You are on page 1of 3

KELOMPOK 7 KOASS ANESTESI FK UIN SYARIF HIDAYATULLAH JAKARTA Afra Humaira Faizal Fahmi Ning widya Muwawi Siregar

Fitri Fiddini Rica Andriani K Silvia Aulia A Syarah Amrina Satu Agus R Eris Lingga N

KESULITAN INTUBASI : 1. Leher pendek berotot 2. Mandibula menonjol 3. Gigi depan yang menonjol 4. Uvula yang tidak terlihat 5. Gerak sendi temporalmandibula terbatas 6. Gerka servikal terbatas EVALUASI KESULITAN INTUBASI “LEMON” 1. Look Externally Untuk setiap pasien yang akan diintubasi dokter harus selalu melihat tampilan, kosmetik, dan karakteristik yang berpotensi menjadi penyulit. Meliputi : micronagtia, obesitas, pembedahan leher dan kepala sebelumnya atau iradiasi, abnormalitas gigi (gigi goyang, gigi palsu, gigi besar), leher tebal dan pendek, trauma wajah dan leher. 2. Evaluate the 3-3-2 rule Keberhasilan laringoskop ditentukan oleh anatomi normal. Aturan 3-3-2 padapasien yang anatominya normal meliputi pembukaan normal sebesar 3 jari, dimensi mandibula antara mentum dan tulang hyoid sebesar 3 jari, dan penonjolan kartilago tiroid harus 2 jari dibawah kartilago hyoid.

Obstruksi Evaluasi adanya stridor. Spasme bronkus MALLAMPATI Klasifikasi malampati. laring.3. TIO meningkat 4. Makin tinggi skor mallampati. uvula dan palatum mole Kelas 2: Terlihat palatum mole dan durum. Laserasi bibir. Klasifikasi Mallampati: • • Kelas 1: Terlihat semua tonsil. gusi. Dengan meminta pasien untuk membuka mulut selebar mungkin. ekstensikan leher dan meminta pasien untuk menyebutkan kata “aah…” sehingga dapat melihat faring dengan maksimal. Klasifikasi mallampati digunakan untuk memprediksi keberhasilan intubasi. TIK meningkat. menjulurkan lidah. maka semakin besar risiko kesulitan intubasi. Mallampati score Menunjukan adaya hubungan antara visualisasi faring yang langsung terlihat secara oval dengan yang terlihat melalui laringoskop. dan meminta pasien m 4. Dengan cara meminta pasien untuk membuka mulut selebar mungkin. Contohnya pada pasien degenerative. Intubasi esophagus 6. Aspirasi 7. Merangsang saraf simpatis (hipertensi-takikardi). benda asing dan bentuk obstruksi subglotis dan supraglotis 5. Neck mobility Hambatan pergerakan leher. digunakan untuk memprediksi keberhasilan intubasi. 3. trauma tulang belakang KOMPLIKASI 1. RA. Intubasi bronkus 5. sebagian tonsil dan uvula . menjulurkan lidah. Trauma gigi geligi 2. mukosa mulut.

Morgan GE. 2006. 4th Ed. Ed Kedua. Clinical Anesthesiology. 2010. Mikhail MS. Murray MJ. dkk. Anestesiologi FKUI. New York : McGrawHill.• • Kelas 3: Terlihat palatum mole dan durum dan dasar uvula Kelas 4: Hanya terlihat palam durum Sumber Said A Latief. Jakarta: Bagian Anestesiologi dan Terapi Intensif Fakultas Kedokteran Unoversitas Indonesia. .