Metabolisme Sel - Metabolisme sel merupakan aktifitas hidup yang dijalankan oleh sebuah sel yang merupakan unit

kehidupan yang terkecil. - Metabolisme adalah proses-proses kimia yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup/sel. Metabolisme disebut juga reaksi enzimatis, karena metabolisme terjadi selalu menggunakan katalisator enzim. Berdasarkan prosesnya metabolisme dibagi menjadi 2, yaitu : 1. Anabolisme/ Asimilasi/ Sintesis An abolisme adalah suatu peristiwa perubahan senyawa sederhana menjadi senyawa kompleks, nama lain dari anabolisme adalah peristiwa sintesis atau penyusunan. Anabolisme memerlukan energi, misalnya : energi cahaya untuk fotosintesis, energi kimia untuk kemosintesis. - Fotosintesis Arti fotosintesis adalah proses penyusunan atau pembentukan dengan menggunakan energi cahaya atau foton. Sumber energi cahaya alami adalah matahari yang memiliki spektrum cahaya infra merah (tidak kelihatan), merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, ungu dan ultra ungu (tidak kelihatan). Yang digunakan dalam proses fetosintesis adalah spektrum cahaya tampak, dari ungu sampai merah, infra merah dan ultra ungu tidak digunakan dalam fotosintesis. - Kemosintesis Tidak semua tumbuhan dapat melakukan asimilasi C menggunakan cahaya sebagai sumber energi. Beberapa macam bakteri yang tidak mempunyai klorofil dapat mengadakan asimilasi C dengan menggunakan energi yang berasal dan reaksi-reaksi kimia, misalnya bakteri sulfur, bakteri nitrat, bakteri nitrit, bakteri besi dan lain-lain. Bakteri-bakteri tersebut memperoleh energi dari hasil oksidasi senyawasenyawa tertentu. 2. Katabolisme/ Dissimilasi Katabolisme adalah reaksi pemecahan / pembongkaran senyawa kimia kompleks yang mengandung energi tinggi menjadi senyawa sederhana yang mengandung energi lebih rendah. Tujuan utama katabolisme adalah untuk membebaskan energi yang terkandung di dalam senyawa sumber. Bila pembongkaran suatu zat dalam lingkungan cukup oksigen (aerob) disebut proses respirad, bila dalam lingkungan tanpa oksigen (anaerob) disebut fermentasi.

- Respirasi Respirasi yaitu suatu proses pembebasan energi yang tersimpan dalam zat sumber energi melalui proses kimia dengan menggunakan oksigen. Dari respirasi akan dihasilkan energi kimia ATP untak kegiatan kehidupan, seperti sintesis (anabolisme), gerak, pertumbuhan. Contoh : Respirasi pada Glukosa, reaksi sederhananya : C6H12O6 + O2 ——————> 6CO2 + 6H2O + 688KKal. __ (glukosa) __ - Fermentasi

Pada kebanyakan tumbuhan den hewan respirasi yang berlangsung adalah respirasi aerob, namun demikian dapat saja terjadi respirasi aerob terhambat pada sesuatu hal, maka hewan dan tumbuhan tersebut melangsungkan proses fermentasi yaitu proses pembebasan energi tanpa adanya oksigen, nama lainnya adalah respirasi anaerob. Dari hasil akhir fermentasi, dibedakan menjadi fermentasi asam laktat/asam susu dan fermentasi alkohol. Contoh : Fermentasi pada Glukosa : C6H1206 ——————> 2C2H5OH + 2CO2 + Energi. _ (glukosa) ____________ (etanol) Sumber: http://id.shvoong.com/exact-sciences/biology/2200068-metabolisme-sel-anabolisme-dankatabolisme/#ixzz2K0kGkosP Metabolisme adalah proses-proses kimia yang terjadi di dalam tubuh makhluk hidup/sel. Metabolisme disebut juga reaksi enzimatis, karena metabolisme terjadi selalu menggunakan katalisator enzim. Metabolisme merupakan keseluruhan reaksi yang terjadi di dalam sel, meliputi proses penguraian & sintesis molekul kimia yang menghasilkan & membutuhkan panas (enegi) serta dikatalisis oleh enzim Metabolisme meliputi: 1) jalur sintesis (anabolisme/endorgenik) Þ menggabungkan molekul-molekul kecil menjadi makromolekul yang lebih kompleks; memerlukan energi yang disuplai dari hidrolisis ATP. 2) jalur degradatif (katabolisme/eksorgenik) Þ memecah molekul kompleks menjadi molekulyang lebih sederhana; melepaskan energi yang dibutuhkan untuk mensintesis ATP. Kedua arah lintasan metabolisme diperlukan setiap organisme untuk dapat bertahan hidup. Arah lintasan metabolisme ditentukan oleh suatu senyawa yang disebut sebagaihormon, dan dipercepat (dikatalisis) oleh enzim. Pada senyawa organik, penentu arah reaksi kimia disebut promoter dan penentu percepatan reaksi kimia disebut katalis. Pada setiap arah metabolisme, reaksi kimiawi melibatkan sejumlah substrat yang bereaksi dengan dikatalisis enzim pada jenjang-jenjang reaksi guna menghasilkan senyawaintermediat, yang merupakan substrat pada jenjang reaksi berikutnya. Keseluruhan pereaksi kimia yang terlibat pada suatu jenjang reaksi disebut metabolom. Semua ini dipelajari pada suatu cabang ilmu biologi yang disebut metabolomika. 1. Katabolisme Katabolisme adalah reaksi pemecahan / pembongkaran senyawa kimia kompleks yang mengandung energi tinggi menjadi senyawa sederhana yang mengandung energi lebih rendah. Tujuan utama katabolisme adalah untuk membebaskan energi yang terkandung di dalam senyawa sumber. Bila pembongkaran suatu zat dalam lingkungan cukup oksigen (aerob) disebut proses respirad, bila dalam lingkungan tanpa oksigen (anaerob) disebut fermentasi. Contoh Respirasi : C6H12O6 + O2 ——————> 6CO2 + 6H2O + 688KKal. (glukosa) Contoh Fermentasi : C6H12O6 ——————> 2C2H5OH + 2CO2 + Energi. (glukosa) (etanol)

reaksi sederhananya: C6H12O6 + 6 O2 —————————> 6 H2O + 6 CO2 + Energi (gluLosa) Reaksi pembongkaran glukosa sampai menjadi H20 + CO2 + Energi. nama lain dari anabolisme adalah peristiwa sintesis atau penyusunan.a.o no 2 Respirasi Aerob Dan Respirasi Anaerob . Simpanan ini menyediakan energi saat puasa. 2. Respirasi Respirasi yaitu suatu proses pembebasan energi yang tersimpan dalam zat sumber energi melalui proses kimia dengan menggunakan oksigen. tdd: a) Asam nukleat b) Protein c) Karbohidrat/ polisakarida d) Lemak/ lipid Fungsi Makronutrien a) Sumber energi Energi yang dilepaskan dari ikatan kimia nutrien ialah ATP. Makromolekul: komponen struktural & fungsional utama sel. dan zat molekul berenergi tinggi. pertumbuhan. Anabolisme Anabolisme adalah suatu peristiwa perubahan senyawa sederhana menjadi senyawa kompleks. l. b) Sintesis Makromolekul digunakan untuk mensintesis bahan dasar yang diperlukan untuk pertumbuhan dan pertahanan sel dan jaringan. Dari respirasi akan dihasilkan energi kimia ATP untak kegiatan kehidupan. melalui tiga tahap: Ketiga proses respirasi yang penting tersebut dapat diringkas sebagai berikut: PROSES AKSEPTOR ATP 1. c) Simpanan Jika makanan yang kita makan melebihi kebutuhan tubuh untuk energi dan sintesis. seperti sintesis (anabolisme). Siklus Krebs: 2 asetil piruvat ——> 2 asetil KoA + 2 C02 2 NADH 2 ATP 2 asetil KoA ——> 4 CO2 6 NADH 2 PADH2 3. kelebihan nutien tersebut akan disimpan sebagai glikogen dan lemak. energi kimia untuk kemosintesis. fosfokreatin. Anabolisme memerlukan energi. Glikolisis: Glukosa ——> 2 asam piruvat 2 NADH 2 ATP. Energi ini digunakan untuk transport dan kerja mekanik. 2. misalnya : energi cahaya untuk fotosintesis. Contoh: Respirasi pada Glukosa. Rantai trsnspor elektron respirator: 10 NADH + 502 ——> 10 NAD+ + 10 H20 30 ATP 2 FADH2 + O2 ——> 2 PAD + 2 H20 4 ATP Total 38 ATP Kesimpulan : Pembongkaran 1 mol glukosa (C6H1206) + O2 ——> 6 H20 + 6 CO2 menghasilkan energi sebanyak 38 ATP. gerak.

a) Glikolisis Glikolisis terjadi dalam sitoplasma dan hasil akhirnya berupa senyawa asam piruvat. Bagaimanakah proses kimia pada masing-masing jenis respirasi? Marilah kita pelajari dalam uraian berikut. terdapat dua jenis respirasi yaitu respirasi aerob dan respirasi anaerob. Respirasi Aerob Berdasarkan jalur reaksinya. pembentukan asetil CoA. sedangkan pada organisme tingkat tinggi belum diketahui kemampuannya untuk melakukan respirasi anaerob. Respirasi anaerob hanya dapat dilakukan oleh kelompok mikroorganisme tertentu (bakteri).1. oksidasi. Selain menghasilkan 2 molekul asam piruvat. terdapat respirasi sempurna yang hasil akhirnya berupa CO2 dan H2O dan respirasi tidak sempurna yang hasil akhirnya berupa senyawa organik. Bagaimanakah reaksi kimia yang terjadi dalam glikolisis? Coba pelajari skema proses glikolisis pada Gambar 1 berikut. Ruangan paling dalam berisi cairan seperti gel yang disebut matriks. Dengan demikian bila tidak tersedia oksigen. 1. dan dekomposisi.Respirasi Aerob dan Respirasi Anaerob . Respirasi yang memerlukan oksigen disebut respirasi aerob dan respirasi yang tidak memerlukan oksigen disebutrespirasi anaerob. dan sistem transpor elektron. Sementara itu. organisme tingkat tinggi tidak akan melakukan respirasi anaerob melainkan akan melakukan proses fermentasi. respirasi aerob dibedakan menjadi dua yaitu respirasi aerob melalui jalur daur Krebs dan jalur oksidasi langsung atau jalur pentosa fosfat (Hexose Monophosphat Shunt = HMS). Respirasi Aerob Melalui Jalur Siklus Krebs Respirasi aerob melalui daur Krebs memiliki empat tahap yaitu glikolisis. Di manakah reaksi respirasi berlangsung? Sebagian reaksi respirasi berlangsung dalam mitokondriadan sebagian yang lain terjadi di sitoplasma. baik menggunakan oksigen maupun tidak dari senyawa organik kompleks menjadi senyawa lebih sederhana dan dalam proses tersebut dibebaskan sejumlah energi. Pada awal bab ini telah dijelaskan bahwa berdasarkan kebutuhan oksigen. ATP yang dihasilkan dalam reaksi glikolisis dibentuk melalui reaksi fosforilasi tingkat substrat. Perhatikan Gambar 1. . Tenaga yang dibebaskan dalam respirasi berasal dari tenaga potensial kimia yang berupa ikatan kimia. daur Krebs.Respirasi adalah proses reduksi. Mitokondria mempunyai membran ganda (luar dan dalam) serta ruangan intermembran (di antara membran luar dan dalam). ATP paling banyak dihasilkan selama respirasi pada mitokondria sehingga mitokondria sering disebut mesin sel. Krista merupakan lipatan-lipatan dari membran dalam. Apa perbedaan kedua jalur itu? 1. dalam glikolisis juga dihasilkan 2 molekul NADH2 dan 2 ATP jika tumbuhan dalam keadaan normal (melalui jalur ATP fosfofruktokinase) atau 3 ATP jika tumbuhan dalam keadaan stress atau sedang aktif tumbuh (melalui jalur pirofosfat fosfofruktokinase).

diawali dengan glukosa dan diakhiri dengan piruvat. Pada reaksi ini. piruvat memasuki mitokondria dan segera mengalami proses lebih lanjut. asam piruvat dikonversi menjadi gugus asetil (2C) yang bergabung dengan Coenzim A membentuk asetil Co-A dan melepaskan CO2 Reaksi ini terjadi 2 kali untuk setiap 1 molekul glukosa. Jika berlangsung respirasi aerobik. Hasil akhir glikolisis sebagai berikut.Gambar 1. Pembentukan asetil Co-A pada organisme eukariotik berlangsung dalam matriks mitokondria. sedangkan pada organisme prokariotik berlangsung dalam sitosol. b) Pembentukan Asetil Co-A atau Reaksi Transisi Reaksi pembentukan asetil Co-A sering disebut reaksi transisi karena menghubungkan glikolisis dengan daur Krebs. c) Siklus Krebs . Rangkaian proses glikolisis. Piruvat merupakan hasil akhir jalur glikolisis. Perhatikan reaksi pembentukan asetil Co-A berikut.

pembentukan ATP pada daur Krebs terjadi melalui reaksi fosforilasi oksidatif. Berbeda dengan glikolisis.Siklus Krebs terjadi di dalam matriks mitokondria. Reaksi yang terjadi pada daur Krebs dapat Anda pelajari melalui Gambar 2 berikut. Oksidasi 1 NADH menghasilkan 3 ATP. Daur Krebs menghasilkan senyawa antara yang berfungsi sebagai penyedia kerangka karbon untuk sintesis senyawa lain. Selain sebagai penyedia kerangka karbon. Output 2 Asetil 2 ADP + 2 P 6 NAD+ 2 FAD Output 4 CO2 2 ATP 6 NADH 2 FADH2 d) Sistem transpor elektron . sedangkan oksidasi 1 FADH2 menghasilkan 2 ATP. Senyawa NADH dan FADH2 selanjutnya akan dioksidasi dalam sistem transpor elektron untuk menghasilkan ATP. Gambar 2. 1 FADH2 dan 1 ATP untuk setiap satu asam piruvat. daur Krebs juga menghasilkan 3 NADH2. Siklus Krebs Adapun hasil akhir siklus Krebs ditampilkan sebagai berikut.

sedangkan ada NADH yang dibentuk di sitoplasma (dalam proses glikolisis). FAD. Organisme prokariotik tidak memiliki sistem membran dalam sehingga tidak diperlukan ATP lagi untuk memasukkan NADH ke dalam mitokondria. dan sitokrom. Berapakah jumlah total ATP yang dihasilkan selama proses respirasi aerob pada organisme eukariotik? Perhatikan Gambar 4 berikut. Energi yang dihasilkan oleh oksidasi 1 mol NADH atau NADPH2 dapat digunakan untuk membentuk 3 mol ATP. Akibatnya total hasil bersih ATP yang dihasilkan respirasi aerob pada organisme prokariotik lebih tinggi daripada eukariotik.Sistem transpor elektron merupakan suatu rantai pembawa elektron yang terdiri atas NAD. Gambar 3. Sistem transpor elektron ini berfungsi untuk mengoksidasi senyawa NADH atau NADH2 dan FADH2 untuk menghasilkan ATP. Sistem transpor elektron Mengingat oksidasi NADH atau NADPH2 dan FADH2 terjadi di dalam membran mitokondria. . Keadaan ini akan mempengaruhi total hasil bersih respirasi aerob pada organisme eukariotik. Reaksinya sebagai berikut. maka untuk memasukkan setiap 1 NADH dari sitoplasma ke dalam mitokondria diperlukan 1 ATP. NADH + H+ + 1/2 O2 + 3ADP + 3H3PO4 → NAD+ + 3ATP + 4H2O Sementara itu. energi yang dihasilkan oleh oksidasi 1 mol FADH2 dapat menghasilkan 2 mol ATP. Perhatikan skema sistem transpor elektron pada Gambar 3 berikut. Energi (ATP) dalam sistem transpor elektron terbentuk melalui reaksi fosforilasi oksidatif. koenzim Q. Sistem transpor elektron terjadi dalam membran mitokondria.

namun ada NADH yang dibentuk di sitoplasma (dalam proses glikolisis). Jika jumlah energi itu dibandingkan. Dengan demikian. untuk memasukkan setiap 1 NADH dari sitoplasma ke dalam mitokondria diperlukan 1 ATP. Pada organisme eukariotik. Sementara itu. Hasil ini berbeda dengan respirasi pada organisme prokariotik. Dari uraian di depan telah diketahui bahwa melalui respirasi 1 molekul glukosa menghasilkan 36 ATP. yaitu 38 ATP. Bagaimanakah efisiensi respirasi ? Pembakaran glukosa secara sempurna menghasilkan CO2 dan H2O di luar tubuh makhluk hidup dan dihasilkan pula energi sebesar 680 kkal.Gambar 4. Telah diketahui bahwa oksidasi NADH atau NADPH2 dan FADH2 terjadi dalam membran mitokondria. 2 NADH dari glikolisis menghasilkan hasil bersih 4 ATP setelah dikurangi 2 ATP. Sebuah ATP setara dengan 10 kkal energi sehingga perombakan glukosa dalam tubuh makhluk hidup melalui respirasi menghasilkan = 10 kkal x 36 = 360 kkal. Akibatnya total hasil bersih ATP yang dihasilkan respirasi aerob pada organisme prokariotik. Jumlah energi yang dihasilkan dari setiap molekul glukosa pada organisme eukariotik Berdasarkan Gambar 4 tersebut tampak bahwa pada organisme eukariotik setiap molekul glukosa akan menghasilkan 36 ATP dalam respirasi.x 100 % = 53% 680 kkal . karena tidak memiliki sistem membran dalam maka tidak diperlukan ATP lagi untuk memasukkan NADH ke dalam mitokondria sehingga 2 NADH menghasilkan 6 ATP. akan diperoleh hasil efisiensi respirasi sebesar: 360 kkal ----------. pada organisme prokariotik.

Proses Respirasi Anaerob Respirasi anaerob terjadi bila tidak ada oksigen.3. Pada daur ini. sedangkan pada siklus Krebs berupa asam organik. 6fosfoglukonat didekarboksilasi dan dioksidasi dengan NADP sehingga terbentuk ribulosa 5fosfat. Nukleotida merupakan senyawa yang sangat penting karena berperan antara lain sebagai penyusun ATP dan DNA. Respirasi Aerob Melalui Oksidasi Langsung atau Jalur Pentosa Fosfat (Hexose Monophosphat Shunt = HMS) Daur ini diawali dengan proses fosforilasi glukosa dengan fosfor yang berasal dari ATP sehingga terbentuk glukosa 6-fosfat. Jalur pentosa fosfat (HMS) Pada daur HMS. setiap keluar 1 CO2 akan dihasilkan 2 NADPH2. Ribulosa 5-fosfat melanjutkan siklus sehingga terbentuk kembali glukosa 6-fosfat.difosfogliserat Piruvat → asetil Co-A Isositrat → α-ketoglutarat α-ketoglutarat → suksinil Co-A Suksinat → fumarat Malat → oksaloasetat 1. NADPH2 dioksidasi dalam sistem transpor elektron. Gambar 5. 3 fosfogliseraldehid → 1. Perhatikan skema pada Gambar 5 berikut untuk membantu pemahaman Anda. Tahap selanjutnya.Di Mana Tempat Terjadinya Reaksi Fosforilasi ? Reaksi fosforilasi dalam glikolisis dan daur Krebs terjadi pada pengubahan senyawa berikut. dihasilkan senyawa antara berupa gula. Perlu diingat. 2. Selanjutnya. glukosa 6-fosfat dioksidasi dengan NADP terbentuk 6-fosfoglukonat. Selanjutnya. bahwa dalam respirasi aerob oksigen berperan sebagai penerima elektron terakhir. Pada daur HMS dihasilkan gula ribulosa 6fosfat (gula beratom C=5) yang merupakan gula penting untuk membentuk nukleotida. Bila peran oksigen digantikan oleh zat .2.

lain. biasanya dalam bentuk fosfat energi tinggi atau unsur ekuivalen pereduksi. Sejauh ini baru diketahui bahwa yang dapat menggunakan zat pengganti oksigen merupakan golongan mikroorganisme. Lintasan katabolik (pemecahan) Lintasan ini meliputi berbagai proses oksidasi yang melepaskan energi bebas. terjadilah respirasi anaerob. Adapun zat lain yang dapat menggantikan peran oksigen antara lain NO3 dan SO4. 3. PROTEIN DAN LEMAK PROSES METABOLISME KARBOHIDRAT Lintasan metabolisme dapat digolongkan menjadi 3 kategori: 1. organisme tingkat tinggi tidak dapat melakukan respirasi anaerob. 2. Bagaimana organisme tingkat tinggi mengubah energi potensial kimia menjadi energi kinetik jika tidak ada oksigen? Apabila tidak tersedia oksigen. METABOLISME KARBOHIDRAT. Dengan demikian. Salah satu contoh dari kategori ini adalah sintesis protein. Lintasan amfibolik (persimpangan) Lintasan ini memiliki lebih dari satu fungsi dan terdapat padapersimpangan metabolisme sehingga bekerja sebagai penghubung antara lintasan anabolik dan lintasan katabolik. Lintasan anabolik (penyatuan/pembentukan) Ini merupakan lintasan yang digunakan pada sintesis senyawapembentuk struktur dan mesin tubuh. . Contoh dari lintasan ini adalah siklus asam sitrat (Siklus Kreb). organisme tingkat tinggi mengubah energi potensial kimia menjadi energi kinetik melalui proses fermentasi. Organela-organela dan reaksi-reaksi yang terlibat dalam proses respirasi aerob sama dengan respirasi anaerob. seperti rantai respirasi dan fosforilasi oksidatif.

lipid dan protein sebagai makanan sumber energi harus dicerna menjadi molekulmolekul berukuran kecil agar dapat diserap.Karbohidrat. Glukosa sebagai bahan bakar utama metabolisme akan mengalami glikolisis (dipecah) menjadi 2 piruvat jika tersedia oksigen. Glukosa diubah menjadi karbohidrat lain misalnya glikogen untuk simpanan. glikogenesis. galaktosa dalam laktosa susu. Dalam tahap ini dihasilkan energi berupa ATP. bergabung dengan lipid atau dengan protein. Glukosa merupakan karbohidrat terpenting. Dalam bentuk glukosalah massa karbohidrat makanan diserap ke dalam aliran darah. Glukosa merupakan bahan bakar metabolik utama bagi manusia dan bahan bakar universal bagi janin. Selanjutnya masing-masing piruvat dioksidasi menjadi asetil KoA. ribose untuk membentuk asam nukleat. glikogenolisis serta glukoneogenesis. Jalut-jalur Metbolisme Karbohidrat Terdapat beberapa jalur metabolisme karbohidrat yaitu glikolisis. contohnya glikoprotein dan proteoglikan. atau ke dalam bentuk glukosalah karbohidrat dikonversi di dalam hati. yang kemudian akan dioksidasi secara sempurna melalui siklus asam sitrat dan dihasilkan energi berupa adenosin trifosfat (ATP) dengan produk buangan karbondioksida (CO2). Secara ringkas. oksidasi piruvat. Dalam tahap ini dihasilkan energi berupa ATP. gliserol dan gliserida Ø Hasil pencernaan protein: asam amino Semua hasil pencernaan di atas diproses melalui lintasan metaboliknya masing-masing menjadi Asetil KoA. Berikut ini adalah hasil akhir pencernaan nutrien tersebut: Ø Hasil pencernaan karbohidrat: monosakarida terutama glukosa Ø Hasil pencernaan lipid: asam lemak. . siklus asam sitrat. jalur-jalur metabolisme karbohidrat dijelaskan sebagai berikut: 1. 2. serta dari glukosalah semua bentuk karbohidrat lain dalam tubuh dapat dibentuk.

dan aktin-miosin MACAM PROTEIN · Peptide: 2 – 10 asam amino . kartilago. maka karbohidrat harus dikonversi menjadi jaringan lipid sebagai cadangan energi jangka panjang. diikuti dengan oksidasi piruvat sampai dengan siklus asam sitrat. Metabolisme Karbohidrat Karbohidrat merupakan sember energi utama dalam sel Metabolisme karbohidrat merupakan pusat dari semua proses metabolisme glukosa dimetabolisme mellui tahap oksidatif yang berlangsung secara aerobik (dalam mitokondrio) maupun anaerobik (dalam sitosol) yang menghasilkan pembentukan ATP (adenosin trifosfat) METABOLISME PROTEIN TUBUH · ¾ zat padat tubuh terdiri dari protein (otot. protein plasma. Asetil KoA akan masuk ke jalur persimpangan yaitu siklus asam sitrat. kuku).3. melainkan akan dirangkai menjadi polimer glukosa (disebut glikogen). Jika glukosa dari diet tak tersedia dan cadangan glikogenpun juga habis. maka sumber energi non karbohidrat yaitu lipid dan protein harus digunakan. Jika sumber glukosa berlebihan. Selanjutnya glukosa mengalami glikolisis. elastin (arteri). 5. Jika terjadi kekurangan glukosa dari diet sebagai sumber energi. enzim. melebihi kebutuhan energi kita maka glukosa tidak dipecah. Jalur ini dinamakan glukoneogenesis (pembentukan glukosa baru) karena dianggap lipid dan protein harus diubah menjadi glukosa baru yang selanjutnya mengalami katabolisme untuk memperoleh energi. 4. keratin (rambut. tulang). 6. maka glikogen dipecah menjadi glukosa. antibodi. Dalam tahap ini dihasilkan energi berupa ATP. Jika kapasitas penyimpanan glikogen sudah penuh. Glikogen ini disimpan di hati dan otot sebagai cadangan energi jangka pendek. hormon) · Protein merupakan rangkaian asam amino dengan ikatan peptide · Banyak protein terdiri ikatan komplek dengan fibril → protein fibrosa · Macam protein fibrosa: kolagen (tendon.

asparadin → sistein. valin → histidin. arginin. tetapi tidak dapat dibuang oleh ginjal → harus diubah dahulu jadi urea (di hati) → agar dapat dibuang oleh ginjal EKSKRESI NH3 · NH3 → tidak dapat diekskresi oleh ginjal · NH3 harus dirubah dulu menjadi urea oleh hati · Jika hati ada kelainan (sakit) → proses perubahan NH3 → urea terganggu → penumpukan NH3 dalam darah → uremia · NH3 bersifat racun → meracuni otak → coma · Karena hati yang rusak → disebut Koma hepatikum PEMECAHAN PROTEIN · Deaminasi maupun transaminasi merupakan proses perubahan protein → zat yang dapat masuk kedalam siklus Krebs · Zat hasil deaminasi/transaminasi yang dapat masuk siklus Krebs adalah: alfa ketoglutarat. Transaminasi: ~ alanin + alfa-ketoglutarat → piruvat + glutamat2. alanin. isoleusin. glutamin. metionin. leusin.· · · · · Polipeptide: 10 – 100 asam amino Protein: > 100 asam amino Antara asam amino saling berikatan dengan ikatan peptide Glikoprotein: gabungan glukose dengan protein Lipoprotein: gabungan lipid dan protein ASAM AMINO · Asam amino dibedakan: asam amino esensial dan asam amino non esensial · Asam amino esensial: T2L2V HAMIF (treonin. glisin. suksinil ko-A. oksaloasetat. fenilalanin) · Asam amino non esensial: SAGA SATGA (serin. lisin. fumarat. asam glutamat) TRANSPORT PROTEIN · Protein diabsorpsi di usus halus dalam bentuk asam amino → masuk darah · Dalam darah asam amino disebar keseluruh sel untuk disimpan · Didalam sel asam amino disimpan dalam bentuk protein (dengan menggunakan enzim) · Hati merupakan jaringan utama untuk menyimpan dan mengolah protein PENGGUNAAN PROTEIN UNTUK ENERGI · Jika jumlah protein terus meningkat → protein sel dipecah jadi asam amino untuk dijadikan energi atau disimpan dalam bentuk lemak · Pemecahan protein jadi asam amino terjadi di hati dengan proses: deaminasi atau transaminasi · Deaminasi: proses pembuangan gugus amino dari asam amino · Transaminasi: proses perubahan asam amino menjadi asam keto PEMECAHAN PROTEIN 1. triptofan. asam aspartat. sitrat SIKLUS KREBS · Proses perubahan asetil ko-A → H + CO2 . tirosin. ~ asam amino + NAD+ → asam keto + NH3 Diaminasi: ~ NH3 → merupakan racun bagi tubuh.

Asam palmitat: CH3(CH2)14-COOH 2. fosfolipid. Asam stearat: CH3(CH2)16-COOH .· Proses ini terjadi didalam mitokondria · Pengambilan asetil co-A di sitoplasma dilakukan oleh: oxalo asetat → proses pengambilan ini terus berlangsung sampai asetil co-A di sitoplasma habis · Oksaloasetat berasal dari asam piruvat · Jika asupan nutrisi kekurangan KH → kurang as. Piruvat → kurang oxaloasetat RANTAI RESPIRASI H → hasil utama dari siklus Krebs ditangkap oleh carrier NAD menjadi NADHH dari NADH ditransfer ke → Flavoprotein → Quinon → sitokrom b → sitokrom c → sitokrom aa3 → terus direaksikan dengan O2 → H2O + E Rangkaian transfer H dari satu carrier ke carrier lainya disebut Rantai respirasiRantai Respirasi terjadi didalam mitokondria → transfer atom H antar carrier memakai enzim Dehidrogenase → sedangkan reaksi H + O2 memakai enzim Oksidase Urutan carrier dalam rantai respirasi adalah: NAD → Flavoprotein → Quinon → sitokrom b → sitokrom c → sitokrom aa3 → direaksikan dengan O2 → H2O + E FOSFORILASI OKSIDATIF Dalam proses rantai respirasi dihasilkan energi yang tinggi → energi tsb ditangkap oleh ADP untuk menambah satu gugus fosfat menjadi ATPFosforilasi oksidatif adalah proses pengikatan fosfor menjadi ikatan berenergi tinggi dalam proses rantai respirasiFosforilasi oksidatif → proses merubah ADP → ATP METABOLISME LIPID MACAM LEMAK · Lemak biologis yang terpenting: lemak netral (trigliserida). steroid · Asam lemak: 1.

HDL: high density lipoprotein ASAM LEMAK BEBAS · Bila lemak sel akan digunakan untuk energi → simpanan lemak (trigliserida) dihidrolisis menjadi asam lemak dan gliserol (oleh enzim lipase sel) · Asam lemak berdiffusi masuk aliran darah sebagai asam lemak bebas (Free Fatty Acid) dan berikatan dengan albumin plasma PENGGUNAAN FFA SEBAGAI ENERGI · FFA dalam plasma dibawa ke mitokondria dengan carrier Karnitin · FFA dalam sel dipecah menjadi asetil koenzim-A dengan beta oksidasi · Asetil koenzim-A hasil beta oksidasi → masuk siklus Krebs untuk diubah menjadi H dan CO2 METABOLISME LEMAK Ada 3 fase: 1.12 dienoad . IDL: intermediate density lipoprotein 4. β oksidasi 2. Asam oleat: CH3(CH2)7CH=CH(CH2)7COOH · Trigliserida: ester gliserol + 3 asam lemak · Fosfolipid: ester gliserol + 2 asam lemak + fosfat · Steroid: kolesterol dan turunanya (hormon steroid. LDL: low density lipoprotein 5. Siklus Kreb 3. asam lemak dan vitamin) ABSORPSI LEMAK · Lemak diet diserap dalam bentuk: kilomikron → diabsorpsi usus halus masuk ke limfe (ductus torasikus) → masuk darah · Kilomikron dalam plasma disimpan dalam jaringan lemak (adiposa) dan hati · Proses penyimpananya: kilomikron dipecah oleh enzim lipoprotein lipase (dalam membran sel) → asam lemak dan gliserol · Didalam sel asam lemak disintesis kembali jadi trigliserida (simpanan lemak) MACAM LEMAK PLASMA · Asam lemak bebas (FFA= free fatty acid) → ada dalam plasma darah dan terikat dengan albumin · Kolesterol. trigliserida dan fosfolipid → dalam plasma berbentuk lipoprotein 1.3. Kilomikron 2. VLDL: very low density lipoprotein 3. Fosforilasi Oksidatif BETA OKSIDASI · Proses pemutusan/perubahan asam lemak → asetil co-A · Asetil co-A terdiri 2 atom C → sehingga jumlah asetil co-A yang dihasilkan = jumlah atom C dalam rantai carbon asam lemak : 2 · Misal: asam palmitat (C15H31COOH) → β oksidasi → ?? asetil co-A CONTOH ASAM LEMAK NAMA UMUM RUMUS Asam oleat C17H33COOH As risinoleat C17H32(OH)-COOH Asam linoleat C17H31COOH NAMA KIMIA Oktadeca 9-enoad 12 hidroksi okladeca -9-enoad Okladeca-9.

Piruvat → kurang oxaloasetat KETOSIS · Degradasi asam lemak → Asetil KoA terjadi di Hati. karena sering terjadi pada penderita DM → disebut Koma Diabetikum · Ketosis terjadi pada keadaan : · Kelaparan · Diabetes Melitus · Diet tinggi lemak.12. asam β hidroksibutirat dan aseton) disebut BADAN KETON.15 trienoad Asam eicosanoad SIKLUS KREBS · Proses perubahan asetil ko-A → H + CO2 · Proses ini terjadi didalam mitokondria · Pengambilan asetil co-A di sitoplasma dilakukan oleh: oxalo asetat → proses pengambilan ini terus berlangsung sampai asetil co-A di sitoplasma habis · Oksaloasetat berasal dari asam piruva t· Jika asupan nutrisi kekurangan KH → kurang as. · Ketiga senyawa diatas (asam asetoasetat. · Adanya badan keton dalam sirkulasi darah disebut: ketosis · Ketosis terjadi saat tubuh kekurangan karbohidrat dalam asupan makannya → kekurangan oksaloasetat · Jika Oksaloasetat menurun → maka terjadi penumpukan Asetil KoA didalam aliran darah → jadi badan keton → keadaan ini disebut KETOSIS · Badan keton merupakan racun bagi otak → mengakibatkan Coma.As linolenat As araksidat C17H29COOH C19H39COOH Okladeca-9. rendah karbohidrat RANTAI RESPIRASI · H adalah hasil utama dari siklus Krebs ditangkap oleh carrier NAD menjadi NADH · H dari NADH ditransfer ke → Flavoprotein → Quinon → sitokrom b → sitokrom c →sitokrom aa3 → terus direaksikan dengan O2 → H2O + Energi · Rangkaian transfer H dari satu carrier ke carrier lainya disebut Rantai respirasi · Rantai Respirasi terjadi didalam mitokondria → transfer atom H antar carrier memakai enzim Dehidrogenase → sedangkan reaksi H + O2 memakai enzim Oksidase Urutan carrier dalam rantai respirasi adalah: NAD → Flavoprotein → Quinon → sitokrom b → sitokrom c → sitokrom aa3 → direaksikan dengan O2 → H2O + Energi FOSFORILASI OKSIDATIF · Dalam proses rantai respirasi dihasilkan energi yang tinggi → energi tsb ditangkap oleh ADP untuk menambah satu gugus fosfat menjadi ATP · Fosforilasi oksidatif adalah proses pengikatan fosfor menjadi ikatan berenergi tinggi dalam proses rantai respirasi · Fosforilasi oksidatif → proses merubah ADP → ATP (dengan menngunakan energi hasil reaksi H2 + O2 → H2O + E) SINTESIS TRIGLISERIDA DARI KARBOHIDRAT . tetapi hati hanya mengunakan sedikit asetil KoA → akibatnya sisa asetil KoA berkondensasi membentuk Asam Asetoasetat · Asam asetoasetat merupakan senyawa labil yang mudah pecah menjadi: Asam β hidroksibutirat dan Aseton.

mendistribusikan. Laju metabolisme basal (basal metabolisme rate. dan rangsangan simpatis pada sel. misalnya hormon pertumbuhan (growth hormone dan testosteron).· Bila KH dalam asupan lebih banyak dari yang dibutuhkan → KH diubah jadi glikogen dan kelebihanya diubah jadi trigliserida → disimpan dalam jaringan adiposa · Tempat sintesis di hati.o no 4 Asal Panas Pada Tubuh Manusia Tubuh manusia merupakan organ yang mampu menghasilkan panas secara mandiri dan tidak tergantung pada suhu lingkungan. norepineprine. Adapun suhu tubuh dihasilkan dari : 1. 5. kelebihan asam amino disimpan dalam bentuk lemak di jaringan adipose PENGATURAN HORMON ATAS PENGGUNAAN LEMAK · Penggunaan lemak tubuh terjadi pada saat kita gerak badan berat · Gerak badan berat menyebabkan pelepasan epineprin dan nor epineprin · Kedua hormon diatas mengaktifkan lipase trigliserida yang sensitif hormon → pemecahan trigliserida → asam lemak · Asam lemak bebas (FFA) dilepas ke darah dan siap untuk dirubah jadi energi l. Tubuh manusia memiliki seperangkat sistem yang memungkinkan tubuh menghasilkan. 4. Metabolisme tambahan akibat peningkatan aktivitas kimiawi di dalam sel itu sendiri terutama bila temperatur menurun. . Laju cadangan metabolisme yang disebabkan aktivitas otot (termasuk kontraksi otot akibat menggigil). BMR) di semua sel tubuh. Metabolisme tambahan akibat pengaruh epineprine. kemudian ditransport oleh lipoprotein ke jaringan disimpan di jaringan adiposa sampai siap digunakan tubuh SINTESIS TRIGLISERIDA DARI PROTEIN · Banyak asam amino dapat diubah menjadi asetil koenzim-A · Dari asetil koenzim-A dapat diubah menjadi trigliserida · Jadi saat asupan protein berlebih. Panas yang dihasilkan tubuh sebenarnya merupakan produk tambahan proses metabolisme yang utama. dan mempertahankan suhu tubuh dalam keadaan konstan. 3. 2. Metabolisme tambahan akibat pengaruh hormon tiroksin dan sebagian kecil hormon lain.

Apabila pusat temperatur hipotalamus mendeteksi suhu tubuh yang terlalu panas. Vasodilatasi Vasodilatasi pembuluh darah perifer hampir dilakukan pada semua area tubuh. Mekanisme Tubuh Ketika Suhu Tubuh Berubah 1. yaitu suhu yang terdapat pada kulit. hipotalamus akan terangsang untuk melakukan serangkaian mekanisme untuk mempertahankan suhu dengan cara menurunkan produksi panas dan meningkatkan pengeluaran panas sehingga suhu kembali pada titik tetap. diperlukan regulasi suhu tubuh. selain itu. b. dikenal suhu inti (core temperatur). dan lemak. Peningkatan suhu tubuh sebesar 1°C akan . seperti kranial. Sistem Pengaturan Suhu Tubuh Suhu tubuh manusia cenderung berfluktuasi setiap saat. toraks. jaringan sub kutan.Berdasarkan distribusi suhu di dalam tubuh. Vasodilatasi ini disebabkan oleh hambatan dari pusat simpatis pada hipotalamus posterior yang menyebabkan vasokontriksi sehingga terjadi vasodilatasi yang kuat pada kulit. Mekanisme umpan balik ini terjadi bila suhu tubuh inti telah melewati batas toleransi tubuh untuk mempertahankan suhu. yaitu suhu yang terdapat pada jaringan dalam. rongga abdomen. yang disebut titik tetap (set point). yang memungkinkan percepatan pemindahan panas dari tubuh ke kulit hingga delapan kali lipat lebih banyak. Berkeringat Pengeluaran keringat melalui kulit terjadi sebagai efek peningkatan suhu yang melewati batas kritis. apabila suhu tubuh meningkat lebih dari titik tetap. Suhu tubuh manusia diatur dengan mekanisme umpan balik (feed back) yang diperankan oleh pusat pengaturan suhu di hipotalamus. yaitu 37°C. Titik tetap tubuh dipertahankan agar suhu tubuh inti konstan pada 37°C. ada suhu permukaan (surface temperatur). tubuh akan melakukan mekanisme umpan balik. dan rongga pelvis. pengeluaran keringat menyebabkan peningkatan pengeluaran panas melalui evaporasi. Untuk mempertahankan suhu tubuh manusia dalam keadaan konstan. Suhu ini biasanya dipertahankan relatif konstan (sekitar 37°C). Suhu ini biasanya dapat berfluktuasi sebesar 20°C sampai 40°C. Banyak faktor yang dapat menyebabkan fluktuasi suhu tubuh. Mekanisme tubuh ketika suhu tubuh meningkat yaitu : a.

c. pembentukan panas akibat rangsangan simpatis. Penjalaran Sinyal Suhu Pada Sistem Saraf Sinyal suhu yang dibawa oleh reseptor pada kulit akan diteruskan ke dalam otak melalui jaras spinotalamikus (mekanismenya hamper sama dengan sensasi nyeri). Penurunan pembentukan panas Beberapa mekanisme pembentukan panas. . Pengeluaran keringat merupakan salh satu mekanisme tubuh ketika suhu meningkat melampaui ambang kritis. Vasokontriksi kulit di seluruh tubuh Vasokontriksi terjadi karena rangsangan pada pusat simpatis hipotalamus posterior. Peningkatan pembentukan panas Pembentukan panas oleh sistem metabolisme meningkat melalui mekanisme menggigil. yaitu : a.menyebabkan pengeluaran keringat yang cukup banyak sehingga mampu membuang panas tubuh yang dihasilkan dari metabolisme basal 10 kali lebih besar. Ketika sinyal suhu sampai di tingkat medulla spinalis . b. tetapi pada binatang tingkat rendah. Piloereksi Rangsangan simpatis menyebabkan otot erektor pili yang melekat pada folikel rambut berdiri. II dan III radiks dorsalis. yang merangsang produksi keringat. serta peningkatan sekresi tiroksin. seperti termogenesis kimia dan menggigil dihambat dengan kuat. sinyal akan menjalar dalam traktus Lissauer beberapa segmen di atas atau di bawah. Kelenjar keringat juga dapat mengeluarkan keringat karena rangsangan dari epinefrin dan norefineprin. 2. c. dan selanjutnya akan berakhir terutama pada lamina I. berdirinya bulu ini akan berfungsi sebagai isolator panas terhadap lingkungan. Mekanisme tubuh ketika suhu tubuh menurun. Mekanisme ini tidak penting pada manusia. Pengeluaran keringat dirangsang oleh pengeluaran impuls di area preoptik anterior hipotalamus melalui jaras saraf simpatis ke seluruh kulit tubuh kemudian menyebabkan rangsangan pada saraf kolinergic kelenjar keringat.

Hal ini memberi dampak jumlah panas yang diproduksi tubuh menjadi berbeda pula. menyebabkan peningkatan produksi panas. sangat terkait dengan laju metabolisme. Hamper seluruh metabolisme lemak coklat adalah produksi panas. Pada perempuan. rangsangan saraf simpatis ini dipengaruhi stress individu yang menyebabkan peningkatan produksi epineprin dan norepineprin yang meningkatkan metabolisme. dan akan berakhir di tingkat reticular batang otak dan komplek ventrobasal thalamus. Disamping itu. sinyal suhu selanjutnya akan dijalarkan ke serabut termal asenden yang menyilang ke traktus sensorik anterolateral sisi berlawanan. 5. Umumnya. Hormone tiroid Fungsi tiroksin adalah meningkatkan aktivitas hamper semua reaksi kimia dalam tubuh sehingga peningkatan kadar tiroksin dapat mempengaruhi laju metabolisme menjadi 50-100% diatas normal. Sebagaimana disebutkan pada uraian sebelumnya. 3. Kecepatan metabolisme basal Kecepatan metabolisme basal tiap individu berbeda-beda. rangsangan saraf simpatis dapat mencegah lemak coklat yang tertimbun dalam jaringan untuk dimetabolisme. 4. Akibatnya.Setelah mengalami percabangan melalui satu atau lebih neuron dalam medulla spinalis. 2. fluktuasi suhu lebih bervariasi dari pada laki-laki karena pengeluaran hormone . produksi panas tubuh juga meningkat. Beberapa sinyal suhu pada kompleks ventrobasal akan diteruskan ke korteks somatosensorik. Hormone kelamin Hormone kelamin pria dapat meningkatkan kecepatan metabolisme basal kira-kira 1015% kecepatan normal. Hormone pertumbuhan Hormone pertumbuhan ( growth hormone ) dapat menyebabkan peningkatan kecepatan metabolisme sebesar 15-20%. Faktor Yang Mempengaruhi Suhu Tubuh 1. Rangsangan saraf simpatis Rangsangan saraf simpatis dapat menyebabkan kecepatan metabolisme menjadi 100% lebih cepat.

Dengan demikian. Latihan (aktivitas) dapat meningkatkan suhu tubuh hingga 38. mengakibatkan gesekan antar komponen otot / organ yang menghasilkan energi termal. Aktivitas Aktivitas selain merangsang peningkatan laju metabolisme. Selain itu. Hal ini terjadi karena di dalam sel tidak ada zat makanan yang dibutuhkan untuk mengadakan metabolisme.6°C di atas suhu basal. 8.progesterone pada masa ovulasi meningkatkan suhu tubuh sekitar 0. individu dengan lapisan lemak tebal cenderung tidak mudah mengalami hipotermia karena lemak merupakan isolator yang cukup baik. 7. Lingkungan Suhu tubuh dapat mengalami pertukaran dengan lingkungan. . 9. dalam arti lemak menyalurkan panas dengan kecepatan sepertiga kecepatan jaringan yang lain. Demam ( peradangan ) Proses peradangan dan demam dapat menyebabkan peningkatan metabolisme sebesar 120% untuk tiap peningkatan suhu 10°C. Perpindahan suhu antara manusia dan lingkungan terjadi sebagian besar melalui kulit. lingkungan dapat mempengaruhi suhu tubuh manusia. Status gizi Malnutrisi yang cukup lama dapat menurunkan kecepatan metabolisme 20 – 30%.3 – 40. dapat menyebabkan mekanisme regulasi suhu tubuh mengalami gangguan. Gangguan organ Kerusakan organ seperti trauma atau keganasan pada hipotalamus. Berbagai zat pirogen yang dikeluarkan pada saai terjadi infeksi dapat merangsang peningkatan suhu tubuh. orang yang mengalami mal nutrisi mudah mengalami penurunan suhu tubuh (hipotermia). Kelainan kulit berupa jumlah kelenjar keringat yang sedikit juga dapat menyebabkan mekanisme pengaturan suhu tubuh terganggu. Begitu juga sebaliknya. 10.0 °C. 6.3 – 0. artinya panas tubuh dapat hilang atau berkurang akibat lingkungan yang lebih dingin.

Dengan demikian. suhu udara menjadi sama dan tidak terjadi lagi pertukaran panas. Panas adalah energi kinetic pada gerakan molekul. dan sifat isolator benda menyebabkan proses perpindahan panas tidak dapat terjadi secara efektif terus menerus.Proses kehilangan panas melalui kulit dimungkinkan karena panas diedarkan melalui pembuluh darah dan juga disuplai langsung ke fleksus arteri kecil melalui anastomosis arteriovenosa yang mengandung banyak otot. Konduksi Konduksi adalah perpindahan panas akibat paparan langsung kulit dengan bendabenda yang ada di sekitar tubuh. yaitu kecenderungan tubuh untuk terpapar langsung dengan benda relative jauh lebih kecil dari pada paparan dengan udara. Kecepatan aliran dalam fleksus arteriovenosa yang cukup tinggi (kadang mencapai 30% total curah jantung) akan menyebabkan konduksi panas dari inti tubuh ke kulit menjadi sangat efisien. Sebagian besar energi pada gerakan ini dapat di pindahkan ke udara bila suhu udara lebih dingin dari kulit. Biasanya proses kehilangan panas dengan mekanisme konduksi sangat kecil. Mekanisme Kehilangan Panas Melalui Kulit 1. Gelombang inframerah yang dipancarkan dari tubuh memiliki panjang gelombang 5 – 20 mikrometer. 2. Tubuh manusia memancarkan gelombang panas ke segala penjuru tubuh. 3. yang terjadi hanya proses pergerakan udara sehingga udara baru yang suhunya lebih dingin dari suhu tubuh. Radiasi merupakan mekanisme kehilangan panas paling besar pada kulit (60%) atau 15% seluruh mekanisme kehilangan panas. Radiasi Radiasi adalah mekanisme kehilangan panas tubuh dalam bentuk gelombang panas inframerah. Sentuhan dengan benda umumnya memberi dampak kehilangan suhu yang kecil karena dua mekanisme. Setiap satu gram air yang mengalami evaporasi akan menyebabkan kehilangan panas . Sekali suhu udara bersentuhan dengan kulit. Evaporasi Evaporasi ( penguapan air dari kulit ) dapat memfasilitasi perpindahan panas tubuh. kulit merupakan radiator panas yang efektif untuk keseimbangan suhu tubuh.

4.58 kilokalori. 2007) Selama suhu kulit lebih tinggi dari pada suhu lingkungan. panas hilang melalui radiasi dan konduksi.tubuh sebesar 0. Pada keadaan ini. Namun ketika suuhu lingkungan lebih tinggi dari suhu tubuh. satu-satunya cara tubuh melepaskan panas adalah melalui evaporasi. terdapat mekanisme pembentukan panas melalui pemecahan (metabolisme) lemak coklat sehingga terjadi proses termogenesis tanpa menggigil (non-shivering thermogenesis). tubuh memperoleh suhu dari lingkungan melalui radiasi dan konduksi. Pada neonatus dan bayi. mekanisme evaporasi berlangsung sekitar 450 – 600 ml/hari. Hal ini menyebabkan kehilangan panas terus menerus dengan kecepatan 12 – 16 kalori per jam. Usia Usia sangat mempengaruhi metabolisme tubuh akibat mekanisme hormonal sehingga memberi efek tidak langsung terhadap suhu tubuh. Pembentukan panas melalui mekanisme ini dapat terjadi karena pada neonatus banyak . proses ini mampu meningkatkan metabolisme hingga lebih dari 100%. Pada kondisi individu tidak berkeringat. Gambar Keseimbangan antara produksi panas dan pengeluaran panas (Tamsuri Anas. sebenarnya suhu tubuh actual ( yang dapat diukur ) merupakan suhu yang dihasilkan dari keseimbangan antara produksi panas oleh tubuh dan proses kehilangan panas tubuh dari lingkungan. Evaporasi ini tidak dapat dikendalikan karena evaporasi terjadi akibat difusi molekul air secara terus menerus melalui kulit dan system pernafasan. Memperhatikan pengaruh lingkungan terhadap suhu tubuh. Secara umum.

bila suhu tubuh antara 37.5°C Febris / pireksia. Tabel Perbedaan derajat suhu normal pada berbagai kelompok usia (Tamsuri Anas. 2007) Menurut Tamsuri Anas (2007). Hal ini dimungkinkan. karena sebagai makhluk . bila suhu tubuh kurang dari 36°C Normal. bila suhu tubuh berkisar antara 36 – 37. Baik ditempat berhawa dingin maupun ditempat berhawa panas suhu tubuh tetap sekitar 37oC.5 – 40°C Hipertermi. bila suhu tubuh lebih dari 40°C Fisiologi pengaturan suhu tubuh Manusia termasuk makhluk homeotermik yang mampu mempertahankan suhu tubuhnya walaupun suhu disekitarnya berubah.terdapat lemak coklat. Mekanisme ini sangat penting untuk mencegah hipotermi pada bayi. suhu tubuh dibagi menjadi :     Hipotermi.

. Keterangan suhu dari bagian dalam tubuh diterima langsung oleh reseptor di hipotalamus dari suhu darah yang memasuki otak. Dalam keadaan basal tubuh membentuk panas 1 kilo kalori/kg/jam. karena itu hipotalamus dapat mengatur aktivitas otot. peredaran darah dan ventilasi paru. yang diukur dari rektum. otot rangka segera membentuk panas dalam jumlah besar. Suhu tubuh Suhu tubuh merupakan hasil akhir dari proses pembentukan dan pengeluaran panas. Pembentukan panas oleh tubuh (termogenesis) merupakan hasil dari pada metabolisme tubuh yang menghasilkan panas 54 kJ setiap pemecahan satu molekul ATP. Pada evaporasi. otak. Untuk menguapkan keringat diperlukan panas yang diambil dari tubuh. air keluar dari kulit melalui perspirasi insensibilis yaitu difusi air melalui epidermis. sedangkan yang dihasilkan otot rangka berubah-ubah sesuai dengan aktivitas. Suhu rektal 1 C lebih tinggi dari suhu oral dan suhu aksila1 C lebih rendah dari suhu oral.homeotermik. Keterangan suhu dari bagian luar tubuh diterima oleh reseptor panas di kulit yang diteruskan melalui saraf aferen ke hipotalamus. manusia mampu mengatur keseimbangan pembentukan dan pengeluaran panas dengan sempurna. Suhu rektal merupakan penunjuk terbaik suhu tubuh. Suhu aksila lebih o o rendah dari suhu rektal. konveksi. mult dan aksila . diukur dengan meletak termometer sedalam 3-4 cm dari anus selama 3 menit. Saluran gastrointestinal membentuk panas saat mencernakan makanan Pada aktivitas fisik. Suhu oral memberi hasil hampir sama dengan suhu rektal. Paru mengeluarkan panas melalui penguapan air udara ekspirasi yang berasal dari selaput lendir jalan nafas. pengeluaran panas yang ditingkatkan. Pusat pengatur suhu tubuh Suhu tubuh diatur oleh susunan saraf pusat yaitu hipotalamus melalui sistim umpan balik yang rumit. Pengeluaran panas melalui kulit tergantung pada perbedaan (gradient) suhu tubuh dan suhu sekitarnya. Jumlah panas yang dibentuk alat tubuh seperti hati dan jantung relatif tetap. Pengeluaran panas Panas dikeluarkan terutama melalui paru dan kulit. Pembentukan panas Panas bisa berasal dari dalam tubuh sendiri maupun dari luar misal suhu udara disekitar kita. Suhu tubuh adalah suhu dari bagian dalam tubuhnya seperti visera. Distribusi panas dilaksanakan oleh sirkulasi darah. Kulit mengeluarkan panas melalui konduksi. radiasi dan evaporasi. Di tempat dingin. di tempat panas. pembentukan panas ditingkatkan dan pengeluaran panas dikurangi. hati. kelenjar keringat. Hipotalamus karena berhubungan dengan talamus menerima seluruh rangsang aferen. Sebaliknya. Untuk menguapkan air ini diperlukan panas. dalam bentuk keringat. Pada makhluk poikilotermik suhu tubuhnya sesuai dengan suhu lingkungan. Saraf eferen dari hipotalamus terdiri dari saraf somatik dan saraf otonom.

Pengaturan suhu tubuh yang sempurna ini diperlukan untuk aktivitas enzimatik yang optimal. sesuai dengan set-point termostat hipotalamus normal.Panas dari sel bergerak ke cairan sekitarnya dan selanjutnya masuk sirkulasi darah. Termoregulasi bayi baru lahir belum adekuat karena susunan saraf pusat belum sempurna. Keadaan suhu ini diolah oleh termostat hipotalamus yang akan mengatur pembentukan dan pengeluaran panas sesuai dengan set-point normal termostat hipotalamus yaitu sekitar 37°C. Dengan demikian suhu tubuh tetap dipertahankan normal. . Peningkatan pembentukan dilakukan dengan meningkatkan metabolisme dan meningkatkan aktifitas otot rangka dalam bentuk menggigil (shivering). maka mekanisme pengeluaran panas diaktifkan. Hipotalamus posterior merupakan pusat pengatur suhu tubuh yang bekerja bila reseptor di hipotalamus menerima informasi suhu lebih rendah dari suhu tubuh misalnya saat berada ditempat dingin Melalui saraf eferen hipotalamus posterior diatur peningkatan pembentukan panas dan penurunan pengeluaran panas. Dengan demikian suhu tubuh tetap dipertahankan sesuai dengan set-point termostat hipotalamus normal. Aliran darah dikulit dan subkutan membawa panas dan melepaskannya melalui permukaan tubuh. Melalui saraf eferen hipotalamus anterior diatur vasodilatasi di kulit dan peningkatan pengeluaran keringat. Pengeluaran panas dikurangi dengan cara vosokonstriksi dikulit dan pengurangan pengeluaran keringat. Keringat yang menguap membantu pengeluaran panas. Hipotalamus anterior merupakan pusat pengatur suhu yang bekerja bila reseptor di hipotalamus menerima informasi suhu lebih tinggi dari suhu tubuh misalnya karena berada ditempat panas atau karena peningkatan aktivitas fisik.

Sign up to vote on this title
UsefulNot useful