BAB I PENDAHULUAN

A. Latar Belakang Enterokolitis Nekrotikas (EKN) adalah penyakit saluran cerna pada bayi baru lahir, ditandai dengan bercak atau nekrosis difus pada mukosa atau submukosa. Secara klinis gejala EKN sering sama dengan sepsis dan diagnosis baru dapat ditegakkan setelah timbul gejala gastrointestinal.1 Penyakit ini menjadi salah satu masalah pada bayi dengan berat badan lahir sangat rendah (BBLSR). Pada umumnya EKN lebih sering ditemukan pada bayi prematur daripada bayi cukup bulan. Faktor resiko penyebab terjadinya EKN adalah kelahiran prematur, pemberian makanan enteral dini, perlukaan mukosa usus, dan adanya bakteri pada usus. Angka kejadian EKN mencapai 6 % pada bayi dengan berat badan lahir kurang dari 1500 gram di seluruh dunia, dan cenderung meningkat pada akhir dekade ini. Beberapa penulis melaporkan angka kejadian berkisar antara 1,5-7,5% pada bayi yang dirawat di Unit Perawatan Intensif. Angka kejadian EKN berbeda dari satu rumah sakit dengan rumah sakit lainnya. Salah satu faktor yang menyebabkan perbedaan angka kejadian penyakit ini adalah kemampuan dalam mendiagnosis dan mengenali gejala dini penyakit ini.1,2 Angka kejadian penyakit ini berbeda dari rumah sakit satu dengan rumah sakit lainnya. Beberapa penulis melaporkan angka kejadian berkisar antara 1,57,5% dari penderita yang dirawat di Unit Perawatan Intensif. Salah satu faktor yang menyebabkan perbedaan angka kejadian ini adalah kemampuan dalam 1

sejak tahun 1980-1985 menunjukkan 1 kasus pada tahun 1980. dari 35 penderita EKN dilaporkan kematian terjadi pada 19 kasus (54. gejala. Pada penelusuran catatan medik di Sub Bagian Perinatologi FKUI/RSCM. Di Amerika Serikat pada tahun 1980 angka kematian EKN adalah 29%. 3 B.3%). Angka kematian EKN cukup tinggi. Tujuan Penulisan Penulisan makalah tinjauan kepustakaan ini bertujuan untuk memberikan informasi mengenai penyakit Enterokolitis Nekrotikas (EKN) meliputi definisi.mendiagnosis dan mengenali gejala dini penyakit ini. 2 . penatalaksanaan dan prognosa Dengan demikian diharapkan makalah ini dapat menjadi pengetahuan tambahan pada praktek klinis. 1 Pada umumnya EKN lebih sering ditemukan pada bayi prematur daripada bayi cukup bulan. diagnosa. gambaran klinik. 2 kasus pada tahun 1982. 3 kasus pada tahun 1983. Dari gambaran kejadian ini terlihat bahwa penambahan kejadian justru pada saat digunakannya alat canggih dalam penanganan neonatus. 4 kasus pada tahun 1984 dan 3 kasus pada tahun 1985. Di RSCM diagnosis EKN pada tahun 60-an jarang sekali ditegakkan. Kewaspadaan terhadap penyakit ini baru meningkat setelah tahun 1972. sedangkan di RSAB Harapan Kita pada tahun 1988-1989. 2 kasus pada tahun 1981.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful