LAPORAN PENELITIAN BIOLOGI

PENELITIAN INSEMINASI BUATAN DAN JENIS-JENIS SAPI (Bas Javanicus) SERTA MANFAAT KOTORAN SAPI DI DESA BUMIJAYA KOTA PELAIHARI KABUPATEN TANAH LAUT

Pembimbing

: Sari Kusumawati S. Pd

Disusun Oleh : Kelompok BUMIJAYA Kelas : XII IPA

SMAN 1 Simpang Empat Tahun Ajaran 2009/2010

ABSTRAK
Penelitian Inseminasi Buatan dan Jenis-Jenis Sapi (Bas Javanicus) serta Manfaat Kotoran Sapi di Desa Bumijaya Kota Pelaihari Kabupaten Tanah Laut. (Oleh : Amran Hajrin, Fenny Hadiyati Ramadhan, Ferry Merlianto, Heru Kiswanto, Khairil Anam, Lia Indriani, Maulia Sari, Ni Putu Erni Lestari, Noor Halipah, Nur Redha, Nurhalimah, Nurul Ulfah, Paryanti, Rezky Ramadhan, Rusmiati Ningsih, Siti Nurhasanah, Syahrijal, Wulandari Rahayu, Yudi Rahman. Pembimbing : Sari Kusumawati S.Pd; 2009; 41 halaman). Di Indonesia ternak sapi, baik kuantitas maupun kualitas biasa saja. Ini terlihat dari semakin kurangnya permintaan masyarakat akan daging sapi pada saat hari raya kurban dan seringnya kegagalan dalam proses pengembangbiakan. Padahal jika hal ini dimanfaatkan dengan baik untuk menghasilkan sapi unggul, maka kebutuhan masyarakat akan ternak sapi dapat terpenuhi, ditambah lagi kualitas sapi yang di kembangbiakan tidak mengalami peningkatan. Penelitian ini bertujuan mengetahui aplikasi dan pengembangan dalam bidang teknologi peternakan seperti teknologi reproduksi dalam peningkatan populasi, teknologi pakan, dan perbaikan mutu genetik / pemurnian sapi bali, serta evaluasi teknis dari teknologi yag sudah diaplikasikan penelitian ini dilakukan pada ternak sapi sistem kelompok di Pelaihari wilayah Kabupaten Tanah Laut. Sebanyak 3 kelompok tani ternak sitem perkampungan ternak di kelompok ternak Budi Luhur, kelompok ternak Tri Jaya desa Bumi Jaya dan kelompok ternak hidup baru desa Tirta Jaya Kecamatan Pelaihari. Dalam penelitian, kami menyurvei dan meneliti 4 tempat yang ada di desa Bumi Jaya yaitu kelompok tani Tri Jaya, kelompok tani Budi Luhur, pabrik pengolahan pupuk organik, dan Aplikasi Teknologi pertenakan Pusat Penelitian Bioteknologi Pelaihari Kabupaten Tanah Laut. Dari hasil penelitian yang kami lakukan selama 3 hari ternyata pada kelompok tani Budi Luhur lebih maju di banding kelompok tani Tri Jaya dalam hal Keuangan sapi yang dikembangkan. Ditempat lain sisa kotoran sapi yang ada di dua kelompok tersebut digunakan untuk pembuatan pupuk organik.

Kami berharap. Kami mengucapkan banyak terimakasih atas semua bantuan dan kritik atau saran dari semua pihak. Terutama kami minta kepahaman dari Ibu Sari Kusumawati atas makalah penelitian kami. yaitu Ibu Sari Kusumawati S.KATA PENGANTAR Puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. Kami pun menyadari bahwa makalah penelitian kami ini masih jauh dari kata sempurna. Mengingat bahwa kami masih dangkal akan ilmu. para pembaca bisa memberikan kritik atau saran kepada kami. Mengingat kami hanyalah manusia biasa yang tak luput dari kekurangan dan kesalahan. terutama oleh para siswa SMA Negeri 1 Simpang Empat. Batulicin. terutama kepada guru Pembina Biologi kami. Oleh karena itu. Kami harap. jika terdapat kesalahan baik itu dari materi. Tidak lupa kami ucapkan terima kasih kepada teman-teman kami yang ikut berpartisipasi dalam menyelesaikan makalah penelitian ini. pengetikan. Maret 2010 Tim Penyusun . ataupun kata-kata yang kurang tepat. kami berharap seluruh siswa atau pembaca dapat memakluminya. Kami harapkan kemaklumannya. Karena berkat Rahmat dan Hidayah-Nya jualah kami dapat menyelesaikan makalah penelitian mengenai “Penelitian Inseminasi Buatan dan Jenis-Jenis Sapi (Bas Javanicus) serta Manfaat Kotoran Sapi di Desa Bumijaya Kota Pelaihari Kabupaten Tanah Laut”. Pd. makalah penelitian ini nanti dapat bermanfaat bagi banyak pihak.

1. Jenis – Jenis sapi 2.3. Manfaat Penelitian BAB II LANDASAN TEORI 2.1.2. Prosedur Pelaksanaan Penelitian 3.2.DAFTAR ISI ABSTRAK KATA PENGANTAR DAFTAR ISI BAB I PENDAHULUAN 1.7. Kesimpulan 5.3. Instrumen (alat) 3. Rumusan Masalah 1.1.2.6. Metode Pengolahan Data 3. Deskripsi Tentang Inseminasi Buatn 2. Interpretasi Data 4.2.1.4. Teknik Analisis Data 3. Deskripsi Data 4.3.4. Latar Belakang 1. Jenis – Jenis Rumput Pakan Ternak Sapi 2. Metode Pengumpulan Data 3. Pembahasan BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. Saran DAFTAR PUSTAKA LAMPIRAN .3.4. Jadwal Penelitian BAB IV DATA DAN PEMBAHASAN 4.1. Sasaran Penelitian (Populasi dan Sampel) 3.5.2. Tujuan Penelitian 1. Berbagai Macam Penyakit Serta Vaksin pada Sapi BAB III METODE PENULISAN 3.

Majunya teknologi di bidang ternak sapi terkadang sulit untuk di terapkan hanya sebagian kecil yang dapat berhasil.1 Latar Belakang Masalah Ternak sapi merupakan ternak terbesar. Akan tetapi. Desa bumi jaya tersebut juga pernah menjadi juara kedua Nasional ternak sapi unggul. pada umumnya mereka mengusahakan ternak sapi terutama untuk mengejar produksi daging. sapi juga bisa dimanfaatkan kotorannya sebagai pupuk untuk tanaman yang sekarang ini jarang diterapkan. Sehubungan dengan kemanfaatan tenaga dan kotorannya sebelum ternak tadi di afkir dan di jual sebagai ternak potong. Dewasa ini.BAB I PENDAHULUAN 1. khususnya di kalimantan selatan telah lama di perlihara dan di usahakan oleh para petani sebab ternak itu memang bisa menjadi kawan baik bagi para petani. Di pelaihari Kabupaten Tanah Laut RataRata mata pencaharian penduduknya sebagai peternak sapi. Sapi-sapi yang tadinya dipelihara semata-mata sebagai tenaga kerja dan penghasil pupuk mulai di tinggalkan. belakangnya ini kedudukan dan fungsi ternak sapi mulai bergeser. Disana telah menerapkan beberapa cara pengembangbiakkan sapi di anataranya inseminasi buatan. penulis mencoba meneliti tentang inseminasi buatan dan biogresi agar penulis bisa mengetahui dengan pasti cara-cara pembuatan pupuk organik . Memanfaatkan kotoran sapi dengan cara dibuat pupuk yang disebut dengan pupuk organik maka dapat kita ketahui bahwa selain daging dan tenaganya. Oleh karena itu.

3 Tujuan Penelitian 1) Berdasarkan latar belakang dan rumusan masalah di atas maka tujuan penelitian adalah sebagai berikut : a) b) c) d) Untuk mengetahui jenis sapi. . penyakit yang menyerangnya serta cara pengobatannya ? 2) Apa saja yang dapat dimanfaatkan dari kotoran sapi tersebut ? 3) Bagaimana cara pengembangbiakan sapi ? 4) Apa saja jenis makanan yang di berikan untuk penggemukkan sapi ? 1. dengan penelitian tersebut memberikan wawasan yang luas khususnya mengaplikasikan ilmu yang di peroleh dalam kehidupan bermasyarakat sehingga menambah pengalaman dan pemahaman tentang materi tersebut.1. 1. • Kiranya penelitian dapat di teruskan bagi peneliti selanjutnya yang ingin mengembangkan penelitian ini. serta cara pengobatannya Untuk mengatasi apa saja yang dapat dimanfaatkan dari kotoran sapi tersebut Untuk mengetahui bagaimana cara perkembangbiakan sapi.4 Manfaat Penelitian Setelah melakukan penelitian mengharapkan manfaatnya sebagai berikut : • Bagi peneliti. Untuk mengetahui apa saja jenis makanan yang diberikan untuk penggemukkan sapi.2 Rumusan Masalah 1) Apa saja jenis sapi. penyakit yang menyerangnya.

Dr. Inseminasi Buatan Balai Inseminasi Buatan ( BIB ) didirikan pada tanggal 3 April 1976 oleh Prof. Dengan demikian penggunaan berbagai bangsa eks-impor. Balai Inseminasi Buatan (BIB) merupakan balai pertama di Indonesia yang memproduksi semen beku ternak besar seperti sapi perah dan sapi potong. Tetapi tidak hanya itu saja balai ini juga memproduksi inseminasi buatan pada sapi.000. tetapi Balai Inseminasi Buatan (BIB) di lembang merupakan balai tertua di Indonesia. Selain Balai Inseminasi yang ada dilembaga.1 Deskripsi Tentang Inseminasi Buatan ( IB ) 1. lahannya sekitar 10 Ha yaitu 6 Ha untuk perumahan dan 4 Ha untuk perkebunan. Balai inseminasi Buatan (BIB) telah memproduksi semen beku lebih dari 2. sukar diperbaiki kembali.000 dosis. peletakan sifat genetik yang keliru dan tidak sesuai dengan kondisi lingkungan setempat.BAB II LANDASAN TEORI 2. yang kita ketahui telah dikembangkan pada kondisi lingkungan yang berbeda dengan kondisi . tidak hanya pada sapi saja yang ada di balai ini tetapi ada juga kambing dan kerbau. Inseminasi Buatan (BI) atau kawin suntik adalah satu cara atau teknis untuk memasukkan mani yang telah dicairkan dan telah diproses terlebih dahulu. Toyib Hadiwijaya. namun demikian perlu disadari bahwa teknoligi IB ini juga mengakibatkan hal-hal yang sangat merugikan.1. yang berasal dari ternak jantan kedalam saluran alat kelamin betina dengan menggunakan metode dan alat khusus yang disebut “Insemination Gun” Secara umum telah diketahui dan diakui bahwa teknologi inseminasi Buatan (IB) merupakan alat yang sangat ampuh dalam usaha perbaikan mutu genetik ternak. Sehingga balai pertama yang didirikan di Indonesia Balai Inseminasi (BIB) yang ada di lembaga yang luas. ada juga Balai Inseminasi Buatan (BIB) yang ada di Singosari. Ir. apabila tidak didasarkan atas perencanaan dan pelaksanaan yang baik. Khusus bagi ternak sapi yang kita ketahui memiliki kemampuan reproduksi yang sangat terbatas.

Memperbaiki mutu genetika ternak Tidak mengharuskan pejantan unggul untuk dibawa ketempat yang dibutuhkan sehingga mengurangi biaya. Menghemat biaya pemeliharaan ternak jantan 2. 4. Mengoptimalkan penggunaan bibit pejantan unggul secara lebih luas dalam jangka waktu yang lebih lama. 2. 7. Dapat mengatur jarak kelahiran ternak dengan baik 3. 1. semuanya merupakan faktor-faktor yang harus diperhatikan dalam penentuan lokasi kegiatan IB. 3. Menghindari ternak dari penularan penyakit. penyediaan bahan makanan ternak dan sebagainya.lingkungan di Indonesia memerlukan pengamatan dan kewaspadaan yang cermat sebelum dilakukan secara luas dan intensif kondisi lapangan sangat menentukan keberhasilan IB baik segi yang menyangkut kelancaran komunikasi. Mencegah penularan atau penyebaran penyakit kelamin. Mani beku masih dapat dipakai untuk beberapa tahun kemudian walaupun pejantan telah mati. Dengan peralatan dan teknologi yang baik sperma dapat disimpan dalam jangka waktu yang lama. 6. Menghindari kecelakaan yang sering terjadi pada saat perkawinan karena fisik pejantan terlalu besar. 5. kepadatan populasi ternak betina. Jenis-jenis Sapi Sapi merupakan salah satu jenis hewan mamalia yang berkembang biak dengan cara melahirkan pada dasarnya reproduksi mamalia sama seperti reproduksi pada . Keuntungan Inseminasi Buatan (IB) diantaranya : 1. 5. Kondisi tujuan dari Inseminasi Buatan (IB) ini adalah : 1. terutama penyakit yang ditularkan dengan hubungan kelamin.2. Mencegah terjadinya kawin sedarah pada sapi betina (Inbreeding) 4. Miningkatkan angka kelahiran dengan cepat dan teratur.

tanaman biji-bijian / jenis kacang-kacangan. ada sapi yang merupakan sapi lokal dan ada sapi keturunan. : Animalia : Chordata : Mamalia : Artiodactyle : Bovidae : Bovinae : Bos : B.manusia. anak. baik yang dipotong terlebih dahulu (oleh manusia) maupun yang tidak (disengut langsung oleh ternak).3. Pakan memiliki peranan penting bagi ternak. daging) serta tenaga bagi ternak dewasa. terjadi secara seksual melalui proses fertilisasi. Di Indonesia ada banyak jenis sapi. . Hijauan segar umumnya terdiri atas daun-daunan yang berasal dari rumput-rumputan. Javanicus Jenis – Jenis Rumput Pakan Ternak Sapi Ternak – ternak dipelihara untuk dimanfaatkan tenaga / diambil hasilnya dengan cara mengembangbiakkannya sehingga dapat meningkatkan pendapatan para petani. Fungsi lain dari pakan adalah untuk memelihara daya tahan tubuh dan kesehatan agar ternak tumbuh sesuai dengan yang diharapkan jenis pakan yang diberikan pada ternak harus bermutu baik dan dalam jumlah cukup pakan yang sering diberikan pada ternak kerja antara berupa hijauan dan konsentrat (pakan penguat) Jenis-jenis Pakan Ternak : Hijauan Segar Hijau segar adalah semua bahan pakan yang diberikan kepada ternak dalam bentuk segar. baik untuk pertumbuhan ternak muda maupun untuk pertahankan hidup dan menghasilkan produk (susu. sangat diperlukan pemberian pakan. Berikut klasifikasi sapi (Bos Javanicus) yang ditemukan oleh Alton pada tahun 1823 dari tingkat tinggi ke rendah : Kerajinan Filum Kelas Ordo Famili Up a Famili Genus Spesis 1. Agar ternak peliharaan tumbuh sehat dan kuat.

sakit) dan lingkungan tempat hidupnya (temperatur. rumput Setaria (Setaria sphacelata). jagung giling. mudah diperoleh karena memiliki kemampuan tumbuh tinggi. fase (pertumbuhan. Maka. rumput Brachiara (Brachiaria decombens). Kelompok hijauan yang terdiri dari beberapa macam rumput (rumput gajah. kondisi tumbuh (normal. rumput benggala dan rumput setaria) Kebutuhan Pakan Kebutuhan ternak terhadap pakan dicerminkan oleh kebutuhannya terhadap nutrisi setiap harinya sangat bergantung pada jenis ternak.Rumput-rumputan merupakan hijauan segar yang sangat disukai ternak. . Berdasarkan jenisnya. garam dan mineral Manfaat-manfaat Pakan Ternak Termasuk dalam golongan ini adalah semua ban pakan ternak yang kandungan protein kasarnya kurang dari 20%. dengan konsentrasi serat kasar dibawah 18%. Kelompok hasil sampingan serealia (limbah penggilingan) 2. rumput Mexico (Euchlena mexiana) dan rumput lapangan yang tumbuh secara liar Konsentrak (Makan Penguat) Contoh : dedak padi. umur. Rekomendasi yang diberikan oleh Badan Penelitian Internasional (National Research Council) mengenai standarisasi kebutuhan ternak terhadap pakan dinyatakan dengan angka-angka kebutuhan nutrisi ternak. ruminansia. Rumput-rumputan Rumput Gajah (pennisetum purputeum). bungkil kelapa. Hijauan banyak mengandung karbohidrat dalam bentuk gula sederhana. kelembapan nisbi udara) sera bobot badannya. setiap ekor ternak yang berbeda kondisinya membutuhkan pakan yang berbeda pula. pati dan fruktosa yang sangat berperan dalam menghasilkan energi. bahan pakan sumber energi dibedakan menjadi 2 kelompok. dewasa. terutama di daerah tropis meskipun sering dipotong / disengut langsung oleh ternak sehingga menguntungkan para peternak / pengelola ternak. menyusui). yaitu : 1. bunting. rumput Benggala (Penicum maximum).

mengandung unsur-unsur nutrisi yang konsentrasinya sangat bervariasi. bulu) tingkat produksi dan tingkat kehilangan panas tubuhnya akibat pengaruh lingkungan. Temperatur Lingkungan Ternak ruminansia dalam kehidupannya menghendaki tempertur lingkungan yang sesuai dengankehidupannya. bobot badan. tergantung pada jenis. karbohidrat dan vitamin. lemak.Rekomendasi tersebut dapat digunakan sebagai patokan untuk menentukan kebutuhan nutrisi ternak ruminasia. Setelah dikonsumsi oleh ternak. protein. Analisis itu dikenal dengan istilah “analisis proksimat” . keadaan penutup tubuh (kulit. Konsumsi pakan ternak biasanya menurun sejalan dengan kenaikan temperatur lingkungan. baik dalam keadaan sedang berproduksi maupun tidak kondisi lingkungan tersebut sangat bervariasi dan erat kaitannya dengan kondisi ternak yang bersangkutan yang meliputi jenis ternak. maka tubuh ternak akan terjadi kelebihan panas. konveksi dan evaporasi. Kandungan Nutrisi Pakan Ternak Setiap bahan pakan atau pakan ternak. baik yang sengaja kita berikan kepada ternak maupun yang diperelehnya sendiri. Makin tinggi temperatur lingkungan hidupnya. Unsur nutrisi yang terkandung di dalam bahan pakan secara umum terdiri atas air. setiap unsur nutrisi berperan sesuai dengan fungsinya secara normal. Apabila terjadi perubahan kondisi lingkungan hidupnya. tingkat kegemukan. makanan dan keadaan bahan pakan tersebut yang secara kompak akan mempengaruhi tekstur dan strukturnya. sehingga kebutuhan terhadap pakan akan turun. Unsur-unsur nutrisi tersebut dapat diketahui melalui proses analisis terhadap bahan pakan yang dilakukan di laboratorium. Sebaliknya. mineral. ternak akan membutuhkan pakan karena ternak membutuhkan tambahan panas pengaturan panas tubuh dan pembuangannya pada keadaan kelebihan panas dilakukan ternak dengan cara radiasi. yang akan dipenuhi oleh bahan-bahan pakan yang sesuai / bahan-bahan pakan yang mudah diperoleh dilapangan. konduksi. pada temperatur lingkungan yang lebih rendah. maka akan terjadi pula perubahan konsumsi pakannya.

Gejala : 1. Umpa bengkak dan berwarna kehitaman Pengendalian : Vaksinasi. dan vagina. Rongga mulut. Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) atau penyakit Apthae Epizootica (AE) Penyebab : Virus ini menular melalui kontak langsung. Penyakit Antraks Virus yang menyebabkannya adalah Bacillus Antrhracis yang menular melalui kontak langsung. Leher. Kadang-kadang darah berwarna yang keluar dari hidung. mulut. dan benda lain yang tercampur kuman AE. Gejala : 1. Penyebab : Bakteri pasteurella multosida 3. air susu. Air kencing. anus. suhu badan menurun drastis 3. Kotoran ternak cair dan sering bercampur darah 6.4. badan lemah dan gemetar 2. anus dan vulva membengkak . Deman atau panas. 5. atau pernapasan. alat kelamin dan badan penuh bisul 4. Nafsu makan menurun. telinga. Kulit kepala dan selaput lendir lidah membengkak. Leher. Air liur keluar berlebihan. pengobatan antibiotiika. bahkan tidak mau makan sama sekali 4. Deman tinggi. minuman. Gejala-gejala : 1. makanan. 2. Penyakit ngorok/ mendengkur atau penyakit Septichaema Epizootica (SE) Penularannya melalui makanan dan minuman yang tercemar bakteri. air liur. udah dan telapak kaki atau tracak melepuh serta terdapat tonjulan bulat berisi cairan yang bening. Berbagai Macam Penyakit Serta Vaksin pada Sapi 1.1. Pembengkakan pada kelenjar dada. melalui air. Gannguan pernapasan 3. berwarna merah dan kebiruan 2. mengisolasi sapi yang terinfeksi serta mengubur / membakar sapiyang mati. 2.

Deman dan sulit bernafas sehinga mirup orang yang ngorok. 2. Mula-mula sekitar celah kuku bengkak dan mengeluarkan cairan putih keruh. Cara pemakaian : . Penyakit ini disebabkan oleh bakteri pasteurella multosida.0 ml persemprotan) . Gejala : 1.9 – 1. selaput lendir anus dan perut masam dan berwarna merah tua. dalam keadaan sangat parah sapi akan mati dalam waktu antara 12-36 jam Pengendalian : Vaksinasi antri SE dan diberi antibiotika atau sulfa Penyakit radang kuku / kuku busuk (foot rot) Penyakit ini menyerang sapi yang dipelihara dalam kandang yang basah dan kotor. Paru-paru meradang.Larutkan satu vial vaksin dengan larutan garam fisiologis steril hingga menghasilkan 50 dosis semprotkan (0.Strip kertas saring untuk sampel darah * Vaksin ETEC POLI VALEN Untuk sapi E coki poli valen dikembangkan dalam bentuk in aktif dari sel kuman enterotoksigenik untuk pengendalian kokibasillosis anan sapi Cara Pemakaian : .Semprotkan larutan kedalam saluran rongga hidung . Kulit kuku mengelupas 3. * Vaksin SE Aerovak Baksin ini mirip vaksin hidup aerosol untuk mengendalikan penyakit septicaemia epizootiaca (ngorok). Berikut adalah vaksin-vaksin yang dapat mengobati penyakit-penyakit pada sapi. Tumbuh benjolan yang menimbulkan rasa sakit 4.3.Siapkan alat seprot untuk vaksin . Sapi pincang dan akhirnya bisa lumpuh. 4.Vaksin terlarut harus dihabiskan dalam waktu 1 jam .

.Lakukan vaksinasi pada calon induk bunting 7 bulan . .Suntikan vaksin ETEC poli valeh sebanyak 5 ml secara subkutan pada leher belakang telinga.Berikan booster 2 minggu sebelum partus dengan dosis yang sama * Vaksin Clostrak Multi Usahakan anak yang lahir mendapat air susu dari induk yang divaksinasi. Vaksin ini merupakan vaksin maktif untuk pengendalian penyakit enterotoksemia pada sapi dan kerbau..

• • Metode tertulis wawancara / interview.1 Metode Pengumpulan Data Metode penelitian utuk mengumpulkan data-data dalam rangka penulisan karya tulis ini dengan cara sebagai berikut : • Metode Observasi. 3. Kota Pelaihari Kabupaten Tanah Laut. 3. Melalui metode ini. Dengan populasi dan sampel sebagai berikut : No 1 2 3 4 5 Sampel (contoh) Sapi Bali Sapi PO (Peranakan Ongole) Sapi Brahman Sapi Lokal Sapi Limusin Total Populasi (jumlah) 60 Ekor 15 Ekor 4 Ekor 35 Ekor 5 Ekor 119 Ekor .3. yaitu dengan menggunkan sumber-sumber dari berbagai buku sebagai panduan karya tulis tersebut. kami berusaha mencari titik terang dari masalah yang terdapat pada konsep – Analisis ini terutama kami gunakan ketika menghubungkan data yang satu dengan yang lain sehingga mereka menjadi satu kesatuan yang padu.BAB III METODE PENULISAN 3.2 Matode Pengolahan Data Mengenai pengolahan data kami menggunakan metode analisis terhadap pokokpokok dari data yang kami miliki. Metode terlulis. memantau dan menganalisa secara langsung sehingga akan lebih jelas objek yang diamati. Sasaran Penelitian (Populasi dan Sample) Sasaran kami dalam penelitian ini adalah sapi yang ada di Desa Bumi Jaya. yaitu proses pengumpulan data melalui kegiatan melihat. yaitu cara pengumpulan data melalui obrolan atau tanya jawab serta bertatap muka secara langsung.

Pada hari pertama. sehingga kami dapat memperoleh data sesuai dengan tujuan penelitian. Jangan lupa untukmencatat dan merekomendasikan hal-hal yang diperlukan dalam peneletian. Catat dan rekam apa saja yang telah dibicarakan. setiba di tempat penelitian. kemudian terjun langsung ke tempat lokasi penelitian atau objek sasaran.6. yaitu sore hari terlebih dahuu Survei tempat-tempat yang akan diteliti pada hari berikutnya.3. Instrumen Alat yang diperlukan untuk melakukan penelitian ini adalah : 1. 6. 4. bersama narasumber langsung melihat tempat penelitian . Selanjutnya.5. temui narasumber untuk melakukan wawancara secara langsung. Prosedur Pelaksanaan Penelitian Prosedur pelaksanaan penelitian ini adalah sebagai berikut : 1. sebelum menuju tempat penelitian terlebih dahulu siapkan alatalat yang diperlukan 3.4. 3. dan lakukan wawancara kembali dengan narasumber lainnya. Pada hari kedua. Teknik Analisis Data Teknik yang kami gunakan dalam penelitian ini adalah wawancara secara langsung dengan narasumber. Cari tempat-tempat yang berhubungan dengan objek peneltian. 2. Alat tulis yang diperlukan 2. (peternakan) 5. Kamera digital untuk keperluan dokumentasi 3.

makan (ishoma) Penelitian ke peternakan kelompok tani budi luhur Bersih – bersih Makan pagi Kembali ke Simpang Empat 2 Selasa.00 – selesai 08.30 – 17.00 09. tanggal Senin.30 13.30 14.00 13.3.30 3 Rabu. 2 Desember 2009 Jam penelitian 09.7. sholat. Jadwal Penelitian No 1 Hari. 23 Desember 2009 07. 22 Desember 2009 .30 15.30 16.30 Kegiatan Berangkat dari sekolah sampai Desa Bumi Jaya Survey ke tempat-tempat yang akan diteliti Makan pagi Berangkat menujut tempat penelitian pertama Pertama di perternakan Tri Jaya Ketempat pembuatan pupuk biogresi Istirahat.00 12.30 09.30 – 09.

Sapi Lokal . 2. Deskripsi Data Berdasarkan penelitian yang penulis lakukan. maka data yang dapat diperoleh sebagai berikut : 1. Dan untuk cara pengobatannya dapat dicampur dengan makanannya. a.Sapi Brahman . Intrepretasi Data Berdasarkan data yang kami tampilkan pada deskripsi data. Sapi yang dikembangbiakkan menggunakan cara Inseminasi Buatan 4.BAB IV DATA DAN PEMBAHASAN 4. Sapi yang dikembangbiakkan . Penggemukan sapi dan pemakanannya menggunakan rumput gajah dan dedak 4.Diare . ternyata sapi yang dikembangbiakkan bervariasi. Biasanya jika iklim cuaca sedang tidak baik.1.Sembrana (Sejenis Aids) c.Sapi Limusin b. Dan pada iklim atau cuaca yang sedang tidak baik sapi sulit mengalami pembuahan karena berbagai penyakit. Sapi bisa mengalami penyakit : .Sapi Bali . .2.Deman . Cara pengobatannya untuk penyakit yang masih tergolong ringan seperti deman dan diare dapat dilakukan dengan memberikan pengobatan secara teratur dimana obat tersebut dapat dicampur dengan makanannya. Biasanya kotoran sapi dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik atau biogresi 3.Sapi Peranakan Ongole (PO) .

Sapi Lokal. Pupuk Organik (Biogresi) Kototan-kotoran sapi ini juga bermanfaat. Penyakit – penyakit yang sering dialami oleh sapi-sapi adalah Demam. Gula pasir 7. Biasanya masyarakat sekitar mencampur obat dengan makanan sapi. Sapi Limusin. Kotoran sapi 2. Abu sekam 4.3.1 kilogram : 1 kilogram : 3 karung . Sapi Perakan Ongole (PO) Sapi Brahman. Pupuk organik ini adalah pupuk yang bermanfaat dalam reklamasi tambang (tanah bekas galian tambang).4. Serbuk kayu Alat : Cangkul dan Sekop : 16 karung : 16 karung : 3 karung : 20 kilogram : 20 kilogram : ½ . Kapur dolamit untuk pertanian 6. Biopat 8. Bahan – bahan : 1. Dan di Desa Bumi Jaya yang paling banyak di kembangbiakkan adalah Sapi Bali dengan alasan lebih mudah dalam perawatannya dan jenis sapinya lebih kuat. Diare dan sembrana. Kotoran ayam 3. Dedak 5. Penyakit-penyakit ini sering dialami oleh sapi ketika iklim / cuaca sedang tidak baik. Berikut ini bahan dan alat serta cara pembuatan pupuk biogresi dalam produksi tiap 1 ton. Pembahasan Dari hasil penelitian kami dan data yang kami dapatkan sapi di Desa Bumi Jaya yang dikembangbiakkan meliputi Sapi Bali. Sapi Lasar. A. Salah satunua adalah dalam pembuatan pupuk organik (Biogresi). Penyakit – penyakit ini dapat dengan mudah diatasi oleh masyarakat Bumi Jaya kecuali Sembrana.

GAN IB ( untuk memasukkan sperma ) Pinset dan gunting Straw (penyimpanan sperma) Suntikan untuk memasukkan sperma Sarung tangan . Siap di kemas Pupuk ini digunakan untuk pupuk tanaman sawit. karet dan lain-lain B.Cara Membuat : 1. Termos tempat sperma 2. Suhu untuk thawing yang baik adalah 37 0c. Sebelum melaksanakan prosedur IB maka semen (sperma) harus dicairkan (thawing) terlebih dahulu dengan mengeluarkan semen beku dari nitrogen cair dan memasukkannya dalam air hangat atau meletakkannya di bawah air yang mengalir. 3. ekor di ikat petugas IB memakai sarung tangan pada tangan yang akan dimasukkan ke dalam rektum tangan petugas IB dimasukkan ke rektum hingga dapat menjangkau dan memegang leher rahim (servix). 5. Alat dan Bahan : 1. 6. Setelah itu plastic sheath di masukkan pada gun yang sudah berisi semen beku (straw) sapi di persiapkan (dimasukkan) dalam kandang jepit. Berikut kami jabarkan prosedur Inseminasi buatan. jadi semen atau straw terssebut dimasukkan dalam air dengan suhu badan 37 0c. selama 7 – 18 detik. Inseminasi Buatan Masyarakat di Desa Bumi Jaya mengembangkan Inseminasi Buatan (kawin suntik) untuk mengembangbiakkan sapi. Dan ini cukup berhasil diterapkan. Cara : 1. Diayak 3. Semua bahan diaduk kemudian di fermentasikan 10-12 hari 2. Setelah dithawing straw dikeluarkan dari air kemudian dikeringkan dengan tisu. 4. Kemudian straw dimasukkan dalam gan dan ujung yang mencuat dipotong dengan menggunakan gunting bersih.

Tumbuhan berbentuk rumpun dengan lebar rumpun hingga 1 meter. Tinggi batang dapat mencapai 6-7 meter dengan diameter batang dapat mencapai lebar 3 cm dan terdiri sampai 20 ruas / buku. Dan tumbuh alami di seluruh Asia Tenggara yang bercurah hujan melebihi 1000 mm. Setelah semua prosedur tersebut dilaksanakan maka keluarkanlah gun dan uterus dan servix C. Plepah daun gundul hingga berbulu pendek.Apabila dalam rektum banyak kotoran harus dikeluarkan terlebih dahulu. Rumput ini biasanya di panen dengan cara membabat seluruh pohonnya lalu diberikan langsung sebagai pakan hijauan untuk kerbau dan sapi. . Rumput Gajah merupakan keluarga rumput-rumputan (graminae) yang telah dikenal manfaatnya sebagai pakan ternak pemamah biak (ruminasi) yang alami di Asia Tenggara. Rumput Gajah Rumput Gajah ini digunakan masyarakat setempat untuk makanan sapi. helai daun bergaris dengan dasar yang lebar. dan tidak ada musim panas yang panjang. Deskripsi dan Sifat Rumput Gajah Nilai pakan rumput gajah dipengaruhi oleh perbandingan (rasio) jumlah daun terhadap batang dan umurnya. Rumput Gajah berasal dari Afrika Tropik. Rumput ini secara umum merupakan tanaman yag berdiri tegak. Terutama di Amerika. Philipina dan India. Dikembangkan terus-menerus dengan berbagai silangan sehingga menghasilkan banyak kualitas. berakar dalam. Kemudian menyebar dan diperkenalkan ke daerah tropika di dunia. ujungnya runcing. dan tinggi dengan rimpang yang pendek. Semen disuntikkan atau disemprotkan pada badan uterus yaitu pada daerah yag disebut “posisi ke empat”.

kami menyarankan agar : 1. 3. 4. kami dapat menyimpulkan bahwa : 1. . Sapi yang ada di desa Bumi Jaya tersebut tidak hanya berasal dari sapi lokal saja tetapi dari bantuan pemerintah. hasil kawin silang serta jenis sapi lain yang dibawa dari luar daerah. Pupuk yang dihasilkan dari desa tersebut berasal dari kotoran hewan khususnya sapi yang termasuk pupuk organik dan dimanfaatkan untuk tanaman di desa tersebut serta untuk reklamasi tambang. Karena penelitian ini dilakukan dengan motode tertulis. wawancara atau interview. 2. maka harus mempersiapkan pertanyaan-pertanyaan yang ingin ditanyakan sert alat yang akan digunakan untuk wawancara terlebih dahulu.1. 5. Sebelum melakukan penelitian sebaiknya menyurvai tempat-tempat yang ingin diteliti terlebih dahulu dan menentukan jenis sapi yang ingin diteliti. 2.BAB V KESIMPULAN DAN SARAN 5. Kepada para pembaca kalau ingin lebih mengetahui tentang bahasan ini bisa membaca buku yang memuat tentang cara-cara perkembangbiakan pada sapi.2. Inseminasi Buatan pada sapi tidak bisa dilakukan dengan asal-asalan atau sapi yang jenisnya tidak bisa disilangkan karena akan menimbulkan keturunan yang tidak baik atau yang lebih buruknya lagi adalah sapi akan mengalami kegagalan bahkan kematian. Kesimpulan Dari data yang kami peroleh dan hasil penelitian yang kami lakukan. 3. Sebelum melakukan penelitian sebaiknya mengadakan perjanjian terlebih dahulu dengan pihak-pihak terkait. Saran Dari penelitian yang telah kami lakukan.

Biologi.B.org/wartaprint. Jakarta: Erlangga SITUS WEB http://www. Reece.A.kalselprov.net.doc-search-engine.saungdomba.iptek.doc.DAFTAR PUSTAKA Campbell. & L.com/4092999-BUDIDAYA%20TERNAK%20SAPI %20POTONG.G.id/pembangunan/peternakan http://www.asp?mid=2011&catid=2& http://www.html .php/artikel-domba-garut/68-pakan-ternak.html http://www.go. Mitchell. N.id/ind/warintek/?mnu=6%ttg=4&doc=4b4 http://www. J.p2kp. 2003.com/index..

LAMPIRAN .

LAMPIRAN .

LAMPIRAN .

LAMPIRAN .

LAMPIRAN .