BAB I PENDAHULUAN A.

Latar Belakang Abortus adalah berakhirnya suatu kehamilan sebelum kehamilan berusia 20 minggu atau kehamilan belum mampu untuk hidup diluar kandungan.( Sarwono, 2002 : 145 ) Salah satu jenis abortus yaitu abortus iminens ( abortus mengancam ) yang mana dalam keadaan ini kemungkinan kehamilan masih bisa dipertahankan, tapi juga tidak menuntut kemungkinan bisa menjadi abortus insipien ( keguguran yang sedang berlangsung ) yang tentunya pada keadaan ini kehamilan tidak bisa lagi unutuk dipetahankan. Salah satu unsur penting penanganan dalam abortus iminens yaitu dengan tirah baring, karena dengan ini aliran darah ke uterus bertambah, selain itu juga akan mengurangi rangsangan mekanik. 1.1 Tujuan 1.1.1 Tujuan Umum Diharapkan mampu melakukan Asuhan keperawatan pada klien dengan abortus imminens yang tepat.dnegan menggunakan metode pendekatan ilmiah. Tujuan Khusus Diharapkan mahasiswa mampu melakukan : 1. Pengkajian 2. Indentifikasi 3. Menentukan antipasi masalah potensial. 4. Indentifikasi kebutuhan segera 5. Rencana Asuhan Kebidanan rasionalisasi dan implementasi 6. Melaksanakan intervensi sesuai dengan kebutuhan 7. Mengevaluasi kefektifan Asuhan Kebidanan yang diberikan

1

Metode penulisan Dalam penulisan karya tulis ini Pelaksanaan praktek lapangan dilakukan pada tanggal 24 juni s/d 14 agustus 2010 di rumah sakit umum daerah abepura.rumah sakit umum daerah dok dan rumah sakit jiwa abepura jayapurah. 1.2 Sistematika Penulisan Halaman Judul Lembar Pengesahan Kata Pengantar Daftar Isi Bab I Pendahuluan Bab II Tinjauan Teori Bab III Tinjauan Kasus Bab IV Penutup Daftar Pustaka

2

Abortus ini dibagi dua : 1.1 Konsep Dasar Abortus Adalah berakhirnya suatu kehamilan sebelum kehamilan berusia 20 minggu atau kehamilan belum mampu untuk hidup diluar kandungan. ( Sarwono.BAB II TINJAUAN TEORI 2.2 Abortus Provokatus Adalah abortus yang disengaja. 2002:145 ) 2. baik dengan memakai obat-obatan maupun alat. semata-mata disebabkan oleh factor-faktor alamiah. Abortus Kriminalis Adalah abortus yang terjadi oleh karena tindakan yang tidak legal atau tidak berdasarkan indikasi medis.3 Macam-macam Abortus Spontan. 2.2. 2. Abortus Medialis Adalah abortus dengan alasan bila kehamilan dilanjutkan akan membahayakan jiwa ibu ( berdasarkan indikasi medis ).2 Klasifikasi Abortus dapat dibagi atas 2 golongan : 2.1 Abortus Spontan Adalah abortus yang terjadi dengan tidak didahului factor-faktor mekanis ataupun medialis. Abortus Incompletus (Keguguran bersisa) ( Rustam Mocthar 1998:211 ) ( Rustam Mocthar 1998:211 ) 3 .1 Abortus Kompletus (Keguguran lengkap) Adalah seluruh hasil konsepsi dikeluarkan (desidua dan fetus) sehingga rongga rahim kosong. 2.3.2. 2.

obat-obatan.2 Kelainan pada placenta. Pengaruh teratogen akibat radiasi. 2. yang tertinggal adalah desidua dan placenta.1 ( Kapita Selekta. 2. Missed Abortion Adalah keadaan dimana janin sudah mati. terutama trisomi autosom dan monosomni X. Abortus Insipien (Keguguran sedang berlangsung) Adalah abortus sedang berlangsung dengan ostium eksternum dan internum sudah terbuka dan ketuban yang teraba. 4 .4.4 Etiologi 2.4. Abortus septic adalah keguguran disertai infeksi berat dengan penyebaran kuman atau toxinnya kedalam peredaran darah atau peritoneum. Abortus Iminens (Keguguran membakat) Adalah abortus membakat dan akan terjadi. virus. 2002:261 ) Kelainan pertumbuhan hasil konsepsi. misalnya endarteritis vili koralis karena hipertensi menahun. Lingkungan tempat implantasi kurang sempurna. Dalam hal ini keluarnya fetus masih dapat dicegah dengan memberikan obat-obatan. Abortus Infektiosus dan Abortus Septik Adalah keguguran yang disertai infeksi genital.Adalah hanya sebagian dari hasil konsepsi dikeluarkan. tetapi tetap berada dalam rahim yang tidak dikeluarkan selama 2 bulan atau lebih. biasanya menyebabkan abortus pada kehamilan sebelum usia 8 minggu. Factor-faktor yang menyebabkan kelainan ini adalah : • • • Kelainan kromosom. Abortus Habitualis (Keguguran berulang) Adalah keadaan dimana penderita mengalami keguguran berturutturut 3 kali atau lebih. tembakau dan alkohol. Kehamilan tidak dapat dipertahankan lagi.

mota kruenta. jadi hasil konsepsi dapat dikeluarkan seluruhnya. Pada kehamilan lebih dari 14 minggu. misalnya pneumonia. Pada kehamilan 8-14 minggu. retroversi uteri.6 Komplikasi Abortus 2. Kelainan traktus genetalia seperti incompetensi serviks (untuk abortus pada trimester ke-2).3 2. janindikeluarkan lebih dahulu dari pada placenta.4 Faktor maternal. mioma uteri.3 Infeksi 5 . 2.1 Pendarahan Dapat diatasi dengan pengosongan uterus dari sisa hasil konsepsi dan jika perlu pemberian transfusi darah.2 Perforasi Uterus Dapat terjadi perforasi pada kerokan terutama pada uterus dalam posisi hiperretrofleksi. Hasil konsepsi keluar dalam berbagai bentuk. Kemudian uterus berkontraksi untuk mengeluarkan benda asing tersebut. maserasi. keracunan dan toksoplasmosis. fetus kompresus.6. 2002:261 ) Pada awal abortus terjadi pendarahan desidua basalis.6.4.4. anemia berat. seperti kantong kosong amnion atau benda kecil yang tidak jelas bentuknya (blighted ovum). 2. ada kelainan uterus. penembusan sudah lebih dalam hingga placenta hingga dilepaskan sempurna dan menimbulkan banyak pendarahan. 2. diikuti nekrosis jaringan sekitar yang menyebabkan hasil konsepsi terlepas dan dianggap benda asing dalam uterus. atau pupiraseus. 2. janin masih hidup. janin lahir mati. vili korialis belum menembus desidua secara dalam. Kematian karena pendarahan dapat terjadi apabila pertolongan tidak diberikan pada waktunya. tifus.2. Pada kehamilan kurang dari 8 minggu.5 Patogenesis ( Kapita Selekta.6. jika terjadi perforasi harus segera dilakukan laparatomi.

Dalam kondisi seperti ini. ( Pelayanan Kesehatan Material dan Neonatal.1 Pengertian Abortus iminens Peristiwa terjadinya pendarahan pada uterus sebelum kehamilan 20 minggu. 2002:263 ) Terjadi pendarahan bercak yang menunjukkan ancaman terhadap kelangsungan suatu kehamilan. kehamilan masih dapat diselamatkan dengan pengobatan dan tirah baring (istirahat ditempat tidur). kehamilan masih mungkin berlanjut atau diperhatikan. 2002:147 ) 2. ( Sarwono. ( Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita.Infeksi dalam uterus atau sekitarnya dapat terjadi pada tiap abortus lebih sering ditemukan pada abortus inkompletus dan abortus buatan yang tanpa memperhatikan aseptik dan antiseptik.2 Gejala abortus iminens Perdarahan melalui ostium uteri eksternum Perut mules sedikit atau tidak sama sekali Uterus membesar sesuai usia kehamilan Serviks belum membuka Tes kehamilan positif 6 . ( Kapita Selekta Kedokteran. dimana hasil konsepsi masih dalam uterus dan tanpa adanya dilatasi serviks. 2002:305 ) Pada pemeriksaan dalam belum terdapat pembukaan mulut rahim. 1999:102 ) Perdarahan pervaginam pada kehamilan kurang dari 20 minggu tanpa adanya tanda-tanda dilatasi serviks yang mengikat.4 Syok Keadaan syok dapat ditimbulkan oleh bermacam-macam sebab yang terbanyak adalah syok hipovolemik yaitu adanya kekurangan volume darah yang beredar akibat perdarahan atau dehidrasi.7. 2. 2.7 Konsep Dasar Abortus Iminens 2.7.6.

 Periksa denyut nadi dan suhu badan 2x sehari bila pasien tidak panas dan tiap 4 jam bila pasien panas. 7 .2.  Diet tinggi protein dan vitamin C. biasanya fenobarbital 3x30 mg dan preparat hematinik misalnya sulfas ferosus 600-100mg.7.  Untuk pengambilan suatu keputusan  Yang berfokus pada klien. Pengertian  Proses pemecahan masalah  Digunakan sebagai metode untuk mengorganisasikan pikiran dan tindakan berdasarkan teori ilmiah.  Pemberian obat penenang.  Istirahat baring Tidur terbaring merupakan unsur penting dalam pengobatan karena cara ini menyebabkan bertambahnya aliran darah keuterus dan berkurangnya rangsangan mekanik. 1997 1.Bertahap dan sistematis .  Penemuan-penemuan keterampilan dalam rangkaian atau tahapan yang logis.Melalui suatu proses yang disebut manajemen kebidanan * Manajemen Kebidanan menurut Varney. 2.3 Penanganan abortus iminens terdiri atas.8 Konsep Dasar Asuhan Kebidanan Asuhan kebidanan adalah bantuan yang diberikan oleh bidan kepada individu pasien atau klien yang pelaksanaannya dilakukan dengan cara: .  Bersihkan vulva minimal 2x sehari dengan cairan antiseptik untuk mencegah infeksi terutama saat masih mengeluarkan cairan coklat.  Tes kehamilan dapat dilakukan dan pemeriksaan USG untuk menentukan lebih pasti apakah janin masih hidup.

Langkah-langkah I. Menyusun rencana asuhan secara menyeluruh dengan tepat dan rasional berdasarkan keputusan yang dibuat pada langkah-langkah sebelumnya. VI. spiritual. Data objektif terdiri dari mengidentifikasi diagnosa atau memulai 8 . pengetahuan klien. Yang terdiri dari data subjektif data objektif. Yang termasuk data subjektif antara lain biodata. III. V. VII. Data objektif adalah yang menggambarkan pendokumentasian hasil pemeriksaan fisik klien. riwayat kesehatan. persalinan dan nifas.2. Mengumpulkan semua data yang dibutuhkan untuk keadaan klien secara keseluruhan. riwayat kehamilan. * Langkah 1: Tahap Pengumpulan Data Dasar Pada langkah pertama ini berisi semua informasi yang akurat dan lengkap dari semua sumber yang berkaitan dengan kondisi klien. Menetapkan kebutuhan terhadap tindakan segera. Mengevaluasi keefektifan asuhan yang dilakukan. II. mengulang kembali manajemen proses untuk aspek-aspek asuhan yang tidak efektif. biopsikologi. Data subjektif adalah yang menggambarkan pendokumentasian hasil pengumpulan data klien melalui anamnesa. Mengidentifikasi diagnosa atau masalah potensial dan mengantisipasi penanganannya. kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain serta rujukan berdasarkan kondisi klien. Pelaksanaan langsung asuhan secara efisien dan aman. Menginterpretasikan data untuk masalah. hasil laboratorium dan test diagnostik lain yang dirumuskan dalam data fokus. riwayat menstruasi. IV. konsultasi.

* Langkah II : Interpretasi Data Dasar Pada langkah ini dilakukan identifikasi terhadap diagnosa atau masalah berdasarkan interpretasi yang benar atas data-data yang telah dikumpulkan.pemeriksaan fisik yang sesuai dengan kebutuhan dan pemeriksaan tandatanda vital. * Langkah VI : pelaksanaan langsung asuhan dengan efisien dan aman Pada langkah keenam ini rencana asuhan menyeluruh seperti yang diuraikan pada langkah kelima dilaksanakan secara efisien dan aman. catatan baru dan sebelumnya). Bidan diharapkan dapat waspada dan bersiap-siap diagnosa atau masalah potensial ini benar-benar terjadi. Langkah ini merupakan kelanjutan manajemen terhadap masalah atau diagnosa yang telah diidentifikasi atau diantisipasi. untuk melakukan konsultasi. Walau bidan tidak 9 . Langkah ini membutuhkan antisipasi. pemeriksaan khusus (inspeksi. bila memungkinkan dilakukan pencegahan. * Langkah IV: Menetapkan kebutuhan terhadap tindakan segera. pemeriksaan penunjang (laboratorium. palpasi. Perencanaan ini bisa dilakukan seluruhnya oleh bidan atau sebagian lagi oleh klien atau anggota tim kesehatan lainnya. * Langkah III: Mengidentifikasi Diagnosa atau masalah potensial dan mengantisipasi penanganannya Pada langkah ini kita mengidentifikasi masalah potensial atau diagnosa potensial berdasarkan diagnosa atau masalah yang sudah diidentifikasi. perkusi). kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain berdasarkan kondisi klien Mengidentifikasi perlunya tindakan segera oleh bidan atau dokter dan untuk dikonsultasikan atau ditangani bersama dengan anggota tim kesehatan yang lain sesuai dengan kondisi klien. * Langkah V : Menyusun rencana asuhan yang menyeluruh Pada langkah ini direncanakan usaha yang ditentukan oleh langkah-langkah sebelumnya. auskultasi.

c. b. A . * Langkah VII: Evaluasi Pada langkah ini dilakukan evaluasi keefektifan dari asuhan yang sudah diberikan meliputi pemenuhan kebutuhan akan bantuan apakah benar-benar tetap terpenuhi sesuai dengan kebutuhan sebagaimana telah diidentifikasi di dalam diagnosa dan masalah. a. BAB III TINJAUAN KASUS Pengkajian maternitas Tanggal masuk Tanggal pengkajian Ruangan Dignosa medidis Nomor register A. R :28 Tahun : Perempuan : Kristen Protestan : Entrop 10 . d.melakukan sendiri ia tetap memikul tanggung jawab untuk mengarahkan pelaksanaannya. I. Rencana tersebut dianggap efektif jika memang benar dalam pelaksanaannya. Bio data IDENTITAS KLIEN Nama Klien Umur Jenis Kelamin Agama Alamat : 26 juli 2010 :27 juli 2010 :nifas :abortus immines : : NY . e.

f. n. KELUHAN Keluhan utama : Perdarahan Bervagina alat kelamin 2. i. Riwayat kesehatan masa lalu : Ibu belum pernah melahirkan ini anak pertama 4. l. h. g. m. j. k. Riwayat keluhan utama : Klien mengatakan sejak di mulai tanggal 20-25 Juli yang lalu mulai darah keluar lewat alat kelamin dan menurut klien umur kehamilan 3 bulan 3. 1. Kelurahan Pendidikan Pekerjaan Status perkawinan Suku / Bangsa Nama Suami Umur Suami Pekerjaan Suami Pendidikan Suami :Jayapura : SMA : Ibu Rumah Tangga : Menika : Torja / Indonesia : Jhemi : 30 Tahun :Pedagang : SMA II. Riwayat reprotuksi : 15 tahun : 28 hari : 4 hari : merah kehitaman : : 2 + 5 -10 : 5 2 2011 -Menarche -Siklus haid -Perlangsungan haid -Durasi haid -Dismonorchoe -Hpht Taksiran partus 11 .

Riway keluarga : tidak ada : tidak ada . dan lauk : (.Frekuensi . Riwayat persalinan .Penyakit turunan .Pola makan .Jenis minuman putih . sayur mayor.Riwat persalinan sekarang : tidak : G=1 p=0A=1 : : 3 bulan : kala I 6.Siklus obstetric . air :air putih 12 .Kehamilan sekarang di rencanakan .Jenis makan bauk . Kebutuhan nutrisi : 3x sehari : cukub : nasi. Kebutuhahan cairan .5.Riwayat penyakit menular III.Minuman yang disukai : minum kaleng 2an.Makanan yang dipandang .Makanan yang di sukai .Riwat ANC .Perubahan selama sakit napsu makan 2.Masa kehamilan sekarang .) : ( -) : tidak ada perubahan . Riwat aktivitas sehari – hari 1.

3. 4. dan malam : kuning tua :badat : amoniak . Kebutuhan personal hygiene Kebutuhan mandi Sikat Gigi Pakaian Alat yang di sukai klien Air yang dikunakan Pemeriksaan fisik Keadaan umum Kesadaran Tinggi badan Berat Badan TD Nadi Respirasi :120 /80 MMHG :70 x/Meit :24 x/Menit : cm : 145 cm : baik : 2 -3 / hari : 2 x/ hari : 1 – 2 x/ hari : sabun lux : air pam 13 .Waktu . 3. 2.Konsistensi .Frekuensi .Perubahan selama sakit 3. 1.Bab . 2. 6.Warna dan perubahan selama sakit : tidak ada 5. 1. siang.Jumlah minuman . Kebutuhan eliminasi :sekitar 4-6 kelas : bik .Bau 4. 4. 6. Bak : : : pagi. 5.Warna .. 7.Frekuensi : 1000 – 1500 cc . 5.

Mata : palbebra terdapat odema. Muka : bentuk muka klien simetris knan dn kiri. 10. refleksi pupil terhadap chaya normal tidak terdapat radang. Telinga : lubang telingah klien bersih tidk terdpat radang dan tidak ada edema 12.Hubungan dengan orang lain kurang 14 . 11. Leher : kelenjar tiroid tidk membesar. Kepala : Wrna ramput lurus. Mulut : keadaan gigi lengkap. klien tidak pakai gigi palsu warna merah. 13. 8. tidak terdapat garies. Ekstrimits atas : terpasang ivfd RL : d 5% 20 tts makro/ 8 jam 16. tidak mudah rontok.penyolan dan nyeri tidk terdapat. 18.dan tidak terdap secret. Abdomen : tinggi fundus uteri 1 jari dibwah pusat. Pernapasan : tidak sesak. tidak terdapat gerakan abnormal 9. Suhu Badan :37.Orang tertekat dengan klien suami . Ekstrimitas bawah tidak ada terpsang 17.8.konjungtiva anemis. 15.pernapasan 24 x dada rata. Hidung : tidak terdapat poliptidak ada. dan tidak terba penjolan 14. penyebaran lurus panjang. 3 0c 7. Genetlia dan anus : genetalia terpasang softek sebelum guret Data social : interaksi dengan perawat baik . putting susu hitam.tidak ada peradangan.

Hb Lekosit Tromposit b. klien aktif Data penunjang masalah Tanggal 26 07 2010 a. lauk pauk 3x sehari pagi. 7 grm % :10 – 400 grm % : negative POLA KEGIATAN SEHARI – HARI Jenis kegiatan Sebelum masuk rumah sakit 1 Nutrisi : -Jenis makan Nasi sayur lauk pauk -Frekuensi 3x sehari pagi siang makan dan malam -Nafsu makan Baik 2 Cairan dan elektrolit : Jenis cairan Jumlah ciran Istirahat tidur : Tidur siang Tidur malam Air putih + cairan rl: d 5% 6-8 liter air = 1500 + 6 potol ivfd = 3000 ltr 14 00 -13 00 wit 22 00 – 04 00 wit Selama di rumah sakit Nasi. siang malam Baik Air putih Cairan infuse 4500 ml 3 Selma dirumah sakit klien 15 . Terapi Hasil pemmeriksaan laboratorium :10. sayur.Data psikologi : Ibu dan bapak merasa cemas terhadap terjadinya keluaran janin Klien ingin mempunyai anak Bapak dan ibu yankin dan tuhan akan akan memberikan Data spiritual Agama yang di anut : kristen protestan Selama perawatan : klien selalu berdoa Kegiatan persekutuan .

dapat istirahat KLASIFIKASI DATA No Data subyektif 1 Klien mengtakan -Klien mengatakan : Mulai tanggal 20-25 Juli yang lalu mulai darah keluar lewat alat kelamin dan -menurut klien umur kehamilan 3 bulan Data obyektif Perdarahan bervagina Kuret Observasi ttv Nadi 80x/menit Td 120/80mmhg Respirasi 24 x/menit Suhu badan 37 oc Kolaborasi team medis Mengajarkan tentang pentingnya kesehatan tentan personal hygyiene Ibu tmpak cemas Terliht sesudah kuret perdarahan sudah perhenti 16 .

7 grm % :10 – 400 grm % : negative laboratorium Tromposit Terapi Pasang cairan IVFD RL: d 5% 1:1 20 tts makro/8 jam 2 Resiko terjadi infeksi pada alat kelamin Perdarahan bervagina Ds : ibu mengatakan sudah enam hari darah kelur lewat alat kelmin DO : adanya perdarahan tindakan kuret terapi : 17 . Hb Lekosit b. Hasil pemmeriksaan :10.ANALISA TADA No Data 1 Perdarahan bervagina Penyebab Abortus imminens Masalah Ds : ibu mengatakan perdarahan lewat alat kelamin Ibu mengtakan ini hamil pertama umur 3 bulan DO : klien tampak tenang Perdarahan massih ada Kuret di ruang ok Obs ttv Nadi 80x/menit Td 120/80mmhg Respirasi 24 x/menit Suhu badan 37 oc Hasil laboratorium a.

3 Kurang pengetahua n klien tentang kuret Ds : klien menanyakan apakah saya di operasi atau tidak Do : memberikan pemahaman tentang kuret 18 .

Bidan meningkatkan kerjasama yang baik dengan petugas kesehatan yang lain. Penatalaksanaan abortus diperhatikan.1 Kesimpulan Abortus iminens merupakan prdarahan pervaginam pada kehamilan kurang dari 20 minggu. klien dan keluarga. uterus pembesarannya sesuai usia kehamilan. • Bagi pendidikan Supaya lebih memperhatikan mahasiswa ditempat praktek.dimana hasil konsepsi masih berada didalam uterus dan tidak ada dilatasi serviks sehigga pada abortus ini kemungkinan kehamilan msih bisa dipertahankan. tidak ada pembukaan serviks dan dalam test kehamilan hasilnya positif. perut terasa mules sedikit bahkan tidak sama sekali. personal hygiene 19 . • Bagi rumah sakit iminens yaitu tirah baring. • Bagi klien Untuk keberhasilan dalam asuhan kebidanan diperlukan kerjasama yang baik dari klien dalam usaha memecahkan masalah klien. Berusaha membimbing semua kelompok. diet tinggi protein dan vitamin C. pemberian obat penenang.BAB IV PENUTUP 4. 4. Gejala abortus iminens selain terdapat perdarahan.2 Saran • Bagi petugas Meningkatkan peranan bidan dalam fungsinya sebagai pelaksana pengajar kebidanan lebih meningkatkan kemampuan yang dimiliki.

Sarwono. Tridasa Printer : Jakarta. dkk. Prawirohardjo. Kapita Selekta Kedokteran Jilid I 20 . Buku Acuan Nasional Pelayanan Kesehatan Maternal Neonatal. Mochtar. Memahami Kesehatan Reproduksi Wanita : Jakarta.Mempertahankan pelayanan yang sudah dan berusaha memberikan pelayanan yang terbaik bagi klien. 1999. 2. 3. Rustam. Mansjoer. 2002. DAFTAR PUSTAKA 1.

.................3 Pelaksanaan ..9 Kerangka Konsep Dasar Asuhan Kebidanan…………………....3 Macam-macam abortus Spontan ........ BAB I PENDAHULUAN ................1 Pengkajian........................ 2.......................................... BAB II LANDASAN TEORI ........ 1.............................................................................................. 1...1 Latar Belakang .......................................................2............ 1.......... 2..........7 Konsep Dasar Abortus Iminens……………………………….......................4 Etiologi................8 Konsep Dasar Asuhan Kebidanan................ 2........................................................................................................ 1..........................................................................................4 Sistematika Penulisan .................................. 1 3. KATA PENGANTAR ......................... 2................................................................. 2.............................................................3 Diagnosa Potensial……………………………………………........................ 20 3.......................................... 1...........2 Analisa data/ Diagnosa/ Masalah............. iii 2.....2 Tujuan.............................. 10 BAB III TINJAUAN KASUS ..................................5 Patogenesis................................................................2.............2 Tujuan Khusus ...................................................................................1 Konsep Dasar Abortus ..............................................2 Klasifikasi ................................................................................................................... 2............ 2.....................................1 Tujuan Umum .............. 21 21 .................. 2.........…………………………… i ii 1 1 1 1 1 2 2 3 3 3 3 4 4 5 6 7 DAFTAR ISI ....... 2....................................6 Komplikasi abortus ........................................................................... 16 3.......................DAFTAR ISI HALAMAN JUDUL LEMBAR PENGESAHAN ....................................

........................1 Kesimpulan……………………………………….......7 Evaluasi………………………………………………………… 23 BAB IV PENUTUP……… ......3.............4 Tindakan Segera……………………………………………............. 4........ 25 iii ..... ...............1 Kesimpulan…………………………………………………….......................................6 Implementasi…………………………………………………… 22 3.................................. 21 3... 20 4..... 21 3......5 Intervensi…………………………………………………….... DAFTAR PUSTAKA 25 22 iv ....

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful