1.

Pengertian Preeklampsia adalah sekumpulan gejala yang timbul pada wanita hamil, bersalin dan nifas yang terdiri dari hipertensi, edema dan proteinuria tetapi tidak menjukkan tanda-tanda kelainan vaskuler atau hipertensi sebelumnya, sedangkan gejalanya biasanya muncul setelah kehamilan berumur 28 minggu atau lebih.2 Preeklampsi berat adalah suatu komplikasi kehamilan yang ditandai dengan timbulnya hipertensi 160/110 mmHg atau lebih disertai proteinuria dan atau disertai udema pada kehamilan 20 minggu atau lebih.10 Preeklampsia dibagi dalam 2 golongan ringan dan berat. Penyakit digolongkan berat bila satu atau lebih tanda gejala dibawah ini :4 1. Tekanan sistolik 160 mmHg atau lebih, atau tekanan diastolik 110 mmHg atau lebih. 2. Proteinuria 5 g atau lebih dalam 24 jam; 3 atau 4 + pada pemeriksaan kualitatif; 3. Oliguria, air kencing 400 ml atau kurang dalam 24 jam 4. Keluhan serebral, gangguan penglihatan atau nyeri di daerah epigastrium 5. Edema paru dan sianosis.

2.

Etiologi Etiologi penyakit ini sampai saat ini belum diketahui dengan pasti. Banyak teori – teori dikemukakan oleh para ahli yang mencoba menerangkan penyebabnya. Oleh karena itu disebut “penyakit teori” namun belum ada memberikan jawaban yang memuaskan. Tetapi terdapat suatu kelainan yang menyertai penyakit ini yaitu :  Spasmus arteriola  Retensi Na dan air  Koagulasi intravaskuler Teori yang dewasa ini banyak dikemukakan sebagai sebab preeklampsia ialah iskemia plasenta. Akan tetapi, dengan teori ini tidak dapat diterangkan semua hal yang bertalian dengan penyakit itu. Rupanya tidak hanya satu faktor, melainkan banyak faktor yang menyebabkan preeklampsia dan eklampsia. Diantara faktor-faktor yang ditemukan sering kali sukar ditemukan mana yang sebab mana yang akibat.4

3.

Patofisiologi

maka tenanan darah akan naik sebagai usaha untuk mengatasi tekanan perifer agar oksigenasi jaringan dapat dicukupi. Penderita preeklamsia tidak dapat mengeluarkan dengan sempurna air dan garam yang diberikan. mungkin karena retensi air dan garam. Pada biopsi ginjal ditemukan spasme hebat arteriola glomerulus. 2. Berbagai gangguan tersebut pada dasarnya berkaitan dengan peningkatan afterload jantung akibat hipertensi. lumen arteriola sedemikian sempitnya sehingga hanya dapat dilakui oleh satu sel darah merah. 3. Sedangkan kenaikan berat badan dan edema yang disebabkan oleh penimbunan air yang berlebihan dalam ruangan interstitial belum diketahui sebabnya. Jadi jika semua arteriola dalam tubuh mengalami spasme. jumlah air dan natrium dalam tubuh lebih banyak pada penderita preeklamsia dan eklampsia dari pada wanita hamil biasa atau penderita dengan hipertensi kronik.Pada pre eklampsia terjadi spasme pembuluh darah disertai dengan retensi garam dan air. natrium. sedangkan penyerapan kembali tubulus tidak berubah. Proteinuria dapat disebabkan oleh spasme arteriola sehingga terjadi perubahan pada glomerulus. Pada beberapa kasus.2 Pada preeklampsia yang berat dan eklampsia dapat terjadi perburukan patologis pada sejumlah organ dan sistem yang kemungkinan diakibatkan oleh vasospasme dan iskemia.11 1. Selain itu dapat terjadi ablasio retina yang disebabkan oleh edema intraokuler dan merupakan salah satu . Mata Dapat dijumpai adanya edema retina dan spasme pembuluh darah. Hal ini disebabkan oleh filtrasi glomerulus menurun. dan protein tidak mununjukkan perubahan yang nyata pada preeklampsia. Perubahan kardiovaskuler Gangguan fungsi kardiovaskuler yang parah sering terjadi pada preeklamsia dan eklampsia.11 Perubahan pada organ :2. Konsentrasi kalium. preload jantung yang secara nyata dipengaruhi oleh berkurangnya secara patologis hipervolemia kehamilan atau yang secara iatrogenik ditingkatkan oleh larutan onkotik / kristaloid intravena. dan klorida dalam serum biasanya dalam batas normal. kristaloid. Elektrolit. Metablisme air dan elektrolit Hemokonsentrasi yang menyerupai preeklampsia dan eklampsia tidak diketahui penyebabnya . dan aktifasi endotel disertai ekstravasasi kedalam ekstravaskuler terutama paru.

Manifestasi Klinis Diagnosis preeklamsia ditegakkan berdasarkan adanya dari tiga gejala. sehingga terjad partus prematur. Otak Pada penyakit yang belum berlanjut hanya ditemukan edema dan anemia pada korteks serebri. 6.3 g/l dalam air kencing 24 jam atau pemeriksaan kualitatif menunjukkan +1 atau 2. atau kadar protein ≥ 1 g/l dalam urin yang . yaitu : Edema Hipertensi Proteinuria Berat badan yang berlebihan bila terjadi kenaikan 1 kg seminggu beberapa kali. Gejala lain yang menunjukkan pada preeklampsia berat yang mengarah pada eklampsia adalah adanya skotoma. diplopia dan ambliopia. sehingga terjadi gangguan pertumbuhan janin dan karena kekurangan oksigen terjadi gawat janin. Paru2 Kematian ibu pada preeklampsia dan eklampsia biasanya disebabkan oleh edema paru yang menimbulkan dekompensasi kordis. Pada preeklampsia dan eklampsia sering terjadi peningkatan tonus rahim dan kepekaan terhadap rangsangan. Proteiuria bila terdapat protein sebanyak 0. Uterus Aliran darah ke plasenta menurun dan menyebabkan gangguan pada plasenta. Hal ini disebabkan oleh adaanya perubahan peredaran darah dalam pusat penglihatan dikorteks serebri atau didalam retina. pada keadaan yang berlanjut dapat ditemukan perdarahan 5. Bisa juga karena aspirasi pnemonia atau abses paru 4. Tekanan diastolik pada trimester kedua yang lebih dari 85 mmHg patut dicurigai sebagai bakat preeklamsia. pembengkakan kaki. 4. jari tangan dan muka. Edema terlihat sebagai peningkatan berat badan. Tekanan darah ≥ 140/90 mmHg atau tekanan sistolik meningkat > 30 mmHg atau tekanan diastolik > 15 mmHg yang diukur setelah pasien beristirahat selama 30 menit.indikasi untuk melakukan terminasi kehamilan.

. payah jantung. pada kehamilan muda atau 6 bulan post partum akan sangat berguna untuk membuat diagosis. tangani sebagai hipertensi karena kehamilan 5. dalam hal demikian. sulit membedakan antara preeklampsia dan hipertensi kronik. Proteinuria + ≥5 g/24 jam atau ≥ 3 pada tes celup. Disebut preeklamsia berat bila ditemukan gejala : Tekanan darah sistolik ≥ 160 mmHg atau diastolik ≥ 110 mmHg.Nyeri epigastrium . anemia berat.Trombositopenia.Mual muntah .Pusing .Sakit kepala hebat atau gangguan penglihatan. Diagnosis Banding Diagnosis banding antara preeklampsia dengan hipertensi menahun atau penyakit ginjal tidak jarang menemui kesukaran.Pertumbuhan janin terhambat. sehingga terdapat proteinuria Kateterisasi tidak dianjurkan karena dapat mengakibatkan infeksi Infeksi kandung kencing.  Proteinuria 5 Sekret vagina atau cairan amnion dapat mengkontaminasi urin.Nyeri epigastrum dan ikterus. . Pemeriksaan finduskopi juga berguna karena perdarahandan eksudat jarang ditemukan pada preeklampsia. partus lama juga dapat menyebabkan proteinuria . Pada hipertensi menahun adanya tekanan darah yang meninggi sebelum hamil. Kelainan tersebut biasanya menunjukan hipertensi menahun.dikeluarkan dengan kateter atau urin porsi tengah. Oliguria (<400 ml dalam 24 jam).Penurunan visus 12 5. diambil minimal 2 kali dengan jarak waktu 6 jam. .5  Hipertensi Kronik Jika tekanan darah sebelum kehamilan 20 mgg tidak diketahui. Proteinuria pada preeklampsia jarang timbul sebelum triwulan ke-3 sedangkan pada penyakit ginjal timbul lebih dulu. .4. .

pengaturan aktifitas dan penambahan berat badan dan antenatal care dan post natal care yang optimal merupakan tindakan yang dapat mencegah terjadinya preeklampsia 13. kalsium.13. ensefalitis. Pemberian aspirin dosis rendah (75 mg) telah dievaluasi secara luas sebagai obat mencegah preeklampsia.5. Pencegahan preeklampsia sepertinya tidak mungkin karena faktor penyebabnya belum diketahui sampai sekarang. histeria. Manfaat aspirin. enselofati. Dalam rencana pendidikan keluarga (suami. orang tua. Pencegahan Untuk pencegahan yang lebih perlu adalah deteksi dini dan penanganan cepat-tepat. mertua. racun). Meskipun demikian janin dari ibu preeklampsia sebaiknya dikeluarkan saat hipertensi ibu terkontrol dengan baik. skistosomiassis. dan lain-lain 5. penyakit serebro vascular. cairan. karbohidrat dan garam serta penambahan berat badan yang tidak berlebihan perlu dianjurkan 4. 6. Dan pemasukan cairan yang terlalu banyak mengakibatkan edema paru 4. malaria serebral. Kasus harus ditindaklanjuti secara regular dan diberi penerangan yang jelas bilamana harus kembali ke pelayanan kesehatan.- Darah dalam urin. . juga telah sukses digunakan dalam mengurangi preeklampsia lebih dari 50%. malah dapat membahayakan janin. Pembatasan kalori. Pemeriksaaan antenatal care yang teratur dan teliti dapat menemukan tanda-tanda preeklampsia dan dalam hal ini harus dilakukan penanganan yang semestinya. kontaminasi darah vagina dapat menghasilkan proteinuria positif palsu  Kejang dan koma Eklampsia harus di DD dengan epilepsi. dan lain-lain dalam mencegah hipertensi karena kehamilan belum terbukti. Berikut ini adalah skema jalur alir penilaian klinik untuk membedakan diagnosis preeklampsia berat dengan penyakit lainnya 12.14. Baru-baru ini antioksidan dosis tinggi. trauma kepala. intoksikasi (alcohol. intoksikasi air. vitamin C 1000 mg dan vitamin E 400 IU. meningitis. obat. dan diet rendah garam tidak dapat mencegah hipertensi karena kehamilan. Diet tinggi protein dan rendah lemak. dll) harus dilibatkan sejak awal 4. kelainan metabolisme (asidosis).

Dosis awal sekitar 4 gr MgSO4) IV (20% dalam 20 cc) selama 1 gr/menit kemasan 20% dalam 25 cc larutan MgSO4 (dalam 3-5 menit). Perawatan aktif yaitu kehamilan segera diakhiri atau diterminasi ditambah pengobatan medisinal. e. Ibu • • Usia kehamilan 37 minggu atau lebih Adanya tanda-tanda atau gejala impending eklampsia. kegagalan terapi konservatif yaitu setelah 6 jam pengobatan meditasi terjadi kenaikan desakan darah atau setelah 24 jam perawatan medisinal. c. refleks patella setiap jam.5: a. Pengobatan mediastinal Pengobatan mediastinal pasien preeklampsia berat adalah : a. Segera masuk rumah sakit. lemak dan garam. 1. rendah karbohidrat. Janin • • Hasil fetal assesment jelek (NST dan USG) Adanya “HELLP Syndrome” (hemolisis dan peningkatan fungsi hepar. Perawatan aktif Sedapat mungkin sebelum perawatan aktif pada setiap penderita dilakukan pemeriksaan fetal assesment (NST dan USG). Tirah baring miring ke satu sisi. ada gejala-gejala status quo (tidak ada perbaikan) b. b.7. Tanda vital perlu diperiksa setiap 30 menit. Indikasi : a. 1. Infus dextrose 5% dimana setiap 1 liter diselingi dengan infus RL (60-125 cc/jam) 500 cc. Laboratorium . d. Penatalaksanaan Ditinjau dari umur kehamilan dan perkembangan gejala-gejala preeklampsia berat selama perawatan maka perawatan dibagi menjadi 4. trombositopenia) 2. Pemberian obat anti kejang magnesium sulfat (MgSO4). Diikuti segera 4 gram di pantat kiri dan 4 gr di pantat kanan (40% dalam 10 cc) dengan jarum c. Diet cukup protein.

g. 2. Diberikan furosemid injeksi 40 mg IM. Dosis ulang : diberikan 4 gr IM 40% setelah 6 jam pemberian dosis awal lalu dosis ulang diberikan 4 gram IM setiap 6 jam dimana pemberian MgSO4 tidak melebihi 2-3 hari.5 cc/KgBB/jam) 4. Refleks fisiologis menghilang pada kadar 8-10 mEq/liter. MgSO4 dihentikan bila : o tanda-tanda keracunan yaitu kelemahan otot.7 cm. kelumpuhan dan selanjutnya dapat menyebabkan kematian karena kelumpuhan otot pernapasan karena ada serum 10 U magnesium pada dosis adekuat adalah 4-7 mEq/liter. Deuretikum tidak diberikan kecuali bila ada tanda-tanda edema paru. f. fungsi jantung terganggu. o Bila timbul tanda-tanda keracunan MgSO4 : Hentikan pemberian MgSO4 Berikan calcium gluconase 10% 1 gr (10% dalam 10 cc) secara IV dalam waktu 3 menit Berikan oksigen Lakukan pernapasan buatan o MgSO4 dihentikan juga bila setelah 4 jam pasca persalinan sedah terjadi perbaikan (normotensi). payah jantung kongestif atau edema anasarka.no 21 panjang 3. o Produksi urin lebih 100 cc dalam 4 jam sebelumnya (0. 3. o Refleks patella positif kuat. Anti hipertensi diberikan bila : . refleks fisiologis menurun. o Frekuensi pernapasan lebih 16 x/menit. Kadar 12-15 mEq/liter dapat terjadi kelumpuhan otot pernapasan dan > 15 mEq/liter terjadi kematian jantung. Syarat-syarat pemberian MgSO4 o Tersedia antidotum MgSO4 yaitu calcium gluconas 10% 1 gr (10% dalam 10 cc) diberikan IV dalam 3 menit. Untuk mengurangi nyeri dapat diberikan xylocain 2% yang tidak mengandung adrenalin pada suntikan IM. depresi SSP.

Selama perawatan konservatif : observasi dan evaluasi sama seperti perawatan aktif hanya disini tidak dilakukan terminasi.1. maksimal 4-5 kali. Bila sebelum 24 jam hendak dilakukan tindakan maka diberi lebih dulu MgSO4 20% 2 gr IV. Bila setelah 24 jam tidak ada perbaikan maka dianggap pengobatan medisinal gagal dan harus diterminasi. 2. MgSO4 dihentikan bila ibu sudah mempunyai tanda-tanda preeklampsia ringan. Perawatan konservatif yaitu kehamilan tetap dipertahankan ditambah pengobatan medisinal. cukup intramuskular saja dimana gram pada pantat kiri dan 4 gram pada pantat kanan. Penderita kembali ke gejala-gejala / tanda-tanda preeklampsia ringan dan telah dirawat selama 3 hari. selambat-lambatnya dalam 24 jam. b. diastolik > 110 mmHg atau MAP lebih 125 mmHg. c. Dosis yang dapat dipakai 5 ampul dalam 500 cc cairan infus atau press disesuaikan dengan tekanan darah. Dosis antihipertensi sama dengan dosis antihipertensi pada umumnya. Desakan darah sistolik > 180 mmHg. Bersama dengan awal pemberian sublingual maka obat yang sama mulai diberikan secara oral b. Hanya loading dose MgSO4 tidak diberikan IV. catapres injeksi. Penderita dipulangkan bila : a. Bila diperlukan penurunan tekanan darah secepatnya dapat diberikan obatobat antihipertensi parenteral (tetesan kontinyu). 2. 4. 3. Indikasi : bila kehamilan paterm kurang 37 minggu tanpa disertai tanda-tanda inpending eklampsia dengan keadaan janin baik. d. Sasaran pengobatan adalah tekanan diastolik <105 mmHg (bukan < 90 mmHg) karena akan menurunkan perfusi plasenta. 1. Pengobatan obstetri : a. 3. 4. Pengobatan medisinal : sama dengan perawatan medisinal pada pengelolaan aktif. . Bila tidak tersedia antihipertensi parenteral dapat diberikan tablet antihipertensi secara sublingual diulang selang 1 jam.

Wanita yang mengalami preeklampsia selama kehamilannya mempunyai resiko yang tinggi untuk serangan ulangan pada kehamilan berikutnya. Distress fetal 9.15 .b. Kejang 7. Kebutaan 5. Stroke 2. Hipoxia janin 3. Hipertensi permanen 8. 8. Gagal jangtung 6. Bila selama 3 hari tetap berada dalam keadaan preeklamsia ringan : penderita dapat dipulangkan dan dirawat sebagai preeklampsia ringan (diperkirakan lama perawatan 1-2 minggu). Infark plasenta 10. Abruptio plasenta 11. Prognosis Pada umumnya baik dengan penatalaksanaan yang tepat. Komplikasi 1. Resiko meninkat 50% pada wanita yang mengalami preeklampsia pada usia kehamilan muda (sebelum minggu ke-27). Kematian janin 9. Gagal ginjal 4.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful