P. 1
makalah k3

makalah k3

|Views: 572|Likes:
Published by Ari F Hidayat
confined space , bekerja pada ruang yang terbatas.
confined space , bekerja pada ruang yang terbatas.

More info:

Categories:Types, Resumes & CVs
Published by: Ari F Hidayat on Apr 18, 2013
Copyright:Attribution Non-commercial

Availability:

Read on Scribd mobile: iPhone, iPad and Android.
download as DOCX, PDF, TXT or read online from Scribd
See more
See less

06/08/2014

pdf

text

original

KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA MAKALAH CONFINED SPACE UNTUK MEMENUHI TUGAS MATAKULIAH Kesehatan dan keselamatan kerja

“k3” yang dibina oleh Bapak Dwi Prihanto

Oleh Alwin Mispar Hanis Bachrodin Muslikul Anwar Mohammad Noval habiby 120534431380 120534431416 120534400700 120534431419

UNIVERSITAS NEGERI MALANG FAKULTAS TEKNIK JURUSAN PENDIDIKAN TEKNIK ELEKTRO DESEMBER 2012

Confined Space “K3”

1

Daftar Isi Sampul .................................................................................................................... Daftar Isi ................................................................................................................ Pendahuluan Latar Belakang ........................................................................................................ Rumusan Masalah ................................................................................................... Tujuan ..................................................................................................................... Pembahasan Pengertian confined space ....................................................................................... Contoh-contoh confined space ................................................................................ Bahaya Bekerja Di Ruang Terbatas (Confined Space) .......................................... Dasar hukum confined space .................................................................................. Persyaratan Kesehatan Untuk Orang yang Bekerja di Ruang Terbatas .................. Post Check ............................................................................................................... Prosedur Penyelamatan di Ruang Terbatas ............................................................ Penutup .................................................................................................................. Daftar Pustaka ....................................................................................................... 5 5 6 6 8 9 9 10 11 3 3 4 1 2

Confined Space “K3”

2

BAB I PENDAHULUAN

1.1. Latar Belakang Bekerja di dalam ruang terbatas (confined spaces) mempunyai resiko terhadap keselamatan dan kesehatan pekerja di dalamnya. Oleh karenanya diperlukan aturan dalam rangka memberikan jaminan perlindungan terhadap pekerja dan aset lainnya, baik melalui peraturan perundang-undangan, program memasuki ruang terbatas dan persyaratan ataupun prosedur untuk memasuki dan bekerja di dalam ruang terbatas. Seperti diketahui bersama, ruang terbatas (confined spaces) mengandung beberapa sumber bahaya baik yang berasal dari bahan kimia yang mengandung racun dan mudah terbakar dalam bentuk gas, uap, asap, debu dan sebagainya. Selain itu masih terdapat bahaya lain berupa terjadinya oksigen defisiensi atau sebaliknya kadar oksigen yang berlebihan, suhu yang ekstrem, terjebak atau terliputi (engulfment), maupun resiko fisik lainnya yang timbul seperti kebisingan, permukaan yang basah/licin dan kejatuhan benda keras yang terdapat di dalam ruang terbatas tersebut yang dapat mengakibatkan kecelakaan kerja sampai dengan kematian tenaga kerja yang bekerja di dalamnya.

Di sisi lain, Peraturan Khusus yang mengatur tentang pekerjaan di dalam tangki apung dirasakan sudah tidak sesuai lagi dengan perkembangan teknologi dan kompleksitas pekerjaan di ruang terbatas sekarang ini, sehingga perlu dikeluarkan peraturan/pedoman yang dapat mengatur dengan lebih jelas dan lengkap.

1.2 Rumusan Masalah Adapun hal-hal yang akan dibahas pada materi confined space(ruang terbatas) adalah sebagai berikut: 1. Mengetahui pengertian confined space 2. Mengetahui dasar-dasar hukum tentang confined space 3. Mengetahui persyaratan seorang petugas yang akan bekerja di confined space 4. Mengetahui bahaya-bahaya yang ada pada confined space 5. Dapat melakukan post ceck setelah bekerja di confined space

Confined Space “K3”

3

1.3 Tujuan Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini adalah: 1. Pembaca dapat mengetahui dasar-dasar hukum tentang confined space 2. Pembaca Mengetahui persyaratan seorang petugas yang akan bekerja di confined space 3. Pembaca Mengetahui bahaya-bahaya yang ada pada confined space 4. Pembaca Dapat melakukan post ceck setelah bekerja di confined space

Confined Space “K3”

4

BAB II PEMBAHASAN 2.1 Pengertian confined space Ruang tertutup (confined space) adalah ruang yang cukup besar yang memungkinkan orang untuk masuk ke dalamnya untuk melakukan pekerjaan, dan memiliki keterbatasan untuk keluar dan masuk serta tidak dirancang untuk tempat kerja yang terus menerus seperti tangki, silo, dan bejana lainnya. Banyak kecelakaan fatal (mengakibatkan meninggal dunia) terjadi terhadap pekerja yang bekerja dalam ruang tertutup tersebut, karena tidak memahami dan mengindahkan praktek dan prosedur kerja yang selamat. Sebagian besar dari yang meninggal justru terjadi pada mereka yang berusaha untuk menyelamatkan teman sekerjanya yang mengalami kecelakaan saat bekerja dalam ruang tertutup tersebut. Kecelakaan ini dapat terjadi karena beberapa bahaya yang ada dalam ruang tertutup seperti potensi kekurangan oksigen, gas/uap mudah terbakar atau meledak, gas/uap beracun, serta bahayabahaya fisik dan mekanik lainnya. Semua potensi bahaya ini harus dikenali oleh pekerja dan penyelianya, lalu dievaluasi risikonya untuk selanjutnya ditentukan tindakan pencegahan dan pengendalian yang harus dilakukan agar dapat bekerja dengan selamat dalam ruang tertutup tersebut. 2.2 Dasar hukum confined space Hukum-hukum yang mendasari K3 ruang terbatas atau confined space adalah 1. Undang Undang No. 3 tahun 1969 tentang Persetujuan Konvensi ILO No. 120 mengenai Hygiene dalam Perniagaan dan Kantor-Kantor 2. Undang Undang No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja 3. Undang Undang No. 13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan

4. Keputusan Menteri Tenaga Kerja No. Kep. 187/Men/1999 tentang Pengendalian Bahan Kimia Berbahaya di Tempat Kerja 5. Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja No. SE.01/Men/1997 tentang Nilai Ambang Batas Faktor Kimia di udara Lingkungan Kerja 6. Surat Edaran Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No. SE.117/Men/PPKPKK/III/2005 tentang Pemeriksaan Menyeluruh Pelaksanaan Keselamatan dan Kesehatan Kerja di Pusat Perbelanjaan, Gedung Bertingkat, dan Tempat-Tempat Publik Lainnya

Confined Space “K3”

5

2.3 Contoh-contoh confined space Beberapa contoh dari confined space atau ruang terbatas antara lain: 1. Tangki penyimpanan, bejana transpor, boiler, dapur/tanur, silo dan jenis tangki lainnya yang mempunyai lubang lalu orang; 2. Ruang terbuka di bagian atas yang melebihi kedalaman 1,5 meter seperti lubang lalu orang yang tidak mendapat aliran udara yang cukup; 3. Jaringan perpipaan, terowongan bawah tanah dan struktur lainnya yang serupa; 4. Ruangan lainnya di atas kapal yang dapat dimasuki melalui lubang yang kecil seperti tangki kargo, tangki minyak dan sebagainya 2.4 Bahaya Bekerja Di Ruang Terbatas (Confined Space) Bahaya Umum Bekerja di ruang terbatas dan ruang tertutup memiliki kemungkinan yang lebih besar menyebabkan fatality, luka dan penyakit yang parah dibanding tipe pekerjaan lainnya. Bahaya-bahaya kunci yang berkaitan dengan confined space adalah :  Resiko serius peledakan  Kehilangan kesadaran akibat sesak nafas yang disebabkan adanya gas, asap, uap, atau minimnya oksigen.  Tenggelam, karena naiknya permukaan air  Kehilangan kesadaran karena kenaikan suhu tubuh  Sesak nafas/mati lemas karena tidak dapat mencapai udara atau tempat yang terdapat udara karena terjebak di dalam Surveyor akan secara rutin memasuki ruang terbatas yang sulit dimasuki karena akses yang sempit atau kecil. Terdapat kemungkinan keterbatasan pergerakan di dalam ruang yang menjadi perhatian, dan ruangan itu sendiri dapat saja dijejali permit hanya pergerakan tertentu saja. Dengan tertutup dan gelapnya suatu ruangan terbatas, pekerjaan ini idealnya tidak dilakukan oleh orang yang memiliki fobia (misalnya fobia ruang tertutup) atau mereka yang mudah terserang panic atau gelisah

Confined Space “K3”

6

Bahaya Lainya 1. Kekurangan oksigen. Hal ini terjadi karena reaksi antara tanah dengan oksigen didalam atmosfir. Tanah yang mengandung kapur menghasilkan karbon dioksida dan menggantikan udara normal. Kekurangan oksigen juga dapat terjadi akibat karat di ruang terbatas yang terbuat dari logam 2. Gas beracun, asap atau uap yang terdapat dalam :  Penumpukan materi di saluran air  Manholes  dalam lubang terhubung ke sistem;  bagian dalam tank  lubang di tanah yang terkontaminasi  Instalasi gas yang tidak terpakai / tua 3. Cairan, gas atau materi padat yang tiba-tiba mengisi ruang/ runtuh atau menyumbat saluran udara karena terganggu oleh suatu aktifitas 4. Kebakaran dan ledakan (misalnya dari uap mudah terbakar, dll kelebihan oksigen). 5. Residu yang tersisa di dalam ruangan terbatas yang dapat mengeluarkan gas, asap atau uap. 6. Debu mungkin hadir dalam konsentrasi tinggi, misalnya di silo tepung. 7. Kondisi panas menyebabkan peningkatan suhu tubuh yang berbahaya. Beberapa kondisi di atas mungkin sudah terdapat di ruang terbatas sebelumnya. Namun beberapa kondisi mungkin timbul akibat pekerjaan yang sedang dilakukan, atau karena isolasi tidak efektif tanaman di dekatnya, misalnya kebocoran dari pipa yang terhubung dengan ruang terbatas. Misalnya: 1. Mesin yang digunakan mungkin memerlukan tindakan khusus, seperti penyediaan ekstraksi debu untuk penggiling portabel, atau pencegahan khusus terhadap kejut listrik; 2. gas, asap atau uap dapat timbul dari las, atau dengan menggunakan pelarut yang mudah menguap dan sering mudah terbakar, perekat dan sebagainya; 3. jika akses ke ruang tersebut adalah melalui pintu masuk dibatasi, seperti melarikan diri, lubang atau penyelamatan dalam keadaan darurat akan lebih sulit (lihat prosedur Darurat). .
Confined Space “K3” 7

2.5 Persyaratan Kesehatan Untuk Orang yang Bekerja di Ruang Terbatas Bekerja di ruang terbatas dapat memberikan tekanan fisik dan psikologis. Hal ini dikarenakan kualitas penerangan yang buruk dan ruangan yang sempit, dapat menyebabkan gangguan penglihatan dan keseimbangan karena menurunnya fungsi koordinasi dan peredaran darah yang tidaknormal. Pengurus wajib memastikan petugas yang bekerja di ruang terbatas dalam keadaan sehat secara fisik dan dinyatakan oleh dokter pemeriksa kesehatan kerja bahwa petugas tersebut tidak mempunyai riwayat :  Sakit sawan atau epilepsi  Penyakit jantung atau gangguan jantung  Asma, bronchitis atau sesak napas apabila kelelahan  Gangguan pendengaran  Sakit kepala seperti migrain ataupun vertigo yang dapat menyebabkan disorientasi  Klaustropobia, atau gangguan mental lainnya  Gangguan atau sakit tulang belakang  Kecacatan penglihatan permanen  Penyakit lainnya yang dapat membahayakan keselamatan selama bekerja di ruang terbatas Tips Aman Bekerja di Ruang Tertutup (Confined Space) Sebenarnya ada beberapa tips aman mengenahi bekerja pada ruang terbatas antara lain: 1. Lakukan identifikasi bahaya sebelum melakukan pekerjaan di ruang tertutup. 2. Untuk pengendalian bahaya lakukan ijin kerja sebelum memasuki. Karena dengan ijin kerja petugas safety akan membantu Anda dalam memverifikasi bahaya di ruang tertutup yang kemungkinan akan kontak dengan Anda 3. Sebelum memasuki ruang tertutup Anda didampingi petugas safety wajib melakukan pengukuran kadar gas berbahaya, seperti Phospin atau PH3 (gas racun dari fumigasi), Karbon monoksida atau CO (Gas racun dari pembakaran tidak sempurna Methana atau CH4 (gas yang mudah sekali terbakar atau meledak) dan kandungan O2 di dalam ruang tertutup 4. . Setelah diverifikasi kondisi lingkungan dalam kondisi aman, lakukan penguncian sumber energi dengan metode lockout tagout (LOTO) 5. Penuhi dan pakai alat pelindung diri sesuai bahaya dan risiko yang diterima seperti: masker, helm, sepatu, dan sarung tangan.

Confined Space “K3”

8

6. Untuk memperlancar ventilasi udara di ruang tertutup maka sediakan vetilasi dengan blower, jika diperlukan. 7. Operator atau Supervisor atau section head harus mengetahui dan mempersiapkan P3K atau tanggap darurat jika ada kondisi yang darurat. 8. Berikan pencahayaan yang cukup di dalam ruang tertutup. Karena ada beberapa orang yang takut gelap (claustrophobia) 2.6 Post Check Inspeksi akhir diperlukan untuk menyakinkan bahwa semuanya sudah kembali seperti semula dengan mengadakan pemeriksaan:  Periksa tidak ada peralatan yang tertinggal.  Semua orang sudah keluar.  Semua isolasi sudah dibuka dan posisinya benar  Semua permit sudah dikembalikan.

2.7 Prosedur Penyelamatan di Ruang Terbatas perencanaan penyelamatan harus diskusi dan yakinkan semu personil tahu & mengerti : 1. Peralatan 2. penugasan personil 3. aba - aba yang disepakati 4. safe area

Confined Space “K3”

9

BAB III PENUTUP 3.1 Kesimpulan Kesimpulan yang dapat ditarik dari meteri ini adalah bahwa sebenarnya confined space atau ruang terbatas itu sangat berbahaya dan dalam bekerja di dalamnya erlu sebuah langkah-langkah atau prosedur kusus yang sering disebut dengan K3 ruang terbatas. Dalam bekerja diruang terbatas juga harus dalam keadaan sehat baik jasmani dan rohani atau jiwa, sehingga dalam bekerja resiko kecelakaan akibat kesehatan yang buruk dapat dihindari.

3.2 Saran Pengetahuan tentang K3 ruang terbatas harus diberikan atau disosialisasikan pada pekerja yang bekerja di ruang terbatas ataupun kepada perusahaan perusahaan yang bsering melakukan kegiatan di ruang terbatas. Dikarenakan banyaknya bahaya yang ada pada ruang terbatas tersebut

Confined Space “K3”

10

Daftar Pustaka

www.rhuekamp.co.id direktorat pengawasan norma keselamatan kesehatan kerja ; september 2006 http://www.analitikamu.com iacs confined space safe practice

Confined Space “K3”

11

You're Reading a Free Preview

Download
scribd
/*********** DO NOT ALTER ANYTHING BELOW THIS LINE ! ************/ var s_code=s.t();if(s_code)document.write(s_code)//-->