GASTROENTERITIS

Lapkas 2

Definisi Gastroenteritis

Peningkatan frekuensi dan penurunan konsistensi pengeluaran tinja dibandingkan individu dengan keadaan usus besar yang normal .

Setiap tahun diperkirakan lebih dari 1 milyar kasus diare di dunia dengan 3. (WHO) .Epidemiologi  Diare akut masih merupakan salah satu penyebab mortalitas bayi dan anak di berbagai negara yang sedang berkembang .3 juta kasus kematian sebagai akibatnya .

CEMAS . ALERGI THDP MAKANAN TAKUT . PARASIT .PROTOZOA . PROTEIN FAKTOR MAKANAN FAKTOR PSIKOLOGIS FAKTOR UDARA FAKTOR LINGKUNGAN MAKANAN BERACUN . BASI .INFEKSI ENTERAL FAKTOR INFEKSI INFEKSI PARENTERAL BAKTERI . LEMAK .JAMUR ETIOLO GI MALABSOR BSI FAKTOR NON INFEKSI KARBOHIDRAT . VIRUS .

PATOFISIOLOGI  Akibat diare akut maupun kronik akan terjadi beberapa hal sbb :  Gangguan keseimbangan asam basa (metabolik asidosis)  Kehilangan cairan  Hipoglikemia  Gangguan gizi  Gangguan sirkulasi .

GANGGUAN SEKRESI GANGGUAN OSMOTIK PATOGENE SIS GANGGUAN MOTILITAS USUS GANGGUAN MUKOSA .

MANIFESTASI KLINIS         Anak menjadi cengeng . gelisah Diare Muntah Demam Nyeri Abdomen Membrane mukosa mulut dan bibir kering Kehilangan berat badan Nafsu Makan menurun serta lemas .

Diagnosis     Pada pasien gastroenteritis diagnosis berdasarkan gejala klinik . pemeriksaan fisik . Pemeriksaan fisik C.langkahnya sbb : A. anamnese dan penimbangan berat badan B . . pemeriksaan laboratorium dan pemeriksaan penunjang langkah. Pemeriksaan penunjang lain : kultur tinja  Disamping itu perlu juga menentukan derajat dehidrasi dan menentukan penyakit penyerta komplikasi diare .

Komplikasi       Dehidrasi Syok / renjatan hipovolemik Hipokalemia (meteorismus. penderita juga mengalami kelaparan . karena selain diare dan muntah . lemah) Intoleransi laktosa sekunder sebagai akibat defisiensi enzim laktosa karena kerusakan vili mukosa usus halus Kejang terutama pada dehidrasi hipertonik Malnutrisi energi protein . . hipotoni otot .

Penatalaksanaan      Pemberian cairan (rehidrasi dan rumatan) berdasarkan: diare tanpa dehidrasi diare dengan dehidrasi tak berat diare dengan dehidrasi berat Dietetik (pemberian makanan) Farmakologi (obat-obatan) Pemberian zinc Edukasi orang tua .

Tgl lahir Jenis Kelamin Agama Alamat BB Masuk : M. Sergei . Sergei : 9kg II.A 34thn islam SMA IBU Ny. Kab. Kab. Sergei Dusun II Desa Mariah Padang . ANAMNESA ORANG TUA KETERANGAN NAMA UMUR AGAMA PENDIDIKAN TERAKHIR AYAH Tn.STATUS PASIEN I.S 28thn islam SMA ALAMAT Dusun II Desa Mariah Padang . Refan : 10bulan : 28 Agustus 2011 : Laki – Laki : Islam : Dusun II Desa Mariah Padang . ANAMNESA PRIBADI Nama Umur Tempat . Kab.

RIWAYAT IMUNISASI NO 1 2 3 4 5 IMUNISASI BCG POLIO DPT CAMPAK HEPATITIS B USIA (bulan) 1 1.III. IV. Lahir secara spontan di rumah bersalin ditolong oleh bidan dengan berat badan 3200 gram dan panjang badan 48cm .2. RIWAYAT BERSAUDARA Os .2.3 1.3 . RIWAYAT ANTE NATAL Os . Anak kedua dari dua bersaudara V.2.3 12 bulan 1. Dan os menangis spontan .

VI. TUMBUH KEMBANG ANAK 0-3 bulan (menangis kuat). Os.Kumpulan Pane tebing tinggi diantar ibunya dengan keluhan mencret . VII. ANAMNESA PENYAKIT 1.8-10bulan (berdiri sendiri tanpa dibantu) VIII. mencret yang dikeluarkan berupa cair dan berwarna kuning . Keluhan Utama : Mencret 2. Air lebih banyak daripada ampasnya . 6-8bulan (dapat tengkurap). 3-6bulan (Belajar mengangkat kepala). sehari os mengalami mencret lebih dari 10x. Juga muntah sebanyak 5x . Hal ini sudah di alami OS ± 2 hari yang lalu. pada usia 4-6 bulan Os makan nasi tim + biscuit + buah dan pada usia 6-10 bulan Os makan nasi lembek + biscuit+ buah . yang dimuntahkan makanan dan minuman yang dimakan os .ANAMNESA MAKANAN Os. Pada umur 0-10 bulan minum ASI . . Telaah oleh sejak : Os. Datang ke RSUD H.

6⁰c . STATUS PRESENT Sensorium : Compos Mentis HR Temp BB masuk : 9kg : 120x/menit : 37. ikterus (-). RR : 32x/menit Anemis (-). dyspnoe (-).Riwayat Alergi RPT RPO : (-) : (-) : (-) IX. oedema (-). sianosis(-) . PEMERIKSAAN FISIK .

lidah Kotor (-) : Pembesaran KGB (-).X. conjungtiva palpebra inferior anemis (-) . Kepala ) UUB Mata : Normosefali . air mata (-) Hidung Telinga Mulut b. sklera ikterik (-). epistaksis(-) : Tidak ada kelainan : Bibir kering (+).PEMERIKSAAN FISIK KHUSUS a. deformitas (- Rambut : Rambut : Tertutup : Reflex cahaya +/+ . mata cekung (+). hematoma (-). Kaku kuduk (-) . Leher : Sekret(-). pupil bulat isokor . turgor baik . TVJ Normal .

wheezing (-). Abdomen Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi e. Edema (+) : Normal Jantung Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi d. Thorax : Paru Paru Inspeksi Palpasi Perkusi Auskultasi : Simetris kanan = kiri :stem fremitus kanan=kiri : Sonor di kedua lapangan paru : Vesikuler di kedua lapangan paru . Hepar tidak teraba . Reguler : Soepel : Nyeri tekan epigastrium (-). ginjal tidak teraba . : Tympani : Peristaltik(+) . lien tidak teraba . Ekstremitas f. turgor kulit kembali lambat .meningkat : Akral Hangat .c. RR : 32x/I : Iktus cordis tidak terlihat : Iktus Cordis tidak teraba : tidak dilakukan : HR: 120x/I. suara tambahan ronkhi (-). Genitalia .

XI.00) HB HT : 13.Inj.0) (normal : 10.0-12.04% XI. PENATALAKSANAAN .00.DIAGNOSA BANDING  Gastroentritis + dehidrasi tak berat  Disentri + Dehidrasi tak Berat  Kolera + Dehidrasi tak berat XII.Inj.80-15.60) (normal : 33.L-Bio 1x1 sachet (sore) .Diet MII .cefotaxim 250 mg/8j .Paracetamol Syr 3x cth I (K/P) .IVFD RL 100gtt/i coor .30 g/dl : 35.45.70 .10^6/μL (normal: 4. DIAGNOSA Gastroenteritis + dehidrasi tak berat XIII. PEMERIKSAAN LABORATORIUM White Blood Cell (WBC) : 4. Colsansetin 250mg/8j .Zinc 1x ⅟2 50mg (siang) .

cefotaxim 250 mg/8j -Inj.Paracetamol Syr 3x cth I (K/P) -Zinc1x ⅟2 50mg (siang) .L-bio 1x1 sachet (sore) 02 juli Demam (+) Mual(-) Muntah (+) Mencret(+) Nafsu Makan ↓↓ Compos Mentis HR: 112x/I RR: 28x/I T: 38.cefotaxim 250 mg/8j -Inj. Colsansetin 250mg/8j . Colsansetin 250mg/8j .3⁰c -Diet MII -IVFD RL 100gtt/i coor -Inj.Paracetamol Syr 3x cth I (K/P) -Zinc 1x ⅟2 50mg (siang) .Tanggal Keluhan Follow up penatalaksanaan 01 juli 2012 Demam (+) Mual(-) Muntah (+) Mencret(+) Nafsu Makan ↓↓ Compos Mentis HR: 120x/I RR: 32x/I T: 38.0⁰c -Diet MII -IVFD RL 36gtt/i -Inj.L-bio 1x1 sachet (sore) .

7⁰c Penatalaksanaan -Diet MII -IVFD RL 24gtt/i -Inj. Colsansetin 250mg/8j .Paracetamol Syr 3x cth I (K/P) -Zinc1x ⅟2 50mg (siang) 03 juli 2012 Demam (+) Mual(-) Muntah (+) Mencret(+) Nafsu Makan ↑↑ 04juli2012 Demam (-) Mual(-) Muntah (+) Mencret(+) Nafsu Makan ↑↑ Compos Mentis HR: 114x/I RR: 28x/I T: 37.2⁰c -Diet MII -IVFD RL 24gtt/i -Inj.Tanggal Keluhan Follow up Compos Mentis HR: 112x/I RR: 35x/I T: 37.cefotaxim 250 mg/8j -Inj.cefotaxim 250 mg/8j -Inj. Colsansetin 250mg/8j -Zinc 1x ⅟2 50mg (siang) .

0⁰c -IVFD RL 24gtt/i -Inj.cefotaxim 250 mg/8j -Inj.05 juli 2012 Demam (-) Mual(-) Muntah (-) Mencret(+) Nafsu Makan (normal) Demam (-) Mual(-) Muntah (-) Mencret(-) Nafsu Makan (normal) Compos Mentis HR: 120x/I RR: 30x/I T: 37.2⁰c Terapi dilanjutkan 06 juli 2012 Compos Mentis HR: 120x/I RR: 30x/I T: 37. Colsansetin 250mg/8j -Zanic 1x ⅟2 50mg 07 juli 2012 PAPS PAPS PAPS .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful