You are on page 1of 9

LAPORAN KOLEKSI SERANGGA DAN IDENTIFIKASI HAMA DAN PENYAKIT Koleksi jamur Curvularia sp dari daun tanaman jahe

Nama : Muhammad Ali Alfi NPM : E1J010089

PROGRAM STUDI AGROEKOTEKNOLOGI FAKULTAS PERTANIAN UNIVERSITAS BENGKULU 2011

BAB I PENDAHULUAN

Jahe (Zingiber officinale Rosc.) merupakan tanaman rempah dan obat yang bernilai ekonomi tinggi. Rimpang jahe memiliki multiguna sebagai minuman penghangat, bumbu dapur,penambah rasa , bahan baku obat tradisional bahkan pestisida alami.Jahe merupakan tanaman obat berupa tumbuhan rumpun berbatang semu. Jahe berasal dari Asia Pasifik yang tersebar dari India sampai Cina. Oleh karena itu kedua bangsa ini disebut-sebut sebagai bangsa yang pertama kali memanfaatkan jahe terutama sebagai bahan minuman, bumbu masak dan obat-obatan tradisional. Jahe termasuk dalam suku temu-temuan (Zingiberaceae), se-famili dengan temu-temuan lainnya seperti temu lawak(Cucumaxanthorrizha), temu hitam (Curcuma aeruginosa), kunyit (Curcuma domestica), kencur(Kaempferia galanga), lengkuas (Languas galanga) dan lain-lain. Nama daerah jahe antara lainhalia (Aceh), beeuing (Gayo), bahing (Batak Karo), sipodeh (Minangkabau), jahi (Lampung),jahe (Sunda), jae (Jawa dan Bali), jhai (Madura), melito (Gorontalo), geraka (Ternate), dsb. (Soedirto dan kemala,1995)

Klasifikasi tanaman jahe Divisi : Spermatophyta Sub-divisi : Angiospermae Kelas : Monocotyledoneae Ordo : Zingiberales Famili : Zingiberaceae Genus : Zingiber Species :Zingiber officinale

Tanaman jahe umumnya ditanam pada daerah tropik dan sub tropik yang mendapat curah hujan yang agak merata sepanjang tahun dan curah hujan yang cocok berkisar antara 1.500 4.000 mm / tahun. Selain itu tanaman jahe paling cocok ditanam pada daerah yang beriklim sejuk dengan ketinggian tempat antara 500 1.000 m dari permukaan laut. Walaupun demikian jahe gajah masih dapat ditanam pada lahan yang

curah hujannya kurang dari 2.500 mm, dataran rendah dan lahan gambut dengan penambahan unsur hara dan pengaturan drainase.

Budidaya tanaman jahe sering menghadapi berbagai kendala. Antara lain yaitu kerena adanya hama dan penyakit yang menyerang tanaman jahe. Salah satu penyakit yang menyerang tanaman jahe adalah penyakit bercak daun. Penyakit ini dapat menular dengan bantuan angin, akan masuk melalui luka maupun tanpa luka.Gejala:Pada daun yang bercak-bercak berukuran 3-5 mm, selanjutnya bercakbercak itu berwarna abu-abu dan ditengahnya terdapat bintik-bintik berwarna hitam, sedangkan pinggirnya busuk basah. Tanaman yang terserang bisa mati. Selain itu juga penyakit yang menyarang tanaman jahe adalah layu bakteri dan busuk rimpang,lalat rimpang serta nematoda. (wikardi dan bafas,1990) Penyakit bercak daun ini disebabkan oleh pathogen yang disebut curvularia sp. Suatu Keberadaan dari patogen tidak hanya di dalam tubuh tanaman sakit saja, akan tetapi juga terdapat dapat terdapat ditanah, sisa tanaman, maupun dalm air dan udara. Untuk memisahkan dari keberadaannya di alam terdapat banyak cara, keberadaan pathogen di luar tubuh tanaman sakit dapa diisolasi melalui dua tahap. Yakni ; dengan menggunakan umpan (bait) kemudian baru baru diisolasi dari umpannya. Sedangkan pathogen yang dapat diisolasi dan dibiakan dalam medium kultur bantuan adalah organisme yang bersifat saprofit, sedangkan yang bersifat biotrof menggunakan medium berupa tanaman inang atau organisme hidup lain. Fungi atau cendawan adalah organisme herotrofik, mereka memerlukan senyawa organic untuk nutrisinya. Bila mereka hidup dari benda organic mati yang terlarut, mereka disebut saprofit. Beberapa fungi meskipun saprofitik dapat juga menyerbu inang yang hidup lalu tumbuh dengan subur di situ sebagai parasit. (Michael dan Chan, 1986) Tujuan : Menentukam, mengidentifikasi,serta mengkoleksi jenis pathogen yang menyerang daun pada tanaman jahe.

BAB II METODOLOGI 2.1. Alat dan bahan yang digunakan : Karter Lampu spiritus Tissue Jarum ose Gelas objek dan gelas penutup Daun Kedelai yang terinfeksi penyakit Petri Alkohol Aquades Media PDA

2.2. Cara Kerja : 1. Memasukkan semua set peralatan dan bahan isolasi kedalam ruang steril 2. Memanskan medium kultur di dalam waterbath samapi mencair 3. Menuangkanmedium ke dalam cawan Petri sebanyak 10-15 ml. langkah ini dilakukan di atas nyala lampu spiritus, di dalam entcase 4. Menggoyangkan cawan petri dengan pelan-pelan agar medium rata, dilakukan dalam keadaan tertutup 5. Membersihkan tanaman dengan air mengalir, kemudian bilas dengan air steril 6. Memotong bagian tanaman yang masih sehat dan sakit sebesar 0,5 cm. 7. Mencelupkan potongan jaringan kedalam alcohol 70%, kemudian segera keringkan alkoholnya dengan cara meletakkan di atas kertas hisap yang berada di dalam cawan perti. 8. Memasukan 3 potong jaringan tanaman kedalam cawan Petri yang elah birisi medium PDA yang sudah memadat, kemudian inkubasikan selama 48-72 jam. 9. Memurnikan biakan awal yang telah tumbuh kedalam PDA (hanya didapat 1 koloni kamur) selama 4-7 hari 10. Menginokulasikan biakan pada tanaman ubi kayu untuk melihat gejala yang terjadi (sama dengan gejala awal/tidak) selama 3 hari pada tanaman yang sehat 11. Mengamati dan mengidentifikasi biakan jamur yang tumbuh dibawah mikroskop.

BAB III HASIL DAN PEMBAHASAN

Penyakit bercak daun Penyakit ini dapat menular dengan bantuan angin, akan masuk melalui luka maupun tanpa luka. Gejala: Pada daun yang bercak-bercak berukuran 3-5 mm, selanjutnya bercakbercak itu berwarna abuabu dan ditengahnya terdapat bintik-bintik berwarna hitam, sedangkan pinggirnya busuk basah. Tanaman yang terserang bisa mati. Pengendalian: baik tindakan pencegahan maupun penyemprotan penyakit bercak daun sama halnya dengan cara-cara yang dijelaskan di atas.

Koloni yang cepat tumbuh, suedesuka halus, coklat sampai coklat kehitaman dengan reverse hitam. Konidia yang pucat coklat, dengan tiga atau lebih septa transversal (phragmoconidia) dan dibentuk apikal melalui pori (poroconidia) dalam conidiophore geniculate sympodially memperpanjang mirip dengan Drechslera. Conidia adalah silinder atau sedikit melengkung, dengan salah satu sel pusat menjadi lebih besar dan lebih gelap. Perkecambahan adalah bipolar dan beberapa spesies mungkin memiliki hilus menonjol.

Budaya Curvularia sp
Curvularia adalah genus jamur terutama asli daerah tropis dan subtropis, meskipun beberapa spesies

hidup di zona beriklim sedang. Jamur ini berperan sebagai patogen tanaman, karena mereka dapat menyebabkan kerusakan parah pada berbagai tanaman.

Para Curvularia genus berisi 35 spesies yang sebagian besar subtropis dan parasit tanaman tropis. Namun, tiga spesies di mana-mana telah pulih dari infeksi manusia, terutama dari kasus keratitis mikotik; C. lunata, C. pallescens dan C. geniculata. Manifestasi klinis phaeohyphomycosis termasuk sinusitis, endokarditis, peritonitis dan infeksi diseminata. RG-1 organisme

Koleksi pathogen curvularia sp, pada tanaman jahe

BAB IV KESIMPULAN

Setelah mencirikan dan mengidentifikasi penyakit yang ada pada tanaman jahe diperoleh hasil bahwa pada bercak daun yang ada pada tanaman jahe terdapat pathogen curvularia sp. Penyakit ini dapat menular dengan bantuan angin, akan masuk melalui luka
maupun tanpa luka. Gejalanya Pada daun yang bercak-bercak berukuran 3-5 mm, selanjutnya bercakbercak itu berwarna abu-abu dan ditengahnya terdapat bintik-bintik berwarna hitam, sedangkan pinggirnya busuk basah. Tanaman yang terserang bisa mati. Curvularia adalah genus jamur terutama asli daerah tropis dan subtropis, meskipun beberapa spesies hidup di zona beriklim sedang. Jamur ini berperan sebagai patogen tanaman, karena mereka dapat menyebabkan kerusakan parah pada berbagai tanaman.

DAFTAR PUSTAKA Soedirto dan kemala.1995. tumbuhan dan tanaman obat yang potensial untuk di kembangkan di Indonesia. Makalah temu wicara tanaman obat. Semarang. Pelczar Michael J, Jr. E.C.S. Chan. 1986. Dasar-Dasar Mikrobiologi.UI-Press. Jakarta. Balfas R,dkk.2000.serangan mimegralla ceulefrons dan perannnya dalam membawa pathogen layu.jurnal penelitian