KATA PENGANTAR Kegiatan Padat Karya pada berbagai kegiatan lingkup Ditjen Pengelolaan Lahan dan Air adalah merupakan salah satu kebijakan tentang cara pelaksanaan kegiatan, khususnya komponen kegiatan pembangunan infrastruktur pengelolaan lahan dan air, pada tahun anggaran 2008. Kebijakan ini merupakan salah satu wujud kepedulian dan keberpihakan Departemen Pertanian, khususnya Ditjen Pengelolaan Lahan dan Air, kepada para petani pelaksana pembangunan infrastruktur pengelolaan lahan dan air di lapangan berupa penciptaan lapangan kerja sekaligus pemberian insentif atau upah tenaga kerja. Insentif atau upah padat karya ini, berbeda pola dan tujuannya dengan BLT (Bantuan Langsung Tunai) bagi orang miskin, bukan saja untuk memberikan tambahan penghasilan kepada para petani tetapi juga untuk meningkatkan rasa tanggung jawab dan rasa memiliki terhadap infrastruktur pengelolaan lahan dan air yang telah mereka bangun. Pedoman ini disusun dengan maksud untuk dijadikan sebagai acuan pelaksanaan bagi para pelaksana kegiatan baik di tingkat Propinsi, Kabupaten/Kota ataupun lapangan dan semua pihak yang terlibat langsung ataupun tidak langsung dengan kegiatan padat karya ini. Diharapkan petugas dapat memahami dan melaksanakan tugas dan kewajibannya dengan sebaik-baiknya sehingga tujuan dan sasaran kegiatan itu dapat terwujud.
Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA. 2008 i

Demikian, semoga dengan mengacu pada pedoman ini, pekerjaan konstruksi sarana dan prasarana lahan dan air yang ada dapat dilaksanakan oleh para pelaksana di daerah dengan sebaik-baiknya dan dengan penuh rasa tanggung jawab. Jakarta, Januari 2008 Direktur Jenderal Pengelolaan Lahan dan Air

Ir. Hilman Manan Dipl. HE NIP. 110 018 140

Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA. 2008

ii

... Tingkat Kabupaten/Kota...................... Kriteria dan Sifat Kegiatan ........................................................................................................ BAB IV.................................... E............. Pembiayaan ................................................................. Macam Bangunan Infrastruktur Pengelolaan Lahan dan Air .............................................. SIFAT DAN MACAM BANGUNAN A........................ ORGANISASI A............ Perencanaan ... BAB II................................................... Daftar Isi.................... C......................................... Tujuan Penyusunan Pedoman Umum ...... Pengertian-Pengertian ........................... TUJUAN DAN SASARAN KEGIATAN A..................... D............................................... C.... BAB V....... KRITERIA..................................... B................................................................................................... 2008 iii ..... Sasaran Kegiatan....................................................... B......................................................... Persiapan (Sosialisasi)................................................ C..........................DAFTAR ISI Kata Pengantar ..................... B. TAHAPAN KEGIATAN A.............................. Hal i ii 1 3 3 7 8 9 10 17 17 18 22 23 24 25 26 Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA............ B..................... BAB III................ Pelaksanaan.......................... B....... PENDAHULUAN A............. BAB I............ Tingkat Pusat ...... Tingkat Propinsi........ Latar Belakang ........ Pengawasan dan Pengendalian .. Tujuan Kegiatan ........................

............................ MEKANISME PERTANGGUNGJAWABAN KEUANGAN PADAT KARYA A...... 30 BAB VII......................................... Administrasi Keuangan Padat Karya .. 45 B.. Pelaporan ............. 36 BAB VIII............BAB VI................. PENUTUP.................................................... 33 B........................................................... Alur Pencairan Dana Bantuan Sosial.......... MEKANISME PENCAIRAN DANA BANTUAN SOSIAL SARANA PADATKARYA MELALUI POLA TRANSFER KE REKENING KELOMPOK A.... Pertanggungjawaban Keuangan Padat Karya .............. 29 B.................................... PELAPORAN DAN EVALUASI A.................. Evaluasi ........ Mekanisme Transfer Dana Bantuan Social............... 49 LAMPIRAN Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA.............. 29 C.............................................................................. 2008 iv ...................................... Pembuatan Rekening.................... 47 BAB VIII...........................

bahwa hanya sebagian kecil saja dana pembangunan dari pemerintah yang dapat menyentuh dan dinikmati rakyat kecil seperti petani dan buruh tani. peternakan maupun perkebunan. Sangat disadari bahwa selama ini hanya kalangan pengusaha saja yang menikmati sebagian besar kue pembangunan itu.BAB I PENDAHULUAN A. desain. Hal ini karena peran petani selama ini dalam pembangunan infrastruktur tersebut relative pasif dan seakan hanya merupakan obyek pembangunan dimana pelaksanaan konstruksi umumnya dilaksanakan oleh pihak ketiga. Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA. investigasi. 2008 1 . LATAR BELAKANG Pembangunan merupakan pertanian infrastruktur integral pengelolaan dan lahan dan air satu bagian yang merupakan salah pendukung penting bagi pembangunan pembangunan sektor meliputi sub sektor tanaman pangan. seperti pernah dilansir dalam media cetak baru-baru ini. infrastruktur yang telah dibangun dengan biaya tidak murah tersebut seringkali kurang dimanfaatkan secara optimal oleh para petani. Keterlibatan petani yang kurang dalam proses pengambilan keputusan baik pada tahap awal saat pra survey. Sementara itu disisi lain sebagian kalangan menyatakan. demikian. Namun hortikultura. maupun konstruksi cenderung mengakibatkan rasa tanggung jawab dan rasa memiliki terhadap bangunan yang ada sangatlah minim.

sumur resapan.Bertolak dari kenyataan tersebut diatas maka untuk tahun anggaran 2008 ini diambil suatu kebijakan bahwa pelaksanaan konstruksi infrastruktur pengelolaan lahan dan air untuk beberapa kegiatan lingkup Ditjen Pengelolaan Lahan dan Air. jaringan irigasi tingkat usaha tani. embung. dengan padat karya akan membuka lapangan pekerjaan baru pada saat tidak ada kegiatan atau pekerjaan yang berarti di lahan usaha taninya (“off-season job opportunity”). dam parit. Melalui kegiatan Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA. Pada gilirannya kegiatan padat karya produktif ini tidak hanya memberikan tambahan penghasilan dan nilai tambah bagi peserta padat karya saja namun juga bermanfaat bagi masyarakat perdesaan setempat dengan dampak multiplie effeknya baik secara ekonomi maupun sosial. bangunan konservasi tanah. Diharapkan kebijakan ini akan menciptakan kebersamaan dan rasa tanggung jawab secara kolektif terhadap infrastruktur pengelolaan lahan dan air yang telah mereka bangun. 2008 2 . Berbeda dengan program BLT (Bantuan Langsung Tunai) yang ada saat ini. dilakukan dengan pola padat karya produktif. Infrastruktur pengelolaan lahan dan air tersebut misalnya jalan usaha tani. sejauh tidak memerlukan teknologi canggih dan alat-alat berat. Disamping itu. kebijakan ini disamping merupakan wujud kepedulian dan keberpihakan sector pertanian terhadap petani dan buruh tani juga merupakan upaya untuk mereposisikan petani sebagai pelaku atau subyek pembangunan. jalan produksi.

TUJUAN PENYUSUNAN PEDOMAN UMUM Penyusunan Pedoman umum ini bertujuan untuk : 1. Memberikan acuan atau pedoman kerja bagi para pelaksana padat karya sehingga dapat memahami dan melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dengan sebaik-baiknya. B. 2008 3 peternakan di lokasi . langkah dan kejelasan tentang mekanisme pelaksanaan padat karya sejak persiapan. perkebunan maupun setempat.ini diharapkan infrastruktur pengelolaan lahan dan air. pelaksanaan hingga pengawasan dan monitoring agar sasaran kegiatan padat karya dapat tercapai sebagaimana yang diharapkan. yang telah dibangun atau direhabilitasi yang merupakan buah karya petani dan buruh tani atau warga masyarakat perdesaan yang lemah perokonomiaannya. C. Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA. Padat Karya Suatu kegiatan produktif yang mempekerjakan atau menyerap tenaga kerja dalam jumlah yang cukup banyak. PENGERTIAN . dapat berfungsi lebih optimal dan lestari dalam rangka mendukung keberhasilan pembangunan bukan saja subsektor tanaman pangan tetapi juga subsektor hortikultura. Menyamakan persepsi.PENGERTIAN Dalam petunjuk pelaksanaan ini akan dijumpai istilah-istilah yang memiliki pengertian sebagai berikut : 1. 2.

buruh tani atau warga perdesaan miskin lainnya pada kegiatan pembangunan infrastruktur pengelolaan lahan dan air untuk tujuan produktif di sektor pertanian. mengkoordinasikan dan memberi arahan teknis kepada petugas lapangan padat karya. 2008 4 . 3. 4. Koordinator Lapangan Padat Karya (Korlap) Petugas/staf teknis Dinas Pertanian Kabupaten yang ditunjuk oleh PKP. yang berfungsi sebagai sekretaris dengan tugas mengatur. Bendaharawan Petugas adminsitrasi sebagai pemegang uang kegiatan yang diangkat oleh PKP dan berasal atau merupakan staf pada Satuan Kerja (Satker) pada Dinas Pertanian Kabupaten/ Kota. Juru Bayar/Pembantu Bendaharawan Staf bendaharawan pada Satuan Kerja (Satker) pada Dinas Pertanian Kabupaten/Kota atau petugas yang ditunjuk yang bertugas membayar upah kerja padat karya. 6. Penanggung Jawab Kegiatan Padat Karya (PKP) Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota yang bertanggung jawab untuk wilayah kerjanya masing-masing. 5. Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA.2. Padat Karya Pertanian bidang pengelolaan Lahan dan Air Suatu kegiatan padat karya yang melibatkan atau mepekerjakan petani.

jadwal pelaksanaan. pengerahan tenaga kerja dll. Pengawas Padat Karya Pengawas Padat Karya adalah petugas yang bertugas mengawasi pelaksanaan padat karya agar tidak terjadi penyimpangan. Petani/ Buruh Tani/ Pekerja Tenaga kerja yang direkrut dari petani pemilik. Petugas Lapangan Padat Karya (PLP) Mantri Tani/Petugas oleh PKP Pertanian untuk Kecamatan/KCD melakukan yang ditugaskan pelaksanaan kegiatan seperti CP/CL. pembagian kelompok kerja.7. buruh tani. Kelompok Padat Karya (PK) Kelompok peserta padat karya yang terdiri dari petani/buruh tani/warga miskin dengan jumlah anggota sebanyak 20 orang. petani pemilik dan penggarap lahan. Pengawas padat karya dapat dilakukan oleh perangkat desa. 8. pengawasan kegiatan fisik di lapangan. 9. petani penggarap. LSM. atau warga miskin sosial dan ekonominya mengikuti padat karya. 2008 5 . atau lembaga lainnya. 10. setempat yang karena kondisi layak untuk diproiritaskan Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA.

Jam Kerja Jumlah jam kerja per orang per hari (per HOK) yang besar atau jumlah jam kerjanya disesuaikan dengan upah tenaga kerja harian pada umumnya atau berlaku di lokasi padat karya yang bersangkutan. maupun peternakan. Infrastruktur pengelolaan lahan dan Air Bangunan di tingkat desa/tingkat usaha tani baik berupa jalan usaha tani. 12. Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA. Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani/Desa. jalan produksi. 2008 6 . perkebunan. hortikultura.11. 13. Hari Orang Kerja (HOK) Jumlah hari yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan pembangunan infrastruktur pengelolaan lahan dan air yang besarnya bervariasi tergantung macam Bangunannya. bangunan konservasi tanah dll yang berguna untuk mendukung pembangunan pertanian baik subsektor tanaman pangan. sumur resapan.

2008 7 . Menyediakan lapangan kerja produktif bagi tenaga kerja baik petani. Memberdayakan ekonomi masyarakat perdesaan dan meningkatkan daya beli masyarakat. 5. akibat kekeringan/serangan hama/over Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA. warga miskin lainnya di lokasi pembangunan/rehabilitasi infrastruktur pengelolaan lahan dan air. Memberikan kompensasi kepada para petani maupun buruh tani yang berkurang atau bahkan kehilangan pendapatan produksi dll. Meningkatkan kinerja infrastruktur pengelolaan lahan dan air serta sekaligus meningkatkan kebersamaan. 3. TUJUAN KEGIATAN 1. buruh tani. Mendayagunakan tenaga kerja petani. 4. tanggung jawab dan rasa memiliki petani setempat terhadap bangunan infrastruktur pengelolaan lahan dan air yang telah mereka bangun. 2. buruh tani.BAB II TUJUAN DAN SASARAN KEGIATAN A. atau warga miskin lainnya yang menganggur karena tidak ada kegiatan usaha tani/lapangan pekerjaan yang mampu menyerap tenaga kerja setempat (“ off season job opportunity”).

2008 8 . Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA. SASARAN KEGIATAN Sasaran kegiatan padat karya ini adalah para petani dan atau buruh tani serta warga miskin lainnya (tergantung kebijakan dan kearifan kepala desa setempat) yang umumnya lemah tingkat kesejahteraan sosial maupun ekonominya.B.

d. KRITERIA DAN SIFAT KEGIATAN 1.BAB III KRITERIA. Kegiatan Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA. Pekerja adalah orang dewasa (bukan anak-anak) dan pekerjaan tidak boleh diborongkan. g. Kegiatan bersifat produktif dan bermanfaat baik bagi pekerja (petani/buruh tani/warga miskin) maupun masyarakat luas. f. Banyak berat. Pekerjaan yang dikerjakan merupakan fasilitas umum (public facility) berupa infrastruktur pengelolaan lahan dan air yang berguna untuk kepentingan masyarakat luas dan bukan untuk kepentingan golongan maupun perseorangan. KRITERIA Kriteria yang harus dipenuhi untuk melaksanakan kegiatan ini adalah : a. SIFAT DAN MACAM BANGUNAN INFRASTRUKTUR PENGENGELOLAAN LAHAN DAN AIR YANG DIPADATKARYAKAN A. Upah tenaga kerja dibayarkan langsung kepada pekerja. c. Mempunyai dampak yang berkelanjutan e. 2008 menyerap tenaga kerja dan tidak memerlukan teknologi tinggi maupun alat-alat mempunyai dampak bagi 9 pemberdayaan perekonomian petani. b. .

Tidak ada ganti rugi tanah.h. mendukung program pemberdayaan ekonomi masyarakat. 2. Kegiatan ini diharapkan dapat meningkatkan rasa memiliki (sense of ownership belonging) para petani terhadap aset bangunan sarana dan prasaranan lahan dan air yang memang menjadi tanggung jawab petani untuk mengelola dan melestarikannya. 2008 10 . tidak merusak lingkungan dan tidak merugikan masyarakat luas. Kegiatan menggunakan teknologi sederhana. Kegiatan bersifat mendukung program pembangunan daerah. mendukung program ketahanan pangan nasional serta bermanfaat bagi petani khususnya dan masyarakat luas pada umumnya. berdampak positip di sektor pertanian. B. i. tanaman dan lainnya. j. SIFAT KEGIATAN Kegiatan padat karya yang dilaksanakan bersifat produktif. MACAM BANGUNAN INFRASTRUKTUR PENGELOLAAN LAHAN DAN AIR Macam infrastruktur pengelolaan lahan dan air yang dapat dikerjakan secara padat karya adalah sebagai berikut : Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA. tepat guna dan dapat dikelola dengan manajemen sederhana sesuai dengan kondisi masyarakat setempat.

talang. sub kuarter dan melining saluran./HOK. gorong-gorong. Adapun bentuk kegiatannya dapat berupa : Normalisasi dan peningkatan saluran tersier. Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tingkat Usaha Tani (JITUT). Membuat atau melengkapi saluran sub tersier. bangunan pintu air. b. siphon. sub tersier dan kuarter yang telah menglami kerusakan atas sedimentasi. baik berupa bendung dan pengambilan bebas lainnya serta bangunan kelengkapannya. a. semi teknis maupun sederhana yang fungsi dan kinerjanya mengalami penurunan sehingga perlu upaya rehabilitasi baik untuk saluran tersier. kuarter. Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA. 2008 11 . c. Scheme irigasi dari JITUT ini meliputi irigasi teknis. subtersier. Rehabilitasi Jaringan Irigasi Desa (JIDES) Jenis-jenis kegiatan rehabilitasi jaringan irigasi Desa (JIDES) mirip dengan kegiatan rehabilitasi JITUT dan bila diperlukan dapat dilakukan perbaikan peningkatan bangunan penangkap air. Jumlah hari kerja yang dibutuhkan per hektar adalah 14 HOK/ha dengan unit cost Rp 25. alat ukur debit.000. 2. dsb.1. maupun kuarter. Memperbaiki terjunan. dan membuat bangunan bagi.

Pembuatan lubang tanaman tahunan baik untuk tanaman sukun). saluran tersier. Pembersihan dan penyiapan lahan b. normalisasi dan peningkatan saluran. Membuat bangunan bagi. gorong-gorong dan siphon. Pembuatan saluran pembuang e. Pembuatan bangunan konservasi lahan Bentuk kegiatannya dapat berupa : a./HOK. sub tersier dan kuarter yang telah mengalami kerusakan atau sedimentasi. Pengembangan Tata Air Mikro (TAM) Bentuk kegiatannya dapat berupa: a. sub kuarter dan melining saluran.. jenis tanah. ataupun pangan tanaman (misalnya perkebunan c. buah-buahan./ HOK.000.Jumlah hari kerja yang dibutuhkan per hektar adalah 21 HOK/ha dengan unit cost Rp 25. Pembuatan teras atau gulud yang tergantung pada kondisi kemiringan.000. b. 4. Membuat/melengkapi c. 2008 12 . 3. saluran sub tersier. Pembuatan rorak (“silt pit”) atau got buntuk dll Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA. kuarter. dll Jumlah hari kerja yang dibutuhkan per hektar adalah 14 HOK/ha dengan unit cost Rp 25. pintu air (stoplog). kedalaman tanah setempat dll d.

Pembuatan bak penyaring f. Pembuatan lubang sumur sampai kedalaman lapisan aquifer c.Jumlah hari kerja yang dibutuhkan per hektar adalah 80 HOK/Ha dengan unit cost Rp 25. Penggalian tanah dan penimbunan di sekeliling embung c. Pembuatan sumur resapan Bentuk kegiatannya dapat berupa : a. Penimbunan dan pembuangan tanah d.. 5.000. 6. Pembuatan dinding atau bibir sumur dll Jumlah hari kerja yang dibutuhkan perhektar adalah 100 HOK/unit dengan unit cost Rp 25. pemprofilan dan pembersihan lahan b. Pembuatan saluran pemasukan dan pembuang g. Pengukuran ulang. Pengukuran ulang. Pembuatan embung (farm pond) Bentuk kegiatannya dapat berupa : a. Pemasangan buis beton e.000./ HOK. Memperkokoh dinding dan lantai embung pembuang Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA./ HOK. 2008 13 d. pemprofilan dan pembersihan lahan b. Pembuatan saluran pemasukan dan pintu .

000. Perbaikan kesuburan lahan c. Pekerjaan Optimasi Lahan Bentuk kegiatannya berupa : a. Perbaikan badan jalan b.e. d. Penanaman rumput penguat pada tebing jalan konservasi Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA. Pembuatan gorong-gorong dan tebing saluran d. 2008 14 .000 HOK/unit dengan unit cost Rp 25. 8. Perbaikan jalan / saluran / gorong – gorong / talang / prasarana bangunan pertanian lain yang yang diperlukan. Pengolahan lahan/ penyiapan bidang olah b.. Perbaikan saluran kiri/kanan bahu jalan c./HOK. Perbaikan diperlukan Jumlah hari kerja yang dibutuhkan per hektar adalah 80 HOK/Ha dengan unit cost Rp 25.000. Pekerjaan Pembangunan/Rehabilitasi Jalan Usaha Tani (JUT) Bentuk kegiatannya berupa : a./HOK. 7. Pemagaran embung dll Jumlah hari kerja yang dibutuhkan per hektar adalah 1.

Pembuatan DAM Parit a. Rehabilitasi penahan banjir c. Pembangunanpengendalian sumur renteng dan jaringan . Pembuatan dan pemasangan pintu air.000 HOK/Km dengan unit cost Rp 25. Pembuatan pengairan Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA.000. Pembuatan teras dan guludan erosi dan sedimentasi h. Pembuatan saluran dan buangan air i. Penggalian pondasi c. Pembangunan g. Pembuatan petak dan galengan sawah e./HOK. Konstruksi teras dan bangunan penyadap air f. Pengukuran ulang.. pemrofilan dan pembersihan parit / anak sungai/ sungai b.Jumlah hari kerja yang dibutuhkan per hektar adalah 1. Pembuatan talud/free board bendung dan bangunan kelengkapannya e. 9. 10. Pembuatan Bangunan Reklamasi Lahan a. Land clearing dan land leveling b. Rehabilitasi jaringan pengaturan drainase d./HOK.000. 2008 15 d. Jumlah hari kerja yang dibutuhkan per hektar adalah 600 HOK/unit dengan unit cost Rp 25.

000. 11. Pembersihan bahu dan badan jalan minimal 5 meter b. Pengupasan top soil c. Jumlah hari kerja yang dibutuhkan per hektar adalah 80 HOK/Ha dengan unit cost Rp 25. Pemadatan jalan apabila dimungkinkan Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA. e.j. d. Pengaturan bentuk lahan Kegiatan ini tergantung pada tipologi lahan dan kebutuhan/jenis bangunan yang akan dibangun. 2008 16 ./HOK. Pembentukan badan jalan berupa cembungan. Konstruksi system surjan k. Pembuatan saluran pembuangan di kiri – kanan jalan dengan ukuran 40 – 60 cm dengan kedalaman 50 cm. Jalan Kebun Letak dan panjang jalan sesuai SID yang mengikuti kontur a..

PERENCANAAN Perencanaan dilaksanakan melalui tahapan-tahapan antara lain : Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA. A. Disamping itu sosialisasi bertujuan untuk menghimpun/ menerima masukan dari masyarakat tentang pemilihan lokasi. pelaksanaan dan pengendalian /pengawasan.BAB IV TAHAPAN KEGIATAN Untuk mencapai tujuan dan sasaran kegiatan yang berdayaguna dan berhasil guna. Sosialisasi dilakukan ke seluruh instansi terkait. maka kegiatan padat karya dilaksanakan melalui beberapa tahapan kegiatan antara lain persiapan. perencanaan. jenis kegiatan serta prioritasprioritas sasaran kegiatan. aparat daerah termasuk desa dan masyarakat luas termasuk lembaga swadaya masyarakat (LSM). Tujuan sosialisasi agar masyarakat luas mengetahui dengan jelas tentang program padat karya yang akan diadakan sehingga diharapkan kegiatan ini menjadi transparan dan bebas dari KKN. B. 2008 17 . PERSIAPAN (SOSIALISASI) Salah satu kegiatan persiapan yang sangat penting untuk dilakukan adalah sosialisasi program padat karya.

Bentuk kegiatan disesuaikan dengan kebutuhan kondisi lapangan dan ditetapkan oleh petugas teknis Dinas Pertanian Kabupaten dan lapangan berkoordinasi dengan PLP. 3). standard teknis dan kriteria macam bangunan sarana dan prasarana lahan dan air yang akan dibangun. 2). Pendataan/ Pendaftaran petani/buruh tani/warga miskin lainnya (CP) Dari calon lokasi infrastruktur pengelolaan lahan dan air didaftar petani/buruh tani/warga miskin lainnya yang memenuhi criteria untuk menjadi calon peserta padat karya. Penanggung jawab kegiatan padat karya dengan didampingi oleh petugas/staf teknis terkait. C. aparat Kecamatan/desa setempat serta instansi teknis terkait lainnya. PELAKSANAAN 1.1). Pemilihan calon lokasi (CL) Sesuai dengan norma. TAHAP PERSIAPAN Pada tahap persiapan ini kegiatan-kegiatan yang perlu dilakukan meliputi: Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA. Pemillihan bentuk/jenis kegiatan. menetapkan calon lokasi bangunan yang akan dikonstruksi. 2008 18 . Korlap.

1. Penunjukkan personil pelaksana Dengan memperhatikan ketentuan yang ada. penanggung jawab kegiatan yang didalam hal ini adalah Kepala Dinas Pertanian Kabupaten menunjuk: koordinator lapangan (Korlap). jadwal waktu pelaksanaan dll (Rencana Operasional/RO). Diharapkan untuk kegiatan penyediaan peserta kebutuhan fisik berupa pasir. c. dan Pengawas atau tim pemantau. jenis pekerjaan. Biaya dalam pelaksanaan padat karya ini adalah merupakan bantuan pemerintah pusat melalui dana Tugas Perbatuan ke kabupaten langsung.a. semen. Dana ini sepenuhnya dialokasikan untuk upah tenaga kerja kepada para petani dan buruh tani atau warga miskin padat karya. 2. pembiayaan. Penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan Penanggung jawab kegiatan menyusun rencana pelaksanaan kegiatan yang menyangkut aspek lokasi. Penyediaan biaya Agar kegiatan yang direncanakan tersebut diatas dapat terlaksana tepat pada waktunya maka bendaharawan sebagai pemegang uang kegiatan harus menyediakan biaya yang diperlukan sesuai jadwal yang telah ditetapkan. b. PLP. 2008 19 . batubata Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA.

Pelaksana Lapangan dan lain-lain disediakan melalui pelaksanaan kegiatan pengelolaan lahan dan air yang ada di kabupaten maka pelaksana pelaksanaan wajib fisik melaporkan maupun keuangan Propinsi dan kompilasi atau rekapitulasinya dikirimkan ke Pusat oleh Propinsi. d. Jawab Petugas Kegiatan.dan lain-lain serta untuk biaya operasional dan administrasi kegiatan seperti honorarium / perjalanan Pengawas APBD I/II. Pendaftaran seleksi peserta padat karya Dari sekian banyak petani. e. Pemasangan profile dilakukan oleh petugas lapangan padat karya (PLP) bersama dengan petani atau warga setempat. 3. Selanjutnya dipasang profile dari kayu atau bambu sesuai dengan kondisi bangunan infrastruktur pengelolaan lahan dan air yang akan dibangun atau direhabilitasi. 2008 20 . warga miskin yang ada dilakukan pendaftaran/seleksi calon peserta padat karya yang benar-benar layak sesuai dengan criteria yang ada (FORMULIR A). Sebagai bagian integral dari laporan kabupaten kemajuan ke Penanggung Lapangan. buruh tani. Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA. Pematokan Sebelum kegiatan fisik dimulai perlu dilakukan pengecekan kembali keadaan lokasi.

kegiatan yang perlu dilakukan meliputi : a. Pengaturan Pembagian Kerja Petugas lapangan padat karya (PLP) dan petugas lapangan membagi dan mengatur pekerja dalam beberapa kelompok yang beranggotakan sekitar 20 orang. d. Pencatatan Tenaga Kerja Pada hari pertama sebelum pekerjaan dimulai petugas lapangan padat karya (PLP) wajib mengecek daftar nama petani. c. TAHAP PELAKSANAAN Pada tahap pelaksanaan fisik. dan warga miskin lainnya sebagai peserta padat karya. Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA. 2008 21 . b. Kemudian PLP tersebut membagi tugas dan pekerjaan pada kelompok-kelompok padat karya sehingga pelaksanaan pekerjaan sesuai dengan jadwal kegiatan fisik yang ditentukan (FORMULIR B). Koordinator lapangan padat karya bertugas mengatur.2. Setiap pekerja berhak mendapatkan pekerjaan padat karya selama + 10 HOK (Hari Orang Kerja) atau disesuaikan dengan kondisi lapangan. buruh tani. mengkoordinasikan dan memberikan arahan teknis kepada petugas lapangan padat karya.

D. Pembayaran Upah Tenaga Kerja Pembayaran upah tenaga kerja dilakukan oleh pembantu bendaharawan atau juru bayar yang sebelumnya harus mengajukan permohonan uang muka kerja bagi upah tenaga kerja minggu yang sedang berjalan (FORMULIR C). 2008 22 . Pada dasarnya pengawasan dan pengendalian padat karya dilakukan oleh semua pihak yang bersangkutan baik masyarakat maupun instansi pemerintah yang berkepentingan terhadap pembangunan atau wilayah desa yang bersangkutan.e. Setiap pengajuan uang muka kerja harus disertai dengan keterangan atau pernyataan dari Petugas lapangan padat karya tentang jumlah pekerja proyek yang harus dibayar selama minggu yang bersangkutan (FORMULIR D). 25. Upah tenaga tenaga kerja per Hari Orang Kerja (HOK) adalah seragam untuk seluruh kabupaten pelaksana padat karya yaitu Rp.000 per HOK. 2. Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA. PENGAWASAN DAN PENGENDALIAN 1. f. Pengendalian terhadap pelaksanaan padat karya sehari-hari dilakukan oleh penanggungjawab kegiatan padat karya (Kepala Dinas Pertanian Kabupaten) berkoordinasi dengan instansi teknis terkait.

Biaya operasional kegiatan persiapan. 2. Pengawasan padat karya. pelaksanaan pekerjaan fisik dan pembagian upah dilakukan oleh pengawas lapangan E. 2008 23 . PEMBIAYAAN 1. Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA. 4. 3.3. Bila tidak tersedia dana pengadaan material bangunan. Pengawasan dan pengendalian terhadap pengelolaan keuangan harus dilakukan secara intensif dan efektif untuk mencegah terjadinya penyimpangan dan penyelewengan yang mengakibatkan kerugian negara. pembinaan dan pemantauan serta kegiatan terkait lainnya menjadi beban Dinas Pertanian Propinsi/Kabupaten/Kota. dananya dapat disediakan dari sumber APBD I/APBD II/ Swadaya masyarakat petani sendiri. Upah tenaga kerja yang pembangunan berada di infrastruktur masing-masing pengelolaan lahan dan air bersumber dari dana Tugas Pembantuan Kabupaten/ Kota pelaksana padat karya. pelaksanaan.

keterpaduan dan persepsi serta pola pikir yang sama. Agar dapat dicapai hasil yang maksimal diharapkan adanya koordinasi. A. Penanggungjawab Teknis Sebagai penanggungjawab teknis adalah Direktur lingkup Ditjen Pengelolaan Lahan dan Air yang tugas dan fungsinya memberikan arahan dan pedoman teknis pembangunan infrastruktur pengelolaan lahan dan air. 3. Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA. Pembina Sebagai pembina adalah Menteri Pertanian yang fungsinya adalah memberikan bimbingan dan arahan kebijaksanaan umum agar sasaran dan tujuan kegiatan padat karya dapat tercapai. Tugas dan fungsinya memberikan petunjuk dalam perencanaan. 2. pelaksanaan dan pengendalian agar tujuan padat karya dapat tercapai dengan baik.BAB V ORGANISASI Untuk mendukung pelaksanaan padat karya diperlukan adanya organisasi pelaksana yang memadai baik kualitas maupun kuantitasnya. TINGKAT PUSAT 1. 2008 24 . Penangggung jawab kegiatan padat karya Sebagai penanggungjawab kegiatan padat karya adalah Dirjen Pengelolaan Lahan dan Air.

Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA. Pelaporan pelaksanaan padat karya ini merupakan bagian integral dari laporan pelaksanaan kegiatan pengelolaan lahan dan air yang ada di Kabupaten/Propinsi ybs. 2008 25 .4. TINGKAT PROPINSI 1. Dinas Pertanian Propinsi wajib menyusun pelaporan untuk disampaikan ke tingkat Pusat (dalam hal ini penanggung jawab teknis tingkat Pusat). memonitor terhadap serta melaksanakan padat bimbingan karya di teknis semua pelaksanaan kabupaten pelaksana padat karya di wilayah kerjanya. Dari hasil monitoring dan juga pelaporan pelaksanaan padat karya dari tingkat Kabupaten. B. Pelaksana Padat Karya Yang dimaksud pelaksana padat karya adalah para petugas fungsinya struktural dan Satker dan yang tugas dan melaksanakan bertanggungjawab terhadap kelancaran pelaksanaan kegiatan padat karya serta hasil yang dicapai sesuai sasaran yang telah ditetapkan. Dinas Pertanian Propinsi bertugas mengkoordinasikan. 2.

adminsitrasi menyelenggarakan keuangan yang lainnya sesuai ketentuan yang berlaku. serta penerimaan. TINGKAT KABUPATEN/KOTA 1. Penanggungjawab Kegiatan Sebagai penanggungjawab kegiatan di Kabupaten/Kota adalah Kepala Dinas Pertanian Kabupaten. peserta padat karya bertugas mengerjakan pekerjaan sesuai dengan petunjuk ketua Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA. 2008 26 . Sekretariat/KORLAP Tugas dan fungsi sekretariat adalah membantu PKP dalam rangka pelaksanaan program padat karya di lapangan. 2. pengeluaran. 4. Pekerja/petani dan buruh tani serta warga miskin peserta padat karya Pekerja/petani kelompok.C. Bendaharawan Bendaharawan bertanggungjawab atas pengelolaan keuangan. 3. Tugas dan fungsi penanggungjawab kegiatan adalah melakukan perencanaan kegiatan padat karya. pembinaan dan pemantauan kegiatan di pelaksanaan dan evaluasi terhadap serta dimaksud pelaksanaan melaporkan kepada kabupaten/kota kegiatan penanggungjawab teknis di pusat dengan tembusan ke Dinas Pertanian Pertanian Propinsi. pencatatan pencairan.

Pengawas pelaksanaan Padat padat Karya. bertugas memberikan arahan teknis terhadap hasil ketua kegiatan dan sesuai kelompok dengan petani/buruh tani peserta padat karya dan melakukan pengawasan agar ketentuan/sasaran kegiatan 6.5. Juru Bayar/pembantu upah bendaharawan. padat bertugas serta membayarkan peserta karya bertanggungjawab atas pekerjaannya yang berkaitan dengan masalah keuangan dan administrasinya kepada bendaharawan. bertugas mengkoordinasikan kesatuan pekerjaan dari para pekerja yang mendapat arahan dari Petugas Lapangan Proyek 7. Ketua kelompok. 8. atau lembaga lainnya. 9. karya bertugas agar mengawasi tidak terjadi penyimpangan yang dapat dilakukan oleh perangkat desa. Bagan Organisasi Pelaksanaan kegiatan program padat karya sebagaimana tersaji dalam halaman berikut : Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA. LSM. Petugas Lapangan Padat Karya. 2008 27 .

2008 28 .STRUKTUR ORGANISASI PROGRAM PADAT KARYA PEMBINA MENTERI PERTANIAN PENANGGUNG JAWAB PROGRAM DIRJEN PENGELOLAAN LHN DAN AIR PENANGGUNG JAWAB TEKNIS DIREKTUR LINGKUP DITJEN PLA SATKER PUSAT DINAS PERTANIAN PROPINSI : Jalur Koordi PENANGGUNG JAWAB KEGIATAN KEPALA DINAS PERTANIAN KABUPATEN/KOTA SEKRETARIAT/ KORLAP PENGAWAS PAD AT KARYA PLP PADAT KARYA PLP PADAT KARYA PLP PADAT KARYA Kelompok PK Kelompok PK INSTANSI TERKAIT SATKER/ BENDAHARAWAN JURU BAYAR/ PEMBANTU BENDAHARA Kelompok PK PETANI / BURUH TANI PELAKSANA PADAT KARYA : Jalur Komando : Jalur Monitoring dan Pelaporan : Jalur Koordinasi : Jalur Pengawasan Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA.

2. B. Ketua Kelompok Pelaksana Padat Karya membuka rekening pada Bank Pemerintah terdekat untuk menerima transfer bantuan sosial pengadaan sarana padat karya. 2. Dana transfer yang masuk. Ketua kelompok pelaksana kegiatan padat karya mengusulkan pengadaan sarana padat karya ke Koordinator Lapangan (Korlap). Mekanisme Transfer Dana Bantuan Sosial Transfer dana bantuan sosial untuk pengadaan sarana padat karya dilaksanakan melalui tahapan sebagai berikut : 1. nantinya dapat dicairkan melalui cek yang ditandatangani bersama oleh Penanggungjawab Padat Karya. 2008 29 .BAB VI MEKANISME PENCAIRAN DANA BANTUAN SOSIAL SARANA PADAT KARYA MELALUI POLA TRANSFER KE REKENING KELOMPOK Pencairan dana bantuan sosial untuk pengadaan sarana padat karya kepada kelompok pelaksana padat karya di lapangan. Pencairan dana bantuan sosial tersebut dapat dilakukan melalui tahap-tahap sebagai berikut : A. Pembuatan Rekening 1. Korlap mengajukan usulan pengadaan sarana tersebut kepada Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dilengkapi dengan rencana kegiatan padat karya dan spesimen tandatangan Karya (Kepala Dinas lingkup Pertanian Kabupaten/Kota) dan Ketua Kelompok Pelaksana Padat Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA.

SPP tersebut diajukan kepada Tim Penguji dan apabila SPP dinyatakan memenuhi syarat maka diterbitkan SPM. Pencairan dana bantuan sosial padat karya dapat dilakukan melalui pengajuan ketua kelompok kepada Kepala Dinas melalui PPK yang dilampiri dengan rencana kegiatan di lapangan. dll. 6. Alur Pencairan Dana Bantuan Sosial untuk Pengadaan Sarana Padat Karya melalui Mekanisme Transfer ke Rekeneing Ketua Kelompok Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA. 2008 30 . 5. C. target areal/fisik. waktu pelaksanaan. peserta padat karya. 4. 3.pencairan yang ditandatangani oleh Ketua Kelompok Pelaksana Padat Karya dan Kepala Dinas. usulan tersebut diajukan kepada KPA untuk dibuatkan SPP yang dilengkapi dengan rencana pelaksanaan padat karya dimana rencana tersebut minimal memuat lokasi. SPM diteruskan ke KPPN untuk dilakukan penelitian dan diverifikasi kebenaran dokumen untuk diterbitkan SP2D. PPK melakukan penelaahan terhadap usulan pengadaan sarana padat karya dan apabila telah memenuhi syarat. untuk itu dana bantuan sosial akan segera ditransfer langsung kepada rekening ketua kelompok pelaksana padat karya.

3. Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA. 2. Apabila usulan pengadaan sarana (UPS) Padat Karya yang diajukan dianggap lengkap. sebagai dasar penerbitan SPM. Koordinator Lapangan (Korlap) meneruskan usulan pengadaan sarana (UPS) Padat Karya ke Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Oleh PPK. maka KPA memerintahkan kepada Bendahara untuk mempersiapkan SPP guna diajukan ke Pejabat Penguji dan Perintah Pembayaran. Ketua kelompok pelaksana padat karya mengajukan usulan pengadaan (Korlap).4 (SPP) KPA (Kuasa Pengguna Anggaran) 3 (UPS) Bendahara PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) PPPP (Pejabat Penguji dan Perintah 5 (SPM) KPPN 2 (UPS) 6 (SP2D dan Transfer Dana Bansos) KORLAP (Koordinator Lapangan) 1 (UPS) Ketua Kelompok Pelaksana Kegiatan Padat Karya Keterangan: 1. 2008 31 sarana (UPS) kepada Koordinator Lapangan . usulan pengadaan sarana (UPS) dipelajari dan ditelaah yang selanjutnya diajukan ke Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yaitu Kepala Dinas Kabupaten. 4.

5. SP2D tersebut sebagai dasar transfer dana bantuan sosial guna pengadaan sarana Padat Karya kepada Ketua Kelompok Pelaksana Padat Karya. SPM diajukan ke KPPN guna diterbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D). Oleh Pejabat Penguji dan Perintah Pembayaran. 2008 32 . Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA. 6.

Kepala Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA. Dinas kompensasi Personil lapangan ditetapkan melalui Keputusan KPA antara lain : Pertanian Kabupaten/Kota Penanggungjawab Padat Karya . Tahap Persiapan Langkah–langkah administrasi pada tahap persiapan / perencanaan antara lain : 1.BAB VII MEKANISME PERTANGGUNGJAWABAN KEUANGAN PADAT KARYA A. Penetapan Personil Lapangan Sesuai dengan organisasi pelaksanaan sebagaimana tertuang dalam Pedoman Umum Padat Karya. 2008 personil tersebut dan kerja besarnya sepanjang yang perlu selaku 33 honorarium/tunjangan dananya. ADMINISTRASI KEUANGAN PADAT KARYA Pencapaian fisik kegiatan padat karya sangat penting diikuti dengan penyelesaian administrasinya. perlu ditetapkan personil lapangan melalui Keputusan KPA yang minimal memuat uraian tugas dan tanggung jawab masing-masing teralokasi a. Untuk itu tertib administrasi termasuk didalamnya adalah menyangkut anggaran dalam dasar rangka pertanggungjawaban penggunaan pelaksanaannya. Pelaksanaan administrasi padat karya mulai dari tahap persiapan/perencanaan sampai dengan penyerahan hasil pekerjaan sebagai berikut : 1.

jenis dan volume pekerjaannya. Penetapan Calon Lokasi Dan Jenis Pekerjaan Padat Karya Tahap perencanaan pekerjaan Padat Karya yang terpenting adalah penetapan calon lokasi kegiatan sesuai dengan jenis pekerjaan yang akan dipadatkaryakan. Petugas Lapangan Padat Karya (PLP) d. Juru Bayar Padat Karya e. Koordinator Lapangan (Sekretaris Padat Karya) c.b. 4. Daftar pembayaran upah bagi peserta Padat Karya Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA. 2008 34 . Daftar Absensi Peserta Padat Karya b. buruh tani atau keluarga miskin berdomisili di sekitar lokasi kegiatan. Identifikasi calon lokasi setidaknya memuat secara jelas menyangkut hamparan lahan pertanian yang digarap. Penetapan peserta padat karya ini penting sabagai dasar pemberian upah atau honor kepada mereka sesuai alokasi dananya. Petugas Pengawas Padat Karya 2. Penyiapan Daftar absensi dan pembayaran upah Daftar yang perlu dipersiapkan pada padat karya ini antara lain: a. Penetapan lokasi dan petani/buruh tani peserta padat karya Setelah identifikasi lokasi padat karya telah jelas. 3. Penetapan peserta padat karya ini sekaligus dengan penetapan lokasi dan jenis pekerjaan padat karya melalui Keputusan KPA. maka perlu segera ditetapkan pesertanya yang meliputi petani.

Pembuatan Berita Acara Penyelesaian Pekerjaan. Pencatatan kejadian penting dalam pelaksanaan padat karya. jenis pekerjaan. 2008 35 . 2. c. 3.2. Tahap Penyelesaikan Pekerjaan Administrasi pada tahap penyelesaian pekerjaan meliputi: 1. Daftar absensi yang ditandatangani oleh Petugas Lapangan Padat Karya (PLP) serta pengawas padat karya. Dokumentasi pada pasca pekerjaan. Dokumentasi a. Dokumentasi pada tahap pekerjaan. volume pekerjaan dan jangka waktu penyelesaian pekerjaan. b. 3. Jenis dan volume pekerjaan c. b. Pencatatan hasil pekerjaan padat karya a. 2. Jangka waktu penyelesaian pekerjaan Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA. Pembayaran upah padat karya kepada peserta. b. Pengisian daftar absensi dan pembayaran upah a. Jumlah Peserta Padat Karya d. Dokumentasi lokasi sebelum dikerjakan. Pencatatan jumlah pekerja. Lokasi Padat Karya b. Pembuatan dan Penyampaian Laporan Keuangan Pelaksanaan Padat Karya antara lain memuat: a. Tahap Pelaksanaan Administrasi pada tahap pelaksanaan meliputi: 1.

Jumlah dana dan realisasi g. 1.66/PB/2005. Mekanisme Pembayaran Pembayaran pelaksanaan Padat Karya dilakukan melalui mekanisme pembayaran langsung (LS) dengan tahapan sebagai berikut: a. upah/honor dan vakasi. Surat Perintah Membayar (SPM). KPA mengajukan SPP-LS kepada Pejabat Penguji dan Penerbit SPM dilengkapi dengan SK tentang Pemberian Honor/Upah. Mekanisme Pertanggungjawaban Keuangan Melalui Pola LS Dasar hukum mekanisme Surat Permintaan Pembayaran (SPPLS/GU). Foto dan dokumentasi B. Surat Setoran Pajak (SSP) kalau ada dan Daftar Penerima Pembayaran honor/upah sesuai CP/CL Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA. tanggal 28 Desember 2005 tentang Mekanisme Pelaksanaan Pembayaran Atas Beban Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yaitu pada Bab III pasal 4 butir 5 menyangkut SPP-LS untuk pembayaran gaji. Pembayaran Upah (jumlah jam/hari/orang) f. 2008 36 .e. Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D) sesuai dengan aturan yang berlaku sebagaimana dalam Peraturan Direktur Jenderal Perbendaharaan Nomor PER. PERTANGGUNGJAWABAN KEUANGAN PADAT KARYA 1.

untuk melengkapi dokumen LS. Tim Penguji melakukan pengujian dan penelitian atas SPP-LS dan dokumen pendungkungnya yang diajukan untuk dasar Penerbitan SPM. b. Setelah SPM diterima KPPN kemudian diteliti dan diverifikasi kebenaran dokumen untuk diterbitkan SP2D. Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA. untuk itu uang akan segera ditransfer kepada Bendahara. Bendahara satker menyerahkan uang tersebut kepada Juru Bayar Pelaksana Kegiatan Padat Karya sesuai dengan jumlah yang diajukan f. SPM dikeluarkan oleh Pejabat Penguji dan Penerbit SPM untuk selanjutnya diajukan ke KPPN dengan daftar penerima pembayaran guna penerbitan SP2D yang dilampiri Surat-surat Keputusan tersebut diatas (point a) dan ditandatangani oleh KPA (PER 66/PB/2005 yaitu Bab V Pasal 9 butir 2).yang dikerjakan dan ditandatangani oleh KPA/Pejabat yang ditunjuk. e. 2008 37 . c. d. Juru rincian Bayar melakukan pembayaran yang pada petani/peserta padat karya dengan disertai daftar pembayaran ditandatangani petani/peserta padat karya dan juru bayar serta diketahui Petugas Lapangan Padat Karya sebagai tanda bukti pembayaran.

Dokumen-dokumen SPP. untuk melengkapi dokumen kontrak. f.LS Padat Karya sebagai arsip.2. Daftar hadir/absen Peserta Padat Karya yang ditandatangani oleh Petugas Lapangan Padat Karya dan diketahui Pengawas Lapangan Padat Karya. c. Kuitansi pembayaran upah/honor yang disetujui oleh Kuasa Pengguna Anggaran atau pejabat yang ditunjuk. Daftar Tanda Terima Upah Tenaga Kerja yang ditandatangani oleh Juru Bayar dan diketahui oleh Petugas Lapangan Padat Karya. Daftar rincian pembayaran yang ditandatangani petani/peserta padat karya dan juru bayar serta diketahui Petugas Lapangan Padat Karya sebagai tanda bukti pembayaran. antara lain meliputi : a. 2008 38 . Serta dokumen penting lainnya yang diperlukan. d. b. e. Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA. Berita Acara Serah oleh Terima Petugas Pekerjaan Lapangan yang dan ditandatangani Penanggung Jawab Kegiatan dalam hal ini Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota .

usulan kegiatan ditelaah yang selanjutnya diajukan ke Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yaitu Kepala Dinas Kabupaten. 3. Alur pencairan Upah Padat Karya Melalui LS KPA (Kuasa Pengguna nggaran) 2 (UK) 3 (SPP- PPPP (Pejabat Penguji dan 4 (SPM) PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) 1 (UK) Bendaha ra 5 KPPN 6 (Uang P k j ) KORLAP (Koordinator Lapangan) Juru Bayar 7 (Upah Padat Petani/ Peserta Padat Keterangan: 1. 2008 39 . Apabila usulan kegiatan Padat Karya yang diajukan dianggap lengkap maka KPA memerintahkan kepada Bendahara untuk mempersiapkan SPP-LS guna diajukan ke Pejabat Penguji dan Perintah Pembayaran (P4). Koordinator (PPK). Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA. Oleh PPK. Lapangan (KorLap) mengusulkan usulan kegiatan (UK) Padat Karya ke Pejabat Pembuat Komitmen 2.3.

Pembayaran pelaksanaan Padat Karya melalui mekanisme transfer dapat mengurangi beban pekerjaan Bendahara dan tidak mengganggu Uang Persediaan (UP) sehingga tidak menghambat kegiatan lainnya.4. Mekanisme Pertanggungjawaban Keuangan Melalui Pola Transfer Pembayaran pelaksanaan padat karya dapat dilakukan dengan transfer ketua dana belanja pegawai (upah padat karya) kepada kelompok pelaksana padat karya di lapangan. 7. Dengan demikian uang yang ditransfer sesuai dengan jumlah nominal yang diajukan. 6. SPM diajukan ke KPPN guna diterbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D). Mekanisme Pembayaran Pembayaran pelaksanaan Padat Karya dilakukan melalui mekanisme transfer dengan tahapan sebagai berikut: a. Dana yang sudah cair diteruskan kepada Juru Bayar Padat karya untuk pembayaran upah kepada petani/peserta padat karya 2. Oleh Pejabat Penguji dan Perintah Pembayaran SPP-LS diproses sebagai dasar penerbitan SPM 5. Ketua kelompok pelaksana kegiatan padat karya mengusulkan daftar peserta padat karya ke Koordinator Lapangan (Korlap). Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA. 1. SP2D sebagai dasar pencairan anggaran oleh Bendahara. 2008 40 .

2008 41 . e. SPM dikeluarkan oleh Pejabat Penguji dan Penerbit SPM untuk selanjutnya diajukan ke KPPN dengan daftar penerima pembayaran guna penerbitan SP2D yang dilampiri Surat-surat Keputusan tersebut diatas (point c). f. PPK melakukan penelaahan terhadap usulan kegiatan dan apabila telah memenuhi syarat. yang ditandatangani oleh ketua kelompok pelaksana kegiatan padat karya dan Kepala Dinas d. Daftar Penerima Pembayaran honor/upah sesuai CP/CL yang dikerjakan dan ditandatangani oleh KPA/Pejabat yang ditunjuk serta spesimen tanda tangan pencairan dana padat karya. Setelah SPM diterima KPPN kemudian diteliti dan diverifikasi kebenaran dokumen untuk diterbitkan SP2D. usulan tersebut diajukan kepada KPA untuk dibuatkan SPP yang dilengkapi dengan SK tentang Pemberian Honor/Upah. untuk itu uang akan segera ditransfer langsung kepada rekening ketua kelompok pelaksana padat karya. Korlap mengajukan usulan kegiatan padat karya ke Pejabat Pembuat Komitmen (PPK).b. Tim Penguji melakukan pengujian dan penelitian atas SPP dan dokumen pendungkungnya yang diajukan untuk dasar Penerbitan SPM. c. Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA.

2. b. Daftar Tanda Terima Upah Tenaga Kerja yang ditandatangani oleh Juru Bayar dan diketahui oleh Petugas Lapangan Padat Karya. e. d. Serta dokumen penting lain yang diperlukan. Daftar rincian pembayaran yang ditandatangani petani/peserta padat karya dan juru bayar serta diketahui Petugas Lapangan Padat Karya sebagai tanda bukti pembayaran. Berita Acara Serah oleh Terima Petugas Pekerjaan Lapangan yang dan ditandatangani Penanggung Jawab Kegiatan dalam hal ini Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota .g. 2008 42 . Dokumen-dokumen Padat Karya sebagai arsip. antara lain meliputi : a. Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA. Kuitansi pembayaran upah/honor yang disetujui oleh Kuasa Pengguna Anggaran atau pejabat yang ditunjuk. Pencairan dana padat karya dapat dilakukan secara bertahap sesuai dengan pengajuan ketua kelompok pelaksana kegiatan kepada Kepala Dinas melalui PPK yang dilampiri dengan rencana kegiatan di lapangan. c. f. untuk melengkapi dokumen kontrak. Daftar hadir/absen Peserta Padat Karya yang ditandatangani oleh Petugas Lapangan Padat Karya dan diketahui Pengawas Lapangan Padat Karya.

2008 43 . Koordinator Lapangan (Korlap) mengajukan usulan kegiatan (UK) Padat Karya ke Pejabat Pembuat Komitmen (PPK). Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA. Ketua kelompok pelaksana kegiatan mengajukan usulan kegiatan (UK) kepada Koordinator Lapangan (Korlap) 2.3. Alur Pencairan Upah Padat KaryaMelalui Transfer PPPP (Pejabat Penguji dan Perintah 5 (SPM) 3 (UK) KPA (Kuasa Pengguna Anggaran) 4 (SPP) Bendahara PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) KPPN 2 (UK) 6 (SP2D dan Transfer Upah Kegiatan) KORLAP (Koordinator Lapangan) Ketua Kelompok pelaksana kegiatan Padat Karya 1 (UK) Keterangan: 1.

dilampiri dengan dokumen yang dibutuhkan. Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA. Apabila usulan kegiatan Padat Karya yang diajukan dianggap lengkap maka KPA memerintahkan kepada Bendahara untuk mempersiapkan SPP guna diajukan ke Pejabat Penguji dan Perintah Pembayaran (P4). 2008 44 . Oleh Pejabat Penguji dan Perintah Pembayaran (P4) SPM diajukan ke KPPN guna diterbitkan Surat Perintah Pencairan Dana (SP2D). SP2D tersebut sebagai dasar transfer upah kegiatan Padat Karya kepada ketua kelompok pelaksana Padat Karya. 5. 6. 4.3. Oleh PPK. sebagai dasar penerbitan SPM. usulan kegiatan ditelaah yang selanjutnya diajukan ke Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) yaiu Kepala Dinas Kabupaten.

BAB VIII PELAPORAN DAN EVALUASI A. PELAPORAN Pelaporan diperlukan untuk mengetahui perkembangan

pelaksanaan kegiatan dalam mencapai sasaran yang telah ditetapkan dan merupakan bahan evaluasi untuk perencanaan dan langkah tindak lanjut. Adapun macam laporan adalah laporan pelaksanaan mingguan, bulanan dan laporan akhir. Laporan ini berisi antara lain data dan informasi tentang perkembangan pelaksanaan fisik dan keuangan, pendayagunaan tenaga kerja, penyerapan tenaga kerja, pembayaran tenaga kerja, hasil kerja fisik dan lain-lain. 2. Laporan Mingguan Petugas Pelaksana Lapangan berkewajiban membuat laporan mingguan yang memuat data dan informasi tentang macam pekerjaan, perkembangan fisik dan kemajuan pekerjaan, penyerapan tenaga kerja, dan pembayaran upah kerja selama pelaksanaan padat karya (FORMULIR PK-I). Disamping itu juga perlu dilaporkan hambatan pelaksanaan lapangan serta upaya pemecahan yang telah dilakukan (FORMULIR PK-II). 3. Laporan bulanan Walaupun setiap peserta memiliki hak untuk bekerja selama 10 hari kerja, namun pelaksanaan di suatu kabupaten tidak otomatis selesai dalam waktu 10 hari. Hal ini karena awal
Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA. 2008 45

pelaksanaan seragam.

masing-masing

lokasi

yang

belum

tentu

Berdasarkan

kompilasi

laporan

mingguan,

penanggung jawab kegiatan di tingkat kabupaten wajib membuat laporan bulanan pelaksanaan kegiatan padat karya. yang dikirim ke masing-masing Penanggungjawab Teknis (Direktur di tingkat Pusat) sesuai dengan bidang pekerjaan yang dipadatkaryakan dan tembusannya dikirim ke Kepala III). 4. Laporan akhir / paripurna Setelah pelaksanaan padat karya selesai, penanggung jawab teknis kegiatan di tingkat kabupaten wajib menyiapkan laporan akhir pelaksanaan padat karya baik dari segi fisik maupun keuangan. Laporan ini merupakan bagian integral dari pelaporan pelaksanaan kegiatan Pengelolaan Lahan dan Air (misalnya: Optimasi Lahan, Pengembanga Usaha tani Konservasi, Reklamasi Lahan, Rehabilitasi JITUT dll) sesuai dengan jenis kegiatannya yang mungkin dapat berbeda antara kabupaten satu dengan lainnya. Laporan akhir ini dikirim ke masing-masing Penanggungjawab Teknis (Direktur di tingkat Pusat) sesuai dengan bidang pekerjaan yang dipadatkaryakan dan tembusannya dikirim ke Kepala Dinas Pertanian Propinsi sebagai coordinator pelaksanaan padat karya di tingkat Propinsi. 5. Setiap kegiatan telah selesai dikerjakan agar supaya diserahterimakan dari kelompok tani kepada Kepala Dinas
Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA. 2008 46

Dinas

Pertanian

Propinsi

sebagai

coordinator

pelaksanaan padat karya di tingkat Propinsi (FORMULIR PK-

Pertanian Kabupaten setempat selaku penanggung jawab kegiatan padat karya. Namun demikian, seperti halnya pekerjaan konstruksi yang dipihak ketigakan, petani sebagai pelaksana padat karya wajib untuk melakukan pemeliharaan untuk kelestarian fungsi bangunan infrastruktur pengelolaan lahan dan air yang telah dibangun. Adapun berita acara serah terima pelaksanaan pekerjaan tersebut dibuat dengan menggunakan FORMULIR E. Berita acara dilengkapi dengan : a. Pernyataan b. Pernyataan G). c. Pernyataan kesanggupan peserta padat karya / petani / kelompok tani untuk mengadakan upaya pemeliharaan bangunan yang telah dikonstruksi (Formulir H) penyelesaian Instansi/Dinas kegiatan Pertanian padat karya (FORMULIR F). Kabupaten mengenai hasil fisik kegiatan padat karya (FORMULIR

B.

EVALUASI Evaluasi dilakukan terhadap keseluruhan kegiatan padat karya yang meliputi kegiatan perencanaan, pelaksanaan dan pengendalian dan pengawasan. 1. Evaluasi terhadap pelaksanaan kegiatan perencanaan meliputi antara lain pemilihan lokasi, jenis kegiatan, sosialisasi, rencana pembiayan, dukungan dari pemerintah daerah setempat dan lain-lain.

Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA. 2008

47

manfaat kegiatan bagi masyarakat petani. 3. UPK. penggunaan produktivitas bahan/alat. tugas dan fungsi pelaksana.2. organisasi. penyuluhan. pengerahan tenaga kerja. buruh tani dan warga miskin lainnya. Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA. peranan masyarakat/lembaga tenaga kerja. pelaksanaan pengadaan kegiatan dan fisik. teknis masyarakat dalam proses pelaksanaan kegiatan. seperti pembayaran pengerahan pelaksanaan pekerjaan fisik dan lain-lain. penyusunan rencana kegiatan. Evaluasi terhadap pelaksanaan meliputi kegiatan persiapan. Evaluasi terhadap pengendalian dan pengawasan meliputi peranan pengawasan. 2008 48 . pekerjaan.

dan belum tertuang dalam pelaporan teknis ini agar segera berkonsultasi kepada koordinator tingkat Propinsi (Dinas Pertanian Propinsi) atau Penanggung jawab Teknis di tingkat Pusat. 2008 49 . 2. maka seluruh jajaran yang terkait baik secara langsung maupun tidak langsung diharapkan dapat bekerja dengan penuh tanggungjawab yang berorientasi kepada kepentingan masyarakat kecil. Apabila terjadi perubahan-perubahan rencana fisik dan halhal yang belum jelas. Untuk terwujudnya pelaksanaan yang efisien dan efektif. 3. Mengingat kegiatan padat karya ini merupakan wujud kepedulian dan keberpihakan Departemen Pertanian kepada rakyat kecil khususnya petani dan buruh tani serta warga miskin lainnya. setiap penanggungjawab kegiatan menyusun rencana pelaksanaan kegiatan secara terinci. Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA.BAB IX PENUTUP 1.

. : …………………………………………. ) ( ……………………………………. DAFTAR REGISTER PETANI/BURUH TANI CALON PESERTA PADAT KARYA NO. 2008 MENGETAHUI : KEPALA DESA/LURAH PETUGAS LAPANGAN PADAT KARYA ( ………………………... 1 NAMA 2 UMUR 3 L/P 4 ALAMAT 5 KET 6 …………………. 2008 50 .. : …………………………………………..FORMULIR : A DEPARTEMEN PERTANIAN DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN LAHAN DAN AIR KEGIATAN PADAT KARYA PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PENGENGELOLAAN LAHAN DAN AIR TAHUN 2008 Desa Kecamatan Kabupaten/Kota : …………………………………………. ……….. ) Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA.

. : ………………………………………….. ……….. NAMA : …………………………………………. …………………………………………..FORMULIR : B DEPARTEMEN PERTANIAN DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN LAHAN DAN AIR KEGIATAN PADAT KARYA PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PENGELOLAAN LAHAN DAN AIR TAHUN 2008 DAFTAR KELOMPOK KERJA Desa / Kelurahan Kecamatan Kabupaten/Kota : Propinsi Nama Kelompok Jenis Kegiatan NO. P/K*) HARI/ TANGGAL JUMLAH HOK *) P = Pekerja K = Ketua Kelompok MENGETAHUI : KEPALA DESA/LURAH …………………………. : …………………………………….. : ……………………………………. 2008 ( ……………………………………. 2008 PETUGAS LAPANGAN PADAT KARYA ( ……………………….. ) Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA.. ) 51 . : ………………………………………….

..FORMULIR : C DEPARTEMEN PERTANIAN DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN LAHAN DAN AIR KEGIATAN PADAT KARYA PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PENGELOLAAN LAHAN DAN AIR TAHUN 2008 DAFTAR TANDA TERIMA UPAH TENAGA KERJA Desa / Kelurahan Kecamatan Kabupaten/Kota : Propinsi Nama Kelompok Jenis Kegiatan NO. NAMA : ………………………………………….) Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA. P/K JUMLAH HOK BESARNYA UTK YG DI TERIMA (Rp) TANDA TANGAN *) P = Pekerja K = Ketua Kelompok UTK = Upah Tenaga Kerja MENGETAHUI : PETUGAS LAPANGAN PADAT KARYA (…………………………. ………. : ……………………………………. : ……………………………………. …………………………………………. 2008 ……………………. : …………………………………………. 2008 JURU BAYAR (………………………………) 52 .. : …………………………………………....

FORMULIR : D DEPARTEMEN PERTANIAN DIREKTORAT JENDERAL PENGELOLAAN LAHAN DAN AIR KEGIATAN PADAT KARYA PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PENGENGELOLAAN LAHAN DAN AIR TAHUN 2008 DAFTAR PERMINTAAN UANG MUKA NO. BEKERJA JUMLAH HOK JUMLAH UTK (Upah Tenaga Kerja) (RP) JUMLAH Jumlah Upah Tenaga Kerja (UTK) sebesar Rp.. TGL. 2008 Yang Menyerahkan.. Penanggung Jawab Kegiatan Padat Karya Yang Menerima. Bendaharawan (…………………. Juru Bayar (…………………) Mengetahui. Petugas Lapangan Padat Karya (……………………) Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA. : …………………………………………… (…………………………………………………………………… ) tersebut diatas harus sudah di-SPJ-kan sebelum/bersamaan pada waktu menyampaikan permintaan uang muka berikutnya.…………. ……….…………. 2008 (……………………) 53 ..) Mengetahui.

Kami yang bertanda tangan dibawah ini : I.Bulan………………./Kota) Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA...FORMULIR : E BERITA ACARA SERAH TERIMA Pada hari ini Tanggal ……………………………. Nama : ……………………………………………….. Di ……………………………………………. Tahun Anggaran : ……………………………….. PIHAK PERTAMA YANG MENERIMA (Kpl Dns Pertanian Kab. Jabatan ………………………………………………. Jabatan : ………………………………………………. Yang selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA (pihak yang menyerahkan) II. Di ……………………………………………. Demikian Berita Acara Serah Terima ini dibuat rangkap 5 (lima) dan ditandatangani oleh kedua belah pihak. Nama ……………………………………………….. Jenis kegiatan : ………………………………. PIHAK PERTAMA telah menyerahkan Hasil Pelaksanaan Padat Karya dengan identitas sebagai berikut : Lokasi : ………………………………. Yang selanjutnya disebut PIHAK KEDUA (Pihak yang menerima) Dengan ini PIHAK PERTAMA dan PIHAK KEDUA menyatakan dengan sesungguhnya bahwa : 1. 2008 PIHAK KEDUA YANG MENYERAHKAN (Ketua Kelompok Tani) 54 . 2. Tahun……………………. PIHAK KEDUA telah menerima sepenuhnya penyerahan dari PIHAK PERTAMA Hasil Pelaksanaan Padat Karya dengan penuh tanggung jawab.

………. PROPINSI : ……………………………………………………………………. KABUPATEN : ……………………………………………………………………. TANGGAL MULAI : …………………………………………………………………….. …………………… …………………. 5. . ………………….. …………. ………………… ……………. JENIS PEKERJAAN : ……………………………………………………………………. 3. a. 2008 55 . b. ………. 2. 2008 Penanggung Jawab Kegiatan/ Kepala Dinas Pertanian Kab/Kota (……………………………….. Manfaat kegiatan padat karya (misalnya disebutkan nama-nama desa dengan jumlah KK-nya dan luas lahan yang dikonservasi diairi dioptimasi direklamasi/memperoleh manfaat) III.FORMULIR : F PERNYATAAN PENYELESAIAN KEGIATAN PADAT KARYA PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PENGENGELOLAAN LAHAN DAN AIR TAHUN ANGGARAN 2008 LOKASI/DESA : ……………………………………………………………………. 1. …………………. KECAMATAN : ……………………………………………………………………. Keterangan/Komentar: Proyek dapat dipertanggungjawabkan dan dapat diserahkan dari Penanggung Jawab Kegiatan kepada Pemerintah Kab/Kota. menyatakan : I.………………… ………………….) Rincian Vol pekerjaan lainnya: …………………… (Realisasi) …………………. Penyelesaian Proyek Padat Karya dengan : (Target) Total orang yang ikut kerja (KK) Total Hari orang kerja (HOK) Jumlah rata-rata orang kerja hari (HOK) Jumlah Uang Tenaga Kerja Volume (ha/m/m2/m3/………. …………………… …………………. ………………………….) Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA. TANGGAL SELESAI : ……………………………………………………………………. 6. 4..… …………………… …………………… II. Kami yang bertanda tangan dibawah ini.

FORMULIR : G PERNYATAAN MENGENAI HASIL FISIK KEGIATAN PADAT KARYA PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PENGENGELOLAAN LAHAN DAN AIR TAHUN 2008 LOKASI/DESA KECAMATAN KABUPATEN PROPINSI JENIS PEKERJAAN TANGGAL MULAI TANGGAL SELESAI : : : : : : : ……………………………………………………………………. Demikian pernyataan ini kami buat dengan sesungguhnya dan dipergunakan seperlunya. ……………………………………………………………………. …………………. ……………………………………………………………………. 2008 56 . ……………………………………………………………………. …………………. Penanggung Jawab Kegiatan/ Kepala Dinas Pertanian Kabupaten/Kota (……………………………………) Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA. Kami yang bertanda tangan dibawah ini menyatakan bahwa kegiatan Padat Karya Pembangunan infrastruktur pengelolaan lahan dan air tahun 2006. fisik konstruksinya telah selesai dikerjakan 100 % dan dapat diserah terimakan.2008 Hormat Kami. ……………………………………………………………………. ……………………………………………………………………. …………………………………………………………………….

Jenis Kegiatan . KEGIATAN TARGET S/D MINGGU LALU REALISASI MINGGU KUMULATIF S/D INI MINGGU INI % 1.FORMULIR : PK-I LAPORAN MINGGUAN KEGIATAN PADAT KARYA PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PENGELOLAAN LAHAN DAN AIR TAHUN 2008 DESA KECAMATAN KABUPATEN MINGGU KE . a.....JITUT .....Optimasi .Konservasi ....s/d ……………………………… ……………………………………………………………………...... Penyerapan TK Riil c. NO.Lainnya Jumlah .... …………………………………………………………………….Pengerahan TK per.. Dari tgl ……………………….2008 KOORDINATOR LAPANGAN PADAT KARYA (…………………………………………) Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA.. ……………………………………………………………………..hari b. HOK d.... TANGGAL MULAI TANGGAL SELESAI : : : : : : ……………………………………………………………………. ………………………... 2008 57 . ……………………………………………………………………. Biaya Upah e.

. ……………………………………………………………………………………………… 2.. 3..... harap menguraikan masalahnya secara singkat : ……………………………………………………………………………………………... Petugas Koord. ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………… ……………………………………………………………………………………………….. …………………………………………………………………………………………….. Bila ada masalah atau hambatan yang tidak dapat diselesaikan oleh Petugas Lapangan Padat Karya....... Tanggal : . ……………………………………………………………………………………………… ………………………………………………………………………………………………. Usaha-usaha apa uang telah dilakukan oleh Petugas Lapngan Padat Karya untuk memecahkan masalah tersebut : ………………………………………………………………………………………………. misalnya saran teknis. dll. 2008 58 . Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA. Desa Kecamatan Kabupaten Propinsi : : : : : ………………………..FORMULIR : PK-II LAPORAN HAMBATAN PELAKSANAAN KEGIATAN PADAT KARYA PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PENGELOLAAN LAHAN DAN AIR TAHUN 2008 Laporan Hambatan Pelaksanaan Untuk Hal Luar Biasa dari Petugas Koordinasi Lapangan Nama Lap... keperluan bahan dan alat kerja lapangan.. Tulis apa saja yang diperlukan untuk menyelesaikan masalah/hambatan tersebut. saran non teknis.... 1.

2008 59 . Pembagaian : Satu salinan masing-masing kepada arsip Petugas Pelaksana Lapangan Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA.Catatan. Koordinator Lapangan Padat Karya Tanda tangan : ……………………. setelah Petugas Lapangan Padat Karya tidak berhasil memecahkan masalah/hambatan dalam pelaksanaan fisik proyek. Laporan ini harus dibuat untuk hal-hal yang luar biasa.

2008 60 .... Kec. : .Optimasi Lahan: ……………...s/d ………………… …………………………………………………………… …………………………………………………………… TARGET REALISASI S/D BULAN LALU BULAN INI KUMULATIF S/D BULAN INI % 2. Dana Bantuan e...... Jumlah : : : : …………………………………………………………… Dari tgl ………………………...2008 PENANGGUNG JAWAB KEGIATAN (KEPALA DINAS KABUPATEN/KOTA) (………………………………………) Pedoman Umum Padat Karya Pengelolaan Lahan dan Air TA. .... ………………………. -Konservasi: ………….……… Dst. Lokasi desa : ……….. ...JITUT: ……………. Jenis Kegiatan .. Pengerahan TK per.hari b. MINGGU KE… JUMLAH LOKASI TANGGAL MULAI NO 1.. Penyerapan TK Riil c. HOK d.. KEGIATAN a.FORMULIR : PK-III LAPORAN BULANAN KEGIATAN PADAT KARYA PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PENGELOLAAN LAHAN DAN AIR TAHUN 2008 DINAS PERTANIAN KAB..

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful