BAB I PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Endoftalmitis merupakan kejadian yang jarang namun merupakan komplikasi yang membahayakan. Endoftalmitis sering terjadi setelah trauma pada mata termasuk setelah dilakukannya operasi mata yang merupakan faktor risiko masuknya mikroorganisme ke dalam mata. Mikroorganisme ini menyebabkan infeksi intraokuler yang disebut endoftalmitis (Scheidler V,et al., 2004; Kalamalarajah S, et al., 2004). Diagnosis endoftalmitis selalu berdasarkan kondisi klinis. Ini biasanya ditandai dengan edema palpebra, kongesti konjungtiva, dan hipopion atau eksudat pada COA. Visus menurun bahkan dapat menjadi hilang. Prognosis penglihatan menjadi jelek pada pasien-pasien dengan endoftalmitis (Scheidler V,et al., 2004; Kalamalarajah S, et al., 2004). Karena hasil pengobatan akhir sangat tergantung pada diagnosis awal, maka penting untuk melakukan diagnosis sedini mungkin. Penelitian tentang endoftalmitis pada beberapa tahun terakhir telah menunjukkan beberapa cara sebagai profilaksis yang terjadinya endoftalmitis. Berikut akan diuraikan lebih jauh mengenai endoftalmitis (Scheidler V,et al., 2004). I.2 Rumusan Masalah I.2.1 Bagaimana etiologi dan patofisiologi endoftalmitis? I.2.2 Bagaimana diagnosis dan penatalaksanaan endoftalmitis? I.3 Tujuan I.3.1 Mengetahui etiologi dan patofisiologi endoftalmitis. I.3.2 Mengetahui cara mendiagnosis dan penatalaksanaan endoftalmitis. I.4 Manfaat I.4.1 I.4.2 Menambah wawasan mengenai ilmu kedokteran pada umumnya, dan ilmu penyakit mata pada khususnya. Sebagai proses pembelajaran bagi dokter muda yang sedang mengikuti kepaniteraan klinik bagian ilmu penyakit mata.

H. Riwayat Penyakit Keluarga 5. : Laki-laki : 48 tahun : Bantur : Sarjana : PNS : Menikah : Jawa : 13 Maret 2013 : 315238 . Setelah itu mata kanan pasien dikucek terus menerus. penglihatannya kabur. HT (-). dan kedua kelopak mata bengkak sejak 1 minggu yang lalu. Sebelumnya penglihatan pasien dirasa baik-baik saja.BAB II STATUS PASIEN 2. Riwayat Penyakit Dahulu 4. Mata kanannya juga kadang berair dan nyeri. pasien mengeluh penglihatannya lama-kelamaan tidak jelas. serta terkadang silau jika terkena sinar matahari maupun lampu.1 IDENTITAS PASIEN Nama Jenis Kelamin Umur Alamat Pendidikan Pekerjaan Status Suku Bangsa Tanggal Periksa No. Sejak kelilipan. 2. Awalnya pasien mengatakan mata sebelah kiri merah setelah kelilipan debu saat disawah. Keluhan Utama : Mata sebelah kiri nyeri. 3. Riwayat Penyakit Sekarang : Pasien datang ke poli mata dengan keluhan mata sebelah kiri nyeri merah. silau terkena cahaya. Riwayat Pengobatan : sakit yang sama (-).S. DM (-) Alergi makanan dan obat (-) : sakit yang sama dengan pasien (-) Alergi makanan dan obat (-) : obat tetes mata : Tn. RM 2.2 ANAMNESIS 1. Mata pasien juga merah sejak kelilipan serta dirasa ada sesuatu yang mengganjal di mata kanannya. dan silau saat terkena cahaya.

Iris shadow Vitreus Retina + + Jernih Cembung + Dalam Coklat Bulat.5 Tidak dilakukan N/P Orthophoria Palpebra .bulbi: injeksi konjungtiva .warna iris .bentuk pupil .hiperemi .hifema .4 STATUS OFTALMOLOGIS Pemeriksaan AV Tanpa koreksi Dengan koreksi TIO Kedudukan Pergerakan OD 5/15 Tidak dilakukan N/P Orthophoria OS 5/7. central + jernih Tidak dilakukan Tidak dilakukan Jernih Cembung Dalam Coklat Bulat.warna .permukaan .3 STATUS GENERALIS Kesadaran : compos mentis (GCS 456) Vital sign : Tensi Nadi Pernafasan Suhu : 150/100 mmHg : dalam batas normal : dalam batas normal : dalam batas normal 2.hiperemi .5 DIAGNOSIS .2.reflek cahaya Lensa .penebalan Kornea .kedalaman .infiltrate COA .injeksi silier . central + jernih Tidak dilakukan Tidak dilakukan 2.trikiasis Konjungtiva .hipopion Iris / pupil .edema .warna .

Lidocaine 0. handuk. menggunanakan obat teratur.Dexametasone 0.4 ml . sapu tangan baru.Gentamicin 0. • Farmakologi Injeksi peribulber : . cahaya atau sinar secara langsung.Working diagnosis Differential Diagnosis • • • • 2. mencuci tangan setelah memegang mata yang sakit dan menggunakan kain lap.2 ml 3 hari OS 2.4 ml .7 PROGNOSIS Ad vitam Ad Functionam Ad Sanationam : dubia ad bonam : dubia ad bonam : dubia ad bonam .Sementara waktu hindari asap. Planning Therapy : Non farmakologi Istirahat cukup. tidak menggosok mata. Pewarnaan kornea dengan zat fluoresensi.6 Abrasi kornea Uveitis anterior Konjungtivitis : OD keratitis numularis : Glaukoma kongestif akut PENATALAKSANAAN   • Planning Diagnosis : Slitlamp.

Badan vitreous mengandung sangat sedikit sel yang menyintesis kolagen dan asam hialuronat. sedikit kolagen. dan pada mata timbul gejala berupa mata sakit. Bila terjadi peradangan lanjut yang mengenai ketiga dinding bola mata.1 Anatomi dan Fisiologi Vitreous Humour Vitreous humour atau badan kaca menempati daerah belakang lensa. Struktur ini merupakan gel transparan yang terdiri atas air (lebih kurang 99%). Tajam penglihatan sangat menurun. refleks fundus hilang akibat adanya nanah di dalam badan kaca. Kebeningan badan vitreous disebabkan tidak terdapatnya pembuluh darah dan sel. disertai hipopion. 1994) Pasien terlihat sakit disertai dengan demam. maka keadaan ini disebut panoftalmitis (Ilyas S. Vaughan and Asbury T. 1998. Gambar 1 anatomi penampang sagital bola mata 2. . kelopak bengkak. Berfungsi mengisi ruang untuk meneruskan sinar dari lensa.2 Definisi Endoftalmitis Endoftalmitis merupakan radang purulen pada seluruh jaringan intraokuler. merah. keratik presipitat. disertai dengan terbentuknya abses di dalam badan kaca. dan molekul asam hialuronat yang sangat terhidrasi.BAB II ENDOFTALMITIS 2. 2004). edema kornea. Pada pemeriksaan tidak terdapatnya kekeruhan badan vitreous akan memudahkan melihat bagian retina pada pemeriksaan oftamoskopi (Hanscom TA.

Di Amerika Serikat. mata kanan dua kali lebih mungkin terinfeksi sebagai mata kiri. 2. Keterlambatan dalam perbaikan luka tembus pada bola mata berkorelasi dengan peningkatan resiko berkembangnya endophthalmitis.Tekanan bola mata sangat merendah dan kadang-kadang meninggi akibat massa supuratif yang tertumpuk di dalam bola mata (Ilyas S. transplantasi sumsum tulang). mungkin karena lokasinya yang lebih proksimal untuk mengarahkan aliran darah ke arteri karotid kanan. infeksi Candida dilaporkan pada pengguna narkoba suntik telah meningkat. proteus dan pseudomonas dengan masa inkubasi 24-72 jam. selulitis orbita. endophthalmitis postcataract merupakan bentuk yang paling umum. dan penyulit infeksi pada pembedahan.4 Epidemiologi Endoftalmitis Endophthalmitis endogen jarang terjadi. 2.3 Etiologi Endoftalmitis Penyebab peradangan ini adalah : Endogen akibat sepsis. Insiden endophthalmitis dengan cedera yang menyebabkan perforasi pada bola mata di pedesaan lebih tinggi bila dibandingkan dengan daerah perkotaan. dan lebih banyak prosedur invasif (misalnya. Sebagian besar kasus endophthalmitis eksogen (sekitar 60%) terjadi setelah operasi intraokular. Jumlah orang yang beresiko mungkin meningkat karena penyebaran AIDS. Bila endoftalmitis terjadi dalam 2 minggu setelah trauma. Kejadian endophthalmitis yang disebabkan oleh benda asing intraokular adalah 7-31%. Walaupun ini adalah persentase kecil. tukak perforasi. 1998).3% dari operasi menimbulkan komplikasi ini.5 Patofisiologi Endoftalmitis . maka keadaan ini mungkin disebabkan karena infeksi bakteri.000 pasien yang dirawat. Post traumatic Endophthalmitis terjadi pada 4-13% dari semua cedera penetrasi okular. Dalam beberapa kasus. hanya terjadi pada 2-15% dari semua kasus endophthalmitis. yang telah meningkat selama beberapa tahun terakhir. sedangkan bila gejala terlambat mungkin infeksi disebabkan oleh jamur (Ilyas. sering menggunakan obat imunosupresif. yang sering terjadi akibat trauma tembus. 1998). Sejak tahun 1980. sejumlah besar operasi katarak yang dilakukan setiap tahun memungkinkan untuk terjadinya infeksi ini lebih tinggi. Ketika operasi merupakan penyebab timbulnya infeksi. Kejadian rata-rata tahunan adalah sekitar 5 per 10. Staphylococcus aureus. endophthalmitis biasanya dimulai dalam waktu 1 minggu setelah operasi. dan penyakit sistemik lainnya Eksogen.1-0. 2. Kuman penyebab biasanya disebabkan oleh Staphylococcus albus. dengan sekitar 0.

et al. 2009. Smith MA.Dalam keadaan normal. Miller JJ. et al. Selain itu. .. mikroorganisme yang melalui darah menembus sawar darah-mata baik oleh invasi langsung (misalnya.6.6 Gejala dan Tanda Endoftalmitis 2. Dalam endophthalmitis endogen. keruh. sawar darah-mata (blood-ocular barrier) memberikan ketahanan alami terhadap serangan dari mikroorganisme. dalam 75-80% kasus muncul di minggu pertama pasca operasi. mengarah kepada eksudat purulen yang memenuhi bola mata..6 Jenis-Jenis Endoftalmitis 2.. Endophthalmitis dapat terlihat nodul putih yang halus pada kapsul lensa. et al. Namun.6. Tanda-tanda infeksi dapat muncul dalam waktu satu sampai dengan enam minggu dari operasi.6. emboli septik) atau oleh perubahan dalam endotelium vaskular yang disebabkan oleh substrat yang dilepaskan selama infeksi. 2. atau koroid. retina.2 Severe ocular pain Mata merah Lakrimasi Penurunan visus Fotofobia Kelopak mata bengkak dan eritema Konjungtiva tampak chemosis Kornea edema.1 Gejala      2. iris. dan hampir selalu disebabkan oleh infeksi bakteri. 2004. 1997).1 Endoftalmitis Akut Pasca Bedah Katarak Merupakan bentuk yang paling sering dari endoftalmitis. Kerusakan jaringan intraokular dapat juga disebabkan oleh invasi langsung oleh mikroorganisme dan atau dari mediator inflamasi dari respon kekebalan. Setiap prosedur operasi yang mengganggu integritas bola mata dapat menyebabkan endophthalmitis eksogen (Hatch WV. tampak infiltrate Hypopion (lapisan sel-sel inflamasi dan eksudat di ruang anterior) Iris odem dan keruh Pupil tampak yellow reflek Eksudat pada vitreus TIO meningkat atau menurun Tanda         2. peradangan dapat menyebar ke jaringan lunak orbital. Hal ini juga dapat timbul pada peradangan semua jaringan okular.

pembengkakan kelopak mata. 2007) Gambar 2 Endoftalmitis Akut Pasca Bedah Katarak 2.. hipopion. et al. et al. et al. 2008) Salah satu yang khas dari endoftalmitis pseudofaki kronik adalah adanya plak kapsul putih dan secara proporsional tingkat kekeruhan badan vitreous yang lebih rendah dibandingkan dengan endophthalmitis akut. Biasanya. et al.. Pada pasien dengan endoftalmitis akut pasca operasi biasa ditemui Injeksi silier. Staphylococcus aureus dan Streptococcus. penurunan ketajaman visus dan adanya fotofobia. 2002.6. dimana yang paling sering adalah Staphylococcus epidermis. . Sedangkan tanda-tanda yang dapat ditemui yaitu adanya eksudat serosa dan fibrinous dari berbagai derajat dapat diamati..2 Endoftalmitis Pseudofaki Kronik Endoftalmitis pseudofaki kronik biasanya berkembang empat minggu hingga enam minggu. Frekuensi paling sering yang menjadi penyebab dari chronic endiphthalmitis adalah Propionibacterium acnes dan Corynebacterium species (Trofa D. hilangnya reflek fundus. Hal ini dianggap bahwa penyebab endoftalmitis pseudofaki kronik adalah adanya beberapa bakteri yang memiliki virulensi rendah.. dengan tanda-tanda inflammation yang berjalan lambat.Sekitar 56-90% dari bakteri yang menyebabkan endoftalmitis akut adalah gram positif. penurunan visus dan kekeruhan vitreus (Cooper Ba. 2008). dihubungkan dengan adanya hipopion dan tanda-tanda moderat dari kekeruhan dan opacity dalam vitreous body ( Callegan MC. keluhan pasien ringan dengan tanda-tanda mata merah. et al. 2003. Smith SR. Trofa D. fotofobia..

5 Endoftalmitis Endogen . gambaran hipopion dan kekeruhan pada vitreous body.4 Endoftalmitis Pasca Trauma Setelah terjadinya cedera mata. Akumulasi cairan ini memungkinkan menjadi tempat peradangan yang dapat disebabkan oleh inokulasi bakteri selama operasi. Maguire JI. Tanda-tanda infeksi biasanya berkembang segera setelah cedera. Trabeculectomy dan trepanotrabeculectomy. et al. Tanda-tanda endoftalmitis muncul empat minggu setelah operasi pada 19% pasien. Prajna NV. 2008. (11%). terutama jika cedera ini terkait dengan adanya benda asing intraokular. Infeksi juga dapat terjadi satu tahun berikutnya setelah operasi. Informasi yang sangat penting dalam anamnesis adalah apakah pasien berasal dari lingkungan pedesaan atau perkotaan. Endoftalmitis pasca-trauma ditandai dengan rasa sakit..6.. 1998).. khususnya dengan masuknya benda asing. Dengan temuan klinis berupa luka perforasi. et al.6. dengan membuang benda asing intraokular dan aplikasi terapi antibiotik yang tepat (Mistlberger A. et al. Dalam Endoftalmitis post-traumatik. atau bisa terjadi selama periode pasca operasi. 2005. Secara klinis. sebagai metode yang tersering. Sherwood. tapi biasanya diikuti oleh reaksi post-traumatic jaringan mata yang rusak. membentuk filtrasi fistula yang mengarahkan cairan ke ruang bawah konjungtiva. infeksi berkembang sangat cepat. et al. 2. Manfestasi klinis yang terjadi sangat mirip dengan salah satu endoftalmitis akut dengan tandatanda kumpulan pus di tempat akumulasi cairan dan kerusakan nekrotik dari sclera sebagai konsekuensi dari efek toksik. 1989)..3 Endoftalmitis Pasca Operasi Filtrasi Antiglaukoma Diantara semua kasus endoftalmitis pasca operasi. atau bahkan kemudian dalam sebagian besar kasus. cedera di lingkungan pedesaan lebih sering diikuti oleh endoftalmitis (30%) dibandingkan dengan pasien dari lingkungan perkotaan. 2004. Dari total jumlah kasus dengan operasi filtrasi antiglaukoma. 2. disamping itu Haemophilus influenza juga menjadi salah satu penyebabnya (Wejde G.. 1997.1%). agen causative paling umum adalah bakteri dari kelompok Bacillus dan Staphylococcus. endoftalmitis terjadi dalam persentase tinggi (20%). endoftalmitis terjadi dalam persentase yang sama seperti di Katarak (0. Benz MS.Gambar 3 Endoftalmitis Pseudofaki Kronik 2. hiperemi ciliary. et al. Dalam kasus endoftalmitis pascatrauma. komplikasi ini terjadi pasca operasi filtrasi antiglaukoma yang terjadi sebanyak 10% dari kasus.6. sangat penting untuk dilakukan vitrekomi sesegera mungkin. Bakteri penyebab paling umum adalah jenis Streptococcus dan Staphylococcus aureus.

6 Fungal Endoftalmitis Fungal endoftalmitis dapat berkembang melalui mekanisme endogen setelah beberapa trauma atau prosedur bedah dengan inokulasi langsung ke ruang anterior atau vitreous body. gram positive bakteri (33%). dan gram negatif bakteri dalam 5% dari kasus (Sherwood. Biasanya ada beberapa penyakit sistemik yang mempengaruhi. Gambar 5 Fungal Endoftalmitis 2. 2007). pasien dengan imunitas lemah. penggunaan catethers dan Kanula intravena kronis. adanya septicaemia. Gambar 4 Endoftalmitis Endogen 2. atau transmisi secara hematogen dalam bentuk candidemia. Tidak seperti fungal chorioretinitis yang disebabkan oleh kandidiasis.. et al.Pada bentuk endoftalmitis ini tidak ada riwayat operasi mata ataupun trauma mata. 1989. Agen bakteri yang biasanya menyebabkan endoftalmitis endogen adalah Staphylococcus aureus. (Lunstrom M. fungal endoftalmitis merupakan penyakit serius dengan karakteristik tanda-tanda endoftalmitis akut (Hatch WV.. Dalam kelompok ini penyebab tersering adalah.5 Diagnosa Banding . Namun. Escherichia coli dan spesies Streptococcus. agen yang paling sering menyebabkan Endoftalmitis endogen adalah jamur (62%). baik melalui penurunan mekanisme pertahanan host atau adanya fokus sebagai tempat potensial terjadinya infeksi. et al. 2009). yang disertai dengan tanda peradangan minimal pada vitreous body.6.

Sel tumor dari limfoma mungkin menumpuk di vitreous. diabetes. Peradangan berlebihan tanpa endopthalmitis sering ditemui pasca operasi yang rumit. yang nantinya penting dalam pengelolaan dan prognosis.Mengevaluasi untuk sumber infeksi USG Jantung . atau sel retinoblastoma dapat terakumulasi di ruang depan. karakteristik yang paling membantu untuk membedakan endophthalmitis yang benar adalah bahwa vitritis ini progresif dan keluar dari proporsi lain temuan segmen anterior. Endoftalmitis endogen: darah lengkap dan kimia darah mengetahui sumber infeksi Studi Imaging B-scan (USG): tentukan apakah ada keterlibatan peradangan vitreous. simulasi peradangan intraocular. Keratitis dan infeksi pasca operasi sering disertai dengan hipopion tanpa infeksi intraokular. Jika ragu.. 2. atau lensa intraokular.8 Terapi . cairan.7 Pemeriksaan Penunjang Laboratorium • • • Endoftalmitis eksogen: sampel vitreous (vitreous tap) diambil untuk diteliti mikroorganisme penyebab dari endoftalmitis. uveitis yang sudah ada sebelumnya dan keratitis. Toxic anterior segment syndrome (TASS) juga termasuk dalam diagnosis diferensial endoftalmitis. et al. • • Chest x-ray . Pada retinoblastoma intraokular biopsi merupakan kontraindikasi. dan bedah sebelumnya. terapi glaukoma. dokter harus menangani kondisi ini sebagai suatu proses infeksi (Smith MA.Endophthalmitis yang disebabkan oleh bakteri dan jamur seringkali sulit untuk dibedakan dengan peradangan intraocular lainnya. 1997). Hal ini juga penting untuk mengetahui dari ablasi retina dan Choroidal. lt ini penting untuk menghindari memperkenalkan infeksi eksternal (seperti dalam kasus keratitis bakteri) ke mata dengan melakukan paracentesis yang tidak perlu. TASS disebabkan oleh pengenalan substansi zat beracun selama operasi yang umumnya disebabkan oleh instrumen.Mengevaluasi untuk endokarditis sebagai sumber infeksi Periksa visus Slit lamp Tekanan intraokular Melebar funduscopy ultrasonografi Prosedur Diagnosa (evaluasi ophtalmologi) • • • • • 2.

Antibiotik Terapi antimikroba empiris harus komprehensif dan harus mencakup semua kemungkinan patogen dalam konteks pengaturan klinis. diikuti 500 mg oral BD selama 6-7 hari. Dalam kebanyakan kasus terapi yang diberikan adalah antimikroba intravitreal.Pengobatan tergantung pada penyebab yang mendasari endophthalmitis. sedangkan dalam kasus yang parah.1ml + amikacin 0. sistem saluran kencing yang memungkinkan menjadi fokal infeksi dari endoftalmitis endogen.1ml Pilihan kedua : Vancomicin 1 mg dalam 0. atau bahkan dapat berakibat fatal jika menyebar ke otak.1 ml + ceftazidine 2. dilakukan vitrectomy.25 mg dalam 0. Perlunya menjaga kebersihan gigi mulut. 4. Hal ini disebabkan oleh karena kondisi hiperglikemia akan meningkatkan resiko terjadinya bakteriemi yang dapat menyerang mata satunya.8. mengurangi kerusakan jaringan dari produk bakteri dan peradangan.1 ml Antibiotik topikal • Vancomicin (50 mg/ml) atau cefazolin (50 mg/ml). Hasil akhir ini sangat tergantung pada penegakan diagnosis dan pengobatan tepat waktu.2 mg dalam 0. bengkak. turunnya tajam penglihatan. kotoran pada mata untuk segera untuk diperiksakan ke dokter mata. periokular.2 Farmakologi 1. • Ciprofloxacin intravena 200 mg BD selama 2-3hari.8. Tujuan dari terapi endophthalmitis adalah untuk mensterilkan mata. 2001). Menjelaskan bahwa penyakit tersebut dapat mengenai mata satunya.1 1. 3. Non Farmakologi mengancam bola mata dan nyawa apabila tidak tertangani. 2.1 ml Pilihan ketiga : Vancomicin 1 mg dalam 0. dan topikal. 2. 2. Menjelaskan bahwa penderita menderita diabetes yang memerlukan pengontrolan yang ketat baik secara diet maupun medikamentosa. antibiotik di endophthalmitis (Gordon Y. sehingga perlu dilakukan pengawasan yang ketat tentang adanya tanda-tanda inflamasi pada mata seperti mata merah.4 mg dalam 0. dan • Amikacin (20 mg/ml) atau tobramycin (15mg%) Antibiotik sistemik (jarang). Intravitreal antibiotik Pilihan pertama : Vancomicin 1 mg dalam 0. atau • Vancomicin 1gm IV BD dan ceftazidim 2g IV setiap 8 jam Menjelaskan bahwa penyakit yang diderita memiliki prognosa yang buruk yang .1ml + gentamicin 0. dan mempertahankan penglihatan.

sel-sel inflamasi. Persiapan operasi. . Disarankan tetes mata atropin 1% atau bisa juga hematropine 2% 2 – 3 hari sekali. 2005).9 Pencegahan 1. untuk menghapus membran vitreous yang dapat menyebabkan ablasio retina.1 ml Dexamethasone 4 mg (1 ml) OD selama 5 – 7 hari Steroid sistemik. dan zat beracun lainnya untuk memfasilitasi difusi vitreal.10 Prognosis Prognosis dari endoftalmitis sendiri bergantung Durasi dari endoftalmitis. jangka waktu infeksi sampai penatalaksanaan.. dan membantu pemulihan penglihatan. dan 10 mg selama 2 hari. Diagnosa yang tepat dalam waktu cepat dengan tatalaksana yang tepat mampu meningkatkan angka kesembuhan endoftalmi (Gan IM. Iodine 5-10% Sarung tangan steril Profilaksis topikal / perikoular antibiotik Profilaksis intravitreal (pada kasus – kasus trauma) memainkan peran penting dalam pengelolaan endoftalmitis yang tidak responsif terhadap terapi medikamentosa (Gan IM.. Acetazolamide (3 x 250 mg) atau Timolol (0. termasuk : • • • • Pov. Terapi suportif • Siklopegik. • Obat-obat antiglaucoma disarankan untuk pasien dengan peningkatan tekanan intraokular. 20 mg. 3. Terapi steroid • • • Dexamethasone intravitreal 0. Identifikasi keadaan pasien yang memiliki faktor resiko sebelum operasi (blepharitis. Terapi harian dengan prednisolone 60 mg diikuti dengan 50 mg. Endophthalmitis vitrectomy Study (EVS) menunjukkan bahwa di mata dengan akut endophthalmitis operasi postcataract dan lebih baik dari visi persepsi cahaya. kelainan drainase lakrimal.5 %) 2 kali sehari 2. adanya infeksi yg aktif) 2. Bedah debridemen rongga vitreous terinfeksi menghilangkan bakteri. 2005) 2. 30 mg.4 mg dalam 0. et al. 40 mg.2 Operatif Vitrectomy adalah tindakan bedah dalam terapi endophthalmitis.2. Virulensi bakteri dan Keparahan dari trauma. et 2. Vitrectomy juga al.8.

Endoftalmitis pseudofaki kronik. Diagnosa yang tepat dalam waktu cepat dengan tatalaksana yang tepat mampu meningkatkan angka kesembuhan endoftalmitis. Sedangkan jenis dari endoftalmitis ini sendiri Endoftalmitis akut pasca bedah katarak. Konjungtiva chemosis dan edema kornea. terjadi yang diakibatkan dari bakteri. Endoftalmitis jamur. Terapi operatif (vitrectomy) dilakukan pada endoftalmitis berat. virulensi bakteri dan keparahan dari trauma. . pembengkakan. Prognosis dari endoftalmitis sendiri bergantung durasi dari endoftalmitis. jamur atau keduanya. hiperemi konjungtiva. dan hipopion. Endoftalmitis pasca trauma. Endoftalmitis pasca operasi filtrasi anti-Glaukoma. jangka waktu infeksi sampai penatalaksanaan.BAB III KESIMPULAN Endophthalmitis adalah adanya peradangan hebat intraokular. Endoftalmitis endogen. Tanda dan gejala yang ditunjukan antara lain adanya penurunan visus. nyeri. Pemeriksaan penunjang untuk endoftalmitis adalah vitreous tap untuk mengetahui organisme penyebab sehingga terapi yang diberikan sesuai.

Cooper Ba. Ophthalmology 2009. Feron E. Bohigian G. 137:1:38-42. 131:3:371-6. Bell CM.DAFTAR PUSTAKA Bannerman Tl.243(12):1200-5. 18:6: 580-7. Scott IU. Gordon Y. Risk factors for acute endophthalmitis after cataract surgery: a population-based study. Devenyi R. therapeutics. Rhoden D. A comparasion of eylid and intraocular isolates using pulsed field gel electrophoresis. Flunn HW.116(3):425-30. Surveillance of endophthalmitis following cataract surgery in the UK. PeperkampE. Vancomycin prophylaxis and emerging resistance: Are ophtalmologists the villains ? The heroes? Am J Ophtalmol 2001. Postoperative edophthalmitis. The source of coagulase negative staphylococciin the Endophtalmitis Vitrectomy Study. Clin Microbiol Rev 2002. Ilyas S. . Wilson LA. Veckeneer M et al. van Dissel JT. and bacterialhost interactions. Bacterial endophthalmitis: Epidemiology. Clin Infect Dis 2004.15:1:111-24. 115: 357-61. Jakarta. Endophtalmits isolates and antibiotic sensitivites: A 6 years review of culture proven cases. 136: 300-5. Am J Ophtalmol 2003. Holekamp Nm. Miller JM. Parke DW. Case. Sharma N. Dalam: Penuntun Ilmu Penyakit Mata. Intravitreal dexamethasone as adjuvant in the treatment of postoperative endophthalmitis:a prospective randomized trial. Cernat G. Hanscom TA. Arch Ophtalmol1997. Callegan MC. McAllister SK. Eye 2004. Wong D. Am J Ophtalmol 2004. Hatch WV. Silvestri G. Graefes Arch Clin Exp Ophthalmol. Thompson PA. 38:4:542-6.control study of endophthalmitis after cataract surgery comparing scleral and corneal wounds. FKUI: 1998. Elenbert M. Gan IM. Ugahary LC.2005. Benz MS. 5 Kalamalarajah S.

Miller JJ. Lundström M. Nosanchuk JD. Smith MA. Int OphthalmolClin 2007. Jacob JS. Scott IU. Maguire JI. Raithel E.47(2):173-83. Am J Ophtalmol 2004. Lou PL. Smith SR. Oftalmologi Umum (General Opthalmology).23:1064-9. Treatment of experimental methicillin-resistant Staphylococcus epidermidis endophthalmitis with intravitreal vancomycin and intravitreal dexamethasone. Stenevi U. Mandelbaum S.137:4 Sherwood Dr. Asbury T. Endophthalmitis following cataract surgery in Sweden: national prospective survey 1999-2001. Anterior chamber contamination during cataract surgery with intraocular lens implantation. Vaughan D. Am J Ophtalmol 2004. Sorenson JA. Kroll AJ. Prajna NV.3:308-12. Montan P. Eye 2008. Rajalakshmi PC. Widya Medika: 1994. Candida parapsilosis. Microbiological profile of anterior chamber aspirates following uncomplicated cataract surgery.J Infect Dis 1997.114: 1004-9. Acta Ophthalmol Scand 2005.an emerging fungal pathogen. ThorburnW. Ryan EA. Flun HW. Flynn HW. Mistlberger A. Bacterial contamination of intraocular and extraocular fluids during extracapsular cataract extraction. Eye 1989. 175(2):462-6. Endogenousbacterial and fungal endophthalmitis. George C. Trofa D. Jakarta. Culture-proven endogenous endophtalmitis: Clinical features and visual acuity outcomes. Edisi 14. Indian J Ophthalmol 1998.46(4):229-32. Sathish S. Clin Microbiol Rev 2008. Endophthalmitis caused by Streptococcus pneumoniae. Korpus Vitreum Dalam:. J Cataract Refract Surg 1997. D'Aversa G. Harrison W.Lunstrom M. 138:2:231-6. 195 – 96 Wejde G. Wejde G. Udell I. Gácser A.Scott IU.83(1):7-10. Ruckhofer J. Endophthalmitis after cataract surgery: a nationwide prospective study avaluating incidence in relation to incision type and location. Scheidler V.22(10):1290-300. Postoperative endophthalmitis: optimal management and the role and timing of vitrectomy surgery. Ophthalmology 2007.21(4):606-25. Stenevi U. Rich WJ. .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful