PT-PLA C 1.

3-2008

PEDOMAN TEKNIS

PENGEMBANGAN AIR PERMUKAAN

DIREKTORAT PENGELOLAAN AIR
DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN LAHAN DAN AIR DEPARTEMEN PERTANIAN 2008

KATA PENGANTAR
Sampai saat ini air permukaan masih merupakan sumber air yang memberikan konstribusi terbesar untuk memenuhi kebutuhan hidup manusia, baik untuk memenuhi kebutuhan langsung hidupnya maupun sebagai sumber air irigasi untuk kegiatan budidaya pertanian (tanaman pangan, hortikultura, perkebunan maupun peternakan). Dengan demikian pemanfaatan air permukaan sebagai sumber air irigasi perlu dikelola dengan baik sesuai dengan potensinya sehingga dapat dimanfaatkan secara lestari. Pedoman Teknis untuk lapangan agar Pengembangan Air Permukaan ini disusun panduan bagi pelaksana di tingkat air dapat melaksanakan pengembangan

potensi

daerah

yang

berdampak

pada

beragamnya

perkembangan teknologi irigasi yang berkembang di setiap daerah. Perbedaan budaya, kondisi sosial ekonomi petani maupun kondisi fisik geografis akan menyebabkan adanya pemilihan teknologi teknologi pemanfaatan sumber air permukaan yang berbeda pula. Selanjutnya Pedoman Teknis ini harus dijabarkan lebih lanjut dalam Petunjuk Pelaksanaan oleh Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Propinsi dan petunjuk teknis oleh Dinas Pertanian, Perkebunan dan Peternakan Kabupaten/Kota yang disesuaikan dengan kondisi dan potensi di daerah masing-masing. Akhirnya harapan kami semoga pedoman ini dapat bermanfaat sebagai acuan dasar dalam pelaksanaan kegiatan pengembangan air permukaan sehingga harapan masyarakat petani terhadap ketersediaan air irigasi dapat dipenuhi

memberikan

permukaan dengan lebih baik. Pedoman ini memuat arahan secara garis besar tentang persyaratan pemilihan lokasi & petani/kelompok, bentuk sumber air permukaan dan jenis-jenis kegiatan, tata cara pelaksanaan maupun system monitoring dan evaluasinya. Dengan disusunnya pedoman ini diharapkan adanya kesamaan pemahaman antara aparat Pusat-Propinsi-Kabupaten/Kota kondisi dan dalam melaksanakan kegiatan pengembangan air permukaan. Hal ini perlu dilakukan mengingat beragamnya
Pedoman Teknis Pengembangan Air Permukaan TA. 2008

Jakarta,

Januari 2008

Direktur Pengelolaan Air,

Dr. Ir. S. Gatot Irianto NIP. 080 085 357
Pedoman Teknis Pengembangan Air Permukaan TA. 2008

i

ii

... PEMILIHAN LOKASI PETANI/KELOMPOK TANI… 4 A.....…………. 20 C... 18 V. BENTUK-BENTUK SUMBER AIR DAN JENIS KEGIATAN …………………………………………………………. 19 B. PENDAHULUAN …………………………………………………...……………. MONITORING DAN EVALUASI …………………………. Pengadaan Bahan dan Peralatan…………………….. 19 A.. Indikator Kinerja …………………………………..... Investigasi dan Rencana Desain …………... Pemilihan Lokasi ……………………………. 15 C. 1 1 2 3 II.. 16 D.. Kebijakan dan Strategi ………………………... 6 A. 5 III. Pelaporan ……………………….………… 6 B..DAFTAR ISI KATA PENGANTAR DAFTAR ISI I. 9 IV. Latar Belakang ……………………………………………… B. 2008 iii .... A. Tujuan dan Sasaran ……………………………………… C. Monitoring …………………………………………………. Jenis-Jenis Kegiatan ……………………………………….. 14 B. Pemilihan Petani/Kelompok Tani …………………….. 4 B. 14 A. Prinsip... Pembiayaan…………………………………………………. Pengertian ……………………………………………………. Sumber Air Permukaan ……………………….. PELAKSANAAN …………………………………………………. Survai.. 20 Pedoman Teknis Pengembangan Air Permukaan TA..

pendapatan dan kesejahteraan petani. Tujuan dan Sasaran 1. hortikultura. Latar Belakang Dalam kegiatan PENDAHULUAN B. Namun demikian sampai saat ini sebagian besar kebutuhan air masih mengandalkan dari sumber air permukaan. Air permukaan dan air tanah merupakan sumber air utama yang digunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pertanian. Dengan adanya pedoman teknis ini diharapkan sumber air permukaan dapat dimanfaatkan secara optimal dan berkelanjutan manfaat bagi pengembangan sektor Pedoman Teknis Pengembangan Air Permukaan TA. budidaya pertanian baik dalam pengembangan tanaman pangan. d. b.I. ruang maupun waktunya. pendapatan dan kesejahteraan petani. Meningkatkan ketersediaan air irigasi sehingga dapat menjamin pasokan air dalam berusaha tani. 2008 1 Pedoman Teknis Pengembangan Air Permukaan TA. Memanfaatkan potensi sumber air permukaan untuk irigasi . d. Meningkatnya ketersediaan air irigasi untuk usaha tani . maka dapat dipastikan kegiatan budidaya tersebut akan berjalan dengan tidak optimal. Meningkatkan produksi pertanian. Tujuan Tujuan kegiatan pengembangan air permukaan adalah a. mutu. c. c. indeks pertanaman dan produktivitas usaha tani . 2008 2 . A. 2. Tanpa adanya dukungan ketersediaan air yang sesuai dengan kebutuhan baik dalam dimensi jumlah. Meningkatnya luas areal tanam. Oleh karena itu sumber air permukaan perlu dikelola dengan baik sehingga mampu memberikan pertanian. Terbangunnya pengembangan air permukaan sebagai irigasi untuk mengairi lahan pertanian seluas 5-10 Ha . industri. peternakan maupun perkebunan. Sasaran a. b. ketersediaan air merupakan faktor yang sangat strategis. rumah tangga dan kebutuhankebutuhan lainnya. IP dan produktivitas usaha tani . Meningkatnya produksi pertanian. Meningkatkan luas areal tanam.

A. Kincir Air adalah alat untuk menaikkan air dengan memanfaatkan aliran/arus air. pangan. adalah semua air yang terdapat pada permukaan tanah (sungai. termasuk didalamnya 3. Kondisi prasarana dan sarana irigasi Potensi air permukaan untuk irigasi. garis bujur dan ketinggian diatas permukaan laut. PEMILIHAN LOKASI PETANI/KELOMPOK PETANI Dalam pengembangan air permukaan. danau. Irigasi adalah usaha penyediaan dan pengaturan air untuk menunjang usaha pertanian. Sumber air adalah tempat/wadah air alami dan atau buatan yang terdapat pada. Kincir angin adalah alat untuk menaikkan air dengan menggunakan pompa yang digerakkan dengan tenaga angin. tanaman hortikultura. meliputi debit andalan Permasalahan dalam usaha tani khususnya pada aspek ketersediaan air. perkebunan dan peternakan. 2. 2008 3 Pedoman Teknis Pengembangan Air Permukaan TA. Pemilihan Lokasi Pemilihan lokasi memperhatikan persyratan sebagai berikut : Letak lokasi berdasarkan daerah administrative dan koordinat lintang dan bujur dengan menggunakan Global Positioning System (GPS). 5. 6.C. diatas ataupun di bawah permukaan tanah. Faktor tersebut adalah : (a) pemilihan lokasi dan (b) pemilihan petani. Pengertian 1. Air Permukaan terjunan air). Koordinat : letak/posisi suatu wilayah berdasarkan garis lintang. ada dua factor penting yang perlu diperhatikan agar kegiatan ini dapat berhasil dengan baik. II. 2008 4 . mata air. Kondisi usaha tani yang dibudidayakan. 4. Pedoman Teknis Pengembangan Air Permukaan TA.

Sumber Air Permukaan Beberapa contoh sumber air permukaan yang dapat dimanfaatkan sebagai sumber air irigasi. mampu/bersedia serta merawat infrastruktur irigasi air permukaan dengan baik. Telah terbentuk Kelompok Tani/P3A atau segera akan membentuk Kelompok Tani/P3A. Air Bekas Galian Tambang/Air Kolong Bekas aktivitas galian tambang biasanya meninggalkan lubang-lubang besar yang setelah selesainya penggalian ditinggal begitu saja. Petani/kelompok tani terpilih belum pernah mendapat bantuan sejenis. 2008 5 Pedoman Teknis Pengembangan Air Permukaan TA. Pedoman Teknis Pengembangan Air Permukaan TA. 2008 6 . 3. Pemilihan Petani/Kelompok Tani Pemilihan 1. Di Propinsi Bangka Belitung bekas galian tambang timah dapat mencapai ukuran 80 x 40 x 5 meter. 5. 4. Mampu dan bersedia menyediakan dana perasional & pemeliharaan secara berkelompok. adalah : 1. 2. Petani petani/kelompok di lokasi tani memperhatikan air irigasi dan persyaratan sebagai berikut : memerlukan memanfaatkan III. Salah satu contoh air kolong yang terdapat di Propinsi Bangka Belitung seperti pada gambar 1. BENTUK-BENTUK SUMBER AIR PERMUKAAN DAN JENIS KEGIATAN A. Sehingga air yang tertampung di dalam galian ini sebesar 16. Bekas galian ini pada musim hujan akan penuh terisi air yang sangat berpotensi untuk dimanfaatkan sebagai air irigasi. jumlah yang cukup untuk dapat dimanfaatkan sebagai sumber air irigasi. Petani berinisiatif untuk mengusahakan komoditas pertanian yang bernilai ekonomi tinggi.B.000 m3.

hortikultura. 2008 8 . Sumber air permukaan bekas air kolong penambangan timah di Bangka Belitung yang dapat dimanfaatkan untuk irigasi. Pedoman Teknis Pengembangan Air Permukaan TA. Melalui pengembangan air permukaan (misalnya dengan pembuatan kincir air.Gambar 1. Gambar 2. perkebunan maupun untuk memenuhi kebutuhan air untuk pengembangan peternakan 3. Air permukaan yang belum dimanfaatkan dan sangat berpotensial untuk dikembangkan sebagai sumber air irigasi melalui pembuatan bak penampung dan 2. Terjunan Air Terjunan air (gambar 2) merupakan air permukaan yang sangat potensial untuk dimanfaatkan sebagai air irigasi. perkebunan dan peternakan). 2008 7 Pedoman Teknis Pengembangan Air Permukaan TA. hortikultura. Terjunan air seperti ini pada umumnya belum termanfaatkan secara optimal. pemasangan pipa distribusi Aliran Sungai Pada daerah daerah tertentu banyak dijumpai aliran sungai yang belum dimanfaatkan dengan optimal (gambar 3). maka air ini dapat dimanfaatkan untuk mengairi tanaman pangan. pembuatan saluran pembawa ataupun pemasangan pipa) maka sumber air ini dapat dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan air bagi pertanian (tanaman pangan. Dengan sedikit sentuhan teknologi (pembuatan bak penampung. pembuatan saluran terbuka (open chanel) atau saluran tertutup/pipa (close chanel).

Pedoman Teknis Pengembangan Air Permukaan TA. Kincir Angin Pembangunan kincir angin (gambar 5) dimaksudkan untuk menaikkan air permukaan dengan menggunakan pompa yang digerakkan dengan tenaga angin. Kincir Air Pembangunan kincir air (gambar 4) dimaksudkan untuk menaikkan air sungai dengan memanfaatkan pengembangan permukaan Gambar 4. Teknologi ini sangat cocok dipergunakan pada daerah-daerah “remote” dimana sumberdaya lainnya (listrik. 2008 9 10 . Beberapa dalam contoh kegiatan air yang dapat dilaksanakan 1. Pada umumnya kincir air terdiri poros. 2. dengan demikian jenis kegiatan yang dapat dilaksanakan melalui kegiatan pengembangan air permukaan sangat beragam sesuai dengan kondisi dan potensi yang ada di daerah. Jenis-Jenis Kegiatan Disadari bahwa kondisi lapangan sangat bervariasi.tenaga dari aliran/arus air. 2008 adalah sebagai berikut : Pedoman Teknis Pengembangan Air Permukaan TA. lingkaran roda yang dilengkapi dengan tabung dan sudut-sudut yang dipasang disekeliling roda. Gambar 3. Aliran sungai/anak sungai yang dapat disadap sebagai sumber air irigasi melalui pembuatan saluran air B. Penggunaan kincir air untuk irigasi yang telah dipakai masyarakat tani di Sumatera Barat.

diharapkan diperoleh penambahan luas areal tanam.BBM) belum tersedia. 2008 11 Pedoman Teknis Pengembangan Air Permukaan TA. 2008 12 . Teknologi ini disamping tidak memerlukan biaya operasional yang besar juga tidak menghasilkan polusi. Dengan adanya pembuatan saluran tersebut. Pembuatan Bak Penampung dan Pemasangan Pipa Distribusi Pedoman Teknis Pengembangan Air Permukaan TA. peningkatan indeks pertanaman maupun peningkatan produktivitas tanaman. Pembangunan jaringan irigasi kuarter merupakan salah satu aspek pengembangan air permukaan Gambar 5 Pengembangan tenaga angin air permukaan dengan menggunakan pompa yang digerakkan oleh 3. Pompa air dengan memanfaatkan tenaga angin (kincir angin) sudah banyak dilakukan oleh petanipetani di wilayah pantai utara Pulau Jawa. Pengembangan air permukaan dapat pula digunakan mengalirkan air sungai dengan membangun saluran irigasi baru (gambar 6). Gambar 6. Pembuatan Saluran/Pembawa 4 .

Survey air permukaan. Investigasi dan dimaksudkan untuk mendapatkan calon lokasi dan calon petani yang sesuai untuk pengembangan dilaksanakan Kabupaten/Kota. Keadaan umum lokasiSyarat Umum Lokasi 2. Desain Sederhana Rancangan/desain irigasi permukaan sederhana sekurang-kurangnya mencakup luas lahan yang akan adanya perbedaan tinggi antara sumber air dengan pompa hidram (gambar 7) IV. Investigasi dan Desain Sederhana Survai. Pompa Hidram Pembangunan pompa hidram dimaksudkan untuk menaikkan air dengan memanfaatkan tekanan dinamik atau gaya yang timbul sebagai akibat A.Pemanfaatan air permukaan (terjunan air) sebagai sumber air irigasi dapat dilakukan dengan pembuatan bak penampung yang dilengkapi dengan pemasangan pipa-pipa untuk mendistribusikan air. 5 . Desain dari Sederhana Dinas pembuatan sederhana secara Beberapa swakelola kriteria dan oleh desain sederhana tersebut adalah : investigasi desain dilaksanakan secara swakelola dengan melibatkan kelompok petani. Calon lokasi dan calon petani yang memenuhi persyaratan ditetapkan oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota. Biaya/dana yang diperlukan dalam pembuatan desain agar disediakan dari anggaran pemerindah daerah kabupaten/kota. 2008 14 . Survai. Petani/Kelompok Tani calon penerima kegiatan 3. PELAKSANAAN diairi/daerah oncoran dan rancangan jaringan irigasi yang akan dibangun. Laporan SID setidaknya memuat informasi tentang: 1. hortikultura maupun peternakan. Selanjutnya air tersebut digunakan untuk mengembangakan usaha budidaya pertanian baik tanaman pangan. 2008 13 Pedoman Teknis Pengembangan Air Permukaan TA. Satu hal yang perlu Pedoman Teknis Pengembangan Air Permukaan TA.

Kebutuhan Berdasarkan Bahan. Kebijakan a. 4. berdasarkan keseimbangan. 2008 15 Pedoman Teknis Pengembangan Air Permukaan TA. B. 2. Pemanfaatan air permukaan merupakan bagian tak terpisahkan dalam pengelolaan sumber daya air yang mengacu kepada pola pengelolaan sumber daya air yang didasari wilayah sumber daya air. antara lain Keputusan Presiden No. 80 tahun 2003 tentang pengadaan barang dan jasa beserta perubahanperubahannya. Pengadaan bahan dan peralatan dilaksanakan setelah SID selesai dilaksanakan. pola tanam dan pola pengusahaan. Prinsip. Pemanfaatan air permukaan dilaksanakan secara terpadu untuk memanfaatkan sumber daya tersebut secara optimal dan berkelanjutan bagi sebesar-besarnya asas kemakmuran kemanfaatan rakyat umum. Bahan. Pengelolaan air permukaan dilaksanakan berdasarkan pada wilayah sungai. hasil Peralatan SID akan dan Mesin dan C. dapat diketahui Rancangan Anggaran Biaya (RAB) kebutuhan bahan. Prinsip a. permukaan yaitu menetapkan jenis peralatan dan bangunan yang diperlukan untuk mendistribusikan/mengangkat sumber air permukaan ke lahan oncoran (Command Area). Pedoman Teknis Pengembangan Air Permukaan TA. 3. Penunjukan pelaksanaan pengadaan berdasarkan kepada ketentuan yang berlaku. Kebijakan dan Strategi 1. Bahan dan peralatan yang diadakan berdasarkan kebutuhan sesuai hasil SID. b.diperhitungkan atau dalam penyusunan desain air 4. Rencana Pengembangan Usaha Tani Mencakup jenis komoditas yang akan diusahakan. dan keadilan. kelestarian. 2008 16 . Pengadaan Bahan dan Peralatan 1. 5. peralatan dan mesin serta biaya yang diperlukan dalam bentuk rancangan anggaran dan biaya (RAB). 2. peralatan dan mesin yang diadakan mudah dalam perawatan dan tersedianya suku cadangnya serta relative sesuai dengan kondisi setempat.

c. baik air permukaan maupun air tanah. Melaksanakan koordinasi dan kerja sama sumber antarlembaga pengelola sumber daya air. dan pengendalian permukaan. Tahap-tahap dan jadwal pelaksanaan pengembangan irigasi air permukaan dapat dilihat pada Lampiran 1 permukaan. Melaksanakan pembinaan. Pemanfaatan air permukaan dikenakan pajak dan atau iuran. Menyusun perencanaan alokasi air didasarkan pada potensi air permukaan dan kebutuhan berdasarkan wilayah sumberdaya air.000. 2008 18 . Sedangkan biaya yang diperlukan untuk membuat desain sederhana dapat menggunakan dana APBD baik APBD Propinsi maupun APBD Kabupaten/Kota sebagai dana sharing. b. Strategi a. c. e. 50. 2008 17 Pedoman Teknis Pengembangan Air Permukaan TA. Pembiayaan Pengembangan air permukaan dibiayai dari pada dana Tugas Perbantuan sebesar Rp.b. Dana tersebut dipergunakan untuk pengadaan bahan matrial serta peralatan dan mesin yang dibutuhkan dalam rangka menyelesaikan kegiatan konstruksi pengembangan air permukaan.000. pengawasan. Dalam hal air permukaan tidak digunakan sebagai tambahan pasokan air. D. Menyusun Sistem Informasi sumberdaya air (SISDA) Menyelenggarakan dengan perizinan dan yang terkait perencanaan pelaksanaan pemanfaatan air permukaan sesuai dengan kebijakan yang ditetapkan.-/unit (Bantuan Sosial). d. (binwasdal) pemanfaatan air Pedoman Teknis Pengembangan Air Permukaan TA. Pemenuhan keperluan mencukupi. kebutuhan diutamakan air tanah air dari untuk berbagai air f. Melaksanakan konservasi air permukaan. 3.

Monitoring pengembangan irigasi air permukaan dilakukan dan 2. B. 2008 19 Pedoman Teknis Pengembangan Air Permukaan TA. bahan C.V. 4. Perkembangan pelaksanaan kegiatan pengembangan air permukaan agar dilaporkan secara kontinu. Output : Tersedianya prasarana irigasi dari pembuatan sumber air permukaan sebanyak 263 unit di 24 Propinsi 107 Kabupaten. Indikator Kinerja Beberapa indikator kinerja yang dipergunakan sebagai ukuran untuk menilai kinerja kegiatan pengembangan air permukaan adalah sebagai berikut : 1. Monitoring 1. Outcome : Petani dapat mengusahakan lahannya untuk usaha pertanian 3. Benefit : Adanya harapan petani produksi untuk meningkatkan produktivitas usaha taninya. A. MONITORING DAN EVALUASI Disadari bahwa pencapaian indikator tersebut diatas bukan hanya sebagai akibat kegiatan pembuatan sumber air permukaan saja melainkan merupakan akumulasi dampak dari kegiatan-kegiatan lainnya maupun faktorfaktor internal dan eksternal. Namun demikian hendaknya indikator ini dijadikan patokan dalam melakukan penilaian terhadap hasil kinerja. Impact : Tersedianya kebutuhan pangan utama untuk petani dan masyarakat pedesaan disekitarnya serta meningkatnya pendapatan petani melalui usaha diversifikasi usaha tani Pedoman Teknis Pengembangan Air Permukaan TA. Laporan yang disusun terdiri dari laporan perkembangan (bulanan) dan laporan akhir . Pelaporan 1. sehingga seluruh proses kegiatan harus mengacu pada sasaran indikator tersebut. secara swakelola oleh Dinas Pertanian/Perkebunan/Peternakan Kabupaten/Kota Evaluasi kegiatan dilakukan pada saat pelaksanaan dan setiap akhir masa pelaksanaan kegiatan. Perincian per kabupaten seperti pada Lampiran 2 2. 2008 20 .

Laporan perkembangan disusun mengacu pada form pengembangan air permukaan permukaan selesai. Agar lebih informatif dan komunikatif. Laporan perkembangan dan laporan akhir disampaikan kepada Direktur Jenderal Pengelolaan Lahan Dan Air c. 3 Ragunan Pasar Minggu Jakarta Selatan. Laporan mengikuti outline Lampiran 4. 3. Taman Margasatwa No.q Direktur Pengelolaan Air dengan alamat Direktorat Pengelolaan Air Jl. Laporan Akhir agar dilengkapi dengan foto-foto dokumentasi dari setiap tahap akhir kegiatan agar (sebelum kegiatan. dengan tembusan kepada Kepala Dinas tingkat Propinsi. Laporan perkembangan pelaksanaan disusun dan disampaikan pelaksanaan Lampiran 3.2. sampai berisi bulan kemajuan berjalan. Pedoman Teknis Pengembangan Air Permukaan TA. Laporan Akhir disusun setelah pelaksanaan setiap kegiatan bulan. 2008 21 . 4. berisi seluruh rangkaian kegiatan pelaksanaan. seperti dalam pada pelaksanaan dan setelah selesai kegiatan).

1 JENIS PEKERJAAN Penyelesaian Juklak & Juknis oleh Propinsi/Kabupaten/Kota Bulan 6 7 8 1 2 3 4 5 9 10 11 12 2 Survai Investigasi dan Pembuatan Desain Sederhana Pelaksanaan Konstruksi Monev dan Pengawasan 3 4 .Lampiran 1 JADWAL KEGIATAN PENGEMBANGAN AIR PERMUKAAN TAHUN 2008 No.

Bondowoso Kab. Jawa Tengah Pati Kudus Brebes Pemalang Tegal 41 1 35 2 3 - 1 1 - 26 27 28 29 30 - . Jawa Timur Kab. 2008 Jumlah (Unit) No Pusat/Prop/Kab/Kota TP Horti Bun Nak Keterangan 3 14 15 16 Prop. Bandung Kuningan Purwakarta Subang Sumedang Kota Depok Kota Cimahi Kab Sukabumi 7 1 1 1 1 1 2 - 1 1 - 1 1 - 4 17 18 19 20 21 22 23 24 25 Prop. Gresik Kab. Jawa Barat Kab. Tuban Kab. Trenggalek Kab. Bojonegoro Kab. Blitar Kab. Ngawi Kab. Probolinggo Kab. Sampang Kab. Pamekasan Kab. Sidoarjo Kab.Lampiran 2 Jumlah (Unit) No Pusat/Prop/Kab/Kota TP Horti Bun Nak Keterangan REKAPITULASI PELAKSANAAN KEGIATAN PENGEMBANGAN AIR PERMUKAAN TA. DIY Sleman Gunung Kidul Kulonprogo 3 3 - 4 2 2 - - 1 1 2 3 4 5 6 7 8 Prop. Tulungagung 19 3 3 2 2 1 1 1 1 2 1 2 - 2 2 - 2 2 - 2 9 10 11 12 13 Prop. Pacitan Kab. Ponorogo Kab.

Sukamara Prop. Sumatra Utara Kab. Kalimantan Barat Kab. Solok Selatan Kab. Kampar 2 2 - - . Kalimantan Timur Kab. Bulungan Kab. Sawah Lunto Sijunjung Kab. Kalimantan Tengah 1 1 11 48 49 50 51 Prop. Solok Kab. Lampung Kab.Sanggau Kota Singkawang 3 1 1 1 2 2 - 15 2 6 5 2 - - 3 1 2 8 44 Prop.Landak Kab. Serdang Bedagai 4 2 2 - - - 46 10 47 Prop. Tulang Bawang - - 2 2 - 7 34 35 36 37 38 39 40 41 42 43 Prop. Berau Kab. Sumatera Selatan Kab. Samosir Kab. Pesisir Selatan Kab. Pasir Kab. Lima Puluh Kota Kab. Pasaman Kab. Musi Rawas Kota Palembang 6 2 4 - - - 6 32 33 Prop.Jumlah (Unit) No Pusat/Prop/Kab/Kota TP Horti Bun Nak Keterangan No Pusat/Prop/Kab/Kota TP Jumlah (Unit) Keterangan Horti Bun Nak 31 Kab. Agam Kab.Kapuas Hulu Kab. Pasaman Barat 26 2 6 2 2 2 2 1 1 2 6 - - 15 15 12 52 13 53 54 55 56 Kab. Dharmas Raya Kab. Riau Kab. Tanah Datar Kab. Nunukan Prop. Aceh Besar 3 - - - 9 45 Prop. Sumatra Barat Kab.

Morowali Kab. Dompu Kab. Parigi Moutong 5 2 1 2 3 3 - - - 77 18 78 19 79 1 80 81 82 83 84 1 20 85 Prop. Pangkep Kab. Sulawesi Selatan Kab. Kep. Luwu Kab. Gowa Kab. Sinjai Kab. Kolaka Kab. Bombana Kota Kendari 5 1 1 1 2 - - 1 1 - 15 61 62 63 64 Prop. Luwu Timur - 1 - - 17 74 75 76 Prop. Buton Kab. Donggala Kab. NTB Kab.SulawesiTenggara Kab. NTT Kota Kupang 11 - - - 8 - . Sangihe Kab. Sumbawa Barat 1 1 - 20 20 - 6 1 2 1 1 1 2 1 1 - 16 65 66 67 68 69 70 71 72 Prop. Sulawesi Utara Kab. Bali Kab. Minahasa Selatan 4 2 2 - 3 1 2 - - 73 Kab. Poso Kab. Tabanan - - 3 3 2 2 Prop. Talaud Kab. Sumbawa Kab. Takalar - 7 1 1 1 1 1 1 4 2 1 1 Prop. Lombok Timur Kab. Bima Kab. Bulukumba Kab. Minahasa Utara Kab. Luwu Utara Kab. Soppeng Kab.Jumlah (Unit) No Pusat/Prop/Kab/Kota TP Horti Bun Nak Keterangan No Pusat/Prop/Kab/Kota TP Jumlah (Unit) Keterangan Horti Bun Nak 14 57 58 59 60 Prop. Sulawesi Tengah Kab. Lombok Barat Kab.

Bengkulu Utara Kab. Bangka Belitung Belitung Timur 2 2 - - - 23 1 105 2 1 1 2 24 106 107 Prop. Kupang Timor Tengah Selatan Timor Tengah Utara Belu Alor Lembata Manggarai Sumba Barat Sumba Timur Rotendau Manggarai Barat Kab. Nagekeo 1 1 1 1 1 1 1 1 1 2 - - 1 - 22 104 Prop. Boalemo 1 1 - 1 1 - Prop. Irja Barat Kab. Seluma Kab. Gorontalo Kab.Jumlah (Unit) No Pusat/Prop/Kab/Kota TP Horti Bun Nak Keterangan No Pusat/Prop/Kab/Kota TP Jumlah (Unit) Keterangan Horti Bun Nak 86 87 88 89 90 91 92 93 94 95 96 97 Kab. Rejang Lebong Kab. Lebong Kab. Manokwari Kab. Raja Empat 3 1 2 - - - 21 98 99 100 101 102 103 Prop. Kepahiang 3 1 1 1 - - 4 1 1 2 - . Bengkulu Selatan Kab. Bengkulu Kab.

Kolom 13. 2008 Dinas Kabupaten/Kota Provinsi Subsektor Program Bulan : : : : : : …………………….. 5. 9.6 Kegiatan yang lebih dari satu lokasi. 10. 11. Kolom 9. 15. 4. Aspek Kegiatan Kecamatan / Desa 4 Nama Kelompok 5 Target Fisik Koordinat Fisik (Ha/Unit) Keuangan (Rp) 8 Selesai Konstruksi (Ha/Unit) 9 Dalam Proses Konstruksi (Ha/Unit) 10 Realisasi Keuangan Keterangan (Rp) 11 (%) 12 13 1 2 1... 6 7 A. Kolom 4 .. 7. 6. ……………………. Lokasi Kegiatan No.. ……………2008 Penanggung Jawab Kegiatan .. 16. 3. agar dirinci berdasarkan satuan wilayah administrasi sampai dengan tingkat desa beserta dengan volume (Ha/Unit) 2. 13. Kegiatan yang masih dalam tahap pelaksanaan/penyelesaian dengan satuan Ha/Unit 4.A. 14. 8. Pengelolaan Air Cara Pengisian Form Lampiran : 1. ……………………. 2. ……………………. 12.12 ………………. Kolom 10. …………………….. Selesai konstruksi adalah kegiatan yang secara fisik telah selrsai 100% dengan satuan (Ha/Unit) 3.Lampiran 3 FORM LAPORAN REALISASI FISIK DAN KEUANGAN KEGIATAN DIREKTORAT PENGELOLAAN AIR T. 3 Rehab JITUT Rehab JIDES TAM Embung Sumur Resapan Dam Parit Irigasi Tnh Dangkal Irigasi Tnh Dalam Air Permukaan Irigasi Sprinkler Irigasi Tetes SID Pompa Hidram Pompa Hydram PIP Balai Subak dst………. Tambahan penjelasan dari kolom 1 . …………………….

Lampiran 4 Outline Laporan Akhir I. Pendahuluan A. MANFAAT V. HASIL IV. Pemecahan Masalah III. Latar Belakang B. Masukan C. Masalah E. Tujuan dan Sasaran II. Tahap Pelaksanaan D. KESIMPULAN/SARAN . DAMPAK VI. Lokasi (administratif dan koordinat) B. Pelaksanaan A.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful