Risk and Return 1: Stand Alone Risk

A. Latar Belakang Risk and Return
Konsep Risk & Return ini mengevaluasi Risk & Return dari sisi investor bukan dari sisi perusahaan (emiten). Dalam melakukan kegiatan investasi investor akan menginvestasikan assetnya pada berbagai kesempatan investasi baik dalam obligasi, saham biasa atau pada kesempatan yang lain. Sehingga dalam prakteknya nanti investor akan berhadapan dengan stand alone risk dan portfolio risk.

Pemahaman Risk & Return:

Risk adalah: suatu peluang beberapa event yang tidak menguntungkan akan terjadi atau besarnya penyimpangan yang terjadi dari return yang kita harapkan. Sehingga disimbolkan dengan deviasi standart. Total risiko terdiri: unsystematic risk dan systematic risk. 1. Unsystematic risk atau diversiviable risk berarti risiko ini dapat dikurangi melalui diversifikasi atau porfolio investasi. Misalnya: kemampuan bayar dividen, produktifitas perusahaan dll. 2. Systematic risk atau macro risk risiko berarti risiko ini tidak dapat dikurangi dengan membuat porfolio investasi. Misalnya: risiko karena faktor inflasi, perubahan suku bunga, nilai tukar, krisis dll.

Return adalah: tingkat pengembalian yang diharapkan akan terealisasi dari investasi yang ditanamkan. Stand alone risk adalah: risk yang ditanggung investor bila hanya memilih pada satu kesempatan investasi saja tanpa melakukan diversifikasi pada kesempatan investasi lain.

1

B. The Risk Seeker yaitu: kelompok investor yang menyukai investasi yang berisiko tinggi dengan harapan mendapat return tinggi. Perilaku investor ada 3 macam: 1. Perilaku investor banyak yang risk avertes. 3. The Risk Averter yaitu: kelompok investor yang menyukai investasi yang beresiko rendah walaupun hanya mendapat return rendah. obligasi atau proyek. 2. karena bila keranjang tumpah maka pecah semua telurnya”. baik dalam bentuk saham biasa. atau sebaliknya. Pemahaman Return Dalam memahami return yang diterima investor adalah aliran cash inflow yang akan diterima dari investasi.    A. Ingat pepatah: “Jangan taruh telur pada satu keranjang. Dalam realisasinya akan ada trade off antara risk & return. The Risk Indiference yaitu: kelompok investor yang acuh terhadap risiko yang ditanggungnya. Portfolio risk adalah: risk yang ditanggung investor bila melakukan diversifikasi pada berbagai kesempatan investasi dengan tujuan untuk mengurangi risiko. Perhitungan Tingkat Risk & Return (Data Probabilitas) 2 . Bentuk-bentuk total return (TR) tersebut adalah :  Return common stock dalam bentuk dividen & capital gain  Return obligasi dalam bentuk interest & capital gain  Return proyek dalam bentuk cash flow & capital gain Dari return yang akan dihasilkan ini akan dipertimbangkan berapa tingkat risk yang diterima sehingga dapat dipilih kesempatan investasi mana yang paling menguntungkan bagi investor. artinya semakin berani ambil risiko maka akan mendapatkan return yang semakin tinggi.

Example 1: Mr Andi menghadapi 2 macam investasi antara membeli saham A dan saham B dengan probabilitas masing-masing adalah: Kondisi Demand Kuat Normal Lemah Probabilitas [Prob] 30 % 40 % 30 % ReturnA [kA] 100 % 15 % [70 %] Return B [kB] 20 % 15 % 10 % Berdasarkan data diatas sebaiknya Mr Andi memilih saham A atau B sebagai kesempatan berinvestasi? 3 .1. 3. Perhitungan Koefisien Variasi Formula = Standart Deviasi / E(R) Semakin tinggi nilai koefisien vareasi berarti risikonya juga semakin besar.E(R)] T=1 2 x Prob. Perhitungan Varian (Var) n Formula = ∑ [ki . Perhitungan Tingkat Expected Return (E(R)) n Formula = E(R) = ∑ [Prob. X ki] T=1 2. Perhitungan Standart Deviasi Formula = √ Varian n Formula = √ ∑ [ki . Begitu juga sebaliknya.E(R)] T=1 2 x Prob. 4.

15 %] 2 x 40 %} + {[10 % – 15 %] 2 x 30 %} Varian B = 0. X ki] T=1 E(R) A = [30 % x 100 %] + [40 % x 15 %] + [30 % x (70 %)] = 15 % E(R) B = [30 % x 20 %] + [40 % x 15 %] + [30 % x 10 %] = 15 % Perhitungan Varian n Formula = ∑ [ki .4335 Varian B = {[20 % .Berdasarkan data tersebut maka Mr Andi harus menghitung terlebih dahulu berapa Expected Return.38 % 4 . Varian A = {[100 % .15 %] 2 x 30 %} + {[15 % .0015 = 3.4335 = 65.84 % Saham B:  E(R) B = 15 %  Standart Deviasi B = 3.84 % Standart Deviasi B = √ 0.38 % Simpulan: Saham A:  E(R) A = 15 %  Standart Deviasi A = 65.15 %] 2 x 40 %} + {[(70 %) – 15 %] 2 x 30 %} Varian A = 0. Varian dan Standart Deviasi baik saham A dan saham B  Perhitungan Expected Return n Formula = E(R) = ∑ [Prob.E(R)] T=1  2 x Prob.15 %] 2 x 30 %} + {[15 % .0015  Perhitungan Standart Deviasi Formula = √ Varian Standart Deviasi A = √ 0.

karena dengan return 15 % sama dengan return saham A.E(R) 2 } / n-1 T=1  Perhitungan Koefisien Variasi Formula = Standart Deviasi / E(R) Semakin tinggi nilai koefisien vareasi berarti risikonya juga semakin besar.38 %.Berdasarkan hasil diatas maka sebaiknya memilih saham B.E(R) T=1  2 } / n-1 Perhitungan Standart Deviasi Standart Deviasi = √ Varian n Formula = √ ∑ { [ki . 5 . B. tetapi memiliki tingkat risiko yang rendah yaitu hanya 3. Begitu juga sebaliknya. Perhitungan Risk & Return (Data Tahunan)  Perhitungan Expected Return n Formula = E(R) = ∑ [ki] / n T=1 Perhitungan Varian  n Formula = Varian = ∑ {[ki .

E(R) 2 } / n-1 T=1 Varian A ={[8%-12%] 2+[10%-12%] 2+[12%-12%] 12%] 2 + [16%-12%] 2 } / 4 Varian A = 10 % 2 +[14%- Varian B ={[16%-12%] 2+[14%-12%] 2+[10%-12%] 2+[14%12%] 2 + [16%-12%] 2 } / 4 Varian B = 10 %  Standart Deviasi Standart Deviasi A = √ 10 % = 3.16 % 6 .16 % Standart Deviasi B = √ 10 % = 3. yaitu: Tahun 2004 2005 2006 2007 2008 forecast return A 8 % 10 % 12 % 14 % 16 % forecast return B 16 % 14 % 12 % 10 % 8 % Berdasarkan data diatas berapa Expected Return A dan B serta berapa Varian & Standart Deviasi A dan B selama 2004-2008?  Expected Return n Formula = E(R) = ∑ [ki] / n T=1 E(R) A = [8%+10%+12%+14%+16%] / 5 = 12 % E(R) B = [16%+14%+12%+10%+8%] / 5 = 12 %  Varian n Formula = Varian = ∑ { [ki .Example 2: Terdapat kesempatan investasi pada dua kesempatan pada proyek A dan B selama tahun 2004 – 2008.

Karena sama maka investor boleh memilih kesempatan investasi A atau B.16 %. 7 .Simpulan : Selama 5 tahun berinvestasi ternyata menghasilkan expected return A dan B sebesar 10 % dengan tingkat risiko 3.

Dalam memahami risiko ini akan diketahui expected return porfolio. krisis moneter atau kenaikan suku bunga. varian porfolio dan standart deviasi porfolio. E(Rp)= WA x[E(RA)] + WB x [E(RB)]   Varian Portfolio Var P = WA 2 [varA] + WB x cov AB 2 [varB] + 2 x WA x WB  Covarian AB n Cov AB = ∑ Prob [kA . Perhitungan Risk & Return Porfplio Dalam memahami tentang risiko porfolio akan berhadapan dengan dua macam risiko yaitu:  Diversifiable risk Yaitu: risiko yang diterima investor yang benar-benar dapat dikurangi dengan melakukan diversifikasi pada berbagai kesempatan investasi.  Market risk Yaitu: risiko yang diterima investor yang tidak dapat dikurangi dengan melakukan diversifikasi.E(RB)] T=1 8 . Expected return porfolio Dalam menghitung expected return porfolio harus mempertimbangkan berapa bobot asset yang dialokasikan di masing-masing kesempatan investasi.E(RA)] [kB . Dalam hal ini diwakili dari WA dan WB. Hal ini disebabkan kondisi yang mempengaruhi pasar seperti: perang. Risiko ini diproksi dari beta.Risk & Return 2: Portfolio Risk and CAPM A. inflasi.

0015] + 2 x 50 % x  n Cov AB = ∑ Prob [kA . varian porfolio dan standart deviasi porfolio?  E(Rp)= WA x[E(RA)] + WB x [E(RB)] E(Rp)= 50 % x 15 % + 50 % x 15 % = 15 % Var P = WA 2 [varA] + WB x cov AB 2  [varB] + 2 x WA x WB Var P = 50 % 2 [0.E(RA)] [kB .1214 2 [0.4335] + 50 % 50 % x cov AB 2 [0.1214 = 34.15 %] 30 % [-70 % .80 % 9 .Nilai 5.0015] + 2 x 50 % x  Standart deviasi porfolio = √ Varian porfolio Standart deviasi porfolio = √ 0.15 %] [15 % .0255 Var p = 0.15 %] [20 % . Nilai  covarian ada 3 macam: cov sebesar nol cov negatif cov positif Standart deviasi porfolio Standart deviasi porfolio = √ Varian porfolio Berdasarkan example 1 bila bobot A dan B masing-masing 50 % : 50 % maka hitunglah berapa: Expected return porfolio.4335] + 50 % 50 % x 0. Nilai 6.15 %] [10 % .0255 Var P = 50 % 2 [0.15 %] 40 % [15 % . Nilai 7.E(RB)] T=1 Cov AB = 30 % [100 % .15 %] + ∑ Cov AB = + 0.

5 } = 8. B.Simpulan: Berdasarkan porfolio antara saham A dan B maka didapatkan expected return 15 % dengan risk 34.6 %] x 1 } = 11 % Ki = 6 % + { [ 11 % . Hitunglah berapa required rate of return pada berbagai tingkat beta tersebut?.5 % Ki = 6 % + { [ 11 % . 10 . suku bunga SBI sebesar 6% sedangkan indeks beta berfluktuasi dari 0. dimana required rate of return tersebut ditentukan oleh:  Tingkat return bebas risiko (RF)  Premi risiko (Rm – RF)  Risiko pasar (beta/ β )  Garis yang dihasilkan disebut Security Market Line (SML) Formula = CAPM = Ki = RF + { [Rm – RF] x β } Keterangan:  Ki = CAPM = required rate of return  RF = suku bunga SBI atau deposito  Rm = returm market atau IHSG & LQ 45  β = risiko pasar Example 3: Diketahui data tentang return market yang mengacu dari IHSG sebesar 11%.6 %] x 0. CAPM = Ki = RF + { [Rm – RF] x β }    Ki = 6 % + { [ 11 % .6 %] x 2 } = 16 % Simpulan: Berdasarkan berbagai tingkat beta atau risiko pasar maka tingkat return yang disyaratkan juga akan semakin meningkat.80 %.5 kemudian beta 1 dan beta 2. Pemahaman Capital Asset Pricing Model (CAPM) Yaitu: Suatu model untuk menentukan tingkat return yang disyaratkan (required rate of return) oleh suatu surat berharga. Garis yang terbentuk dari berbagai tingkat beta terhadap tingkat return yang disyaratkan akan membentuk security market line (SML).

Example 1: Terdapat kesempatan investasi pada dua kesempatan pada proyek A dan B selama tahun 2004 – 2008. varian porfolio dan standart deviasi porfolio. Informasi lebih lanjut sebagai berikut: 11 . Hitunglah berapa expected return porfolio. buatlah porfolio antara A dan B dengan bobot 25 % pada A dan 75 % pada B. Untuk mengestimasi return diperlukan data dari tahun 2005-2009. dan informasi closing price akhir tahun pada masing-masing saham. yaitu: Tahun 2004 2005 2006 2007 2008 forecast return A 8 % 10 % 12 % 14 % 16 % forecast return B 16 % 14 % 12 % 10 % 8 % Berdasarkan data diatas berapa Expected Return A dan B serta berapa Varian & Standart Deviasi A dan B selama 2004-2008? Latihan 1: Ada dua kesempatan investasi pada saham A dan B.Tugas: Berdasarkan example 2 (data tahunan). Data tersebut berupa pembayaran dividen saham A dan B pada akhir tahun.

2500 Rp.500 Rp.5000 Clossing Price B Rp.6000 Berdasarkan informasi diatas hitunglah:  Berapa Total Return masing-masing saham  Berapa Expected return saham A dan B  Berapa Varian saham A dan B  Berapa Standart deviasi saham A dan B  Bila diportfoliokan dengan bobot 50 % saham A dan 50 % saham B berapa Expected return porfolio.500 Clossing Price A Rp.3000 Rp.5000 Rp.05 0.3500 Rp.20 0.15 0.Tahun 2005 2006 2007 2008 2009 Dividen Rp.4000 Rp. Varian portpolio dan standart deviasi porfolio? Latihan 2: Diketahui data mengenai tingkat return antara saham A dan saham B selama 5 tahun sebagai berikut: Tahun 2000 2001 2002 2003 2004 Return saham A 0.500 Rp.25 0.10 0.4000 Rp.05 0.20 0. hitunglah:  Expected return saham A dan saham B  Variance saham A dan saham B  Standart deviasi saham A dan saham B  Coefficient of variation saham A dan saham B  Dari kedua saham tersebut mana sebaiknya yang dipilih? Dan jelaskan alasan pemilihannya!  Bila Investor melakukan portpolio dengan bobot 25%A:75%B berapa Expected Return. Varian dan Standart Deviasi Portpolio AB ? 12 .10 0.500 Rp.20 Return saham B 0.500 Rp.2800 Rp.3500 Rp.05 Berdasarkan data tersebut.

• Perhitungan Standart Deviasi 13 . X ki] T=1 • Perhitungan Varian (Var) n Formula = ∑ [ki .E(R)] T=1 2 x Prob.Tingkat Risk & Return Data Probabilitas • Perhitungan Tingkat Expected Return (E(R)) n Formula = E(R) = ∑ [Prob.

Formula = √ Varian n Formula = √ ∑ [ki . • Perhitungan Koefisien Variasi Formula = Standart Deviasi / E(R) Semakin tinggi nilai koefisien vareasi berarti risikonya juga semakin besar.E(R) T=1 • Perhitungan Standart Deviasi Standart Deviasi = √ Varian n Formula = √ ∑ {[ki . Begitu juga sebaliknya.E(R)] T=1 2 x Prob. Risk & Return Data Tahunan • Perhitungan Expected Return n Formula = E(R) = ∑ [ki] / n T=1 • Perhitungan Varian n Formula = Varian = ∑ {[ki .E(R) 2 } / n -1 14 2 } / n -1 .

Example 1: Andi menghadapi 2 macam investasi antara membeli saham A dan saham B dengan probabilitas masing-masing adalah: Kondisi Demand Kuat Normal Lemah Probabilitas [Prob] 30 % 40 % 30 % ReturnA [kA] 100 % 15 % [70 %] Return B [kB] 20 % 15 % 10 % Berdasarkan data diatas sebaiknya Mr Andi memilih saham A atau B sebagai kesempatan berinvestasi? Example 2: Terdapat 2 kesempatan investasi pada proyek A dan B selama tahun 2004 – 2008.T=1 • Perhitungan Koefisien Variasi Formula = Standart Deviasi / E(R) Semakin tinggi nilai koefisien vareasi berarti risikonya juga semakin besar. Begitu juga sebaliknya. yaitu: 15 .

Varian A = {[100 % .E(R)] T=1 2 x Prob.15 %] 2 x 30 %} + {[15 % .Tahun 2004 2005 2006 2007 2008 Forecast Return A 8 % 10 % 12 % 14 % 16 % Forecast Return B 16 % 14 % 12 % 10 % 8 % Berdasarkan data diatas berapa Expected Return A dan B serta berapa Varian & Standart Deviasi A dan B selama 2004-2008? Sebaiknya memilih pada A atau B. Expected Return n Formula = E(R) = ∑ [Prob.15 %] {[(70 %) – 15 %] 2 x 30 %} 2 x 40 %} + 16 . Bahasan 1: 1. Varian n Formula = ∑ [ki . X ki] T=1 E(R) A = [30 % x 100 %] + [40 % x 15 %] + [30 % x (70 %)] = 15 % E(R) B = [30 % x 20 %] + [40 % x 15 %] + [30 % x 10 %] = 15 % 2.

38 % 2 x 40 %} + Bahasan 2: 1.12%] 2 + [12% .12%] 2 + [10% .12%] 2 + [16% . Varian n Formula = Varian = ∑ {[ki .12%] [14% .E(R) 2 } / n-1 T=1 Varian A = {[8% .15 %] {[10 % – 15 %] 2 x 30 %} Varian B = 0.Varian A = 0. Standart Deviasi Formula = √ Varian Standart Deviasi A = √ 0.0015 = 3.15 %] 2 x 30 %} + {[15 % .4335 = 65.0015 3.4335 Varian B = {[20 % .84 % Standart Deviasi B = √ 0.12%] 2 } / 4 Varian A = 10 % Varian B = 2 + 17 . Expected Return n Formula = E(R) = ∑ [ki] / n T=1 E(R) A = [8% + 10% + 12% + 14% + 16%] / 5 = 12 % E(R) B = [16% +14% +12% +10% + 8%] / 5 = 12 % 2.

12%] 2 } / 4 Varian B = 10 % 3.16 % Standart Deviasi B = √ 10 % = 3. Standart Deviasi Standart Deviasi A = √ 10 % = 3.12%] 2 + [10% .12%] 2 + [16% .16 % 2 + 18 .12%] 2 + [14% .12%] [14% .{[16% .