PENYAKIT-PENYAKIT GLOMERULUS

Abdullah

Glommerulopati = glomerulonefritis
Inflamasi glomerulus dengan :  Etiologi  Patogenesis  Patofisiologi  Histopatologi Berbeda tapi presentasi klinis hampir sama

KLASIFIKASI GLOMERULOPATI Klasifikasi klinis Klasifikasi lesi histopatologi ginjal Klasifikasi etiologi dan patogenesis glomerulopati Klasifikasi imunologi glomerulopati .

Klasifikasi Glomerulopati secara klinis  Sindrom nefritik akut  Sindrom rapidy progressive glomerulonephritis  Sindrom nefrotik  Kelainan urin tanpa keluhan  Sindrom nefritik kronik (glomerulonefritis kronik) .

Edema .Hipertensi .Kelainan urinalisis (proteinuria & hematuria) .Oliguria .Azotemia .Bendungan sirkulasi .Sindroma nefritik akut Kumpulan manifestasi klinis: .

Staphylococcus albus (shut nefritis) 4.Etiologi sindroma nefritik akut 1. 5. Henoch-Schonlein Purpura (HSP) Nefritis herediter 2. GP mesangioproliferatif nefritis Ig A atau penyakit Berger 3. Abses viseral 5. Pasca infeksi streptokok beta hemolitik 2. Hepatitis B antigenemia Disseminated Lupus Erythematosus (DLE) Vasculitis 1. GP membrnoproliferatif Glomerulopati pasca infeksi 1. 3. 4. Endokarditis bakterialis 3. GP akut proliferatif 2. Poliarteritis nodosa 2. . Glomerulopati (GP) idiopatik 1. Granulomatosis Wagener 3.

Manifestasi Klinis  90% dengan subklinis. kelainan urinalisis dengan atau tanpa hipertensi  Sisanya 10% dengan presentasi klinis – Sindroma nefrotik (4%) – Sindroma Rapidly progressive glomerulonphritis (1%) – Sindroma Nefritik akut (95%) .

Bradikardia .sedang. 4.berat.Klinis sindroma Nefritik Akut (SNA) 1.Sembab dan bendungan sirkulasi 5.Keluhan Saluran Kemih Oliguria & hematuria tanpa sakit (patognomonik) 3.Infeksi streptokok Riwayat faringitis(10-14hr)/impetigo(21hr) 2.Hipertensi Hipertensi ringan.

DIAGNOSIS BANDING  Sindrom RPGN (rapidly progressive glomerulonephritis)  Sindrom acute on CRF  Penyakit jantung hipertensif .

Faal ginjal : kenaikan ureum & creatinin .hiperkalemi .Serum protein & profil lipid : hipoalbuminemia .Faktor pembekuan : kenaikan faktor pembekuan.T inverted.bendungan paru .Pemeriksaan penunjang Diagnosis klinis: . hematuria Diagnosis perjalanan penyakit (komplikasi) .Kelainan urinalisis : Proteinuria. .Foto dada : Kardiomegali.Elektrolit :hiponatremi dilusi.EKG : Voltase rendah.QT panjang .

Diagnosis etiologi pasca infeksi streptokok .anti imunoglobulin.Pemeriksaan histopatologi ginjal. kompleks imun. . peningkatan serum imunoglobulin. . dan depresi serum komplemen.Antibodi antistreptokok.

Ensefalopati hipertensif akut Hidralazin 20 mg IV dgn furosemid Nifedipin IM/SL dgn furosemid .Pengobatan Darurat medis SNA 1.Bendungan sirkulasi dan paru furosemide 40-80mg IV morfin (bila tersedia) obat anti hipertensi oral Dialisis : GGA 24jam konservatif gagal 2.Pengobatan A.

lemak tdk jenuh. .Lanjutan B. Cairan: dibatasi untuk keseimbangan cairan tubuh.Suportif 1. Diet: 35kal/KgBB/hr.prot hewani 2.

0-3.5gr/hr) 2. Terdiri dari: 1. Edema 4.Sindrom Nefrotik Definisi: sindroma klinik dgn sejumlah kelainan renal & ekstra renal. Hiperkoagulasi . Hiperlipidemia 5. Hipoalbuminemia 3. Proteinuria (>3.

toksin spesifik . Primer (idiopatik) 75-80% 2.Etiologi 1. keganasan. Sekunder : penyakit sistemik (DM.SLE).

Focal segmental glomerulosklerosis (FSGS) 3. Membranous glomerulopathy 4. Membranoproliferatif glomerulosklerosis (MPGN) Perlu biopsi untuk : •Diagnosis defenitif •Penatalaksanaan •Prognosis .Jenis sindroma nefrotik pada dewasa 1. Minimal change disease (MCD) 2.

Respon terhadap steroid : baik .Ditemukan pd 80% NS umur < 16 thn & 20 % pd dewasa .Prognosis : baik .Minimal change disease (MCD) .Ukuran & arsitektur glomerulus relatif baik .

Focal segmental glomerulosklerosis (FSGS) • Terjadi pada 1/3 NS dewasa • 50% glomerulus sklerosis & hyalinosis • Respon steroid : 20-40 % kasus • Remisi spontan : jarang • Prognosis : buruk .

Membranous glomerulopathy Terjadi pada 30-40 % NS dewasa Patologi :penebalan diffuse basal membran glomerulus tanpa adanya inflamasi atau proliferasi selluler Tidak ada perbaikan dgn steroid .

Membranoproliferatif glomerulonefritis (MPGN) Patologi : Penebalan dan proliferasi memban basalis glomerulus Ada 3 tipe: Tipe I : immune deposit pd sub endotel & mesangium Tipe II : Autoimmune Tipe III : kombinasi Tipe I & membranous glomerulopathy Untuk MPGN tidak ada terapi spesifik .

Penatalaksanaan Bila edema : rawat di RS Diet : protein 0. spironolakton Prednison : 1-1.8gr/kgBB/hr garam dibatasi Diuretik : furosemid.5mg/kgBB/hr selama 4 mgg diteruskan 1 mg/kgBB/hr alternate day 4 mgg 90% remisi pd terapi 20-24 mgg .

1-0.Penatalaksanaan Sitostatika •Cyclofosfamid 2-3 mg/kgBB/hr atau •Clorambusil 0.3mg/kgBB/hr selama 8-12 mgg Dipertimbangkan jk terjadi relaps > 3 kali/thn atau Sindroma nefrotik yang steroid dependent .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful