• Diagnosa Keperawatan • Resiko tinggi terhadap dekompensasi curah jantung b/d peningkatan volume sirkulasi, disritmia, perubahan kontraktilitas miokardia

, perubahan inotropik pada jantung. • Intervensi dan rasional • Tentukan/pantau klasifikasi fungsional klien

• Kelas I : tidak ada batasan aktivitas fisik, tidak ada ketidaknyamanan • selama pengerahan tenaga • Kelas II : aktivitas dapat menyebabkan gejala-gejala palpitasi, dispnea dan angina.

.• Kelas III : lebih kecil dari aktivitas yang biasanya dilakukan menyebabkan gejala-gejala jantung. • Kelas IV : gejala-gejala insufisiensi jantung terjadi pada tidak adanya aktivitas fisik. dapat mengalami GJK. infeksi atau ansietas dapat terlihat pertama-tama dari perubahaan yang membahayakan pada pola tanda vital. • Rasional :Permulaan tahap dekompensasi karena intoleran terhadap beban sirkulasi. seperti kelelahan. • Rasional :Klien yang secara fungsional diklasifikasikan kelas III dan IV. • Pantau tanda-tanda vital klien. dispnea dan angina. • Rasional : Bermanfaat untuk mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan kilen dan kemajuan kondisi. • Auskultasi bunyi napas klien.

bradikardia. • Meminimalkan stres jantung dan menghemat energy.• Evaluasi DDJ. • Kaji jumlah dan konsentrasi haluran urin. • Rasional : Pemberiaan posisi kaki yang lama di bawah jantung dapat merusak aliran balik vena yang telah mengalami stres dan membuat klien beresiko terhadap hipertensi karena kehamilan. jumlah gerak janin setiap hari dan hasil NST sesuai indikasi. terlihat pda nyeri dada dan palpitasi. • Selidiki adanya keluhan nyeri dada atau palpitasi. • Kaji terhadap bukti venostatis dengan akibat edema dependent dari ekstremitas atau edema umum. • Rasional :Hipoksia janin disebabkan oleh tahap awal dekompensasi jantungnya ibu yang mungkin terlihat dari adanya takikardia. • Klien dengan prolap katup mitral dapat terjadi aritmia. Instruksikan mengangkat kaki bila duduk. Instruksikan klien untuk memantau pasokan cairan. atau reduksi pada aktivitas jantung • Berikan informasi tentang perlunya istirahat yang adekuat (mis : 8-10 jam padamalam hari). .

• • • • • • • Berikan informasi mengenai penggunaan posisi miring kiri. Pantau terhadap persalinan awal. yang biasanya bersamaan dengan batuk dan peningkatan sekresi. membatasi statis vena. kateter Swan-Gaanz mungkin diperlukan untuk memantau tekana pulmoner dan. Dapat mencegah kejadian hipotensi supine sepada titik kehilangan kesadaran. Klien dengan klasifikasi Kelas II dan IV biasanya dirawat di RS 2 minggu sebelum kelahiran. Siapkan klien terhadapperawatan di RS sesuai kondisinya. Dapat menunjukan pola patologis bilaada dekompensasi. Pantau tekanan hemodinamik dengan mengguanakan jalur CVPdan arteri atau kateter Swan-Gaanz untuk memantau tekana baji arteri pulmonal. atatu propanolol sesuai indikasi. Dekompensasi jantung diperburuk oleh adanya infeksi pernapasan atas. Anjurkan penggunaan stoking antitrombolitik. Meningkatkan aliran balik vena. Berikan obat-obatan seperti digitalis glikosida. Propanolol dapat digunakan untuk mengontrol disritmia berkenan dengan prolaps katup mitral. Atasi infeski pernapasan dasar sesuai kebutuhan. Rasional :Jalur CVP mengulur aliran balik vena atau sirkulasi. Digitalis glikosida memaksimalkan kontraksi ventrikel. Penurunan fungsi jantung dapat secara negative menurunkan fungsi plasenta. yang mana dapat menutupi deteriorasi fungsi jantung. • • • • • • • • • • Kaji fungsi plasenta dengan menggunakan secara berurutan kadar estriol serum/urin dan CST/NST.Namun klien KelasIV dapat di rawat sebelum kelahiran tergantung kondisi. . Dapatkan/tinjau EKG berurutan. secara tidak langsung fungsi jantung sisi kiri.

Berikan diuretic (mis. Batasan karakteristik : Tidak dapat di terapkan. Selidiki batuk yang tidak jelas. penambahan BB tepat. Mengungkapkan pemahaman tentang batasan/kebutuhan terapi.• • • • • • • • • Resiko tinggi terhadap kelebihan volume cairan b/d peningkatan volume sirkulasi. Batasi cairan dan natrium jika ada GJK. berikan informasi sesuai kebutuhan. dll). Kaji/tinjau ulang tanda dari GJK (mis. memperberat retensi cairan. Intervensi dan rasional Pantau BB dasar. Kaji faktor-faktor diet yang dapat memperberat retensi cairan berlebihan. dispnea. Rasional :Meminimalkan resiko retensi/kelebihan beban cairan. Rasional :Menandakan kegagalan dan kebutuhan akan pengobatan segera. peningkatan pada fungsi ginjal. tidak ada edema. krekels. klien akan : Menunjukkan keseimbangan yang stabil dengan tanda-tanda vital DBN. hemoptisis. Hasil yang diharapkan. Instruksikan klien untuk memantau BBnya di rumah setiap hari. Rasional :Batuk yang tidak berhubungan dengan masalah pernapasan dapat menandakann terjadinya GJK. ketidakteraturan diet. distensi vena leher. Rasional :Diet yang tidak tepat khususnya defisiensi protein dan kelebihan natrium. Menyebutkan tanda-tanda yang memerlukan pemberitahuan pemberi perawatan. • • • • • • • • • • Rasional :Penambahan BB normal 221/2lb/mgg dapat menandakan akumulasi cairan dan potensial GJK. klorotiazid) .

GDA. krekels). Hasil yang diharapkan. pirau kanan ke kiri.• • • • • • • • Rasional :Membantu menghilangkan tahanan cairan berlebihan pada tindakan konservativ dari istirahat dan penurunan masukan natrium Resiko tinggi terhadap perubahan perfusi jaringan : uteroplasenta b/d perubahan pada volume sirkulasi. Rasional :Takikardia pada istirahat. penambahan BB berlebihan. sianosis membrane mukosa dan dasar kuku. intoleransi aktivitas. dan tanda-tanda dekompensasi (mis. Rasional :Adanya masalah-masalah jantung sebelumnya dipengaruhi oleh peningkatan kebutuhan sirkulasi selama kehamilan dapat mengakibatkan kerusakan oksigenasi jaringan. Perhatikan perubahan perilaku. batuk tidak jelas. peningkatan TD. dan hitung SDP DBN. Berikan informasi tentang penggunaann posisi tegak yang diubah selama tidur dan istirhat. Rasional :Memudahkan frekuensi pernapasan dengan menurunkan tekanan dari pembesaran uterus pada diagfragma dan membantu meningkatkan diameter vertical untuk ekspansi paru. nadi. Membantu mencegah statis vena pada ekstremitas bawah. . Batasan karakteristik : Tidak dapat diterapkan. dan perubahan perilaku dapat menandakan kegagalan jatung awal atau hipoksia. Intervensi dan rasional • • • • • • Perhatikan faktor-faktor resiko individu dan status sebelum hamil. Mendemostrasikan perfusi plasenta adekuat sesuai indikasi dari janin reaktif dengan frekuensi jantung direntang dari120-160 dpmdan ukuran tepat untuk usia gestasi. klien akan : Menunjukan TD. Kaji TD dan nadi.

• • • • • • • • • Kaji airan darah uterus/janin dengan menggunakan NST/CST. penisilin) sesuai kebutuhan. Rasional :Hipoksia uerus/plasenta menurunkan aktivitas janin dan DJJ. Resikotinggi teradap infeksi pada ibu b/d ketidakadekuatan pertahanan primer/sekunder. ketidakkecukupan informasi untuk menghindari pemajanan pada pathogen. Infeksi meningkatkan laju metabolisme dan kebutuhan oksigen dan dapat memiliki dampak negative pada oksigenasi jaringan. Rasional :Apa saja masalah pernapasan menurunkan masukan oksigen. kultur sekresi pernapasan atas/bawah. Mendemonstrasikan penggunaan agenagenantimikrooba sesuai indikasi yang tepat. GDA : Rasional :Menunjukan keadekuatan ventilasi dan oksigenasi Hb/Ht :Anemia lebih jauh dapat menurunkan kapasitas pembawa oksigen dari darah dan dapat memerlukan tindakan Hitung SDP. Rasional :Antibiotic profilaktik membantu mencegah endokarditits bacterial pada klien dengan penyakit katup jantung. Batasan karakteristik : Tidak dapat diterapkan. Hasil yang diharapkan. periksa kadar estrioldan DJJ. Hipoksia dapat mengakibatkan deteriorasi plasenta dan penurunan kada estriol. Berikan antibiotic (mis. dan terlihat segabai deselerasi lanjut pada CST. penyakit /kondisi kronis. klien akan : Mengidentifikasi/mengadopsi perilaku untuk menurunkan resiko individu.• • • • • • • • Pantau pemeriksaan laboratorium sesuai indikasi . . Tetap bebas dari infeksi bakteri.

. dsb selama terapi koagulan. Kaji/tinjaau ulang tanda-tanda. khususnya pada klien dengan demam reumatik sebelumnya. • • • • • • • • • Bantu klien dalam penyuluhan obat seperti heparin. Tinjau ulang kebutuhan obat-obatan dan alasan pengubahan penggunaan heparin dengan warfarin (coumadin) Rasional :Karena ukurannya besar. Rasional :Bakteremia sementara dapat terjadi setelah prosedur medical-bedah. Berikan dosis pembebanan heparin. Berikan penicilin secara intramuskular atau oral. tetralogi fallot. Rasional :Terdapat peningkatan resiko endokarditis bakteri pada klien prenatal dengan penyakit jantung dasar seperti kerusakan katup yang disebabkan oleh proses reumatik atau congenital prolaps katup mitral. Berikan informasi tentang resiko endokarditis bateriaal selama prosedur medical bedah khusus. Rasional :Tanda-tanda perdarahan dapat juga menunjukan kebutuhan untuk menurunkan kadar heparin. Rasional :Melibatkan klien dalam proses terapi dan meningkatka perawatan diri. Rasional :Penggunann warfarin harus mengubah antikoagulan mereka dengan heparin. Observasi demonstrasi ulang prosedur oleh klien. heparin natrium tidak bias melewati plasenta seperti warfarin. ekimosisi. Pantau pemerikasaan darah. krusakan septum ventrikel. Rasional :Antibiotik profilaktik dapat diajurkan untuk pencegahan infeksi streptokok selama kehamilan. koarktasio aorta atau katup prostetik. dan dapat mencegah pembentukan beekuan pada klien dengan katup prosthesis. seperti masa beku darah dan kadar elektrolit. stenosis pulmonal. epitaksis.• • • • • • • Intervensi dan rasional Kaji terhadap faktor-faktor resiko individu dan riwayat demam reumatik.

• Rasional :Masa pembekuan yang lama dapat menandakan perlunya penyesuaian dosis heparin. Rasional :Menandakan memburuknya kondisi jantung dibuktikan oleh penurunan pada kapasitas fungsional klien. Bantu klien dalam menyusun kembali rutinita setiap hari untuk menurunkan aktivitas fisik. • Batasan karakterikstik : • Tidak dapat diterapkan. • Hasil yang diharapkan. Rasional :Meningkatkan perawatan diri dan intervensi medis sesuai dengan waktunya. . karena penurunan masukan natrium atau terapi diuretic. Tinjau ulang tanda-tanda gejala-gejala dengan klien dan orang terdekat. Intervensi dan rasional Kaji adanya pengembangan gejala subjektif/objektif (mis. kejadian intoleransi sebelumnya. klien akan: • Mendemonstrasikan tanggung jawabdiri untuk memantau toleransi/intoleransi ativitas. status kondisi tidak memungkinkan. • Melakukan perilaku untuk memaksimalkan tolerans. • Resiko tinggi terhadap intoleransi aktivitas b/d adanya masalah sirkulasi. Rasional :Kerusakan sirkulasi/pernapasan dapat mempengaruhi kemampuan untuk melakukan aktivitasnya dan dapat menunjukan kelelahan. • • • • • • • • Mengambil tindakan yang tepat bila gejala-gejala jantung/pernapasan muncul. berkurangnya toleransi pada aktivitas fisik yang biasa). Hiponatremia/hipokalemia dapat terjadi.

klien akan : Mengungkapkan pemahaman tentang kondsi individu dan kebutuhan tindakan Mengidentifikasi gejala-gejala yang menandakan deteriorasi fungsi jantung. Diskusikan perlunya pemantauan yang sering. latihan dan relaksasi. Intervensi dan rasional • • • • • • Kaji pemahamaan tentang patologi/komplikasi mengenai kehamilan. prognosis. daan cadangan fungsi jantung. • • • • • • • • • • • • Kurang pengetahuan : mengenai kondisi. Tinjau ulang kebutuhan untuk menghindari infeksi. ketidakadekuatan mengikutiintruksi. Berikan informasi dengan tepat mengenai diet. Berikan informasi tentang gejala-gejala yang mengindikasikan masalah jantung. Hasil yang diharapkan. Rasional :Gejala-gejala berkenan dengan dekompensasi harus dibedakan dengan hipertensi karena kehamilan (HKK). Rasional :Membuat data dasar dalam pembuatan penyuluhan kesehatan. dan kebutuhan tindakan b/d kurangnya pemajanan pada dan/atau kesalahan interpertasi informasi. Rasional :Memungkinkan klien untuk merasa beberapa kontorl dalam proses pembuatan keputusan. istirahat/tidur. . Rasional :Tahanan dapat diturunkan dalam kondisi umum. Batasan karakteristik : Meminta informasi.• • Identifikasi kebutuhan terhadap bantuan rumah tangga dan adanya sumber-sumber yang tersedia. Rasional :Mungkin diperlukan untuk memaksimalkan istirahat. Rasional :Memberikan deteksi dini terhadap masalah-masalah dan intervensi segera. atau peryataan salah konsep. membatasi kelelahan.

Laporkan temuan 2+ atau lebih besar. yang membutuhkan tindakan segera. Seperti kebutuhan untuk menghindari makan bervitamin K (sayuran mentah) bila mengguakan anti koagulan. Rasional :Dapat mengembangkan tangung jawab diri dan menurunkan ansietas.• • • • • • • • • • • • Tinjau ulang efek samping obat (mis. Libatkan tim perawatan kesehatan dalam penyuluhan/perencanaan. atau perubahan metabolism kabohidrat pada janin/bayi baru lahir. vaso presin dan prostaglandin dan sebagai anjuran temuan. Rasional :Peningkatan TD dapat terjadi karena respon terhadap katekolamin. . Rasional :Makanan ini dapat melawan atau mengubah efek obat antikoagulan. Pantau TD dan nadi. Berikan informasi yang tepat untuk protocol perawatan dalam situasi komunitas/RS atau di rumah. Rasional :Diuretic nantinya meningkatkan kondisi dehidrasi dengan penurunan volume intravaskuler dan perfusi plasenta. Hasil 2+ menandakan edema glomerulus atau spasme. Tes rabas urin bersih terhadap protein setiap kunjungan. setiap minggu bila berat. Rasional :Dapat bertindak sebagai model peran untuk adaptasi yang diperlukan. hiperbilirubinemia. Menetukan tingkat pengetahuan klien da memberikan informasi baru. Jawab pertanyaan dan tinjau ulang rasional untuk menghindari penggunaan diuretic untuk mengatasi edema. Rasional :Mungkin perlu untuk memantau perubahan lebih ketat.terjadi penurunan kadar dari prostasiklin. dan memberikan dorongan untuk hasil yang berhasil. hemoragi). Rasional :Membantu dalam menetukan derajat beratnya/kemajuan kondisi. Identifikasi kelmpok pendukung untuk klien beresiko tinggi. • • • • • • • • Kaji adanya bunyi paru dan frekuensi/usaha pernapasan. dan hal ini dapat menyebabkan trobositopenia. meningkatkan kemampuan koping. Rasional :Dispnea dan krekels dapat mengindikasikan adanya edema paru. atau setiap hari/jam bila di rawaat di RS. Jadwalkan kunjungan prenatal setiap1-2 minggu bila HKK ringan. Diskuksikan pertimbangan khusus. Rasional :Memberikan kesempatan kontinuitas dan penyelesaian perawatan.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful