You are on page 1of 61

Menggunakan Pendekatan Rezim Anti Pencucian Uang Berdasarkan UU No.

 8/2010 untuk Memperkuat Pencegahan dan Pemberantasan Tipikor

Yunus Husein, Kepala PPATK

Topik
• Terobosan Pemberantasan Tipikor Melalui Pendekatan UU 8/2010 • Rezim APU berdasarkan UU 8/2010 • Hukum Acara - Penyelidikan, Penyidikan, Penuntutan dan Pemeriksaan di Pengadilan • Kerjasama Pertukaran Informasi • Statistik Pelaporan dan Hasil Analisis

Terobosan Pemberantasan Tipikor dalam UU PPTPPU
• • • • • • • • Paradigma follow the money dalam memberantas TP Korupsi; Penerobosan Rahasia dan Kode Etik; TP Korupsi sebagai Tindak Pidana Asal TPPU (Ps. 2); Penyidik TP asal sebagai penyidik TPPU berindikasi TP asal korupsi (Penjelasan Pasal 74);  Penundaan, Penghentian Sementara dan Pemblokiran Transaksi; Pembuktian terbalik lebih tegas (Pasal 77); Pemeriksaan in absensia (Pasal 79); Kerjasama Pertukaran Informasi untuk Penelusuran Aset.
3

Rezim APU Berdasarkan UU 8/2010 4 .

DEFINISI PENCUCIAN UANG Upaya untuk mengaburkan asal usul harta kekayaan dari hasil tindak pidana sehingga harta kekayaan tersebut seolah-olah berasal dari aktivitas yang sah. “Placing. Receiving or Controlling Dirty Money is Money Laundering” 5 5 .

PROSES PENCUCIAN UANG Placement Penempatan hasil sistem keuangan Layering kejahatan ke dalam Memindahkan atau mengubah bentuk dana melalui transaksi keuangan yang kompleks dalam rangka mempersulit pelacakan (audit trail) asal usul dana Integration Mengembalikan dana yang telah tampak sah kepada pemiliknya sehingga dapat digunakan dengan aman 6 6 .

000. UU No. atau menguasai  Penempatan. membawa ke  Luar negeri. atau menggunakan Harta kekayaan (Pasal 5) . membelanjakan. sumber. peruntukan.  Sumbangan.000. Atau kepemilikan yang sebenarnya  atas harta kekayaan (Pasal 4) Setiap orang yang menerima.000. membayarkan.000. Atau perbuatan lain atas harta kekayaan ara(Pasal 3 UU TPPU) Pasal 3. 8 Tahun 2010 pidana penjara paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling banyak Rp5. mengubah bentuk. lokasi.00 (sepuluh miliar rupiah). Pasal 4. UU No. mentransfer.000. pentransferan. penukaran. 8 Tahun 2010: PELAKU PASIF: dipidana dengan pidana penjara paling lama 5 (lima) tahun dan denda paling banyak Rp1.  Mengalihkan.TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG Setiap Orang yang menempatkan. pengalihan hak‐hak. penitipan.000. 8 Tahun 2010 PELAKU AKTIF: pidana penjara paling lama 20 (dua puluh) tahun dan denda paling banyak Rp10. menukarkan  dengan mata uang atau surat berharga.000.000.00 (satu miliar rupiah).00 (lima miliar rupiah). UU No.000. Setiap orang yang menyembunyikan atau menyamarkan Asal usul. hibah. Menghibahkan. Pasal 5. pembayaran. menitipkan.

s. p. l. f. j. di bidang kehutanan. atau tindak pidana lainnya yang diancam dengan pidana penjara 4 (empat) tahun atau lebih.TINDAK PIDANA ASAL (PASAL 2 UU PPTPPU) a. u. q. di bidang perbankan. terorisme. d. penipuan. penyuapan. pemalsuan uang. pencurian. t. KORUPSI. c. h. kepabeanan. m. di bidang perpajakan. penggelapan. di bidang perasuransian. prostitusi. psikotropika. penyelundupan tenaga kerja. n. v. perjudian. penculikan. r. i. penyelundupan imigran. y. cukai. di bidang pasar modal. . x. perdagangan senjata gelap. b. o. g. di bidang lingkungan hidup. di bidang kelautan dan perikanan. z. w. k. perdagangan orang. narkotika. e.

Pendekatan Follow the Money  Menghilangkan motivasi pelaku kejahatan  Hasil kejahatan “as Blood of the Crime”  Harta kekayaan adalah titik terlemah dari rantai kejahatan  Efektivitas penegakan hukum/pencegahan tindak pidana (menambah sanksi/penghukuman).  Lebih adil dan lebih jauh jangkauannya.  Kesulitan membuktikan perbuatan pidana dan pertanggungjawaban aktor intelektual kejahatan diatasi dengan menelusuri harta kekayaan hasil kejahatan (“follow the money”). 9 .

Profesi PPATK PELAPOR Penyedia Jasa Keuangan Bank & Non Bank Penyedia Barang dan/atau Jasa Lain PROSES HUKUM PENYIDIK PENUNTUT HAKIM LEMBAGA PENEGAKAN HUKUM & PERADILAN LBG PENGAWAS & PENGATUR BEA CUKAI HASIL KEJAHATAN KEJAHATAN ASAL LAW ENFORCEMENT APPROACH 10 10 . Penerima Lap.REZIM ANTI PENCUCIAN UANG PRESIDEN DPR MASYARAKAT KOMITE KOORDINASI NASIONAL Kerjasama Internasional Kerjasama Dalam Negeri Lbg. Pemerintah & Swasta Lbg.

TUJUAN AKHIR LAW ENFORCEMENT APPROACH + ANTI MONEY LAUNDERING APPROACH PENCEGAHAN DAN PEMBERANTASAN KRIMINALITAS KRIMINALITAS MENURUN INTERGRITAS & STABILITAS SISTEM KEUANGAN MENINGKAT 11 .

  eksis  dalam  waktu  tertentu.  3  orang  atau  lebih.  bertujuan  untuk  mencari  keuntungan finansial atau non finansial. Penjelasan: Korporasi  mencakup  kelompok  terstruktur.Tanggung Jawab Personil Pegendali Korporasi Pasal 6 Ayat (1) Dalam  hal  tindak  pidana  pencucian  uang  sebagaimana   dimaksud  dalam  Pasal  3.  pidana  dijatuhkan  terhadap  Korporasi  dan/atau  Personil Pengendali Korporasi.  Pasal  4. .  dan  Pasal  5  dilakukan  oleh  Korporasi.

 atau penyelenggara kegiatan usaha pengiriman  uang. perusahaan pembiayaan.  penyelenggara alat pembayaran menggunakan kartu. Penyedia Jasa Keuangan:  Bank. 8 TAHUN 2010 a.  barang seni dan antik.  penyelenggara e‐money dan/atau  e‐wallet. atau balai lelang.  b.PIHAK PELAPOR PASAL 17 UU NO. permata dan perhiasan/logam mulia. perposan. manajer  investasi. perusahaan perdagangan berjangka  komoditas. pegadaian. perusahaan efek. asuransi dan pialang asuransi.  .  dana pensiun lembaga keuangan. kustodian. pedagang valas. koperasi simpan  pinjam. pedagang  kendaraan bermotor. penyedia barang dan/atau jasa lain: meliputi perusahaan properti/agen properti. wali amanat.

500 Juta. PEMBAWAAN UANG TUNAI KE&DARI LUAR NEGERI 14 . LAPORAN PENYEDIA BARANG-JASA • Laporan Transaksi > Rp. • Laporan Transaksi Keuangan Tunai (LTKT).JENIS LAPORAN LAPORAN PENYEDIA JASA KEUANGAN: • Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan (LTKM). LAP. • Laporan Transaksi Transfer Dana ke dan dari Luar Negeri.

15 . 2. dilakukan/batal dilakukan diduga dengan menggunakan harta kekaayaan berasal dari tindak pidana. menyimpang dari profil. 4.Laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan (LTKM) (Suspicious Transaction Report–STR) Transaksi Tidak Wajar (unusual): (Pasal 1 angka 5 UU PPTPPU) 1. bertujuan untuk menghindari pelaporan transaksi. TK yang diminta PPATK karena melibatkan harta kekayaan yg diduga berasal dr hasil TP. Dilaporkan plg lama 3 hari sejak PJK mengetahui adanya unsur TKM. karakteristik atau pola kebiasaan transaksi nasabah. 3.

16 . baik yang dilakukan dengan uang tunai maupun instrumen pembayaran yang lain. misalnya traveller cheque. Dalam jumlah kumulatif sebesar Rp 500 juta rupiah atau lebih atau mata uang asing yang nilainya setara. Dilaporkan paling lama 14 hari sejak tanggal transaksi. penitipan.Laporan Transaksi Keuangan Tunai (Cash Transaction Report – CTR) Transaksi keuangan yg dilakukan dengan uang kertas dan atau uang logam (Pasal 1 angka 6). penyetoran. cek dan bilyet giro. baik dilakukan dalam satu kali transaksi maupun beberapa kali transaksi dalam satu hari (Pasal 23 ayat (1) huruf b)). penarikan. Transaksi tersebut antara lain berupa transaksi penerimaan.

• Pelaksanaan kewajiban dilaksanakan paling lambat 5 (lima) tahun. • Dilakukan paling lama 14 hari sejak tanggal transaksi dilakukan.Transaksi Keuangan Transfer Dana Dari dan ke Luar Negeri (Ps. 17 . 23 ayat (1) huruf c) • Besarnya jumlah Transaksi Keuangan transfer dana dari dan ke luar negeri yang wajib dilaporkan diatur dengan Peraturan Kepala PPATK.

18 .Pelaporan oleh Penyedia Barang dan/Jasa Lainnya (Ps. 27)  PBJ wajib menyampaikan kepada PPATK transaksi yang dilakukan oleh pengguna jasa dengan mata uang rupiah dan atau mata uang asing yang nilainya paling sedikit atau setara dengan Rp. 500 Juta.  Disampaikan paling lama 14 hari sejak tanggal transaksi dilakukan.

Laporan Pembawaan Uang Tunai  Setiap orang yang membawa uang tunai dlm mata uang rupiah dan/asing dan/atau instrumen pembayaran lain dlm bentuk cek. harus melaporkan ke Ditjen Bea dan Cukai  Ditjen Bea dan Cukai wajib menyampaikan laporan tentang informasi yang diterimanya tersebut kepada PPATK selama jangka waktu 5 hari kerja Pelanggaran dikenai sanksi denda 10% dari seluruh jumlah. atau bilyet giro ke dalam atau ke luar daerah kepabean RI sejumlah Rp 100 juta atau lebih.  19 . paling banyak Rp. cek perjalanan. 300 Juta. surat sanggup bayar. atau mata uang asing yang nilainya setara.

Personil berasal dari beberapa instansi terkait. Laporan pelaksanaan tugas. fungsi dan kewenangan kepada Presiden dan DPR setiap 6 bulan. PPATK tidak berada di bawah suatu Departemen.PUSAT PELAPORAN DAN ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN (PPATK)       Financial Intelligence Unit (Badan Intelijen Keuangan). 20 .15/2002. UU 8/2010. Dasar Pembentukan UU No. Bertanggung jawab langsung kepada Presiden. UU 25/2003. Kementerian atau Lembaga Negara.

 Pengawasan terhadap kepatuhan Pihak Pelapor.  Pengelolaan data dan informasi.  Analisis atau pemeriksaan laporan dan informasi Transaksi Keuangan berindikasi TPPU atau tindak pidana lain.FUNGSI PPATK (Pasal 40)  Pencegahan dan Pemberantasan TPPU. 21 .

termasuk dari lembaga yg menerima laporan dari profesi ttt.  Menyelenggarakan sosialisasi PP TPPU.  Menetapkan pedoman identifikasi TKM.  Mengoordinasikan upaya pencegahan TPPU dengan instansi terkait.WEWENANG PPATK (Pasal 41)  Meminta data dan informasi dari instansi pemerintah dan/atau lembaga swasta yg memiliki kewenangan mengelola data dan informasi.  Menyelenggarakan diklat APU.  Memberikan rekomendasi kepada pemerintah mengenai upaya PPTPPU. 22 .  Mewakili pemerintah RI dalam forum internasional berkaitan dengan PP TPPU.

 Meminta info kepada pelapor berd.  Meminta PJK menghentikan sementara transaksi.  Meneruskan hasil analisis atau pemeriksaan kpd penyidik.FUNGSI ANALISIS DAN PEMERIKSAAN PPATK (Ps. DN-LN.  Mengadakan keg.  Meminta keterangan pelapor & pihak terkait ttg dugaanTPPU. Administratif.  Meminta info kepada pelapor berd. 23 .  Meminta info pkbgn penyelidikan dan penyidikan. 44)  Meminta dan menerima laporan dari Pelapor.  Meneruskan info dan/atau hasil analisis kepada instansi peminta.  Meminta info kpd instansi/pihak terkait.  Menerima laporan/info dr masyarakat. Permintaan penegak hukum atau mitra kerja LN. Pengembangan analisis.  Rekomendasi intersepsi/penyadapan.

 PPATK menyerahkan Hasil Pemeriksaan kepada  penyidik untuk dilakukan penyidikan (Pasal 64 ayat (2)) Penjelasan: Laporan Hasil Pemeriksaan PPATK diserahkan kepada Kepolisian  Negara Republik Indonesia dan Kejaksaan Republik Indonesia dan tembusannya disampaikan kepada penyidik lain sesuai kewenangannya berdasarkan UU No. .8  Tahun 2010.Output PPATK LAPORAN HASIL ANALISIS • PPATK meneruskan hasil analisis atau pemeriksaan kepada  penyidik (Pasal 44 ayat (1) huruf l). LAPORAN HASIL PEMERIKSAAN • Dalam hal ditemukan adanya indikasi TPPU atau tindak pidana  lainnya.

maka tugas analis akan meneliti aliran sumber dana (source of fund) sampai ke layer A dan aliran dana yang keluar sampai ke layer E 25 .A→B→C→D→E Bila PPATK menerima LTKM C.

HASIL ANALISIS TRANSAKSI KEUANGAN YANG BERINDIKASI TINDAK PIDANA PENCUCIAN UANG/TINDAK PIDANA LAIN LHA Berisi: 1. Kesimpulan Lembar Feed Back “Hasil analisis PPATK merupakan informasi intelijen keuangan yang bersifat sangat rahasia dan tidak dapat diberikan kepada pihak lain serta hanya dapat digunakan untuk kepentingan penyelidikan dan penyidikan sesuai dengan ketentuan Pasal 11-16 UU PPTPPU”. Hasil Analisis 4. Kasus Posisi 2. Profil Nasabah 3. 26 .

diketahui dan/atau patut diduga menggunakan Dokumen palsu. b. memiliki rekening untuk menampung Harta Kekayaan yang berasal dari hasil tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1). .PENUNDAAN TRANSAKSI oleh Penyedia Jasa Keuangan PASAL 26 (1) Penyedia jasa keuangan dapat melakukan penundaan Transaksi paling lama 5 (lima) hari kerja terhitung sejak penundaan Transaksi dilakukan. melakukan Transaksi yang patut diduga menggunakan Harta Kekayaan yang berasal dari hasil tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1). atau c. (2) Penundaan Transaksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan dalam hal Pengguna Jasa: a.

.  Melaporkan penundaan Transaksi kepada PPATK dengan melampirkan berita acara penundaan Transaksi dalam waktu paling lama 24 (dua puluh empat) jam terhitung sejak waktu penundaan Transaksi dilakukan.PENUNDAAN TRANSAKSI  oleh Penyedia Jasa Keuangan $ SUSPEND TRANSACTION 5 HARI KERJA TRANSAKSI DILANJUTKAN PJK TRANSAKSI DITOLAK M PENU ELAPOR AN NDAA N TRA NSAK SI  Berita acara penundaan Transaksi dan memberikan salinan berita acara penundaan Transaksi kepada Pengguna Jasa. PPATK. wajib memastikan pelaksanaan penundaan Transaksi dilakukan sesuai dengan Undang-Undang ini.

PASAL 44 HURUF I Jo PASAL 66 Penghentian sementara transaksi sebagaimana dimaksud dalam Pasal 65 ayat (1) dilaksanakan dalam waktu paling lama 5 (lima) hari kerja setelah menerima berita acara penghentian sementara Transaksi. pelaksanaan penghentian sementara dicatat dalam berita acara penghentian sementara transaksi. .PENGHENTIAN SEMENTARA TRANSAKSI  atas Permintaan PPATK PASAL 44 HURUF i Jo PASAL 65 PPATK dapat meminta penyedia jasa keuangan untuk menghentikan sementara seluruh atau sebagian Transaksi dalam rangka PPATK melaksanakan fungsi analisis atau pemeriksaan laporan dan informasi Dalam hal penyedia jasa keuangan memenuhi permintaan PPATK sebagaimana dimaksud pada ayat (1). PPATK dapat memperpanjang penghentian sementara transaksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dalam waktu paling lama 15 (lima belas) hari kerja untuk melengkapi hasil analisis atau pemeriksaan yang akan disampaikan kepada penyidik.

pelaksanaan penghentian sementara (suspend transaction) dicatat dalam berita acara penghentian sementara transaksi. 8/2010 . 8/2010 APGAKUM PJK MEMERINTAHKAN PJK UNTUK MELAKUKAN PEMBLOKIRAN PASAL 71 UU NO. $ + DAPAT DIPERPANJANG MAX 15 HARI HASIL PEMERIKSAAN HAKIM MEMUTUSKAN HARTA KEKAYAAN SEBAGAI ASET NEGARA ATAU DIKEMBALIKAN KEPADA YANG BERHAK PASAL 67 UU NO.Penghentian Sementara Transaksi atas Permintaan PPATK MEMINTA PJK UNTUK SUSPEND TRANSACTION MAX 5 HARI Dalam hal penyedia jasa keuangan memenuhi permintaan PPATK.

 TUT & PEMERIKSAAN PENGADILAN  TERHADAP PERKARA TPPU) . SIDIK.HUKUM ACARA   (KEWENANGAN APARAT PENEGAK HUKUM DALAM  LIDIK.

2. . Untuk dapat dilakukan penyidikan.ASAS UMUM 1. penuntutan. Penyidikan. dan pemeriksaan di sidang pengadilan serta pelaksanaan putusan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap terhadap tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Undang-Undang ini dilakukan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. kecuali ditentukan lain dalam Undang-Undang ini (Pasal 68). dan pemeriksaan di sidang pengadilan terhadap tindak pidana pencucian uang tidak wajib dibuktikan terlebih dahulu tindak pidana asalnya (Pasal 69). penuntutan.

 simbol. yang dapat dikeluarkan dengan atau tanpa bantuan suatu sarana. rekaman.   dan/atau didengar.  b. termasuk tetapi tidak terbatas pada: a. Dokumen adalah data.  baik yang tertuang di atas kertas atau benda fisik apa pun selain kertas maupun yang  terekam secara elektronik. suara. b. peta. dan/atau.  dibaca. atau sejenisnya. tanda. alat bukti lain berupa informasi yang diucapkan. angka. diterima. rancangan. huruf. alat bukti sebagaimana dimaksud dalam Hukum Acara Pidana. tulisan. atau perforasi yang memiliki makna atau dapat  dipahami oleh orang yang mampu membaca atau memahaminya.  dikirimkan. c. atau gambar. atau disimpan secara elektronik dengan alat optik atau alat yang serupa optik dan Dokumen. foto. (Pasal 1 Angka 16) . atau informasi yang dapat  dilihat.PERLUASAN ALAT BUKTI (Pasal 73) Alat bukti yang sah dalam pembuktian tindak pidana pencucian  uang ialah: a.

 8 TAHUN 2010 Penyidikan tindak pidana pencucian uang dilakukan oleh penyidik tindak pidana asal sesuai dengan ketentuan hukum acara dan ketentuan peraturan perundang-undangan. Penyidik pada BNN dan Ditjen Pajak serta Ditjen Bea dan Cukai. Dalam hal penyidik menemukan bukti permulaan yang cukup terjadinya tindak pidana pencucian uang dan tindak pidana asal. Kejaksaan. . kecuali ditentukan lain menurut UndangUndang ini. KPK. penyidik menggabungkan penyidikan tindak pidana asal dengan penyidikan tindak pidana pencucian uang dan memberitahukannya kepada PPATK. Sesuai dengan Penjelasan Pasal 74. yang dimaksud dengan Penyidik tindak pidana asal adalah Kepolisian Negara RI.PENYIDIKAN PASAL 74 DAN PASAL 75 UU NO.

PENUNTUTAN PASAL 76 UU NO. 8 TAHUN 2010 Penuntut umum wajib menyerahkan berkas perkara tindak pidana pencucian uang kepada pengadilan negeri paling lama 30 (tiga puluh) hari kerja terhitung sejak tanggal diterimanya berkas perkara yang telah dinyatakan lengkap. ketua pengadilan negeri wajib membentuk majelis hakim perkara tersebut paling lama 3 (tiga) hari kerja sejak diterimanya berkas perkara tersebut. . Dalam hal penuntut umum telah menyerahkan berkas perkara kepada pengadilan negeri sebagaimana dimaksud pada ayat (1).

terdakwa wajib membuktikan bahwa Harta Kekayaannya bukan merupakan hasil tindak pidana (Pasal 77). perkara dapat diperiksa dan diputus tanpa hadirnya terdakwa (In-absentia) (Pasal 79).D PASAL 82 UU TPPU Untuk kepentingan pemeriksaan di sidang pengadilan. Dalam hal terdakwa telah dipanggil secara sah dan patut tidak hadir di sidang pengadilan tanpa alasan yang sah. hakim memerintahkan terdakwa agar membuktikan bahwa Harta Kekayaan yang terkait dengan perkara bukan berasal atau terkait dengan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) (Pasal 78 ayat (1)). Dalam pemeriksaan di sidang pengadilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 77.PEMERIKSAAN DI SIDANG PENGADILAN PASAL 79 S. Terdakwa membuktikan bahwa Harta Kekayaan yang terkait dengan perkara bukan berasal atau terkait dengan tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) dengan cara mengajukan alat bukti yang cukup (Pasal 78 ayat (2)). .

tempat Harta Kekayaan berada.identitas setiap orang yang Transaksinya akan dilakukan penundaan. dan d.nama dan jabatan yang meminta penundaan Transaksi. Pihak Pelapor wajib menyerahkan berita acara pelaksanaan penundaan Transaksi kepada penyidik. penuntut umum. penuntut umum. penuntut umum. atau hakim. 8 TAHUN 2010 Penyidik. . Penundaan Transaksi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan paling lama 5 (lima) hari kerja. Pihak Pelapor wajib melaksanakan penundaan Transaksi sesaat setelah surat perintah/permintaan penundaan Transaksi diterima dari penyidik. c.alasan penundaan Transaksi. b. atau hakim sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dilakukan secara tertulis dengan menyebutkan secara jelas mengenai: a. atau hakim berwenang memerintahkan Pihak Pelapor untuk melakukan penundaan Transaksi terhadap Harta Kekayaan yang diketahui atau patut diduga merupakan hasil tindak pidana.SUSPEND TRANSACTION  oleh Aparat Penegak Hukum PASAL 70 UU NO. penuntut umum. Perintah penyidik. atau hakim yang meminta penundaan Transaksi paling lama 1 (satu) hari kerja sejak tanggal pelaksanaan penundaan Transaksi.

BNN 5. KEPOLISIAN 2. penuntut umum. DITJEN PAJAK 6. DITJEN BEA CUKAI PENUNTUT UMUM HAKIM Penundanaan Transaksi terhadap Harta Kekayaan yang diketahui atau patut diduga merupakan hasil tindak pidana harus dilakukan secara tertulis dengan menyebutkan secara jelas mengenai: a.alasan penundaan Transaksi. b. KPK 4.tempat Harta Kekayaan berada. dan d. Pihak Pelapor melaksanakan penundaan Transaksi sesaat setelah surat perintah/permintaan penundaan Transaksi diterima dan wajib menyerahkan berita acara pelaksanaan penundaan Transaksi kepada penyidik.nama dan jabatan yang meminta penundaan Transaksi. KEJAKSAAN 3.Alur Proses Suspend Transaction  Yang Diperintahkan oleh Aparat Penegak Hukum $ APGAKUM MEMERINTAHKAN PJK UNTUK MELAKUKAN SUSPEND TRANSACTION MAX 5 HARI PJK PENYIDIK TINDAK ASAL : 1. atau hakim yang meminta penundaan Transaksi paling lama 1 (satu) hari kerja sejak tanggal pelaksanaan penundaan Transaksi.identitas setiap orang yang Transaksinya akan dilakukan penundaan. . c.

PEMBLOKIRAN OLEH APGAKUM (Pasal 71)
1.

Penyidik, penuntut umum, atau hakim berwenang memerintahkan Pihak Pelapor untuk melakukan pemblokiran Harta Kekayaan yang diketahui atau patut diduga merupakan hasil tindak pidana dari: a. setiap orang yang telah dilaporkan oleh PPATK kepada penyidik; b. tersangka; atau c. terdakwa. Perintah penyidik, penuntut umum, atau hakim sebagaimana dimaksud pada ayat (1) harus dilakukan secara tertulis dengan menyebutkan secara jelas mengenai: a. nama dan jabatan penyidik, penuntut umum, atau hakim; b. identitas setiap orang yang telah dilaporkan oleh PPATK kepada penyidik, tersangka, atau terdakwa; c. alasan pemblokiran; d. tindak pidana yang disangkakan atau didakwakan; dan e. tempat Harta Kekayaan berada. Pemblokiran sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dilakukan paling lama 30 hari kerja. Dalam hal jangka waktu pemblokiran sebagaimana dimaksud pada ayat (3) berakhir, Pihak Pelapor wajib mengakhiri pemblokiran demi hukum. Pihak Pelapor wajib melaksanakan pemblokiran sesaat setelah surat perintah pemblokiran diterima dari penyidik, penuntut umum, atau hakim. Pihak Pelapor wajib menyerahkan berita acara pelaksanaan pemblokiran kepada penyidik, penuntut umum, atau hakim yang memerintahkan pemblokiran paling lama 1 (satu) hari kerja sejak tanggal pelaksanaan pemblokiran. Harta Kekayaan yang diblokir harus tetap berada pada Pihak Pelapor yang bersangkutan.

2.

3. 4. 5. 6. 7.

Pemblokiran oleh Apgakum
NO
1.
APGAKUM

MATERI

UU NO. 8/2010
KEPOLISIAN, KEJAKSAAN, KPK, BNN, DITJEN PAJAK, DITJEN BEA CUKAI, PENUNTUT UMUM ATAU HAKIM MAX 30 HARI

2.

JANGKA WAKTU PEMBLOKIRAN

3.

PEMBUATAN BERITA ACARA OLEH PJK

ADA, 1 HARI KERJA SEJAK TANGGAL PEMBLOKIRAN

4.

TEMPAT HARTA KEKAYAAN

TETAP BERADA PADA PJK

PENANGANAN HARTA KEKAYAAN
Pasal 67 UU 8/2010
1. Dalam hal tidak ada orang dan/atau pihak ketiga yang mengajukan keberatan dalam waktu 20 (dua puluh) hari sejak tanggal penghentian sementara Transaksi, PPATK menyerahkan penanganan Harta Kekayaan yang diketahui atau patut diduga merupakan hasil tindak pidana tersebut kepada penyidik untuk dilakukan penyidikan. 2. Dalam hal yang diduga sebagai pelaku tindak pidana tidak ditemukan dalam waktu 30 (tiga puluh) hari, penyidik dapat mengajukan permohonan kepada pengadilan negeri untuk memutuskan Harta Kekayaan tersebut sebagai aset negara atau dikembalikan kepada yang berhak. 3. Pengadilan sebagaimana dimaksud pada ayat (2) harus memutus dalam waktu paling lama 7 (tujuh) hari.

penyidik. hakim. Di sidang pengadilan. Pelapor dan/atau saksi tidak dapat dituntut.PERLINDUNGAN BAGI PELAPOR DAN SAKSI PASAL 83 S.D PASAL 87 UU NO. . dan/atau hartanya. atas laporan dan/atau kesaksian yang diberikan oleh yang bersangkutan (Pasal 87). jiwa. Setiap orang yang memberikan kesaksian dalam pemeriksaan tindak pidana pencucian uang wajib diberi pelindungan khusus oleh negara dari kemungkinan ancaman yang membahayakan diri. termasuk keluarganya (Pasal 86). Setiap orang yang melaporkan terjadinya dugaan tindak pidana pencucian uang wajib diberi pelindungan khusus oleh negara dari kemungkinan ancaman yang membahayakan diri. baik secara perdata maupun pidana. saksi. jiwa. penuntut umum. penuntut umum. 8 TAHUN 2010 Pejabat dan pegawai PPATK. Pelanggaran terhadap ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) memberikan hak kepada pelapor atau ahli warisnya untuk menuntut ganti kerugian melalui pengadilan (Pasal 83 ayat (2)). dan/atau hartanya. dan orang lain yang terkait dengan tindak pidana pencucian uang yang sedang dalam pemeriksaan dilarang menyebutkan nama atau alamat pelapor atau hal lain yang memungkinkan dapat terungkapnya identitas pelapor (Pasal 85). atau hakim wajib merahasiakan Pihak Pelapor dan pelapor (Pasal 83 ayat (1)). termasuk keluarganya (Pasal 84).

8 TAHUN 2010 Dalam hal diperoleh bukti yang cukup bahwa masih ada Harta  Kekayaan yang belum disita. hakim memerintahkan jaksa penuntut  umum untuk melakukan penyitaan Harta Kekayaan tersebut.PENYITAAN TAMBAHAN PASAL 81 UU NO. .

atau hakim tidak berlaku ketentuan peraturan perundang perundang-undangan yg mengatur rahasia bank dan kerahasiaan transaksi keuangan lainnya (Ps. 45). • Dalam meminta keterangan bagi penyidik. 72 ayat (2). . 28).Penerobosan Rahasia dan Kode Etik • Pelaksanaan kewajiban pelaporan oleh pihak pelapor dikecualikan dari kerahasiaan yg berlaku bagi pihak pelapor ybs (Ps. terhadap PPATK tidak berlaku ketentuan peraturan perundangundangan dan kode etik yang mengatur kerahasiaan (Ps. • Dalam melaksanakan kewenangannya. penuntut umum.

 dengan cara apa pun mengenai  laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan yang sedang disusun atau telah disampaikan kepada PPATK (Ps.Tindak Pidana Lain • Pejabat atau pegawai PPATK. 45 • . denda maks 1 tahun. pengurus atau pegawai Pihak Pelapor dilarang memberitahukan kepada Pengguna Jasa atau pihak lain. komisaris.hakim. kecuali untuk  memenuhi kewajiban menurut Undang‐Undang ini. baik secara langsung maupun tidak langsung. Pelanggaran pidana  maks 4 thn (Ps 11). dan  Setiap Orang yang memperoleh Dokumen atau keterangan dalam  rangka pelaksanaan tugasnya menurut Undang‐Undang ini wajib  merahasiakan Dokumen atau keterangan tersebut. Direksi. penyidik.Pejabat atau pegawai  PPATK atau Lembaga Pengawas dan Pengatur dilarang memberitahukan laporan Transaksi Keuangan Mencurigakan yang akan atau telah  dilaporkan kepada PPATK secara langsung atau tidak langsung dengan  cara apa pun kepada Pengguna Jasa atau pihak lain (Ps 12 ayat  (3).Pidana penjara maks 5 tahun. 12 ayat (1). penuntut umum.

31/1999 sebagaimana telah diubah dengan UU No. 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.DAKWAAN KUMULATIF TPPU DAN KORUPSI Putusan Pengadilan a. ayat (2) dan ayat (3) UU No. – melakukan tindak pidana pencucian uang sebagaimana dimaksud pada Pasal 3 ayat (1) huruf a dan huruf c Undang-undang Nomor 15 tahun 2002 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang sebagaimana telah diubah dengan Undang-undang Nomor 25 Tahun 2003 46 .n Dolfy Christian • Bahwa DOLFY CHRISTIAN EFRAIM PALAR alias DOLFY telah terbukti: – menguntungkan diri sendiri melalui penyalahgunaan kewenangan. kesempatan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan keuangan negara atau perekonomian negara sebagaimana dimaksud pada Pasal 2 jo Pasal 18 ayat (1) huruf a dan huruf b.

Memenuhi Pasal 3 ayat (1) huruf a dan c UU TPPU • DOLFY selaku Bendahara gereja mengajukan permohonan pembukaan rekening. 395. 600 juta.000. Rekening tersebut dipergunakan DOLFY untuk menempatkan dana Hasil Penyalahgunaan wewenang akan kegiatan Rekonsiliasi Rekening Antar Kantor yang dimilikinya sebesar Rp. tapa sepengetahuan pengurus gereja.000. servis kendraan pribadi Rp. 16. 30.800.000. Dana tunai tersebut kemudian dipergunakan untuk membeli sebidang tanah sebesar Rp. dan selebihnya untuk membiayai kebutuhan seharip hari. (memenuhi unsur Pasal 3 ayat (1) huruf c UU TPPU) • 47 .000.000. (Memenuhi unsur Pasal 3 ayat (1) huruf a UU TPPU) DOLFY telah melakukan beberapa transaksi dengan menggunakan rekening gereja tersebut melalui penarikan tunai dan ATM sebesar Rp.

Yang paling menarik adalah.6 dan 8 tahun. Jawa Barat terbukti telah melanggar UU No 15/2002 yang diubah menjadi UU 25/2003 tentang Tindak Pidana Pencucian Uang dari hasil kejahatan berupa penyuapan. Masing-masing terdakwa divonis penjara 5. Setelah ditelusuri. memiliki sejumlah uang pada rekeningnya yang tidak sesuai dengan profil. Yudi yang merupakan Golongan II D pada institusi itu. Kasus ini berawal dari kecurigaan terhadap salah seorang terdakwa. Majelis hakim berhasil membuktikan ketiganya menerima uang gratifikasi dari Broadband Multimedia Tbk sebesar US$ 500. Agi Sugiono (42) dan Raden Handaru Ismoyojati (40)) divonis oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Karawang.Pembuktian Terbalik Kasus a.000 yang jika dikonversikan saat itu Rp 4. • • 48 . bahwa hakim dalam salah satu pertimbangannya menggunakan beban pembuktian terbalik. yakni menyatakan bahwa para terdakwa tidak bisa membuktikan bahwa uang yang mereka miliki dari hasil utang.590 miliar. kemudian ditemukan keterkaitan antara kepemilikan rekening jumbo itu dengan tugas yang dijalaninya saat itu.n Yudi Hernawan Februari 2009 • Tiga auditor dari Direktorat Pajak Departemen Keuangan (Yudi Hermawan (37).

tindak pidana pencucian uang yang tindak pidana  asalnya adalah tindak pidana korupsi. UU 46/2009 Pengadilan Tipikor 49 .• Pasal 6 Pengadilan Tindak Pidana Korupsi  sebagaimana dimaksud dalam berwenang  memeriksa. 2. 3. Tindak Pidana Korupsi. dan memutus perkara: 1. tindak pidana yang secara tegas dalam undang‐ undang lain ditentukan sebagai tindak pidana  korupsi. mengadili.

Kerjasama Pertukaran Informasi 50 .

• Pertukaran staf.KERJASAMA ANTAR LEMBAGA Bentuk kerjasama: • Pertukaran informasi. • Kerjasama dituangkan dengan atau tanpa Nota Kesepahaman. • Sosialisasi dan pelatihan bersama. 51 .

Penerimaan Informasi (incoming exchange): • Atas dasar permintaan PPATK (request) • Atas dasar inisiatif pihak lain (spontaneous) 52 .PERTUKARAN INFORMASI 1. Pemberian Informasi (outgoing exchange): • Atas dasar permintaan pihak lain (request) • Atas dasar inisiatif PPATK (spontaneous) 2.

e. Permintaan informasi mencantumkan : a. Pejabat setingkat Direktur pada lembaga yg mempunyai kewenangan pengawasan thd PJK (Regulator). 2. Tujuan dan alasan permintaan informasi. Hakim Ketua Majelis yang menangani perkara. Pernyataan menjaga kerahasiaan informasi. Identitas nasabah dan nama PJK. Pejabat setingkat Direktur di Kejagung atau pejabat. setingkat Asisten Kejati. d. Pimpinan di KPK. Pimpinan lembaga yang memiliki kewenangan PPNS. c. d. 53 . b. f. Hubungan dengan dugaan TPPU atau TP asal. Diajukan secara tertulis yang ditandatangani sekurang-kurangnya oleh: a. e.Tata Cara Pertukaran Informasi Dalam Negeri 1. Tahapan penanganan perkara. c. b. Pejabat setingkat Direktur di Polri.

• Berdasarkan norma yang diatur oleh the Egmont Group atau sesuai dengan ketentuan dalam MoU (bersifat rahasia. tidak dapat dijadikan barang bukti di pengadilan.Tata Cara Pertukaran Informasi Dengan Pihak Luar Negeri • Dilakukan dengan FIU negara lain (atas dasar MoU atau resiprositas). • Dalam hal permintaan informasi dilakukan oleh selain FIU. tidak diperbolehkan untuk diteruskan ke pihak lain. 54 . • Permintaan atau pemberian informasi dapat dalam bentuk tertulis atau elektronis. dll). PPATK memberitahukan agar permintaan informasi dilakukan melalui FIU negara ybs atau melalui mitra kerjanya di Indonesia.

  • PPATK menjadi anggota the  Egmont Group pada Juni 2004.  Sekretariat di Sidney Australia.  • Indonesia menjadi anggota  Asia Pacific Group on ML pada  tahun 2000 • Indonesia Menjadi Co‐Chair  APG 2006‐2008 Indonesia pernah masuk dalam NCCTs’ list FATF  pd tahun 2001‐2005 55 . • Anggota APG 40 Negara.KERJASAMA INTERNASIONAL • Anggota Egmont Group 120 negara.  • Sekretariat di Kanada.

34. 40. 30. 26. Komisi Yudisial 13. Departemen Kehutanan 9. 32. 33. 36. Bawaslu 22. CIFOR 10. Universitas Gadjah Mada 21. 25. Direktorat Jenderal Pajak 4. 23. Itjen Departemen Keuangan 12. Kepolisian RI 6. Direktorat Jenderal Bea dan Cukai 5. 35. 39. BPK 11. Bappebti Universitas Soedirman Badan Pertanahan Nasional Universitas Andalas Ditjen Pos dan Telekomunikasi Universitas Hasanuddin Institut Teknologi Bandung Universitas Diponegoro Lembaga Penjamin Simpanan Universitas Muhammadiah Surakarta Lembaga Penjamin Simpanan Setjen Depkeu Universitas Indonesia Universitas Jember KPPU Universitas Padjajaran Dirjen Kesbangpol Kemendagri Universitas Mataram Universitas Syiah Kuala Aceh 56 Kemenhub .KERJASAMA DOMESTIK PPATK telah melakukan MoU dengan: 1. 38. STIE Perbanas 20. Pemda NAD 18. Ditjen AHU Depkumham 14. 28. 31.LK 3. Universitas Surabaya 19. 41. BPKP 16. Bapepam . 29. Badan Narkotika Nasional (BNN) 17. Kejaksaan RI 7. 24. 37. 27. Bank Indonesia 2. KPK 8. Ditjen Imigrasi Depkumham 15.

23. FIU Australia (AUSTRAC) 5. 29. FIU Filipina (AMLC) 6. FIU Bermuda (BPSFIU) FIU Mauritius (FIU) FIU Selandia Baru FIU Turki FIU Finlandia (NBIMLCH) FIU Georgia FIU Kroatia FIU Moldova FIU Amerika Serikat FIU Brunei Darussalam FIU Bangladesh FIU Senegal  FIU Sri Langka FIU Fiji Island FIU Macao FIU Solomon Island FIU Uni Emirat Arab FIU Qatar FIU Vietnam FIU India 57 . 27. 33. FIU Italia (UIC) 8. FIU RR China (CAMLMAC) 13. FIU Thailand (AMLO) 2. 35. FIU Korea Selatan (KoFIU) 4. 28. 26. FIU Canada (FINTRAC) 15. 31. 32. FIU Myanmar 16. 22. 21. 38. FIU Polandia (GIFI) 11. 20. FIU Afrika Selatan 17. FIU Spanyol (SEPBLAC) 10. FIU Rumania (NOPCML) 7. FIU Peru (UIF) 12. FIU Meksiko (FIUMFPCUMS) 14. FIU Belgia (CTIF‐CFI) 9. FIU Cayman Island (FRA) 18. 36. FIU Jepang (JAFIO) 19. 25. 37. 34. FIU Malaysia (UPW‐BNM) 3. 30. 24.KERJASAMA INTERNASIONAL PPATK telah melakukan MoU dengan: 1.

PST Pid. Hendrik Sihombing als.Smg 266/Pid/ 2005/PT. Rikardo Ginting Ie Mien Sumardi Related predicate offence embezzlement embezzlement fraud Punishment 8 years in prison and fine 1 billion rupiahs 8 years in prison and fine 1 billion rupiahs 3 years in prison and fine 5 million rupiahs 5 years in prison and fine 200 million rupiahs 7 years in prison and 5 billion rupiahs 7 years in prison and 5 billion rupiahs Fine 500 million rupiahs 7 years in proson and fine 1 billion rupiahs Fine 500 million rupiahs 10 years in prison and fine 5 billion rupiahs 4 5 6 7 211/PID/ 2005/PT.DKI 265/Pid/ 2005/PT.JKT. Ijas als.Smg 1032/PID.JKT.B/2005/PN.Mdn Defendant’s name Lukman Hakim Tony Chaidir Martawinata Jasmarwan als. Wawan psychotropic Ponky Majaya Harry Haryanto Tunggal Article L Law embezzlement 8 9 10 Pid.JKT.B/2005/PN Denpasar Pid.B/2006/PN.B/2005/PN. Article L Law YSL) dan Suhandi (Manager of PT.B/2005 873/Pid.Sel . 1 2 3 Court Judgment Number 2098K/PID/2005 956/Pid.Putusan Perkara TPPU No. Anastia Kusmiati fraud Pranoto alias Mei Hwa Herry Robert fraud Suardi (Director of PT. YSL) Indaryanto Al.PST embezzlement Drs.B/2005/ PN.

Hengky Martinus Roring Lin Chin Ming In banking field 19 1767/PID.B/2007/PN. Chin Ci Fei Hendri Satria fraud 16 1267K/PID/2007 17 875K/PID/2007 Lie Han Pouw al.B/2007/PN.Jember 2904K/Pid/2006 Fikin Silatorrohman and Edy Suryanto robbery 11 years on prison 9 years in prison and fine 300 million rupiahs 11 years in prison and fine 150 million rupiahs 5 years in prison and fine 500 million rupiahs 8 years in prison and fine 150 million rupiahs 5 years in prison and 100 million rupiahs 6 years in prison and fine 150 million rupiahs 5 years in prison and fine 150 million rupiahs 12 years in prison and fine 10 billion rupiahs Fine 100 million rupiahs Dolfie Christian Efraim corruption Palar alias Dolfi Vincentius Amin Sutanto Moch. Oen Kiang Tjik & AgustinusFerry Sutanto al.B/2006/PN. Ricky Letter counterfeiting Bunjaya al. Eng An Sefrie Roring.B/2007/PN.Brt Hendri Susilo al.JKT.B/2007/PN.JKT. DKI 14 1072/PID. Amien Marsa Zaidi Letter counterfeiting 13 No.Jkt. Sahat Mangasi Sianipar. 367/PID/2007/PT.Banten Article L Law . Pau Pau fraud 18 Pid.B/2007/PN.Putusan Perkara TPPU 11 12 Pid.PST 20 PID.Bdg In the banking field 15 1145/Pid. Selamat Wijaya Pasasi psycotropic al.

Putusan Perkara TPPU 21 No. PID. Jakarta Barat Cahyono Syam  Sasongko Corruption and banking  fraud 30 No.B/2009/PN.Medan PID.B/2009/PN. PID.B/2009/PN.S/2010/PN Koksantia Prapapan Cross border cash carrying fine 150 million  rupiahs .Karawang  Said Jamalul Quris Yudi Hermawan Agi Sugiono embezzlement bribery corruption 25 26 PID. Jakarta Barat  Narcotics 28 No. 2195 K/Pid/2008  Saifuddin Bin Yahya expropriation 6 years in prison  and fine 100  million rupiahs 1 year in prison 8 years in prison 6 years in prison  and fine 200  million rupiahs 5 years in prison 8 years in prison  and fine 100  million rupiahs 15 years in  prison and fine  5 billion rupiahs 17 years in  prison and fine  10 billion  rupiahs 9 years in prison  and fine 50  million rupiahs 22 23 24 PID.Karawang PID.B/2009/PN.B/2009/PN. 01/PID.B/2009/PN. PID.B/2009/PN.Karawang Raden Handari  Ismoyojati Abdul Gani alias  Wakli Agbasi Chika corruption expropriation 27 No. Jakarta Barat Lista Adriani Corruption and banking  fraud 29 No.

id .satgas‐pmh.ppatk.go.go.id Website: http://www.id or helpline@ppatk.id E‐mail: contact‐us@ppatk.T E R I M A K A S I H E‐Learning KYC/AML:  http://elearning.id Phone: +62‐21‐3853922.go. 3850455 Fax: +62‐21‐3856809 http://www.go.go.ppatk.