You are on page 1of 10

LAPORAN PRAKTIKUM STANDARISASI HCl dengan Na2CO3

OLEH HANA RIZKI IKHTIARI P07134112018 REGULER A TINGKAT 1

POLTEKKES KEMENKES YOGYAKARTA 2012 / 2013

Larutan baku primer harus dibuat dengan: 1. 06 November 2012 II. Dasar Teori Analisis adalah pemeriksaan atau penentuan sesuatu bahan dengan teliti.Tujuan Praktikum Pratikum ini dilaksanakan dengan tujuan : 1.I. Mampu membuat reagen Na2CO3 2. Larutan baku adalah larutan yang konsentrasinya diketahui dengan tepat dan dapat digunakan untuk menentukan konsentrasi larutan lain. Hari. Dilarutkan dalam labu ukur Bahan kimia yang dapat digunakan sebagai bahan membuat larutan standar primer harus memenuhi tiga persyaratan berikut: 1. Larutan baku primer adalah larutan baku yang konsentrasinya dapat ditentukan dengan jalan menghitung dari berat zat terlarut yang dilarutkan dengan tepat. Tanggal Praktikum Selasa. Salah satu cara analisis kuantitatif adalah titimetri yaitu analisis penentuan penentuan konsentrasi dengan mengukur volume larutan yang akan ditentukan konsentrasinya dengan volume larutan yang telah diketahui konsentrasinya dengan teliti atau analisis yang berdasarkan pada reaksi kimia. Analisis dapat dibagi menjadi dua bagian yaitu analisis kuantitatif dan analisis koalitatif. Penimbangan dengan teliti menggunakan neraca analitik 2. Benar-benar ada dalam keadaan murni dengan kadar pengotor . Mampu melakukan standarisasi HCl dengan reagen Na2CO3 IV. Judul Praktikum Standarisasi HCl dengan Na2CO3 III. Larutan baku ada dua yaitu larutan baku primer dan larutan baku sekunder.

Memiliki berat ekivalen besar. Selain bersifat korosif pada larutan pekatnya. sehingga meminimalkan kesalahan akibat penimbangan. indikator dapat digunakan untuk .2. Beracun 3. Mudah oleh udara 2. hanya dengan beberapa tetes larutan encer-encernya. Pada percobaan kali ini larutan yang digunakan sebagai larutan baku primer adalah Na2CO3. Stabil secara kimiawi. Indikator dapat pula digunakan untuk menetapkan pH dari suatu larutan. 3. Pereaksi dalam pembuatan kaca Larutan baku sekunder adalah larutan baku yang konsentrasinya harus ditentukan dengan cara titrasi terhadap larutan baku primer. mudah dikeringkan dan tidak bersifat higroskopis. Dapat digunakan melapuk sebagai pembersih Densitas (Dekahidrat) Nama Dagang Soda Hablur / Soda Cuci 4. HCl merupakan salah satu jenis asam anorganik. Pelunak air sadah 5. maka HCl akan mudah menguap dan uap tersebut juga masih sangat koroif dan membahayakan. Pada percobaan kali ini larutan yang digunakan sebagai larutan baku sekunder adalah HCl. Indikator asam basa sebagai zat penunjuk derajat keasaman kelarutan adalah senyawa organik dengan struktur rumit yang berubah warnanya bila pH larutan berubah. jika dibiarkan di udara terbuka. Na2CO3 SIFAT FISIKA Bentuk Padatan berwarna putih Titik Lebur Densitas (Anhydrous) Kristal SIFAT KIMIA 1. Indikator merupakan asam lemah atau basa lemah yang memiliki warna cukup tajam. Sehingga pada saat akan mengencerkan HCl harus dilakukan di tempat tertentu seperti di lemari asam untuk mengurangi resiko kecelakan kerja.

1 N ) dalam jumlah yang banyak dengan menimbang dan melarutkannya secara teliti.menetapkan titik ekivalen dalam titrasi asam basa ataupun untuk menentukan tingkat keasaman larutan.8) berdasarkan berikut : Na2CO3 + 2HCl  2 NaCl + H2CO3 Adapun titik akhir reaksi kedua ini dapat ditunjukkan oleh perubahan warna indikator methyl orange ( yang mempunyai kisaran pH 3.98. Titik akhir reaksi pertama ini dapat ditunjukkan oleh tepat hilangnya warna merah dari phenol pthalin berdasarkan reaksi sebagai berikut : Na2CO3 + HCl  NaCl + NaHCO3 Akan tetapi titrasi tersebut lebih sering dijalankan sampai titik akhir reaksi kedua (pH 3. Pada percobaan kali ini indikator yang akan digunakan adalah indikator metil orange yang sering disebut MO. Buret Teflon atau Buret Karet 6. sedang menurut titrasi yang berlanjut sampai titik akhir reaksi kedua NA2CO3 = ½ BM = 52. natrium karbonat dapat dititrasi sampai titik pertama ( pH 8.4) dari kuning menjadi orange atau jingga.1 N (bola larutan HCl yang akan dibakukan 0. Botol timbang 7.1-4.sehingga untuk standarisasi dengan hasil yang lebih teliti akan lebih baik dibuat dulu larutan Na2CO3 0. Gelas ukur 25 mL . Pipet volume 25 ml 4. Alat 1. V. Nilai ini agak kecil.3 ). Alat dan Bahan A. Dari reaksi tersebut diatas telah jelas bahwa titrasi sampai titik akhir reaksi pertama memberikan nilai BE Na2CO3 sama dengan BMnya. Pada standarisasi larutan HCl dengan Na2CO3 . Labu ukur 100 ml 3. Labu Erlenmeyer 5. Neraca analitik 2.

HCl 37% (BJ = 1. Menambahkan akuades la i sampai ⅔ labu ukur i. Mengaduk dengan batang pengaduk sampai larutannya homogen.1 N 100 mL a. Membersihkan alat-alat yang akan digunakan dengan akuades 3 kali kecuali neraca analitik dan botol timbang. Pipet Pasteur 14. d.1% 3. Metil Orange (MO) 0.53 gram dengan neraca analitik b. 2. Bahan 1. f. Timbang Na2CO3 sebanyak 0. Batang pengaduk 12.8. Membilas botol timbang sampai minimal 8 kali. Mencampur sampai larutan homogen j. Na2CO3 padat 2. Gelas kimia 15. c. Menambahkan lagi akuades lagi sampai 1 cm dibawah garis tera . Kertas saring 16.53 gram dalam botol timbang dengan diberi sedikit akuades. Menuang ke dalam labu ukur 100 ml dengan corong dan bantuan batang pengaduk e. Gelas ukur 10 mL 9. Corong 11. Tissue 10. Mencampur sampai larutan homogen h. Melarutkan Na2CO3 0. Menambahkan dengan akuades sampai ½ labu ukur g.19) VI. Membuat larutan Na2CO3 0. Botol akuades 13. Cara Kerja 1. Statif dan klem B.

Memipet Na2CO3 sebanyak 25 ml kemudian memindahkan ke dalam labu erlenmeyer 5. 9. Pipet ± 4. Isi beaker glass 500 mL dengan aquades ± 490 mL. Batas pengisian sampai 4. Bawa ke lemari asam. 14.3 mL. 15. Gunakan pipet tetes. Mengelap bagian atas labu ukur dengan kertas saring l. Melakukan titrasi sampai terjadi perubahan warna . Mencampur sampai larutan homogenya 3. Mencatat volume awal titrasi pada buret. Menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan untuk pembuatan larutan HCl. Bawa kembali larutan HCl tersebut ke meja kerja. 12. Aduk dengan spatula hingga larutan homogen. Menuang akuades ke dalam gelas ukur sebanyak 25.0 ml 6. Mengisi buret dengan HCl 0. Menuang akuades dalam gelas ukur ke labu erlenmayer yang telah berisi Na2CO3 7. Semua teknik dari nomor 11-13 dilakukan di lemari asam. 11. Setelah pemipetan tuang HCl secara berhati-hati dan teknik yang benar kedalam beaker glass 500 mL yang tadi telah dipersiapkan dan telah berisi aquades. Hasil pemipetan dimasukkan dalam gelas ukur 10 mL.3 mL HCl yang sebelumnya telah dituang ke beaker glass 10 mL untuk mempermudah pemipetan. Menambahkan 3 tetes MO 8. Membilas peralatan gelas dengan akuades sebanyak 3 kali 10.1 N yang telah ada di botol reagen 17. Lihat pertemuan kedua meniscus 19. 16. 13. Membilas pipet volume 25 ml dengan Na2CO3 4. Kemudian membuka kran buret sampai tidak ada gelembung udara di bawah kran 18. Menepatkan volume larutan dengan pipet Pasteur sampai garis tera m.k.

1 N sebanyak 100mL diperlukan 0. BE = 53 .19) Karena n (valensi) = 1 maka N = M mengencerkan antara 0. BJ = 1. Mencatat volume akhir titrasi.1 N sebanyak 100mL (37% .9813 gram – 13.1 N sebanyak 100mL.9 mL . Menghentikan titrasi jika sudah terjadi perubahan warna 21.8 – 0. Lakukan titrasi yang sama minimal 3 kali VII.9813 Massa bahan = (massa botol + bahan) – massa botol kosong = 13.5075 gram Volume HCl pekat yang harus dipipet untuk larutan HCl 0.4738 gram = 0.0568 gram Massa botol + bahan = 13.9508 gram sampai 14.20.53 gram Na2CO3. Hasil dan Pembahasan Na2CO3 yang harus ditimbang untuk larutan Na2CO3 0. BM = 106 Sehingga untuk membuat larutan Na2CO3 0.53 gram Rentang massa = 13.4738 gram Massa yang akan ditimbang = 0. Massa botol kosong = 13.

19) Tabel hasil titrasi HCl dan Na2CO3 Titrasi Ke1 2 3 Volume Na2CO3 25 mL 25 mL 25 mL Volume Awal 49.Karena larutan HCl 0.53 mL 29. Normalitas HCl yang sesungguhnya adalah 0. Normalitas HCl yang sesungguhnya adalah 0.05 mL 7.25 mL Normalitas Na2CO3adalah sebagai berikut : N Na2CO3 = M x n Pada Titrasi 1.0 – 4.27 mL 9.27 mL 27.22 mL 20.5 mL HCl 37% (BJ = 1.1 N yang akan dibuat adalah sebanyak 500mL (untuk 5 orang mahasiswa) maka harus mengencerkan antara 4.26 mL 20.1181 Pada Titrasi 2.68 mL Volume HCl Volume Akhir 29.1183 .43 mL Volume Titrasi 20.

Kesimpulan Dari hasil percobaan yang telah dilakukan.1181 Normalitas HCl rata-rata adalah Rata-rata selisih Normalitas NaOH titrasi dengan Normalitas NaOH Rata-rata VIII. Untuk membuat larutan Na2CO3 ditimbang adalah 0. Normalitas HCl yang sesungguhnya setelah dilakukan standarisasi adalah 0.1182 N dengan .5075 gram Kristal Na2CO3 dan menghasilkan larutan Na2CO3 0.Pada Titrasi 3. dapat disimpulkan bahwa : 1. Normalitas HCl yang sesungguhnya adalah 0. 2.0975 N sebanyak 100 mL.

com/ http://denenyy. SKM. Hana Rizki Ikhtiari NIM.Sc NIP. Referensi http://dedyanwarkimiaanalisa.com/2012/08/standarisasi-larutan-hcl-denganna2co3. Pratikan. 6 November 2012 Dosen Pembimbing.html X. Sujono. Pengesahan Yogyakarta.blogspot.blogspot. P07134112018 .IX. M.