Pangeran Antasari Ahli Strategi Grilya

Pahlawan Nasional asal Kalsel, Pangeran Antasari. Pangeran Antasari dikenal sebagai pejuang kemerdekaan yang sangat gigih melawan penjajah Belanda, kata Bupati Batiola H Hasanuddin Murad. Selain itu, kata bupati pada peringatan ke 148 tahun wafatnya Pahlawan Nasional Antasari, dia juga dikenal pribadi yang besar dan seorang ahli strategi perang grilya yang mampu memimpin dan menggerakan para pengikutnya dalam mencapai tujuan bersama. Kunci keberhasilan perjuangan pada waktu itu tidak lain dari semangat heroisme dan patriotisme rela berkorban serta keikhlasan yang jauh dari pamrih yang dimiliki oleh para pejuang, tutur Hasanuddin Murad. Suatu semangat yang saat ini sedang mengalami erosi dan terdegradasi oleh pola kepentingan individual yang semakin menonjol. Tema yang ditetapkan pada peringatan wafatnya Pangeran Antasari tahun 2010 adalah “Melalui peringatan wafatnya Pangeran Antasari ke-148 tahun, tanamkan dan tumbuhkan semangat serta keikhlasan dalam meneruskan membangun Kalimantan Selatan.” Tema memiliki tiga kata kunci yang patut diperhatikan bersama yakni semangat dan keikhlasan serta meneruskan membangun Kalsel. Dengan mewarisi dan meneladani semangat dan keikhlasan Pangeran Antasari dalam memperjuangkan kemerdekaan akan menjadi motivasi dan inspirasi bagi semua sebagai generasi penerus dalam meneruskan dan membangun Kabupaten Batola sebagai bagian intergral dari Provinsi Kalsel dan bangsa Indonesia.Dengan motivisi dan inspirasi itulah seharusnya kita semua merasa terpanggil untuk mengaktualisasikan semangat dan nilai-nilai kejuangan yang pernah dikobarkan para pahlawan terutama dalam kaitan mewujudkan cita-cita kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegera, ajak bupati. Kewajiban untuk mengaktualisasikan semangat dan nilai-nilai kejuangan menjadi semakin penting, lanjut dia, di saat dihadapkan pada berabagai persoalan bangsa, dimana sebagai bagian integral dari NKRI persoalan bangsa juga berpengaruh terhadap kondisi politik, ekonomi, sosial, budaya, serta keamanan di daerah.

Cut Nyak Dien
Nangroe Aceh Darussalam merupakan daerah yang banyak melahirkan pahlawan perempuan yang gigih tidak kenal kompromi melawan kaum imperialis. Cut Nyak Dien merupakan salah satu dari perempuan berhati baja yang di usianya yang lanjut masih mencabut rencong dan berusaha melawan pasukan Belanda sebelum ia akhirnya ditangkap. Pahlawan Kemerdekaan Nasional kelahiran Lampadang, Aceh, tahun 1848, ini sampai akhir hayatnya teguh memperjuangkan kemerdekaan bangsanya. Wanita yang dua kali menikah ini, juga bersuamikan pria-pria pejuang. Teuku Ibrahim Lamnga, suami pertamanya dan Teuku Umar suami keduanya adalah pejuang-pejuang kemerdekaan bahkan juga Pahlawan Kemerdekaan Nasional. TJOET NJAK DIEN lahir pada 1848 dari keluarga kalangan bangsawan yang sangat taat beragama. Ayahnya bernama Teuku Nanta Seutia, uleebalang VI Mukim, bagian dari wilayah Sagi XXV. Leluhur dari pihak ayahnya, yaitu Panglima Nanta, adalah keturunan Sultan Aceh yang pada permulaan abad ke-17 merupakan wakil Ratu Tajjul Alam di Sumatra Barat. Ibunda Cut Nyak Dhien adalah putri uleebalang bangsawan Lampagar. Sebagaimana lazimnya putri-putri bangsawan Aceh, sejak kecil Tjoet Njak Dien memperoleh pendidikan, khususnya pendidikan agama. Pendidikan ini selain diberikan orang tuanya, juga para guru agama. Pengetahuan mengenai rumah tangga, baik memasak maupun cara menghadapi atau melayani suami dan hal-hal yang menyangkut kehidupan sehari-hari, didapatkan dari ibunda dan kerabatnya. Karena pengaruh didikan agama yang amat kuat, didukung suasana lingkungannya, Tjoet Njak Dhien memiliki sifat tabah, teguh pendirian dan tawakal. Tjoet Njak Dien dibesarkan dalam lingkungan suasana perjuangan yang amat dahsyat, suasana perang Aceh. Sebuah peperangan yang panjang dan melelahkan. Parlawanan yang keras itu semata-mata dilandasi keyakinan agama serta perasaan benci yang mendalam dan meluap-luap kepada kaum kafir. Tjoet Njak Dien dinikahkan oleh orang tuanya pada usia belia, yaitu tahun 1862 dengan Teuku Ibrahim Lamnga putra dari uleebalang Lam Nga XIII. Perayaan pernikahan dimeriahkan oleh kehadiran penyair terkenal Abdul Karim yang membawakan syair-syair bernafaskan agama dan mengagungkan perbuatan-perbuatan heroik sehingga dapat menggugah semangat bagi yang mendengarkannya, khususnya dalam rangka melawan kafir (Snouck Hourgronje, 1985: 107). Setelah dianggap mampu mengurus rumah tangga

sendiri, pasangan tersebut pindah dari rumah orang tuanya. Selanjutnya kehidupan rumah tangganya berjalan baik dan harmonis. Mereka dikaruniai seorang anak laki-laki. Jiwa pejuang memang sudah diwarisi Cut Nyak Dien dari ayahnya yang seorang pejuang kemerdekaan yang tidak kenal kompromi dengan penjajahan. Dia yang dibesarkan dalam suasana memburuknya hubungan antara kerajaan Aceh dan Belanda semakin mempertebal jiwa patriotnya. Ketika perang Aceh meletus tahun 1873, suami Tjoet Njak Dien turut aktif di garis depan sehingga merupakan tokoh peperangan di daerah VI Mukim. Karena itu Teuku Ibrahim jarang berkumpul dengan istri dan anaknya. Tjoet Njak Dien mengikhlaskan keterlibatan suaminya dalam peperangan, bahkan menjadi pendorong dan pembakar semangat juang suaminya. Untuk mengobati kerinduan pada suaminya yang berada jauh di medan perang, sambil membuai sang buah hatinya ia menyanyikan syair-syair yang menumbuhkan semangat perjuangan. Ketika sesekali suaminya pulang ke rumah, maka yang dibicarakan dan dilakukan Tjoet Njak Dien tak lain adalah hal-hal yang berkaitan dengan perlawanan terhadap kaum kafir Belanda. Begitu menyakitkan perasaaan Cut Nyak Dien akan kematian suaminya yang semuanya bersumber dari kerakusan dan kekejaman kolonial Belanda. Hati ibu muda yang masih berusia 28 tahun itu bersumpah akan menuntut balas kematian suaminya sekaligus bersumpah hanya akan menikah dengan pria yang bersedia membantu usahanya menuntut balas tersebut. Hari-hari sepeninggal suaminya, dengan dibantu para pasukannya, dia terus melakukan perlawanan terhadap pasukan Belanda. Dua tahun setelah kematian suami pertamanya atau tepatnya pada tahun 1880, Cut Nyak Dien menikah lagi dengan Teuku Umar, kemenakan ayahnya. Sumpahnya yang hanya akan menikah dengan pria yang bersedia membantu menuntut balas kematian suami pertamanya benar-benar ditepati. Teuku Umar adalah seorang pejuang kemerdekaan yang terkenal banyak mendatangkan kerugian bagi pihak Belanda. Perlawanan terhadap Belanda kian hebat. Beberapa wilayah yang sudah dikuasai Belanda berhasil direbutnya. Dengan menikahi Tjoet Njak Dien mengakibatkan Teuku Umar kian mendapatkan dukungan. Meskipun telah mempunyai istri sebelumnya, Tjoet Njak Dien lah yang paling berpengaruh terhadap Teuku Umar. Perempuan inilah yang senantiasa membangkitkan semangat juangnya, mempengaruhi, mengekang tindakannya, sekaligus menghilangkan kebiasaan buruknya. Sekilas mengenai Teuku Umar. Teuku Umar terkenal sebagai seorang pejuang yang banyak taktik. Pada tahun 1893, pernah berpura-pura melakukan kerja sama dengan Belanda hanya untuk memperoleh senjata dan perlengkapan perang. Setelah tiga tahun

Tapi walaupun tanpa dukungan dari seorang suami. Teuku Umar gugur. dia terus melanjutkan perjuangan di daerah pedalaman Meulaboh. perjuangannya tidak pernah surut.berpura-pura bekerja sama. Sejak meninggalnya Teuku Umar. Tidak mengenal kata kompromi bahkan walau dengan istilah berdamai sekalipun. Dia seorang pejuang yang pantang menyerah atau tunduk pada penjajah. . Segala barang berharga yang masih dimilikinya dikorbankan untuk mengisi kas peperangan. selama 6 tahun Tjoet Njak Dien mengordinasikan serangan besar-besaran terhadap beberapa kedudukan Belanda. Cut Nyak Dien kembali sendiri lagi. Tapi dalam satu pertempuran di Meulaboh pada tanggal 11 Pebruari 1899. Teuku Umar malah berbalik memerangi Belanda.

kepada anak-anak pembantu di kepatihan. mengajari baca-tulis. Sepeninggal ayahnya. Di sebuah ruangan kecil. dan bahasa Belanda. Waktu itu Dewi Sartika baru berumur sekitar sepuluh tahun. Dewi Sartika menikah dengan Raden Kanduruan Agah Suriawinata. diakui sebagai Pahlawan Nasional oleh Pemerintah Indonesia tahun 1966.Dewi Sartika…Pahlawan Wanita Dari Tanah Sunda Dewi Sartika (Bandung. yang memang memiliki keinginan yang sama. Sambil bermain di belakang gedung kepatihan. Sejak kecil. sedangkan wawasan kebudayaan Barat diperolehnya dari berkat didikan seorang nyonya Asisten Residen bangsa Belanda. Meski melanggar adat saat itu. 11 September 1947). akhirnya Dewi Sartika bisa meyakinkan pamannya dan diizinkan mendirikan sekolah untuk perempuan. Papan bilik kandang kereta. Dewi Sartika sudah menunjukkan bakat pendidik dan kegigihan untuk meraih kemajuan. orang tuanya bersikukuh menyekolahkan Dewi Sartika. Dewi Sartika dirawat oleh pamannya (kakak ibunya) yang berkedudukan sebagai patih di Cicalengka. Dewi Sartika dilahirkan dari keluarga priyayi Sunda. arang. seseorang yang memiliki visi dan cita-cita yang sama. beliau mendapatkan didikan mengenai kesundaan. Nyi Raden Rajapermas dan Raden Somanagara. tokoh perintis pendidikan untuk kaum perempuan. dan diajarkan oleh seorang anak perempuan. Dewi Sartika kembali ke ibunya di Bandung. Ketika sudah mulai remaja. Dewi Sartika mengajar di hadapan . membuat pamannya mengalami kesulitan dan khawatir. yang pada waktu itu merupakan Sekolah Latihan Guru. Sejak 1902. karena di waktu itu belum banyak anak-anak (apalagi anak rakyat jelata) memiliki kemampuan seperti itu. ke sekolah Belanda pula. dan pecahan genting dijadikannya alat bantu belajar. di belakang rumah ibunya di Bandung. Dewi Sartika sudah merintis pendidikan bagi kaum perempuan. meski keinginan yang sama dimiliki oleh pamannya. Namu karena kegigihan semangatnya yang tak pernah surut. Gempar. Tetapi. Dari pamannya. Tahun 1906. Adat yang mengekang kaum wanita pada waktu itu. beliau sering memperagakan praktik di sekolah. Bupati Martanagara. Jiwanya yang semakin dewasa semakin menggiringnya untuk mewujudkan cita-citanya. ketika Cicalengka digemparkan oleh kemampuan baca-tulis dan beberapa patah kata dalam bahasa Belanda yang ditunjukkan oleh anak-anak pembantu kepatihan. pamannya sendiri. guru di Sekolah Karang Pamulang. 4 Desember 1884 – Tasikmalaya. Hal ini didorong pula oleh pamannya. tidak menjadikannya serta merta dapat mewujudkan cita-citanya.

sekolahnya menambah kelas. Murid-murid angkatan pertamanya terdiri dari 20 orang. Bandung. Lulusan pertama keluar pada tahun 1909.A. Dewi Sartika dibantu dua saudara misannya. Merenda. sehingga kemudian pindah ke Jalan Ciguriang. membaca. pada 16 Januari 1904. dan sebagainya. memasak. Oewid.anggota keluarganya yang perempuan. Dewi Sartika membuka Sakola Istri (Sekolah Perempuan) pertama se-Hindia-Belanda. Martenagara. Poerwa dan Nyi. Tiga tahun kemudian dimakamkan kembali di kompleks Pemakaman Bupati Bandung di Jalan Karang Anyar. 1905. membuktikan kepada bangsa kita bahwa perempuan memiliki kemampuan yang tak ada bedanya dengan laki-laki. Tahun 1910. . sekolahnya diperbaiki lagi sehingga bisa lebih mememnuhi syarat kelengkapan sekolah formal. menggunakan ruangan pendopo kabupaten Bandung. Dewi Sartika meninggal 11 September 1947 di Tasikmalaya. Setahun kemudian. Ny. dan dimakamkan dengan suatu upacara pemakaman sederhana di pemakaman Cigagadon-Desa Rahayu Kecamatan Cineam. menulis. serta bantuan dana pribadi dari Bupati Bandung. jahit-menjahit. Kebon Cau. menggunakan hartanya pribadi. Lokasi baru ini dibeli Dewi Sartika dengan uang tabungan pribadinya. menjadi materi pelajaran saat itu Usai berkonsultasi dengan Bupati R. Tenaga pengajarnya tiga orang.

Namun resiko dari kebersihan hatinya. kerajaan. bila perlu merampas pun dilakukan. kerendahan hati. Hatinya yang bersih dan sebagai seorang pangeran akhirnya menuntunnya menjadi seorang yang harus tampil di depan guna membela kehormatan keluarga. Beliau menolak mengingat bunda yang melahirkannya bukanlah permaisuri. keluarganya.Pangeran Diponegoro (1785-1855) Dilahirkan dari keluarga Kesultanan Yogyakarta. Melihat penolakan ini. Ketika kedua bangsawan . rekayasa perundingan. Sikap ini juga sangat jelas memperlihatkan sifat kepemimpinan dan kepahlawanan beliau. kepemimpinan. kepahlawanan. jangankan diberi. sangat jelas sifat tamak tidak ada sedikitpun pada Pangeran ini. Kejujuran. itulah barangkali sedikit sifat yang tertangkap bila menelusuri perjalanan perjuangan Pahlawan kita yang lahir di Yogyakarta tanggal 11 November 1785. Itulah sifat yang dipertunjukkannya dalam penolakan terhadap tawaran ayahnya tersebut. Beliau tidak mau menerima apa yang menurut beliau bukan haknya. rakyat dan bangsanya dari penjajahan Belanda. Sebab bagi orang tamak. Namun walaupun begitu. Di Yogyakarta sendiri pun. tidak berhutang pada bangsanya. Pangeran Diponegoro melihat. Namun sebaliknya. Berbagai peraturan tata tertib yang dibuat oleh Pemerintah Belanda menurutnya sangat merendahkan martabat raja-raja Jawa. Bagi orang-orang yang tamak akan kedudukan. Sebagaimana diketahui bahwa Belanda pada setiap kesempatan selalu menggunakan politik ‘memecah-belah’-nya. beliau juga akan memperjuangkan sampai mati apa yang menurut beliau menjadi haknya. memiliki jiwa kepemimpinan dan kepahlawanan. Yang ada hanyalah hati yang bersih. ini menunjukkan kesederhanaan atau kerendahan hatinya itu ketika menolak keinginan ayahnya. rakyatnya. Sultan Hamengku Buwono III untuk mengangkatnya menjadi raja. bahwa para bangsawan di sana sering di adu domba Belanda. Sifatnya ini jelas terlihat jika memperhatikan sikap beliau ketika melihat perlakuan Belanda di Yogyakarta sekitar tahun 1920. terutama pada dirinya sendiri. kebersihan hati. ini. Pangeran Diponegoro yang bernama asli Raden Mas Ontowiryo. penolakan itu pasti sangat disayangkan. Hatinya semakin tidak bisa menerima ketika melihat campur tangan Belanda yang semakin besar dalam persoalan kerajaan Yogyakarta. beliau tidak akan pernah menyesal karena beliau wafat dengan hati yang tenang. ia ditangkap oleh Belanda dengan cara licik. kesederhanaan.

. Melihat sikapnya yang demikian. Apa lacur. Sehingga pada tanggal 20 Juni 1825. Belanda malah menuduhnya menyiapkan pemberontakan. Pangeran Diponegoro menunjukkan sikap tidak senang dan memutuskan meninggalkan keraton untuk seterusnya menetap di Tegalrejo. Dengan demikian Perang Diponegoro pun telah dimulai.yang diadu-domba saling mencurigai. Akhirnya. Bahkan sayembara pun dipergunaan. tanah-tanah kerajaan pun semakin banyak diambil oleh Belanda untuk perkebunan pengusaha-pengusaha dari negeri kincir angin itu. Taktik perang gerilya ini pada tahun-tahun pertama membuat pasukannya unggul dan banyak menyulitkan pihak Belanda. Beliau wafat sebagai pahlawan bangsa yang tidak pernah mau menyerah pada kejaliman manusia. Melihat keadaan demikian. Ujungpandang. Belanda yang sesekali masih mendapatkan perlawanan dari pasukan Diponegoro.000 Gulden diberikan kepada siapa saja yang bisa menangkap Diponegoro. akhirnya pada tanggal 8 Januari 1855 beliau meninggal. Perang dilakukan secara bergerilya dimana pasukan sering berpindah-pindah untuk menjaga agar pasukannya sulit dihancurkan pihak Belanda. beliau ditangkap dan dibuang ke Menado yang dikemudian hari dipindahkan lagi ke Ujungpandang. maka permainan licik dan kotor pun dilakukan. dan selajutnya mulai membangun pertahanan baru di Selarong. Karena berbagai cara yang dilakukan oleh Belanda tidak pernah berhasil. Dalam perundingan di Magelang tanggal 28 Maret 1830. Dalam perang di Tegalrejo ini. Diponegoro boleh kembali ke tempatnya dengan aman. dengan berbagai cara terus berupaya untuk menangkap pangeran. Pangeran dan pasukannya terpaksa mundur. undangan perundingan tersebut rupanya sudah menjadi rencana busuk untuk menangkap pangeran ini. Disamping itu. pihak Belanda pun selalu membujuk tokoh-tokoh yang mengadakan perlawanan agar menghentikan perang. Setelah kurang lebih 25 tahun ditahan di Benteng Rotterdam. akhirnya pergerakan pasukan Diponegoro pun tidak bisa lagi sebebas sebelumnya. Namun setelah Belanda mengganti siasat dengan membangun benteng-benteng di daerah yang sudah dikuasai. Diponegoro diundang ke Magelang untuk berunding. Jenazahnya pun dimakamkan di sana. dengan jaminan kalau tidak ada pun kesepakatan. Hadiah 50. Belanda melakukan penyerangan ke Tegalrejo. Diponegoro yang jujur dan berhati bersih. terhitung sejak tahun 1829 perlawanan dari rakyat pun semakin berkurang. percaya atas niat baik yang diusulkan Belanda tersebut. Diponegoro sendiri tidak pernah mau menyerah sekalipun kekuatannya semakin melemah.

.

wanita-wanita negeri ini belum memperoleh kebebasan dalam berbagai hal. gadis tersebut harus menjalani masa pingitan sampai tiba saatnya untuk menikah. Indonesia. Mereka belum diijinkan untuk memperoleh pendidikan yang tinggi seperti pria bahkan belum diijinkan menentukan jodoh/suami sendiri. Dia merasakan sendiri bagaimana ia hanya diperbolehkan sekolah sampai tingkat sekolah dasar saja padahal dirinya adalah anak seorang Bupati. Raden Ajeng Kartini yang lahir di Jepara. Buku itu menjadi pedorong semangat para wanita Indonesia dalam memperjuangkan hakhaknya. Setamat E. dan lain sebagainya. akhirnya menumbuhkan keinginan dan tekad di hatinya untuk mengubah kebiasan kurang baik itu. Dia hanya sempat memperoleh pendidikan sampai E. Jawa Tengah pada tanggal 21 April 1879. (Europese Lagere School) atau tingkat sekolah dasar. Sejak saat itu. namun sebagaimana kebiasaan saat itu dia pun tidak diizinkan oleh orang tuanya. Perjuangan Kartini tidaklah hanya tertulis di atas kertas tapi dibuktikan dengan mendirikan sekolah gratis untuk anak gadis di Jepara dan Rembang. Habis Gelap Terbitlah Terang. Pada saat itu.S. juga selalu diperlakukan beda dengan saudara maupun teman-temannya yang pria. dia pun berkeinginan dan bertekad untuk memajukan wanita bangsanya. Kartini yang merasa tidak bebas menentukan pilihan bahkan merasa tidak mempunyai pilihan sama sekali karena dilahirkan sebagai seorang wanita. Kartini pun dipingit sebagaimana kebiasaan atau adat-istiadat yang berlaku di tempat kelahirannya dimana setelah seorang wanita menamatkan sekolah di tingkat sekolah dasar. Hatinya merasa sedih melihat kaumnya dari anak keluarga biasa yang tidak pernah disekolahkan sama sekali.L. itulah judul buku dari kumpulan surat-surat Raden Ajeng Kartini yang terkenal.S. akhir abad 19 sampai awal abad 20. Dan langkah untuk memajukan itu menurutnya bisa dicapai melalui . Surat-surat yang dituliskan kepada sahabat-sahabatnya di negeri Belanda itu kemudian menjadi bukti betapa besarnya keinginan dari seorang Kartini untuk melepaskan kaumnya dari diskriminasi yang sudah membudaya pada zamannya. serta perasaan iri dengan kebebasan wanita-wanita Belanda.Raden Ajeng Kartini (1879-1904) Door Duistermis tox Licht. Di era Kartini. ini sebenarnya sangat menginginkan bisa memperoleh pendidikan yang lebih tinggi.L.

menyulam. Di sekolah tersebut diajarkan pelajaran menjahit. dia masih mendirikan sekolah di Rembang di samping sekolah di Jepara yang sudah didirikannya sebelum menikah. untuk diperingati setiap tahun sebagai hari besar yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini. Apa yang sudah dilakukan RA Kartini sangatlah besar pengaruhnya kepada kebangkitan bangsa ini. pemerintahan Presiden Soekarno. seorang Bupati di Rembang. usia 25 tahun. surat-surat tersebut kemudian dikumpulkan dan diterbitkan menjadi sebuah buku yang dalam bahasa Belanda berjudul Door Duisternis tot Licht (Habis Gelap Terbitlah Terang). ia meninggal dunia di usia muda. Berbagai rintangan tidak menyurutkan semangatnya. Untuk merealisasikan cita-citanya itu. yakni pada tanggal 17 September 1904. Mengingat besarnya jasa Kartini pada bangsa ini maka atas nama negara. Beasiswa dari Pemerintah Belanda pun telah berhasil diperolehnya. ketika melahirkan putra pertamanya. dan sebagainya. Guna mencegah kepergiannya tersebut. Apa yang terdapat dalam buku itu sangat berpengaruh besar dalam mendorong kemajuan wanita Indonesia karena isi tulisan tersebut telah menjadi sumber motivasi perjuangan bagi kaum wanita Indonesia di kemudian hari. memasak. bahkan pernikahan sekalipun. Surabaya. Bahkan demi cita-cita mulianya itu. orangtuanya pun memaksanya menikah pada saat itu dengan Raden Adipati Joyodiningrat. Madiun.108 Tahun 1964. Yogyakarta. Setelah meninggalnya Kartini. Apa yang dilakukannya dengan sekolah itu kemudian diikuti oleh wanita-wanita lainnya dengan mendirikan ‘Sekolah Kartini’ di tempat masing-masing seperti di Semarang. dia mengawalinya dengan mendirikan sekolah untuk anak gadis di daerah kelahirannya. Biografi . Namun Allah menghendaki lain. tanggal 2 Mei 1964 yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini. Setelah menikah. dia sendiri berencana mengikuti Sekolah Guru di Negeri Belanda dengan maksud agar dirinya bisa menjadi seorang pendidik yang lebih baik.pendidikan. Jepara. Presiden Pertama Republik Indonesia mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No. tanggal 21 April. namun keinginan tersebut kembali tidak tercapai karena larangan orangtuanya. Semuanya itu diberikannya tanpa memungut bayaran alias cuma-cuma. dan Cirebon. Malang. Mungkin akan lebih besar dan lebih banyak lagi yang akan dilakukannya seandainya Allah memberikan usia yang panjang kepadanya.

(Europese Lagere School).Door Duisternis tot Licht (Habis Gelap Terbitlah Terang).Hari Kelahirannya tanggal 21 April ditetapkan sebagai hari besar .Mendirikan sekolah untuk wanita di Jepara .S.Mendirikan sekolah untuk wanita di Rembang Kumpulan surat-surat: .Nama: Raden Ajeng Kartini Lahir: Jepara. tanggal 21 April 1879 Meninggal: Tanggal 17 September 1904.Gelar Pahlawan Kemerdekaan Nasional . Penghormatan: .L. (sewaktu melahirkan putra pertamanya) Suami: Raden Adipati Joyodiningrat. setingkat sekolah dasar Prestasi: . Jawa Tengah. Bupati Rembang Pendidikan: E.

Tindakan ini dilatarbelakangi keinginan untuk lebih dekat dengan rakyat dari segala lapisan. Bahkan bagaimana tiba-tiba dia dipanggil dengan nama Ki Hajar Dewantara juga belum banyak yang tahu. Pendidikan dasarnya diperoleh di Sekolah . Tokoh peletak dasar pendidikan nasional ini terlahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. tetapi juga pada berbagai aspek kehidupan lain. sosoknya yang sederhana. Tindakan Tagore itu dilatarbelakangi kecintaannya kepada rakyat. penggemar barang bekas. “…bagi banyak orang. Adapun logika berpikirnya relatif sederhana. Begitu juga halnya dengan ditanggalkannya gelar kebangsawanan (Raden Mas) oleh Ki Hajar. Ia berasal dari lingkungan keluarga kraton Yogyakarta. kata Illich. dengan demikian keinginan untuk merdeka jiwa dan raganya tentu akan semakin tinggi. guru besar bangsa. “tut wuri handayani”. Tagore pernah mengembalikan gelar kebangsawanan (Sir) pada raja Inggris sebagai protes atas keganasan tentara Inggris dalam kasus Amritsar Affair. ayah yang demokratis. Antara Ki Hajar dengan Tagore juga merupakan sosok yang sama-sama cinta kemerdekaan dan budaya bangsanya sendiri. politisi handal. Istilah inipun tak hanya populer di kalangan pendidikan. Yang kemudian ia sebut sebagai “siksaan yang tertahankan”. Tagore dan Ki Hajar sama-sama dekat dengan rakyat. belum banyak orang tahu. Demikian pula halnya dengan Rabindranath Tagore yang sempat menganggap sekolah seakan-akan sebuah penjara. “ing madya mangun karsa”.Ki Hajar Dewantara Seorang tokoh seperti Ivan Illich pernah berseru agar masyarakat bebas dari sekolah. dan “ing ngarsa sung tulada”. hak belajar sudah digerus menjadi kewajiban menghadiri sekolah”. Niat deschooling tersebut berangkat dari anggapan Ivan Illich bahwa sekolah tak ubahnya pabrik yang mencetak anak didik dalam paket-paket yang sudah pasti. Siapakah sebenarnya tokoh pelopor pendidikan bangsa ini? Siapa sih. tanggal 2 Mei 1889. Tapi sebagai pribadi yang keras tapi lembut. Di barat. Ki Hajar Dewantara menjadi pahlawan pendidikan nasional karena pendidikan sistem among yang ia kembangkan di taman siswa. memang sudah diakui oleh sejarah. Di sini. Dipilihnya bidang pendidikan dan kebudayaan sebagai medan perjuangan tidak terlepas dari “strategi” untuk melepaskan diri dari belenggu penjajah. dilahirkan di Yogyakarta pada hari Kamis. yang tidak kenal dengan tokoh yang satu ini? Pejuang gigih. pendiri Taman Siswa. apabila rakyat diberi pendidikan yang memadai maka wawasannya semakin luas. Paulo Freire hadir dengan konsep pendidikan pembebasan. Ungkapannya sangat terkenal. cinta kemerdekaan dan bangga atas budaya bangsanya sendiri.

Kaoem Moeda. dan Poesara. yang dikeluarkan oleh Gubernur Jendral Idenburg sebagai wakil pemerintah Belanda di negara jajahan. organisasi ini didirikan bersama dengan dr. De Express. Midden Java. Organisasi ini berusaha didaftarkan status badan hukumnya pada pemerintahan kolonial Belanda tetapi ditolak pada tanggal 11 Maret 1913. ia meneruskan ke STOVIA (sekolah kedokteran Bumi putera) di Jakarta. Setelah itu pada tanggal 25 Desember 1912 dia mendirikan Indische Partij yang bertujuan mencapai Indonesia merdeka. Kemudian bekerja sebagai wartawan di beberapa surat kabar antara lain Sedya Tama. Cipto Mangoenkoesoemo. Dalam seksi propaganda ini dia aktif untuk mensosialisasikan dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia pada waktu itu mengenai pentingnya kesatuan dan persatuan dalam berbangsa dan bernegara. Soewardi juga aktif dalam organisasi sosial dan politik. Oetoesan Hindia. Douwes Dekker dan dr.M. Selain menjadi seorang wartawan muda R. Tjahaja Timoer. Ia tergolong penulis tangguh pada masanya. tetapi tidak sampai selesai. Alasan penolakannya adalah karena organisasi ini dianggap oleh penjajah saat itu dapat membangkitkan rasa nasionalisme rakyat dan bergerak dalam sebuah kesatuan untuk menentang pemerintah kolonial Belanda ! . ini terbukti di tahun 1908 dia aktif di Boedi Oetama dan mendapat tugas yang cukup menantang di seksi propaganda. tulisan-tulisannya sangat tegar dan patriotik serta mampu membangkitkan semangat antikolonial bagi pembacanya.Dasar ELS (sekolah dasar Belanda) dan setelah lulus.

Humbang. Mandailing. Sisingamangaraja XII memang terkenal anti perbudakan. Toba. Raja Sisingamangaraja XII cepat mengerti siasat strategi Belanda. hampir seluruh Sumatera sudah dikuasai Belanda kecuali Aceh dan tanah Batak yang masih berada dalam situasi merdeka dan damai di bawah pimpinan Raja Sisingamangaraja XII yang masih muda. Beliau segera mengambil langkah-langkah konsolidasi. Menyatakan perang terhadap Belanda 2. Samosir. tentu mereka akan menyusul dengan menganeksasi Humbang. Raja Sisingamangaraja XII cepat bertindak. Padang Bolak. Angkola. berburu dan sedikit-sedikit berdagang. Tanah Batak terpecah menjadi dua bagian. Rakyat bertani dan beternak. Barumun. Toba. Sipirok. Tahun 1837. Pada tahun 1873. atau ‘De Onafhankelijke Bataklandan’. anti penindasan dan sangat menghargai kemerdekaan. sejak tahun 1837. Pantai Barus dan kawasan Sibolga. Minangkabau jatuh ke tangan Belanda. Menjalin kerjasama Batak dan Aceh untuk sama-sama melawan Belanda. yaitu daerahdaerah yang telah direbut Belanda menjadi daerah Gubernemen yang disebut “Residentie Tapanuli dan Onderhoorigheden”. Saat itu Tanah Batak di mana Raja Sisingamangaraja XII berkuasa. Belanda pada waktu itu masih mengakui Tanah Batak sebagai “De Onafhankelijke Bataklandan” (Daerah Batak yang tidak tergantung pada Belanda. kolonialis Belanda memadamkan “Perang Paderi” dan melapangkan jalan bagi pemerintahan kolonial di Minangkabau dan Tapanuli Selatan. . Sampai pada tahun 1886. belum berhasil dikuasai oleh Belanda dan tetap diakui Belanda sebagai Tanah Batak yang merdeka. Raja-raja Batak lainnya dan pemuka masyarakat dihimpunnya dalam suatu rapat raksasa di Pasar Balige. Dairi dan lain-lain. Samosir. Pahae. harus dilepaskan. yaitu daerah-daerah Silindung. Belanda menyatakan perang kepada Aceh dan tentaranya mendarat di pantai-pantai Aceh. Karena itu.Sisingamangaraja XII Ketika Sisingamangaraja XII dinobatkan menjadi Raja Batak. Kalau Belanda mulai mencaplok Silindung. masih belum dijajah Belanda. Zending Agama tidak diganggu 3. menyusul daerah Natal. Dalam rapat penting dan bersejarah itu diambil tiga keputusan sebagai berikut : 1. Habinsaran. Dairi. Sedangkan bagian Tanah Batak lainnya. waktu itu umurnya baru 19 tahun. dengan seorang Residen berkedudukan di Sibolga yang secara administratif tunduk kepada Gubernur Belanda di Padang. Kalau Raja Sisingamangaraja XII mengunjungi suatu negeri semua yang “terbeang” atau ditawan. bulan Juni 1876.

perlawanan masih sengit. pada situasi yang kritis. Baik kekuatan laut dari Danau Toba. demi koordinasi perjuangan dan perlawanan terhadap Belanda. Pertempuran besar terjadi. hampir seluruh daerah Balige telah dikuasai Belanda. mendarat di Pantai Sibolga. Belanda mulai berhasil di Aceh. Dalam gerak perjuangannya itu banyak sekali kisah tentang kesaktian Raja Sisingamangaraja XII. 30 tahun. Humbang. berkobar perang yang ganas selama tiga dasawarsa. Empat puluh Solu Bolon atau kapal yang masing-masing panjangnya sampai 20 meter dan mengangkut pasukan sebanyak 20 x 40 orang jadi 800 orang melaju menuju Balige. Sisingamangaraja XII berusaha melakukan konsolidasi memperluas front perlawanan. Awan hitam meliputi Tanah Batak. Pada awal abad ke 20. Panglima Polim menghentikan perlawanan. Tahun 1903. . Fort De Kok. Beliau berkunjung ke Asahan. Suatu alamat buruk seakan-akan datang. tetapi Belanda juga berani mengambil resiko besar. menyerang pasukan rakyat semesta yang dipimpin Raja Sisingamangaraja XII. seperti yang sudah dikuatirkan jauh sebelumnya oleh Sisingamangaraja XII. Perlawanan pasukan Sisingamangaraja XII semakin melebar dan seru. kini giliran Toba dianeksasi Belanda. Dimulai di Bahal Batu. Barisan Marsuse juga didatangkan bahkan para tawanan diboyong dari Jawa untuk menjadi umpan peluru dan tameng pasukan Belanda. Belanda mengerahkan pasukan-pasukannya dari Singkil Aceh. yang berlangsung 30 tahun lamanya. sedangkan Laguboti masih tetap dipertahankan oleh panglima-panglima Sisingamangaraja XII antara lain Panglima Ompu Partahan Bosi Hutapea. Tahun 1883. pasukan Sisingamangaraja XII dikerahkan. Belanda membentuk pasukan khusus Marsose untuk menyerang Sisingamangaraja XII. Tanah Karo dan Simalungun. Raja Sisingamangaraja XII membalas menyerang Belanda di Balige dari arah Huta Pardede. Tahun 1890.Tahun 1877. Domino berikut yang dijadikan pasukan Belanda yang besar dari Batavia (Jakarta sekarang). Tetapi di Gayo. Baru setahun kemudian Laguboti jatuh setelah Belanda mengerahkan pasukan satu batalion tentara bersama barisan penembakpenembak meriam. Masuklah pasukan Belanda dari Gayo Alas menyerang Sisingamangaraja XII. Pada waktu itulah. dimana Raja Sisingamangaraja XII pernah berkunjung. Sebelum peristiwa ini. dengan terus mendatangkan bala bantuan dari Batavia. Gunung Krakatau meletus. mulailah perang Batak yang terkenal itu. Sibolga dan Aceh. Tahun 1882. Juga dikerahkan pasukan dari Padang Sidempuan.

Sisingamangaraja XII gugur bersama dua putranya Patuan Nagari dan Patuan Anggi serta putrinya Lopian. Demikianlah. ulet. . Kemudian oleh Yayasan Universitas Sisingamangaraja XII pada tahun 1984 telah didirikan Universitas Sisingamangaraja XII (US XII) di Medan. yang gugur di pangkuannya. tanpa mau berunding dengan penjajah. Raja Sisingamangaraja XII selama 30 tahun. gugurlah Sisingamangaraja XII oleh peluru Marsuse Belanda pimpinan Kapten Christoffel. militan. Konon Raja Sisingamangaraja XII yang kebal peluru tewas kena peluru setelah terpercik darah putrinya Lopian. selama tiga dekade.Tahun 1907. telah berjuang tanpa pamrih dengan semangat dan kecintaannya kepada tanah air dan kepada kemerdekaannya yang tidak bertara. di suatu desa yang namanya Si Onom Hudon. tanpa pernah ditawan. di perbatasan Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Dairi yang sekarang. tanpa kenal menyerah. di pinggir kali Aek Sibulbulon. pada tahun 1986 Universitas Sisingamangaraja XII Tapanuli (UNITA) di Silangit Siborong-borong Tapanuli Utara dan pada tahun 1987 didirikan STMIK Sisingamangaraja XII di Medan. gigih.

pengabdian bagi kemerdekaan rakyatku bukan suatu keputusan tiba-tiba. Soekarno muda. Bapakku dari Jawa. Megawati Soekarnoputri. lebih akrab dipanggil Bung Karno mendirikan PNI (Partai Nasional Indonesia). Di sanalah ia menikahi Fatwamati (1943) yang memberinya lima orang anak. 29 Desember 1949. diadili dan dijatuhi hukuman penjara oleh pemerintah Hindia Belanda.” Ir. Kumpulan tulisannya sudah diterbitkan dengan judul Dibawah Bendera Revolusi. Nama lengkapnya adalah Raden Sukemi Sosrodihardjo. Bung Karno kemudian memimpin Partindo. menguak fajar kemerdekaan Indonesia setelah lebih dari tiga setengah abad ditindas oleh penjajahpenjajah asing. Akibatnya. Raden adalah gelar bangsawan yang berarti. Jiwa nasionalismenya membara lantaran sering menguping diskusi-diskusi politik di rumah induk semangnya yang kemudian menjadi ayah mertuanya dengan menikahi Siti Oetari (1921). Tahun 1933. Sekolah Teknik Tinggi yang kemudian hari menjadi ITB. Indonesia Menggugat. Putra sang fajar yang lahir di Blitar. Idaju. Semasa kuliah di Bandung. Soekarno menuturkan kepada penulis otobiografinya. akan tetapi apa pun kelahiranku atau suratan takdir. Soekarno. melanjutkan pendidikan tinggi di THS (Technische HoogeSchool). Rahmawati. Flores. Akulah ahliwarisnya. Di dalam pidato pembelaannya yang berjudul. Ia dijeboloskan ke penjara Sukamiskin. indekos di Surabaya sampai tamat HBS (Hoogere Burger School). 44 tahun kemudian. Belanda menangkapnya kembali. Dari Ende. Cindy Adam. dua jilid. mendirikan negara Indonesia Merdeka. Ia tinggal di rumah Haji Oemar Said Tjokroaminoto. 4 Juni 1927. Tujuannya. Bung Karno berapiapi menelanjangi kebobrokan penjajah Belanda. Flores. dibuang ke Ende. Ibuku. Sukmawati dan Guruh Soekarnoputri. Soekarno hidup jauh dari orang tuanya di Blitar sejak duduk di bangku sekolah rakyat. . Bandung. Soekarno adalah seorang cendekiawan yang meninggalkan ratusan karya tulis dan beberapa naskah drama yang mungkin hanya pernah dipentaskan di Ende. Soekarno SANG PUTRA FAJAR “Aku adalah putra seorang ibu Bali dari kasta Brahmana. Bebas tahun 1931. Koesno. Tuan. politisi kawakan pendiri Syarikat Islam. diberi nama kecil. berasal dari kasta tinggi. 6 Juni 1901 dari pasangan Raden Soekemi dan Ida Ayu Nyoman Rai. Raja terakhir Singaraja adalah paman ibuku. menikah dengan Inggit Ganarsih (1923). Ir. Bapak adalah keturunan Sultan Kediri… Apakah itu kebetulan atau suatu pertanda bahwa aku dilahirkan dalam kelas yang memerintah. menemukan jodoh yang lain. Soekarno. Soekarno pindah ke Bandung.Proklamator Kemerdekaan RI – Ir. Guntur Soekarnoputra. meraih gelar insinyur. Bung Karno ditangkap. 25 Mei 1926. dibuang ke Bengkulu selama empat tahun.

mereka memproklamirkan kemerdekaan Indonesia. Tahun 1942. tentara pendudukan Belanda di Indonesia menyerah pada Jepang.Penyerahan diri Jepang setelah dua kota utamanya. dibom atom oleh tentara Sekutu. Nasionalisme. Jakarta. Proklamasi). Islamisme. dan Marxism. tanggal 17 Agustus 1945. Penindasan yang dilakukan tentara pendudukan selama tiga tahun jauh lebih kejam. tanggal 6 Agustus 1945. tetapi merebut kemerdekaan dari Jepang. Di balik itu.Dari buku setebal kira-kira 630 halaman tersebut. berjudul. Jepang sendiri sudah mengimingi kemerdekaan bagi Indonesia. tidak perlu menunggu. membuka cakrawala baru bagi para pejuang Indonesia. dipimpin oleh Ir. Nagasaki dan Hiroshima. tulisan pertamanya (1926). . Setelah persiapan yang cukup panjang. Mereka. 52 (sekarang Jln. bagian paling menarik untuk memahami gelora muda Bung Karno. Soekarno dan Drs Muhammad Hatta. di Jalan Pegangsaan Timur No.

Maluku tahun 1783. Ketika pemerintahan Inggris berlangsung. Beliau memilih gugur di tiang gantung sebagai Putra Kesuma Bangsa daripada hidup bebas sebagai penghianat yang sepanjang hayat akan disesali rahim ibu yang melahirkannya. seperti bekerja rodi. Perlawanan yang awalnya terjadi di Saparua itu kemudian dengan cepat merembet ke daerah lainnya diseluruh Maluku. Alhasil. Pasukan Belanda yang dikirim kemudian untuk merebut kembali benteng itu juga dihancurkan pasukan Kapitan Pattimura. suatu pertempuran yang luar biasa terjadi. Rakyat Saparua di bawah kepemimpinan Kapitan Pattimura tersebut berhasil merebut benteng Duurstede. Di Saparua. selama tiga bulan benteng tersebut berhasil dikuasai pasukan Kapitan Patimura. Thomas Matulessy dipilih oleh rakyat untuk memimpin perlawanan. Pada tahun 1798. Pada tanggal 16 mei 1817. Dalam sejarah pendudukan bangsa-bangsa eropa di Nusantara. ia pun dinobatkan bergelar Kapitan Pattimura. Saparua. Beberapa kali bujukan pemerintah Belanda agar beliau bersedia bekerjasama sebagai syarat untuk melepaskannya dari hukuman gantung tidak pernah menggodanya. banyak wilayah Indonesia yang pernah dikuasai oleh dua negara kolonial secara bergantian. akhirnya rakyat pun sepakat untuk mengadakan perlawanan untuk membebaskan diri. Untuk itu. Namun setelah 18 tahun pemerintahan Inggris di Maluku. termasuk Residen Van den Berg. Berbagai bentuk tekanan sering terjadi.Pahlawan Nasional – Kapitan Pattimura PAHLAWAN NASIONAL DARI MALUKU Kapitan Pattimura yang bernama asli Thomas Matulessy. Namun beliau akhirnya tertangkap. wilayah Maluku yang sebelumnya dikuasai oleh Belanda berganti dikuasai oleh pasukan Inggris. Terkadang perpindahtanganan penguasaan dari satu negara ke negara lainnya itu malah kadang secara resmi dilakukan. Begitu pemerintahan Belanda kembali berkuasa. Belanda kembali lagi berkuasa. Belanda tidak mau menyerahkan . Demikianlah wilayah Maluku. Thomas Matulessy sendiri pernah mengalami pergantian penguasaan itu. Perlawanan sejati ditunjukkan oleh pahlawan ini dengan keteguhannya yang tidak mau kompromi dengan Belanda. Thomas Matulessy sempat masuk dinas militer Inggris dan terakhir berpangkat Sersan. dan lain sebagainya. pemaksaan penyerahan hasil pertanian. Namun. Eksekusi yang dilakukan pada tanggal 16 Desember 1817 akhirnya merenggut jiwanya. Pengadilan kolonial Belanda menjatuhkan hukuman gantung padanya. ini lahir di Negeri Haria. daerah ini pernah dikuasai oleh bangsa Belanda kemudian berganti dikuasai oleh bangsa Inggris dan kembali lagi oleh Belanda. tepatnya pada tahun 1816. rakyat Maluku langsung mengalami penderitaan. Tentara Belanda yang ada dalam benteng itu semuanya tewas. Perlawanannya terhadap penjajahan Belanda pada tahun 1817 sempat merebut benteng Belanda di Saparua selama tiga bulan setelah sebelumnya melumpuhkan semua tentara Belanda di benteng tersebut. tanpa perebutan. Tidak tahan menerima tekanan-tekanan tersebut.

Pattimura masih terus dibujuk. eksekusi pun dilakukan. Belanda kemudian melakukan operasi besar-besaran dengan mengerahkan pasukan yang lebih banyak dilengkapi dengan persenjataan yang lebih modern. Kapitan Pattimura berhasil ditangkap pasukan Belanda. dia dibawa ke Ambon. Di depan benteng Victoria.begitu saja benteng itu. Dari perjuangannya dia meninggalkan pesan tersirat kepada pewaris bangsa ini agar sekali-kali jangan pernah menjual kehormatan diri. Di sebuah rumah di Siri Sori. terutama bangsa dan negara ini. Bersama beberapa anggota pasukannya. keluarga. Di sana beberapa kali dia dibujuk agar bersedia bekerjasama dengan pemerintah Belanda namun selalu ditolaknya. Akhirnya dia diadili di Pengadilan kolonial Belanda dan hukuman gantung pun dijatuhkan kepadanya. Tapi Pattimura menunjukkan kesejatian perjuangannya dengan tetap menolak bujukan itu. Pasukan Pattimura akhirnya kewalahan dan terpukul mundur. Ambon pada tanggal 16 Desember 1817. Kapitan Pattimura gugur sebagai Pahlawan Nasional. Belanda masih berharap Pattimura masih mau berobah sikap dengan bersedia bekerjasama dengan Belanda. Walaupun begitu. . Satu hari sebelum eksekusi hukuman gantung dilaksanakan.

Ketika pendudukan Jepang.Pahlawan – Jenderal Sudirman PANGLIMA & JENDERAL PERTAMA RI Jenderal Sudirman merupakan salah satu tokoh besar di antara sedikit orang lainnya yang pernah dilahirkan oleh suatu revolusi. bangsa. Hatta buahnya. suatu kali dirinya hampir saja dibunuh oleh tentara Jepang. Sudirman muda yang terkenal disiplin dan giat di organisasi Pramuka Hizbul Wathan ini kemudian menjadi guru di sekolah HIS Muhammadiyah di Cilacap. 24 Januari 1916. ia masuk tentara Pembela Tanah Air (Peta) di Bogor yang begitu tamat pendidikan. Setelah Indonesia merdeka. ia kemudian diangkat menjadi Panglima Divisi V/Banyumas dengan pangkat Kolonel. pria yang memiliki sikap tegas ini sering memprotes tindakan tentara Jepang yang berbuat sewenang-wenang dan bertindak kasar terhadap anakBiografi Proklamator Kemerdekaan RI – Dr. Sementara pendidikan militer diawalinya dengan mengikuti pendidikan tentara Pembela Tanah Air (Peta) di Bogor. Hal ini boleh dilihat ketika Agresi Militer II Belanda. Kemudian ia melanjut ke HIK (sekolah guru) Muhammadiyah. ia tetap bergerilya melawan Belanda. sebuah sekolah yang terkenal berjiwa nasional yang tinggi. Purbalingga. dan akhirnya terpilih menjadi Panglima Angkatan Perang Republik Indonesia (Panglima TNI). Ketika itu. Moch. Itulah jasa pertamanya sebagai tentara pasca kemerdekaan Indonesia. Pribadinya teguh pada prinsip dan keyakinan. Solo tapi tidak sampai tamat. Setelah selesai pendidikan. Ia berlatarbelakang seorang guru HIS Muhammadiyah di Cilacap dan giat di kepanduan Hizbul Wathan. Sesudah Tentara Keamanan Rakyat (TKR) terbentuk. ia berhasil merebut senjata pasukan Jepang di Banyumas. dalam suatu pertempuran dengan pasukan Jepang. Dalam keadaan sakit. ia diangkat menjadi Komandan Batalyon di Kroya. selalu mengedepankan kepentingan masyarakat banyak dan bangsa di atas kepentingan pribadinya. Karena sikap tegasnya itu. Saat usianya masih 31 tahun ia sudah menjadi seorang jenderal. Dan melalui Konferensi TKR tanggal 2 Nopember 1945. Meski menderita sakit paru-paru yang parah. Ia tercatat sebagai Panglima sekaligus Jenderal pertama dan termuda Republik ini. Ia merupakan Pahlawan Pembela Kemerdekaan yang tidak perduli pada keadaan dirinya sendiri demi mempertahankan Republik Indonesia yang dicintainya. ia memimpin dan memberi semangat pada prajuritnya untuk melakukan perlawanan terhadap Belanda. Sudirman yang dilahirkan di Bodas Karangjati. ia terpilih menjadi . Sudirman merupakan salah satu pejuang dan pemimpin teladan bangsa ini. langsung menjadi Komandan Batalyon di Kroya. Kedisiplinan. Ia yang dalam keadaan lemah karena sakit tetap bertekad ikut terjun bergerilya walaupun harus ditandu. Menjadi Panglima Divisi V/Banyumas sesudah TKR terbentuk. jiwa pendidik dan kepanduan itulah kemudian bekal pribadinya hingga bisa menjadi pemimpin tertinggi Angkatan Perang. dan negara. ini memperoleh pendidikan formal dari Sekolah Taman Siswa. Ia selalu konsisten dan konsekuen dalam membela kepentingan tanah air. Itulah sebabnya kenapa ia disebutkan merupakan salah satu tokoh besar yang dilahirkan oleh revolusi negeri ini.

Jenderal Sudirman yang saat itu berada di Yogyakarta sedang sakit. Selanjutnya pada tanggal 18 Desember 1945. Namun akhirnya ia harus pulang dari medan gerilya. Dalam Agresi Militer II Belanda itu.Maka dengan ditandu. ini akhirnya harus meninggal pada usia yang masih relatif muda. Ibukota Negara RI berada di Yogyakarta sebab Kota Jakarta sebelumnya sudah dikuasai. . Jenderal yang mempunyai jiwa sosial yang tinggi. Ia dinobatkan sebagai Pahlawan Pembela Kemerdekaan. ini pernah mendirikan koperasi untuk menolong rakyat dari bahaya kelaparan. Yogyakarta pun kemudian berhasil dikuasai Belanda. Bung Karno dan Bung Hatta serta beberapa anggota kabinet juga sudah ditawan. Keadaannya sangat lemah akibat paru-parunya yang hanya tingggal satu yang berfungsi. ia tidak bisa lagi memimpin Angkatan Perang secara langsung. Kurang lebih selama tujuh bulan ia berpindah-pindah dari hutan yang satu ke hutan yang lain. ia berangkat memimpin pasukan untuk melakukan perang gerilya. Sudirman yang pada masa pendudukan Jepang menjadi anggota Badan Pengurus Makanan Rakyat dan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Keresidenan Banyumas. Ketika pasukan sekutu datang ke Indonesia dengan alasan untuk melucuti tentara Jepang. TKR akhirnya terlibat pertempuran dengan tentara sekutu. Tapi kepada pasukannya ia selalu memberi semangat dan petunjuk seakan dia sendiri tidak merasakan penyakitnya. pangkat Jenderal diberikan padanya lewat pelantikan Presiden. walaupun Presiden Soekarno sebelumnya telah menganjurkannya untuk tetap tinggal dalam kota untuk melakukan perawatan. Pertempuran yang berkobar selama lima hari itu akhirnya memaksa pasukan Inggris mengundurkan diri ke Semarang. 34 tahun. Melihat keadaan itu. Jadi ia memperoleh pangkat Jenderal tidak melalui Akademi Militer atau pendidikan tinggi lainnya sebagaimana lazimnya. dari gunung ke gunung dalam keadaan sakit dan lemah sekali sementara obat juga hampir-hampir tidak ada. Namun anjuran itu tidak bisa dipenuhinya karena dorongan hatinya untuk melakukan perlawanan pada Belanda serta mengingat akan tanggungjawabnya sebagai pemimpin tentara. Yogyakarta. Demikianlah pada Desember 1945. ternyata tentara Belanda ikut dibonceng. tapi karena prestasinya. dilancarkanlah serangan serentak terhadap semua kedudukan Inggris. tapi pemikirannya selalu dibutuhkan.Panglima Besar TKR/Panglima Angkatan Perang Republik Indonesia. Pada saat pasukan Belanda kembali melakukan agresinya atau yang lebih dikenal dengan Agresi Militer II Belanda. Karenanya. Pada tanggal 29 Januari 1950. Dan pada tanggal 12 Desember tahun yang sama. Panglima Besar ini meninggal dunia di Magelang dan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Semaki. pasukan TKR yang dipimpin oleh Sudirman terlibat pertempuran melawan tentara Inggris di Ambarawa.

Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. De Express. ing madya mangun karsa (di tengah menciptakan peluang untuk berprakarsa). Komite itu sekaligus sebagai komite tandingan dari Komite Perayaan Seratus Tahun Kemerdekaan Bangsa Belanda. ia aktif di seksi propaganda Boedi Oetomo untuk mensosialisasikan dan menggugah kesadaran masyarakat Indonesia pada waktu itu mengenai pentingnya persatuan dan kesatuan dalam berbangsa dan bernegara. Midden Java. Pada tahun 1908. Terlahir dengan nama Raden Mas Soewardi Soeryaningrat. Ia menamatkan Sekolah Dasar di ELS (Sekolah Dasar Belanda) Kemudian sempat melanjut ke STOVIA (Sekolah Dokter Bumiputera). Tulisan-tulisannya sangat komunikatif. Selain ulet sebagai seorang wartawan muda. ia tergolong penulis handal. Semenjak saat itu. baik secara fisik maupun hatinya. saat genap berusia 40 tahun menurut hitungan Tahun Caka. Cipto Mangoenkoesoemo. Danudirdja Setyabudhi) dan dr. tapi tidak sampai tamat karena sakit.Pahlawan Nasional – Ki Hajar Dewantara BAPAK PENDIDIKAN NASIONAL Pendiri Taman Siswa ini adalah Bapak Pendidikan Nasional. Mereka berusaha mendaftarkan organisasi ini untuk memperoleh status badan hukum pada pemerintah kolonial Belanda. ia mendirikan Indische Partij (partai politik pertama yang beraliran nasionalisme Indonesia) pada tanggal 25 Desember 1912 yang bertujuan mencapai Indonesia merdeka. ing ngarsa sungtulada (di depan memberi teladan). Ia berasal dari lingkungan keluarga kraton Yogyakarta. Alasan penolakannya adalah karena organisasi ini dianggap dapat membangkitkan rasa nasionalisme rakyat dan menggerakan kesatuan untuk menentang pemerintah kolonial Belanda. Lahir di Yogyakarta pada tanggal 2 Mei 1889. Kaoem Moeda. Ajarannya yang terkenal ialah tut wuri handayani (di belakang memberi dorongan). . Perjalanan hidupnya benar-benar diwarnai perjuangan dan pengabdian demi kepentingan bangsanya. Ia meninggal dunia di Yogyakarta tanggal 28 April 1959 dan dimakamkan di sana. Tjahaja Timoer dan Poesara. Pada masanya. Kemudian. Kemudian ia bekerja sebagai wartawan di beberapa surat kabar antara lain Sedyotomo. Hari lahirnya. ia juga aktif dalam organisasi sosial dan politik. bersama Douwes Dekker (Dr. Kemudian setelah ditolaknya pendaftaran status badan hukum Indische Partij ia pun ikut membentuk Komite Bumipoetra pada November 1913. Oetoesan Hindia. ia tidak lagi menggunakan gelar kebangsawanan di depan namanya. diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional. berganti nama menjadi Ki Hadjar Dewantara. Hal ini dimaksudkan supaya ia dapat bebas dekat dengan rakyat. tajam dan patriotik sehingga mampu membangkitkan semangat antikolonial bagi pembacanya. Tetapi pemerintah kolonial Belanda melalui Gubernur Jendral Idenburg berusaha menghalangi kehadiran partai ini dengan menolak pendaftaran itu pada tanggal 11 Maret 1913.

bersama rekan-rekan seperjuangannya. Akibat karangannya itu. Sehubungan dengan rencana perayaan itu. pemerintah kolonial Belanda melalui Gubernur Jendral Idenburg menjatuhkan hukuman tanpa proses pengadilan. Sejajar dengan jalan pikiran itu. Douwes Dekker dibuang di Kupang dan Cipto Mangoenkoesoemo dibuang ke pulau Banda. Pikiran untuk menyelenggarakan perayaan itu saja sudah menghina mereka dan sekarang kita garuk pula kantongnya. berupa hukuman internering (hukum buang) yaitu sebuah hukuman dengan menunjuk sebuah tempat tinggal yang boleh bagi seseorang untuk bertempat tinggal. tetapi juga tidak pantas untuk menyuruh si inlander memberikan sumbangan untuk dana perayaan itu. sehingga Raden Mas Soewardi Soeryaningrat berhasil memperoleh Europeesche Akte. Ayo teruskan penghinaan lahir dan batin itu! Kalau aku seorang Belanda. tetapi Semua untuk Satu Juga). ia pun mendirikan sebuah perguruan yang bercorak nasional. Tulisan Seandainya Aku Seorang Belanda yang dimuat dalam surat kabar de Expres milik dr. Kemudian ia kembali ke tanah air di tahun 1918. aku tidak akan menyelenggarakan pesta-pesta kemerdekaan di negeri yang kita sendiri telah merampas kemerdekaannya. Kesempatan itu dipergunakan untuk mendalami masalah pendidikan dan pengajaran. Perguruan ini sangat . Akhirnya mereka diijinkan ke Negeri Belanda sejak Agustus 1913 sebagai bagian dari pelaksanaan hukuman. Di tanah air ia mencurahkan perhatian di bidang pendidikan sebagai bagian dari alat perjuangan meraih kemerdekaan. Setelah pulang dari pengasingan. bukan saja tidak adil. Namun mereka menghendaki dibuang ke Negeri Belanda karena di sana mereka bisa memperlajari banyak hal dari pada didaerah terpencil. Tetapi pihak Belanda menganggap tulisan itu menghasut rakyat untuk memusuhi dan memberontak pada pemerinah kolonial. ia pun mengkritik lewat tulisan berjudul Als Ik Eens Nederlander Was (Seandainya Aku Seorang Belanda) dan Een voor Allen maar Ook Allen voor Een (Satu untuk Semua. Akibatnya keduanya juga terkena hukuman internering. Apa yang menyinggung perasaanku dan kawan-kawan sebangsaku terutama ialah kenyataan bahwa bangsa inlander diharuskan ikut mengongkosi suatu pekerjaan yang ia sendiri tidak ada kepentingannya sedikitpun”. Ia pun dihukum buang ke Pulau Bangka. Nationaal Onderwijs Instituut Tamansiswa (Perguruan Nasional Tamansiswa) pada 3 Juli 1922. Mereka pun menerbitkan tulisan yang bernada membela Soewardi. Douwes Dekker dan Cipto Mangoenkoesoemo merasakan rekan seperjuangan diperlakukan tidak adil.Komite Boemipoetra itu melancarkan kritik terhadap Pemerintah Belanda yang bermaksud merayakan seratus tahun bebasnya negeri Belanda dari penjajahan Prancis dengan menarik uang dari rakyat jajahannya untuk membiayai pesta perayaan tersebut. Douwes Dekker itu antara lain berbunyi: “Sekiranya aku seorang Belanda.

Yogyakarta. . Sementara itu. didirikan Museum Dewantara Kirti Griya.menekankan pendidikan rasa kebangsaan kepada peserta didik agar mereka mencintai bangsa dan tanah air dan berjuang untuk memperoleh kemerdekaan. pada zaman Pendudukan Jepang. suku. Mas Mansur. Nama Ki Hadjar Dewantara bukan saja diabadikan sebagai seorang tokoh dan pahlawan pendidikan (bapak Pendidikan Nasional) yang tanggal kelahirannya 2 Mei dijadikan hari Pendidikan Nasional. serta harus didasarkan kepada nilai-nilai kemerdekaan yang asasi. Waktu Pemerintah Jepang membentuk Pusat Tenaga Rakyat (Putera) dalam tahun 1943. Pemerintah kolonial Belanda berupaya merintanginya dengan mengeluarkan Ordonansi Sekolah Liar pada 1 Oktober 1932. Di tengah keseriusannya mencurahkan perhatian dalam dunia pendidikan di Tamansiswa. untuk melestarikan nilai-nilai semangat perjuangan Ki Hadjar Dewantara. Melalui tulisan-tulisan itulah dia berhasil meletakkan dasar-dasar pendidikan nasional bagi bangsa Indonesia. Dua tahun setelah mendapat gelar Doctor Honoris Causa itu. Tidak sedikit rintangan yang dihadapi dalam membina Taman Siswa. tanggal 28 November 1959. Dalam museum ini terdapat benda-benda atau karya-karya Ki Hadjar sebagai pendiri Tamansiswa dan kiprahnya dalam kehidupan berbangsa. Namun tema tulisannya beralih dari nuansa politik ke pendidikan dan kebudayaan berwawasan kebangsaan. status ekonomi. adat. Bangsa ini perlu mewarisi buah pemikirannya tentang tujuan pendidikan yaitu memajukan bangsa secara keseluruhan tanpa membeda-bedakan agama. Ki Hajar duduk sebagai salah seorang pimpinan di samping Ir. sehingga ordonansi itu kemudian dicabut. Tulisannya berjumlah ratusan buah. budayawan dan sebagai seorang seniman telah direkam dalam mikrofilm dan dilaminasi atas bantuan Badan Arsip Nasional. Soekarno. kegiatan di bidang politik dan pendidikan tetap dilanjutkan. Muhammad Hatta dan K. Penghargaan lain yang diterimanya adalah gelar Doctor Honoris Causa dari Universitas Gajah Mada pada tahun 1957.H. ia juga tetap rajin menulis. Drs. tetapi juga ditetapkan sebagai Pahlawan Pergerakan Nasional melalui surat keputusan Presiden RI No. pendidik. status sosial. Pengajaran dan Kebudayaan yang pertama. etnis. Setelah zaman kemedekaan. Ki hajar Dewantara pernah menjabat sebagai Menteri Pendidikan.305 Tahun 1959. budaya. Tetapi dengan kegigihan memperjuangkan haknya. kebiasaan. Kemudian oleh pihak penerus perguruan Taman Siswa. ia meninggal dunia pada tanggal 28 April 1959 di Yogyakarta dan dimakamkan di sana. dan sebagainya. Koleksi museum yang berupa karya tulis atau konsep dan risalah-risalah penting serta data surat-menyurat semasa hidup Ki Hadjar sebagai jurnalis.

.

Di kota ini Hatta mulai menimbun pengetahuan perihal perkembangan masyarakat dan politik. Perjuangan Saat berusia 15 tahun. Hatta mulai menetap di Belanda semenjak September 1921. Sumatra Barat. dan pada tahun 1921. Hatta merintis karir sebagai aktivis organisasi. Ia segera bergabung dalam Perhimpunan Hindia (Indische Vereeniging). telah tersedia iklim pergerakan di Indische Vereeniging. Saat usia 13 tahun. mengingat usianya yang masih muda. Lewat itulah Hatta mengenal pemikiran Tjokroaminoto dalam surat kabar Utusan Hindia. Bukittinggi. antara lain sebagai bendahara pada organisasi Jong Sumatranen Bond cabang Padang. baru kemudian pada tahun 1919 beliau pergi ke Batavia untuk studi di HBS. Bung Hatta telah aktif di organisasi. Atmosfer pergerakan mulai mewarnai Indische Vereeniging semenjak tibanya tiga tokoh Indische Partij (Suwardi Suryaningrat. Sebelumnya. Belanda untuk belajar ilmu perdagangan/bisnis di Nederland Handelshogeschool (bahasa inggris: Rotterdam School of Commerce. Bung Hatta pergi ke Rotterdam. dan kemudian pada tahun 1913-1916 melanjutkan studinya ke Europeesche Lagere School (ELS) di Padang. sebenarnya beliau telah lulus ujian masuk ke HBS (setingkat SMA) di Batavia (kini Jakarta). ia juga aktif di Jong Sumatranen Bond Pusat. juga sebagai Bendahara. Douwes Dekker. Saat berusia 15 tahun. Beliau menyelesaikan studinya dengan hasil sangat baik. salah satunya lewat membaca berbagai koran. Indische Vereeniging yang berdiri pada 1908 tak lebih dari ajang pertemuan pelajar asal tanah air. kini menjadi Erasmus Universiteit). Di Belanda. Salah seorang tokoh politik yang menjadi idola Hatta ketika itu ialah Abdul Moeis. . Akhirnya Bung Hatta melanjutkan studi ke MULO di Padang. Hatta BAPAK BANGSA SEJATI Hatta lahir dari keluarga ulama Minangkabau. sebagai bendahara Jong Sumatranen Bond (JSB) Cabang Padang. ia kemudian tinggal selama 11 tahun. Pada tangal 27 November 1956. Moch. Saat itu. Bung Hatta memperoleh gelar kehormatan akademis yaitu Doctor Honoris Causa dalam Ilmu Hukum dari Universitas Gadjah Mada di Yoyakarta. Di Batavia. Saat masih di sekolah menengah di Padang.Proklamator Kemerdekaan RI – Dr. sebagai bendahara Jong Sumatranen Bond Cabang Padang. namun ibunya menginginkan Hatta agar tetap di Padang dahulu. Ia menempuh pendidikan dasar di Sekolah Melayu. dan Agus Salim dalam Neratja. Hatta lulus dari sekolah tingkat menengah (MULO). Hatta merintis karir sebagai aktivis organisasi. Pada usia 17 tahun. Kesadaran politik Hatta makin berkembang karena kebiasaannya menghadiri ceramah-ceramah atau pertemuan-pertemuan politik. Lantas berangkat ke Batavia untuk melanjutkan studi di Sekolah Tinggi Dagang Prins Hendrik School. Pidato pengukuhannya berjudul “Lampau dan Datang”. bukan saja koran terbitan Padang tetapi juga Batavia. dan Tjipto Mangunkusumo) di Belanda pada 1913 sebagai eksterniran akibat kritik mereka lewat tulisan di koran De Expres.

Lantas ia bertolak ke Batavia untuk melanjutkan studi di Sekolah Tinggi Dagang Prins Hendrik School. Rentetan peristiwa itu Hatta pantau lalu ia tulis menjadi serial tulisan untuk Neratja di Batavia. yang kemudian meminangnya. Hindia Baroe. Antara mereka berdua sempat ada pembagian pekerjaan. aku asyik mendengarkan suaranya yang merdu setengah parau. bahkan banyak surat kabar di tanah air yang mengutip tulisan-tulisan Hatta. pengalaman sebagai Bendahara JSB Pusat. Namun. “Aku kagum melihat cara Abdul Moeis berpidato. anggota Volksraad. terpesona oleh ayun katanya. Hindia Poetra bersemboyan “Ma’moerlah Tanah Hindia! .Kesadaran politik Hatta makin berkembang karena kebiasaannya menghadiri ceramahceramah atau pertemuan-pertemuan politik. ia dan Bahder Djohan punya kebiasaan keliling kota. Untuk itu. Hatta lulus dari sekolah tingkat menengah (MULO). Itulah Abdul Moeis: pengarang roman Salah Asuhan. datanglah musafir dari Barat bernama Wolandia.” rutuk Hatta lewat Hindania.” aku Hatta dalam Memoir-nya. tak lepas karena Suwardi Suryaningrat (Ki Hadjar Dewantara) menginisiasi penerbitan majalah Hindia Poetra oleh Indische Vereeniging mulai 1916. Turki yang dipandang sebagai kerajaan yang sedang runtuh (the sick man of Europe) memukul mundur tentara Yunani yang dijagokan oleh Inggris. Kondisi itu tercipta. koran Kaoem Moeda. sedangkan Hatta pada soal organisasi dan pembiayaan penerbitan. Atmosfer pergerakan mulai mewarnai Indische Vereeniging semenjak tibanya tiga tokoh Indische Partij (Suwardi Suryaningrat. aktivis partai Sarekat Islam. Selama berkeliling kota. Pada usia 17 tahun. Bahder Djohan akan mengutamakan perhatiannya pada persiapan redaksi majalah. Hatta menjalin kerjasama dengan percetakan surat kabar Neratja. Saban Sabtu. Brahmana dari Hindustan. “Tapi Wolandia terlalu miskin sehingga lebih mencintai hartaku daripada diriku dan menyia-nyiakan anakanakku. menurut Bahder Djohan perlu diadakan suatu majalah. Salah seorang tokoh politik yang menjadi idola Hatta ketika itu ialah Abdul Moeis. Douwes Dekker. Di sini. Saat itu. serta diskusi dengan temannya sesama anggota JSB: Bahder Djohan. Serial tulisan Hatta itu menyedot perhatian khalayak pembaca. Pokok soal yang kerap pula mereka perbincangkan ialah perihal memajukan bahasa Melayu. mereka bertukar pikiran tentang berbagai hal mengenai tanah air. Suatu ketika pada medio tahun 1922. Karangannya dimuat dalam majalah Jong Sumatera. Indische Vereeniging yang berdiri pada 1908 tak lebih dari ajang pertemuan pelajar asal tanah air. dan pegiat dalam majalah Hindia Sarekat. Selama menjabat Bendahara JSB Pusat. serta Utusan Melayu dan Peroebahan. Sampai saat itu aku belum pernah mendengarkan pidato yang begitu hebat menarik perhatian dan membakar semangat. perbincangan dengan tokoh-tokoh pergerakan asal Minangkabau yang mukim di Batavia. telah tersedia iklim pergerakan di Indische Vereeniging. Hatta mulai aktif menulis.” kenang Hatta lagi dalam Memoir-nya. “Karena berbagai hal cita-cita kami itu tak dapat diteruskan. Sebelumnya. terjadi peristiwa yang mengemparkan Eropa. “Namaku Hindania!” begitulah judulnya. Setelah ditinggal mati suaminya. Berkisah perihal janda cantik dan kaya yang terbujuk kawin lagi. Hatta mulai menetap di Belanda semenjak September 1921. dan Tjipto Mangunkusumo) di Belanda pada 1913 sebagai eksterniran akibat kritik mereka lewat tulisan di koran De Expres. Hubungan itu terus berlanjut meski Hatta berada di Rotterdam. Ia segera bergabung dalam Perhimpunan Hindia (Indische Vereeniging). Majalah dalam rencana Bahder Djohan itupun sudah ia beri nama Malaya. ia dipercaya sebagai koresponden. Neratja. Pemuda Hatta makin tajam pemikirannya karena diasah dengan beragam bacaan.

Aktivitasnya dalam organisasi ini menyebabkan Hatta ditangkap pemerintah Belanda. bersama Soetan Sjahrir. bersama Bung Karno yang menjadi presiden RI. Lagipula. Belanda kembali menangkap Hatta. dan di sinilah ia bersahabat dengan nasionalis India. sebab ketika itulah mereka memutuskan untuk mengganti nama Indische Vereeniging menjadi Indonesische Vereeniging dan kelanjutannya mengganti nama Nederland Indie menjadi Indonesia. Sebab Indische Vereeniging berisi aktivis dari beragam latar belakang asal daerah. Pada tahun 1927. Hatta bergabung dengan Liga Menentang Imperialisme dan Kolonialisme di Belanda. Di Indische Vereeniging. salah seorang anggota Indonesische Vereeniging mengatakan bahwa dari sekarang kita mulai membangun Indonesia dan meniadakan Hindia atau Nederland Indie. ketua Club Pendidikan Nasional Indonesia pada bulan Februari 1934. tak ketinggalan pula tersisip kritik terhadap sikap kolonial Belanda. Jawaharlal Nehru. Dari sanalah mereka semua berasal. Hatta mengawali karir pergerakannya di Indische Vereeniging pada 1922. Pada tahun 1945. Pada tahun 1932 Hatta kembali ke Indonesia dan bergabung dengan organisasi Club Pendidikan Nasional Indonesia yang bertujuan meningkatkan kesadaran politik rakyat Indonesia melalui proses pelatihan-pelatihan. Soetomo diganti oleh Hermen Kartawisastra. Dalam forum itu pula. nama Indische –meski masih bermasalah– sudah mencerminkan kesatuan wilayah. Momentum suksesi kala itu punya arti penting bagi mereka di masa mendatang. ketika terjadi pergantian pengurus Indische Vereeniging. yakni gugusan kepulauan di Nusantara yang secara politis diikat oleh sistem kolonialisme belanda. Ketua lama dr. Hatta akhirnya dibebaskan. Hatta diasingkan ke Digul dan kemudian ke Banda selama 6 tahun. pergerakan putra Minangkabau ini tak lagi tersekat oleh ikatan kedaerahan. Penunjukkan itu berlangsung pada 19 Februari 1922.Kekallah Anak-Rakjatnya!” berisi informasi bagi para pelajar asal tanah air perihal kondisi di Nusantara. . sebagai Bendahara. Hatta secara aklamasi diangkat sebagai wakil presiden pertama RI. lagi-lagi. Sebuah pilihan nama bangsa yang sarat bermuatan politik. setelah melakukan pidato pembelaannya yang terkenal: Indonesia Free.

Jakarta. ia masih tetap tinggal di Ujungpandang dan sempat bekerja sebagai guru Sekolah Dasar kemudian ke sebuah perusahaan dagang. Menamatkan sekolah dasarnya di Jakarta. Jiwa kebangsaan itu semakin mengental pada dirinya terutama setelah banyak bertemu dengan tokoh-tokoh pergerakan nasional sejak ia menekuni profesi kewartawanan. tanggal 9 Maret 1903. Sejak itu. ia mulai menggubah lagu. yakni kongres yang melahirkan Sumpah Pemuda dilangsungkan di Jakarta bulan Oktober tahun 1928. Supratman tepatnya lahir di Jatinegara. ia kemudian pindah ke Bandung menekuni profesi sebagai seorang wartawan. . Ia sebenarnya merupakan putra dari seorang Tentara Hindia Belanda (KNIL). Sehingga sejak itu apabila partai-partai politik mengadakan kongres. rasa persatuan dan kehendak untuk merdeka dalam jiwanya dituangkan dalam lagu gubahannya Indonesia Raya. Dan pada tahun 1924 lahirlah lagu Indonesia Raya. Disitulah saat pertama lagu tersebut dikumandangkan di depan umum. tapi tidak dengan begitu ia menjadi antek Belanda yang tidak mempunyai jiwa kebangsaan Indonesia. Profesi itu terus ditekuninya hingga ia akhirnya mudik ke kota kelahirannya. lagu Indonesia Raya. Supratman yang sudah semakin kental jiwa kebangsaannya merasa tertantang. Dari Ujungpandang. Jakarta. Penulis karangan tersebut menentang ahli-ahli musik Indonesia untuk menciptakan lagu kebangsaan. Penolakan jiwanya terhadap penjajahan. Lagu yang sangat menggugah jiwa patriotisme itupun dengan cepat terkenal di kalangan pergerakan nasional. Namun sayang. pernah juga dituliskannya dalam bukunya yang berjudul Perawan Desa. Ketika Kongres Pemuda. Malah sebaliknya. kemudian melanjutkan ke Normaal School Ujungpandang. Pahlawan nasional yang lahir 9 Maret 1903 ini sudah meninggal pada tanggal 17 Agustus 1938. disita dan dilarang beredar. Setelah menyelesaikan pendidikan. Semangat kebangsaan. Rasa tidak senangnya terhadap penjajahan Belanda pernah dituangkannya dalam bukunya yang berjudul Perawan Desa. lagu yang menjadi semacam perwujudan rasa persatuan dan kehendak untuk merdeka itu selalu dinyanyikan. sebelum mendengar lagu gubahannya dikumandangkan pada hari kemerdekaan negeri yang dicintainya. Lagu yang kemudian menjadi lagu kebangsaan negeri ini. secara instrumentalia Supratman memperdengarkan lagu ciptaannya itu pada malam penutupan acara tanggal 28 Oktober 1928 tersebut. Buku yang mengandung nilai-nilai nasionalitas dan menyinggung pemerintahan Belanda itu akhirnya oleh pemerintah Belanda. Kilas balik dari lahirnya lagu Indonesia Raya sendiri adalah berawal dari ketika suatu kali terbacanya sebuah karangan dalam Majalah Timbul. Kebolehannya bermain musik biola serta menggubah lagu diperolehnya dari kakaknya semasa menjalani pendidikan dan bekerja di Ujungpandang ini.Pahlawan Nasional – Wage Rudolf Supratman PENGGUBAH LAGU INDONESIA Tingginya jiwa kebangsaan dari Wage Rudolf Supratman menuntun dirinya membuahkan karya bernilai tinggi yang di kemudian hari telah menjadi pembangkit semangat perjuangan pergerakan nasional. jiwa kebangsaannya sangat tinggi.

. Wage Rudolf Supratman yang meninggal dan dimakamkan di Surabaya tanggal 17 Agustus 1938.Dan ketika Indonesia sudah memperoleh kemerdekaan. para pejuang-pejuang kemerdekaan menjadikan lagu Indonesia Raya sebagai lagu kebangsaan. dikukuhkan menjadi Pahlawan Nasional atas segala jasa-jasanya untuk nusa dan bangsa tercinta ini. Dan.

KALIMANTAN TIMUR 2013 .KUMPULAN SEJARAH PAHLAWAN NASIONAL OLEH : AULIA YAFI' RAMADHINA KELAS : 4-D SDIT YABIS FULLDAY SCHOOL BONTANG .