You are on page 1of 30

Oleh : Debie Yolanda

08111006059

NEMATODA JARINGAN
• Wuchereria bancrofti • Loa loa • Brugia malayi dan Brugia timori

Wuchereria bancrofti
• Hospes : Manusia • Penyakit : wukereriasis = filariasis bankrofti • Penyebaran Geografik: – Daerah iklim tropis seluruh dunia

– Mempunyai periodisitas nokturna – Di Pasifik  subperiodik diurna – Di Muang Thai subperiodik nokturna .Morfologi • • • • Habitat dalam saluran dan kelenjar limfe Bentuk halus seperti benang putih susu Cacing betina vivipar mikrofilaria Mikrofilaria hidup dalam darah.

Lengkungan badan graceful Inti ekor absent Rongga kepala: 1:1 Mikrofilaria W. bancrofti .

Daur hidup W. bancrofti .

SIKLUS HIDUP .

• Cara infeksi : gigitan nyamuk vektor yang mengandung larva filaria stadium III – Di perkotaan : Culex quinquefasciatus – Di pedesaan : Anopheles atau Aedes. – Imunologi • ELISA • Immuno Chromatographic Test (ICT) .

. kadang-kadang kiluria. funikulitis. dan alat kelamin. epididimitis dan orkitis – Stadium kronis : hidrokel. seluruh lengan. limfedema dan elefantiasis seluruh tungkai.Patologi dan Gejala Klinis • Cacing dewasa : – Stadium akut : limfadenitis dan limfangitis retrograd.

cairan hidrokel aatau cairan kiluria • Diferensiasi spesies dan stadium filaria dgn pelacak DNA – Radiodiagnosis: • USG pada skrotum – Limfosintigrafi .Diagnosis • Gejala klinis • Laboratorium : – Parasitologi : • Menemukan mikrofilaria dalam darah tepi .

Pengobatan • Dietil karbamazin (DEC) 6mg/kg bb/hari selama 12 hari • Obat lain : ivermektin • Efek samping obat: – Farmakologis : tergantung dosis – Respons dari hospes : tergantung jumlah parasit • Reaksi obat: – Reaksi sistemik: – Rekasi lokal : .

Epidemiologi • Di Indonesia: – di daerah pedesaan > perkotaan – Kelompok usia produktif – Berpenghasilan rendah .

Loa loa • Hospes : Manusia • Penyakit : loaiasis = Calabar swelling (fugitive swelling) • Penyebaran geografik : Daerah katulistiwa berhutan (rain forest) Afrika tropis bagian Barat .

kadang-kadang dalam cairan sumsum tulang blakang • Vektor : lalat Chrysops .Morfologi dan daur hidup • Cacing dewasa hidup dalam jaringan subkutan • Mengeluarkan mikrofilaria yang beredar dalam darah pada siang hari • Mikrofilaria bersarung. sputum. dapat ditemukan dalam urin.

Patologi dan Gejala Klinik • Cacing dewasa dalam jaringan subkutan dan mikrofilaria dalam darah tidak menimbulkan gejala • Cacing dewasa dapat ditemukan di seluruh tubuh  gangguan di konjungtiva mata • Kelainan khas  calabar swelling atau fugitive swelling • Bila masuk ke otak ensefalitis .

.Diagnosis • Menemukan mikrofilaria dalam darah yang diambil pada siang hari • Menemukan cacing dewasa dari conjunctiva mata atau dalam jaringan subkutan.

dimidiata dgn tempat perindukan di hutan berhujan dng kelembaban tinggi . Epidemiologi • Daerah endemi adalah daerah lalat Chrysops silacea dan C.Pengobatan • DEC 2 mg/kg bb. 3 x sehari sesudah makan selama 14 hari • Cacing dewasa pada mata dengan operasi.

– Brugia timori : Manusia • Penyakit : filariasis malayi dan filariasis timori filariasis brugia .Brugia malayi dan Brugia timori • Hospes : – Brugia malayi : • Manusia • Binatang : kucing. kera.

Penyebaran geografis: – Brugia malayi : Asia – Brugia timori : Indonesia Timur( NTT.Timor Lorosae) Morfologi dan Daur hidup • Habitat : saluran dan kelenjar limfe • Halus seperti benang putih susu • Cacing dewasa : – B. timori : ♀ 21-39 mm x 0.1 mm ♂ 13-23 mm x 0. malayi : ♀ 55 mm x 0.16 mm ♂ 22-23 x 0.09 mm – B.08 .

f.Mikrofilaria Brugia malayi M. Brugia malayi 1. Lekuk badan kink-kink . 2. Cs= 2:1 Ekor inti 2 Inti badan bertumpuk. batas tak jelas 4. 3.

Cephalic-space sarung Microfilaria Brugia timori .

timori .Daur hidup Brugia malayi/B.

– ukuran : 200-260 µ x 8 µ(B. subperiodik nokturna atau non periodik • B. malayi nokturna.• Mikrofilaria : – bersarung. timori : periodik nokturna . malayi) dan 280 .310 µ x 7 µ(B. timori) – Periodisitas : • B.

– B. . timori : An. Barbirostris • Cara infeksi : gigitan nyamuk vektor yang mengandung larva filaria stadium III. barbirostris – B. malayi subperiodik : Mansonia spp.• Vektor : – B. malayi periodik : An.

– Limfadenitis kel. limfe inguinal unilateral – Limfangitis retrograd – Peradangan tampak sebagai garis merah yang menjalar kebawah . limfe hilang timbul beru-lang kali.Patologi dan Gejala Klinis • filariasis malayi = filariasis timori • Stadium akut : – serangan demam dan radang saluran dan kel.

• Menahun : Elefantiasis hanya mengenai tungkai bawah bawah lutut atau lengan bawah bawah siku.malayi . Elephantiasis yang disebabkan oleh B.

Diagnosis • Gejala klinis • Diagnosis parasitologi = filariasis bankrofti • Radiodiagnosis umumnya tidak dilakukan • Diagnosis Imunologi belum dapat dilakukan .

2-0.Pengobatan • DEC dgn dosis 5 mg /kg. .bb selama 10 hari • Efek samping obat jauh lebih berat daripada filariasis bankrofti • Untuk pengobatan masal : dosis rendah jangka panjang(100 mg /minggu selama 40 minggu) atau garam DEC 0.4% selama 9-12 bln.

. • Peneyebaran bersifat fokal. malayi yang hanya pada manusia dan B. timori di daerah persawahan • B. malayi manusia dan binatang  di pinggir pantai atau aliran sungai. rawa-rawa.Epidemiologi • Hanya terdapat di daerah pedesaan • B.