URUSAN/PROGRAM/KEGIATAN Kegiatan Peningkatan imunisasi ANGGARAN (RP) 1.925 7 1 PROGRAM STANDARISASI PELAYANAN KESEHATAN Kegiatan Penyusunan standar pelayanan kesehatan 2. 2) Terlaksananya pemantauan wilayah terhadap KLB/Bencana sebanyak 151 Kelurahan. 5) Terlaksananya Rakerkesda sebanyak 150 Orang.517.adalah satu kegiatan yang tidak diserap/dilaksanakan.

000. air dan telepon.795.460 4.193 Dinkes 1 2 3 4.690. 2) Tersusunnya profil kesehatan Kota Bandung sebanyak 150 Buku.000 88.519 96.256. 3) Tersusunnya juknis laporan sebanyak 5 Laporan. 5) Tersusunnya pendataan Puskesmas sebanyak 100 Buku.556.85% 1) Tersusunnya LAKIP Dinas Kesehatan sebanyak 1 Dokumen.555.394. 3) Terlaksananya SIK Dinas Kesehatan sebesar 60%.045 13.000 REALISASI (RP) 158.66% Tersedianya alat kedokteran umum dan kedokteran gigi 49. Dinkes 5 6 Kegiatan Akreditasi Rumah Sakit Kegiatan Evaluasi dan Pengembangan Standar Pelayanan Kesehatan PROGRAM PENGADAAN.966 PERSENTASE KELUARAN (OUTPUT) HASIL (OUTCOME) Meningkatnya standar pelayanan kesehatan 3 Kegiatan Pembangunan dan pemutakhiran data dasar standar pelayanan kesehatan 188. 7) Terselenggaranya pelatihan pengembangan Sistem Informasi Daerah sebanyak 30 UPT Puskesmas PERMASALAHAN/ KETERANGAN Anggaran yang tidak terserap merupakan penyesuaian harga dengan Perwal tentang barang dan jasa dan merupakan efisiensi.433.00% 1) Tersusunnya data sasaran sebanyak 100 Buku.000 644.344.604.157.000 Meningkatnya standar pelayanan kesehatan Meningkatnya mutu layanan kesehatan ibu dan anak RSUD RSKIA 8 14.028.31% Terlaksananya pembangunan Puskesmas 87.79% terlaksananya rehabilitasi Gedung puskesmas Meningkatnya sarana gedung Puskesmas Meningkatnya sarana dan prasarana alkes puskesmas Terpeliharanya sarana dan prasarana puskesmas Dinkes Dinkes Dinkes Meningkatnya kualitas gedung Puskesmas Dinkes LAMPIRAN II-12 . 3) Terselenggaranya pengelolaan SP 3 TK Dinas Kesehatan selama 12 bulan.525.000 182. 4) Tersusunnya booklet sebanyak 100 Buku.805.550 4 Kegiatan Rehabilitasi Puskesmas 6.467.825 223.093. 2) Cakupan UPT yang melaksanakan penilaian kinerja Puskesmas sebesar 100%. lift puskesmas. instalasi listrik.NO 2 URUSAN/PROGRAM/KEGIATAN Kegiatan Evaluasi dan pengembangan standar pelayanan kesehatan ANGGARAN (RP) 217.002.45% Terlaksananya pembinaan penerapan SPM Rumah sakit sebanyak 11 kali 85.087.863 5. mebeler.58% 1) Cakupan UPT yang melaksanakan P2KT sebesar 80%. PENINGKATAN DAN PERBAIKAN SARANA DAN PRASARANA PUSKESMAS/PUSKESMAS PEMBANTU DAN JARINGANNYA Kegiatan Pembangunan Puskesmas Kegiatan Pengadaan sarana dan prasarana Puskesmas Kegiatan Pemeliharaan rutin/berkala sarana dan prasarana puskesmas 193.683 12.871.801.850 72.655.000 184.99% Terlaksananya pemeliharaan sarana prasarana puskesmas.360 2.975.79% Terwujudnya Sistem Informasi Anggaran yang tidak terserap Manajemen Kesehatan Kota Bandung merupakan penyesuaian harga dengan Perwal tentang barang dan jasa dan merupakan efisiensi.200 80. 6) Terselenggaranya pengumpulan data kematian sebanyak 73 Puskesmas. SKPD/UNIT KERJA Dinkes Meningkatnya standar pelayanan kesehatan Anggaran yang tidak terserap merupakan penyesuaian harga dengan Perwal tentang barang dan jasa dan merupakan efisiensi. dan peralatan laboratorium 92.000 447. 5) Cakupan UPT Puskesmas yang mempunyai jaringan SIK sebesar 6% 94.770.636. 5) Tersusunnya laporan bulanan selama 12 Bulan. 6) Penyusunan laporan triwulanan sebanyak 4 Kali 98. meliputi: Alkes gigi.15% Terlaksananya akreditasi rumah sakit sebanyak 12 pelayanan 15.880.155. 4) Tersusunnya rekapitulasi laporan sebanyak 4 Laporan. Dinkes 4 Kegiatan Sistem Informasi Manajemen Kesehatan Kota Bandung (Banprov) 800. 2) Tersusunnya bahan LKPJ sebanyak 1 Dokumen.299 2.490.913. 4) Cakupan UPT yang melaksanakan SIK sebesar 75%.

300 312.300 427.402.760 99. 3) Tersusunnya Laporan Monev penyelenggaraan PONED sebanyak 1 Dokumen. 11) Tersusunnya Laporan kegiatan seksi yankes rujukan sebanyak 1 Dokumen.950 3 10 16. Dinkes.69% PERMASALAHAN/ SKPD/UNIT KERJA KETERANGAN Dinkes Kegiatan ini tidak dilaksanakan karena lokasi serta sarana dan prasarana tidak sesuai dengan Pedoman Teknis Bantuan Keuangan untuk Pembangunan dan Peningkatan Gedung Puskesmas agar berfungsi Pelayanan Obstetri Neonatal Emergency dasar (PONED) untuk 87 Puskesmas di Kabupaten/Kota di Jawa Barat.NO 5 URUSAN/PROGRAM/KEGIATAN Kegiatan Pengembangan Gedung dan Revitalisasi Puskesmas Mampu PONED (Banprov) ANGGARAN (RP) 896.522.428. 4) terwujudnya RS yang memiliki pelayanan gawat darurat level 1 sebanyak 27 RS.741.000 198.816.081.200.78% Terbebasnya rumah sakit dari limbah infeksius sebanyak 952.000 104.97% Terjalinnya kemitraan asuransi kesehatan gigi dan mulut dengan PT Askes sebanyak 1 lembaga 58. namun pelaksanaan kegiatan tersebut tidak dapat direalisasikan 9 1 PROGRAM KEMITRAAN PENINGKATAN PELAYANAN KESEHATAN Kegiatan Kemitraan pengobatan lanjutan bagi pasien rujukan 640.27% Meningkatnya cakupan layanan kesehatan gigi dan mulut terhadap Peserta Askes di RSKGM Meningkatnya pengelolaan limbah RSKGM RSKGM RSKGM Dinkes LAMPIRAN II-13 . 8) Tersusunnya Laporan review Audit Maternal Perinatal (AMP) sebanyak 1 Dokumen. 9) Tersusunnya Dokumen penataan sistem rujukan Kota Bandung sebanyak 1 Dokumen. RSKGM 519.100. 7) Tersusunnya Berita acara pemeriksaan penyelenggaraan RS sebanyak 7 Dokumen.650 Meningkatnya kualitas pelayanan 60.430 66.000 9.054. 10) Tersusunnya Laporan kegiatan manajemen mutu pelayanan kesehatan sebanyak 1 Dokumen.3 kg 92.22% 1) Tersusunnya Dokumen kesehatan rujukan sesuai standar perencanaan dan pengembangan program Yankes rujukan sebanyak 1 Dokumen.00% Rencana target outputnya adalah terlaksananya pengembangan gedung dan peningkatan puskesmas yang berfungsi PONED sesuai standar pelayanan puskesmas PONED.774. 6) Tersusunnya Laporan Monev peningkatan kualitas pelayanan RS sebanyak 3 Dokumen.830 183. 5) Tersusunnya Laporan sosialisasi Standar Pelayanan Minimal di Rumah Sakit sebanyak 1 Dokumen.390.000 REALISASI (RP) 0 PERSENTASE KELUARAN (OUTPUT) HASIL (OUTCOME) 0. 12) Terlaksananya pelatihan/kursus tentang laboratorium lingkungan bagi Petugas UPT Labkes sebanyak 3 orang Dinkes 2 Kemitraan asuransi kesehatan masyarakat Kemitraan pengolahan limbah rumah sakit PROGRAM PENINGKATAN PELAYANAN KESEHATAN LANSIA 104. 2) Tersusunnya Dokumen Standar Prosedur Operational (SPO) Yankes rujukan sebanyak 1 Dokumen.

3) Terlaksananya Pelatihan petugas kesehatan lansia Puskesmas sebanyak 73 Orang. 5) Terlaksananya Pertemuan lintas program dan lintas sektoral dalam program lansia sebanyak 20 Orang.952 RSUD 4 5 6 2.051.267.558.000 459.595.92% Tersedianya Bahan makanan kering pasien dan pegawai dan bahan bakar gas 99.777.200.000 829.283.58% Tersedianya alat kesehatan kedokteran sebanyak 1 paket 99.906 RSUD. 2) Laporan hasil analisa kualitas tempat pengelolaan makanan sebanyak 1 dokumen 92.390.000 REALISASI (RP) 183.54% Terlaksananya rehabilitasi rumah sakit sebesar 71% 87.403.082. 2) Terlaksananya Pemeriksaan berkala kesehatan lansia sebanyak 750 Posbindu.74% Dinkes 88.760 PERSENTASE KELUARAN (OUTPUT) HASIL (OUTCOME) PERMASALAHAN/ KETERANGAN SKPD/UNIT KERJA Dinkes Meningkatnya cakupan pelayanan 92.66% Tersedianya alat-alat kesehatan di RSKGM sebanyak 36 jenis Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan Meningkatnya kualitas pelayanan kesehatan Meningkatnya sarana pelayanan kesehatan di rumah sakit Meningkatnya sarana pelayanan kesehatan di rumah sakit RSUD 2 48.59% Dinkes 12 PROGRAM PENGADAAN. RSKIA. laundry.000 535.970.794.016. ruang tunggu dan lain-lain) Kegiatan Pengadaan bahan-bahan logistik rumah sakit Kegiatan Pengadaan Alat-alat kesehatan (DAK) Kegiatan Rehabilitas Bangunan Rumah sakit Kegiatan Pengadaan Bahan-Bahan Logistik 7.940 2.40% Tersedianya Alat-alat kesehatan sebanyak 1 paket 64.74% 1) Laporan hasil analisa kualitas makan dan jasa boga makanan jajanan anak sekolah sebanyak 1 dokumen.215 93.746.70% Tersedianya Alat-alat kedokteran dan Meningkatnya kualitas pelayanan alat kesehatan sebanyak 3 paket kesehatan 99.000 82.215 Terpantaunya sanitasi restoran/rumah 93.000 444.200.800 RSUD RSKIA RSKIA 7 8 Kegiatan pengadaan Alat-Alat Kesehatan (DAK) Kegiatan Pengadaan alat-alat kesehatan rumah sakit 1.150 Meningkatnya kualitas pelayanan PONEK di RSKA Meningkatnya kualitas layanan kesehatan RSKIA RSKGM LAMPIRAN II-14 .59% Tersedianya Peralatan perlengkapan Meningkatnya kualitas pelayanan rumah tangga rumah sakit sebanyak 5 kesehatan item peralatan dapur 99.028.165.389.800 97.725. RSKGM 297.433.300 RSUD 3 651.100 402. 6) Terlaksananya Penyusunan petunjuk teknis dan SOP kegiatan lingkup seksi pelayanan kesehatan khusus sebanyak 4 Kegiatan 11 1 PROGRAM PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN KESEHATAN MAKANAN Kegiatan pengawasan dan pengendalian keamanan dan kesehatan makanan 88. ruang pasien.340 6.942 651.66% Tersedianya gas elpiji sebanyak 106 tabung dan tersediaya makanan dan minuman pasien selama 1 tahun 89.510.970.NO 1 URUSAN/PROGRAM/KEGIATAN Kegiatan pelayanan pemeliharaan kesehatan ANGGARAN (RP) 198.510.790.230.000 290.27% 1) Terlaksananya Penjaringan kesehatan dasar terhadap lansia kesehatan lansia sebanyak 151 Kelurahan.579.200 443. PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA RUMAH SAKIT/RUMAH SAKIT JIWA/RUMAH SAKIT PARUPARU/RUMAH SAKIT MATA 1 Kegiatan Pengadaan alat-alat kesehatan rumah sakit Kegiatan Pengadaan perlengkapan rumah tangga rumah sakit (dapur.858.500.000 82.708 48.000 1.070. 4) Terlaksananya Pelatihan kader kesehatan lansia sebanyak 200 Orang.054.

919.580.60% Tersedianya peralatan rumah tangga rumah sakit sebanyak 2 jenis 10 30.500 18.000 45.053.700 PERSENTASE KELUARAN (OUTPUT) HASIL (OUTCOME) Meningkatnya kualitas layanan kesehatan Meningkatnya kualitas layanan kesehatan PERMASALAHAN/ KETERANGAN SKPD/UNIT KERJA RSKGM 99.804 pasien bagi ibu dari keluarga kurang mampu 78.624. RSKIA.566.20% Tersedianya barang cetakan RS di RSKGM sebanyak 1 paket 88. dan Infant warmer 48. ruang pasien.81% Terlaksananya pelayanan pendukung (administrasi kantor) di RSUD Kota Bandung 78.055.000.55% terpeliharanya alat-alat kesehatan Meningkatnya kualitas sarana dan prasarana Rumah Sakit Meningkatnya kualitas sarana dan prasarana Rumah Sakit RSUD RSUD Meningkatnya kualitas sarana dan prasarana Rumah Sakit Meningkatnya kualitas sarana dan prasarana Rumah Sakit Meningkatnya kualitas sarana dan prasarana Rumah Sakit Meningkatnya kualitas sarana dan prasarana Rumah Sakit RSKIA 4 25.053.826.200 RSKGM 6 25.500.000 157.842 62.000.450.549.000 24.509.000 RSKGM 11 60.699.000.000 96.573 73.000.89% Terlaksananya pemeliharaan alat kesehatan rumah sakit: Service Lens meter.459.93% RSKIA 3 23.000 102.677.000 29. RSKGM 1 2 158.27% Meningkatnya pelayanan kesehatan RSUD 2 Kegiatan Pendukung Pelayanan 3.271 Meningkatnya pelayanan kesehatan RSUD 3 Kegiatan Pelayanan 9. R.02% Terpeliharanya alat-alat kesehatan RS di instalasi RSKGM sebanyak 22 dental unit 72.681.000 24.386.425.750 REALISASI (RP) 798.18% Terpeliharanya gedung rumah sakit khusus gigi dan mulut sebanyak 1 gedung 99.431 Meningkatnya pelayanan kesehatan RSKIA 15 1 PROGRAM PENINGKATAN KESELAMATAN IBU MELAHIRKAN DAN ANAK Kegiatan Pertolongan Persalinan Bagi Ibu dari Keluarga Kurang Mampu URUSAN LINGKUNGAN HIDUP 2.450.Meter.NO 9 URUSAN/PROGRAM/KEGIATAN Kegiatan Pengadaan obat-obatan rumah sakit Kegiatan Pengadaan perlengkapan rumah tangga rumah sakit (dapur.000 1.138.400 RSKGM 14 34.13% Terlaksananya pemeliharaan listrik di rumah sakit 99.15% Terpeliharanya mobil ambulance sebanyak 2 unit 98.47% Terlaksananya Pelayanan Kesehatan masyarakat di RSKIA Kota Bandung 62.222.808.000. RSKIA 1 18.106.609.38% RSKIA 5 49.945.000 99.27% Terlaksananya Pelayanan pertolongan Meningkatnya pelayanan persalinan persalinan sebanyak 4.000 403.000 1.714.215.430.574. Slit Lamp.395 RSUD.186.58% Meningkatnya kualitas layanan kesehatan RSKGM 13 455.319 Meningkatnya pelayanan kesehatan RSKIA 4 Kegiatan Pendukung Pelayanan 2.454. Bappeda.509.090.000 1.000 1.808.500.000.278.877.000 13.65% Terlaksananya pelayanan pendukung (administrasi kantor) di RSKIA Kota Bandung 62.591.325 3 Kegiatan pemelilharaan Rutin/Berkala alat.470 102.278.000 58. laundry.137.alta kesehatan rumah tangga Kegiatan pemeliharaan Rutin/Berkala Mobil Ambulance/jenazah Kegiatan Pemeliharaan rutin/berkala rumah sakit Kegiatan Pemeliharaan rutin/berkala alat-alat kesehatan rumah sakit PROGRAM PENINGKATAN PELAYANAN KESEHATAN BADAN LAYANAN UMUM DAERAH Kegiatan Pelayanan 94.445.828.000 24.755.203.712.904 98.000 7.000 48.82% Terlaksananya Pelayanan Kesehatan masyarakat di RSUD Kota Bandung 54.594 RSUD. Diskamtam LAMPIRAN II-15 .000. Chart projector. Direct Opthalmoscope.194 BPLH.842 RSKIA 2.80% Tersedianya obat/Bahan Kedokteran Gigi di RSKGM sebanyak 70 jenis 98. ruang tunggu dan lain-lain) Kegiatan Pengadaan pencetakan administrasi dan surat menyurat rumah sakit PROGRAM PEMELIHARAAN SARANA DAN PRASARANA RUMAH SAKIT/RUMAH SAKIT JIWA/RUMAH SAKIT PARU-PARU/RUMAH SAKIT MATA Kegiatan Pemeliharaan rutin/berkala rumah sakit Pemeliharaan rutin/berkala alat-alat kesehatan rumah sakit ANGGARAN (RP) 799.

000 427.000. dan lisensi amdal terhadap 200 pelaku usaha.40% Tersusunnya buku laporan pemantauan kualitas lingkungan sebanyak 5 stasiun udara (data 1 tahun).000 390.497.12) 350.000 219.34% Terlaksananya sosialisasi Perwal dokumen lingkungan hidup.286.000.000 845.852.01) ANGGARAN (RP) 3.03% Tersusunnya naskah akademik/raperda tentang pengurangan kantong plastik yang tidak ramah lingkungan sebanyak 1 naskah akademik dan 1 raperda 15.44% Tersusunnya buku laporan kegiatan. sertifikasi.165.000.03) 150. terlaksananya sosialisasi.45% Terlaksananya Bandung Green and Clean 2011 95.000 2.NO 1 URUSAN/PROGRAM/KEGIATAN PROGRAM PENGEMBANGAN KINERJA PENGELOLAAN PERSAMPAHAN Kegiatan Penyusunan Kebijakan Manajemen Pengelolaan Sampah (15.847.500.000. 91.06) Kegiatan Peningkatan Peran Serta Masyarakat Dalam Pengelolaan Persampahan (15.000.06) 225.01) Kegiatan Pemantauan Kualitas Lingkungan (16.62% Terlaksananya pembangunan PLTSa Tersedianya bahan kebijakan manajemen pengelolaan sampah BPLH Meningkatnya kinerja pengelolaan persampahan Kota Bandung Pelelangan belum dapat dilaksanakan BPLH karena masih terdapat beberapa prosedur yang harus dilengkapi BPLH 3 Kegiatan Bimbingan teknis persampahan (15.407.42% Terlaksananya pengendalian pencemaran air dan tanah sebanyak 40 sumber pencemar yang menghasilkan limbah cair 98.09) 100.60% Terlaksananya bimbingan teknis persampahan 98.000 228.086.600 7 Kegiatan Koordinasi penyusunan AMDAL (16. tertanamnya penghijauan.000 198.404 BPLH.000.92% 4 200.000.434.000 196. 99.000.000. Terciptanya lingkungan kota yang bersih dan teduh Terpantaunya kualitas udara ambien kota di 5 FS & 1 RC & tersedianya data trend kualitas udara Tersedianya data mengenai pengelolaan B3 dan limbah B3 BPLH BPLH BPLH Meningkatnya pengendalian pencemaran & kerusakan LH BPLH Terpantaunya kualitas air sungai dan sumber pencemar yang menghasilkan air limbah Tersedianya kebijakan pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan BPLH BPLH Meningkatnya pengetahuan pelaku usaha.13) 175.000 6 Kegiatan Penyusunan kebijakan pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan hidup (16.200 PERSENTASE 33.250 2 Kegiatan Pengembangan Teknologi Pengolahan Persampahan (15.000.000 REALISASI (RP) 1.000 173.900.557.850.000 99.733.14) 150.05) 2.10) 200.400.700 98.800 8 Kegiatan Peningkatan peran serta masyarakat dalam pengendalian lingkungan hidup (16.500 5 Kegiatan Koordinasi pengelolaan Prokasih/Superkasih (16.000.96% Tersusunnya 1 peraturan daerah tentang penyelenggaraan pengendalian pencemaran dan perusakan lingkungan sebanyak 1 peraturan daerah 99.94% Tersusunnya buku laporan pelaksanaan kegiatan adipura periode 2009-2010 & 2010-2011.350.406.264. konsultasi amdal & SKPD pemberi ijin Meningkatnya partisipasi masyarakat dalam pengendalian pencemaran dan pencegahan kerusakan lingkungan BPLH BPLH LAMPIRAN II-16 .704.000 4 Kegiatan Peningkatan Peringkat Kinerja Perusahaan (proper) (16.000 93.000.000 71. terselesaikannya kasus-kasus lingkungan hidup (LH).000.000. dan tersedianya alat laboratorium.51% Terlaksananya pengendalian pencemaran limbah B3 sebanyak 40 sumber pencemar yang menghasilkan limbah B3 99.96% Terselenggaranya audit lingkungan kepada sumber pencemar di Kota Bandung sebanyak 5 perusahaan peserta proper 99. Bappeda 1 900.962.900 2 250.000 47.11) PROGRAM PENGENDALIAN PENCEMARAN DAN PERUSAKAN LINGKUNGAN HIDUP Kegiatan Koordinasi penilaian Kota Sehat/Adipura (16.000 346.104 3 Kegiatan Pengelolaan B3 dan Limbah B3 (16. 97.000 149.06% KELUARAN (OUTPUT) HASIL (OUTCOME) PERMASALAHAN/ KETERANGAN SKPD/UNIT KERJA BPLH 1 436.250 Meningkatnya jumlah masyarakat yang melaksanakan pengelolaan sampah skala rumah tangga Meningkatnya jumlah masyarakat yang melakukan pengelolaan sampah BPLH 2 2.

000 648. 2) pembuatan alat biopori dan sistem jaringan sumur pantau.000 190.000.000.400 2 Kegiatan Pengembangan data dan informasi lingkungan (19.600 Meningkatnya partisipasi masyarakat 99.82% 1) Tersusunnya buku laporan kegiatan.14) Kegiatan Penanaman Massal Dalam Rangka Program Green School dan Green Province (Banprop) (17.048.000.000 298.210.733.000 137.96% BPLH 1 690.000 99.000 169.000 148.395.984. 2) Terlaksananya penghijauan serta pengendalian kualitas lingkungan.187.000.550 93.01) 458.02) Kegiatan Peningkatan Kapasitas Sekolah Berbudaya Lingkungan (19.000 197.640.500.000 3.540.10) 200.000.000.03% Terlaksananya edukasi dan komunikasi masyarakat di bidang lingkungan hidup sebanyak 100 orang tokoh masyarakat dan 3 event kegiatan BPLH BPLH BPLH LAMPIRAN II-17 .000.000.000.44% Tersusunnya masterplan Lingkungan Hidup Kota Bandung sebanyak 1 dokumen 94.73% Tersusunnya buku Laporan SLHD Kota Tersedianya sistem informasi dan Bdg database lingkungan yg akurat dan mudah diakses 99.000 139.600 3 100. meningkatnya kualitas akses informasi dan terciptanya sistem informasi lingkungan yang mudah diakses.01% Tersedianya AMR telemetri sebnayak 50 unit serta sever hardware dan aplikasi pendukung AMR BPLH 7 150.35% Tersusunnya data pengguna air bawah tanah 99. 98.000 99. meningkatnya kapasitas lingkungan pendidikan dalam pengendalian lingkungan dan terjalinnya komunikasi dengan masyarakat 92.150 BPLH 6 Kegiatan Peningkatan Peran Serta Masyarakat Dalam Perlindungan dan Koservasi SDA (17.09% BPLH 4 1 PROGRAM PENINGKATAN KUALITAS DAN AKSES INFORMASI SUMBER DAYA ALAM DAN LINGKUNGAN HIDUP Kegiatan Peningkatan edukasi dan komunikasi masyarakat di bidang lingkungan (19.584.500 PERSENTASE KELUARAN (OUTPUT) HASIL (OUTCOME) Meningkatnya Pengelolaan dan Pengendalian Lingkungan Hidup di Kota Bandung PERMASALAHAN/ KETERANGAN SKPD/UNIT KERJA Bappeda 3 3.345.NO 9 URUSAN/PROGRAM/KEGIATAN Kegiatan Penyusunan Kebijakan Pengendalian Pencemaran dan Perusakan Lingkungan Hidup PROGRAM PERLINDUNGAN DAN KONSERVASI SUMBER DAYA ALAM Kegiatan Konservasi Sumber Daya Air dan Pengendalian Kerusakan SumberSumber Air (17.694.000 1.098.54% Pelaksanaan pembuatan portofolio Meningkatnya jumlah sekolah sekolah berbudaya lingkungan berbudaya lingkungan 66.088.450 2 Kegiatan Pengendalian Dampak Perubahan Iklim (17.01) ANGGARAN (RP) 500.000.000.84% Tersusunnya data keanekaragaman hayati di Kota Bandung BPLH 170. dan 3) tersusunnya perda pengelolaan air tanah.000 375.95% Terlaksananya: 1) pembuatan 1 sumur resapan.06) 150.000 BPLH 208.500 Meningkatnya kualitas lingkungan hidup Tersedianya data pengguna air bawah tanah di Kota Bandung Tersedianya data keanekaragaman hayati di kota Bandung dan meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai manfaat keanekaragaman hayati Terpantaunya volume air tanah secara otomatis BPLH 300.285.000.06% Terlaksananya penanaman massal dalam rangka green school dan green dalam pelestarian lingkungan hidup province dan tersusunnya laporan kegiatan sebanyak 1 buku laporan 82.106. 3) Tersedianya 525 bibit pohon. 4) Terselenggaranya iklan layanan masyarakat 95.044.000 Meningkatnya pengetahuan masyarakat.000 REALISASI (RP) 472.750 94.05) 200.35% Tersusunnya buku laporan kegiatan Tersedianya data perubahan air tanah dalam di kota Bandung BPLH Meningkatnya pemulihan sumber daya alam terhadap degradasi lingkungan BPLH 3 4 5 Kegiatan Peningkatan Konservasi Daerah tangkapan Air dan SumberSumber Air (17.000.07) Kegiatan Pengendalian dan pengawasan pemanfaatan SDA (17.18) 1.500 93.08) Kegiatan Pengelolaan keanekaragaman hayati dan ekosistem (17.

Penyusunan kajian akademis Raperda pengelolaan RTH tidak dilaksanakan karena Peraturan Daerah Pengelolaan RTH telah disahkan oleh DPRD Kota Bandung.000 144.65% BPLH 280.25% Terlaksananya pelatihan SDM dan tersusunnya kajian akademis Raperda penataan dan pengelolaan RTH di Kota Bandung pengelolaan RTH sebanyak 1 dokumen LAMPIRAN II-18 .960. Standar.470.000 245. Norma.54% Terlaksananya pengujian kualitas emisi gas buang kendaraan bermotor buang kendaraan yang beroperasi di Kota Bandung sebanyak 2000 kendaraan 99.03) PROGRAM PENGELOLAAN BIDANG AIR TANAH Kegiatan Penatagunaan Dengan Zonasi Air Tanah (26.01) PROGRAM PENGELOLAAN RUANG TERBUKA HIJAU (RTH) Kegiatan Sosialisasi Kebijakan.000.557. tidak terserap.000 REALISASI (RP) 144.000 228. telah selesai 100%. TW III : 3 paket.000 279.670.000 7 1 236.81% Tersusunnya buku laporan & aplikasi peta zonasi air tanah 81.500 228.NO 5 1 URUSAN/PROGRAM/KEGIATAN PROGRAM PENINGKATAN PENGENDALIAN POLUSI Pengujian emisi kendaraan bermotor (20.873.000 PERSENTASE 96.20% Terlaksananya sosialisasi pengelolaan RTH sebanyak 7 kali Tersedianya bahan kebijakan tentang pengelolaan energi Tersedianya bahan bagi perumusan kebijakan mengenai energi listrik tenaga diesel di Kota Bandung BPLH BPLH BPLH Tersedianya informasi tentang kondisi ketersediaan air tanah di berbagai wilayah Kota Bandung BPLH 8 1 12.000.000 236.95% Tersusunnya naskah akademis & draft raperda pengelolaan energi 99.317. baik dalam rangka HUT RI maupun HUT Kota Bandung.423.805. Identifikasi Data Pengelolaan Energi (25.200 Tersedianya pedoman dalam 55.805. Diskamtam TW I : 1 paket.43% 70. tidak terserap 2 paket (pameran dan mobil hias).000.780.500 784.000 10.910.500 99. baik dalam rangka HUT RI maupun HUT Kota Bandung.54% KELUARAN (OUTPUT) HASIL (OUTCOME) PERMASALAHAN/ KETERANGAN SKPD/UNIT KERJA BPLH BPLH 6 PROGRAM PEMBINAAN DAN PENGEMBANGAN BIDANG ENERGI 1 2 Kegiatan Inventarisasi.81% 96. Pameran dan mobil hias tidak dilaksanakan karena tidak ada acara/event yang diselenggarakan pada tingkat provinsi/kota.210. TW III : 1 paket.000 Meningkatnya kualitas emisi gas 96.000.31% Tersusunnya kajian energi listrik pembangkit listrik tenaga diesel (genset) di Kota Bandung 96.000 244.340 550. Pameran dan mobil hias tidak dilaksanakan karena tidak ada acara/event yang diselenggarakan pada tingkat provinsi/kota.000 134.000 523.01) ANGGARAN (RP) 150.270.000.087. TW IV : 6 paket.780. telah selesai 100%.000 Diskamtam Meningkatnya pemahaman dan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan RTH di Kota Bandung TW I : 1 paket. tidak terserap 2 paket (pameran dan mobil hias).02) Kegiatan Kajian energi listrik non PLN di Kota Bandung (25.470.909.000 150. telah selesai 100%. Prosedur dan Manual Pengelolaan RTH 525. 2 Kegiatan Penyusunan dan Analisis Data/Informasi Pengelolaan RTH 242. Diskamtam TW II : 4 paket.

87% Terlaksananya peningkatan kualitas taman sebanyak 1 lokasi (Taman Tegallega) 82. telah selesai 100%. Diskamtam kota TW II : 3 paket. TW II : 3 paket.10% Tersusunnya acuan kerja pelaksanaan tersedianya bahan acuan kerja sebanyak 160 dokumen pelaksanaan 95.70 m. TW III : 3 paket. TW IV : 6 paket.404.610.85% Terlaksananya: 1) peningkatan kondisi Meningkatnya daya dukung jalan dan meningkatnya fungsi saluran dan jalan sepanjang 76.853.03% Terlaksananya penataan dekorasi kota di 30 Kecamatan Meningkatnya Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) 9 4 1 1 Kegiatan Penertiban Reklame Ilegal URUSAN PEKERJAAN UMUM PROGRAM PEMBANGUNAN JALAN DAN JEMBATAN Kegiatan Perencanaan pembangunan jalan Kegiatan Pembangunan jalan 900.968. TW IV : 3 paket.990. Distarcip DBMP DBMP 95.860 4.00 m 2 90. telah selesai 100%.67% Terlaksananya pemeliharaan RTH sebanyak 18 lokasi 86. Penataan kawasan sentra industri yang berlokasi di Cigondewah tidak dilaksanakan karena belum jelas lokasi lahan yang akan ditata menjadi taman sedangkan penataan Taman Pandan Wangi tidak dilaksanakan karena status kepemilikan lahan masih dalam proses pengajuan fasosfasum.294.21 m. Diskamtam 4 Kegiatan Pemeliharaan RTH 1.516 4.37% Terlaksananya penertiban reklame ilegal 91.120 Meningkatnya kualitas Taman rekreasi 6 Kegiatan Pengawasan dan Pengendalian RTH 1.138. Diskamtam TW II : 20 paket.25% 93. telah selesai 100%.450.000 1.072.560.000 1.186.726.290. Meningkatnya keindahan dan TW I : 1 paket.200.193.665 705.639.920 Meningkatnya kualitas RTH 7 Kegiatan Monitoring dan Evaluasi 50.220.807.65% Terlaksananya penataan RTH sebanyak 38 lokasi PERMASALAHAN/ SKPD/UNIT KERJA KETERANGAN TW I : 11 paket.98% Meningkatnya keindahan dan estetika TW I : 4 paket.794.096.000 14.708.500 REALISASI (RP) 4. telah selesai 100%. DBMP. telah selesai 100%.966. TW III : 6 paket.112.420 86.314. telah selesai 100%.000 28. Diskamtam estetika kota TW II : 3 paket.803 110.000.000.142.052.000 929.355.165.410.860. tidak terserap 1 paket. tidak terserap 1 paket (pembuatan pintu masuk fasilitas karcis). TW IV : 3 paket.594 78. TW III : 5 paket.000 353. dan 3) peningkatan kondisi trotoar sepanjang 4.711.500 8 Kegiatan Penataan Dekorasi Kota 1. Pada perubahan anggaran.858 117. Diskamtam TW II : 5 paket.23% Terlaksananya pemeliharaan RTH di 30 Kecamatan Meningkatnya kualitas RTH 5 Kegiatan Pengembangan Taman Rekreasi 1. Diskamtam TW I : 4 paket.150 PERSENTASE KELUARAN (OUTPUT) HASIL (OUTCOME) Meningkatnya kualitas RTH 83. telah selesai 100%. terdapat perjalanan dinas luar daerah untuk lelang titik reklame yang tidak dilaksanakan karena keterbatasan waktu. TW III : 3 paket. TW I : 3 paket. telah selesai 100%. telah selesai 100%. telah selesai 100%.250 91.11% Terlaksananya pelaksanaan monitoring dan evaluasi Program Pengelolaan Ruang Terbuka Hijau (RTH) sebanyak 6 kegiatan 72.000 1. TW I : 17 paket. tidak terserap 2 paket.281. telah selesai 100%.200 322. telah selesai 100%.500.573 DBMP LAMPIRAN II-19 . telah selesai 100%.973.143.160. Diskamtam TW IV : 1 paket.846. TW IV : 4 paket.NO 3 URUSAN/PROGRAM/KEGIATAN Kegiatan Penataan RTH ANGGARAN (RP) 4.245.523. 2) trotoar peningkatan kondisi saluran sepanjang 2.956. telah selesai 100%.

dan 3) laporan keuangan dan kegiatan selama 12 bulan.869.056. dan 3) peningkatan kondisi trotoar sepanjang 32.814.000.870 PERSENTASE KELUARAN (OUTPUT) HASIL (OUTCOME) Tersedianya informasi bulanan kemajuan paket pekerjaan.572 DBMP 3 4 Kegiatan Monitoring.989.696. dan informasi bulanan kemajuan kegiatan DBMP LAMPIRAN II-20 .000 15.252.650 91.469. 88.079.600.812. dan 3) peningkatan kondisi trotoar sepanjang 7.00 m DBMP 5 Kegiatan Pembangunan Jalan (BANPROP) 10.424.00 m.29% Tersusunnya: 1) laporan kemajuan bulanan sebanyak 81 dokumen.315. 2) peningkatan kondisi saluran sepanjang 24.00 m.850 2.072 77.895.037.NO 3 URUSAN/PROGRAM/KEGIATAN Kegiatan Monitoring.709 DBMP 3 Kegiatan Monitoring. dan 3) peningkatan kondisi trotoar sepanjang 1.000.239.528. dan 3) laporan keuangan dan kegiatan selama 12 bulan 94.06% Meningkatnya fungsi Saluran dan trotoar DBMP 2 13.050 Tersedianya informasi bulanan kemajuan paket pekerjaan.18% Terlaksananya: 1) peningkatan kondisi Meningkatnya daya dukung jalan dan meningkatnya fungsi saluran dan jalan sepanjang 7.00 m.000 133.041.489.26% DBMP DBMP 750.000 686.000 2.35 m 39.81% Tersusunnya gambar dan RAB Pembangunan Saluran Drainase/Gorong-gorong sebanyak 1 dokumen.04% Tersusunnya: 1) laporan kemajuan bulanan sebanyak 162 dokumen.933.603.20 m 90.68% Tersusunnya acuan kerja pelaksanaan Terwujudnya acuan kerja pelaksanaan sebanyak 100 dokumen 88. 2) peningkatan kondisi saluran sepanjang 97.657.150.430 12.875 7. informasi kualitas bahan dan hasil pekerjaan.400 86. 54.86% Tersusunnya laporan kemajuan bulanan sebanyak 64 dokumen 96.231.200 Tersedianya acuan kerja pelaksanaan DBMP 3 17.000 588.000 15.096. 2) peningkatan kondisi saluran sepanjang 1.600.879. 2) trotoar peningkatan kondisi saluran sepanjang 1.259.347.810.918.19% Terlaksananya: 1) pemeliharaan kondisi saluran sepanjang 73.320.900 REALISASI (RP) 3.00 m.755.00 m.15 m. 2) laporan kualitas bahan dan pekerjaan sebanyak 162 dokumen.00 m.567.029 93.957.000.317.000 83. informasi kualitas bahan dan hasil pekerjaan.159 DBMP 1 154.450 2 1 PROGRAM PEMBANGUNAN SALURAN DRAINASE/GORONGGORONG Kegiatan Perencanaan pembangunan saluran drainase/gorong-gorong Kegiatan Pembangunan saluran drainase/gorong-gorong 18.306.61% Terlaksananya: 1) pembangunan jalan sepanjang 923.000.196. Evaluasi dan Pelaporan 154.28% Terlaksananya: 1) peningkatan kondisi saluran sepanjang 16.800 Tersedianya informasi bulanan kemajuan paket pekerjaan Terpeliharanya saluran dan trotoar DBMP DBMP 5 Kegiatan Perencanaan Pembangunan Saluran Drainase/Gorong-gorong (Banprov) PROGRAM REHABILITASI/PEMELIHARAAN JALAN DAN JEMBATAN Kegiatan Perencanaan rehabilitasi/pemeliharaan jalan Kegiatan Rehabilitasi/pemeliharaan jalan 370.085.549.993. daya dukung saluran dan trotoar DBMP 2 17.263.569. 2) laporan kualitas bahan dan pekerjaan sebanyak 81 dokumen. Evaluasi dan Pelaporan ANGGARAN (RP) 3.777.37% Terlaksananya 1) pemeliharaan kondisi jalan sepanjang 301.000 147.289. 93.57% Tersusunnya acuan kerja pelaksanaan Tersedianya acuan kerja pelaksanaan sebanyak 80 dokumen 94.09 m. Evaluasi dan Pelaporan Kegiatan Rehabilitasi Saluran Drainase/Gorong-Gorong 647.820.415. dan 2) peningkatan kondisi trotoar sepanjang 8.000.90 m.50 m. dan informasi bulanan kemajuan kegiatan Meningkatnya daya dukung jalan dan meningkatnya fungsi saluran dan trotoar PERMASALAHAN/ KETERANGAN SKPD/UNIT KERJA DBMP 4 Kegiatan Pengembangan Infrastruktur Gedebage 8.430 17.000 8.481.027. Terpeliharanya kondisi jalan.

dan 3) peningkatan kondisi trotoar sepanjang 640.622.54% KELUARAN (OUTPUT) HASIL (OUTCOME) PERMASALAHAN/ KETERANGAN SKPD/UNIT KERJA DBMP 5 1 2 PROGRAM PENINGKATAN SARANA DAN PRASARANA KEBINAMARGAAN Kegiatan Pengadaan alat-alat berat Kegiatan Pengadaan alat-alat ukur dan bahan laboratorium kebinamargaan Kegiatan Rehabilitasi/pemeliharaan gedung workshop Kegiatan Rehabilitasi/pemeliharaan alat-alat berat PROGRAM PENGEMBANGAN DAN PENGELOLAAN JARINGAN IRIGASI.000.00 m.000 9.74% Terlaksananya operasional pompa air Meningkatnya hasil pertanian irigasi sebanyak 15 unit 69.000 2.000.86% Terlaksananya pemeliharaan kondisi jaringan sungai sepanjang 1.000.374 865.959.593 98.288 92.722.000.546.227.634. RAWA DAN JARINGAN PENGAIRAN LAINNYA Kegiatan Perencanaan normalisasi saluran sungai Kegiatan Pelaksanaan normalisasi saluran sungai Kegiatan Rehabilitasi/pemeliharaan jaringan irigasi Kegiatan Pemberdayaan petani pemakai air Kegiatan Monitoring. 2) peningkatan kondisi saluran sepanjang 1.000.51% Tersedianya alat-alat berat sebanyak 10 unit 72.64% DBMP DBMP DBMP 1 1.92% Tersedianya alat-alat laboratorium sebanyak 1 unit 79.750 783.697.000 72.382.505 91.943 99. PENGELOLAAN.000 35.20% Tersusunnya laporan bulanan kemajuan paket pekerjaan sebanyak 85 dokumen DBMP 4 Kegiatan Perencanaan Pengembangan dan Pengelolaan SDA PROGRAM PENGENDALIAN BANJIR 619.000 820.00 m 90.288 Meningkatnya fungsi tanggul sungai dalam rangka antisipasi bencana banjir 87.658.000.540 2.100.068.538 8.077 Meningkatnya kenyamanan dan keamanan kerja Meningkatnya kualitas prasarana kebinamargaan DBMP DBMP DBMP 1 2 3 876.41% Meningkatnya daya dukung jalan serta meningkatnya fungsi saluran dan trotoar DBMP DBMP 2.430.286.54% Terlaksananya: 1) rehabilitasi kondisi jalan sepanjang 4.000 4.200.961.086.640.744.300 98. DAN KONSERVASI SUNGAI.NO 4 1 URUSAN/PROGRAM/KEGIATAN PROGRAM TANGGAP DARURAT JALAN DAN JEMBATAN Kegiatan Rehabilitasi jalan dalam kondisi tanggap darurat ANGGARAN (RP) 4.400 14.000.67% Terlaksananya pemeliharaan tanggul sungai sepanjang 250 m 2 938.919.67% Meningkatnya kualitas dan kuantitas prasarana kebinamargaan Meningkatnya kuantitas alat lab DBMP DBMP 3 4 6 1.000 REALISASI (RP) 3.000.000.600 3.000 916.000 850.00 m Terssedianya acuan kerja pelaksanaan Meningkatnya fungsi saluran sungai dan keamanan bantaran Meningkatnya fungsi jaringan sungai DBMP DBMP DBMP 4 5 7 560.050.599.054.500 558.231.34% Terlaksananya pemeliharaan kondisi bagian gedung sebanyak 4 unit 92.500 610.850 35.670.000 m bencana banjir Tersedianya informasi bulanan kemajuan paket pekerjaan Pengawasan oleh konsultan tidak terlaksana sehingga pengawasan dilaksanakan secara swakelola oleh pihak Dinas Binamarga dan Pengairan.49% Terlaksananya partisipasi masyarakat Meningkatnya kebersihan saluran dalam pembersihan sungai sepanjang sungai dalam rangka antisipasi 5.000 100.193.000.624 2.553. Evaluasi dan Pelaporan 4.000 95. danau.000 2.605.480.701.744. DBMP DBMP 3 100.000.471.469.000 4.020 4.500 4.000.653.790 2. Evaluasi dan Pelaporan PROGRAM PENGEMBANGAN.000.600 PERSENTASE 92. DANAU DAN SUMBER DAYA AIR LAINNYA Kegiatan Rehabilitasi kawasan kritis daerah tangkapan sungai dan danau Kegiatan Peningkatan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sungai.167.701.414 872.267 DBMP LAMPIRAN II-21 .320.000.921. dan sumber daya air lainnya Kegiatan Monitoring.000 504.011.41% Tersusunnya acuan kerja pelaksanaan Tersedianya acuan kerja pelaksanaan sebanyak 5 dokumen 77.630.69% Terlaksananya acuan kerja pelaksanaan sebanyak 40 dokumen 87.473.35 m.081.050.979.050 349.37% Tersusunnya laporan kemajuan bulan Tersedianya informasi bulanan sebanyak 100 dokumen kema