BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

A. Gambaran Umum Perusahaan 1. Sejarah PT. PLN Sejarah Ketenagalistrikan di Indonesia dimulai pada akhir abad ke – 19, ketika beberapa perusahaan Belanda mendirikan pembangkit tenaga listrik untuk keperluan sendiri. Pengusahaan tenaga listrik tersebut berkembang menjadi untuk kepentingan umum, diawali dengan

perusahaan swasta Belanda yaitu NV. NIGM yang memperluas usahanya dari hanya di bidang gas ke bidang tenaga listrik. Selama Perang Dunia II berlangsung, perusahaan – perusahaan listrik tersebut dikuasai oleh Jepang dan setelah kemerdekaan Indonesia tanggal 17 Agustus 1945, perusahaan – perusahaan listrik tersebut direbut oleh pemuda – pemuda Indonesia pada bulan September 1945 dan diserahkan kepada Pemerintah Republik Indonesia. Pada tanggal 27 Oktober 1945, Presiden Soekarno membentuk Jawatan Listrik dan Gas, dengan kapasitas pembangkit tenaga listrik hanya sebesar 157,5 MW. Tanggal 1 Januari 1961, Jawatan Listrik dan Gas diubah menjadi BPU-PLN (Badan Pimpinan Umum Perusahaan Listrik Negara) yang bergerak dibidang listrik, gas dan kokas. Tanggal 1 Januari 1965, BPUPLN dibubarkan dan dibentuk 2 perusahaan negara yaitu Perusahaan Listrik Negara (PLN) yang mengelola tenaga listrik dan Perusahaan Gas

Negara (PGN) yang mengelola gas, dimana saat itu kapasitas pembangkit tenaga listrik PLN sebesar 300 MW. Tahun 1972, Pemerintah Indonesia merupakan status Perusahaan Listrik Negara sebagai Perusahaan Umum Listrik Negara (PLN). Tahun 1990 melalui Peraturan Pemerintah No. 17, PLN ditetapkan sebagai pemegang kuasa usaha ketenagalistrikan. Tahun 1992, pemerintah memberikan kesempatan kepada sektor swasta untuk bergerak dalam bisnis penyediaan tenaga listrik. Sejalan dengan kebijakan diatas, pada bulan Juni 1994 status PLN dialihkan dari Perusahaan Umum menjadi Perusahaan Perseroan (Persero). Sesuai PP No. 12 tahun 1998, Persero adalah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dibentuk berdasarkan UU No. 9 tahun 1969 yang berbentuk Perseroan Terbatas (PT), dimana seluruh atau paling sedikit 51% saham dimiliki Negara melalui penyertaan modal secara langsung. Terhadap Persero berlaku prinsip – prinsip PT sebagaimana diatur dalam UU No. 1 tahun 1995 tentang Perseroan Terbatas. Dengan adanya definisi dan pengertian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa Perseroan merupakan PT. Yang membedakannya dengan PT “biasa”, adalah bahwa pada Persero kepemilikan sahamnya, seluruh atau paling sedikit 51% dimiliki oleh Negara, jadi Persero dapat dikatakan identik dengan PT. Mekanisme kerja Persero sama seperti halnya mekanisme kerja PT, sebagaimana diatur dalam UU No. 1 tahun

1995. Pencantuman kata “Persero” di belakang nama PT menunjukkan bahwa perusahaan tersebut adalah Persero sebagaimana dimaksud diatas. 2. Sejarah Singkat Perusahaan PT. PLN (Persero) Cabang Pontianak merupakan salah satu unit usaha yang bergerak dalam pelayanan terhadap jasa ketenagalistrikan di kota Pontianak., Kalimantan Barat. Sejarah perkembangan PT. PLN (Persero) Cabang Pontianak ini dari mulai berdirinya sampai sekarang tidak lepas dari sejarah keberadaan kelistrikan Kalaimantan Barat. Kelistrikan di Kalimantan Barat mulai pada setelah Naamloze Vennonschap. West Borneo Electricity Maatchappy (NV.WBEM) mendapatkan konsesinya pada tanggal 8 Maret 1929 No. 68 Jo, tanggal 25 Agustus 1922 No. 37 untuk kota Pontianak dan sekitarnya. Perusahaan tersebut menjadi anak perusahaan dari NV. Algamente Nederland Indice Electric Maatschappy (NV. ANIEM) dengan status Agenscap(Agen) dan berkantor di Jalan Aniem yang sekarang dikenal dengu dan Jalan Cemara. Dengan mesin diesel MIRLESS buatan Inggris, sebagai penggerak tenaga, aliran listrik dapat melayani kantor-kantor pemerintah, pertokoan dan masyarakat kota Pontianak.Melalui kabel tanah 6kV sepanjang 33 km dan tegangan 110 Volt, kota Pemangkat disambungkan dengan kota Sinkawang.Kesultanan Pontianak sendiri menggunakan listrik dari ANIEM sejak tahun 1929 dengan menyalurkan listrik melalui kabel air menyeberangi Sungai Kapuas.

Semasa pendudukan Jepang, kelistrikan dengan nama NIPPON DENKI KAISHA berada di bawah kekuasaan Angkatan Laut Jepang. Pada waktu itu beberapa petugas kelistrikan antara lain Abd.Rajak, Tan Den Kie, Samtong Ratnan, Wan Haan dikirim ke Merry di daerah Serawak guna menangani kelistrikan pada penambangan minyak. Setelah Jepang kalah perang dan Sekutu Amerika mendarat di Kaliantan Barat bersama dengan NICA dan KNIL, maka kelistrikan dikuasai kembali oleh NV.ANIEM dengan Ir. De Moon sebagai kepala terakhir yang kemudian sehubungan dengan adanya nasionalisasi menyerahkan kepada Samoedra selaku petugas dari Kantor Besar PLN Surabaya. Melalui Surat Keputusan Menteri PUT No. 16/I/20 tanggal Mei 1961dibentuk PLN Exploitasi III dengan pemimpinnya IR.Rusdi Hadjerat dan berkedudukan di Pontianak.Sebagai kepala Cabang Pontianak

ditunjuk Ong Kos An alias J.Ongkowijoyo Ranting Singkawang ditingkatkan menjadi Cabang Singkawang.Dalam masa perjalanannya PLN Exploitasi III kemudian menjadi PLN Wilayah V melalui Peraturan Menteri PUT No. 01/PRT/1973 tanggal 21 Maret 1973 dan pembangkitnya ditambah dengan PLTD Sei. Raya dan PLTD

Siantan.Peninggalan NV.ANIEM yang masih aktif digunakan adalah standar dan normalisasi NV.ANIEM. Lokasi PT.PLN (Persero) Wilayah Kalimantan Barat Cabang Pontianak pertama berlokasi di Jalan Cemara yang sekarang berfungsi sebagai kantor Dinas Gangguan Listrik. Pada tahun 1972 berfungsi

Menurut pola hubungan kerja. 3. Untuk itu PT. meskipun ukuran organisasi itu kecil. baik yang besar maupun kecil dibutuhkan suatu struktur organisasi untuk memperjelas wewenang dan tanggung jawab dari masing-masing anggita organisasi dalam hubungannya antar satu unit dengan unit lainnya. Dalam lingkungan organisasi PT. PLN (Persero) Cabang . Mooney dalam buku “Dasar-Dasar Manajemen” dikutip oleh M. Yani no. Bagi suatu perusahaan. Struktur Organisasi Perkembangan suatu perusahaan akan ditentukan oleh cara-cara pengelolaan yang dilakukan pimpinan dan segenap staff perusahaan.sebagai Pelayanan Kelistrikan yang berlokasi di Jl. Manulang organisasi adalah “Bentuk setiap perserikatan manusia untuk mencapai suatu tujuan bersaama”. A. selalu diharapkan penyatuan seluruh kegiatan-kegiatan guna mencapai tujuan perusahan. 25 Pontianak yang kemudian pada tahun 1993-1994 gedung tersebut direhabilitasi total dan ditempati tahun 1995. PLN (Persero) khususnya untuk organisasi unit peusahanaan cabang struktur organisasinya dapat dibuat berdasarkan keputusan direksi PLN No. 012. Menurut James D.K/0223/DIR/1994 tanggal 15 Februari 1994 tentang Pola Pengorrganisasian pada Unsur Pelaksana Pengusahaan Cabang dan Satuan Organisasi Di Bawahnya Di Lingkungan Perusahaan Listrik Negara.

Pontianak termasuk dalam Pengorganisasian Cabang. pembangkitan.1 berikut ini : Gambar 1 Struktur Organisasi PT. dengan struktur organisasi yang dapat di lihat pada gambar 2. PLN (Persero) Cabang Pontianak melaksanakan kegiatan usaha berupa pengelolaan. Secara sederhana urutan pelaksanaan proses pembangkitan sampai dengan pendistribusian energi listrik ke pelanggan adalah berawaldari . sampai dengan pendistribusian tenaga listrik kepada pelanggan. PLN (Persero) Cabang Pontianak Sumber: PT PLN (Persero) Cabang Pontianak 4. ASPEK USAHA PT.

Selanjutnya dari gardu hubung ditransfer ke gardu distribusi kemudian disalurkan kepada konsumen melalui jaringan tegangan rendah 220-380 Volt. Mutu dan keandalan listrik yaitu listrik yang didistribusikan kepada pelanggan berada dalam kapasitas yang cukup sehingga penerangan atau pemakaian listrik oleh pelanggan dapat terpenuhi dan tidak terganggu. Selain itu juga. PLN (Persero) Cabang Pontianak adalah penyediaan jasa tenaga listrik. Mencapai kontunuitas pendistribusian tenaga listrik yaitu listrik yang didistribusikan kepada pelanggan akan terus-menerus ada. Produk Produk utama yang di hasilkan PT. . PLN (Persero) Cabang Pontianak meliputi : a. Dari gardu step up disalurkan ke gardu hubung yang menghasilkan tegangan menengah 20 KV melalui jaringan distribusi bertegangan 20 KV.pembangkit tenaga listrik kemudian disalurkan ke gardu step up yang berfungsi untuk menaikkan tegangan. ada produk yang sifatnya mendukung produk utama yaitu berupa berbagai macam pelayanan jasa baik yang bersifat teknis maupun non teknis yang semuanya ditujukan untuk : a. Stabilitas listrik yaitu kemantapan listrik yang didistribusikan tidak terjadi gangguan. ASPEK PEMASARAN Aspek pemasaran PT. b. c. 5.

b. 2) Pelayanan yang berhubungan dengan penyambungan baru. Analisis Kuantitif 1. analisis ini juga dapat menunjukkan sebab terjadinya perubahan modal kerja pada periode tertentu. penyambungan sementara. PLN (Persero) Cabang Pontianak dari unit yang terbesar yaitu kantor cabang sampai dengan unit terkecil yaitu kantor sub ranting yang juga dibawah koordinator kepala bagian pelayanan pelanggan sedangkan jangkauan pemasaran adalah seluruh daerah operasional PT. Selain itu. PLN (Persero) Cabang Pontianak. Pengolahan Data a. 3) Memberikan layanan informasi tentang pelayanan kelistrikan dan masalah lainnya. . B. Analisis Sumber dan Penggunaan Modal Kerja Analisis sumber dan penggunaan modal kerja adalah analisis untuk mengetahui sumber dan alokasi penggunaan modal kerja. Pasar Adapun daerah pemasaran tenaga listrik ke pelanggan berada pada seluruh unit pelayanan PT. perubahan tarif.Adapun wujud dari jasa pelayanan ini antara lain adalah : 1) Pelayanan pembayaran rekening listrik. dan pemindahan tempat pembayaran. perubahan daya.

Untuk mengetahui laporan perubahan modal kerja pada PT. PLN (Persero) Cabang Pontianak maka perlu diketahui terlebih dahulu komponen-komponennya yaitu dapat dilihat dari laporan neraca yang dimiliki oleh PT.Dalam menganalisis. maka perlu disusun langkah-langkah berikut ini : 1) Menyusun Laporan Perubahan Modal Kerja 2) Menyusun Laporan Sumber dan Penggunaan Modal Kerja Untuk mengetahui laporan perubahan modal kerja dan laporan sumber dan penggunaan modal kerja PT. dimana modal kerja diperoleh dan kemana modal kerja tersebut digunakan serta bagaimana pengaruhnya pengaruhnya pada terhadap posisi modal kerja akhir.. Perubahan-perubahan tersebut akan berpengaruh terhadap naik turunnya modal kerja serta sebab-sebab terjadinya perubahan posisi modal kerja. PLN (Persero) Cabang Pontianak 1) Laporan Perubahan Modal Kerja Laporan perubahan modal kerja menunjukan perubahan masing-masing komponen modal kerja antara dua periode waktu yang berbeda. PLN (Persero) Cabang Pontianak setiap periode adalah sebagai berikut dibawah ini : .

281 1.041.474.930.527.283.003.237 893.179 9.108 720.335.006.459 4.322.605 25.045.106.394.930.558 9.531 4.657. yang Masih Harus dibayar Total Kewajiban J. PLN (Persero) Cabang Pontianak.744.944.947.213.490 208.512.227.255 13.556 202.596.975.399. dapat dilihat adanya perubahan perubahan. Piutang .657.593.197.459 633.950.966.846.483.042.006.390.395.635.541 2009 14.202. Adapun aset lancar yang mengalami kenaikan di antaranya adalah persediaan sebesar Rp 228.497.843.202. 620 720.1 : PT.571.038.087 396.009.971 Sumber: PT.490 7.447 25.617.531 25.000 35.126. Pendek Modal Kerja Netto Total Kenaikan Modal Kerja Jumlah 1.973 atau sebesar 24.003 38.395.741.904 41.180 74.741.727 1.130 (15.909.936. PLN (Persero) Cabang Pontianak Laporan Perubahan Modal Kerja 31 Desember 2008-2009 (Dalam Rupiah) 31 Desember 2008 16.460 1.335) 471.TABEL 4.395.74%.231 7.950 19.906 Perubahan Debit Kredit 228.764.953.571.997 1.497.197.815.682.744.310.279.093.803.930.202.971 25.282 13.792 35.947.962.744.14% dan piutang usaha sebesar Rp1.973 - Keterangan Aset Lancar Kas Piutang Usaha Persediaan Piutang Lain-lain Biaya yang Dibyr Dimuka Total Aset Lancar Kewajiban Jangka Pendek Hutang Usaha Hutang Dana Pensiun Hutang Pajak Hutang Lain-lain B.053 1.904 atau sebesar 1.102. data olahan tahun 2011 Dari laporan perubahan modal kerja yang di sajikan dalam Tabel 4.460 244.481.493.654.437 5. baik itu berupa kenaikan maupun penurunan yang terjadi pada unsur-unsur dalam aset lancar dan kewajiban jangka pendek.1 diatas.896.615.327 2.053 atau sebesar 9.418.422 - 4. Aktiva lancar yang mengalami penurunan yaitu kas sebesar Rp1.971 3.62%.459 1.210.792 13.803.

73% .38%.327 atau sebesar 15.792 atau sebesar 100% dikarenakan pada tahun 2009 biaya yang masih harus dibayar sepenuhnya sudah dilunasi.997 yaitu sebesar 23.180 atau sebesar 34.188%.106. dan modal kerja netto selama tahun 2009 dalam perhitungan sebagai berikut.657.34%. Adapun unsur-unsur kewajiban jangka pendek yang mengalami penurunan yaitu Hutang usaha sebesar Rp633.53% dan Biaya yang di bayar di muka sebesar Rp 208.lain-lain juga mengalami kenaikan sebesar Rp 41.006. .038. Setelah komponen atau unsur-unsur modal kerja yang mengalami perubahan diketahui.944.815.009.14% serta biaya yang masih harus dibayar sebesar Rp1.281 atau sebesar 20.635. Sedangkan untuk unsur-unsur dalam kewajiban jangka pendek yang mengalami kenaikan yang terdapat pada laporan perubahan modal kerja diatas hanyalah satu unsur saja yaitu hutang dana pensiun sebesar Rp35. secara keseluruhan perubahan yang terjadi pada unsur-unsur aser lancar.422 atau sebesar 226. hutang lain-lain sebesar Rp2.279.490 atau sebesar 20. kewajiban jangka pendek. hutang pajak sebesar Rp74.

687.2 : PT.86% meskipun aset lancar perusahaan mengalami penurunun sebesar Rp2.483.906 9. dan Modal Kerja periode 31 Desember 20082009 (Dalam Rupiah) Keterangan Aset lancar Kewajiban J.531 Turun 2.687.953.635 atau sebesar 7.467.541 13.744.71% dan kewajiban jangka pendek mengalami kenaikan sebesar Rp3.950. dapat dilihat dalam tabel berikut ini : . Kewajiban Jangka Pendek.741.76%.467.596.210. Pendek Modal Kerja Netto 2008 38. PLN (Persero) Cabang Pontianak Perubahan Aset Lancar.966.2 menunnjukan bahwa terjadi kenaikan pada modal kerja sebesar Rp720.227.725.493.966.741.930. Namun hal ini tetap menyebab modal kerja mengalami kenaikan.003.605 25.158 atau sebesar 27.527. Data Olahan Tahun 2011 Dari tabel 4.TABEL 4.459 Naik 3.531 atau sebesar 2.725.447 25. hal ini dikarenakan penurunan aset lancar perusahaan tidak sebanding dengan kenaikan kewajiban jangka pendek perusahaan. Sedangkan laporan perubahan modal kerja pada tahun 2010.108 2009 35.158 720.635 - Sumber: PT.283. PLN (Persero) Cabang Pontianak.

801.209 32.385.815 9.282 13.950 19.601 2.100.260.930.930. unsurunsur aset lancar yang mengalami kenaikan hanya satu unsur yaitu piutang usaha sebesar Rp 2.390.041.151 1.724.682.345.804.841.161 178. Data Olahan Tahun 2011 Dari laporan perubahan modal kerja yang di sajikan dalam Tabel 4.361 3.474.493.459 2.322.007 30.511.227.483.615.993 31 Desember 2009 2010 Debit Perubahan Kredit Sumber: PT.607.841.596.974.527.41%.841.934.643 10.318 9.256 18.251 212.566 923.139.361 atau sebesar 43.727 1. Persediaan .815 19.045.213.460 244.224.190.658 14.937.454 25.828.437 5.227.278.744.744.102.448.181.701.981.622.801. Kewajiban Lancar.906 10.896.744.087 33. Pendek Modal Kerja Netto Total Kenaikan Modal Kerja Jumlah 25.601 atau sebesar 26. dapat dilihat adanya perubahan perubahan.962.701.961.888.087 396.913 1.815 9.408.888.836 8. baik itu berupa kenaikan maupun penurunan yang terjadi pada unsur-unsur dalam aset lancar dan kewajiban jangka pendek.913.607.660.574.797.860. Berdasarkan dari laporan perubahan modal kerja diatas.399.569.261 2.936.179 9.837 12.101 363. PLN (Persero) Cabang Pontianak Perubahan Aset Lancar.930.888.934.846.550.447 25.328. dan Modal Kerja periode 31 Desember 2009-20010 (Dalam Rupiah) Keterangan Aset Lancar Kas Piutang Usaha Persediaan Piutang Lain-lain Biaya yang Dibyr Dimuka Total Aset Lancar Kewajiban Jangka Pendek Hutang Usaha Hutang Dana Pensiun Hutang Pajak Hutang Lain-lain B.231 7.454 9.005 2.126.966.000 35. PLN (Persero) Cabang Pontianak. Adapun unsur-unsur aset lancar yang mengalami penurunun yaitu kas sebesar Rp3.057.804.3 : PT.2 diatas.913.459 1. yang Masih Harus dibayar Total Kewajiban J.227.74%.TABEL 4.459 7.361 7.

658 atau sebesar 15.809 - Turun 4.87%.645 7.4 menunjukan bahwa terjadi penurunan pada modal kerja sebesar Rp7. Setelah komponen atau unsur-unsur modal kerja yang mengalami perubahan diketahui.828.447 25.251 atau sebesar 21.18%.906 9. Adapun kewajiban jangka pendek yang mengalami penurunan adalah hutang dana pensiun sebesar Rp19.930.227. kewajiban jangka pendek.151 atau sebesar 124. secara keseluruhan perubahan yang terjadi pada unsur-unsur aser lancar.454 Sumber: PT.47% dan hutang lain-lain sebesar Rp1. Sedangkan unsur-unsur kewajiban jangka pendek yang mengalami kenaikan adalah hutang usaha sebesar Rp1.483.224.408. TABEL 4.511.744.701.087 atau sebesar 100% danhutang pajak sebesar Rp 33.181. PLN (Persero) Cabang Pontianak.804.981.328.057.227.550.804.100. Pendek Modal Kerja Netto 2009 35. Begitupun dengan aset lancar juga mengalami penurunun sebesar . piutang lain-lain sebesar 86. Data Olahan Tahun 2011 Dari tabel 4.sebesar Rp2.596.924.454 atau sebesar 27.913 atau sebesar 8.937.527. Kewajiban Jangka Pendek.85% dan Biaya yang di bayar dimuka sebesar Rp 178.622.37%.882.23%.681.278.005 Naik 2.261 12.45%. dan modal kerja netto selama tahun 2009 dalam perhitungan sebagai berikut.459 2010 30.227.256 18.993 atau sebesar 16. PLN (Persero) Cabang Pontianak Perubahan Aset Lancar.4 : PT.345. dan Modal Kerja periode 31 Desember 2009-2010 (Dalam Rupiah) Keterangan Aset lancar Kewajiban J.545.

Laporan sumber dan penggunaan modal kerja dilihat berdasarkan perhitungan aktiva lancar. Sedangkan penggunaan modal kerja adalah bertambahnya aktiva tetap. pembayaran deviden. Secara umum di kemukakan.645 atau sebesar 12. sumber modal kerja adalah berkurangnya aktiva tetap.95%. dan modal. berkurangnya modal. hutang lancar.Rp4. berkurangnya hutang jangka panjang. Berikut ini adalah laporan sumber dan penggunaan modal kerja 2008-2009 . Laporan sumber dan penggunaan modal kerja dapat memberikan informasi mengenai unsur-unsur mana yang menjadi sumber modal kerja dan unsur mana modal kerj atersebut dipergunaankan.882.545. 2) Laporan Sumber dan Penggunaan Modal Kerja Laporan sumber dan penggunaan modal kerja dapat disusun dan dianalisis setelah laporan perubahan modal kerja telah disusun terlebih dahulu. bertambahnya modal dan adanya keuntungan dari operasional pperusahaan. bertambahnya hutang jangka panjang. . Hal ini menyebabkan modal kerja menurun secara signifikan karena penurunan aset lancar yang cukup besar dan disertai pula dengan bertambahnya kewajiban jangka pendek perusahaan.8% dan kewajiban jangka pendek mengalami kenaikan sebesar Rp2. dan adanya kerugian dari kegiatan operasional perusahaan.681.924.809 atau sebesar 27.

531.625.1 diatas.997.Dan dari Tabel 4.190 105. Saldo Laba Kewajiban Jangka Panjang Pendapatan yang ditangguhkan Sumber: PT.145. Data Olahan Tahun 2011 Berdasarkan laporan perubahan modal kerja yang ditunjukkan pada Tabel 4. Berkurangnya pekerjaan dalam pelaksananaan sebesar Rp355.146.347.817.783. PLN (Persero) Cabang Pontianak.466.TABEL 4.195.055.741.005. Komponen sumber modal kerja dapat dijelaskan dalam rincian berikut ini.350.035 yang merupakan salah satu unsur dari aset tetap menyebabkan bertambahnya sumber modal bagi perusahaan.690. .197.839.350.776.908 38.350.5 : PT.487.091 Keterangan Aset tetap Netto Pekerjaan dalam Pelaksanaan Aset Lain-lain Akun Antar Satuan Adm.900 1.160.149 2.608.091 Penggunaan 1.839.776.381.839.361 70.546 67.415.929.780.962.035 227.076.984.504 642. 1.091 70.242.198.789.479.644 37.484.396.531 70.971.932 70.717.508.5 dapat diketahui bahwa sumber modal kerja sebesar Rp70.624 536.861 1.036.515 Modal Kerja Sumber 355. terlihat bahwa modal kerja perusahaan mengalami kenaikan sebesar Rp720.741.839.778.271.091.576.159 Total Kenaikan Modal Kerja Penurunan Modal Kerja 2009 535.577 26. PLN (Persero) Cabang Pontianak Laporan Sumber dan Penggunaan Modal Kerja Per 31 desember 2008-2009 (Dalam Rupiah) 31 Desember 2008 533.773 603.728 67.480.146.546 dikarenakan berkurangnya piutang lain-lain yang mempunyai hubunggan istimewa. 2. Berkurangnya aset lain-lain perusahaan sebesar Rp227.539 870.839.560 720.350.118.133 2.840 36.677 25.

984.728 hal ini disebabkan adanya penambahan aset tetap yang dilakukan perusahaan berupa aset tetap bruto.3.947. Bertambahnya aset tetap netto perusahaan sebesar Rp1.900 meskipun biaya yang di keluarkan perusahaan pada periode sebelumnya. Berkurangnya laba operasi yang diperoleh perusahaan sebesar Rp67.780.149 4.625.932 dikarenakan pinjaman jangka panjang PLN juga berkurang serta berkurangnya uang jaminan langganan.271. . Laporan sumber dan penggunaan modal kerja tahun 2008-2009 adalah sebagai berikut. Sedangkan komponen penggunaan modal kerja dapat pendapatan yang ditangguhkan sebesar dirincikan sebagai berikut : 1.361. Berkurangnya kewajiban jangka panjang sebesar Rp1.479. Karena pada dasarnya apabila telah dikurangi dengan subsidi. 3. penurunan laba operasi ini disebabkan karena subsidi yang diberikan pemerintah menurun dibandingkan dengan periode lalu. 2.67.487. Bertambahnya Rp2. Berkurangnya akun antar satuan administrasi sebesar Rp.005.347.480. laba operasi PLN mengalami kenaikan.

991.889.998.834. Bertambahnya laba operasi yang diterima perusahaan sebesar Rp72.082 2.582 7. terlihat bahwa modal kerja perusahaan mengalami kenaikan sebesar Rp7.974.TABEL 4.759.417.759.787.804.Dan dari Tabel 4.599.036 94.055.613 Sumber 72.484.227.764.510 13.1 diatas. PLN (Persero) Cabang Pontianak.839.092.021.625.543 774.920.908 38. PLN (Persero) Cabang Pontianak Laporan Sumber dan Penggunaan Modal Kerja Per 31 desember 2009-2010 (Dalam Rupiah) 31 Desember 2009 535. Komponen sumber modal kerja dapat dijelaskan dalam rincian berikut ini : 1.636.861 1.353.637.229.515 Total Penurunan Modal Kerja Penurunan Modal Kerja 2010 557.031.991. Data Olahan Tahun 2011 Berdasarkan laporan perubahan modal kerja yang ditunjukkan pada Tabel 4.046.962.644 37.454.098 87.504 642.396.077 94.047 1. .998.257.651 27.285.036 Modal Kerja Penggunaan 21.466.193.5 dapat diketahui bahwa sumber modal kerja sebesar Rp87.969.268.036.198.701 609.624 536.410 52.221 241.588.160.195 72.804.087.582.998.240.227.764.974 1.735.454 94.869.929.6 : PT.991.150. Selain dikarenakan meningkatnya penjualan tenaga listrik juga dikarenakan meningkatnya subsidi yang diberikan pemerintah dibandingkan periode lalu.778.415.081.839 109.677 25.197.193.036 Keterangan Aset tetap Netto Pekerjaan dalam Pelaksanaan Aset Lain-lain Akun Antar Satuan administrasi Saldo Laba Kewajiban Jangka Panjang Pendapatan yang ditangguhkan Sumber: PT.

195 karena bertambahnya piutang lain-lain jangka panjang perusahaan.599.077 2.889.834.092.268. Bertambahnya kewajiban jangka panjang sebesar Rp1. Bertambahnya aset lain-lain perusahaan sebesar Rp774. Analisis Faktor-faktor yangMempengaruhi Perubahan Modal Kerja Laporan perubahan modal kerja menunjukan perubahan masingmasing komponen modal kerja antara dua periode waktu yang berbeda. Bertambahnya pekerjaan dalam pelaksanaan perusahaan sebesar Rp241. 2.510 disebabkan bertambahnya hutang laian-lain jangka panjang perusahaan dan juga bertambahnya uang jaminan langganan.221 dikarenakan bertambahnya aset tetap yang dilakukan perusahaan berupa aset tetap bruto. 4. 3.787.625. Perubahan-perubahan tersebut akan berpengaruh terhadap naik turunnya modal kerja serta faktor-faktor penyebab terjadinya perubahan modal . Bertambahnya aset tetap netto perusahaan sebesar Rp21.240. Bertambahnya pendapatan yang ditangguhkan sebesar Rp13.229.735. 3. Bertambahnya akun antar satuan administrasi perusahaan sebesar Rp72.2.543 yang merupakan salah satu unsur dari aset tetap dan berkurannya bertambahanya pekerjaan dalam pelaksanaan menyebabkan penggunaan modal kerja bagi perusahaan.098 Sedangkan komponen penggunaan modal kerja dapat dirincikan sebagai berikut : 1.

Berdasarkan hasil dari penyusunan laporan perubahan modal krja pada Tabel 4.815. Piutang usaha engalami penurunan sebesar Rp1.490 hal ini di sebabkan meningkatnya piutang dari pihak yang memiliki hubungan istimewa. Piutang lain-lain juga mengalami peningkatan yaitu sebesar Rp41.1 sebagai berikut : a.3 maka dapat diketahui rincian perubahan masing-masing pos aset lancar dan kewajiban jangka pendek yaitu sebagai berikut. d. 1.497. c.197.997 hal ini disebabkan meningkatnya biaya yang dibayar dimuka yang dibayarkan kepada pihak yang memiliki istimewa. Persediaan mengalami kenaikan sebesar Rp228.947.973 karena penurunan piutang dari pihak ketiga dan di ikuti dengan semakin meningkatnya penyisihan piutang. Kas mengalami penurununan sebesar Rp1.904 dikarenakan meningkatnya persediaan bruto secara signikan persediaan disini adalah pasokan listrik ada meningkat sehingga dapat didistribusikan konsumen.571. Tahun 2008-2009 Rincian perubahan masing-masingg pos aset lancar pada laporan perubahan modal yang terdapat di Tabel 4.803. .kerja.635.1 dan Tabel 4. b. Biaya yang di bayar dimuka juga meningkat sebesar Rp208. e.053 yang disebabkan oleh bertambahnya pembelian oleh perusahaan.

Tahun 2009-2010 Rincian perubahan masing-masing pos aset lancar pada laporan perubahan modal yang terdapat di Tabel 4.006.792 yang juga 100% dikarenakan perusahaan telah melunasi biaya tersebut sehingga biaya ini tidak timbul lagi pada periode ini.281 dikarenakan di sebabkan menurunnya hutang lain-lain pada pihak yang mempunyai hubungan istimewa serta menurunnya hutang pada pihak ketiga. e. b. Hutang dana pensiun mengalami kenaikan Rp35. Hal ini dikarenakan hutang dana pensiun periode lalu juga ikut diakumulasikan pada tahun periode sekarang.106. c.Sedangkan rincian perubahan masing-masing pos yang ada pada hutang lancar (kewajiban jangka pendek) adalah sebagai berikut : a.009. Hutang usaha mengalami penurunan sebesar Rp633. Hutang pajak menurun menjadi sebesar Rp74. d.279.422 setelah pada periode sebelumnya bersaldo minus.180 hal ini dikarenakan hutang usaha pada pihak ketiga juga menurun yang artinya hutang yang ada di periode lalu sebagian telah dapat dilunasi. Biaya yang masih harus dibayar dimuka mengalami penurunan sebesar Rp1. 2.038.944. Hutang lain-lain menurun sebesar Rp2.657.327 karena hutang pajak pada periode lalu telah dapat dilunasi.3 sebagai berikut : .

.828. b.a.181. Kas mengalami penurununan sebesar Rp3.057.801.328. Sedangkan rincian perubahan masing-masing pos yang ada pada hutang lancar (kewajiban jangka pendek) adalah sebagai berikut : a. d.251 dikarenakan menurunnya persediaan bruto secara signikan pasokan listrik yang dapat di lairkan ke kensumen juga menurun.993 hal ini disebabkan menurunnya biaya yang dibayar dimuka yang dibayarkan perusahaan kepada pihak yang memiliki hubungan istimewa.913.361 karena kenaikan piutang dari pihak ketiga dan di ikuti dengan menurunnya penyisihan piutang.151 hal ini dikarenakan hutang usaha pada pihak ketiga juga mengalami peningkatan yang artinya pembelian secara kredit yag dilakukan perusahaan meningkat. Piutang lain-lain juga mengalami purunan yaitu sebesar Rp212.511. Persediaan juga mengalami penurunan sebesar Rp2. Piutang usaha mengalami kenaikan sebesar Rp2. Biaya yang di bayar dimuka mengalami penurununan sebesar Rp178.161 hal ini di sebabkan menurunnya piutang dari pihak yang memiliki hubungan istimewa.601 yang disebabkan oleh bertambahnya pembelian oleh perusahaan dan bertambahnya hutang usaha perusahan.607.934. Hutang usaha mengalami kenaikan sebesar Rp1. c.260. e.

913 karena hutang pajak sebagian telah dapat dilunasi. 3. .658 disebabkan meningkatnya hutang lain-lain pada pihak ketiga. d.550.224. Hutang pajak menurun menjadi sebesar Rp33.b.622. Jumlah modal yang berlebih dapat menimbulkan kerugian bagi perusahaan. maka akan terjadi pengangguran modal kerja dan terlihat modal kerja tersebut tidak digunakan secara efisien. Bila modal kerja yang tersedia terlalu besar dibandingkan dengan dana yang dibutuhkan. perusahaan harus memilih cara yang dianggap paling tepat dan menguntungkan. Hutang lain-lain kenaikan sebesar Rp1. sebaliknya kekurangan modal kerja juga akan menimbulkan masalah bagi perusahaan kerena akan menghambat kegiatan operasional perusahaan. Penggunaan modal kerja tersebut sesuai dengan rencana agar tujuan perusahaan tercapai.087 yaitu sebesar 100% artinya pada periode ini perusahaan telah melunasi hutang dana pensiun seluruhnya. Hutang dana pensiun mengalami penurunan sebesar Rp19. Modal kerja harus dapat diperhitungkan secara tepat agar dapat disediakan dengan jumlah yang optimal. Analisis Kebutuhan Modal Kerja Dalam usaha mendapatkan modal kerja.100. c.

570 Jumlah Sumber: PT.556 202. PLN (Perero) Cabang Pontianak selama 2008-2010.318.093.373. maka dapat dihitung tingkat perputaran komponen modal kerja yaitu dengan menggunakan rumus sebagai berikut : Perputaran Komponen Modal Kerja = .973.804.665.764.295.404.822 22. Berikut ini akan dijelaskan bagaimana kebutuhan modal kerja PT.515.394.5 30.483 5.953.611.617. a.Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi besar kecilnya kebutuhan modal kerja antara lain yaitu kegiatan operasi perusahaan.909.478.369 9. dan lain sebagainya. 147 9.653.310.7 : PT.5 8. kebijaksanaan persediaan.843.541 Modal Kerja Ratarata 11. PLN (Persero) Cabang Pontianak.418.312.372 865.104.003 38.391.255 13. PLN (Persero) Cabang Pontianak Perhitungan Rata-rata Komponen Modal Kerja per 31 Desember 2008 (Dalam Rupiah) Komponen Modal Kerja Kas Piutang Usaha Persediaan Piutang Lain-lain Biaya yang dibayar dimuka Awal Tahun 6.5 879.237 893.490 7.720.389.855.775 266.412.496. kebijakan penjualan. Kebutuhan modal kerja perusahaan dapat diketahui dengan tahap berikut ini.5 234. Data Olahan Tahun 2011 2) Tingkat Perputaran Komponen Modal Kerja Setelah diketahui besarnya rata-rata komponen modal kerja.193. Tahun 2008 1) Rata-rata Komponen Modal Kerja TABEL 4.863.495.761.673.599 Akhir Tahun 16.493.

yang harus Dibayar Dimuka Jumlah Perputaran Modal Kerja (3) = 360/(2) x 1 kali 35.5 879.43 kali 42.716.5 8.295.1 kali 46.Penjualan netto pada tahun 2008 ssetelah dikurangi dengan subsidi pemerintah adalah Rp399.373.369 9.5 234.391.404.412.570 Komponen Modal Kerja (1) Kas Piutang Usaha Persediaan Piutang Lain-lain B.998.66 kali 1705. PLN (Persero) Cabang Pontianak Perhitungan Perputaran Komponen Modal Kerja per 31 Desember 2008 (Dalam Rupiah) Modal Kerja Rata-rata (2) 11.5 30. Data Olahan Tahun 2011 3) Tingkat Perputaran Operasi (Modal Kerja) Untuk menghitung perputran modal kerja. . terlebih dahulu kita harus menghitung jumlah hari keterikatan modal kerja kemudian kita dapat menghitung jangka waktu keterikatan modal kerja selama satu tahun (360 hari).318.495.761.673.515.29 kali 454.63 kali Sumber: PT.8 : PT. TABEL 4.665.611.804.854. PLN (Persero) Cabang Pontianak.478.

45 hari Jumlah Sumber: PT.211 hari 0. karena itu maka keterikatan hari modal kerjanya yang paling lama yaitu 10.1 kali dalam setahun.45 hari.1 46. Dan selama jangka waktu tersebut perusahaan harus terus mengeluarkan dana untuk membelanjai kegiatan perusahaan.29 454.45 hari yang akan datang.TABEL 4. yang harus Dibayar Dimuka Perputaran Modal Kerja (2) 35. Keseluruhan hari keterikatan modal kerja adalah 27. Data Olahan Tahun 2011 Tingkat perputaran piutang modal kerja yang paling tinggi adalah komponen piutang lain-lain yaitu 1705. .26 hari.44 hari 0.29 kali dalam setahun.75 hari 8. maka dari itu maka keterikatan hari modal kerjanya hari juga sangat singkat yaitu 0. PLN (Persero) Cabang Pontianak.00 yang di keluarkan perusahaan akan kembali pada jangka waktu 27.211 hari bahkan tidak sampai satu hari. PLN (Persero) Cabang Pontianak Jangka Waktu Keterikatan Modal Kerja per 31 Desember 2008 (Dalam Rupiah) Komponen Modal Kerja (1) Kas Piutang Usaha Persediaan Piutang Lain-lain B.79 hari 27.63 Keterikatan modal Kerja (3) = 360 / (2) x 1 hari 10. Sedangkan yang memiliki tingkat perputaran modal kerja yang paling rendah adalah komponen kas yaitu 35.9 : PT. Hal ini berarti bahwa setiap Rp1.26 hari 7.66 1705.43 42.

11 kali.297. . Sedangkan kebutuhan modal kerja netto yaitu Rp 17.902. maka besaarnya kebutuhan modal kerja (bruto) adalah Rp30.499.499.902.216.059.Setelah memperhitungkan hari keterikatan modal kerja maka dapat diperoleh tingkat perputaran modal kerja yang dibutuhkan selama satu tahun (360) hari yaitu : Perputaran Modal Kerja = = = 13. tingkat perputaran operasi (modal kerja) adalah 13.059. 4) Kebutuhan Modal Kerja dalam Satu Tahun Setelah diketahui perputaran modal kerja selama satu tahun yaitu sebesar 13.999.049.11 kali maka dapat di ketahui berapa besar kebutuhan modal kerja (bruto) yaitu : Kebutuhan Modal Kerja = = = Rp 30.999.11 kali Jadi.059 Dari hasil perhitungan tersebut.

822.000 35.727 1.490 7.225 Jumlah Sumber: PT.768.5 223.291.493.126.227.282 13. Data Olahan Tahun 2011 2) Tingkat Perputaran Komponen Modal Kerja Setelah diketahui besarnya rata-rata komponen modal kerja.5 37.418.843.460 244.399.548.207.962.953.310. Tahun 2009 1) Rata-rata Komponen Modal Kerja TABEL 4.5 13.764.093.581.5 6.556 202.982 997.003 38.942.102.527.509.437 5.935.042.829.b.041.896.001.541 Akhir Tahun 14.645. PLN (Persero) Cabang Pontianak.718.906 Modal Kerja Ratarata 15.589.322.617. maka dapat dihitung tingkat perputaran komponen modal kerja yaitu dengan menggunakan rumus sebagai berikut : Perputaran Komponen Modal Kerja = Penjualan netto pada tahun 2009 ssetelah dikurangi dengan subsidi pemerintah adalah Rp493. .10 : PT. PLN (Persero) Cabang Pontianak Perhitungan Rata-rata Komponen Modal Kerja per 31 Desember 2009 (Dalam Rupiah) Komponen Modal Kerja Kas Piutang Usaha Persediaan Piutang Lain-lain Biaya yang dibayar dimuka Awal Tahun 16.963.909.516.394.615.010.255 13.237 893.

935.5 6.TABEL 4. PLN (Persero) Cabang Pontianak.56 kali 71.73 hari 27.829. yang harus Dibayar Dimuka Jumlah Sumber: PT.718.963.589.001.2 kali 37. terlebih dahulu kita harus menghitung jumlah hari keterikatan modal kerja kemudian kita dapat menghitung jangka waktu keterikatan modal kerja selama satu tahun (360 hari).63 hari 0.225 Komponen Modal Kerja (1) Kas Piutang Usaha Persediaan Piutang Lain-lain B.2 hari 0. Data Olahan Tahun 2011 . Data Olahan Tahun 2011 3) Tingkat Perputaran Operasi (Modal Kerja) Untuk menghitung perputran modal kerja.12 : PT.5 13.7 kali 494.207. PLN (Persero) Cabang Pontianak.95 Keterikatan modal Kerja (3) = 360 / (2) x 1 hari 11.581.1 hari 9. TABEL 4.768. PLN (Persero) Cabang Pontianak Jangka Waktu Keterikatan Modal Kerja per 31 Desember 2009 (Dalam Rupiah) Perputaran Modal Kerja (2) 31.645.41 hari 5.39 kali 2208.5 37.942.516.39 kali 2208.5 223.56 kali 71.07 hari Komponen Modal Kerja (1) Kas Piutang Usaha Persediaan Piutang Lain-lain B.982 997.010.11 : PT. PLN (Persero) Cabang Pontianak Perhitungan Perputaran Komponen Modal Kerja per 31 Desember 2009 (Dalam Rupiah) Modal Kerja Rata-rata (2) 15.7 kali 494.2 kali 37. yang harus Dibayar Dimuka Jumlah Perputaran Modal Kerja (3) = 360/(2) x 1 kali 31.509.95 kali Sumber: PT.

Dan selama jangka waktu tersebut perusahaan harus terus mengeluarkan dana untuk membelanjai kegiatan perusahaan.41 hari.7 kali dalam setahun.2 hari bahkan tidak sampai satu hari. Keseluruhan hari keterikatan modal kerja adalah 27. Hal ini berarti bahwa setiap Rp1.33 kali. tingkat perputaran operasi (modal kerja) adalah 13. maka dari itu maka keterikatan hari modal kerjanya juga sangat singkat yaitu 0.00 yang di keluarkan perusahaan akan kembali pada jangka waktu 27.33 kali Jadi.07 hari. Setelah memperhitungkan hari keterikatan modal kerja maka dapat diperoleh tingkat perputaran modal kerja yang dibutuhkan selama satu tahun (360) hari yaitu : Perputaran Modal Kerja = = = 13.07 hari yang akan datang.Tingkat perputaran piutang modal kerja yang paling tinggi adalah komponen piutang lain-lain yaitu 2208. . Sedangkan yang memiliki tingkat perputaran modal kerja yang paling rendah adalah komponen kas yaitu 31.56 kali dalam setahun. karena itu maka keterikatan hari modal kerjanya yang paling lama yaitu 11.

003.045.209 32.012.282 13.493.907.139.961.322.158.701.254.646.945.902.906 Akhir Tahun 10.950.583.042.51.349.961.227.102.636.265.860.007 30. Sedangkan kebutuhan modal kerja netto yaitu Rp 27. maka besaarnya kebutuhan modal kerja (bruto) adalah Rp37.449.269.51 Dari hasil perhitungan tersebut.5 Jumlah Sumber: PT.286. c.4) Kebutuhan Modal Kerja dalam Satu Tahun Setelah diketahui perputaran modal kerja selama satu tahun yaitu sebesar 13.437 5.045.041.5 138.449.834.000 35. Tahun 2010 1) Rata-rata Komponen Modal Kerja TABEL 4.933.929.797.33 kali maka dapat di ketahui berapa besar kebutuhan modal kerja (bruto) yaitu : Kebutuhan Modal Kerja = = = Rp 37.962.643 10.527.836 8. PLN (Persero) Cabang Pontianak. PLN (Persero) Cabang Pontianak Perhitungan Rata-rata Komponen Modal Kerja per 31 Desember 2010 (Dalam Rupiah) Komponen Modal Kerja Kas Piutang Usaha Persediaan Piutang Lain-lain Biaya yang dibayar dimuka Awal Tahun 14.5 1.727 1.933.5 33.5 11. Data Olahan Tahun 2011 2) Tingkat Perputaran Komponen Modal Kerja .51.399.345.569.460 244.349.981.13 : PT.261 Modal Kerja Ratarata 12.615.846.126.566 923.896.5 7.962.

907.834.962.5 11.Setelah diketahui besarnya rata-rata komponen modal kerja. Data Olahan Tahun 2011 3) Tingkat Perputaran Operasi (Modal Kerja) Untuk menghitung perputran modal kerja. yang harus Dibayar Dimuka Jumlah Perputaran Modal Kerja (3) = 360/(2) x 1 kali 38.686. PLN (Persero) Cabang Pontianak.5 33.4 kali 3565.583.269.929.945.012. maka dapat dihitung tingkat perputaran komponen modal kerja yaitu dengan menggunakan rumus sebagai berikut : Perputaran Komponen Modal Kerja = Penjualan netto pada tahun 2010 ssetelah dikurangi dengan subsidi pemerintah adalah Rp493.041.5 1.646.265.5 7.5 138. PLN (Persero) Cabang Pontianak Perhitungan Perputaran Komponen Modal Kerja per 31 Desember 2010 (Dalam Rupiah) Modal Kerja Rata-rata (2) 12.14 : PT.636.13 kali 67. .286. TABEL 4.602.950.86 kali 41.73 kali Sumber: PT. terlebih dahulu kita harus menghitung jumlah hari keterikatan modal kerja kemudian kita dapat menghitung jangka waktu keterikatan modal kerja selama satu tahun (360 hari).8 kali 486.961.254.5 Komponen Modal Kerja (1) Kas Piutang Usaha Persediaan Piutang Lain-lain B.003.158.

8 kali dalam setahun.44 hari.86 kali 41.29 hari Komponen Modal Kerja (1) Kas Piutang Usaha Persediaan Piutang Lain-lain B.1 hari 0.31 hari 8.73 kali Keterikatan modal Kerja (3) = 360 / (2) x 1 hari 9.44 hari 5.7 hari 0. karena itu maka keterikatan hari modal kerjanya yang paling lama yaitu 9. Keseluruhan hari keterikatan modal kerja adalah 24. . Sedangkan yang memiliki tingkat perputaran modal kerja yang paling rendah adalah komponen kas yaitu 38. PLN (Persero) Cabang Pontianak Jangka Waktu Keterikatan Modal Kerja per 31 Desember 2010 (Dalam Rupiah) Perputaran Modal Kerja (2) 38.4 kali 3565. maka dari itu maka keterikatan hari modal kerjanya juga sangat singkat yaitu 0.15 : PT.29 hari.74 hari 24. PLN (Persero) Cabang Pontianak. Hal ini berarti bahwa setiap Rp1.1 hari bahkan tidak sampai satu hari.29 hari yang akan datang.8 kali 486. Dan selama jangka waktu tersebut perusahaan harus terus mengeluarkan dana untuk membelanjai kegiatan perusahaan. yang harus Dibayar Dimuka Jumlah Sumber: PT.13 kali 67.TABEL 4.00 yang di keluarkan perusahaan akan kembali pada jangka waktu 24. Data Olahan Tahun 2011 Tingkat perputaran piutang modal kerja yang paling tinggi adalah komponen piutang lain-lain yaitu 3565.13 kali dalam setahun.

148.82 kali Jadi.95 Dari hasil perhitungan tersebut.268.892.664.255. tingkat perputaran operasi (modal kerja) adalah 14.33 kali maka dapat di ketahui berapa besar kebutuhan modal kerja (bruto) yaitu : Kebutuhan Modal Kerja = = = Rp 33.82 kali.952. 4) Kebutuhan Modal Kerja dalam Satu Tahun Setelah diketahui perputaran modal kerja selama satu tahun yaitu sebesar 13.664.268. maka besaarnya kebutuhan modal kerja (bruto) adalah Rp33. Sedangkan kebutuhan modal kerja netto yaitu Rp 20.148.Setelah memperhitungkan hari keterikatan modal kerja maka dapat diperoleh tingkat perputaran modal kerja yang dibutuhkan selama satu tahun (360) hari yaitu : Perputaran Modal Kerja = = = 14.990.95 .

906 30.527.902.045.049.216.255.268. 4.999.059 37. Rasio yang umum . Data Olahan Tahun 2011 Dari tabel di atas.345. Sedangkan untuk tahun 2009 dan 2010 justru modal kerja perusahaan mengalami kekurangan.892.936 25. menunjukkan bahwa kebutuhan modal kerja baik itu modal kerja bruto maupun modal kerja netto tidaklah sesuai dengan realisasinya.059 27. perusahaan juga perlu memperhatikan tingkat efisiensi penggunaan modal kerja untuk menghasilkan penjualan dan laba.981.493.541 35.933. Dimana terjadi fluktuasi. PLN (Persero) Cabang Pontianak.261 Kebutuhan Modal Kerja (Netto) seharusnya 17.210. Hal ini disebabkan perusahaan banyak melakukan pinjaman dari pihak luar untuk mendukung kegiatan operasional perusahaan.990.953.16 : PT.85 Realisasi Kebutuhan Modal Kerja (Bruto) 35. PLN (Persero) Cabang Pontianak Rekapitulasi Kebutuhan Modal Kerja Tahun 2008-2010 (Dalam Rupiah) Kebutuhan Modal Kerja (Bruto) Seharusnya 30.002.744. Analisis Efisiensi Kebutuhan Modal Kerja Modal kerja yang tersedia diperusahaan haruslah dalam keadaan mencukupi. TABEL 4. pada tahun 2008 misalnya modal kerja perusahaan yang direalisasi mengalami kelebihan dari yang modal kerja yang seharusnya baik modal kerja bruto maupun netto.664.51 33. artinya tidak kekerungan maupu kelebihan.Berikut ini merupakan rinkasan dari perhitungan kebutuhan modal kerja dari tahun 2008-2010.297.005 Tahun 2008 2009 2010 Sumber: PT.499. Hal ini disebabkan perusahaan mengurangi pinjaman dari pihak luar.349.85 Realisasi Kebutuhan Modal Kerja (Netto) 25.930.937.227.701. Selain itu.148.51 20.902.449.449.459 18.

PLN (Persero) Cabang Pontianak adalah sebesar 15. a. Dengan kata lain untuk mengukur kemampuan modal keruntuk periode ja dalam menhasilkan penjualan bersih. PLN (Persero) Cabang Pontianak tahun 2008.digunakan untuk mengukur efisiensi modal kerja adalah Working Capital Turnover (WCTO) dan Return On Working Capital (ROWC). setiap Rp 1 modal kerja dalam perusahaan dapat menghasilkan modal bersih sebesar Rp 15. dapat dilihat bahwa pada tahun 2008. Working Capital Turnover (WCTO) PT.68 kali Dari perhitungan diatas. b. 1) Working Capital Turnover (WCTO) Analisis ini digunakan untuk mengukur kemampuan modal kerja (netto) berputar dalam suatu periode. Sama artinya.68 kali dalam satu tahun. . WCTO = – = = 15.68. Tahun 2009 Berikut ini perhitungan Working Capital Turnover (WCTO) PT.68 kali yang berartimodal kerja perusahaan berputar rata-rata 15. PLN (Persero) Cabang Pontianak tahun 2009. Tahun 2008 Berikut ini perhitungan Working Capital Turnover (WCTO) PT.

WCTO = – = = 26. Sama artinya. Working Capital Turnover (WCTO) PT.WCTO = – = = 16. PLN (Persero) Cabang Pontianak adalah sebesar 16.36 kali Dari perhitungan diatas. setiap Rp 1 modal kerja dalam perusahaan dapat menghasilkan modal bersih sebesar Rp 16. Tahun 2010 Berikut ini perhitungan Working Capital Turnover (WCTO) PT. c. Working Capital Turnover (WCTO) PT. PLN (Persero) Cabang Pontianak tahun 2010. dapat dilihat bahwa pada tahun 2010. . PLN (Persero) Cabang Pontianak adalah sebesar 26.96. dapat dilihat bahwa pada tahun 2009.36 kali dalam satu tahun.96 kali dalam satu tahun.96 kali yang berartimodal kerja perusahaan berputar rata-rata 16.36 kali yang berarti modal kerja perusahaan berputar rata-rata 26.96 kali Dari perhitungan diatas.

b. ROWC = = = 702. PLN (Persero) Cabang Pontianak adalah sebesar 702. a. setiap Rp 1 modal kerja dalam perusahaan dapat menghasilkan modal bersih sebesar Rp 26.Sama artinya.98 % Dari perhitungan diatas. 2) Return On Working Capital (ROWC) Analisis ini digunakan untuk mengukur kemampuan modal kerja bruto dalam menghasilkan laba. Angka ROWC ini berarti bahwa setiap Rp1. PLN (Persero) Cabang Pontianak tahun 2008. Tahun 2008 Berikut ini dalah perhitungan Return On Working Capital (ROWC) PT.98%.36. Semakin tinggi rasio ini berarti bahwa dengan modal kerja bruto dapat dihasilkan laba operasi yang semakin besar. Tahun 2009 Berikut ini dalah perhitungan Return On Working Capital (ROWC) PT. ROWC = = .00 aktiva lancar dapat menghasilkan Rp7. dapat dilihat Return On Working Capital (ROWC) pada PT.03 laba bersih usaha. PLN (Persero) Cabang Pontianak tahun 2009.

ROWC = = = 1078. PLN (Persero) Cabang Pontianak adalah sebesar 1078. dapat dilihat Return On Working Capital (ROWC) pada PT. Angka ROWC ini berarti bahwa setiap Rp1. Sumber dan Penggunaan Modal Kerja 2.= 830. Analisis Kualiatatif 1.35 % Dari perhitungan diatas. piutang lain-lain dan biaya yang harus dibayar dimuka.00 aktiva lancar dapat menghasilkan Rp8.78 laba bersih usaha.35%. c. Angka ROWC ini berarti bahwa setiap Rp1. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Perubahan Modal Kerja Berdasarkan ada hasil analisis dari laporan perubahan modal. piutang usaha. PLN (Persero) Cabang Pontianak adalah sebesar 830.30 laba bersih usaha. PLN (Persero) Cabang Pontianak tahun 2010.32 % Dari perhitungan diatas. persediaan.32 %. . dapat dijelaskan bahwa pada dasarnya perusahaan mempunyai lima komponen modal kerja yaitu kas. dapat dilihat Return On Working Capital (ROWC) pada PT. b.00 aktiva lancar dapat menghasilkan Rp10. Tahun 2010 Berikut ini dalah perhitungan Return On Working Capital (ROWC) PT.

Namun pada satu periode tertentu saat perusahaan dianggap mampu untuk menjalankan perusahaannya menggunakan dana sendiri maka perusahaan akan melunasi hutang tersebut dan tidak menambahnya.Perubahan modal kerja dapat dipengaruhi oleh perubahanperubahan yang terjadi pada komponen-komponen aset lancar dan kewajiban jangka pendek. jumlah saldo penyisihan piutang yang ada juga ikut memiliki andil dalam menyebabkab perubahan komponen modal kerja. Perubahan kas dikarenakan adanya pembelian aset tetap yang dilakukan oleh perusahaan. Perubahan biaya yang dibayar dimuka. Selain itu. Perubahan piutang usaha dipengaruhi oleh tingkat perputaran piutang.karena perusahaan memerlukan bantuan dana dari pihak lain untuk menjalankan kegiatan operasionalnya. c. Perubahan Piutang lain-lain e. . Sedangkan rincian perubahan masing-masing pos yang ada pada hutang lancar (kewajiban jangka pendek) adalah sebagai berikut : a. b. d. Rincian perubahan masing-masing pos aset lancar yang menjadi faktor penyebab perubahaan modal kerja adalah : a. Perubahan hutang dana pensiun. Perubahan hutang usahadapat disebabkan . b. Perubahan persediaan yang mempengaruhi pasokan listrik yang dapat dapat didistribusikan konsumen.

pada tahun 2008 misalnya modal kerja perusahaan yang direalisasi mengalami kelebihan dari yang modal kerja yang seharusnya baik modal kerja bruto maupun netto. Tahun 2009 Working Capital Turnover (WCTO) PT. Efisiensi Modal Kerja Dari nalisis kuantitatif yang di atas. 4. Hal ini disebabkan perusahaan banyak melakukan pinjaman dari pihak luar untuk mendukung kegiatan operasional perusahaan. PLN (Persero) Cabang Pontianak adalah sebesar 15. dapat dilihat bahwa pada tahun 2008.c. Perubahan hutang pajak d.68. Perubahan hutang lain-lain e. Sama artinya. PLN (Persero) Cabang Pontianak mengalami kenaikan sebesar 1. Perubahan biaya yang masih harus dibayar dimuka 3. Working Capital Turnover (WCTO) PT. Hal ini disebabkan perusahaan mengurangi pinjaman dari pihak luar. Kebutuhan Modal Kerja Dari tabel di atas.28 atau sebesar . Dimana terjadi fluktuasi. setiap Rp 1 modal kerja dalam perusahaan dapat menghasilkan modal bersih sebesar Rp 15. menunjukkan bahwa kebutuhan modal kerja baik itu modal kerja bruto maupun modal kerja netto tidaklah sesuai dengan realisasinya. Sedangkan untuk tahun 2009 dan 2010 justru modal kerja perusahaan mengalami kekurangan.68 kali dalam satu tahun.68 kali yang berarti modal kerja perusahaan berputar rata-rata 15.

Working Capital Turnover (WCTO) PT.96. setiap Rp 1 modal kerja dalam perusahaan dapat menghasilkan modal bersih sebesar Rp 26. Sedangkan pada tahun 2010. setiap Rp 1 modal kerja dalam perusahaan dapat menghasilkan modal bersih sebesar Rp 16.42%. Sama artinya. PLN (Persero) Cabang Pontianak juga mengalami peningkatan.96 kali dalam satu tahun.36. Sehingga menyebabkan Working Capital Turnover (WCTO) PT. Jika dibandingkan dengan tahun 2009 Working Capital Turnover (WCTO) tahun 2010 mengalami peningkatan yang cukup signifikan yaitu sebesar 9. Hal ini di karenakan adanya kenaikan pada modal kerja sehingga mengakibatkan mpeningkatan pada penjualan bersih. PLN (Persero) Cabang Pontianak adalah sebesar 16.96 kali yang berarti modal kerja perusahaan berputar rata-rata 16. Meskipun pada tahun 2010 modal kerja mengalami penurununan.36 kali yang berarti modal kerja perusahaan berputar rata-rata 26. Dengan naiknya persentase Working Capital Turnover (WCTO) berarti penjualan bersih mengalami peningkatan pula.16% dari tahun 2008.8. PLN (Persero) Cabang Pontianak adalah sebesar 26. Sama artinya. Dari tahun 2008-2009 terus mengalami kenaikan terus menerus. namun piutang usaha perusahaan mengalami peningkatan yang cukup signifikan.4 atau sebesar 55.36 kali dalam satu tahun. Working Capital Turnover (WCTO) PT. Ini menandakan bahwa kinerja perusahaan sangat baik jika dilhat dari laba- . Sehingga dengan kenaikan tersebut menyebabkan peningkatan terhadap penjualan bersih pula.

PLN (Persero) Cabang Pontianak adalah sebesar 702. Jika hal ini dapat di pertahankan. .32 %. Angka ROWC ini berarti bahwa setiap Rp1. Return On Working Capital (ROWC) pada PT. Angka ROWC ini berarti bahwa setiap Rp1. Dan pada tahun 2009. Pada tahun 2008.35%.00 aktiva lancar dapat menghasilkan Rp7. PLN (Persero) Cabang Pontianak adalah sebesar 830. Dari angka-angka Return On Working Capital (ROWC) ini berarti bahwa kondisi keuangan perusahaan jika dilihat dari segi laba yang dihasilkan perusahaan.yang dihasilakan. Sedangkan pada tahun 2010.78 laba bersih usaha.98%. Return On Working Capital (ROWC) pada PT. Return On Working Capital (ROWC) pada PT.00 aktiva lancar dapat menghasilkan Rp10. maka dijamin perusahaan akan tetap bisa meningkatkan terus labanya. PLN (Persero) Cabang Pontianak adalah sebesar 1078. Angka ROWC ini berarti bahwa setiap Rp1.30 laba bersih usaha.00 aktiva lancar dapat menghasilkan Rp8.03 laba bersih usaha.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful