Pandangan Islam terhadap Global Warming

Manusia merupakan bagian tak terpisahkan dari alam. Sebagai bagian dari alam, keberadaan manusia di alam adalah saling mengisi dan melengkapi satu dengan lainnya dengan peran yang berbeda-beda. Pandangan Islam tentang alam (lingkungan hidup) bersifat menyatu (holistik) dan saling berhubungan yang komponennya adalah Sang Pencipta alam dan makhluk hidup (termasuk manusia). Manusia mempunyai peran dan posisi khusus diantara komponen alam dan makhluq ciptaan Tuhan yang lain yakni sebagai khalifah, wakil Tuhan dan pemimpin di bumi (QS: Al An’am:165). Hubungan antara manusia dengan alam lingkungan hidupnya ini ditegaskan dalam beberapa ayat al Qur’an dan Hadist Nabi yang intinya adalah hubungan keimanan, hubungan pemanfaatan, dan hubungan pemeliharaan. a. Hubungan keimanan dan peribadatan. Alam semesta berfungsi sebagai sarana bagi manusia untuk mengenal kebesaran dan kekuasaan Tuhan (beriman kepada Tuhan) karena alam semesta adalah tanda atau ayat-ayat Allah (ayat kauniyah). Manusia dilarang memperhamba alam dan dilarang menyembah kecuali kepada Allah yang Menciptakan alam. Hubungan manusia dengan alam sekitar merupakan hubungan yang dibingkai dengan akidah, yakni kemakhlukan yang sama-sama tunduk dan patuh kepada Khaliq. Allah SWT telah mengamanahkan pada manusia tiga hal yang perlu dijaga supaya tidak termasuk orang yang fasik. Hal ini sebagaimana tertuang dalam firman Allah Qs. Al-Baqarah [2]: 26-27 yang artinya kurang lebih: "…tetapi tidak ada yang Dia sesatkan dengan (perumpamaan) itu selain orang-orang fasik. (Yaitu) orang-orang yang melanggar perjanjian Allah (kufur akidah) dan memutuskan apa yang diperintahkan Allah untuk disambungkan (kufur insaniyah/ijtima'iayah) dan berbuat kerusakan di bumi (kufur kauniyah/ekologi). Mereka itulah orang-orang yang rugi. (Al-Baqarah [2]: 26-27). Tiga karakteristik manusia dalam ayat tersebut kemudian harus menjadi rambu-rambu bagi "keislaman" dan "keimanan". Berdasarkan ayat di atas, terdapat tiga bentuk proses menuju keselamatan (islâm) dan keamanan (îmân) yang bisa diekspresikan. Pertama, mengakui keEsaan Allah. Kedua, menjalin hubungan yang baik dengan sesama manusia; dan Ketiga, menjalin hubungan yang seimbang dengan alam. Manusia hanya ciptaan (makhlûq) yang tujuan penciptaannya adalah untuk beribadah dan menjadi pengatur di muka bumi. Dengan prinsip 'ibâdah dan khalîfah seharusnya manusia mengelola alam dengan prinsip pengabdian dan pengaturan. Pengabdian berarti manusia mengelola alam dengan cara yang menunjukkan bakti kepada Allah SWT. Sedangkan pengaturan berarti mengelola lingkungan untuk kebutuhan dirinya dengan cara menjaga keawetan dan kelestarian kualitas alam. Alam sendiri pada dasarnya juga mempunyai perjanjian tersenderi dengan Allah. b. Hubungan pemanfaatan (Al-Intifa’) yang berkelanjutan. Alam dengan segala sumberdayanya diciptakan Tuhan untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia. Pemanfaatan terhadap kekayaan alam yang tersedia disekitar manusia banyak disampaikan oleh ayat-ayat al-Qur’an di antaranya terdapat dalam surat an-Nahl:10-11, Qaf:

menyebabkan terjadinya kerusakan-kerusakan lingkungan. pencemaran suara. Hubungan pemeliharaan. Al-Qur’an menegaskan dalam lebih dari 30 ayatnya bahwa kerusakan-kerusakan yang terjadi di bumi. Disamping itu. menjadikan ekplorasi alam semakin tidak terkendali. dengan meningkatnya populasi manusia yang menuntutnya untuk mengeksplorasi sumberdaya alam sebagai sarana mempertahankan eksistensinya. sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Ahmad: “Barang siapa menanam tanaman. hingga global warming. c. ‘Abasa: 24-32. pencemaran air. Manusia dilarang pula melakukan penyalahgunaan pemanfaatan dan atau perubahan alam dan sumberdaya alam untuk kepentingan tertentu sehingga hak pemanfatatannya bagi semua kehidupan menjadi berkurang atau hilang. Hutan-hutan mulai ditebangi untuk dijadikan lahan pertanian atau perumahan. Demikian pula tidak diperkenankan pemanfaatan sumberdaya alam hanya untuk memenuhi kebutuhan bagi generasi saat ini sementara hak-hak pemanfaatan bagi generasi mendatang terabaikan. Sebaliknya manusia yang mampu menjalankan peran pemeliharaan alam ini dengan baik. Artinya. mulai dari pencemaran udara. Dari penjelasan di atas. Banyak hadis nabi saw yang menganjurkan upaya pelestarian lingkungan hidup. Semua yang ada di bumi ini diperuntukkan baginya agar dikelola kemudian dimanfaatkan semua sumber daya yang ada di dalamnya dalam rangka mengabdi kepada sang pencipta Allah SWT. baik lingkungan alam raya. salah satu di antara ayat tersebut adalah firman Allah dalam surah ar-Rum ayat: 41: َ ‫عاو ا‬ ‫ن‬ ُ ‫ج‬ ِ‫ر‬ ْ‫ي ف‬ َ ‫م ا‬ ْ‫ه ف‬ ُ ‫ل‬ َّ‫ع‬ َ ‫ل ا‬ َ ‫لاوا ا‬ ُ ِ ‫عم‬ َ ‫ذ ي ا‬ ِ‫ل‬ َّ‫ض ا‬ َ ‫ع ا‬ ْ‫ب ف‬ َ ‫م ا‬ ْ‫ه ف‬ ُ ‫ق‬ َ ‫ذي ا‬ ِ‫ي‬ ُ ‫ل‬ ِ‫س‬ ِ ‫ندا‬ َّ‫د ي ال‬ ِ‫ي‬ ْ‫أ ف‬ َ ‫ت ا‬ ْ‫ب ف‬ َ ‫س ا‬ َ ‫ك ا‬ َ ‫مدا ا‬ َ ‫ب ا‬ ِ‫ر‬ ِ‫ح‬ ْ‫ب ف‬ َ ‫ل ا‬ ْ‫وا ف‬ َ ‫ر ا‬ ِّ ‫ب‬ َ ‫ل ا‬ ْ‫ف ي ا ف‬ ِ‫د‬ ُ ‫سدا‬ َ ‫ف ا‬ َ ‫ل ا‬ ْ‫ر ا ف‬ َ ‫ا َ ا‬ ‫ظه‬ َ ‫ا‬ Artinya: . maka baginya tersedia pahala dari Allh swt. dan memandangnya sebagai ibadah yang memperoleh pahala akhirat. dalam memanfaatkan sumberdaya alam guna menunjang kehidupannya ini harus dilakukan secara wajar (tidak boleh berlebihan). manusia berkewajiban untuk merawat dan menjaga keseimbangannya agar tidak terjadi kerusakan. jelas sekali bahwa alam merupakan sarana bagi manusia untuk menjaga eksistensinya di bumi. tidak hanya bagi manusia akan tetapi bagi semua makhluk hidup yang lainnya. Namun pada kenyataannya.9-11. kemudian yang terjadi adalah kerusakan di mana-mana. Manusia mempunyai kewajiban untuk memelihara alam untuk keberlanjutan kehidupan. merupakan perbuatan yang dilarang (haram) dan akan mendapatkan hukuman. maupun lingkungan sosial disebabkan oleh ulah manusia baik secara langsung maupun tidak langsung. Ditambah lagi dengan ketamakan dan kerakusan manusia. dia akan mendapat balasan pahala sesuai dengan banyaknya buah yang dihasilkan oleh tanaman itu” Oleh karenanya. tindakan manusia dalam pemanfaatan sumberdaya alam yang berlebihan dan mengabaikan asas konservasi sehingga mengakibatkan terjadinya degradasi dan kerusakan lingkungan.

penggunaan energy tanpa terkendali. Namun. yang menimbulkan kerusakan lingkungan hidup di dunia bahkan sampai ke akhirat. penebangan hutan. Dengan kata lain. Kedua. syariah. agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”. supay Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka. . kegiatan industry dan lain sebagainya. Baik berupa tindakan militer. rumah dan pakaian) pada hakikatnya diperkenankan. dengan menganggap bahwa manusia berhak melakukan apa saja terhadap lingkungannya turut memberikan ruang kepada manusia untuk mengeruk keuntungan yang diinginkann dengan semaunya dari lingkungannya tanpa memperhatikan keseimbangan yang ada pada lingkungan itu sendiri. mulai dari masalah pencemaran udara yang disebabkan semburan asap melalui cerobong pabrik. akan selalu membawa dampak kerusakan di bumi. Untuk menghindari atau minimal memperlambat terjadinya permasalahan lingkungan khususnya global warming yang lebih parah. pembakaran hutan. menganjurkan bahkan mewajibkan setiap manusia untuk menjaga kelangsungan kehidupannya dan kehidupan makhluk lain dibumi. perbuatan maksiat. Hal ini juga menyiratkan bahwa pengesaan Tuhan merupakan satu-satunya sumber nilai dalam etika.(ar-Rum:41) Al-Qur’an menyatakan terjadinya al-fasad fi al-ard karena: Pertama. Manusia juga harus bertanggung jawab kepada-Nya untuk semua tindakan yang dilakukannya. Banyak ayat Al-Quran dan hadis yang menjelaskan. tauhid seharusnya masuk ke seluruh aspek kehidupan dan perilakunya. pemanfaatan sumber daya alam untuk dijadikan bekal hidup bagi manusia (makan. pencemaran suara yang disebabkan bunyi pabrik-pabrik dan kendaraan bermotor yang tak kunjung berhenti.“Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusi. Kegiatan industry secara besar-besaran terbukti telah banyak menyisakan beragam permasalahan. perbuatan fisik yang menyimpang dari kewajaran dan tanggung jawab. maka akan terjadi kerusakan dimana-mana yang akan mengancam kehidupan manusia serta kehidupan alam sekitarnya. Agama Islam merupakan agama (jalan hidup) yang sangat memerhatikan lingkungan dan keberlanjutan kehidupan di dunia. etika sosial. Semua itu. maka yang perlu dilakukan adalah mengubah cara pandang manusia terhadap lingkungan dan menanamkan nilai-nilai agama sebagai pijakan moral dalam berhubungan dengan lingkungan. Setiap tindakan atau perilaku manusia yang berhubungan dengan orang lain atau makhluk lain atau lingkungan hidupnya harus dilandasi keyakinan tentang keesaan dan kekuasaan Allah SWT. Bagi seorang Muslim. ekonomi dan politik. Jika hal itu dilakukan. yang mutlak. termasuk etika terhadap lingkungan. dan akhlak. pencemaran air yang disebabkan pembuangan limbah industry yang dialirkan melalui sungai-sungai. langsung maupun tidak langsung telah mengganggu kehidupan manusia serta lingkungan hidupnya. karena tindakan atau anjuran kemaksiatan kepada Allah. tauhid merupakan sumber etika pribadi dan kelompok. dalam pemanfaatannya dilarang berlebih-lebihan. kosongnya jiwa dari nilai-nilai agama yang selalu mengajarkan kebaikan juga mempengaruhi pembentukan cara pandang tersebut. Intinya. Cara pandang yang salah. Konsep yang berkaitan dengan penyelamatan dan konservasi lingkungan (alam) menyatu tak terpisahkan dengan konsep keesaan Tuhan (tauhid).

pahala shadaqah bagi orang yang menanam pohon di dapat karena dia telah memberikan manfaat kepada manusia dan makhluk lainnya. kecuali ia akan mendapatkan sedekah karenanya”. baik pekerjaan tersebut berbentuk pekerjaan akhirat atau berbentuk pekerjaan yang menyebabkan kemaslahatan di dunia. (HR. Al-Bukhoriy) Hadis di atas berbicara tentang betapa pentingnya melakukan penanaman (penghijauan). (HR.Etika tersebut (etika dengan lingkungan) tampak terlihat dari bagaimana Nabi Muhammad saw melalui hadisnya menganjurkan untuk melestarikan lingkungan hidup Salah satu hadis tersebut adalah “Tak ada seorang muslim yang menanam pohon atau menanam tanaman. sedang di tangan seorang diantara kalian terdapat bibit pohon korma maka tanamlah. Tanaman yang pernah kita tanam lalu diambil oleh siapa saja. Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albaniy -rahimahullah. karena di dalamnya terdapat targhib (dorongan) besar untuk menggunakan kesempatan terakhir dari kehidupan seseorang dalam . tetapi termasuk juga manfaat pepohonan yang dapat mengurang volume karbondioksida di bumi ini yang apabila berlebihan akan mengakibatkan global warming. daunnya atau bagian-bagian lainnya. Dorongan tersebut berupa pahala shadaqah yang dijanjikan kepada orang yang menanam. Dalam hadis lain Rosulullah bersabda: ْ‫ك ف‬ ‫م‬ ُ ‫د‬ ِ‫ح‬ َ ‫أ ا‬ َ ‫لا ى ا‬ َ ‫عا‬ َ ‫ت ا‬ ْ‫م ف‬ َ ‫قدا ا‬ َ ‫ن ا‬ ْ‫إ ف‬ ِ‫م‬ َ ‫ل ا‬ َّ‫س‬ َ ‫و ا‬ َ ‫ه ا‬ ِ‫ي‬ ْ‫ل ف‬ َ ‫عا‬ َ ‫لل ا‬ ُ ‫لا ى ا‬ َّ َّ‫ص‬ َ ‫لل ا‬ ِ ‫لا‬ َّ ُ ‫ساو‬ ُ ‫ر‬ َ ‫ل ا‬ َ ‫قدا ا‬ َ ‫ل ا‬ َ ‫قدا ا‬ َ ‫ك ا‬ ٍ ‫ل‬ ِ‫مدا‬ َ ‫ن ا‬ ِ‫ب‬ ْ‫س ف‬ ِ ‫ن‬ َ ‫أ ا‬ َ ‫ن ا‬ ْ‫ع ف‬ َ ‫م ا‬ ٍ ‫شدا‬ َ ‫ه ا‬ ِ ‫ن‬ ْ‫ع ف‬ َ ‫ة ا‬ َ ‫م ا‬ َ ‫ل ا‬ َ ‫سا‬ َ ‫ن ا‬ ُ ‫ب‬ ْ‫د ف‬ ُ ‫مدا‬ َّ ‫ح‬ َ ‫ندا ا‬ َ ‫ث ا‬ َ ‫د ا‬ َّ ‫ح‬ َ ‫ع ا‬ ٌ ‫كي‬ ِ‫و‬ َ ‫ندا ا‬ َ ‫ث ا‬ َ ‫د ا‬ َّ ‫ح‬ َ ‫ا‬ ‫هدا‬ َ ‫س ا‬ ْ‫ر ف‬ ِ‫غ‬ ْ‫ي ف‬ َ ‫ل ا‬ ْ‫ف ف‬ َ ‫ة ا‬ ٌ ‫ل‬ َ ‫سا‬ ْ‫ف ف‬ َ ‫ه ا‬ ِ‫د‬ ِ‫ي‬ َ ‫ف ي ا‬ ِ‫و‬ َ ‫ة ا‬ ُ ‫م‬ َ ‫يدا ا‬ َ ‫ق ا‬ ِ‫ل‬ ْ‫ا ف‬ Artinya: “Jika hari kiamat telah tegak. maupun jalan haram. rantingnya dan lain sebagainya. dalil) yang paling kuat menunjukkan anjuran bercocok tanam sebagaimana dalam hadits-hadits yang mulia ini. Sedangkan menurut Qadhi ‘Iyad dalam mengomentari hadis ini. “Tak ada sesuatu (yakni. Sebab penanaman pohon yang dilakukan akan memberikan manfaat kepada orang lain. berupa adanya buah yang dapat dikonsumsi atau bagian dari pohon yang dapat dimanfaatkan. terlebih lagi hadits yang terakhir di antaranya. lalu burung memakannya atau manusia atau hewan. Dalam konteks saat itu.berkata saat memetik faedah dari hadits-hadits di atas. dalam konteks saat ini manfaat penanaman pohon bukan saja pemanfaatan buahnya. sebab tanaman tersebut akan dirasakan manfaatnya oleh manusia dan hewan. baik dengan jalan yang halal. Seorang muslim yang menanam tanaman tak akan pernah rugi. Ahmad) Ahli Hadits Abad ini. maka kita sebagai penanam tetap mendapatkan pahala. Menurut penulis. Abdur Rauf al-Minawi berpendapat bahwa hadis ini merupakan dorongan kuat untuk melakukan penanaman. sebab tanaman yang diambil tersebut berubah menjadi sedekah bagi kita. bahkan bumi yang kita tempati. sebagaimana dikutip oleh as-Sinqithi orang yang menjadi penyebab terjadinya kebaikan akan mendapatkan pahala orang yang mengerjakan kebaikan tersebut. seperti daunnya.

Maka pahalanya terus mengalir.rangka menanam sesuatu yang dimanfaatkan oleh manusia setelah ia (si penanam) meninggal dunia. . dan dituliskan sebagai pahala baginya sampai hari kiamat.

3:18) ِ‫ع‬ ‫د‬ ْ‫ب ف‬ َ ‫من ا‬ ِ َّ ‫إال‬ ِ‫ب‬ َ ‫تدا ا‬ َ ‫ك ا‬ ِ‫ل‬ ْ‫اا ف‬ ْ‫تاو ف‬ ُ ‫و‬ ْ‫أ ف‬ ُ ‫ن‬ َ ‫ذي ا‬ ِ‫ل‬ َّ‫فدا‬ َ ‫ل ا‬ َ ‫تا‬ َ ‫خ ا‬ ْ‫مداا ف‬ َ ‫او ا‬ َ ‫م ا‬ ُ ‫ال‬ َ ‫س ا‬ ْ‫إل ف‬ ِ ‫لهدا‬ ِّ ‫دال‬ َ ‫عن ا‬ ِ‫ن‬ َ ‫دي ا‬ ِّ ‫ندال‬ َّ ‫إ‬ ِ‫ب‬ ِ ‫سدا‬ َ ‫ح ا‬ ِ‫ل‬ ْ‫عدا ف‬ ُ ‫ري‬ ِ‫س‬ َ ‫له ا‬ ِّ ‫ندال‬ َّ ‫إ‬ ِ‫ف‬ َ ‫له ا‬ ِّ ‫تدال‬ ِ ‫يدا‬ َ ‫بءآ ا‬ ِ‫ر‬ ْ‫ف ف‬ ُ ‫ك‬ ْ‫ي ف‬ َ ‫من ا‬ َ ‫او ا‬ َ ‫م ا‬ ْ‫ه ف‬ ُ ‫ن‬ َ ‫ي ا‬ ْ‫ب ف‬ َ ‫يدا ا‬ ً ‫غ ق‬ ْ‫ب ف‬ َ ‫م ا‬ ُ ‫ل‬ ْ‫ع ف‬ ِ‫ل‬ ْ‫ا ف‬ ُ ‫ه‬ ‫م‬ ُ ‫جداء‬ َ ‫مدا ا‬ َ ‫ا‬ . Mereka berkata:”Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah. Tak ada Tuhan melainkan Dia. Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.Al-Baqarah : 26-27 yang pertama adalah mengakui ke-Esaan Allah. (QS. Yang menegakkan keadilan. artikel ini untuk waktu sekarang masih sangat actual karena mengingat sampai sekarang masih terjadi global warming akibat ulah tangan manusia. Artikel ini selain membahas tentang global warming juga mengingatkan kita sebagai khalifah di muka bumi agar senantiasa menjaga lingkungan. Tuhan berfirman:’Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui’ “.Analisis Artikel : Menurut saya. Al-Baqarah : 30 juga relefan. Arti dan maknanya sudah di jelaskan oleh penulis. jadi tingkat kesulitan dalam memahami isi ayat dan hadist pun menjadi mudah karena penulis menjelaskan dengan jelas. Walaupun dalil-dalil yang terdapat pada artikel sudah relefan . Arti ayat-ayat dan hadist yang terdapat dalam artikel ini juga sudah sesuai dengan arti yang ada di Al-Qur’an terjemahan. bukan hanya QS: Al An’am:165) yang relefan atau padu dengan tulisan tersebut.(QS. seharusnya ditunjukan ayat yang relefan dengan pernyataan itu seperti QS. 2:30) Ketika penulis menulis tentang tiga bentuk proses menuju keselamatan (islâm) dan keamanan (îmân) yang bisa diekspresikan menurut QS. agar apa yang ditulis oleh pennulis lebih meyakinkan apabila dalilnya itu kuat dan mendukung apa yang penulis tulis.Al-Imran : 18-19 yang berbunyi : ُ ‫كمي ال‬ ‫م‬ ِ‫ح َد‬ َ‫ل ّن‬ ْ‫زلا ِط‬ ُ ‫ززي ال‬ ِ‫ع َد‬ َ‫ل ّن‬ ْ‫اولا ِط‬ َ‫ه ّن‬ ُ ‫ال ال‬ َّ‫َدِ ه‬ ‫ُهإ‬ َ‫ل ّن‬ َ‫إّن‬ ِ‫ال َد‬ َ‫ط ّن‬ ِ‫س َد‬ ْ‫ق ِط‬ ِ‫ل َد‬ ْ‫بلا ِط‬ ِ‫لا َد‬ ً‫مِب‬ َ‫ئ ّن‬ ِ‫قئآ َد‬ َ‫م ّن‬ ِ‫ل َد‬ ْ‫ع ِط‬ ِ‫ل َد‬ ْ‫لالا ِط‬ ْ‫لاو ِط‬ ُ ‫وال‬ ْ‫أ ِط‬ ُ ‫وال‬ َ‫ة ّن‬ ُ ‫ك ال‬ َ‫ئ ّن‬ ِ‫ال َد‬ َ‫م ّن‬ َ‫ل ّن‬ ْ‫ولا ِط‬ َ‫او ّن‬ َ‫ه ّن‬ ُ ‫ال ال‬ َّ‫إ ه‬ ِ‫ُهَد‬ َ‫ل ّن‬ َ‫إّن‬ ِ‫الَد‬ َ‫ه ّن‬ ُ ‫ن ال‬ َّ‫أ ه‬ َ‫لُهّن‬ ّ‫دلاله‬ َ‫ُه ّن‬ ِ‫ش َد‬ َ‫ّن‬ Allah menyatakan bahwasanya tidak ada Tuhan melainkan Dia. namun QS. Para Malaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakan yang demikian itu). yang berbunyi : ُ ‫ب‬ ‫ح‬ ِّ ‫س‬ َ ‫ن ا‬ ُ ‫ن‬ ُ ‫ح‬ ْ‫ن ف‬ َ ‫و ا‬ َ ‫ء ا‬ َ ‫مءآ ا‬ َ ‫د ا‬ ِّ ‫ك ال‬ ُ ‫ف‬ ِ‫س‬ ْ‫ي ف‬ َ ‫و ا‬ َ ‫هدا ا‬ َ ‫في ا‬ ِ‫د‬ ُ ‫س‬ ِ‫ف‬ ْ‫ي ف‬ ُ ‫من‬ َ ‫هدا ا‬ َ ‫في ا‬ ِ‫ل‬ ُ ‫ع‬ َ ‫تجفْ ا‬ َ ‫أ ا‬ َ ‫لاوا ا‬ ُ ‫قدا‬ َ ‫ة ا‬ ً ‫ف ق‬ َ ‫لي ا‬ ِ‫خ‬ َ ‫ض ا‬ ِ ‫ر‬ ْ‫أل ف‬ َ ‫ف ي ا ا‬ ِ‫ل‬ ُ ‫ع‬ ِ ‫جدا‬ َ ‫ن ي ا‬ ِّ ‫إ‬ ِ‫ة‬ ِ‫ك‬ َ ‫ئ ا‬ ِ ‫ال‬ َ ‫م ا‬ َ ‫ل ا‬ ْ‫ل ف‬ ِ‫ك‬ َ ‫ب ا‬ ُّ‫ر ك‬ َ ‫ل ا‬ َ ‫قدا ا‬ َ ‫ذ ا‬ ْ‫إ ف‬ ِ‫و‬ َ ‫ ا‬: ‫قدال الل تعدالا ى‬ {30} ‫ن‬ َ ‫ماو ا‬ ُ ‫ل‬ َ ‫عا‬ ْ‫ت ف‬ َ ‫ال ا‬ َ ‫مدا ا‬ َ ‫م ا‬ ُ ‫ل‬ َ ‫عا‬ ْ‫أ ف‬ َ ‫ن ي ا‬ ِّ ‫إ‬ ِ‫ل‬ َ ‫قدا ا‬ َ ‫ك ا‬ َ ‫ل ا‬ َ ‫س ا‬ ُ ‫د‬ ِّ ‫ق‬ َ ‫ن ا‬ ُ ‫و‬ َ ‫ك ا‬ َ ‫د ا‬ ِ ْ‫حمف‬ َ ‫ب ا‬ ِ “ Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat:”Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Ayat-ayat yang harus ditambahkan antara lain : Saat awal penulis menulis bahwa manusia merupakan khalifah di muka bumi. dalil-dalilnya masih perlu ditambah. padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau”.

16:10) َ‫رو ّن‬ ‫ن‬ ُ ‫ك ال‬ َّ‫ف ه‬ َ‫ت ّن‬ َ‫مي ّن‬ َ‫مّن‬ ٍ‫او َي‬ ْ‫ق ِط‬ َ‫ل ّن‬ ِّ‫ة‬ ً‫زي ِب‬ َ‫كآلّن‬ َ‫ل ّن‬ ِ‫ذَد‬ َ‫فمي ّن‬ ِ‫ن َد‬ َّ‫َدِ ه‬ ‫تإ‬ ِ‫رلا َد‬ َ‫م ّن‬ َ‫ث ّن‬ َّ‫الل ه‬ ِّ ‫ك‬ ُ ‫م ن ال‬ ِ‫او َد‬ َ‫ب ّن‬ َ‫نلا ّن‬ َ‫ع ّن‬ ْ‫أل ِط‬ َ‫اولا ّن‬ َ‫ل ّن‬ َ‫خميّن‬ ِ‫ن َد‬ َّ‫اولال ه‬ َ‫ن ّن‬ َ‫تاو ّن‬ ُ ‫زي ال‬ ْ‫زِط‬ َّ‫اولال ه‬ َ‫ع ّن‬ َ‫ر ّن‬ ْ‫ز ِط‬ َّ‫ُهلال ه‬ ِ‫ب َد‬ ِ‫كم َد‬ ُ ‫ل ال‬ َ‫تّن‬ ُ ‫بال‬ ِ‫زين َد‬ ُ ‫ال‬ Dia menumbuhkan bagi kamu dengan air hujan itu tanaman-tanaman. 3:19) Dan yang kedua adalah menjalin hubungan yang baik dengan sesame umat manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memikirkan.a. Imam Bukhori) Pada dasarnya Allah S. melainkan apa yang dimakan itu merupakan sedekahnya “. Yang telah menurunkan air hujan dari langit untuk kamu. korma. lalu datang burung atau manusia atau binatang memakan sebagian daripadanya.(QS. Yang kedua adalah Hubungan pemanfaatan (Al-Intifa’) yang berkelanjutan yang membahas tentang Pemanfaatan terhadap kekayaan alam yang tersedia disekitar manusia yang terdapat pada surat An-Nahl:10-11 yang berbunyi : َ‫ماو ّن‬ ‫ن‬ ُ ‫سمي ال‬ ِ‫ت َد‬ ُ ‫ُه ال‬ ِ‫فمي َد‬ ِ‫ر َد‬ ٌ ‫ج ف‬ َ‫ش ّن‬ َ‫ُه ّن‬ ُ ‫ن ال‬ ْ‫م ِط‬ ِ‫او َد‬ َ‫ب ّن‬ ٌ ‫رلاف‬ َ‫ش ّن‬ َ‫ُه ّن‬ ُ ‫ن ال‬ ْ‫م ِط‬ ِّ ‫كم‬ ُ ‫ل ال‬ َّ‫ملاء ه‬ َ‫ملاء ّن‬ َ‫س ّن‬ َّ‫نلال ه‬ َ‫م ّن‬ ِ‫ل َد‬ َ‫زّن‬ َ‫أن ّن‬ َ‫ذزيّن‬ ِ‫ل َد‬ َّ‫ّنَلاه‬ ‫هاو‬ ُ ‫ال‬ Dia-lah.t. Tiada berselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecuali sesudah datang pengetahuan kepada mereka. 16:11) Hadist lainnya yang perlu ditambahkan adalah hadist tentang penghijauan antara lain : Hadits dari Anas r. zaitun.w. relefan dengan QS : Ar-Rum : 41-42nyang sudah ada pada artikel ini.w. (HR. anggur dan segala macam buah-buahan.(QS. seperti yang terdapat pada hadist Rasulullah SAW : Bertaqwalah kepada Allah di manapun kamu berada dan iringilah perbuatan buruk dengan perbuatan baik (karena kebaikan dapat mengkompensasi keburukan) dan bergaullah dengan sesama manusia dengan akhlaq yang baik. yang pada (tempat tumbuhnya) kamu menggembalakan ternakmu. karena kedengkian (yang ada) di antara mereka. dia berkata: Rosulullah S.a. Barangsiapa yang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnya Allah sangat cepat hisab-Nya.(QS. telah melarang kepada manusia agar tidak merusak hutan. Dan yang ketiga adalah menjalin hubungan yang seimbang dengan alam. sebahagiannya menjadi minuman dan sebahagiannya (menyuburkan) tumbuh-tumbuhan. bersabda : Seseorang muslim tidaklah menanam sebatang pohon atau menabur benih ke tanah. hal ini sebagaimana firman-Nya dalam surat Al-Baqoroh ayat 11 : …‫ض‬ ِ ‫ر‬ ْ‫ال ف‬ َ ‫فا ى ا ا‬ ِ ‫وا‬ ْ‫د ف‬ ُ ‫س‬ ِ‫ف‬ ْ‫ت ف‬ ُ ‫ال‬ َ ‫م ا‬ ْ‫ه ف‬ ُ ‫ل‬ َ ‫ل ا‬ َ ‫ي ا‬ ْ‫ق ف‬ ِ ‫ذا‬ َ ‫ا ا‬ ِ‫و‬ َ ‫ا‬ “ Dan apabila dikatakan kepada mereka : Janganlah kamu membuat kerusakan dimuka bumi “ Dan ada lagi dalam surat Al-Baqoroh ayat 204-205: .Sesungguhnya agama (yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam.

dan dipersaksikannya kepada Allah (atas kebenaran) isi hatinya.” Pembahasan isi dalam artikel ini sudah sangat bagus karena mencangkup berbagai hal mengenai global warming. tidak mengeksploitasi sumber daya alam secara berlebihan dan senantiasa malakukan penghijauan. ia berjalan di bumi untuk mengadakan kerusakan padanya. dan merusak tanam-tanaman dan binatang ternak. padu dengan apa yang sedang dibahas. menjadikan ekplorasi alam semakin tidak terkendali. Dalam artikel yang penulis tulis ini. dan Allah tidak menyukai kebinasaan. pencemaran suara.“ Dan di antara manusia ada orang yang ucapannya tentang kehidupan dunia menarik hatimu. kegiatan industry dan lain sebagainya yang menyebabkan global warming semakin hari semakin parah. padahal ia adalah penantang yang paling keras. pembakaran hutan. Ditambah lagi dengan ketamakan dan kerakusan manusia. mulai dari pencemaran udara. kemudian yang terjadi adalah kerusakan di mana-mana. seperti sebab-sebab terjadinya global warming antara lain : Hutanhutan mulai ditebangi untuk dijadikan lahan pertanian atau perumahan. Dan apabila ia berpaling (dari kamu). . artikel ini membahas tentang bagaimana cara mengatasi global warming. yaitu dengan mengubah cara pandang manusia terhadap lingkungan dan menanbamkan nilai-nilai agama sebagai pijakan moral dalam berhubungan dengan lingkungan. pencemaran air. Artikel ini sudah baik karena selain membahas tentang sebab-sebab global warming. juga mencangkup ayat-ayat Al-Quran dan hadist-hadist yang relefan. penebangan hutan. penggunaan energy tanpa terkendali.

ANALISIS ARTIKEL PANDANGAN ISLAM TERHADAP GLOBAL WARMING Oleh : Nama : Sonya Eki Santoso NIM : 4101412035 Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam Universitas Negeri Semarang 2012/2013 .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful