5.

Transmisi Telephony
jg

5.1 PENDAHULUAN ”Voice channel” mengacu pada pendudukan spektral, apakah jalur voice melalui kawat, radio, atau koaksial atau fiber-optic. - Jika sepasang kawat pada loop pelanggan tanpa loading, dapat dilihat spektral terisi dari rata-rata pembicara pada frekuensi 20 Hz sampai 20 kHz jika transducer telepon sangat efisien melewati band ini. - Telinga manusia sensitif pada frekuensi 30 Hz sampai 20 kHz. - Sinyal voice (energi+emosi) menempati frekuensi yang lebih sempit yaitu 1004000 Hz, sehingga kanal voice nominal menempati 0 – 4 kHz - CCITT mendefinisikan voice channel pada 300-3400 Hz - Bell Labs (USA) menyatakan: ”the optimum tradeoff between economics and quality of transmission occurs when the telephone speech signal is band-limited to the range from about 200 to 3200 Hz”. - Ada tiga macam gangguan paling mendasar yang harus ditangani pada kanal voice a. Attenuation distortion (frequency response) b. Phase distortion c. Noise Gangguan lainnya : echo dan singing. 5.2. GANGGUAN PADA TRANSMISI KANAL VOICE 5.2.1 Attenuation Distortion Sinyal yang ditransmisikan melalui kanal voice mengalami beberapa bentuk distorsi, yaitu sinyal output dari kanal terdistorsi sedemikian sehingga menjadi tidak serupa dengan input. Salah satu bentuk distorsi adalah attenuation distortion yang merupakan akibat dari respon amplitude-frequency yang tidak sempurna. Hal ini bisa dihindari jika semua frekuensi dalam pass band mempunyai loss/gain yang sama persis. Akan tetapi pada media transmisi, beberapa frekuensi teredam lebih daripada yang lain. Contohnya pada sistem loaded wire-pair, frekuensi yang lebih tinggi teredam lebih besar daripada frekuensi yang lebih rendah. Contoh lainnya pada carrier equipment, BPF digunakan untuk setiap kanal, dimana redaman meningkat pada ujung-ujung band.

2.Gambar 5. Jika hubungan fase-frekuensi melalui pita lewat tidak linier. kecepatan propagasi cenderung meningkat menuju pusat pita dan menurun menuju ujung pita. Secara matematis envelope delay merupakan penurunan dari pergeseran fase berkaitan dengan frekuensi. Jadi jika sinyal pada -10 dBm ditempatkan pada input kanal. Distorsi fase ini sering diukur oleh parameter yang disebut envelope delay distortion (EDD). sedangkan jika pergeseran frekuensi tidak linear dengan frekuensi. Sinyal mengambil waktu terbatas untuk melewatkan melalui jaringan telekomunikasi. 5. Contoh satu syarat di Eropa menyatakan bahwa antara 600 dan 2800 Hz level bervariasi tidak lebih daripada -1 dB (tanda minus artinya rugi-rugi lebih kecil) sampai +2 dB (tanda plus artinya rugi-rugi lebih besar). Mempertimbangkan kanal voice. diilustrasikan pada gambar 5.9 dBm dan pada 1100 Hz pada -9 dBm. Propagasi cenderung bervariasi terhadap frekuensi karena karakteristik elektrik yang berhubungan dengan jaringan. diharapkan keluarannya -10 dBm pada frekuensi 800 Hz. distorsi terjadi pada sinyal yang ditransmisikan. yang ditetapkan CCITT menentukan 800 Hz. Perbedaan . yang menunjukkan delay relatif pada kanal voice.2 Phase Distortion Kanal voice diacu sebagai BPF. waktu ini merupakan fungsi kecepatan propagasi. dan media yang terlibat.1 merupakan contoh karakteristik redaman kanal voice yang beroperasi melalui perangkat multipleks. Delay absolut merupakan delay yang dialami sinyal ketika melewati kanal end to end pada frekuensi referensi. Distorsi redaman melewati kanal voice diukur berdasar frekuensi referensi. sinyal keluaran terdistorsi dibandingkan dengan inputnya. Waktu terbatas yang digunakan sinyal melewati kanal voice atau jaringan disebut delay. Waktu propagasi berbeda untuk frekuensi yang berbeda. misal pada frekuensi 2500 Hz pada -11. Sinyal yang dimodulasi tidak akan terdistorsi pada saat melewati kanal jika pergeseran fase berubah secara seragam dengan frekuensi.2. tetapi pada frekuensi lain terjadi variasi -1 dan +2 dB.

yang membatasi empat kategori: 1. 5. Istilah ”white noise” mengacu pada distribusi spektral energi derau yang rataratanya seragam pada daerah frekuensi. EDD mempunyai efek yang kecil untuk komunikasi speech tetapi merupakan bottleneck besar pada transmisi data. Derau suhu sebanding dengan bandwidth dan suhu. 4. 2. termasuk perangkat pasif. dan antara 1700-1800 Hz tersebut EDD mempunyai nilai paling flat. adalah sinyal yang tidak diinginkan dalam untai kinerja sistem. Dalam diskusi ini derau dibagi dalam derau termal derau intermodulasi cakap silang (crosstalk) derau impuls 1. 3. Derau suhu merupakan faktor yang menset batas terendah sensitivitas sistem penerimaan dan sering diekspresikan sebagai suhu yang biasanya diberikan dalam satuan Kelvin yang mengacu ke nol mutlak. Thermal noise (derau suhu) Derau suhu terjadi dalam semua media transmisi dan perangkat komunikasi.maksimum dalam turunan melalui interval frekuensi disebut EDD.3 Derau/Noise Definisi derau secara luas komunikasi.2. Setiap elemen perangkat dan media transmisi mengkontribusi derau suhu jika suhu elemen atau medium berada di atas nol mutlak. Inilah alasan mengapa banyak modem data menggunakan frekuensi ini untuk frekuensi nadanya. sehingga EDD selalu merupakan perbedaan antara envelope delay pada satu frekuensi dan pada frekuensi yang lain dalam suatu pass band. sehingga besarnya pada bandwidth 1 Hz adalah . Absolute delay minimum terjadi pada 1700 dan 1800 Hz pada kanal voice. berasal dari gerakan elektron acak dan dikarakteristikkan oleh distribusi energi seragam pada spektrum frekuensi dengan distribusi level Gaussian.

pengontrolan respon frekuensi yang buruk . Crosstalk coupling yang tidak diinginkan antara jalur sinyal penyebab: . Kemungkinan frekuensi harmonik bila melewatkan frekuensi F1 dan F2 melalui perangkat non linier: Device melewatkan sinyal secara simultan seperti pada perangkat radio multikanal. Derau Intermodulation Intermodulation (IM) noise merupakan akibat adanya intermodulation product. Komponen ini bisa ada di dalam maupun di luar band.kinerja non linier pada sistem multipleks analog FDM ada dua tipe crosstalk: Intelligible crosstalk menyebabkan gangguan terbesar karena langsung dirasakan mengganggu pada pendengar. Penyebab derau IM 3. yaitu hilangnya privasi dan kesulitan pendengar pada saluran utama yang terinterferensi sirkit kedua untuk mengerti apa yang dikatakan . membangkitkan IM product yang berubah sehingga dapat menyerupai derau putih.kopling elektrik antara media transmisi seperti antar wire pair pada sistem kabel VF .2. Jika sinyal dengan frekuensi F1 dan F2 dilewatkan melalui device non linier akan berakibat mengandung IM product yang merupakan komponen energi frekuensi spurious.

rugi-rugi dari pengganggu sampai titik cakap silang dan rugi-rugi kopling antara dua sirkit yang terlibat. 4. di antaranya faktor tipe orang yang menggunakan kanal. Dalam jaringan telekomunikasi.4 Level Level merupakan parameter primer pada jaringan analog. misal keluaran penguat 20 dB lebih tinggi daripada input. 0 VU = 0 dBm.0 dBr.4. Pada sinyal sinusoidal 1000 Hz. Test level point merupakan lokasi pada sirkit atau system tempat dimana test tone level tertentu didapatkan. EPL dapat dijelaskan sebagai titik 95% . tetapi menurunkan secara serius pada kinerja transmisi data atau gelombang digital lainnya. pada diskusi ini kata level berarti magnitudo sinyal. Contohnya. 5. ketajaman pendengar. merupakan derau tidak kontinyu. terdiri dari pulsa tidak teratur atau noise ”spike” yang mempunyai durasi singkat.Cakap silang yang diterima bervariasi terhadap volume pembicara pengganggu. satuannya adalah tegangan (voltage) sehingga levelnya dinyatakan dalam dBmV. Level sistem diambil dari suatu referensi. Efek cakap silang bersifat subyektif dan faktor lain harus dipertimbangkan bila gangguan ini akan diukur. Jika terlalu rendah. yang mengakibatkan IM dan distorsi lain seperti cakap silang. 5. 0 TLP merupakan titik dimana test tone seharusnya 0 dBm (dBm0).1 Typical Level. sulit untuk menyamakan VU dan dBm. Sedangkan level relatif diukur dalam dBr. nilai -32 dBm pada titik -22 dBr berkaitan dengan level referensi -10 dBm0. rapat spektral yang lebar dan amplitudo relatif tinggi.5 dBr dan masuk switch yang sama dari jaringan internasional pada -4. Pengukuran awal pada level speech menggunakan satuan Volume Unit (VU). karena transmmisi speech dikarakteristikkan oleh semburan sinyal. CCITT Rec G 122 menset level outgoing dari swicth internasional yang pertama pada suatu negara pada -3. keluaran menjadi overload. Secara umum. keduanya menggunakan satuan dBm0.2. jika level terlalu tinggi. Bila VU meter digunakan untuk mengukur level sinyal voice. Suatu sinyal -10 dBm0 pada 0 dBr (0 TLP) mempunyai level sinyal mutlak -10 dBm. kepuasan pelanggan bisa menurun karena loudness rating mengalami penurunan. yaitu zero test level point atau 0 TLP. Derau impuls menurunkan telephony biasanya hanya secara marginal. pola trafik dan praktek-praktek pengoperasian.2. level mutlak (absolut) dalam telephony diukur dalam dBm atau dalam radio/wireless digunakan dBW. mempunyai hubungan sebagai berikut: Dengan dBm0 adalah satuan absolute power dalam dBm mengacu pada 0 TLP. VU dan dBm dapat dihubungkan dengan formula Saat ini sering digunakan equivalent peak level (EPL) dan long-term conversational level. Pada sistem video. Level dapat diperbandingkan. Derau Impuls. 0 TLP dapat diletakkan dimanapun pada jaringan.

2.1 dBm0 dengan standard deviation 4. Daya rerata untuk panggilan dalam jaringan long distance dikarakteristikkan dengan rerata -25.3 dB. rata-rata EPL -11. EPL dikarakteristikkan sebagai rata-rata -11. Pada jaringan long-distance. Untuk area lokal. 5.5 dBm0 dengan standard deviation 5.3 TRANSMISI TWO-WIRE DAN FOUR-WIRE .8 dBm0 dengan standard deviation 4.pada distribusi probability kumulatif (cdf) dari daya pembicara sesaat.4 dB.7 dB. Periode diam tidak diperhitungkan. Minimum S/N untuk memuaskan pelanggan atau untuk mendapatkan fungsi instrument penerima dengan criteria tertentu.7 dB dan daya rata-rata -26. Distribusi EPL dan daya rata-rata mendekati distribusi lognormal.5 Signal-to-Noise Ratio Signal-to-Noise Ratio (S/N) merupakan perbandingan level sinyal terhadap derau pada bandwidth tertentu dalam dB. dapat mengikuti S/N berikut yang berkaitan dengan end instrumentnya: 5.5 dBm0 dan standard deviation 5.

Gambar 5. konversi 4 kawat-2 kawat terdapat pada sisi jaringan ke called subscriber. Dua dari sambungan wire pair dimiliki oleh 4-wire path. yang menyeimbangkan secara elektrik hybrid dengan 2-wire ke subset pelanggan pada range frekuensi balancing network. Konversi 2-4 kawat idlakukan oleh terminating set atau term set.4 menjelaskan operasi ini pada jaringan PSTN dengan konversi 2 kawat-4 kawat terdapat pada sisi calling subscriber ke jaringan dan kebalikannya.1 Transmisi 2 Kawat.3. atau ada total empat kawat untuk komunikasi dua arah (full duplex/two way).3. Percakapan telepon berlangsung dalam dua arah.3. Pair terakhir adalah hybrid ke resistance-capacitance balancing network. yang berisi 4-port balanced transformer (hybrid). Bila 2 kawat digunakan untuk transmmisi pelanggan ke sentral lokal maka transmisi 4 kawat digunakan pada transmisi sentral lokal ke toll.3 Operasi Hybrid Hybrid dapat dipandang sebagai splitter daya dengan empat set koneksi wire-pair. 5.5.2 Transmisi 4 Kawat Sistem carrier dan radio memerlukan bahwa bagian yang berarah berlawanan dari suatu percakapan tunggal terjadi melalui kanal/path transmisi terpisah (atau menggunakan periode waktu terpisah). . yang terdiri dari path Tx dan path Rx. Pair ketiga adalah koneksi menuju 2-wire link yang terhubung ke pelanggan melalui satu atau lebih switch.5. Jika transmisi dua arah dilakukan pada pasangan kawat yang sama disebut transmisi two-wire/dua kawat. operasinya ditunjukkan pada gambar 5. Jadi diperlukan dua kawat untuk jalur transmisi dan dua kawat untuk jalur penerima. contohnya telepon di rumah maupun di kantor dihubungkan ke sentral lokal oleh sirkit dua kawat. sehingga membutuhkan transmisi dua arah. 5.

5. idealnya tidak ada energi didisipasi oleh balancing network.122 menyebutkan untuk kanal 300 – 3400 Hz sebaiknya balance return loss > 11 dB Jika return loss menurun. Karena adanya swicth. Dalam rekomendasi ITU return loss disebut balance return loss. Karena kondisi yang tetap pada sisi 4-wire. Ada dua rugi-rugi: Pada gambar 5. maka. Energi sinyal masuk ke 4-wire juga membagi setengah-setengah pada situasi ideal. maka kita dapat menggantungkan pada matvh impedansi yang bagus. sehingga semakin besar nilainya akan semakin baik. Setengah energi didisipasi oleh balancing network (N) dan setengahnya pada port 2-wire (L). yaitu matching antara N dan L Return loss dalam hybrid transformer menyatakan ukuran sinyal terpantul yang diredam. Pasive device yang disisipkan pada hybrid juga memberikan insertion loss. sehingga echo disebabkan oleh mismatch impedansi di jaringan. misal ZL = 900 Ohm maka ZN = 900 Ohm. seperti pada gambar 5. sisi 2-wire pada hybrid dapat melihat pada setidaknya 10000 sambungan pelanggan yang mungkin. terutama terjadi pada hybrid. terdapat pantulan sinyal speech yang disebut echo. . Idealnya setengah dari eneri sinyal masuk ke hybrid digunakan dan setengahnya terbuang. Jika echo terjadi secara berlebihan akan menjadi singing yang disebabkan oleh umpan balik positif yang tinggi pada penguat. Dalam kasus matching yang sempurna. Return loss menjadi tak terhingga. yang kondisinya berbeda-beda.Energi sinyal dari 2-wire subset membagi sama besar. dengan rekomendasi CCITT Recs G. setengah bagian mendisipasi dalam impedansi path 4-wire Rx dan lainnya ke 4-wire Tx.5 terdapat balancing network (N) dan sisi 2-wire pada hybrid (L).

7. Gambar 5.5 dB keuntungan untuk psophometric weighting dan sekitar 2.8 menunjukkan kurva C-message dengan noise advantage. Lewatkan sinyal ini melalui mikropon pada handset standar dan seseorang mendengarkannya. dan atur level pada titik dimana pendengar akan terganggu. atau memberi gain atau loss untuk bagian frekuensi yang diinginkan. Weighting artinya pemberian beberapa porsi spektrum frekuensi lebih di atas porsi yang lain. Jika menggunakan sirkit untuk speech. Kurva yang serupa dapat digambarkan untuk psophometric weighting. tetapi merupakan noise advantage.5 SHAPING OF VOICE MEASUREMENT UNITS CHANNEL AND ITS MEANING IN NOISE Suatu kanal bisa ”flat” atau ”weighted”. Dua type weighting network: Misalkan derau yang terdengar mengganggu.5. weighting network digunakan untuk mensimulasikan efek ”shaping” ini. ”Flat response” artinya tidak ada weighting/pembobotan. Kemudian signal generator diatur pada 300 Hz dan tingkatkan level sampai titik dimana gangguan yang sama terjadi. Maka didapatkan gambar kurva frekuensi di dalam kanal voice yang disebut kurva gangguan. Bila sistem transmisi diuji. Atur sinyal pada 1000 Hz. Pengukuran respon frekuensi menggunakan frekuensi referensi berlokasi pada titik redaman minimum dalam kanal voice. Dapat diambil sekitar 2. dengan derau adalah sinusoidal tunggal dari pembangkit sinyal audio. Maka handset dan ketajaman telinga ”membentuk” kanal bila level audio dibandingkan pada frekuensi yang bermacam-macam pada input acousticalelectrical transducer ke keluaran audio dari electrical-acoustical transducer. derau pada area yang diarsir tidak dihitung. Rekomendasi CCITT menggunakan 800 Hz sebagai referensi.4 MULTIPLEXING Multiplexing : Menggabungkan dua atau lebih sinyal menjadi gelombang tunggal yang kemudian dapat sinyal-sinyal tersebut dapat diuraikan lagi seperti asalnya. Frequency Division Multiplexing 2. Misal levelnya 0 dBm. Kurva seperti ini digambarkan pada gambar 5.0 dB untuk C-message weighting. Bila handset telepon Tx disambungkan ke input modulator kanal voice dan handset Rx ke output demodulator kanal voice dan termasuk ketajaman telinga manusia ratarata. . Time Division Multiplexing 5. Ini merupakan area yang diarsir antara 300-3400 Hz. dengan cara: 1. Ini merupakan pembobotan C-message (garis lurus). yang ditunjukkan dengan garis putusputus (dash line). Akan didapatkan level sekitar +20 dBm untuk gangguan yang sama.

Jika ingin menggunakan sirkit (kanal voice) yang sama untuk transmisi data. Satuan derau untuk psophometric weighting adalah pWp (picowatts psophometrically weighted).Satuan derau untuk C-message weighting adalah dBrnc.8 . referensi pada 800 Hz. kanal flat harus dipertimbangkan seperti gambar 5. bila dibandingkan dengan 0 TLP disebut dBrnc0 (referensi pada 1000 Hz) dBrn : decibel reference noise.

delay menjadi masalah.1 Definisi Echo dan Singing Echo pada sistem telepon adalah kembalinya suara pembicara atau pantulan suara (karena ada delay kembalinya suara ke pembicara). echo dan singing juga menjadi masalah 5.5.propagasi .5 FAKTOR-FAKTOR TRANSMISI PADA LONG DISTANCE TELEPHONY Jaringan long distance seluruhnya menggunakan 4-wire. Delay mempunyai dua komponen: .5.processing time Selain delay. efeknya lebih mengganggu . Jika jaringan diperluas.

Singing adalah akibat osilasi karena feedback positif pada penguat telepon atau sirkit penguat lainnya. dengan nilai sambungan jatuh sebesar 6 dB. Gambar 6. return loss pada hybrid toll-plant interface biasanya sebesar 11 dB.3 (Operasi Hybrid) Terminologi balance return loss dapat dikelompokkan dalam 2 tipe Pita frekuensi yang penting pada kanal voice adalah 300-3400 Hz. Penyebabnya adalah mismatch impedansi yang ada pada sambungan elektrik telepon.5. Ini dapat terjadi pada frekuensi dimana sirkit beresonansi. Singing bisa juga merupakan echo yang tidak bisa dikontrol.pembicara daripada pendengarnya.16 menunjukkan jalur echo pada sirkit 4-wire Echo dan singing dapat dikendalikan dengan: . 5. Pada telepon konvensional dimana kebanyakan area lokal menggunakan 2-wire. Faktor-faktor yang menentukan tingkat gangguan echo adalah kekerasan (loudness) dan panjang delay.3.2 Penyebab Echo dan Singing Lihat kembali bagian 5.

mengacu ke seluruh gain sirkit. ITU-T merekomendasikan pada waktu propagasi round-trip melebihi 50 ms untuk suatu sirkit umumnya sebaiknya menggunakan echo canceler. 11 dB loss harus disisipkan agar echo dapat ditoleransi. Sinyal telepon memerlukan waktu lebih untuk melintasi 100 km fasilitas voice pair.5. semakin mengganggu pembicara.000 km/detik untuk fasilitas TDM atau FDM). .Ganggguan echo pada pelanggan sangat berhubungan dengan delay. semua jalur 4-wire harus mempunyai loss yang sama.17 membentuk grup titik-titik dimana rata-rata pelanggan akan menoleransi adanya echo sebagai fungsi delaynya. 5. Contohnya jika echo path delay 20 ms. Kurva pada gambar 6. Untuk mengontrol singing. Bila jalur-jalur ini menjadi menguat.3 Desain Transmisi untuk Mengontrol Echo dan Singing Gambar berikut menghubungkan echo path delay dengan echo path loss. biasanya bila loading induktif. Echo canceler membangkitkan echo canceling signal yang merupakan bayangan echo signal. Delay diukur dalam waktu propagasi one-way atau roundtrip dalam milisekon. terjadi feedback positif dan penguat mulai berosilasi atau ”sing”. yang merupakan fungsi kecepatan propagasi fasilitas intervening transmission.000 km/detik untuk fasilitas loaded cable dan 240. daripada yang diperlukan untuk melintasi 100 km fasilitas radio (sebesar 22. Semakin panjang sinyal pantulan didelay.

. kecepatan propagasi media dan waktu pengolahan digital perangkat yang digunakan pada sambungan. ITU-T mengkarakteristikkan perbedaan level ini dengan ukuran talker echo loudness rating (TELR). Gambar 6.131 yang harus diikuti.Tingkat gangguan echo tergantung pada delay dan perbedaan level antara voice dan echo signal. yang dijelaskan dalam ITU-T Rec G 122.18 menunjukkan persyaratan minimum TELR sebagai fungsi waktu transmisi one way rata-rata T. Hanya dalam kasus khusus harga untuk ”limiting case” pada gambar diijinkan untuk digunakan. Secara umum kurva ”acceptable” merupakan rekomendasi ITU-T rec G. Delay tergantung pada jarak fisik sambungan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful