You are on page 1of 38

Ultrastructural Changes In Rat Liver by Methyleugenol and Evaluation of Some Biochemical Parameters  

Oleh: Ninda Devita 08711236

Efek Toksik Residu Larvisida Minyak Atsiri Bunga Cengkeh (Syzygium aromaticum L.) terhadap Tikus Putih (Rattus Novergicus) Galur Wistar Jantan

Ultrastructural Changes In Rat Liver by Methyleugenol and Evaluation of Some Biochemical Parameters

Ayşegül Çerkezkayabekir, Gülnur Kizilay, Figen Ertan Turkish Journal of Biology, 2010, 34: 439-445

Latar Belakang
• Metileugenol banyak dipakai dalam kehidupan manusia  bahan kosmetik, antibakteri, anastetik,dll • Efek samping  kerusakan hepar, ginjal, lambung, kenaikan asam empedu • Batas dosis untuk tikus dan mencit: 10mg/kg/hari • Belum ada data tentang kerusakan ultrastruktur hepar karena metileugenol

5% metilselulosa + akuades • Dua dosis: 10 dan 30 mg/kg/ hari .Bahan dan metode Bahan Uji • Metileugenol dan metilselulosa didapat dari Merck Chemical dan Sigma-Aldrich Chemical Company. • Metileugenol + 0.

kondisi laboratoritum optimal (suhu 21 °C. periode gelap/terang: tiap 12 jam.Subjek Uji • 30 tikus putih galur winstar jantan  umur tiga bulan. sistem sirkulasi yang baik). kelembaban 40%-60%. . berat 235± 35 g)  10 hari perlakuan • Lingkungan: makan pelet standar (mengandung 21% protein).

Subjek Uji ● ● subjek perlakuan Kontrol Metilselulosa 0.5% metilselulosa .

. Px glukosa dgn toluidenine Px glikogen dgn spektofotometer. dan ASP). AST.Pemeriksaan Biokimia Anastesi dengan ketasol dan rampun Diambil sampel darah dari jantung Diseksi jaringan hepar Px enzim (ALT. LDH.

Pemeriksaan Histopatologi Dekapitasi Spesimen Cuci Fiksasi Keringkan diberi Periksa Cucidengan dengan dan dengan dgn dgn propilene 1-2 dgn tikus 1% mikroskop bufer bufer mm etil 4% osmium alkohol sulfat sulfat glutaraldehid oksida elektron tetroxide 0. .1M M • Pemeriksaan sudah disetujui oleh komite etik di Universitas Trakya.1 0.

.05 dianggap nilai yang signifikan. • P <0. • Analisis data dgn ANOVA  uji Benferroni.Analisis Data • Lihat normalitas dgn test Kolmogorov-Smirnov.

Hasil • BB tidak ada perbedaan yang signifikan antar kelompok .

Pemeriksaan enzim: ▫ penurunan aktivitas LDH dan ALP signifikan ▫ ALT tidak berubah secara signifikan ▫ AST hanya menurun dengan signifikan pada kelompok 30 mg/kg/hari ▫ Penurunan glukosa tidak signifikan ▫ Penurunan glikogen signifikan dibandingkan kontrol pada kelompok 30 mg/kg/hari .

.

pembengakakan retikulum endoplasma. ▫ Kelompok perlakuan 10 mg/kg/hari akumulasi partikel di retikulum endoplasma.Pemeriksaan mikroskopik: ▫ Kelompok kontrol normal. penurunan glikogen. dan peningkatan lisosom. . peningkatan jumlah mitokondria. dan vakuolisasi sitoplasma ▫ Kelompok 30 mg/kg/hari  peningkatkan vakuolisasi canaliculi empedu. vakuolisasi sitoplasma. invaginasi membran nukleus.

.

Diskusi • Tidak ada perubahan BB signifikan • NTP (2000)  penurunan BB signifikan dibanding kontrol  90 hari dengan dosis 100 dan 300 mg/kg/BB • Penelitian ini kurang lama dan dosis tidak tinggi .

dan ALP  perubahan aktivitas enzim  perubahan ultrastuktural sel hepar • Abdo et al (2001)  penurunan ALP. • Penelitian ini dosis 10 dan 30 mg/kg/  terlalu kecil untuk memberikan efek seperti itu.Pemeriksaan enzim: • Perubahan biokimia hny terdapat penurunan AST. LDH.dan penurunan ALT  dosis 100. . peningkatan aktivitas sorbitol dehidrogenasi. dan 1000mg/kg. 300.

Pemeriksaan histopatologi: • jumlah mitokondria. glikogen pada 30 mg/kg/hari  metabolisme  1'-hydroxymethyleugenol dan epoxide diol  toksik ▫ akumulasi partikel di retikulum endoplasma  metileugenol terakumulasi ▫ lisosom  adaptasi terhadap metileugenol ▫ Invaginasi membran nukleus  kelainan metabolisme ▫ Perubahan sel kanalikuli  metileugenol rangsang produksi empedu .

1000 mg/kg. hiperplasi sel hepar.  pigmentasi sel Kupffer.Penelitian lain ▫ Abdo et al (2001). ▫ Kaboglu (2009)  degenerasi di hepar. 300.dan inflamasi mukosa lambung dengan dosis 100. ginjal. peningkatan aktivitas miotik. usus halus tikus pada dosis metileugenol 10 dan 30 mg/kg/hari .

Kesimpulan • Metileugenol dgn dosis 10 dan 30 mg/kg/hari menyebabkan gangguan ultrastruktural pada hepar tikus .

Abstract (halaman 429) . Hasil yang diperoleh berupa hasil pengukuran enzim dan sediaan histopatologi. Informasi apa yang dilakukan dan hasil yang didapat: • dua dosis metileugenol dan kelompok kontrol yang diikuti selama 10 hari.Critical Appraisal Judul dan Abstrak 1. 2. Bahan dan subjek uji: Metileugenol sebagai bahan uji dan tikus sebagai subjek uji.

Pendahuluan .

” Introduction (halaman 440). altered hepatic function. . such as hepatocellular injury. ginjal.Latar Belakang 1.. Latar belakang ilmiah dan alasan dilakukan penelitian: • metileugenol banyak digunakan dalam kehidupan sehari-hari tetapi ternyata menimbulkan efek samping yang penting seperti gangguan fungsi hepar. dan empedu. lambung.” “Several toxic effects have also been noted.. “Many biological effects of methyleugenol have previously been reported..

.Tujuan 1.. Tujuan objektif: Tujuan penelitian ini adalah mengetahui efek toksik dari metileugenol dengan dosis 10 dan 30 mg/ kg/ hari terhadap kerusakan ultrastruktur “.” Introduction (halaman 440) .we aimed to determine the toxic effect of methyleugenol at 10 and 30mg/kg/day doses with this ultrastructural and biochemical study.

Bahan dan Cara .

Bahan uji 1. Metileugenol dibuat dalam dua dosis yaitu 10 dan 30 mg/kg/hari.bagaimana bahan dikumpulkan dan dipersiapkan Metilselulosa  Merck Chemical yang dilarutkan dalam 0. Metilselulosa diberikan secara intragastrik.5% metileselulosa yang didapatkan dari SigmaAldrich Chemical Company. Chemicals and dose preparation (halaman 440) .

Pembagian subjek ke dalam kelompok secara randomisasi dengan jumlah 10 ekor tiap kelompok. Disebutkan kriteria untuk subjek 30 ekor tikus putih jantan galur winstar dengan umur 3 bulan dan berat 235± 35 g. Turki.Subjek uji 1. Dilakukan di Departemen Hewan Eksperimental Universitas Trakya. “Thirty Wistar albino male rats (3months old. weighing 235± 35 g) were obtained from the Department of Experimental Animals of Trakya” Animals and treatments (halaman 440) .

30 mg/kg/hari. Animals and treatments dan Biochemical assay (halaman 440) .5% metilselulosa  intragastrik 10 hari. Pola makan dan kondisi laboratorium tetap optimal .Perlakuan yang dilakukan pada tiap kelompok. kapan dan bagaimana perlakuan Dibagi 3 kelompok  Kelompok perlakuan 10 mg/kg/hari. dan kontrol yang hanya diberi 0. diambil darah dari jantung untuk pemeriksaan enzim  didekapitasi lalu diambil spesimen untuk sediaan sel hepar.Intervensi 1.

dan ASP) autoanalyzer (Abbott.Hasil yang diharapkan 1. LDH.1 M bufer fosfat dan ethyl alcohol. Universitas Trakya.  0.  propylene oxide  ditipiskan menggunakan ultramicrotome  diwarnai dengan uranil asetat dan Reynolds’lead sitrat  diamati dengan 1010 JEOL JEM mikroskop elektron. •. Architect C-8000) di Laboratorium Pusat. Cara mengukur hasil akhir primer dan sekunder yang diharapkan •.1 M bufer fosfat. Pengukuran biokimia dengan mengambil darah dari jantung  aktivitas enzim (ALT. AST. . Pemeriksaan histopatologi spesimen diambil dari sediaan hepar sebesar 1-2 mm  4% glutaraldehyde dalam 0.1 M bufer fosfat.  1% osmium tetroxide dalam bufer fosfat  0.

. Metode untuk menjamin kualitas hasil • Disetujui komite etik Universitas Trakya. Turki • Dilakukan di lab berbeda  berpengalaman Biochemical assay dan Histopathological procedures (halaman 440-441).2.

Edirne. Turkey. (n=10 ekor) “Thirty Wistar albino male rats (3months old.Besar sampel Jumlah subjek penelitian adalah 30 ekor tikus putih jantan galur winstar yang terbagi menjadi tiga kelompok. weighing 235± 35 g) were obtained from the Department of Experimental Animals of Trakya University.” Animals and treatments (halaman 440). .

” Statistical analysis (halaman 441). .Metode Statistik • ANOVA satu arah yang dilanjutkan dengan tes Benferroni. “Normally distributed data were tested using an ANOVA test and then pair-wise comparisons were conducted using Bonferroni’s test.

Hasil .

Animals and treatments (halaman 440). Didefinisikan lama penelitian dan follow up Hanya dijelaskan perlakuan dilakukan selama 10 hari tidak dijelaskan masalah follow up. .Perjalanan percobaan 1.

Result (halaman 441-442) . Hasil primer dan sekunder dan kesimpulan hasil pada setiap kelompok • Tidak terdapat perbedaan perubahan berat badan antar kelompok.Hasil dan estimasi 1. • Enzim AST menurun secara signifikan pada 30 mg/kg/hari. Penurunan glukosa tidak signifikan antar kelompok. ALT tidak ada perubahan signifikan antar kelompok. Penurunan glikogen signifikan pada kelompok 30 mg/kg/hari  gangguan ultrastruktur • Pemeriksaan histopatologi: kontrol sel hepar normal. Sedangkan pada 10 dan 30 mg/kg/hari terlihat perubahan pada sel hepar. Perubahan semakin nyata dengan kenaikan dosis. LDH dan ALP menurun pada kedua kelompok perlakuan.

Interpretasi • P erubahan marker biokimia dan histopatologi  perubahan ultrastruktural sel hepar tikus karena metileugenol dosis 10 dan 30 mg/kg/hari. Discussion (halaman 442-444). • Hasil dibandingkan dengan hasil penelitian lain dan dianalisis mengapa hasilnya berbeda  dosis yang digunakan terlalu kecil dan waktu pengamatan yang kurang lama. .

Materials and methods (halaman 440-441) .Generalisasi 1. dan hasil yang didapat (analisis data tepat dengan ANOVA). metode perlakuan (randomisasi dan lokasi penelitian). Validitas eksterna dari penelitian • Terdapat  pemilihan sampel baik (tikus putih jantan galur winstar sebanyak 30 ekor dengan kriteria inklusi yang sesuai).

Interpretasi hasil secara general terhadap bukti terbaru “In a study by Abdo et sil al.. kidney.” “In a previous study by the present authors. (2002). 2009)” Discussion (halaman 442-444).. we also observed some degeneration in the liver.Bukti keseluruhan 1.and small intestine of rats at doses of 10 and 30 mg/kg/day using a light microscope (Kaboglu et al. . an increase in the ALT serum and a decrease in ALP activity were observed.

Kesimpulan Laporan penelitian ini dapat digunakan sebagai referensi .