You are on page 1of 35

BAB I PENDAHULUAN Mouth ulcers termasuk lesi, luka, laserasi, lecet, atau luka terbuka di mukosa bibir mulut

, atau lidah. Mouth Ulcers mungkin juga disebut stomatitis dan merupakan gejala dari berbagai kelainan baik ringan sampai serius, gangguan penyakit. mouth ulcers dapat terjadi akibat dari kekurangan vitamin, infeksi, peradangan, trauma, keganasan dan penyakit lainnya dan proses abnormal.1 Mouth ulcers dapat terjadi dalam kelompok usia atau populasi. mouth ulcers bisa akibat dari kondisi gangguan ringan, seperti cancer sore atau terlalu agresif menyikat gigi. mouth ulcers juga dapat akibat dari gangguan, kondisi sedang atau penyakit, seperti radang gusi atau cold sore. mouth ulcers juga dapat terjadi karena beberapa, gangguan penyakit dan kondisi yang dapat serius, bahkan mengancam jiwa. Ini termasuk kanker mulut dan leukoplakia. 1 Tergantung pada penyebabnya,mouth ulcers bisa jangka pendek dan menghilang dengan cepat, seperti ketika mouth ulcers terjadi karena gigi palsu yang tidak pas yang diganti dengan gigi palsu benar pas. mouth ulcers juga bisa terjadi kronis atau jangka panjang, seperti mouth ulcers yang terjadi dengan kanker mulut atau penyakit periodontal yang tidak diobati. mouth ulcers bisa menjadi hasil dari berbagai kondisi lain, termasuk trauma pada gigi mulut, atau gusi, dan sebagai efek samping dari obat tertentu, seperti kemoterapi. 1 Mouth ulcers sering terjadi dalam hubungannya dengan gejala lain, yang bervariasi tergantung pada gangguan, penyakit yang mendasari atau kondisi. Gejala umum lainnya termasuk nyeri mulut, bau mulut, rahang bengkak, gigi fraktur, perdarahan gusi, patch tidak biasa atau ruam di mulut atau di bibir atau lidah. 1 Mendiagnosis mouth ulcers dan penyebabnya dimulai dengan anamnesis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien dan keluarganya, termasuk gejala, dan melakukan pemeriksaan fisik. Dalam hal ini termasuk pemeriksaan rongga mulut
1

dan X-rays oral. Pemeriksaan gigi secara utuh, dilakukan oleh seorang dokter gigi dan / atau periodontist (spesialis penyakit periodontal) dapat direkomendasikan jika penyebabnya diyakini akibat penyakit periodontal. 1 Mendiagnosis penyebab umum mouth ulcers, seperti oral thrush, cold sores dan canker sores, sering dapat diketahui dari gejala dan gambaran klinis mouth ulcers. Membuat diagnosis mouth ulcers juga mungkin termasuk melakukan berbagai tes untuk membantu mendiagnosa penyakit yang mendasari potensi, kondisi atau gangguan, seperti kanker mulut dan leukoplakia. Pengujian dapat mencakup biopsi dari mouth ulcers. 1 Pada makalah ini, akan membahas mengenai mouth ulcer karena banyak bentuk, penyebab dan penampilan klinis mauth ulcer sehingga menambah ilmu pengetahuan kita dalam mendiagnosis dan memberikan terapi kelainan mouth ulcer.

2

BAB II TINJAUAN PUSTAKA

A.

Stomatitis Aftosa Rekuren
1. Definisi Stomatitis Afthous berulang (RAS) adalah ulkus bulat atau oval pada mukosa mulut, yang terjadi berulang. RAS merupakan salah satu inflamasi mukosa oral yang paling menyakitkan saat makan , menelan, berbicara. 2,8, 15 2. Etiologi Etiologi dari SAR belum diketahui, tetapi beberapa faktor memegang peranan penting dalam timbulnya penyakit tersebut. Faktorfaktor tersebut antara lain herediter, bakteri, gangguan endokrin, psikis, trauma, alergi dan juga ditemukan ada hubungan dengan kekurangan vitamin B12, Asam folat dan zat besi.2,8, 15 1. Herediter Ship melaporkan bahwa 90% dari penderita SAR, kedua orang tuanya juga menderita SAR 60% dari penderita SAR salah satu orang tuanya menderita SAR dan hanya 20% dari penderita SAR yang kedua orang tuanya tidak menderita SAR. 2 2. Bakteri Donatsky dan Dablesteen melaporkan adanya kenaikan titer antibodi terhadap streptokokus sanguis 2A pada pasien SR dibandingkan dengan kontrol. 2,14

3.

Gangguan Imunologi
3

mudah cemas. 2. Penurunan rasio tersbut disebabkan karena kenaikan CD8+ dan penurunan CD4+. 2 6. Gangguan Psikis Beberapa pasien mengatakan bahwa lesi bertambah buruk selama adanya stres atau kecemasan. Trauma 4 . Penderita SAR kebanyakan mempunyai kepribadian yang kaku. tidak fleksibel.Telah ditemukan penurunan T helper terhadap T supresor/citotoxic (CD4+/CD8+) pada pasien SAR. pada waktu pasien menopause jarang dijumpai SAR. Bila suatu penyakit mempunyai hubungan dengan antigen HLA maka respon imun memegang peranan penting pada patogenitas penyakit tersebut. 2 5.15 4. pada waktu menstruasi terjadi penurunan kadar estrogen dalam darah. hal ini menyebabkan keratinisasi mukosa mulut berkurang. Gangguan Hormonal Pada beberapa pasien SAR timbulnya lesi berhubungan dengan periode Menstruasi. Peneliti lain melaporkan insiden SAR pada mahasiswa kedokteran gigi yaitu lesi awal dari SAR pada mahasiswa kedokteran gigi yaitu lesi awal dari SAR dapat terjadi selama periode kuliah. Meningkatnya perlekatan netrofil pada jaringan akan memperpanjang lamanya ulserasi. SAR juga akan membaik atau berkurang. 2. sehingga mudah terbentuk ulserasi.14 Terdapat kenaikan HLA-A2/ B12 dan HLA –B5 antigen tersebut mungkin berfungsi sebagai reseptor untuk patogenitas. Umumnya timbul pada fase luteal antara fase ovulasi dan menstruasi. Pada pasien dengan infeksi virus terutama virus laten seperti herpes simpleks CD4+/CD8+ mengalami kenaikan. stres merupakan faktor yang memperberat keadaan SAR dari pada sebagi faktor penyebab.

tetapi tidak ada vesikel yang sudah pecah. Selama periode pendahuluan ini akan terbentuk suatu daerah kemerahan setempat. makanan. Biasanya terbatas pada mukosa mulut dan dimulai dengan gejala prodromal rasa terbakar mulai dari 2 sampai 48 jam sebelum munculnya ulcer. simetris dan dangkal ( mirip dengan ulser oleh virus) . Mukosa bukal dan labial paling sering terkena. 7. Pada beberapa pasien SAR ditemukan adanya kenaikan serum Ig E yang diikuti dengan adanya riwayat SAR dalam keluarga. sikat gigi. Manifestasi Klinis Episode pertama dari SAR paling sering dimulai pada dekade kedua dari kehidupan seseorang. mengalami ulserasi dan secara berangsur-angsur membesar dalam waktu 48 sampai 72 jam berikutnya. Lesi ini agak jarang ditemukan pada palatum atau gingiva yang berkeratinisasi tebal. gigi tiruan atau tambalan yang tajam dapat menyebabkan timbulnya SAR. jarum injeksi. Pada pasien SAR yang menderita alergi terhadap makanan atau obat-obatan maka jenis makanan atau obat-obatan yang merupakan alergen dapat menjadi pencetus timbulnya SAR. Masing-masing lesinya berbentuk bulat. hay fever atau alergi terhadap makanan dan obat-obatan. 2 5 .Berbagai trauma seperti tergigit. dalam waktu beberapa jam sebuah papula putih yang kecil akan terbentuk. perawatan gigi. 2 3. Alergi Riwayat penyakit alergi seperti asma.

konjungtiva. atau rektum. bulat dan terbatas pada mukosa mulut serta sembuh spontan dengan tidak disertai oleh tanda ataupun gejala-gejala lainnya. Riwayat dan pemeriksaannya haruslah tidak meliputi lesi-lesi di kulit. Apthae Mayor. Diagnosa Diagnosa dari SAR baik dalam bentuk minor maupun mayor pada dasarnya adalah khas.Gambar 1. genetalia. Yang khas disini adalah pasien dengan rekuren ulser yang simetris. Karakteristik gambaran klinis stomatitis apthous berulang. Ulkus herpetiform) RAS memiliki 3 bentuk klinis : 2 Karakteristik Tipe gambaran Apthae minor Apthae mayor Ukuran (mm) Lamanya (hari) Pembentukan skar Presentase dari semua Apthae 5-10 10-14 tidak 75-85 >10 >2minggu ya 10-15 Ulkus herpetiform <5 10-14 tidak 5-10 Tabel 1. Stomatitis Aftosa Rekuren (Apthae minor. Test-test laboratorium harus dilakukan untuk 6 . 4.

Kambuh adalah fitur yang membantu untuk membedakan stomatitis aphthous dari infeksi herpes intraoral. SAR merupakan pola yang sering terjadi dan mengganggu kenyamanan pada saat bersamaan melemahkan si pasien.mengesampingkan kemungkinan adanya kelainan darah. colchicine. dapsone dan thalidomide dianjurkan untuk ulserasi . benzydamine hidrochloride dan carbenoxolone disodium. Imunomodulator Penggunaan yang sangat serius 7. 4. Kortikosteroid topikal Diantara kortikosteroid Topikal yang dipakai adalah hidrokortison hemisuksinat. triamcinolone acetonide. Rekuren intraoral dari infeksi virus herpes jarang terjadi. SAR dapat terjadi sebagai suatu ulser tunggal yang sekali-sekali atau juga bermanifestasi sebagai suatu lesi ulser berat yang terus meneris tanpa henti. Penelitian baru-bari ini menyataan topical cyclosporine cukup efektif untuk pengobatan SAR. fluocinonide. Diagnosis banding stomatitis aphthous harus dibedakan dari stomatitis herpes. 2 6. Obat Kumur Klorheksidin 3. Antimikroba Yang biasa dipakai tetrasiklin secara topikal 5. Pengobatan Pengobatan yang dianjurkan antara lain: 2 1. 2 5. Vitamin Mengkombinasikan antara vitamin B1 (Tiamin) dan vitamin B6 ( phyridoxine) 2. gammaglobulin. levamisole. Prognosis 7 glukonat. bethamethasone sodium phosphate. betamethasone valerate dan sebagainya. faktor transfer.

Penyakit ini biasanya di terapi dalam 1 minggu sampai 10 hari. misalnya demam. anoreksia dan dapat ditemukan pembengkakan kelenjar getah bening regional. selanjutnya menempatkan diri dan mengadakan reproduksi di dalam kulit. malaise. Kemudian virus menuju ke kelenjar limfe regional dan megnadakan invasi kedalam darah. selaput lendir atau visera. 3 Selama infeksi ini. Dan penyakit ini ada kecenderungan untuk terjadi kekambuhan. Herpes Simpleks a. untuk selanjutnya menempatkan diri dan mengadakan reproduksi didalam kulit . Sekali masuk. mengikuti serabut saraf tepi. Pengertian Herpes Simpleks adalah infeksi akut pada kulit atau selaput lendir yang disebabkan pleh Virus Herpes Simpleks tipe I atau tipe II yang ditandai dengan adanya vesikel yang berkelompok diatas kulit yang sembab dan eritematosa pada daerah dekat mukokutan. 3 Infeksi primer berlangsung lebih lama dan lebih berat. Kelainan klinis yang dijumpai berupa vesikel yang berkelompok diatas kulit yang sembab dan eritematosa. 2 B. Multiplikasi awal virus terjadi pada tempat masuk virus . kirakira 3 minggu dan sering disertai gejala sistemik. virus akan menetap seumur hidup di susunan saraf tepi kulit. Patogenesis 1) Infeksi Primer Infeksi primer terjadi pada pasien yang belum pernah kontak sebelumnya atau merupakan pengalaman pertama rentan dengan Virus herpes Simpleks dan tidak mempunyai imunitas. virus menuju ganglion dorsalis. dapat menjadi krusta dan kadang-kadang mengalami 8 . berisi cairan jernih dan kemudian menjadi seropurulen. 3 b.

ulserasi yang dangkal. Ini terjadi karena Virus Herpes Simpleks pada ganglion dorsalis yang dalam keadaan tidak aktif turun melalui serabut saraf perifer. biasanya sembuh tanpa sikatriks. 3 2) Fase Laten Pada fase ini penderita tidak mempunyai gejala klinis. Pada perabaan tidak terdapat indurasi. Infeksi sekunder dapat juga disertai oleh gejala sistemik seperti demam . sinar matahari (sinar ultra 9 . sakit kepala. dan disebabkan oleh reaktivasi virus yang tidak terbasmi saat infeksi primer maka virus tetap hidup di ganglion dorsalis. 3 3) Infeksi Rekuren Infeksi ini terjadi pada penderita yang sebelumnya pernah berkontak. kambing). mekanisme pacu menjadi aktif dan mencapai kulit sehingga menimbulkan gejala klinis. menstruasi) . tetapi Virus Herpes Simpleks dapat ditemukan dalam keadaan tidak aktif pada ganglion dorsalis. makanan yang merangsang (pedas. infeksi. 3 Mekanisme pacu (trigger factor ) yang dapat menimbulkan reaktivasi antara lain trauma fisik (demam. kurang tidur) . 3 Pada tingkat infeksi primer kadang-kadang dapat timbul infeksi sekunder oleh kuman-kuman lain dan ini terjadi karena penderita mengabaikan penyakitnya. berbau. badan lemas dan muntah-muntah dan ini dapat memberi gambaran infeksi primer yang sebenarnya menjadi tidak jelas. Akibatnya gambaran klinis tingkat tingkat infeksi primer berubah menjadi luka yang kotor. dan disertai pembesaran kelenjar getah bening regional. daging. trauma psikis ( gangguan emosional. 3 Virus yang berada di ganglion dorsalis tersebut tidak dapat dideteksi karena virus bersifat inaktif sampai timbul reaktivasi yang disebut infeksi rekuren.

2. Virus Herpes Simpleks didalam ganglion radiks dorsalis dilepaskan dari kondisi laten. Sering ditemukan gejala prodromal lokal sebelum timbul vesikel berupa rasa panas. 3 Gejala klinis yang timbul lebih ringan dari pada infeksi primer dan berlangsung kira-kira 7 sampai 10 hari.violet). Gingivostomatitis herpetika Primer. dan nyeri. 3 Virus herpes Simpleks tipe I memiliki tempat predileksi di daerah pinggang ke atas terutama didaerah wajah. migrasi akson dan dilimpahkan dari ujung syaraf dekat epitel. 10 . c. Defisiensi selektif imunitas seluler sehingga terjadi proliverasi virus yang menyebabkan lesi lokal. rongga mulut . 3 Manifestasi klinis dari Virus herpes Simpleks tipe 1 terdiri dari : 1. Infeksi rekuren dapat timbul pada tempat yang sama ( loco) atau tempat yang lain / tempat sekitarnya ( non loco) 3 Menurut Roitt dan Lehner tahun 1983 . hidung dan jari tangan. bibir. merupakan bentuk manifestasi klinis berat dalam beberapa keadaan walaupun dapat juga bersifat sementara pada anak-anak di rongga mulut dari infeksi primer. sehingga terjadi replikasi virus. misalnya fraktur orofasial atau prosedur operasi lain. gatal. Virus herpes Simpleks tipe II memiliki tempat predileksi pada tubuh didaerah pinggang ke bawah. Manifestasi Dan gejala Klinis Di rongga Mulut Virus herpes Simpleks memiliki manifestasi klinis di rongga mulut dari masing –masing tipe dan yang paling banyak menimbulkan manifestasi di rongga mulut adalah Virus Herpes Simpleks tipe I. rekurensi infeksi Virus Herpes Simpleks dapat terjadi melalui dua stadium : 3 1. trauma mekanik.

hal ini disebabkan karena ibunya mempunyai antibodi terhadap virus ini yang di transfer melalui plasenta. sekitar tonsil dan lipatan mukosa bukal. demam akan turn pada waktu lesi di mulut muncul. Gingivostomatitis Herpetika Primer dapat terjadi pada anak-anak dibawah usia 10 tahun. anorexia. sakit kepala. Herpes intraoral rekuren Bentuk dari nomor dua dan tiga merupakan manifestasi klinis dari infeksi rekuren. palatum. arthralgia. dan muntah-muntah yang disertai rasa tidak nyaman di mulut sehingga pada anak-anak dapat mengganggu makan dan minum. disphagia. gusi. Herpes Simpleks kambuhan (herpes Labialis rekuren) 3. Hal ini dapat mengakibatkan bau nafas yang busuk dan penurunan nafsu makan. lidah. Gingivostomatitis herpetika Primer Insiden terkenanya infeksi primer Virus Herpes Simpleks tipe I rendah sampai anak berumur 12 bulan tetapi mengalami peningkatan dari umur 2-4 tahun. Ulkus terdiri dari satu atau penggabungan dari lesi-lesi yang berdampingan dan akan membentuk ulkus yang besar dengan diameter beberapa milimeter sampai 1 cm. bibir . Keluhan utama dari penderita Gingivostomatitis Herpetika primer adalah sakit yang disebabkan oleh ulkus . mukosa bibir. 3 1.2. dan pada pasien imunokompromise. Gejala prodromal (awal ) berupa demam 39-40 0. Ulkus akan terbentuk pada mukosa pipi. Frekuensi yang paling banyak terjadi pada usia 2-5 tahun. malaise. Akibat letak ulkus maka pasien mengalami kesulitan ketika mengunyah dan tidak 11 . tetapi dapat juga terjadi pada anak remaja. limfadenopati.

dan sangat nyeri pada saat tempat dimana vesikel akan timbul.memadai pada saat menelan. Herpes Simpleks yang timbul apda sekitar wajah ditandai dengan berupa erupsi vesikel yang menggerombol. selain itu vesikel juga bisa terjadi pada bagian bukal gingival. Herpes Labialis rekuren Herpes labialis rekuren atau cold sore atau fever blister merupakan tipe rekuren yang paling sering terjadi. gatal. diatas dasar kulit yang kemerahan. sehingga mengakibatkan dehidrasi dan asidosis. lesi yang sama akan muncul pada sekitar wajah. 2. rasa seperti terbakar . Herpes Intraoral Rekuren Herpes intra oral rekuren adalah bentuk infeksi rekuren dimana lesi-lesi yang timbul terdapat di intraoral khususnya pada mukosa yang berkeratin seperti palatum keras regio premolar dan molar merupakan tempat paling sering terkena dan hal ini berkaitan dengan keluarnya virus dari ganglia nervus palatinus. Herpes Labialis rekuren ditandaid dengan gejala prodromal selama 1-2 hari yaitu demam ringan. hperestesia.11 3. eritema dan tidak disertai dengan gejala sistemik. Lesi dapat soliter atau multiple dan paling sering timbul pada atau dekat daerah perbatasan mukokutan. 11 12 . Ulkus yang terdapat pada bibir menjadi krusta dan bila saliva mengalir dari mulut .

Penatalaksanaan Herpes Simpleks 1) Perawatan 311 Perawatan Herpes Simpleks terdiri dari perawatan sistemik yang mencakup antivirus dan antibiotik. Panciclovir kream1 % mulai diberikan pada saat gejala awal timbul. Docosanol kream 10 % 3 Untuk mengeringkan luka baik pada Gingivostomatitis Herpetika Primer dan herpes Simpleks Rekuren dapat diberikan zat pengering antiseptik seperti povidoniodine. Meningkatkan daya tahan tubuh dengan pemberian vitamin 13 .Gambar 2. 2) Perawatan Sistemik11 Obat Antivirus untuk Gingivostomatitis herpetika Primer adalah acyclovir 200 mg. Pemberian aspirin atau asetaminofen dalam dosis yang adekuat pada serangan primer untuk mengatasi demam dan mengurangi rasa sakit 2. Pemberian cairan untuk mempertahankan keseimbangan cairan dan elektrolit dalam tubuh agar tidak terjadi dehidrasi dan asidosis yaitu dengan pemberian infus ringer laktat 3. 3 4) Perawatan Suportif Perawatan herpes simpleks pada anak-anak maupun orang dewasa dapat bersifat suportif seperti : 3 1. sedangkan untuk Herpes Simpleks rekuren adalah famcyclovir dan valacyclovir 3 3) Perawatan Topikal Untuk pasien Herpes Simpleks Rekuren (herpes Labialis ) beberapa obat topikal yang digunakan adalah topikal acyclovir kream 5 %. topikal dan suportif. Herpes Simpleks d.

Dan mungkin melibatkan beberapa enzim lain seperti fosfolipase. 4 Bahan-bahan polimerik ekstra selular ( mannoprotein) yang menutupi permukaan candida albikans merupakan komponen penting untuk perlekatan pada mukosa mulut. akan di hasilkan pada pH 3. elektrolit dan meningkatkan daya tahan tubuh 5.4. Perlekatan jamur pada mukosa mulut mengakibatkan proliferasi. pengunyahan dan penghancuran oleh asam lambung berjalan normal. Laktoferin . kolonisasi tanpa atau dengan gejala infeksi.0/ 3. Kandidiasis Rongga Mulut a.5 – pH 6. musin dan keratin juga sitotoksis terhadap sel host.0. Etiologi dan pathogenesis Terjadinya kandidiasis pada rongga mulut diawali dengan adanya kemampuan candida untuk melekat pada mukosa mulut. Kandida albikans menghasilkan proteinase yang dapat mendegradasi protein saliva termasuk sekretoris Imunoglobulin A. Pengertian Kandidiasis adalah suatu penyakit infeksi pada kulit dan mukosa yang disebabkan oleh jamur kandida. Batas-batas hidrolisis dapat terjadi pada pH 3. 4. Bayi dan anak-anak yang tidak mau makan dan minum karena mengalami rasa sakit pada mulut harus mendapat perhatian dan dirujuk ke dokter spesialis anak untuk memelihara keseimbangan cairan. 4 14 . Istirahat C.5.11 b. Enzi mini menghancurkan membrane sel selanjutnya akan terjadi invasi jamur tersebut pada jaringan host. hal ini yang menyebabkan awal terjadinya infeksi.0. Hifa mampu meluas pada permukaan sel host.6. Sel ragi atau jamur tidak melekat apabila mekanisme pembersihan oleh saliva.

c. Sedangkan angulus cheilitis disebut juga perleche. 4 e. sputum. Juga dapat digunakan darah. Thrush mempunyai ciri khas dimana gambarannya berupa plak putih kekuning –kuningan pada permukaaan mukosa rongga mulut. selain dari anamnesis dan pemeriksaan fisik. Kandidiasis rongga mulut dan Thrush d. mempunyai gambaran klinis berupa lesi agak kemerahan karena terjadi inflamasi pada sudut mulut ( commissure)atau kulit sekitar mulut terlihat pecah-pecah atau berfissure. dapat dihilangkan dengan cara di kerok dan akan meninggalkan jaringan yang berwarna merah atau dapat terjadi perdarahan. Gambaran klinis11 Secara klinis kandidiasis dapat menimbulkan lesi-lesi putih atau area eritema difus. Bahan pemeriksaan dapat diambil dengan beberapa cara yaitu usapan (swab) atau kerokan (scraping) lesi pada mukosa atau kulit. Diagnosis Untuk mendiagnosis kandidiasis rongga mulut . Pemeriksaan mikroskopis dengan sediaan apusan pewarnaan gram untuk mencari pseudo hifa dan sel-sel bertunas. 4 Gambar 3. juga dilakukan pemeriksaan mikroskopis. Penderita kandidiasis akan merasakan gejala seperti rasa terbakar dan perubahan rasa kecap. Pengobatan11 15 .

Topikal4 1. salap. Terapi 16 .1. 2.Larutan ungu gentian ½-1 % untuk selaput lendir.Amfoterisin B 4.Tablet nistatin untuk menghilangkan infeksi fokal dalam saluran cerna Pemberian nistatin melalui mulut tidak diabsorpsi. mempertahankan daerahdaerah tersebut tetap sejuk. 11 3. yaitu menghindari basah. merupakan usaha pengobatan efektif yang telah diterima untuk sebagian besar bentuk kandidiasis yang mengenai organ dalam. terutama pada kandidiasis mukokutan. 1-2 % untuk kulit. krim .Antimikotik lain yang berspektrum luas 3. bufonazol.Klotrimazol 1% berupa bedak.Tiokonazol.Grup azol antara lain : -Mikonazol 2% berupa krim atau bedak . berbedak dan kering dan penghentian pemakaian antibiotika. Amfoterisin B diberikan intravena untuk kandidosis sistemik Amfoterisin B yang disuntikkan secara intravena. Lesi-lesi lokal paling baik diobati dengan menghilangkan penyebabnya. 4 2. dioleskan sehari 2 kali selama 3 hari 2. berupa krim. Ketokonazol bersifat fungistatik Ketokonazol menimbulkan respons terapeutik yang jelas pada beberapa penderita infeksi Candida sistemik. Menghindari atau menghilangkan faktor predisposisi. tetap dalam usus dan tidak mempunyai efek pada infeksi Candida sistemik. emulsi 3. Amfoterisin B diberikan dalam kombinasi dengan flusitosin melalui mulut untuk menambah efek pengobatan pada kandidiasis diseminata.Nistatin. larutan dan krim .Siklopiroksolamin 1% larutan. isokonazol . Sistemik : 4 1.

Pengertian 17 .ketokonazol adalah obat pilihan untuk pengendalian jangka panjang untuk kandidiasis mukokutan kronik. 12 4. Infeksi Candida tidak menular. Bila organisme nya dipastikan Candida albicans. echinocandin digunakan jika belum diketahui spesies jamurnya.12 Dapat diberikan dengan dosis 200 mg per hari selama 10 hari – 2 minggu pada pagi hari setelah makan.Kandidosis vaginalis dapat diberikan klotrimazol 500 mg per vaginam dosis tunggal. Ketokonazol merupakan kontraindikasi untuk penderita kelainan hepar. Profilaksis efektif pada pasien dengan risiko tinggi. Profilaksis4 Tindakan pencegahan yang paling penting adalah menghindari gangguan keseimbangan pada flora normal dan gangguan daya tahan inang.Anti jamur spektrum luas adalah polyene. Leukoplakia a. Meskipun flukonazol mengurangi insiden candidiasis invasif. karena sebagian besar individu dalam keadaan normal sudah mengandung organisme tersebut. harus dimulai terapi dengan fluconazol. dampak positif pada angka kematian tidak terlihat kecuali pada individu imunocompromised misal pasien netropenia. terapi perawatan dengan ketokenazol mungkin diperlukan. 12 Pada vulvovaginitis Candida. 4. sistemik dapat diberikan ketokonazol 2x200 mg selama 5 hari atau dengan itrakonazol 2x200 mg dosis tunggal atau dengan flukonazol 150 mg dosis tunggal. transplantasi organ D. Anti jamur grup azol menghambat pembentukan ergosterol dengan mem blok aksi 14alpha-demethylase.

Kemikal atau termal. iritasi dari gigi yang malposisi. 12 Menurut beberapa klinikus. Defisiensi nutrisi (defisiensi vitamin A) b. c. predisposisi leukoplakia terdiri dari beberapa faktor yang multipel : faktor lokal. trauma dapat berupa gigitan pada tepi atau akar gigi yagn tajam. Faktor fokal lain penyebab leukoplakia adalah infeksi bakteri.5. Penggunaan bahan-bahan kaustik kemungkinan akan menyebabkan terjadinya leukoplakia dan perubahan keganasan. iritan mekanis lokal dan berbagai iritan kimia akan menimbulkan hiperkeratosis dengan atau tanpa disertai perubahan displastik. Penyakit sistemik ( sifilis tertier. anemia sidrofenik dan xerostomia) b. b. 2. serum anti limfosit spesifik ) 12 c. faktor sistemik dan malnutrisi vitamin. Trauma.Leukoplakia adalah lesi puth ketatosis sebagai bercak atau plak pada mukosa mulut yang tidak dapat diangkat dari dasar mulut dengan cara usapan atau kikisan dan secara klinis maupun histopatologi berbeda dengan penyakit lain di dalam mulut. Faktor sistemik a. pipi maupun lidah sehingga menyebabkan iritasi kronis pada mukosa mulut. antara lain adalah tembakau dan alkohol. 5 1. penyakit periodontal serta higiene mulut yang jelek. serta adanya kebiasaan jelek. seperti menggigit –gigit jaringan mulut. Faktor lokal Faktor lokal biasanya berhubungan dengan segala macam bentuk iritasi kronis antara lain: 12 a. Gambaran klinis5 18 . Bahan-bahan kaustik tersebut . pemakaian protesa yang kurang baik. Bahan-bahan yang diberikan secara sistemik ( alkohol. obat- obat anti metabolit.

mukosa lipatan bukal. 13 Perubahan epitel pada gambaran histopatologis leukoplakia. Leukoplakia nodular c.13 Berdasarkan gambaran klinis nya leukoplakia terdiri dari : 1. Pada tahap praleukoplakia mulai terbentuk warna plak berwarna abu abu tipis. Klasifikasi Leukoplakia5. Non-homogenous atau heterogenous leukoplakias a. Perubahan patologis mukosa mulut menjadi leukoplakia terdiri dari dua tahap yaitu tahap praleukoplakia dan tahap leukoplakia. permukaannya halus dengan konsistensi lunak dan datar. 12 Gambar 4. yaitu : 19 . Leukoplakia c. Eritroleukoplakia b. daerah dasar mulut. Homogeneous Leukoplakias ( leukoplakia simpleks) 2. berfisura dan permukaan kasar sehingga mudah membedakannya dengan mukosa di sekitarnya. gingiva. dibedakan menjadi empat. Leukoplakia verukosa d. Gambaran histopatologis5. bibir. serta mandibular alveolar ridge dan kadang-kadang lidah. bening dan tranlusen. palatum lunak dan keras.Lesi leukoplakia sering ditemukan pada daerah alveolar. Tahap leukoplakia ditandai dengan pelebaran lesi kearah lateral dan membentuk keratin yang tebal sehingga warna menjadi lebih putih.

Perubahan dysplasia sel merupakan tanda pra ganas. Diferential Diagnosis5. berupa plak putih tipis yang dapat berubuah menjadi tebal dan opak kemudian menjadi lesi putih dengan bentuk nodular atau lesi putih dengan campuran warna merah. Dari jenis kelamin. Leukoplakia hampir selalu ditemukan pada pria. b. kecuali populasi yang wanitanya banyak mengkonsumsi tembakau. Dari riwayat penyakit Kebiasaan merokok sangat erat kaitannya dengan leukoplakia. penebalan ini lah yang disebut hiperparakeratosis13 3. Diskeratosis atau dysplasia Suatu perubahan sel dewasa kearah kemunduran. 13 e. Pada hairy leukoplakia gambaran klinis tampak 20 . penebalan.1. Akantosis Suatu penebalan dan perubahan yang abnormal dari lapisan spinosum pada suatu tempat tertentu yang kemudian berlanjut disertai pemanjangan. Mempunyai penyakit yang berhubungan dengan terjadinya leukoplakia seperti sifilis tertier dan lain-lain. Hiperkeratosis Terjadi peningkatan yang abnormal dari lapisan ortokeratin atau stratum korneum 2. 13 1. Hairy Leukoplakia a. penumpukan dan panggabungan dari retepeg. Hiperparakeratosis atau hiperortokeratosis Timbul para keratosis di daerah yang biasanya tidak terdapat penebalan lapisan parakeratin . 80%penderita leukoplakia adalah perokok. Pemeriksaan fisik Leukoplakia memiliki gambaran bervariasi dalam bentuk homogeneus. 13 4.

tidak teratur.14. Penatalaksanaan5.unik.15 21 . berwarna putih keabuan dengan penebalan keratin seperti rambut pada tepi lateral lidah.15 g. fungsi vitamin C menyangkut berbagai aspek metabolisme. karena diperkirakan akan berubah menjadi suatu keganasan. 5. Tetapi. Karena. terutama bila pada pasien tersebut ditemukan adanya faktor malnutrisi vitamin. Perawatan yang lebih spesifik sangat tergantung pada hasil pemeriksaan histopatologi. f. Penatalaksanaan lain yang dapat dilakukan adalah dengan melakukan eksisi secara “chirurgis” atau pembedahan terhadap lesi yang mempunyai ukuran kecil atau agak besar. Prognosis Apabila permukaan jaringan yang terkena lesi leukoplakia secara klinis menunjukkan hiperkeratosis ringan maka prognosisnya baik. memperbaiki maloklusi. dan memperbaiki gigi tiruan yang letaknya kurang baik. Bila lesi telah mengenai dasar mulut dan meluas. bila telah menunjukkan proses diskeratosis atau ditemukan adanya sel-sel atipia maka prognosisnya kurang menggembirakan.14 Dalam penatalaksanaan leukoplakia yang terpenting adalah mengeliminir faktor predisposisi yang meliputi penggunaan tembakau (rokok). maka pada daerah yang terkena perlu dilakukan “stripping”. Peranan vitamin C dalam nutrisi erat kaitannya dengan pembentukan substansi semen intersellular yang penting untuk membangun jaringan penyangga. 5. sehingga mempercepat waktu penyembuhan.15 Pemberian vitamin B kompleks dan vitamin C dapat dilakukan sebagai tindakan penunjang umum. memperbaiki higiene mulut. antara lain sebagai elektron transport. Pemberian vitamin C dalam hubungannya dengan lesi yang sering ditemukan dalam rongga mulut adalah untuk perawatan suportif melalui regenerasi jaringan. alkohol.

Selain stress terdapat adanya keterlibatan obat-obatan yang berperan terjadinya stomatitis. garis putih adalah khas. pola berenda hilang dan lesi muncul sebagai lesi putih solid.15 c.14 22 . pola retikuler terlihat tetapi terdapat area ulserasi . 6. 6 b.pola berenda. Jarang terbentuk adanya vesikel. seperti golongan diuretic thiazid 6. Laporan terakhir ada keterlibatan dari stres. Gambaran klinis Lesi Mukosa penyakit ini muncul dalam tiga bentuk: retikuler. Oral lesi dapat terjadi di permukaan apapun tetapi mukosa bukal adalah tempat yang paling sering. Awal lesi kulit muncul sebagai merah. tetapi diduga terjadi akibat reaksi hipersensitivitas .Ini adalah bentuk paling umum lichen planus. Pada tipe plak. Pada tipe retikuler .E. Pada jenis erosi. Etiologi Penyebabnyapastinya belum diketahui. Oral lichen planus a. Pengertian Lichen planus adalah suatu kondisi dermatologi jinak yang sering terjadi di dalam mulut. kadang-kadang tidak ada keterlibatan kulit dengan jelas. erosi dan plak. Seringkali lesi mulut akan terjadi sebelum keterlibatan kulit. Kulit lebih sering terkena daripada mukosa. area gatal makulopapular dengan ukuran diameter dalam beberapa milimeter.

Jika gejala yang ringan. pemphigoid selaput lendir jinak. Oral Lichen Planus d. leukoplakia (keratosis). kandidosis dan erupsi obat f. 6 eritematosus. 6. mungkin tidak perlu pengobatan. 6 Obat obatan yang dapat digunakan : 6 1) Antihistamin 2) obat imunosupresan.15 e. Diagnose banding Lupus lichenoid. untuk menyingkirkan kemungkinan penyebab lain dan pemeriksaan fisik yang terlihat pada lesi di rongga mulut sesuai dengan tipe atau bentuk lichen planus nya. seperti siklosporin (pada kasus berat) 23 . Terapi tujuan pengobatan adalah untuk mengurangi gejala dan mempercepat penyembuhan dari lesi kulit.Gambar 5. Diagnosis Diagnosis ditegakan berdasarkan anamnesis . erythroplasia.

tetapi lesi harus diamati dengan cermat untuk tanda-tanda kanker 7) Dressing . Gingivostomatitis a.7 b. 5) topikal krim asam retinoat (bentuk vitamin A) dan salep atau krim lainnya . 8) terapi sinar ultraviolet dapat membantu dalam beberapa kasus. yang juga menyebabkan cold sores. Ini dapat terjadi setelah infeksi dengan virus herpes simpleks tipe 1 (HSV-1). 7 24 .3) Lidokain pencuci mulut . dapat ditempatkan di atas obat topikal untuk melindungi kulit dari menggaruk.untuk mengurangi pembengkakan dan menekan respon kekebalan tubuh. Pengertian Gingivostomatitis adalah infeksi virus atau bakteri pada mulut dan gusi yang mengarah ke pembengkakan dan luka. 9) Oral retinoid (acitretin) F.untuk mengurangi gatal dan pembengkakan dan penyembuhan bantuan 6) topikal obat penekan kekebalan tubuh. Kortikosteroid bisa disuntikkan langsung ke luka.untuk daerah mati rasa dan membuat makan lebih nyaman (untuk lesi mulut) 4) topikal kortikosteroid (seperti clobetasol) atau kortikosteroid oral (seperti prednisone) . seperti tacrolimus dan pimecroliumus . Etiologi Gingivostomatitis sering terjadi pada anak-anak.

dokter mungkin mengambil sepotong kecil jaringan dari sakit untuk memeriksa infeksi virus atau bakteri. Bisul ini mirip dengan bisul mulut yang disebabkan oleh kondisi lain. kebersihan mulut harus dijaga baik.Biasanya. Bahkan jika terjadi perdarahan menyebabkan nyeri. 7.15 e. atau nyeri otot. Diagnosis Pemeriksaan mulut menunjukkan bisul kecil. Dokter dapat mempertimbangkan kondisi lain jika ada tanda-tanda batuk. tidak ada tes khusus yang diperlukan untuk mendiagnosis gingivostomatitis. penatalaksanaan Tujuannya adalah untuk mengurangi gejala. atau perasaan sakit (malaise) 4) Luka di bagian dalam pipi atau gusi 5) mulut sakit sampai tidak ada keinginan untuk makan d. 7. Namun. kegelisahan. Dokter gigi mungkin perlu membersihkan jaringan yang terinfeksi (proses yang disebut debridement). Biopsi kadang-kadang dapat dilakukan untuk menyingkirkan jenis bisul mulut. 2) larutan kumur obat mungkin dianjurkan untuk mengurangi rasa sakit. Gambaran klinis Gejala-gejala dapat ringan atau berat dan mungkin mencakup: 7 1) Napas buruk 2) Demam 3) Umum ketidaknyamanan. demam. Ini disebut budaya.15 1) Antibiotik mungkin diperlukan. air garam (satu setengah sendok teh garam dalam satu 25 .c.

8 b. bahan kimia. cedera gigitan. Bentuk dan ukuran traumatic ulcer bervariasi. makanan keras. Etiology Penyebab yang tersering pada traumatic ulcer adalah : iritasi gigi tiruan. Traumatic Ulcers c. 8 Gambar 6. Traumatic ulcer a. sikat gigi. 3) Diet harus seimbang dan bergizi. Penatalaksanaan Penatalaksanaannya adalah untuk mengatasi penyebabnya jika telah diketahui. Prognosis 26 . Lunak. menghilangkan rasa sakit dicapai dengan anestesi topical seperti Orabase dengan Benzokain8 d.cangkir air) atau obat kumur over-the-counter seperti hidrogen peroksida atau mungkin Xylocaine menenangkan. Biasanya terjadi nyeri dan durasinya pendek. Pengertian Ulkus traumatic didefinisikan area luka pada kulit atau mukosa dimana terjadi kerusakan permukaan epitel. lembut (non-pedas) makanan dapat mengurangi ketidaknyamanan selama makan G.

Sel-sel kanker juga dapat menyebar ke bagian lain dari leher. Ulkus yang tidak sembuh dalam 2 sampai 3 minggu harus dibiopsi untuk menyingkirkan kemungkinan keganasan. Kanker mulut dapat berkembang pada setiap bagian dari rongga mulut atau orofaring. tumor baru mempunyai macam yang sama sel-sel abnormal seperti tumor primer9 b. atau pipa. dan bagian tubuh lainnya.Ulkus dapat sembuh jika penyebabnya dihilangkan atau diatasi. cairan. 8. jelas berair.15 e. rokok. Ketika menyebar kanker mulut (metastasizes). Kanker ini disebut karsinoma sel skuamosa. biasanya perjalanan melalui sistem limfatik. 8 H. Etiologi Penelitian telah menunjukkan bahwa orang dengan faktor risiko tertentu lebih besar kemungkinannya untuk terkena kanker mulut. menggunakan tembakau 27 . cerutu. Ketika ini terjadi. Pengertian Kanker mulut adalah bagian dari kelompok yang disebut kanker kepala dan kanker leher. paru-paru. kanker Rongga mulut a. Sel-sel kanker yang masuk ke sistem limfatik yang terbawa oleh getah bening. Sel-sel kanker sering muncul pertama pada kelenjar getah bening di dekatnya di leher. Hampir semua kanker mulut dimulai dalam sel flat (sel skuamosa) yang menutupi permukaan lidah. Diagnosis banding Traumatic ulcer harus dibedakan dari karsinoma skuamosa dan penyakit ulcerative mukosa seperti lichen planus. mulut. Berikut ini adalah faktor risiko untuk kanker mulut: 9 1) Tembakau: kanker mulut kebanyakan diderita konsumen tembakau. dan bibir. Sebagian besar kanker mulut dimulai di lidah dan di ldasar mulut.

Risikonya bahkan lebih tinggi bagi pengguna tembakau yang minum alkohol berat. tiga dari empat kanker mulut terjadi pada orang yang menggunakan alkohol. White patch kadang-kadang menjadi ganas. atau alkohol dan tembakau. atau merah 2) Putih patch (leukoplakia) adalah yang paling umum.kunyah dan tembakau mencelupkan semua terkait dengan kanker mulut. 9 3) Sun: Kanker bibir dapat disebabkan oleh paparan sinar matahari. 9 4) Riwayat menderita kanker kepala dan leher: Orang yang memiliki kanker kepala dan leher berada pada peningkatan risiko lain kanker kepala primer dan leher. Mengenakan topi dengan pinggiran juga dapat memblokir sinar berbahaya matahari. Gambaran klinis Gejala umum kanker mulut meliputi: 9 1) Patch di dalam mulut atau di bibir yang putih. 28 . campuran merah dan putih. Penggunaan produk tembakau lainnya (seperti bidi dan rokok kretek) juga dapat meningkatkan risiko kanker mulut. tembakau. 9 c. Bahkan. Merokok meningkatkan risiko ini. Risiko meningkat dengan jumlah alkohol yang seseorang mengkonsumsi. Menggunakan lotion atau lip balm yang memiliki tabir surya dapat mengurangi risiko. 9 2) Alkohol: Orang yang minum alkohol lebih mungkin cenderung beresiko kanker mulut daripada orang yang tidak minum. Risiko kanker meningkat bibir jika orang tersebut juga merokok. perokok berat yang menggunakan tembakau untuk waktu yang lama adalah yang paling berisiko. Risiko meningkat lebih baik jika orang minum alkohol dan menggunakan tembakau.

4) Merah patch (eritroplakia) adalah berwarna cerah. Paling sering. Pemeriksaan termasuk melihat hati-hati di langit-langit mulut. dan bagian dalam pipi dan bibir. Dokter atau dokter gigi juga memeriksa keluar lidah sehingga dapat diperiksa di 29 . Diagnosis Jika terdapat gejala yang menunjukkan kanker mulut. daerah halus yang sering menjadi ganas. d. 5) Nyeri pada bibir atau di mulut yang tidak akan sembuh 6) Pendarahan di mulut 7) Loose gigi 8) Kesulitan atau nyeri saat menelan 9) Kesulitan memakai gigi palsu 10) Sebuah benjolan di leher 11) Sebuah sakit telinga Siapa pun dengan gejala ini sebaiknya menemui dokter atau dokter gigi sehingga masalah dapat didiagnosis dan dirawat sedini mungkin. Infeksi atau masalah lain dapat menyebabkan gejala yang sama9.3) bercak merah dan putih Campuran (erythroleukoplakia) lebih mungkin dibandingkan bercak putih menjadi ganas. belakang tenggorokan. gejala-gejala ini tidak berarti kanker. bengkak. atau masalah lain. pemeriksaan dokter atau dokter gigi mulut dan tenggorokan untuk bercak merah atau putih. benjolan.

biopsi dilakukan dengan anestesi lokal. neurofibroma 4. Hemangioma 2. ct-scan 4. Kadang-kadang. Bedah . Penatalakaksanaan 1.untuk mencegah infeksi oral atau masalah. leukoplakia f. 9 Pemeriksaan lain juga dibutuhkan untuk mengetahui sampai daerah mana penyebaran kanker: 9 1. lipoma. hal itu dilakukan dengan anestesi umum. Biopsi adalah satusatunya cara yang pasti untuk mengetahui apakah daerah abnormal kanker. sampel kecil jaringan bisa diperiksa. Cold sores 3. Diagnosis banding 1. 9 Jika dalam pemeriksaan menunjukkan area yang abnormal. Biasanya. Fibroma. 2. 30 . Dasar mulut dan kelenjar getah bening di leher juga diperiksa.pengobatan biasa adalah pengangkatan tumor mulut. x-ray chest 3. x-ray gigi 2. MRI e.sisi dan di bawahnya. Pemeriksaan Gigi . Seorang ahli patologi kemudian melihat jaringan di bawah mikroskop untuk memeriksa sel-sel kanker. sering dilakukan sebelum perawatan lainnya dimulai.

9. 5. c. Bedah tumor radikal Bedah kelenjar getah bening . 10. 6.Dapat digunakan dalam kombinasi dengan radioterapi PENYEBAB MOUTH ULCER YANG LAIN : 10 31 . Eksternal radiasi Internal radiasi Implan terapi radiasi Kemoterapi Rehabilitasi Diet konseling Gigi prostesis terapi Biologi . Terapi radiasi a. b. 7. 8.sering kelenjar getah bening leher juga mungkin diangkat.3. 4.cetuximab .

BAB III 32 .

yaitu kelainan mouth ulcer yang sering di jumpai di masyarakat. infeksi. Hal ini dilakukan untuk mengetahui riwayat penyakit pasien dan keluarganya. trauma. dan ciri khas tampilan klinis dari lesi yang dikeluhkan pasien sehingga kita sebagai dokter umum mampu mendifferensial diagnosis dari penyakit tersebut dan mampu menyingkirkan differensial diagnosis. DAFTAR PUSTAKA 33 . sehingga tegaklah diagnosis penyakit pasien. Saran Pada makalah ini hanya dijelaskan sebagian masalah tentang diagnosis mouth ulcer. mouth ulcer mempunyai berbagai bentuk dan gambaran klinis yang bervariasi sehingga penting bagi kita sebagai untuk mendiagnosis penyebab dari mouth ulcers dengan benar untuk menentukan rencana terapi yang dilakukan. peradangan.PENUTUP 1. keganasan dan penyakit lainnya dan proses abnormal. Kesimpulan mouth ulcer dapat terjadi karena banyak penyebab seperti kekurangan vitamin. karena masih banyaknya kelainan maouth ulcer yang lain sehingga perlu adanya tinjauan pustaka tentang mouth ulcer yang lain pada makalah selanjutnya untuk memperkaya pengetahuan kita sebagai dokter umum dalam mendalami masalah mouth ulcer. 2. pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang bila diperlukan. Untuk mendiagnosis mouth ulcer dibutuhkan anamnesis.

Html (didownload tanggal 13 April 2011) 6. Agustiar A. 2009. Mouth Ulcer tanggal 13 April 2011) : introcuction.stevedds.file. 2008.usu. Thesis. http://repository. 14 April 2011) 2011.com/sym/mouth_ulcers.com/oral_cancer/article. 2011. Yuen P. Roberts G.id/handle/123456789/7982 ( didownload tanggal 13 April 2011) 3. MM. 2011. http://repository. Lichen planus . Medline Plus.medicinenet. Gingivostomatitis . http://www. wordpress. SatriyoD. http://repository. Candida Albicans.usu. http://www.http://leukoplakia-danny-satriyo-op. Wrong Diagnosis. Anonim.com/pathology/listings/34. ( didownload http://www.ac.id/handle/123456789/1935 ( didownload tanggal (didownload College April 2011) 9.Leukoplakia.zhub.stevedds.htm(didownload tanggal 34 .html (didownload tanggal 14 Oral cancer. Traumatic ulcers.1.ac.ac. 2009.com/toppage2. Simatupang 13 April 2011) 5. University of arkansas Fort Smith. Thesis.htm 2.usu. Anonim.htm#Lichen%20Planus tanggal 13 April 2011) 7. 2011. of Health Sciences. http://www. http://www. Medline Plus.id/handle/123456789/7951 (didownload tanggal 13 April 2011) 4.2009. 2002.com/toppage2. Thesis.wrongdiagnosis.htm# Gingivostomatitis %20Planus (didownload tanggal 14 April 2011) 8. Khasni UF. MedicineNet. Anonim. Herpes Simpleks Dan HubungannyaDengan Kedokteran Gigi Anak. Hubungan Umur Dan Jenis Kelamin Dengan Frekuensi Dan Distribusi Stomatitis Aftosa Rekuren Minor Pada Pasien Pengunjung Klinik Gigi Dan Mulut FKG USU Medan Juni 2001-Mei 2002.

Perpustakaan Unversitas Sumatra Utara. Sumatera Utara (2008). Mouth Ulceration.ac. Part Of the Aegis patient Care Series.usu.id/handle/123456789/7913(didownload tanggal 12 April 2011) 13. 2008.exodontia.ac. Yuki. Mayvira S. Lesi-Iesi Mukosa Mulut Yang Dihubungkan Dengan Kebiasaan Menyirih Di Kalangan Penduduk Tanah Karo. Ent News. Kandidiasis Program Perpustakaan Unversitas Spesalis. 2009.nih. http://www. Anonim.id/handle/123456789/7953 tanggal 12 April 2011) 15.ac. Riefka MA.pdf. Prevalensi Dan Distribusi Lesi-Lesi Mukosa Mulut Pada Manusia Lanjut Usia Di Panti Jompo Abdi Darma Asih Binjai.com/eclectic/thomas/stomatitis-aph.henriettesherbal. http://repository. 2008. (didownload Oral. (didownload (RAS). Recurrent Apthous Stomatitis http://www. Perpustakaan Unversitas Sumatra Utara. Mouth Sores. http://repository. Hasibuan S. Program Spesalis.html ( Didownload tanggal 13 April 2011) 35 . 2008. http://repository.gov/medlineplus/ency/article/003059.usu. Program Spesalis.usu. Sumatera Utara. http://www.10. 2009. Scully C.id/handle/123456789/3957 tanggal 12 April 2011) 14.info/files/ENT_News_-_Mouth_Ulceration.htm(didownload tanggal 12 April 2011) 12. (didownload tanggal 13 April 2011) 11. 2010. Penatalaksanaan Sumatra Penderita Utara.nlm.