You are on page 1of 5

Forward Chaining

Forward chaining merupakan metode inferensi yang melakukan penalaran dari suatu masalah kepada solusinya. Jika klausa premis sesuai dengan situasi (bernilai TRUE), maka proses akan menyatakan konklusi. Forward chaining adalah data-driven karena inferensi dimulai dengan informasi yang tersedia dan baru konklusi diperoleh. Jika suatu aplikasi menghasilkan tree yang lebar dan tidak dalam, maka gunakan forward chaining. Contoh : Terdapat 10 aturan yang tersimpan dalam basis pengetahuan yaitu :

R1 : if A and B then C

R2 : if C then D

R3 : if A and E then F

R4 : if A then G

R5 : if F and G then D

R6 : if G and E then H

R7 : if C and H then I

ingin membuktikan apakah K bernilai benar. Proses penalaran forward chaining terlihat pada gambar dibawah : Gambar Forward Chaining  Backward Chaining Menggunakan pendekatan goal-driven. maka gunakan backward chaining.R8 : if I and A then J R9 : if G then J R10 : if J then K Fakta awal yang diberikan hanya A dan E. dimulai dari harapan apa yang akan terjadi (hipotesis) dan kemudian mencari bukti yang mendukung (atau berlawanan) dengan harapan kita. Contoh : . Jika suatu aplikasi menghasilkan tree yang sempit dan cukup dalam. Sering hal ini memerlukan perumusan dan pengujian hipotesis sementara.

terdapat 10 aturan yang sama pada basis pengetahuan dan fakta awal yang diberikan hanya A dan E. Proses penalaran backward chaining terlihat pada gambar berikut : Gambar Backward Chaining . ingin membuktikan apakah K bernilai benar.Seperti pada contoh forward chining.

. Pada metode inferensi dengan backward chaining akan mencari aturan atau rule yang memiliki konsekuen (Then klausa . Contoh : Misalkan terdapat suatu sistem dengan tujuan : Goal_1. (Asumsi nilai fakta adalah boolean 1 dan 0). Pada backward chaining kita akan bekerja dari konsekuen ke antesendent untuk melihat apakah terdapat data yang mendukung konsekuen tersebut. Backward Chaining Backward chaining atau Backward Reasoning merupakan salah satu dari metode inferensia yang dilakukan untuk di bidang kecerdasan buatan.) yang mengarah kepada tujuan yang diskenariokan/diinginkan. Backward chaining dimulai dangan pendekatan tujuan atau goal oriented atau hipotesa. Untuk mencapai tujuan Goal_1 tersebut dibutuhkan fakta A yang bernilai 1 dan fakta B yang bernilai 1. Bagaimanan rancangan sistem pakar dan aturan yang akan dibuat: Langkah 1 : Buat aturan standar untuk menyatakan Goal 1 If A=1 and B=1 Then Goal 1 Langkah 2 : Buat aturan yang menyatakan bahwa jika C bernilai 1 maka A . Fakta A sendiri akan diperoleh jika ada fakta C yang bernilai 1.FORWARD DAN BACKWARD CHAINING A.

Forward chaining dimulai dengan data atau data driven. Forward Chaining Forward chaining adalah metode inferensia yang merupakan lawan dari backward chaining. akan tetapi ditujukan kepada antisendent yang dalam hal ini adalah A.. Pada forward chaining semua pertanyaan dalam sistem pakar akan disampaikan semuanya kepada pengguna. Dengan demikian sistem akan mengetahui bahwa antisendent C akan ditanyakan dengan anisendent B untuk menghasilkan Goal 1. . Mesin inferensia yang menggunakan forward chaining akan mencari antesendent (IF klausa ..) tidak harus mengarah kepada Goal 1. B. Artinya pada forward chaining semua data dan aturan akan ditelusuri untuk mencapai tujuan / goal yang diinginkan.) sampai kondisinya benar.- If C=1 Then A=1 Terlihat bahwa konsekuen (Then.