P. 1
OSTEOARTHRITIS ANOM.docx

OSTEOARTHRITIS ANOM.docx

|Views: 0|Likes:

More info:

Published by: Mira Arlita Rahmawati on Apr 11, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

04/02/2014

pdf

text

original

OSTEOARTHRITIS Adalah athropati kronis yang ditandai dengan disruption dan potensial kehilangan kartilagi dengan perubahan pada

sendi, termasuk hipertrofi tulang (osteophyte formation). Gejala biasanya termasuk rasa nyeri yang berlangsung gradual, dan di awali dengan aktifitas, stiffness lasting <30 menit setelah bangun tidur atau setelah tidak beraktifitas, serta pembengkakan di daerah sendi. Diagnose ditegakkan dengan pemeriksaan radiologis. Pengobatan berupa latihan fisik, edukasi, dan obat-obatan. Osteoarthritis adalah gangguan pada sendi yang sering terjadi, biasanya gejala muncul pada usia 40 tahunan, 50 tahunan, dan untuk yang jarang gejalanya muncul adalah pada 80 tahunan. Hanya setengah dari pasien dengan perubahan patologis akibat OA memiliki gejala. Dibawah 40 tahun, kebanyakan pasien laki-laki dan berawal dari trauma. Wanita lebih sering pada usia 40 sampai 70 tahun.

Klasifikasi Diklasifikasikan sebagai primer atau idiopatik dan sekunder atau memiliki penyebab tertentu. OA primer biasanya terlokalisasi pada satu atau beberapa sendi, biasanya dibedakan menurut letak dari gangguannya, jika mengenai sendi multiple disebut OA general primer. OA sekunder terjadi akibat kondisi yang mengubah lingkungan mikro dari kartilago. Kondisi ini termasuk trauma yang signifikan, gangguan sendi kongenital, defek metabolism seperti Wilson disease dan hemochromatosis, infeksi, penyakit neuropati dan endokrin, serta gangguan yang merubah struktur normal dan fungsi dari kartilago hialin.

Patofisiologi Sendi normal hanya memiliki friction dengan gerakan, trauma, atau penggunaan yang berlebihan. Kartilago hialin itu avascular, aneural, dan alymphatic. Di tempat tersebut 95% air dan matriks kartilago ekstraseluler dan hanya 5% kondrosit. Kondrosit memiliki siklus sel yang paling panjang pada tubuh, seperti CNS dan muscle cells. Kesehatan kartilago dan fyungsinya tergantung pada kompresi dari pengguanaan kartilago itu sendiri. OA diawali dengan kerusakan jaringan melalui kerusakan mekanis (eg, torn meniscus), terjadi transmisi dari mediator inflamasi dari sinovium menuju kartilago, atau defek dari metabolism kartilago. Jaringan yang rusak ini menstimulasi kondrosit untuk memperbaiki, yang menyebabkan peningkatan produksi proteoglikan dan kolagen. Hal ini dapat menstimulasi enzm yang akan mendegradasi kartilago, seperti juga sitokin, yang normalnya kadanya hanya sedikit.mediator inflamasi mentriger adanya siklus inflamasi yang menstimulasi lebih lanjut kondrosit dan selsel pada synovial, yang dapat merusak kartilago itu

Biasanya pada DIP atau PIP. Lpada lumbal dapat menyebabkan low back atau leg pain yang semakin berat jika berjalan atau mengekstensikan punggungnya. b. tulangt yang terekspos akan eburnated dan sklerotik. d. Servikal dan lumbal Dapat menyebakan myelopati atau radikulopati. Erosive OA Menyebabkan sinovitis dan kista di tangan. Kondrosit akan mengalami apoptosis. Biasanya gejala klinis dari myelopati tidak terlalu berat. Knee Menyebakan kehilangan kartilago. jempol dari carpometocarpal. Hip Gradual loss of ROM. Tulang subkondral menjadi stiffens¸dan dapat mengalami infark. lalu membentuk kista subkonral. nyeri pada area inguinal atau trokanter yang beralih ke tungkai bawah c.sendiri. Sekali kartilago rusak. Semua articular dan beberapa jaringan peri articular terkait OA. nyeri lokal yang cukup hebat. . Atau. a.

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->