You are on page 1of 2

B.

Peraturan Hukum Di Indonesia Istilah dan definisi tentang "Malpraktek" tidak ada, baik di dalam KUHP (Kitab Undang-undang Hukum Pidana) maupun didalam Undang-undang Nomor 23 Tahun 1992 tentang kesehatan yang tercantum pada kedua Undang-undang tersebut adalah kata "Kelalaian". C. Sanksi Hukum : a. Sanksi Pidana Untuk kelalaian yang berlaku bagi setiap orang, diatur dalam Pasal 359, 360, dan 361 KUHP Pasal 359 KUHP Barangsiapa karena kelalaiannya menyebabkan kematian orang lain, diancam dengan pidana penjara lima tahun atau kurungan paling lama satu tahun

Pasal 360 ayat (1)KUHP Barangsiapa karena kelalaiannya menyebabkan orang lain menderita luka berat, diancam dengan pedana penjara paling lama lima tahun atau kurungan paling lama satu tahun Yang dimaksud dengan luka berat ialah kriteria yang diatur dalam pasal 90 KUHP, yaitu : 1. Jatuh sakit atau mendapat luka yang tidak memberi harapan akan sembuh sama sekali atau menimbulkan bahaya maut 2. Tidak mampu terus menerus untuk menjalankan tugas jabatan atau pekerjaan pencahariaan 3. Kehilangan salah satu pancaindra 4. Mendapat cacat berat (hilangnya salah satu anggota badannya) 5. Menderita sakit lumpuh 6. Terganggu pikirnya selama lebih cepat seminggu 7. Gugur atau matinya kandungan seorang perempuan Pasal 360 ayat (2) KUHP Barangsiapa kerena kelalaiannya menyebabkan orang lain luka sedemikian rupa sehingga menderita sakit untuk sementara waktu dan tidak dapat menjalankan jabatan atau pekerjaannya selama waktu tertentu diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan bulan atau kurungan enam bulan atau denda paling tinggi empat ribu lima ratus rupiah b. Sanksi Perdata Seorang dokter yang telah terbukti melakukan kelalaian sehingga pasiennya menderita luka atau mati, dapat digugat secara perdata berdasarkan Pasal 1366, 1370, atau 1371 KUH Perdata Pasal 1366 KUH Perdata Setiap orang bertanggung jawab tidak saja atas kerugian yang disebabkan karena perbuatannya, tetapi juga atas kerugian yang disebabkan karena kelalalian atau kurang hati-hatinya Pasal 1370 KUH Perdata Dalam hal pembunuhan (menyebabkan matinya orang lain) dengan sengaja atau kurang hati-hati seseorang, maka suami dan istri yang ditinggalkan, anak atau orang tua yang biasanya mendapat nafkah dari pekerjaan korban, mempunyai hak untuk menuntut suatu ganti rugi, yang harus dinilai menurut kedudukannya dan kekayaan kedua belah pihak serta menurut keadaan.

selain mengganti biaya-biaya penyembuhan. memberi hak kepada korban. 23 Tahun 1992 tentang Kesehatan : Menurut Pasal Undang-undang tersebut diatas : Ayat (1) Setiap orang berhak atas ganti rugi akibat kesalahan atau kelalaian yang dilakukan tenaga kesehatan Ayat (2) Ganti rugi yang sebagaimana dimaksud dalam ayat (1) dilaksanakan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku . juga menuntut penggantian kerugian yang disebabkan oleh luka atau cacat tersebut Pasal 13 67 KUH Perdata Mengatur tentang kewajiban pemimpin atau majikan untuk mengganti kerugian yang disebabkan oleh kelalaian yang dilakukan oleh anak buah atau bawahannya Undang-undang No.Pasal 1371KUH Perdata Penyebab luka atau cacatnya suatu anggota badan dengan sengaja atau kurang hati-hati.