TUGAS

:

GEOLOGI STRUKTUR

OLEH: NAMA STAMBUK PRODI : KASMADIN : F3G2 12 023 : D3 TEKNIK PERTAMBANGAN

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS HALUOLEO KENDARI 2013

Lipatan (fold)
Lipatan merupakan bahan atau deformasi dari lapisan batuan yang terjadi sebagai akibat dari faktor gaya yang terjadi sehingga lapisan batuan tersebut berpindah dari kedudukan awalnya, bisa berbentuk lengkungan dan tak jarang lapisan tersebut akan patah. Pada lipatan perubahan lapisan batuan hanya berbentuk melengkung saja. Lipatan juga terjadi karena adanya tekanan yang tidak terlalu kuat, tetapi terjadi secara terus-menerus.Lipatan merupakan pencerminan dari suatu lengkungan yang mekanismenya disebabkan dua proses, yaitu bending atau melengkung dan bucking atau melipat. Pada gejala bucking gaya yang bekerja sejajar dengan bidang perlapisan, sedangkan pada bending, gaya yang bekerja tegak lurus terhadap bidang permukaan lapisan. Lipatan juga dapat terbentuk karena pergeseran lempeng tektonik. Pergeseran lempeng tersebut mengakibatkan adanya lapisan yang terdorong secara horizontal, baik pada salah satu tepi lapisan maupun pada kedua tepi lapisan.Lapisan batuan kemudian mengalami perlipatan dan perlengkungan.. Tenaga yang mengenai suatu lapisan batuan, akan mengubah bentuk lapisan menjadi sebuah lipatan sesuai ketahanan atau kekompakan komposisi batuan.Gerakan yang berasal dari bumi yang menyebabkan atau menimbulkan bentuk-bentuk tertentu disebabkan karena adanya gaya tegangan yang terdapat di kerak bumi disebut gaya endogen. Gejala tektonik merupakan bagian dari gaya endogen.

Struktur Lipatan
Struktur lipatan merupakan salah satu struktur geologi yang paling umum dijumpai pada batuan sedimen klastika, dan sering pula ditemukan pada batuan vulkanik dan metamorf. Salah satu ciri khas batuan sedimen klastika adalah dijumpainya bidang perlapisan batuan yang terbentuk pada saat sedimentasi. Apabila kita perhatikan pada singkapan batuan di lapangan bidang perlapisan terebut mempunyai bidang kedudukan yang bervariasi, hal ini tergantung pada tektonik yang melatarbelakanginya. Suatu lipatan terdiri atas beberapa bagian yang membentuk struktur lipatan. Struktur sebuah lipatan terdiri atas:

a).Antiklin merupakan punggung lipatan yang kemiringan kedua sayapnya ke arah saling berlawanan dan saling menjauh (bentuk concav dengan cembung ke atas). Bagian tengah dari antiklin disebut inti antiklin.

b) sinklin atau lembah lipatan, yaitu lipatan yang cekung (concave) ke atas.Siklin merupakan lembah lipatan yang kemiringan kedua sayapnya menuju ke suatu arah dan saling mendekat (bentuk concav dengan cekungnya mengarah ke atas. Bagian tengah dari sinklin disebut inti sinklin.

Kekar (Joint)
Kekar adalah struktur rekahan pada batuan dimana tidak ada atau relatif sedikit sekali terjadi pergeseran. Kekar merupakan salah satu struktur yang paling umum pada batuan.Kekar adalah jenis struktur batuan dalam bentuk bidang pecah. Karena sifat bidang inimemisahkan batuan menjadi bagian-bagian terpisah maka struktur kekar merupakan jalanatau rongga kesarangan batuan untuk dilalui cairan dari luar beserta materi lain seperti air,gas dan unsur-unsur lain yang menyertainya. Sifat kesarangan batuan akibat kekar bertalianerat dengan proses mineralisasi. Atau dapat diartikan lain bahwa mineralisasi dapat dideteksidari sifat dan kehadiran kekar dalam batuan.Proses mineralisasi terutama mineralisasi logam dasar termasuk emas dan perak maka pertalian kekar sebagai pembawa logam menjadi sangat penting untuk dianalisis.Analisis kekar baik sebagai individu maupun kelompok dapat dilakukan dengan cara pemetaan kekar pada batuan. Yaitu memetakan fisik kekar, posisi kekar, pengelompokankekar dari tata letak atau pola geografisnya.Kekar secara genetis sangat bervariasi cara kejadiannnya. Salah satu proses kejadian kekar yang sangat umum adalah akibat tektonik selama batuan terbentuk atau sesudah batuan terlitifikasi. Kekar di bedakan menjadi 3 macam yaitu kekar pengerutan, kekar lembar dan kekar akibat tektonik.

Kekar lembar (sheet joint ) yaitu sekumpulan kekar yang kira-kira sejajar dengan permukaan tanah, terutama pada batuan beku. Terbentuknya kekar ini akibat penghilangan beban batuan yang tererosi. Penghilangan beban pada kekar ini terjadi akibat :

1) Batuan beku belum benar-benar membeku secara menyeluruh 2) Tiba-tiba diatasnya terjadi erosi yang dipercepat 3) Sering terjadi pada sebuah intrusi konkordan (sill) dangkal

Sheet joint di sekitar Half Dome di California

Kekar pengerutan (srinkage joint) yaitu kekar yang disebabkan karena gaya pengerutan yang timbul karena pendinginan (pada batuan beku = kekar tiang / kolom) atau pengeringan (pada batuan sedimen) biasanya berbentuk polygonal yang memanjang. Kekar kolom yang terjadi pada batuan beku, pada umumnya terjadi akibat adanya intrusi dangkal (intrusi batuan yang letaknya relative dekat dengan permukaan bumi) bentuknya adalah seperti pilar-pilar berbentuk segi empat atau segi 6

Kekar akibat tektonik, berdasarkan genesanya kekar tektonik dibagi menjadi 2 macam yaitu kekar gerus dan kekar tarik a. Kekar Gerus (Shear Joint), yaitu kekar yang terjadi akibat stress yang cenderung mengelincir bidang satu sama lainnya yang berdekatan b. Kekar Tarikan (Tensional Joint), yaitu kekar yang terbentuk dengan arah tegak lurus dari gaya yang cenderung untuk memindahkan batuan (gaya tension). Hal ini terjadi akibat dari stress yang cenderung untuk membelah dengan cara menekannya pada arah yang berlawanan, dan akhirnya kedua dindingnya akan saling menjauhi.

SESAR/PATAHAN (FAULT)
Sesar/Patahan (Fault) Adanya rekahan pada batuan yang telah mengalami pergeseran
yang berarti pada bidang rekahnya suatu sesar dapat berupa bidang (fault plain) atau rekahan tunggal.

Patahan terjadi ketika suatu batuan mengalami retakan terlebih dahulu yang kejadian ini berkaitan erat dengan tekanan dan kekuatan batuan yang mendapatkan gaya sehingga timbul adanya retakan (fracture). Tekanan yang diberikan mampu memberikan perubahan pada batuan dengan waktu yang sangat lama dan hingga memberikan gerakan sebesar seperseratus sentimeter dan bahkan sampai beberapa meter. Ketika ini terjadi, maka akan timbul sebuah gaya yang sangat besar yang berdampak getaran bagi sekitarnya saat suatu batuan mengalami patahan atau yang sering kita sebut dengan gempa. Arah pergerakan pada suatu patahan tergantung pada kekuatan batuan. Patahan diakibatkan oleh batuan yang ditekankan atau mendapatkan gaya yang pada umumnya dalam bentuk tekanan ( pada umumnya membentuk lipatan) yang kemudian batuan dapat pecah. Patahan adalah istilah yang menandai adanya gaya tekan atau tekanan dan terjadi secara alami yang geometris. patahan terdiri dari beberapa tipe yang diantaranya : 1. Dip – Slip Fault. Normal Fault. Patahan normal adalah patahan yang terjadi pada batuan yang salah satu bagiannya mengalami pergerakan ke bawah terhadap keadaan asalnya. Gerakan patahan ini adalah disebabkan oleh kekuatan tegang dan mengakibatkan perluasan (ada bidang fault plane). Nama lain adalah normalslip fault, patahan gaya berat atau patahan tegang.

Reserve Fault. Pada reserve fault adalah kebalikan dari normal fault. Yaitu arah patahan bagian batuan adalah naik terhadap keadaan awal batuan. Gerakan

patahhan ini disebabkan oleh kekuatan compresional (tekanan) yang mengakibatkan pemendekan atau penyempitan.

2. Strike – Slip Fault. Patahan Strike – Slip ini merupakan patahan yang terjadi pada batuan yang arah patahannya secara horizontal. Bagian yang bergerak menjauhi bagian kanan bidang dinamanakan left-fault. Dan sebaliknya apabila bagian yang bergerak menjauhi bagian kiri bidang dinamakan right-fault. Patahan ini terjadi karena gaya yang mengenai sebuah batuan berasal dari samping atau gaya melintang.

3. Oblique – Slip Fault. Oblique – Slip Fault merupakan kejadian yang merupakan gabungan dari Dip-Slip fault dan strike-slip fault. Sehingga pergerakan batuan terjadi secara naik atau turun dan juga mengalami pergerakan secara horisontal ke kanan atau ke kiri. Sehingga pergerakan yang timbul secara vertikal dan horizontal. Patahan ini disebabkan oleh gaya tekan dari atas atau dari bawah dan juga gaya samping yang diberikan / dikenakan pada batuan.

REFERENSI

:

http://geoanis.blogspot.com/2012/04/lipatan-foldsflexures.html
http://sodikin-mandala.blogspot.com/2011/03/struktur-kekar.html http://geologist24.blogspot.com/2011/04/kekar-sesar-lipatan.htm http://geografi-siswa.blogspot.com/2012/01/fault-patahan.html

http://mataratu22.blogspot.com/2012/12/lipatan-fold.html#ixzz2Pl0QQrAv http.//penambang007.blogspot.com

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful