AL – BARZANJI HISTORY (SEJARAH AL-BARZANJI

)
Al-Barzanji atau Berzanji adalah suatu do’a-do’a, puji-pujian dan penceritaan riwayat Nabi Muhammad saw yang biasa dilantunkan dengan irama atau nada. Isi Berzanji bertutur tentang kehidupan Nabi Muhammad saw yakni silsilah keturunannya, masa kanak-kanak, remaja, dewasa, hingga diangkat menjadi rasul. Didalamnya juga mengisahkan sifat-sifat mulia yang dimiliki Nabi Muhammad serta berbagai peristiwa untuk dijadikan teladan umat manusia. Nama Barzanji diambil dari nama pengarangnya, seorang sufi bernama Syaikh Ja’far bin Husin bin Abdul Karim bin Muhammad Al – Barzanji. Beliau adalah pengarang kitab Maulid yang termasyur dan terkenal dengan nama Mawlid Al-Barzanji. Karya tulis tersebut sebenarnya berjudul ‘Iqd Al-Jawahir (kalung permata) atau ‘Iqd Al-Jawhar fi Mawlid An-Nabiyyil Azhar. Barzanji sebenarnya adalah nama sebuah tempat di Kurdistan, Barzanj. Nama Al-Barzanji menjadi populer tahun 1920-an ketika Syaikh Mahmud Al-Barzanji memimpin pemberontakan nasional Kurdi terhadap Inggris yang pada waktu itu menguasai Irak. Kitab Maulid Al-Barzanji karangan beliau ini termasuk salah satu kitab maulid yang paling populer dan paling luas tersebar ke pelosok negeri Arab dan Islam, baik Timur maupun Barat. Bahkan banyak kalangan Arab dan non-Arab yang menghafalnya dan mereka membacanya dalam acara-acara keagamaan yang sesuai. Kandungannya merupakan Khulasah (ringkasan) Sirah Nabawiyah yang meliputi kisah kelahiran beliau, pengutusannya sebagai rasul, hijrah, akhlaq, peperangan hingga wafatnya. Syaikh Ja’far Al-Barzanji dilahirkan pada hari Kamis awal bulan Zulhijjah tahun 1126 di Madinah Al-Munawwaroh dan wafat pada hari Selasa, selepas Asar, 4 Sya’ban tahun 1177 H di Kota Madinah dan dimakamkan di Jannatul Baqi`, sebelah bawah maqam beliau dari kalangan anak-anak perempuan Junjungan Nabi saw. Sayyid Ja’far Al-Barzanji adalah seorang ulama’ besar keturunan Nabi Muhammad saw dari keluarga Sa’adah Al Barzanji yang termasyur, berasal dari Barzanj di Irak. Datuk-datuk Sayyid Ja’far semuanya ulama terkemuka yang terkenal dengan ilmu dan amalnya, keutamaan dan keshalihannya. Beliau mempunyai sifat dan akhlak yang terpuji, jiwa yang bersih, sangat pemaaf dan pengampun, zuhud, amat berpegang dengan Al-Quran dan Sunnah, wara’, banyak berzikir, sentiasa bertafakkur, mendahului dalam membuat kebajikan bersedekah,dan pemurah. Nama nasabnya adalah Sayid Ja’far ibn Hasan ibn Abdul Karim ibn Muhammad ibn Sayid Rasul ibn Abdul Sayid ibn Abdul Rasul ibn Qalandar ibn Abdul Sayid ibn Isa ibn Husain ibn Bayazid ibn Abdul Karim ibn Isa ibn Ali ibn Yusuf ibn Mansur ibn Abdul Aziz ibn Abdullah ibn Ismail ibn Al-Imam Musa Al-Kazim ibn Al-Imam Ja’far As-Sodiq ibn Al-Imam Muhammad Al-Baqir ibn Al-Imam Zainal Abidin ibn Al-Imam Husain ibn Sayidina Ali r.a. Semasa kecilnya beliau telah belajar Al-Quran dari Syaikh Ismail Al-Yamani, dan belajar tajwid serta membaiki bacaan dengan Syaikh Yusuf As-So’idi dan Syaikh Syamsuddin Al-Misri.Antara guru-guru beliau dalam ilmu agama dan syariat adalah : Sayid Abdul Karim Haidar Al-Barzanji, Syeikh Yusuf Al-Kurdi, Sayid Athiyatullah Al-Hindi. Sayid Ja’far Al-Barzanji telah menguasai banyak cabang ilmu, antaranya: Shoraf, Nahwu, Manthiq, Ma’ani, Bayan, Adab, Fiqh, Usulul Fiqh, Faraidh, Hisab, Usuluddin, Hadits, Usul Hadits, Tafsir, Hikmah, Handasah, A’rudh, Kalam, Lughah, Sirah, Qiraat, Suluk, Tasawuf, Kutub Ahkam, Rijal, Mustholah.

seorang pemimpin yang pandai mengena hati rakyat jelata. Salahuddin mengimbau umat Islam di seluruh dunia agar hari lahir Nabi Muhammad SAW. Menurut Salahuddin. beliau juga menjadi khatib di Masjid Nabawi dan mengajar di dalam masjid yang mulia tersebut. kini harus dirayakan secara massal. yang setiap tahun berlalu begitu saja tanpa diperingati. Syaikh Abdullah As-Syubrawi AlMisri. Syaikh Abdul Wahab At-Thanthowi AlAhmadi. lalu mengembara ke berbagai negeri sebelum bermukim di Kota Sang Nabi. Beliau juga telah diijazahkan oleh sebahagian ulama’. antaranya : Syaikh Muhammad At-Thoyib Al-Fasi. Beliau terkenal bukan saja karena ilmu. semangat juang umat Islam harus dihidupkan kembali dengan cara mempertebal kecintaan umat kepada Nabi mereka. Muzaffaruddin di istananya sering menyelenggarakan peringatan maulid nabi. bukan sekadar perayaan ulang tahun biasa. Syaikh Ahmad Al-Asybuli. Sebab waktu itu umat Islam sedang berjuang keras mempertahankan diri dari serangan tentara salib Eropa. Historisitas Al-Barzanji tidak dapat dipisahkan dengan momentum besar perihal peringatan maulid Nabi Muhammad saw untuk yang pertama kali. Muzaffaruddin Gekburi yang menjadi Atabeg (setingkat Bupati) di Irbil. cuma perayaannya bersifat lokal dan tidak setiap tahun. merupakan salah seorang keturunan (buyut) dari cendekiawan besar Muhammad bin Abdul Rasul bin Abdul Sayyid Al-Alwi Al-Husain Al-Musawi Al-Saharzuri Al-Barzanji (10401103 H / 1630-1691 M). Adalah Sultan Salahuddin Yusuf Al-Ayyubi -dalam literatur sejarah Eropa dikenal dengan nama Saladin. Jerman. melainkan usul dari iparnya. Syaikh Ja’far Al-Barzanji. Meskipun Salahuddin bukan orang Arab melainkan berasal dari suku Kurdi. Sayid Muhammad At-Thobari. Penduduk Madinah sering meminta beliau berdo’a untuk hujan pada musim-musim kemarau. Di sana beliau telah belajar dari ulama’-ulama’ terkenal. yakni dari Prancis. tapi juga dengan kekeramatan dan kemakbulan doanya. Mesir.Syaikh Ja’far Al-Barzanji juga seorang Qodhi (hakim) dari madzhab Maliki yang bermukim di Madinah.katakanlah dia setingkat Gubernur. Syaikh Muhammad ibn Hasan Al A’jimi. Pada tahun 1099 M tentara salib telah berhasil merebut Yerusalem dan menyulap Masjidil Aqsa menjadi gereja. kota kaum Kurdi di Irak. selain dipandang sebagai mufti. Sayid Musthofa Al-Bakri. Mufti Agung dari madzhab Syafi’i di Madinah. dan daerah kekuasaannya membentang dari Mesir sampai Suriah dan Semenanjung Arabia. . Meskipun ada satu khalifah tetap satu dari Dinasti Bani Abbas di kota Baghdad sana. Salahuddin memerintah para tahun 1174-1193 M atau 570-590 H pada Dinasti Bani Ayyub. Sebenarnya hal itu bukan gagasan murni Salahuddin. Kita mengenal itu sebagai Perang Salib atau The Crusade. Secara politis memang umat Islam terpecah-belah dalam banyak kerajaan dan kesultanan. akhlak dan taqwanya. dan Inggris. Umat Islam saat itu kehilangan semangat perjuangan dan persaudaraan ukhuwah. pusat kesultanannya berada di kota Qahirah (Kairo). Maulid Nabi atau hari kelahiran Nabi Muhammad saw pada mulanya diperingati untuk membangkitkan semangat umat Islam. Sang mufti (pemberi fatwa) berasal dari Shaharzur. Suriah Utara. Untuk mengimbangi maraknya peringatan Natal oleh umat Nasrani. diantaranya Syaikh Athaallah ibn Ahmad Al-Azhari. namun hanya sebagai lambang persatuan spiritual. Adapun Salahuddin ingin agar perayaan maulid nabi menjadi tradisi bagi umat Islam di seluruh dunia dengan tujuan meningkatkan semangat juang.

pada saat yang bersamaan itu pula istana Raja Kisrawiyah retak terguncang hingga empat belas berandanya terjatuh. sehingga tidak dapat dikategorikan bid`ah yang terlarang. paparan Al-Barzanji dapat diringkas sebagai berikut: (1) Sislilah Nabi adalah: Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muttalib bin Hasyim bin Abdul Manaf bin Qusay bin Kitab bin Murrah bin Fihr bin Malik bin Nadar bin Nizar bin Maiad bin Adnan. agar jika kembali ke kampung halaman masing-masing segera menyosialkan kepada masyarakat Islam di mana saja berada. Salahuddin berhasil menghimpun kekuatan. yaitu Idul Fitri dan Idul Adha. Ternyata peringatan Maulid Nabi yang diselenggarakan Sultan Salahuddin itu membuahkan hasil yang positif. Lagi pula hari raya resmi menurut ajaran agama cuma ada dua. dengan lahirnya Nabi Muhammad ke muka bumi mampu memadamkan api sesembahan Kerajaan Persi yang diyakini tak bisa dipadamkan oleh siapapun selama ribuan tahun. dalam riwayat yang lain dikisahkan Muhammad dilahirkan langsung bersujud. Kerajaan Kisra pun porak poranda. Secara garis besar. Maka pada musim ibadah haji bulan Dzulhijjah 579 H / 1183 M. (5) Diangkat menjadi Rasul pada usia 40 tahun. sehingga pada tahun 1187 (583 H) Yerusalem direbut oleh Salahuddin dari tangan bangsa Eropa. dan mulai menyiarkan agama sejak saat itu hingga umur 62 tahun. (4) Menikah dengan Khadijah pada usia 25 tahun. Bahkan. Maka. Dalam kitab itu riwayat Nabi saw dilukiskan dengan bahasa yang indah dalam bentuk puisi dan prosa (nasr) dan kasidah yang sangat menarik. Semangat umat Islam menghadapi Perang Salib bergelora kembali. . Mekah dan Madinah) mengeluarkan instruksi kepada seluruh jemaah haji. dan Masjidil Aqsa menjadi masjid kembali. Seluruh ulama dan sastrawan diundang untuk mengikuti kompetisi tersebut. Salahuddin sebagai penguasa Haramain (dua tanah suci. ternyata Khalifah setuju. bukan perayaan yang bersifat ritual. Pemenang yang menjadi juara pertama adalah Syaikh Ja`far Al-Barzanji.Ketika Salahuddin meminta persetujuan dari Khalifah di Baghdad yakni An-Nashir. Pada mulanya gagasan Salahuddin ditentang oleh para ulama. bahwa mulai tahun 580 / 1184 M tanggal 12 Rabiul Awal dirayakan sebagai hari Maulid Nabi dengan berbagai kegiatan yang membangkitkan semangat umat Islam. Saat Nabi Muhammad dilahirkan tangannya menyentuh lantai dan kepalanya mendongak ke arah langit. Sebab sejak zaman Nabi peringatan seperti itu tidak pernah ada. (2) Pada masa kecil banyak kelihatan luar biasa pada dirinya. Salah satu kegiatan yang di prakarsai oleh Sultan Salahuddin pada peringatan Maulid Nabi yang pertama kali tahun 1184 (580 H) adalah menyelenggarakan sayembara penulisan riwayat Nabi beserta puji-pujian bagi Nabi dengan bahasa yang seindah mungkin. sebagai genderang tentang kenabiannya dan pemberitahuan bahwa Nabi Muhammad adalah pilihan Allah. sampai hari ini. Rasulullah meninggal di Madinah setelah dakwahnya dianggap telah sempurna oleh Allah SWT. Akan tetapi Salahuddin kemudian menegaskan bahwa perayaan Maulid Nabi hanyalah kegiatan yang menyemarakkan syiar agama. Dalam Barzanji diceritakan bahwa kelahiran kekasih Allah ini ditandai dengan banyak peristiwa ajaib yang terjadi saat itu. (3) Berniaga ke Syam (Suraih) ikut pamannya ketika masih berusia 12 tahun. Kitab Al-Barzanji ditulis dengan tujuan untuk meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW dan meningkatkan gairah umat.

apa tujuan dari peringatan maulid Nabi dan bacaan shalawat serta pujian kepada Rasulullah? Dr. karya ini terbagi dua: ‘Natsar’ dan ‘Nadhom’. Wahai Rasul salam untukmu. Di tengah kebingungannya. Pancaran kharisma Nabi Muhammad saw terpantul pula dalam sejumlah puisi. sebentuk eulogy bagi Sang Nabi. Secara sederhana kita dapat mengatakan bahwa karya Ja’far Al-Barzanji merupakan biografi puitis Nabi Muhammad saw. Annemarie Schimmel dalam bukunya. sahabat tersebut dengan berlinangan air mata lalu menerima sorban tersebut namun tidak menjadikannya alas duduk. Kisah lain yang juga bisa dijadikan teladan adalah pada suatu pengajian seorang sahabat datang terlambat. ia minta kepada sahabat yang lain untuk menggeser tempat duduknya.” Sarjana Jerman peneliti Islam. tak terkecuali Indonesia. Sa’id Ramadlan Al-Bûthi menulis dalam Kitab Fiqh Al-Sîrah Al-Nabawiyyah: “Tujuannya tidak hanya untuk sekedar mengetahui perjalanan Nabi dari sisi sejarah saja. Untaian syair itulah yang tersebar ke berbagai negeri di Asia dan Afrika. dengan mengolah bunyi “ah” pada tiap-tiap rima akhir. Bacaan shalawat dan pujian kepada Rasulullah bergema saat kita membacakan Barzanji di acara peringatan maulid Nabi Mauhammad saw. Seluruhnya menurutkan riwayat Nabi . Namun. Shalawat Allah kepadamu…) Kemudian. Tapi. Ya Habîb salâm ‘alaika. sebetulnya berbentuk prosa. namun tak ada satu pun yang mau. Rasulullah tampil justru tidak mengutamakan dirinya sendiri. Ya Rasûl salâm ‘alaika. Tidak tertinggal oleh umat Islam penutur bahasa Swahili di Afrika atau penutur bahasa Urdu di India. . meski kekuatan puitis yang terkandung dalam bahasa Arab kiranya belum sepenuhnya terwadahi dalam bahasa kita sejauh ini. ShalawatulLâh ‘alaika… (Wahai Nabi salam untukmu. Rasulullah saw memanggil sahabat tersebut dan memintanya duduk di sampingnya. para penyair kemudian mengolah kembali teks itu menjadi untaian syair. Di tengah masing-masing kabilah yang bersitegang mengaku dirinya yang berhak meletakkan Hajar Aswad. yang termasyhur: Seuntai gita untuk pribadi utama. Rasul kemudian melipat sorbannya lalu memberikannya pada sahabat tersebut untuk dijadikan alas tempat duduk. Dan Muhammad adalah Utusan Allah: Penghormatan terhadap Nabi saw dalam Islam (1991). dan Rasulullah kemudian mengambilnya lalu meletakkannya di Ka’bah. Tidak hanya itu. kita pun dapat membaca versi bahasa Indonesia dari syair itu. agar kita mau melakukan tindakan aplikatif yang menggambarkan hakikat Islam yang paripurna dengan mencontoh Nabi Muhammad saw. lalu ia tidak mendapati ruang kosong untuk duduk.Keagungan akhlaknya tergambarkan dalam setiap prilaku beliau sehari-hari. Keempat perwakilan kabilah itu pun lalu mengangkat sorban berisi Hajar Aswad. Wahai Kekasih salam untukmu. melainkan bersikap akomodatif dengan meminta kepada setiap kabilah untuk memegang setiap ujung sorban yang ia letakan di atasnya Hajar Aswad. yang didendangkan dari masa ke masa. Bahkan. tetapi justru mencium sorban Nabi Muhammad saw tersebut. menerangkan bahwa teks asli karangan Ja’far Al-Barzanji. beliau mampu mendamaikan beberapa kabilah dalam hal peletakan batu Hajar Aswad di Ka’bah. Dalam garis besarnya. Sekitar umur tiga puluh lima tahun.. dalam bahasa Arab. Melihat keagungan akhlak Nabi Muhammad. Bagian Natsar terdiri atas 19 sub bagian yang memuat 355 untaian syair. Ya Nabi salâm ‘alaika.

dan sirah nabawiyyah. antara lain diungkapkan sapaan kepada Nabi pujaan” Engkau mentari. satwa. banyak yang dipungut dari alam raya seperti matahari. Pulau Jawa. Antara yang masyhur mensyarahkannya ialah Syaikh Muhammad bin Ahmad ‘Ilyisy Al-Maaliki Al-’Asy’ari Asy-Syadzili Al-Azhari dengan kitab ’Al-Qawl Al-Munji ‘ala Maulid Al-Barzanji’. Beliau ini adalah seorang ulama besar keluaran Al-Azhar Asy-Syarif. telah disyarahkan pula oleh para ulama kenamaan umat ini. misalnya. hadist. Pokok-pokok tuturannya sendiri. Kitab Maulid Al-Barzanji ini telah disyarahkan oleh Al-’Allaamah Al-Faqih Asy-Syaikh Abu ‘Abdullah Muhammad bin Ahmad yang terkenal dengan panggilan Ba`ilisy yang wafat tahun 1299 H dengan satu syarah yang memadai. Sayyid Ja’far bin Sayyid Isma`il bin Sayyid Zainal ‘Abidin bin Sayyid Muhammad Al-Hadi bin Sayyid Zain yang merupakan suami kepada satu-satunya anak Sayyid Ja’far alBarzanji. Betapapun. yaitu Sayyidul Ulamail Hijaz. Silsilah Sang Nabi sendiri. yang terkenal sebagai ulama dan penulis yang produktif dengan banyak karangannya. juga telah menulis syarah bagi Maulid Al-Barzanj tersebut yang dinamakannya ‘Al- . karya ini kiranya telah ikut membentuk tradisi dan mengembangkan kebudayaan sehubungan dengan cara umat Islam diberbagai negeri menghormati sosok dan perjuangan Nabi Muhammad saw. dilukiskan sebagai “Untaian Mutiara”. Kemudian. kita dapat melihat teks seperti ini sebagai tutur kata yang lahir dari perspektif penyair. Salah satu hal yang mengagumkan sehubungan dengan karya Ja’far Al-Barzanji adalah kenyataan bahwa karya tulis ini tidak berhenti pada fungsinya sebagai bahan bacaan. Sementara. Dengan segala potensinya. sehingga melahirkan sejumlah besar metafor yang gemilang. Di antara idiom-idiom yang terdapat dalam karya ini. terutama menyangkut riwayat Sang Nabi. cahaya. mulai dari saat-saat menjelang beliau dilahirkan hingga masa-masa tatkala paduka mendapat tugas kenabian. Di samping itu. bagian Nadhom terdiri atas 16 sub bagian yang memuat 205 untaian syair. diperkaya dengan imajinasi puitis. dengan mengolah rima akhir “nun”. cukup elok dan bermanfaat yang dinamakan ‘AlQawl Al-Munji ‘ala Mawlid Al-Barzanji’ yang telah banyak kali diulang cetaknya di Mesir. Idiom-idiom seperti itu diolah sedemikian rupa. Ulama kita kelahiran Banten.Muhammad saw. An-Nawawi Ats-Tsani. terasa betul adanya keterpukauan sang penyair oleh sosok dan akhlak Sang Nabi. Sang penyair kemudian mencurahkan kembali rincian kejadian dalam sejarah ke dalam wadah puisi. bulan. terasa berpegang erat pada Alquran. bermazhab Maliki lagi Asy`ari dan menjalankan Thoriqah Asy-Syadziliyyah. dan lain-lain. Dalam untaian prosa lirik atau sajak prosaik itu. sehingga pembaca dapat merasakan madah yang indah. bahkan disenyawakan dengan shalawat dan doa. purnama. Beliau lahir pada tahun 1217 H / 1802M dan wafat pada tahun 1299 H / 1882M. Syaikh Muhammad Nawawi Al-Bantani Al-Jawi turut menulis syarah yang lathifah bagi Maulid al-Barzanji dan karangannya itu dinamakannya ‘Madaarijush Shu`uud ila Iktisaail Buruud’. batu. Dalam bagian Nadhom misalnya. Engkau rebulan dan Engkau cahaya di atas cahaya“.

Banyak memang amalan seorang muslim yang pada zaman Nabi tidak ada namun sekarang dilakukan umat Islam. Karangan-karangan beliau banyak. misalnya. dan ketenteraman. antaranya: “Syawaahidul Ghufraan ‘ala Jaliyal Ahzan fi Fadhaail Ramadhan”. tidak bid’ah sebab Rasulullah sendiri sering membacanya). Dengan mengingat-ingat riwayat Sang Nabi. Sudah lazim pula. tak terkecuali di negeri kita. syair Barzanji didendangkan – biasanya. namun termasuk bid’ah hasanah (bid’ah yang baik) yang diperbolehkan dalam Islam. aqiqah. orang berharap mendapat berkah keselamatan. syair Barzanji lazimnya dibacakan dalam kesempatan memeringati hari kelahiran Sang Nabi. bahkan ada juga yang menyelenggarakan secara besar-besaran. serta seseorang yang berangkat haji dan selama berada disana. bulan Rabius Tsany (Bakda Mulud). mau’idhah hasanah pada acara temanten dan mauludan. yasinan. Beliau juga merupakan seorang Mufti Syafi`iyyah. . Ada yang hanya mengirimkan masakanmasakan spesial untuk dikirimkan ke beberapa tetangga kanan dan kiri. antara lain: berzanjen. dan puncaknya ialah mau’idhah hasanah dari para muballigh atau da’i. ada yang agak besar seperti yang diselenggarakan di mushala dan masjid-masjid. Pada perkembangan berikutnya. rekby (dibaca perlahan). dihadiri puluhan ribu umat Islam. dan kadang diselenggarakan sampai hari-hari bulan berikutnya. seraya memanjatkan shalawat serta salam untuknya. “Mashaabiihul Ghurar ‘ala Jaliyal Kadar” dan “Taajul Ibtihaaj ‘ala Dhauil Wahhaaj fi Israa` wal Mi’raaj”. hejas (dibaca lebih keras dari rekby ). Acara yang disuguhkan dalam peringatan hari kelahiran Nabi ini amat variatif. seperti penampilan kesenian hadhrah. Kitab Al-Barzanji dalam bahasa aslinya (Arab) dibacakan dalam berbagai macam lagu. Kini peringatan Maulid Nabi sangat lekat dengan kehidupan warga Nahdlatul Ulama (NU). husein (memebacanya dengan tekanan suara yang tenang). Ada juga yang hanya membaca Barzanji dengan berbagai kegiatan keagamaan. diba’an. Para ulama NU memandang peringatan Maulid Nabi ini sebagai bid’ah atau perbuatan yang di zaman Nabi tidak ada. mencukur rambut bayi. Sayyid Ja’far ini juga adalah seorang ulama besar keluaran Al-Azhar Asy-Syarif. Misalnya pada saat kelahiran bayi. khitanan. pernikahan. dan lain-lain. dan masyry. Hari Senin tanggal 12 Rabi’ul Awal kalender hijriyah (Maulud). kesejahteraan. syukuran. ras (lebih tinggi dari nadanya dengan irama yang beraneka ragam). tahlilan (bacaan Tahlilnya. dalam bentuk standing ovation – dikala menyambut bayi yang baru lahir dan mencukur rambutnya. pembacaan Barzanji dilakukan di berbagai kesempatan sebagai sebuah pengharapan untuk pencapaian sesuatu yang lebih baik. ada yang menyelenggarakan upacara sederhana di rumah masing-masing.Kawkabul Anwar ‘ala ‘Iqdil Jawhar fi Maulidin Nabiyil Azhar’. kematian (haul). nakwan membaca dengan suara tinggi tapi nadanya sama dengan nada ras. pengumuman hasil berbagai lomba. yaitu dilagukan dengan suara yang lembut serta dibarengi dengan perasaan yang dalam Di berbagai belahan Dunia Islam. Beliau juga telah menulis sebuah manaqib yang menceritakan perjalanan hidup dan ketinggian nendanya Sayyid Ja’far Al-Barzanji dalam kitabnya “Ar-Raudhul A’thar fi Manaqib As-Sayyid Ja’far”. upacara pemberian nama.

tentu aku berikan syafa’at kepadanya di hari kiamat.” Sahabat Umar bin Khattab secara bersemangat mengatakan: “Siapa yang menghormati hari lahir Rasulullah sama artinya dengan menghidupkan Islam!” *) Diambil dari berbagai sumber . Rasulullah SAW bersabda: “Siapa menghormati hari lahirku.Dalam ‘Madarirushu’ud Syarhul’ Barzanji dikisahkan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful