BAB I PENGERTIAN

Body Dysmorphic Disorder atau yang biasanya disebut gangguan dismorfik tubuh merupakan salah satu jenis dari gangguan somatoform. Body Dysmorphic Disorder ditandai oleh kepercayaan yang salah atau persepsi yang berlebihan bahwa suatu bagian tubuh mereka mengalami ketidaksempurnaan atau kecacatan. Orang dengan gangguan ini terpaku pada ketidaksempurnaan fisik yang dibayangkan atau dibesar-besarkan dalam hal penampilan mereka. Mereka dapat menghabiskan waktu berjam-jam di depan cermin dan mengambil tindakan yang ekstrim untuk mencoba memperbaiki kerusakan yang dipersepsikan, seperti menjalani operasi plastik yang tidak dibutuhkan, menarik diri secara sosial atau bahkan diam di rumah saja, sampai pada pikiran-pikiran untuk bunuh diri. Gangguan ini muncul kebanyakan pada wanita, biasanya dimulai pada akhir masa remaja, dan biasanya berkaitan dengan depresi, fobia sosial, serta gangguan kepribadian (Kaplan, 2010). DSM-IV menyebutkan lima gangguan somatoform dasar, yakni: 1. Hypochondriasis 2. Somatization Disorder ( Gangguan Somatisasi ) 3. Conversion Disorder 4. Pain Disorder 5. Body Dysmorphic Disorder

Body Dysmorphic Disorder (BDD) adalah suatu preokupasi dengan suatu cacat tubuh yang dikhayalkan (sebagai contohnya, tidak memiliki hidung) atau

Body Dysmorphic Disorder Page | 1

penonjolan distorsi dari cacat yang minimal atau kecil. Inti dari gangguan ini bahwa pasien berkeyakinan kuat atau takut dirinya tidak menarik atau bahkan menjijikkan. Ketakutan ini sulit diredakan dengan penentraman atau pujian, meskipun penampilan pasien ini sangat normal. Masalah ini dianggap sebagai suatu gangguan mental apabila menyebabkan masalah berarti bagi pasien disertai dengan gangguan dalam kehidupan pribadi, sosial, dan pekerjaan pasien. Orang dengan ganguan ini terpaku pada kerusakan fisik yang dibayangkan atau dibesar-besarkan dalam hal penampilan mereka. Mereka dapat menghabiskan waktu berjam jam untuk memeriksakan diri di depan cermin dan mengambil tindakan yang ekstrem untuk mencoba memperbaiki kerusakan yang dipersepsikan, seperti menjalani operasi plastik yang tidak dibutuhkan, menarik diri secara sosial atau bahkan diam di rumah saja sampai pada pikiran – pikiran bunuh diri. Orang dengan Body Dysmorphic Disorder sering menunjukkan pola berdandan atau mencuci atau menata rambut secara kompulsif dalam rangka mengoreksi kerusakan yang dipersepsikan.
Body Dysmorphic Disorder

awalnya

dikategorikan

sebagai

dysmorphophobia. Istilah tersebut untuk pertama kalinya dimunculkan oleh seorang doktor Italia yang bernama Morselli pada tahun 1886. Dysmorphophobia berasal dari bahasa Yunani, “dysmorph” yang berarti misshapen dalam bahasa Inggris. Kemudian namanya diresmikan oleh American Psychiatric Classification menjadi Body Dysmorphic Disorder. Sebenarnya, sejak Freud praktek sudah disinyalir mengenai gejala ini yang oleh Freud sendiri dinamakan sebagai ‘wolf man’. Karena gejala Body Dysmorphic Disorder tersebut terjadi pada seorang pria bernama Sergei Pankejeff yang mempunyai masalah dengan kecemasan terhadap bentuk hidungnya. Istilah Body Dysmorphic Disorder , secara formal juga tercantum dalam Diagnostic and Statistic Manual of Mental Disorder (4th Ed), untuk menerangkan kondisi seseorang yang terus menerus memikirkan kekurangan fisik minor atau bahkan imagine defect. Akibatnya, individu itu tidak hanya merasa tertekan, bahkan kondisi tersebut melemahkan taraf berfungsinya individu dalam kehidupan sosial, pekerjaan atau bidang kehidupan lainnya (misalnya, kehidupan keluarga dan perkawinan). Media kadang menyebutnya sebagai ”imagined

Body Dysmorphic Disorder Page | 2

Kartini Kartono (1985:104) menjelaskan mengenai Obsessive-Compulsive Disorder (OCD) sebagai berikut. yang berkaitan dengan pikiranpikiran yang tidak terkontrol. body image adalah gambaran mental seseorang terhadap bentuk dan ukuran tubuhnya. Secara sederhana. belum tentu benar-benar merepresentasikan keadaan yang aktual. Thompson. 2003:525). bagaimana seseorang mempersepsi dan memberikan penilaian atas apa yang dia pikirkan dan rasakan terhadap ukuran dan bentuk tubuhnya. pemikiran negatif atau hubungan kognisi terhadap bagian-bagian tubuh tertentu atau bahkan tingkatan yang tinggi Body Dysmorphic Disorder Page | 3 . namun lebih merupakan hasil penilaian diri yang subyektif. Sebenarnya. “Body image is an internal view of one’s own appearance” (Thompson. 2002).ugliness syndrome”. Body Dysmorphic Disorder merupakan bagian dari obsessive-compulsive disorder (Watkins. Penderita sadar kalau pikiran dan kecemasan itu sia-sia. fungsi fisik. tidak pantas/tidak perlu. Namun ia tidak mampu mengontrolnya. Body Dysmorphic Disorder dimasukkan ke dalam DSM IV di bawah somatization disorders namun beberapa penulis berpendapat bahwa gangguan ini dipertimbangkan sebagai bagian dari Obsessif-Compulsive atau spectrum gangguan psikotik (Ahmed. 2011). abnormal. Castle. dan penampilan seseorang terhadap dirinya sendiri (Taylor. dan berhubungan dengan impuls-impuls repetitif untuk melakukan suatu perbuatan. Simptom reaksi obsessif-compulsif ialah kekacauan psikoneurotik dengan kecemasan-kecemasan. Secara klinis. dan atas bagaimana ‘kira-kira penilaian orang lain terhadap dirinya. Definisi Body Dysmorphic Disorder dapat diindikasikan dengan gejala ketidak-puasan tingkat tinggi terhadap tubuh. Menurut Roberta Honigman & David J. 2002). absurd dan tidak mungkin. 2006. Body image juga mengandung arti sebagai persepsi dan penilaian tubuh. apa yang dia pikirkan dan rasakan. Body image adalah suatu pandangan internal seseorang mengenai penampilannya. seorang yang terkena gangguan Body Dysmorphic Disorder selalu mencemaskan penampilan karena merasa memiliki kekurangan pada tubuhnya (body image yang negatif).

Dengan demikian. “These measure may indicate high levels of body dissatisfaction. serta menghindari hubungan dan situasi sosial. Body Dysmorphic Disorder adalah gangguan pada seseorang yang mengalami ketidak-puasan terhadap beberapa bagian tubuh dengan tingkat yang tinggi.dari penghindaran situasi sosial yang disebabkan perasaan-perasaan negatif mengenai tubuh. or even high levels of social avoidance due to negative feelings about the body” (Thompson. kecemasan yang ditunjukkan dengan perilaku obsesifkompulsif pikiran dan perasaan yang negatif mengenai tubuh. negative thoughts. 2002). Body Dysmorphic Disorder Page | 4 . or cognitions associated with certain body parts.

Body Dysmorphic Disorder Page | 5 . DAN FAKTOR RESIKO EPIDEMIOLOGI Penelitian gangguan ini sangat minim karena pasien umumnya tidak pergi ke psikiater tetapi ke dermatologis. Satu penelitian menemukan bahwa lebih dari 90 persen pasien Body Dysmorphic Disorder pernah mengalami episode depresi berat di dalam hidupnya.BAB II EPIDEMOLOGI. kira-kira 70 persen pernah mengalami suatu gangguan kecemasan. Onset yang paling sering pada antara usia 15 dan 30 tahun dan wanita lebih sering dibanding lakilaki. Pasien yang terkena juga lebih sering pada yang belum menikah. dan kira-kira 30 persen pernag menderita gangguan psikotik. ETIOLOGI. Body Dysmorphic Disorder seringkali ditemukan bersama sama dengan gangguan mental lainnya. internis atau bedah plastik.

patofisiologi gangguan mungkin melibatkan serotonin dan berhubungan dengan gangguan mental lainnya. pinggul. telinga. simbolisasi dan proyeksi. bibir. Body Dysmorphic Disorder mencakup pikiran. dan gangguan obsesif compulsif yang lebih tinggi daripada yang diharapkan. Menurut model psikodinamika. alat kelamin. hubungan sosial yang buruk. alis mata. sekurangnya pada beberapa pasien. Asosiasi ini terjadi melalui mekanisme defensi represi. dan penurunan kepribadian serta peran sosial. struktur wajah. Itulah yang membedakannya dengan eating disorder/bulimia nervosa/anorexia nervosa yang biasanya menyangkut gangguan kecemasan mengenai ukuran dan berat badan. riwayat keluarga adanya gangguan mood. paha.ETIOLOGI Penyebab Body Dysmorphic Disorder tidak diketahui. Konsep stereotipik tentang kecantikan atau keindahan yang dianut dalam keluarga atau kultur tertentu akan berpengaruh besar pada pasien Body Dysmorphic Disorder. bekas luka. dagu. tetapi lebih ke bagian-bagian tubuh yang lain pula. gigi. disosiasi. Bagian-bagian tubuh yang sering dikeluhkan dan dicemaskan adalah rambut. dan responsivitas gangguan yang dilaporkan terhadap obat spesifik serotonin menyatakan bahwa. pipi. perilaku dan hubungan sosial. dapat diukur dari tingkat distress yang signifikan. perasaan. Untuk menegaskan diagnosis mengenai Body Dysmorphic Disorder. kulit. dada. FAKTOR RISIKO Body Dysmorphic Disorder Page | 6 . gangguan ini mencerminkan pemindahan (displacement) konflik seksual atau emosional kepada bagian tubuh lainnya yang tak terkait. kepala. Penderita Body Dysmorphic Disorder biasanya memfokuskan tidak hanya pada bagian tubuh tertentu. kaki. pinggang. lengan. hidung. perut. distorsi. dan ukuran tinggi atau berat badan Komorbiditas yang tinggi dengan gangguan depresif. misalnya sampai enggan sekolah atau bekerja.

Sebuah sejarah. penelitian menunjukkan bahwa sejumlah faktor mungkin terlibat dan bahwa mereka dapat terjadi dalam kombinasi. 1. atau dapat lebih dari fobia (Phillips. di mana pasien memiliki kebiasaan perilaku yang secara harfiah tidak terkendali yang dapat mengambil alih hidup mereka. saat dimana individu sangat memperhatikan cara mereka melihat orang lain. 2. anoreksia nervosa atau bulimia. seperti makan berlebihan kompulsif. Fobia lain seperti fobia sosial atau gangguan kecemasan sosial juga dapat mendukung terjadinya Body Dysmorphic Disorder (Phillips. Obsessif-Compulsive Body Dysmorphic Disorder sering dapat terjadi dengan ObsessifCompulsive Disorder. Psikologis a. 2005).Body Dysmorphic Disorder biasanya berkembang pada remaja. Body Dysmorphic Disorder dapat dikaitkan dengan gangguan makan. Meskipun tidak mungkin sindiran menyebabkan Body Dysmorphic Disorder. Namun. kadang-kadang menyebabkan stres traumatis pada orang yang rentan. tingkat ekstrim pelecehan masa kanak-kanak. Tidak ada penyebab tunggal dari Body Dysmorphic Disorder. 2005). Sindiran atau kritikan : Telah dikemukakan bahwa sindiran atau kritikan tentang penampilan penderita Body Dysmorphic Disorder dapat memainkan peran kontribusi dalam timbulnya Body Dysmorphic Disorder. demikian halnya. banyak pasien menderita selama bertahun-tahun sebelum mencari bantuan. Pola asuh orangtua : Body Dysmorphic Disorder Page | 7 . 2005). b. atau kecenderungan genetik untuk Obsessif-Compulsive Disorder dapat membuat orang lebih rentan terhadap Body Dysmorphic Disorder. intimidasi. Sekitar 60% orang dengan Body Dysmorphic Disorder dilaporkan sering atau secara kronis mengalami sindiran pada masa kanak-kanak (Phillips. dan penyiksaan psikologis sering dirasionalisasikan dan disalahartikan sebagai “sindiran”.

Neurotisisme Body Dysmorphic Disorder Page | 8 .Sama halnya dengan sindiran. 4. kelalaian. orang tua yang menempatkan penekanan berlebihan pada penampilan estetika. 3. 2005). atau mengabaikan sama sekali. Introversi/rasa malu c. 2005). Lingkungan  Media Terdapat teori bahwa tekanan media dapat berkontribusi untuk terjadinya Body Dysmorphic Disorder. dapat berperan sebagai pemicu bagi seseorang yang memiliki predisposisi genetik (Phillips. trauma fisik dan/ atau seksual. misalnya. Namun. pola asuh orangtua dapat menyebabkan timbulnya Body Dysmorphic Disorder. meskipun mungkin bertindak sebagai pemicu dalam mereka yang cenderung sudah genetik atau bisa memperburuk gejala Body Dysmorphic Disorder yang ada (Phillips. rasa tidak aman dan penolakan (Phillips. misalnya. c. termasuk daerah terpencil di mana akses ke media terbatas atau (praktis) tidak ada. Ciri-ciri kepribadian yang telah diusulkan sebagai faktor yang berkontribusi meliputi: a. Body Dysmorphic Disorder terjadi di semua bagian dunia. Perfeksionisme b. Pengalaman hidup lainnya: Banyak pengalaman hidup lainnya juga dapat bertindak sebagai pemicu onset Body Dysmorphic Disorder. Oleh karena itu tidak mungkin tekanan media merupakan penyebab Body Dysmorphic Disorder. misalnya. Kepribadian Ciri kepribadian tertentu dapat membuat seseorang lebih rentan terhadap berkembangnya Body Dysmorphic Disorder. model glamor dan kebutuhan tersirat mengenai keindahan estetika. 2005).

BAB III MANIFESTASI KLINIS DAN DIAGNOSIS MANIFESTASI KLINIS Manifestasi atau gejala yang muncul tergantung dari persepsi tiap penderita Body Dysmorphic Disorder. Kepribadian skizoid g. Sensitivitas terhadap penolakan atau kritik e. Namun.d. seperti faktor psikologis dan lingkungan tersebut. mereka dapat bertindak sebagai pemicu pada individu (Phillips. Penderita Body Dysmorphic Disorder memiliki anggapan bahwa mereka dapat mengubah atau memperbaiki beberapa Body Dysmorphic Disorder Page | 9 . Fobia sosial/gangguan kecemasan sosial Karena ciri-ciri kepribadian di antara orang dengan Body Dysmorphic Disorder sangat bervariasi. tidak mungkin bahwa hal ini adalah penyebab langsung dari Body Dysmorphic Disorder. 2005). Kepribadian avoidant (menghindar) f.

semua kontak sosial dan tanggung jawab bisa drop seolah mereka menjadi pertapa. Orang-orang dengan Body Dysmorphic Disorder kompulsif dapat melihat diri mereka sendiri di cermin atau. Penderita Body Dysmorphic Disorder tidak percaya diri untuk menjadi lebih tampan daripada yang lain. 2005. 2005. Rendah diri kronis adalah karakteristik dari penderita Body Dysmorphic Disorder. tetapi merasa bahwa mereka dianggap “cacat”. 2006). sebaliknya. Mereka biasanya berpikir tentang penampilan mereka selama setidaknya satu jam sehari (dan biasanya lebih) dan. Body Dysmorphic Disorder menyebabkan mereka percaya bahwa mereka tidak dapat berinteraksi dengan orang lain karena takut ejekan dan penghinaan tentang penampilan mereka. 2001). Gejala umum Body Dysmorphic Disorder meliputi :  Pikiran obsesif tentang cacat penampilan yang dirasakan. Mereka merasa terlalu malu dan tidak mau menerima bahwa orang lain akan mengatakan bahwa mereka menderita gangguan. Ada banyak gejala umum dan perilaku terkait dengan Body Dysmorphic Disorder. Penderita percaya bahwa memperbaiki “cacat” merupakan satu-satunya tujuan hidup mereka (Phillips. menutupi dan menghindari cermin (Castle et al. Hal ini dapat menyebabkan orang-orang dengan gangguan ini untuk mulai mengasingkan diri atau mengalami kesulitan dalam situasi sosial. jelek atau tidak cukup baik.aspek dari penampilan fisik mereka meskipun mereka umumnya mungkin berpenampilan normal atau bahkan sangat menarik. Veale. pada kasus yang berat. karena penilaian diri ini sangat terkait erat dengan persepsi penampilan seseorang (Phillips. misalnya. Mereka bisa menjadi introvert dan enggan untuk mencari bantuan karena mereka takut bahwa mencari bantuan akan memaksa mereka untuk menghadapi ketidakamanan mereka. Seringkali gejala-gejala dan perilaku ditentukan oleh sifat cacat yang dirasakan oleh penderita Body Dysmorphic Disorder. Veale. 2001). Body Dysmorphic Disorder Page | 10 . Karena tergantung persepsi yang ada maka banyak penderita Body Dysmorphic Disorder hanya akan menunjukkan beberapa gejala umum dan perilaku. penggunaan kosmetik yang paling umum pada mereka yang merasakan cacat kulit.

seperti teman. kesepian dan isolasi sosial. Kepribadian avoidant : menghindari meninggalkan rumah. Perasaan malu yang kuat. Rendah diri kronis. Perfeksionisme (menjalani operasi kosmetik dan berperilaku seperti menggunakan pelembab yang berlebihan dan berolahraga dengan tujuan untuk mencapai tipe tubuh ideal dan mengurangi kecemasan). mungkin serangan panik. Alkohol dan/ atau penyalahgunaan obat (seringkali merupakan upaya untuk mengobati diri). Penarikan sosial dan keluarga. atau hanya meninggalkan rumah pada waktu tertentu. Kecemasan. Delusi pikiran dan keyakinan terkait dengan cacat penampilan yang dirasakan. pasangan atau keluarga. Perilaku berulang (seperti terus-menerus (dan berat) menggunakan makeup. Kepribadian dependent : ketergantungan pada orang lain. berpikir bahwa orang lain memperhatikan dan mengejek cacat mereka. Merasa sadar diri dalam lingkungan sosial. Body Dysmorphic Disorder Page | 11                 . teratur memeriksa penampilan di cermin. misalnya. fobia sosial. Perilaku obsesif dan kompulsif terkait dengan cacat penampilan yang dirasakan. Keinginan bunuh diri. Gejala gangguan depresi mayor. Bermasalah dalam memulai dan mempertahankan hubungan (baik hubungan intim dan persahabatan). pada malam hari. lihat bagian di bawah ini untuk perilaku yang lebih terkait). Melihat gambar yang sedikit berbeda pada diri dan mengamati cermin atau permukaan reflektif. Ketidakmampuan untuk bekerja atau ketidakmampuan untuk fokus pada bekerja karena keasyikan dengan penampilan.

menggunakan kamuflase kosmetik. 2006. Mencoba untuk menutupi imajinasi cacat. cukur. misalnya. Catatan: setiap jenis modifikasi tubuh dapat mengubah penampilan seseorang. atau terfokus pada satu atau lebih area atau fitur yang dipandang individu sebagai cacat. jendela dan permukaan reflektif lainnya. • Perilaku perawatan berlebihan : menguliti kulit. penghapusan cermin dari rumah. menyisir rambut. (Phillips. • • • Penggunaan teknik distraksi : upaya untuk mengalihkan perhatian dari orang cacat yang dirasakan. Modifikasi tubuh (atau perilaku terkait) mungkin tampak kompulsif. Castle et al. Ada banyak jenis modifikasi tubuh yang tidak termasuk operasi / bedah kosmetik. dll. mengenakan pakaian longgar. misalnya mengenakan pakaian yang berlebihan atau perhiasan yang berlebihan. 2005. menjaga postur tubuh tertentu atau memakai topi. 2001) Perilaku kompulsif Penderitaan yang disebabkan oleh adanya kekhawatiran berlebihan dengan bagian tubuh tertentu atau aspek dari penampilan pada penderita Body Dysmorphic Disorder ini dapat menyebabkan perilaku kompulsif (Gorbis. Veale. 2011). berulang. mencabut alis. Ketidakmampuan untuk melihat refleksi sendiri atau foto-foto diri sendiri. melirik pintu reflektif. • Body Dysmorphic Disorder Page | 12 . terutama untuk mengukur atau merasakan cacat yang dirasakan. Perilaku kompulsif umum yang terkait dengan Body Dysmorphic Disorder meliputi : • Memeriksa cermin secara kompulsif. Kompulsif menyentuh kulit. juga.

pasien harus berusaha untuk melakukan operasi plastik pada diri mereka sendiri. artikel koran dan situs yang berhubungan dengan cacat yang dirasakan seseorang. terutama dari lawan jenis. persentase pasien yang bersangkutan dengan lokasi yang paling umum adalah sebagai berikut (Phillips et al. Gorbis. Menyakiti diri sendiri. Mencari kepastian dari orang yang dicintai.• Menjadi memusuhi orang tanpa alasan yang diketahui. bekerja pada penampilan luar. Membandingkan penampilan/ bagian tubuh dengan orang lain. atau melihat secara obsesif dari selebriti favorit atau model yang ingin diserupai oleh penderita Body Dysmorphic Disorder. • • • • • Kompulsif mencari informasi. 2005. melibatkan lebih dari 500 pasien. 2006) Lokasi cacat umum yang dirasakan Dalam penelitian yang dilakukan oleh Dr Katharine Philips. misalnya rambut rontok atau kelebihan berat badan. 2011. 2005): Body Dysmorphic Disorder Page | 13 . seringkali dengan hasil yang sedikit memuaskan (dalam persepsi pasien). termasuk liposuction dan berbagai implan dengan hasil malapetaka. Dalam kasus ekstrim. • • Menggunakan enema (suntikan urus-urus) berlebihan (jika kegemukan adalah kekhawatirannya). membaca buku. (Phillips. Berlebihan diet atau berolahraga. atau jenis kelamin yang sama jika homoseksual. • Obsesi dengan operasi plastik atau prosedur dermatologis. Castle et al.

5%) • Kaki (keseluruhan) (18%) • Pembentuk tubuh / tulang • Tampilan wajah • Betis (8%) • Tinggi badan (7%) keseluruhan (19%) (16%) • Bibir (14. Preokupasi tidak dapat diterangkan lebih baik oleh gangguan mental lain (misalnya : ketidakpuasan dengan bentuk dan ukuran tubuh pada anorexia nervosa. Fourth Edition) untuk Body Dysmorphic Disorder : 1. atau fungsi penting lainnya 3. Preokupasi dengan bayangan cacat dalam penampilan.• Kulit (80%) • Rambut (57. Jika ditemukan sedikit anomali tubuh.5%) • Otot wajah (1%) • Pipi / tulang pipi (10. pekerjaan.5%) • Bokong (21. kekhawatiran orang tersebut adalah berlebihan dengan nyata 2. Preokupasi menyebabkan penderitaan yang bermakna secara klinis atau gangguan dalam fungsi sosial.5%) tangan (13.5%) • Pinggul (12.5%) • Dagu (11%) • Alis (14.5%) • Paha (20%) • Gigi (29.5%) • Lengan / pergelangan • Ukuran / bentuk wajah • Ukuran /bentuk kepala (6%) • Dahi (6%) • Tangan (6%) • Rahang (6%) • Mulut (6%) • Punggung (6%) • Jemari tangan (5%) • Leher (5%) • Bahu (3%) • Lutut (3%) • Pergelangan kaki (2%) struktur (1.5%) • Telinga (10.5%) • Hidung (39%) • Perut (32%) • Berat badan (29%) • Payudara / dada / puting (26%) • Mata (21.5%) • Pinggang (9%) • Alat kelamin (8%) DIAGNOSIS Kriteria diagnostik menurut DSM-IV (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders. BAB IV TERAPI DAN PROGNOSIS Body Dysmorphic Disorder Page | 14 .

tidak hanya pada perilaku nyata tetapi juga dalam pemikiran. Body Dysmorphic Disorder Page | 15 . Teknik behavioral. terapis bekerja secara lebih langsung dengan si penderita gangguan somatoform. penghambat monoamin oksidase dan pimozide bermanfaat pada kasus individual. terapis menantang keyakinan pasien yang terdistorsi mengenai penampilan fisiknya dengan cara meyemangati mereka untuk mengevaluasi keyakinan mereka dengan bukti yang jelas. memperbaiki perkembangan keterampilan untuk mengatasi stres. biasanya tidak berhasil mengatasi keluhannya. kedokteran gigi dan lainnya. keyakinan dan sikap yang mendasarinya. dan memperbaiki keyakinan yang berlebihan atau terdistorsi mengenai kesehatan atau penampilan seseorang. dermatologis. sedangkan terapi ini digunakan untuk mengurangi pikiran obsesif dan pola perilaku.Pengobatan pasien dengan Body Dysmorphic Disorder dengan prosedur medik pembedahan. Terapi ini berusaha untuk mengintegrasikan teknik-teknik terapeutik yang berfokus untuk membantu individu melakukan perubahan-perubahan. Obat ini digunakan untuk mengobati depresi dan kecemasan. Terapi Kognitif-Behavioral ini dapat berfokus pada menghilangkan sumber-sumber reinforcement sekunder (keuntungan sekunder). Terapi kognitif. untuk mengurangi pemikiran atau sifat pesimis pada pasien. membantu orang tersebut belajar dalam menangani stress atau kecemasan dengan cara yang lebih adaptif. seperti gangguan depresi atau cemas. atau setidaknya menikmati kualitas hidup meningkat secara signifikan. Obat-obatan yang bekerja pada serotonin misalnya klomipramin dan fluoksetin dapat mengurangi gejala yang dikeluhkan pasien minimal 50%. metode pengobatan yang paling umum melibatkan Cognitive Behavioral Therapy digunakan dalam kombinasi dengan itu SSRI (selective serotonin reuptake inhibitor). sering mungkin bagi seseorang untuk sembuh sepenuhnya. Pemberian antidepresan trisiklik. Terapi kognitif-behavioural. yang merupakan jenis antidepresan. Dengan memanfaatkan dua metode ini. maka harus diatasi dengan pemberian farmakoterapi dan psikoterapi yang memadai. Apabila terdapat gangguan mental lain yang menyertai.

Tidak semua gejala menunjukkan bukti penyakit patologis. Mendiskusikan diagnosis somatoform. 3. 4. Body Dysmorphic Disorder Page | 16 . 7. Pendekatan bedah harus sangat dipikirkan dengan hati-hati dan hanya dengan persetujuan dari dokter perawatan primer yang mengetahui pasien dengan baik. 2. Pendidikan pasien • Kunci masalah pendidikan pasien meliputi: 1. 6. • Pendidikan keluarga penting untuk meningkatkan keberhasilan pengelolaan gangguan somatoform. pendidikan ini mencakup: 2. 1. Pengobatan dini meningkatkan prognosis baik dan mencegah kerusakan fungsi sosial dan pekerjaan. menyemangati serta turut mengerti dan memahami gejala dan tanda dari Body Dysmorphic Disorder PROGNOSIS Prognosis Body Dysmorphic Disorder dapat berkisar dari ringan dan sementara sampai parah dan kronis. Pengurangan Stres dapat menghasilkan perbaikan dalam gejala fisik. Dokter mengerti gejala dan penderitaan pasien. Untuk keluarga pasien. 5. Pasien harus berusaha untuk mempertahankan fungsi sosial meskipun gejala menyerang. Penting untuk mengidentifikasi stresor kehidupan dan sumber-sumber kecemasan. Dukungan keluarga ditunjukkan dengan menemani pasien di masa-masa sulit. Dokter mengambil peran evaluasi dan pemantauan gejala.Dukungan keluarga dan orang-orang di lingkungan sekitar.

3. 4. Body Dysmorphic Disorder Page | 17 . Anggota keluarga harus memperhatikan pasien ketika gejala tidak ada. Mengharapkan pasien untuk meningkatkan dan kembali ke fungsi normal.

serta gangguan kepribadian. fobia sosial. 2. 4. Penatalaksanaan Body Dysmorphic Disorder merupakan kombinasi dari beberapa terapi yaitu psikoterapi. Body Dysmorphic Disorder Page | 18 .BAB V KESIMPULAN 1. obat-obatan. Body Dysmorphic Disorder muncul kebanyakan pada wanita. 3. dan biasanya berkaitan dengan depresi. Klasifikasi dari Body Dysmorphic Disorder menurut DSM-IV (Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders. biasanya dimulai pada akhir masa remaja. dan dukungan keluarga dan orang-orang di lingkungan sekitar. Body Dysmorphic Disorder merupakan salah satu gangguan somatoform yang ditandai oleh kepercayaan yang salah atau persepsi yang berlebihan bahwa suatu bagian tubuh mereka mengalami ketidaksempurnaan atau kecacatan. Fourth Edition) merujuk pada preokupasi seorang individu mengenai ketidaksempurnaan fisik yang dibesar-besarkan dalam hal penampilan mereka.

2006. 2009. Rossell S. Psychiatr Clin N Am 29 (2006). Body Dysmorphic Disorder.clevelandclinic. http://my.aspx (diakses tanggal 20 Juli 2012) Body Dysmorphic Disorder Page | 19 . 2011..medscape. I..com/article/291182overview#a0104 (diakses 22 Juli 2012) Castle. D.BAB VI DAFTAR PUSTAKA Ahmed. Body Dysmorphic Disorder. Psychiatric Manifestations of Body Dysmorphic Disorder. http://emedicine.. Kyrios M.org/disorders/body_dysmorphic_disorder_bdd/hi c_body_dysmorphic_disorder. Bienenfeld D. 521–538 Cleveland Clinic.J.

1991.Gorbis. K. 1991. E. pp. Am J Psychiatry. Cognitive–behavioural therapy for Body Dysmorphic Disorder.J. Surabaya: airlangga University Press Phillips KA. W.brainphysics._PSIKOLOGI_PEND_DAN_BIMBINGAN/197102 191998021-NANDANG_BUDIMAN/BODY_DYSMORPHIQ_DISORDER. Maramis. Jakarta Barat. D. 1997. Understanding Body Dysmorphic Disorder (BDD). 2005. Body Dysmorphic Disorder: the distress of imagined ugliness. 125–132 Body Dysmorphic Disorder Page | 20 .upi. 2001. The Broken Mirror: Understanding and Treating Body Dysmorphic Disorder. 2011. vol. 2005.pdf Kaplan. A. 2001. 7. Catatan Ilmu Kedokteran Jiwa. http://www.148(9):1138-49 Phillips. Advances in Psychiatric Treatment.edu/Direktori/FIP/JUR. New York: Oxford University Press Veale.php (diakses 21 Juli 2012) http://file. Sadock : Sinopsis Psikiatri Edisi Ketujuh Jilid Dua. com/bdd_ gorbis.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful