P. 1
F3G212045

F3G212045

|Views: 6|Likes:
Published by firda66

More info:

Published by: firda66 on Apr 12, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

11/04/2013

pdf

text

original

TUGAS GEOLOGI STRUKTUR

OLEH : NAMA STAMBUK PRODI JURUSAN : DEPRI AFRIAN LAMBUTO : F3G212045 : TEKNIK PERTAMBANGAN : FISIKA

FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM UNIVERSITAS HALUOLEO KENDARI 2013

LIPATAN(FOLD) Lipatan adalah hasil perubahan bentuk atau volume dari suatu bahan yang ditunjukkan sebagai lengkungan atau kumpulan dari lengkungan pada unsur garis bidang didalam bahan tersebut Mekanisme Terjadinya Flexures Masing-masing mekaninsme tersebut disertai gelincir lengkukan (flexural slip) yang paling banyak terdapat di antara tiap lapisan batuan yang berbeda, karena perbedaan sifat batuan tiap satuan lapisan tersebut, seperti perbedaan kekompakan tiap tubuh batuan, yang akan menyebabkan adanya gores - garis di bidang kontak kedua batuan. Pada struktur sesar, hal ini disebut dengan cermin sesar. Tenaga yang mengenai suatu lapisan batuan, akan mengubah bentuk lapisan menjadi sebuah lipatan sesuai ketahanan atau kekompakan komposisi batuan. Gerakan yang berasal dari bumi yang menyebabkan atau menimbulkan bentuk-bentuk tertentu disebabkan karena adanya gaya tegangan yang terdapat di kerak bumi disebut gaya endogen. Gejala tektonik merupakan bagian dari gaya endogen.

Lipatan atau fold atau flexure

karena adanya deformasi lapisan batuan yang terjadi akibat dari gaya tegasan sehingga batuan pindah dari kedudukannya semula membentuk lengkungan. Selain itu, lipatan adalah lapisan kulit bumi yang mendapat tekanan yang arahnya mendatar. Lipatan dapat dibagi menjadi dua berdasarkan bentuk lengkungan, yaitu antiklin dan sinklin.

Pada daerah berstruktur lipatan, disebabkan oleh tenaga endogen yang arahnya mendatar berupa tekanan, sehingga batuan sedimen yang letak lapisan-lapisannya mendatar berubah menjadi terlipat atau bergelombang. Daerah yang berstruktur demikian disebut daerah lipatan, dalam bahasa Inggris disebut flexure. suatu lipatan memilik beberapa bagian, sebagai akibat dari adanya lipatan tersebut. Unsur-unsur tersebut adalah antiklinal, sinklinal, sayap antiklin. Di samping itu juga ada berupa sumbu antiklinal dalam kaitannya dengan menentukan posisi suatu lipatan yaitu dip (kemiringan) dan strike (jurus), serta sumbu sinklinal. Berbicara mengenai lipatan ada beberapa macam sebagai akibat dari kekutan yang membentuknya, yaitu lipatan tegak, miring, menggantung, isoklin, rebah, kelopak, antiklinoriun, dan sinklinorium.

a. Antiklin Antiklin merupakan punggung lipatan yang kemiringan kedua sayapnya ke arah saling berlawanan dan saling menjauh (bentuk concav dengan cembung ke atas). Bagian tengah dari antiklin disebut inti antiklin.

b. Sinklin Siklin merupakan lembah lipatan yang kemiringan kedua sayapnya menuju ke suatu arah dan saling mendekat (bentuk concav dengan cekungnya mengarah ke atas. Bagian tengah dari sinklin disebut inti sinklin. Pada lipatan ada yang dinamakan bidang porosan dan porosan lipatan. Bidang porosan adalah bidang yang membelah antara sayap lipatan menjadi dua. Porosan.

KEKAR (JOINT) Kekar adalah struktur rekahan pada batuan dimana tidak ada atau relative tanpa mengalami pergeseran pada bidang rekahannya. Kekar dapat terjadi pada semua jenis batuan, dengan ukuran yang hanya beberapa millimeter (kekar mikro) hingga ratusan kilometer ( kekar mayor ) sedangkan yang berukuran beberapa meter disebut dengan kekar minor. Kekar dapat terjadi akibat proses tektonik maupun perlapukan juga perubahan temperature yang signifikan. Kekar merupakan jenis struktur batuan dalam bentuk bidang pecah. Karena sifat bidang ini memisahkan batuan menjadi bagianbagian terpisah maka struktur kekar merupakan jalan atau rongga kesarangan batuan untuk dilalui cairan dari luar beserta materi lain seperti air, gas dan unsur-unsur lain yang menyertainya. B. Jenis-jenis Kekar Kekar di bedakan menjadi 3 macam yaitu kekar pengerutan, kekar lembar dan kekar akibat tektonik.

Kekar lembar (sheet joint ) yaitu sekumpulan kekar yang kira-kira sejajar dengan permukaan tanah, terutama pada batuan beku. Terbentuknya kekar ini akibat penghilangan beban batuan yang tererosi. Penghilangan beban pada kekar ini terjadi akibat :

1) Batuan beku belum benar-benar membeku secara menyeluruh 2) Tiba-tiba diatasnya terjadi erosi yang dipercepat 3) Sering terjadi pada sebuah intrusi konkordan (sill) dangkal

Sheet Joint granit pada Enchanted Rock di Texas, AS

Kekar pengerutan (srinkage joint) yaitu kekar yang disebabkan karena gaya pengerutan yang timbul karena pendinginan (pada batuan beku = kekar tiang / kolom) atau pengeringan (pada batuan sedimen) biasanya berbentuk polygonal yang memanjang. Kekar kolom yang terjadi pada batuan beku, pada umumnya terjadi akibat adanya intrusi dangkal (intrusi batuan yang letaknya relative dekat dengan permukaan bumi) bentuknya adalah seperti pilar-pilar berbentuk segi empat atau segi 6

Kekar akibat tektonik, berdasarkan genesanya kekar tektonik dibagi menjadi 2 macam yaitu kekar gerus dan kekar tarik.

SESAR(FAULT) Sesar adalah rekahan atau zona rekahan pada batuan yang memperlihatkan peregeseran. Pergeseran pada sesar bisa terjadi sepanjang garis lurus (translasi) atau terputar (rotasi). Sesar merupakan struktur bidang dimana kedudukannya dinyatakan dalam jurus dan kemiringan. Penyebab terjadinya Sesar Sesar atau yang biasa di sebut dengan fault adalah rekahan yang terbentuk karena mengalami pergeseran sehingga terjadi perpindahan antara bagian-bagian yang berhadapan dengan arah yang sejajar dengan bidang patahan, pergeseran ini dapat berjalan dengan cepat dan dapat juga berjalan dengan lambat. Hal ini akhirnya dapat menyebabkan pergeseran lapisan tanah , tanah longsor bahkan dapat menyebabkan gempa bumi. pergeseran dapat berkisar dari beberapa milimeter sampai ratusan meter dan panjangnya dapat mencapai beberapa miliimeter hingga ribuan meter. sesar dapat terjadi pada segala jenis batuan. akibat terjadinya pergeseran itu, sesar akan mengubah perkembangan topografi, mengontrol air permukaan dan bawah permukaan, merusak stratigrafi batuan dan sebagainya.

1. Sesar Normal yaitu hanging wall relatif turun terhadap foot wall, bidang sesarnya mempunyai kemiringan yang besar. Untuk lebih memahami apa itu sesar normal.Sesar Normal Sesar naik yaitu hanging wall relatif naik terhadap foot wall, dengan kemiringan sesar yang besar. Umumnya sesar normal dan sesar naik pergerakannya hanya vertikal, jadi termasuk sesar dip-slip. 2. SESAR NAIK. sesar mendatar yaitu sesar mendatar ditentukan dengan menghadap ke bidang sesar, bila bidang di depan bergerak ke kiri,

seperti diagram, diseebut mendatar sinistral. Dan sebaliknya di sebut sesar mendatar dekstal. Untuk lebih memahami apa itu sesar mendatar 3. SESAR MENDATAR.sesar oblique yaitu gaya-gaya yang bekerja yang menyebabkan sesar mendata dan sesar normal. 4. Strike Fault, yaitu sesar yang arah jurusnya sejajar dengan jurus batuan sekitarnya, sesar ini disebut juga sesar geser, dimana pergeseran dominan pada arah horizontal dan sejajar ddenga bidang sesarnya. Sesar ini timbul karena adanya shear stress. 5. . Dip Fault, yaitu jurus dari sesar searah dengan kemiringan dari lapisan batuan sekitarnya. Pada umumnya dikenal dua tipe Dip fault, yaitu sesar normal dan sesar naik

Indikasi Gerak Sesar Sering dijumpai dinding atau bidang rekakan, namun tidak dapat dengan segera apakah pernah terjadi gerakan atau pergeseran sepanjang bidang tersebut atau tidak. Dengan kata lain kita tidak dapat menentukan apakah bidang tersebut akibaat sesar. Ada beberapa jejak yang ditimbulkan dan terekam oleh gesekan pada batuan yang teresesarkan. Diantaranya dalah gores-garis (slickensides), gesekan antar batuan yang keras, permukaannya menjadi halus dan licin disertai goresan-goresan dan striasi pada bidang sesar, tidak semua sesar mempunyainya, atau sudah tidak tampak lagi karena lapuk dan tererosi. Kebanyakan gerak sesar cendrung menghancurkan batuan yang bergesekakn menjadi berbagai ukuran yang tidak beraturan besarnya, membentuk Breksi sesar atau (fault breksia). Breksi sesar dapat dengan mudah dibedakan dengan breksi sedimenter karena fragmen dan matriknya terdiri dari materil yang sama.

REFERENSI
http://geoanis.blogspot.com/2012/04/lipatan-foldsflexures.html

http://penambang007.blogspot.com/2011/05/v-behaviorurldefaultvmlo.html http://guardianofbishope.blogspot.com/2012/01/penyebab-terjadinya-sesar-sesaratau.html

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->