You are on page 1of 6

SKENARIO C BLOK 16 TAHUN 2013 Didi, bayi laki-laki usia 9 bulan, dibawa ibunya ke dokter dengan keluhan

batuk dan sukar bernafas disertai demam, sejak dua hari yang lalu dan hari ini keluhannya bertambah berat. Pemeriksaan Fisis: Keadaan umum: Tampak sakit berat, kesadaran: kompos mentis, RR: 68 x/menit, Nadi: 132 x/menit, regular, Suhu: 38,6 ºC Panjang badan: 72 cm, Berat badan: 8,5 kg Keadaan spesifik: Kepala: nafas cuping hidung (+) Toraks: Paru: Inspeksi: simetris, retraksi intercostals, supraclavicula, Palpasi: stem fremitus kiri=kanan, Perkusi: redup pada basal kedua lapangan paru, Auskultasi: peningkatan suara nafas vesikuler, ronki basah halus nyaring, tidak terdengar wheezing. Pemeriksaan lain dalam batas normal. Informasi tambahan: Tidak ada riwayat atopi dalam keluarga. Pemeriksaan Laboratorium: Hb: 11,9 gr/dl, Ht: 34 vol%, Leukosit: 15.000/mm3, LED: 18 mm/jam, Trombosit: 220.000/mm3, Hitung jenis: 0/2/1/75/20/2, CRP: (-) Pemeriksaan Radiologi: Thoraks AP: infiltrate di parahilar kedua paru.

3. 10. 6. 4. subcostal. Wheezing: Suara bersuit yang dibuat dalam bernapas. suprasternal akibat meningkatnya pemakaian otot-otot leher dan dada sebagai usaha untuk bernapas. Parahilar: Di daerah disekitar hilus paru. paling sering bermanifestasi sebagai rhinitis alergika tetapi juga sebagai asma bronkiale. 2. Ronki basah: Suara yang berisik dan terputus akibat aliran udara yang melewati cairan pada bronkiolus berupa infiltrat. Infiltrat: Substansi yang secara normal tidak terdapat pada sel atau jaringan atau jumlah yang melebihi normal dalam sel atau jaringan tersebut. KLARIFIKASI ISTILAH 1. Demam: Peningkatan suhu tubuh diatas normal (37ºC). Suara napas vesikuler: Suara yang terdengar akibat terjadinya pulsaran udara di dalam alveolus. 5. 7. 9. atau alergi makanan. Stem fremitus: Pemeriksaan palpasi yang digunakan untuk mengetahui adanya getaran yang timbul di daerah dada kanan dan kiri dengan mengucapkan tujuh-tujuh. 8. Atopi: Predisposisi genetik menuju perkembangan reaksi hipersensitivitas cepat terhadap antigen lingkungan umum (alergi atopi). 11. Batuk: Ekspulsi udara dari dalam paru yang tiba-tiba sambil mengeluarkan suara bisik. . Retraksi intercostal: Tertariknya otot-otot intercostal. dermatitis atopic.II. Nafas cuping hidung: Cuping hidung yang ikut bergerak saat inspirasi.

ANALISIS MASALAH 1. 2. Didi. sukar bernapas. IDENTIFIKASI MASALAH 1. III. a) Bagaimana anatomi saluran pernapasan? b) Bagaimana histologi saluran pernapasan? c) Bagaimana fisiologi saluran pernapasan? d) Apa saja etiologi umum dari batuk.12. usia 9 bulan. dan demam? f) Mengapa keluhannya bertambah berat? g) Apa saja factor yang memperberat keluhan? h) Bagaimana mekanisme pertahanan Didi terhadap keluhan? . Pemeriksaan Fisik 3. usia 9 bulan. Pemeriksaan Radiologi IV. sukar bernapas dan demam? e) Bagaimana mekanisme dari batuk. mengeluh batuk dan sukar bernapas disertai demam sejak dua hari dan hari ini keluhannya bertambah berat. mengeluh batuk dan sukar bernapas disertai demam sejak dua hari dan hari ini keluhannya bertambah berat. CRP: Protein yang dihasilkan oleh hati dan levelnya akan meningkat ketika terjadi inflamasi. Pemeriksaan Laboratorium 4. Didi.

meningkat atau menurun)? 3.i) Mengapa keluhannya baru muncul dua hari yang lalu? 2. Pemeriksaan Laboratorium a) Bagaimana interpretasi dan mekanisme abnormal? b) Apa saja indikasi pemeriksaan CRP? c) Mengapa CRP nya negatif pada kasus ini? 4. Pemeriksaan Fisik a) Bagaimana interpretasi dan mekanisme abnormal? b) Apa saja klasifikasi keadaan umum? c) Bagaimana hubungan riwayat tidak ada atopi dalam keluarga terhadap kasus? d) Mengapa stem fremitus sama antara kiri dan kanan (sama-sama normal. Bagaimana cara penegakan diagnosis pada kasus ini (beserta pemeriksaan penunjang)? 6. Pemeriksaan Radiologi a) Bagaimana interpretasi dan mekanisme abnormal (disertai gambar)? b) Pada keadaan apa saja terbentuk infiltrat? 5. Apa saja DD pada kasus ini? .

Bronkopneumonia Pada Anak Dan Sistem Imunitas . sukar bernapas. Pneumonia Pada Anak 3. VI. Fisiologi Saluran Pernapasan 2. dan disertai demam sejak dua hari yang lalu et causa bronkopneumonia. Apa epidemiologi pada kasus ini? 10. Bagaimana tatalaksana dari kasus ini? 15. Apa KDU pada kasus ini? V. Apa komplikasi dari kasus ini? 16. LEARNING ISSUE 1. HIPOTESIS Didi. Apa faktor risiko pada kasus ini? 11. Bagaimana pathogenesis pada kasus ini? 13. Apa etiologi dari diagnosis kerja pada kasus ini? 9. KERANGKA KONSEP VII. Apa diagnosis kerja pada kasus ini? 8. Apa saja manifestasi klinis pada kasus ini? 14. Bagaimana patofisiologi pada kasus ini? 12. Anatomi. Bagaimana prognosis kasus ini? 17. Bagaimana pencegahan dari kasus ini? 18. bayi usia 9 bulan. mengalami batuk.7. Histologi.

Pemeriksaan Laboratorium .4. Gambaran Radiologis 5.