You are on page 1of 30

GLUTATHION-IMUNITAS

DR.RISKY IKA RIANI

DEFINISI

Glutathion adalah tripeptida dengan ikatan gamma peptida antara grup amine dari cysteine dan grup carboxyl dari rantai samping glutamat. Glutathion adalah antioksidan,mencegah kerusakan komponen seluler yang diakibatkan oleh Reaktif Oxygen Spesies (ROS)seperti radikal bebas dan peroksida.

Glutathion  peptida intraseluler  Fungsi: 1. Detoksifikasi 2. Pelindung antioksidan 3. Menjaga status thiol 4. Modulasi proliferasi sel

SIFAT KIMIA Molecular formula C10H17N3O6S  Molar mass 307.32 g/mol  Melting point 195 °C. 468 K. diethyl ether Insoluble  . 383 °F  Solubility in water Freely soluble[1]  Solubility in methanol.

STRUKTUR KIMIA   (2S)-2-amino-4-{[(1R)-1[(carboxymethyl)carbam oyl]-2sulfanylethyl]carbamoyl} butanoic acid γ-L-Glutamyl-Lcysteinylglycine (2S)-2-Amino-5-[[(2R)-1(carboxymethylamino)-1oxo.3-sulfanylpropan-2yl]amino]-5-oxopentanoic acid .

1985). glutamate. Thiol reduce (GSH) dan 2.  GSH is a small protein molecule composed of 3 amino acids: cysteine. . and glycine called GSH precursors or building .  Glutathion terdapat dalam bentuk : 1.Glutathion ditemukan pada semua jaringan mamalia dan konsentrasi tertinggi berada di liver/hepar. Disulfida oxidize ( GSSG) (Kaplowitz et al.

• Inhibisi umpan balik GSH .Katalisator • γglutamylcysteine synthetase • GSH synthetase Diatur • Aktifitas sintese γglutamylcysteine • Availbiliti cystein.

and L-2-oxothiazolidine-4-carboxylate merupakan prekursor efektif cystein untuk sinteis GSH. . methionine. Nacetylcysteine.Nutrisi Protein Adekuat Homeotasis GSH Baik  Di sisi lain enteral / parenteral cystine.

Macam Glutathion (2): .

terbentuk di : MITOKONDRIA 90 % SITOSO L 8% RE sisany a .dimana terdapat pada berbagai sel dengan jumlah konsentrasi milimolar (liver 5-10mM). GSH merupakan bentuk predominan.

mikrotubular related proses-fungsi imun .Fungsi Glutathion Detoksifikasi Elektrophyle Menangkap radikal bebas Menjaga status thiol esensial protein Menyediakan pusat pembuat cystein Modulasi proses krirtikal seluler sprt syntesis DNA.

2000). Fungsi GSH .Memodulasi aktifitas protein dengan modifikasi post translasional (protein S-Glutahionylation) (Pompella et al.2003) Regulasi homeostasis Nitric Oxide (Hogg.2002) Modulasi aktifitas reseptor neurotransmiter (Oja et al.

Menangkap Radikal bebas dari ROS oxidasi NADPH depend.glut reduc  GSH GSSG GSH  Gluthation peroidase mengkatalisis GSH dependent untuk mereduksi H2O2 dan peroxida lainnya.2005 Mekanisme kerja GSH dalam tubuh : 1. .INNOVITA RESEARCH FOUNDATION.

TUMOR NECROSIS FACTOR-α (TNF-α).acetaminofen) dari mercapturasi.AA.2.leukotrien) & xenobiotik (bromobenzen.glukosa.  Dimana hal ini di inisiasi oleh Glutathion  S-transferase (Fase II detoxifikasi enzym). & INTERLEUKIN-6 (IL-6)  . 3.senitisasi insulin Sensitisasi insulinPenggunaan insulin tubuh SUPEROXIDE DISMUTASE (SOD).PG. GSH terkonjugasi dg NO  S-Nitroglutathion dipecah O/ thioreoxin  GSH + NO  Penting u/ mengatur lipid. GSH bereaksi dg elektrophyl Metabolime fisiologi (estrogen.

dan membentuk konjugasi dengan Gsh scr spontan /enzymatik pada reaksi yang dikatalisis dengan GSH-STransferase.Fungsi GSH-Detoksifikasi    Fungsi utama GSH adalah etoksikasi xenobiotik dan atau metabolitnya. Komponen ini dsb elektrophyle / elektron loving substance. . Konjugasi ini akan dikeluarkan dari sel ke saluran empedu GSH konjugated dg mediated GGT terpecah sebagian Gamma Glutamyl meninggalkan konjugat cysteinyl-glisin.

 Ikatan cysteinylglycine terpecah oleh dipeptidase hasilkan konjugat cysteinyldiikuti dengan N-acetylasi konjugat cysteine membentuk mercapturic acid .

 Keseimbangan status redox ini tergantug dari GSH dan GSSG  .Fungsi GSH -Menjaga status thiol esensial GSH adalah non protein thiol yang dominan pada sel mamalia .1999).penting dalam keseimbangan redox intraseluler dan esensial thiol status dari protein (Lu .

Thiol disulfida ini penting untuk regulasi proses metabolik. termasuk aktifitas enzym. ekspresi gen. . aktifitas transport. transduksi sinyal.

Fungsi GSH.Antioksidan  Organisme aerob  subjek dari fisiologikal stres oksidative(respirasi mitokondria) hasilkan: superokside (O2) & Hydrogen peroksida (H2O2)  memicu toksik oksigen radikal o. .k lipid peroksidasi dan adanya injury sel.

  Untuk melawannya  hydrogen peroksida yg diproduksi endogen diturunkan oleh GSH dg menghadirkan Selenium dependent GSH peroksidase. Proses: GSH  oksidasi GSSG reduksi kembali GSH o/ GSSG reduktase mengeluarkan NADPH SIKLUS REDOKS .

Fungsi GSH-regulator hidup & mati Di dalam sel seperti limfosit dan fibroblast.1998).peningkatan kadar GSH berhubungan dengan respon proliferatif dini dan penting untuk sel memauki fase S. Peningkatan GSH hepatik setelah pembentukan PH akan meningkatkan biosintesis dan kecepatan sintesis DNA (Huang et al. . Apabila peningkatan GSH terhambat regenerasi liver akan terganggu.

Selain itu peningkatan GSH juga berhubungan dengan pertumbuhn sel kanker di liver.dimana dibutuhkan untuk aktifitas Ribonukleatide reductase (limitasi enzym pada sintesis DNA) perubahan thiol redox status menginduksi modulasi sel death / apoptosis . Hal ini terjadi karena GSH dikenal sbg modulasi sintesis DNA dg menjaga penurunan glutaredoxin /thioredoxin. Careterro et al peningkatan GSH  mengakibatkan pertumbuhan metastasis sel melanoma di liver.

aktivitas protektif GSH akan berperan untuk meningkatkan sistem imun dan sbg antioksidan “.Jimmy Gutman: " Modulasi glutathion merupakan bagian penting untuk keehatan dimana glutathion menjaga sistem imun tubuh kita. Dalam sistem imun .Glutathion – Imunitas  Sistem imun dan detoksifikasi tidak dapat berfungsi tanpa GSH.  . Dr.

ikatan reseptor seluler. Glutathion mengatur ikatan. . Makrofag ( salah satu tipe sel darah putih).Sistem imun akan bekerja dengan baik bila lymphoid sel mempunyai keseimbangan glutathion yang baik pula. dan proliferasi T-sel dengan meningkatkan .internalisasi .degradasi.hanya akan dihasilkan dg baik apabila terdapat glutathion yang cukup pula untuk menghasilkan cystein dlm membentuk kloning T-sel .

Kloning T-sel membutuhkan konsumsi cystein dg kuantitas yang besar.Lebih banyak reseptor. GSH seluler juga mempunyai efek dalam pertumbuhan dan replikasi T-sel melalui peningkatan stimulasi cytokin. .akan menghasilkan lebih banyak stimulasi pembentukan T-sel (multiplikasi T-sel kloning).

mutlak tergantung dari ketersediaan dari glutathion untuk replikasi Sistem yang dapat menjaga tubuh kita sangat kompleks.dan T-sel . . Dan glutthion merupakan salah satu " makanan untuk sistem imunitas tubuh".dan banyak interaksi yang terlibat didalamnya.dimana bertanggung jawab untuk melawan infeksi yang dapat mengekspos tubuh kita .Glutathion mendorong terbentuknya sistem adaptive dg membuat multiplikasi / ekspansi monoklonal sel darah putih. Sel darah putih.

konsumsi glutathion oral dosis tunggal sangat tinggi (3 gram/hr) menyatakan bahw tidak mungkin meningkatkan glutathion pada sirkulasi dan tidak mempunyai manfaat klinis.GLUTATHIONNUTRISI/SUPLEMENTASI    Peningkatan kadar GSH melalui suplementasi langsung glutathion sangat sulit.tidak akan di absorbsi dengan baik melalui traktu gastrointestinal . Penelitian menyarankan bahwa bila glutathion dikonsumsi scr oral . Pada study oleh Witschi dkk . .

aktif metabolit vitamin D yang disintesis di ginjal .  Akan tetapi hal yang dapat meningkatkan dan menjaga kadar glutathion secara tepat justru dengan mengkonsumsi suplemen atau makanan tinggi cystein.meningkatkan kadar Glutathion di otak dan berfungsi sebagaikatalis dalam produksi Glutathion. Calcitriol. .

  Di sisi lain .yang merupakan prekursor GSH yang paling baik bioavailabititynya.konsentrasi GSH palsma dan liver dapat ditingkatkan dengan penambahan suplemen yang merupakan prekursor GSH. .termasuk S-Adenosyl methionine (SAMe) dan Whey protein juga dapat menunjukkan peningkatan kandungan Glutathion di dalam sel.Nasetylcystein (NAC). Suplemen lainnya .