1

Laporan Praktikum

LAPORAN PRAKTIKUM
Pengukuran Panjang Gelombang Laser
Nama

: Dippo Lafitra

NPM

: 1206217225

Fakultas

: Teknik

Program studi

: Teknik Mesin

Group

: A7

No. Percobaan

: OR-01

Tanggal Percobaan

: 8 Maret 2013

Unit Pelaksana Pendidikan Ilmu Pengetahuan Dasar
(UPP-IPD)
Universitas Indonesia
Depok
OR-01 | Fisika Dasar 2

2

Laporan Praktikum

Pengukuran Panjang Gelombang Laser

I. Tujuan Praktikum
Mengukur panjang gelombang sinar laser dengan menggunakan kisi
difraksi

II. Peralatan
a. Piranti laser dan catu daya
b. Piranti pemilih otomatis kisi difraksi (50 slit/ 1mm)
c. Piranti scaner beserta detektor fotodioda
d. Camcorder
e. Unit PC beserta DAQ dan perangkat pengendali otomatis

III. Landasan Teori
Sejumlah besar celah pararel yang berjarak sama adalah kisi difraksi,
walaupun istilah kisi inteferensi mungkin lebih sesuai.Kisi difraksi atau
dapat pula disebut kisi interferensi terdiri dari banyak kisi paralel yang
dapat mentransmisikan berkas cahaya melewati kisi-kisinya. Kisi seperti ini
disebut pula sebagai kisi transmisi. Jika kisi difraksi disinari dengan berkas
cahaya paralel maka sinar-sinar yang ditransmisikan oleh kisi dapat
berinteferensi (Gbr.1). Sinar-sinar yang tidak mengalami deviasi ( θ = 0º)
berinterferensi konstruktif menghasilkan berkas yang tajam (maksimum/
puncak) pada pusat layar. Interferensi konstruktif juga terjadi pada sudut θ
ketika sinar-sinar mempunyai selisih panjang lintasan

Δl= mλ
OR-01 | Fisika Dasar 2

3

Laporan Praktikum

Δl = Selisih panjang lintasan
m = Bilangan bulat
λ = Panjang gelombang

Maka dari persamaan di atas dan Gbr.1 kita bisa mendapatkan jarak
antar kisi

Δl= d sin θ
Δl= Selisih panjang lintasan
d = Jarak antar kisi
θ = Sudut yang terbentuk antar celah

OR-01 | Fisika Dasar 2

Analisis ini pada dasarnya sama untuk kisi transmisi. Kita juga menganggap bahwa celah-celah tersebut cukup sempit sehingga difraksi oleh masing-masingnya menyebarkan cahaya dengan sudut yang sangat besar pada layar yang jauh di belakang kisi. maka selisih l adalah perkalian jarak lebar antar celah dengan sin θ. dan inteferensi dapat terjadi dengan cahaya dari semua celah yang lain. dapat dibuat dengan membuat garis-garis halus pada permukaan logam atau kaca dari mana cahaya dipantulkan dan dianalisis.000 garis per sentimeter adalah umum saat ini dan sangat berguna untuk pengukuran panjang gelombang dengan tepat. Kita anggap berkas-berkas cahaya pararel jatuh pada kisi.4 Laporan Praktikum Kisi dapat dibuat dengan mesin presisi berupa garis-garis pararel yang sangat halus dan teliti di atas pelat kaca. jika d adalah jarak antara celah. Transparansi fotografis dari kisi yang asli bisa digunakan sebagai kisi yang murah. Kisi pantulan juga mungkin. Dengan demikian. Berkas cahaya yang melalui setiap celah tanpa pembelokkan (θ =0 derajat) berinteferensi konstruktif untuk menghasilkan garis terang di tengah layar. di mana m marupakan bilangan bulat. Jarak yang tidak tergores di antara garis-garis tersebut berfungsi sebagai celah. dan OR-01 | Fisika Dasar 2 . Analisis kisi difraksi sangat mirip dengan eksperimen celah ganda Young. Inteferensi konstruktif juga dapat terjadi pada sudut θ sedemikian rupa sehingga berkas dari celah yang bersisian menempun jarak ekstra sejauh selisih l=perkallian orde dengan panjang gelombangnya. Kisi yang berisi 10. Kisi difraksi yang berisi celah-celah disebut kisi transmisi.

Mengapa demikian bisa dilihat sebagai berikut. kedua gelombang hanya akan sedikit berbeda fase sehingga terjadi inteferensi yang hampir konstruktif.500 λ atau tepat 3/2 sepasang gelombang sehingga keduanya akan saling meniadakan. OR-01 | Fisika Dasar 2 . dan seterusnya. Sebagai contoh. Ini berarti maksimum akan lebar.1. Gelombang yang melalui satu celah tunggal dan gelombang lain 500 celah di bawahnya akan berbeda fase 1. Tetapi gelombang dari satu celah dan gelombang lain dari yang kedua yang berjarak beberapa ratus celah bisa tepat berlawanan fase.5 Laporan Praktikum Sin θ = md/λ θ = Sudut yang terbentuk antar celah m = Bilangan bulat d = Jarak antar kisi λ = Panjang gelombang Persamaan di atas kriteria untuk mendapatkan maksimum terang dimana m=0.2. Maksimal yang terang lebih tajam dan sempit untuk kisi. Untuk kisi. Pada kasus celah ganda. semua atau hampir semua cahaya akan saling meniadakan dengan cara ini. misalkan sudut θ berbeda dari maksimum orde pertamanya sehingga panjang lintasan ekstra untuk sepasang celah yang bersisian tidak tepat λ tetapi 1.0010λ. Bagaimanapun ada perbedaan penting antara pola celah ganda dengan banyak celah. Misalkan sudut θ diperbesar sedikit di atas yang dibutuhkan untuk maksimum. gelombang-gelombang dari dua celah yang bersisian juga tidak terlalu berbeda fase. Persamaan ini sama dengan situasi persamaan ganda. dan kembali m disebut orde dari pola tersebut.

IV. Makin banyak garis pada sebuah kisi makin tajam pula puncaknya. Meng-klik icon “set” 3. Mengaktifkan Web cam (meng-klik icon video pada halaman web rLab) 2. Melakukan scanning intensitas pola difraksi dengan meng-klik icon “ukur” 5. Prosedur Percobaan 1. cahay dari celah 2 meniadakan yang keluar dari celah 502. juga akan saling maniadakan. cahaya dari celah 1 saling meniadakan dengan cahaya dari celah 501. Dengan demikian bahkan dengan sudut yang kecil yang berhubungan dengan panjang lintasan ekstra 1/ 1000 λ ada inteferefsi destruktif yang banyak dan maksimum akan sangat sempit. Menghidupkan catu daya (Power Supply) 4. dan seterusnya. Artinya. satu di bawah yang dua ini. Karena sebanyak kisi menghasilkan garis yang jauh lebih tajam dan lebih terang dari dua celah saja. Menyimpan data dari web ke dalam bentuk excel dengan meng-klik icon “data” OR-01 | Fisika Dasar 2 .6 Laporan Praktikum Sepasang celah. ia merupakan alat yang lebih tepat untuk mengukur panjang gelombang.

 Jika sin θ didekati oleh tan θ. I vs x ). Memberi bilangan orde pada grafik tersebut untuk setiap intensitas maksimum pola difraksinya. pada eksperimen dinyatakan dalam arus sebagai fungsi dari posisi (x). orde ke-3 dst. Pada eksperimen ini. Berapa penyimpangan relatif λ hasil pendekatan ini terhadap perhitungan λ yang diperoleh pada evaluasi no. 4. intensitas maksimum orde pertama (m = 1) . menentukan letak terang pusat (m = 0).  Memberi analisis dan mendiskusikan hasil eksperimen ini. membuat grafik intensitas pola difraksi ( I. hitunglah λ dengan cara yang sama seperti pada evaluasi no. orde ke-2.  Mengukur jarak antara terang pusat dan intensitas maksimum setiap orde untuk menentukan sudut difraksi θ tiap-tiap orde.4. jarak antara kisi difraksi dengan detektor sebesar L = (130 ± 1 ) cm  Membuat grafik sin θ sebagai fungsi orde difraksi (sin θ vs m) terhadap gradient garis  Menghitung panjang gelombang (λ) sinar laser berdasarkan gradien garis yang diperoleh. OR-01 | Fisika Dasar 2 . Tugas  Dari data eksperimen yang diperoleh.  Berdasarkan spektrum yang diperoleh.Laporan Praktikum 7 V.

06 0.06 0.96 4.06 OR-01 | Fisika Dasar 2 .76 2.05 0.06 0.4 4.05 0.05 0.12 10.06 0.64 14.44 11.6 7.04 7.05 0.05 0.04 0.06 0.05 0.52 3.05 0.44 0.04 0.06 0.16 6.2 13.06 0.05 0.06 0.08 3.32 1.05 0.05 0.06 0.06 0.05 0.08 14.48 7.28 5.05 0.Data Hasil Percobaan Posisi (mm) 0 0.72 6.24 9.05 0.76 13.92 8.05 0.64 3.96 15.4 Intensitas 0.32 12.84 5.06 0.05 0.8 Laporan Praktikum VI.2 2.52 14.88 12.05 0.68 10.05 0.06 0.56 11 11.88 1.06 0.05 0.36 8.06 0.8 9.04 0.

06 31.05 28.44 0.8 0.28 0.36 0.84 0.05 24.06 32.06 22 0.16 0.96 0.9 Laporan Praktikum 15.06 25.04 0.05 20.8 0.05 23.6 0.06 22.72 0.64 0.24 0.06 30.28 0.05 22.06 29.05 33.05 19.05 31.05 18.12 0.05 16.06 18.04 17.84 0.06 27.12 0.05 33 0.68 0.92 0.06 26.06 26.76 0.24 0.05 29.06 OR-01 | Fisika Dasar 2 .04 0.56 0.05 25.92 0.6 0.72 0.48 0.05 27.05 30.16 0.32 0.88 0.44 0.4 0.48 0.05 21.05 32.05 29.08 0.05 21.52 0.05 28.05 23.56 0.06 24.05 16.06 20.2 0.36 0.06 19.04 25.05 18.68 0.06 17.

76 0.2 0.16 0.12 0.52 0.06 50.2 0.06 OR-01 | Fisika Dasar 2 .6 0.06 49.64 0.05 45.10 Laporan Praktikum 33.04 42.72 0.06 38.44 0.06 44.56 0.05 36.52 0.05 40.05 49.64 0.84 0.05 44 0.05 48.05 44.05 48.36 0.08 0.48 0.05 50.05 39.04 0.32 0.05 47.06 43.28 0.05 40.06 37.06 42.4 0.06 39.06 47.6 0.06 47.05 41.06 36.05 51.96 0.08 0.05 37.84 0.28 0.05 35.32 0.72 0.88 0.68 0.4 0.8 0.05 46.92 0.06 51.05 38.06 34.05 41.76 0.48 0.96 0.06 43.06 45.06 35.04 0.16 0.24 0.88 0.04 34.05 46.05 36.06 40.

64 0.06 68.06 69.68 0.92 0.05 62.05 62.52 0.05 53.2 0.05 56.05 63.05 52.84 0.12 0.04 0.76 0.96 0.68 0.52 0.64 0.06 58.92 0.05 53.28 0.11 Laporan Praktikum 51.36 0.88 0.06 52.06 54.05 54.05 55.06 56.06 61.32 0.06 60.48 0.05 69.04 67.05 55 0.06 55.05 58.72 0.44 0.24 0.08 0.16 0.36 0.05 58.76 0.05 66.8 0.06 68.24 0.06 62.06 67.05 OR-01 | Fisika Dasar 2 .05 66.05 65.04 59.08 0.8 0.06 59.06 64.44 0.56 0.05 61.4 0.06 57.05 57.2 0.06 66 0.56 0.05 60.6 0.05 64.32 0.12 0.88 0.06 63.05 65.

56 0.05 73.16 0.05 87.05 70.08 0.68 0.06 70.6 0.88 0.12 0.8 0.06 73.96 0.05 85.06 75.05 75.56 0.05 74.06 87.06 81.2 0.05 OR-01 | Fisika Dasar 2 .4 0.06 85.48 0.52 0.05 80.05 82.05 78.06 84.84 0.06 81.06 76.6 0.05 71.68 0.05 80.05 72.06 77.24 0.06 74.8 0.04 0.84 0.05 83.05 83.06 82.72 0.76 0.06 80.36 0.16 0.96 0.12 0.05 78.48 0.92 0.92 0.64 0.04 0.05 86.06 79.04 76.06 86.05 79.4 0.05 77.24 0.12 Laporan Praktikum 69.44 0.06 72.32 0.72 0.06 84.04 84.36 0.05 71.06 73.06 77 0.28 0.28 0.

06 95.44 0.05 95.64 0.05 89.52 0.06 105.84 0.06 97.06 89.36 0.16 0.06 99.12 0.06 91.96 0.92 0.05 90.05 96.64 0.88 0.06 98.06 102.8 0.06 100.06 98.44 0.05 102.06 105.84 0.72 0.05 103.28 0.06 104.6 0.13 Laporan Praktikum 88 0.04 92.06 93.52 0.05 94.04 0.08 0.08 0.05 96.48 0.28 0.56 0.24 0.05 104.96 0.06 101.4 0.16 0.06 94.76 0.06 93.05 97.88 0.72 0.4 0.05 99.05 88.6 0.05 95.06 102.2 0.05 91.32 0.05 101.32 0.05 91.2 0.76 0.05 OR-01 | Fisika Dasar 2 .05 99 0.05 103.68 0.06 88.05 90.05 100.06 92.

06 121.32 0.2 0.06 113.05 119.05 111.64 0.84 0.06 121 0.06 123.06 106.05 OR-01 | Fisika Dasar 2 .36 0.08 0.68 0.05 109.06 106.05 113.92 0.05 112.24 0.05 117.06 114.88 0.06 122.05 114.06 110 0.32 0.24 0.4 0.05 120.12 0.05 108.8 0.04 0.44 0.05 115.56 0.06 118.06 119.05 122.06 107.56 0.16 0.06 109.06 116.06 110.96 0.05 107.06 117.05 108.88 0.12 0.76 0.68 0.6 0.06 117.48 0.8 0.76 0.05 116.06 113.05 110.92 0.05 120.06 123.2 0.04 0.72 0.64 0.05 121.44 0.28 0.06 111.14 Laporan Praktikum 106.36 0.06 115.48 0.52 0.06 118.06 112.

05 139.24 0.4 0.6 0.06 137.05 124.16 0.8 0.06 139.06 127.06 135.06 131.06 124.68 0.64 0.52 0.05 128.2 0.28 0.05 137.05 135.72 0.05 141.05 131.76 0.48 0.16 0.05 129.36 0.07 132.08 0.06 133.05 133.15 Laporan Praktikum 124.06 125.72 0.06 135.05 138.36 0.06 138.06 141.05 132.32 0.28 0.4 0.96 0.06 136.68 0.05 140.48 0.06 130.05 126.56 0.06 126.04 0.8 0.12 0.08 0.52 0.05 127.06 139.05 128.92 0.92 0.44 0.84 0.06 128.06 136.06 132 0.04 0.06 125.84 0.06 OR-01 | Fisika Dasar 2 .06 130.06 134.6 0.96 0.06 140.07 129.05 134.88 0.24 0.

64 0.56 0.2 0.07 157.07 152.06 146.84 0.84 0.07 158.06 143.08 155.07 150.56 0.04 0.07 147.07 148.12 0.44 0.72 0.96 0.08 158.24 0.07 144.48 0.92 0.05 143 0.32 0.8 0.76 0.6 0.64 0.07 152.68 0.08 154.4 0.09 159.07 149.28 0.06 154.72 0.28 0.2 0.07 146.06 150.32 0.16 Laporan Praktikum 142.06 151.06 149.06 143.09 OR-01 | Fisika Dasar 2 .08 156.07 151.07 150.16 0.08 155.06 142.12 0.05 144.08 0.08 0.06 147.07 154 0.05 146.07 157.52 0.08 153.07 153.88 0.4 0.88 0.07 156.06 145.06 148.44 0.36 0.96 0.52 0.07 159.06 145.08 157.76 0.

8 0.44 4.43 171.2 0.96 176.96 177.32 0.16 0.17 Laporan Praktikum 160.19 167.68 0.44 174.39 170.88 0.1 161.48 0.95 OR-01 | Fisika Dasar 2 .39 170.44 0.88 4.28 0.68 2.96 176 4.93 173.56 175.76 173.13 165.96 176.24 1.54 172.24 0.8 1.43 169.09 161.16 0.32 168.6 0.12 0.76 4.6 0.09 160.36 168.09 162.09 163.56 4.1 163.36 0.96 0.72 0.1 164.63 172.08 174.92 0.08 161.4 0.96 175.92 0.45 169.84 0.49 172.36 0.12 165 0.15 166.08 0.96 177.45 171.48 0.64 0.14 166.16 167.76 0.24 168.1 164.1 162.04 0.32 4.56 0.12 165.12 4.04 0.52 0.

51 190.12 186.95 182.6 0.49 188.96 0.16 4.44 0.72 0.4 4.72 4.76 0.59 187.52 0.94 181.36 192.1 195.38 194.93 179.12 194.96 186.18 Laporan Praktikum 178.84 4.16 0.12 2.1 OR-01 | Fisika Dasar 2 .96 183.94 180.31 192.64 0.3 191.28 4.94 178.6 4.28 0.77 187 0.56 0.48 4.66 187.64 4.35 191.94 179.96 184.2 4.94 179.5 188.43 190.94 180.68 4.92 0.24 4.96 184.92 4.4 0.2 0.52 4.09 195.52 189.88 0.8 4.52 189.94 181.21 194.36 4.08 0.36 0.96 183.96 185.8 0.94 182.48 0.08 4.04 4.32 0.96 4.96 183.84 0.04 0.55 190.34 193.37 193.96 185.

09 197.52 0.52 0.92 0.96 0.09 198.06 203.76 0.64 0.07 200.06 210.12 0.06 OR-01 | Fisika Dasar 2 .4 0.07 209.28 0.07 201.32 0.08 0.08 199.07 202.06 208.72 0.24 0.84 0.07 206.88 0.88 0.76 0.24 0.08 198 0.8 0.56 0.06 205.09 199.04 0.06 209.08 201.2 0.07 211.06 206.06 212.08 203.06 211.36 0.6 0.68 0.06 213.07 202.64 0.09 196.44 0.05 213.44 0.96 0.19 Laporan Praktikum 196.56 0.08 200.08 198.09 197.48 0.68 0.07 205.84 0.07 204.16 0.07 205.2 0.05 212.07 204.07 209 0.08 0.32 0.4 0.07 208.12 0.06 201.06 212.07 210.06 207.06 207.

72 0.68 0.05 OR-01 | Fisika Dasar 2 .06 224.06 231.8 0.04 0.88 0.06 217.32 0.84 0.6 0.05 219.16 0.4 0.06 230.05 226.06 228.05 226.04 0.88 0.52 0.96 0.06 218.20 Laporan Praktikum 214.06 223.48 0.05 218.64 0.05 221.05 231 0.05 222.76 0.2 0.68 0.06 221.04 228.08 0.06 222.06 220 0.06 225.05 223.28 0.05 214.04 225.56 0.05 215.24 0.72 0.92 0.8 0.05 224.12 0.12 0.06 216.06 216.36 0.44 0.04 220.05 227.48 0.05 217.06 229.06 227.92 0.28 0.05 223.05 229.16 0.6 0.05 216.44 0.06 215.24 0.36 0.05 230.05 220.05 219.05 231.05 227.56 0.

68 0.16 0.06 249.8 0.05 243.44 0.52 0.05 242 0.76 0.72 0.08 0.36 0.05 242.06 246.28 0.12 0.05 239.21 Laporan Praktikum 232.08 0.05 249.48 0.06 234.06 247.84 0.04 233.05 234.4 0.06 245.05 239.32 0.06 245.04 237.06 235.6 0.2 0.05 237.05 234.05 OR-01 | Fisika Dasar 2 .4 0.05 240.84 0.32 0.06 233.72 0.05 241.88 0.64 0.56 0.2 0.24 0.64 0.06 243.05 235.6 0.04 0.05 244.16 0.05 232.04 249.06 238.04 245.05 238.76 0.96 0.04 0.28 0.05 244.48 0.05 247.05 246.96 0.52 0.92 0.06 248.06 242.05 248.06 240.92 0.06 236.05 238.05 236.06 241.

16 0.72 0.05 260.6 0.48 0.05 256.56 0.05 259.24 0.06 264 0.06 258.04 265.92 0.06 265.04 257.06 260.96 0.05 254.22 Laporan Praktikum 250.05 252.06 261.05 264.06 262.05 262.44 0.08 0.24 0.32 0.05 266.05 263.05 258.04 253.06 254.36 0.05 267.64 0.08 0.06 252.2 0.8 0.76 0.05 251.28 0.05 OR-01 | Fisika Dasar 2 .05 251.44 0.68 0.06 253.06 267.52 0.06 266.05 255.4 0.06 255.12 0.84 0.06 256.36 0.96 0.68 0.05 261.76 0.52 0.06 259.8 0.04 0.05 264.88 0.05 267.88 0.06 250.2 0.12 0.05 263.56 0.05 256.05 253 0.05 257.05 260.64 0.32 0.

92 0.06 282.05 269.2 0.05 273.36 0.76 0.05 279.05 270.12 0.6 0.06 277.05 275.72 0.06 279.06 274.04 0.05 271.06 278.84 0.05 OR-01 | Fisika Dasar 2 .05 278.88 0.36 0.05 283.05 269.48 0.8 0.92 0.05 271.68 0.6 0.44 0.48 0.56 0.84 0.06 272.05 280.28 0.56 0.05 276.05 285.04 274.04 277.23 Laporan Praktikum 268.24 0.28 0.64 0.05 284.12 0.04 282.8 0.06 282.08 0.16 0.4 0.68 0.32 0.05 275 0.4 0.05 281.06 270.05 283.16 0.06 268.05 278.96 0.04 286 0.06 285.06 280.06 273.04 0.05 276.06 275.52 0.05 281.72 0.06 271.06 284.24 0.05 272.

6 0.16 0.06 296.05 293.28 0.24 0.64 0.92 0.32 0.05 289.06 287.96 0.05 298.04 302.06 297.06 292.06 302.06 289.05 294.88 0.6 0.12 0.52 0.06 299.05 299.72 0.06 286.88 0.96 0.05 297.32 0.05 301.05 296.06 290.08 0.04 294.8 0.64 0.4 0.05 288.84 0.06 291.2 0.05 289.05 297 0.44 0.4 0.16 0.05 292.05 288.06 300.05 295.06 295.06 303.04 0.76 0.05 291.2 0.76 0.08 0.48 0.06 303.06 298.06 293.05 300.04 0.05 301.56 0.06 OR-01 | Fisika Dasar 2 .05 287.84 0.24 Laporan Praktikum 286.72 0.44 0.52 0.28 0.05 304.05 293.36 0.68 0.05 300.04 290.

06 310.36 0.96 0.06 315.05 310.06 307.05 305.05 308.8 0.06 314.76 0.06 305.04 314.05 313.05 312.05 322.08 0.04 311.06 309.24 0.05 306.06 312.52 0.04 0.2 0.05 307.06 311.06 317.48 0.05 308.32 0.06 319 0.76 0.64 0.48 0.06 316.08 0.36 0.05 321.05 317.28 0.2 0.68 0.32 0.88 0.06 321.92 0.05 318.4 0.44 0.06 308 0.05 309.25 Laporan Praktikum 304.05 319.05 320.04 319.05 304.72 0.44 0.92 0.05 320.05 318.12 0.84 0.16 0.68 0.12 0.05 306.05 315.06 315.8 0.05 316.88 0.24 0.6 0.05 313.56 0.56 0.05 311.64 0.06 OR-01 | Fisika Dasar 2 .

05 326.96 0.12 0.06 339.72 0.05 327.92 0.36 0.48 0.84 0.36 0.04 334.04 331.05 336.68 0.24 0.68 0.05 330 0.06 327.64 0.6 0.06 335.96 0.05 328.16 0.05 335.05 326.06 336.05 337.72 0.84 0.76 0.05 325.06 330.08 0.4 0.06 326.05 333.05 324.28 0.8 0.05 333.04 339.52 0.06 324.04 0.4 0.48 0.04 0.06 329.05 337.92 0.06 334.05 325.06 337.06 340.05 338.26 Laporan Praktikum 322.88 0.06 323.05 330.12 0.05 338.04 322.52 0.8 0.24 0.05 331.05 332.56 0.05 323.32 0.44 0.16 0.06 333.28 0.05 332.2 0.6 0.06 328.05 OR-01 | Fisika Dasar 2 .05 329.

05 346.05 OR-01 | Fisika Dasar 2 .06 348.05 353.68 0.05 355.96 0.76 0.05 350.8 0.88 0.96 0.04 351.06 347.05 345.4 0.6 0.52 0.05 347.06 353.88 0.06 356.28 0.64 0.05 352 0.76 0.52 0.05 350.2 0.06 341.84 0.44 0.2 0.44 0.84 0.06 344.05 348.06 358.27 Laporan Praktikum 340.06 342.05 341 0.16 0.05 342.06 349.08 0.56 0.05 349.05 344.06 352.28 0.05 341.16 0.72 0.24 0.72 0.06 355.32 0.92 0.06 344.04 0.32 0.05 357.36 0.05 343.05 357.56 0.05 355.4 0.05 356.06 354.05 352.06 346.05 348.06 351.05 354.08 0.05 345.64 0.05 343.12 0.48 0.

6 359.06 OR-01 | Fisika Dasar 2 .05 0.04 0.28 Laporan Praktikum 358.

56 340.56 329.56 351.56 131.13 = 43mm Jarak (Y) = (jarak 1 + jarak 2)/2 = (43+ 43)/2 = 43mm OR-01 | Fisika Dasar 2 .56 230.56 32.56 153.56 219.56 120.56 54.56 98.56 296.220.03 .56 175.56 87. Jarak Terang Pusat terhadap Orde ke-m  Jarak Terang Pusat terhadap Orde ke-1 Jarak 1 = posisi terang pusat – posisi terang orde 1 = 177.56 109.03 = 43mm Jarak 2 = posisi terang pusat – posisi terang orde 1 = 177.56 164.56 65.56 142.56 197. Pengolahan Data a.56 307.56 76.56 274.56 208.56 241.56 186.03 – 134.56 263. Grafik Intensitas Pola Difraksi GRAFIK INTENSITAS DAN POSISI 6 5 intensitas 4 3 2 1 Posisi (mm) 10.56 43.Laporan Praktikum 29 VII.56 0 b.56 21.56 252.56 285.56 318.

03 .53 = 84.5+ 84.5)/2 = 84.5mm Jarak (Y) = (jarak 1 + jarak 2)/2 = (84.53 = 84.03 –92.03 = 127 mm Jarak (Y) = (jarak 1 + jarak 2)/2 = (127+ 127)/2 = 127mm c.3 = 0.043/1.033 θ = 1.30  Laporan Praktikum Jarak Terang Pusat terhadap Orde ke-2 Jarak 1 = posisi terang pusat – posisi terang orde 2 = 177.5mm  Jarak Terang Pusat terhadap Orde ke-3 Jarak 1 = posisi terang pusat – posisi terang orde 3 = 177.9 o OR-01 | Fisika Dasar 2 .304.03 .5mm Jarak 2 = posisi terang pusat – posisi terang orde 2 = 177.03 = 127 mm Jarak 2 = posisi terang pusat – posisi terang orde 3 = 177.03. Sudut Difraksi Tiap Orde  Sudut difraksi orde-1 Sin θ = Y/l = 0.259.50.

15 0. GrafikSin θ terhadap m M 1 2 3 sin 0.0127/1.0097 θ = 5.31  Laporan Praktikum Sudut difraksi orde-2 = Y/l Sin θ = 0.7 o Sudut difraksi orde-3 = Y/l Sin θ = 0.03 0.0097 GRAFIK SIN𝛉 TERHADAP M 0.084/1.09 0.01 -0.064 θ  = 3.3 = 0.01 1 OR-01 | Fisika Dasar 2 2 3 .064 0.033 0.07 0.11 0.05 0.3 = 0.6o d.13 0.

05 OR-01 | Fisika Dasar 2 0.1067 xi2 1 4 9 14 yi2 xiyi 0.0291 0.0097 0.09 0.01 -0.00189 0.128 0.0749 GRAFIK TAN𝛉 TERHADAP M 0.00694 0.0097 0.385 nm f.064 0.00694 0.064 0.00009 0.Laporan Praktikum 32 e.06925 d = 2 x 10-5 m λ=mxd = 0.00189 0.128 0. Panjang Gelombang I 1 2 3 𝑚= 𝑚= xi 1 2 3 6 𝑛 yi 0.0749 − 6 0.1067 3 14 − 6 2 𝑚 = 0.0291 0.033 0.13 0.15 0.01 1 2 3 .033 0.00009 0.07 0.033 0.03 0.11 0.033 0.00496 0.1067 xi2 1 4 9 14 yi2 xiyi 0.0749 𝑥𝑦 − ( 𝑥)( 𝑦) 𝑛 𝑥 2 − ( 𝑥)2 3 0. Penyimpangan terhadap tan θ I 1 2 3 xi 1 2 3 6 yi 0.06925 x 2 x 10-5 = 1.00496 0.

Percobaan Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan pada kesempatan kali ini saya sebagai praktikan menganalisa mengenai hal-hal apa saja yang telah dilakukan berkaitan dengan percobaan. jadi peyimpangan relatif bernilai 0% VIII.ac. maka perbandingan antara nilai sin dan tan dapat dikatakan sama. Faktor yang pertama adalah proses praktikum. maka dari itu nilai sin θ dan tan θ sama. Analisa A.ui.385 nm Karena sudutnya relatif kecil. Dalam proses praktikum ini saya sebagai praktikan tidak dapat menyentuh langsung alat-alat dan bahan praktikum melainkan mengendalikannya dari jarak jauh melalui internet untuk mengontrol kerjanya komputer. Percobaan yang saya lakukan sebagai praktikan kali ini dilakukan secara online sarana r-lab melalui situs sitrampil. Sehingga pengawasan jalannya praktikum pun harus melalui video web-cam. telah diketahui bahwa pada praktikum ini web-cam yang digunakan tidak OR-01 | Fisika Dasar 2 .06925 d = 2 x 10-5 m λ=mxd = 0.id yang telah disediakan oleh FMIPA Universitas Indonesia.1067 3 14 − 6 2 𝑚 = 0.06925 x 2 x 10-5 = 1.Laporan Praktikum 33 𝑚= 𝑚= 𝑛 𝑥𝑦 − ( 𝑥)( 𝑦) 𝑛 𝑥 2 − ( 𝑥)2 3 0.0749 − 6 0. Beberapa hal yang akan saya analisa pada bagian ini adalah proses yang terjadi selama praktikum dan teknis percobaan berupa kerja computer pada percobaan kali ini. Namun.

dan sudut difraksi. panjang detektor. jarak terang pusat. hal ini dapat dibuktikan dengan perbedaan pada setiap percobaan yang saya lakukan sehingga cukup sulit untuk menentukan data mana yang cukup valid untuk dapat digunakan pada praktikum kali ini. Dalam hal ini computer yang digunakan melakukan perhitungan secara acak. intensitas maksimum tiap orde.34 Laporan Praktikum dapat berjalan dengan baik sehingga saya sebagai praktikan tidak dapat mengamati praktikum walaupun saya sudah meng-instal java untuk melihatnya. Akan tetapi data hasil praktikum ini muncul pada akhir praktikum dan data inilah yang saya gunakan sebagai data pengamatan. Yang bertindak sebagai variabel bebas pada praktikum kali ini adalah orde difraksi yang divariasikan sebanyak 3 kali. jarak terang pusat. sudut difraksi. OR-01 | Fisika Dasar 2 . pola difraksi. jarak antar kisi difraksi. Variable kontrol pada praktikum kali ini adalah jarak antar kisi difraksi. Hasil Pada percobaan Pengukuran Panjang Gelombang Laser kali ini terdapat beberapa variable yang terlibat yaitu berupa panjang gelombang sinar laser. Faktor yang kedua adalah kesalahan komputer yang bekerja. B. dan panjang detektor Variabel-variabel yang telah ada diatur sedemikian rupa untuk melihat bagaimana pengaruh orde difraksi terhadap panjang gelombang laser dan bagaimana pengaruh intensitas maksimum orde terhadap sudut difraksi. orde difraksi. Intensitas maksimum orde dan jarak terang maksimum yang terbentuk nantinya akan mempengaruhi sudut difraksi serta panjang gelombang laser yang terbentuk. pola difraksi. intensitas maksimum tiap orde. Variable terikat pada praktikum kali ini adalah panjang gelombang sinar laser. Sehingga saya pun tidak mengetahui apa yang terjadi pada saat praktikum ini berjalan dan apa saja yang mempengaruhinya.

Hal tersebut menandakan bahwa adanya jarak kisi difraksi mengubah intensitas pola difraksi. Hal ini terjadi dikarenakan persamaan tersebut merupakan pendekatan yang paling baik dari percobaan diatas. Pada set percobaan seperti ini. Pada grafik hubungan sudut difraksi dan pola difrsksi didapatkan data grafik yang menunjukan bahwa gradien rata-rata dari semua data pengamatan bernilai positif (+). Berdasarkan persamaan diatas.Variable panjang gelombang berbanding lurus terhadap sudut difraksi yang terbentuk. hal ini dapat dibuktikan dengan terjadinya peningkatan nilaiorde difraksi menyebabkan pajang gelombang laser mengalami penurunan. apabila kita mensubstitusikan salah satu nilai Sin θpada λ = 1. Ketika udara dihembuskan kepada probe.Laporan Praktikum 35 Variable panjang gelombang laser berbanding terbalik terhadap orde difraksi. Persebaran nilai dan besarnya nilai hasil pada grafik menunjukkan perbedaan dengan literature namun masih dengan tingkat OR-01 | Fisika Dasar 2 .06925. Semakin cepat udara mengalir. Akan tetapi terdapat kesalahan yang merupakan hal yang wajar karena percobaan ini dirancang dalam keadaan sesungguhnya. C. maka perubahan nilai arus listrik yang mengalir berubah dan nilai resistansi menjadi semakin besar.385 nm hasilnya tidak tepat pada panjang gelombang sinar laser yang terbentuk pada saat percobaan. Variable gradiengaris grafik fungsi Sin θ terhadap intensitas pola difraksi dapat dibuktikan dengan meningkatnya intensitas pola difraksi akibat dari gradiengaris grafik fungsi Sin θ. Grafik (i) Grafik Intensitas Pola Difraksi Grafik intensitas pola difraksi yang terbentuk pada pengamatan kali ini. grafik Sin θ sebagai fungsi orde difraksi berbentuk garis dengan kemiringan rata-rata 0. maka nilai resistansi kawat akan berubah sehingga mengubah besarnya nilai arus listrik yang mengalir.

Kesalahan-kesalahan yang mungkin dapat terjadi pada saat percobaan ini yakni:  Alat-alat praktikum yang tidak dikalibrasikan sebelumnya. (ii) Grafik Sin θ sebagai Fungsi Orde Difraksi. Variable panjang gelombang sinar laser berbanding terbalik terhadap jarak antar kisi difraksi. Kesalahan Dalam percobaan disipasi kalor hotwire kali ini data yang diperoleh sedikit berbeda dengan literatur/acuan.  Kesalahan dalam perhitungan.  Webcam/camcorder yang tidak aktif/tidak berfungsi. hal ini dapat terjadi mungkin karena banyak kesalahan yang terjadi pada saat eksperimen sehingga hasil yang diperoleh tidak terlalu baik. Persebaran nilai dan besarnya nilai hasil pada grafik menunjukkan perbedaan dengan literature namun masih dengan tingkat yang kecil disebabkan oleh beberapa kesalahan yang terjadi selama percobaan. Grafik percobaan Sin θ sebagai fungsi orde difraksi yang didapatkan pada pengamatan kali ini. misalnya penggunaan metode atau aturan angka penting yang kurang sesuai dengan kaidah yang seharusnya.36 Laporan Praktikum yang kecil disebabkan oleh beberapa kesalahan yang terjadi selama percobaan. Hal tersebut menandakan bahwa adanya orde difraksi pada kisi yang dapat mengubah dan mempengaruhi panjang gelombang sinar laser. tetapi tidak terlalu jauh dari nilai literatur/acuan. sehingga kita tidak dapat melihat jalannya praktikum. OR-01 | Fisika Dasar 2 . sehingga data yang diperoleh sedikit berbeda dengan literatur/acuan. D. Pada grafik Sin θ (sudut kisi difraksi) terhadap gradien didapatkan data grafik yang menunjukan bahwa rata-rata dari semua data percobaan bernilai positif (+).

Inc. 2000. 7th Edition. Resnick. Referensi  Giancoli. Extended Edition. Physics for Scientists & Engeeners. Fundamentals of Physics. NJ. D.37 Laporan Praktikum IX. Prentice Hall. John Wiley & Sons. Walker.  Halliday. 2005.. NJ.C.. OR-01 | Fisika Dasar 2 . Third Edition.