You are on page 1of 17

PEMERINTAH PROVINSI JAWA TENGAH

DINAS ENERGI DAN SUMBER DAYA MINERAL
Jl. Madukoro AA – BB No. 44 Telp. 7608203, 7610121, 7610122, Fax. 7608379

SEMARANG – 50144

TEKNIS PENGEBORAN AIR TANAH

Makalah disampaikan dalam Rapat Koordinasi Kegiatan Pengawasan dan Penertiban Pengelolaan Air Tanah di Jawa Tengah Tanggal 27 Maret 2013

Oleh : Siddhi Saputro Sugeng Widada Universitas Diponegoro Semarang

SEMARANG, MARET 2013

TEKNIS PENGEBORAN AIR TANAH Oleh : Sugeng Widada Siddhi Saputro Universitas Diponegoro Semarang Saat ini pengeboran untuk mendapatkan air tanah sebagai salah satu sumber air bersih banyak dilakukan oleh penduduk. . Disamping itu uji kualitas air di laboratorium juga harus dilakukan untuk memastikan bahwa air tanah yang ada memenuhi syarat sebagai air minum sebagaimana disyaratkan oleh Departemen Kesehatan RI sesuai SK MENKES No. Sebetulnya ekploitasi air tanah telah dilakukan sejak zaman dahulu oleh masyarakat. tutup atas. pipa buta. pipa naik. baik di desa maupun perkotaan untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Identifikasi kedudukan akuifer ini didasarkan pada data diskripsi cutting dan data well logging. pipa saringan. agar seluruh pori/celah akuifr dapat terbuka penuh sehingga air tanah dapat mengalir ke dalam sumur secara bebas. dalam suatu daerah dijumpai beberapa akuifer tertekan pada berbagai kedalaman yang dipisahkan oleh lapisan kedap air. 907/MENKES/SK/VII/2002. yaitu pipa jambang. pasangan beton (cement grout). air tanah memiliki beberapa kelebihan diantaranya mudah memperolehnya. sedangkan ekploitasi air tanah pada akuifer tertekan umumnya dilakukan dengan pembuatan sumur bor dalam. setelah kerikil pembalut selesai dipasang maka dilakukan pembersihan dan penyemprunaan sumur (well development) yang dimaksudkan untuk dapat membersihkan dinding dan zona invasi akuifer serta kerikil pembalut dari partikel halus. Dibandingkan dengan sumber air yang lain. Secara garis besar konstruksi sumur terdiri dari beberapa bagian. yang umumnya dilakukan pengambilan air tanah pada akuifer bebas dengan membuat sumur gali ataupun kolam. Salah satu hal yang tidak boleh ditinggalkan setelah kegiatan konstruksi sumur selesai adalah melakukan pemompaan uji (pumping test) yang bermanfaat untuk menentukan besaran kapasitas sumur dan efisiensi sumur serta menentukan parameter hidraulik sumur. dan sebarannya luas tergantung pelamparan akuifernya. Dalam pelaksanaan pembuatan sumur. umumnya air dalam kondisi baik karena telah mengalami penyaringan oleh batuan pembawanya. Oleh karena itu identifikasi posisi kedalaman dan ketebalan akuifer-akuifer tersebut menjadi penting untuk menentukan konstruksi sumurnya. kerikil pembalut. tutup bawah. pompa. Dalam kenyataan di lapangan.

air tanah. Namun demikian pada beberapa daerah. sebagai dampak pertumbuhan penduduk dan pengembangan aktivitasnya. keadaanya menjadi lebih rumit dengan biaya yang jauh lebih mahal. danau. Dalam kondisi demikian maka dilakukan pemboran sumur dalam hingga mencapai akuifer dalam (akuifer tertekan) untuk mendapatkan air tanah tersebut. Dibandingkan dengan pembuatan sumur gali. Beberapa kesulitan yang sering terjadi pada pemboran tersebut diantaranya adalah batuan terlalu keras dan berupa bongkah-bongkah sehingga berpotensi terjepitnya alat pemboran. umumnya air dalam kondisi baik karena telah mengalami penyaringan oleh batuan pembawanya. adanya rongga di bawah permukaan tanah sehingga lumpur pemboran hilang . Dalam kenyataannya masing-masing sumberdaya air mempunyai nilai kemanfaatan utama yang berlainan. terutama akibat penurunan kualitas lingkungan dan penurunan kualitas air akibat pencemaran. air tanah memiliki beberapa kelebihan diantaranya mudah memperolehnya. dan sebarannya luas tergantung pelamparan akuifernya.1. Latar Belakang Pemanfaatan sumber daya air untuk berbagai keperluan di satu pihak terus meningkat dari tahun ke tahun. Dalam hal ekploitasi air tanah dengan sumur bor dalam. akuifer dangkal (akuifer bebas) yang dapat diekploitasi dengan sumur gali tidak dijumpai atau dijumpai sangat terbatas sehingga sumur menjadi kering pada musim kemarau. Di lain pihak ketersediaan sumber daya air semakin terbatas bahkan cenderung semakin langka. Secara umum sumberdaya air yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber air baku terdiri dari air permukaan seperti air sungai. kolam dan lain-lain. rawa. Dibandingkan dengan sumber air yang lain. baik di desa maupun perkotaan untuk memenuhi kebutuhan air sehari-hari. Air tanah sebagai salah satu sumber air baku paling banyak dimanfaatkan oleh penduduk. dan air olahan.

bocornya pipa sumur sehingga air permukaan masuk kedalam sumur dan lain-lain. mari kita lihat kembali secara singkat kejadian keberadaan air tanah sehingga diperoleh pemahaman dalam pengambilan yang menjadikan kita akan sangat berhati-hati air tanah tersebut demi keberlanjutan pemanfaatannya. . 2. Keberadaan air tanah tersebut tidak dapat dilepaskan dari siklus hidrologi sebagaimana terlihat pada Gambar 1. Kedudukan kedalaman pipa saringan harus tepat pada akuifer yang menjadi target ekploitasi serta dilindungi dengan gravel pack yang baik. Air Tanah Sebelum membahas tentang konstruksi sumur bor lebih lanjut. Sedangkan lapisan batuan jenuh air yang dapat menyimpan dan meneruskan air tanah dalam jumlah cukup dan ekonomis disebut sebagai akuifer.(water loose). Yang dimaksud dengan air tanah adalah air yang terdapat dalam lapisan tanah atau batuan di bawah permukaan tanah. Berdasarkan siklus tersebut terlihat bahwa masukan pada proses tersebut adalah presipitasi (hujan) yang kemudian terbagi menjadi sejumlah cadangan melalui serentetan peristiwa yang akhirnya membentuk suatu hasil antara lain depresi air seperti waduk. penguapan dan peresapan ke dalam tanah. Sehubungan dengan hal tersebut diatas. penyumbatan saringan (clogging) setelah konstruksi sehingga aliran air tanah dari akuifer ke dalam sumur terganggu. maka dalam pelaksanaan pembuatan sumur detail konstruksi sumur yang baik menjadi sangat penting untuk menjaga keberlangsungan pemanfaatan sumur yang bersangkutan.

mengalami hambatan oleh adanya vegetasi/tumbuhan ataupun bangunan dan apabila tidak ada vegetasi/tumbuhan maka hujan akan jatuh mengenai permukaan tanah secara langsung walaupun peresapan masih mungkin terjadi karena adanya sampah. Air yang meresap ke dalam tanah ditahan oleh tanah sebagai cadangan kelembaban tanah dan penambagan cadangan air tanah.m ata h a ri k on d e n sa si a w a n e n er gi sola r H u jan H u jan tra n sp ira si d a ri d au n W a du k H u ja n p e n gu a p a n dari daun p e n gu a p a n d a ri ta n a h P eng u ap a n Laut la p isa n k e d a p a ir Gambar 1. Di lain pihak air tanah yang mengalir di dalam batuan (akuifer) dapat keluar kembali menjadi air permukaan sebagai mata air jika akuifer tersebut terpotong oleh kemiringan topografi permukaan tanah. sedangkan cadangan permukaan akan mengalir ke daerah yang lebih rendah dan sebagian akan meresap kembali ke dalam tanah selama pengaliran. . kotoran maupun adanya benda lain di permukaan tanah. Siklus Hidrologi Hujan yang jatuh.

tahunan. pengaliran dan pelepasan air tanah berlangsung. bahkan hingga ribuan tahun sebagaimana diperlihatkan pada Gambar 2. Gambar 2. puluhan tahun. Perjalanan resapan air hujan hingga menjadi air tanah dan muncul kembali sebagai mata air Jumlah cadangan air tanah akan sangat ditentukan oleh kondisi cekungan airtanahnya. Dengan demikian potensi air tanah pada suatu wilayah akan sangat ditentukan oleh :  Kondisi curah hujan serta hubungan antara air permukaan dan air tanah . yaitu suatu wilayah yang dibatasi oleh batas hidrologeologis. tempat semua kejadian hidrogeologis seperti proses pengimbuhan. ratusan tahun.Perjalanan air dari masuknya air hujan ke dalam tanah hingga mencapai lapisan akuifer maupun keluar sebagai mata air membutuhkan waktu yang sangat bervariasi dari orde bulanan.

dalam suatu daerah dijumpai beberapa akuifer tertekan pada berbagai kedalaman yang dipisahkan oleh lapisan kedap air. sedangkan ekploitasi air tanah pada akuifer tertekan umumnya dilakukan dengan pembuatan sumur bor dalam.  Kondisi akuifer yang meliputi geometri dan sebarannya. Secara umum terdapat dua jenis akuifer. Gambar 3. yaitu akuifer bebas dan akuifer tertekan (Gambar 3). yaitu daerah resapan air yang mampu menambah air tanah secara alamiah pada cekungan air tanah  Kondisi daerah repasan air tanah. Dalam kenyataan di lapangan. konduktifitas hidraulik dan litologi pada batas-batas akuifer Kondisi daerah imbuhan air tanah. Ekploitasi air tanah pada akuifer bebas biasanya dilakukan dengan membuat sumur gali ataupun kolam. yaitu daerah keluaran air tanah yang berlangsung secara alamiah pada cekungan air tanah. Jenis akuifer dan sumur untuk eksploitasinya . Oleh karena itu identifikasi posisi kedalaman dan ketebalan akuifer-akuifer tersebut menjadi penting untuk menentukan konstruksi sumurnya.

Secara umum terdapat dua jenis mesin bor. Pemasangan balok landasan mesin. sitem-mekanisme bor. serta saluran sirkulasinya. Sedangkan pembesaran lubang bor (Reaming) dilakukan setelah kedudukan lapisan akuifer diketahui melalui kegiatan logging. Lumpur pemboran tersebut dipompakan dengan tekanan ke dalam lubang melalui stang bor dan naik kembali ke permukaan melalui rongga antara dinding lubang bor dengan stang bor sambil membawa pecahan batuan hasil gerusan mata bor (cutting). biasanya dipasang pipa pelindung (casing) pada lubang bor. Mesin bor yang dewasa ini banyak digunakan adalah mesin bor putar jenis meja putar dan spindle. Selanjutnya dilakukan pengesetan mesin dan pompa serta pendirian menara dan penyediaan lumpur bor. . pipa/stang bor. Secara garis besar pada setiap mesin bor terdiri dari 5 komponen utama. menara dan pompa. papan untuk saluran sirkulasi dan lantai dasar mesin. Cara kerja mesin bor putar pada prinsipnya adalah merupakan kombinasi tekanan dan putaran mata bor atas batuan yang dibarengi dengan penyemprotan lumpur pemboran melalui lubang-lubang yang terdapat pada mata bor. bak penampung. Pengeboan awal biasanya menggunakan mata bor jenis tricone diameter 6” sampai kedalaman melebihi kedalaman konstruksi sumur yang direncanakan. Pada saat ini mesin bor putar merupakan pilihan yang digunakan dan pengeboran airtanah. yaitu mesin bor tumbuk dan mesin bor putar. Pada lokasi dengan batuan yang mudah runtuh. yaitu : mesin penggerak. Sebelum kegiatan pengeboran dilakukan maka terlebih dahulu dilakukan persiapan yang berupa pembuatan bak pengendap. Pengeboran diawali dengan pengeboran awal (Pilot hole) yang dimaksudkan untuk mengetahui litologi secara rinci.3. Pengeboran dan Logging Pengeboran pada prinsipnya adalah kegiatan untuk mendapatkan lubang bor hingga mencapai kedalaman akuifer yang menjadi target dengan diameter tertentu.

dimana alat tersebut menggunakan konfigurasi titik tunggal dimana eletroda arus dimasukakan kedalam lubang bor dan elektroda yang lain ditanam dipermukaan. Penurunan inilah yang diukur.Kegiatan Logging Loging sumur (well logging) juga dikenal dengan borehole logging adalah cara untuk mendapatkan rekaman log yang detail mengenai formasi geologi yang terpenetrasi dalam lubang bor Dalam kegiatan pengeboran air tanah jenis logging yang bisa digunakan adalah electrical loging yang tujuannya adalah untuk mengetahui letak (posisi) akuifer air. Sebagian arus kembali ke elektroda di permukaan dengan arus yang telah mengalami penurunan. Arus dimasukkan kedalam lubang elektroda yang kemudian menyebar kedalam formasi disekitar lubang bor. Electrical Loging dilakukan dengan menggunakan suatu alat. Pelaksanaan Logging . tahap pekerjaan ini sebagai penentu konstruksi saringan (screen). Gambar 4.

tutup bawah. namun dapat juga berukuran sama. Biasanya pipa jambang dipasang hingga 3 – 5 meter di bawah drawdown maksimum. Sedangkan pada kedalaman lainya dipasang pipa buta. pipa naik. pompa. bentuk dan bahan pipa saringan ditentukan berdasarkan distribusi ukuran butir akuifer dan sifat kimia air tanahnya. Konstruksi Sumur Pembesaran lubang dilakukan setelah selesai pelaksanaan kegiatan logging. terdiri dari beberapa bagian. umumnya dilakukan setelah logging untuk mengetahui susunan lapisan batuan dan menentukan posisi kedalaman akuifer yang akan diambil air tanahnya dengan memasang saringan (screen) sehingga airtanah akan masuk ke sumur melalui saringan tersebut. peletakan pipa pengantar saat pengisian gravel dan grouting cement serta peletakan pipa piezometer. Ukuran lubang.4. dengan diameter 1 inchi lebih besar dari diameter peralatan pompa dan pipa piezometer yang akan dipasang. Pipa naik merupakan pipa yang dihubungkan . pipa saringan. tutup atas.5 m lebih panjang agar tidak terjadi kebocoran. Pipa buta ini diikatkan dengan lapisan batuan di sekitarnya dengan pasangan beton agar kedudukannya stabil Pipa buta dipasang di bawah pipa jambang dengan panjang tergantung ketebalan lapisan yang tidak diinginkan baik kuantitas maupun kualitasnya. yaitu pipa jambang. Secara garis besar konstruksi sumur dapat dilihat pada Gambar 5. Pipa jambang terletak pada bagian atas dengan garis tengah yang lebih besar dari pipa buta/saringan. pasangan beton (cement grout). Pada akuifer yang kualitas air tanahnya jelek. Setelah pemboran selesai. kerikil pembalut. tujuan pembesaran lubang digunakan untuk mendapatkan kemudahan dalam konstruksi sumur yang berupa pemasangan selubung casing/pipa dan saringan . pipa buta. Pipa saringan adalah pipa berlubang yang dimaksudkan sebagai jalan masuknya air tanah dari akuifer ke dalam sumur. pemasangan harus 0.

setelah kerikil pembalut selesai dipasang maka dilakukan pembersihan dan penyempurnaan sumur (well development) yang dimaksudkan untuk dapat membersihkan dinding dan zona invasi akuifer serta kerikil pembalut dari partikel halus. dan bulat digunakan sebagai penyaring agar material halus yang ada di dalam lapisan akuifer tidak masuk ke dalam sumur.dengan pompa sebagai saluran untuk menaikan air dari sumur ke atas permukaan tanah / tendon. Gambar 5. agar seluruh pori/celah akuifr dapat terbuka penuh sehingga air tanah dapat . Konstruksi Sumur Dalam pelaksanaan pembuatan sumur. Sumbat dipasang pada ujung bawah rangkaian pipa konstruksi sumur yang berguna untuk mencegah material yang tidak diinginkan masuk ke dalam sumur yang nantinya dapat mengganggu pompa. Kerikil pembalut adalah kerikil yang bersih berukuran butir seragam.

sehingga pemompaan bebas dari kandungan pasir Memaksimalkan kapasitas jenis serta umur pemanfaatan sumur Berbagai metode dapat dilakukan pada well development ini seperti surging.    Meningkatkan porositas dan permeabilitas akuifer di sekeliling sumur Menstabilkan lapisan pasir di sekeliling saringan. Prinsip kerja metode surging adalah menekan air mengalir masuk dan keluar pada interval saringan dengan menaikan dan menurunkan plunger di dalam casing. Sedangkan pada metode overpumping hanya mengalirkan air dari akuifer ke dalam sumur dengan cara .mengalir ke dalam sumur secara bebas. Keuntungan yang diperoleh dari well development ini antara lain adalah :  Mengurangi penyumbatan (clogging) akuifer pada dinding lubang bor dan di pinggiran zona invasi sebagai akibat sampingan kegiatan pemboran dan menghilangkan efek jembatan pasir. Dalam pengoperasiannya alat digerakan berputar-putar dengan memutar stang bor dan naik turun sepanjang pipa saringan. sehingga akan terjadi aliran dari sumur ke akuifer melalui saringan. Begitu aliran muncul ke permukaan tanah. Cara kerjanya pompa dijalankan dengan untuk menimbulkan aliran aair dari akuifer masuk ke dalam sumur melalui saringan. backwashing dan overpumping. Hal ini dilakukan berulang-ulang. seperti gerakan piston. pompa segera dimatikan sehingga air akan kembali turun ke bawah melalui pipa naik. Dalam metode jetting alat (jetting tool) dimasukan ke dalam tiap-tiap interval saringan dari bawah ke atas dengan pipa stang bor yang dihubungkan dengan pompa tekan yang memompakan air bersih ke dalam sumur. Metode airlifting hampir sama dengan metode jetting. airlifting. Dengan demikian akan dihasilkan sumur dengan efisiensi kapasitas jenis yang maksimal. namun yang dipompakan ke dalam sumur adalah udara. jetting. Prinsip dasar metode backwashing adalah membuat efek surging menggunakan pompa.

dan begitu pula sebaliknya. Besar nilai kelulusan amat tergantung oleh ketebalan akuifer. Besar nilai kelulusan tersebut dinyatakan sebagai keterusan. k). 5. Disamping untuk mengetahui keterusan akuifer. Debit pemompaan yang dihasilkan dari suatu pemompaan sangat dipengaruhi oleh besarnya nilai kelulusan yang dimiliki oleh akuifer.memompa sumur melebihi rencana kapasitas pemompoaan yang akan dioperasikan pada tahap produksi. T) dan kapasitas jenis (Sc) pada akuifer sebuah sumur. Semakin besar nilai kelulusan dan ketebalan akuifer. Pumping est Salah satu hal yang tidak boleh ditinggalkan setelah kegiatan konstruksi sumur selesai adalah menentykan keterusan akuifer. dan debit optimum. Untuk menghitung keterusan akuifer biasanya dilakukan pemompaan uji (pumping test) terhadap sumur yang telah dibuat. Hal ini dapat dijelaskan dari persamaan di bawah ini (metoda Jacob berdasarkan persamaan Theis): Q 2KD S 2. kapasitas jenis (spesific capacity).S T=KD . pemompaan uji juga untuk memperoleh parameter akuifer yang lain seperti koefisien simpanan (Coefisien storage).30 atau KD  2. keterusan (transmissivity. Untuk mengetahui parameter tersebut diatas dipakai metode Jacob pada uji pemompaan jenis menerus dan metode Theis pada uji kambuh.Q 2 . Uji pemompaan menerus dan uji kambuh dalam rangkaian pumping test dipakai untuk mengetahui parameter berupa tingkat kelulusan (hydraulic conductivity. maka debit yang dihasilkan akan semakin besar.3. pada gradien hidrolika = 1 dalam rentang waktu satu satuan waktu hari. Kelulusan air adalah tingkat kemampuan batuan seluas 1m2 dalam melalukan air.

Sc).( S / Q) ΔS : perbedaan kenaikan muka airtanah.Dimana : Q K D S T : debit : kelulusan : ketebalan akuifer : perbedaan penurunan : keterusan Hampir sama dengan uji pemompaan menerus. Hubungan antara kapasitas jenis. Debit air yang dapat diperoleh pada setiap penurunan muka airtanah. . debit pemompaan dan besarnya penurunan muka airtanah dapat dinyatakan sebagai berikut : Sc  Dimana: Sc Q S Q S : kapasitas jenis : debit : penurunan muka airtanah Untuk mendapatkan debit optimum atau debit aman (save yield) akuifer pada suatu sumur.30 4 . sepanjang satu satuan panjang pada akhir periode pemompaan disebut sebagai debit jenis atau kapasitas jenis (spesific capasity. Dimana : Aktivitas pemompaan sumur akan selalu diikuti oleh penurunan muka airtanah. pada uji kambuh harga Q dapat ditentukan dengan rumus (Theis): KD  2. maka penghitungan debit dapat ditempuh dengan memperhatikan faktor koreksi sebesar 60%.

DRAWDOWN TEST Average Pump Rate (lt/dt) 7.35 Duration (min) 420 Transmisivity (m2/day) 264.34 Uji Pemompaan Sumur 1 KLI Time (min) 1 16 10 100 1000 17 Drawdown (m) 18 19 20 .Contoh sederhana hasil pumping test terlihat seperti pada Gambar berikut ini.

.77 Uji Kambuh Sumur 1 PT KLI t/t' 1 12 10 100 1000 Residual Drawdown 13 14 15 16 Disamping itu uji kualitas air di laboratorium juga harus dilakukan untuk memastikan bahwa air tanah yang ada memenuhi syarat sebagai air minum sebagaimana disyaratkan oleh Departemen Kesehatan RI sesuai SK MENKES No.35 Duration (min) 140 Transmisivity (m2/day) 214. 907/MENKES/SK/VII/2002.RECOVERY TEST Average Pump Rate (lt/dt) 7.

1990. 1980. Pedoman Teknis Pengawasan Pelaksanaan Pemboran Airtanah Untuk Sistem Air Bersih.T. Driscoll. Minnesota.Johnson Filtration Systems Inc. 1986. New Jersey. Chow. kualitas air tanah harus memenuhi persyaratan yang ditetapkan oleh Departemen Kesehatan RI sesuai SK MENKES No. Direktorat Cipta Karya.  Keberadaan lapisan akuifer pada suatu daerah harus diketahui untuk dijadikan dasar dalam pelaksanaan konstruksi sumur. Fetter C. Penutup Berdasarkan uraian tersebut diatas dapat disarikan beberapa hal antara lain :  Keberadaan air tanah pada suatu lokai sangat ditentukan oleh kondisi geologi dan geohidrologi setempat. Referensi : Departemen Pekerjaan Umum.K. Konstruksi sumur yang benar akan menghasilkan kapasitas sumur dan umur pemanfaatan sumur yang optimal  Kualitas air tanah sangat ditentukan oleh jenis batuan yang dilalui air mulai dari peresapan hingga sampai ke sistem akuifer. Prentice Hall Inc.A. 2009. 2nd Ed. Pengelolaan Daerah Imbuhan Airtanah. John Wiley & Sons. 1990. Applied Hydrogeology. 907/MENKES/SK/VII/2002. 1996. Englewood Cliff. Todd. Freeze R. 1964. . Paul.6. Englewood Cliff. St. and Cherry J. Prentice Hall Inc. Untuk dapat dijadikan sebagai air minum. Groundwater and Wells. Inc. Jakarta. New York. V. Fletcher G. Hendri Setiadi. Makalah disampaikan dalam sosialisasi Pengelolaan Airtanag bagi Pengguna tanggal 29 Juni 2009 di Ungaran Jawa Tengah. Tidak semua daerah sekaligus mempunyai akuifer dangkal dan dalam yang secara kuantitas dan kualitas menguntungkan untuk dieksploitasi. Grounwater Hydrology. D. Groundwater. New York. Hand Book of Applied Hydrology. New Jersey. Mc Graw-Hill Book Co.W.A.