PEMBUATAN ULANG RODA KERETA API DENGAN METODE REVERSE ENGINEERING DENGAN MEMANFAATKAN KEMAMPUAN INDUSTRI KECIL - MENENGAH

Koordinator Kegiatan Ir. Dwi Budiyanto, MM 2012 PTM-BPPT PUSAT TEKNOLOGI MATERIAL - BPPT 2012

• Ketergantungan akan produk impor komponen kereta api .LATAR BELAKANG Kondisi yang menjadi latar belakang kegiatan litbangyasa • Pengembangan teknologi pembuatan roda kereta api sejalan dengan perkembangan industri kereta api di Indonesia. Tim Pelaksana Insentif Peningkatan Kemampuan Peneliti dan Perekayasa 2012 2 . • PT. • Material rekayasa logam paduan sebagian besar masih impor. KAI masih memakai roda kereta api produk impor.

Tim Pelaksana Insentif Peningkatan Kemampuan Peneliti dan Perekayasa 2012 3 . • Dampak ekonomi terhadap pemberdayaan industri nasional dalam meningkatkan kapasitas produksinya.PERMASALAHAN Pertanyaan Penelitian yang menjadi pijakan perlunya kegiatan litbangyasa • Dampak ekonomi yang besar terhadap aplikasi logam paduan di sektor industri kereta api. • Meningkatkan daya dukung terhadap pemenuhan kebutuhan roda kereta didalam negeri.

• Pengembangan hasil reverse engineering material rekayasa logam paduan roda kereta. • Prosedur teknologi manufaktur komponen material roda kereta.METODOLOGI Ruang Lingkup Kegiatan • Penelitian komponen aplikasi material rekayasa logam paduan roda kereta api. Tim Pelaksana Insentif Peningkatan Kemampuan Peneliti dan Perekayasa 2012 4 . • Pengujian prototip roda kereta dan rekomendasi pembuatannya. • Teknologi manufaktur untuk pengecoran dan perlakuan panas roda kereta api. • Reverse engineering dan karakterisasi material roda kereta api.

penelitian pengujian. • PT. • Litbang Kementerian Perhubungan • Kementerian BUMN • B2TKS .Melakukan kegiatan pengecoran roda kereta api.SINERGI KOORDINASI Nama Lembaga. KAI Bandung & Jakarta : .BPPT dan Tim Pelaksana Insentif Peningkatan Kemampuan Peneliti dan Perekayasa 2012 5 .Menyediakan informasi teknis dan bahan baku roda kereta. Lingkup dan bentuk koordinasi yang dilakukan : • POLMAN Bandung : .

63618 0.0095 Mn 0.463 Ni 0.01138 0.71074 0.671 Si 0.8 0.2 0. 0.145 S 0.008 P 0.7 0.107 6 Tim Pelaksana Insentif Peningkatan Kemampuan Peneliti dan Perekayasa 2012 .11987 Max.2 – 0.00812 0.PEMANFAATAN HASIL KEGIATAN Komposisi Roda KA Asli Target Komp. 0.21522 0.6 – 0.2 0.3 0. Terjadi C 0.0753 Max.6 – 0.015 Cr 0.

temperatur austenisasi dan tempering guna diperoleh kekerasan 320 – 340 HB.9% ). • Experiment case hardening skala sampel untuk memperoleh kedalaman pengerasan secara optimal. Tim Pelaksana Insentif Peningkatan Kemampuan Peneliti dan Perekayasa 2012 7 . suhu normalising 850°C. tempering 550°C. • Penentuan parameter case hardening. guna memperoleh sifat mekanik terbaik sesuai dengan standar PT. KAI maupun JIS E 5402.POTENSI PENGEMBANGAN KE DEPAN Tahapan Penelitian / pengembangan • Penentuan komposisi Mn secara optimal ( 0. • Simulasi surface hardening dengan membuat roda skala kecil dengan ukuran diameter 300 mm dan tebal 30 mm.

FOTO KEGIATAN FOTO KEGIATAN Tim Pelaksana Insentif Peningkatan Kemampuan Peneliti dan Perekayasa 2012 8 .

BE. M. Herri Susanto. Nyoman Jujur.Eng Muhammad Kozin.Eng Ir. Dwi Budiyanto. MM Dr. MSTM . ST Drs. Djoko Putranto. MM Ir. M. Agustanhakri.TERIMA KASIH Ir. MM Ir. Bambang Mulyanto S.