LAPORAN PRAKTIKUM ALAT BANTU DAN STATISTIKA PENGUKURAN DIMENSI PANJANG DAN DIAMETER

ICKO JUDHA DHARMA PUTRA 11/312746/TK/37622

PROGRAM STUDI TEKNIK INDUSTRI JURUSAN TEKNIK MESIN DAN INDUSTRI FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS GADJAH MADA

DAFTAR ISI

Halaman Sampul Depan Daftar Isi ......................................................................................................................................i Daftar Gambar ........................................................................................................................... iii Daftar Tabel ............................................................................................................................... iv BAB I PENDAHULUAN ................................................................................................................ 1 1.1 Latar Belakang................................................................................................................... 1 1.2 Tujuan ............................................................................................................................... 2 BAB II LANDASAN TEORI ............................................................................................................ 3 2.1 .......................................................................................................................................... 3 BAB III METODOLOGI PENELITIAN ............................................................................................. 8 3.1 Waktu dan Tempat Praktikum .......................................................................................... 8 3.2 Alat dan Bahan .................................................................................................................. 8 3.3 Prosedur Praktikum .......................................................................................................... 8 3.4 Metode yang Digunakan ................................................................................................. 10 BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN ........................................................................................... 11 4.1 Analisis Postur I dengan Cara Manual ............................................................................ 11 4.2 Analisis Postur II dengan Cara Manual ........................................................................... 16 4.3 Analisis Postur I dengan Cara Software for Industrial Engineering ................................ 21 4.4 Analisis Postur II dengan Cara Software for Industrial Engineering .............................. 23 4.5 Perbandingan Kedua Postur dengan Cara Manual dan Sofie ........................................ 24 BAB V KESIMPULAN ................................................................................................................. 27 DAFTAR PUSTAKA .................................................................................................................... 28 LAMPIRAN

..........................1 Postur II Punggung Lurus .............................................. 22 Gambar 4...... 23 ..............1.....1 Grafik Gaya Reaksi Postur I oleh Sofie ..DAFTAR GAMBAR Gambar 4........2................4.................. 11 Gambar 4..................... 17 Gambar 4..1 Grafik Gaya Reaksi Postur II oleh Sofie .....3.............1 Postur I Punggung Membungkuk ........................

............1 Postur II dengan Cara Manual .......................2..........DAFTAR TABEL Tabel 4. 17 Tabel 4......5....1 Postur I dengan Cara Manual.........1....................................................... 12 Tabel 4...................... 24 ......1 Hasil Kedua Postur dengan Cara Manual dan Sofie ........

dan vernier caliper digital) b. komponen yang dirakit harus sesuai satu sama lain. vernier caliper dial. Pada saat ini.BAB I PENDAHULUAN 1. dan berbagai jenis mistar ingsut (verbier caliper manual. mistar ingsut. alat ukur merupakan alat penting dalam proses pemesinan dari awal pembuatan sampai dengan kontrol kualitas di akhir produksi. Kali ini kita akan mempelajari tentang penggunaan alat bantu metrologi yaitu pengukuran dimensi panjang dan diameter serta kalbrasi mistar. Tanpa menggunakan alat ukur elemen mesin tidak dapat dibuat cukup akurat untuk menjadi mampu tukar. Secara umum bisa dinyatakan sebagai suatu proses membandingkan suatu paremeter atau variabel dengan suatu paremeter yang dianggap sebagai acuan tersebut sebagai standar sehingga kita bisa mengetahui pengukuran secara universal. c. Praktikan mampu menentukan alat ukur yang paling tepat untuk mengendalikan suatu jenis besaran linier pada proses pengendalian kualitas produksi . Tu j u a n a.1 Latar Belakang Alat ukur merupakan dasar dari suatu proses produksi. mistar ingsut dial indicator dan mistar ingsut digital dan pengukuran biasanya dimulai dari yang umum penggunaannya sampai yang khusus dibuat untuk tujuan pengukuran tertentu dengan memberkan suatu tanda berupa angka atau label analisis untuk menyatakan hasil yang telah diukur supaya mudah dimengerti orang walau misalnya definisinya tidak dimengerti 1 . 2 . Praktikan mampu bekerja dengan menggunakan alat ukur sederhana (mistar). Pada waktu merakit. Praktikan dapat mengenal alat ukur linier langsung dan dapat menggunakan alat ukur linier langsung dengan benar dan tahu kemampuan suatu alat.

. Jelaskan apabila tidak sama dan berikan pembahasan/alasan mengapa hal itu dapat terjadi. mempunyai beberapa pertanyaan yang harus dijawab : 1. mengapa hal itu bisa terjadi. Perhatikan hasil pengamatan saudara. Apakah ada perbedaan hasil pengukuran dari pengukur ke-1 hingga pengukur ke-n. 2. Apakah a + d1 + b + d2 + c = p dan e + d2 + f = l.1 . apakah ada perbedaan hasil pengukuran dari keempat alat ukur yang digunakan. 3. Rumusan Masalah Permasalahan yang akan dibahas dalam laporan ini. . terangkan 3. jika ada mengapa hal itu bisa terjadi coba terangkan.

Alat ukur linier langsung dapat digolongkan menjadi tiga yaitu : a. Mistar Ingsut c. . Pembacaan skala linear dilakukan melalui garis garis indeks yang terletak pada peluncur dan posisinya relative terhadap skala diinterpolasikan dengan skala nonius atau dengan memakai jam ukur.kemudian peluncur digeserkan sehingga rahang ukur gerak menempel pada sisi lainnya.1 Pengertian Pengukuran Dimensi Panjang dan Diameter Alat ukur linier langsung ialah alat ukur yang hasilnya dapat dilihat dan dibaca langsung pada bagian penunjuk (skala) alat ukur tersebut. Mistar Ukur b. Cara kerjanya yaitu batang ukur ditahan pada salah satu sisi / permukaannya oleh rahang ukur tetap. meskipun tak segaris garis ukur dan garis dimensi diusahakan tetap sejajar untuk mengurangi efek kesalah kosinis. Kerataan masing bidang dan kesejajarannya dirancang dengan toleransi bentuk yang tinggi.BAB II LANDASAN TEORI 2. Permukaan batang ukur biasanya keras dan tahan haus karena dirancanguntuk ketelitian geometrik yang tinggi. Dengan demikian.2 Mistar Ingsut Mistar ingsut merupakan alat ukur linear yang hamper sama penggunaannya dengan mistar ukur yang mempunyai skala linier pada batang dengan ujungnya yang berfungsi sebagai sensor penahan benda ukur dan juga terdapat peluncur dengan sisi yang dibuat sejajar dengan permukaan rahang ukur yang biasanya dapat digeserkan pada batang ukur.semoga pemukaan kedua sensor akan tetap sejajar. Mistar ingsut digital 2. Mistar ingsut dial indicator d.

bila garis indeks diperkirakan belum sampai pertengahan jarak antara dua garis skala. Sensor tetap (rahang_ukur_tetap) 10. Batang ukur 5. Skala utama 4. bila garis indeks belum sampai pada garis skala disebelah kanan b.2.Gambar 1.1 Pembacaan skala: Garis indeks tidak selalu segaris dengan garis skala cara pembacaan skala (Nilai yang membesar ke kanan) a. Lidah pengukur kedalaman 6. Menginterpolasikan harga skala di sebelah kiri garis indeks dan menambahkan fraksi (bagian) yang merupakan perkiraan posisi garis indeks diantara dua garis skala 2.2 Cara Membaca Skala Mistar Ingsut dalam Metrik Sistem pembacaan mistar ingsut dengan skala satuan metrik sebetulnya sama saja dengan sistem pembacaan mistar ingsut dalam satuan inchi. atau harga skala disebelah kanan garis indeks jika garis indeks terletak dipertengahan atau melewatinya c.Skala nonius 2. Membulatkan harga skala di sebelah kiri garis indeks (membulatkan ke bawah. Peluncur 8. Sensor gerak (rahang_ukur_gerak) 9. Kunci penggerak halus 3. Penggerak halus 7. Jagka Sorong (Mistar Ingsut) Keterangan : 1. Truncating harga skala di sebelah kiri garis indeks. Kunci peluncur 2. Perbedaannya hanyalah pada satuannya dan juga tingkat ketelitian pada skala nonius (vernier ).2. . rounding down).

Jenis-Jenis Jangka Sorong / Mistar Ingsut Secara umum jenis-jenis jangka sorong yang sering digunakan adalah : 2.02 (skala vernier dibagi dalam 50 bagian) dan ada yang tingkat ketelitiannya sampai 0.10.3. Contoh Pembacaan Jangka Sorong Dalam Skala Nonius 2.05 milimeter. Kecermataan mistar ingsut ini ialah 0. 0. Digunakan untuk mengukur dimensi luar dan dimensi dalam dan juga dapat digunakan untuk mengukur kedalaman celah. Jarak antara dua angka berarti 10 milimeter.10 mm.1 Jangka Sorong Atau Mistar Ingsut Nonius (Vernier Caliper) Mistar ingsut biasanya mempunyai kapasitas ukur sampai dengan 150mm. .05 mm atau 0. Misalnya angka 1 berarti 1centimeter = 10 milimeter.02 mm.02mm. Jarak inidibagi dalam 10 bagian yang sama. Kecermatan pembacaan tergantung pada skala nonius yaitu 0. Tiap angka pada skala utama menunjukkan besarnya jarak dalam centimeter.3.05 atau 0. sementara untuk jenis yang besar sampai 1000mm. berarti satu skala kecil (divisi) pada skala utama menunjukkan jarak 1 milimeter Gambar 2. 0.Untuk mistar ingsut dengan sistem metrik skala verniernya Ada yang mempunyai ketelitian sampai 0.

Gerakan translasi peluncur diubah menjadi gerakan putaran jarum petunjuk dengan perantara roda gigi pada poros jam ukur dan batang bergigi yang dilekatkan disepanjang batang ukur. 0.3.02 mm. Mistar Ingsut Jarum Jam Tabel 1 Kecermatan Mistar Ingsut Jangka Sorong Atau Keselarasan Kecermatan (mm) putaran (100 satu bagian Periode Kecermatan batang skala jam denan jarak translasi (mm) penulisan angka skala pada sakla jam ukur (mm) .10 mm. Mistar Ingsut Nonius 2.2 Jangka Sorong Atau Mistar Ingsut Jarum Jam (Dial Caliper) Mistar ingsut jarum jam memakai jam ukur sebagai pengganti skala nonius dalam menginterpolasikan posisi garis indeks relafif terhadap skala utama. Kecermatan mistar ingsut jam diwakili oleh kecermatan skala jam dan kaitannya dengan skala utama. Kecermataan mistar ingsut ini sama dengan mistar ingsut nonius yaitu 0.Gambar 3. Gambar 4.05 mm atau 0. kegunaannya hampir sama dengan mistar ingsut nonius akan tetapi skala nonius diganti dengan memakai jam ukur dalam menginterpolasikan posisi garis indeks relatif terhadap skala pada batang ukur.

mengukur diameter luar. mengukur tingkatan.0.05 0. secara umum mistar ingsut dapat digunakan antara lain untuk mengukur ketebalan. mengukur jarak luar. mengukur kedalaman.01 0. Pada peluncur dipasang digital indikator pembaca ukuran sehingga ukuran langsung terbaca pada layar digital.3. Periksa kedudukan nol serta kesejajaran permukaan ke dua rahang dengan cara .4 Mistar Ingsut atau Jangka Sorong Digital Mistar ingsut digital memakai digital sebagai ganti pengukuran (pembacaan) pada skala nonius. Peluncur mempunyai gigi yang menggerakkan digital kemudian dirubah dengan satuan panjang yang langsung terbaca oleh layar.4 Cara Menggunakan Mistar Ingsut Dari Gambar 2. Berdasarkan bagian-bagian utama yang dipunyai oleh mistar ingsut. mengukur celah. Rahang ukur gerak (peluncur) harus dapat meluncur pada batang ukur dengan bik tanpa bergoyang. 2. Mistar Ingsut Digital 2. Agar pemakaian mistar ingsut berjalan baik dan tidak menimbulkan kemungkinan-kemungkinan yang dapat menyebabkan cepat rusaknya mistar ingsut maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan. yaitu : 1.1 mm 10 1 1 2. mengukur diameter luar.02 10 5 2 10 bagian 20 bagian 5 bagian dalam satuan 0.10 dapat dijelaskan di sini beberapa kegunaan dari mistar ingsut. Sebelum melakukan pengukuran kalibrasi mistar ingsut terlebih dahulu. Gambar 5. dan sebagainya.

d0. kebersihan mistar ingsut harus dijaga dengan cara membersihkannya memakai alatalat pembersih yang telah disediakan misalnya kertas tissue.002 s.001 . Bila celah sebesar s. Bila kedua rahang ukur dirapatkan dari bagian permukaan ukuran masih terlihat cahaya. namun jika lebih kecil. dan sebagainya. Disamping itu. 2. 5. Benda ukur sedapat mungkin jangan diukur hanya dengan menggunakan ujung rahang ukur (harus agak kedalam). Kedudukan nol dari skala pada posisi kedua rahang (rahang tetap dan rahang ukur) dirapatkan 3.d 0. 3.003 mm masih dapat dilihat. warna chaya akan berupa merah (harganya antara 0.5 Mengkalibrasi Mistar Ingsut Cara mengkalibrasi mistar ingsut ialah 1. bila benda ukur mudah berubah bentuk maka terlalu kuat menekan rahang ukur dapat menimbulkan penyimpangan hasil pengukuran. 4. vaselin. Pembacaan skala nonius mungkin dilakukan setlah mistar ingsut diangkat dari objek ukur dengan hati – hati 6. supaya kontak antara permukaan sensor dengan benda ukur cukup panjang sehingga terjadi efek pemosisian mandiri yang akan meniadakan kesalahan kosinus. Rahang gerak (peluncur / sensor) dapat meluncurkan pada batang ukur dengan baik tanpa bergoyang. maka dapat dilakukan bahwa muka ukur tersebut tidak sejajar. 2.mengatupkan rahang. Setelah mistar ingsut tidak digunakan lagi dan akan disimpan ditempatnya. Tekanan pengukuran jangan terlampau kuat yang bisa melenturkan rahang ukur ataupun lidah ukur kedalaman sehingga mengurangi ketelitian.

Pengukuran pertama dengan menggunakan mistar ukur sederhana (kecermatan 0. 3. Pengukuran kedua dengan menggunakan mistar ingsut nonius (kecermatan 0.50 mm) b.2 Alat ukur linier dan diameter dalam a.2 Alat dan Bahan 2. Praktikum dilaksanakan di Laboratorium Proses Dan Sistem Produksi Jurusan Teknik Mesin dan Industri Universitas Gadjah Mada oleh kelompok 2 yang beranggotakan sebanyak 6 orang.001 mm 3. Bentuk dan ukuran benda yang digunakan sebagai objek benda ukur yaitu sterofoam dan besi . Alat ukur linier sederhana (mistar) b.1 Waktu dan Tempat Praktikum Praktikum dilaksanakan pada hari Senin. Mistar ingsut dengan kecermatan 0.05 mm) Pengukuran ketiga dengan menggunakan mistar dial indicator (kecermatan 0. Pengukuran keempat dengan menggunakan mistar digital (kecermatan 0.1 Proses Pengukuran 3. Mistar ingsut digital dengan kecermatan 0. pukul 07.3 Prosedur Praktikum 3. tanggal 25 Februari 2013.05 mm c.1 Pengukuran dengan berbagai jenis mistar untuk besaran linier a.00 sampai dengan 09.1 Model benda kerja 2.001 mm) d.30 WIB.01 mm ) c.BAB III METODOLOGI PENELITIAN 3. Mistar ingsut dial indicator dengan kecermatan 0.01 mm d.1.

dan diberikan kepada asisten laboratorium untuk 4. 3.3. 2. \ . Praktikan bisa meminta bantuan kepada asisten laboratorium bagaimana cara memakai alat bantu dan bisa untuk mencoba dan mempelajari alat ukur mistar ingsut.4 Langkah – Langkah Praktikum 1. mengevaluasi serta menganalisis hasil data pengukuran dengan menyimpulkan hasil dari lembar kerja semua anggota kelompok itu sendiri. Setelah itu praktikan dapat mencatat hasil data pengukuran pada lembar kerja tugas modul 1 jika sudah selesai melakukan pencatatan. Menganalisa data yang sudah kita catat. Praktikan mencoba alat ukur untuk mengukur benda kerja secara bergantian dari bahan besi dan sterofoam dengan membagi 2 orang tiap benda kerja.

03 50.9 Mistar Ingsut Digital 39.9 9.33 50.BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1.82 39.1 50.3 100.1 Hasil lembar kerja tugas modul 1 dengan pengukur Angie Wiyaning Putri Pengukuran Polimer Mistar Mistar ingsut Ingsut biasa Dial 40.13 30. Bentuk dan data benda kerja Hasil pengukuran yang didapatkan praktikan dalam praktikum ini dituliskan ke lembar kerja.3 29.46 99.86 41 40.3 30.96 29.18 Pengukuran Besi Mistar Mistar ingsut Ingsut biasa Dial 39.78 98.1 51.34 39.75 99.8 6.3 2.55 100.94 50.6 39.9 2.2 10.58 50.86 29.99 49.8 50.5 98.2 60.4 39.9 10 5.96 40.95 5.3 5.4 0 0 51.12 30.35 60.5 49.05 4.1 30.95 2.08 99.63 Mistar 4.2 50.1 19. berikut ini adalah salinan hasil lembar kerja tugas modul 1 dari keenam anggota kelompok 2 kelas A.45 49.8 50.15 99.2 50.48 0 0 50.2 29.62 0 49.12 .3 29.05 20 5.28 100.1 2.1 0 50.08 99.5 40.8 4.04 60.32 100.17 59.1 30.68 59.05 99.95 10 4.25 50.4 60.1 Mistar Ingsut Digital 38.8 30. Tabel 4.19 Dimensi Mistar d1 d2 Panjang (P) p1 p2 p3 A B C Lebar (L) I1 4 4.12 30. Hasil Praktikum Bentuk benda kerja dan data yang harus diukur oleh praktikan dalam praktikum kali ini adalah sesuai dengan gambar dibawah ini Gambar 4-1.85 4.

2 50.7 61.I2 E F 4.18 49.27 40.1 50.85 4.24 50.3 30.1 19.09 50.55 30.05 3 Mistar Ingsut Digital 39.55 30.86 0 0 49.27 38.85 3 48 101.58 21.88 30.3 51.05 3.9 30.81 61 30.44 53.9 41.85 40.48 30.92 31.23 49.9 3 10 5.33 40.3 98.8 30.1 4.34 49.82 39.95 40.14 60.72 0 48.47 30.6 50 30.31 Tabel 4.05 6.5 30.6 100.53 30.74 100.8 30.86 103.74 98.6 28.22 97.6 46.27 38.95 4.23 .2 Hasil lembar kerja tugas modul 1 dengan pengukur Dian Agus Pengukuran Polimer Mistar Mistar Mistar ingsut Ingsut biasa Dial 3.1 28.96 30.23 30.24 49.08 30.2 100.88 0 49.1 30.48 30.4 30 51.4 29.5 30.5 30.85 40.1 10.23 30.1 5.4 48.5 40.65 49.86 0 0 49.2 46.15 101.2 5 3 5.17 98.52 Dimensi d1 d2 Panjang (P) p1 p2 p3 A B C Lebar (L) I1 I2 E Mistar Ingsut Digital 42.09 48.5 30.73 50.5 0 0 5 10 5 3.15 3.58 50.29 104.5 50.8 100.74 100.15 5.1 50 30.82 30.62 0 50.88 Pengukuran Besi Mistar Mistar ingsut Ingsut biasa Dial 39.05 3.5 5 10 5.56 20 0 0 5.05 10 5.9 28.23 30.45 49.3 30.05 101.05 20 5 10.4 101.07 99.5 40.45 50.95 51.64 100.49 53.97 60.5 51.73 50.2 100.2 Mistar 3.7 3 2.18 30.52 30.9 41.54 61.88 0 49.05 9.6 100.71 60.1 2.3 29.6 30.6 50 30.08 100.32 Dimensi d1 d2 Panjang (P) p1 p2 p3 A B C Lebar (L) I1 I2 E F Mistar Ingsut Digital 40.71 60.09 48.44 Tabel 4.48 60.13 30.3 39.3 Hasil lembar kerja tugas modul 1 dengan pengukur Emalia Pengukuran Polimer Mistar Mistar Mistar ingsut Ingsut biasa Dial 3.64 4 40.5 52.66 50.65 49.5 30 100 50.05 3 6 3 10 5 5 3.4 101.4 50.93 30.5 60.1 50.88 Pengukuran Besi Mistar Mistar ingsut Ingsut biasa Dial 39.15 29.05 30.08 60.65 30.4 30.5 30.4 30.24 49.75 41.75 4.7 49.29 104.5 51.02 49.85 2.48 50.95 50.82 Mistar 4 4.62 3.95 2.93 30.5 51.05 6.2 40.41 30.41 30.35 49.5 30.65 5 3 3.14 60.7 61.6 50.3 49.9 50.1 30.18 29.95 40.9 Mistar Ingsut Digital 39.08 100.61 29.53 31.2 40.2 50.

73 50.06 29.02 3.75 4.88 0 49.05 59.65 49.9 48.93 10 4.85 2.1 41 41.55 30.16 30.26 50.95 6.18 49.5 51.5 30.72 50.95 6.7 61.20 10.73 100.76 30.48 50.8 4.05 2.23 30.05 3 Mistar Ingsut Digital 39.68 61.24 40.90 30.3 50.11 99.30 30.61 50.46 Pengukuran Besi Mistar Mistar ingsut Ingsut biasa Dial 39.41 30.81 29.45 49.2 50.2 48.96 60.48 Dimensi d1 d2 Panjang (P) p1 p2 p3 A B C Lebar (L) I1 I2 E F Mistar Ingsut Digital 39.70 39.50 30.72 101.95 4.72 19.5 60.1 30.9 10 4.51 30.3 99.3 29.1 Mistar 4.2 41.9 5.5 Hasil lembar kerja tugas modul 1 dengan pengukur Icko Judha Dharma Putra Pengukuran Polimer Mistar Mistar Mistar ingsut Ingsut biasa Dial 3.F 3 30.30 30.00 40.27 38.85 40.1 29.64 29.42 30.78 98.2 40.15 10.66 30.29 104.39 60.88 2.50 30.88 46.1 19.17 59.2 50.97 51.95 Mistar Ingsut Digital 39.5 0 0 4.5 5 10 5.95 50.4 Hasil lembar kerja tugas modul 1 dengan pengukur Dyah Ari Pengukuran Polimer Mistar Mistar Mistar ingsut Ingsut biasa Dial 3.8 28.21 30.9 4.30 50.5 40.92 51.23 50.2 100.88 30.85 29.72 48.50 5.1 50.22 60.20 51.5 30.32 Dimensi d1 d2 Panjang (P) p1 p2 p3 A B C Lebar (L) I1 I2 E F Mistar Ingsut Digital 40.6 50 30.96 30.28 30.93 30.40 50.31 30.95 2.1 50.08 100.4 101.8 30.68 30.95 5.93 100.5 30.12 30.75 48.46 Pengukuran Polimer 50.18 10.2 2.3 39.48 30.86 0 0 49.05 3 6 3 10 5 5 3.14 60.82 48.84 108 50.04 30.0 2.44 53.18 29.82 50.71 60.18 50.95 9.95 30.05 4.40 50.9 10.35 111.35 108 50.5 4.32 .44 Tabel 4.60 49.60 40.95 9.52 30.32 30.30 30.38 Pengukuran Besi 50.08 100.16 50.8 30.62 0 46.74 100.24 49.96 40.55 50.1 99.57 39.97 30.9 2.5 20.05 19.85 40.44 Tabel 4.4 29.28 30.09 48.4 30.88 30.9 Pengukuran Besi Mistar Mistar ingsut Ingsut biasa Dial 39.95 2.68 50.80 99.20 2.09 50.9 100.45 50.5 30.30 60.84 3 30.8 40.42 21.35 98.85 4.725 4.2 5.1 60.16 30.54 51.6 100.8 2.8 30.58 99.88 4.51 101.95 2.34 30.02 5.2 27.77 Mistar 3.95 41.

66 63.85 Mistar Ingsut Dial 40.9 48.55 100 51.30 40.75 48.24 29.08 100.50 30.4 101.93 30.86 Mistar Ingsut Digital 39.2 Pembahasan Hasil Praktikum Setelah mengerjakan pada lembar kerja pada praktikum pengukuran panjang dan diameter dari kelompok 2 yang beranggotakan 6 angota mendapatkan hasil yang untuk menyelesaikan dan menganalisa rumusan masalah yang akan dibahas di modul 1.Dimensi Mistar d1 d2 Panjang (P) p1 p2 p3 A B C Lebar (L) I1 I2 E F 4.9 2. 3.3 30.23 30.2 48. Penyebab kesalahan selama proses pengukuran disebabkan oleh beberapa hal yaitu : 1.8 2.1 100.88 48.20 50.9 2.2 4.80 51.1 50.44 Tabel 4. Ketelitian pada saat alat bantu (mistar.4 29.52 30.41 30.9 10 4.5 48.87 2.88 48.27 38.5 60.55 30.6 30.1 20 5.50 41 20 50 100 50.35 Mistar Ingsut Dial 43.48 30.20 39.83 49.1 30. Kurangnya ketelitian praktikan pada saat membaca skala hasil pengukuran pada alat bantu.21 40.44 53.18 30.6 Hasil lembar kerja tugas modul 1 dengan pengukur Aditya Rizqi P 4.9 Mistar 39. perbedaannya tidak terlalu mencolok pada pengukuran benda kerja yang berupa besi dan sterofoam.5 30. akan tetapi perbedaan yang ada pada pelaksanaan praktikum menjelaskan bahwa terdapat kesalahan yang terjadi pada saat melakukan analisa pengukuran praktikum tersebut .60 100.6 104.60 104.14 60.7 61.29 104.60 63.8 51.5 3 6 3 10 5 5 3.16 51.95 50.66 30.8 30.95 5. Setelah mengukur dengan empat alat ukur yang berbeda-beda.2 27.8 4.23 47.35 100.80 30. ini berlaku pada setiap praktiakan yang menganalisa dengan alat ukur tersebut . karena berdampak .32 49. dan lain-lain) menyebabkan hasil pengukuran yang tidak sama satu dengan yang lain.1 50.60 50 30.mistar ingsut.05 3 Mistar ingsut biasa 39.2 41. 2.1 10.73 50.9 44.74 100.60 30.5 51.30 29.71 60.1 100.20 100.75 30.5 30.26 53.65 49. kita akan mendapatkan hasil yang berbeda-beda.9 Mistar ingsut biasa 41.3 30. Faktor lingkungan juga berpengaruh terhadap pengukuran.98 46.38 30.6 Mistar Ingsut Digital 39.

Rahang diam dan rahang gerak pada mistar ingsut sudah tidak menunjukkan ketepatan atau kesejajaran. dan adanya pengaruh-pengaruh lain yang berasal dari luar . contohnya data panjang (P) merupakan akumulasi dari data a. d. Meja kerja yang bergerak karena getaran. 5. Alat bantu / alat ukur belum di kalibrasi. dan f. Data-data yang diukur dalam benda kerja memiliki korelasi tertentu.pada berbagai hal misalnya perubahan suhu ruangan pada pelaksaanan pengukuran. d2 dan c serta data lebar merupakan akumulasi dari data e. Penyebab? . b. Hasil akumulasi data yang berkorelasi ini juga banyak terdapat pada hasil lembar kerja praktikan. 4. d2. sinar lampu yang mempengaruhi pencahayaan. yang dapat mengakibatkan jarum penunjuk skala alat ukur tidak presisi.

dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang paling terlihat sangat jelas pada pengukuran dengan menggunakan alat bantu mistar ingsut nonius (mistar ingsut biasa) dengan mistar ingsut digital. maupun digital.mistar ingsut digital. jam ukur. Keakuratan yang dapat dijadikan pembanding ialah keakuratan mistar ingsut digital yang hasil pengukurannya langsung dapat dibaca pada layar digital. Dari pengelolahan data yang kita lakukan berdasarkan kelompok tentang membandingkan pengukuran mistar ingsut. Hasil persentase error ini sendiri terjadi akibat ketidaksamaan ketelitian antara mistar ingsut nonius. diperoleh hasil persentase error yang paling mencolok terlihat pada pengukuran benda 2. Ketelitian tiap-tiapmistar ingsut yang beragam menyebabkan ketidaksamaan hasil pengukuran 2.BAB V ANALISIS Dari hasil pengolahan data yang dilakukan dengan membandingkanhasil pengukuran mistar ingsut nonius danmistar Ingsut jam ukur terhadap mistar ingsut digital. mistar biasa. Alat ukur yang belum dikalibrasi 5. Lingkunganyang melibatkan perubahan suhu ruangan 4.dan mistar ingut dial indicator. Selain itu kesalahan pembacaan juga sering terjadi baik pada pengamat a maupun pengamat b sehingga hasil ini dapat menyebabkan perbedaan hasil pengukuran dan penyimpangan. Kurangnya ketelitian dari pengamat dalam membaca skala hasil pengukuran pada mistar ingsut 3. Sehingga dapat kita Mistar Ingsut Kelompok 2 Page 21 BAB VI KESIMPULAN Kesalahanyang terjadi selama proses pengukuran dan hasil pengukuran dapat disebabkanoleh beberapa faktor sebagai berikut : 1. Rahang diam dan rahang gerak pada mistar ingsut sudah tidak .

sejajar lagi Mistar ingsut digital dapat dijadikan sebagai standarisasi acuan dalam praktikum ini .

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful